Anda di halaman 1dari 28

Laporan Penilaian Kinerja

Guru, Dan Kepala Sekolah


2018

WILAYAH VII
KECAMATAN CAKUNG
JAKARTA TIMUR

i
HALAMAN PENGESAHAN
PROGRAM PENGAWASAN SEKOLAH
KECAMATAN CAKUNG SUDIN WIL. I JAKARTA TIMUR

Laporan Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru dan/Kepala Sekolah Binaan VII


Disusun oleh :

1. Nama Pengawas : Drs. SUHARTO,MM


2. Jenjang Pengawas : Sekolah Dasar
3. NIP : 196103201984041001
4. Pangkat/Golongan : Pembina Tk.I/IV B
5. NUPTK : 5256739640200022
6. Jenis Kelamin : Laki-laki
7. Tempat/Tgl. Lahir : Sragen 20 Maret 1961
8. Pendidikan Terakhir : S2 IMNI Iakarta
9. Pangkat/Jabatan : Pembina Utama Muda / Pengawas Madya
10. Jumlah Sekolah Binaan : 10 Sekolah

Jakarta, 28 Desember 2018

Disahkan Oleh
Koordinator Pengawas (Korwas) Pengawas Binaan VII
Kota Administrasi Jakarta Timur Kecamatan Cakung

Drs. Pawit Sugiri, M.Pd. Drs. Suharto,MM.


NIP 195903231981011003 NIP 196103201984041001

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah mari senantiasa kita persembahkan kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa, atas rihdo dan berkahnya kita selalu dalam lindungan-Nya. Sekaligus dapat
melaksanakan tugas sesuai dengan bidang kita masing-masing, dan dapat membuat laporan
hasil pengawasan pada sekolah binaan, untuk setiap akhir semester, juga sebagai bahan
evaluasi kinerja pengawas.
Tujuan Pengawas sekolah menyusun laporan pelaksanaan penilaian kinerja guru
dan/atau kepala sekolah adalah untuk menyampaikan laporan pelaksanaan penilan kinerja
guru-guru di Binaan VII oleh Kepala sekolah dan pengawas sekolah serta penilaian kinerja
kepala sekolah oleh pengawas sekolah, sejauh mana kompetensi guru dan kepala sekolah
dikuasai dengan baik dan benar.
Laporan pelaksanaan penilaian kinerja guru dan/atau kepala sekolah ini merupakan
bentuk pertanggungjawaban pengawas sekolah kepadaatasan langsung dalam hal ini
Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Timur atas usaha
yang sudah dilakukan oleh pengawas dalam melaksanakan program kepengawasan yang
telah disusun.
Kami menyadari bahwa laporan yang kami buat ini masih jauh dari sempurna,
namun kami perlu menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada semua
pihak yang telah membantu kami dalam penyusunan laporan ini, semoga dapat
meningkatkan kompetensi pengawasan sekolah sesuai dengan Permendiknas No. 12 Tahun
2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah.
Semoga laporan ini bermanfaat dan menambah wawasan, kemampuan pengawas
sekolah di Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Barat.

Pengawas Binaan VII

Drs. SUHARTO,MM
NIP 196103201984041001

iii
DAFTAR ISI

Halaman Judul ....................................................................................................... i


Halaman Pengesahan............................................................................................. XII
Kata Pengantar ...................................................................................................... XII
Daftar Isi ................................................................................................................ iv
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1
A. Latar Belakang ............................................................................... 1
B. Fokus Masalah Pengawasan .......................................................... 3
C. Tujuan dan Sasaran Pengawasan ................................................... 4
D. Tugas Pokok/Ruang Lingkup Pengawasan ................................... 6
BAB XII KERANGKA PIKIR PEMECAHAN MASALAH ............................. 7
A. Kerangka Berpikir ......................................................................... 7
B. Pemecahan Masalah ...................................................................... 8
BAB XII PENDEKATAN DAN METODE ........................................................ 9
A. Pendekatan ..................................................................................... 10
B. Metode ........................................................................................... 11
C. Mekanisme Palaksanaan PKG ....................................................... 12
BAB IV HASIL PENGAWASAN PADA SEKOLAH BINAAN ..................... 15
A. Hasil Pelaksanaan dan pengolahan penilaian kinerja
guru ................................................................................................ 15
B. Hasil Pelaksanaan dan pengolahan penilaian kinerja
Kepala Sekolah .............................................................................. 18
C. Pembahasan Hasil Pengawasan ..................................................... 19
BAB V PENUTUP ............................................................................................ 21
A. Kesimpulan .................................................................................... 21
B. Rekomendasi ................................................................................. 22
LAMPIRAN
1. Surat tugas Pengawasan dari Kepala Dinas Pendidikan
Atau Korwas Kabupaten/Kota Administrasi Jakarta
Barat

iv
2. Surat Keterangan pelakasanaan penilaian kinerja guru
dan/atau kepala sekolah dari kepala sekolah Binaan VII
3. Jadwal Pelaksanaan penilaian kinerja guru dan/atau
Kepala sekolah Binaan VII
4. Daftarhadir guru (memenuhi beban guru jumlah
minimal) dan/atau kepala sekolah (memenuhi jumlah
minimal kepala sekolah binaan) pada saat penilaian
5. Instrumen penilaian kinerja guru dan/atau kepala
Sekolah yang telah dXIIsi

