Anda di halaman 1dari 26

Referat

Depresi pada Penderita Kanker

Oleh :
Rahdian Husa
17014101144
Masa KKM : 03Desember 2018 – 30Desember 2018

Pembimbing :
dr. Herdy Munayang, MA

BAGIAN ILMU KEDOKTERAN JIWA


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS SAM RATULANGI
MANADO
2018
LEMBAR PENGESAHAN

Referat yang berjudul

“Depresi pada Penderita Kanker”

Telah dibacakan, dikoreksi dan disetujui pada Desember 2018

Oleh:

Rahdian Husa
17014101144
Masa KKM : 03 Desember 2018 – 30 Desember 2018

Pembimbing :

dr. Herdy Munayang, MA


DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ....................................................................................................... i

BAB I PENDAHULUAN ................................................................................. 1

BAB II TINJAUAN PUSTAKA......................................................................... 4

1. Kanker........................................................................................................ 4

A. Definisi ............................................................................................... 4

B. Epidemiologi ......................................................................................5

C. Faktor Risiko ...................................................................................... 5

D. Patofisiologi ........................................................................................ 9

E. Manifestasi Klinis ............................................................................... 10

F. Jenis-Jenis Kanker .............................................................................. 11

G. Pencegahan ......................................................................................... 12

2. Depresi ...................................................................................................... 13

a. Definisi ............................................................................................... 13

b. Manifestasi klinis................................................................................ 13

c. Macam dan Bentuk Depresi ............................................................... 14

3. Depresi pada Penderita Kanker ................................................................16

BAB III KESIMPULAN ..................................................................................... 20

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 21

i
BAB I

PENDAHULUAN

Ketika seseorang dinyatakan menderita kanker, maka akan terjadi beberapa

tahapan reaksi emosional dan salah satunya yang sering terjadi adalah Depresi.

Depresi ini bisa terjadi karena munculnya rasa kehilangan, misalnya : pada penderita

kanker payudara yang merasa bahwa ia akan kehilangan bentuk tubuhnya, seorang

penderita kanker mulut rahim akan merasa bahwa ia bukan lagi wanita sejati. Namun

sejalan dengan meluasnya penyakit, maka depresi ini bisa juga diakibatkan oleh rasa

perpisahan dengan dunia, misalnya: ketidakmampuan untuk bekerja, kesulitan

ekonomi, tidak mampu lagi melakukan aktivitas yang disena nginya.Disamping itu

terdapat hal-hal lainnya yang bisa juga memicu timbulnya depresi pada penderita

kanker, antara lain: obat -obatan, komplikasi terapi, dll. Oleh sebab itu penanganan

Depresi pada setiap penderita kanker tidak selalu sama. Diperlukan pemahaman yang

benar dan diagnosis yang tepat agar pemilihan terapi cukup adekuat memperbaiki

kualitas hidup penderita.1,2

Depresi pada penderita kanker secara substansial tidak jauh berbeda dengan

kondisi medis lainnya, tetapi penanganannya membutuhkan penyesuaian atau

pemilihan metoda yang tepat pada penderita kanker karena depresi pada penderita

kanker bisa hanya merupakan reaksi normal yang terjadi ketika seseorang menghadapi

saat kritis, maupun sudah merupakan gangguan pasikiatrik derajat yang ringan sampai

berat. Terdapat beberapa faktor risiko yang kemungkinan membuat penderita kanker

rentan terhadap depresi. Dampak depresi pada penderita kanker tidak hanya pada

1
penderitanya saja, tetapi juga bisa berakibat pada keluarganya, yang pada akhirnya

akan menurunkan kualitas hidup penderita bila penanganannya tidak adekuat.1

Menurut American Cancer Society, kanker merupakan penyakit terbesar yang

dimanifestasikan dengan pertumbuhan dan penyebaran sel abnormal yang tidak

terkendali. Ketika sel-sel normal berubah menjadi sel abnormal, tubuh menjadikan sel

tersebut sebagai benda asing sehingga sel darah putih mencari dan menghancurkan sel

mutan.Beberapa penyebab tertentu menjadikan jumlah sel darah putih terlalu sedikit

sehingga sel-sel abnormal tidak dapat terdeteksi dan kemungkinan tumbuhnya kanker

menjadi semakin besar.1,2

Penyakit kanker berdampak serius pada kualitas hidup seseorang, di mana pasien

sering mengalami penderitaan fisik, psikososial, spiritual, dan masalah lain.1 Masalah

psikososial meliputi kecemasan, ketakutan menjalani pemeriksaan, kekambuhan

penyakit, depresi, dan kematian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 34,4% pasien

