Anda di halaman 1dari 8

BAB 9

Informasi dan Perwakilan Asimetris

 Ikhtisar Masalah Informasi


 Informasi Asimetris
 Penerapan Lemon Asuransi Kesehatan Prinsip
 Hubungan Agensi
 Proses Informasi Konsumen dan Kualitas
 Kesimpulan

Teori tradisional tentang permintaan, seperti yang telah kita lihat, dimulai dengan
asumsi bahwa individu-individu diberitahu sepenuhnya tentang harga, kuantitas, dan
hubungan perawatan media dan input-input lain dengan tingkat-tingkat kesehatan mereka.
Kami meneliti pengambilan keputusan dalam semua model yang mengambil informasi yang
sempurna. Tergantung pada tujuan dari model tersebut, asumsi semacam ini dapat
dibenarkan bahkan jika ia tidak realistis. Namun, pemahaman yang lebih lengkap tentang
ekonomi kesehatan memerlukan wawasan khusus tentang pengaruh dari berbagai masalah
informasi di pasar-pasar perawatan kesehatan.

Meskipun informasi yang tidak sempurna telah lama dianggap sebagai umum di
seluruh perekonomian kesekahatan, namun hingga sekarang ini wawasan tentang
pengaruh-pengaruhnya yang kurang masih tidak cukup. Ekonomi informasi muncul sebagai
suatu bidang khusus yang berbeda, dan alat-alat yang dibutuhkan untuk meneliti masalah-
masalah informasi telah dikembangkan. Ekonomi kesehatan telah ditingkatkan secara
besar-besaran oleh studi hubungan-hubungan informasi dan perwkilan asimetris. Yang
pertama meliputi situasi-situasi dimana pembeli dan penjual memiliki tingkat-tingkat
informasi yang berbeda; yang terakhir menyangkut situasi-situasi dimana, karena tidak
cukupnya informasi, pembeli atau penjual mengandalkan pada pihak-pihak lain untuk
membantu mengambil keputusan-keputusan.

Tinjauan Isu-isu Informasi


Pasar untuk banyak pelayanan perawatan kesehatan dan untuk jaminan pada
khususnya ditandai oleh tingkat-tingkat penting hubungan informasi dan perwakilan
asimetris. Sebagai contoh, seleksi yang merugikan, sebuah fenomena di mana jaminan
menarik pasien-pasien yang mungkin akan menggunakan pelayanan-pelayanan pada
tingkat yang lebih tinggi daripada rata-rata, timbul dari informasi asimetris. Tampak masuk
akal, dan sebagian besar analis mengakui, bahwa ahli-ahli waris yang potensial memiliki
informasi yang lebih baik daripada penjamin asuransi tentang status kesehatan mereka dan
permintaan atas perawatan kesehatan yang diharapkan. Sebagai akibatnya, bayaran-
bayaran untuk pasien-pasien berisiko lebih tinggi akan dikurangi. Mendorong pasien-pasien
tersebut untuk mengasuransikan terlalu banyak sementara yang sebaliknya berlaku untuk
pasien-pasien berisiko lebih rendah. Fenomena ini, yang akan dibahas lebih lanjut,
mengurangi efisiensi pasar-pasar asuransi kesehatan sambil mendistribusikan kembali
pendapatan dari risiko yang kaya ke risiko yang lebih miskin.

Masalah-masalah informasi dan perwakilan menerangkan banyak karakteristik


penting lainnya dari pasar-pasar perawatan kesehatan. Pilihan yang mungkin untuk
pengiriman perawatan kesehatan oleh rumah sakit nonprofit dan panti-panti asuhan telah
dihubungkan dengan tidak cukupnya informasi pasien dan ketidak-mampuan untuk melihat
kualitas. Bagi beberapa pasien, status nonprofit dapat digunakan sebagai jaminan kembali
kualitas yang lebih tinggi karena keputusan-keputusan dibuat terlepas dari motif
keuntungan. Tidak cukupnya informasi kualitas juga dianggap sebagai motif penting untuk
pemegang asuransi dan langkah-langkah pengaturan lainnya.

