Anda di halaman 1dari 7

KAJIAN EFEKTIVITAS PEMBERIAN VAKSINASI

HEPATITIS B TERHADAP PEMBENTUKAN


ANTIBODI ANTI HBs

Hutari Puji Astuti 1), Estri Kusumawati 2)


1
Prodi D-III Kebidanan STIKes Kusuma Husada Surakarta

ABSTRAK
Hepatitis B merupakan infeksi hepar yang disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB), suatu anggota famili
Hepadna virus sehingga menimbulkan peradangan hati akut atau menahun pada sebagian kecil kasus
dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati. Vaksinasi hepatistis B yang selama ini dilakukan
mampu menurunkan angka kesakitan. Adanya beberapa kendala yang terjadi dalam vaksinasi baik
secara internal dan eksternal seperti terjadinya netralisasi host, escape mutant atau virus mutasi yang
lolos, kualitas vaksin dan faktor lingkungan. Salah satu parameter pengukuran keberhasilan efektivitas
vaksinasi hepatitis B melalui pemeriksaan imunologis secara in vitro menggunakan perangkat diagnostic
berdasarkan pengukuran titer antibody Anti HBs. Oleh karena itu perlu dilakukan pengkajian terhadap
efektivitas vaksinasi hepatitis B terhadap individual yang telah divaksinasi. Hasil dari penelitian yang
telah dilakukan didapatkan hasil 100 % mengalami kenaikan anti HBs selama 6 bulan dari pemberian
vaksinasi hepatitis B.
Kata Kunci: vaksinasi Hepatitis B, Anti bodi Anti HBs

ABSTRACT
Hepatitis B is a liver infection caused by the Hepatitis B virus ( HBV ), a member of the family Hepadna
virus causing acute or chronic inßammation of the liver in a minority of cases may progress to liver
cirrhosis or liver cancer. Hepatistis B vaccination has been done is able to reduce morbidity. The existence
of several obstacles that occur in vaccinated both internally and externally as the neutralization of the
host, or the escape mutant virus escape mutations, vaccine quality and environmental factors. One of
the parameters measuring the success of the effectiveness of hepatitis B vaccination through in vitro
immunological examinations using diagnostic device based on the measurement of Anti- HBs antibody
titers. Therefore, it is necessary to study the effectiveness of vaccination against hepatitis B who have
been vaccinated individual. The results of research conducted showed 100 % anti- HBs increased during
the 6 months of vaccination with hepatitis B.
Keywords: vaccination, Hepatitis B, Anti- HBs
Jurnal KesMaDaSka - Januari 2014