kanker di Indonesia mengalami depresi.Presentasi ini meningkat sejalan dengan

semakin parahnya kecacatan dan meluasnya stadium kanker. Kejadian depresi

tertinggi terjadi pada pasien kanker yang menjalani terapi kombinasi (pembedahan dan

kemoterapi), yaitu sebesar 26%.2

Beberapa faktor yang memengaruhi depresi pada pasien kanker: (1) terkait

penyakit (lama diagnosis, tingkat keparahan, prognosis yang buruk, dan rasa sakit); (2)

dari internal pasien itu sendiri (ketakutan akan rasa sakit, mati, kehilangan kontrol dan

kemandirian, merasa tidak berdaya); (3) penanganan (efek samping terapi, lama

penangganan, perawatan berulang, mahalnya biaya); dan (4) tim medis (kurangnya

2
komunikasi dan informasi).2 Kondisi depresi pasien kanker perlu diketahui karena

penting untuk penentuan dan penyusunan intervensi yang tepat bagi pasien.3

Faktor resiko yang mempengaruhi terjadinya depresi pada pasien kanker

diantaranya stadium lanjut, pengendalian nyeri dan keluhan yang tidak baik, riwayat

depresi sebelumnya, alkoholik, gangguan endokrin, gangguan neurologik, dan obat-

obatan salah satunya kemoterapi.4

Depresi umumnya mulai timbul pada usia 20 sampai 40 tahun-an. Depresi

biasanya berlangsung selama 6-9 bulan, dan sekitar 15- 20% pasien bisa berlangsung

sampai 2 tahun atau lebih. Episode depresi cenderung berulang sebanyak beberapa kali

dalam kehidupan seseorang.5

3
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Kanker

1) Definisi

Kanker adalah pertumbuhan sel abnormal yang cenderung menyerang jaringan

di sekitarnya dan menyebar ke organ tubuh lain yang terjadi karena proliferasi sel yang

tidak terkontrol atau segolongan penyakit yang ditandai dengan pembelahan sel yang

tidak terkendali dan kemampuan sel-sel tersebut untuk menyerang jaringan lainnya,

baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan (invasi) atau dengan

migrasi sel ketempat yang jauh (metastasis).2

Sel-sel kanker akan berkembang dengan cepat, tidak terkendali, dan akan terus

membelah diri, selanjutnya menyusup ke jaringan sekitarnya (invasive) dan terus

menyebar melalui jaringan ikat, darah, dan menyerang organ-organ penting serta

syaraf tulang belakang. Dalam keadaan normal, sel hanya akan membelah diri jika ada

penggantian sel-sel yang telah mati dan rusak. Sebaliknya sel kanker akan membelah

terus meskipun tubuh tidak memerlukannya, sehingga akan terjadi penumpukan sel

baru yang disebut tumor ganas. Penumpukan sel tersebut mendesak dan merusak

jaringan normal, sehingga mengganggu organ yang ditempatinya. Kanker dapat terjadi

diberbagai jaringan dalam berbagai organ di setiap tubuh, mulai dari kaki sampai

kepala. Bila kanker terjadi di bagian permukaan tubuh, akan mudah diketahui dan

diobati. Namun bila terjadi didalam tubuh, kanker itu akan sulit diketahui dan kadang -

4
kadang tidak memiliki gejala. Kalaupun timbul gejala, biasanya sudah stadium lanjut

sehingga sulit diobati.6,7

2) Epidemiologi

World Health Organization (WHO) dan Union for International Cancer Control

(UICC) menyebutkan bahwa diperkirakan angka kejadian kanker di dunia meningkat

sebesar 300 persen di seluruh dunia pada 2030.Dari jumlah tersebut 70 persen berada

di negara berkembang seperti Indonesia. Indonesia tiap tahunnya diperkirakan terdapat

100 penderita baru per 100.000 penduduk, artinya ada sekitar 237.000 penderita setiap

tahunnya dari 237 juta penduduk Indonesia. Prevalensi kanker di Indonesia adalah 1,4

per 1000 penduduk atau sekitar 330 orang. Kanker tertinggi di Indonesia pada

perempuan adalah kanker payudara dan kanker leher rahim, sedangkan pada laki-laki

adalah kanker paru-paru dan kanker kolorektal. Kanker menjadi ancaman serius di

Indonesia dengan jumlah pasien kanker di Indonesia mencapai 6 persen dari 200 juta

lebih penduduk Indonesia.7,8,9

3) Faktor Risiko

Penyebab kanker biasanya tidak dapat diketahui secara pasti karena penyebab

kankerdapat merupakan gabungan dari sekumpulan faktor, genetik dan lingkungan.

