Anda di halaman 1dari 23

KEWIRAUSAHAAN

MOH. RIFALDI RONE F221 15 022

FAKULTAS TEKNIK | JURUSAN ARSITEKTUR | UNIVERSITAS TADULAKO


KATA PENGANTAR

Puji serta syukur marilah kita panjatkan kepada kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
begitu banyak nikmat yang mana makhluk-Nya pun tidak akan menyadari begitu banyak nikmat
yang telah didapatkan dari Allah SWT. Selain itu, penulis juga merasa sangat bersyukur karena
telah mendapatkan hidayah-Nya baik iman maupun islam.
Dengan nikmat dan hidayah-Nya pula penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah ini
yang merupakan tugas mata kuliah Kewirausahhan. Penulis sampaikan terimakasih sebesar-
besarnya kepada dosen pengampu mata kuliah Kewirausahaan, Sutrati Melisa Malik ST. MT. dan
semua pihak yang turut membantu proses penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari dalam makalah ini masih begitu banyak kekurangan-kekurangan dan
kesalahan-kesalahan baik dari isinya maupun struktur penulisannya, oleh karena itu penulis
sangat mengharapkan kritik dan saran positif untuk perbaikan dikemudian hari.
Demikian semoga makalah ini memberikan manfaat umumnya pada para pembaca dan
khususnya bagi penulis sendiri. Amin.

Palu, 12 Maret 2018

penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................i


BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar belakang ..........................................................................................1
B. Topik bahasan ...........................................................................................2
C. Tujuan .......................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian kewirausahaan........................................................................1
B. Produk usaha ..................................................................................................................5
C. Komunikasi dalam berwirausaha ....................................................................................5
D. Kepepimpinan dalam berwirausaha ...............................................................................8
E. Motivasi, inovasi, dan kreatifitas dalam berwirausaha .................................................14

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan ..............................................................................................19
B. Saran........................................................................................................19

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 20


BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan,
dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara
yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan
usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.
Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada
tahun 1755. Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda dikenadengan ondernemer, di Jerman
dikenal dengan unternehmer. Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di
beberapa negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada. Bahkan sejak 1970-an banyak universitas
yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha kecil. Pada tahun 1980-an, hampir
500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. DI Indonesia,
kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu
saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman
kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan
masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.
Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan. Muncul
pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang
berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi
dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul.
Pada makalah ini dijelaskan tentang pengertian, hakekat, ciri-ciri dan karakteristik dan
peran kewirausahaan dalam perekonomian nasional.
B. TOPIK BAHASAN
1. Pengertian kewirausahaan
2. Produk Usaha
3. Komunikasi dalam Berwirausaha
4. Kepemimpinan dalam Berwirausaha
5. Motivasi, Inovasi, dan Kreatifitas dalam Berwirausaha

C. TUJUAN
1. Dapat memahami pengertian kewirausahaan.
2. Dapat memahami Produk dalam Usaha
3. Dapat memahami Komunikasi dalam Berwirausaha
4. Dapat ,memahami peran Kepemimpinan dalam Berwirausaha
5. Agar dapat mempunyai Motivasi, Inovasi, dan Kreatifitas dalam Berwirausaha
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN
Berasal dari kata enterpteneur yang berarti orang yang membeli barang dengan harga
pasti meskipun orang itu belum mengetahui berapa harga barang yang akan dijual.
Wirausaha sering juga disebut wiraswasta yang artinya sifat-sifat keberanian, keutamaan,
keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri. Meski
demikian wirausaha dan wiraswasta sebenarnya memiliki arti yang berbeda . Wiraswasta
tidak memiliki visi pengembangan usaha sedangkan wirausaha mampu terus berkembang
dan mencoba usaha lainnya. Istilah lainnya yang semakna dengan wirausaha adalah
wiraswasta. Istilah wiraswasta lebih sering dipakai dan lebih dikenal daripada wirausaha.
Padahal, keduanya bermakna sama dan merupakan padanan dari kata entrepreneur. Kata
wiraswasta berasal dari gabungan wira-swa-sta dalam bahasa sansekerta. Wira berarti
utama, gagah, luhur, berani, teladan, atau pejuang; swa berarti sendiri atau mandiri; sta
berarti berdiri; swasta berarti berdiri ditas kaki sendiri atau dengan kata lain berdiri di atas
kemampuan sendiri. Sedangkan wirausahawan mengandung arti secara harfah, wira berarti
berani dan usaha berarti daya upaya atau dengan kata lain wirausaha adalah kemampuan
atau keberanian yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan bisnis,
mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dan
mengambil keuntungan dalam rangka meraih kesuksesan.

