Anda di halaman 1dari 10

PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 2 No.

01 Februari 2013 ISSN 2302 - 2493

STUDI PENGGUNAAN OBAT PADA PENDERITA DIARE AKUT DI


INSTALASI RAWAT INAP BLU RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU
MANADO PERIODE JANUARI – JUNI 2012

Fras Korompis, Heedy Tjitrosantoso, Lily Ranti Goenawi


Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT MANADO, 95115

ABSTRACT
This study aimed to investigate the characteristics with acute diarrhea treated in inpatient
installation of BLU RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado and overview the treatments.
This study is a descriptive research and data collection as retrospective for 2 months from
November to December 2012 at the Inpatient Installation of BLU RSUP Prof. DR. R. D.
Kandou Manado. The study was conducted on 84 records medical records of acute diarrhea.
The results show all of the patients used ORS (100 %), but accompanied by the use of other
drugs that can help cure the acute diarrhea and treat the other clinical symptoms that
accompany acute diarrhea likes fever and vomiting. Additional treatment that used is zinc by
69%, 58% use antipyretics, antiemetics were 27%, 16% use antibiotics and 12 % use
probiotics.

Keywords : Diarrhea, Acute Diarrhea, Acute Diarrhea Treatments

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita diare akut yang dirawat
di Instalasi Rawat Inap BLU RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado dan melihat gambaran
pengobatan yang di terima pasien. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dan
pengumpulan data dilakukan secara retrospektif selama 2 bulan dari November sampai
Desember 2012 di Instalasi Rawat Inap BLU RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado.
Penelitian dilakukan terhadap 84 catatan rekam medik penderita diare akut. Hasilnya
menunjukkan seluruh penderita menggunakan ORS (100 %), tetapi disertai dengan
penggunaan obat lain yang membantu penyembuhan diare akut dan mengobati gejala – gejala
klinis yang menyertai diare akut seperti demam dan muntah. Pengobatan tambahan yang
digunakan adalah suplemen zinc sebanyak 69 %, antipiretik sebanyak 58 %, antiemetik
sebanyak 27 %, antibiotik sebanyak 16 %, dan probiotik sebanyak 12 %.

Kata Kunci : Diare, Diare Akut, Pengobatan Diare Akut.

42
PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 2 No. 01 Februari 2013 ISSN 2302 - 2493

PENDAHULUAN serta menjadi rumah sakit rujukan pertama


Diare merupakan salah satu di manado sehingga hampir seluruh
penyakit endemik di Indonesia terutama masyarakat di wilayah Manado dan
diare akut. Angka kejadian diare akut di sekitarnya yang sakit dirawat di rumah
sebagian besar wilayah Indonesia hingga sakit ini. Berdasarkan hal tersebut, data
saat ini masih tinggi termasuk angka rekam medik pasien yang menderita diare
morbiditas dan mortalitasnya. Penyebaran akut diharapkan banyak terdapat di rumah
penyakit diare akut ini juga tersebar ke sakit ini.
semua wilayah di Indonesia dengan Penelitian ini bertujuan untuk
penderita terbanyak adalah bayi dan balita. mengetahui karakteristik penderita diare
Berdasarkan riset hasil kesehatan dasar akut dan mengetahui gambaran
(Riset Kesehatan Dasar 2007) yang penggunaan obat pada penderita diare akut
dilakukan oleh Kementrian Kesehatan di Instalasi Rawat Inap BLU RSUP Prof.
pada tahun 2007, diare akut merupakan DR. R. D. Kandou Manado.
penyebab kematian bayi (31,4%) dan METODOLOGI PENELITIAN
balita (25,2%). Pada umumnya diare akut Penelitian ini dilakukan di Instalasi
di Indonesia disebabkan oleh masalah Rawat Inap BLU RSUP Prof. DR. R. D.
kebersihan lingkungan, kebersihan Kandou Manado. Pengumpulan dan
makanan, dan juga infeksi mikroorganisme analisis data dilakukan selama 2 (dua)
(bakteri, virus, dan jamur). Sulawesi utara bulan, yaitu pada bulan November sampai
merupakan salah satu provinsi yang Desember 2012. Penelitian ini termasuk
memiliki angka kejadian yang besar di dalam jenis penelitian survei deskriptif
Indonesia yaitu mencapai 8.593 kasus dengan pengambilan data secara
pada tahun 2007 (Diastyrini, 2009). retrospektif.
Penggunaan obat pada penderita Variabel penelitian adalah segala
diare akut harus berdasarkan pertimbangan sesuatu yang akan menjadi objek
klinis. Karena apabila obat-obat tersebut pengamatan penelitian. Variabel yang
diberikan secara tidak tepat maka akan dugunakan dalam penelitian ini adalah
menyebabkan penyakit diare akut tidak sebagai berikut:
bisa sembuh bahkan akan memperparah. a. Umur pasien.
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) b. Jenis kelamin.
Prof. DR. R. D. Kandou Manado c. Jenis Penyakit Diare Akut
merupakan salah satu rumah sakit terbesar d. Pengobatan yang diterima pasien
43
PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 2 No. 01 Februari 2013 ISSN 2302 - 2493