Namun ada beberapa faktor yang diduga meningkatkan risiko terjadinya kanker,

sebagai berikut :9,10

 Faktor keturunan

Faktor genetik menyebabkan beberapa keluarga memiliki resiko lebih tinggi untuk

menderita kanker tertentu bila dibandingkan dengan keluarga lainnya.Jenis kanker

yang cenderung diturunkan dalam keluarga adalah kanker payudara, kanker

5
indung telur, kanker kulit dan kanker usus besar. Sebagai contoh, risiko wanita

untuk menderita kanker meningkat 1,5 s/d 3 kali jika ibunya atau saudara

perempuannya menderita kanker payudara.

 Faktor Lingkungan

o Merokok sigaret meningkatkan resiko terjadinya kanker paru - paru, mulut,

laring (pita suara), dan kandung kemih.

o Sinar Ultraviolet dari matahari

o Radiasi ionisasi (yang merupakan karsinogenik) digunakan dalam sinar

rontgen dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga nuklir dan ledakan bom

atom yang bisa menjangkau jarak yang sangat jauh. Contoh, orang yang

selamat dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II,

berisiko tinggi menderita kanker sel darah, seperti Leukemia.

 Faktor Makanan yang mengandung bahan kimia.

Makanan juga dapat menjadi faktor risiko penting lain penyebab kanker, terutama

kanker pada saluran pencernaan. Contoh jenis makanan yang dapat menyebabkan

kanker adalah :

o Makanan yang diasap dan diasamkan (dalam bentuk acar) meningkatkan resiko

terjadinya kanker lambung

o Minuman yang mengandung alkohol menyebabkan berisiko lebih tinggi

terhadap kanker kerongkongan.

o Zat pewarna makanan

6
o Logam berat seperti merkuri yang sering terdapat pada makanan laut yang

tercemar seperti: kerang, ikan, dsb.

o Berbagai makanan (manis,tepung) yang diproses secara berlebihan.

 Virus

Virus yang dapat dan dicurigai menyebabkan kanker antara lain :

o Virus Papilloma menyebabkan kutil alat kelamin (genitalis) agaknya

merupakan salah satu penyebab kanker leher rahim pada wanita.

o Virus Sitomegalo menyebabkan Sarkoma Kaposi (kanker sistem pembuluh

darah yang ditandai oleh lesi kulit berwarna merah)

o Virus Hepatitis B dapat menyebabkan kanker hati.

o Virus Epstein - Bar (di Afrika) menyebabkan Limfoma Burkitt, sedangkan di

China virus ini menyebabkan kanker hidung dan tenggorokan. Ini terjadi

karena faktor lingkungan dan genetik.

o Virus Retro pada manusia misalnya virus HIV menyebabkan limfoma dan

kanker darah lainnya.

 Infeksi

o Parasit Schistosoma (bilharzia) dapat menyebabkan kanker kandung kemih

karena terjadinya iritasi menahun pada kandung kemih. Namun penyebab

iritasi menahun lainnya tidak menyebabkan kanker.

o Infeksi oleh Clonorchis yang menyebabkan kanker pankreas dan saluran

empedu.

7
o Helicobacter Pylori adalah suatu bakteri yang mungkin merupakan penyebab

kanker lambung, dan diduga bakteri ini menyebabkan cedera dan peradangan

lambung kronis sehingga terjadi peningkatan kecepatan siklus sel.

 Faktor perilaku

o Perilaku yang dimaksud adalah merokok dan mengkonsumsi makanan yang

banyak mengandung lemak dan daging yang diawetkan juga peminum

minuman beralkohol.

o Perilaku seksual yaitu melakukan hubungan intim diusia dini dan sering

berganti ganti pasangan.

 Gangguan keseimbangan hormonal

Hormon estrogen berfungsi merangsang pertumbuhan sel yang cenderung

mendorong terjadinya kanker, sedangkan progesteron melindungi terjadinya

pertumbuhan sel yang berlebihan.Ada kecenderungan bahwa kelebihan hormon

estrogen dan kekurangan progesteron menyebabkan meningkatnya risiko kanker

payudara, kanker leher rahim, kanker rahim dan kanker prostat dan buah zakar

pada pria.

 Faktor kejiwaan, emosional

Stres yang berat dapat menyebabkan ganggguan keseimbangan seluler

tubuh.Keadaan tegang yang terus menerus dapat mempengaruhi sel, dimana sel

jadi hiperaktif dan berubah sifat menjadi ganas sehingga menyebabkan kanker.

8
 Radikal bebas

Radikal bebas adalah suatu atom, gugus atom, atau molekul yang mempunyai

electron bebas yang tidak berpasangan dilingkaran luarnya. Sumber - sumber

radikal bebas yaitu :

 Radikal bebas terbentuk sebagai produk sampingan dari proses metabolisme.

