Anda di halaman 1dari 15

KARSINOMA KORPUS UTERI

I. PENDAHULUAN
Rahim adalah organ berongga pada panggul dari wanita. Terdiri atas tiga
bagian: bagian atas disebut fundus, tengah disebut corpus, dan bagian bawah
adalah cervix. Dinding rahim memiliki dua lapisan; lapisan endometrium pada
bagian dalam, dan miometrium pada bagian luar. Kanker korpus uteri dapat
terbentuk dalam salah satu jaringan yang membentuk rahim. 1,2
Korpus uteri terdapat pada bagian 2/3 atas dari uterus diatas level dari os
servikal internal. Tuba fallopi masuk ke bagian sudut-sudut lateral atas dari pear
shaped body. Bagian dari organ muscular diatas garis yang menghubungkan
lubang tuba uterine disebut sebagai fundus . 2

Gambar 1 3

Kanker korpus uteri adalah penyakit akibat tumor ganas pada daerah 2/3
bagian atas rahim sebagai akibat dari adanya pertumbuhan jaringan yang tidak
terkontrol dan merusak jaringan normal di sekitarnya, kanker korpus uteri
dianggap primer jika berasal dari endometrium atau miometrium. dianggap tumor
ganas endometrium bila histologi berjenis adenokarsinoma. 1,2

1
Kanker rahim didefinisikan sebagai neoplasma yang invasif dari korpus
uteri. Neoplasma invasif pada organ pelvis wanita sebanyak 15% dari semua
kanker pada wanita. Yang paling sering mengarah ke keganasan adalah kanker
rahim. Khususnya, kanker endometrial. Kanker endometrial merupakan
keganasan ginekologi yang paling umum di Amerika Serikat. Diperkirakan 40.100
kasus didiagnosis setiap tahun, menyebabkan kematian mencapai 7470. Ini adalah
kanker urutan keempat yang paling sering terjadi, sebanyak 6% dari kanker pada
wanita, berikut payudara, paru-paru, dan kanker kolorektal. Mempunyai prognosis
yang baik karena sebagian besar pasien datang pada tahap awal, sehingga hanya
3% dari kematian akibat kanker pada wanita. 4

II. EPIDEMIOLOGI
Sekitar 40.100 wanita diperkirakan mempunyai potensi meningkat ke arah
keganasan pada tahun 2008 di Amerika Serikat. Setelah meningkat dua kali lipat
pada awal tahun 1970, kejadian kanker rahim cukup stabil. Pada tahun 2008,
diperkirakan sekitar 7.470 kematian. 4
Kanker korpus uteri (kanker rahim) adalah kanker yang paling umum
keenam pada wanita di Irlandia, sebanyak 3,9% dari semua neoplasma ganas,
termasuk kanker kulit non-melanoma pada wanita. Rata-rata jumlah kasus baru
didiagnosa setiap tahun adalah 403. Selama 1995-2007, jumlah kasus baru
didiagnosa setiap tahun meningkat sebesar 7% di NI dan 3% di RoI. Sekitar 1 dari
93 wanita mempunyai potensi mengalami kanker rahim. Banyak faktor yang bisa
menyebabkan kanker rahim, namun sebagian besar dapat mengarah ke kanker
kopus uteri. 1,5
Ada dua jenis kanker rahim, kanker endometrium, yang berasal dari
lapisan dalam (endometrium) rahim yang paling sering pada kanker rahim,
terdapat sekitar 90% dari total kasus kanker rahim. Sarcoma uteri, yang berasal
dari lapisan luar jaringan otot (miometrium) rahim, adalah bentuk jauh lebih
umum dari kanker rahim, yang terdiri dari kurang dari 10% dari semua kasus
kanker rahim. 6

2
Kejadian kanker endometrium lebih tinggi pada Caucasian dibandingkan
wanita asia atau berkulit hitam, namun angka kematian lebih tinggi pada pada
orang kulit hitam. Hal ini diduga jeleknya perawatan dan presentasi pada stadium
lanjut. Sarkoma uteri, selain dari subtype histologi, lebih sering pada wanita
berkulit hitam. Klasifikasi terbaru dari sarkoma uterus meliputi leiomyosarcoma,
endometrial stroma sarcoma dan sarkoma Undifferentiated. Leiomyosarcoma
(LMS) cenderung terjadi lebih sering pada wanita berusia 30-50 tahun
dibandingkan dengan carcinosarcomas dan sarkoma stroma endometrium (EES),
yang memiliki insiden yang lebih tinggi pada wanita yang lebih tua dari 50 tahun.4