Berdasarkan makna-makna tersebut, kata wiraswasta atau wirausaha berarti pejuang


yang gagah, luhur, berani dan pantas menjadi teladan di bidang usaha. Dengan kalimat lain,
wirausaha adalah orang-orang yang mempunyai sifat-sifat kewiraswastaan atau kewira-
usahaan. Ia bersikap berani unuk mengambil resiko. Ia juga memiliki leutamaan, kreatifitas,
dan teladan dalam menangani usaha atau perusahaan. Keberaniannya berpijak pada
kemampuan sendiri atau kemandiriannya. Pengertian lainnya menyebutkan kewirausahaan
adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan
disertai modal dan resiko serta menerima balas jasa dan kepuasan serta kebebasan pribadi.

Kewirausahaan memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli atau sumber acuan
karena berbeda-beda titik berat dan penekanannya. Richard Cantillon (1775) misalnya,
mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang
wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang
akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi inikewirausahaan adalah lebih menekankan
pada bagaimana seseorang menghadapi risiko atau ketidakpastian. Berbeda dengan para
ahli lainnya, menurut Penrose (1963) kegiatan kewirausahaan mencakup indentfikasi
peluang-peluang di dalam sistem ekonomi sedangkan menurut Harvey Leibenstein (1968,
1979) kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau
melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum
teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui
sepenuhnya dan menurut Peter Drucker, kewirausahaan adalah kemampuan untuk
menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.

Menurut Dan Steinhoff dan John F. Burgess (1993:35) wirausaha adalah orang yang
mengorganisir, mengelola dan berani menanggung resiko untuk menciptakan usaha baru
dan peluang berusaha. Secara esensi pengertian entrepreneurship adalah suatu sikap
mental, pandangan, wawasan serta pola pikir dan pola tindak seseorang terhadap tugas-
tugas yang menjadi tanggungjawabnya dan selalu berorientasi kepada pelanggan. Atau
dapat juga diartikan sebagai semua tindakan dari seseorang yang mampu memberi nilai
terhadap tugas dan tanggungjawabnya. Adapun kewirausahaan merupakan sikap mental
dan sifat jiwa yang selalu aktif dalam berusaha untuk memajukan karya baktinya dalam
rangka upaya meningkatkan pendapatan di dalam kegiatan usahanya. Selain itu
kewirausahan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber
daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan
untuk menciptakan seuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melaui berpikir
kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan
hidup. Pada hakekatnya kewirausahaan adalah sifat, ciri, dan watak seseorang yang memiliki
kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif.

B. PRODUK USAHA

Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan, dipakai,
dimiliki, atau dikonsumsikan sehingga dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan. Dari
pengertian ini dapat disimpulkan bahwa hampir semua yang termasuk produksi adalah
benda nyata yang dapat dilihat, diraba, dan dirasakan. Karena produk adalah benda ril, maka
jenisnya cukup banyak. Secara garis besar jenis-jenis produk bisa kita perinci menjadi dua
jenis, yaitu produk konsumsi dan produk industri.

Produk usaha yang dijalani adalah usaha jasa desain grafis dan penjualan pulsa, dimana
yang menjadi focus utama adalah usaha jasa desain grafis. Jasa desain grafis adalah suatu
usaha dimana kita sebagai mahasiswa arsitektur sangat cocok dengan usaha ini yang
memanfaatkan keahlian kita dalam bidang pengapliaksian software seperti photoshop dan
coreldraw, dimana dalam usaha mendesain kita menggunakan aplikasi tersebut untuk
membuat desain seperti kaos baju, spanduk, pamflet, logo, dan sebagainya.

Usaha penjualan pulsa juga menjadi produk usaha dalam tugas kewirausahaan ini,
penjualan pulsa ini merupakan usaha sampingan dari uasaha jasa desain grafis. Usaha
penjualan pulsa adalah usaha penjuala pulsa elektrik, listrik, dan paket data.

C. KOMUNIKASI DALAM BERWIRAUSAHA

Berdasarkan dari pengertian diatas kewirausahaan berasal dari kata entrepreneur yang
artinya seorang yang melakukan kegiatan bisnis atau wirausaha yang memiliki kemampuan
dalam mengelola bisnisnya. Menurut Soeparman, entrepreneur adalah suatu kemampuan
(ability) dalam berpikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar, sumber daya,
tenaga penggerak tujuan, siasat kiat dan proses dalam menghadapi tantangan hidup. Secara
sederhana, wirausaha adalah seorang yang memiliki kegiatan bisnis dan memiliki
kemampuan kreatif dan inovatif tehadap suatu produk, melakukan penyusunan rencana
kerja, memasarkan produk, dan kegiatan bisnis lainnya.
Komunikasi yang dilakukan oleh seorang pengusaha tidak hanya seni berbicara saja,
komunikasi dapat dilakukan melalui berbagai media seperti papan iklan, slogan, lambang,
gambar, video iklan, dan komunikasi verbal lainnya. Pesan yang disampaikan melalui media
tersebut bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai produk yang
dijual dalam bisnisnya. Pengusaha berusaha sekreatif mungkin dalam membentuk pesan
yang menjelaskan kualifikasi produknya agar masyarakat berminat untuk membeli
produknya.