 Radikal bebas masuk ke dalam tubuh dalam bentuk racun-racun kimiawi dari

makanan , minuman, udara yang terpolusi, dan sinar ultraviolet dari matahari.

 Radikal bebas diproduksi secara berlebihan pada waktu kita makan

berlebihan (berdampak pada proses metabolisme) atau bila kita dalam

keadaan stress berlebihan, baik stress secara fisik, psikologis,maupun

biologis.

4) Patofisiologi

Dalam kanker dikenal istilah yang namanya karsiogenesis. Karsiogenesis proses

adalah suatu perubahan menjadi kanker. Proses ini melalui 2 tahap yaitu proses

inisiasi dan proses promosi.12

a. Pada tahap inisiasi, zat penimbul kanker mulai beraktivitas mengubah susunan

DNA fungsional. Akibat adanya aktivitasnya maka terjadilah yang namanya

mutasi gen, sehingga menyebabkan gen berbeda dengan sebelumnya. Nah, gen

yang berfungsi untuk menekan atau menahan pertumbuhan tumor (P53)

mengalami perubahan dan tidak berfungsi lagi. Nah, kalau sudah mengalami

perubahan maka tidak ada lagi yang menahan pertumbuhan sel kanker.

b. Diikuti dengan tahap promosi, pada tahap ini berlangsung 3 proses yaitu

floriferasi, metastasis dan neoangiogenesis. Pada proses floriferasi, fase sel

9
mengalami pengulangan siklus sel tanpa hambatan dan dan secara kontinus terus

mengulang.

Diteruskan dengan proses metastasis dimana penyebab utama dari kenaikan

morbiditan dan mortalitas pada pasien dengan keganasan. Dalam berlangsungnya

proses ini melibatkan interaksi kompleks, tidak hanya ditentukan oleh jenis sel kanker

itu sendiri, namun matriks seluler, membrane sel, reseptor endotel serta respon

kekebalan host yang berpartisipasi.13

Mekanisme metastasis merupakan indikasi bahwa host pertahanan mechanims

pasien kanker gagal untuk mengatasi dan memblokir penyebaran sel kanker. Setelah

itu terjadi proses neo angiogenesis. Pembangun atau agen transinogenik sangat

beraneka ragam, diantaranya paparan sinar ultraviolet, radiasi sinar gamma, asbestos,

merkuri, asap kendaraan bermotor, asap rokok, bahan pengawet makanan seperti

natrium benzoat, pewarna makanan-misalnya rhodamin, bumbu penyedap makanan

(Monosodium/Mononatrium Glutamat). Bahan-bahan penyedap dapat mengakibatkan

mutasi DNA.Neo-angiogenesis pembentukan pembuluh darah baru yang tidak

dibutuhkan oleh tubuh. dengan demikian sempurnalah kanker sebagai jaringan baru

dalam tubuh.12

5) Manifestasi Klinis

Gejala kanker secara umum yang timbul tergantung dari jenis atau organ

tubuh yang terserang yaitu :

 Nyeri dapat terjadi akibat tumor yang meluas menekan syaraf dan pembuluh

darah disekitarnya, reaksi kekebalan dan peradangan terhadap kanker yang

sedang tumbuh, dan nyeri juga disebabkan karena ketakutan atau kecemasan.

10
 Pendarahan atau pengeluaran cairan yang tidak wajar, misalnya ludah, batuk

atau muntah yang berdarah, mimisan yang terus menerus, cairan puting susu

yang mengandung darah, cairan liang senggama yang berdarah (diantara

menstruasi/menopause) darah dalam tinja, darah dalam air kemih.

 Perubahan kebiasaan buang air besar

 Penurunan berat badan dengan cepat akibat kurang lemak dan protein (kaheksia)

 Benjolan pada payudara

 Gangguan pencernaan, misalnya sukar menelan yang terus menerus.

 Tuli, atau adanya suara - suara dalam telinga yang menetap.

 Luka yang tidak sembuh - sembuh

 Perubahan tahi lalat atau kulit yang mencolok

6) Jenis-jenis kanker

 Karsinoma

Yaitu jenis kanker yang berasal dari sel yang melapisi permukaan tubuh atau

permukaan saluran tubuh, misalnya jaringan seperti sel kulit, testis, ovarium,

kelenjar mucus, sel melanin, payudara, leher rahim, kolon, rectum, lambung,

pancreas, dan esofagus.13

 Limfoma

Yaitu jenis kanker yang berasal dari jaringan yang membentuk darah, misalnya

jaringan limfe, lacteal, limfa, berbagai kelenjar limfe, timus, dan sumsum tulang.

