Anda di halaman 1dari 32

No.

Penulis Judul Latar Belakang Teori Metodologi Keterbaruan Kekurangan


Krisis energi listrik Perancangan Boiler Dalam Daya yang
merupakan masalah yang menggunakan perancangan dihasilkan
Salmawaty
sangat krusial di bahan besi dengan prototype terbilang kecil,
Tamsa,
Rancang masyarakat pada ukuran tinggi pembangkit yaitu hanya 9
Bambang
Bangun umumnya, karena listrik keseluruhan 30 cm listrik tenaga watt.
Panji
Prototype merupakan ke butuhan dan diameter 11cm. sampah ini
Asmara, Ade -
1. Pembangkit utama sehari-hari bagi Alat ini dibagi menggunakan
Irawaty
Listrik Tenaga masyarakat dan sampai menjadi 2 bagian sampah kering
Tolago,
Sampah saat ini masih menjadi utama yaitu (daun, kertas,
Yasin
(PLTSa) masalah nasional. incinerator dibagian ranting-ranting
Mohamad
Dari sektor bawah dengan pohon) sebagai
(2017)
ketenagalistrikan, saat ini tinggi 10 cm,dan bahan bakar
pembangkit listrik di boiler dibagian atas utama untuk
Indonesia masih dengan ketinggian mendidihkan
didominasi oleh 30cm. Ketebalan air hingga
penggunaan bahan bakar besi bagian dasar menghasilkan
fosil, khususnya batubara. serta selubung uap. Sampah
Sedangkan daerah yang permukaan adalah kering tersebut
masih mengalami 0.7- mm, pemisah dikumpulkan
kekurangan daya listrik antara incinerator dan dimasukan
seperti Sulawesi, dengan boiler ke dalam
Kalimantan, dan Nusa menggunakan besi tungku
Tenggara, dan Papua dengan ketebalan 2 pembakaran
pembangkit listriknya mm, dan besi (incinerator).
masih menggunakan bahan bagian tutup dengan
bakar minyak, yang dalam ketebalan 3 mm.
komponen biaya Perancangan
pembangkitan masih Turbin dan
merupakan komponen Generator
terbesar. material turbin yang
Menurut Rencana Umum digunakan adalah
Ketenagalistrikan Nasioanl plastik fiber yang
(RUKN) 2010-2030, telah dimodifikasi
dalam kurun 20 tahun ke dengan
depan Indonesia ditambahkan sudu
memerlukan tambahan di
tenaga listrik kumulatif dalamnya. Tungkai
sebesar 172 GW. penghubung antara
impeller dengan
driver pulley
menggunakan
bahan besi
berukuran panjang
23 cm dan diameter
1.2 cm. Driver
pulley yang
terhubung dengan
impeller
mempunyai
diameter 4 cm dan
driver pulley yang
terhubung dengan
generator
mempunyai
diameter 2 cm.
Motor DC yang
digunakan adalah
dinamo sepeda DC
12 V, 9 Watt.
2. Seiring dengan Sampah merupakan 1. Kajian dan Penggunaan - Pada teknologi
Desain
perkembangan teknologi konsekuensi dari Pertimbangan generator gasifikasi,
Pembangkit
yang pesat dan berbanding adanya aktifitas Kebutuhan Beban singkron pembangunan
Listrik Tenaga
lurus dengan kebutuhan manusia, karena dan Energi dengan prime lebih mahal,
Nur Afifah Sampah
energi yang besar, setiap aktifitas 2.Kajian dan mover PLTSa volume sampah
Thohiroh, (PLTSa)
ditambah dengan semakin manusia pasti pertimbangan sebagai voltage yang dikonversi
Rina Mardiati Menggunakan
maju suatu bangsa, maka menghasilkan spemilihan regulator bus menjadi energi
(2017) Teknologi
semakin besar pula buangan atau teknologi yang mampu listrik lebih
Pembakaran
kebutuhan akan energi sampah. pembangkit memperbaiki sedikit, proses
Yang Fisibel
terutama untuk kebutuhan Peningkatan drop tegangan konversi energi
Studi Kasus
industri. Cepat atau lambat jumlah penduduk serta mampu lebih lambat dan
TPST minyak bumi sebagai dan gaya hidup 3.Kajian dan meningkatkan memerlukan
Bantargebang penghasil sumber energi sangat berpengaruh Pertimbangan hasil keoptimalan lahan yang lebih
saat ini akan habis, maka pada volume keuangan proyek dan keandalan luas disbanding
dari itu disamping kita sampah. 4. Kajian jaringan teknologi SST-
menghemat penggunaan Penanggulangan Pertimbangan distribusi, 050.
