Anda di halaman 1dari 11

JURNAL ILMU KEPERAWATAN

Volume 1, No. 1, Mei 2013

SUSUNAN REDAKSI DAFTAR ISI


JURNAL ILMU KEPERAWATAN
Daftar Isi ...................................................................................1

Pelindung ASPEK KEPERAWATAN PADA INKONTINENSIA URIN


DR.Dr. Kusworini, M.Kes, Sp.PK Dina Dewi Sartika Lestari Ismail .....................................................3

Pemimpin Redaksi DAMPAK HOME BASED EXERCISE TRAINING TERHADAP KAPASITAS


Ns. Setyoadi, M.Kep, Sp.KepKom FUNGSIONAL PASIEN GAGAL JANTUNG DI RSUD NGUDI WALUYO
WLINGI
Tony Suharsono , Krisna Yetti , Lestari Sukmarini ............................12
1 2 2
Wakil Pemimpin RedaksI
Yulian Wiji Utami, S.Kp, M.Kes EFEK EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica) DALAM
MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN LUKA TERKONTAMINASI PADA
Sekretaris Redaksi TIKUS PUTIH (Rattus novergicus) GALUR WISTAR Sholihatul
Ns. Mifetika Lukitasari, S.Kep
Amaliya , Bambang Soemantri , Yulian Wiji Utami ..........................19
1 2 1

Bendahara Redaksi PENGARUH BUAH MAHKOTA DEWA TERHADAP KADAR


Ns. Niko Dima Kristianingrum, S.Kep KOLESTEROL TOTAL PLASMA PADA TIKUS STRAIN WISTAR
Septi Dewi Rachmawati ..............................................................26
Anggota Redaksi
Ns. Tony Suharsono, M.Kep SENAM DAPAT MENINGKATKAN KESEIMBANGAN TUBUH LANSIA DI
Ns. Kumboyono, M.Kep, Sp.Kom YAYASAN GERONTOLOGI KECAMATAN WAJAK KABUPATEN
Titin Andri Wihastuti, S.Kp, M.Kes MALANG Setyoadi, Yulian Wiji Utami, Sheylla Septina M...................35
Ns. Dina Dewi Sartika Lestari Ismail, M.Kep
Ns. Laily Yuliatun, M.Kep PENGARUH TERAPI MUSIK KLASIK TERHADAP INTENSITAS
Ns. Dian Susmarini, M.N DISMENOREA PRIMER PADA MAHASISWI PSIK-A 2006-2007 FKUB
Ns. Heny Dwi Windarwati, M.Kep, Sp.KepJ MALANG
Laily Yuliatun , Siti Chandra W.B , Kesuma Pertiwi ..........................41
1 2 1
Ns. Retno Lestari, M.Nurs
Ns. Septi Dewi Rahmawati, M.Ng
EFEK LUMATAN DAUN PEPAYA (Carica Papaya L.) TERHADAP
Ns. Fransiska Imavike, M.Nurs
PROSES PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT II DANGKAL PADA
Ns. Heri Kristianto, M.Kep, Sp.KMB
TIKUS PUTIH (Rattus Novergicus) GALUR WISTAR
Kuswantoro Rusca Putra, S.Kp, M.Kep 1 1
Willy Rachmad Wira Utama , Yulian Wiji Utami , Triyudani
Mardaning Raras .....................................................................46
2
Administrasi
Yuyun Nurdiana, A.Md EFEKTIFITAS AUDIOVISUAL SEBAGAI MEDIA PENYULUHAN
KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP
Alamat Redaksi : IBU DALAM TATALAKSANA BALITA DENGAN DIARE DI DUA RUMAH
Gedung Biomedik Lantai 2 SAKIT KOTA MALANG
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
Rinik Eko Kapti , Yeni Rustina , Widyatuti ......................................53
1 2 2
Jalan Veteran Malang 65145
Telepon (0341) 551611, 569117, 567192 EFEKTIVITAS ANTARA PENGGUNAAN EEA (EXPLICIT EKSTERNAL
pesawat 126; AIDS) DENGAN IIA (IMPLICIT INTERNAL AIDS) SEBAGAI MNEMONIC
Fax (62) (0341) 564755 STRATEGY DALAM MENINGKATKAN MEMORI PADA LANSIA
Khumidatun Niswah , Ketut Sudiana , Harmayetty ..........................61
Email : jik@ub.ac.id 1 2 3