Informasi Asimetris

Teori dasar ekonomi mikro biasanya meliputi asumsi bahwa pasar yang dianalisis
menunjukkan informasi yang sempurna. Di bawah kondisi-kondisi informasi yang sempurna,
semua pembuat keputusan, berarti semua konsumen dan produsen, memiliki informasi
lengkap tentang semua harga, dan juga kualitas dari setiap barang atau pelayananh yang
ada di pasar tersebut. Konsumen juga akan diberitahu dengan baik tentang produk seperti
penjual.

Jelas, informasi tidak pernah sempurna di dunia nyata. Namun, teori-teori dalam
banyak disiplin perlu dikembangkan dengan konsep-konsep yang jarang atau tidak pernah
diperoleh secara aktual di dalam prakteknya. Contoh-contoh dari ilmu-ilmu lain meliputi
gagasan tentang vakum sempurna, gerakan tanpa gesekan, atau gagasan tentang titik
geometrik yang tidak memiliki dimensi. Dalam ekonomi, informasi yang sempurna sering
menjadi titik permulaan yang berguna karena sifat-sifat dan prediksi-prediksi dari model-
model standar yang mengandalkan pada asumsi ini dapat dipahami dengan sangat baik.
Tugas peneliti kemudian menilai apakah fungsi aktual dari pasar tertentu cukup dekat ke
perilaku yang diprediksi sehingga model yang diterapkan menjadi berguna, meskipun semua
asumsi model tidak sepenuhnya memuaskan.

Di pihak lain, kasus-kasus telah muncul dimana informasi yang tidak sempurna
tampak menjadi berarti. Selama tiga dekade yang lalu, para ahli ekonomi telah
mengembangkan wawasan-wawasan baru tentang pengaruh dari informasi tidak sempurna
dan asimetris.

TENTANG TINGKAT MASALAH-MASALAH INFORMASI DI SEKTOR KESEHATAN

Sebelum menyelidiki beberapa kontribusi kepada teori informasi ekonomi, kami mulai
dengan menanyakan seberapa umum masalah-masalah informasi di sektor kesehatan.
Jelas bahwa tidak hanya informasi yang tidak sempurna menjadi umum di pasar-pasar
perawatan kesehatan, tetapi juga ada asimetri informasi. Tingkat-tingkat informasi akan
berbeda di antara para peserta di dalam banyak transaksi, seperti antara dokter dan pasien.
Pasien sering diberitahu secara kurang baik dibanding dengan pemberi informasi tentang
kondisinya, perawatan yang ada, hasil-hasil yang diharapkan, dan harga-harga yang
dibebankan oleh para pemberi informasi lainnya. Lebih lanjut, kami menganggap bahwa
masalah-masalah informasi ada di sektor kesehatan yang cukup menyolok untuk
mengharuskan adanya analisis khusus tentang ekonomi informasi.

Meskipun kita dapat mengakui bahwa masalah-masalah informasi timbul di pasar-


pasar perawatan kesehatan, namun kita harus menghindari godaan untuk terlalu banyak
menggeneralisasikan atau menarik batas terlalu jauh. Mengatakan bahwa masalah-masalah
informasi ada di sektor kesehatan bukan berarti bahwa masalah-masalah ini menjadi
bertambah buruk daripada di setiap pasar lainnya.

INFORMASI ASIMETRIS DI PASAR MOBIL BEKAS:

PRINSIP LEMONS
Akerlof (1970) sering dipuji karena memperkenalkan gagasan informasi asimetris
melalui analisis pasar mobil bekas. Meskipun tampak tidak berkaitan dengan perawatan
kesehatan, namun artikel klasiknya berguna untuk diteliti karena dua alasan. Pertama,
artikel tersebut memberitahu kita banyak tentang seleksi yang merugikan dan penyingkapan
seluk-beluk pasar-pasar asuransi kesehatan yang potensial. Seleksi yang merugikan
menjadi salah satu kunci dalam pemahaman kita tentang beberapa isu kontemporer utama
seperti pasien-pasien yang tak diasuransikan dan kinerja dari organisasi-organisasi
pemeliharaan kesehatan atau sistem-sistem pengiriman pelayanan kesehatan lainnya.