v
BAB I

PEMDAHULUAN

A. Latar Belakang

Tingkat pendidikan, prestasi dan sertifikasi tidak dapat menjamin para guru

mampu menyampaikan pengetahuan yang diperoleh sepanjang hidupnya dalam

bentuk materi pelajaran yang memadai selama proses belajar mengajar. Penguasaan

materi dan keterampilan mengajarkan materi, akan menentukan keberhasilan

peningkatan pembelajaran siswa. Penilaian Kinerja Guru (PK GURU) merupakan

salah satu upaya dalam melaksanakan tugas dan fungsi yang melekat pada jabatan

fungsional guru dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku untuk menjamin

terjadinya proses pembelajaran yang berkualitas di semua jenjang pendidikan.

Guru adalah pendidik profesional yang mempunyai tugas,fungsi, dan peran

penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.Guru yang profesional diharapkan

mampuberpartisipasi dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan insan

Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan YME, unggul dalam ilmu pengetahuan dan

teknologi, memiliki jiwa estetis, etis, berbudi pekerti luhur, dan

berkepribadian.Tidaklah berlebihan kalau dikatakan bahwa masa depan masyarakat,

bangsa dan negara, sebagian besar ditentukan oleh guru. Oleh sebab itu, profesi guru

perlu pengembangan secara terus menerus dan proporsional menurut jabatan

fungsional guru. Selain itu, agar fungsi dan tugas yang melekat pada jabatan

fungsional guru,dilakksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka diperlukan

Penilaian Kinerja Guru (PK GURU) yang menjamin terjadinya proses pembelajaran

yang berkualitas di semua jenjang pendidikan.

Pelaksanaan PK GURU dan Kepala Sekolah (PKKS) dimaksudkan bukan

untuk menyulitkan guru dan atau Kepala Sekolah, tetapi sebaliknya PK GURU dan

1
PKKS dilaksanakan untuk mewujudkan guru yang profesional, karena harkat dan

martabat suatu profesi ditentukan oleh kualitas layanan profesi yang bermutu.

Menemukan secara tepat tentang kegiatan guru di dalam kelas, dan membantu

mereka untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya, akan memberikan

kontribusi secara langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan,

sekaligus membantu pengembangan karir guru sebagai tenaga profesional. Oleh

karena itu, untuk meyakinkan bahwa setiap guru adalah seorang profesional di

bidangnya dan sebagai penghargaan atas prestasi kerjanya, maka PK GURU harus

dilakukan terhadap guru di semua satuan pendidikan formal yang diselenggarakan

oleh pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat. Guru yang dimaksud tidak

terbatas pada guru yang bekerja di satuan pendidikan di bawah kewenangan

Kementerian Pendidikan Nasional, tetapi juga mencakup guru yang bekerja di satuan

pendidikan di lingkungan Kementerian Agama.

Hasil PK GURU dapat dimanfaatkan untuk menyusun profil kinerja guru

sebagai input dalam penyusunan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan

(PKB). Hasil PK GURU juga merupakan dasar penetapan perolehan angka kredit

guru dalam rangka pengembangan karir guru sebagaimana diamanatkan dalam

Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya. Jika

semua ini dapat dilaksanakan dengan baik dan obyektif, maka cita-cita pemerintah

untuk menghasilkan "insan yang cerdas komprehensif dan berdaya saing tinggi"

lebih cepat direalisasikan.

Jumlah sekolah di Binaan VII gugus DR.KRT Radjiman Widyadiningrat yang

berlokasi di KelurahanJatinegara, Kecamatan Cakung, berjumlah 10 sekolah terdiri

dari 8 sekolah negeri dan 2 sekolah swasta, dari 8 sekolah negeri dikelompokkan 5

sekolah yang penyelenggaraan pendidikan pada pagi hari, sekolah telah

melaksanakan kurikulum 2013 kelas 1 s/d 6 yaitu SDN Rawaterate 01,dan Jatnegara

06 sedangkan yang lain baru kelas 1,2,3 dan 5.. Guru dalam melaksanakan

2
tupoksinya secara garis besar masih perlu dilakukan pembinaan yang instensif, hal

ini diperlukan untuk meningkatkan kompetensi masing-masing guru dan kepala

sekolah. Dari 10 kepala sekolah baru 8 kepala sekolah yang mampu menguasai

Teknologi informatika (IT) untuk menunjang kinerjanya, sehingga penilaian

dipandang perlu untuk digunakan pemetaan dan pembinaan berikutnya. Dari data

guru sejumalah 100 orang yang menguasai IT untuk menunjang kinerjanya sekitar

50% atau sekitar 50 guru dengan asumsi guru yang masih berusia muda, sedangkan

yang sudah usia lanjut agak sulit menguasai teknologi untuk menunjang tupoksinya.

B. Fokus Permasalahan

Berdasarkan latar belakang dan uraian tentang kondisi sekolah, guru

dankepala sekolah di atas maka dapat dirumuskan permasalahannya sebagai

berikut:

1. Mengapa Penilaian kinerja guru dan kepala sekolah perlu dilakukan?

2. Apa manfaat kinerja guru dan kepala sekolah bagi guru, kepala sekolah dan

juga bagi pengawas sekolah?

