Anda di halaman 1dari 35

BPPS-SMP

KEGIATAN BEST PRACTICE PENGAWAS SEKOLAH

IMPLEMENTASI PENDEKATAN
OUTDOOR PADA MONITORING DAN
EVALUASI DI SEKOLAH BINAAN
KOTA PAREPARE

Oleh
Drs. H. ARIFUDDIN KASAMING, M.Si
NIP. 19590218 198602 1 005

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KOTA PAREPARE


PROVINSI SULAWESI SELATAN
TAHUN 2018
i
ii
iii
ABSTRAK

IMPLEMENTASI PENDEKATAN OUTDOOR PADA


MONITORING DAN EVALUASI DI SEKOLAH
BINAAN KOTA PAREPARE

Oleh

ARIFUDDIN KASAMING
(Pengawas SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare)

Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru pada pasal 15 ayat 4
menyatakan bahwa guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan
melakukan tugas pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan tugas pengawasan.
Tugas pengawasan yang dimaksud adalah melaksanakan kegiatan pengawasan akademik
dan pengawasan manajerial.
Dua jenis monitoring dan evaluasi sekolah yaitu internal dan eksternal. Monitoring
dan evaluasi internal adalah monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh sekolah itu
sendiri, dan Monitoring dan evaluasi eksternal adalah monitoring dan evaluasi yang
dilaksanankan oleh pihak eksternal sekolah. Monitoring dan evaluasi yang dilakukan
pada sekolah binaan terfokus pada 5 (lima) hal, yaitu; (i) administrasi pembelajaran, (ii)
adminitrasi penilaian, (iii) kompetensi guru, (iv) pemahaman tupoksi, dan (v) Penyusunan
RPP berdasarkan Standar Proses. Instrumen yang digunakan dalam melakukan
monitoring dan evaluasi merujuk pada lima hal yang pokok penilaian. Tindak lanjut
monitoring dan evaluasi melalui implementasi Pendekatan Outdoor selama tiga bulan
secara berkesinambungan.
Hasil yang dicapai melalui implementasi Pendekatan Outdoor selama kurang lebih
tiga bulan secara berkesinambungan menunjukkan pengaruh positif terhadap peningkatan
mutu pembelajaran dengan prosentase kenaikan sebesar 35% dari rerata penilaian yang
dikategorikan Kurang menjadi kategori Baik.

Kata Kunci : Pendekatan Outdoor, Monev, sekolah binaan

iv
KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan Alhamdulillahi Robbil Aalamiin atas segala limpahan


Rahmat dan Nikmat yang tak terhingga dan Salawat kepada junjungan Nabiullah SAW,
sehingga penulisan Best Practice dapat diseselesaikan dengan baik dalam rangka untuk
mengikuti Kegiatan Best Practice Pengawas Sekolah Tingkat Nasional tahun 2018.
Penulisan Best Practice ini mendapat dukungan dari pelbagai pihak, baik yang
memberi motivasi maupun yang memberi inspirasi, olehnya itu penulis dengan senang
hati mengucapkan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang dengan rela dan ikhlas
mendorong penulis untuk menuliskan pengalaman terbaik yang pernah dilakukan.
1. H. Kadarusman Mangurusi, SE., M.Si., selaku Kepala Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan Kota Parepare atas segala sugestinya baik secara langsung maupun tidak
langsung demi untuk peningkatan keprofesionalan pengawas.
2. Sudirman Suddin, S.Pd., M.Pd., selaku Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan Kota Parepare atas motivasinya kepada penulis untuk menuliskan
pengalaman terbaik dalam kegiatan Best Practice Pengawas Sekolah.
3. Rekan-rekan pengawas pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare, yang
telah memberikan motivasi untuk menuliskan pengalaman terbaik pada Kegiatan Best
Practice bagi Pengawas.
4. Isteri dan anak-anak tercinta atas curahan kasih sayang yang henti-hentinya dalam
bentuk layanan kepada penulis.
Dan kepada semua pihak yang tidak dapat dituliskan satu persatu pada lembaran ini
atas dorongan moril dan spritual, demi untuk meningkatkan Keprofesian Berkelanjutan
bagi penulis.
Semoga Best Practice yang penulis tuangkan disini dapat menginspirasi kepada
semua pihak, khususnya pengawas pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota
Parepare, dan umumnya kepada rekan pengawas lainnya yang tersebar di seluruh Tanah
Air Indonesia.
Parepare, 21 April 2018
Penulis,

v
DAFTAR ISI

Halaman
Halaman Judul .………………………………………………….…………… i
Halaman Pernyataan Keaslian Naskah ……………………………………………...... ii
Halaman Lembar Persetujuan …………………………………………….................... iii
Abstrak ……………………........................................……………………….................... iv
Kata Pengantar ………………………………………...........................…….................... v
Daftar Isi ……………………………………………........................................................ vi
Daftar Lampiran ……………………………………………............................................ vii
Bab I. Pendahuluan …………………………………………......................................... 1
A. Latar Belakang ……………………………………………........................... 1
B. Rumusan Masalah …………………………………….……….................... 2
C. Tujuan ……………………………………………........................................ 2
D. Manfaat Best Practice …………………………………………….............. 3
Bab II. Kajian Pustaka ……………………………………………............................... 4
A. Pendekatan Outdoor ………………………………………......................... 4
B. Monitoring dan Evaluasi ....................................................................... 5
C. Profil Sekolah Binaan …………….............................................................. 9
Bab III. Metode Best Practice ……………………….................................................... 13
A. Prosedur ……………………………………………................................... 13
B. Instrumen ……………………………………………................................. 13
C. Cara Pemecahan Masalah ……………………………………………..... 14
Bab IV. Hasil dan Pembahasan ……………………………………………................. 15
A. Hasil ……………………………………………........................................ 15
1. Kondisi Awal ……………………………………………..................... 15
2. Proses …………………………………………….................................. 16
3. Hasil Akhir ……………………………………………......................... 17
B. Pembahasan ……………………………………………............................ 20
Bab V. Simpulan dan Rekomendasi …………………………………………….......... 21
Daftar Pustaka .......................................................................................................... 22

vi
DAFTAR LAMPIRAN

Halaman
Lampiran 01 : Instrumen Penilaian Administrasi Perencanaan Pembelajaran 23

