Anda di halaman 1dari 3

https://id.wikipedia.

org/wiki/Titanium_dioksida

Titanium dioksida
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Titanium dioksida

Nama IUPAC[sembunyikan]
Titanium dioksida
Titanium(IV) oksida

Nama lain[sembunyikan]
Titania
Rutil
Anatase
Brukit

Identifikasi

Nomor CAS 13463-67-7

PubChem 26042

KEGG C13409

ChEBI 32234

ChemSpider 24256

Nomor RTECS XR2775000

SMILES O=[Ti]=O
InChI 1/2O.Ti/rO2Ti/c1-3-2
Sifat

Rumus molekul TiO2

Massa molar 79,866 g/mol

Penampilan Putih padat

Bau Tidak berbau

Densitas 4,23 g/cm3 (rutil)


3,78 g/cm3(anatase)

Titik lebur

Titik didih

Kelarutan dalam air Tidak larut air

Celah pita 3,05 eV (rutil) [1]

Suseptibilitas magnetik (χ) +5,9·10−6cm3/mol

Indeks bias (nD) 2,488 (anatase)


2,583 (brookite)
2,609 (rutil)
Termokimia

Entalpi pembentukan standar(ΔfHo) −945 kJ·mol−1[2]


o
Entropi molar standar (S ) 50 J·mol−1·K−1[2]

Bahaya

Klasifikasi EU Tidak terdaftar

NFPA 704

0
1
0
Titik nyala Tidak mudah terbakar

Batas imbas kesehatan Amerika Serikat (NIOSH):

Senyawa terkait

Kation lainnya Zirkonium dioksida


Hafnium dioksida

Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku


pada temperatur dan tekanan standar (25 °C, 100 kPa)

Sangkalan dan referensi

Titanium dioksida, disebut juga titanium(IV) oksida atau titania, adalah oksida titanium yang
muncul secara alami dengan rumus kimia TiO2. Umumnya, senyawa ini didapat dari ilmenit, rutil,
dan anatase. Titanium dioksida dimanfaatkan secara luas untuk berbagai keperluan
seperti cat, pelindung sinar matahari, dan pewarna makanan. Apabila digunakan sebagai pigmen,
senyawa ini disebut putih titanium, Pigment White 6 (PW6), atau CI 77891. Adapun sebagai
pewarna makanan, senyawa ini memiliki nomor E E171. Pada tahun 2014, senyawa ini diproduksi
sebanyak lebih dari 9 juta metrik ton di seluruh belahan dunia.[3][4][5]
https://id.wikipedia.org/wiki/Pigmen

Pigmen
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Pigmen atau zat warna adalah zat yang mengubah warna cahaya tampak sebagai akibat
proses absorpsi selektif terhadap panjang gelombang pada kisaran tertentu. Pigmen tidak
menghasilkan warna tertentu sehingga berbeda dari zat-zat pendar (luminescence). Molekul pigmen
menyerap energi pada panjang gelombang tertentu sehingga memantulkan pajang gelombang
tampak lainnya, sedangkan zat pendar memancarkan cahaya karena reaksi kimia tertentu.
Di dalam dunia percetakan, pigmen dibagi dalam tiga pigmen dasar yang mampu meniru pigmen-
pigmen lain jika dicampurkan dengan proporsi tepat, yaitu pigmen cyan, magenta, dan kuning.
Sebagai tambahan, untuk mendapatkan kedalaman warna ditambahkan pigmen hitam. Misalnya
untuk mendapatkan sensasi warna merah, dicampurkan pigmen magenta dan kuning dengan
proporsi tertentu.
Pigmen alami banyak yang dihasilkan oleh organisme, dan banyak yang bernilai ekonomi. Pigmen
yang dihasilkan oleh organisme dikelompokkan sebagai pigmen hayati.
1. Sugeng XI MIPA 4
2. Mutiara Herdika X IPS 3
3. Okta Jayanti X IPS 3

Geografi
1. Regizky Maulia X MIPA 4
2. Desy Fitriani X IPS 3
3. Fridiani X IPS 1
4. Chery Tamisha X IPS 4