Anda di halaman 1dari 5

Syirik, Dosa Besar Yang Paling Besar

khotbahjumat.com/3838-syirik-dosa-besar-yang-paling-besar.html

:Khutbah Pertama
َ َ
،‫ﻤﺎﻟ ِﻨ َﺎ‬
َ ْ ‫ت أﻋ‬ ِ ‫ﺳﻴﺌ َﺎ‬
َ َ‫ﺴﻨ َﺎ و‬ ِ ‫ﺷُﺮوْرِ أﻧ ُْﻔ‬ ُ ‫ﻦ‬ ِ ِ‫ وَﻧ َﻌُﻮْذ ُ ﺑ ِﺎﻟﻠﻪ‬،ِ‫ب إ ِﻟ َﻴ ْﻪ‬
ْ ‫ﻣ‬ ُ ْ‫ﺴﺘ َﻐِْﻔُﺮه ُ وَﻧ َﺘ ُﻮ‬ ْ َ ‫ﻪ وَﻧ‬ ُ ُ ‫ﺴﺘ َﻌِﻴ ْﻨ‬
ْ َ ‫ﻤﺪ ُه ُ وَﻧ‬ َ ‫ﺤ‬
ْ َ ‫ﻤﺪ َ ﻟ ِﻠﻪِ؛ ﻧ‬ ْ ‫ﺤ‬ َ ْ ‫إ ِن اﻟ‬
‫ﺷﻬَﺪ ُ أ َن‬ ْ َ ‫ وَأ‬،‫ﻪ‬
ُ َ‫ﻚ ﻟ‬َ ْ ‫ﺷﺮِﻳ‬ َ ‫ﺣﺪ َه ُ َﻻ‬ ْ َ‫ﻪ و‬ ُ ‫ﻪ إ ِﻻ اﻟﻠ‬
َ
َ َ ‫ﺷﻬَﺪ ُ أﻻ إ ِﻟ‬ ْ َ ‫ وَأ‬،‫ﻪ‬ ُ َ ‫ﻞ ﻓََﻼ ﻫَﺎد ِيَ ﻟ‬ ْ ِ ‫ﻀﻠ‬ ْ ُ‫ﻦ ﻳ‬ ْ ‫ﻣ‬ َ َ ‫ و‬،‫ﻪ‬ ُ َ ‫ﻀﻞ ﻟ‬ ِ ‫ﻣ‬ ُ ‫ﻪ ﻓََﻼ‬ ُ ‫ﻦ ﻳ َﻬْﺪ ِهِ اﻟﻠ‬ ْ ‫ﻣ‬ َ
. ‫ﻤﺎ ﻛ َﺜ ِﻴ ًْﺮا‬ ‫ﻴ‬ِ ‫ﻠ‬ ‫ﺴ‬ ‫ﺗ‬ ‫ﻢ‬ ‫ﻠ‬ ‫ﺳ‬ ‫و‬ ‫ﻦ‬ ‫ﻴ‬ ِ ‫ﻌ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﺟ‬َ ‫أ‬ ‫ﻪ‬ ‫ﺑ‬ ‫ﺎ‬ ‫ﺤ‬ ‫ﺻ‬ َ ‫أ‬ ‫و‬ ‫ﻪ‬ِ ‫ﻟ‬ ‫آ‬ ‫ﻰ‬ َ ‫ﻠ‬َ ‫ﻋ‬ ‫و‬ ‫ﻪ‬ ‫ﻴ‬َ ‫ﻠ‬َ ‫ﻋ‬ ‫ﻪ‬ ‫ﻠ‬ ‫ﻟ‬ ‫ا‬ ‫ﻰ‬ ‫ﻠ‬ ‫ﺻ‬ ‫؛‬ ‫ﻪ‬ ُ ‫ﻟ‬ ‫ﻮ‬ ‫ﺳ‬ ‫ر‬ ‫و‬ ‫ه‬ ‫ﺪ‬ ‫ﺒ‬ َ ‫ﻋ‬ ً ‫ا‬ ‫ﺪ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﺤ‬ ‫ﻣ‬
َ
ً ْ ْ َ َ َ َ ْ َ ْ ِ ِ َ ْ َ ِ َ ْ ِ ُ َ ُ ْ ُ ََ ُ ُ ْ َ ُ
َ َ
:ِ‫ﻋﺒ َﺎد َ اﻟﻠﻪ‬
ِ ‫ن‬ ِ ْ ‫ﻤﺆ‬
َ ْ‫ﻣﻨ ُﻮ‬ ُ ‫أﻣﺎ ﺑ َﻌْﺪ ُ أﻳﻬَﺎ اﻟ‬

ُ‫ﺧﻴ ُْﺮ َزاد ٍ ﻳ ُﺒﻠﻎ‬ َ ِ ‫ﺟﻞ وَﻋ ََﻼ ﻫ‬


َ ‫ﻲ‬ ِ ْ ‫ﺣﻖ ﺗ َْﻘﻮَاه ُ ﻓِﻲ اﻟﺴﺮ وَاﻟ ْﻌَﻠ َﻨ ِﻴ َﺔِ وَاﻟﻐَﻴ‬
َ ِ‫ﺐ وَاﻟﺸﻬَﺎد َةِ ﻓَﺈ ِن ﺗ َْﻘﻮَى اﻟﻠﻪ‬ َ ‫ﻪ ﺗ َﻌَﺎﻟ َﻰ‬
َ ‫ِﺗُﻘﻮْا اﻟﻠ‬
.ِ‫ن اﻟﻠﻪ‬
ِ ‫ﺿﻮَا‬ ْ ِ‫إ ِﻟ َﻰ ر‬

,Ibadallah

Tauhid adalah perintah Allah yang paling besar, sebaliknya syirik (kemusyrikan) adalah
larangan Allah yang paling besar. Barangsiapa mengenal keagungan tauhid dan
mengetahui bahaya kemusyrikan dengan sebenarnya, maka dia akan berusaha
mewujudkan tauhid pada dirinya dan menjauhi kemusyrikan sejauh-jauhnya. Bahkan dia
juga khawatir dan takut terhadap kemusyrikan, jangan sampai terjerumus ke dalamnya,
baik dengan sengaja maupun tidak sengaja. Karena banyak orang mengetahui syirik itu
dilarang agama, bahkan merupakan dosa yang paling besar, namun karena tidak
memahaminya, maka dia terjerumus di dalamnya dengan tanpa menyadari. Oleh karena itu
.sangat penting kita mengetahuinya untuk meninggalkannya