Lampiran 02 : Instrumen Penilaian Administrasi Pelaksanaan Pembelajaran 24

Lampiran 03 : Instrumen Penilaian Pemahaman Kompetensi Guru 25

Lampiran 04 : Instrumen Penilaian Pemahaman Tupoksi 26

Lampiran 05 : Instrumen Penilaian Penyusunan RPP Berdasarkan Standar Proses 27

vii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pemerintah Republik Indonesia melalui Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan telah
menetapkan delapan standar nasional pendidikan, yaitu standar isi, standar proses,
standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar
sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar
penilaian pendidikan (Sujana dkk, 2011 : 1).
Sujana dkk (2011 : 2) menyatakan bahwa salah satu standar yang
memegang peran penting dalam pelaksanaan pendidikan di sekolah adalah standar
pendidik dan tenaga kependidikan.Pengawas sekolah merupakan salah satu tenaga
kependidikan yang memegang peran strategis dalam meningkatkan
profesionalisme guru dan mutu pendidikan di sekolah.
Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru pada pasal 15
ayat 4 menyatakan bahwa guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan
pendidikan melakukan tugas pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan
tugas pengawasan. Tugas pengawasan yang dimaksud adalah melaksanakan
kegiatan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial (Sujana dkk, 2011).
Hal ini senada dengan bunyi Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 21 tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional
Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya Bab V pasal 12. Dengan demikian,
pengawas sekolah dituntut mempunyai kualifikasi dan kompetensi yang memadai
untuk dapat menjalankan tugas kepengawasannya.
Sujana dkk (2011 : 2) menegaskan bahwa untuk melaksanakan tugas
kepengawasan bagi pengawas sekolah perlu kiranya merujuk pada Peraturan
Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2007 tentang
Standar Pengawas Sekolah/Madrasah dimana menyebutkan bahwa seorang
pengawas sekolah wajib mempunyai enam dimensi kompetensi minimal yaitu
kompetensi kepribadian, supervisi manajerial, supervisi akademik, evaluasi
pendidikan, penelitian pengembangan, dan kompetensi sosial.

1
Salah satu tugas pengawas di sekolah, khususnya sekolah binaan adalah
monitoring dan evaluasi. Dalam melakukan aktifitas tersebut dilakukan dengan
cara formal, artinya bahwa kegiatan dilakukan selalu di dalam ruangan. Model
seperti ini menurut penulis sangat menekan bagi guru bila akan digali informasi-
informasi terhadap kendala yang dihadapi. Rata-rata dari mereka sungkan untuk
mengungkapkan apa yang dialami atau apa yang dirasakan pada saat akan
dilakukan monitoring dan evaluasi kepada mereka.
Dengan acuan di atas, maka penulis mencoba melakukan pendekatan yang
sifatnya fleksibel dan tidak terlalu kaku. Pendekatan yang dimaksud adalah
pendekatan Outdoor, maksudnya bahwa pemberian layanan kepada setiap warga
sekolah, khususnya guru dilakukan di luar gedung atau di luar kantor dengan
menempatkan pada lingkungan sekolah yang memiliki tempat-tempat duduk atu
joglo yang biasanya tersedia di sekolah. Tujuan pendekatan ini diharap dap
memberikan suasana segar bagi setiap warga sekolah yang akan diberikan layanan
kepengawasan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, maka rumusan masalah Best Practice yang
penulis fokuskan adalah “Bagaimana Implementasi Pendekatan Outdoor pada
Monitoring dan Evaluasi di Sekolah Binaan Kota Parepare?”
C. Tujuan
Adapun tujuan penulisan Best Practice sebagai berikut;
1. Mengungkap langkah-langkah tindak lanjut dalam melaksanakan kegiatan
kepengawasan.
2. Mendokumentasikan tindakan kreatif bagi pengawas dalam mengatasi
masalah kepengawasan setiap hari kerja.
3. Berbagi pengalaman yang diasumsikan dapat menginspirasi rekan pengawas
lainnya dalam menjalankan tupoksi masing-masing.
4. Menstimulus diri pribadi dalam menjalankan tugas sebagai pengawas
sekolah yang diamanahkan kepada penulis.
5. Menjalin komunikasi yang harmoni dengan stakeholder pada sekolah binaan
sehingga dapat mengeliminir sekat antara pengawas dan warga sekolah.

2
D. Manfaat Best Practice
Manfaat dalam penulisan Best Practice ini yaitu ;
1. Sebagai referensi bagi rekan pengawas dalam menjalankan tupoksinya
sebagai pengawas sekolah.
2. Memberikan konstribusi kepada peningkatan kualitas monitoring dan
evaluasi pada satuan pendidikan yang menjadi sekolah binaan.
3. Memberikan inspirasi yang aktual tentang tindakan cerdas dalam mengatasi
masalah kepengawasan pada sekolah binaan.
4. Menstimulus rekan pengawas untuk lebih berkreasi dalam melaksanakan
tugasnya sehingga tidak terlalu kaku dalam menghadapi permasalahan yang
terjadi pada satuan pendidikan yang menjadi sekolah binaan.
5. Menjadi pedoman untuk menjalankan kegiatan kepengawasan relevansinya
pada kegiatan Best Practice bagi pengawas lainnya.

3
BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Pendekatan Outdoor
Dalam kamus bahasa Inggris-Indonesia kata “Outdoor” sebagai kata sifat
yang artinya di luar. Sedangkan “Pendekatan” adalah sudut pandang dalam
melaksanakan tindakan pendidikan. Menurut Wahjoedi (1999:121) bahwa arti
pendekatan adalah cara mengelola kegiatan agar orang dapat aktif melakukan
tugas sehingga dapat memperoleh hasil belajar secara optimal.
Menurut Sagala (2005:68) bahwa pendekatan merupakan jalan yang akan
ditempuh oleh guru dan siswa dalam mencapai tujuan instruksional untuk suatu
satuan instruksional tertentu. Disamping itu Syaiful (2003:62) mengungkap
bahwa pendekatan adalah suatu pandangan guru terhadap siswa dalam menilai,
menentukan sikap dan perbuatan yang dihadapi dengan harapan dapat
memecahkan masalah dalam mengelola kelas yang nyaman dan menyenangkan
dalam proses pembelajaran.
Dengan demikian, maka dapat dikatakan bahwa pendekatan outdoor adalah
suatu tindakan yang akan dilakukan untuk menciptakan kegiatan yang membuat
semua orang dapat lebih aktif dan menyenangkan dalam proses kegiatan yang
diikuti. Dengan pendekatan ini, penulis berasumsi bahwa tindakan yang dilakukan
dapat memberikan rasa nyaman bagi setiap orang kaitannya dengan tindakan
kepengawasan sebagai tupoksi penulis.
Pendidikan sebagai investasi manusia. Kejenuhan pengembangan di dalam
ruang turut memberikan dorongan berkembangnya konsep pendidikan Outdoor.
Pendidikan dalam ruang yang bersifat kaku dan formalitas dapat menimbulkan
kebosanan, termasuk juga kejenuhan terhadap rutinitas di sekolah, Yuliarto
(2010:1). Pendekatan Outdoor dapat dijadikan sebagai alternatif baru dalam
meningkatkan pengetahuan dalam pencapaian kualitas manusia. Alam sebagai
media pendidkan adalah suatu sarana efektif untuk meningkatkan pengetahuan
dan mengembangkan pola pikir serta sikap mental positif seseorang. Konsep
belajar dari alam adalah mengamati fenomena secara nyata dari lingkungan dan
memanfaatkan apa yang tersedia di alam sebagai sumber belajar.