Limfoma spesifik antara lain adalah penyakit Hodgkin (kanker kelenjar limfe

dan limfa)13

11
 Leukemia

Kanker jenis ini tidak membentuk massa tumor, tetapi memenuhi pembuluh

darah dan mengganggu fungsi sel darah normal. 13

 Sarkoma

Yaitu jenis kanker dimana jaringan penunjang yang berada dipermukaan tubuh

seperti jaringan ikat, termasuk sel - sel yang ditemukan diotot dan tulang.13

 Glioma

Yaitu kanker susunan syaraf, misalnya sel-sel glia (jaringan penunjang) di

susunan saraf pusat.13

 Karsinoma in situ

Yaitu istilah yang digunakan untuk menjelaskan sel epitel abnormal yang masih

terbatas di daerah tertentu sehingga masih dianggap lesi prainvasif

(kelainan/luka yang belum memyebar).13

7) Pencegahan

Cara pencegahan umum kanker adalah mengurangi paparan terhadap bahan

karsinogen, misalnya tidak merokok, menghindari makanan tinggi lemak, menambah

makanan tinggi serat seperti sayuran dan buah, hidup akif fisik, mengupayakan berat

badan yang ideal, dan hidup dengan pola sehat. Pencegahan juga dapat dilakukan

dengan penapisan atau screening terhadap kemungkinan terkena kanker. Tes

penapisan kanker ini dimaksudkan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya kanker

sehingga dapat menurunkan jumlah kematian akibat kanker karena jika kanker

ditemukan pada stadium sangat dini, dimana kanker belum menyebar lebih jauh,

biasanya kanker tersebut dapat diobati dan memberikan hasil yang optimal.14,15

12
B. Depresi

1) Definisi Depresi

Depresi adalah suatu perasaan sedih yang sangat mendalam yang terjadi setelah

mengalami suatu peristiwa dramatis atau menyedihkan, misalnya kehilangan seseorang

yang disayangi. Seseorang bisa jatuh dalam kondisi depresi jika ia terus-menerus

memikirkan kejadian pahit, menyakitkan, keterpurukan dan peristiwa sedih yang

menimpanya dalam waktu lama melebihi waktu normal bagi kebanyakan orang.1

Depresi dapat terjadi pada siapa pun, golongan mana pun, keadaan sosial ekonomi

apa pun, serta pada usia berapa pun. Tetapi umumnya depresi mulai timbul pada usia 20

sampai 40 tahun-an. Depresi biasanya berlangsung selama 6-9 bulan, dan sekitar 15-20%

penderita berlangsung sampai 2 tahun atau lebih. Episode depresi cenderung berulang

sebanyak beberapa kali dalam kehidupan seseorang.

2) Manifestasi Klinis

Depresi muncul secara bertahap selama beberapa hari atau minggu.Penderita tampak

tenang dan sedih atau mudah tersinggung dan cemas datang silih berganti, lama – lama

gejala tersebut bertambah berat dan menetap.Gejala depresi yang paling serius adalah

pemikiran tentang bunuh diri.Banyak penderita yang ingin mati atau merasa mereka sangat

tidak berguna sehingga mereka sepantasnya mati.Sebanyak 15% penderita menunjukkan

perilaku bunuh diri.Rencana bunuh diri merupakan keadaan yang sangat berbahaya

sehingga penderitanya harus dirawat dan diawasi secara ketat, sampai keinginan bunuh

dirinya hilang.

Banyak penderita yang tidak dapat merasakan emosi sedih, gembira, dan senang

secara normal.Dari perspektifnya dunia tampak semakin suram, tidak ada kehidupan, dan

13
menjemukan. Berpikir, berbicaram dan kegiatan umum lainnya semakin jarang dilakukan,

dan akhirnya akan menghentikan seluruh aktivitasnya.

Pikirannya dipenuhi oleh perasaan bersalah dan memiliki gagasan untuk

menghancurkan dirinya sendiri, serta tidak dapat berkonsentrasi dengan baik dan daya ingat

menurun.Mereka sering bimbang dan menarik diri, merasa tidak berdaya dan putus asa

serta berpikir tentang kematian dan bunuh diri.

Penderita mengalami kesulitan tidur dan seringkali terbangun, terutama pada dini

hari.Gairah dan kenikmatan seksualnya hilang.Nafsu makan yang buruk dan penurunan

berat badan kadang menyebabkan penderita menjadi kurus dan siklus menstruasinya

terganggu atau berhenti.Pada sekitar 20% penderita, gejalanya lebih ringan tetapi

berlangsung selama bertahun – tahun bahkan berpuluh-puluh tahun. Apabila depresinya

ringanm penderita akan makan sangat banyak sehingga terjadi penambahan berat badan

berlebihanm terjadi kegemukan.1,2,9

3) Macam Dan Bentuk Depresi

Depresi dapat muncul dalam beberapa bentuk, antara lain:

1. Depresi Situasional, merupakan depresi yang terjadi setelah mengalami suatu

peristiwa sedih yang berat/traumatik, seperti kematian orang yang dicintai, di-

PHK, kehilangan mata pencaharian mendadak, bangkrut, dan sebagainya.

