Anda di halaman 1dari 99

DIREKTORAT JENDERAL PELAYANAN KESEHATAN

KEMENTERIAN KESEHATAN RI

LAPORAN TAHUNAN
2017

Jl. Persahabatan Raya No. 1 Jakarta Indonesia


Telp.(62-21) 4891708, 4891745, Faksimile (62-21) 4711222
Kata Pengantar i
Email : info@rsuppersahabatan.co.id
Web : www.rsuppersahabatan.co.id
DIREKTORAT JENDERAL PELAYANAN KESEHATAN
KEMENTERIAN KESEHATAN RI

LAPORAN TAHUNAN
TAHUN 2017

Jl. Persahabatan Raya No. 1 Jakarta Indonesia


Telp.(62-21) 4891708, 4891745, Faksimile (62-21) 4711222
Pos-el ( Email) : info@rsuppersahabatan.co.id
Kata Pengantar ii
Web : www.rsuppersahabatan.co.id
Kata Pengantar

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 tahun 2005 perihal Pengelolaan


Keuangan Badan Layanan Umum dan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor :
1679/Menkes/Per/XII/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja RSUP Persahabatan
menyebutkan bahwa RSUP Persahabatan adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan
Kementerian Kesehatan yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Direktur
Jenderal Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan adalah Rumah Sakit
Pemerintah Kelas A yang merupakan rumah sakit pusat rujukan (top referral) Nasional untuk
masalah kesehatan respirasi.
Penyusunan Laporan ini juga didasarkan pada Surat Edaran Direktur Jenderal Bina
Upaya Kesehatan Nomor PR.03.02/I/1466/12 tentang Laporan Berkala Satuan Kerja yang
menyatakan bahwa setiap pimpinan suatu organisasi wajib menyampaikan laporan berkala
selama tahun 2017 dengan situasi dan kondisi yang ada dilaksanakan melalui kelembagaan
yang berjalan dan didukung dengan sumber daya yang tersedia.
Laporan Tahunan 2017 ini dibuat dengan harapan agar dapat menjadi bahan
penilaian/evaluasi kinerja yang obyektif, efisien dan efektif. Mewujudkan visi rumah sakit
dalam pengelolaan keuangannya mempertahankan dan menuju Wajar Tanpa Pengecualian
(WTP).
Demikian Laporan Tahunan 2017, kiranya dapat dijadikan informasi kinerja dalam
meningkatkan pelayanan yang optimal di Rumah Sakit.

Jakarta, Januari 2018


Direktur Utama

Dr. Mohammad Ali Toha, MARS


Nip.1959 1110 1986 10 1001

Kata Pengantar i
DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR…………………………………………………………….…. i
DAFTAR ISI ………………………………………………………………..………. ii
DAFTAR TABEL................................................................................................ iv
DAFTAR GRAFIK.............................................................................................. v
DAFTAR LAMPIRAN......................................................................................... vi
RINGKASAN EKSEKUTIF.…………………………………….....…………….. vii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang……………............................................................. 1
B. Maksud dan Tujuan............. ………………………………............. 2
C. Ruang Lingkup Laporan…………………………………………….. 3

BAB II ANALISIS SITUASI AWAL TAHUN


A. Hambatan Tahun Lalu………………………………....................... 5
B. Kelembagaan………………………………………………………… 5
C. Sumber Daya………………………………………………………... 19
1. Sumber Daya Manusia………………………………………...... 19
2. Sarana dan Prasarana………………………………………....... 22
3. Sumber Dana……………………....…………………….…….... 23

BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA


A. Dasar Hukum………………………………………………………... 24
B. Tujuan, Sasaran dan Indikator……………………………………… 25
1. Indikator Kinerja BLU ........….…………………………………… 29
2. Indikator Kinerja Individu (IKI).................................................... 33
3. Key Performance Indicators (KPI)……………………………… 34
4. Standar Pelayanan Minimal (SPM)..…………………………… 36
5. Perjanjian Kinerja………………………………………………… 37

Daftar Isi ii
BAB IV STRATEGI PELAKSANAAN
A. Strategi Pencapaian Tujuan dan Sasaran…………………………. 39
B. Hambatan dalam Pelaksanaan Strategi………………………….... 42
C. Upaya Tindak Lanjut……………………………………………….... 44

BAB V HASIL KERJA


A. Pencapaian Target Kinerja…………………………………………. 46
1. Pencapaian Target Kegiatan dan Pendapatan…….................. 46
2. Indikator Kinerja BLU…...……………………………………….. 54
3. Indikator Kinerja Individu (IKI)................................................... 57
4. SPM RS …………………………………………………………. 58
5. KPI (Key Performance Indicator)……………………………….. 62
6. Promotif Preventif ……………………………………………….. 64
7. Layanan Unggulan ………………………………………………... 70
B. Realisasi Anggaran………………………………………………..... 77
C. Upaya untuk mempertahankan WTP 2017......………………….... 81

BAB VI PENUTUP
A. Kesimpulan…………………………………………………………… 82
B. Saran…………………………………………………………………. 83

Daftar Isi iii


DAFTAR TABEL

Tabel II.1 Struktur Organisasi RSUP Persahabatan................................. 8


Tabel II.2 Rekapitulasi Jenis Tenaga Pegawai RSUP Persahabatan...... 19
Tabel II.3 Rekapitulasi Jenis Golongan Per Usia..................................... 21
Tabel II.4 Sarana dan Prasarana.............................................................. 22
Tabel II.5 Dana......................................................................................... 23
Tabel III.1 Proyeksi Kinerja Kesehatan BLU............................................ 30
Tabel III.2 Indikator Kinerja Individu (IKI)................................................... 33
Tabel III.3 Key Performance Indicators (KPI)............................................. 34
Tabel III.4 Standar Pelayanan Minimal (SPM)........................................... 36
Tabel III.5 Perjanjian Kinerja....................................................................... 38
Tabel V.1 Realisasi Volume Kegiatan........................................................ 46
Tabel V.2 Laporan Kunjungan Poliklinik dan IGD...................................... 48
Tabel V.3 Kegiatan Instalasi Rawat Inap.................................................... 49
Tabel V.4 Rekapitulasi Kegiatan Operasi................................................... 50
Tabel V.5 Penunjang Medik........................................................................ 51
Tabel V.6 Realisasi Pendapatan................................................................ 53
Tabel V.7 Pencapaian Indikator Kinerja BLU............................................. 54
Tabel V.8 Pencapaian Indikator Kinerja Individu (IKI)................................ 57
Tabel V.9 Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimum RS (SPM RS)....... 58
Tabel V.10 Pencapaian Key Performance Indicators (KPI).......................... 62
Tabel V.11 Promotif Preventif RSUP Persahabatan.................................... 64
Tabel V.12 Produk Unggulan........................................................................ 75
Tabel V.13 Realisasi Pendapatan Fungsional Non Fungsional (Umum)..... 77
Tabel V.14 Rekapitulasi Realisasi Pengeluaran Operasional...................... 78
Tabel V.15 Alokasi dan Realisasi Anggaran APBN (RM)............................. 79
Tabel V.16 Alokasi dan Realisasi Anggaran PNBP (BLU)............................ 80

