Anda di halaman 1dari 7

Analisis Kasus PERUSAHAAN 3M

dengan Sistem Pengendalian Manajemen

Disusun oleh:

Andika Saputra 16312367

Ilham Dwi Surya Pranata 16312233

Rizky Arief Setiawan 16312106

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

YOGYAKARTA 2018/2019
KASUS 13 – 2

PERUSAHAAN 3M

Minnesota, Mining and Manufturing Corporation (3M) didirikan pada tahun 1992.
Pendiri dan CEO nya adalah Willian L. Mc Knight , yang dikenal sebagai pendiri spiritual
perusahaan, memperkenalkan kebijkan dan filosofi yang dianggap bertanggungjawab atas
kemampuan 3M untuk melakukan inovasi secara konsisten. Manajemen saat ini terus
menerima dan memperluas kebijakan filosofi tersebut, karena percaya bahwa inovasi
merupakan tonggak kesuksesan masa depan 3M

Pada tahun 2000 3M mendapatkan pendapatan penjualan $16,7 milliar,perusahaan


tersebut memproduksi lebih dari 60.000 produk, $ 5,6 milliar dollar atau 35% nya berasal
dari penjualan produk yang diperkenalkan selama 4 tahun lalu, $1,5 milliar berasal dari
produk yang diperkenalkan selama tahun 2000. Pendapatan ini berasal dari 6 segmen bisnis
3M, yaitu: industrial (pita, amplas dan perekat);transportasi, grafis, dan keselamatan kerja;
perawatan kesehatan (termasuk perlengkapan medis dan operasi serta pembungkus popok
sekali pakai); konsumen dan perkantoran; listrik dan komunikasi; dan bahan baku khusus.
Perusahaan-perusahaan yang berbisnis di luar Amerika Serikat menghasilkan 53% daei total
penjualan bersih dan 63% dari total laba operasi perusahaan.

3M mengidentifikasi 21 merk lama dan merek baru yang strategis. Beberapa


mereknya yang terkenal antara lain pita perekat Scotch, produk pembersih Scotch-Brite, dan
kertas memo tempel Post-it. Merek-merek baru meliputi penguatan tampilan Vikuiti, solusi
jaringan serat optik Volition, bahan perekat Command, dan produk P3K Nexcare.

3M telah melembagakan budaya perusahaan yang mengembangkan kewirausahaan.


Perusahaan menerapkan struktur organisasi vertikal, dengan bisnis dibentuk berdasarkan
teknologi dan pasar. Dalam periode yang sama, tingkat pengembalian atas ekuitas (ROE)
untuk perusahaan tersebut memiliki rata-rata 22,2%.
Ini adalah berbagai kebijakan dan filosofi 3M

1. Opsi 15%
Karyawan diberikan 15% dari waktu kerja mereka dalam1 minggu untuk
melaksanakan proyek individual mereka sendiri.

2. Peraturan 30 %
30% dari pendapatan unit bisnis berasal dari berbagai produk yang diperkenalkan
dalma jangka waktu 4 tahun terakhir. Bonus unit bisnis didasarkan pada seberapa
sukses setiap manajer mencapai cita-cita ini.

3. Jenjang karir 2 tangga


Tangga jenjang karier terdiri dari 2 yaitu: tangga karier teknik dan tangga karier
manajamen. Keduanya memiliki peluang kemajuan yang sama sehingga karyawan
bisa memilih sesuia minat mereka.

4. Modal awal
Pencipta produk meminta produk dari manajer unit bisnis mereka untuk
mengembangkan produk mereka.

5. Toleransi terhadap kegagalan


Jika inovasi mereka tidak berhasil maka anggota tim dijamin mendapatkan kembali
pekerjaan mereka.

6. Penghargaan atas keberhasilan


Ketika inovasi mereka mencapai target pendapatan tertentu, para anggota memperoleh
kenaikan gaji, promosi dan pengakuan.