energi dari sumber daya Sampah Teknis Terkait Area menggunakan - Pada teknologi
alam yang tidak dapat misalnya dengan dan Lokasi teknologi SST-050
diperbaharui, kita juga menerapkan 5. Kajian pembakaran produksi emisi
harus mencari sumber Prinsip 4R, yaitu: Pertimbangan yang fisibel karbon yang lebih
alternatif energi baru untuk 1.Reduce Faktor Lingkungan dinilai dari besar
memenuhi kebutuhan (Mengurangi) dan Sosial Ekonomi enam kajian, dibandingkan
energi yang tidak dapat 2. Reuse (Memakai 6. Kajian yaitu kebutuhan dengan teknologi
dibendung lagi. Energi ini Kembali) pertimbangan energi, gasifikasi.
disebut sebagai Energi 3. Recycle regulasi terhadap teknologi
Baru dan Terbarukan (Mendaur Ulang) legalitas pembangkit,
(EBT). 4. Replace pembangunan finansial, lokasi
Sampah telah menjadi (Mengganti) power plant area terkait,
suatu masalah baru yang sosial
menyedot banyak
perhatian terutama di Kota lingkungan,
Metropolitan. Berdasarkan serta regulasi.
sumber data yang
diperoleh, pada tahun 2015
diperkirakan sampah yang
dihasilkan oleh masyarakat
Jakarta sebanyak 6500 ton
perhari. Sampah ini
nantinya dikirim ke TPST
(Tempat Pembuangan
Sampah Terpadu)
Bantargebang yang
selanjutnya diolah dengan
berbagai cara, salah
satunya menjadi sumber
tenaga listrik.
3. Monice, Analisis Sektor energi di Indonesia Menurut para ahli, 1. Mengidentifikasi 1.Belum adanya
Perinov Potensi mengalami masalah serius, sampah adalah dan mengukur - studi lebih lanjut
(2016) Sampah karena laju permintaan sebagai berikut : potensi sampah kota
Sebagai Bahan energi di dalam negeri "Sampah adalah Pekanbaru yang serta observasi
Baku melebihi pertumbuhan bahan yang tidak bisa dimanfaatkan lapangan yang
Pembangkit pasokan energi. Energi mempunyai nilai sebagai bahan bakar melibati
Listrik Tenaga Baru dan Terbarukan atau tidak berharga pembangkit, baik berbagai aspek –
Sampah (EBT) harus mulai untuk maksud biasa dengan teknologi aspek terkait
(PLTSa) dikembangkan dan atau utama dalam landfiil atau dengan dengan
Di Pekanbaru dikuasai sejak dini, dengan pembikinan atau teknologi thermal penanganan
mengubah pola fikir pemakaian barang sebagai sumber sampah serta
(mind-set) bahwa Energi rusak atau bercacat energi listrik pengolahan
Baru dan Terbarukan dalam pembikinan alternatif berbasis sampah menjadi
(EBT) bukan sekedar manufaktur atau renewable energy. energi terbarukan.
sebagai materi 2. Menghitung 2. Pengembangan
energi altenatif dari bahan berkelebihan atau energi listrik yang energi terbarukan
bakar fosil tetapi harus ditolak atau dapat dimanfaatkan masih minim
menjadi penyangga buangan". dari potensi yang dilakukan
pasokan energi nasional Pengolahan ada dari metode diberbagai
dengan porsi Energi Baru Sampah lanfill dan metode tempat, untuk
Terbarukan (EBT) >17% Sesuai dengan thermal. Serta Banjarmasin
pada tahun 2025. proses pengolahan melihat peluang belum
Berbagai usaha telah sampah ada pemanfaatan banyak
dilakukan untuk beberapa tahapan sampah dari potensi dikembangkan
mengurangi konsumsi yang harus yang tersedia selain khususnya pada
bahan bakar batu bara, dilakukan yaitu : dimanfaatkan pengolahan serta
seperti pembangunan a. Pengumpulan sebagai pemanfaatan
Pembangkit Listrik Tenaga sampah pembangkit. sampah
Surya, Angin dan b. Pemindahan menjadi energi
Pembangkit mikrohidro c. Pengelompokan listrik.
