Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM TES

WARTEGG
Dosen Pengampu : Krismi Diah Ambarwati, M.Psi

Oleh :

Eunike S.K Singarimbun 802013030

FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA

2015
LAPORAN TES WARTEGG

I. IDENTITAS SUBYEK
Nama : Eunike Sabrina Karina Singarimbun
Usia : 19 tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Pendidikan Terakhir : SMA
Pekerjaan : Mahasiswa
Suku Bangsa : Karo
Agama : Kristen Protestan
Status Marital : Belum menikah
Urutan Kelahiran : ke-1
Nama Ayah : Tirtanadi Singarimbun
Nama Ibu : Frida Riyani

II. LATAR BELAKANG SUBYEK


Subjek adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Subjek memiliki hubungan
yang cukup baik dengan orangtuanya dan saudara-saudaranya. Sekarang subjek
sedang berkuliah dan berada jauh dari orangtua dan saudara-saudaranya.
Komunikasi antara subjek dan orangtuanya kurang baik, selama ini komunikasi
subjek dengan orangtuanya hanya melalui short message ataupun via telepon.
Jika ada keperluan, orangtua subjek menghubungi subjek, begitu pula subjek
menghubungi orangtuanya. Komunikasi subjek dengan saudaranya khususnya
adik perempuan subjek sangat baik. Meskipun tidak setiap hari berkomunikasi
dengan adik perempuannya, tetapi subjek selalu menghubungi adik
perempuannya setiap ada permasalahan ataupun hanya sekedar untuk bercerita.
Dalam perkuliahannya subjek tidak memiliki masalah dan dapat mengikuti
pelajaran dengan baik. Sebelumnya subjek juga belum pernah tinggal kelas
selama belajar di sekolah. Subjek memiliki tiga teman terdekatnya dan
menamainya sebagai “teletubbies”. Hubungan subjek dengan teman-temannya
baik. Subjek dan teman-temannya sering melakukan kegiatan bersama-sama
seperti belajar bersama, makan bersama, ataupun liburan bersama-sama. Subjek
memiliki cukup banyak teman baik teman perkuliahan maupun teman di
etnisnya. Subjek juga sering mengikuti kegiatan-kegiatan bersama teman
etnisnya. Hubungan subjek dengan lingkungannya juga baik karena subjek sering
bertegur sapa dengan orang-orang di lingkungan tempat ia tinggal.
Subjek adalah orang yang mudah dalam penyesuaian diri. Subjek juga ramah
terhadap teman-temannya dan lingkungan sekitarnya. Subjek adalah orang yang
mengikuti norma-norma atau nilai-nilai kehidupan yang ada di masyarakat.
Subjek juga berorientasi pada hal-hal yang konkret dan realistis dan juga subjek
suka dengan hal yang bersifat praktis dan tidak berbelit-belit. Subjek juga
terkadang suka melakukan hal-hal atau tugas-tugas dalam waktu yang
bersamaan. Subjek suka jika melakukan aksi yang besar.

III. JUDUL GAMBAR


 Stimulus 1
Bunga matahari (gambar nomor 5)
 Stimulus 2
Terdapat 3 ikan yang sedang berenang mencari makanan yang terdapat di
akuarium (gambar nomor 6)
 Stimulus 3
Terdapat 7 gedung yang bertingkat dan semakin lama semakin tinggi
tingkatannya (gambar nomor 1)
 Stimulus 4
Sebuah truk yang sedang berada di jalan (gambar nomor 7)
 Stimulus 5
Sebuah palu yang berada di meja persidangan (gambar nomor 4)
 Stimulus 6
Sebuah mobil jeep yang berada di jalan (gambar nomor 3)
 Stimulus 7
Terdapat 4 botol yang berisi cairan kimia di laboratorium
(gambar nomor 8)
 Stimulus 8
Sebuah payung (gambar nomor 2)