Pada contoh Akerlof, mobil-mobil bekas yang tersedia untuk dijual berbeda-beda
kualitasnya sama sekali dari mobil-mobil yang tetap ada dalam kondisi sedang dibuat untuk
sedikit mobil yang lengkap. Asimetri informasi timbul jika, seperti yang sering tampak masuk
masuk, penjualan mengetahui lebih bauk kualitas yang sebenarnya dari mobil-mobil merka
daripada yang diketahui oleh para pembeli potensial. Akerlof menemukan sebuah contoh
yang menunjukkan bahwa kasus-kasus dapat timbul dimana asimetri informasi tersebut
menyebabkan pasar untuk mobil-mobil bekas berjalan kurang baik atau bahkan menghilang
seluruhnya.

Apakah Masar Ada?

Perhatikan apa yang akan terjadi di sini pada informasi asimetris. Anggaplah juru
lelang menyebutkan harga percobaan pertama sebesar $2.000 per mobil. Pada harga ini,
semua pemilik mengetahui akan menjadi berguna bila menjual mobil-mobil mereka, jadi
sebanyak sembilan mobil akan disediakan. Namun, bukan pemilik, mengetahui hanya
distribusi kualitas tetapi tidak kualitas dari masing-masing mobil, akan membuat perkiraan
yang paling baik bahwa sebuah mobil tertentu memiliki kualitas rata-rata; yaitu Q = 1.
Mereka tidak akan membeli mobil apapun dengan harga $2.000, karena mereka bersedia
membayar hanya sebesar $1.500 per unit kualitas. Mereka memperkirakan bahwa semua
mobil memiliki kualitas 1, untuk satu produk $1.500 X 1 = $1.500, yang adalahkurang dari
$2.000 yang diminta. Mereka akan bersedia membeli mobil hanya jika harganya kurang dari
atau sama dengan $1.500.

Jadi juru lelang, barangkali mencoba untuk mengakomodasi pembeli-pembeli


potensial, mencoba harga yang lebih rendah, katakanlah $1.500. Sayangnya, dengan harga
ini, pemilik dua mobil yang terbaik akan menarik diri dari pasar tersebut. Mengapa? Pemilik
mobil dengan 2 unit kualitas menerima hanya $1.500/2, atau $750 per unit kualitas; pemilik
mobil dengan 1¾ akan bertindak dengan cara yangsama. Penarikan dua mobil terbaik
menyebabkan kualitas rata-rata dari tujuh mobil yang tersisa menurun.

Informasi Tidak Sempurna Versus Asimetris

Untuk melihat bahwa masalahnya adalah informasi asimetris daripada informasi


tidak sempurna bagi pembeli dan penjual, perhatikan apa yang akan terjadi jika informasi
telah menjadi simetris. Anggaplah, secara khusus, bahwa pemilik dan nonpemilik merasa
tidak pasti akan kualitas, bahwa mereka mengetahui hanya kualitas rata-rata dari mobil-
mobil bkas di pasar tersebut. Sekali lagi, misalkan juru lelang tersebut memulai dengan
harga percobaan sebesar $2.000 per mobil. Semua pemilik, dengan perkiraan mereka yang
terbaik, dapat menganggap bahwa mobil mereka memiliki kualitasrata-rata, dan bahwa rata-
rata sekali lagi akan menjadi Q = 1. Dengan demikian, dengan harga $2.000 per mobil,
sebanyak sembilan mobil akan ditawarkan untuk dijual. Namun, nonpemilik akan bersedia
membayar paling tinggi $1.500 berdasarkan perkiraan mereka bahwa sebuah mobil tertentu
memiliki kualitasrata-rata (yaitu, $1.500 per unit kualitas, dikalikan dengan kualitas yang
diharapkan Q = 1). Sekali lagi, anggaplah juru lelang mencoba untuk mengakomodasi
pembeli potensial dengan menawarkan harga percobaan yang lebih rendah, katakanlah
$1.500. Jika para pemilik mobil mempunyai informasi yang sempurna daripada informasi
yang lebih baik, maka mereka akan mengira bahwa mobil-mobil mereka memiliki kualitas
rata-rata, dan dengan demikian harga (untuk mereka) adalah $1.000 per unit kualitas,
dikalikan dengan kualitas rata-rata dari 1 mobil. Jadi para pemilik bersedia menyediakan
sembilan mobil dengan harga pasar sebesar $1.500, dan para pembeli bersedia
membelinya dengan harga tersebut. Dengan demikian, pasar tetap ada, jelas (persediaan
sama dengan permintaan) jika informasi tersebut adalah simetris – dalam kasus ini sama-
sama buruk untuk kedua belah pihak.