Daftar Grafik iv
Daftar Grafik

Grafik II.1 Rekapitulasi Jumlah Pegawai RSUP Persahabatan............... 19


Grafik II.2 Rekapitulasi Jenis Tenaga Per usia........................................ 20
Grafik II.3 Data Pegawai Berdasarkan Pangkat/Golongan..................... 20
Grafik II.4 Grafik Jumlah Golongan Per Usia........................................... 21
Grafik II.5 Data Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin............................. 22
Grafik V.1 Grafik Realisasi Kegiatan Penunjang Medik............................ 52

Daftar Grafik v
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Perjanjian Kinerja


Lampiran 2 Indikator Kinerja
Lampiran 3 Neraca SAI

Daftar Lampiran vi
R ingkasan E ksekutif

Program dan kegiatan yang dilaksanakan dalam tahun 2017 mengacu pada Tujuan,
Sasaran dan Indikator yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis RSUP
Persahabatan; dan indikator-indikator lainnya yang telah menjadi ketetapan Indikator
Kinerja BLU yang meliputi aspek keuangan dan pelayanan, Indikator Kinerja Individu
(IKI), Key Performance Indicators (KPI), Standard pelayanan Minimal (SPM) serta
Perjanjian Kinerja 2017. Dalam pelaksanaan program dan kegiatan tersebut, setelah
melalui Penetapan Strategi, penentuan kebijakan dan program terkait. Untuk mengatasi
hambatan-hambatan dalam pelaksanaan strategi juga dilakukan upaya tindak lanjut.
Pencapaian Target Kinerja yang telah dicapai sampai 31 Desember 2017
menggambarkan keadaan sebagai berikut:
a. Rawat Jalan dari target 284.624 kunjungan terealisasi 292.824 kunjungan atau
102,88%.
b. Rawat Inap dari target 190.94 hari perawatan terealisasi 174.775 hari
perawatan atau 190,94%.
c. Tindakan Medik dari target 554.848 tindakan terealisasi 571.300 tindakan atau
102,97%.
d. Penunjang Medik dari target 2.387.261 terealisasi 2.731.903 atau 114,44%.

Hasil evaluasi kinerja Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan yang didasarkan
pada penilaian atas Indikator kinerja terdiri dari aspek keuangan (30%) dan aspek
pelayanan (70%). Dan hasil yang dicapai adalah 83,35 dengan tingkat kinerja tinggi ″AA″
yang terdiri dari Aspek Keuangan 18,75 dan Aspek Pelayanan 64,60.
Pelaksanaan SPM dan Key Performance Indicators telah tercapai sesuai dengan
target yang ada, demikian pula dengan program unggulan telah berjalan dengan baik.
Adapun alokasi anggaran tahun 2017 sebesar Rp 615.235.157.000,- yang terdiri dari :
a. Anggaran APBN (Rupiah Murni) sebesar Rp 153.568.881.000,-
b. Anggaran PNBP (BLU) tahun 2017 sebesar Rp 461.466.276.000,-
c. Saldo awal tahun 2017 Rp 33.250.000.000,-

Ringkasan Eksekutif vii


d. Realisasi penerimaan Jasa Layanan dan lainnya:
- APBN (RM) sebesar Rp 153.568.881.000,-
- PNBP (BLU) sebesar Rp 423.639.525.588,- (91,80%), terdiri dari :
• Pelayanan Rp 390.389.525.588,-,
• Saldo awal Tahun 2017 Rp 33.250.000.000,-
e. Realisasi belanja:
- APBN (RM) sebesar Rp 140.957.409.547,- (91,79%)
- PNBP (BLU) sebesar Rp 404.052.830.707,- (95,37)
f. Alokasi DIPA seluruhnya Rp 615.235.157.000,- setelah beberapa kali revisi,
yaitu;
- Revisi pertama (pencantuman saldo kas BLU)
- Revisi kedua penggunaan saldo kas BLU sebesar Rp 33.250.000.000,-
- Revisi ketiga pergeseran rincian mata anggaran belanja BLU
- Revisi keempat efesiensi dana RM (Pengurangan) sebesar
Rp 1.500.000.000,-
- Revisi kelima Refocusing dana RM (Penambahan) sebesar
Rp 11.671.834.000,- alokasi Rp 615.235.157.000,-

Dalam rangka upaya untuk mempertahankan WTP dan zona integritas telah
dilaksanakan berbagai upaya antara lain :
a. Membangun komitmen dan integritas pimpinan pengelola dan pelaksana
b. Penguatan perencanaan anggaran
c. Perbaikan penatausahaan BMN serta tindaklanjut LHP sesegera mungkin

Ringkasan Eksekutif viii


BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Terselenggaranya Good Governance merupakan syarat bagi setiap pemerintahan untuk
mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita-cita berbangsa dan
bernegara. Dalam rangka itu diperlukan pengembangan dan penerapan sistem
pertanggungjawaban yang tepat, jelas, dan legitimate, sehingga penyelenggaraan
pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara efektif, efisien, bersih dan
bertanggungjawab serta bebas dari KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme).
Berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal pelayanan Kesehatan Nomor
PR.03.02/I/1466/12 tentang Laporan Berkala Satuan Kerja (Laporan Tahunan) Direktorat
Jenderal Pelayanan Kesehatan yang menyampaikan bahwa setiap pimpinan suatu
organisasi wajib menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. Salah satu laporan
berkala yaitu Laporan Tahunan. Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan yang telah
ditetapkan menjadi BLU dengan SK Menkes nomor : 1243/Menkes/Per/VIII/2005 tanggal
11 Agustus 2005 telah diatur susunan organisasinya melalui SK Menkes nomor :
1679/Menkes/Per/XII/2005 memiliki tugas menyelenggarakan upaya penyembuhan dan
pemulihan kesehatan yang dilaksanakan secara serasi, terpadu, dan berkesinambungan
dengan upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan, melaksanakan upaya rujukan
serta menyelenggarakan pendidikan, pelatihan dan penelitian.
Dengan demikian RSUP Persahabatan secara berkala berkewajiban untuk
mengkomunikasikan pencapaian tujuan/sasaran strategis organisasi kepada Direktur
Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI yang dituangkan kedalam
Laporan Tahunan.
Di samping hal-hal tersebut di atas, penyusunan Laporan Tahunan ini adalah merupakan
bentuk pelaksanaan dari Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
1144/MENKES/PER/VIII/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian
Kesehatan, menyebutkan dalam Pasal 996 bahwa Setiap Kepala Satuan Organisasi
wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk serta bertanggung jawab kepada atasan masing-
masing dan menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya. Inilah yang menjadi
dasar/landasan hukum dalam penyusunan Laporan Tahunan ini.