PENDAHULUAN Hal itu terjadi karena tekanan dari host akibat


daya tahan tubuh, misalnya, karena diberi an-
Hepatitis B adalah suatu penyakit
tibody monoclonal atau divaksinasi.
hati yang disebabkan oleh Virus Hepatitis
B (VHB), suatu anggota famili Hepadnavirus Vaksinasi hepatitis B diberikan seb-
yang dapat menyebabkan peradangan hati agai salah satu upaya proteksi terhadap in-
akut atau menahun yang pada sebagian ke- feksi hepatitis B, yang dapat diberikan pada
cil kasus dapat berlanjut menjadi sirosis hati segala tingkat usia dari bayi hingga dewasa.
atau kanker hati. Infeksi hepatitis B merupakan Keberhasilan suatu vaksinasi dapat diketa-
problem kesehatan masyarakat di seluruh du- hui berdasarkan pengukuran titer antibody
nia. Diperkirakan ada 350 juta carrier (pen- yang terbentuk melalui pemeriksaan labora-
gidap) di dunia. Pada penderita hepatitis B torium. Adanya beberapa kendala yang ter-
kronis, bisa timbul komplikasi seperti sirosis jadi dalam vaksinasi baik secara internal dan
(pengerasan hati) dan kanker hati. Prevalensi eksternal seperti terjadinya netralisasi host,
rata-rata hepatitis B di Indonesia 10 persen. escape mutant atau virus mutasi yang lolos,
Variasi berkisar 3,4-20,3 persen di setiap kualitas vaksin dan faktor lingkungan. Salah
daerah. Di luar Jawa, kecuali Lombok dan satu parameter terhadap efektivitas vaksinasi
Sumbawa, umumnya prevalensi rendah. hepatitis B adalah melalui pemeriksaan imu-
nologis berdasarkan pengukuran titer anti-
Upaya vaksinasi mampu menurunkan
bodinya yaitu Anti HBs melalui pemeriksaan
jumlah pengidap virus hepatitis B dan angka
laboratorium. Oleh karena itu perlu dilaku-
kesakitan akut. Pemerintah Indonesia saat ini
kan pengkajian terhadap efektivitas vaksina-
telah mengintegrasikan vaksinasi hepatitis B
si hepatitis B terhadap individual yang telah
untuk balita ke dalam Program Pengemban-
divaksinasi. Hasil kajian tersebut diharapkan
gan Imunisasi (Extended Program of Imuni-
dapat diketahui apakah pemberian vaksinasi
zation/EPI). Vaksinasi hepatistis B yang sela-
hepatitis B yang telah dilakukan memberi-
ma ini dilakukan mampu menurunkan angka
kan manfaat sebagai salah satu upaya men-
kesakitan. Namun, keberhasilan vaksinasi
dukung terciptanya Indonesia Sehat sesuai
terancam oleh adanya escape mutant atau
dengan program pemerintah dalam rangka
virus mutasi yang lolos. Hal ini antara lain
menciptakan manusia sehat dan sejahtera.
akibat vaksin yang dibuat bukan berdasarkan
galur virus lokal sehingga antibodi yang ter-
METODOLOGI PENELITIAN
bentuk tidak mampu membunuh virus hepa-
titis B yang ada. Oleh karena itu perlu desain Lokasi Penelitian dilakukan di Labo-
vaksin hepatitis B yang tepat dan optimum ratorium terpadu STIKes Kusuma Husada
untuk Indonesia (Siswono, 2001). Surakarta dan Laboratorium Klinik Budi Se-
Namun, upaya ini menghadapi tantan- hat Surakarta. Waktu Penelitian selama 6 bu-
gan, yaitu adanya nonresponder atau orang lan yaitu pada bulan Mei sampai November
yang divaksinasi, tetapi tidak terbentuk an- 2013
tibodinya. Penyebabnya, bisa karena vaksin Metode yang digunakan oleh penel-
kurang imunogenik atau vaksin mudah men- iti di dalam penelitian ini adalah korelasi.
galami netralisasi. Selain itu, muncul varian Korelasi adalah penelitian yang mengkaji
dan mutan dari virus hepatitis B. Mutasi vi- hubungan antara variabel. Peneliti dapat
rus terjadi dalam waktu yang lebih pendek. mencari, menjelaskan suatu hubungan, mem-

29
Jurnal KesMaDaSka - Januari 2014

perkirakan, menguji berdasarkan teori yang atau tabulating. Analisa data secara statistik
ada. (Nursalam dan Siti Pariani., 2001). untuk mengetahui hubungan pemberian imu-
Populasi target dalam penelitian ini nisasi hepatitis B dan pembentukan anti bodi
adalah 160 mahasiswa / mahasiswi Prodi Anti HBs adalah analisis bivariat. Analisis
D-III Kebidanan STIKes Kusuma Husada bivariat merupakan analisa yang digunakan
Surakarta yang telah divaksinasi Hepatitis untuk melihat hubungan dua variabel yang
B. Dari populasi tersebut diambil sampel 30 meliputi variabel independen dan dependen.
mahasiswa secara random sampling. Indi- Analisis yang digunakan adalah analisis ko-
vidu penerima vaksinasi dapat dikategorikan relasi dengan menggunakan uji Friedman.
ke dalam faktor: usia, gender, faktor lain sep-
erti obesitas. HASIL DAN PEMBAHASAN
Antibodi Anti HBs berdasarkan pen- Pelaksanaan penelitian meliputi
gukuran antibody Anti HBs secara in vitro
1. Pengambilan sampel darah
dengan menggunakan test diagnositic labo-
ratorium secara imunologis. Titer antibodi a. Persiapan alat, terdiri dari serum dalam
hepatitis B dikatakan protektif bila titer an- vacutainer, needle no 23, masker, gloves,
tibodi anti-HBs > 10 ȝg (mcg/mL) sehingga kapas, plester, luer, holder
dikategorikan menjadi: b. Langkah pengambilan sampel darah
1) Persiapan alat
a. Efektif bila titer antibody Anti HBs > 10
ȝg (mcg/mL)
b. Tidak efektif bila titer antibody Anti HBs
< 10 ȝg (mcg/mL)
Instrumen penelitian yang peneliti gu-
nakan di dalam penelitian ini adalah wawan-
cara dan pengukuran titer antibody Anti HBs
secara imunologis untuk memperoleh data.
Menurut Aziz Alimul H (2003), wawancara
merupakan metode dalam pengumpulan data
Gambar 1. Persiapan alat
dengan mewawancarai secara langsung dari
responden yang diteliti. Metode ini memberi- 2) Buka tutup luer
kan hasil secara langsung dan dapat dilakukan
apabila ingin mengetahui hal-hal dari respon-
den secara mendalam serta berdasarkan hasil
pemeriksaan laboratorium terhadap titer anti-
bodi Anti HBs.Setelah semua data terkumpul
maka langkah selanjutnya peneliti akan akan
melakukan pengolahan data dan menganalisis
data yang telah diperoleh. Setelah melakukan
wawancara kepada responden, peneliti akan
mengolah data tersebut dengan cara: editing Gambar 2. Buka tutup luer
(koreksi) dan coding serta penyusunan data