4
B. Monitoring dan Evaluasi
1. Pengertian
Monitoring merupakan kegiatan untuk mengetahui apakah program yang
dibuat itu berjalan dengan baik sebagaiman mestinya sesuai dengan yang
direncanakan, adakah hambatan yang terjadi dan bagaiman para pelaksana
program itu mengatasi hambatan tersebut. Monitoring terhadap sebuah hasil
perencanaan yang sedang berlangsung menjadi alat pengendalian yang baik dalam
seluruh proses implementasi.
Penilaian (Evaluasi) merupakan tahapan yang berkaitan erat dengan
kegiatan monitoring, karena kegiatan evaluasi dapat menggunakan data yang
disediakan melalui kegiatan monitoring. Dalam merencanakan suatu kegiatan
hendaknya evaluasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan, sehingga dapat
dikatakan sebagai kegiatan yang lengkap. Evaluasi diarahkan untuk
mengendalikan dan mengontrol ketercapaian tujuan. Evaluasi berhubungan
dengan hasil informasi tentang nilai serta memberikan gambaran tentang manfaat
suatu kebijakan. Istilah evaluasi ini berdekatan dengan penafsiran, pemberian
angka dan penilaian (William N Dunn : 2000).
2. Tujuan
Monitoring bertujuan mendapatkan umpan balik bagi kebutuhan program
yang sedang berjalan, dengan mengetahui kebutuhan ini pelaksanaan program
akan segera mempersiapkan kebutuhan tersebut. Kebutuhan bisa berupa biaya,
waktu, personel, dan alat. Pelaksanaan program akan mengetahui berapa biaya
yang dibutuhkan, berapa lama waktu yang tersedia untuk kegiatan tersebut.
Dengan demikian akan diketahui pula berapa jumlah tenaga yang dibutuhkan,
serta alat apa yang harus disediakan untuk melaksanakan program tersebut.
Evaluasi bertujuan memperoleh informasi yang tepat sebagai bahan
pertimbangan untuk mengambil keputusan tentang perencanaan program,
keputusan tentang komponen input pada program, implementasi program yang
mengarah kepada kegiatan dan keputusan tentang output menyangkut hasil dan
dampak dari program kegiatan.
Secara lebih terperinci monitoring bertujuan untuk:
a. Mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan;

5
b. Memberikan masukan tentang kebutuhan dalam melaksanakan program;
c. Mendapatkan gambaran ketercapaian tujuan setelah adanya kegiatan;
d. Memberikan informasi tentang metode yang tepat untuk melaksanakan
kegiatan;
e. Mendapatkan informasi tentang adanya kesulitan-kesulitan dan
hambatan-hambatan selama kegiatan;
f. Memberikan umpan balik bagi sistem penilaian program;
g. Memberikan pernyataan yang bersifat penandaan berupa fakta dan nilai.
3. Fungsi
Proses pengambilan keputusan berjalan atau berhentinya/perubahan sebuah
atau beberapa program yang berkaitan dilakukan melalui proses evaluasi. Fungsi
Pengawasan dalam kerangka kegiatan monitoring dan evaluasi terutama kaitannya
dengan kegiatan para pimpinan dalam tugas dan tanggung jawabnya adalah
sebagai berikut:
a. Mempertebal rasa tanggung jawab terhadap pejabat yang diserahi tugas
dan wewenang dalam pelaksanaan pekerjaan.
b. Membidik para pejabat agar mereka melaksanakan pekerjaannya sesuai
dengan prosedur yang telah ditentukan.
c. Untuk mencegah terjadinya penyimpangan, kelainan dan kelemahan agar
tidak terjadi kerugian yang tidak diinginkan.
d. Untuk memperbaiki kesalahan dan penyelewengan agar pelaksanaan
pekerjaan tidak mengalami hambatan dan pemborosan-pemborosan.
Evaluasi menurut Moh. Rifai (1986) sebagai kegiatan yang tidak bisa
dipisahkan dari kegiatan monitoring memiliki fungsi sebagai berikut:
a. Evaluasi sebagai pengukur kemajuan;
b. Evaluasi sebagai alat perencanaan;
c. Evaluasi sebagai alat perbaikan.
Dengan uraian di atas maka dapat dijelaskan bahwa fungsi monitoring yang
pokok adalah: mengukur hasil yang sudah dicapai dalam melaksanakan program
dengan alat ukur rencana yang sudah dibuat dan disepakati; menganalisa semua
hasil pemantauan (monitoring) untuk dijadikan bahan dalam mempertimbangkan
keputusan serta usaha perbaikan dan penyempurnaan (Soewardji Lazaruth : 1994).

