Anda di halaman 1dari 11

Nama : Hana Navi Nugraheni

Progdi : PGSD

No. Peserta : 2016066889

LEMBAR JAWABAN

SOAL PEDAGOGIK PPG SM3T-PGSD 2018

1. Pengertian Lima Aspek Dalam Pendekatan Saintifik


a. Mengamati merupakan metode yang mengutamakan kebermaknaan proses
pembelajaran (meaningfull learning). Kegiatan belajar yang dilakukan dalam proses
mengamati adalah membaca, mendengar, menyimak, melihat (tanpa atau dengan
alat). Kompetensi yang dikembangkan adalah melatih kesungguhan, ketelitian,
mencari informasi.
Contoh Kegiatan Mengamati : siswa difasilitasi dan dibimbing
untuk melihat, menyimak, mendengar, dan membaca dari berbagai sumber belajar
untuk menemukan sendiri fakta, konsep, prinsip, proses atau prosedur tentang dan
atau konten yang terkait dengan hal yang sedang dipelajari.
b. Menanya merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan cara
mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati
atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati
(dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik).
Kompetensi yang dikembangkan adalah mengembangkan kreativitas, rasa ingin
tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang
perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat.
Contoh Kegiatan Menanya : mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang tidak
dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi
tambahan tentang apa yang diamati - Membuat dan mengajukan pertanyaan, tanya
jawab, berdiskusi tentang informasi yang belum dipahami, informasi tambahan yang
ingin diketahui, atau sebagai klarifikasi.
c. Mengumpulkan informasi/eksperimen merupakan kegiatan pembelajaran yang
berupa eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks, mengamati
objek/kejadian/aktivitas, dan wawancara dengan narasumber. Kompetensi yang
dikembangkan dalam proses mengumpulkan informasi/ eksperimen adalah
mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain,
kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi
melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar
sepanjang hayat.
Contoh Kegiatan Mengumpulkan Informasi/eksperimen : melakukan
eksperimen, membaca sumber lain dan buku teks, mengamati
objek/kejadian/aktivitas, wawancara dengan narasumber - Mengeksplorasi,
mencoba, berdiskusi, mendemonstrasikan, meniru bentuk/gerak, melakukan
eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks, mengumpulkan data dari nara
sumber melalui angket, wawancara, dan memodifikasi/
menambahi/mengembangkan.
d. Mengasosiasikan/mengolah informasi merupakan kegiatan pembelajaran yang
berupa pengolahan informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil
kegiatan mengumpulkan/eksperimen maupun hasil dari kegiatan mengamati dan
kegiatan mengumpulkan informasi. Kompetensi yang dikembangkan dalam proses
mengasosiasi/mengolah informasi adalah mengembangkan sikap jujur, teliti,
disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan
berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan.
Contoh Kegiatan Mengasosiasikan/mengolah informasi : Siswa mengolah
informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan
mengumpulkan/eksperimen mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan
mengumpulkan informasi - mengolah informasi yang sudah dikumpulkan,
menganalisis data dalam bentuk membuat kategori, mengasosiasi
atau menghubungkan fenomena/informasi yang terkait dalam rangka menemukan
suatu pola, dan menyimpulkan.
e. Mengkomunikasikan merupakan kegiatan pembelajaran yang berupa
menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara
lisan, tertulis, atau media lainnya. Kompetesi yang dikembangkan dalam tahapan
mengkomunikasikan adalah mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi,
kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas,
dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar.
Contoh Kegiatan Mengkomunikasikan: Siswa menyampaikan hasil pengamatan,
kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya -
menyajikan laporan dalam bentuk bagan, diagram, atau grafik; menyusun laporan
tertulis; dan menyajikan laporan meliputi proses, hasil, dan kesimpulan secara lisan.

