Anda di halaman 1dari 7

Nama : Rizka Fatmala (116040127)

Leni Nurlaeni (116040134)


Trisno arifin N (116040136)
Shanitary Shania G (116040138)
Shinta Fitriyani (116040139)
kelompok : 2

7 – 2 KEPUTUSAN BUKTI AUDIT


1. Mengapa prosedur audit harus mengggunakan kata – kata yang cermat ( jelas )
Jawaban :
Karena prosedur audit merupakan rincian intruksi atau perintah untuk pengumpulan jenis
bukti audit yang diperoleh pada suatu waktu tertentu saat berlangsungnya proses audit, hal
ini untuk menerjemahkannya dalam istilah yang cukup spesifik agar dapat digunakan
sebagai intruksi-intruksi selama pelaksanaan audit.

2. Sebutkan isi dari program audit


Jawaban :
a. Daftar prosedur audit
b. Ukuran sempel
c. Item-item yang dipilih
d. Penetapan waktu pengujian

7 – 3 PERSUASIVITAS BUKTI
1. Kenapa auditor hanya yakin dengan kepastian yang layak tidak yakin dengan mutlak
bahwa laporan keuangan telah benar
Jawaban :
Kepastian yang layak adalah tingkat kepastian yang tinggi, tetapi tidak absolut, bahwa
laporan keuangan telah bebas dari salah saji yang material. Konsep ini menunjukkan bahwa
auditor bukanlah penjamin atau pemberi garansi atas kebenaran laporan keuangan. Jadi
kemungkinan salah saji yang material tidak ditemukan dapat terjadi.
Alasan auditor bertanggung jawab atas kepastian yang layak: Auditor mengandalkan bukti
audit yang persuasif, tetapi tidak meyakinkan. Hal ini disebabkan karena penyajian
akuntansi mengandung estimasi yang kompleks, yang melibatkan sejumlah ketidakpastian
serta dapat dipengaruhi oleh peristiwa-peristiwa di masa depan.
2. Faktor yang menentukan persuasif bukti yaitu tepat dan cukup. Bagaimana kedua
faktor tersebut berkaitan dengan prosedur audit, ukuran sampel, item yang dipilih
dan penetapan waktu yang tepat
Jawab :
Hubungan langsung di antara keempat keputusan bukti audit dan dua kualitas yang
menentukan persuasivitas bukti audit diasumsikan bahwa auditor sedang memverifikasi
persediaan yang merupakan pos utama dalam laporan keuangan. Standar auditing
mensyaratkan bahwa auditor harus yakin secara layak bahwa persediaan itu tidak
mengandung salah saji yang material. Karena itu,auditor harus memperoleh bukti audit
yang relevan dan dapat diandalkan dalam jumlah yang mencukupi tentang persediaan. Ini
berarti memutuskan prosedur mana yang akan digunakan untu kmengaudit persediaan,
serta menentukan ukuran sampel dan item-item yang akan dipilih dari populasi guna
memenuhi persyaratan kecukupan. Kombinasi dari keempat keputusan bukti audit tersebut
harus menghasilkan bukti audit yang cukup persuasif guna meyakinkan auditor bahwa
persediaan sudah benar secara material. Bagian program audit untuk persediaan akan
merefleksikan keputusan tersebut. Dalam praktik, auditor menerapkan keempat keputusan
bukti audit ini pada tujuan audit khusus ketika memutuskan bukti yang tepat dan
mencukupi.