BAB I Pendahuluan 1
Laporan Tahunan berisi uraian yang lebih menyeluruh mengenai kondisi sumber daya
(sumber daya manusia, sarana prasarana dan dana), hasil kegiatan program pelayanan
dan keuangan, pencapaian kinerja dan masalah, hambatan serta terobosan sebagai
upaya pemecahan masalah dalam pelaksanaan kegiatan dan program. Laporan Tahunan
diharapkan bersifat analitik, interpretative, disertai saran dan tindak lanjut.
Laporan tahunan Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan disusun berdasarkan data
dan masukan dari bagian/bidang dan instalasi-instalasi yang ada dilingkungan Rumah
Sakit Umum Pusat Persahabatan.

B. MAKSUD DAN TUJUAN


Penyusunan Laporan Tahunan ini dimaksudkan sebagai wujud pertanggung jawaban
kegiatan yang telah dilaksanakan pada kurun waktu 1 (satu) tahun.
Adapun tujuan penyusunan Laporan Tahunan ini adalah dalam rangka memenuhi dan
melaksanakan amanah Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Nomor
PR.03.02/I/1466/12 tentang Laporan Berkala Satuan Kerja (Laporan Tahunan) Direktorat
Jenderal Pelayanan Kesehatan yang merupakan :
a. Sebagai pertanggungjawaban atas pelaksanaan program dan kegiatan tahunan
yang telah diamanatkan kepada Pejabat Pengelola
b. Mengetahui program-program dan kegiatan yang telah mencapai target maupun
yang tidak tercapai untuk bahan penyusunan anggaran tahun yang akan datang
c. Mengetahui permasalahan dan hambatan yang dihadapi serta upaya terobosan
yang telah dilakukan untuk mencapai sasaran program dan kegiatan.
d. Memberikan laporan kepada atasan atas pelaksanaan tugas yang telah dilakukan
serta feedback kepada Unit-unit dibawahnya (Bagian/Bidang dan Instalasi)

BAB I Pendahuluan 2
C. RUANG LINGKUP LAPORAN
Ruang lingkup yang dibahas dalam Laporan Tahunan ini meliputi :
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Maksud dan Tujuan Laporan
C. Ruang Lingkup Laporan

BAB II ANALISIS SITUASI AWAL TAHUN


A. Hambatan Tahun Lalu
B. Kelembagaan
C. Sumber Daya
1. Sumber Daya Manusia
2. Sarana dan Prasarana
3. Dana

BAB III TUJUAN DAN SASARAN KERJA


A. Dasar Hukum
B. Tujuan, Sasaran dan Indikator
1. Indikator Kinerja BLU
2. Indikator Kinerja Individu (IKI)
3. Key Performance Indicators (KPI)
4. Standar Pelayanan Minimal (SPM)
5. Perjanjian Kinerja

BAB IV STRATEGI PELAKSANAAN


A. Strategi Pencapaian Tujuan dan Sasaran
B. Hambatan dalam Pelaksanaan Strategi
C. Upaya Tindak Lanjut

BAB I Pendahuluan 3
BAB V HASIL KERJA
A. Pencapaian Target Kinerja
1. Pencapaian Target Kegiatan dan Pendapatan
2. Indikator Kinerja BLU
3. Indikator Kinerja Individu (IKI)
4. SPM RS
5. KPI (Key Performance Indicator)
6. Promotif Preventif
7. Produk Unggulan
B. Realisasi Anggaran
C. Upaya untuk mempertahankan WTP 2016

BAB VI PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran

LAMPIRAN
- Perjanjian Kinerja
- Indikator Kinerja
- Neraca SAI

BAB I Pendahuluan 4
BAB II
ANALISIS SITUASI AWAL TAHUN

A. HAMBATAN TAHUN LALU


Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan telah terakreditasi Paripurna tahun
2015. Berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan RI
No.HK.02.02/MENKES/566/2017 tanggal 2 November 2017 tentang RSUP
Persahabatan ditetapkan sebagai Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan
dengan keunggulan Rujukan Respirasi, juga telah mempunyai Rencana
Strategis berbasis Balanced Scorecard periode 2015-2019 yang pelaksanaan
programnya dilaksanakan setiap tahun.
Adapun pelaksanaan kegiatan tahun 2017 adalah sebagai berikut :
a. Tahun 2017 adalah tahun ketiga Renstra 2015–2019 masih dilakukan revisi
Renstra
b. Penilaian kinerja staf yang belum optimal walaupun sistem remunerasi telah
dilaksanakan
c. Penerapan upaya perbaikan mutu belum optimal
d. Dipertengahan tahun jumlah pasien menurun karena sudah diberlakukan
sistem rujukan berjenjang oleh BPJS
e. Evaluasi KPI coorporate telah dilaksanakan walaupun belum optimal
f. SIMRS belum optimal

B. KELEMBAGAAN
1) Tugas dan Fungsi Organisasi
• Tugas
Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan mempunyai tugas
menyelenggarakan upaya penyembuhan dan pemulihan kesehatan yang
dilaksanakan secara serasi, terpadu dan berkesinambungan dengan upaya
peningkatan kesehatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan
dan menyelenggarakan pendidikan, pelatihan dan penelitian.

BAB II Analisis Situasi Awal Tahun 5


• Fungsi
Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut di atas, Rumah Sakit Umum
Pusat Persahabatan menyelenggarakan fungsi :
 Pelayanan Medik
 Pelayanan Penunjang Medik, non medik dan umum
 Pelayanan dan asuhan Keperawatan
 Pelayanaan Rujukan kesehatan secara umum
 Pengelolaan Sumber Daya Manusia Rumah Sakit
 Pendidikan dan Pelatihan di Bidang Kesehatan
 Penelitian dan Pengembangan
 Penapisan teknologi di bidang klinis eksilensi dan penunjangnya
 Pelayanan Administrasi Umum dan Keuangan

2) Struktur Organisasi
Susunan Organisasi RSUP Persahabatan sampai saat ini adalah
mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan RI (Permenkes)
No.1071/MENKES/SK/XI/2008 RSUP Persahabatan dipimpin oleh seorang
Kepala yang disebut Direktur Utama dengan membawahi:
a) Direktorat Medik dan Keperawatan
b) Direktorat Umum, Sumber Daya Manusia dan Pendidikan
c) Direktorat Keuangan
d) Unit-unit Non Struktural
Selain itu, dalam Permenkes tersebut terdapat pula komite yang memberikan
pertimbangan strategis kepada Direktur Utama dalam rangka peningkatan
dan pengembangan pelayanan rumah sakit.
Komite tersebut adalah :
a. Komite Medik
b. Komite Etik dan Hukum
c. Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
d. Komisi Mutu dan Keselamatan
e. Komite Penelitian dan Pengembangan
f. Komite Farmasi dan Terapi