sebagai sumber dan pemisahan 3. Data yang
terbarukan. Sekarang juga d. Perubahan dari dihasilkan untuk
telah dikembangkan sampah ke energi memulai
alternatif baru dengan e. Pengolahan studi potensi
pemanfaatan sampah kimia fisika kurang akurat
sebagai sumber energi f. Pengolahan serta tidak adanya
primer Pembangkit biologi data pada rata –
Listrik.. g. Pengolahan rata volume
Sampah selalu menjadi khusus sampah organik
permasalahan kota-kota pada instansi
besar di Indonesia tak
terkecuali Kota Pekanbaru. terkait, sehingga
Volume sampah yang kian untuk
meningkat namun tempat observasi
pembuangan sampah akhir pengembangan
(TPA) yang terbatas lebih sulit.
tentunya menjadi suatu
persoalan jika tidak
ditangani dengan seksama.
Berdasarkan latar belakang
di atas, dapat diketahui
bahwa masalah dalam
penelitian ini adalah perlu
adanya kajian analisa
potensi sampah untuk bisa
dijadikan sebagai bahan
baku Pembangkit Listrik
Tenaga Sampah (PLTSa)
di Kota Pekanbaru.
4. Sektor energi di Indonesia Pembangkit listrik 1. Potensi sampah : Pembagian 1.Belum adanya
mengalami tenaga sampah - pengambilan pembebanan studi lebih lanjut
masalah serius, karena laju merupakan 2.Perencanaan pada setiap unit serta observasi
Operasi permintaan energi di pembangkit pembangunan : pembangkit lapangan yang
Ekonomis dalam negeri melebihi yang dapat - Analisis Teknis sehingga melibati
(Economic pertumbuhan pasokan membangkitkan - Analisis (Layak diperoleh berbagai aspek –
Dispatch) energi. Energi Baru dan tenaga listrik atau tidaknya) kombinasi unit aspek terkait
PembangkitLis Terbarukan (EBT) dengan 3. Rekomendasi pembangkit dengan
Monice, trik Tenaga harus mulai dikembangkan memanfaatkan 4. Sistem Jaringan yang dapat penanganan
Syafii Sampah dan dikuasai sejak sampah sebagai 5.Economy Dispatch memenuhi sampah serta
(2013) (PLTSa) dan dini, bukan sekedar bahan utamanya, 6.Analisa kebutuhan pengolahan
(PLTG) dalam sebagai energi altenatif baik dengan beban dengan sampah menjadi
Melayani dari memanfaatkan biaya yang energi terbarukan.
Beban Puncak bahan bakar fosil tetapi sampah organik optimum. 2. Pengembangan
Kelistrikan harus menjadi penyangga maupun energi terbarukan
SUMBAR pasokan energi nasional. anorganik[4]. masih minim
Sekarang telah Mekanisme dilakukan
dikembangkan alternatif pembangkitan diberbagai
baru dapat dilakukan
dengan pemanfaatan dengan dua cara tempat, untuk
sampah sebagai sumber yaitu dengan proses Sumatera Barat
energi primer Pembangkit konversi belum
Listrik. Dilihat dari thermal dan proses banyak
kondisi sekarang, faktanya konversi biologis. dikembangkan
volume sampah Proses khususnya pada
semakin meningkat seiring Konversi thermal pengolahan serta
dengan pertumbuhan memanfaatkan pemanfaatan
jumlah peenduduk. teknologi sampah
Permasalahan sampah dan Pirolisis dan menjadi energi
teknologinya telah Teknologi listrik.
diteliti sebelumnya, gasifikasi. 3. Data yang
diantaranya Melakukan Sedangkan dihasilkan untuk
penelitian tentang potensi proses konversi memulai
listrik tenaga Sampah biologis adalah studi potensi
yang di konversi ke listrik dengan Anaerob kurang akurat
dengan menggunakan Digestion dan serta tidak adanya
konversi biologis, yaitu Landfill data pada rata –
menggunakan bakteri gasification rata volume
pengurai sampah organik sampah organik
untuk menghasilkan pada instansi
gas metan (CH4) pada terkait, sehingga
kondisi tanpa gas oksigen untuk
(dekomposisi anaerob). observasi
Namun belum mengkaji pengembangan
seberapa besar pengaruh lebih sulit.