,Kaum muslimin

1/4
Karena bahaya syirik yang sangat besar sehingga dalam berbagai kesempatan Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam sering mengingatkan kepada para sahabat. Antara lain dalam
:hadits sebagai berikut
َ ُ ‫ل اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠ َﻴﻪ وﺳﻠﻢ أ ََﻻ أ ُﻧﺒﺌ ُﻜ‬ َ َ ‫ﻋ َﻦ ﻋ َﺒﺪ اﻟﺮﺣﻤﻦ ﺑﻦ أ َﺑﻲ ﺑﻜ ْﺮة َ ﻋ‬
ِ‫ﻢ ﺑ ِﺄﻛ ْﺒ َﺮ‬
ْ َ َ َ َ ِ ْ َ ُ َ ِ َ ‫ل ﻗَﺎ‬
َ ‫ﻪ ﻗَﺎ‬ُ ْ ‫ﻪ ﻋ َﻨ‬
ُ ‫ﻲ اﻟﻠ‬ َ ‫ﺿ‬ ِ ‫ﻦ أﺑ ِﻴﻪِ َر‬ ْ َ َ ِ ِ ْ ِ َ ْ ِ ْ ْ
َ‫ل أَﻻ‬
َ ‫ﻣﺘﻜ ِﺌ ًﺎ ﻓََﻘﺎ‬
ُ ‫ن‬ َ َ ‫ﺟﻠ‬
َ ‫ﺲ وَﻛ َﺎ‬ َ َ‫ﻦ و‬ ْ
ِ ْ ‫ك ﺑ ِﺎﻟﻠﻪِ وَﻋ ُُﻘﻮقُ اﻟﻮَاﻟ ِﺪ َﻳ‬ ُ ‫ﺷَﺮا‬ ْ ِ ‫ل اْﻹ‬ َ ‫ل اﻟﻠﻪِ ﻗَﺎ‬َ ‫ﺳﻮ‬ ُ ‫اﻟ ْﻜ َﺒ َﺎﺋ ِﺮِ ﺛ ََﻼﺛ ًﺎ ﻗَﺎﻟ ُﻮا ﺑ َﻠ َﻰ ﻳ َﺎ َر‬
‫ﺖ‬ َ َ ‫ﺳﻜ‬ َ ‫ﻪ‬ ُ َ ‫ﺣﺘﻰ ﻗُﻠ ْﻨ َﺎ ﻟ َﻴ ْﺘ‬ َ ‫ل ﻳ ُﻜ َﺮُرﻫَﺎ‬ َ َ‫ل ﻓ‬
َ ‫ﻤﺎ َزا‬ َ ‫ل اﻟﺰورِ ﻗَﺎ‬ ُ ْ‫وَﻗَﻮ‬

Dari Abdurrahman bin Abi Bakrah, dari bapaknya radhiyallahu ‘anhu , ia berkata, Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perhatikanlah (wahai para sahabat), maukah aku
tunjukkan kepada kalian dosa-dosa yang paling besar?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam
mengatakannya tiga kali. Kemudian para sahabat mengatakan: “Tentu, wahai Rasûlullah.”
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Syirik kepada Allah, durhaka kepada kedua
orang tua,” sebelumnya beliau bersandar, lalu beliau duduk dan bersabda, “Perhatikanlah!
Dan perkataan palsu (perkataan dusta),” beliau selalu mengulanginya sampai kami berkata,
.(“Seandainya beliau berhenti”. (HR. al-Bukhari dan Muslim

Allah Ta’ala memberitakan bahwa Dia tidak akan mengampuni dosa syirik, hal ini jika
:pelakunya tidak bertaubat. Dia berfirman

‫ﻤﺎ‬
ً ‫ﻤﺎ ﻋ َﻈ ِﻴ‬ ْ ِ ‫ﺸﺮ‬
ً ْ ‫ك ﺑ ِﺎﻟﻠﻪِ ﻓََﻘﺪ ِ اﻓْﺘ ََﺮى إ ِﺛ‬ ْ ُ ‫ﻣﻦ ﻳ‬ َ َ ‫ﻤﻦ ﻳ‬
َ َ‫ﺸﺂُء و‬ َ ِ ‫ن ذ َﻟ‬
َ ِ‫ﻚ ﻟ‬ َ ‫ﻣﺎد ُو‬
َ ‫ك ﺑ ِﻪِ وَﻳ َﻐِْﻔُﺮ‬ ْ ُ ‫ﻪ ﻻ َ ﻳ َﻐِْﻔُﺮ أ َن ﻳ‬
َ ‫ﺸَﺮ‬ َ ‫إ ِن اﻟﻠ‬

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala“
dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa
.(mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (an-Nisa`/4:48

Allah Ta’ala juga memberitakan bahwa amal orang-orang musyrik sia-sia, tidak ada nilainya
:di sisi Allah Ta’ala. Dia berfirman
َ َ ِ ‫ﺴﻬِﻢ ﺑ ِﺎﻟ ْﻜ ُْﻔﺮِ أ ُوْﻻ َﺋ‬ َ َ ‫ﺸ ﺮ ﻛﻴ‬
ْ ُ‫ﻤﺎﻟ ُﻬ‬
‫ﻢ وَﻓِﻲ‬ ْ َ ‫ﺣﺒ ِﻄ‬
َ ْ ‫ﺖ أﻋ‬ َ ‫ﻚ‬ ِ ‫ﻦ ﻋ َﻠ َﻰ أﻧُﻔ‬ َ ِ ‫ﺟ ﺪ َ اﻟﻠ ﻪ‬
َ ‫ﺷﺎﻫ ِﺪ ِﻳ‬ ِ ‫ﺴﺎ‬
َ ‫ﻣ‬
َ ‫ﻤُﺮوا‬ َ ِ ِ ْ ‫ﻤ‬
ُ ْ‫ﻦ أن ﻳ َﻌ‬ ُ ْ ‫ن ﻟ ِﻠ‬
َ ‫ﻣﺎ ﻛ َﺎ‬ َ
‫ن‬
َ ‫ﺧﺎﻟ ِﺪ ُو‬َ ‫ﻢ‬ ْ ُ ‫اﻟﻨﺎ ر ِ ﻫ‬

Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang“


mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia amal
.(mereka, dan mereka itu kekal di dalam neraka.” (at-Taubah/9:17