BAB II Analisis Situasi Awal Tahun 6


g. Komite Koordinasi Pendidikan
h. Komite Keperawatan
i. Komite Rujukan Respirasi

Dalam melaksanakan tugasnya terutama yang berkaitan dengan


pengawasan pelaksanaan tugas-tugas rumah sakit, Direktur Utama dibantu
oleh Ketua Satuan Pemeriksa Intern (SPI). Untuk lebih lengkapnya terlampir
Struktur Organisasi Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan (tabel II.1) :

BAB II Analisis Situasi Awal Tahun 7


Tabel II.1

BAB II Analisis Situasi Awal Tahun 8


Adapun secara rinci tugas dari masing-masing Direktorat tersebut berdasarkan
Peraturan Menteri Kesehatan RI (Permenkes) No. 1071/MENKES/SK/XI/2008,
adalah sebagai berikut:
a) Direktorat Medik dan Keperawatan, dipimpin oleh seorang Direktur yang
berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Utama, mempunyai
tugas melaksanakan pengelolaan pelayanan medik dan keperawatan serta
peningkatan mutu layanan kesehatan rumah sakit. Membawahi :
1. Bidang Pelayanan Medik, membawahi :
- Seksi Perencanaan dan Pelayanan Medik
- Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelayanan Medik
2. Bidang Pelayanan Keperawatan, membawahi :
- Seksi Perencanaan dan Pelayanan Keperawatan
- Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelayanan Keperawatan
3. Bidang Fasilitas Pelayanan Medik
- Seksi Perencanaan Fasilitas Pelayanan Medik
- Seksi Monitoring dan Evaluasi Fasilitas Pelayanan Medik
4. Kelompok Satuan Medis FungsionaI (SMF)
5. Kelompok Instalasi

b) Direktorat Umum, Sumber Daya Manusia dan Pendidikan, dipimpin oleh


seorang Direktur yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada
Direktur Utama yang mempunyai tugas melakukan pengelolaan sumber daya
manusia, pelayanan pendidikan, pelatihan serta penelitian dan pengembangan,
membawahi :
1. Bagian Umum, membawahi :
- Sub Bagian Tata Usaha
- Sub Bagian Rumah Tangga
2. Bagian Sumber Daya Manusia, membawahi :
- Sub Bagian Rencana dan Mutasi Pegawai
- Sub Bagian Pengembangan dan Pembinaan Pegawai

BAB II Analisis Situasi Awal Tahun 9


3. Bagian Pendidikan dan Penelitian, membawahi :
- Sub Bagian Pendidikan dan Penelitian Eksternal
- Sub Bagian Pendidikan dan Penelitian Internal
4. Kelompok Jabatan Fungsional

c) Direktorat Keuangan, dipimpin oleh seorang Direktur yang berada di bawah


dan bertanggungjawab kepada Direktur Utama yang mempunyai tugas
melakukan pengelolaan keuangan rumah sakit yang meliputi Perbendaharaan
dan Mobilisasi Dana, Perencanaan Anggaran, Akuntansi, Sistim Informasi
Manajemen Rumah Sakit, serta Instalasi Pelayanan Sosial dan Pelayanan
Jaminan membawahi :
1. Bagian Perbendaharaan dan Mobilisasi Dana
- Sub Bagian Perbendaharaan
- Sub Bagian Mobilisasi Dana
2. Bagian Perencanaan Anggaran
- Sub Bagian Penyusunan Program dan Anggaran
- Sub Bagian Evaluasi dan Pelaporan Anggaran
3. Bagian Akuntansi
- Sub Bagian Akuntansi Keuangan
- Sub Bagian Akuntansi Manajemen dan Verifikasi
4. Sistem Informasi Rumah Sakit
 Koordinator Pelayanan SIMRS
 Koordinator Umum
5. Instalasi Pelayanan Sosial dan Pasien Jaminan:
 Koordinator Administrasi Piutang
 Koordinator Penyelesaian Piutang
 Koordinator Pelayanan
d) Komite – komite
e) Satuan Pemeriksaan Intern (SPI)
f) Unit Layanan Pengadaan

BAB II Analisis Situasi Awal Tahun 10


3) SUSUNAN DIREKSI DAN DEWAN PENGAWAS.
a. Susunan
nan Direksi Rumah Sakit terdiri dari :

Dr. Mohammad Ali Toha, MARS


1 Kepmenkes RI No : KP.03.01/Menkes/504/2014
Tanggal 30
3 Desember 2014

Direktur Utama

Dr. Hj. Zubaedah,Sp.P.MARS


2 Kepmenkes RI No : KP.03.01/Menkes/345/2015
Tanggal 26 Agustus 2015

Direktur Medik dan


Keperawatan

Drg. Setiawaty, M.Kes


4 Kepmenkes RI No:
No KP.03.01/Menkes/507/2014
Tanggal 30 Desember 2014
Direktur Umum,
SDM dan Pendidikan

Drg. Dience Erwina Indriyani, MARS


3 Kepmenkes RI No : KP.03.01/Menkes/348/2015
Tanggal 26 Agustus 2015

Direktur Keuangan

Adapun pembagian tugas antar Direksi adalah sebagai berikut:


Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
HK.02.03/I/2147/2015 tanggal 28 Juli 2015 tentang Pengesahan Peraturan
Internal (Hospital Bylaws) Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan.

Tugas pokok, fungsi, wewenang dan tanggungjawab Direksi RSUP


Persahabatan ditetapkan oleh Menteri Kesehatan yang dijabarkan dan
diuraikan secara tertulis dalam Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK)

BAB II Analisis Situasi Awal Tahun 11


RSUP Persahabatan. Adapun pembagian tugas antar Direksi adalah sebagai
berikut:
Direktur Utama
(1) Direktur Utama mempunyai tugas pokok untuk memimpin pelaksanaan
tugas pengelolaan Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan sesuai
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam point (1),


Direktur Utama mempunyai fungsi merumuskan kebijakan operasional,
perencanaan, pengorganisasian, penggerakan pelaksanaan,
pemantauan dan evaluasi pelaksanaan di bidang pelayanan Medis dan
keperawatan, umum dan operasional, SDM, Penelitian dan Pendidikan
serta Keuangan.

(3) Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada point (2),


Direktur Utama dibantu oleh 3 (tiga) orang Direktur.

