Anda di halaman 1dari 6

Diruang Dahlia Garing Transparan rumah sakit BRSU Tabanan, siang pukul 14.

00
WITA, pada saat operan berlangsung antara karu, perawat primer dan perawat associate.

Karu : Om Swastiastu, selamat siang rekan-rekan, salam sejahtera untuk kita semua, hari
ini sama seperti hari-hari sebelumnya sesuai dengan kegiatan awal shift siang akan
didahului oleh operan antara perawat yang berjaga pagi dengan perawat yang shift
siang hari ini. Silahkan kepada perawat yang sift pagi melaporkan kondisi pasien
PA1 : Terima kasih atas waktu yang telah diberikan, selamat siang rekan-rekan, saya hari
ini akan melaporkan kondisi pasien Tn. P dengan penyakit jantung rematik. Seperti
yang kita tahu pasien masuk ke ruang Dahlia Garing pada hari Selasa, tanggal 5
Desember 2018. Observasi terakhir kami yang berjaga tadi pagi, sama seperti pada
saat kami operan malam, pasien masih mengaku dadanya berdebar-debar, namun
keluhan sebelumnya yakni merasakan denyutan di arteri karotis sudah tidak di
rasakan pasien lagi. Secara umum kondisi pasien baik, pasien hanya sedikit terlihat
cemas, namun dari segi asupan nutrisi dan istirahat baik.
PP1 : apakah PA 1 sempat melakukan pengkajian kardio pada pasien?
PA1 : Iya, pada saat pasien mengeluh dadanya berdebar-debar, saya melihat iktus kordis
terlihat, saya palpasi dada pasien dan teraba thrill, dan ketika saya auskultasi
terdengar bunyi gallop.
PP1 : Lalu intervensi apa yang telah anda lakukan?
PA1 : Karena pasiennya sendiri terlihat cemas, saya sudah melakukan intervensi teknik
relaksasi untuk mereduksi emasnya, lalu saya telah memberikan HE tentang
pentingnya bagi pasien untuk membatas aktivitasnya, karena pasien sendiri
mengaku cepat merasa lelah.
PP1 : Baik, selanjutnya untuk terapi dari dokter apakah semua lanjut?
PA1 : untuk terapi semuanya lanjut, pasien tetap diberikan terapi aspirin, Ciprofloxacin,
dan penicillin. Karena pasien sendiri mengalami tirah baring, saya rasa perlu
dievaluasi bagaimana BAB pasien dan jika memang pasien tidak bisa BAB untuk
beberapa hari kedepan, saya rasa dapat diberikan intervensi pemberian huknah atau
dulcolax.
PP1 : Baik, itu akan menjadi pertimbangan kita bersama kelak. Lalu untuk hari ini
apakah ada jadwal pemeriksaan diagnostic atau lab?
PA1 : Ada Bu, sesuai dengan instruksi dokter untuk pemeriksaan darah pasien memang
dilakukan setiap 2 hari sekali mengingat evaluasi dari WBC pasien perlu dilakukan.
Lalu untuk hari ini juga dijadwalkan untuk tindakan kolaborasi pemeriksaan
diagnostic echocardiography, dengan pertimbangan hasil rontgen kemarin bahwa
terdapat pembesaran pada atrium sinistra dan terjadi penebalan katup bicuspid. Jadi
untuk intervensi selanjutnya yang akan dilakukan adalah selain tindakan mengambil
sample darah, pasien juga diberikan tindakan memantau TTV pasien dan memantau
adanya tanda-tanda yang mengarah pada sesak napas. Lalu pasien pagi ini mengeluh
dadanya terasa sedikit nyeri, jadi tolong kaji nyeri pasien secara komprehensif, dan
ajarkan teknik penanganan nyeri non farmakologi.
Karu : Baik, untuk para PA dan PP yang berjaga pada siang ini apakah ada pertanyaan
lain? Jika tidak mari kita lanjutkan untuk operan selanjutnya.
Lalu mereka melanjutkan operan kepada pasien selanjutnya.
PA 2 : Ia, pasien Tn. T, kemarin sempat kumat sesaknya pada malam hari bu, masih
keringat malam dan batuk berdahak, dan kemarin sudah diberi nebulizer jam 11
malam kemarin. Pasien juga masih menggunakan oksigen dengan nasal kanul 2
lt/m. Untuk hasil pengecekan TTV tadi pagi tensi dan nadinya normal. 100/70 dan
68x/m, namun suhunya agak tinggi 38” celcius. Masalah keperawatan yang masih
muncul pada pasien ada bersihan jalan nafas tidak efektif dan hipertermi.
PP 2 : terus untuk medikasinya, ada tambahan atau diberhentikan?
PA 2 : untuk medikasinya, px lanjut menggunakan ceftazidine 3x1 gram, metrodinazole
3x500 mg, ambroxol 3x1, dan paracetamol 3x500 mg per oral. Berdasarkan hasil
cek DL sebelumnya, nilai leukositnya masih tinggi, 14.000 uL. Untuk rencana
tindakan hari ini ada rotgen thorax dan cek darah lengkap, terutama untuk mengecek
kadar leukositnya mbok
Karu : ada rencana pemberian tindakan keperawatan tidak? Untuk kebutuhan dasarnya
Tn. T apakah terpenuhi dengan baik ? apa bapaknya ada tanda-tanda cemas dan
gelisah?