HASIL DAN PEMBAHASAN


Tabel 1. Karakteristik Penderita Diare Akut di Instalasi Rawat Inap BLU RSUP Prof. DR. R.
D. Kandou Manado ditinjau dari umur.

Variasi Jumlah
Karakteristik Presentase % Total
Kelompok Penderita

< 1 Bulan 6 7,14 %

1 – 5 Bulan 14 16,66 %

6 – 11 Bulan 13 15,47 %

1 – 5 Tahun 36 42,85 % 84
Umur
6 – 10 Tahun 12 14,28 % (100%)

11 – 20 Tahun 1 1,19 %

21 – 30 Tahun 1 1,19 %

> 31 Tahun 1 1,19 %

Tabel 2. Karakteristik Penderita Diare Akut di Instalasi Rawat Inap BLU RSUP Prof. DR. R.
D. Kandou Manado ditinjau dari jenis kelamin.

Variasi Jumlah Presentase


Karakteristik Total
Kelompok Penderita %

Laki – laki 53 63,09 % 84


Jenis Kelamin
Perempuan 31 36,90 % (100%)

44
PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 2 No. 01 Februari 2013 ISSN 2302 - 2493

Tabel 3. Karakteristik Penderita Diare Akut di Instalasi Rawat Inap BLU RSUP Prof. DR. R.
D. Kandou Manado ditinjau dari jenis diare akut berdasarkan keparahan dehidrasi.
Variasi Jumlah
Karakteristik Presentase % Total
Kelompok Penderita

Diare Akut Tanpa


Jenis Diare Akut 34 40,47 %
Dehidrasi
Berdasarkan 84
Keparahan Diare Akut
(100%)
Dehidrasi Dehidrasi Ringan 50 59,52 %
- Sedang

Tabel 4. Tatalaksana Penggunaan Obat ORS Pada Penderita Diare Akut di Instalasi Rawat
Inap BLU RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado.
Jumlah Total
Penderita Persentase Penderita
Jenis Obat
Yang (%) Diare
Menggunakan Akut
ORS Oralit 75 89,28 %
(Oral 84
Pedialyte 4 4,76 %
Rehydration (100%)
Salts) Renalyte 5 5,95 %

Tabel 5. Tatalaksana Penggunaan Suplemen Zinc Pada Penderita Diare Akut di Instalasi
Rawat Inap BLU RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado.

Total
Jumlah Penderita
Jenis Obat Persentase (%) Penderita
Yang Menggunakan
Diare Akut
84
Suplemen Zinc 58 69 %
(100%)

45
PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 2 No. 01 Februari 2013 ISSN 2302 - 2493

Tabel 6. Tatalaksana Penggunaan Obat Antipiretik Pada Penderita Diare Akut di Instalasi
Rawat Inap BLU RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado.
Total
Jumlah
Persentase Penderita
Jenis Obat Penderita Yang
(%) Diare
Menggunakan
Akut
84
Antipiretik Paracetamol 49 58 %
(100%)

Tabel 7. Tatalaksana Penggunaan Obat Antiemetik Pada Penderita Diare Akut di Instalasi
Rawat Inap BLU RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado.
Jumlah Penderita Total
Persentase
Jenis Obat Yang Penderita
(%)
Menggunakan Diare Akut
84
Antiemetik Domperidone 23 27 %
(100%)

Tabel 8. Tatalaksana Penggunaan Obat Antibiotik Pada Penderita Diare Akut di Instalasi
Rawat Inap BLU RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado.
Jumlah
Persentase Total
Jenis Obat Penderita Yang
(%) Penderita
Menggunakan
Ciprofloxacin 1 1,19 %
Cotrimoxazole 5 5,95 %
13
Antibiotik Metronidazole 1 1,19 %
(16% )
Inj. Gentamicine 5 5,95 %
Amoxycillin 1 1,19 %