Website : www. jik.ub.ac.id


HUBUNGAN KEJADIAN DEPRESI DAN INSOMNIA PADA LANSIA DI
PANTI WERDHA TRESNO MUKTI TUREN MALANG
Renny Nova, Titin Andri Wihastuti, Retno Lestari .............................71

www.jik.ub.ac.id
1
EFEKTIFITAS AUDIOVISUAL SEBAGAI MEDIA PENYULUHAN
KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN
DAN SIKAP IBU DALAM TATALAKSANA BALITA DENGAN DIARE
DI DUA RUMAH SAKIT KOTA MALANG

Rinik Eko Kapti1, Yeni Rustina2, Widyatuti2


1
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
2
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

ABSTRAK
Pengetahuan dan sikap ibu akan membantu penyembuhan balita diare. Media audiovisual merupakan
media penyuluhan yang menarik dan merangsang lebih banyak indera. Tujuan penelitian ini adalah
teriidentifikasinya efektifitas audiovisual sebagai media penyuluhan terhadap perubahan pengetahuan
dan sikap ibu. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental design dengan jumlah
sampel 60 orang. Pengambilan sampel melalui non probability sampling dan pengumpulan data
menggunakan kuesioner yang dianalisis dengan independent t test. Peningkatan pengetahuan dan
sikap setelah penyuluhan antara kontrol dan intervensi terdapat perbedaan yang bermakna
(pengetahuan: p=0,01;α=0.05; sikap: p=0,036;α=0.05). Peneliti merekomendasikan penggunaan media
audiovisual dalam kegiatan penyuluhan dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu.
Kata kunci: media audiovisual, pengetahuan, sikap

ABSTRACT
Mother’s knowledge and attitude will likely assist the healing of children suffering from diarrhea. The aim
of this research was to identify the effectivity of audiovisual as a mean for health teaching in changing
mother’s knowledge and attitude. The design for this research was quasi experimental with 60
respondents. The sample was chosen with non probability sampling, specifically consecutive sampling.
Questionnaire was given all respondents and then analyzed with independent t test. There ware
significant difference in knowledge and attitude improvement between control and intervention groups
after the health teaching (knowledge; p=0,01;α=0.05; attitude: p=0,036;α=0.05). This research
recommended the use of audiovisual as a means for health teaching in order to increase mother’s
knowledge and attitude in health.
Keywords : audiovisual media, knowledge, attitude

Jurnal Ilmu Keperawatan, Vol. I, No. 1, Mei 2013; Korespondensi: Rinik Eko Kapti, Program Studi
Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Jl. Veteran Malang Telp: 0341-569117
pswt 126 Email: rinik.eko@gmail.com