:Demikian juga orang-orang musyrik akan kekal di dalam neraka. Allah Ta’ala berfirman

ْ ُ ‫ﻪ َرﺑﻲ وََرﺑﻜ‬
‫ﻢ‬ َ ‫ﻞ اﻋ ْﺒ ُﺪ ُوا اﻟﻠ‬ ُ ‫ﺳَﺮاِءﻳ‬
ْ ِ ‫ﺢ ﻳ َﺎ ﺑ َﻨ ِﻰ إ‬
ُ ‫ﺴﻴ‬
ِ ‫ﻤ‬ َ ْ ‫ل اﻟ‬
َ ‫ﻢ وَﻗَﺎ‬
َ َ ‫ﻣْﺮﻳ‬
َ ‫ﻦ‬
ُ ْ ‫ﺢ اﺑ‬ُ ‫ﺴﻴ‬ ِ ‫ﻤ‬ َ ْ ‫ﻪ ﻫُﻮَ اﻟ‬
َ ‫ﻦ ﻗَﺎﻟ ُﻮا إ ِن اﻟﻠ‬َ ‫ﻟ ََﻘﺪ ْ ﻛ ََﻔَﺮ اﻟﺬ ِﻳ‬
َ ‫ﺔ وﻣﺄ ْواه اﻟﻨﺎر وﻣﺎ ﻟ ِﻠﻈﺎﻟ ِﻤﻴﻦ ﻣ‬
ٍ ‫ﺼﺎ ر‬
َ ‫ﻦ أﻧ‬ْ ِ َ ِ َ َ ُ ُ َ َ َ َ ‫ﺠﻨ‬ َ ْ ‫ﻪ ﻋ َﻠ َﻴ ْﻪِ اﻟ‬ُ ‫م اﻟﻠ‬ َ ‫ﺣﺮ‬َ ْ ‫ك ﺑ ِﺎﻟﻠﻪِ ﻓََﻘﺪ‬ْ ِ ‫ﺸﺮ‬
ْ ُ ‫ﻣﻦ ﻳ‬ َ ‫ﻪ‬ ُ ‫ِﻧ‬

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah al-“
Masih putera Maryam,” padahal al-Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah
Rabbku dan Rabbmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan)
Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka,
.(tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun.” (al-Ma-idah/5:72

,Ibadallah

Setelah mengetahui bahaya syirik yang begitu dahsyat, maka kita wajib mengetahui
.tentang syirik ini agar selamat darinya
2/4
ٌ ‫ﺷْﺮ‬
artinya ,(‫ك‬ ِ ) Syirik adalah lawan dari tauhid. Syirik dalam bahasa Arabnya adalah: syirk
artinya menjadikan sekutu. Adapun secara istilah syara’, ta’rif ,(‫ك‬ ٌ ‫ﺷَﺮا‬
ْ ِ ‫ )ا‬sekutu, atau isyrak
(pengertian) syirik yang disebutkan ulama bermacam-macam, namun tidak bertentangan,
bahkan saling melengkapi. Di antara ta’rif yang mencakup dan lengkap adalah yang
dijelaskan oleh Syaikh Dr. Ibrahim bin Muhammad al-Buraikan. Beliau menjelaskan, syirik
.memiliki dua makna

:Pertama, makna umum, yaitu

‫ﻪ‬
ُ َ ‫ﺤﺎﻧ‬
َ ْ ‫ﺳﺒ‬
ُ ِ ‫ﺼﻪ‬
ِ ِ ‫ﺼﺎﺋ‬
َ ‫ﺧ‬
َ ‫ﻦ‬
ْ ‫ﻣ‬ َ ْ ‫ﺔ ﻏ َﻴ ْﺮِ اﻟﻠﻪِ ﺑ ِﺎﻟﻠﻪِ ﻓِﻴ‬
ِ َ‫ﻤﺎ ﻫُﻮ‬ ُ َ ‫ﺴﻮِﻳ‬
ْ َ‫ﺗ‬

menyamakan selain Allah dengan Allah di dalam perkara yang termasuk kekhususan-)
.(kekhususan Allah Yang Maha Suci

Yang dimaksudkan dengan “menyamakan” di sini adalah semata-mata persekutuan, sama


saja apakah Allah (dianggap) persis menyerupai selain-Nya pada perkara itu atau Allah
lebih dari selain-Nya pada perkara itu. Berdasarkan makna ini, maka syirik ada tiga macam,
:sebagai berikut

Syirik di dalam rububiyah. Yaitu menyamakan (Allah dengan selain-Nya) di dalam .1


perkara-perkara yang termasuk kekhususan-kekhususan rububiyah (memiliki dan
mengatur alam), atau menisbatkan rububiyah kepada selain Allah, seperti:
menciptakan, memberi rizqi, menghidupkan, dan mematikan. Secara ‘urf
(kebiasaan/istilah ulama), syirik ini dinamakan tamtsiil (menyerupakan) atau ta’thiil
.((meniadakan
Syirik di dalam uluhiyah. Yaitu menyamakan (Allah dengan selain-Nya) di dalam .2
perkara-perkara yang termasuk kekhususan-kekhususan uluhiyah, atau menisbatkan
uluhiyah (hak diibadahi) kepada selain Allah, seperti: (meniatkan) shalat, puasa,
menyembelih (berqurban), nadzar, dan semacamnya (untuk selain Allah). Inilah yang
.dikenal dengan syirik, jika disebutkan secara umum
Syirik di dalam asma’ wash-shifat. Yaitu menyamakan antara Allah dengan makhluk .3
di dalam perkara-perkara dari kekhususan-kekhususan nama-nama dan sifat-sifat
Allah. Secara ‘urf (kebiasaan/istilah ulama), syirik ini dinamakan tamtsîl
.((menyerupakan

Kedua, makna khusus, yaitu menjadikan selain Allah sebagai ma’bûd (yang diibadahi),
.mutha’ (yang ditaati) bersama Allah

Inilah yang segera difahami dari istilah syirik jika disebutkan secara umum di dalam
Alquran, as-Sunnah, dan perkataan Salaf (orang-orang zaman dahulu yang shalih).
Sehingga barangsiapa menjadikan ilah (sesuatu yang diibadahi), dia mengibadahinya atau
mentaatainya dari selain Allah, maka dia adalah orang musyrik -menurut bahasa wahyu
.dan riwayat