2. Holiday Blues, merupakan depresi yang terjadi ketika sedang berlibur atau

merayakan suatu momen sedih, mengenang peristiwa masa lalu yang pahit, lalu

timbul depresi. Depresi jenis ini biasanya bersifat sementara, begitu momen

perasaan khususnya selesai, ia akan kembali pulih.

14
3. Depresi Endogenous, merupakan depresi tanpa penyebab yang pasti, tiba – tiba

saja muncul tanpa diketahui faktor pencetusnya.

4. Depresi Vegetatif, merupakan depresi yang membuat penderita cenderung

menarik diri dari pergaulan, jarang berbicara, tidak mau makan dan tidak mau

tidur. Yang dilakukannya hanya melamun dan bingung.

5. Depresi Agitatif, diketahui dari penderitanya yang tampak sangat gelisah, cemas,

meremas – remas tangannya serta banyak bicara, hiperaktif, tidak bisa diam.

6. Depresi Disrtimik, depresi jenis ini berhubungan dengan perubahan kepribadian

yang nyata. Penderita tampak lusuh, muram, pesimis, tidak suka bercanda atau

tidak mampu menikmati kesenangan. Ia berlaku pasif, menarik diri (introvert),

curiga, suka mengkritik, dan sering menyesali dirinya sendiri. Pikiran penderita

dipenuhi dengan kekurangan, kegagalan, dan hal – hal negatif, bahkan menikmati

kegagalannya.

F 34.1 Distimia

Pedoman Diagnostik

 Ciri esensial ialah efek depresif yang berlangsung sangat lama yang tidak

pernah atau jarang sekali cukup parah untuk memenuhi kriteria gangguan

depresif berulang ringan atau sedang (F33.0 atau F33.1)

 Biasanya mulai pada usia dini masa dewasa dab berlangsung sekurang-

kurangnya beberapa tahun, kadang-kadang untuk jangka waktu tidak

terbatas.

15
 Jika onsetnya pada usia lanjut, gangguan ini seringkali merupakan

kelanjutan suatu episode depresif tersendiri (F32.) dan berhubungan dengan

masa berkabung atau stress lain yang tampak jelas.

Depresi Psikotik. Sekitar 15 % penderita terutama pada depresi berat, akan

mengalami delusi (keyakinan yang salah terhadap sesuatu) atau halusinasi (melihat atau

mendengar sesuatu yang sesungguhnya tidak ada). Mereka yakin telah berbuat dosa atau

kejahatan besar yang tidak dapat diampuni atau mendengar suara-suara yang menuduh

mereka telah melakukan berbagai perbuatan asusila yang tidak senonoh atau suara-suara

yang mengutuk mereka supaya mati.Kadang penderita membayangkan bahwa mereka

melihat peti mati dan orang-orang yang sudah meninggal. Perasaan tidak aman dan tidak

berharga bisa menyebabkan depresi yang sangat berat pada penderita yang yakin bahwa

mereka diawasi dan dihukum.15

C. Depresi pada Penderita Kanker

Depresi merupakan masalah psikologi yang sering terjadi pada pasien kanker.

Depresi dapat meningkatkan persepsi pasien akan rasa sakit, menurunkan sensitivitas

khasiat pengobatan, dan memperpanjang waktu rawat di rumah sakit.. Inventory (BDI).

Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 25,71% pasien kanker mengalami depresi ringan;

45,71% mengalami depresi sedang; dan 28,58% mengalami depresi berat., dapat

memberikan psikoterapi lain, misalnya terapi musik yang merupakan bagian dari terapi

komplementer.13,16

16
1) Insiden

Sekitar 6% dari populasi umum mengalami Depresi, sedangkan dari penderita kanker

ditemukan 15 sampai 2 5% mengalami Depresi.Prosentase ini meningkat dengan semakin

parahnya kecacadan dan meluasnya stadium dari penyakit kankernya. Pada penderita

kanker stadium lanjut dengan Karnofsky performance < 40 prevalensi depresi nya adalah