Prinsip-Prinsip Dalam Pendekatan Saintifik

1. Berpusat pada peserta didik, yaitu kegiatan aktif peserta didik secara fisik dan mental dalam
membangun makna atau pemahaman suatu konsep, hukum, dan prinsip.
2. Membentuk istudent self concept, yaitu membangun konsep berdasarkan pengalaman
peserta didik sendiri.
3. Menghindari verbalisme.
4. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengasimilasi dan mengakomodasi
konsep, hukum, dan prinsip.
5. Mendorong terjadinya peningkatan kecakapan berpikir peserta didik.
6. Meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
7. Memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melatih kemampuan dalam
berkomunikasi.
8. Memungkinkan adanya proses validasi terhadap konsep, hukum, dan prinsip yang
dikonstruksi peserta didik dalam struktur kognitifnya.
9. Melibatkan keterampilan proses sains dalam mengkonstruksi konsep, hukum, atau prinsip.
10. Melibatkan pronsep kognitif yang potensial dalam merangsang perkembangan inetelektual,
khususnya keterampian berpikir tingkat tinggi (HOTS, Higher Order Thinking Skills )
peserta didik.

2. Cara saya sebagai guru menyiasati agar pembelajaran tetap kreatif dan inovatif
dengan tidak mengabaikan tuntutan dari pembelajaran abad 21 di daerah terpencil
sebagai berikut:
1) Menggunakan media alam sekitar sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan mutu
kualitas siswa dan mencapai tujuan pembelajaran bermakna.
2) Menggunakan bermacam strategi dan metode pembelajaran yang bervariasi untuk
membuat siswa lebih aktif dalam pembelajaran.
3) Mengajak siswa mempelajari ilmu pengetahuan secara langsung untuk memperoleh
pembelajaran yang bermakna, seperti contohnya mengajak siswa ke pasar tradisional
untuk mempelajari pendalaman muatan IPS tentang jual beli dsb.
4) Senantiasa memperbarui diri mengenai informasi yang terbaru, dan belajar dalam
mendidik siswa agar lebih baik dimasa depan.

3. Fungsi media yang dapat menggugah minat siswa dalam belajar, bermaksud media
merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi
kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna media yang ditampilkan atau menyertai
teks materi pelajaran. Seringkali pada awal pelajaran siswa tidak tertarik dengan materi
pelajaran atau mata pelajaran itu merupakan salah satu pelajaran yang tidak disenangi oleh
mereka sehingga mereka tidak memperhatikan. Khususnya media gambar, gambar yang
diproyeksikan melalui overhead projector dapat menggugah minat dan mengarahkan
perhatian mereka kepada pelajaran yang akan mereka terima. Dengan demikian,
kemungkinan untuk semangat mengikuti pembelajaran siswa semakin besar.

4. Prinsip dan faktor apa yang utama dalam menetapkan media pembelajaran
a. Prinsip-prinsip Pemilihan Media Pembelajaran
Drs.Sudirman N(1991) membagi prinsip-prinsip pemilihan media pengajaran yang
dibaginya ke dalam tiga kategori, sebagai berikut:

1. Tujuan pemilihan
Memilih media yang akan digunakan harus berdasarkan maksud dan tujuan pemilihan
yang jelas.

2. Karakteristik media pembelajaran


Setiap media pengajaran mempunyai karakteristik tertentu, baik dilihat dari segi
keampuhannya, cara pembuatannya, maupun cara penggunaannya. Seorang guru harus
bisa memahami karakteristik dari berbagai jenis media pembelajaran yang bervariasi.
Sedang apabila kurang memahami karakteristik media tersebut maka guru akan di
hadapkan pada kesulitan yang akan menghambat proses pembelajaran

3. Alternatif pilihan
Memilih merupakan proses pembuatan keputusan dari berbagai alternatif pilihan.
Seorang guru harus bisa menentukan pilihan mengenai media mana yang akan
digunakan apabila terdapat beberapa media yang dapat diperbandingkan.

Dari segi teori belajar, berbagai kondisi dan prinsip-prinsip psikologis yang perlu mendapat
pertimbangan dalam pemilihan media adalah sebagai berikut:
1. Motivasi
Harus ada kebutuhan, minat, atau keinginan untuk belajar dari pihak siswa sebelum
meminta perhatiannya untuk mengerjakan tugas dan latihan.

2. Perbedaan individual
Siswa belajar dengan cara dan tingkat kecepatan yang berbeda-beda. Faktor-faktor
seperti intelegensi, tingkat pendidikan, kepribadian, dan gaya belajar mempengaruhi
kemampuan dan kesiapan siswa untuk belajar. Tingkat kecepatan penyajian informasi
melalui media harus berdasarkan kepada tingkat pemahaman.