3. Apa tindak lanjut yang perlu dilakukan oleh pengawas sekolah atas hasil

penilaian kinerja guru dan Kepala Sekolah?

C. Tujuan dan Sasaran Pengawasan

1. Tujuan Penilaian

Penilaian kinerja dilakukan untuk memperoleh data dan informasi tertentu

yang dibutuhkan sebagai bahan pertimbangan tindak lanjut yang

akandigunakan oleh pihak-pihak terkait. Pemanfaatan penilaian kinerja ini

antara lain sebagai berikut:

1) Guru atau Kepala sekolah/madrasah dapat mengetahui nilai kinerjanya

selama melaksanakan tugas sebagai guru atau kepala sekolah/madrasah

dan menjadikan acuan untuk meningkatkan keprofesiannya secara

3
mandiri maupun melalui sistem pembinaan.

2) Guru atau Kepala sekolah/madrasah dapat menggunakan hasil

penilaiankinerja untuk merumuskan dan menyusun Pengembangan

Keprofesian Berkelanjutan.

3) Dinas Pendidikan provinsi atau kabupaten/kota dapat menggunakan

hasil penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah sebagai dasar untuk

menghimpun informasi, menentukan kebutuhan peningkatan

kompetensi, data profil kinerja kepala sekolah/madrasah di wilayahnya.

4) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memperoleh data dan

pemetaan mutu kinerja kepala sekolah secara nasional.

4
2. Sasaran Pengawasan
Sasaran pengawasan di Binaan VII Gugus DR.KRT Radjiman
Widyadiningratadalah seluruh tenaga pendidik dan kependidikan baik
negeri, tenaga pendidik kategori UMP, tenaga pendidik kategori honor
murni serta kepala sekolah negeri dan swasta.
a. Penilaian kinerja guru merupakan penilaian yang dilakukan berdasarkan
tupoksinya yaitu: Perencanaan pembelajaran,
melaksanakanpembelajaran dan menilai hasil pembelajaran,
menggunakan instrument penilaian dengan kompone n seperti pada
tebel berikut:

Tabel 1. Kompetensi Guru Kelas/Guru Mata Pelajaran

Jumlah
Ranah
No.
Kompetensi Kompetensi Indikator

1 Pedagogik 7 45
2 Kepribadian 3 18
3 Sosial 2 6
4 Profesional 2 9
Total 14 78

b. Penilaian kinerja kepala sekolah merupakan penilaian yang didasarkan


pada tugas pokok dan tugas tambahan kepala sekolah sesuai Permen
PAN dan RB No. 16 tahun 2009 tentang jabatan fungsional guru dan
angka kreditnya. Aspek penilaian kinerja kepala sekolah adalah
manajerial dan akademik. Komponen penilain kepala sekolah seperti
tertera pada tabel berikut:

5
Tabel 3. Kompetensi kepala sekolah/madrasah

No. Kompetensi Kriteria


1 Kepribadian 7
2 Kepemimpinan 10
Pengembangan Sekolah/
3 7
Madrasah
4 Pengelolaan Sumber Daya 8
5 Kewirausahaan 5
6 Supervisi Pembelajaran 3
Total 40

D. Tugas Pokok/Ruang Lingkup Pengawasan

Penilaian kinerja yang terkait dengan pelaksanaan proses pembelajaran

bagi guru mata pelajaran atau guru kelas, meliputi kegiatan:

1. merencanakan dan melaksanakan pembelajaran,

2. mengevaluasi dan menilai, menganalisis hasil penilaian, dan

3. melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian

Sedangkan Penilaian kinerja Kepala Sekolah berdasarkan tugas Pokok

Kepala Sekolah dan kepala sekolah sesuai Permen PAN dan RB No. 16 tahun

2009 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya. Aspek penilaian

kinerja kepala sekolah adalah manajerial dan akademik.

6
BAB II
KERANGKA PIKIR PEMECAHAN MASALAH

A. Kerangka berpikir

Siklus Kerangka berpikir pengawasan dan pemecahan masalah dalam

pelaksanaan pengawasan sekolah sebagai berikut :

1. Diawali penyusunan program kerja yang dilandasi oleh hasil pengawasan

pada tahun sebelumnya. Dengan berpedoman pada program kerja yang

disusun, dilaksanakan kegiatan inti pengawasan meliputi penilaian,

pembinaan, dan pemantauan pada setiap komponen sistem pendidikan di

sekolah binaannya.

2. Pada tahap berikutnya pengolahan dan analisis data hasil penilaian,

pembinaan, dan pemantauan dilanjutkan dengan evaluasi hasil pengawasan

dari setiap sekolah dan dari semua sekolah binaan.

3. Berdasarkan hasil analisis data, disusun laporan hasil pengawasan yang

menggambarkan sejauh mana keberhasilan tugas pengawas dalam

meningkatkan kualitas proses dan hasil pendidikan di sekolah binaan.

