Anda di halaman 1dari 5

bagaimana cara menyetel karburator yang benar?

Berikut adalah jawabannya:


Ada 3 sekrup di karburator yang memegang peran penting membuat mesin bensin
menjadi optimal.

1. Sekrup idle up dikendorkan tetapi AC di hidupkan. Penyetelan berhenti ketika


sekrup itu tidak bisa lagi merendahkan RPM mesin.
2. Sekerup RPM mesin di turunkan RPM sampai sekitar 500, atau sampai tidak
mati saja.
3. Sekarang mulai dengan menyetel sekrup idle (campuran udara dan bensin).
Putar sekrup ini ke kiri sampai nyaris mati. Kemudian kembali ke kanan sampai
nyaris mati juga. Setelah itu putar perlahan-lahan mencari RPM tertinggi. Saat
itulah kita akan menemukan campuran bensin dan udara terbaik. (bisa terjadi,
karena karburator sudah kotor atau lama sehingga tersumbat, atau sekrup ini
rusak, maka walaupun sudah di putar, dicari-cari tidak ada reaksi. Kalau
menemukan kondisi seperti ini maka perlu melakukan OH karburator.
4. Setelah menemukan campuran terbaik, sekarang setellah sekrup RPM sampai
700, 800 atau 900 sesuai permintaan pembuat mesin.
5. Sekarang baru menyetelah sekrup idle up AC. Hidupkan AC, pasti RPM sudah
berkurang, turun dari semula. Sekarang stel sekrup idle up sampai mencapai
RPM, biasanya 900 atau 1000.
6. Coba AC dimatikan, apakah sekarang RPM idle ke RPM yang diinginkan?

CATATAN :

Bahwa cara tersebut diatas adalah dengan syarat kondisi karburator masih dalam
keadaan normal, baik itu fungsi SKEP, PELAMPUNG, SEPUYER, CHOKE, SELENOID,
VACUUM dll.

Karena perlu diingat bahwa faktor umur mobil sangat berpengaruh pada kondisi
karburator itu sendiri, terutama pada bagian AS SKEP. Bayangkan apabila umur mobil
sudah 18 tahun, berarti selama 18 tahun itu pula 'as skep' sudah di kikis seiring injakan
pedal gas dari penggunanya, otomatis lubang 'as skep' tersebut semakin lebar, dan 'as
skep' pun sudah tidak presisi lagi, yang akan mengakibatkan komponen skep tidak bisa
menutup ruang karburator secara sempurna. Kalo sudah bengini biasanya mesin mobil
akan tidak stationer, walaupun terkadang stationer besoknya pasti tidak stationer lagi.

Hal yang perlu dilakukan adalah memperbaiki 'lubang as skep' menjadi presisi lagi atau
mengganti komponen skep yang sesuai (presisi) dengan ruang karburator.
1. Vaccum valve karburator
2. Idle up untuk menaikkan rpm ketika AC dihidupkan
3. Tempat oli handbrake/hand rem
4. Brake distributor / pembagi tekanan dari master rem atas ( yg jadi satu dengan no.5)
untuk ke setiap roda
5. Brake distributor / pembagi tekanan dari master rem atas ( yg jadi satu dengan no.4)
untuk ke setiap roda
6. Filter penyaring udara yang akan masuk ke karbu
7. Delco, di sebut juga distributor bertugas membagi, menyalurkan listrik bertengangan
tinggi dari koil menuju platina di teruskan kebusi untuk menghasilkan percikan api
sebagai pematik pembakaran.
8. Membran Bensin atau Fuel Pump atau pompa bahan bakar bertugas menghisap bahan
bakar dari tangki bensin melalui filter bensin untuk di salurkan menuju karburator
9. Motor penggerak wiper
10. Koil, Fungsi coil merubah tegangan arus listrik dari cuma 12 volt menjadi ribuan volt
11. buat nyimpen si freon... alias yang bikin dingin di AC
12. Filter Bensin
13. Accu. Untuk suply kelistrikan, Accu selain sebagai penyuply juga sebagai penyimpan
arus listrik yang di hasilkan oleh putaran alternator atau dinamo ampere, penggunaan
accu hanya kalau mesin keadaan mati, jika mesin hidup semua kebutuhan listrik di forsa
sampean, alternator yang memenuhi bahkan accu sendiri butuh arus listrik dari alternator
hanya beberapa saja yang penggunaanya memerlukan accu
14. Karburator berfungsi sebagai pengabut bensin sekaligus penyuply udara menuju ruang
bakar borning untuk di 'ledakan' yang sebelumnya di pressing (langkah kompresi) oleh
piston,as kerk mengubah gaya dorong menjadi gaya putar sampai gearbox melalui
puley,gigi,roda gila dll tenaga putar di teruskan ke as roda, forsanya ngacir lah...,