3. Tujuan pembelajaran
Jika siswa diberitahukan apa yang diharapkan mereka pelajari melalui media pengajaran
itu, kesempatan untuk berhasil dalam pembelajaran semakin besar.

4. Organisasi isi
Pembelajaran akan lebih mudah jika isi dan prosedur atau ketrampilan fisik yang akan
dipelajari diatur dan diorganisasikan ke dalam urut-urutan yang bermakna

5. Persiapan sebelum belajar


Ketika merancang materi pelajaran, sebaiknya perhatian harus ditujukan kepada sifat
dan tingkat persiapan siswa.
6. Emosi
Pembelajaran yang melibatkan emosi dan perasaan pribadi serta kecakapan amat
berpengaruh dan bertahan.

7. Partisipasi
Agar pembelajaran berlangsung dengan baik, seorang siswa harus menginternalisasi
informasi, tidak sekedar diberitahukan kepadanya. Oleh sebab itu, belajar memerlukan
kegiatan. Dengan partisipasi, kesempatan lebih besar terbuka bagi siswa untuk
memahami dan mengingat materi pelajaran itu.

8. Umpan balik
Hasil belajar dapat meningkat apabila secara berkala siswa diinformasikan kemajuan
belajarnya. Pengetahuan tentang hasil beajar, pekerjaan yang baik, atau kebutuhan untuk
perbaikan pada sisi-sisi tertentu akan memberikan sumbangan terhadap motivasi belajar
yang berkelanjutan.

9. Penguatan
Apabila siswa berhasil belajar, ia didorong utnuk terus belajar. Pembelajaran yang
didorong oleh keberhasilan amat bermanfaat, dapat membangun kepercayaan diri.

10. Latihan dan pengulangan


Sesuatu hal baru jarang sekali dapat dipelajari secara efektif hanya dengan sekali jalan.
Agar suatu pengetahuan atau ketrampilan dapat menjadi kompetensi atau kecakapan
intelektual seseorang, haruslah sering diulangi dan dilatih dalam berbagai konteks.

11. Penerapan
Hasil belajar yang diinginkan adalah meningkatkan kemampuan seseorang untuk
menerapkan atau mentransfer hasil belajar pada masalah atau situasi baru. Kemudian
siswa diberi kesempatan untuk bernalar dan memutuskan dengan menerapkan
generalisasi atau prosedur terhadap berbagai masalah atau tugas baru.

b. Faktor–faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan media pembelajaran

Pada tingkat yang menyeluruh dan umum, pemilihan media dapat dilakukan dengan
mempertimbangkan faktor-faktor berikut ini:

1. Objektivitas
Unsur subjektivitas guru di dalam memilih media pengajaran harus dihindari. Artinya,
guru tidak boleh memilih suatu media pengajaran atas kesenangan pribadi. Untuk
menghindari hal ini, alangkah baiknya guru meminta pandangan atau saran dari teman
sejawat atau melibatkan siswa di dalam memilih media pengajaran.
2. Program pengajaran
Program pengajaran yang akan disampaikan kepada anak didik harus sesuai dengan
kurikulum yang berlaku, baik isinya, strukturnya maupun kedalamannya. Terkecuali jika
program itu hanya di maksudkan untuk mengisi waktu senggang saja, daripada anak
didik bermain tidak karuan.
3. Sasaran program
Sasaran program yang dimaksud adalah anak didik yang menerima informasi pengajaran
melalui media pembelajaran. Pada tingkat usia tertentu dan dalam kondisi tertentu anak
didik mempunyai kemampuan tertentu pula, baik cara berpikirnya, daya imajinasinya,
kebutuhannya, maupun daya tahan dalam belajarnya. Untuk itu maka media yang akan
digunakan harus dilihat kesesuaiannya dengan tingkat perkembangananak didik[1].
4. Situasi dan kondisi
Situasi dan kondisi yangdimaksud meliputi situasi dan kondisi sekolah serta situasi dan
kondisi peserta didik yang akan mengikuti pelajaran.
5. Kualitas teknik
Dari segi teknik media pengajaran yang akan digunakan perlu diperhatikan, apakah
sudah memenuhi syarat.
6. Efektifitas dan efisiensi penggunaan
Keefektifan berkenaan dengan hasil yang ingin dicapai, sedangkan efisiensi berkenaan
dengan proses pencapaian hasil tersebut. Keefektifan dalam penggunaan media meliputi
apakah dengan menggunakan media tersebut informasi pengajaran dapat diserap optimal
oleh anak didik. Sedangkan efisiensi meliputi apakah dengan menggunakan media
tersebut waktu, tenaga, dan biaya yang dikeluarkan untuk mencapai tujuan tersebut
sedikit mungkin.
5. Satu contoh kompetensi dasar yang diharapkan dicapai peserta didik