30
Jurnal KesMaDaSka - Januari 2014

3) Hubungkan luer dengan holder 6) Pengambilan darah

Gambar 6. Pengambilan darah


Gambar 3. Luer dan holder 7) Penampungan darah
4) Pasang needle pada luer

Gambar 7. Penampungan darah


8) Sampel darah siap diperiksa
Gambar 4. Luer, holder dan needle

5). Persiapan pengambilan darah

Gambar 8. Sampel darah


2. Pemeriksaan titer darah antibody anti
Gambar 5 Persiapan mahasiswa HBs
Pemeriksaan titer darah ini bekerja
sama dengan laboratorium klinik Budi Sehat
Surakarta.
a. Persiapan alat
Terdiri dari: Alat pemutar, reagen anti
HBs, sampel darah

31
Jurnal KesMaDaSka - Januari 2014

Gambar 9. Diagnostis set anti HBs

b. Langkah Pemeriksaan
1) Siapkan alat
2) Masukkan reagen HBs dan sampel
darah
3) Tutup alat pemutar, atur waktu
kurang lebih 5 menit
4) Setelah 5 menit mesin berhenti, ha-
sil bisa langsung dibaca pada layar
monitor dengan memasukkan kode
sesuai pada kode sampel darah
Gambar 11. Pembacaan Hasil Titer HBs
3. Hasil Pemeriksaan
Hasil pemeriksaan kadar titer dari ma-
hasiswa adalah sebagai berikut:

Gambar 10. Pemeriksaan titer HBs

Tabel 4.5 Keefektifan Pemberian Imunisasi Hepatitis B


Cases
Valid Missing Total
N Percent N Percent N Percent
0 bulan 30 100.0% 0 .0% 30 100.0%
1 bulan 30 100.0% 0 .0% 30 100.0%
6 bulan 30 100.0% 0 .0% 30 100.0%
Sumber: Data Primer Terolah, 2013