3. Ada 6 karakteristik yang menentukan reliabilitas bukti. Jelaskan setiap karakteristik


tersebut dan berikan contohnya.
Jawaban :
a. Independensi penyedia bukti
Bukti yang diperoleh dari sumber luar entitas lebih dapat diandalkan ketimbang yang
diperoleh dari dalam entitas.
Contohnya apabila kita memiliki faktur pembelian dengan bukti kas keluar maka bukti
yang lebih independen adalah faktur pembelian karena faktur pembelian berasal dari
luar perusahaan.
b. Efektivitas pengendalian internal klien
Jika pengendalian internal klien efektif, bukti audit yang diperoleh lebih dapat
diandalakan ketimbang jika pengendalian internalnya lemah.
Contohnya jika pengendalian internal ataspenjualan dan penagihan efektif, auditor
dapat memperoleh lebih banyak bukti yang dapat diandalkan dari faktur penjual dan
dokumen pengiriman ketimbang jika pengendaliannya tidak memadai.
c. Pengetahuan langsung auditor
Bukti audit yang diperoleh langsung oleh auditor melalui pemeriksaan fisik, observasi,
penghitungan ulang, dan inspeksi akan lebih diandalkan ketimbang informasi yang
diperoleh secara tidak langsung.
Contohnya yaitu jika auditor menghitung marjin kotor sebagai presentase dari
penjualan dan membandingkannya dengan periode sebelumnya, bukti tersebut lebih
dapat diandalkan ketimbang jika auditor mengandalkan pada perhitungan kontroler
perusahaan.
d. Kualifikasi individu yang menyediakan informasi
Sumber informasi bersifat independen, bukti audit tidak dapat diandalkan kecuali
individu menyediakan informasi tersebut memenuhi kualifikasi karna komunikasi dan
konfirmasi bank lebih bernilai ketimbang konfirmasi piutang usaha dari orang-orang
yang kurang memahami dunia bisnis.
Contohnya pemeriksaan atas persediaan permata oleh auditor yang tidak terlatih untuk
membedakan antara permata dan kaca bukan merupakan bukti audit yang dapat
diandalkan bagi eksistensi permata itu.
e. Tingkat objektivitas
Bukti yang objektif lebih dapat diandalkan ketimbang bukti yang memerlukan
pertimbangan tertentu untuk menentukan apakah bukti tersebut benar.
Contohnya bukti yang objektif yang meliputi konfirmasi piutang usaha dan saldo bank,
perhitungan fisik sekuritas dan kas, serta penjumlahan saldo utang usaha untuk
menentukan data tersebut sesuai dengan saldo pada buku besar.
f. Ketepatan waktu
Ketepatan waktu bukti audit dapat merujuk pada kapan bukti itu dikumpulkan maupun
pada periode yang tercakup oleh audit itu.
Contohnya perhitungan auditoratas sekuritas pada tanggal neraca akan lebih dapat
diandalkan ketimbang jika perhitungan itu dilakukan 2 bulan sebelumnya.

7 – 4 JENIS BUKTI AUDIT


Misalkan anda sedang menguji jurnal penjualan, berikan contoh rekalkulasi &
pelaksanaan ulang yang dilakukan oleh auditor.
Jawaban :
Contoh dari rekalkulasi untuk menguji jurnal penjualan adalah mengecek ulang nilai
nominal yang ada di faktur penjualan dengan nilai nominal yang dicatat di jurnal penjualan.
Contoh dari pelaksanaan ulang untuk menguji jurnal penjualan adalah auditor melakan
pengujian yang terbatas guna memastikan bahwa informasi dalam jurnal penjualan telah
dicatat bagi pelanggan yang tepat dan jumlah yang benar dalam buku pembantu piutang
usaha dan secara akurat diikhtisarkan dalam buku besar.

7 – 5 DOKUMEN AUDIT ( Kertas Kerja )


1. Sebutkan isi dari kertas kerja
Jawaban :
Kertas kerja berisi catatan tentang prosedur auditing yang diterapkan, bukti-bukti yang
diperoleh selama proses audit serta kesimpulan yang dicapai oleh auditor dalam
melaksanakan penugasannya.
a. File permanen berisi data yang bersifat historis atau berlanjut yang bersangkutan
dengan audit saat ini.
b. File tahun berjalan. Mencakup seluruh kertas yang berkaitan untuk tahun yang diaudit:
program audit, informasi audit, neraca saldo berjalan, ayat jurnal penyesuaian dan
reklasifikasi, skedul pendukung.