4. Tahap akhir dari satu siklus kegiatan pengawasan adalah menetapkan tindak

lanjut untuk program pengawasan tahun berikutnya berdasarkan hasil

evaluasi komprehensif terhadap seluruh kegiatan pengawasan dalam satu

periode.Dari siklus proses pengawasan inilah,laporan kegiatan pengawasan

merupakan tahapan yang sangat penting dan strategis.

7
B. Pemecahan masalah

Optimalisasi pencapaian program satuan pendidikan dapat terwujud jika


seluruh proses kegiatan yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, monitoring,
evaluasi, dan pelaporannya dapat terlaksana secara intens, komprehensif, dan
terjadwal secara akurat. Sekolah seyogyanya memiliki kemampuan dalam membuat
kebijakan dan program yang terarah dan tepat sasaran,dengan memaksimalkan
kekuatan (strenghi) dan peluang (opportunity) yang dimiliki seta menanggulangi
kelemahan dan ancaman yang mungkin dapat menjadi faktor penghambat.
Karenanya setiap satuan pendidikan haruslah memiliki team work yang
kompak, cerdas, dan dinamis, serta adanya partisipasi yang tinggi dari seluruh warga
sekolah. Setiap mereka wajib membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan ,
baik akademik maupun manajerial yang dapat mereka peroleh melaui pendidikan dan
latihan, workshop, maupun pengkajian pustaka, dan dokumentasi.
Sungguhpun demikian dalam kenyataannya tidak semua warga sekolah
memiliki kemauan dan kesempatan untuk mengikuti kegiatan yang dimaksud.Bagitu
pula dalam hal upaya pengembangan potensi diri melalui studi pustaka pun ternyata
belum dapat diharap banyak dan masih membutuhkan motivasi eksternal.
Dari realita di atas, maka peran pengawas satuan pendidikan dalam membina,
membimbing, dan memotivasi pendidik dan tenaga kependidikan memiliki arti yang
amat urgen.Pemberian bimbingan, pembinaan, dan dorongan yang dilakukan secara
intensif berkesinambungan merupakan solusi logis pencapaian program dan acuan
dalam upaya mewujudkan target secara maksimal.

8
BAB XII

PENDEKATAN DAN METODE

Penilaian kinerja guru dilakukan sekali dalam setahun, tetapi prosesnya

dilakukan sepanjang tahun terutama dalam memantau unjuk kerja guru dalam

mengimplementasikan kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial.Kegiatan

penilaian kinerja guru diawali dengan kegiatan evaluasi diri yang dilaksanakan pada

awal semester. Rentang waktu antara pelaksanaan kegiatan evaluasi diri dan kegiatan

penilaian kinerja guru adalah 2 semester. Di dalam rentang waktu tersebut, guru

wajib melaksanakan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan untuk

memperoleh pembinaan keprofesiannya sebelum mengikuti penilaian kinerja guru.

Evaluasi diri ini dilakukan untuk memperoleh profil kompetensi guru yang

bermanfaat sebagai salah satu dasar bagi kepala sekolah/madrasah dan/atau

koordinator pengembangan keprofesian berkelanjutan untuk merencanakan program

pengembangan keprofesian berkelanjutan yang harus dilaksanakan guru.Evaluasi diri

dan penyusunan rencana pengembangan keprofesian berkelanjutan dilaksanakan

dalam kurun waktu 4-6 minggu di awal semester yang telahditetapkan atau sekitar

bulan Januari-Februari.Dokumen evaluasi diri guru dan rencana pengembangan

keprofesian berkelanjutan individu guru dapat dilihat dalam Panduan Pengembangan

Keprofesian Berkelanjutan.Bagi guru yang mutasi di pertengahan tahun ajaran,

evaluasi dirinya dapat diperoleh/menggunakan hasil evaluasi diri yang dilaksanakan

di sekolah asal.

Penilaian kinerja guru dilakukan di akhir rentang waktu 2 semester setelah

melaksanakan pengembangan keprofesian berkelanjutan sebagaimana

telahdirencanakan.Penilaian kinerja guru ini harus dilaksanakan dalam waktu 4-6

minggu di akhir rentang waktu 2 semester atau bulan September-Oktober. Hasil

penilaian kinerja ini digunakan sebagai dasar usulan penetapan angka kredit tahunan

guru kepada tim penilai angka kredit. Hasil penilaian kinerja di akhir rentang waktu

9
2 semester ini juga digunakan sebagai salah satu dasar pelaksanaan pengembangan

keprofesian berkelanjutan untuk rentang waktu 2 semester berikutnya disamping

hasil evaluasi diri yang harus dilakukan secara periodic sebagaimana telah dijelaskan

di atas. Periode kegiatan evaluasi diri, pengembangan keprofesian berkelanjutan, dan

penilaian kinerja guru dapat digambarkan sebagai berikut:

A. Pendekatan

Pendekatan yang dilakukan pengawas dalam melaksanakan tugas

kepengawasannya adalah teknik supervisi yang bersifat kooperatif dan

kolaboratif, karena dalam supervisi sudah mengandung makna pembinaan,

penilaian dan juga pemantauan sampai sejauh mana sasaran pembinaan sudah

dilaksanakan sebagaimana diuraikan dalam siklus pengawasan pada bab

sebelumnya.

