Anda di halaman 1dari 10

TUGAS 2

PEMILIHAN LOKASI PABRIK

MATA KULIAH ANALISIS KEPUTUSAN

OLEH :

SEPTIAN SETIA GUNANSYAH

ERLI PRAYEKTI

UJANG SUHARDI

NICKO SETIA

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI

UNIVERSITAS SERANG RAYA

SERANG – 2018
A. Pemilihan Lokasi Pabrik
Pemilihan lokasi pabrik mempunyai arti sangat penting. Hal ini karena lokasi perupakan
salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan dan kontinuitas proses dan kegiatan pabrik.
Selain lokasi suatu industri berada, dalam pemilihannya perlu memperlihatkan karakteristik dari
kegiatan industrinya juga mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan industri tersebut.
Banyak faktor yang mempengaruhi keberadaan lokasi suatu industri. Karena itu, pengambilan
keputusan dalam merencanakan lokasi industri harus didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan
yang matang dari faktor-faktor yang mempengaruhinya. Letak geografis suatu pabrik mempunyai
pengaruh yang besar terhadap sistem produksi yang ekonomis. Pemilihan lokasi yang strategis
merupakan kerangka kerja yang presfektif bagi pengembangan suatu kegiatan yang bersifat
komersil. Artinya, lokasi tersebut harus memiliki atau memberikan pilihan-pilihan yang
menguntungkan dari sejumlah akses yang ada. Semakin strategis suatu lokasi industri, berarti akan
semakin besar peluang keuntungan yang akan diperoleh. Dengan demikian, tujuan penentuan
lokasi industri yaitu untuk memperbesar keuntungan dengan menekan biaya produksi dan meraih
pangsa pasar yang lebih luas. Kesalahan dalam pemilihan lokasi pabrik dan fasilitas produksinya
akan menyebabkan pemborosan investasi dalam pembangunan gedung, fasilitas gedung, tenaga
kerja serta mesin dan peralatan produksi. Sebelum suatu lokasi fasilitas dipilih, sangat dianjurkan
untuk mempertimbangkan dan meramalkan kebutuhan masa depan perusahaan seperti
perencanaan ekspansi, diversifikasi produk, perubahaan market/pasar, perubahaan sumber
pasokan, peraturan pemerintah dan lain sebagainya.

Dalam penyelesaian masalah ini, kami menggunkan metode Analytic Hierarchy Process
(AHP). Analytic Hierarchy Process (AHP) menawarkan metodologi untuk mengurutkan alternatif
penyelesaian masalah berdasarkan penilaian pembuat keputusan dengan memperhatikan
pentingnya suatu kriteria dan sejauh mana kriteria-kriteria tersebut dipenuhi oleh tiap alternatif.
Proses Hirarki Analitis (Analytic Hierarchy Process/AHP) telah diaplikasikan secara luas dalam
problem pengambilan keputusan yang melibatkan beberapa kriteria dalam sistem yang banyak
tingkatannya. Metode ini dapat digunakan untuk struktur yang kompleks, problem hirarki yang
multi person, multi atribut, dan multi periode.
Langkah–langkah dalam Metode Analytical Hierarchy Process adalah :

a. Menentukan jenis-jenis kriteria yang digunakan.


b. Menyusun kriteria–kriteria tersebut dalam matrik berpasangan.
aij= wi/wj , i,j=1,2,…, n
Dimana n menyatakan jumlah kriteria yang dibandingkan, wi bobot untuk kriteria ke-i
dan aij adalah perbandingan bobot kriteria ke i dan j.
c. Menormalkan setiap kolom dengan cara membagi setiap nilai pada kolom ke i dan baris
ke j dengan nilai total dari setiap kolom.
aij= aij / Σ aij .
d. Menentukan bobot prioritas setiap kriteria ke i, dengan membagi jumlah setiap nilai a
dengan jumlah kriteria yang dibandingkan (n).
wi= Σ a / n .
e. Menentukan nilai CF (Consistenci Factor) dengan rumus
CF= WSF / Bobot
f. Menghitung nilai lamda max atau CF rata-rata dengan rumus
λmax= Σ CF / n
g. Menghitung Consistensi Index (CI) Perhitungan Indeks Konsistensi menggunakan
persamaan:
CI= λmax- n / n-1
h. Mengukur seluruh konsistensi penilaian dengan menggunakan konsistensi rasio (CR)
dengan rumus:
CR= CI / RI
i. Suatu tingkat konsistensi tertentu diperlukan dalam penentuan prioritas untuk
mendapatkan nilai yang terbaik. Nilai CR ≤ 0,10 adalah nilai konsistensi jika tidak
maka perlu dilakukan revisi.
j. Penentuan nilai bobot prioritas diperoleh dari penjumlahan nilai bobot perbandingan
antar kriteria dikalikan dengan nilai bobot perbandingan alternatif dengan kriteria.
B. Kriteria Pemilihan Lokasi Pabrik
Kriteria dalam pemilihan lokasi pabrik sebagai berikut :