Penerapan Prinsip Lemons: Asuransi Kesehatan

Seleksi yang merugikan merupakan masalah bagi pasar-pasar yang melibatkan


asuransi kesehatan, dan juga bagi para analis yang meneliti manfaat-manfaat relatif dari
persiapan-persiapan pemberi perawatan kesehatan alternatif. Penerapan Prinsip Lemons
pada masalah asuransi kesehatan dapat dilihat secara langsung dengan bantuan dari
contoh sebelumnya, yang merupakan sebuah gambar cermin masalah asuransi.
Asimetri informasi mungkin terjadi di sini karena pihak-pihak potensial yang
diasuransikan mengetahui lebih banyak tentang pengeluaran-pengeluaran kesehatan yang
diharapkan oleh mereka pada waktu yang akan datang daripada yang diketahui oleh
perusahaan asuransi. Untuk jelasnya, anggaplah pihak potensial yang diasuransikan
mengetahui pengeluaran masa depannya secara tepat tetapi perusahaan asuransi
mengetahui hanya distribusi pengeluaran-pengeluaran untuk semua orang yang
diasuransikan.

Sekali lagi, gunakan alat juru lelang untuk menjelaskan hal tersebut. Anggaplah saat
ini juru lelang mencoba harga percobaan pertama sebesar $0! Semua ahli waris yang
potensial pasti akan menuntut jumlah jaminan pada harga ini. Perusahaan asuransi,
mengharapkan pengeluaran rata-rata sebesar $(½)M, akan

memerlukan bayaran sekurang-kurangnya $(½)M.

KETIDAKEFISIENAN SELEKSI YANG TIDAK TEPAT

Contoh ini menjelaskan pengaruh-pengaruh dari seleksi yang tidak tepat. Para analis
industri asuransi kesehatan mengakui bahwa dalam bentuknya yang kurang ekstrim
sekalipun, seleksi tidak tepat akan muncul. Bahkan jika berfungsi, pasar-pasar asuransi
kesehatan berkembang dengan adanya asimetri informasi dari jenis ini, seleksi tidak tepat
yang dihasilkan cenderung mengakibatkan ketidakefisienan ekonomi.

Apa itu ketidakefisienan? Tidak seperti contoh di atas, sedikit orang dapat
mengetahui secara tepat tingkat pengeluaran mereka di masa yang akan datang. Risikonya
adalah alasan utama untuk asuransi. Namun, jika risiko-risiko yang lebih rendah
dikelompokkan dengan risiko-risiko yang lebih tinggi dan semua membayar premi yang
sama, maka risiko-risiko yang lebih rendah menghadapi nilai yang tidak menguntungkan dan
cenderung akan kurang diasuransikan.

Jika asimetri informasi mengancam akan menyebabkan ketidakefisienan dan bahkan


penyingkiran pasar-pasar yang berfungsi dalam beberapa kasus, kita akan mengharapkan
konsumen dan pemberi perawatan kesehatan mengambil jalan pintas ke alat-alat dan
lembaga-lembaga ekonomi lainnya untuk membantu mengatasi masalah tersebut. Untuk
jelasnya, perhatikan kembali contoh mobil bekas. Walaupun masalah lemons di pasar-pasar
mobil bekas menjadi nyata, namun banyak alat ekonomi telah berkembang untuk membantu
mengatasinya. Sebagai contoh, seorang pembeli dapat menyewa montir atau ahli mesin
untuk memeriksa mobil yang menarik, penjual dapat menawarkan garansi, dan perwakilan
atau serikat konsumen dapat muncul untuk memberikan informasi kualitas.