6
4. Komponen Dalam MONEV
Manajemen sekolah sebagai sistem, memiliki komponen-komponen yang
saling terkait secara sistematis satu sama yang lain yaitu konteks, input, proses,
output, dan outcame.
a. Input
Input adalah segala sesuatu yang harus tersedia dan siap karena dibutuhkan
untuk kelangsungan proses. Sesuatu yang dimaksud tidak harus berupa barang,
tetapi juga perangkat-prangkat lunak dan harapan-harapan sebagai pemandu bagi
berlangsungnya proses. Secara garis besar, input dapat dapat diklasifikasikan
menjadi tiga yaitu harapan, sumberdaya dan input manjemen. Harapan-harapan
berupa visi-misi, tujuan dan sasaran. Sumberdaya dibagi menjadi dua yaitu
sumber daya manusia dan non manusia. Input manejemen terdiri atas tugas,
rencana, program, regulasi (ketentuan-ketentuan, limitasi, prosedur kerja, dan
sebagainya), dan pengendalian atau tindakan turun tangan.
b. Proses
Proses adalah berubahnya seseuatu menjadi sesuatu yang lain. Dalm
manajemen sekolah sebagai sistem, proses terdiri proses pengambilan keputusan,
proses pengelolaan kelembagaan, proses pengelolaan program, proses belajar
mengajar, prosese evaluasi sekolah dan proses akuntabilitas. Dengan demikian
fokus evaluasi pada proses adaah pemantauaan (monitoring) implementasi
menejemen sekolah sehingga dapat ditemukan informasi tentang konsistensi atau
inkonsistensiantara rancangan desain menejemen saekolah semula dan proses
impementasi yang sebenarnya. Konsistensi antara rancangan dan proses
pelaksanaan akan mendukung terciptanya sasaran sedangkan inkonsistensi akan
menjurus kepada kegagalan manajemen sekolah. Dengan didapatkan informasi
inkonsistensi tersebut, dapat dilakukan koreksi terhadap pelaksanaan.
c. Output
Output adalah hasil nyata dari pelaksanaan manajemen sekolah. Hasilnya
nyata yang dimaksudkan dapat berupa prestasi akademik, dan prestasi non
akademik. Fokus evaluasi output adalah mengevaluasi sejauh mana sasaran yang
diharapkan dicapai oleh manejemen sekolah. Dengan kata lain, sejauhmana “hasil

7
nyata sesaat” sesua dengan sasaran yang diharapkan. Tentunya makin besar
kesuaiaan makin besar pula kesuksesannya manajemen sekolah.
d. Outcome
Outcome adalah hasil manejemen sekolah jangka panjang berbeda dengan
output yang hanya menyangkut menejemen sekolah sesaat jangka pendek. Oleh
karena itu fokus evaluasi outcome adalah pada dampak meanajemen sekolah
jangka panjang baik dampak individu, institusional dan sosial untuk melakukan
eveluasi, pada umumnya di gunakan analisis biaya-manfaat.
5. Metode Pengumpulan Data
a. Dokumen
Dokumen adalah cara yang dilakukan untuk memperoleh data langsung,
seperti buku-buku yang relevan, hasil belajar, laporan kegiatan, catatan guru dan
lain sebagainya, yang dapat digunakan untuk data pendukung dalam kegiatan
monitoring dan evaluasi.
b. Wawancara
Wawancara adalah cara yang dilakukan bila monitoring ditujukan pada
seseorang. Instrumen wawancara adalah pedoman wawancara. Wawancara itu ada
dua macam, yaitu wawancara langsung dan wawancara tidak langsung.
c. Observasi
Observasi ialah kunjungan ke tempat kegiatan secara langsung, sehigga
semua kegiatan yang sedang berlangsung atau obyek yang ada diobservasi dan
dapat dilihat. Semua kegiatan dan obyek yang ada serta kondisi penunjang yang
ada mendapat perhatian secara langsung.
6. Pelaksanaan
Terdapat dua jenis monitoring dan evaluasi sekolah yaitu internal dan
eksternal, sebagaimana yang dijelaskan berikut ini;
a. Internal
Monitoring dan evaluasi internal adalah monitoring dan evaluasi yang
dilakukan oleh sekolah itu sendiri. Pada umumnya pelaksanaan monitoring dan
evaluasi internal adalah warga sekolah sendiri yaitu kepala sekolah, guru, siswa,
orang tua seiswa, guru bimbingan dan penyuluhan dan warga sekolah lainnya.
Tujuan utama monitoring dan evaluasi internal adalah mengetahui tingkat

8
kemajuan dirinya sendiri sehubungan dengan sasaran-sasaran yang telah
ditetapkan.
b. Eksternal
Monitoring dan evaluasi eksternal adalah monitoring dan evaluasi yang
dilaksanankan oleh pihak eksternal sekolah. Hasil monitoring evaluasi eksternal
dapat digunakan untuk rewads sistem terhadap individu sekolah, meningkatkan
kompetisi antar sekolah, kepentingan akuntabilitas publik, memperbaiki sistem
yang ada secara keseluruhan, dan membentu sekolah mengembangkan dirinya.
C. Sekolah Binaan
1. Profil
Nama Sekolah : SMP Negeri 7 Parepare
Alamat Sekolah : Jl. Kebun Kacang No. 66
NPSN : 40307686
NSS / NISS : 201196101007 / 202150
Type / Akreditasi : A
Tahun Didirikan : 1985
Tahun Beroperasi : 1986
Kepemilikan Tanah : Pemerintah
Status Tanah : Hak Pakai
Luas Tananh : 20.897 m²
Status Bangunan : Milik Pemerintah
Luas Bangunan : 1.648 m²
Kelurahan : Lemoe
Kecamatan : Bacukiki
Kabupaten / Kota : Parepare
Propinsi : Sulawesi Selatan
Status Sekolah : Negeri
Nama Kepala Sekolah : Drs. Agunisman , M.Pd.
Pendidikan Terakhir : S. 2
Jurusan : Ilmu-Ilmu Sosial ( IPS )
Masa Penugasan : -
Mulai Tanggal : 11 April 2013
No. SK : 821.29-08-2013
9
Berakhir Tanggal : -
No Rek. Sekolah Rutin : 0064-01-003205-50-2
Nama Bank : Bank Rakyat Indonesia Cabang Parepare
2. Visi Dan Misi Sekolah
a. Visi :
"Unggul Dalam Prestasi, Berbudi Pekerti Luhur dan Berwawasan
Lingkungan"
b. Misi :
1) Mewujudkan sumber daya manusia yang unggul dan berbudi pekerti
luhur.
2) Meningkatkan mutu pendidikan yang mengintegrasikan sistem nilai,
agama, dan budaya dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan
teknologi.
3) Mengembangkan seluruh potensi siswa secara optimal baik dalam
bidang akademik maupun non akademik.
4) Menumbuhkan kecintaan terhadap alam dan lingkungan sekolah.
5) Mengupayakan pelestarian lingkungan.
6) Mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan.
7) Menjalin hubungan yang harmonis antara sekolah dengan orang tua
peserta didik, masyarakat, instansi dan lembaga terkait dalam rangka
pencapaian visi dan misi sekolah.
c. Tujuan Sekolah
1) Terselenggaranya manajemen berbasis sekolah.
2) Terwujudnya iklim belajar mengajar yang kondusif.
3) Terciptanya lingkungan sekolah yang indah, sehat dan aman.
4) Tersedianya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai.
5) Terciptanya akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan
keuangan
6) Terpeliharanya aktualisasi nilai-nilai agama di sekolah.
7) Mendayagunakan kualitas sekolah yang ada secara efektif dan
efesien
8) Meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.