www.jik.ub.ac.id
53
LATAR BELAKANG dan 27,62%, sedangkan persentase penata-
Penyakit diare masih menempati peringkat laksanaan di rumah yang termasuk kategori
kedua penyebab kematian pada anak di bawah kurang masih mencapai angka 40,65% (Santoso,
lima tahun. Di Indonesia, berdasarkan laporan 1996). Penelitian yang terkait dengan sikap ibu
kesehatan Unicef dan WHO (2009), pada tahun menyatakan bahwa persentase sikap ibu yang
2008 angka mortality rate untuk diare pada tidak mendukung masih tinggi yaitu 56,70%
anak-anak di bawah usia lima tahun mencapai (Nurrokhim, 2009).
41 per 1.000 kelahiran hidup dan jumlah
Keberhasilan penyuluhan kesehatan pada
kematiannya mencapai angka 173 per 1000
masyarakat tergantung kepada komponen
penduduk.
pembelajaran. Media penyuluhan kesehatan
Penyakit diare pada bayi dan anak balita merupakan salah satu komponen dari proses
(bawah lima tahun) bisa sangat berbahaya pembelajaran. Media yang menarik akan
karena dapat menyebabkan kematian. memberikan keyakinan, sehingga perubahan
Kematian diakibatkan oleh kekurangan cairan kognitif afeksi dan psikomotor dapat
yang banyak keluar bersama tinja. Menurut dipercepat. Audiovisual merupakan salah satu
Badan Pusat Statistik, Badan Kependudukan media yang menyajikan informasi atau pesan
dan Keluarga Berencana Nasional dan secara audio dan visual (Setiawati dan
Kementerian Kesehatan (2008), dehidrasi Dermawan, 2008).
karena diare merupakan penyebab utama
Hasil studi pendahuluan dengan melakukan
kematian pada bayi dan anak dan kondisi ini
wawancara perawat di salah satu rumah sakit
dapat diatasi dengan rehidrasi oral.
pendidikan dan puskesmas di kota Malang,
Penatalaksanaan penyakit diare di rumah oleh
didapatkan hasil bahwa Jenis media yang saat
orangtua sepertinya belum optimal, hal ini
ini tersedia dan digunakan masih sangat
ditunjukan dengan masih besarnya jumlah
terbatas yaitu leaflet dan lembar balik, namun
pasien diare yang datang kerumah sakit
jika fasilitas mendukung seperti tempat
dengan dehidrasi sedang dan berat.
penyuluhan, LCD dan laptop kadang-kadang
Orangtua akan dapat memberikan penata- menggunakan slide powerpoint.
laksanaan yang tepat jika dibekali dengan
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
pengetahuaan dan mempunyai sikap yang baik.
efektifitas audiovisual sebagai media
Hasil penelitian yang dilakukan di Indonesia
penyuluhan kesehatan terhadap perubahan
tahun 2005 menunjukan bahwa ada hubungan
pengetahuan dan sikap ibu dalam
yang signifikan antara pengetahuan orangtua
penatalaksanaan balita dengan diare. Sehingga
terhadap tanda dehidrasi dengan penggunaan
dapat memberi masukan dan bahan
oral rehydration solution (ORS) sebagai
pertimbangan bagi perawat, tim medis dan
penatalaksanaan di rumah (MacDonald, 2007).
tenaga kesehatan lain di rumah sakit dalam
Penatalaksanaan yang tepat dapat diberikan
meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu
oleh orang tua jika memiliki pengetahuan dan
dengan media audiovisual dalam kegiatan
sikap yang baik.
penyuluhan kesehatan.
Penelitian tentang pengetahuan, sikap dan
penatalaksanaan diare oleh ibu telah dilakukan METODE
dan memberikan hasil bahwa persentase Penelitian ini menggunakan quasi-experimental
tingkat pengetahuan diare yang termasuk design dengan pendekatan rancangan pretest-
cukup dan kurang masih tinggi, yaitu 44,72% posttest control group design. Intervensi
dengan audiovisual diberikan kepada