Direktur Utama mempunyai kewajiban :


a. Memimpin rumah sakit agar fungsi rumah sakit dapat berjalan dalam
mencapai tujuan dengan unggulan nasional bidang kesehatan respirasi;
b. Menyelenggarakan rencana strategis yang berorientasi pada unggulan
pusat layanan respirasi yang diatur dalam suatu peraturan yang
ditetapkan oleh Direktur Utama;
c. Dalam tata cara penyelenggaran yang tersebut dalam butir (b) diatas
wajib memperhatikan efektifitas, efisiensi kesinambungan pelaksanaan,
harmonisasi pelayanan, pendidikan penelitian hirarki sinergi antar
sumber daya kesehatan/tenaga medis rumah sakit dan jejaring;
d. Memimpin jajaran direksi rumah sakit agar senantiasa berusaha
meningkatkan daya guna dan hasil guna sesuai dengan Pola
Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU);
e. Memelihara, menjaga dan mengelola kekayaan rumah sakit;
f. Melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dalam mengelola
rumah sakit sebagaimana digariskan dalam Pola Pengelolaan
Keuangan Badan Layanan;

BAB II Analisis Situasi Awal Tahun 12


g. Menyiapkan Rencana Strategis atau disingkat Renstra rumah sakit;
h. Menyiapkan Rencana Bisnis Anggaran atau disingkat RBA rumah sakit
dengan persetujuan Kementerian Kesehatan;
i. Menyiapkan Laporan Tahunan dan Laporan Berkala;
j. Menyampaikan pertanggungjawaban kinerja operasional serta
keuangan rumah sakit;
k. Menetapkan kebijakan dan prosedur untuk menjalankan misi;
l. Mensosialisasi visi dan misi rumah sakit;
m. Melakukan review visi dan misi secara berkala;
n. Mematuhi peraturan perundang – undangan yang berlaku;
o. Bertanggung jajwab terhadap berbagai upaya mutu dan keselamatan
pasien;
p. Mengusulkan dan melaporkan program upaya peningkatan mutu dan
keselamatan pasien di RSUP Persahabatan kepada Pemilik;
q. Menetapkan dan mengelola kode etik di lingkungan rumah sakit;
r. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program upaya
peningkatan mutu dan keselamatan pasien di RSUP Persahabatan;
s. Memberikan persetujuan terhadap program pendidikan dan pelatihan
dalam rangka peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia di Rumah
Sakit.

Direktur Utama dalam menjalankan tugas dan kewajibannya diberikan


kewenangan, yaitu :
a. Menetapkan peraturan, pedoman, petunjuk teknis dan prosedur tetap
rumah sakit;
b. Mewakili rumah sakit didalam dan diluar pengadilan;
c. Menetapkan kebijakan operasional rumah sakit;
d. Mendelegasikan sebagian kewenangan kepada jajaran dibawahnya
sesuai dengan bidang tugas masing – masing;
e. Mengangkat dan memberhentikan tenaga Non PNS/Pegawai BLU
Rumah Sakit sesuai dengan peraturan perundang-undangan;

BAB II Analisis Situasi Awal Tahun 13


f. Mendatangkan tenaga ahli di bidangnya, tenaga professional, konsultan
dan atau lembaga independen lainnya, apabila dibutuhkan RSUP
Persahabatan;
g. Menandatangani perjanjian/kontrak kerjasama dengan pihak lain dalam
berbagai jenis kebijakan teknis operasional untuk mendukung
pelayanan di lingkungan rumah sakit;
h. Meminta pertanggung jawaban pelaksanaan tugas dari semua pejabat
pengelola rumah sakit.

Direktur Medis dan Keperawatan


(1) Direktorat Medis dan Keperawatan dipimpin oleh seorang Direktur yang
berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Direktur Utama.
(2) Direktur Medis dan Keperawatan mempunyai tugas melaksanakan
pengelolaan pelayanan Medik, pelayanan keperawatan dan fasilitas
Medik;
(3) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1),
Direktur Medis dan Keperawatan menyelenggarakan fungsi :
a. Penyusunan rencana sistem Pelayanan Medik, Penunjang Medik dan
Keperawatan;
b. Koordinasi pelaksanaan pelayanan Medik, penunjang Medik dan
keperawatan serta utilisasi peralatan Medik dan penunjang Medik;
c. Pengendalian, pengawasan dan evaluasi pelayanan Medik, penunjang
Medik dan keperawatan.

Direktur Umum, Sumber Daya Manusia dan Pendidikan


(1) Direktur Umum, Sumber Daya Manusia dan Pendidikan mempunyai
tugas melaksanakan perencanaan dan informasi, pengelolaan
administrasi umum, aset, sumber daya manusia serta pendidikan dan
penelitian.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1),
Direktur Umum, SDM dan Pendidikan menyelenggarakan fungsi :
a. Penyusunan rencana kebutuhan dan penyediaan tenaga kesehatan
dan tenaga non kesehatan rumah sakit;

BAB II Analisis Situasi Awal Tahun 14


b. Koordinasi dan pelaksanaan pelayanan umum, pengelolaan sumber
daya manusia serta pendidikan dan penelitian;
c. Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan pelayanan umum,
pengelolaan aset, pengelolaan sumber daya manusia serta pendidikan
dan penelitian;
d. Perencanaan, koordinasi, monitoring dan evaluasi pengelolaan
instalasi-instalasi dibawah Direktorat Umum, Sumber Daya Manusia
dan Pendidikan.
(3) Direktur Umum, Sumber Daya Manusia dan Pendidikan secara teknis
mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan asset rumah sakit sesuai
ketentuan yang berlaku.
(4) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud pada ayat
(1), dilaksanakan untuk meningkatkan visi dan misi serta tugas pokok
dan fungsi dari rumah sakit.
(5) Pelaksanaan pengembangan dan pembangunan fisik di wilayah RSUP
Persahabatan diatur oleh kebijakan Direksi.
(6) Penghapusan barang-barang milik rumah sakit yang bergerak maupun
tidak bergerak dilaksanakan oleh tim khusus yang dibentuk oleh
Direktur Utama RSUP Persahabatan serta pelaksanaannya dibuat
berita acara.