10
9) Meningkatkan animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya.
10) Adanya partisipasi orang tua dan masyarakat sebagai mitra sekolah.
3. Guru dan Tenaga Kependidikan
a. Guru
Guru yang mengajar di SMP Negeri 7 Parepare berjumlah 19
(sembilan belas) orang PNS dan 3 (tiga) orang guru Non PNS, dengan
kualifikasi sebagian besar strata satu, strata dua, dan sisanya diploma
tiga.
Adapun nama-nama Guru yang dimaksud berikut ini;
NO NAMA/NIP JABATAN
Drs. AGUNISMAN , M.Pd. Guru Keterampilan -
1
NIP. 19651231990031101 bangunan
JAWALUDDIN , S.Pd.
2 Guru PKn
NIP. 197103312005021002
ICHSAN KADIR , S.Pd.
3 Guru Matematika
NIP. 196907311998031001
JAMALUDDIN , S.Pd. Guru Pend. Jasmani,
4
NIP. 196303241985121002 Olahraga & kesehatan
Dra. ALFIAH
5 Guru IPS
NIP. 196512191990012002
MULYATI, S.Pd.
6 Guru IPA
NIP. 196406071985122002
Hj. RAMLAH , SE
7 Guru Mulok Bhs. Daerah
NIP. 196401271985122003
TUTI WAHYUNI , S.Pd.
8 Guru IPA
NIP. 196701111988122002
SUDDIN
9 Guru IPS
NIP. 96012311984031317
HUKMIATI , S.Pd.
10 Guru IPS
NIP. 197211052002122006
MASDIYAH NURIS, S.Ag. Guru Pendidikan
11
NIP. 197403202003122004 Agama Islam
MARLIANI , S.Pd.
12 Guru Bhs. Inggris
NIP. 197912182003122009
GUSNAWATI , S.Pd.
13 Guru Bhs. Inggris
NIP. 197308012007012023
SAHIDAH RASDAH H., S.Pd.
14 Guru Matematika
NIP. 198306042006042017
ASRIANTO , S.Pd., M.Pd. Guru Bahasa -
15
NIP. 197610091006041008 Indonesia
ANDI MUHAMMAD AGUNG , S.Pd. Guru Bimbingan dan -
16
NIP. 197705022010011032 Konseling

11
HAERIAH , S.Pd.
17 Guru Matematika
NIP. 198107052010012035
ADRIYAMANG , S.Kom.
18 Guru T I K
NIP. 197710102011012005
NURLAELA , S.Pd. Guru Bimbingan dan -
19
NIP. 198109292011012011 Konseling
NURAENI , S.S. Guru Bahasa -
20
( Non PNS ) Indonesia
KATRIANTI , SE. Guru Seni Budaya / Pra
21
( Non PNS ) Karya
Hj. MULIANA , S.Ag. Guru Pendidikan
22
( Non PNS ) Agama Islam
b. Tenaga Kependidikan
Jumlah Tenaga Kependidikan sebanyak 9 (sembilan) orang, terdiri
dari Kepala Tata Usaha 1 (satu) orang (PNS), Staf Tata Usaha 1 (satu)
orang (PNS), dan 7 (tujuh) orang (Non-PNS).
Daftar tenaga kependidikan yang dimaksud sebagai berikut;
NO NAMA JABATAN
SYAMSUDDIN , S.Sos. Kepala Tata Usaha /
1
NIP. 196512311987031131 Bendahara Gaji
NURJANNAH , S.Sos. Staf TU Bagian Penyedia
2
NIP. 196504031987032019 Sarana & Prasarana
Staf TU / Admin & Operator
3 DJAMALUDDIN J.
Sekolah
4 RUSMIN Caraka / Bujang Sekolah

5 SUNARTI , S.Sos. Bag. Administrasi Persuratan

6 ASWIR Staf TU
Staf TU/ Bag. Informasi &
7 KARTIKA SRI DEWI , S.Pd.
Pelayanan Data
8 MULIANI Pengelola Perpustakaan

9 NURLINA Pengelola Perpustakaan

12
BAB III

METODE BEST PRACTICE

A. Prosedur
Prosedur implementasi pendekatan Outdoor pada Monitoring dan Evaluasi
di sekolah binaan, dalam hal ini SMP Negeri 7 Parepare mengikuti langkah-
langkah berikut ;
1. Penyampaian tindak lanjut kegiatan pengawas kepada Kepala Sekolah agar
diteruskan kepada guru bahwa penilaian administrasi pembelajaran
dilaksanakan di luar kelas.
2. Menjalin komunikasi interaktif kepada guru terhadap kendala-kendala yang
dihadapi dalam menyiapkan kelengkapan administrasi pembelajaran
sebelum dievaluasi oleh pengawas pembina (penulis)
3. Mengajak guru berkomunikasi di luar kelas pada jam tertentu secara
individu yang jam mengajarnya kosong, untuk mengevaluasi kesiapan-
kesiapan yang telah dilakukan dalam melaksanakan pembelajaran, bila
respon guru tidak memenuhi keinginan pengawas atau penulis maka
pengawas mengajak untuk menentukan hari dan jam kesiapan mereka.
4. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi pembelajaran melalui pendekatan
Outdoor dimaksudkan agar guru tidak merasa ditekan akan kehadiran
pengawas di sekitar lingkungan sekolah.
5. Hasil evaluasi yang dilakukan pengawas dikomunikasikan kepada guru,
apakah mereka menerima hasilnya atau menolak, bila menolak maka akan
diberikan solusi alternatif yang dapat menyenangkan guru dalam bentuk
memberikan kesempatan waktu untuk memperbaiki yang kurang baik dan
menindaklanjuti yang sudah baik pada proses pembelajaran berikutnya.
6. Komunikasi interaktif dengan guru-guru atau kepala sekolah selama
kegiatan monitoring dan evaluasi dilaksanakan di luar kelas atau luar kantor
pada lokasi yang sejuk di sekitar sekolah. Dokumen-dokumen administrasi
yang relevansinya dengan administrasi guru dibawa keluar kelas/kantor
untuk diperiksa atau dikoreksi atau dinilai

