Anda di halaman 1dari 4

Tugas Personal ke-2 Minggu 8 – Sesi 12

Nama : Ilham Atsaris


NIM : 1901590712
Kelas : TCBA

(The Risk Management Plan)

1. Carilah sebuah artikel yang menggambarkan kegagalan proyek IT. Buat intisari dari
artikel tersebut! Jelaskan IT Project Risk Framework pada proyek tersebut! Sertakan
sumber referensinya! (Minimal 1 halaman paper A4)

2. Berdasarkan artikel yang diperoleh di No.1, apakah Anda berhasil mengidentifikasi


known risk, known-unknown risk, dan unknown-unknown risk? Berikan penjelasan Anda!

3. Apakah di dalam artikel yang Anda temukan di No.1 diketahui adanya contingency plan?
Berikan penjelasan Anda!

Jawaban

1. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mengusut kasus dugaan korupsi terkait
proyek IT KPU. Dalam perkembangannya, ditemukan pemborosan dan kegagalan di
dalam proyek tersebut

"Ada pemborosan dan keseragaman merek," kata Direktur Gratifikasi KPK Lambok
Hutahuruk di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Selasa (25\/8\/2009).

Dari segi aspek pelaksanaan, kata Lambok, terdapat juga ketidakoptimalan dalam aplikasi
di daerah. Hal ini terjadi karena KPU terlalu terburu-buru dalam menjalankannya.

Saat ini, kata ketua tim peneliti kasus KPU tersebut, laporan dugaan pelanggaran sedang
diolah. Nantinya, tim akan melapor pada pimpinan KPK soal rencana penyelasaian kasus
ini.

"Sekarang kita sedang kumpulkan informasi di KPU pusat dan uji petik di 8 daerah. Kita
ingin lihat bagaimana proses tender di daerah juga," jelasnya.

Lambok menegaskan, pihaknya akan fokus pada dugaan penyelewengan dalam proses
tender murni. Nilai proyeknya mencapai Rp 50 miliar.

https://news.detik.com/berita/1189631/kpk-temukan-pemborosan-dalam-proyek-it-kpu

ISYS6310 – Information System Project Management


Salah satu contoh proyek IT yang gagal adalah Proyek IT Pemilu di Komisi Pemilihan
Umum. Proyek IT yang dimaksudkan untuk mempermudah proses pelaksanaan pemilu
dan penghitungan suara pemilu ini banyak mendapat kecaman dari berbagai pihak.
Disamping karena ditengarai adanya korupsi di dalam pelaksanaannya, juga ketika
digunakan banyak mengalami kegagalan dan bahkan KPU tidak menggunakannya
sebagai bahan acuan perhitungan suara, KPU pada akhirnya tetap menggunakan hasil
perhitungan suara manual. Proyek IT senilai 50 milyar Rupiah ini hanya menghasilkan
polemik di masyarakat daripada mendapatkan manfaatnya. Dari mulai pelaksanaan
pemilihan pemenang tender yang kemudian melaksanakan proyek tersebut sudah
bermasalah sehingga manajemen proyek sangat tidak terencana dan amburadul. Banyak
pihak yang saling memaksakan keinginan dari mulai partai dan bahkan pengurus KPU
sendiri. dari pihak manajemen proyek juga tidak terlepas dari kepentingan untuk
mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dari proyek ini. Serta pelaksanaan awal
proyek juga banyak menemui kendala dari mulai data penduduk yang tidak akurat sampai
dengan metode pelaksanaan yang tidak tepat. Terlepas dari keberhasilan dan kegagalan
sebuah proyek IT, seharusnya sejak dini sebuah proyek IT direncanakan dengan matang
dan dilaksanakan oleh orang-orang yang berkompeten serta dapat mengidentifikasikan
ukuran keberhasilan dari proyek tersebut mulai dari jangka waktu yang realistis,
perencanaan yang baik, komunikasi yang lancar dan ruang lingkup proyek yang jelas.

2. Know risk

Bisa dibaca dari berita tentang kegagalan proyek teknologi informasi milik KPU di mana
annggaran biaya proyek yang nilai nya tidak wajar. Pengerjaan proyek TI ini juga di
lakukan dengan terburu-buru sehingga membuat proyek TI KPU ini gagal.

Know unknow risk

Kenapa pengerjaan proyek IT KPU ini di lakukan dengan terburu-buru. Agar anggaran
segera cair. Dan uang tersubut dapat di gunakan untuk pemilu 2009

Unknow unknow risk

Anggaran proyek yang tidak wajar ini berasal dan di buat oleh parpol pemegang
kekuasaan. Agar uang tersebut dapat di gunakan untuk modal pemilu 2009.

ISYS6310 – Information System Project Management


3.

Dalam kegagalan proyek TI KPU dapat dilakukan tahapan Contigency planning yaitu :

1. Business Impact Analysis

Pada komponen tahap ini, tim CP dilengkapi dengan informasi dan tantangan yang
mereka hadapi. Setiap informasi yang diperoleh akan diidentifikasi dan dibuat
perencanaan per setiap unit bisnis untuk mengembangkan skenario kesuksesan
organisasi.

2. Incident Response Plan

Tahap ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas sebagai deteksi dan antisipasi atas efek
yang terjadi akibat dari kejadian yang tak terduga. Pada komponen tahap ini dilakukan
pengukuran yang dilakukan ketika kejadian, lalu dibandingkan dengan kondisi sesudah
dan sebelum kejadian.

3. Disaster Recovery Plan

Tahap komponen dimana perencanaan dilakukan atas antisipasi dan persiapan dari
kejadian yang tak terduga. Pada tahap ini disusun skenario lanjut mulai dari proses yang
paling penting bagi organisasi, serta melakukan restorasi sistem dan data penting
perusahaan.

ISYS6310 – Information System Project Management


4. Business Continuity Plan

Tahap ini bertujuan untuk memastikan bahwa bisnis akan dapat tetap berjalan apabila
terjadi kejadian yang tak diinginkan. Pada tahap ini dianalisis strategi berkelanjutan untuk
masa mendatang serta manajemen resiko dan krisis atas respon kejadian tersebut.

ISYS6310 – Information System Project Management