Anda di halaman 1dari 19

Laboratorium Geofisika Eksplorasi

Sie. Perpetaan Topografi 2011

BAB II

DASAR TEORI

II.1 Garis Kontur

Salah satu unsur yang penting pada suatu peta topografi adalah informasi
tentang tinggi suatu tempat terhadap rujukan tertentu. Untuk menyajikan variasi
ketinggian suatu tempat pada peta topografi, umumnya digunakan garis kontur
(contour-lin).

Garis kontur adalah garis yang menghubungkan titik-titik dengan


ketinggian sama. Nama lain garis kontur adalah garis tranches, garis tinggi dan
garis lengkung horisontal.

Garis kontur + 25 m, artinya garis kontur ini menghubungkan titik-titik yang


mempunyai ketinggian sama + 25 m terhadap referensi tinggi tertentu. Garis
kontur dapat dibentuk dengan membuat proyeksi tegak garis-garis perpotongan
bidang mendatar dengan permukaan bumi ke bidang mendatar peta. Karena peta
umumnya dibuat dengan skala tertentu, maka bentuk garis kontur ini juga akan
mengalami pengecilan sesuai skala peta.

Sifat-sifat garis kontur adalah :

1. Satu garis kontur mewakili satu ketinggian tertentu.

2. Garis kontur berharga lebih rendah mengelilingi garis kontur yang lebih tinggi.

3. Garis kontur tidak berpotongan dan tidak bercabang.

4. Interval kontur biasanya 1/2000 kali skala peta.

5. Rangkaian garis kontur yang rapat menandakan permukaan bumi yang


curam/terjal, sebaliknya yang renggang menandakan permukaan bumi yang
landai.

6. Rangkaian garis kontur yang berbentuk huruf “U” menandakan punggungan


gunung.

7. Rangkaian garis kontur yang berbentuk huruf “V” terbalik menandakan suatu
lembah/jurang.

Nama : Viko Prabowo


Nim : 115100079
Kelompok : 14 9
Laboratorium Geofisika Eksplorasi
Sie. Perpetaan Topografi 2011

Interval kontur adalah jarak tegak antara dua garis kontur yang berdekatan. Jadi
juga merupakan jarak antara dua bidang mendatar yang berdekatan. Pada suatu
peta topografi interval kontur dibuat sama, berbanding terbalik dengan skala peta.
Semakin besar skala peta, jadi semakin banyak informasi yang tersajikan, interval
kontur semakin kecil.

Indeks kontur adalah garis kontur yang penyajiannya ditonjolkan setiap kelipatan
interval kontur tertentu; mis. Setiap 10 m atau yang lainnya. Rumus untuk
menentukan interval kontur pada suatu peta topografi adalah:

Interval Kontur = 1/2000 x skala peta

Dengan demikian kontur yang dibuat antara kontur yang satu dengan kontur yang
lain yang berdekatan selisihnya 2,5 m. Sedangkan untuk menentukan besaran
angka kontur disesuaikan dengan ketinggian yang ada dan diambil angka yang
utuh atau bulat, misalnya angka puluhan atau ratusan tergantung dari besarnya
interval kontur yang dikehendaki. Misalnya interval kontur 2,5 m atau 5 m atau 25
m dan penyebaran titik ketinggian yang ada 74,35 sampai dengan 253,62 m, maka
besarnya angka kontur untuk interval kontur 2,5 m maka besarnya garis kontur
yang dibuat adalah : 75 m, 77,50 m, 80 m, 82,5 m, 85m, 87,5 m, 90 m dan
seterusnya, sedangkan untuk interval konturnya 5 m, maka besarnya kontur yang
dibuat adalah : 75 m, 80 m, 85 m, 90 m , 95 m, 100 m dan seterusnya, sedangkan
untuk interval konturnya 25 m, maka besarnya kontur yang dibuat adalah : 75 m,
100 m, 125 m, 150 m, 175 m, 200 m dan seterusnya.