III. ETIOLOGI DAN FAKTOR RESIKO


Beberapa faktor resiko yang dapat berkontribusi terhadap perkembangan kanker
korpus uteri, yaitu : 1,5,6
 Terapi pengganti hormon, hormon mempunyai peran utama dalam etiologi
kanker rahim, estrogen satu-satunya formulasi dari terapi pengganti
hormon yang kini dianggap mempunyai resiko peningkatan pada wanita
yang menggunakan regimen yang mengandung estrogen dan progesteron,
dimana progesteron diambil kurang dari 15 hari perbulan.
 Tamoxifen, merupakan modulator reseptor ekstrogen selektif yang
digunakan dalam pencegahan dan pengobatan kanker payudara,
penggunaan tamoxifen ini juga menyebabkan terjadinya kanker rahim.
 Nulipara, (wanita yang tidak memiliki)
 Menarche dini, Wanita yang mengalami periode menstruasi pertama
sebelum usia 12 tahun.
 Manopause terlambat, wanita yang megalami menopause setelah usia 55
tahun mempunyai faktor resiko mengalami karsinoma korpus uteri.
 Obesitas, Terdapat hubungan yang erat antara obesitas dan kanker rahim
( Terdapat 60% peningkatan risiko dalam 5 kg/m2 peningkatan indeks
massa tubuh.
 Diabetes, terdapat risiko 2-3 kali pada orang yang mengalami diabetes.
 Riwayat keluarga dengan kanker rahim, wanita yang memiliki keluaraga
dengan riwayat kanker rahim memiliki peningkatan resiko dua kali lipat.
 Riwayat terpapar radiasi pada bagian pelvis

3
IV. DIAGNOSIS
Anamnesis dan Pemeriksaan Fisis.
Melakukan pemeriksaan kesehatan secara umumnya, termasuk
pemeriksaan tanda-tanda penyakit, termasuk benjolan atau hal lain yang
abnormal, riwayat penyakit sebelumnya, riwayat pengobatan sebelumnya .7
5,6
Tanda dan gejala pada karsinoma corpus uteri . Gejala yang
mungkin menunjukan karsinoma korpus uteri : Perdarahan pervaginam yang
abnormal, spotting, atau discharge, nyeri atau susah ketika menggosongkan
kandung kemih, nyeri pada bagian pelvis, nyeri ketika melakukan hubungan
seks, teraba massa pada panggul, namun gejala-gejala ini sering terihat pada
beberapa keadaan selain karsinoma korpus uteri, seperti infeksi, non-kanker
atau perubahan pra kanker dalam rahim atau endometrium, atau karsinoma
endometrium. Seorang wanita dengan gejala-gejala tersebut harus dilakukan
pemeriksaan ginekologi termasuk biopsi jaringan.
Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis karsinoma
corpus uteri.
1. Pemeriksaan pelvis, pemeriksaan pada vagina, cervix, uterus, tuba fallopi,
ovum, dan rectum. Dokter memasukkan satu atau dua dilimasi, jari yang
menggunakan sarung tangan dimasukkan kedalam vagina dan sisi lain
ditempatakn diatas perut bagian bawah untuk merasakan ukuran, bentuk, dan
posisi uterus dan ovarium. Spekulum juga dimasukkan kedalam vagina untuk
melihat keadaan vagina dan serviks untuk menemukan adanya tanda-tanda
penyakit. Pap smear serviks biasanya dilakukan. Kemudian jari juga dapat
dimasukkan kedalam rectum untuk merasakan adanya benjolan atau daerah
yang abnormal. 7

4
Gambar 2 7
2. Tes Pap : Sebuah prosedur untuk mengambil sel dari permukaan leher rahim
dan vagina. Sepotong kapas, kuas, atau tongkat kayu kecil digunakan untuk
mengambil sel-sel dari leher rahim dan vagina. Sel-sel tersebut dlihat dibawah
mikroskop untuk melihat jika terdapat sel-sel yang abnormal. Prosedur ini
disebut juga papsmear.7

