Anda di halaman 1dari 1

1.

Ijma', yakni kesepakatan sahabat atau para ulama' mujtahid dalam periode tertentu terhadap
ketentuan hukum suatu masalah. Ijma' memiliki urutan ketiga dari keempat sumber hukum Islam..
Contohnya :

-Boleh mewarnai rambut selain warna hitam

-Persamaan nishab kerbau dan sapi dalam zakat

-Makruh mencukur jenggot

2. Qiyas, yakni menyamakan dua hukum yang salah satunya telah ada dizaman Rasulullah dan yang lain
belum ada pada zaman Rasulullah, dan tetap berdasarkan nash, karena kesamaan illat. Qiyas memiliki
urutan keempat (terakhir) dari semua sumber hukum Islam..

Contohnya :

-menyamakan hukum nabidz (sari buah yg memabukkan) dengan Khamr, karena keduanya memiliki
kesamaan, yakni sama² haram. Karena meminum Khamr hukumnya haram berdasarkan Al Quran dan
Hadits, maka meminum nabidz haram pula hukumnya sebab kesamaan illat, walaupun nabidz tidak
tercantum dalam Al quran maupun Hadits

3. Istihsan, yakni tindakan meninggalkan satu hukum kepada hukum lainnya disebabkan karena ada suatu
dalil syara' yg mengharuskan untuk meninggalkannya (sedikit pertentangan). Contohnya :

-Peristiwa ditinggalkannya hukum potong tangan bagi pencuri di zaman khalifah Umar bin Khattab.
Padahal seharusnya pencuri harus dipotong tangannya. Itu adalah suatu hukum asal. Namun kemudian
hukum ini ditinggalkan kpd hukum lainnya, berupa tidak memotong tangan pencuri. Ini adalah hukum
berikutnya, dengan suatu dalil tertentu yang menguatkannya. Mula-mula peristiwa atau kejadian itu telah
ditetapkan hukumnya berdasar nash, yaitu pencuri harus dipotong tangannya. Kemudian ditemukan nash
yang lain yang mengharuskan untuk meninggalkan hukum dari peristiwa atau kejadian yang telah
ditetapkan itu, pindah kepada hukum lain. Dalam hal ini, sekalipun dalil pertama dianggap kuat, tetapi
kepentingan menghendaki perpindahan hukum itu.

4. Istishab, yakni menetapkan hukum sesuatu berdasarkan keadaan hukum yg sebelumnya, sehingga ada
hukum baru yg mengubahnya.. Contoh :

-sebagian ulama' mengatakan bahwa orang yg sholat dgn Tayammum kemudian dalam menunaikan
sholat (fardhu), ia melihat air, maka sholatnya tidak batal, dengan alasan istishab kepada ijma' syahnya
sholat dengan tayammum sebelum melihat air, hukum ini terus berlaku sampai adanya dalil bahwa
melihat air membatalkan sholat

5. Maslahah mursalah, yakni mengambil manfaat dan menolak kemudharatan yang dalam rangka untuk
memelihara tujuan tujuan syara’.. Contoh :

-Dalam Al Qur’an dan Sunnah Rasul tidak ada nash yang melarang mengumpulkan Al Qur’an dari hafalan
kedalam tulisan, meskipun demikian, para sahabat di zaman Abu Bakar bersepakat untuk menulis dan
mengumpulkannya, karena mengingat kemaslahatan ummat, yang saat itu sahabat penghafal Al-qur’an
banyak yang meninggal dunia.

6. 'Urf, yakni sesuatu yg tidak asing lagi bagi suatu masyarakat karena sudah menjadi kebiasaan dan
menyatu dgn kehidupan mereka baik berupa perbuatan atau perkataan. Contoh ..

- Menganggukan kepala tanda menyetujui dan menggelengkan kepala tanda menolak atau menidakkan
sesuatu.