1. Kooperatif : yaitu kegiatan yang dilakukan dalam suatu kelompok untuk


kepentingan bersama (mutual benefit)
2. Kolaboratif : yaitu kerja sama dalam pemecahan masalah dan atau

penyelesaian tugas dimana tiap anggota melaksanakan fungsinya yang

saling mengisi dan melengkapi.

10
B. Metode

Metode yang digunakan dalam melaksanakan pengawasan sekolah sangat

bervariasi, bergantung kepada situasi dan kondisi yang dihadapi pada saat

melaksanakan pengawasan. Secara garis besar dapat penulis uraikan sebagai

berikut:

1. Observasi langsung/Pengamatan , yaitu pengawas secara langsung

mengamati objek pengawasan. Metode tersebut oleh pengawas digunakan

untuk melakukan supervise kunjungan kelas untuk mengamati penampilan

guru dalam pelaksanaan pembelajar

2. Wawancara baik secara langsung maupun berbasis ICT dimaksudkan untuk

memperoleh data/informasi yang lebih akurat.

3. Kunjungan kelas dilakukan pengawas khususnya untuk memperoleh

gambaran nyata tentang proses pembelajaran, baik melalui supervisi kelas

maupun supervisi klinis.

4. Pemantauan dimaksudkan untuk memperoleh gambaran nyata dan bukti

fisik/autentik tentang keterlaksanaan suatu kegiatan. Jadi studi dokumenter

tidak sekedar mengumpulkan dan menuliskan atau melaporkan dalam

bentuk kutipan-kutipan tentang sejumlah dokumuen yang dilaporkan dalam

penelitian adalah hasil analisis terhadap dokumen-dokumen tersebut.

Metode tersebutdigunakan untuk meneliti RPP untuk dianalisis

dibandingkan dengan aturan standar proses.

5. Studi dokumen

Dari beberapa pendekatan dan metode diatas pada intinya digunakan untuk

saling melengkapi dalam upaya mendapatkan data yang valid dan akuntabel

untuk dijadikan dasar pembuatan pelaporan.

11
C. Mekanisme Pelaksanaan PKG

Kegiatan penilaian kinerja guru di tingkat sekolah dilaksanakan dalam 4

(empat) tahapan ;

1. tahap persiapan, penilai kinerja guru maupun guru yang akan dinilai, harus

memahami pedoman penilaian kinerja guru

2. tahap pelaksanaan, pelaksanaan evaluasi diri, Pelaksanaan Penilaian Kinerja

Guru dalam periode 4-6 minggu di akhir kurun waktu 2 semester.

3. tahap pemberian nilai, penilai menetapkan nilai untuk setiap indikator

kinerja setiap dimensi tugas utama guru dengan skala nilai 1, 2, 3, atau 4.

Sebelum pemberian nilai tersebut, penilai terlebih dahulu mengidentifikasi

melalui pemantauan dan/atau pengamatan apakah setiap indikator kinerja

untuk masing-masing dimensi tugas utama guru dapat teramati dan/atau

terpantau, sebagai berikut:

a. Memberikan pernyataan YA (1) atau TIDAK (0) untuk setiap butir

penilaian setiap indikator kinerja tugas utama dengan bantuan rubrik

penilaian indikator kinerja. Penetapan YA (1) atau TIDAK (0) pada

setiap butir penilaian indikator kinerja harus didasarkan kepada hasil

kajian/analisis berbagai dokumen dan/atau analisa catatan

pengamatandan/atau pemantauan yang dapat menggambarkan secara

utuh (tidak sebagaian) butir penilaian tersebut.

b. Berdasarkan jumlah pernyataan YA atau TIDAK tersebut, penilai

menentukan nilai setiap indikator kinerja (4, 3, 2, atau 1) dengan

terlebih dahulu menghitungnya dengan rumus berikut:

total pernyataan ya
NilaiKinetja = total indikator kinerja x 100%

c. Konversikan nilai tersebut dari prosentase ke angka dengan mengacu

kepada rentang prosentase sebagai berikut:

12
- 75 % < X < 100 % = 4;

- 50 % < X < 75 % = 3;

- 25 % <X < 50 % = 2; dan

- 0 % < X < 25 % = 1.

d. Nilai setiap indikator kinerja untuk masing-masing tugas utama guru

dijumlahkan untuk mendapatkan nilai total penilaian kinerja guru. Nilai

total ini selanjutnya dikonversikan ke dalam skala nilai sesuai dengan

Permennegpan dan RB No. 16 Tahun 2010.

4. Tahap pelaporan, Kepala sekolah/madrasah wajib melaporkan hasil

penilaian kinerja guru. Dengan melakukan konvesri penilaian seperti yang

tertera pada tabel berikut, Berdasarkan hasil konversi nilai PKGURU

kedalamskalanilai sesuai dengan Permeneg PAN dan RB Nomor 16 tahun

2010 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya selanjutnya

dapat ditetapkan sebutan dan persentase angka kreditnya sebagaimana

tercantum dalam table 11.