1. Letak Market
Menyangkut dengan biaya distribusi serta cost lainnya yang terkait dengan jangkauan
pemasaran tentu akan membesar seiring dengan jarak antara lokasi produksi dengan
konsumen. Selain menekan biaya pendistribusian, hal ini juga bertujuan mengurangi
resiko kerusakan produk ketika dalam pengangkutan. Alasan paling rasional yang
mendasari pemilihan lokasi pabrik harus dekat dengan konsumen adalah adanya
informasi yang lebih cepat diperoleh tentang perilaku konsumen.

2. Transportasi

Tersedia fasilitas transportasi yang mudah dijangkau juga merupakan salah satu
pertimbangan penting dalam menentukan lokasi pabrik. Transportasi ini berupa
angkutan udara, laut, sungai, kereta api, dan angkutan jalan raya. Kecepatan
transportasi ini akan menjamin pasokan bahan baku serta kebutuhan produksi hingga
pendistribusian kepada konsumen bisa berlangsung sesuai target.

3. Infrastruktur
Infrastruktur yang lengkap seperti persediaan air, listrik dan pengolahan limbah akan
sangat mendukung kegiatan produksi. Semakin lengkapnya fasilitas infrastruktur,
semakin baik untuk dijadikan lokasi fasilitas produksi.

4. Geologi
Lokasi alam atau letak geografis yang dalam hal ini erat dengan iklim daerah tersebut,
tentunya berpengaruh pula pada suhu, kelembaban dan cuaca yang akan sangat
menentukan aktifitas produksi dan perilaku masyarakatnya. Untuk jenis produk
tertentu kualitasnya dapat dipengaruhi oleh iklim setempat dan menjadi tidak
berkualitas lagi jika berada di iklim yang lain.
5. Lingkungan
Sosial kultural, adat istiadat, tradisi dan tingkat pendidikan rata-rata dari anggota
masyarakat sekitar lokasi alternatif menjadi pertimbangan utama dalam penyelesaian
masalah-masalah perburuhan, persengketaan dan masalah hubungan industri dengan
masyarakat sekitar.

6. Lokasi Pemasok Bahan Baku


Lokasi yang dekat dengan lokasi pabrik bahan baku dan pendukung lainnya jelas akan
menjamin stabilitas pasokan serta mengurangi biaya pengiriman bahan untuk produksi.
Kemudian dengan mempertimbangkan pula resiko apabila bahan baku yang dipakai
dapat mengalami penyusutan berat dan volume maupun kualitas yang berubah akibat
jalur lokasi pabrik yang terlalu jauh.

C. Struktur Analytic Hierarchy Process (AHP)


Dalam AHP diawali dengan menyusun hirarki yang meliputi tujuan, kriteria dan alternatif-
alternatif lokasi pada tingkat paling bawah. Pada proses menentukan pemilihan lokasi pabrik
terdiri enam kriteria yaitu letak market, transportasi, infrastruktur, geologi, lingkungan, dan lokasi
pemasok bahan baku. Terdapat tiga alternatif lokasi untuk dipilih sebagai lokasi pabrik.