II.2 Metode Interpolasi

Merupakan suatu metode titik dengan menganggap bahwa suatu titik


tersebut berada pada suatu bidang yang beraturan. Ada 4 cara dalam
perhitungannya yaitu:

a. Bila titik ketinggian disesuaikan dengan interval kontur, maka rumus yang
digunakan:

𝐼𝐾
X = (𝑇2−𝑇1) x Y

b. Bila titik ketinggian tidak sesuai dengan batas atas maka rumus yang
digunakan yaitu:

Nama : Viko Prabowo


Nim : 115100079
Kelompok : 14 10
Laboratorium Geofisika Eksplorasi
Sie. Perpetaan Topografi 2011

(𝑇2−𝑇𝑎) 𝐼𝐾
a = (𝑇2−𝑇1) x Y X = (𝑇𝑎−𝑇1) x (Y-a)

c. Bila titik yang tidak bersesuaian dengan batas bawah, maka rumusnya:

(𝑇2−𝑇𝑏) 𝐼𝐾
b = (𝑇2−𝑇1) x Y X = (𝑇2−𝑇𝑏) x (Y-b)

d. Bila titik ketinggian tidak bersesuaian sama sekali maka dapat dicari
dengan rumus :

(𝑇2−𝑇𝑎)
a = (𝑇2−𝑇1) x Y

(𝑇𝑏−𝑇1)
b = (𝑇2−𝑇1) x Y

𝐼𝐾
c = (𝑇𝑎−𝑇𝑏) x Y (y-(a+b))

Keterangan:
IK = Interval Kontur
T1 = Titik ketinggian terendah
T2 = Titik ketinggian tertinggi
Y = Panjang garis interpolasi
X = Panjang garis penggal
Ta = Titik ketinggian yang tidak sesuai atas
Tb = Titik ketinggian yang tidak sesuai bawah

II.3 Penampang Topografi

Penampang lintasan topografi adalah penggambaran secara proporsional


bentuk jalur lintasan jika dilihat dari samping, dengan menggunakan garis kontur
sebagai acuan. Sebagaimana kita ketahui bahwa peta topografi yang dua dimensi,
dan sudut pendangnya dari atas, agak sulit bagi kita untuk membayangkan
bagaimana bentuk medan lintasan yang sebenarnya, terutama menyangkut
ketinggian. Dalam kontur yang kerapatannya sedemikian rupa, bagaimana kira-
kira bentuk di medan sebenarnya. Untuk memudahkan kita menggambarkan
bentuk medan dari peta topografi yang ada, maka dibuatlah penampang lintasan.

Nama : Viko Prabowo


Nim : 115100079
Kelompok : 14 11
Laboratorium Geofisika Eksplorasi
Sie. Perpetaan Topografi 2011

Beberapa manfaat penampang lintasan :

1. Sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun perencanaan perjalanan


2. Memudahkan kita untuk menggambarkan kondisi keterjalan dan kecuraman
medan
3. Dapat mengetahui titik-titik ketinggian dan jarak dari tanda medan tertentu
4. Untuk menyusun penampang lintasan biasanya menggunakan kertas
milimeter block, guna menambah akurasi penerjemahan dari peta topografi ke
penampang.

Langkah-langkah membuat penampang lintasan:


1. Siapkan peta yang sudah diplot, kertas milimeter blok, pensil mekanik/pensil
biasa yang runcing, penggaris dan penghapus
2. Buatlah sumbu x, dan y. sumbu x mewakili jarak, dengan satuan rata-rata
jarak dari lintasan yang anda buat. Misal meter atau kilometer. Sumbu y mewakili
ketinggian, dengan satuan mdpl (meter diatas permukaan laut). Angkanya bisa
dimulai dari titik terendah atau dibawahnya dan diakhiri titik tertinggi atau
diatasnya.
3. Tempatkan titik awal di sumbu x=0 dan sumbu y sesuai dengan ketinggian
titik tersebut. Lalu peda perubahan kontur berikutnya, buatlah satu titik lagi,
dengan jarak dan ketinggian sesuai dengan perubahan kontur pada jalur yang
sudah anda buat. Demikian seterusnya hingga titik akhir.
4. Perubahan satu kontur diwakili oleh satu titik. Titik-titik tersebut
dihubungkan sat sama lainnya hingga membentuk penampang berupa garis
menanjak, turun dan mendatar.
5. Tembahkan keterangan pada tanda-tanda medan tertentu, misalkan nama-
nama sungai, puncakan dan titik-titik aktivitas anda (biasanya berupa titik bivak
dan titik istirahat), ataupun tanda medan lainnya. Tambahan informasi tentang
vegetasi pada setiap lintasan, dan skala penampang akan lebih membantu
pembaca dalam menggunakan penampang yang telah dibuat.