pembangkit sampah dan
optimasi sistem
pembangkit setelah
integrasi pembangkit
sampah pada sistem yang
ada. Maka, penelitian ini
sebagai pengembangan
penelitian
sebelumnya akan mengkaji
seberapa besar energi
fosil khususnya pada
pembangkit termal yang
dapat dihemat setelah
pengunaan pembangkit
energi sampah dan
perhitungan optimasi
sistem
dengan economic dispatch
setelah masuknya atau
integrasi pembangkit
energi sampah dalam
sistem yang telah ada.
5. Permasalahan sampah Pengertian sampah Melakukan Menggunakan 1.Belum
Distributed
sangat kompleks dari merupakan perhitungan generator dilakukan study
Generation
mencari lokasi material sisa yang terhadap potensi sinkron dengan kelayakan secara
Pembangkit
penimbunan sampah yang tidak diinginkan produksi energi prime mover menyeluruh
Safrizal Listrik Tenaga
selalu lagi oleh manusia listrik yang dapat PLTSa sebagai terhadap
(2014) Sampah Kota
menimbulkan penolakan setelah di hasilkan Voltage pembangunan
(PLTSa) Type
dari masyarakat, hingga berakhirnya suatu berdasarkan Regulator Bus Pembangkit
Incinerator
teknologi yang akan proses. Sistem pengalaman pada sistem Listrik Sampah
Solusi Listrik
digunakan untuk mengolah pengelolaan pembangkit listrik Distributed Kota (PLTSa),
Alternatif Kota sampah tersebut. Pada sampah mencakup yang sudah Generation baik dari kajian
Medan dasarnya ada dua alternatif sub sistem terpasang di Bali, mampu Teknis,
proses pengolahan sampah pemrosesan dan Surabaya dan memperbaiki Ekonomis,
menjadi energi, yaitu pengolahan. Jakarta. drop tegangan Estetika, dan
proses biologis yang Masing-masing serta mampu Amdal.
menghasilkan gas-biogas perlu meningkatkan 2.Penulis hanya
dan proses thermal yang dikembangkan keoptimalan melakukan
menghasilkan steam. secara bertahap dan keandalan perhitungan
Teknik pengelolaan sebagai bahan baku jaringan terhadap potensi
sampah di kota-kota di maupun distribusi produksi energy
Indonesia masih dilakukan sebagai sumber tersebut. listrik yang dapat
secara konvensional, yaitu energi, sehingga di hasilkan
metode open dumping dan tercipta berdasarkan
timbunan (sanitary keseimbangan dan pengalaman
landfill) pada prakteknya keselarasan antar pembangkit listrik
pengelolaan sampah sub-sistem, baik yang sudah
menimbulkan beberapa dalam terpasang di Bali,
permasalahan. pengoperasian Surabaya dan
maupun Jakarta
1. Kebutuhan lahan TPA pembiayaan, untuk 3.Belum
yang cepat meningkat mendapatkanecono mengkaji lebih
akibat tidak dilakukannya mies of scaledari lanjut terhadap
proses reduksi volume sinkronisasi penambahan
sampah secara efektif. sub sistem yang income tambahan
2. Berbagai permasalahan lain dalam dari penjualan
lingkungan dan kesehatan, perencanaan dan abu terbang,
mulai dari yang teringan implementasinya. abu bawah dan
seperti bau yang Dilihat dari sisa pembakaran,
menyengat hingga potensi komposisi sampah, dan lain
sebaran penyakit di daerah maka sebagian sebagainya,
sekitar TPA. besar sampah kota sehingga layak di
3. Teknik reduksi di Indonesia adalah jadikan sebagai
konvensional dengan cara tergolong sampah Perusahaan
dibakar langsung organic untuk kota- BUMD.