Jurnal Ilmu Keperawatan - Volume 1, No. 1, Mei 2013


54
kelompok perlakuan; sedangkan kelompok penyuluhan kesehatan. Perlakuan: penyuluhan
kontrol mendapatkan leaflet. Sampel pada kesehatan dilakukan pada hari ke 4. Ibu pada
penelitian ini sebanyak 30 untuk masing- kelompok perlakuan diberikan penyuluhan
masing kelompok, sehingga total sampel kesehatan dengan media audiovisual selama 15
adalah 60 orang. Tehnik pengambilan sampel menit dengan metode kelompok kecil (2-4
menggunakan cara non probability sampling responden). Selama 35 menit ibu mengikuti
jenis consecutive sampling. Kriteria untuk ibu penyuluhan kesehatan, diawali dengan fase
adalah ibu mampu berbahasa Indonesia, orientasi selama 5 menit, pemutaran media
ditegakan diagnosis medis diare oleh dokter, dilakukan selama 15 menit, dan diskusi serta
ibu merawat sendiri balitanya di rumah dan penutup selama 15 menit. Sedangkan pada
balita yang telah menjalani perawatan dua hari kelompok kontrol menerima media leaflet.
dirumah sakit Setelah penyuluhan kesehatan selesai
langsung dilakukan post test untuk mengukur
Alat yang digunakan sebagai pengumpul data
pengetahuan dan sikap ibu.
dalam penelitian ini berupa kuesioner tentang
karakteristik responden, pengetahuan tentang Analisis data pada penelitian ini diolah dengan
penataksanaan diare dan sikap ibu terhadap program statistik. Analisis dilakukan secara
penataksanaan diare. Karakteristik responden univariat dan bivariat. Analisis univariat
meliputi: umur, pendidikan, penghasilan digunakan untuk menjelaskan variabel
keluarga, pengalaman dan informasi tentang pengetahuan, sikap, dan variabel perancu yang
penatalaksanaan diare. sebelum kuesioner meliputi umur, pendidikan, pendapatan,
digunakan, instrument telah diuji validitas dan pengalaman dan informasi dalam merawat
reliabilitasnya. Hasil pengujian pengetahuan anak dengan diare di rumah. Analisis bivariat
memperoleh nilai reliabilitas sebesar 0,904, yang dilakukan pada sampel yang berpasangan
sedangkan untuk sikap reliabilitasnya sebesar digunakan uji t test dependen dan data yang
0,858. tidak berpasangan di uji dengan t test
independent.
Media audiovisual dan leaflet yang digunakan
dibuat berdasarkan tinjauan teoritis. Media ini HASIL
berisi tentang penatalaksanaan diare di rumah
Selama pengumpulan data yang dilakukan
yang meliputi: mencegah terjadinya dehidrasi
mulai tanggal 1 Mei sampai 18 Juni 2010
dengan memberikan cairan yang dianjurkan
didapatkan bahwa rata-rata usia ibu adalah 30
yaitu oralit, larutan gula garam, dan cairan
tahun (95% CI: 28,89-31,37), dengan standar
rumah tangga yang dianjurkan. Menjaga
deviasi 5. Usia responden yang paling muda 22
keadekuatan masukan makanan, larangan
tahun sedangkan usia responden yang tertua
menggunaan obat-obatan anti diare,
adalah 43 tahun.
perawatan kulit selama diare, mencegah
penyebaran infeksi dan mencuci tangan, waktu Tabel 1 Distribusi Usia Ibu dengan Balita Diare
yang tepat anak dibawa ke layanan kesehatan. di Kota Malang Bulan Mei-Juni 2010
Media ini telah mendapatkan persetujuan dari
ruangan untuk digunakan dalam penelitian. Minimal-
Variabel N Mean SD Maksimal 95% CI
Kegiatan penelitian meliputi: kegiatan pre test
dilakukan pada hari ke 3 anak menjalani 28,89-
perawatan, dengan harapan kondisi anak Usia 60 30 5 22-43 31,37
sudah membaik dan perhatian ibu dapat
dialihkan sementara untuk menerima

www.jik.ub.ac.id
55
Data yang berisifat kategorik dianalisis dan Perbedaan Peningkatan Pengetahuan dan
didapatkan bahwa pada kelompok perlakuan Sikap Ibu pada Kelompok Kontrol dan
responden dengan pendapatan keluarga diatas Perlakuan.
satu juta mencapai 80% sedangkan untuk
Perbedaaan peningkatan pengetahuan dan
kelompok kontrol, pendapatan di atas satu juta
sikap ibu diidentifikasi dari selisih nilai
hanya mencapai 53,3%. Pendidikan tinggi pada
pengetahuan dan sikap antara pre test dengan
kelompok perlakuan mencapai 70%; sedangkan
post test pada masing-masing kelompok.
untuk kelompok kontrol responden dengan
pendidikan rendah memiliki presentase yang Tabel 3 Distribusi Peningkatan Rata-Rata
terbanyak yaitu mencapai 53,3%. Responden Pengetahuan dan Sikap Responden
yang memiliki pengalaman merawat balita Di Kota Malang Bulan Mei-Juni 2010
diare mencapai 73,3% sedangkan untuk
kelompok kontrol responden yang memiliki
Intervensi N Mean SD SE p Value
pengalaman merawat balita diare hanya
Pengetahuan
mencapai 53,3% dan responden yang pernah
menerima informasi tentang penatalaksanaan Kontrol 30 12,94 8,53 1,56 0,02
diare di rumah sebelumnya mencapai 66,7%, Perlakuan 30 19,46 10,38 1,89
sedangkan untuk kelompok kontrol responden
Sikap
yang pernah menerima informasi tentang 0,66
penatalaksanaan diare di rumah sebelumnya Kontrol 30 6,07 3,6 0,003