2. Sebutkan Tujuan Pembuatan Dari Kertas Kerja


Jawaban :
Untuk membantu auditor dalam memberikan kepastian yang layak bahwa audit yang
memadai telah dilakukan sesuai dengan standar audit.

3. Bolehkah klien meminta kertas kerja


Jawaban :
Kertas kerja itu milik kantor akuntan publik bukan milik pribadi auditor maupun klien.
Kertas kerja tidak boleh diungkapkan kepada pihak selain klien tanpa izin tertulis klien
kecuali dikehendaki oleh negara, hukum atau profesi.

7 – 36 (Tujuan 7 – 4 )
1. Menguji perkalian harga per unit dg kuantitas yg terdapat dalam daftar persediaan.
Menguji footing dalam daftar tersebut dan membandingkan total dalam buku besar.
Jawaban :
 Jenis bukti : Rekalkulasi
Auditor telah melakukan pengujian terhadap aktiva berupa persediaan dan
membandingkan total dalam buku besar
 Tujuan audit : Keakuratan
Auditor telah menguji harga aktiva berupa persediaan dan membandingkannya dari
daftar persediaan dengan total dalam buku besar

2. Menelusuri kuantitas yg dipilih dari daftar persediaan ke persediaan fisik untuk


memastikan bahwapersediaan tsb benar – benar ada dan kuantitasnya sama.
Jawaban :
 Jenis bukti : Konfirmasi
Auditor memastikan bahwa persediaan tersebut benar-benar ada dan kuantitasnya
sama.
 Tujuan audit : Eksistensi
Membuktikan persediaan tersebut benar-benar ada.

3. Mengajukan pertanyaan kepada karyawan bagian operasi tentang kemungkinan


adanya persediaanyang usang atau lambat terjual.
Jawaban :
 Jenis bukti : Tanya jawab atau wawancara
Auditor disini menanyakan kemungkinan adanya persediaan yang usang dan lambat
terjual pada karyawan bagian operasi.
 Tujuan audit : Nilai yang dapat direalisasikan
Disini auditor mempertimbangkan kemungkinan adanya persediaan yang using atau
lambat terjual.

4. Memilih sampel kuantitas persediaan yg ada di – gudang pabrik dan menelusuri


setiap item tsb kelembar perhitungan persediaan untuk menentukan apakah
kuantitas dan uraiannya sudah tepat.
Jawaban :
 Jenis bukti : Rekalkulasi
Auditor memilih beberapa sample persediaan dan menelusurinya untuk memastikan
kuantitas dan uraian sudah tepat tujuan audit.
 Tujuan audit :

5. Membandingkan kuantitas yg ada ditangan dan harga per unit pada lembar
perhitungan persediaantahun berjalan dengan data tahun sebelumnya sebagai
pengujian atas perbedaaan yang besar.
Jawaban :
 Jenis bukti : Prosedur analitis
Auditor membandingkan persediaan tahun berjalan dengan tahun sebelumnya.
 Tujuan audit : Detail tie in

6. Memeriksa faktur penjualan dan kontrak dgn pelanggan untuk menentukan apakah
ada barang yangdikonsinyasikan pada pelanggan. Demikian pula memeriksa faktur
dari pemasok dan kontrakdengan pemasok untuk menentukan apakah ada barang
yang tercantum dalam daftar persediaanyang dimiliki oleh pemasok.
Jawaban :
 Jenis bukti : Inspeksi
 Tujuan audit : Keakuratan

7. Mengirimkan surat secara langsung kepada pihak ketiga yang menangani persediaan
klien danmeminta mereka agar memberikan respons secara langsung kepada
auditor.
Jawaban :
 Jenis bukti : Konfirmasi
 Tujuan audit : Keakuratan

