Anda di halaman 1dari 5

UAS LEADERSHIP

Muhamad Ulil Anwar

1708817005

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BUSINESS

UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

The Habits of CEO


Menjadi sukses adalah impian semua orang. Belum ada kesuksesan yang diraih tanpa melakukan
apa pun. Perlu memiliki pemikiran yang sedikit “berbeda” dari orang-orang pada umumnya. Yang
dimaksud berbeda di sini bukan dalam hal negatif, melainkan dalam hal positif.

Kesuksesan yang dimiliki chief executive officer (CEO) tidak begitu saja diraih, butuh kerja keras,
pengorbanan, dan dedikasi tinggi. Namun di balik keberhasilannya, ada beberapa kebiasaan para CEO
sukses yang menjadi pendukung keberhasilan mereka

1. Bangun Pagi
Mengapa para CEO suka bangun pagi? Dengan bangun pagi, mereka menjadi lebih
produktif. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan dengan bangun pagi. Selain lebih cepat
berangkat ke kantor. CEO biasa bangun pagi dan memanfaatkan waktu untuk memulai
pekerjaan lebih awal dan menyelesaikannya tepat waktu. Dengan bangun pagi, waktu akan
menjadi lebih produktif sehingga bisa memberikan karya lebih banyak dari biasanya.

2. Olaraga
CEO memiliki aktivitas yang sangat padat. Namun, sesibuk apa pun, mereka selalu
menyempatkan diri untuk berolahraga. Tujuannya agar tubuh selalu fit dan siap menjalankan
aktivitas pada hari berikutnya. Ini penting, sebab ada yang mengatakan di dalam tubuh yang
kuat ada jiwa yang sehat. Olahraga ringan yang dilakukan di pagi hari adalah jogging atau
bersepeda.

3. Selalu belajar dan Berinovasi


. Untuk menjadi pribadi yang lebih baik, mereka para CEO tetap belajar dan berinovasi.
Keduanya merupakan hal yang berkesinambungan. Misalnya, ketika mereka ingin agar
produk yang dihasilkan laku di pasaran. Di sini, mereka melakukan inovasi menghadirkan
produk seperti apa yang disukai pasar. Setelah berinovasi, barulah belajar tentang cara
pemasaran dan promosi yang dilakukan agar barang tersebut bisa laku di pasar. Dan dengan
belajar seperti membaca buku bisa mengetahui berbagai kisah, cerita, hal-hal inspiratif,
ataupun hal lainnya yang bisa dimanfaatkan kelak

4. Love what you do and do what you love


Seorang CEO, biasanya melakukan hal apa saja yang dia sukai. Sesuaikan keinginan
dengan passion yang mereka miliki agar dapat dilakukan secara maksimal. Bekerja secara
maksimal menghasilkan sesuatu yang maksimal pula. Mereka tidak malu untuk mengatakan
apa yang tidak sukai kepada banyak orang. Lebih baik mengatakan apa yang Anda sukai
ketimbang mengatakan hal yang sama sekali tidak Anda sukai.

5. Sesekali Luangkan Waktu untuk Sendiri (Me Time)


Aktivitas sehari-hari membuat pusing sehingga terkadang lupa pekerjaan apa yang
selanjutnya akan dilakukan. Untuk menenangkan pikiran, para CEO bisa pergi ke suatu
tempat di mana Anda bisa menyendiri. Meditasi adalah kegiatan yang sangat disukai oleh
para CEO. Namun, kalau tidak suka bermeditasi, mereka pergi ke pegunungan atau tempat
lainnya di mana mereka merasa relaks.

6. Selalu Punya Waktu bersama Keluarga


Pekerjaan memang menyita waktu apalagi jika posisi dikator termasuk posisi penting di
perusahaan. Inilah yang menjadi penyebab mengapa orang sibuk jarang punya waktu untuk
keluarga. Yang perlu ingat, keluarga selalu menjadi prioritas utama. Sampai ada kutipan yang
mengatakan, “A man who doesn’t spend time with his family can never be a real man.”
Para CEO telah berhasil membuktikannya. Sebanyak, apa pun rapat yang diikutinya di
kantor, mereka selalu menyempatkan waktunya untuk keluarga. Contohnya dengan
memanfaatkan hari Sabtu atau Minggu untuk pergi rekreasi atau mengadakan barbeque di
rumah

7. Jaga Hubungan Baik dengan Komunikasi


Pekerjaan menjadi seorang CEO memang membuat Anda harus berkomunikasi dengan
banyak orang. Sebagian besar waktu para CEO dihabiskan untuk bersosialisasi dengan
banyak orang. Hal ini dilakukan untuk menjaga hubungan baik antar perusahaan. Hindari
untuk bersikap angkuh. Belum tentu Anda lebih hebat dari lawan bicara Anda saat ini

8. Selalu Mengikuti Perkembangan


Setiap hari bahkan setiap jam ada saja kabar terbaru atau yang berubah, baik itu
perkembangan teknologi, bisnis, maupun gaya hidup. Seorang CEO jarang melewatkan
perkembangan yang terjadi. Ia akan selalu update dan peka terhadap perubahan. Sumber
informasi bisa didapatkan dengan membaca koran, majalah, atau mengikuti berita di
internet

