Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Perkembangan teknologi dalam dunia konstruksi di Indonesia ditandai dengan semakin


banyaknya inovasi yang digunakan dalam proses konstruksi. Peranan teknologi bertambah
semakin besar terutama untuk mempermudah proses yang terjadi pada suatu proyek konstruksi.
Salah satu contoh aplikasi teknologi pada proses konstruksi adalah teknologi cetakan beton atau
bekisting.

Pada awalnya, proses pengecoran beton dilakukan secara konvensional dengan


memanfaatkan peralatan dan bahan yang sederhana dan mudah didapat. Hal ini antara lain dapat
dilihat dari sistem cetakan beton (bekisting) yang dipakai, yaitu dengan menggunakan cetakan
atau bekisting konvensional. Yang dimaksud dengan bekisting konvensional adalah suatu sistem
bekisting yang bagian-bagian bekistingnya dibuat dan dipasang in-situ (pada lokasi proyek).

Sejalan dengan semakin berkembangnya dunia konstruksi di indonesia, para pelaku


konstruksi dituntut untuk mencari metode yang lebih baik termasuk dalam memilih jenis cetakan
beton. Saat ini, proyek-proyek gedung yang berskala besar semakin populer dengan penggunaan
bekisting prafabrikasi yang diproduksi oleh beberapa produsen tertentu dengan merek yang
berbeda. Yang dimaksud dengan bekisting prafabrikasi adalah suatu sistem bekisting yang
bagian-bagian bekistingnya telah dibuat di tempat fabrikasi dalam jumlah yang banyak sehingga
di lapangan hanya tinggal menggabungkan bagian-bagian tersebut.

Salah satu contoh proyek yang menggunakan bekisting prafabrikasi adalah proyek
Gedung Telkomsel, Jl. A.P. Pettarani, Makassar. Pada proyek ini, digunakan bekisting dari
produsen PERI.

Dalam hal penggunaan biaya, Bekisting merupakan komponen biaya yang paling besar
dalam pekerjaan beton pada proyek gedung bertingkat dengan lantai tipikal. Biaya untuk
bekisting berkisar antara 40%-60% dari biaya pekerjaan beton atau sekitar 10% dari biaya total
konstruksi gedung (Sumber: Concrete Bekisting System, Award S. Hanna).

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka tugas akhir kami ini akan membahas tentang seberapa
besar biaya pelaksanaan dan selisih biaya antara penggunaan bekisting konvensional dengan
bekisting PERI pada proyek gedung bertingkat.

Adapun yang menjadi objek studi untuk judul tugas akhir kami adalah proyek konstruksi
gedung bertingkat sehingga judul kami pilih untuk tugas akhir kami adalah:
“Analisa Biaya Pelaksanaan Antara Penggunaan Bekisting Konvensional dengan Bekisting
PERI Pada Proyek Gedung Telkomsel”

Tujuan :
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar biaya pelaksanaan dan
selisih biaya antara penggunaan bekisting konvensional dengan bekisting PERI pada proyek
konstruksi gedung bertingkat.

Pokok Bahasan dan Batasan Masalah:

Dalam tugas akhir ini yang akan menjadi pokok bahasan antara lain :
1. perencanaan biaya pekerjaan bekisting konvensional dengan menggunakan analisa
SNI
2. perencanaan biaya bekisting PERI
Batasan masalah dalam tugas akhir ini adalah:
1. Penulisan tugas akhir ini dilakukan pada proyek gedung TELKOMSEL Makassar
2. Penilitian dilakukan pada pekerjaan bekisting
3. Biaya langsung yang diperhitungkan adalah biaya material, alat dan upah,
4. Biaya tidak langsung seperti overhead, profit, pajak tidak diperhitungkan
5. Harga satuan material dan upah yang digunakan adalah harga satuan dari Dinas PU kota
Makassar, tahun 2010
1.4 Metodologi Penelitian

a. Kajian Pustaka

Pada tahap ini dilakukan dengan jalan mengumpulkan referensi-referensi

yang ada baik berupa buku-buku maupun bahan-bahan kuliah yang

berhubungan dengan pokok bahasan ini.

b. Pengumpulan data.

Proses pengumpulan data terkait dengan tugas akhir ini dilakukan

dengan pengambilan data langsung di lokasi proyek yang berhubungan dengan

materi yang akan di bahas.

1.5 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan tugas akhir ini dibagi dalam 5 bab dengan perincian

sebagai berikut :

BAB I : PENDAHULUAN

Merupakan bab yang berisi latar belakang masalah, maksud dan

tujuan penulisan, pokok bahasan dan batasan masalah, metodologi

penelitian serta sistematika penulisan.


BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

Menguraikan teori dasar berdasarkan kajian pustaka tentang

perencanaan time schedule, analisa kebutuhan sumber daya serta

system pengendalian waktu dan sumber daya.

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini akan menguraikan tahapan pengolahan dan analisa data yang

dilakukan.

BAB IV :Analisa Biaya Pelaksanaan Antara Penggunaan Bekisting

Konvensional dengan Bekisting PERI Pada Proyek Gedung

Telkomsel