13
7. Hasil monitoring dan evaluasi baik kepada guru atau kepala sekolah menjadi
bahan perbaikan kinerja pada semester berikutnya, sehingga diasumsikan
setiap guru dapat mengetahui progress yang telah dilakukan.
B. Instrumen
Agar impelementasi pendekatan Outdoor bermakna bagi guru atau kepala
sekolah pada kegiatan monitoring dan evaluasi, maka penulis menyiapkan
sejumlah instrumen penilaian dalam bentuk format sebagai berikut;
1. Instrumen Penilaian Administrasi Perencanaan Pembelajaran
2. Instrumen Penilaian Administrasi Pelaksanaan Penilaian Pembelajaran
3. Instrumen Penilaian Pemahaman Kompetensi Guru
4. Instrumen Penilaian Pemahaman Tupoksi
5. Instrumen Penilaian Penyusunan RPP Berdasarkan Standar Proses
C. Cara Pemecahan Masalah
Tindak lanjut dalam mengatasai masalah pembelajaran adalah dengan
memberikan kelonggaran dan keluasan guru untuk menyelesaikan kewajiban
dalam melaksanakan pembelajaran. Komunikasi interaktif yang diberikan adalah
dengan implementasi outdoor. Artinya bahwa setiap individu diberikan
kesempatan untuk memperbaiki administrasi pembelajarannya tanpa merasa
dipaksa atau ditekan, jadi penulis selaku pengawas disini memberikan dorongan
atau motivasi kepada mereka apa yang mampu dan tidak mampu dilakukan dan
bersama-sama mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi.

14
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil
1. Kondisi Awal
Data perolehan sebelum implementasi pendekatan Outdoor pada kegiatan
monitoring dan evaluasi pada sekolah binaan (SMPN 7 Parepare) disajikan dalam
bentuk tabel berikut ini;
Tabel 1
Administrasi Perencanaan Pembelajaran
Jumlah Guru Prosentase
No. Komponen Kategori
(12 orang) (%)
1. Prota 7 58,33 Cukup
2. Promes 7 58,33 Cukup
3. Silabus 7 58,33 Cukup
4. RPP 8 66,67 Cukup
5. Kalender Pendidikan 6 50,00 Kurang
6. Jadwal Tatap Muka 5 41,67 Kurang
7. Agenda Harian 7 58,33 Cukup
8. Daftar Nilai 5 41,67 Kurang
9. Analisis KKM 5 41,67 Kurang
10. Absensi Siswa 6 50,00 Kurang
Tabel 1 di atas menunjukkan bahwa administrasi perencanaan pembelajaran
yang disiapkan oleh guru dikategorikan Kurang, dimana prosentase guru yang
dinilai hanyalah 52,50 % dari 12 orang guru yang menjadi sasaran monitoring dan
evaluasi. Dengan hasil data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa guru perlu
diberikan perlakuan dalam bentuk Pendekatan Outdoor.
Tabel 2
Administrasi Pelaksanaan Penilaian Pembelajaran
Jumlah Guru Prosentase
No. Komponen Kategori
(12 orang) (%)
1. Buku Nilai 5 41,67 Kurang
2. Melakukan UH/Mid 7 58,33 Cukup
3. Penugasan Terstruktur 5 41,67 Kurang
4. KMTT 5 41,67 Kurang
5. Penilaian Psikomotor 5 41,67 Kurang

15
6. Penilaian Akhlak Mulia 5 41,67 Kurang
7. Penilaian Kepribadian 5 41,67 Kurang
8. Remedial 7 58,33 Cukup
9. Analisis UH 5 41,67 Kurang
10. Bank Soal 5 41,67 Kurang
Tabel 2 di atas menunjukkan bahwa administrasi pelaksanaan penilaian
pembelajaran yang dilaksanakan guru dikategorikan Kurang, dimana prosentase
guru yang dinilai hanya 45,02 % dari 12 orang guru yang menjadi sasaran
monitoring dan evaluasi. Dengan hasil data tersebut maka dapat disimpulkan
bahwa guru perlu diberikan perlakuan dalam bentuk Pendekatan Outdoor.
Tabel 3
Pemahaman Kompetensi Guru
Jumlah Guru Prosentase
No. Komponen Kategori
(12 orang) (%)
1. Pedagogik 7 58,33 Cukup
2. Sosial 7 58,33 Cukup
3. Kepribadian 8 66,67 Cukup
4. Profesional 5 41,67 Kurang
Tabel 3 di atas menunjukkan bahwa pemahaman kompetensi guru
dikategorikan Kurang, dimana prosentase guru yang dinilai hanya 56,25 % dari
12 orang guru yang menjadi sasaran monitoring dan evaluasi. Dengan hasil data
tersebut maka dapat disimpulkan bahwa guru perlu diberikan perlakuan dalam
bentuk Pendekatan Outdoor.
Tabel 4
Pemahaman Tupoksi
Jumlah Prosentase
No. Komponen Guru (12 (%) Kategori
orang)
1. Dasar Hukum 5 41,67 Kurang
2. Tupoksi 5 41,67 Kurang
3. Pengembangan Profesi 5 41,67 Kurang
4. Perencanaan 7 58,33 Cukup
5. Kegiatan inti Pembelajaran 7 58,33 Cukup
6. Jenis tes 7 58,33 Cukup
7. PT dan KMTT 5 41,67 Kurang
8. Beban mengajar/mg 7 58,33 Cukup