13
Tabel 11. Konversi Nilai Kerja Hasil PK Guru
ke Persentase Angka Kredit

Hasil Nilai PK GURU Sebutan Persentase

91 – 100 Amat baik 125%

76 – 90 Baik 100%

61 – 75 Cukup 75%

51 – 60 Sedang 50%

≤ 50 Kurang 25%

14
BAB IV

HASIL PENGAWASAN PADA SEKOLAH BINAAN

A. Hasil Pelaksanaan dan Pengolahan Penilaian Kinerja Guru

Mengacu kepada Permennegpan dan RB No. 16 Tahun 2009, terdapat 3

(tiga) kelompok guru yang wajib dinilai kinerjanya, yaitu :

1. Guru Mata Pelajaran/Guru Kelas

Pelaksanaan penilaian kinerja guru kelas/mata pelajaran dilakukan melalui

pengamatan dan pemantauan. Pengamatan adalah kegiatan untuk menilai

kinerja guru sebelum, selama, dan setelah pelaksanaan proses pembelajaran.

Sedangkan pemantauan adalah kegiatan untuk menilai kinerja guru melalui

pemeriksaan dokumen, wawancara dengan guru yang dinilai, dan/atau

wawancara dengan warga sekolah. Pengamatan kegiatan pembelajaran dapat

dilakukan di kelas dan/atau di luar kelas tanpa harus mengganggu proses

pembelajaran. Berdasarkan hasil analisis bukti-bukti baik yang berbentuk

dokumen perencanaan maupun dokumen tambahan lain serta hasil catatan

pengamatan maupun hasil wawancara dengan peserta didik, orang tua dan

teman guru, penilai menetapkan apakah indikator kinerja tugas utama secara

utuh terukur atau teramati dengan cara membandingkan hasil analisis

dan/atau catatan tersebut dengan rubrik penilaian yang merupakan bagian

dari instrumen penilaian kinerja guru.

2. Guru dengan tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah

Metode pelaksanaan penilaian kinerja bagi guru dengan tugas tambahan

yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah sama dengan metode

15
pelaksanaan penilaian kinerja pembelajaran/pembimbingan. Perbedaannya

terletak pada pelaksanaan penilaian kinerja yang mencakup 2 kegiatan

penilaian kinerja untuk kegiatan pembelajaran/pembimbingan dan penilaian

kinerja tugas tambahan.Sedangkan nilai penilaian kinerja merupakan

penjumlahan dari prosentase yang telah ditetapkan dari nilai dua kegiatan

penilaian kinerja tersebut.

3. Penilaian terhadap guru PNS yang diperbantukan di sekolah swasta

Pelaksanaan penilaian kinerja guru kelas/mata pelajaran dan guru

BK/Konselor terhadap guru PNS yang diperbantukan di sekolah swasta

dilaksanakan dengan prosedur dan tahapan penilaian yang sama dengan

guru PNS yang bertugas di sekolah negeri. Penilaian dilakukan oleh Kepala

Sekolah dimana guru bertugas, kemudian hasil penilaian beserta dengan

seluruh dokumen pendukungnya diketahui oleh Kepala Sekolah Negeri yang

ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Provinsi. Selanjutnya nilai

kinerja tersebut dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Provinsi

dan tim penilai angka kredit untuk ditetapkan Angka Kredit Tahunan bagi

guru tersebut. Penilaian kinerja guru PNS yang diperbantukan di

sekolah/madrasah swasta dan mendapat tugas tambahan yang relevan

dengan fungsi sekolah/madrasah, sebagai kepala sekolah/madrasah pada

sekolah/madrasah tersebut, penilaian kinerjanya dilakukan oleh pengawas

sekolah yang ditugaskan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

Sedangkan untuk tugas tambahan selain kepala sekolah/madrasah, penilaian

kinerjanya dilaksanakan oleh Kepalasekolah/ madrasah di tempat bertugas,

kemudian hasil penilaian beserta dengan seluruh dokumen pendukungnya

diketahui kepada Kepala Sekolah/ Madrasah Negeri yang ditunjuk

oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Provinsi.