75%, sedangkan penderita yang lebih baik fisiknya dengan Karnofsky performance >60

prevalensi depresinya 23%.Bukberg dkk. melaporkan bahwa penderita yang mempunyai

score Karnofsky  40% (ketidakmampuan paling parah), 77% memenuhi kriteria depresi

major. Insiden penderita kanker pria sama dengan wanita.17

2) Penyebab dan faktor resiko

Ketakutan akan kematian, tidak bisa meneruskan rencana -rencana hidupnya,

perubahan citra diri dan percaya diri, perubahan peran sosial dan life style, serta masalah -

masalah terkait financial, merupakan hal-hal yang mempengaruhi kehidupan penderita

kanker sehingga bisa menyebabkan depresi. Beberapa study terakhir juga menunjukkan

bahwa terdapat hubungan antara pemilihan coping yang maladaptive dengan tingginya

derajat depresi. Contoh coping yang maladapative antara lain: perilaku menghindar,

statement negative terhadap dirinya, preokupasi dengan gejala fisiknya. Namun perlu

diingat bahwa tidak semua penderita yang di diagnosis kanker mengalami depresi.18

Faktor risiko terjadinya depresi pada penderita kanker:18

 Stadium lanjut

 Pengendalian nyeri dan keluhan lain tidak baik

 Riwayat depresi sebelumnya

17
 Alkoholik

 Obat-obatan: - corticosteroid - kemoterapi - cimetidin, ranitidine - -Bloker -

Neuroleptik - Levodopa  Gangguan endokrin  Gangguan neurologik, seperti

stroke, dll

3) Gejala Klinis

Gejala klinis Secara umum meliputi:

 Psikologis:

o Afek/emosi depresi

o Kehilangan minat atau aktivitas yang disenangi

o Psikomotor meningkat / menarik diri

o Konsentrasi menurun

o Kurang percaya diri

o Rasa bersalah

o Putus asa sampai timbul ide bunuh diri

 Somatik:

o Perubahan napsu makan dan atau disertai perubahan berat badan

o Insomnia atau hipersomnia

o Fatique dan atau kehilangan energi

o Libido menurun

4) Dampak akibat Depresi pada penderita kanker:19,20

1. Bunuh diri:

Percobaan bunuh diri dijumpai pada hampir 1/3 dari penderita kanker yang

mengalami depresi major dan >50% dengan Gangguan Penyesuaian .Pada penderita

18
terminal, kita sering kali kesulitan mengevaluasi pernyataan bunuh diri. Diperlukan

penanganan yang hati -hati, apakah pikiran bunuh diri yang muncul adalah gejala dari

depresi ataukah merupakan suatu cara penderita mengekspresikan keinginannya

mengakhiri hidup karena tidak kuat menahan gejala –gejala penyakitnya terutama

rasa nyeri. Penderita yang mempunyai risiko tinggi melakukan bunuh diri antara lain:

- Riwayat pernah melakukan percobaan bunuh diri

- Riwayat keluarga ada yang bunuh diri

- Riwayat teman atau pasangannya meninggal dunia

- Penyalahgunaan alcohol - Pengendalian nyeri kurang baik

2. Penelantaran diri Penderita menjadi tidak kooperatif , baik dalam hal pengobatan

maupun menjaga stamina. Kondisi ini tentu akan semakin memperparah penyakitnya

dan pada akhirnya akan menurunkan kualit as hidup penderita.

3. Distress pada keluarga Depresi pada penderita kanker tidak hanya mempengaruhi

penderitanya tetapi juga berdampak pada keluarga mereka. Suatu survey di Inggris

pada kanker Mammae menunjukkan bahwa diantara faktor-faktor yang ada, depresi

merupakan faktor terkuat yang menimbulkan masalah perilaku dan emosional pada

anak mereka.

19
BAB III

KESIMPULAN

Penyakit kanker adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel

jaringan tubuh yang tidak normal. Sel-sel kanker akan berkembang dengan cepat, tidak

terkendali, dan akan terus membelah diri. Kanker dapat terjadi diberbagai jaringan dalam

berbagai organ di setiap tubuh, mulai dari kaki sampai kepala. Bila kanker terjadi di bagian

permukaan tubuh, akan mudah diketahui dan diobati. Namun bila terjadi didalam tubuh,

kanker itu akan sulit diketahui dan kadang - kadang tidak memiliki gejala. Kalaupun timbul

gejala, biasanya sudah stadium lanjut sehingga sulit diobati.

Penyebab kanker biasanya tidak dapat diketahui secara pasti karena penyebab kanker

dapat merupakan gabungan dari sekumpulan faktor, genetik dan lingkungan, namun ada

beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan pertumbuhan kanker, yakni faktor

keturunan, faktor lingkungan, faktor makanan yang mengandung bahan kimia, infeksi,

virus, faktor perilaku, gangguan keseimbangan hormonal, faktor kejiwaan dan emosional,

radikal bebas.

Untuk pencegahan kanker dapat di lakukan hal-hal dasar seperti tidak merokok,

menghindari makanan tinggi lemak, menambah makanan tinggi serat seperti sayuran dan

buah, hidup akif fisik, mengupayakan berat badan yang ideal, dan hidup dengan pola sehat.