mencapai 43,3%. Perlakuan 30 10,47 6,8 1,24

Tabel 2 Distribusi Responden Menurut Rata-rata peningkatan nilai pengetahuan ibu


Pendapatan, Pendidikan, Pengalaman, pada kelompok kontrol adalah 12,94 dengan
dan Informasi Ibu di Kota Malang standar deviasi 8,53; sedangkan untuk ibu pada
Bulan Mei-Juni 2010 kelompok perlakuan rata-rata peningkatan
Kontrol Perlakuan pengetahuannya adalah 19,46 dengan standar
(n=30) (n=30) Total (60) deviasi 10,38. Hasil uji statistik didapatkan nilai
Variabel F % F % F % p=0,02, berarti pada alpha 5% terlihat ada
1. Pendapatan perbedaan yang signifikan antara rata-rata
Tinggi 16 53,3 24 80 40 66,7 peningkatan nilai pengetahuan pada kelompok
Rendah 14 46,7 6 20 20 33,3 kontrol dan kelompok perlakuan.
2. Pendidikan
Rata-rata peningkatan nilai sikap ibu pada
Tinggi 14 46,7 21 70 35 58,3
kelompok kontrol adalah 6,07 dengan standar
Rendah 16 53,3 9 30 25 41,7
deviasi 3,6; sedangkan untuk ibu pada
3. Pengalaman
kelompok perlakuan rata-rata peningkatan nilai
Memiliki 16 53,3 22 73,3 38 63,3
sikapnya adalah 10,47 dengan standar deviasi
Tidak
6,8. Hasil uji statistik didapatkan nilai p=0,003,
memiliki 14 46,7 8 26,7 22 36,7
berarti pada alpha 5% terlihat ada perbedaan
4.Mendapat Informasi
yang signifikan antara rata-rata peningkatan
Pernah 13 43,3 20 66,7 33 55
nilai sikap pada kelompok kontrol dan
Tidak
pernah 17 56,7 10 33,3 27 45
kelompok perlakuan.