PENILAIAN PENGALAMAN DAN SELEKSI YANG TIDAK TEPAT

Asuransi kelompok dapat menjadi mekanisme yang lebih berguna untuk mengurangi seleksi
yang merugikan atau tidak tepat. Kebanyakan pekerja dan keluarga mereka di Amerika
Serikat diasuransikan melalui rencana-rencana kelompok majikan daripadamelalui
kebijakan-kebijakan individu. Rencana-rencana kelompok memungkinkan penjamin asuransi
melaksanakan penilaian pengalaman, sebuah praktik dimana premi-premi didasarkan pada
pengalaman masa lalu dari kelompok tersebut, atau sistem-sistem penilaian risiko lainnya
untuk memproyeksikan pengeluaran-pengeluaran.

Meskipun penilaian pengalaman dapat mengurangi seleksi yang merugikan, namun


hal itu semakin banyak diserang dengan pertumbuhan cepat rencana-rencana perawatan
yang dikelola seperti organisasi-organisasi pemeliharaan kesehatan (HMO). HMO adalah
organisasi-organisasi yang menerima premi yang telah ditetapkan sebelumnya untuk
memberikan perawatan kesehatan yang dikontrak para pendaftarnya.

HMO dan organisasi-organisasi serupa telah banyak dipromosikan atas kepercayaan


bahwa mereka mempunyai kepentingan diri sendiri yang kuat dalam menghapuskan
perawatan tidak tepat yang dapat direkomendasikan oleh wakil-wakil di dalam sistem-sistem
bayaran untuk pelayanan tradisional.

Hubungan Perwakilan

Hubungan perwakilan dibentuk bilamana peserta (misalnya, pasien) menyerahkan


wewenang pengambilan keputusan kepada pihak lain, wakil. Dalam hubungan dokter
dengan pasien, pasien (peserta) menyerahkan wewenang kepada dokter (wakil), yang
dalam banyak kasus juga akan menjadi pemberi pelayanan yang direkomendasi-kan. Motif
di belakang penyerahan wewenang ini adalah bahwa para peserta mengakui bahwa mereka
rekatif tidak diberitahu tentang keputusan-keputusan paling tepat yang akan dibuat dan
bahwa kekurangan dipecahkan paling baik dengan memiliki wakil yang diberitahu. Dengan
demikian, informasi asimetris dan perwakilan menjadi fenomena yang berhubungan erat.

PERWAKILAN DAN PERAWATAN KESEHATAN

Apa yang akan dilakukan oleh wakil sepenuhnya? Menyusul Culyer (1989), dokter
wakil sepenuhnya memili sebagaimana pasien-pasien mereka sendiri akan memilih jika
hanya pasien-pasien itu yang memiliki informasi yang diurus oleh dokter tersebut. Hal ini
sejalan dengan kode etik kedokteran sampai tingkat perhatian pasien itu sendiri difokuskan
pada kesehatannya. Apabila ada konflik yang timbul, wakil sepenuhnya memfokuskan pada
pilihan-pilihan pasien, bukan pada pilihan-pilihannya sendiri.

Masalah bagi peserta atau pelaku adalah menentukan dan memastikan bahwa wakil
tersebut bertindak demi kepentingan terbaik pelaku. Sayangnya, perbedaan kepentingan
dapat timbul, dan dapat menjadi sulit untuk memperkenalkan penetapan-penetapan atau
kontrak-kontrak yang menghilangkan konflik kepentingan.

Sebagai contoh, Dranove dan White (1987) bertanya mengapa dokter-dokter tidak
dibayar kembali atas dasar perbaikan-perbaikan pada kesehatan pasien. Secara lebih
sederhana, mengapa mereka tidak dibayar kembali hanya jika pasien diobati? Akan tampak
bahwa kontrak seperti itu akan menjadi sebuah alat yang muncul secara alami yang akan
menggabungkan kepentingan-kepentingan pelaku dan pasien. Penulis-penulis tersebut
menjelaskan bahwa tidak adanya kontrak-kontrak dalam perawatan kesehatan terletak pada
masalah informasi asimetris, meskipun dalam kasus ini dokter itulah yang mungkin tidak
memiliki informasi yang cukup tentang kesehatan pasien.