Syirik (kemusyrikan) adalah menjadikan sekutu atau tandingan bagi Allah Ta’ala di dalam
rububiyah (perbuatan-Nya), uluhiyah (hak-Nya untuk ditaati secara mutlak dengan penuh
kecintaan dan pengagungan), dan asma’ wa sifat (nama-nama-Nya yang indah dan sifat-
sifat-Nya yang sempurna). Dan yang umum, terjadinya kemusyrikan adalah di dalam

3/4
uluhiyah. Yaitu seseorang berdoa kepada Allah dan kepada selain-Nya, atau
mempersembahkan sesuatu dari jenis-jenis ibadah kepada selain Allah, seperti:
.penyembelihan binatang, nadzar, rasa takut, berharap, dan kecintaan

,Ibadallah

.(Dilihat dari besarnya dosa, syirik terbagi dua, yaitu akbar (besar) dan ash-ghar (kecil

Syirik akbar menggugurkan seluruh amal dan menyebabkan kekal di dalam neraka. Contoh
syirik akbar seperti: Syirik doa, yaitu berdoa kepada orang yang telah mati, patung, pohon,
batu, atau lainnya. Contoh lainnya adalah syirik ketaatan, yaitu mentaati selain Allah di
dalam maksiat, yaitu menghalalkan apa yang Allah haramkan, atau mengharamkan apa
.yang Allah halalkan

Syirik ash-ghar tidak menggugurkan seluruh amal, tetapi juga berbahaya. Di antara
contohnya adalah riya`, ucapan “masya Allah wa syi’ta” (apa yang Allah kehendaki dan
.engkau kehendaki), bersumpah dengan menyebut selain nama (sifat) Allah, dan lainnya

Dilihat dari kaitannya, syirik terbagi tiga, yaitu: syirik dalam hal rububiyah Allah,
uluhiyah Allah, dan asma’ wa shifat. Penjelasan sebagaimana telah disebutkan di
.atas
Dilihat dari bentuknya, syirik terbagi tiga, yaitu: syirik dalam hal keyakinan, perkataan
.atau lafazh, dan syirik perbuatan
.(Di lihat dari keadaannya, syirik terbagi dua, yaitu: jali (nyata) atau khafi (samar

.Semua bentuk syirik harus ditinggalkan, karena semua membahayakan bagi pelakunya
َ
َ‫ﻪ ﻫُﻮ‬ ْ ُ ‫ﺳﺘ َﻐِْﻔُﺮوْه ُ ﻳ َﻐِْﻔْﺮ ﻟ َﻜ‬
ُ ‫ﻢ إ ِﻧ‬ ٍ ْ ‫ﻦ ﻛ ُﻞ ذ َﻧ‬
ْ ‫ﺐ ﻓَﺎ‬ ْ ‫ﻣ‬
ِ ‫ﻦ‬
َ ْ ‫ﻤﻴ‬
ِ ِ ‫ﺴﻠ‬
ْ ‫ﻤ‬
ُ ‫ﺴﺎﺋ ِﺮِ اﻟ‬ ْ ُ ‫ﻲ وَﻟ َﻜ‬
َ ِ ‫ﻢ وَﻟ‬ ْ ِ‫ﻪ ﻟ‬
َ ‫ﺳﺘ َﻐُْﻔُﺮ اﻟﻠ‬ َ ْ‫ل ﻫَﺬ َا اﻟَﻘﻮ‬
ْ ‫ل؛ وَأ‬ ُ ْ‫ُﻮ‬
.‫ﻢ‬
ُ ْ ‫ﺣﻴ‬
ِ ‫اﻟﻐَُﻔﻮُْر اﻟَﺮ‬

:Khutbah Kedua
َ ْ َ ‫ وَأ‬،‫ﺿﻰ‬
ُ َ‫ﻚ ﻟ‬
،‫ﻪ‬ َ ‫ﺣﺪ َه ُ َﻻ‬
َ ْ ‫ﺷﺮِﻳ‬ ْ َ‫ﻪ و‬
ُ ‫ﻪ إ ِﻻ اﻟﻠ‬َ َ ‫ن َﻻ إ ِﻟ‬
ْ ‫ﺷﻬَﺪ ُ أ‬ َ ‫ﺤﺐ َرﺑﻨ َﺎ وَﻳ َْﺮ‬ َ َ ‫ﻣﺒ َﺎَرﻛﺎ ً ﻓِﻴ ْﻪِ ﻛ‬
ِ ُ ‫ﻤﺎ ﻳ‬ ُ ً ‫ﻤﺪا ً ﻛ َﺜ ِﻴ ْﺮا ً ﻃ َﻴﺒﺎ‬ْ ‫ﺣ‬َ ِ‫ﻤﺪ ُ ﻟ ِﻠﻪ‬
ْ ‫ﺤ‬َ ْ‫ﻟ‬
َ َ ْ َ ‫وَأ‬
.‫ﻦ‬َ ْ ‫ﻤﻌِﻴ‬
َ ‫ﺟ‬ْ ‫ﺤﺒ ِﻪِ أ‬ ْ ‫ﺻ‬ َ َ‫ﻢ ﻋ َﻠ َﻴ ْﻪِ وَﻋ َﻠ َﻰ آﻟ ِﻪِ و‬
َ ‫ﺳﻠ‬
َ َ‫ﻪ و‬ُ ‫ﺻﻠ ﻰ اﻟﻠ‬ َ ‫ﻪ؛‬ ُ ُ ‫ﺳﻮْﻟ‬ُ ‫ﺤﻤﺪا ً ﻋ َﺒ ْﺪ ُه ُ وََر‬ َ ‫ﻣ‬ُ ‫ﺷﻬَﺪ ُ أن‬