20
DAFTAR PUSTAKA

1. Block SD: Assessing and Managing Depression in the Terminally ill Patient.

ACP-ASIM And of Life Care Concensus Panel. American College of

Physicians America Society of Internal Medicine. Am Intern Med 132 (3):

209-218, 2000

2. Breitbart W, Passik S, Payne D: Psychological and Psychiatric Interventions in

Pain Control. In second edition, Oxford Text Book of Palliative Medicine,

2003; 437-450

3. Kubler-Ross E: On Death and Dying, PT Gramedia Jakarta, 1998

4. Massie MJ: Depression. In Holland JC, Rowland JH, ed. Handbook of

Psychooncology, Psychological Care of the Patient with Cancer. 1990; 283 -

299

5. Sadock B, Sadock V. Kaplan & Sadock's Comprehensive Textbook of

Psychiatry, 10 th Edition. Lippincott Williams & Wilkins. 2017.

6. Mischoulon D: The Use of Medications to Alter Mood and Behavior

Associated with Cancer. In Stern TA, Sekeres MA, ed. Facing Cancer: A

Complete Guide for People with Cancer, Their Families, and Caregivers. 2004;

203 -214

7. Effendy C., Vissers K, Osse B.H., Tejawijaya, S.,Vernooij-Dagsen, M., Engels,

Y . Comparison of problems and unmet needs of patients with advanced cancer

in a European country and an Asian country. Pain Pract 2014;(5): 433-440

8. American Cancer Society (ACS). Caring for patient with cancer at home: A

guide for patients and families. Atlanta: American Cancer Society, 2015

21
9. Whitmer, K. M., Pruemer, J. M., Nahleh, Z. A., Jazieh, A. R. Symptom

management needs of oncology outpatients. Journal of Palliative Medicine

2006; 9 (3): 628-630.

10. Mhidat, N. M., Alzoubi, K. H., Alhusein, B. A. Prevalence of depression

among cancer patients in Jordan: A National Survey. Jordan: Springter-Verlag ,

2009

11. Teodora, B. A., Ianovici, N., Bancilla, S. Modifying factors of chronic pain

perception in oncology patient. Therapeutics, Pharmacology, and Clinical

Technology, 2012;16(2):226-231

12. Varcarolis, E. M., Halter, M. J. Foundations of Psychoterapy Mental Health

Nursing: A Clinical Approach. 6th Edition. New York: Elsevier Inc, 2010.

13. .Chintamani, C., Gogne, A., Khandelwal, R., Tandon, M., Jain, S., Kumar, Y.,

Narayan, N., Rahul, B., Srinivas, S., & Saxena, S. The correlation of anxiety

and depression levels with response to neoadjuvant chemotherapy in patients

with breast cancer. JRSM Short Report 2011; 2 (3): 1-15.

14. Boehm, K., Cramer, H., Staroszynski, T., Ostermann, T. Arts Therapies for

anxiety, depression, and Quality of life in Breast Cancer Patients: A systematic

review and meta-analysis. Evidence-Based Complementary and Alternative

Medicine 2014; 1-9.

15. Beck, A. T., Steer, R. A., Garbin, G. M. Psychometric properties of the Beck

Depression Inventory: Twenty-five years of evaluation. Clinical Psychology

Review 1988; 8: 77-100.

22
16. Martini, S. Smoking Menaning In Young Women Smokers. Jurnal Psikologi

Pendidikan dan Perkembangan Fakultas Psikologi Universitas Airlangga

2014;3(2):119-127.

17. Griffiths, J., Ewing, G., Rogers, M. Moving Swiftly On. Psychological Support

Provided by District Nursing to Patients With Palliative Care Needs. Cancer

Nursing 2010;33(5): 390-397.

18. Osse, B., Dassen, V., Schade, E., Grol, R. The problem experienced by patients

with cancer and their needs for palliative care. Support Care Cancer

2005;13:722-732

19. McVeight, K. H., Mostashari, F., Thorpe, L. E. Serious psychological distress

among persons with diabetes. MMWR 2004; 53: 1089- 1092

20. Mehnert, A., Lehmann, C., Graefen, M., Huland, H., Koch, U. Depression,

anxiety, post-traumatic stress disorder and healthrelated quality of life and its

association with social support in ambulatory prostate cancer patients. Eur J

Cancer Care 2010; 19(6):736-745

21. Fann, J. R., Thomas-Rich, A. M., Katon, W. J., Cowley, D., Pepping, M,.

McGregor, B. A. (2008). Major depression after breast cancer: a review of

epidemiology and treatment. General Hospital Psychiatry 2008;112-126

23