Tabel 9. Tatalaksana Penggunaan Obat Lain (Probiotik) Pada Penderita Diare Akut di
Instalasi Rawat Inap BLU RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado.
Total
Jenis Pengobatan Jumlah Penderita Yang Persentase
Penderita
Lain Menggunakan (%)
Diare Akut
84
Probiotik 10 12 %
(100%)

46
PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 2 No. 01 Februari 2013 ISSN 2302 - 2493

Tabel 10. Tatalaksana Penggunaan Kombinasi Obat Pada Penderita Diare Akut di Instalasi
Rawat Inap BLU RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado.
Jumlah Penderita Total
Persentase
Jenis Kombinasi Obat Yang Penderita
(%)
Menggunakan Diare Akut
ORS+ Suplemen Zinc 13 15,85 %
ORS+ Antibiotik 4 4,76 %
ORS+ Antipiretik 10 11,90 %
ORS+ Antipiretik+ Antiemetik 4 4,76 %
ORS+ Suplemen Zinc+ Antipiretik 18 21,42 %
ORS+ Suplemen Zinc+ Antiemetik 10 11,90 %
ORS+ Suplemen Zinc+ Antibiotik 1 1,19 %
ORS+ Antipiretik+ Antibiotik 4 4,76 %
ORS+ Antipiretik+ Obat Lain 84
2 2,38 % (100 %)
(Probiotik)
ORS+ Suplemen Zinc+ Obat Lain
5 5,95 %
(Probiotik)
ORS+ Suplemen Zinc+ Antipiretik+
6 7,14 %
Antiemetik
ORS+ Suplemen Zinc+ Antipiretik+
2 2,38 %
Antibiotik
ORS+ Antipiretik+ Antiemetik+
2 2,38 %
Antibiotik
ORS+ Suplemen Zinc+ Antipiretik+
2 2,38 %
Obat Lain (Probiotik)
ORS+ Suplemen Zinc+ Antipiretik+
1 1,19 %
Antiemetik+ Obat Lain (Probiotik)

PEMBAHASAN komplikasi dengan penyakit lain, sehingga


Penelitian dilakukan terhadap 85 data tidak sesuai dengan data yang akan diteliti
rekam medik pasien penderita diare akut oleh peneliti.
BLU RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Penderita diare akut terbanyak
Manado dengan periode januari sampai berdasarkan kriteria kelompok umur
dengan juni 2012. Data yang tidak masuk adalah pada kelompok umur 1 – 5 tahun
dalam kriteria inklusi berjumlah 1 data, yaitu sebanyak 42,85 % (36 penderita).
sehingga jumlah data digunakan hanya 84 Kelompok usia 1- 5 tahun adalah
data. Data dieksklusi karena pasien kelompok anak yang mulai aktif bermain
tersebut menderita diare akut yang dan rentan terkena infeksi penyakit
disebabkan telah menurunnya daya tahan terutama diare. Anak pada kelompok
tubuh karena lanjut usia dan kemungkinan umur ini dapat terkena infeksi bakteri
diare akut yang diderita merupakan penyebab diare pada saat bermain di
47
PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 2 No. 01 Februari 2013 ISSN 2302 - 2493