Direktur Keuangan
(1) Direktur Keuangan mempunyai tugas melakukan pengelolaan keuangan
rumah sakit yang meliputi penyusunan dan evaluasi anggaran,
perbendaharaan dan mobilisasi dana serta akuntansi dan verifikasi.
(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
Direktur Keuangan menyelenggarakan fungsi :
a. Penyusunan rencana kegiatan perbendaharaan dan mobilisasi dan,
serta akuntansi;
b. Koordinasi pelaksanaan kegiatan perbendaharaan dan mobilisasi
dana, serta akuntansi;
c. Pengawasan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kegiatan
perbendaharaan dan mobilisasi dana serta akuntansi

BAB II Analisis Situasi Awal Tahun 15


b. Susunan
nan Dewan Pengawas Rumah Sakit

Struktur Organisasi Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan juga dilengkapi


dengan Dewan Pengawas yang susunan anggotanya telah ditetapkan
berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor
HK.02.02/MENKES/289/
HK.02.02/MENKES/289/2016 tanggal 18 Mei 2016 tentang Pengangkatan
Dewan
an Pengawas Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan berfungsi sebagai
governing body rumah sakit dalam melakukan pembinaan dan pengawasan
non-teknis
teknis perumahsakitan secara internal di RSUP Persahabatan dan
Keputusan Dewan Pengawas bersifat kolektif kolegial.

Susunan Dewan Pengawas Rumah Sakit yaitu :

Ketua
1 dr. Donald Pardede, M.P.P.M.

2 drg. Murti Utami, M.P.H. Anggota

Drs.
rs. Bayu Teja Muliawan, M.Pharm,
M.Pharm
3
MM
M.Apt Anggota

4 Drs. Djoko Wihantoro,M.Si. Anggota

DR. Mulia Panusunan Nasution,


5
D.E.S.S. Anggota

BAB II Analisis Situasi Awal Tahun 16


Untuk membantu kelancaran tugas Dewan Pengawas sehari-hari dengan Surat
Keputusan Direktur Utama RSUP Persahabatan Nomor
HK.02.04/SK/II.2/1329/2015 tanggal 20 November 2015 diangkat seorang
Sekretaris Dewan Pengawas, yang berasal dari intern Rumah Sakit yaitu :
Sapari SE, Msi
(1) Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud Dewan Pengawas
mempunyai tugas sebagai berikut:
a. Menyetujui dan mengawasi rencana strategis bisnis, rencana bisnis dan
anggaran Rumah Sakit sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku;
b. Menentukan arah kebijakan rumah sakit;
c. Menyetujui, mengawasi dan menilai pelaksanaan rencana strategis;
d. Mengawasi pelaksanaan kendali mutu dan kendali biaya;
e. Mengawasi dan menjaga hak dan kewajiban pasien;
f. Menyetujui dan mengawasi program mutu dan keselamatan pasien;
g. Menyetujui dan Mengawasi program pendidikan profesional kesehatan
dan penelitian;
h. Mengawasi dan menjaga hak dan kewajiban Rumah Sakit;
i. Mengawasi kepatuhan penerapan etika rumah sakit, etika profesi, dan
peraturan perundang-undangan;
j. Melaksanakan pengawasan pengelolaan keuangan;
k. Menyusun program kerja tahunan pengawasan BLU dan
menyampaikannya kepada Menteri Keuangan;
l. Memberikan persetujuan atas modal (capital) dan anggaran operasional
rumah sakit;
m. Memberikan ppersetujuan atas alokasi sumber daya yang dibutuhkan
untuk mencapai misi rumah sakit.
(2) Dewan Pengawas secara berkala, paling sedikit 1 (satu) kali dalam satu
semester dan/atau sewaktu-waktu melaporkan pelaksanaan tugasnya
kepada Menteri Kesehatan dan Menteri Keuangan RI
(3) Tanggung jawab Dewan Pengawas mencakup:

BAB II Analisis Situasi Awal Tahun 17


a. Menyetujui usulan rencana strategis yang disampaikan direktur utama
untuk ditetapkan oleh Menteri Kesehatan;
b. Menyetujui rencana operasional RSUP Persahabatan dan kebijakan
serta prosedur yang diperlukan untuk keseharian operasional RSUP
Persahabatan;
c. Menyetujui anggaran operasional dan sumber daya lain untuk
operasional RSUP Persahabatan sesuai dengan kebutuhan misi dan
rencana strategis RSUP Persahabatan;
(4) Dewan Pengawas dalam melakukan tugasnya berkewajiban:
a. Memberikan pendapat dan saran kepada Menteri Kesehatan dan
Menteri Keuangan RI mengenai RBA yang diusulkan oleh pejabat
Pengelola;
b. Mengikuti perkembangan kegiatan Rumah Sakit, memberikan pendapat
dan saran kepada Menteri Kesehatan dan Menteri Keuangan RI
mengenai setiap masalah yang dianggap penting bagi pengurusan
Rumah Sakit;
c. Memberikan nasihat kepada pengelola dalam melaksanakan
pengurusan Rumah Sakit;
d. Melaporkan dengan segera kepada Menteri Kesehatan dan Menteri
Keuangan RI apabila terjadi gejala menurunnya kinerja Rumah Sakit;
e. Melakukan tugas pengawasan lain yang ditetapkan dalam Peraturan
Pendirian Rumah Sakit;
f. Menyelenggarakan rapat rutin dan rapat tahunan secara berkala dan
rapat khusus bila dianggap perlu untuk mengambil keputusan dalam
rangka menjalankan tugas sebagaimana dimaksud dalam point (a);
g. Menyetujui usulan yang menyangkut pengalihan, perubahan anggaran
belanja oleh Direktur Utama;
h. Melakukan hal-hal lain yang dianggap perlu sebagaimana diatur dalam
Peraturan Perundang-undangan dan Peraturan Pendirian Rumah Sakit.
i. Melakukan evaluasi atas pelaksanaan visi dan misi RSUP
Persahabatan secara periodik dalam kurun waktu 5 (lima) tahun.

BAB II Analisis Situasi Awal Tahun 18


C. SUMBER DAYA
Untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsi serta kegiatan Rumah Sakit Umum
Pusat Persahabatan ditunjang dengan sumber daya Sumber Daya Manusia, Sarana
dan Prasarana serta Pembiayaan atau anggaran.
1. Sumber Daya Manusia.
Jumlah sumber daya manusia di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan per 31
Desember 2017 adalah sebanyak 2.070 orang, dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel II.2

REKAPITULASI JENIS TENAGA


RSUP PERSAHABATAN KEADAAN
31 DESEMBER 2017

NO JENIS TENAGA PNS NON PNS TOTAL


1 TENAGA MEDIS
A. DOKTER UMUM 35 22 57
B. DOKTER GIGI 3 1 4
C. DOKTER SPESIALIS 119 26 145
D. DOKTER GIGI SPESIALIS 6 3 9
TOTAL 163 52 215
2 TENAGA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
A. TENAGA KEPERAWATAN 491 236 727
B. TENAGA KEBIDANAN 31 22 53
TOTAL 522 258 780
3 TENAGA PENUNJANG
A. TENAGA PSIKOLOGI KLINIS 1 0 1
B. TENAGA KEFARMASIAN 42 73 115
C. TENAGA PEMBIMING KESEHATAN KERJA 7 0 7
D. TENAGA KESEHATAN LINGKUNGAN 9 0 9
E. TENAGA GIZI 18 18 36
F. TENAGA KETERAPIAN FISIK 10 3 13
G. TENAGA KETEKNISIAN MEDIS 46 37 83
H. TENAGA BIOMEDIKA 62 38 100
TOTAL 195 169 364
4 TENAGA UMUM
A. TENAGA ADMINSTRASI 243 199 442
B. TENAGA TEKNISI 111 158 269
TOTAL 354 357 711
JUMLAH 1234 836 2070