Pemilihan Lokasi
Pabrik

Letak Market Transportasi Infrastruktur Geologi Lingkungan pemasok Bahan


Baku
A B C D E F

Lokasi A Lokasi B Lokasi C


D. Perhitungan Matriks Perbandingan Berpasangan
Tabel 1 Matriks Perbandingan Kriteria

A B C D E F
A 1,00 3,00 2,00 5,00 4,00 7,00
B 0,33 1,00 3,00 4,00 2,00 5,00
C 0,50 0,33 1,00 2,00 3,00 4,00
D 0,20 0,25 0,50 1,00 4,00 3,00
E 0,25 0,50 0,33 0,25 1,00 2,00
F 0,14 0,20 0,25 0,33 0,50 1,00
2,43 5,28 7,08 12,58 14,50 22

Setelah terbentuk matrik perbandingan maka dilihat skala prioritas untuk perbandingan
kriteria. Adapun nilai bobot prioritas adalah :
Tabel 2 Matriks Skala Prioritas Kriteria
A B C D E F Jumlah EV
A 0,4122 0,5678 0,2824 0,3974 0,2759 0,3182 1,2623 0,4208
B 0,1374 0,1893 0,4235 0,3179 0,1379 0,2273 0,7502 0,2501
C 0,2061 0,0631 0,1412 0,1589 0,2069 0,1818 0,4104 0,1368
D 0,0824 0,0473 0,0706 0,0795 0,2759 0,1364 0,2003 0,0668
E 0,1030 0,0946 0,0471 0,0199 0,0690 0,0909 0,2447 0,0816
F 0,0589 0,0379 0,0353 0,0265 0,0345 0,0455 0,1320 0,0440
3,0000 1,0000

Tabel 3 Faktor Evaluasi Kriteria

Nilai
EV Total λmaksimum
A 0,4208 2,44 1,0209
B 0,2501 5,28 1,3212
C 0,1368 7,08 0,9689
D 0,0668 12,58 0,8403
E 0,0816 14,50 1,1829
F 0,0440 22 0,9682
6,3024
Menentukan Konsistensi :

Hitung CI = (λmaksimum – n) / (n-1)

= (6,3024 – 6 ) / (6-1) = 0,3024 / 5 = 0,0605

Hitung CR = CI/RI

= 0,0605 / 1,24 = 0,0488, karena CR < 0,1 maka perbandingan konsisten 100%.

Setelah terbentuk matriks perbandingan lokasi berdasarkan kriteria maka dicari bobot
prioritas untuk perbandingan lokasi terhadap masing-masing kriteria. L1 adalah Lokasi A, L2
adalah Lokasi B, dan L3 adalah Lokasi C.

Tabel 4 Lokasi pabrik berdasarkan pertimbangan kriteria letak market

A L1 L2 L3
L1 1 3 5
L2 0,333333 1 3
L3 0,2 0,333333 1
1,533333 4,333333 9

Tabel 5 skala prioritas lokasi pabrik berdasarkan pertimbangan kriteria letak market

A L1 L2 L3 Jumlah EV
L1 0,6522 0,6923 0,5556 1,9000 0,6333
L2 0,2174 0,2308 0,3333 0,7815 0,2605
L3 0,1304 0,0769 0,1111 0,3185 0,1062
1,0000

Tabel 6 Lokasi Pabrik berdasarkan pertimbangan kriteria Transportasi

B L1 L2 L3
L1 1 0,2 0,5
L2 2 1 0,333333
L3 3 3 1
6 4,2 1,833333
Tabel 7 skala prioritas lokasi pabrik berdasarkan pertimbangan kriteria transportasi

B L1 L2 L3 Jumlah EV
L1 0,1667 0,0476 0,2727 0,4870 0,1623
L2 0,3333 0,2381 0,1818 0,7532 0,2511
L3 0,5000 0,7143 0,5455 1,7597 0,5866
1,0000

Tabel 8 Lokasi Pabrik berdasarkan pertimbangan kriteria Infrastruktur

C L1 L2 L3
L1 1 3 4
L2 0,333333 1 3
L3 0,25 0,333333 1
1,583333 4,333333 8

Tabel 9 skala prioritas lokasi pabrik berdasarkan pertimbangan kriteria Infrasruktur

C L1 L2 L3 Jumlah EV
L1 0,6316 0,6923 0,5000 1,8239 0,6080
L2 0,2105 0,2308 0,3750 0,8163 0,2721
L3 0,1579 0,0769 0,1250 0,3598 0,1199
1,0000