memberikan dampak kota 4. Belum
buruk ke besar bisa mengkaji lebih
mencapai 70% dari lanjut
total sampah, dan menggunakan
atmosfer berupa polusi sekitar 28% adalah simulasi
gas-gas rumah kaca dan sampah non computer, efek
gas beracun lainnya. organik yang penetrasi PLTSa
Teknologi incinerator yang terdiri dari menjadi terhadap
digunakan dalam system obyek aktivitas penurunan drop
pembangkit listrik tenaga pemulung, mulai tegangan dan
sampah dari sumber loses, termasuk
kota (PLTSa), dapat sampah sampai ke Harga Pokok
menimbulkan banyak TPA. Sisanya Produksi karena,
permasalahan, seperti sekitar 2% PT.PLN
senyawa kimia sangat tergolong lain-lain Wilayah II
beracun seperti B3 yang Sumatera Utara,
terbentuk pada proses perlu dikelola HPP relative
pembakaran sampah yang tersendiri.Jenis tinggi sehingga
tidak terkontrol, terlebih sampah dengan nantinya dapat
lagi sampah heterogen. persentase organik dihitung
Hasil emisi yang paling yang terdiri dari penghematan
berbahaya pada sisa makanan, kWh akibat
pembakaran sampah sayuran,sampah reduksi losess dan
heterogen ialah halaman, tekstil, perbaikan drop
terbentuknya senyawa plastic, karet, tegangan.
dioksin dan furan, kertas dan
senyawa ini sangat kayuyang tinggi
berbahaya bagi kesehatan sangat cocok diolah
tubuh manusia. Senyawa menjadi kompos,
ini sumber biogas dan
terbentuk pada sejenisnya.Sedang
pembakaran yang sampah anorganik
menggunakan incinerator seperti kaca, logam
pada temperatur 400 – besi dan non besi
6000C. Apabila cukup potensial
proses pembakaran sebagai
sampah berlangsung bahan daur
sempurna maka tidak akan ulang.Berdasarkan
menghasilkan dioksin. kenyataannya
tersebut, akan lebih
baik bila
pengurangan
jumlah
sampah dilakukan
melaluiproses
pengolahan sampah
yang terpadu.
6. Saat ini Perusahan Lisrik Melakukan 1.Belum adanya
Negara (PLN) berupaya Pembangkit listrik observasi lapangan studi lebih lanjut
Studi Potensi mengatasi peningkatan tenaga sampah secara serta observasi
Limbah Kota kebutuhan energi listrik adalah pembangkit langsung dengan lapangan yang
Sebagai diantaranya peningkatan listrik yang melakukan melibati
Pembangkit pembangunan pembangkit berbahan bakar pemilahan dan berbagai aspek –
Uray Ibnu
Listrik baru, pembelian listrik tenaga dari sampah pengambilan - aspek terkait
Faruq (2016)
Tenaga swasta, pembelian listrik yang sudah melalui sampel sampah dengan
Sampah dengan negara tetangga proses. organik penanganan
(PLTSa) Kota dan sistem sewa Dimana proses selama satu minggu sampah serta
Singkawang pembangkit dengan pihak tersebut serta menggunakan pengolahan
ketiga. Sumber energi menggunakan keranjang sampah sampah menjadi
listrik saat ini menjadi dengan volume 0,8 energi terbarukan.
permasalahan yang pokok, teknologi tinggi m3 di dapat dari 2. Pengembangan
disamping itu kota yang ramah (0,02 m x 0,04 x 1 energi terbarukan
Singkawang sebagai kota lingkungan. m). masih minim
administratif harus Konsep 2. Melakukan dilakukan
dihadapkan dengan Pengolahan perhitungan diberbagai
pertumbuhan jumlah Sampah menjadi perkiraan hasil tempat, untuk
penduduk. Bedasarkan Energi keluaran daya Kalimantan Barat
data dari dinas kebersihan (Waste to Energy) sampah organik belum
kota singkawang volume atau yang biasa dengan teknologi banyak
sampah yang ada di tempat disebut pembakaran dikembangkan
pembuangan akhir TPA PLTSa langsung khususnya pada
wonosari berkisar 73.684 (Pembangkit 3. Analisa potensi pengolahan serta
m³. Maka dari itu untuk Listrik Tenaga energi sampah pemanfaatan
mengantisipasi adanya sampah) organik. sampah
peningkatan penimbunan menggunakan tiga menjadi energi
limbah atau sampah teknologi yaitu, listrik.