Nama : Viko Prabowo


Nim : 115100079
Kelompok : 14 12
Laboratorium Geofisika Eksplorasi
Sie. Perpetaan Topografi 2011

II.4 Ploting Posisi

Selain pengambilan data lapangan, pengolahan data, ada hal yang juga
penting dikuasai dalam perpetaan yaitu ploting posisi. Ploting posisi adalah suatu
teknik menentukan posisi dimana kita berdiri ke dalam peta topografi. Teknik ini
wajib dikuasai karena sangatlah fatal apabila kita salah menentukan posisi pada
peta. Ada beberapa hal yang menyebabkan kesalahan pengambilan data di
lapangan diantaranya:

a. Kesalahan peta (dalam pembuatan peta)


b. Kesalahan menentukan posisi singkapan pada peta

II.5 Metode GPS

Metode A-GPS merupakan metode yang berbasis pada waktu. Pada


metode ini, akan dilakukan pengukuran waktu tiba dari sebuah sinyal yang
dikirimkan dari satelit GPS. Hal ini berarti pada perangkat yang digunakan harus
memiliki fasilitas untuk mengakses GPS.A-GPS seperti halnya GPS, juga
menggunakan satelit yang memancarkan sinyal radio ke penerimayang terpasang
pada permukaan atas bumi.Penerima GPS dihubungkan dengan antena yang
menerima sinyal radio untuk mengkalkulasi posisi penerima GPS.

Langkah- langkah yang harus diperhatikan dalam metode GPS yaitu:

a. Ukur koordinat posisi tempat yang ingin kita plotkan pada peta dengan
menggunakan GPS
b. Catat absis (X) dan ordinatnya (Y)
c. Kemudian cari posisi pada koordinat yang ada dip eta
d. Dengan menggunakan protactor dapat ditentukan koordinat detailnya

Metode ini memiliki beberapa kelebihan yaitu sangat sederhana dan


mudah. Disamping itu juga terdapat beberapa kelemahan antara lain data GPS
tidak akan akurat jika terdapat penghalang diatasnya, sedangkan kebanyakan kita
menentukan sesuatu terdapat di dalam hutan, selain itu peta yang kita gunakan
haruslah peta yang memiliki koordinat grid, sedangkan tidak semua peta
menggunakan koordinat grid

Nama : Viko Prabowo


Nim : 115100079
Kelompok : 14 13
Laboratorium Geofisika Eksplorasi
Sie. Perpetaan Topografi 2011

Nama : Viko Prabowo


Nim : 115100079
Kelompok : 14 14
Laboratorium Geofisika Eksplorasi
Sie. Perpetaan Topografi 2011

Nama : Viko Prabowo


Nim : 115100079
Kelompok : 14 15
Laboratorium Geofisika Eksplorasi
Sie. Perpetaan Topografi 2011

Nama : Viko Prabowo


Nim : 115100079
Kelompok : 14 16
Laboratorium Geofisika Eksplorasi
Sie. Perpetaan Topografi 2011

Nama : Viko Prabowo


Nim : 115100079
Kelompok : 14 17
Laboratorium Geofisika Eksplorasi
Sie. Perpetaan Topografi 2011

Nama : Viko Prabowo


Nim : 115100079
Kelompok : 14 18
Laboratorium Geofisika Eksplorasi
Sie. Perpetaan Topografi 2011

Nama : Viko Prabowo


Nim : 115100079
Kelompok : 14 19
Laboratorium Geofisika Eksplorasi
Sie. Perpetaan Topografi 2011

Nama : Viko Prabowo


Nim : 115100079
Kelompok : 14 20
Laboratorium Geofisika Eksplorasi
Sie. Perpetaan Topografi 2011

Nama : Viko Prabowo


Nim : 115100079
Kelompok : 14 21
Laboratorium Geofisika Eksplorasi
Sie. Perpetaan Topografi 2011

Nama : Viko Prabowo


Nim : 115100079
Kelompok : 14 22
Laboratorium Geofisika Eksplorasi
Sie. Perpetaan Topografi 2011

Nama : Viko Prabowo


Nim : 115100079
Kelompok : 14 23
Laboratorium Geofisika Eksplorasi
Sie. Perpetaan Topografi 2011

Nama : Viko Prabowo


Nim : 115100079
Kelompok : 14 24
Laboratorium Geofisika Eksplorasi
Sie. Perpetaan Topografi 2011

Nama : Viko Prabowo


Nim : 115100079
Kelompok : 14 25
Laboratorium Geofisika Eksplorasi
Sie. Perpetaan Topografi 2011

Nama : Viko Prabowo


Nim : 115100079
Kelompok : 14 26
Laboratorium Geofisika Eksplorasi
Sie. Perpetaan Topografi 2011

Nama : Viko Prabowo


Nim : 115100079
Kelompok : 14 27