Anda di halaman 1dari 2

Nama : Achmad Syaiful Bahri

NIM : 12410105
Fakultas : Ekonomi
Program Studi : Management / Pararel
Semester : I / Ganjil
Mata Kuliah : Pengantar Ekonommi

TEORI KONSUMSI
Konsumsi, dari bahasa Belanda consumptie, ialah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi
atau menghabiskan daya guna suatu benda, baik berupa barang maupun jasa, untuk memenuhi
kebutuhan dan kepuasan secara langsung. Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau
jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain,
maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Jika tujuan pembelian produk tersebut
untuk dijual kembali, maka dia disebut pengecer atau distributor. Pada masa sekarang ini bukan
suatu rahasia lagi bahwa sebenarnya konsumen adalah raja sebenarnya, oleh karena itu produsen
yang memiliki prinsip holistic marketing sudah seharusnya memperhatikan semua yang menjadi hak-
hak konsumen.
 Menurut Keynes, konsumsi memiliki 3 asumsi yaitu:
1. Kecenderungan mengkonsumsi marjinal, artinya jumlah konsumsi bertambah dari setiap rupiah
tambahan.
2. Rasio konsumsi terhadap pendapatan, semakin tinggi pendapatan maka kecenderungan
mengkonsumsi menurun ke tingkat rata-rata.
3. Pendapatan sebagai determinan konsumsi.
 Menurut Kuznets, teori ini merupakan bentuk anomali dari teori Keynes yang menjadi 2, yaitu:
1. Secular Stagnation, kondisi depresiasi dari tingkat konsumsi yang berkepanjangan.
2. Tingkatan perbandingan antara konsumsi dan pendapatan selalu stabil, karena tingkat
pendapatan naik namun tingkat konsumsi tidak mengalami perubahan (dalam jangka panjang).
 Berdasarkan Hipotesis Siklus Hidup, teori ini menjelaskan bahwa faktor sosial dapat mempengaruhi
pola konsumsi. Disebutkan ada 3 pola konsumsi yang terjadi akibat pengaruh faktor sosial ekonomi,
antara lain:
1. Kondisi dimana seseorang belum memiliki pendapatan namun ia memerlukan konsumsi,
keadaan seperti ini sering dinamakan dissaving (pengeluaran > pendapatan).
2. Kondisi dimana seseorang sudah memiliki pendapatan namun ia masih melakukan dissaving.
3. Kondisi saat seseorang melakukan saving saat pendapatannya menjadi lebih besar dari tingkat
konsumsi yang ia lakukan.
 Berdasarkan Hipotesis Pendapatan Permanen, pendapatan masyarakat dibedakan atas 2, yaitu:
1. Pendapatan Permanen, pendapatan yang diharapkan terus bertahan di masa depan.
2. Pendapatan sementara, pendapatan yang tidak diharapkan bertahan di masa depan.
Namun dalam melakukan konsumsi, konsumen harus bergantung pada tingkat Pendapatan
Permanen karena konsumen menggunakan tabungan dan pinjaman untuk melancarkan konsumsi
dalam menanggapi peubahan pendapatan sementara.
 Berdasarkan Hipotesis Pendapatan Relatif, menurut James Duesenberry ada dua asumsi yang
digunakan dalam menyimpulkan teori mengenai konsumsi, antara lain:
1. Selera sebuah rumah tangga atas barang konsumsi adalah interdependen.
2. Pengeluaran konsumsi adalah irreversible, artinya pola pengeluaran saat pendapatan naik
berbeda dengan keadaan pada saat pendapatan turun.
Dari kedua asumsi itu, dapat disimpulkan mengenai teori konsumsi antara lain:
1. Konsumsi dalam jangka panjang, dimana pola konsumsi seorang konsumen dipengaruhi oleh
pola konsumsi dari masyarakat sekitar.
2. Konsumsi dalam jangka pendek, dimana tingkat konsumsi seorang konsumen dipengaruhi oleh
besarnya penghasilan tertinggi yang pernah diperoleh si konsumen.
 Model Pilihan Antar Waktu Fisher
Menganalisa tentang seberapa rasional para konsumen dalam membuat pilihan antar waktu. Dalam
teori ini, Fisher menjabarkan beberapa hal mengenai konsumsi seseorang. Pertama, konsumen harus
memilih kombinasi dibawah garis anggaran; Kedua, konsumen akan memilih kombinasi konsumsi
yang diinginkan disepanjang kurva indiferen; Ketiga, kensumen akan berusaha mencapai tingkat
kurva indiferen setingggi-tingginya (titik optimum); Keempat, konsumen menaikkan tingkat
konsumsi sesuai tingkat pendapatan; Kelima, perubahan suku bunga riil membuat perubahan
kombinasi konsumsi; Keenam, meminjam dan menabung akan mempengaruhi konsumsi saat ini
maupun yang akan datang.
Nama : Achmad Syaiful Bahri
NIM : 12410105
Fakultas : Ekonomi
Program Studi : Management / Pararel
Semester : I / Ganjil
Mata Kuliah : Pengantar Ekonommi