 Gambar yang paling disukai


Terdapat 3 ikan yang sedang berenang mencari makanan yang terdapat di
akuarium (stimulus 2, gambar nomor 6)
 Gambar yang paling tidak disukai
Sebuah truk yang sedang berada di jalan (stimulus 4, gambar nomor 7)
 Gambar yang paling mudah
Terdapat 7 gedung yang bertingkat dan semakin lama semakin tinggi
tingkatannya (stimulus 3, gambar nomor 1)
 Gambar yang paling sukar
Bunga matahari (stimulus 1, gambar nomor 5)

IV. DRAWING TIME


Tanggal Tes : 5 Oktober 2015
Waktu Tes : 14.40 menit

V. ANALYSIS OF PROFILE
A. EMOTION

Subjek termasuk dalam Emotion-Seclusive. Hal ini mengindikasikan bahwa


subjek merupakan individu yang tidak menyenangi dunia luar, kurang peka
terhadap keadaan lingkungannya, lebih memperhatikan diri sendiri, adanya minat
yang stabil, kecenderungan untuk membesarkan konflik-konflik diri dan
kecemasan yang dihadapi, minat dan perhatian yang besar terhadap kehidupan
pribadinya sendiri, sensivitas yang besar, mudah menarik diri oleh karena mudah
depresi, dan tidak mampu melihat realitas.

Menurut hasil interpretasi terhadap gambar subjek, ia memiliki score yang


tinggi pada soft. Hal tersebut menunjukkan bahwa individu mempunyai perasaan
halus, kurang hangat dalam bergaul, cenderung pasif/depresif, lebih suka segala
sesuatu yang bersifat intelektual, abstrak, dan spiritual.

B. IMAGINATION

Subjek termasuk dalam Imagination-Combining. Hal ini mengindikasikan


bahwa subjek merupakan individu yang memiliki imajinasi didasarkan pada
persepsinya terhadap realitas, senantiasa menghubungkan segala sesuatu yang
dialami dengan keadaan sekelilingnya atau dengan persepsinya terhadap
realitas/norma-norma standart yang ada di lingkungan kehidupannya, dominan
taat terhadap nilai-nilai standart dan norma-norma kehidupan yang ada di
masyarakat.

Menurut hasil interpretasi terhadap gambar subjek, ia memiliki score yang


tinggi pada symmetric. Hal tersebut menunjukkan bahwa individu memiliki sikap
spontan, sifat tertutup, dan kurang memiliki gairah dalam menjalani kehidupan.
C. INTELECT

Subjek termasuk dalam Intellect-Practical. Hal ini mengindikasikan bahwa


subjek merupakan individu yang mempunyai pemikiran yang didasarkan pada
hasil persepsi, hasil observasi, dan tingkat kesadaran yang penuh, pemikiran-
pemikiran diekspresikan secara langsung sehingga merupakan individu yang
kaku, senantiasa berorientasi pada realitas, dan menyenangi segala sesuatu yang
bersifat konkret.

Menurut hasil interpretrasi terhadap gambar subjek, ia memiliki score yang


tinggi pada object. Hal tersebut menunjukkan bahwa subjek merupakan individu
yang cenderung menyukai segala sesuatu yang bersifat praktis dan bersifat
sederhana, memiliki kecenderungan materialistis, dan memiliki penyesuaian
yang baik.

D. ACTIVITY

Subjek termasuk dalam Activity-Dinamic. Hal ini mengindikasikan bahwa


subjek merupakan individu yang mudah memasuki lingkungan yang baru,
mempunyai keyakinan diri yang besar, senantiasa antusias terhadap sesuatu,
mempunyai kemampuan melakukan tugas-tugas pada waktu yang sama,
mempunyai mobilitas yang tinggi, kadang suka mengerjakan segala sesuatu yang
sebenarnya tidak diperlukan, senang bila melakukan aksi yang besar dan senang
membanggakan diri sendiri.

