Anda di halaman 1dari 4

KAJIAN PENERAPAN PRINSIP KOMPOSISI ESTETIKA FASAD DAN BUKAAN SERTA

PENGARUHNYA TERHADAP PERFORMA PENCAHAYAAN ALAMI


Studi Kasus Perancangan Rumah Kos Maguwoharjo

Ay yg 2.2 Estetika dlm Konteks Arsitektur itu dihapus aja ay


Langsung ke 2.3 prinsip komposisi estetika arsitektur ituu jadi 2.2

Masuk kesini lanjutannya:

2.3 Tinjauan Selubung Bangunan atau Fasade


2.3.1 Selubung bangunan secara fisik
Menurut SNI (2011), selubung bangunan adalah elemen bangunan yang membungkus
bangunan gedung, yaitu dinding dan atap transparan atau yang tidak transparan dimana
sebagian besar energi termal berpindah lewat elemen tersebut.

2.3.2 Kriteria Penentuan Selubung Bangunan


Penghematan energi pada selubung bangunan dapat diperoleh dengan (SNI 6389-2011):
a. Mengganti warna cata dinding dari warna gelap menjadi warna yang lebih terang
b. Menggunakan jendela dengan kaca ganda
c. Menggunakan isolasi pada dinding dan atap
d. Mengurangi angka perbandingan jendela luar dan dinding luar
e. Menggunakan alat peneduh pada jendela luar
2.4 Tinjauan terhadap pencahayaan alami
(2.4.1 manfaat pencahayaan alami ) DIHAPUSSS
(2.4.2 peran pencahayaan alami ) DIHAPUSSS

Langsung ke
2.4.1 Pencahayaan/Penerangan Alami Siang Hari (PASH)
2.4.2 Peran pencahayaan alami dalam menerjemahkan geometri

Trus (aku bantuin nambahin yg ini yah)


Tingkat pencahayaan minimal yang direkomendasikan SNI  gabung kesini (2.4.3
Strategi Pencahayaan Alami)

2.4.3 Strategi Pencahayaan Alami


Menurut Kroelinger (2005), strategi desain pencahayaan samping yang umum digunakan, ialah
bukaan satu sisi (single side lighting), bukaan di dua sisi (bilateral lighting), bukaan dibeberapa sisi
(multilateral lighting), jendela atas (clerestories), pembayang jendela (light shelves), konsep
pencahayaan bersama antar 2 ruangan (borrowed light).

A. Bentuk dan posisi bukaan

Tabel X. Distribusi Cahaya Matahari Terkait Dengan Bentuk dan Posisi Jendela
(cek mulai halaman 38 BUKU daylighting-and-window-design)
Distribusi cahaya
In general, high window heads will, by geometry, allow deeper daylight penetration; additionally,
when overcast skies prevail, high window heads will allow a brighter part of the sky to ‘see’ into the
room. Figure 2.39 illustrates how different shapes and positions of windows produce different
daylight distributions in rooms.
PEMBAHASAN:
Hubungan bentuk bukaan (jendela luar) dengan tingkat iluminasi dan distribusi cahaya yang
masuk kedalam bangunan kos.