TEORI PRODUKSI
Produksi merupakan suatu kegiatan yang dikerjakan untuk menambah nilai guna suatu
benda atau menciptakan benda baru sehingga lebih bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan.
Kegiatan menambah daya guna suatu benda tanpa mengubah bentuknya dinamakan produksi jasa.
Sedangkan kegiatan menambah daya guna suatu benda dengan mengubah sifat dan bentuknya
dinamakan produksi barang. Produksi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia untuk
mencapai kemakmuran. Kemakmuran dapat tercapai jika tersedia barang dan jasa dalam jumlah yang
mencukupi. Orang atau perusahaan yang menjalankan suatu proses produksi disebut Produsen.
 Fungsi produksi adalah fungsi yang menentukan output dari perusahaan untuk semua kombinasi
masukan. Sebuah fungsi meta-produksi (kadang-kadang fungsi metaproduction) membandingkan
praktek entitas yang ada mengkonversi input menjadi output untuk menentukan fungsi praktek
produksi yang paling efisien dari entitas yang ada, apakah praktik produksi yang paling efisien layak
atau produksi praktek yang paling efisien yang sebenarnya.
 Produktivitas faktor produksi atau tingkat peenerimaan faktor produksi, Istilah produk total
digunakan untuk menunjukkan output total dari suatu sistem produksi.
Secara lebih umum, produk total dari suatu faktor produksi bisa ditunjukkan sebagai sebuah fungsi
yang menghubungkan output dengan jumlah sumberdaya yang digunakan. Produk total dari X
ditunjukan oleh fungsi produksi:
Q = f ( X | Y =2 )
 Produk Marginal adalah marginal product yaitu tambahan keluaran produksi karena tambahan satu
unit masukan; misalnya, produk marginal tenaga kerja adalah tambahan keluaran produksi dengan
menambah tambahan satu unit tenaga kerja (pekerja) ke dalam proses produksi dengan modal tetap;
produk marginal modal adalah tambahan modal ke dalam proses produksi dengan biaya tenaga kerja
tetap.
 The Law Of Diminishing Returns, adalah hukum dimana faktor produksi variabel akhirnya akan
menurun, jika ia dikombinasikan dengan satu input lainnya atau lebih yang jumlahnya tetap dalam
suatu sistem produksi.
 Hubungan antara produktifitas sumber daya yang diukur dengan Marginal Revenue Product dan
pengerjaan/penggunaan input yang optimal bisa digeneralisasi dengan mengacu pada prinsip-prinsip
marjinal dari marjinal laba. Penggunaan Input Tunggal yang optimal, adalah penggunaan satu
variabel untuk menghasilkan output tunggal.
 Return To Scale adalah hubungan perubahan input secara bersama-sama dengan perubahan output,
artinya naik turunnya sebuah input aka diikuti juga oleh perkembangan output secara proporsional.