Menurut hasil interpretrasi terhadap gambar subjek, ia memiliki score yang


tinggi pada full. Hal tersebut menunjukkan bahwa subjek merupakan individu
yang mempunyai spontanitas dan vitalitas yang tinggi.

VI. STIMULUS DRAWING RELATION (SDR)


A. SDR TUNGGAL
Stimulus 1 : dijadikan gambar bunga matahari. Hal ini sesuai dengan sifat
stimulus yang kecil, terpusat, sentral. Keadaan ini
mengindikasikan bahwa subjek memiliki rasio lebih kuat
daripada emosi, mampu menempatkan diri, kontrol ego baik.
Stimulus 2 : dijadikan gambar 3 ikan yang sedang berenang mencari
makanan yang terdapat di akuarium. Hal ini sesuai dengan
sifat stimulus yang feminim, lepas, hidup, bukan gambar
teknis. Keadaan ini mengindikasikan bahwa subjek memiliki
penyesuaian perasaan, penyesuaian dalam diri.
Stimulus 3 : dijadikan gambar 7 gedung bertingkat dan semakin lama
semakin tinggi tingkatannya. Hal ini sesuai dengan sifat
stimulus yang teratur, meninggi, urut. Keadaan ini
mengindikasikan bahwa subjek memiliki dorongan atau
motivasi untuk maju, ulet, percaya diri.
Stimulus 4 : dijadikan gambar sebuah truk yang sedang berada di jalan.
Hal ini tidak sesuai dengan sifat stimulus yang kokoh, statis,
gelap. Keadaan ini mengindikasikan bahwa subjek tidak
diharapkan tidak diulang, tidak ditambah gelap karena
menunjukkan kecemasan, kemampuan mengatasi stress yang
cukup.
Stimulus 5 : dijadikan gambar sebuah palu yang berada di meja
persidangan. Hal ini sesuai dengan sifat stimulus yang teknis,
terorganisir. Keadaan ini mengindikasikan bahwa subjek
memiliki kemampuan menyelesaikan masalah, cara bertindak,
tidak menghindari konflik.
Stimulus 6 : dijadikan gambar mobil jeep yang berada di jalan. Hal ini
sesuai dengan sifat stimulus yang teknis. Keadaan ini
mengindikasikan bahwa subjek memiliki ketajaman persepsi,
tidak berbelit-belit, perencanaan yang baik.
Stimulus 7 : dijadikan gambar 4 botol yang berisi cairan kimia di
laboratorium. Hal ini tidak sesuai dengan sifat stimulus yang
lembut, lentur, halus, feminim. Keadaan ini mengindikasikan
bahwa subjek tidak memiliki ketelitian dan kepekaan.
Stimulus 8 : dijadikan gambar sebuah payung. Hal ini tidak sesuai
dengan sifat stimulus yang besar, lentur, organis, animate,
inanimate. Keadaan ini mengindikasikan bahwa subjek tidak
memiliki kehangatan, easygoing, kemampuan menjalin relasi
sosial.