32
Jurnal KesMaDaSka - Januari 2014

Berdasarkan hasil penelitian yang telah ßamasi aktif. Sedangkan tujuan pemeriksaan
dilakukan dapat diketahui bahwa pemberian histologis adalah untuk menilai tingkat keru-
imunisasi Hepatitis B yang diberikan selama sakan hati, menyisihkan diagnosis penyakit
3 kali terhadap pembentukan Antibody Anti hati lain, prognosis dan menentukan manaje-
HBs pada mahasiswa terlihat adanya kenai- men anti viral.
kan titer anti Hbs nya. Kenaikan titer Anti- Titer Antibodi hepatitis B dikatakan
body anti HBs bisa kita lihat pada tabel kod- protektif bila titer antibodi anti-HbsAg >
ing di atas. Pada bulan ke 0 sampai bulan ke 10 ȝg (mcg/mL). Bila titer berada di bawah
6 semua titer Antibody anti HBs mengalami ambang pencegahan atau negative maka di-
kenaikan. Hal ini bisa dipengaruhi oleh sys- perlukan imunsasi ulangan. Indikator bahwa
tem imun pada masing-masing mahasiswa. seseorang mempunyai kekebalan terhadap
Apabila system Imun pada tubuh menu- hepatitis B adalah anti-HbsAg yang dapat
run kadar titer Antibody anti HBs juga ikut diperiksa di laboratorium melalui pemerik-
menurun. saan darah. Bila hasil pemeriksaan anti-Hb-
Pada penelitian ini menggunakan sAg nya menunjukkan > 10 ȝg berarti orang
analisa data dengan Uji Friedman, hasil yang tersebut sudah memiliki kekebalan terhadap
diperoleh nilai P = 0.00, lebih kecil dari 0.05 hepatitis B dan tidak perlu diberikan imunisa-
yang artinya bahwa pemberian imunisasi si, begitu juga sebaliknya.
hepatitis dikatakan efektif. Diagnosis infeksi
Hepatitis B kronis didasarkan pada pemerik- KESIMPULAN
saan serologis, petanda virologis, biokimiawi EfektiÞtas pemberian imunisasi hepa-
dan histologis. Secara serologis, pemeriksaan titis B terhadap pembentukan antibody anti
yang dianjurkan untuk diagnosis dan evalu- HBs adalah adanya kenaikan yang signiÞkan
asi infeksi Hepatitis B kronis adalah : HbsAg, terhadap titer antibody anti HBs pada pemer-
HbeAg, anti Hbe dan HBV DNA. Pemerik- iksaan 0 bulan, 2 bulan dan 6 bulan pasca
saan virologis dilakukan untuk mengukur pemberian imunisasi hepatitis.
jumlah HBV DNA serum sangat penting
karena dapat menggambarkan tingkat rep- DAFTAR PUSTAKA
likasi virus. Pemeriksaan biokimiawi yang
penting untuk menentukan keputusan terapi Anonim, 2001. Kandungan Thimerosal Pada
Vaksin Hepatitis B Dapat Mengakibatkan Au-
adalah kadar ALT. Peningkatan kadar ALT
tis. Harian Kompas, 20 September 2001
menggambarkan adanya aktiÞtas kroin-
http://hoax. Wordpress.com/2007/04/27/kandun-
ßamasi. Oleh karena itu pemeriksaan ini di-
gan-thimerosal-pada-vaksin-hepatitis-b dapat-
pertimbangkan sebagai prediksi gambaran
mengakibatkan-autis/
histologist. Pasien dengan kadar ALT yang
menunjukkan proses nekroinßamasi yang Azis Alimul, 2003. Riset Keperawatan dan
lebih berat dibandingkan pada ALT yang nor- Teknik Penulisan Ilmiah, Jakarta: Salem-
mal. Pasien dengan kadar ALT normal memi- ba Medika.
liki respon serologis yang kurang baik pada Cardell K, et al. 2008. Excellent Response
terapi antiviral. Oleh sebab itu pasien dengan Rate to A Double Dose of The Combined
kadar ALT normal dipertimbangkan untuk ti- Hepatitis A and B Vaccine in Previous
dak diterapi, kecuali bila hasil pemeriksaan Nonresponders to Hepatitis B Vaccine.
histologis menunjukkan proses nekroin- Journal Infection Diseases.

33
Jurnal KesMaDaSka - Januari 2014

Christopher O. Mackie, Jane A. Buxton, Sayali Jane Gray, Nigel Hewett, and Anna Hiley.
Tadwalkar, and David M. Patrick. 2009. Hep- 2004. Hepatitis B Vaccination. British
atitis B Immunization Strategies: timing Journal of General Practice, 2004. Sep-
is everything CMAJ • January 20, 2009; tember 1; 54(506): 704.
180 (2) Mikaeloff Y, Caridade G, Rossier M, Suissa S, Tar-
Daniel J. Diekema, 2008. Achieving Immunity dieu M. 2007 Hepatitis B Vaccination and
in Hepatitis B Vaccine Nonresponders. The Risk of Childhood-onset Multiple
Published in Journal Watch Infectious Sclerosis. Arch Pediatr Adolesc Med.
Diseases July 2, 2008 2007 Dec;161(12):1176-82.
Diepolder H.M., 2008. Can SpeciÞc Heter- Notoatmojo dan Soekidjo. 2003. Ilmu Ke-
ologous Immunity Boost Hepatitis B Vac- sehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka
cine responses? Journal Infection Dis- Cipta.
eases, 2008. Nursalam dan Siti Pariani. Metodologi Riset
FitzSimons D, François G, Hall A, 2005 Keperawatan. Jakarta: CV Informedika,
Long-Term EfÞcacy of Hepatitis B Vac- 2001.
cine, Booster Policy, and Impact of Siswono, 2001. Desain Vaksin Hepatitis B
Hepatitis B Virus Mutants. Vaccine, Untuk Indonesia. http://www.gizi.net /cgi-bin
2005;23:4158-66 /berita/fullnews.cgi?newsid1001561990,7444,

-oo0oo-

34