Kompetensi Dasar (KD) Bahasa Indonesia:

3.2 Menggali isi teks penjelasan (eksplanasi) ilmiah yang didengar dan dibaca.

Kemampuan awal yang akan diidentifikasi dalam kegiatan awal pembelajara tersebut,
sebagai berikut :
a. Pengetahuan yang akan di ajarkan,
b. Pengetahuan yang berada di luar pengetahuan yang akan di bicarakan,
c. Pengetahuan mengenai ketrampilan generic (generic skills).
Klasifikasi pertama, yang berkaitan dengan pengetahuan yang akan diajarkan, meliputi
pengetahuan yang lebih tinggi, pengetahuan setingkat, pengetahuan lebih rendah, dan pengetahuan
pengalaman. Klasifikasi kedua, yang berkaitan dengan pengetahuan yang berjadi luar pengetahuan
yang dibicarakan, meliputi pengetahuan bermakna tak terorganisasi dan pengetahuan analogis.
Klasifikasi ketiga, yang berkaitan dengan pengetahuan tentang keterampilan generik adalah strategi
kognitif.
Bila dilihat dari tingkat penguasaannya kemampuan awal bisadiklasifikasikan menjadi 3, yaitu:
a. Kemampuan awal siap pakai, mengacu pada kemampuan yang manapun dari ketujuh kemapuan
awal yang diidentifikasi oleh Reigeluth, yang benar-benar telah dikuasai oleh siswa (yaitu
pengetahuan yang telah menjadi miliknya), dan dapat digunakan kapan saja dan dalam situasi apapun.
b. Kemampuan awal siap ulang, mengacu kepada kemampuan-kemampuan awal yang manapun dari
ketujuh kemampuan awal yang diidentifikasi Reigeluth yang sudah pernah dipelajari siswa, namun belum
dikuasai sepenuhnya atau belum siap digunakan ketika diperlukan. Karena belum menjadi miliknya, maka siswa
masih sangat tergantung pada adanya sumber-sumber yang sesuai (biasanya buku teks) untuk dapat
menggunakankemampuan ini.
c. Kemampuan awal pengenalan, mengacu pada kemampuan-kemampuan awal yang manapun dari
ketujuh kemampuan awal yang diidentifikasi Reigeluth yang baru dikenal. Mungkin karena baru
pertama kali dipelajari oleh siswa sehingga perlu diulangi beberapa kali agar menjadi siap
guna. Kemampuan ini masih belum dikuasai dan masih sangat tergantung pada tersedianya sumber-sumber,
juga sering kali memang belum dikuasai.
6. Kegunaan dan fungsi dari kisi-kisi soal
Fungsi Untuk Kelas :
a. Mengadakan diagnosis terhadap kesulitan belajar siswa.
b. Mengevaluasi celah antra bakat dengan pencapaian.
c. Menaikkan tingkat prestasi.
d. Mengelompokan siswa di kelas pada waktu metode kelompok.
e. Merencanakan kegiatan proses belajar mengajar untuk siswa siswa
f. secara perseorngan.
g. Menentukan siswa mana yang memerlukan bimbingan khusus.
h. Menentukan tingkat pencapaian untuk setiap anak.
Fungsi Untuk Bimbingan :
a. Menentukan arah pembicaraan dengan orang tua tentang anak-anak mereka.
b. Membantu siswa dalam menentukan plihan.
c. Membantu siswa mencapai tujuan pendidikan dan jurusan.
d. Memberi kesempatan kepada pembingbin, guru, dan orang tua dalam memahami kesulitan
anak.
e. Fungsi untuk Administrasi\
f. Memberi petunjuk dalam mengelompokkan siswa.
g. Penempatan siswa baru
h. membantu siswa memilih kelompok.
i. Menilai kurkulum.
j. Memperluas hubungan masyarakat (public relation).
k. Menyediakan informasi untuk badan-badan lain diluar sekolah.

