Anda di halaman 1dari 4

FORM REFLEKSI KASUS

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA


____________________________________________________________________________
Nama Dokter Muda : Ulinnuha Khirza Kafalah NIM: 14711011
Stase : Ilmu Kesehatan Masyarakat

Identitas Pasien
Nama / Inisial : Ny. DK
Umur : 34 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Diagnosis/ kasus : Tuberkulosis paru
Pengambilan kasus pada minggu ke-5
Jenis Refleksi: lingkari yang sesuai (minimal pilih 2 aspek, untuk aspek ke-Islaman sifatnya
wajib)
a. Ke-Islaman
b. Medikolegal
c. Sosial Ekonomi

Form uraian
1. Resume kasus yang diambil (yang menceritakan kondisi lengkap pasien/ kasus yang diambil ).
Pada minggu ke-5 IKM di Kecamatan Kedawung tepatnya di Desa Pengkok
dilakukan kegiatan PISPK di RT 13 yang dimulai dari jam 8.00 pagi hingga
10.00. Saat berkunjung dirumah nomor empat, saya dan teman saya bertemu
dengan Ny. DK. Beliau sudah menjalani pengobatan TB selama 4 bulan. Saat
dilakukan anamnesis pasien sudah mengalami batuk lama sudah sejak 6 bulan
yang lalu karena tertular tetangganya kemudian keluhan batuk semakin
memberat lalu diperiksakan di Puskesmas Kedawung 2 dan ternyata hasil BTA
positif. Selanjutnya pasien menjalani pengobatan TB dengan rutin hingga
sekarang. Keluhannya semakin berkurang dan membaik. Pasien rutin kontrol
tiap bulannya untuk mendapat obat. Pada lingkungan rumah, suaminya adalah
seorang perokok aktif, sebagain lantai masih tanah dan ventilasi rumah sangat
minim. Setelah itu dilakukan pemeriksaan fisik. Pada vital sign, TD 120/80
mmHg, nadi 78x/menit, respirasi 18x/menit dan suhu 36,7 C. Kemudian pada
auskultasi kedua lapang paru terdapat ronkhi minimal.

Page 1
2. Latar belakang /alasan ketertarikan pemilihan kasus
Alasan saya mengambil refleksi kasus ini karena Desa Pengkok merupakan
endemik penyakit TB. Nantinya mungkin refleksi kasus ini dapat bermanfaat dan
menyadarkan orang banyak agar lebih sadar akan penyakit TB. Berikut rincian
kondisi pasien:
- Pasien merupakan penderita TB paru berjenis kelamin perempuan yang
menyepelekan awal penyakitnya yang tidak diperiksakan karena hanya
batuk-batuk saja yang lama kelamaan kondisi pasien memburuk hingga
mengalami penurunan berat badan. Kemudian pasien dibawa ke
Puskesmas Kedawung 2 untuk diperiksa dan dinyatakan menderita TB
paru. Semenjak saat itu pasien mendapat pengobatan rutin hingga
sekarang dan kondisinya semakin membaik.
- Pasien hidup bersama suami dan kedua anaknya di lingkungan rumah
yang ventilasi pencahayaannya sangat kurang dan sebagian lantainya
masih tanah. Keluarga merupakan motivasi pasien untuk sembuh.
- Secara ekonomi pasien merupakan keluarga menengah ke bawah.
Pasien merupakan ibu rumah tangga sedangkan suami bekerja sebagai
seniman. Kondisi ekonomi ini menjadi alasan bahwa rumah pasien
tampak kumuh.
3. Refleksi dari aspek medikolegal & sosial ekonomi

Aspek Medikolegal
Hal ini berkaitan dengan lingkungan rumah dan pemeriksaan BTA pada anggota
keluarga. Pastinya dari pihak Puskesmas sudah menganjurkan untuk
memeriksa anggota keluarga pasien dan membuka jendela untuk pencahayaan
tetapi pasien masih belum melakukan sampai sekarang. Sehingga jika ada
anggota keluarga pasien yang menderita TB atau pasien mengalami infeksi
berulang TB maka tidak dapat menyalahkan pihak Puskesmas. Hal ini sesuai
dengan medikolegal sesuai pasal 29 UU No. 44 tahun 2009 tentang Rumah
Sakit bilamana dokter sudah memberikan pelayanan dan saran kepada pasien
dan bila pasien menolak dan terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan maka
dokter terbebas dari hukum karena sudah tertulis dalam lembar informed
consent.

Aspek Sosial Ekonomi

Page 2
Pasien memiliki kondisi ekonomi menengah kebawah kurang lebih memiliki rata-
rata penghasilan Rp 1.500.000 per bulan. Pasien adalah Ibu rumah tangga dan
sang suami merupakan seorang seniman yang kadang mengajar di ISI. Dilihat
dari kondisi rumahnya cukup memprihatinkan karena sangat minim akan
pencahayaan dan lantainya masih terbuat dari tanah. Walaupun termasuk
kategori kurang mampu tetapi suami pasien adalah perokok aktif yang kurang
lebih merokok 1 bungkus sehari. Padahal merokok sendiri tidak memberi
manfaat sama sekali bahkan bisa menjadi faktor risiko terjadinya penyakit TB.
Hal ini harus segera dicegah agar mengurangi angka kejadian TB dengan cara
menggalakkan program Puskesmas seperti penyuluhan dan penanaman obat
seperti kunir sehingga dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Pasien memiliki
tingkat pendidikan SMP yang tingkat pengetahuannya mengenai kesehatan
sangat minim tetapi pasien memiliki motivasi untuk sembuh agar dapat
berkumpul bersama keluarga. Akan tetapi pasien belum sadar untuk
memeriksakan keluarganya ke Puskesmas untuk di cek BTA dan sampai
sekarang untuk ventilasi dan jendela masih jarang dibuka. Hal ini perlu diberikan
saran kepada pasien untuk dilakukan pengecekan BTA pada anggota keluarga,
menggunakan masker jika sedang berdekatang dengan anggota keluarga, tidak
membuang ludah sembarangan dan memberi penerangan dan ventilasi yang
baik di rumah.

4. Refleksi ke-Islaman beserta penjelasan evidence / referensi yang sesuai


TB paru merupakan penyait yang ditularkan dan dapat disembuhkan karena
penyebab dari penyakit ini adalah bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Mengingat dampak penyakit ini tidak kecil dan dapat menyebabkan kematian
seseorang maka sebagai seorang muslim harus menjaga kesehatan dan
menghargai tubuh yang dititipkan oleh Allah swt. Setiap penyakit pasti
mempunyai obatnya sesuai hadits “Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila
sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin
Allah Subhanahu wa Ta’ala” (HR. Muslim). Seorang muslim juga harus menjaga
lingkungan rumah agar tetap bersih karena kebersihan merupakan sebagian
dari iman; sesuai hadits bahwa “Maka bersihkanlah pekaranganmu dan ruang
tempat tinggalmu, dan janganlah Kamu seperti orang yahudi yang menumpuk-

Page 3
numpuk sampah dirumah. (HR. Al-Bazzar)” mengingat rumah pasien kondisinya
masih kumuh dan kurang pencahayaan.

Umpan balik dari pembimbing

…………………………….,
…………………...
TTD Dokter Pembimbing TTD Dokter Muda

----------------------------------- --------------------------------

Page 4