Gambar 3 7
3. Transvaginal USG : Sebuah
prosedur yang digunakan untuk pemeriksaan pada vagina, uterus, tuba fallopi,
dan kandung kemih. Sebuah transduser USG ( Probe ) dimasukkan kedalam
vagina dan digunakan untuk membangkitkan gelombang suara dengan energi
tinggi ( ultrasound) dari jaringan internal maupun organ dan membuat gema.
Gema berupa gambar jaringan-jaringan tubuh disebut sonogram. Kita dapat
mengidentifikasi tumor dengan melihat sonogram.7

5
Gambar 4 7

4. Dilatasi & kuret : Sebuah prosedur untuk mengambil sampel jaringan dari
lapisan dalam uterus. Serviks mengalami dilatasi dan kuret ( instrumen
berbentuk sendok) dimasukkan kedalam rahim untuk mengambil jaringan.
Sampel jaringan diperiksa dibawah mikroskop untuk mengetahui tanda dari
penyakit. Prosedur ini juga disebut D & C.7

Gambar 5 7

5. Biopsi endometrial : Ambil jaringan dari endometrium ( didalam uterus ),


jaringan yang abnormal akan terlihat dibawah mikrokop.7

V. STADIUM DAN PENYEBARAN KARSINOMA KORPUS UTERI 8


Stadium berdasarkan(Federation Internationale Gynecologique Obstetrique)
FIGO 2009

Berdasarkan sistem FIGO penanganan karsinoma corpus uteri adalah pembedahan


(tidak seperti karsinoma serviks). Pada 1971 sistem stadium hanya dilakukan pada
pasien yang belum menjalani operasi.
STADIUM I : Tumor terbatas pada corpus (75% dari semua pasien)
IA : Invasi <1/2 dari ketebalan miometrium

6
IB : Invasi > 1/2 dari ketebalan miometrium
STADIUM II : Tumor menginvasi korpus dan serviks
STADIUM III : Tumor diluar uterus (bukan kandung kemih atau mukosa
usus)
IIIA : Tumor menginvasi serosa / adneksa dan/ atau sitologi
peritoneal positif
IIIB : Meluas ke vagina
IIIC : Meluas ke pelvis atau kelenjar getah bening para-aorta
STADIUM IV : Tumor menginvasi kandung kemih atau mukosa usus /
metastasis jauh
IVA : Menginvasi mukosa kandung kemih dan / atau mukosa
usus
IVB : Metastasis jauh termasuk intra-abdomen dan/ atau
kelenjar getah bening inguinal

7
8
Gambar 6 9
Stadium carcinoma corpus uteri FIGO 1971

Semua stadium dikelompokkan menurut diferensiasi histologis: 8,10


G1 Adenocarcinoma yang berdiferensiasi baik
G2 Adenocarcinoma yang berdiferensiasi moderate dengan setengah bagian
solid
G3 Adenocarcinoma yang berdiferensiasi buruk (dominan solid) atau
undifferentiated.

RUTE PENYEBARAN PENYAKIT8


Kanker endometrium dapat berinvasi secara langsung pada jaringan
sekitarnya melalui myometrium ke serviks, ke salah satu atau kedua ovarium,
melalui aliran saluran getah bening ke vagina, suburetral ke kelenjar para
pelvis, para aorta, inguinal ke salah satu atau kedua ovarium dan melalui aliran
pembuluh darah biasanya terlambat, menyebar ke paru-paru, hepar, otak dan
tulang

VI. PENATALAKSANAAN
1. PEMBEDAHAN
Operasi harus dilakukan pada semua jenis kanker endometrium terlepas
dari jenisnya jika terdapat kemungkinan reseksi tumor primer. Pembedah primer
mempunyai tingkat kesembuhan yang lebih tinggi dari radioterapi radikal khusus
untuk pengobatan utama kanker endometrium endometrioid. 10
Stadium I dan II
Pembedahan merupakan pilihan yang disarankan, histerektomi totalis,
salpingo-ooforektomi bilateral, bilasan peritonium dan/atau pengangkatan
kelenjar getah bening pelvis dan para aorta dalam kasus-kasus tertentu.
Limfadenektomi dulu belum merupakan bagian pembedahan standar. Mungkin

9
ada situasi dimana histerektomi Wertheim dan limfadenektomi pelvis dapat
dipertimbangkan. Histerektomi vaginal dapat dipertimbangkan dimana
kontraindikasi utamanya adalah pembedahan pada abdomen.8