:ُ ‫أ َﻣﺎ ﺑ َﻌْﺪ‬

,Kaum muslimin rahimakumullah

Orang yang telah kedatangan keterangan tentang bahaya syirik, sepantasnya segera
bertaubat. Karena sesungguhnya seluruh dosa, termasuk syirik, akan diampuni oleh Allah
Subhanahu wa Ta’ala , dengan syarat jika hamba yang melakukan dosa tersebut bertaubat
:kepada-Nya. Allah Ta’ala berfirman
َ َ ‫ﻋﺒﺎ د ي اﻟ ﺬﻳ‬
َ‫ﻪ ﻫُﻮ‬
ُ ‫ﻤﻴﻌًﺎ إ ِﻧ‬
ِ ‫ﺟ‬
َ ‫ب‬
َ ‫ﻪ ﻳ َﻐِْﻔُﺮ اﻟﺬﻧ ُﻮ‬
َ ‫ﻤﺔِ اﻟﻠﻪِ إ ِن اﻟﻠ‬
َ ‫ﺣ‬ ِ ‫ﻢ ﻻ َﺗ َْﻘﻨ َﻄ ُﻮا‬
ْ ‫ﻣﻦ ر‬ ِ ‫ﺳَﺮﻓُﻮا ﻋ َﻠ َﻰ أﻧُﻔ‬
ْ ِ ‫ﺴﻬ‬ ْ ‫ﻦأ‬َ ِ ِ َ ِ ‫ْ ﻳ َﺎ‬
ِ ‫اﻟ ْﻐَُﻔﻮُر اﻟﺮ‬
‫ﺣﻴ ﻢ‬

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri,
janganlah kamu terputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-
dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
.((az-Zumar/39:53
4/4
‫‪Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang ayat ini: “Ayat yang mulia ini merupakan‬‬
‫‪seruan kepada orang-orang yang bermaksiat, baik orang-orang kafir atau lainnya, untuk‬‬
‫‪bertaubat dan kembali (kepada Allah). Ayat ini juga memberitakan bahwa Allah Tabaraka‬‬
‫‪wa Ta’ala akan mengampuni dosa-dosa semuanya bagi orang-orang yang bertaubat dari‬‬
‫‪dosa-dosa tersebut dan meninggalkannya, walaupun dosa apapun juga, walaupun dosanya‬‬
‫)‪sebanyak buih lautan. Dan tidak benar membawa arti pengampunan Allah (dalam ayat ini‬‬
‫‪dengan tanpa taubat, karena orang yang tidak bertaubat dari syirik tidak akan diampuni‬‬
‫‪.”oleh Allah‬‬

‫‪Semoga Allah selalu menjaga kita dari dosa syirik, yang besar maupun yang kecil, yang‬‬
‫‪nyata maupun yang samar, dan yang kita ketahui maupun tidak kita ketahui. Hanya Allah‬‬
‫‪.Yang Memberi hidayah taufiq‬‬

‫ُ‬ ‫َ َ‬
‫ﻣﻮْرِ‬
‫ﺷﺮ اﻷ ُ‬ ‫ﻢ‪ ،‬و َ َ‬ ‫ﻪ ﻋ َﻠ َﻴ ْﻪِ وَ َ‬
‫ﺳﻠ َ‬ ‫ﺻﻠ ﻰ اﻟﻠ ُ‬ ‫ﺤ ﻤﺪ ٍ َ‬ ‫ﻣ َ‬‫ﺧﻴ َْﺮ اﻟﻬُﺪ َى ﻫُﺪ َى ُ‬ ‫م اﻟﻠﻪِ‪ ،‬وَ َ‬ ‫ﺚ ﻛ ََﻼ ُ‬‫ﺤﺪ ِﻳ ْ ِ‬ ‫ﺻﺪ َقَ اﻟ َ‬ ‫ﻤﻮْا أن أ ْ‬ ‫وَاﻋ ْﻠ َ ُ‬
‫ﻤﺎﻋ َﺔِ ‪.‬‬‫ﺠ َ‬‫ﻤﺎﻋ َﺔِ ﻓَﺈ ِن ﻳ َﺪ َ اﻟﻠﻪِ ﻋ َﻠ َﻰ اﻟ َ‬ ‫ﻢ ﺑ ِﺎﻟ ْ َ‬
‫ﺠ َ‬ ‫ﺔ‪ ،‬وَﻋ َﻠ َﻴ ْﻜ ُ ْ‬
‫ﺿَﻼﻟ َ ٌ‬
‫ﺔ‪ ،‬وَﻛ ُﻞ ﺑ ِﺪ ْﻋ َﺔٍ َ‬ ‫ﺤﺪ َﺛ َﺔٍ ﺑ ِﺪ ْﻋ ُ ٌ‬ ‫ﺤﺪ َﺛ َﺎﺗ ُﻬَﺎ‪ ،‬وَﻛ ُﻞ ُ‬
‫ﻣ ْ‬ ‫ﻣ ْ‬
‫ُ‬
‫وﺻﻠﻮا وﺳﻠﻤﻮا رﻋ َﺎﻛ ُﻢ اﻟﻠﻪ ﻋ َﻠ َﻰ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻋ َﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﻛ َ َ‬
‫ﻪ‬ ‫ﻚ ﻓِﻲ ﻛ ِﺘ َﺎﺑ ِﻪِ ﻓََﻘﺎ َ‬
‫ل‪ ﴿ :‬إ ِن اﻟﻠ َ‬ ‫ﻪ ﺑ ِﺬ َﻟ ِ َ‬
‫ﻢ اﻟﻠ ُ‬‫ﻣَﺮﻛ ُ ُ‬
‫ﻤﺎ أ َ‬ ‫ِ َ‬ ‫ُ َ ِ ْ ِ ْ ِ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫َ َ ْ َ َ ُ ْ َ‬
‫ً‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬
‫ﺻﻠ ﻰ‬
‫ل َ‬ ‫ﺴﻠ ِﻴﻤﺎ ﴾ ]اﻷﺣﺰاب‪ ، [٥٦:‬وَﻗَﺎ َ‬ ‫ﻤ ﻮا ﺗ َ ْ‬
‫ﺳﻠ ُ‬ ‫ﺻﻠﻮا ﻋ َﻠﻴ ْﻪِ وَ َ‬ ‫ﻣﻨ ُﻮا َ‬
‫ﻦآ َ‬
‫ن ﻋ َﻠﻰ اﻟﻨﺒ ِﻲ ﻳ َﺎ أﻳﻬَﺎ اﻟﺬ ِﻳ َ‬‫ﺼﻠ ﻮ َ‬ ‫ﻣَﻼﺋ ِﻜ َﺘ َ ُ‬
‫ﻪ ﻳُ َ‬ ‫وَ َ‬
‫ﺸًﺮا(( ‪.‬‬ ‫َ‬
‫ﻪ ﻋ َﻠﻴ ْﻪِ ﺑ ِﻬَﺎ ﻋ َ ْ‬
‫ﺻﻠ ﻰ اﻟﻠ ُ‬‫ﺻ ﻼة ً َ‬ ‫َ‬
‫ﺻﻠﻰ ﻋ َﻠﻲ َ‬ ‫ﻦ َ‬ ‫ﻣ ْ‬‫ﻢ‪َ )) :‬‬
‫ﺳﻠ َ‬ ‫َ‬
‫ﻪ ﻋ َﻠﻴ ْﻪِ وَ َ‬ ‫اﻟﻠ ُ‬