Untuk memasarkan produk, seorang penguasaha harus bersifat komunikatif terhadap


konsumen. Komunikasi yang efektif mampu memberikan keunggulan seorang penguasa
dalam menaikkan nilai jual suatu produk. Selain itu, seorang pengusaha juga dapat menjalin
hubungan dengan pengusaha lain yang bertujuan untuk kerjasama dalam bisnis yang
dijalaninya.

1. Syarat-syarat berkomunikasi

Apabila telah melaksanakan cara berkomunikasi maka seorang wirausaha harus


mengetahui bagaimana tanggapan suatu jenis komunikasi yang disampaikan terhadap
seseorang mengenai isi suatu pesan yang dikirimkan. Syarat-syarat untuk mampu
berkomunikasi, adalah sebagai berikut:

 Pesan yang disamgaikan hendaknya dapat membangkitkan keinginan pribadi pihak


sasaran dan menyarankan beberapa cara untuk memperolehnya.
 Pesan yang disampaikan harus dirancang terlebih dahulu dan disampaikan sedemikian
rupa, sehingga dapat menarik perhatian sasaran yang dimaksud.
 Pesan yang disampaikan harus menggunakan tanda-tanda yang disesuaikan dengan
pengalaman yang sama antara yang memberi pesan dan orang yang menerima pesan,
sehingga sama-sama mengerti.
 Pesan yang disampaikan hendaknya mewujudkan dan menunjukkan suatu jalan untuk
memperoleh keinginan yang layak.
 Manfaat komunikasi dalam kewirausahaan

a) Meningkatkan pemasaran produk

Fungsi komunikasi dalam kewirausahaan ini sebagai pemasaran produk atau


promosi produk. Komunikasi yang digunakan bersifat persuasif, sehingga dapat
membujuk atau merayu konsumen agar percaya dan tertarik untuk membeli produk
suatu hasil wirausaha. Komunikasi pemasaran ini harus disajikan dalam bentuk yang
menarik dan mampu mencuri atensi konsumen. Pengusaha harus memiliki kemampuan
kreatif dan inovatif dalam mempresentasikan produknya. Hal tersebut menjadi faktor
utama dalam meningkatkan pemasaran produk.

b) Meningkatkan kualitas produksi

Seorang pengusaha harus bersifat komunikatif dalam menjalani aktivitas


usahanya. Komunikasi yang efektif terutama dalam komunikasi pemasaran
berpengaruh terhadap nilai jual suatu produk. Komunikasi pemasaran memberikan
presentasi yang baik mengenai produk yang diperjualbelikan, sehingga meningkatkan
kualitas produksi. Selain itu, faktor hubungan komunikasi pemimpin dan karyawan
dalam evaluasi juga menjadi faktor kualitas produksi berikutnya. Adanya evaluasi dapat
mempresentasikan kelebihan dan kekurangan kualitas produksi.

c) Meningkatkan kerjasama

Suatu komunikasi yang baik dapat memudahkan seorang pengusaha menjalin


kerjasama dengan pengusaha lainnya. Kerjasama antara wirausaha berdampak pada
peningkatan kualitas produksi dan pemasaran produk. Selain komunikasi, untuk
meningkatkan kerjasama dalam berwirausaha dibutuhkan batasan-batasan hak dan
kewajiban terhadap kedua belah pihak.
D. KEPEPIMPINAN DALAM BERWIRAUSAHA

Kepemimpinan adalah proses mengarahkan perilaku orang lain kearah pencapaian


suatu tujuan tertentu. Pengarahan dalam hal ini berarti menyebabkan orang lain bertindak
dengan cara tertentu atau mengikuti arah tertentu. Wirausahawan yang berhasil merupakan
pemimpin memimpin para karyawannya dengan baik. Seorang pemimpin dikatakan berhasil
jika percaya pada pertumbuhan yang berkesinambungan, efisiensi yang meningkat dan
keberhasilan yang berkesinambungan dari perusahaan.

Para wirausaha memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda, mereka mengembangkan


gaya kepemimpinan mereka sendiri sesuai dengan karakter pribadi mereka dalam
memajukan perusahaannya.

1. Perilaku Kepemimpinan
Perilaku pemimpin menyangkut dua bidang utama:
a. Berorientasi pada tugas yang menetapkan sasaran. Merencanakan dana mencapai
sasaran.
b. Berorientasi pada orang yang memotivasi dan membina hubungan manusiawi.