lingkungan yang kotor serta melalui cara Dari hasil penelitian, dapat dilihat
hidup yang kurang bersih (Wulandari, bahwa penderita diare akut yang di rawat
2012). inap di BLU RSUP Prof. DR. R. D.
Berdasarkan karakteristik jenis Kandou Manado yang menggunakan
kelamin, penderita diare akut terbanyak suplemen zinc adalah 69 % (58 penderita).
adalah berjenis kelamin laki - laki yaitu Pengetahuan mengenai penggunaan
63,09 % (53 penderita) dan perempuan suplemen zinc dalam pengobatan diare
sebanyak 36,90 % (31 penderita). masih kurang sehingga penggunaannya
Aktifitas fisik yang banyak pada laki – laki pada penderita diare akut belum digunakan
remaja dan dewasa dapat membuat kondisi secara menyeluruh.
fisik tubuh cepat mengalami penurunan Hasil penelitian berdasarkan
termasuk penurunan sistem kekebalan penggunaan obat antipiretik, diketahui
tubuh, sehingga lebih beresiko terkena penderita diare akut yang menggunakan
penyakit termasuk diare akut (Pudjiadi S, antipiretik yaitu 59 % (49 penderita).
2010). Antipiretik yang diberikan pada penderita
Hasil penelitian jenis diare akut diare akut di BLU RSUP Prof. DR. R. D.
berdasarkan keparahan dehidrasi, Kandou adalah paracetamol. Antipiretik
diketahui jenis diare akut terbanyak yaitu bukan merupakan pengobatan utama pada
diare akut dehidrasi ringan sampai sedang penderita diare dan hanya digunakan
sebanyak 59,52 % (50 penderita). sesuai dengan indikasi dan gejala yang
Penderita dengan diare akut dehidrasi dialami penderita sehingga tidak semua
ringan sampai sedang merupakan penderita menggunakan obat golongan ini.
penderita terbanyak yang dirawat inap di Hasil penelitian menunjukkan bahwa
rumah sakit karena kemungkinan pasien jumlah penderita diare akut yang di rawat
tersebut menjadi lebih parah cukup besar inap di BLU RSUP Prof. DR. R. D.
sehingga perlunya penanganan medis Kandou Manado yang menggunakan obat
secepatnya (Pramita, dkk, 2005). antiemetik yaitu 27 % (23 penderita).
Hasil penelitian berdasarkan jenis obat Berdasarkan hasil penelitian, obat
ORS yang digunakan oleh penderita diare antiemetik yang digunakan adalah
akut di BLU RSUP Prof. DR. R. D. domperidone. Muntah pada saat diare juga
Kandou Manado, diketahui bahwa seluruh dapat mengakibatkan dehidrasi sehingga
penderita diare akut menggunakan ORS. pemberian obat antiemetik selain
Dari hasil penelitian, ORS yang digunakan menghentikan rasa mual juga membantu
oleh penderita diare akut di BLU RSUP dalam mengurangi kehilangan cairan pada
Prof. Kandou ada 3 yaitu oralit dan saat diare.
pedialyte atau renalyte. Diantara ORS Hasil penelitian menunjukkan bahwa
tersebut, yang paling banyak digunakan jumlah penderita diare akut yang di rawat
adalah oralit sebanyak 75 penderita inap di BLU RSUP Prof. DR. R. D.
(89,28 %). Selain ORS, terdapat Kandou Manado yang menggunakan obat
penggunaan cairan rehidrasi intravena antibiotik hanya berjumlah 16 % (13
IVFD (Intravenous Fluids) yang penderita). Dari hasil penelitian, diketahui
digunakan sebagai pertolongan pertama antibiotik yang digunakan adalah
pada penderita yang sudah banyak ciprofloxacin, cotrimoxazole,
kehilangan banyak cairan pada saat masuk metronidazole, injeksi gentamicine, dan
dan selama perawatan di rumah sakit amoxicillin. Antibiotik yang paling
karena rute intravena mempunyai banyak digunakan adalah cotrimoxazole
bioavailbilitas yang sempurna di dalam dan injeksi gentamicine yaitu 5,95 % (5
tubuh sehingga penderita dapat segera penderita). Cotrimoxazole merupakan
pulih dan bisa segera sembuh. antibiotiotik yang mengandung kombinasi
48
PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 2 No. 01 Februari 2013 ISSN 2302 - 2493