‫ﺠﻴ ْﺪ ٌ‪ ،‬وَﺑ َﺎرِ ْ‬


‫ك‬ ‫ﻣ ِ‬ ‫ﻤﻴ ْﺪ ٌ َ‬‫ﺣ ِ‬‫ﻚ َ‬ ‫ﻢ إ ِﻧ َ‬‫ل إ ِﺑ َْﺮاﻫ ِﻴ ْ َ‬ ‫ﻢ وَﻋ َﻠ َﻰ آ ِ‬ ‫ﺖ ﻋ َﻠ َﻰ إ ِﺑ َْﺮاﻫ ِﻴ ْ َ‬ ‫ﺻﻠﻴ ْ َ‬ ‫ﻤﺎ َ‬ ‫ﺤ ﻤﺪ ٍ ﻛ َ َ‬ ‫ﻣ َ‬ ‫ل ُ‬ ‫ﺤﻤﺪ ٍ وَﻋ َﻠ َﻰ آ ِ‬ ‫ﻣ َ‬‫ﺻﻞ ﻋ َﻠ َﻰ ُ‬ ‫ا َﻟﻠﻬُﻢ َ‬
‫ﻦ‬
‫ض اﻟﻠﻬُﻢ ﻋ َ ِ‬ ‫ﺠﻴ ْﺪ ٌ‪ .‬وَاْر َ‬ ‫ﻣ ِ‬‫ﻤﻴ ْﺪ ٌ َ‬ ‫ﺣ ِ‬ ‫ﻚ َ‬ ‫ﻢ إ ِﻧ َ‬ ‫ل إ ِﺑ َْﺮاﻫ ِﻴ ْ َ‬‫ﻢ وَﻋ َﻠ َﻰ آ ِ‬ ‫ﺖ ﻋ َﻠ َﻰ إ ِﺑ َْﺮاﻫ ِﻴ ْ َ‬ ‫ﻤﺎ ﺑ َﺎَرﻛ ْ َ‬ ‫ﺤ ﻤﺪ ٍ ﻛ َ َ‬
‫ﻣ َ‬ ‫ل ُ‬ ‫ﺤﻤﺪ ٍ وَﻋ َﻠ َﻰ آ ِ‬ ‫ﻣ َ‬‫ﻰ ُ‬
‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬
‫ﻲ‬‫ﻦ‪ ،‬وَأﺑ ِ ْ‬ ‫ن ذ ِيْ اﻟﻨ ُﻮَْرﻳ ْ ِ‬ ‫ﻤﺎ َ‬ ‫ق‪ ،‬وَﻋ ُﺜ ْ َ‬ ‫ﻤَﺮ اﻟَﻔﺎُروْ ِ‬ ‫ﻖ‪ ،‬وَﻋ ُ َ‬ ‫ﻲ ﺑ َﻜ ْﺮِ اﻟﺼﺪﻳ ْ ِ‬ ‫ﻦ؛ أﺑ ِ ْ‬ ‫ﻤﻬْﺪ ِﻳ ِﻴ ْ َ‬‫ﺔ اﻟ َ‬‫ﻦ ا َْﻷﺋ ِﻤ َ‬ ‫ﺷﺪ ِﻳ ْ َ‬‫ﺨﻠ ََﻔﺎِء اﻟﺮا ِ‬ ‫ﻟ ُ‬
‫َ‬
‫ﻦ‪ ،‬وَﻋ َﻨﺎ‬‫ن إ ِﻟ َﻰ ﻳ َﻮْم ِ اﻟﺪﻳ ْ َ‬ ‫ﺴﺎ ٍ‬‫ﺣ َ‬ ‫ﻢ ﺑ ِﺈ ِ ْ‬
‫ﻦ ﺗ َﺒ ِﻌَﻬُ ْ‬ ‫ﻣ ْ‬ ‫ﻦ وَ َ‬ ‫ﻦ اﻟﺘﺎﺑ ِﻌِﻴ ْ َ‬ ‫ﻦ وَﻋ َ ِ‬ ‫ﻤﻌِﻴ ْ َ‬ ‫ﺟ َ‬‫ﺤﺎﺑ َﺔِ أ ْ‬ ‫ﻦ اﻟ ﺼ َ‬ ‫ض اﻟﻠﻬُﻢ ﻋ َ ِ‬ ‫ﻦ ﻋ َﻠ ِﻲ‪ ,‬وَاْر َ‬ ‫ﺴﻨ َﻴ ْ ِ‬
‫ﺤ َ‬ ‫اﻟ َ‬
‫ﻦ‪.‬‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬
‫ﻣﻴ ْ َ‬‫م اﻷﻛَﺮ ِ‬ ‫ﺴﺎﻧ ِﻚ ﻳ َﺎ أﻛَﺮ َ‬ ‫ﺣ َ‬ ‫ﻣﻚ وَإ ِ ْ‬ ‫ﻤﻨﻚ وَﻛَﺮ ِ‬ ‫ﻢ ﺑِ َ‬ ‫ﻣﻌَﻬُ ْ‬‫َ‬