B. SDR KELOMPOK
Rangsang mekanis (3,4,5,6) : Hal ini menunjukkan bahwa subjek orang
yang afinitas dengan mengidentifikasi
subjek maskulin, praktis, realistis, fungsi
kesadaran lebih mendominasi.
Rangsang organis (1,2,7,8) : Hal ini menunjukkan bahwa subjek orang
yang nonafinitas dan insensibel.
Rangsang rumit (3,5,6,7) : Hal ini menunjukkan bahwa subjek orang
yang afinitas dengan mengidentifikasi
subjek memiliki kemampuan organisasi,
ketajaman perhatian, efisiensi, kemampuan
analisa.
Rangsang sederhana (1,2,4,8) : Hal ini menunjukkan bahwa subjek orang
yang nonafinitas noninsensibel
Rangsang lurus (3,5,6) : Hal ini menunjukkan bahwa subjek orang
yang afinitas dengan mengidentifikasi
subjek dalam intelektual berperan, jujur dan
tegas.
Rangsang lengkung (2,7,8) : Hal ini menunjukkan bahwa subjek orang
yang afinitas dengan mengidentifikasi
subjek memiliki kehalusan, keseimbangan
antara emosi dan intelektual.
Rangsang orientasi (3,5) : Hal ini menunjukkan bahwa subjek orang
yang nonafinitas noninsensibel.
Rangsang kecil (1,7) : Hal ini menunjukkan bahwa subjek orang
yang insensibel dengan mengidentifikasi
subjek tidak lembut, tidak detil, tidak teliti,
tidak kompulsif.
Rangsang lepas (1,2) : Hal ini menunjukkan bahwa subjek orang
yang afinitas dengan mengidentifikasi
subjek spontan, fleksibel, bergairah.
Rangsang dinamis (5) : Hal ini menunjukkan bahwa subjek orang
yang insensibel dengan mengidentifikasi
tidak berani, tidak ada motivasi, tidak
ambisi, tidak kompetisi, tidak memiliki
kecenderungan dominan.
Rangsang statis (4) : Hal ini menunjukkan bahwa subjek orang
yang insensibel dengan mengidentifikasi
tidak konsisten, tidak realistis
Rangsang besar (8) : Hal ini menunjukkan bahwa subjek orang
yang insensibel dengan mengidentifikasi
subjek tidak memiliki keterbukaan,
memiliki hambatan, tidak memiliki
kehangatan, tidak easygoing.

VII. NONSCORE CRITERIA


Kebanyakan dari gambar subjek dibuat dengan garis yang continue,
yaitu garis yang dibuat sekaligus tanpa ada pengulangan. Hal tersebut
mengindikasikan bahwa subjek merupakan individu memiliki asertivitas yang
baik, tegas dalam mengambil keputusan, mempunyai keyakinan terhadap
kemampuan diri yang baik, mempunyai keterbukaan dalam bersikap dan
emosinya stabil.
Kebanyakan gambar yang dibuat subjek merupakan gambar yang
utuh/lengkap dengan bagian-bagiannya. Ini mengindikasikan kemampuan
untuk mengintegrasikan sesuatu dengan baik, mampu menyeimbangkan aspek
emosi dan aspek rasio dalam bertingkah laku.
Kebanyakan gambar yang dibuat subjek merupakan gambar yang
memiliki unsur pendamping (ada kesatuan atau organisasi). Hal ini
mengindikasikan individu yang mempunyai kemampuan mengorganisasi
dengan baik.
Seluruh gambar yang dibuat subjek merupakan gambar yang
bervariasi, pada tiap kotak memiliki gambar yang berbeda. Hal ini
mengindikasikan bahwa subjek merupakan individu yang mempunyai
kemampuan untuk melakukan imajinasi yang baik dan mempunyai kemampuan
untuk melakukan penyesuaian diri yang baik dengan lingkungan.
Seluruh gambar yang dibuat subjek merupakan gambar dengan
tekanan bentuk garis yang tebal tipisnya tetap. Ini mengindikasikan individu
yang kaku, mempunyai pandangan yang sempit dalam memecahkan masalah.