(Sumber data : Bagian SDM RSUP Persahabatan)

Grafik II.1

GRAFIK JUMLAH PEGAWAI


RSUP PERSAHABATAN PER 31 DESEMBER 2017

(Sumber data : Bagian SDM RSUP Persahabatan)

BAB II Analisis Situasi Awal Tahun 19


Distribusi berdasarkan Jenis Tenaga dan usia dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Grafik II.2

REKAPITULASI JENIS TENAGA PER USIA


PER 31 DESEMBER 2017

JENIS TENAGA =<20 21-25 26-30 31-35 36-40 41-45 46-50 51-55 56-60 >=61 Total
DOKTER UMUM 0 0 15 14 13 4 8 1 2 0 57
DOKTER GIGI 0 0 1 0 0 0 1 0 2 0 4
DOKTER SPESIALIS 0 0 2 16 29 27 21 16 17 17 145
DOKTER GIGI SPESIALIS 0 0 0 3 3 1 1 0 1 0 9
PERAWAT DAN BIDAN 2 112 141 178 110 37 70 96 34 0 780
PENUNJANG MEDIS 1 66 67 60 42 35 43 32 18 0 364
NON MEDIS 4 59 136 137 65 64 77 110 58 1 711
TOTAL 7 237 362 408 262 168 221 255 132 18 2070
PERSENTASE 0.34% 11.45% 17.49% 19.71% 12.66% 8.12% 10.68% 12.32% 6.38% 0.87% 100.00%

(Sumber data : Bagian SDM RSUP Persahabatan)

Data Pegawai PNS Berdasarkan Pangkat dan Golongan :


Grafik II.3

DATA PEGAWAI BERDASAR PANGKAT/GOLONGAN


PER 31 DESEMBER 2017

Gol I
0,08%
Gol IV
12,14% Gol II
21,93%

Golongan Jumlah
Gol III Gol I 1
65,86%
Gol II 271
Gol III 814
Gol IV 150
Total 1236

(Sumber data : Bagian SDM RSUP Persahabatan)

BAB II Analisis Situasi Awal Tahun 20


Grafik II.4

REKAPITULASI JENIS GOLONGAN PER USIA


PER 31 DESEMBER 2017

GOL =<20 21-25 26-30 31-35 36-40 41-45 46-50 51-55 56-60 >=61
IV/e 0 0 0 0 0 0 0 2 1 7
IV/d 0 0 0 0 0 0 0 1 6 2
IV/c 0 0 0 0 0 0 15 8 13 3
IV/b 0 0 0 0 0 0 4 14 0 0
IV/a 0 0 0 0 0 10 35 19 10 0
III/d 0 0 0 5 27 34 84 113 37 0
III/c 0 0 1 17 55 28 29 13 3 0
III/b 0 0 3 32 37 18 14 52 31 0
III/a 0 0 35 73 39 19 8 5 2 0
II/d 0 0 25 25 21 8 2 1 1 0
II/c 0 0 21 28 14 26 22 16 4 0
II/b 0 0 0 11 8 9 11 5 0 0
II/a 0 0 1 1 0 2 4 4 1 0
I/d 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
I/c 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0
I/b 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
I/a 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
BLU NON PNS 7 229 284 216 61 13 7 2 9 6
TOTAL 7 229 370 408 262 168 235 255 118 18

(Sumber data : Bagian SDM RSUP Persahabatan)

Tabel II.3

DATA PEGAWAI
PEGAWAI BERDASARKAN JENIS KELAMIN
PER 31 DESEMBER 2017

35,60%

64,40%
Laki-laki

Perempuan

Jenis Kelamin Jumlah


Laki-laki 737
Perempuan 1333
Total 2070

(Sumber data : Bagian SDM RSUP Persahabatan)

BAB II Analisis Situasi Awal Tahun 21


2. Sarana dan Prasarana

Sumber daya sarana dan prasarana atau Asset Tetap yang dimiliki Rumah Sakit
Umum Pusat Persahabatan per 31 Desember 2017 bernilai total sebesar
Rp 2.472.782.804.456,-. Secara detail kami tampilkan dalam tabel II.3:

Tabel II.4

(Beginning
(Ending Balance)
No Keterangan Balance) per Penambahan
Per 31/12/2017
01/01/2017

Harga Perolehan

1 Gedung dan Bangunan 119.093.429.975 101.704.327.537 220.797.757.512

2 Mesin & Peralatan 299.722.261.543 28.537.919.080 328.260.180.623

3 Tanah 689.333.103.255 1.221.636.271.745 1.910.969.375.000

4 Jalan dan Irigasi 2.201.093.281 12.260.572.912 14.461.666.193

5 Konstruksi dalam pengerjaan 156.976.613.738 3.155.199.411 160.131.813.149

6 Asset Tetap Lainnya 39.822.455.168 - 39.822.455.168

7 Akumulasi Penyusutan Asset Tetap (207.296.172.731) 5.635.729.542 (201.660.443.189)

Sub Jumlah 1.099.852.784.229 1.372.930.020.227 2.472.782.804.456

BAB II Analisis Situasi Awal Tahun 22


3. Sumber Dana
Sumber dana Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan berasal dari APBN (RM)
dan PNBP (BLU). Besarnya anggaran untuk tahun 2017 berdasarkan Mata
Anggaran, sebagai berikut :
Tabel II.5

NO MAK BELANJA PAGU

A ANGGARAN APBN (RM) :

1 5111 PEMBAYARAN GAJI & TUNJANGAN PNS 94.687.808.000

2 521115 HONORARIUM KPA, PPK, SPM DAN BENDAHARA 301.560.000

3 521811 OBAT & ALKES HABIS PAKAI 28.718.644.000

4 522111 LANGGANAN LISTRIK 8.187.360.000

5 532111 BEL. MODAL PERALATAN DAN MESIN 12.900.309.000

6 1. Pengadaan Kes ehatan dan Mes in (Medik) 8.646.295.000

7 2. Pengadaan Alat Non Medik/Sarana dan Pras arana 4.254.014.000

8 533111 BEL. MODAL GEDUNG DAN BANGUNAN 5.424.000.000

9 533121 BEL. PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN BANGUNAN 3.349.200.000