16
Tabel 4 di atas menunjukkan bahwa pemahaman Tupoksi bagi setiap guru
dikategorikan Kurang, dimana prosentase guru yang dinilai hanya 50,00 % dari
12 orang guru yang menjadi sasaran monitoring dan evaluasi. Dengan hasil data
tersebut maka dapat disimpulkan bahwa guru perlu diberikan perlakuan dalam
bentuk Pendekatan Outdoor.
Tabel 5
Penyusunan RPP Berdasarkan Standar Proses
Jumlah Guru Prosentase
No. Komponen Kategori
(12 orang) (%)
1. Identitas 7 58,33 Cukup
2. Tujuan pembelajaran 8 66,67 Cukup
3. Materi Pembelajaran 8 66,67 Cukup
4. Metode Pembelajaran 7 58,33 Cukup
5. Kegiatan Pembelajaran 5 41,67 Kurang
6. Penilaian 5 41,67 Kurang
Tabel 5 di atas menunjukkan bahwa Penyusunan RPP Berdasarkan Standar
Proses bagi setiap guru dikategorikan Kurang, dimana prosentase guru yang
dinilai hanya 55,55 % dari 12 orang guru yang menjadi sasaran monitoring dan
evaluasi. Dengan hasil data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa guru perlu
diberikan perlakuan dalam bentuk Pendekatan Outdoor
2. Proses
Implementasi Pendekatan Outdoor dilakukan pada setiap guru yang
dikondisikan dengan kesepakatan antara pengawas dan guru yang bersangkutan.
Implementasi pendekatan ini tentu dikondisikan di luar kelas atau kantor,
sehingga dominasi komunikasi dengan guru rata-rata dilakukan di luar gedung.
Hal ini dimaksudkan untuk memberikan ruang bagi guru untuk lebih interaktif
dan terbuka dalam mencurahkan kendala-kendala yang dihadapi pada setiap tahun
pelajaran.
Tindakan yang diberikan pada setiap guru berbeda dengan guru lainnya,
karena setiap guru berbeda pula permasalahannya masing-masing, walaupun
format isntrumen penilaian yang digunakan untuk mengontrol setiap guru itu
sama, namun tindakan yang diberikan berbeda. Walaupun demikian pendekatan
yang dilakukan sama dengan semua guru, yaitu pendekatan outdoor, dimana
setiap guru dilayani di luar kelas atau gedung. Hal ini dimaksudkan untuk
menyegarkan suasana dan tidak kelihatan kaku pada saat berkomunikasi dengan
pengawas.
3. Hasil Akhir
Hasil implementasi pendekatan Outdoor pada Monitoring dan Evaluasi di
Sekolah Binaan (SMPN 7 Parepare) menunjukkan peningkatan, hal ini mengacu

17
pada instrumen penilaian yang digunakan. Peningkatan tersebut dapat dilihat pada
tabel berikut.
Tabel 6
Administrasi Perencanaan Pembelajaran
Jumlah Guru Prosentase
No. Komponen Kategori
(12 orang) (%)
1. Prota 9 75,00 Baik
2. Promes 10 83,33 Baik
3. Silabus 9 75,00 Baik
4. RPP 10 83,33 Baik
5. Kalender Pendidikan 11 91,67 Baik Sekali
6. Jadwal Tatap Muka 11 91,67 Baik Sekali
7. Agenda Harian 11 91,67 Baik Sekali
8. Daftar Nilai 11 91,67 Baik Sekali
9. Analisis KKM 11 91,67 Baik Sekali
10. Absensi Siswa 12 100,00 Baik Sekali
Tabel 6 di atas menunjukkan bahwa administrasi perencanaan pembelajaran
yang disiapkan oleh guru dikategorikan Baik, dimana prosentase guru yang dinilai
sebesar 87,50 % dari 12 orang guru yang menjadi sasaran monitoring dan
evaluasi. Dengan hasil data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Pendekatan
Outdoor bagi guru sangat dibutuhkan.
Tabel 7
Administrasi Pelaksanaan Penilaian Pembelajaran
Jumlah Prosentase
No. Komponen Guru (12 (%) Kategori
orang)
1. Buku Nilai 9 75,00 Baik
2. Melakukan UH/Mid 10 83,33 Baik
3. Penugasan Terstruktur 11 91,67 Baik Sekali
4. KMTT 10 83,33 Baik
5. Penilaian Psikomotor 9 75,00 Baik
6. Penilaian Akhlak Mulia 10 83,33 Baik
7. Penilaian Kepribadian 11 91,67 Baik Sekali
8. Remedial 9 75,00 Baik
9. Analisis UH 10 83,33 Baik
10. Bank Soal 11 91,67 Baik Sekali

18
Tabel 7 di atas menunjukkan bahwa administrasi pelaksanaan penilaian
pembelajaran yang dilaksanakan guru dikategorikan Baik, dimana prosentase guru
yang dinilai sebesar 83.33 % dari 12 orang guru yang menjadi sasaran monitoring
dan evaluasi. Dengan hasil data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa
Pendekatan Outdoor bagi guru sangat dibutuhkan.
Tabel 8
Pemahaman Kompetensi Guru
Jumlah Guru
No. Komponen Prosentase (%) Kategori
(12 orang)
1. Pedagogik 10 83,33 Baik
2. Sosial 10 83,33 Baik
3. Kepribadian 11 91,67 Baik Sekali
4. Profesional 11 91,67 Baik Sekali
Tabel 8 di atas menunjukkan bahwa pemahaman kompetensi guru
dikategorikan Baik, dimana prosentase guru yang dinilai sebesar 87,50 % dari 12
orang guru yang menjadi sasaran monitoring dan evaluasi. Dengan hasil data
tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Pendekatan Outdoor bagi guru sangat
dibutuhkan.
Tabel 9
Pemahaman Tupoksi
Jumlah Prosentase
No. Komponen Guru (12 (%) Kategori
orang)
1. Dasar Hukum 9 75,00 Baik
2. Tupoksi 10 83,33 Baik
3. Pengembangan Profesi 11 91,67 Baik Sekali
4. Perencanaan 10 83,33 Baik
5. Kegiatan inti Pembelajaran 11 91,67 Baik Sekali
6. Jenis tes 10 83,33 Baik
7. PT dan KMTT 11 91,67 Baik Sekali
8. Beban mengajar/mg 11 91,67 Baik Sekali
Tabel 9 di atas menunjukkan bahwa pemahaman Tupoksi bagi setiap guru
dikategorikan Baik, dimana prosentase guru yang dinilai sebesar 86,46 % dari 12
orang guru yang menjadi sasaran monitoring dan evaluasi. Dengan hasil data

19
tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Pendekatan Outdoor bagi guru sangat
dibutuhkan.
Tabel 10
Penyusunan RPP Berdasarkan Standar Proses
Jumlah Guru Prosentase
No. Komponen Kategori
(12 orang) (%)
1. Identitas 9 75,00 Baik
2. Tujuan pembelajaran 10 83,33 Baik
3. Materi Pembelajaran 11 91,67 Baik Sekali
4. Metode Pembelajaran 11 91,67 Baik Sekali
5. Kegiatan Pembelajaran 11 91,67 Baik Sekali
6. Penilaian 11 91,67 Baik Sekali
Tabel 10 di atas menunjukkan bahwa Penyusunan RPP Berdasarkan Standar
Proses bagi setiap guru dikategorikan baik, dimana prosentase guru yang dinilai
sebesar 87,55 % dari 12 orang guru yang menjadi sasaran monitoring dan
evaluasi. Dengan hasil data tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Pendekatan
Outdoor bagi guru sangat dibutuhkan.