2. Orientasi Tugas Pemimpin


Seorang pemimpin cenderung menunjukkan pola-pola perilaku berikut:
a. Merumuskan secara jelas peranan sendiri maupun stafnya.
b. Menetapkan tujuan yang sukar dapat dicapai, dan memberitahukan orang-orang apa
yang diharapkan dari merekan.
c. Menentukan prosedur-prosedur untuk mengukur kemajuan menuju tujuan dan untuk
mengukur pencapaian tujuan itu, yakin tujuan yang dirumuskan secara jelas dan khas.
d. Melaksanakan peranan kepemimpinan secara aktif dalam merencanakan,
mengarahkan membimbing dan mengendalikan kegiatan-kegiatan yang berorientasi
pada tujuan.
e. Berminat mencapai peningkatan produktifitas. Pemimpin yang orientasi orangnya
rendah cenderung bersikap dingin dalam berhubungan dengan karyawan mereka,
memusatkan perhatian pada prestasi individu dan persaingan daripada kerjasama,
serta tidak pernah mendelegasikan tugas dan tanggung jawab.

3. Pemimpin dan Manajer


Memimpin tidaklah sama dengan mengelola (manage). Walaupun beberapa
wirasahawan adalah seorang pemimpin dan beberapa pemimpin adalah wirausahawan,
memimpin dan mengelola bukanlah merupakan aktifitas yang identik. Kepemimpinan
adalah bagian dari manajemen. Pengelolaan (manage) adalah bidang yang lebih luas
dibandingkan memimpin dan dipusatkan pada masalah perilaku maupun non perilaku.
Kepemimpinan terutama ditekabkan pada isu perilaku.

Sikap-sikap Pemimpin yang Sukses dalam Berwirausaha :


1. (Purposeful) MEMILIKI TUJUAN YANG JELAS UNTUK DICAPAI: tujuan yang sesungguhnya
Memiliki tujuan yang jelas berarti punya pendinian, memiliki fokus, memiliki keyakinan
akan keputusannya, memiliki kemampuan memu-tuskan, dan berdaya tahan,
sesungguhnya merupakan kualitas pencapaian yang sukses dan tuntutan tujuan apa pun.
Tak dapat dipungkiri, ini adalah salah satu kualitas manusia yang paling dicari dalam
kehidupan, namun banyak orang yang belum memilikinya. Seseorang yang tidak
memiliki tujuan dapat diibaratkan sebagai sebuah kapal di tengah-tengah kabut di lautan
yang telah kehilangan kemudi dan layar sekaligus. Di saat semuanya berjalan mulus,
sering kali dilema muncul tanpa kita sadari, kecuali mungkin kurangnya pemahaman
akan arah yang jelas atau gerakan yang meyakinkan. Saat cuaca berubah ia akan bereaksi
dengan pengaruh dari luar. Namun kita tetap dapat kehilangan arah tujuan kita
seandainyapun layar dan kemudi tetap ada di tempatnya. Kecuali jika Anda mcmiliki
tujuan yang jelas dalam mengambil suatu tindakan, Anda akan menuju arah yang salah.

2. (Responsible) TANGGUNG JAWAB: kehandalan yang sejati.


Pertanyaan-pertanyaan yang harus kita jawab sendiri mengenai ‘akan menjadi seperti
apa perusahaan saya, jika semua orang seperti saya’ adalah sebagai berikut:
Menanamkan akuntabilitas yang sebenarnya dalam diri kita membutuhkan evaluasi yang
teratur. Kebiasaan memahami betapa kita harus bertanggung jawab terhadap apa yang
kita pikirkan dan lakukan menupakan hal bernilai untuk dibangun. Menanamkan
akuntabilitas yang sebenarnya pada din orang lain membutuhkan pujian dan evaluasi
kinerja yang teratur. Kebiasaan semacam ini akan mengembangkan loyalitas yang lebih
mendalam dan pemahaman yang lebih besar sebagaimana tanggung jawab yang kita
harapkan dan orang lain. Sebagian besar evaluasi kinerja tradisional terlalu terpisah-
pisah dan lebih berlandaskan pada ‘bagaimana Anda dapat melakukan sesuatu dengan
lebih baik’ danipada ‘seberapa balk yang telah Anda lakukan.’ Evaluasi kinerja
seharusnya mengikutsertakan secara tepat apa yang ingin dicapai dan kata itu: baik
mengevaluasi maupun juga memuji.