Jurnal Ilmu Keperawatan - Volume 1, No. 1, Mei 2013


56
Perbedaan Pengetahuan dan Sikap Ibu PEMBAHASAN
Sesudah Intervensi antara Kelompok Kontrol
dan Perlakuan Keefektifan Audiovisual Sebagai Media
Perbedaaan pengetahuan dan sikap ibu Pendidikan Kesehatan Dalam Meningkatkan
diidentifikasi sebagai perbedaan nilai Pengetahuan dan Sikap Ibu
pengetahuan dan sikap post test antara kedua Sebelum diberikan penyuluhan kesehatan
kelompok. dengan media audiovisual ibu balita diare pada
kelompok kontrol dan kelompok perlakuan
Tabel 4 Distribusi Perbedaan Pengetahuan Dan telah memiliki kesamaan karakteristik yaitu usia,
Sikap Responden Sesudah Intervensi pendidikan, pendapatan, pengalaman, dan
Pada Kelompok Kontrol Dan Perlakuan
informasi. Pengetahuan dan sikap sebelum
Di Kota Malang Bulan Mei-Juni 2010
intervensi juga memiliki kesamaan. Pemberian
penyuluhan kesehatan dengan media ini
Intervensi N Mean SD SE p dilakukan satu kali dan dilanjutkan dengan
Value
diskusi. Diskusi dilakukan jika ada pertanyaan
Pengetahuan dari responden tentang video yang diputarkan.
0,00
Kontrol 30 71.53 13.82 2.52 2 Peningkatan tersebut diartikan sebagai hasil
Perlakuan 30 82.31 11.04 2.02 dari penyuluhan kesehatan dengan media
audiovisual dan dilanjutkan dengan diskusi
Sikap
0,04 yang diberikan, karena karakteristik awal
Kontrol 30 83,77 5,9 1,08 4 responden adalah sama. Pemilihan dan
Perlakuan 30 87,07 6,5 1,18 penggunaan media merupakan salah satu
komponen yang penting. Menurut Maulana
Rata-rata nilai pengetahuan ibu pada kelompok (2009), pancaindera yang banyak menyalurkan
kontrol adalah 71,53 dengan standar deviasi pengetahuan keotak adalah mata (kurang lebih
13,52; sedangkan untuk ibu pada kelompok 75% sampai 87%), sedangkan 13% sampai 25%,
perlakuan rata-rata nilai pengetahuannya pengetahuan manusia diperoleh dan disalurkan
adalah 82,31 dengan standar deviasi 11,04. Hasil melalui pancaindera yang lain.
uji statistik didapatkan nilai p=0,002, berarti
Pemilihan audiovisual sebagai media
pada alpha 5% terlihat ada perbedaan yang
penyuluhan kesehatan dapat diterima dengan
signifikan antara rata-rata peningkatan nilai
baik oleh responden. Media ini menawarkan
pengetahuan pada kelompok kontrol dan
penyuluhaan yang lebih menarik dan tidak
kelompok perlakuan.
monoton. Penyuluhan dengan audiovisual
Rata-rata peningkatan nilai sikap ibu pada menampilan gerak, gambar dan suara
kelompok kontrol adalah 83,77 dengan standar sedangkan penyuluhan dengan media cetak
deviasi 5,9; sedangkan untuk ibu pada menampilkan tulisan dan suara penyuluh
kelompok perlakuan rata-rata peningkatan nilai secara langsung yang membuat terkesan
sikapnya adalah 87,07 dengan standar deviasi formal. Pada saat pelaksanaan penelitian,
6,5. Hasil uji statistik didapatkan nilai p=0,044, karena media ini terbilang baru sebagian besar
berarti pada alpha 5% terlihat ada perbedaan responden mempunyai keingintahuan yang
yang signifikan antara rata-rata peningkatan besar terhadap isi video dan melihat video
nilai sikap pada kelompok kontrol dan sampai selesai dengan serius.
kelompok perlakuan.