perlu dilakukan penekanan proses 3. Data yang
terhadap peningkatan dihasilkan untuk
memulai
volume sampah dengan sampah dengan studi potensi
mengolah teknologi Thermal kurang akurat
sampah menjadi sumber Converter serta tidak adanya
bahan bakar yang Insinerator, data pada rata –
akan sangat bermanfaat Gasifikasi dan rata volume
dalam penyediaan Fermentasi. sampah organik
kebutuhan energi listrik pada instansi
serta menghemat terkait, sehingga
bahan bakar dari fosil. untuk
observasi
pengembangan
lebih sulit.
4. Dengan
melakukan studi
potensi
limbah kota
sebagai
pembangkit
tenaga listrik
Kota Singkawang
diharapkan
kedepannya
teknologi
pemanfaatan
sampah menjadi
bahan bakar
energi listrik bisa
dikembangkan
lebih spesifik agar
dapat membantu
mengatasi
masalah
persampahan
Kota serta
mengatasi krisis
energi listrik.
7. Dari semua permasalahan Sampah merupakan Melakukan 2
1. Pengambilan data 1.Belum adanya
yang ada di Kota Padang, suatu bahan yang kajian yang
2. Analisis data : studi lebih lanjut
yang cukup menjadi terbuang atau digunakan,
a. Estimasi kasar serta observasi
Studi Kajian perhatian dibuang dari suatu 1.Menghitung
produksi gas bio lapangan yang
Kelayakan adalah penangan masalah sumber hasil estimasi kasar
b. Metode IPCC melibati
Pembangunan sampah. Sampah aktivitas manusia produksi gas
waste model berbagai aspek –
Pembangkit menggunung maupun proses- bio, potensi
calculation aspek terkait
Nofri Dodi, Listrik nyaris di semua lokasi proses alam yang emisi gas metan
c. Analisa ekonomi dengan
Syafii dan Tenaga Tempat Pembuangan tidak mempunyai dan potensi
1. Net Present penanganan
Slamet Sampah Sementara (TPS). nilai ekonomi. sampah yang
Valve (NPV) sampah serta
Raharjo (PLTSa) Kota Seiring dengan Proses kerja PLTsa ada di TPA Air
2. Internal Rate pengolahan
(2015) Padang permasalahan itu terdapat dua Dingin Kota
of Return(IRR) sampah menjadi
(Studi Kajian masyarakat akademis yang macam Padang,
3. Benefit Cost energi terbarukan.
di TPA Air berada di perguruan tinggi yaitu:.Proses 2. Penilaian
Ratio (BCR) 2. Pengembangan
Dingin Kota mempunyai tugas dalam pembakaran investasi
4. Payback energi terbarukan
Padang) melakukan kajian dan (thermal) proyek untuk
Periode (PP) masih minim
melakukan pengembangan dan proses pendirian
dilakukan
teknologi untuk teknologi PLTSa dari
diberbagai
memberikan fermentasi metana hasil potensi
kontribusi positif dalam (gasifikasi) sampah yang tempat, untuk
menangani dan mengatasi ada di TPA Air Padang belum
permasalahan dari sampah Dingin Kota banyak
yang ada ini. Sejalan Padang. dikembangkan
dengan hal tersebut di atas, khususnya pada
dengan sumber daya yang pengolahan serta
mudah didapat karena pemanfaatan
sampah adalah barang sampah
yang dibuang setiap menjadi energi
harinya bahkan orang rela listrik.
membayar uang sampah 3. Data yang
untuk membuang sampah dihasilkan untuk
agar tidak mengotori memulai
rumah dan lingkungannya. studi potensi
Sehingga menjadikan kurang akurat
sampah sebagai salah satu serta tidak adanya
bahan yang ideal untuk data pada rata –
diolah menjadi energi rata volume
terbarukan.
sampah organik
pada instansi
terkait, sehingga
untuk
observasi
pengembangan
lebih sulit.