3. (Integrity) INTEGRITAS: nilai yang sejati


Tidak ada kualitas tunggal yang mendefinisikan para pemimpin, baik yang berpemikiran
wirausaha atau tidak. Namun kualitas yang tak dapat diabaikan adalah melakukan
sesuatu yang benar berdasarkan kesadaran akan kehormatan dan penghargaan pada
orang lain. Memahami apa yang benar untuk dilakukan dan secara nyata
mengerjakannya berarti memiliki integnitas. Filsuf Yunani Socrates percaya bahwa
untuk sungguh mengetahui apa yang benar tidak mungkin tanpa bertindak selaras
dengannya. Ketika dia telah dijatuhi hukuman mati oleh pemenintah untuk apa yang
dianggap sebagai pandangan yang sangat kontroversial, teman-temannya memaksanya
untuk melarikan diri dengan rencana yang telah mereka susun. Socrates dengan tegas
menolak saran mereka, dengan menjawab: ‘Sepanjang hidupku, aku telah mengajarkan
bahwa orang harus mematuhi hukum yang berlaku di suatu tempat. Jika hukum itu
salah maka kita harus memperbaikinya melalui diskusi, dan walaupun saya menjadi
korban ketidakadilan, saya tidak dapat dengan tiba-tiba melawan apa yang menjadi
kepencayaan saya hanya karena hidup saya terancam. Pnionitas pertama manusia
bukan hanya untuk hidup, namun untuk memimpin suatu kebaikan dan menjalani
kehidupan’ Dengan lebih memilih untuk memberikan hidupnya dibandingkan hidup
tanpa integnitas, dia membuat sebuah contoh sangat besar mengenai melakukan apa
yang Anda ajarkan.

4. (Nonconformity) KETIDAKCOCOKAN: kreativitas yang sesungguhnya


Pemimpin wirausaha bukanlah seorang yang mudah cocok, kecuali dalam hal ketaatan
mereka terhadap nilai inti. Tak seorang pun mencapai sukses yang sesungguhnya untuk
menjadi diri sendiri dengan menjadi seorang yang mudah cocok (konformis). Namun
dalam bisnis, banyak orang berpegang teguh pada pola yang mereka percayai, yaitu
selubung mayoritas merupakan suatu prasyarat bagi persetujan dan keberhasilan.
Dengan cara ini bisnis menjadi mangsa mitos , mendasar—bahwa mayoritas secara
otomatis dan tanpa terkecuali selalu benar. Namun mayoritas tidaklah maha tahu
semata-mata karena dia adalah mayoritas dan sullt untuk memastikan kebenaran
pendapat tersebut.

5. (Coureqeous) KEBERANIAN : kekuatan yang sejati


Ketika Anda memiliki keberanian terhadap pendirian Anda dan keberanian untuk
menjadi diri Anda sendiri dan mengikuti jalan yang Anda percayai sebagai yang terbaik,
kekuatan Anda yang sejati berkembang secara alami. Di dalamnya, Kekuatan,
Kelemahan, Peluang dan Ancaman ditinjau ulang dan diperhatikan, sementara kategori
Kelemahan lebih diutamakan daripada apa yang dianggap sebagai kekuatan. Setiap
laporan akan menekankan lebih pada yang pertama daripada yang terakhir secara
sungguh-sungguh, sekalipun salah pedoman, kepercayaan bahwa sesuatu yang salah
haruslah menjadi perhatian.

6. (Intuitive) INTUITIF : keputusan yang sesungguhnya


Suatu keputusan yang nyata merupakan sesuatu yang sangat penting. Bukan apa yang
anda, Anda makan, ke mana Anda akan pergi atau bahkan, mobil apa yang akan Anda
beli. Keputusan yang sesungguhnya adalah sesuatu yang mempengaruhi masa depan
dan keberhasilan Anda dan juga orag lain. Sedikit orang akan berpendapat bahwa salah
satu kemampuan yang terpenting dalam bisnis adalah untuk maju bersama dengan
yang lain. Saya percaya bahwa itu sama pentingnya dengan membuat keputusan yang
benar ‘Tentu saja demikian! dapat saya bayangkan Anda berkata kepada diri Anda
sendiri. Hidup ini akan menjadi sempurna yang kita harapkan jika ini yang terjadi.
Namun membuat keputusan yang sulit, apalagi selalu membuat keputusan yang benar.
Saya berpendapat, setiap dari kita dapat belajar bagaimana untuk menjadi intuitif
sampai pada titik saat kita harus membuat sesuatu keputusan yang sangat penting, baik
besar maupun kecil, dengan latihan bertahap untuk menjadi yang terbaik.

7. (Patience) KESABARAN: hubungan yang sesungguhnya


Manusia memiliki keunikan, dalam menempatkan batasan waktu bagi suatu hasil yang
diinginkannya dalam hidup, khususnya berkaitan dengan relasi. Tentu saja, mudah
bersikap sabar terhadap sesuatu yang ihasilnya sudah ten- tu, karena dalam kepastian,
hanya sedikit ruang untuk kecemasan. Terdapat hubungan langsung yang berkaitan
antara kesabaran dan kepastian, sebanyak antara ketidaksabaran dan keraguan.
Semakin Anda tidak sabar untuk sesuatu berjalan sesuai kehendak Anda, semakin Anda
bertanya-tanya apakah akan terjadi demikian. Kapanpun Anda mempertanyakan suatu
ide intuitif yang Anda percayai benar, pertanyaan Anda menyebabkan meningkatnya
keraguan sampai Anda berpikir bahwa ide itu tidak tidak masuk akal dan kemudian
mengabaikan atau mengulurnya hingga sesuai dengan batasan rasional Anda. Sekalipun
ide tersebut benar dalam rasio Anda, terpengaruh oelh ketidaksabaran Anda untuk
mencapai apa yang Anda inginkan, akan tampak sebagai ide yang salah atau jalan yang
terlalu lambat untuk apa yang Anda inginkan. Bersikap sabar membutuhkan keyakinan.