Tabel 10 Lokasi Pabrik berdasarkan pertimbangan kriteria Geologi

D L1 L2 L3
L1 1 2 4
L2 0,5 1 3
L3 0,25 0,333333 1
1,75 3,333333 8

Tabel 11 skala prioritas lokasi pabrik berdasarkan pertimbangan kriteria Geologi

D L1 L2 L3 Jumlah EV
L1 0,5714 0,6000 0,5000 1,6714 0,5571
L2 0,2857 0,3000 0,3750 0,9607 0,3202
L3 0,1429 0,1000 0,1250 0,3679 0,1226
1,0000
Tabel 12 Lokasi Pabrik berdasarkan pertimbangan kriteria Lingkungan

E L1 L2 L3
L1 1 2 3
L2 0,5 1 3
L3 0,333333 0,333333 1
1,833333 3,333333 7

Tabel 13 skala prioritas lokasi pabrik berdasarkan pertimbangan kriteria Lingkungan

E L1 L2 L3 Jumlah EV
L1 0,5455 0,6000 0,4286 1,5740 0,5247
L2 0,2727 0,3000 0,4286 1,0013 0,3338
L3 0,1818 0,1000 0,1429 0,4247 0,1416
1,0000

Tabel 14 Lokasi Pabrik berdasarkan pertimbangan kriteria Lokasi pabrik Bahan Baku

F L1 L2 L3
L1 1 3 4
L2 0,333333 1 3
L3 0,25 0,333333 1
1,583333 4,333333 8

Tabel 15 skala prioritas lokasi pabrik berdasarkan pertimbangan kriteria Lokasi pabrik Bahan
Baku

F L1 L2 L3 Jumlah EV
L1 0,6316 0,6923 0,5000 1,8239 0,6080
L2 0,2105 0,2308 0,3750 0,8163 0,2721
L3 0,1579 0,0769 0,1250 0,3598 0,1199
1,0000

Setelah menemukan bobot dari masing-masing kriteria terhadap lokasi yang sudah
ditentukan, langkah selanjutnya adalah mengalikan bobot dari masing-masing kriteria dengan
bobot dari masing-masing lokasi, kemudian hasil perkalian tersebut dijumlahkan perbaris.
Sehingga didapatkan total prioritas global seperti pada Tabel 17
Tabel 16 Matrik Total Prioritas Global

BOBOT L1 L2 L3
A 0,4208 0,6333 0,2605 0,1062
B 0,2501 0,1623 0,2511 0,5866
C 0,1368 0,6080 0,2721 0,1199
D 0,0668 0,5571 0,3202 0,1226
E 0,0816 0,5247 0,3338 0,1416
F 0,0440 0,6080 0,2721 0,1199
TOTAL
PRIORITAS 0,49702 0,270207 0,232773
.
E. Analisa Dan Kesimpulan
a. Analisa

Perhitungan metode AHP menggunakan data kriteria dan subkriteria yang diperlukan
dalam pemilihan lokasi pabrik. Berdasarkan kriteria hirarki dari alternatif pemilihan lokasi pabrik.
Berdasarkan nilai perbandingan tingkat kepentingan yang telah dilakukan dapat dilakukan
perhitungan menentukan bobot masing-masing sub kriteria dengan cara membandingkan tingkat
kepentingan antar subkriteria, sehingga diperoleh nilai kriteria kelengkapan data yang memiliki
prioritas tertinggi, artinya kelengkapan data merupakan kriteria yang terpenting dalam pemilihan
lokasi pabrik. Perhitungan untuk menentukan prioritas lokasi pabrik ditentukan dengan
membandingkan tingkat kepentingan antar lokasi pabrik dengan faktor atau kriteria tertentu,
sehingga diperoleh Lokasi A (L1) yang memiliki prioritas tertinggi, artinya Lokasi A (L1)
merupakan lokasi pabrik yang terbaik yang mampu memenuhi kriteria-kriteria yang telah
diberikan.

b. Kesimpulan

Penggunaan metode AHP merupakan metode yang sistematis dan tidak membutuhkan
waktu yang lama, dan dapat melihatkan bobot prioritas dari kriteria dan pemasok yang terpilih.
Berdasarkan pemilihan lokasi pabrik yang telah dilakukan diperoleh bahwa Lokasi A (L1) terpilih
menjadi lokasi pabrik.