8. Pencemaran lingkungan Insinerasi adalah Sistem Tidak adanya
Dilakukan melalui
akibat sampah semakin suatu teknik dalam pembangkit rancangan dengan
Perencanan proses analisa
lama akan semakin pengolahan sampah listrik tenaga dimensi yang
Sistem teoritis berdasarkan
mengkhawatirkan apabila dengan cara sampah dengan terencana guna
PembangkitLis informasi jumlah
tidak ada usaha yang membakar dengan proses merealisasikan
Yusrizal, trik Tenaga dan kandungan
efektif untuk temperatur tinggi insinerasi yang sistem
Munzir Qadri Sampah sampah di kota-kota
mengatasinya. Pencemaran (Thermal diharapkan pembangkit listrik
(2017) Kapasitas 1000 besar di Indonesia.
akibat sampah bukan saja Treatment), dan mampu tenaga sampah
W dengan Adapun referensi
terhadap tanah, tapi juga mengubah menjadi mengkonversi kapasitas 1000
Proses yang digunakan
terhadap udara dan air debu, gas, sampah rumah watt ini. Di
Insinerasi yaitu berupa buku-
yang dapat merugikan partikulat, dan tangga menjadi samping itu juga
buku dan jurnal-
manusia dan lingkungan. panas.Masalah listrik dengan belum dilakukan
Terjadinya proses yang timbul dari jurnal penelitian kapasitas optimasi pada
pencemaran lingkungan proses pembakaran sebelumnya. minimum 1000 sistem
oleh sampah akibat adanya ini adalah gas yang 1.Menentukan watt. pembangkit ini
berbagai macam unsur ditimbulkan, besarnya daya yang agar jumlah
organik dan non-organik seperti dioxin, dibutuhkan sampah yang
pada sampah yang furan, logam berat, generator tersebut. dibutuhkan sesuai
tertimbun menjadi satu. CO, HCL, NOx, 2. Melakukan dengan jumlah
Penanggulangan sampah dan SO2. Jika gas- perhitungan sampah yang
dengan cara membakarnya gas yang perencanaan turbin dihasilkan rumah
di dalam insinerator akan dikeluarkan 3. Melakukan tangga sehari-
mengurangi volume melalui cerobong perhitungan hari.
sampah sekitar 90%. tersebut tidak perencanaan boiler
disaring terlebih
dahulu, maka akan
menimbulkan
pencemaran udara.
9. Wahyu Bagi kota metropolitan Perancangan ID fan PLTSa alam 1.Belum adanya
Perancangan
Purwanta dan maupun kota besar - didasarkan pada studi ini studi lebih lanjut
ID Fan dan
Feddy masalah metode perhitungan dilengkapi
Suryanto Cerobong pada pengolahan sampah juga matematis dengan dengan unit serta observasi
(2018) Unit menjadi problem tersendiri data utama adalah cyclone, semi lapangan yang
Pembangkit khususnya terkait semakin laju volume gas dry scrubber, melibati
Listrik Tenaga sulitnya mendapatkan buang yang bag filter dan berbagai aspek –
Sampah lahan. Secara hierarkis dihasilkan, ID fan serta aspek terkait
metode yang mampu kehilangan tekanan cerobong dengan
memenuhi kondisi ini aliran gas buang sebagai unit penanganan
adalah pengolahan dengan dalam peralatan dan pembuangan sampah serta
metode termal sekaligus ducting serta akhir, kapasitas pengolahan
memanfaatkan buangan kebutuhan tekanan sampah 350 sampah menjadi
panas yang ada untuk kerja dari gas ton/hari dengan energi terbarukan.
membangkitkan energi buang. Sedangkan diameter
listrik yang dikenal dengan penentuan dimensi cerobong 2,05
waste-to-energy (WtE). cerobong m dengan tinggi
Pemanfaatan panas gas mempertimbangkan 70 m, serta
buang atau recovery ini hasil perhitungan diperlukan ID
akan melengkapi konsep matematis, fan sebagai
3R menjadi 4R pemodelan dengan pendorong flue
(3R+Recovery) yang saat dispersi Gaussian
ini juga banyak diterapkan serta peraturan yang gas dengan
di kota-kota besar dunia berlaku di spesifikasi
yang kemudian dikenal Indonesia. Q = 70000 cfm,
dengan Pembangkit Listrik Perhitungan BHP = 400,
Tenaga Sampah (PLTSa). dimensi secara mechanical
Selain memanfaatkan matematis efficiency 80%
panas gas buang (flue gas) memerlukan dan static
untuk membangkitkan variabel laju pressure pompa
listrik, sisa gas buang volume dan = 25 inch H2O.