‫ﻦ‪ ،‬ا َﻟﻠﻬُﻢ‬ ‫ﻤﻴ ْ َ‬‫ﺴﻠ ِ ِ‬


‫ﻤ ْ‬ ‫م وَاﻟ ُ‬ ‫ﺳَﻼ َ‬
‫ﻋﺰ اﻹ ِ ْ‬ ‫ﻦ‪ ،‬ا َﻟﻠﻬُﻢ أ َ ِ‬
‫ﻤﻴ ْ َ‬
‫ﺴﻠ ِ ِ‬
‫ﻤ ْ‬ ‫ﺳَﻼ َ‬
‫م وَاﻟ ُ‬ ‫ﻋﺰ اﻹ ِ ْ‬ ‫ﻦ‪ ،‬ا َﻟﻠﻬُﻢ أ َ ِ‬ ‫ﻤﻴ ْ َ‬‫ﺴﻠ ِ ِ‬‫ﻤ ْ‬ ‫م وَاﻟ ُ‬ ‫ﺳَﻼ َ‬ ‫ﻋﺰ اﻹ ِ ْ‬ ‫ا َﻟﻠﻬُﻢ أ َ ِ‬
‫ﻦ‬‫ﻤﻴ ْ َ‬
‫ﺴﻠ ِ ِ‬‫ﻤ ْ‬ ‫ﺧﻮَاﻧ َﻨ َﺎ اﻟ ُ‬ ‫ﻢ‪ ،‬ا َﻟﻠﻬُﻢ اﻧ ْ ُ‬
‫ﺼْﺮ إ ِ ْ‬ ‫ﻪ ﻋ َﻠ َﻴ ْﻪِ وَ َ‬
‫ﺳﻠ َ‬ ‫ﺻﻠ ﻰ اﻟﻠ ُ‬ ‫ﺤ ﻤﺪ ٍ َ‬ ‫ﻣ َ‬
‫ﻚ ُ‬ ‫ﺔ ﻧ َﺒ ِﻴ َ‬
‫ﺳﻨ َ‬
‫ﻚ وَ ُ‬ ‫ﻚ وَﻛ ِﺘ َﺎﺑ َ َ‬ ‫ﺼَﺮ د ِﻳ ْﻨ َ َ‬ ‫ﻦ ﻧَ َ‬ ‫ﻣ ْ‬ ‫ﺼْﺮ َ‬ ‫اﻧ ْ ُ‬
‫ﺣﺎﻓِﻈﺎ ً‬ ‫َ‬
‫ﻢ َ‬ ‫ﻦ ﻟ َﻨ َﺎ وَﻟ َﻬُ ْ‬
‫ن‪ ،‬ا َﻟﻠﻬُﻢ ﻛ ُ ْ‬ ‫ﻣﻜ َﺎ ٍ‬‫ﺸﺎم ِ وَﻓِﻲ ﻛ ُﻞ َ‬ ‫ض اﻟ َ‬‫ﻢ ﻓِﻲ أْر ِ‬ ‫ﺼْﺮﻫُ ْ‬ ‫ن‪ ،‬ا َﻟﻠﻬُﻢ اﻧ ْ ُ‬ ‫ﻣﻜ َﺎ ٍ‬ ‫ﻦ ﻓِﻲ ﻛ ُﻞ َ‬ ‫ﻀﻌَِﻔﻴ ْ َ‬‫ﺴﺘ َ ْ‬ ‫ﻤ ْ‬ ‫اﻟ ُ‬
‫ﻣﺆ َﻳﺪ ًا‪،‬‬‫ﺴ ﺪ دا ً و َ ُ‬ ‫ﻣ َ‬ ‫ﻣﻌِﻴ ْﻨ ًﺎ وَ ُ‬‫وَ ُ‬
‫ا َﻟﻠﻬﻢ واﻏ ْﻔﺮ ﻟ َﻨﺎ ذ ُﻧﺒﻨﺎ ﻛ ُﻠﻪ؛ دﻗﻪ وﺟﻠ َ‬
‫ﻦ‬
‫ﻤﻴ ْ َ‬
‫ﺴﻠ ِ ِ‬
‫ﻤ ْ‬ ‫ﻪ‪ ،‬ا َﻟﻠﻬُﻢ اﻏ ِْﻔْﺮ ﻟ َﻨ َﺎ وَﻟ ِﻮَاﻟ ِﺪ َﻳ ْﻨ َﺎ وَﻟ ِﻠ ْ ُ‬ ‫ﺳﺮه ُ وَﻋ َﻠﻨ َ ُ‬ ‫ﺧَﺮه ُ‪ِ ،‬‬ ‫ﻪ وَآ ِ‬ ‫ﻪ‪ ،‬أ وﻟ َ ُ‬ ‫ُ ِ ُ َ ِ ُ‬ ‫ُ َ ِ ْ َ ََُ‬
‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َْ‬ ‫َ َْ‬
‫ﺣﺐ‬‫ﺤﺒ ﻚ‪ ،‬و َ ُ‬ ‫ﻦ ﻳُ ِ‬‫ﻣ ْ‬ ‫ﺣﺐ َ‬ ‫ﺣﺒ ﻚ‪ ،‬و َ ُ‬ ‫ﺴﺄﻟ ﻚ ُ‬ ‫ت‪ .‬اﻟﻠﻬُﻢ إ ِﻧﺎ ﻧ َ ْ‬ ‫ﻣﻮَا ِ‬ ‫ﻢ وَاﻷ ْ‬ ‫ﻣﻨ ْﻬُ ْ‬
‫ﺣﻴ َﺎِء ِ‬ ‫ت اﻷ ْ‬ ‫ﻤﺆ ْ ِ‬
‫ﻣﻨ َﺎ ِ‬ ‫ﻦ وَاﻟ ُ‬ ‫ﻣﻨ ِﻴ ْ َ‬ ‫ﻤﺆ ْ ِ‬
‫ت وَاﻟ ُ‬‫ﻤﺎ ِ‬ ‫ﺴﻠ ِ َ‬‫ﻤ ْ‬ ‫وَاﻟ ُ‬
‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ﻤ َ‬
‫ﻒ‬
‫ت ﺑ َﻴ ْﻨ ِﻨ َﺎ وَأﻟ ْ‬ ‫ﺢ ذ َا َ‬ ‫ﺻﻠ ِ ْ‬
‫ﻦ‪ .‬اﻟﻠﻬُﻢ أ ْ‬ ‫ﻣﻬْﺘ َﺪ ِﻳ ْ َ‬‫ﺟﻌَﻠﻨ َﺎ ﻫُﺪ َاة َ ُ‬ ‫ن وَا ْ‬ ‫ﻤﺎ ِ‬ ‫ﺣﺒﻚ‪ .‬اﻟﻠﻬُﻢ َزﻳﻨﺎ ﺑ ِﺰِﻳ ْﻨ َﺔِ اﻹ ِﻳ ْ َ‬ ‫ﻞ اﻟﺬ ِيْ ﻳ َُﻘﺮﺑ ُﻨ َﺎ إ ِﻟﻰ ُ‬ ‫اﻟ ﻌ َ َ‬