www.jik.ub.ac.id
57
Berdasarkan analisis univariat terlihat adanya menggunakan design one group pre test post
peningkatan rata-rata nilai baik pada test. Hasil penelitian menunjukkan ada
pengetahuan maupun sikap. Peningkatan perubahan pengetahuan, sikap dan
tersebut lebih besar pada kelompok perlakuan ketrampilan ibu sebelum dan sesudah
dari pada kelompok kontrol. Peningkatan diberikan penyuluhan. Hasil penelitian Sari
pengetahuan pada kelompok kontol sebesar (2004) juga sesuai dengan hasil ada perubahan
20% sedangkan pada kelompok perlakuan 38%. pengetahuan dan sikap ibu sebelum dan
Pada sikap kelompok kontrol mengalami sesudah diberikan penyuluhan. Penelitian yang
peningkatan pengetahuan sebesar 7% lain adalah penelitian dari Tram, et al. (2003)
sedangkan kelompok perlakuan 14%. yang menunjukan bahwa setelah diberi
pendidikan kesehatan pengetahuan dan sikap
Hasil pengujian untuk variabel pengetahuan
kelompok intervensi berbeda secara bermakna
didapatkan ada perbedaan yang signifikan
dengan kelompok kontrol.
antara rata-rata peningkatan nilai pengetahuan
pada kelompok kontrol dan kelompok Peningkatan pengetahuan dan sikap ibu
perlakuan (p=0,01). Pada variabel sikap juga setelah diberikan perlakuan merupakan akibat
menunjukan adanya perbedaan yang signifikan dari pemberian pendidikan kesehatan dengan
antara rata-rata peningkatan nilai sikap pada media audiovisual. Dengan demikian media
kelompok kontrol dan kelompok perlakuan audiovisual sebagai media pendidikan
(p=0,03). Berdasarkan hasil uji perbedaan kesehatan efektif digunakan untuk
antara nilai post test kelompok perlakuan memberikan peningkatan pengetahuan kepada
dengan kelompok kontrol baik variabel ibu dan merubah sikap ibu menjadi lebih baik.
pengetahuan maupun sikap juga menunjukan
ada perbedaan yang signifikan antara KESIMPULAN
kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Berdasarkan hasil penelitian efektifitas media
audiovisual sebagai media penyuluhan
Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan
penelitian yang dilakukan oleh Iporra (1996) dan sikap di Kota Malang, dapat disimpulkan
dengan judul: Educating Hispanic Mothers’ sebagai berikut:
Management Of Infant Gastroenteritis, Utilizing
Mastery Learning And Overlearning In 1. Karakteristik ibu balita dengan diare rata-
Conjunction With Audiovisual Instructional rata berusia 30 tahun. Sebagian besar
Methods. Penelitian ini memberikan intervensi responden memiliki pendapatan lebih dari
video dua kali untuk kelompok perlakuan dan 1 juta rupiah, tingkat pendidikan yang
satu kali untuk kelompok kontrol. Hasilnya tinggi dan memiliki pengalaman merawat
menunjukan adanya perbedaan pengetahuan balita diare, serta sebagian besar ibu
antara kelompok perlakuan dengan kelompok pernah menerima informasi tentang
kontrol. penatalaksanaan diare di rumah
sebelumnya.
Hasil penelitian lain yang sesuai adalah 2. Terdapat perbedaan pengetahuan yang
pengaruh pendidikan kesehatan dengan bermakna antara sebelum dan sesudah
metode audio visual tentang cara perawatan penyuluhan kesehatan dengan media
bayi terhadap perubahan perilaku ibu audiovisual.
primipara dalam perawatan bayi baru lahir 3. Terdapat perbedaan sikap yang bermakna
(Suryani, 2008). Penelitian ini dilakukan dengan antara sebelum dan sesudah penyuluhan
pemutaran video sebanyak satu kali dan
kesehatan dengan media audiovisual.