7. Pengeluaran litbang
3M mengeluarkan 6-7% dari penjualan untuk penelitian dan pengembangan.
8. Penelitian tiga tingkat
 Laboratorium Unit Bisinis: produk jangka pendek
 Laboratorium Sektor: 3-10tahun untuk umur hidup produk
 Laboratorium Korporat: sampai dengan 20 tahun

9. Forum Teknologi
Mendukung forum formal dan informal untuk membagi pengetahuan.

10. Kontak Pelanggan


Ilmuan bertemu secara teratur untuk mempelajari bagaimana mereka menggunakan
produk 3M.

Evaluasi kebijakan dan filosofi 3M

Menurut kami filosofi dan kebijakan 3M secara keseluruhan sudah baik. Namun kami akan
merinci kelebihan dan kekurangan dari kebijakan dan filosofi 3M.

Kekurangan :

a) Manajemen pusat tidak memberikan batasan maksimal untuk kegagalan inovasi yang
dibuat oleh karyawan. Hal ini akan menyebabkan perusahaan mengalami pengeluaran
yang sia sia
b) Perusahaan terlalu mengikuti keinginan pasar. Hal ini akan membuat perusahaan 3M
terlalu banyak memiliki produk. Dan juga akan selalu menjadi follower pasar
bukannya menjadi trend bagi pasar.
c) Karyawan yang diberikan kebebasan untuk berinovasi pertanggung jawabannya
terhadap manajemen kurang jelas.
d) Alur pemberian dana untuk inovasi kurang efektif. Karena, apabila inovasi ditolak
oleh divisinya sendiri bisa mengajukan ke unit bisnis lain. Seharusnya itu tidak perlu
dilakukan, karena akan menganggu unit bisnis lain. Padahal , apabila unit bisnis lain
menolak mereka harus mengajukan ke korporat.
Kelebihan :

a) Perusahaan 3M memberikan pelatihan kewirausahaan secara langsung kepada


karyawannya. Sehingga, perusahaan 3M tidak hanya mempekerjakan pekerjanya,
perusahaan juga memberikan pekerjanya untuk berkembang.
b) Pelatihan pelatihan informal dan formal perusahaan, memberikan efek langsung
kepada para karyawannya.
Kesimpulan

Berdasarkan segmen bisnis dari 3M Corporation, yaitu transportation, graphics,


safety, healthcare, consumer and office, electro and communication, dan specialty materials,
3M mungkin memiliki strategi korporat berupa unrelated diversification. Idealnya,
perusahaan dengan strategi korporat tersebut memiliki sistem strategic planning yang bersifat
vertikal. Artinya, setiap segmen diberi kewenangan untuk menentukan rencana strategik
masing-masing untuk kemudian dievaluasi dan disetujui oleh manajemen level korporat.

Dari segi business unit level, 3M terlihat memiliki competitive advantage dengan memilih
strategi diferensiasi. Unit bisnis yang memilih strategi ini, idealnya selalu mengutamakan
inovasi produk. 3M menurut saya telah mengutamakan budaya untuk berinovasi. Melalui
kebijakan dan filosofi yang tercantum, diketahui bahwa:

 3M memberikan kesempatan bagi karyawannya untuk mengejar proyek individu


mereka.
 3M memberi kesempatan bagi karyawan untuk menangani proyek secara pribadi,
 3M memberikan toleransi terhadap kegagalan produk, dan bahkan menganggap jika
kegagalan dapat berubah menjadi keberhasilan,
 3M tentu saja memberikan reward terhadap kesuksesan produk,
 3M menetapkan bahwa hanya 30% dari penjualan yang diperbolehkan berasal dari
produk lama (4 tahun), sedangkan sisanya kemunginan diharapkan muncul dari
produk-produk baru ( 1 tahun). Selain itu,
 3M bahkan menghabiskan biaya R&D yang dua kali lebih banyak dibandingkan
dengan perusahaan sejenis.

Menurut kami, kebijakan dan filosofi yang dibangun manajemen 3M bagus, dan 3M
tergolong perusahaan yang konsisten dan total sebagai differentiation strategic business
Daftar Pustaka

Anthony, Robert N. dan Vijay Govindarajan. 2007. Management Control System,


International Edition, 12th Edition. Singapore: McGraw-Hill.