2. RADIOTERAPI
Radioterapi menggunakan energi dan partikel-partikel x-ray yang tinggi untuk
membunuh sel-sel yang abnormal. Pemberian radioterapi mempunyai waktu-
waktu tertentu. Indikasi untuk kombinasi radioterapi pasca-operasi: 8,11
• Tumor grade 3
• invasi miometrium> 1/2
• Stadium II atau lebih
• Keterlibatan kelenjar getah bening
• Teknik Radioterapi
a) terapi sinar eksternal untuk seluruh pelvis: 3 atau 4 bidang 'brick'
menggunakan 9 atau 16 MeV foton (seperti untuk karsinoma serviks)
Dosis: 4500cGy dalam 20 fraksi selama 4 minggu
b) Cesium vagina menggunakan 'line source‘ dengan Dosis: 3000cGy pada
mukosa vagina dalam waktu sekitar 8 jam.

2.1. RADIOTERAPI PRIMER


STADIUM I DAN II
Pasien yang tidak dapat dilakukan operasi dapat diobati dengan radioterapi
primer, biasanya menggunakan cesium intracavitary dengan radikal, diberikan
dua kali dalam seminggu secara terpisah. 8

STADIUM III DAN IV


Radioterapi adalah pilihan pengobatan pada stadium ini. Kemoterapi juga
dapat dipertimbangkan. Pengobatan bersifat individual dan biasanya diberikan
untuk paliatif terbaik. Ketika ekstensi ditemukan di luar rahim pada saat operasi,
mungkin dapat dilanjutkan dengan TAH dan BSO dan diberikan radioterapi pasca
operasi seperti pada stadium I dan II. 8

10
2.2. RADIOTERAPI PALIATIF
Cesium Intracavitary pada pemberian tunggal akan mengontrol
perdarahan. Pasien yang berulang atau metastasis dan terdapat gejala lokal juga
dapat diberikan radioterapi paliatif. 8

3. TERAPI HORMON

Sel-sel normal di endometrium responsif terhadap hormon wanita estrogen


dan progesteron. Dalam beberapa kasus kanker endometrium, menggunakan
progesteron memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker. Pengobatan ini
digunakan jika kanker telah menyebar dari uterus ke bagian tubuh yang lain. Saat
ini terdapat sedikit peran terapi hormon dalam pengobatan primer atau adjuvan
pada kanker endometrium. Pada pasien yang tidak dapat dilakukan pembedahan
atau radioterapi pada saat dilakukan diagnosis atau yang mengalami metastasis,
pengobatan dengan progesteron harus dipertimbangkan, dapat diberikan
Megestrol 160 mg setiap hari atau medroxyprogesterone acetate (MPA) 200 mg
atau 400 mg setiap hari. Terapi hormon dapat menyebabkan remisi jangka panjang
pada kanker endometrium. Analog GnRH atau inhibitor aromatase dapat menjadi
terapi hormonal lini kedua yang efektif setelah apabila terapi dengan progestogen
gagal. 8,10

4. KEMOTERAPI ADJUVAN
Kemoterapi adjuvant bukan merupakan penanganan radikal untuk kanker
endometrial endometriod. Beberapa percobaan lebih lanjut menggunakan
kombinasi antara kemoterapi dengan radioterapi. Dosis tunggal atau kombinasi
dari carboplatin/ cisplatin, doxorubin dan paclitaxel memberikan respon yang
lambat pada kanker endometrial digunakan pada stadium lanjut dari tumor ini
(stadium IIIA, clear cell, karsinoma uterus yang serius, dan karsinosarkoma)
setelah operasi dapat menggunakan carboplatin dan taxol. Apabila terjadi
metastasis ke pelvis dan kelenjar para aorta juga harus diberikan radioterapi

11
adjuvan. 8,10
Pasien yang sudah berulang dan mengalami metastasi dan tidak paliatif
dengan radioterapi atau pengobatan dengan hormon dapat dipertimbangkan untuk
diberikan dosis tunggal atau kemoterapi dengan kombinasi sitotoksik.10