PA 2 : saat saya kaji pasiennya, pasien tampak bersih dan bajunya tampak kering bu.
Untuk buang air pasien bisa mandiri, atau kadang ditemani oleh istri dan anaknya.
Saat dikaji ke pasiennya ,ia mengatakan istrinya biasanya rutin mengelap dirinya
dua kali sehari, hanya saja pasien tampaknya tidak melakukan oral hygiene selama
beberapa hari karena giginya tampak kuning. Mungkin nanti adik prakteknya bisa
membantu dan meminta keluarga pasien untuk membawa sikat gigi dan odol agar
pasien bisa terfasilitasi. Untuk ansietas, pasien sih tidak ada mengeluh atau gelisah
karena keluarganya selalu menemani, tapi kalau adik praktik mau melakukan back
massage, boleh juga kok.
PP 2 : jadi untuk hari ini, saya melanjutkan medikasi, mengantar untuk pasien untuk
rotgen thorax, mengambil darah untuk cek darah lengkap, dan membantu oral
hygienenya saja kan?
PA 2 : jangan lupa untuk memantau porsi makannya juga ya gek.
PP 2 : ya mbok.
Karu : kalau tidak ada pertanyaan lagi mengenai Tn. T, kita lanjutkan ke pasien yang lain.
(lalu mereka pun melanjutkan operan ke pasien lain)
PA 3 : Baik, pasien baru atas nama Ny. S di kamar no.9, pindahan dari UGD, pasien
mengeluh disuria, badan lemas. Untuk vital signs trerakhir TD 150/120mmHg, nadi
80x/menit, suhu 37,5°C, RR 20x/menit. Pasien tidak terpasang DC dan tidak
mendapat terapi oksigen. Nilai Laboratorium terakhir:
Natrium 153,0 mEq/L
Kalium 5,5 mEq/L
Hemoglobin 11,4 g/dL
Bun 35 mg/dL
Creatinin 4,0 mg/dL
Diagnosa keperawatan yang muncul yaitu ketidakseimbangan cairan dan elektrolit,
saat shift pagi intervensi yang sudah diberikan yaitu menghitung balance cairan dan
KIE keluarga mengenai pembatasan intake cairan per oral.
PP 3 : Kemudian untuk medikasi yang diterima pasien bagaimana?
PA 3 : untuk medikasinya, px mendapat terapi:
captopril 3x1 gram p.o, erythromycin 3x1 gram p.o., metronidazole 3x500 mg flash
IV, ranitidine 2x1 gram IV, asam folat 2x50 mg p.o., furosemide 3x 50 mg IV.
Untuk rencana tindakan hari ini pasien planning renal biopsy pukul 15.00 WITA,
cek elektrolit dan DL rutin dan observasi nilai Kalium jika ≥6,5 mEq/L segera
konsul ke bagian interna.
Karu : Untuk intervensi keperawatan Ny. S bagaimana? apa saja intervensi yang perlu
dilanjutkan? Apa pasien memiliki keluhan lain?
PA 3 : intervensi keperawatan lanjutannya monitor balance cairan, KIE pasien dan
keluarga untuk membatasi intake cairan dan batasi konsumsi garam dan kalium.
Tadi pagi dari diet yang diterima pasien adalah nasi putih tinggi kalori, rendah
protein dan rendah garam. Iya, saya hampir lupa, pagi tadi pasien kembali mengeluh
disuria, nanti mohon yang shift siang mengkaji nyeri pasien dengan PQRST dan
segera kolaborasi dengan tim medis jika skala nyeri pasien >7.
PP 3 : baik, siang tindakan pada Ny.S meliputi monitoring balance cairan, pengecekan
elektrolit serum dan DL, persiapan renal biopsy dan pengkajian nyeri pasien. Untuk
form persetujuan tindakan biopsy dan surat pengantarnya sudah dipersiapkan?
PA 3 : Form persetujuan tindakan sudah saya lengkapi di RM pasien, surat pengantarnya
masih di-acc karena menunggu lembar konsultasi dokter interna.
PP 3 : iya saya mengerti, nanti setelah operan saya akan segera menghubungi bagian
interna.
Karu : bagi rekan-rekan PP dan PA yang tugas siang ada pertanyaan lagi mengenai
kondisi Ny. S?
PP & PA: tidak Ners. (menggeleng dan mencatat kondisi serta planning tindakan Ny. S)
Karu : Karena semua operan pasien sudah selesai, shift siang silakan bertugas, dan shift
pagi silakan pulang. Hati-hati untuk rekan-rekan yang shift pagi. Selamat siang.
Selanjutnya semua tim melakukan operan di masing – masing ruangan. Dimulai dari
ruangan dari PP1 kemudian PP2 dan terakhir PP3
PP 1 : Selamat siang pak…dengan bapak siapa?