16
Data Guru di Sekolah Binaan VII Gugus Sultan AgungKecamatan Cakung

Data Guru
No. Nama Sekolah Kepala Sekolah Juml
Non
PNS
PNS

1 SDN Rawaterate 01 Retno Suprapti, S.Pd 12 5 17

2 SDN Rawaterate 02 Aryati,S.Pd,MM 7 5 12

3 SDN Rawaterate 03 Hj, Sri Suharni,S.Pd 12 6 18

4 SDN Jatinegara 06 Wagiya,S.Pd 28 14 42

5 SDN Jatinegara 15 Supriyanto,S.Pd 10 9 19

6 SDN Penggilingan 05 Drs.Jintar Pakpahan,MM 17 6 23

7 SDN Penggilingan 06 Yanti.S.Pd 5 7 12

8 SDN Penggilingan 08 Eti Kuswati,S.Pd 6 5 11

9 SDS Nurul Islam Faiz, S.Th 0 9 9

10 SDS Nahdatul Wathan Sofawi,S.Pd 0 23 23

Jumlah 97 63 186

17
Laporan hasil Penilaian kinerja Guru dari masing- masing sekolah dapat dijelaskan
sebagai berikut:

Nilai PKG Rata-Rata


No Nama Sekolah
Komulatif
Tertinggi Terendah

1 SDN Rawaterate 01 91 86 89.5

2 SSDN Rawaterate 02 91 86 88.5

3 SDN Rawaterate 03 92.86 87.50 90

4 SDN Jatinegara 06 92.86 89.29 90.93

5 SDN Jatinegara 15 91 86 89

6 SDN Penggilingan 05 91 86 89

7 SDN Penggilingan 06 89 86 88

8 SDN Penggilingan 08 89 86 88

9 SDS Nurul Islam 89 84 87

10 SDS Nahdatul Wathan 89 84 87

B. Hasil Pelaksanaan dan Pengolahan Penilaian kinerja Kepala Sekolah


Pengawasan yang dilakukan pada pada semster Gazal tahun pelajaran
2016/2016 mengacu pada rencana pengawasan yang bersifat akademik dan
manajerial.Pengawasan akademik difokuskan pada pencapaian kompetensi
pendidik (guru), sementara pengawasan manajerial lebih difokuskan pada
kemampuan kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainnya dalam pengelolaan
satuan pendidikan (Sekolah).
Kepengawasan akademik yang dilakukan ditekankan pada aspek pencapaian
standar isi dan standar proses yang meliputi dokumen Administrasi perencanaan
pembelajaran , silabus dan RPP dan supervisi kunjungan kelas.Sementara
kepengawasan manajerial penekanannya pada aspek kelengkapan dokumen
administrasi sebagai bukti fisik bahwa pengelolaan sekolah sudah dilaksanakan

18
dengan baik. Bukti fisik dokumen terutama pada Penerimaan siswa baru (PSB),
Ulangan Harian, Ulangan Tengah Semester (UTS) dan Ulangan Akhir Semester
(UAS) semseter ganjil 2016/2016 , dan dokumen Kurikulum tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP). Waktu pelaksanaan pengawasan mengacu pada Program
Tahunan (PROTA) dan Program Semester (PROMES) yang telah disusun
sebelumnya. Hasil Penilaian
Kinerja Kepala Sekolah Binaan VII disajikan dalam tabel sebagai berikut

Komponen
Kateg
No. Nama Nilai NA %
PKKS 75% PKG 25% ori
1 SDN Rawaterate 01 91 68,25 91 22,75 91 125 Amat Baik

2 SDN Rawaterate 02 91 68,25 91 22,75 91 125 AmatBaik

3 SDN Rawaterate 03 91 68,25 91 22,75 91 125 Amat Baik

4 SDN Jatinegara 06 92 69 93 23,25 92,25 125 Amat Baik

5 SDN Jatinegara 15 91 68,25 91 22,75 91 125 Amat Baik

6 SDN Penggilingan 05 92 69 93 23,25 92,25 125 AmatBaik

7 SDN
SDNPenggilingan
Penggilingan06
06 91 68,25 91
91.07 22,75 85.7191 88.39AmatBaik
125

88 SDN
SDN Penggilingan
Penggilingan 08
08 91 68,25 91 22,75 91 125 Amat Baik

99 SDS
SDS Nurul
Nurul Islam
Islam 87 65,25 86 21,5 86,75 125 Baik

10
10 SDS
SDS Nahdatul
Nahdatul Wathan
Wathan 87 65,25 86 21,5 86,75 125 Baik

7 SDS Mentari Arridho

C. Pembahasan Hasil Pengawasan


Penilaian kinerja guru yang dimaksud adalah penilain kinerja guru dalam
merencanakan pembelajaran yang meliputi administrasi pembelajaran, dan
pembuatan silabus dan RPP. Serata Penampilan Guru dalam pelaksanaan
pembelajaran sesuai dengan Permendikbud nomor 22 tahun 2016 tentang standar
Proses yang mengamanatkan seorang guru wajib merencanakan proses
pembelajaranmelaksanakan proses pembelajaran, melakukan proses penilaian

19
hasil pembelajaran dan pengawasan proses pembelajaran.
Penilaian pada RPP difokuskan pada komponen : a)Tujuan pembelajaran,
b)bahan belajar, c)metode pembelajaran, d)media pembelajaran dan e) evaluasi.
Sedangkan penilaian pada penampilan guru dalam pelaksanaan pembelajaran
difokuskan pada : a) Kegiatan Pendahuluan, b) Kegiatan Inti (Eksplorasi,
Elaborasi dan Komfirmasi) dan c) Kegiatan Penutup. Dari hasil penilaian kinerja
119 guru di Binaan VII didapatkan hasil pengolahan data sebagai berikut:
1). Hasil akhir penilain Kinetja Guru dari masing-masing sekolah dapat dilihat
dilampiran, secara garis besar dapat dilapotkan sebagai berikut: Guru yang
mendapat penilaian terendah adalah 78.57 masih kategori baik, sedangngkan
nilai tertinggi penilain kinerja guru adalah 91.07 dengan kategori Amat
Baik. Secara keseluruhan rata-rata Penilain kinerja guru di Binaan VII
mencapai 77,32 masih kategori baik.
2) Penilaian Kinerja Kepala Sekolah merupakan nilai komulatif dari seorang
guru danguru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah seperti
tabel di atas dapat dilaporkan dari 77 Kepala sekolah nilai tertinggi adalah
91.54 dan 91,52 kategori Amat Baik sedangkan nilai terendah 86 04 dengan
kategori baik.
3. Baik Guru maupun Kepala sekolah yang telahmendapat penilaian kinerja
akan terus dilakukan kegiatan supervisi baik supervise akademik maupun
supervise manajerial. Yang sifatnya pembinaan untuk terus memperbaiki
proses belajar mengajarnya dan juga untuk meningkatkan kinerja kepala
sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan.