VIII. PARTICULARITY
Subjek menggambar memerlukan waktu antara 7-15 menit, yaitu empat
belas menit empat puluh detik. Hal ini mengindikasikan bahwa subjek memiliki
kapasitas intelektual yang cukup.
Urutan menggambar subjek adalah terpencar yaitu 3, 8, 6, 5, 1, 2, 4, dan
7. Berdasarkan langkah urutan menggambar tersebut dapat disimpulkan bahwa
subjek mampu menggabungkan antara rangsang maskulin dan feminin
dominansi rasio dan emosi seimbang, penempatan diri baik.
Stimulus yang pertama kali digambar dan dianggap paling mudah
adalah stimulus tiga dan gambar nomor satu yang dijadikan gambar 7 gedung
yang bertingkat dan semakin lama semakin tinggi tingkatannya. Hal tersebut
mengindikasikan bahwa subjek memiliki dorongan/motivasi untuk maju, ulet,
percaya diri.
Stimulus yang dianggap paling susah adalah stimulus nomor satu yang
dijadikan gambar bunga matahari. Hal tersebut mengindikasikan bahwa subjek
memiliki rasio lebih kuat daripada emosi, mampu menempatkan diri, kontrol
ego baik.
Gambar yang dianggap paling disenangi adalah stimulus nomor dua
yang dijadikan gambar 3 ikan yang sedang berenang mencari makanan yang
terdapat di akuarium. Hal ini mengindikasikan bahwa subjek memiliki
penyesuaian dalam diri (interpersonal), penyesuaian perasaan.
Gambar yang paling tidak disukai adalah stimulus nomor empat yang
dijadikan gambar sebuah truk yang sedang berada di jalan. Hal ini
mengindikasikan bahwa subjek diharapkan tidak diulang, tidak ditambah gelap
karena menunjukkan kecemasan, kemampuan mengatasi stress yang kurang.

IX. KESIMPULAN
Subjek merupakan individu yang mempunyai kehangatan, easygoing,
kemampuan yang baik untuk mengadakan interaksi dengan orang lain, mampu
menyesuaikan diri di lingkungan baru yang ditandai dengan subjek memiliki
banyak teman baik dalam lingkungan fakultas, universitas maupun etnis, dan
juga subjek memiliki relasi yang cukup baik dengan tetangga dan lingkungan di
mana subjek tinggal. Hal ini didukung dengan subjek merupakan individu yang
mempunyai kemampuan yang baik untuk mengadakan interaksi dengan orang
lain, memiliki kemampuan untuk menempatkan diri, kontrol ego baik,
memperhatikan tata krama dalam pergaulan, emosional dan fleksibel.

Subjek merupakan individu yang mempunyai imajinasi didasarkan pada


persepsinya terhadap realitas, hasil observasi, dan tingkat kesadaran yang
penuh, pemikiran-pemikiran diekspresikan secara langsung sehingga
merupakan individu yang kaku, senantiasa berorientasi pada realitas, dan
menyenangi segala sesuatu yang bersifat konkret. Hal ini didukung dengan
subjek yang memiliki kemampuan menyelesaikan masalah, cara bertindak, dan
mempunyai kemampuan untuk melakukan penyesuaian diri yang baik dengan
lingkungan.
X. DINAMIKA PSIKOLOGIS

Subjek adalah orang yang memiliki kemampuan yang baik dalam


penyesuaian diri karena subjek memiliki banyak teman baik dalam lingkungan
fakultas, universitas maupun etnis, subjek juga memiliki relasi yang cukup baik
dengan tetangga dan lingkungan di mana subjek tinggal. Subjek juga
merupakan individu yang memiliki kemampuan untuk menempatkan diri
karena subjek memiliki kontrol ego yang baik, memperhatikan tata krama
dalam pergaulan, dan seorang yang fleksibel.

Subjek adalah orang yang memiliki imajinasi dan pemikiran yang


didasarkan pada persepsinya terhadap realitas karena subjek senantiasa
menghubungkan segala sesuatu yang dialami dengan keadaan sekelilingnya
atau dengan persepsinya terhadap realitas/norma-norma standart yang ada di
lingkungan kehidupannya, pemikiran-pemikiran subjek diekspresikan secara
langsung karena subjek suka dengan hal yang bersifat praktis, konkret, dan
tidak berbelit-belit. Subjek juga memiliki kemampuan melakukan tugas-tugas
pada waktu yang sama dan senang melakukan aksi yang besar karena subjek
memiliki keyakinan diri yang besar. Hal ini didukung juga karena subjek sering
mengikuti kegiatan-kegiatan seperti kepanitiaan dan organisasi kampus.