Jurnal Ilmu Keperawatan - Volume 1, No. 1, Mei 2013


58
4. Terdapat perbedaan peningkatan influence on ORS use in Indonesia.
pengetahuan yang bermakna antara http://digestive.niddk.nih.gov/ddiseases/pu
kelompok intervensi dan kelompok bs/diarrhea/Diarrhea.pdf. Diperoleh
kontrol tanggal 23 maret 2010.
5. Terdapat perbedaan peningkatan sikap
Nurrokhim, H. (2009). Hubungan pengetahuan
yang bermakna antara kelompok
dan sikap ibu dengan kejadian diare pada
intervensi dan kelompok kontrol
anak balita di wilayah kerja Puskesmas I
Dari penelitian ini menyimpulkan media Mojolaban kabupaten Sukoharjo.
audiovisual dan diskusi efektif untuk Http://skripsistikes.wordpress.com/2009/05
meningkatkan pengetahuan dan sikap. /08/ikpiiill15/. Diperoleh tanggal 23 Maret
Berdasarkan hal tersebut penelitian ini 2010.
merekomendasikan untuk dilakukan penelitian
Santoso. (1996). Pengetahuan dan
selanjutnya untuk mengetahuai efektifitas
penatalaksanaan di rumah terhadap balita
media tanpa dilakukan diskusi.
penderita diare akut studi di pukesmas
dalam wilayah kotamadya dati II Pontianak
KEPUSTAKAAN
Propinsi Kalimantan Barat.
James, S. & Ashwill, J. (2007). Nursing care of Http://www.fkm.undip.ac.id/data/index.ph
children principles and practice. p?action=4&idx=800. Diperoleh tanggal 02
Philadelphia: Elsevier. Pebruari 2010.
Grahacendekia. (2009). Hubungan Sari, A. (2006). Pengaruh penyuluhan pijat bayi
pengetahuan ibu tentang penanganan terhadap pengetahuan dan sikap ibu
diare pada anak di rumah dengan derajad tentang pijat bayi di dusun Dukuh desa
dehidrasi pada anak diare di RS. Sidokarto Godean Sleman Yogyakarta.
Http://grahacendikia.wordpress.com/2009/ http://www.ij-
04/17/hubungan-pengetahuan-ibu-tentang- healthgeographics.com/content/7/1/17.
penanganan-diare-pada-anak-di-rumah- Diperoleh tanggal 10 Juni 2010.
dengan-derajad-dehidrasi-pada-anak-diare-
Setiawati, S., & Dermawan, A.C. (2008). Proses
di-rs/. Diperoleh tanggal 28 Januari 2010.
pembelajaran dalam pendidikan kesehatan.
Iporra, R. M. (1996). Educating hispanic Jakarta: Trans info media.
mothers’ management of infant
Sitorus, R. H. (2008). Pedoman perawatan
gastroenteritis, utilizing mastery learning
kesehatan anak. Bandung: Yrama Widya.
and overlearning in conjunction with
audiovisual instructional methods. Suryani, B. (2008). Pengaruh pendidikan
Http://proquest.umi.com/pqdweb?index=0 kesehatan dengan metode audio visual
&did=740432811&srchmode=2&sid=11&fmt= tentang cara perawatan bayi terhadap
6&vinst=prod&vtype=pqd&rqt=309&vname perubahan perilaku ibu primipara dalam
=pqd&ts=1277355925&clientid=45625. perawatan bayi baru lahir.
Diperoleh tanggal 10 Juni 2010. http://alumni.unair.ac.id/kumpulanfile/294
829691_abs.pdf.Diperoleh tanggal 10 Juni
Maulana, H. (2009). Promosi kesehatan. Jakarta:
2010.
EGC
Badan Pusat Statistik, Badan Kependudukan
MacDonald, S. E., Moralejo, D. G., & Matthews,
dan Keluarga Berencana Nasional dan
M. K. (2007). Maternal understanding of
Kementerian Kesehatan Survey (2008).
diarrhea-related dehydration and its

www.jik.ub.ac.id
59
Survey Demografi dan Kesehatan
Unicef dan WHO. (2009). Diarrhoea: Why
Indonesia
children are still dying and what can be
http://www.google.com/url?sa=D&q=http:
done.
//www.bkkbn.go.id/litbang/pusdu/Hasil+Pe
Http://www.unicef.org/media/files/Final_Di
nelitian/SDKI+2008/Laporan+Pendahuluan
arrhoea_Report_October_2009_final.pdf.
+SDKI+2008.pdf&usg=AFQjCNFywFTVihot
Diperoleh tanggal 9 Pebruari 2010.
DIIfMiqaGi0e5MnW8A. Diperoleh tanggal
9 pebruari 2010 Tram, T., Anh, N., Hung, N., Lan, N., Cam, L.,
Chuong, N., et al. (2003). The impact of
USAID, UNICEF & WHO. (2005). Diarrhoea
health education on mother’s knowledge,
treatment guidelines including new
attitude and practice (kap) of dengue
recommendations for the use of ORS and
haemorrhagic fever.
zinc supplementation.
http://www.searo.who.int/LinkFiles/Dengu
Http://www.mostproject.org/ZINC/Zinc_Upd
e_Bulletin_Volume_27_ch24.pdf.
ates_Apr05/Diarrhoeaguidelines.pdf.
Diperoleh tanggal 10 Juni 2010.
Diperoleh tanggal 9 Pebruari 2010.

Jurnal Ilmu Keperawatan - Volume 1, No. 1, Mei 2013


60