Tn. P : Siang bu, saya bapak P
PP 1 : Oh bapak P, saya PP1, perawat jaga siang ini yang akan merawat bapak.
Bagaimana kondisinya pagi ini? Dadanya masih berdebar – debar?
Tn. P : Sudah sedikit berkurang sus…sedikit nyeri pada bagian dadanya
PA 1 : Ibu nanti perawat jaga siang akan mengkaji kembali penyebab nyeri dan akan
memberikan pengobatan sesuai jadwal pemberian obat. Tadi sudah bisa BAB?
Tn. P : Sudah, dari kemaren baru tadi bisa BAB sus.
PP 1 : Oh bagus pak ya, nanti bapak akan dilakukan pemeriksaan jantung, nanti saya
akan bantu persiapannya. Mungkin ada yang bapak dan keluarga tanyakan?
Keluarga dan Tn. P : Tidak sus
Dilain sisi, PA 2 bersama PP 2 melakukan operan di pasien yang berbeda.
PA 2 : selamat siang pak… dengan bapak siapa?
Tn. T : selamat siang sus, saya bapak T.
PA 2 : iya pak T, saya PA 2, bapak sudah kenal kan. Sekarang saya sudah selesai jaga ya
Pak dan akan digantikan oleh PP 2. Ini suster Desak. Nanti jika bapak
membutuhkan sesuatu bisa berhubungan dengan suster Desak nggih.
Tn. T : iya sus. Terimakasih..
PP 2 : Bagaimana kondisi hari ini pak? Masih sesak Pak?
Tn. T : Sudah sedikit berkurang bu.
PP 2 : kalau badannya masih panas Pak?
Tn. T : kalau dibandingkan dengan kemarin masih sama bu.
PP 2 : oh ya Pak. Nanti terapi oksigennya masih tetap dilakukan untuk mengurangi sesak
yang bapak rasakan dan bapak juga akan mendapatkan obat penurun panas seperti
sebelumnya.
Tn. T : oh iya sus.. Untuk siang ini, apakah ada pemeriksaan yang akan dilakukan kepada
saya?
PP 2 : baik Bapak, untuk siang ini bapak rencananya akan dilakukan pengecekan rontgen
dan pengambilan darah untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Nanti saya akan
bantu persiapannya. Baik sebelum saya tinggalkan mungkin ada yang Bapak ingin
tanyakan? (tersenyum kepada pasien)
Tn. T : tidak sus, terimakasih.. (sambil tersenyum)
Operan oleh tim 3 antara PA 3 dan PP 3
PA 3 : Selamat siang ibu, dengan ibu siapa ya?
Ny. S : Siang sus, saya Ibu S
PA 3 : Oh ya ibu S, bagaimana kondisi ibu pagi ini?, oh ya pagi ini saya akan digantikan
dengan perawat jaga siang, kenalkan ini perawat PP 1, nanti perawatan ibu akan
dibantu oleh perawat PP1, kalau ada apa – apa silakan hubungi perawat siang.
Ny. S : Oh ya sus…tubuh saya masih terasa lemas?
PP 1 : Oh ya bu, saya perawat PP 1, perawat jaga siang ini yang akan merawat siang, jadi
sekarang, kami selaku tim keperawatan akan selalu memantau keseimbangan cairan
tubuh pasien dengan pengobatan yang sama dengan terapi yang kemaren – kemarin.
Nanti ibu akan dilakukan pemeriksaan pada ginjal, menunggu konsultasi dokter
interna, setelah itu nanti kami bantu mempersiapkan pemeriksaanya.
Ny. S : Oh ya sus, terimakasih
PP1 : Selain lemas, ada lagi keluhan lainnya?
Ny. S : Tidak sus, cuman badan terasa lemas saja.
PP 1 : Baik nanti kalau begitu semoga terapi yang kami berikan bisa membantu tingkat
kesehatan ibu. Saya permisi dulu ibu.
Ny. S : ya terimakasih sus
Perawat kembali ke nurse station untuk mendiskusikan tentang hasil validasi data
Karu : Baik, karena timbang terima di ruang perawatan sudah selesai dilaksanakan,
mungkin ada yang ingin dilaporkan dari hasil validasi data yang disampaikan oleh
perawat jaga pagi?
PP 1 : Saya rasa semua yang dilaporkan sudah sesuai dengan kondisi terakhir pasien
beserta tindak lanjut yang akan diberikan.
Karu : Oh ya Ns PP1, dari PP lain mungkin ada yang data yang tidak sesuai dengan
kondisi pasien?
PP2 & PP3 : Tidak ada Ns.
Karu : karena semua sudah selesai, sekarang silakan PP dan PA menandatangani laporan
timbang terima yang sudah dibuat. Terimakasih kepada kelompok dinas shift pagi
yang sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Silakan sekarang beristirahat
kembali. Untuk perawat jaga siang silakan melanjutkan intervensi keperawatan
yang belum dilaksanakan. Timbang terima saya tutup doa.
Timbang terima sudah selesai dilaksanakan, perawat jaga siang mulai melanjutkan
intervensi yang belum dilaksanakan.