sulfametoksazol dan trimetoprin. Seluruh penderita diare akut di BLU


Cotrimoxazole mempunyai spektrum RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou
aktifitas luas dan efektif terhadap gram menggunakan pengobatan ORS sebagai
positif dan gram negatif termasuk E. coli pengobatan utamanya, tetapi terdapat
yang merupakan bakteri gram negatif serta tambahan pengobatan lain yang membantu
salah satu penyebab utama diare akut, dalam mengobati diare akut dan mengobati
sedangkan gentamicine merupakan gejala – gejala klinis yang menyertai diare
antibiotik golongan aminoglikosida yang akut yaitu tambahan penggunaan suplemen
digunakan untuk membunuh bakteri gram zinc sebanyak 69 %, antipiretik sebanyak
negative (Rosen dan Quinn, 2000). 59 %, antiemetik sebanyak 27 %,
Hasil penelitian berdasarkan antibiotik sebanyak 16 %, serta probiotik
penggunaan obat lain, diketahui penderita sebanyak 12 %.
yang menggunakan obat lain yaitu 12 %
(10 penderita). Obat lain yang digunakan Saran
adalah probiotik. Probiotik diberikan pada Diharapkan kepada pihak BLU RSUP
penderita diare akut untuk membantu Prof. DR. R. D. Kandou Manado agar
penyembuhan diare akut (Anonim, 2011). lebih melengkapi data – data rekam medik
Hasil berdasarkan terapi penggunaan yang berkaitan dengan diare akut serta
obat di atas, diperoleh kombinasi obat lebih membantu apabila ada penelitian
terbanyak yang digunakan oleh penderita selanjutnya.
diare akut di BLU RSUP Prof. Dr. Kandou
adalah kombinasi obat ORS, suplemen DAFTAR PUSTAKA
zinc, serta antipiretik yaitu 34,52 % (29 Adisasmito, W. 2007. Faktor Resiko Diare
penderita). Kombinasi pengobatan ini Pada Bayi dan Balita di
diberikan karena penderita selain Indonesia. Systemic Review
mengalami dehidrasi akibat diare akut, Penelitian Akademik Bidang
juga mengalami demam. Penderita yang Kesehatan Masyarakat,
mengalami gejala lain diberikan tambahan Universitas Indonesia
pengobatan lain seperti, penderita yang Akhmadi. 2009. Upaya pencegahan diare.
mengalami mual dan muntah akan http://www.rajawana.com/artikel/
diberikan antiemetik, dan penderita diare kesehatan/441-upaya-
akut akibat infeksi bakteri akan diberikan pencegahandiare.html. (Diakses
antibiotik, serta akan diberikan obat tanggal 25 September 2012).
probiotik untuk membantu menjaga Anonim. 2011. Probiotik.
keseimbangan mikroflora dalam tubuh. http://www.tumbuhsehat.com/ind
ex.php?option=com_content&vie
KESIMPULAN DAN SARAN w=article&id=72%3Aprebiotik&
Kesimpulan catid=37%3Asistem-
Kelompok umur yang terbanyak digestif&Itemid=1. (Diakses
menderita diare akut adalah kelompok Tanggal 11 Januari 2013).
umur 1 – 5 tahun yaitu 42,85 %. Diastyrini, F. 2009. Pola Penyakit Diare.
Berdasarkan karakteristik jenis kelamin, http://www.dutamasyarakat.com.
penderita diare akut terbanyak adalah (Diakses Tanggal 25 September
berjenis kelamin laki – laki yaitu 63,09 %. 2012).
Jenis diare akut berdasarkan keparahan Pudjiadi S. 2010. Ilmu Gizi Klinis Pada
dehidrasi yang banyak diderita penderita Anak. Jakarta: Balai Penerbit FK
diare akut adalah diare akut dehidrasi UI.
ringan sampai sedang yaitu 59,52 %. Pramita, G, dkk. 2005. Pola Tata Laksana
Diare Akut di Beberapa Rumah
49
PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi – UNSRAT Vol. 2 No. 01 Februari 2013 ISSN 2302 - 2493

Sakit Swasta di Jakarta (Jurnal Including New Recommendations


Sari Pediatri Vol. 6 No. 4). For The Use of ORS and Zinc
Riset Kesehatan Dasar. 2007. Laporan Supplementation for Clinic-
Nasional 2007. Jakarta: Badan Based and Healthcare Workers.
Penelitian dan Pengembangan USA: MOST The USAID
Kesehatan Republik Indonesia. Micronutrient Program .
Rosen, EJ and Quinn FB. 2000. Wulandari, A. 2012. Penanganan Diare di
Microbiology, Infections, and Rumah Tangga Merupakan
Antibiotic Therapy. Upaya Menekan Angka
http://utmb.edu/otoref/grnds/Infe Kesakitan Diare pada Balita
ct-0003/Infect-003.pdf. (Diakses (Jurnal). Universitas Negeri
Tanggal 11 January 2013). Gorontalo
World Health Organization. 2005.
Diarrhoea Treatment Guidelines
.

50
Filename: 8
Directory: G:\jurnal pharmacon\pharmacon ed.3\terbit
Template: C:\Documents and Settings\User\Application
Data\Microsoft\Templates\Normal.dotm
Title:
Subject:
Author: Prince Fras
Keywords:
Comments:
Creation Date: 1/30/2013 1:06:00 AM
Change Number: 27
Last Saved On: 2/5/2013 3:31:00 PM
Last Saved By: User
Total Editing Time: 76 Minutes
Last Printed On: 2/5/2013 3:32:00 PM
As of Last Complete Printing
Number of Pages: 9
Number of Words: 2,495 (approx.)
Number of Characters: 14,222 (approx.)