20
BAB V

SIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Simpulan
Berdasarkan paparan hasil dan pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan
bahwa implementasi Pendekatan Outdoor pada Monitoring dan Evaluasi di
Sekolah Binaan (SMP Negeri 7 Parepare) dilakukan selama kurang lebih tiga
bulan secara berkesinambungan sehingga dapat memberikan pengaruh positif
terhadap peningkatan mutu pembelajaran dengan prosentase kenaikan sebesar
35% dari rerata penilaian yang dikategorikan Kurang menjadi kategori Baik.
Hal ini dapat dikatakan bahwa implementasi pendekatan Outdoor adalah
salah satu bentuk strategi untuk mengatasi masalah kepengawasan pada sekolah
binaan. Dengan implementasi ini memberikan pengaruh bagi stake holder atau
warga sekolah terhadap pelaksanaan monitoring dan evaluasi pembelajaran yang
berimbas pada pembelajaran yang menyenangkan.
B. Rekomendasi
Mengacu pada simpulan di atas, maka direkomendasikan bahwa
pelaksanaan kepengawasan bagi pengawas sekolah sebaiknya ;
1. Intensitas jalinan komunikasi kepada setiap warga sekolah (guru dan kepala
sekolah) lebih ditingkatkan, dengan kata lain bahwa kunjungan ke sekolah
binaan bukan hanya bila akan melakukan tugas kepengawasan.
2. Warga sekolah sebagai mitra kerja yang dapat dijadikan sumber informasi
dalam pelaksanaan kepengawasan sehingga dapat tercipta hubungan yang
lebih familiar dan menyenangkan bagi setiap warga sekolah.

21
DAFTAR PUSTAKA

Nanang Fattah. 1996. Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung: Remaja


Rosdakarya

Soekartawi, 1995. Monitoring Dan Evaluasi, Proyek Pendidikan. Jakarta :


Pustaka Jaya

Zamroni. 2007. Meningkatkan Mutu Sekolah: Teori, Strategi dan Prosedur.


Jakarta: PSAP Muhammadiyah.

https://www.babla.co.id/bahasa-inggris-bahasa-indonesia/outdoor

Nurma. 2009. Pengertian Metode dan Pendekatan. (uns.ac.id)

Sagala, Syaiful. 2005. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung : Alfabeta.

Syaiful Bahri, Djamarah. 2005. Guru dan Anak Didik. Jakarta: Rineka Cipta.

22
LAMPIRAN - LAMPIRAN

23
A. Instrumen Penilaian Administrasi Perencanaan Pembelajaran

KETERANGAN
Indikator Komponen Adm. Perencanaan

Tindak Lanjut
Jumlah Skor
PEMBELAJARAN

Nilai
tTatapmuka
Pendidikan
No Nama Guru Mata Pelajaran

Kelender

Agenda
Silabus
Promes

Jadwal

Harian

Absen
Daftar

siswa
Prota

Nilai
RPP

KKM
1.
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Keterangan : Jumlah SKOR : Nilai


4= Ada, Baik Sekali > 36 = Baik Sekali (BS)
3= Ada, Baik 30-35 = Baik (B)
2= Ada, Cukup 26-29 = Cukup (C)
1= Ada, Kurang <26 = Kurang (K)
0= Tidak ada

23
B. Instrumen Penilaian Administrasi Pelaksanaan Penilaian Pembelajaran
Indikator Komponen Adm Pelaksanaan Penilaian

KETERANGAN
PEMBELAJARA

Tindak Lanjut
Jumlah Skor
N

Ulangan harian
Tes(UH,Mid

Nilai
Ahlak Mulia

Kepribadian

Bank Soal
Psikomotor
Melakukan
Buku nilai

Terstruktur
Penugasan

Peniilaian

Remedial
No Nama Guru Mata Pelajaran

Penilaian

Penilaian

Analisis
KMTT
1.
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Keterangan : 4= Ada, Baik Sekali Nilai Jumlah SKOR : > 36 = Baik


3= Ada, Baik 30-35 = Sekali
Baik
2= Ada, Cukup 26-29 = Cukup
1= Ada, Kurang <26 = Kurang
0= Tidak ada

24
C. Instrumen Penilaian Pemahaman Kompetensi Guru
Indikator Pemahaman
Kompetensi
Mata GUR Jumlah
No Nama Kelas U Nilai Keterangan

Profesional
Kepribadian
Pelajaran skor

Pedagogik

Sosial
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

Keterangan : 4= Ada, Baik Sekali Penilaian : Skor 18-20 = Baik Sekali


3= Ada, Baik 13-17 = Baik
2= Ada, Cukup 8-12 = Cukup
1= Ada, Kurang >8 = Kurang
0 = Tidak ada

25
D. Instrumen Penilaian Pemahaman Tupoksi
Indikator Pemahaman Tupoksi guru

Keterangan
PT dan KMTT
Pengembangan
Dasar Hukum

Pembelajaran
Kegiatan inti

mengajar/mg
Mata

Perencanaan
TUPOKSI
No Nama Kelas

Jumlah Skor
Profesi

Jenis tes
Pelajaran

Beban

Nilai
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Keterangan : 4= Ada, Baik Sekali Penilaian : Skor 28-32 = Baik Sekali


3= Ada, Baik 23-27 = Baik
2= Ada, Cukup 14-22 = Cukup
1= Ada, Kurang >14 = Kurang
0= Tidak ada

26
E. Instrumen Penilaian Penyusunan RPP Berdasarkan Standar Proses
Indikator Pemahaman Komponen RPP Klasifikasi

Identitas Kegiatan Pembelajaran Penilaian

Tujuan pembelajaran

Materi Pembelajaran

Keterangan
Tes(ULANGAN)
Pembelajaran

Pengasan Terstru
Tatap Muka

Alokasi waktu
Nama Sekolah

Metode

Jumlah
Pengamatan
K M T T
Kls

NA
No Nama MP

Indikator

(afektif)
KMT
konfirmasi
KD
SK

PT
ekplorasi

elaborasi

T
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Keterangan :
4= Ada, Baik Sekali Jumlah SKOR : 61-68 = Baik Sekali
3= Ada, Baik 44-60 = Baik
2= Ada, Cukup 29-43 = Cukup
1= Ada, Kurang >29 = Kurang
0= Tidak ada

27