‫َ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬ ‫ُ‬ ‫َ‬ ‫َ‬ ‫ُ‬
‫ﺖ‬‫ﺳﻨ َﺎ ﺗ َْﻘﻮَاﻫَﺎ‪ ،‬وََزﻛﻬَﺎ أﻧ ْ َ‬ ‫ت ﻧ ُُﻔﻮْ َ‬ ‫ت إ ِﻟﻰ اﻟﻨﻮْرِ‪ .‬اﻟﻠﻬُﻢ آ ِ‬ ‫ﻤﺎ ِ‬ ‫ﻦ اﻟ ﻈﻠ َ‬ ‫ﻣ َ‬ ‫ﺟﻨ َﺎ ِ‬ ‫ﺧﺮ ِ ْ‬ ‫ﻞ اﻟﺴﻼم ِ‪ ،‬وَأ ْ‬ ‫ﺳﺒ ُ َ‬ ‫ﻦ ﻗُﻠﻮْﺑ ِﻨ َﺎ‪ ،‬وَاﻫْﺪ ِﻧ َﺎ ُ‬ ‫ﺑ َﻴ ْ َ‬
‫َ‬
‫ب اﻟﻨﺎرِ‪.‬‬ ‫ﺔ وَﻗِﻨ َﺎ ﻋ َﺬ َا َ‬ ‫ﺴﻨ َ ً‬‫ﺣ َ‬ ‫ﺧَﺮةِ َ‬ ‫ﺔ وَﻓِﻲ اﻵ ِ‬ ‫ﺴﻨ َ ً‬ ‫ﺣ َ‬‫ﻣﻮَْﻻﻫَﺎ‪َ .‬رﺑﻨ َﺎ آﺗ ِﻨ َﺎ ﻓِﻲ اﻟﺪﻧ ْﻴ َﺎ َ‬ ‫ﺖ وَﻟ ِﻴﻬَﺎ وَ َ‬ ‫ﻦ َزﻛﺎﻫَﺎ‪ ،‬أﻧ ْ َ‬ ‫ﻣ ْ‬ ‫ﺧﻴ َْﺮ َ‬ ‫َ‬
‫ﻋ ﺒ ﺎ د ا ﻟ ﻠ ﻪ ‪) ،‬إ ن ا ﻟ ﻠ ْ‬
‫ﻲ ﻳ َﻌِﻈ ُﻜ ُ ْ‬
‫ﻢ‬ ‫ﻤﻨﻜ َﺮِ وَاﻟ ْﺒ َﻐْ ِ‬ ‫ﺸﺎِء وَاﻟ ْ ُ‬ ‫ﺤ َ‬‫ﻦ اﻟ َْﻔ ْ‬‫ن وَإ ِﻳﺘ َﺎِء ذ ِي اﻟ ُْﻘْﺮﺑ َﻰ وَﻳ َﻨ ْﻬَﻰ ﻋ َ ْ‬‫ﺴﺎ ِ‬‫ﺣ َ‬ ‫ل وَاﻹ ِ ْ‬ ‫ﻣُﺮ ﺑ ِﺎﻟ ْﻌَﺪ ْ ِ‬ ‫ﻪ ﻳ َﺄ ُ‬ ‫َ‬ ‫ِ‬
‫ﻪ ﻋ َﻠ َﻴ ْﻜ ُْ‬ ‫ْ‬ ‫َ‬ ‫َ‬
‫ﻢ ﻛ َِﻔﻴﻼ ً‬ ‫َ‬ ‫ﻠ‬ ‫ﻟ‬ ‫ا‬ ‫ﻢ‬ ‫ﺘ‬ ‫ﻠ‬ ‫ﻌ‬ ‫ﺟ‬ ‫ﺪ‬‫َ‬ ‫ﻗ‬ ‫و‬ ‫ﺎ‬ ‫ﻫ‬ ‫ﺪ‬ ‫ﻴ‬ ‫ﻛ‬
‫ْ َ َ َْ َ َ ْ ِ ِ َ َ ْ َ َ ُ ْ‬‫ﻮ‬ ‫ﺗ‬ ‫ﺪ‬ ‫ﻌ‬ ‫ﺑ‬ ‫ن‬ ‫ﺎ‬ ‫ﻤ‬ ‫ﻳ‬ ‫ﻷ‬ ‫ا‬ ‫ا‬ ‫ﻮ‬ ‫ﻀ‬
‫ُ‬ ‫ﻘ‬
‫ُ‬ ‫ﻨ‬ ‫ﺗ‬ ‫ﻻ‬ ‫و‬ ‫ﻢ‬
‫َ ُْ ْ َ َ‬‫ﺗ‬ ‫ﺪ‬ ‫ﻫ‬ ‫ﺎ‬‫َ‬ ‫ﻋ‬ ‫ا‬‫َ‬ ‫ذ‬ ‫إ‬
‫ِ ِ‬ ‫ﻪ‬ ‫ﻠ‬ ‫ﻟ‬ ‫ا‬ ‫ﺪ‬ ‫ﻬ‬ ‫ﻌ‬
‫َِ ْ ِ‬ ‫ﺑ‬ ‫ا‬ ‫ﻮ‬ ‫ُ‬ ‫ﻓ‬‫ﻢ ﺗ َﺬ َﻛُﺮ َ َ ْ‬
‫و‬ ‫أ‬ ‫و‬ ‫*‬ ‫ن‬ ‫و‬ ‫ﻟ َﻌَﻠﻜ ُ ْ‬
‫ﻤﻪ ﻳﺰِد ْﻛﻢ‪ ،‬وﻟﺬ ِﻛ ُْﺮ اﻟﻠﻪِ‬ ‫ﻪ ﻳﺬﻛْﺮﻛﻢ‪ ،‬واﺷﻜ ُﺮوه ﻋﻠﻰ ﻧﻌ ِ‬ ‫ن( ]اﻟﻨﺤﻞ‪ ،[91-90:‬ﻓﺎذﻛﺮوا اﻟﻠ َ‬ ‫ﻣﺎ ﺗ َْﻔﻌَﻠ ُﻮ َ‬ ‫ﻪ ﻳ َﻌْﻠ َ ُ‬
‫ﻢ َ‬ ‫إ ِن اﻟﻠ َ‬
‫ﻢ ﻣﺎ ﺗ ﺼﻨ ﻌ ﻮ ن ‪.‬‬ ‫ﻪ ﻳ ﻌﻠ ُ‬‫أﻛﺒُﺮ‪ ،‬واﻟﻠ ُ‬

‫)‪Diadaptasi dari tulisan Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari di majalah As-Sunnah Edisi‬‬
‫‪.(02/Tahun XVII/1434H/2013‬‬

‫‪5/4‬‬