suatu PLTSa harus kecepatan aliran gas
memenuhi baku mutu buang, suhu dan
yang ditetapkan sehingga tekanan gas buang.
perlu diolah terlebih Adapun pemodelan
dahulu dengan alat dispersi Gaussian
pengendalian pencemaran dilakukan terhadap
udara seperti cyclone, partikulat dengan
scrubber dan bag filter variabel
sebelum dibuang melalui meteorologi daerah
Tangerang Selatan.
cerobong (chimney) ke
udara bebas.
Walau cerobong berada
pada posisi akhir suatu
unit alat pengolahan
(treatment) gas buang
namun memegang peranan
penting dalam
mentransportasikan dan
mendispersikan gas buang
ke atmosfer. Setiap negara
memiliki regulasi dalam
dimensi cerobong. Tulisan
ini memaparkan hasil
perhitungan dan
perancangan ID fan dan
cerobong suatu unit
pengolah sampah proses
termal khususnya tipe
stoker grate insinerator
dengan kapasitas 350
ton/hari yang selanjutnya
disebut secara singkat
sebagai PLTSa.
10. Pertumbuhan pembangkit Menurut Undang- 1. Mengambil data 1.Belum adanya
listrik meningkat seiring undang Nomor 18 (Data TPA Basirih, studi lebih lanjut
dengan bertambahnya Tahun 2008 Data Kelistrikan serta observasi
permintaan energi listrik. tentang Kota lapangan yang
Alan Nazlie
Studi Potensi Saat ini upaya Pengelolaan Banjarmasin,dan melibati
Haq;
Pembangkit pembangkitan listrik Sampah : sampah Data Kependudukan berbagai aspek –
Dr. Ir.
Listrik Tenaga sebagian besar masih adalah sisa hasil Kota Banjarmasin) - aspek terkait
Hermawan.,
Sampah menggunakan bahan bakar kegiatan sehari-hari 2. Estimasi produksi dengan
DEA;
di Kota fosil yang tidak dapat manusia dan/atau LPG penanganan
Karnoto, ST.,
Banjarmasin diperbaharui dan tidak proses alam yang 3. Estimasi energy sampah serta
MT.
ramah lingkungan. berbentuk padat. listrik pengolahan
Padahal potensi sumber Proses konversi 4. Menyusun sampah menjadi
energi terbarukan energi yang proforma cashflow energi terbarukan.
(renewable energy) yang digunakan untuk
tersedia sangat melimpah menghasilkan 5. Mengkaji 2. Pengembangan
namun hingga kini belum listrik secara garis kelayakan energi terbarukan
tergarap secara optimal. besar terbagi dua masih minim
Salah satu sumber energi yaitu : konversi dilakukan
terbarukan (renewable biologis ( diberbagai
energy) tersebut adalah menggunakan tempat, untuk
sampah. Secara umum tata bakteri pengurai Banjarmasin
kelola sampah hanya sampah organik belum
memindahkan sampah dari untuk banyak
tempat penampungan menghasilkan gas dikembangkan
sementara (TPS) ke tempat metan (CH4) dan khususnya pada
penampungan akhir konversi termal pengolahan serta
(TPA). Perkembangan (proses pemanfaatan
teknologi yang semakin transformasi sampah
maju memberikan solusi sampah menjadi menjadi energi
alternatif pengolahan sumber energi listrik.
sampah menjadi sumber dengan 3. Data yang
energi. Penerapan menggunakan dihasilkan untuk
teknologi pengolahan biogas yang memulai
sampah menjadi sumber dihasilkan sebagai studi potensi
energi terbarukan bahan bakar). kurang akurat
(renewable energy) serta tidak adanya
membutuhkan data pada rata –
perencanaan yang matang. rata volume
Perlu dilakukan kajian sampah organik
untuk menentukan layak pada instansi
atau tidaknya terkait, sehingga
merealisasikan sebuah untuk
pembangkit listrik tenaga observasi
sampah berdasarkan pengembangan
potensi sampah yang lebih sulit.
tersedia.
Nama : Arananda Dwi Putri

NIM : 061540411570

Kelas : 7 EGB