8. (Listen) MENDENGARKAN: pasar yang sesungguhnya


Pemasaran adalah istilah yang pada mulanya dimaksudkan untuk memberikan
gambaran bagaimana keberhasilan suatu bisnis bergantung sepenuhnya pada sesuatu
di luar dirinya. Pemasaran mengajarkan, jika kita mendengarkan perekonomian,
masyarakat, dan konsumen, kita dapat menggunakan informasi tersebut untuk
menentukan strategi internal. Aneh,nya pemasaran sangat jarang digunakan untuk hal
ini. Bukan berarti ‘siapakah konsumen kita’ , pemasaran telah menjadi sekadar alat
pendukung penjualan dengan bertanya ‘bagaimana kita dapat menjual lebih banyak
yang kita inginkan. Dengan telah beralihnya kita dari budaya menjual produk menjadi
melayani konsumen, sekarang menjadi lebih penting untuk mendengarkan pasar kita
dan menentukan apa yang mereka inginkan dibanding masa-masa sebelumnya.

9. (Enthusiasm) ANTUSIASME : komunikasi yang sesungguhnya


Manusia dilahirkan dengan cara pandang yang optimis atau positif, namun pesimisme
atau pandangan-pandangan negatif sering kali memung-kinkan untuk dikedepankan.
Pesimisme datang dan kekecewaan, dari suatu impresi buruk yang terbentuk karena
rintangan yang terjadi di masa lalu. Mungkin pesimisme menunjukkan kehati-hatian
dan pengalaman, namun yang baik adalah untuk berpikir hanya pada kesulitan macam
apa yang dapat terjadi di depan kita? Efek psikologis dan optimisme adalah dia
membantu pencapaian keberhasilan.

10. (Service) LAYANAN: tindakan yang sesungguhnya


Setiap orang mengetahui betapa pentingnya layanan pelanggan. Setiap orang berpikir
bahwa mreka mengetahui layanan sebaik apa yang dibutuhkan. Walaupun begitu,
persepsi konsumenlah yang benar-benar harus diperhitungkan. Memahami persepsi
konsumen terhadap Anda, produk Anda, layanan Anda, dan bisnis Anda merupakan
kunci untuk membangun hubungan jangka panjang dan keberhasilan dalam
menumbuhkan penjualan. Meskipun demikian, kecuali kita mampu menyesuaikan diri
dengan kebutuhan pelanggan, kita akan dapat memaksimalkan nilai yang kita bentuk
dari kesempatan memiliki konsumen. Mendapatkan masukan dari konsumen sama
pentingnya dengan menerima masukan tentang diri kita. Itu membantu kita
mengevaluasi tindakan nyata yang diperlukan.
Mengapa Kepemimpinan Penting dalam Berwirausaha:

 Agar dalam pelaksanaan berwirausaha dapat terorganisir dengan baik.


 Dalam berwirausaha dibutuhkan sosok yang dapat memimpin dan bertanggung jawab
dalam mengurus dan mengelola suatu usaha.
 Pemimpin adalah jabatan tertinggi yang memiliki tugas-tugas yang sangat penting dan
vital dalam kewirausahaan seperti pengambil keputusan, penanggung jawab tindakan
yang dilakukan oleh setiap bawahannya, memberikan wewenang, dan lain-lain.
 Bila dalam mengelola suatu usaha tidak ada pemimpin, maka akan terjadi kekacauan dan
kerancuan dalam pembagian tugas-tugas yang mengakibatkan kebangkrutan.
 Pemimpin merupakan salah satu syarat utama dalam berwirausaha

E. MOTIVASI, INOVASI, DAN KREATIFITAS DALAM BERWIRAUSAHA


1. MOTIVASI

Secara harfiah, kata motivasi dapat disamakan artinya dengan dorongan. Tetapi perlu
dipahami bahwa dorongan di sini bersifat psikologis, karena motivasi merupakan wilayah
kejiwaan, rohaniah, atau batiniah yang erat kaitannya dengan spirit seseorang. Sebagai
pembanding, coba perhatikan jika ada seorang anak mendorong kursi. Istilah mendorong
di sini tidak dapat disamakan artinya dengan memotivasi. Apabila tetap mau mencoba,
silahkan ucapkan "Anak Pak Lurah memotivasi kursi", orang yang mendengar tentu akan
tertawa.