9. Hargai Setiap Waktu


CEO memiliki rutinitas yang cukup padat. Karena itu, mereka selalu menghargai setiap
detik yang berjalan. Kebiasaan CEO yang dijelaskan di atas bisa menjadi inspirasi dan
motivasi Anda untuk menuju kesuksesan. Dalam menjalankan berbagai aktivitas yang padat,
CEO memiliki catatan yang selalu membantunya dalam mengatur sekaligus menjadi
pengingat mengenai hal-hal yang harus dikerjakan. Dengan demikian setiap rencana atau
agenda yang sudah diatur tidak terlewatkan

Mindful Leadership

Chapter 4

Five Hindrances that impede success


Menjadi seorang pemimpin bukanlah perkara hal yang gampang, karena menjadi pemimpin
sekecil apapun tindakan yang akan kita lakukan akan selalu disorot oleh bawahan. Riset yang ada
mengidentifikasikan bahwa masi sangat banyak pemimpin yang tidak mampu menjawab tantangan-
tantangan pemimpin pada Era global saat ini. Tetapi jika seorang pemimpin menghabiskan maktunya
untuk berpikir bagaimana menjawab tantangan dimasa depan lalu tanpa melakukan tindakan itu sama
saja bohong.

Secara sederhana yang akan di bahas adalah pemahaman mengenai hal – hal yang berkaitan
dengan tantangan seorang pemimpin. Mulai dari pengertian masing – masing item dan juga keterkaitan
satu dengan yang lain. Bebrapa tantangan atau rintangan yang menghalangi sebuah kesuksesan dalam
kepemimpinan diantaranya:

Attachment yakni terlalu terpaku pada gagasan strategy yang sempurna. Sifat perfeksionis dan
idealis selalu ditunjukkan dengan upayanya yang memperhatikan pekerjaan staf seperinci. Sehingga
menyebabkan seorang terfokus dan terpaku mengerjakan pada suatu hal atau pekerjaan. Seorang leader
dituntut untuk dinamis serta mobile dalam mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya,

Aversion merupakan sikap untuk menghindari sebuah kerugian karena tahu rasa sakit kehilangan
akan lebih besar daripada kepuasan mendapatkan kesempatan” keuntungan yang setara atau lebih. Hal
ini sangatlah dihindari dalam Mindful leadership, kerena seorang leder dituntut untuk berani dalam
mengambil keputusan dalam kondisi apapun, pemimpin yang takut melangkah untuk berubah, takut
terlibat dalam gesekan dengan orang lain, dan takut “dihakimi”. Jika seorang pemimpin bisa menaklukan
fase ketakutan ini, maka pemimpin tersebut adalah pribadi yang pemberani dan mampu untuk
membentuk tim yang berani pula.

Ignorance, confusion , delusion adalah sikap yang harus dihindari oleh seorang leader.
Kemampuan control, memange, memonitoring dan mengatur semua tugas dan tanggung jawab
merupakan cerminan seberapa jauh dia mengenal pekerjaannya. Sehingga kedepan seorang leader
memiliki skala progress terhadap apa yang dia kerjakan.

Envy and jealousy adalah suatu emosi yang timbul ketika seseorang yang tidak memiliki suatu
keunggulan—baik prestasi, kekuasaan, atau lainnya—menginginkan yang tidak dimilikinya itu, atau
mengharapkan orang lain yang memilikinya agar kehilangannya. Sikap iri sangatlah berbahaya bagi
seorang leader karena dapat menyebabkan blunder yakni hilangnya semangat untuk memperbaiki diri
dan belajar dari kegagalan-kegagalan yang terjadi, deangan menciptakan strategi baru untuk membentuk
team yang lebih solid, tetapi sikap iri dan cenderung menyalahkan orang lain yang Nampak dalam
perilakunya.

Pride terjadi ketika seorang leader mengalamikeadaan stagnan dimana tidak berjalan seperti
yang diharapkan, lantas mencari kasus orang lain sebagai pembanding. Ini berbahaya, karena seorang
yang terbiasa membandingkan, fokusnya akan beralih, dari memperhatikan perkembangan prestasi pada
diri sendiri maupun teamnya menjadi memperhatikan anak orang lain sehingga menyebabkan
kesombongan dalam diri. .

Seorang pemimpin haruslah bisa menjadi role model bagi bawahannya. Sebagai orang yang telah
terpilih untuk memimpin organisasinya secara hirarki mereka lah yang berada pada pucuk pimpinan
tertinggi dimana pemimpinlah yang bertanggung jawab dalam melaksanakan, memutuskan, memantau
dan memastikan setiap objektif bagi organisasi tersebut untuk mencapai jayanya. Untuk memastikan
organisasi yang di pimpinnya berjalan dinamik baik dari lini atas sampai dengan lini bawah seorang
pemimpin haruslah mempunyai nilai-nilai tertentu ataupun kualiti pemimpin yang hebat yaitu
kepemimpinan yang bisa menjadi teladan.Nilai-nilai tersebut hendaknya bisa di implementasikan serta di
terapkan dalam menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin yang baik