20
BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Penilaian Kinerja Guru dilakukan sekali dalam setahun, tetapi prosesnya

dilakukan sepanjang tahun terutama dalam memantau unjuk kerja guru dalam

mengimplementasikan kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. Kegiatan

penilaian kinerja guru diawali dengan kegiatan evaluasi diri yang dilaksanakan pada

awal semester. Rentang waktu antara pelaksanaan kegiatan evaluasi diri dan kegiatan

penilaian kinerja guru adalah 2 semester. Di dalam rentang waktu tersebut, guru

wajib melaksanakan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan untuk

memperoleh pembinaan keprofesiannya sebelum mengikuti penilaian kinerja guru.

PKG dilakukan untuk melihat kinerja guru dalam melaksanakan tugas utamanya,

yaitu melaksanakan pembelajaran, pembimbingan dan/atau pelaksanaan tugas lain

yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah. Hasil PKG selanjutnya digunakan

untuk membantu guru dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya pada

kompetensi tertentu sesuai keperluan. Dengan demikian diharapkan guru akan

mampu berkontribusi secara optimal dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran

peserta didik dan sekaligus membantu guru dalam pengembangan karirnya sebagai

seorang yang profesional. Dengan demikian, PKG merupakan bagian dari proses

untuk meyakinkan semua pihak bahwa setiap guru adalah seorang yang profesional,

21
dan peserta didik dapat memperoleh kesempatan terbaik untuk dapat berkembang

sesuai kapasitas masing-masing.

Berdasarkan uraian pada bab sebelumnya dapat ditarik kesimpulan bahwa

kepengawasan (supervisi) dan pembinaan yang dilakukan secara intens dan

berkesinambungan melalui pendekatan dan metode yang sesuai dapat meningkatkan

hasil kepengawasan baik akademik maupun manajerial. Peningkatan kemampuan

guru dalam menyusun perencanaan dan melaksanakan pembelajaran memang tidak

bisa instan, serta belum mampu menjangkau semua guru di wilayah binaan.Untuk itu

perlu pembinaan intens dan terus-menerus agar kemampuan profesional guru

semakin meningkat, terutama di sekolah-sekolah swasta kecil.

Peningkatan kemampuan kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainnya dalam

mengelola sekolah sudah semakin baik, meski masih ada sekolah yang sangat sulit

untuk ditingkatkan statusnya karena keterbatasan dalam segala aspek/komponen.Di

sinilah peran pengawas selaku supervisor dan konsultan sangat diperlukan untuk

membuat pengelolaan pendidikan menjadi semakin baik.

B. Rekomendasi

Berdasarkan pada hasil dan kesimpulan di atas penulis menyampaikan

rekomendasikepada kepala dinas dan para pengambil kebijakan di bidang

pendidikan:

Bagi Pemangku kepentingan di tingkat Kabupaten :

1. Untuk Peningkatan kinerja guru :

a. Untuk meningkatkan kinerja guru, pemangku kepentingan tingkat

Kabupaten perlu membuat kebijakan tentang pemenuhan standar sarana dan

prasarana.Seperti yang segera dipenuhi RKB,Ruang multi media ,Lap Top,

LCD.

b. Sosialisasi Permendiknas No. 22 th.2016 tentang standar proses terus

22
dilakukan selama penyusunan RPP belum mengacu ke sana.

c. Adanya pelatihan pemanfaatan computer mikro sebagai alat bantu / media

pembelajaran.Misal dengan aplikasi software : power point,Ms word dan

Exel atau yang lain selama membantu guru dalam PBM.

d. Untuk Pemenuhan 8 (delapan standar nasional pendidikan )

1. Dinas pendidikan dalam upaya pemberian grant/bentuk bantuan apapun

ke sekolah agar melibatkan pengawas sekolah. Karena Pengawas

sekolah yang lebih mengetahui kondisi sebenarnya di sekolah .Hal ini

sangat penting karena banyak sekolah yang semestinya wajib mendapat

bantuan ternyata bantuan itu diberikan ke sekolah yang mestinya tidak

perlu .

2. agar peran pengawas lebih dioptimalkan, karena pengawaslah ujung

tombak dalam melakukan pembinaan di sekolah-sekolah dalam rangka

mewujudkan pendidikan yang berkualitas, baik di bidang akademik

maupun manajerial.

2. Bagi Kepala sekolah

a. Meningkatkan intensitas pemeriksaan perencanaan pembelajaran yang

disusun oleh guru

b. Meningkatkan intensitas supervise akademik /kunjungan kelas untuk

mengetahui penampilan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru

sebagai bentuk implementasi penyusunan RPP.

23