Taxol / Carboplatin 4 siklus grade tinggi. 8

VI. PENGAMATAN LANJUT


1. SETELAH PEMBEDAHAN8, 11,12
Pemeriksaan pasca-operasi setelah enam minggu. Pemeriksaan selanjutnya
3 bulan pada 1 tahun pertama, 6 bulan pada 2 tahun berikutnya dan setiap tahun
sampai 5 tahun. Jika setelah 5 tahun hasilnya baik, hasil pap smear tidak
mempunyai indikasi untuk penanganan kanker endometrium.
2. SETELAH RADIOTERAPI 8,12
Setelah radioterapi selesai, semua pasien harus menggunakan dilator
vagina sampai epitel vagina sembuh (biasanya satu bulan setelah kemoterapi)
untuk mencegah stenosis vagina. Follow up setelah pengobatan dalam klinik
onkologi, setiap 3 bulan selama 2 tahun, kemudian setiap 6 bulan selama 5 tahun.
Jika setlah 5 tahun hasilnya baik dan tidak terdapat morbiditas dengan penanganan
bisa dilakukan kuisioner GP.

VII. PENANGANAN APABILA TERJADI REKURENSI


Rekurensi adalah ketika kanker muncul kembali setelah mendapatkan
penanganan. Kanker bisa mengalami rekurensi karena bagian kecil dari sel kanker
tidak terdeteksi dalam tubuh setelah pengobatan. Lama kelamaan, sel-sel tersebut
dapat berkembang biak dan bertambah besar, diperlukan tes untuk
mengidentifikasinya. Tergantung dari jenis kankernya, bisa mengalami rekurensi
setelah berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan setelah beberapa tahun setelah
kanker primernya diobati. 13
Rekurensi dapat terjadi secara lokal (mengenai bagian yang sama pada
tubuh pada lokasi kanker primer), regional (muncul kembali dekat dengan daerah
kanker primer), atau jauh (mengenai bagian lain dari tubuh). Pada kanker

12
karsinoma korpus uteri rekurensi bisa terjadi pada vagina, pelvis atau intra
abdomen yang paling sering terkena yaitu peritoneum, paru-paru dan hepar.12,13
Biasanya tidak ada gejala, hasilnya bisa dilihat pada pap smear yang
abnormal. Tapi biasanya juga pasien datang dengan perdarahan pada vagina atau
spotting diantara menstruasi, atau kapan saja pada wanita yang sudah mengalami
menopause, kadang-kadang pasien juga merasa nyeri pada pelvis. 8,10,13
Penanganan pada karsinoma korpus uteri yang mengalami rekurensi dapat
dilakukan sendiri: Pembedahan, radioterapi, hormon dan/ atau kemoterapi dapat
digunakan. Rekurensi yang bersifat lokal dapat diintervensi dengan pembedahan,
Pasien yang belum mendapatkan radioterapi dapat dipertimbangkan untuk
radioterapi. Dosis yang dianjurkan 5000cGy ke mukosa vagina dalama sekali
insersi. 8,10

13
DAFTAR PUSTAKA

1. unknow. 2011. Corpus Uteri Cancer. Cuyahoga: Country Board of Health


Cancer Report.
2. WT CREASMAN, F ODICINO et al. Carcinoma of the corpus uteri : Figo
annual Report.
3. Medical books online (2012).Uterine body (corpus uteri). From
http://www.cixip.com/index.php/page/content/id/1672, juni 2014
4. C.Jing Wang etc (2013). Uterine cancer juni. from
http://emedicine.medscape.com/article/258148-overview , 2014
5. Unknow. Cancer of the corpus uteri.
6. Unknow. Corpus uteri cancer factsheet. 2006.
7. National Cancer institute(2013). Uterine Sarcoma Treatment. From
http://www.cancer.gov/cancertopics/pdq/treatment/uterinesarcoma/, June
2014
8. Department of Haematology & Oncology Tayside Single Delivery Unit.
Clinical Management Protocol – Chemotherapy – Corpus Uteri.
9. A. Wang, K.M. Hartzfeld and M. Hughes. Atlas of Staging in
Gynecological Cancer. Endometrial cancer. 2008; 18-19.
10. Gynaecological cancer clinical guidelines. 2012. Carcinoma of the uterine
corpus: North of England Cancer Network.
11. Unknow (2012). Uterine Cancer. From: http://www.cancer.net/cancer-
types/uterine-cancer/treatment-option. June 2014
12. Anwar, Mochmad, et al. 2011. Ilmu kandungan, edisi 3. Kanker Korpus
uteri. Jakarta : PT. Bina pustaka Sarwono Prwihardjo.

14
13. (2013). Dealing With Cancer Recurrence. From:
http://www.cancer.net/survivorship/dealing-cancer-recurrence. June
2014

15