Oleh karena itu, motivasi dapat disamakan maknanya dengan mendorong atau
dorongan apabila digunakan untuk manusia yang memiliki jiwa, hati, semangat, dan rasa.
Selain itu, perlu juga dipahami bahwa seseorang (individu) dapat diberi dorongan oleh
orang lain (dimotivasi), jika ia sendiri memiliki motivasi dalam dirinya. Dengan demikian,
dapat diketahui bahwa motivasi terdiri dari dua macam, yaitu motivasi dari dalam diri
sendiri (motivasi intrinsik) dan motivasi yang datang dari orang lain (motivasi ekstrinsik).

Dalam kewirausahaan, yang paling utama adalah motivasi intrinsik, diperlukan


motivasi ekstrinsik manakala motivasi instrinsik mengalami penurunan. Kekuatan
motivasi intrinsik merupakan fondasi kuat bagi kemandirian, dan kemandirian merupakan
rohnya kewirausahaan.

2. INOVASI
Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreatifitas dalam rangka
pemecahan masalah dan menemukan peluang (doing new thing) inovasi merupakan
fungsi utama dalam proses kewirausahaan. Peter Druckermengatakan inovasi memiliki
fungsi yang khas bagi wirausahawan. Dengan inovasi wirausahawan menciptakan baik
sumberdaya produksi baru maupun pengelolahan sumber daya yang ada dengan
peningkatan nilai potensi untuk menciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi ada.
Meskipun demikian, terdapat perbedaan yangsignifikan antara sebuah ide yang timbul
semata dari spekulasi dan ide yang merupakan hasil pemikiran riset pengalaman dan kerja
yang sempurna hal yang lebih penting, Wirausahawan yang prospektif harus mempunyai
keberanian untuk memberikan sebuah ide melalui tahapan pengembangan. Dengan
demikian inovasi adalah suatu kombinasi visi untuk menciptakan suatu gagasan yang lebih
baik dan keteguhan serta dedikasi untuk mempertahankan konsep melalui implementasi.
Proses inovasi di mulai dengan analisis sumberdaya kesempatan yang menjadi
obyek. Inovasi beresifat konseptual dan perseptual, dapat di pahami dan dilihat inovator
harus maelihat bertanya dan mendengar orang lain dalam mencari inovasi. Mereka
berfikir keras dengan segenap kemampuan otaknya, mereka melakukan perhitungan
dengan cermat dan mendengarkan pendapat orang lain, serta memperhatikan potensi
pengguna inovasi yang di carinya untuk memenuhi harapan nilai dan kebutuhan.Inovasi
yang berhasil pada umumnya sederhan dan terfokus dan di tujukan pada aplikasi yang di
desain khas, jelas dan cermat. Inovasi lebih banyak melibatkan kerja fisik dari pada
pemikiran. Thomas Alfa Edison mengatakan ”jenius merupakan perpaduan yang terdiri
dari 1% inspirasi dan 99% kerja keras” lebih dari itu inovator pada umumnya bekerja
dalam suatu bidang, edison bekerja dalam hanya dalam bidang listrik dan menemukan
inovasi baru yang berupa bola lampu.
Inovasi terdiri dari empat jenis, diantaranya penemuan, pengembangan, duplikasi dan
sintesis.
a. Penemuan
Kreasi suatu produk, jasa, atau proses baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Konsep ini cenderung disebut revolisioner. Ex, penemuan pesawat terbang oleh
wright bersaudara, telepon oleh alexander graham bell dll.
b. Pengembangan
Pengembangan suatu produk, jasa, atau proses yang sudah ada. Konsep seperti ini
menjadi aplikasi ide yang telah ada berbeda. Misalnya, pengembangan McD oleh Ray
Kroc.
c. Duplikasi
Peniruan suatu produk, jasa, atau proses yang telah ada. Meskipun demikian duplikasi
bukan semata meniru melainkan menambah sentuhan kreatif untuk memperbaiki
konsep agar lebih mampu memenangkan persaingan. Misalnya, duplikasi perawatan
gigi oleh Dentaland.
d. Sintesis
Perpaduan konsep dan faktor-faktor yang sudah ada menjadi formulasi baru. Proses
ini meliputi engambilan sejumlah ide atau produk yang sudah ditemukan dan
dibentuk sehingga menjadi produk yang dapat diaplikasikan dengan cara baru. Misal,
sintesis pada arloji oleh Casio.