7. Karakteristik Penilaian Otentik

Karakteristik penilaian otentik menurut Santoso adalah sebagai berikut:

1. Penilaian merupakan bagian dari proses pembelajaran.


2. Penilaian mencerminkan hasil proses belajar pada kehidupan nyata.
3. Menggunakan bermacam-macam instrumen, pengukuran, dan metode yang sesuai dengan
karakteristik dan esensi pengalaman belajar.
4. Penilaian harus bersifat komprehensif dan holistik yang mencakup semua aspek dari tujuan
pembelajaran.
Sedangkan Nurhadi mengemukakan bahwa karakteristik authentic assesment adalah sebagai
berikut:

1. Melibatkan pengalaman nyata (involves real-world experience)


2. Dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung
3. Mencakup penilaian pribadi (self assesment) dan refleksi yang diukur keterampilan dan
performansi, bukan mengingat fakta
4. Berkesinambungan
5. Terintegrasi
6. Dapat digunakan sebagai umpan balik
7. Kriteria keberhasilan dan kegagalan diketahui siswa dengan jelas

8. Menurut saya karakteristik guru dalam pembelajaran abad 21, sebagai berikut :

a. Life-long learner. Pembelajar seumur hidup. Guru perlu meng-upgrade terus


pengetahuannya dengan banyak membaca serta berdiskusi dengan pengajar lain atau
bertanya pada para ahli. Tak pernah ada kata puas dengan pengetahuan yang ada, karena
zaman terus berubah dan guru wajib up to date agar dapat mendampingi siswa
berdasarkan kebutuhan mereka.
b. Kreatif dan inovatif. Siswa yang kreatif lahir dari guru yang kreatif dan inovatif. Guru
diharap mampu memanfaatkan variasi sumber belajar untuk menyusun kegiatan di
dalam kelas.
c. Mengoptimalkan teknologi. Salah satu ciri dari model pembelajaran abad 21
adalah blended learning, gabungan antara metode tatap muka tradisional dan
penggunaan digital dan online media. Pada pembelajaran abad 21, teknologi bukan
sesuatu yang sifatnya additional, bahkan wajib.
d. Reflektif. Guru yang reflektif adalah guru yang mampu menggunakan penilaian hasil
belajar untuk meningkatkan kualitas mengajarnya. Guru yang reflektif mengetahui
kapan strategi mengajarnya kurang optimal untuk membantu siswa mencapai
keberhasilan belajar. Ada berapa guru yang tak pernah peka bahkan setelah mengajar
bertahun-tahun bahwa pendekatannya tak cocok dengan gaya belajar siswa. . Guru yang
reflektif mampu mengoreksi pendekatannya agar cocok dengan kebutuhan siswa, bukan
malah terus menyalahkan kemampuan siswa dalam menyerap pembelajaran.
e. Kolaboratif. Ini adalah salah satu keunikan pembelajaran abad 21. Guru dapat
berkolaborasi dengan siswa dalam pembelajaran. Selalu ada mutual respect dan
kehangatan sehingga pembelajaran akan lebih menyenangkan. Selain itu guru juga
membangun kolaborasi dengan orang tua melalui komunikasi aktif dalam memantau
perkembangan anak.
f. Menerapkan student centered. Ini adalah salah satu kunci dalam pembelajaran
kelas kekinian. Dalam hal ini, siswa memiliki peran aktif dalam pembelajaran sehingga
guru hanya bertindak sebagai fasilitator. Karenanya, dalam kelas abad 21 metode
ceramah tak lagi populer untuk diterapkan karena lebih banyak mengandalkan
komunikasi satu arah antara guru dan siswa.
g. Menerapkan pendekatan diferensiasi. Dalam menerapkan pendekatan ini, guru akan
mendesain kelas berdasarkan gaya belajar siswa. pengelompokkan siswa di dalam kelas
juga berdasarkan minat serta kemampuannya. Dalam melakukan penilaian guru
menerapkan formative assessment dengan menilai siswa secara berkala berdasarkan
performanya (tak hanya tes tulis). Tak hanya itu, guru bersama siswa berusaha untuk
mengatur kelas agar menjadi lingkungan yang aman dan suportif untuk pembelajaran.