7 – 37 ( Tujuan 7 – 3, 7 – 4) Persuasif bukti, Jenis bukti audit


a. Enam faktor yang menyebabkan reliabilitas bukti :
1. Independensi penyedia bukti
2. Efektivitas pengendalian internal klien
3. Pengetahuan langsung auditor
4. Kualifikasi individu yang menyediakan informasi
5. Tingkat objektivitas
6. Ketetapan waktu

1. Mengkonfirmasikan piutang dengan pelanggan versus mengkonfirmasikan piutang


usaha dengan organisasi bisnis.
Jawaban :
b. Jenis bukti : Konfirmasi
Mengonfirmasi piutang usaha dengan pelangan atau organisasi bisnis.
c. Realibilitas bukti : Kualifikasi individu yang menyediakan informasi

2. Memeriksa secara fisik lembaran baja setebal 3 inci versus memeriksa suku cadang
elektronik.
Jawaban :
b. Jenis bukti : Pemeriksaan fisik
Memeriksa Secara fisik lembaran baja setebal 3 inci
c. Realibilitas bukti : Pengetahuan langsung auditor
Auditor mengetahui langsung tentang baja dan suku cadang elektronik

3. Memeriksa salinan faktur penjualan apabila beberapa pegawai yang kompeten di


bidangnya saling melakukan pengecekan terhadap pekerjaan rekannya versus
memeriksa dokumen yang disiapkan oleh pegawai yang kompeten pada staf yang
hanya terdiri terdiri dari satu orang.
Jawaban :
b. Jenis bukti : Pemeriksaan fisik
Memeriksa salinan faktur penjualan apabila beberapa pegawai yang kompeten di
bidangnya saling melakukan pengecekan terhadap pekerjaan rekannya.
c. Realibilitas bukti : Kualifikasi individu yang menyediakan informasi

4. Memeriksa secara fisik persediaan suku cadang yang menyangkut jumlah unit yang
ada di tangan versus memeriksa persediaan untuk mengetahui kemungkinan ada
persediaan yang usang.
Jawaban :
b. Jenis bukti : Pemeriksaan fisik
Memeriksa secara fisik persediaan suku cadang menyangkut jumlah unit yang ada di
tangan.
c. Realibilitas bukti : Efektivitas pengendalian internal klien
5. Membahas kemungkinan dan jumlah kerugian dalam gugatan hukum terhadap klien
dengan penasehat hukum klien versus diskusi dengan penasehat hukum kantor
akuntan public.
Jawaban :
b. Jenis bukti : Tanya jawab dengan klien
Diskusi dengan penasihat hukum kantor akuntan publik.
c. Realibilitas bukti : Kualifikasi individu yang menyediakan informasi

6. Mengkonfirmasikan cadangan minyak dan gas dengan seorang ahli geologi yang
berspesialisasi dalam bidang minyak dan gas versus mengkonfirmasikan saldo bank.
Jawaban :
b. Jenis bukti : Konfirmasi Mengonfirmasikan saldo bank.
c. Realibilitas bukti : Tingkat objektivitas.

7. Mengkonfirmasikan saldo bank versus memeriksa rekening koran klien.


Jawaban :
b. Jenis bukti : Konfirmasi
Mengkonfirmasikan saldo bank dan rekening koran klien
c. Realibilitas bukti : Tingkat objektivitas
Mengkonfirmasi saldo bank dan rekening klien agar dapat diandalkan bukti tersebut

8. Menghitung secara fisik persediaan klien yang ditahan oleh pihak yang independen
versus mengkonfirmasikan perhitungan fisik dengan pihak independen.
Jawaban :
b. Jenis bukti : Pemeriksaan fisik
Menghitung secara fisik persediaan klien yang ditahan oleh pihak independen
c. Reabilitas bukti : Efektivitas pengendalian internal

9. Memperoleh perhitungan persediaan fisik dari presidesn direktur perusahaan versus


menghitung secara fisik persediaan klien.
Jawaban :
b. Jenis bukti : Pemeriksaan fisik
Menghitung secara fisik persediaan klien.
c. Reabilitas bukti : Kualifikasi individu yang menyediakan informasi