3. KREATIVITAS
Kreativitas merupakan daya menciptakan sesuatu yang menuntut pemusatan
perhatian, kemauan, kerja keras dan ketekunan. Menurut Sulaiman Sahlan dan Maswan,
kreativitas adalah ide atau gagasan dan kemampuan berpikir kreatif. Sementara itu
dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dimaksud dengan kreativitas ialah
kemampuan untuk mencipta daya cipta.
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa kreativitas merupakan kemampuan
seseorang dalam menuangkan ide atau gagasan melalui proses berpikir kreatif untuk
menciptakan sesuatu yang menuntut pemusatan, perhatian, kemauan, kerja keras dan
ketekunan. Sedangkan yang dimaksud dengan wirausaha adalah pengusaha, tetapi tidak
semua pengusaha adalah wirausaha. Wirausaha adalah pionir dalam bisnis, inovator,
penanggung resiko yang mempunyai penglihatan visi ke depan dan memiliki keunggulan
dalam berprestasi di bidang usaha. Sementara itu menurut Prawirokusumo wirausaha
adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan
mengembangkan ide dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang
(opportunity) dan perbaikan (preparation) hidup. Senada dengan pendapat di atas,
menurut Suryana,enterpreneur atau wirausaha adalah seseorang yang memiliki
kombinasi unsur-unsur(elemen-elemen) internal yang meliputi kombinasi motivasi diri,
visi, komunikasi, optimisme, dorongan semangat, dan kemampuan
untuk memanfaatkan peluang usaha.
Dalam konteks manajemen, peran fungsi kreativitas dalam proses inovasi
merupakan pembangkitan ide yang menghasilkan penyempurnaan efektivitas dan
efisiensi pada suatu sistem. Aspek penting dalam kreativitas adalah proses dan
manusia. Prosesberorientasi pada tujuan yang di desain untuk mencapai solusi suatu
problem. Manusiamerupakan sumber daya yang menetukan solusi.

Ada 2 sumber kreatifitas diantaranya :


a. Imajinasi dan ide
Berdasarkan fungsinya, kapasitas mental manusia dapat di kelompokkan menjadi
empat bagian, yaitu absortive, retentive, reasoning, creative. Imajinasi yang kreatif
merupakan kekuatan yang tidak terbatas, misalnya meskipun seseorang yang hampir
tidak pernah keluar rumah tetapi dengan menggunakan imajinasinya ia dapat
melalang buana ke dunia sekitar. Imajinasi jauh lebih penting dari pada ilmu
pengetahuan dan kekuatan murni dari pikiran manusia.
b. Sifat Proses kreatif
Kreativitas adalah suatu proses yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan. Setiap
orang Kreatif pada tingkat tertentu. Orang mempunyai kemampuan dan bakat dalam
bidang tertentu dapat lebih kreatif dari pada orang lain. Hal yang sama juga dialami
oleh orang yang dilatih dan dikembangkan dalam suatu lingkungan yang mendukung
pengembangan kreativitas, mereka diajari untuk berfikir dan bertindak secara kreatif
. Bagi pihak lain proses kreatif lebih sukar karena tidak dikembangkan secara positif
dan jika mereka inginmenjadi kreatif, mereka harus belajar cara
mengimplementasikan proses kreatif.
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat dipengaruhi oleh sifat dan kepribadian
seseorang. The officer of Advocacy of Small Business Administration. bahwa kewirausahaan
yang berhasil pada umumnya memiliki sifat-sifat kepribadian.
Seperti telah diungkapkan bahwa wirausaha sebenarnya adalah seorang inovator atau
individu yang mempunyai kemampuan naluriah untuk melihat benda-benda materi
sedemikian rupa yang kemudian terbukti benar, mempunyai semangat.

B. SARAN
Disarankan bagi mahasiswa yang nantinya akan memulai berwirausaha untuk meneladani
dan dapat mencontoh sikap, karakteristik, dan sebagainya dari apa yang tertulis di Bab
Pembahasan di atas. Seorang wirausaha memang perlu untuk menghadapi sebuah risiko,
karena dari proses risiko itu sendiri nantinya akan membawa sesuatu yang besar. Dan juga
semangat, kerja keras, ulet, serta tidak putus asa sikap yang sangat dibutuhkan oleh seorang
wirausaha agar terus berkarya dengan usaha yang di jalankannya.
DAFTAR PUSTAKA

https://www.folderbisnis.com/ide-bisnis-untuk-mahasiswa/

“Anonim”. 2009. Karakteristik Kewirausahaan. diambil dari http://karakteristik-


wirausahaan.com. Pada tanggal 4 Maret 2012.

Dr.Suryana, M.Si.2006.Kewirausahaan.Jakarta:Salemba Empat.

Adji Wahyu, Suwerli, & Suratno. Editor : Setiawan Yusuf. S, Utami Diyah .P. 2007.Kewirausahaan,
Jakarta:Penerbit Erlangga.

Ria Agustina, 2009, Hubungan antara Gaya Kepemimpinan dengan Kreativitas Karyawan: Analisis
Pengaruh Mediasi Pemikiran Kreatif dan Motivasi Intrinsik pada Karyawan di Industri Media.

Timpe, Dale, 2002, Seri Manajemen Sumber Daya Manusia – Kepemimpinan, PT Elex Media
Komputindo, Jakarta