JUMLAH ANGGARAN APBN-RM (1 S/D 9) 153.568.881.000

B ANGGARAN PNBP (BLU)

BELANJA PEGAWAI, REMUNERASI & PENGEMBANGAN


1 525111 193.493.351.000
SDM

2 525112 OPERASIONAL PERKANTORAN (BLU) terdiri dari : 169.410.853.000

- Belanja Adm inis tras i Perkantoran 16.174.687.000

- Belanja Bahan Obat dan Alkes Habis Pakai 142.301.166.000


- Belanja Bahan Makanan Pas ien Kelas VIP, I, II & III
7.600.000.000
(Tupoks i)
- Belanja Daya Tahan Tubuh 925.000.000

- Pakaian Kerja / Pakaian Dinas 500.000.000

- Linen Keperawatan 950.000.000

- Belanja Barang Langganan Telepon & Air 960.000.000

3 525114 PEMEL.GEDUNG, PEMEL. ALAT MEDIK DAN NON MEDIK 22.357.400.000

- Belanja Pem eliharaan Gedung 4.500.000.000

- Belanja Pem eliharaan Alat Medik dan Non Medik 17.607.400.000

- Belanja Pem eliharaan Kendaraan 250.000.000

4 525115 PERJALANAN DINAS 1.540.000.000

5 525119 JASA 39.528.365.000


BELANJA MODAL PERALATAN DAN MESIN (MEDIK & NON
6 537112 17.531.377.000
MEDIK)
7 537113 BEL. MODAL GEDUNG DAN BANGUNAN RS 4.237.083.000
RENOVASI GEDUNG DAN BANGUNAN/BELANJA MODAL
8 537115 13.567.847.000
FISIK LAINNYA

JUMLAH ANGGARAN BLU (1 S/D 8) 461.666.276.000

JUMLAH ANGG.RM DAN BLU (A s/d B) 615.235.157.000

BAB II Analisis Situasi Awal Tahun 23


BAB III
TUJUAN DAN SASARAN KERJA

A. DASAR HUKUM
Dalam melaksanakan kegiatan pelayanan di Rumah Sakit Umum Pusat
Persahabatan selalu berlandaskan ketentuan/peraturan yang berlaku yang meliputi :
- Peraturan Presiden No. 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional Tahun 2015-2019
- Peraturan Presiden No. 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi
Kementerian Negara
- Peraturan Pemerinta No. 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan
Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan
- Keputusan Menteri Kesehatan No. 64 tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata
Kerja Kementerian Kesehatan
- Keputusan Menteri Kesehatan No.HK.02.02/MENKES/52/2015 tentang Rencana
Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019
- Peraturan Menteri Kesehatan No.1981/Menkes/SK/XII/2010 tentang Pedoman
Akuntansi Badan Layanan Umum (BLU) Rumah Sakit
- Peraturan Menteri Keuangan No.76/PMK.05/2008 tentang Pedoman Akuntansi
dan Pelaporan Keuangan Badan Layanan Umum
- Peraturan Menteri Keuangan tentang Pengukuran dan Evaluasi Kinerja Atas
Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga
- Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No.
53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja. Pelaporan Kinerja dan
Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah
- Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 tahun 2013 Tentang Pedoman
Penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran Badan Layanan Umum di Lingkungan
Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.
- Rencana Strategi (Renstra) RSUP Persahabatan 2015 - 2019
- Rencana Bisnis Anggaran Tahun 2017
- Pengesahan DIPA Nomor : SP DIPA-024.04.2.415448/2017

BAB III Tujuan dan Sasaran Kerja 24


- Perjanjian Kinerja antara Direktur Utama dengan Direktur Jenderal Pelayanan
Kesehatan Kementerian RI dan Kementerian Keuangan

B. TUJUAN, SASARAN DAN INDIKATOR


 Visi, Misi, Tujuan dan Nilai-nilai
 VISI
Visi RSUP Persahabatan, adalah ″Menjadi Rumah Sakit Pusat Respirasi
terkemuka di Asia Pasifik″″.

 MISI
- Melaksanakan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada mutu dan
keselamatan pasien,
- Melaksanakan pendidikan, penelitian dan pelatihan kedokteran dan tenaga
kesehatan lain,
- Mengembangkan pelayanan yang terintegrasi dengan penelitian, dan
pendidikan dalam bidang kesehatan Respirasi
- Melaksanakan tata kelola Rumah Sakit dan tata kelola klinis yang berstandar
Internasional

 TATA NILAI
 Profesional
 Integritas
 Kolaborasi
 Kesempurnaan
 Orientasi pada Pelanggan

Nilai-nilai organisasi yang telah disepakati bersama yaitu PIKKO disertai 10


perilaku utama.
Profesionalisme
Setiap karyawan Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan memiliki
tanggungjawab, konsisten, bekerja keras, kompeten, santun, keselamatan
dan selalu memberikan solusi terbaik.

BAB III Tujuan dan Sasaran Kerja 25


Integritas
Setiap karyawan Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan harus berani, jujur,
iklasdan teguh dalam menyatukan hati, kata dan perbuatan, disiplin dan
komit dalam menjunjung tinggi kode etik profesi.
Kolaborasi
Setiap karyawan Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan harus
bekerjasama dilandasi semangat toleransi dalam menciptakan keselarasan
dan keserasian yang sinergis, obyektif dan terpadu Kesempurnaan.
Kesempurnaan
Setiap karyawan Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan pantang
menyerah menjadi yang terdepan dengan kinerja melebihi harapan, dan terus
menerus melakukan pembelajaran dan perbaikan.
Orientasi pada pelanggan
Setiap karyawan Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan harus cepat, tepat,
mudah dan terbuka, inovatif proaktif dan empati.

 MOTTO
Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut diatas maka RSUP Persahabatan
mempunyai motto :
″CARING WITH FRIENDSHIP″″ (MELAYANI SECARA BERSAHABAT)
Melalui nilai-nilai dan motto yang ada diharapkan, Manajemen dan Karyawan
secara sinergi dapat memberikan pelayanan yang terbaik, tidak hanya secara
fisik tetapi juga dengan hati. Program transformasi budaya organisasi di RSUP
Persahabatan mempercepat proses internalisasi nilai-nilai yang perlu dimiliki
oleh setiap karyawan RSUP Persahabatan.

 SASARAN
Sasaran strategis dan Key Performance Indicator (KPI) Rumah Sakit Umum Pusat
Persahabatan telah ditetapkan dalam Rencana Strategis Bisnis RSUP
Persahabatan 2015-2019. Sasaran strategis tersebut adalah sebagai berikut :
a. Meningkatnya keberhasilan penanganan kasus respirasi tersier di Indonesia
b. Terwujudnya kepuasan stakeholders
c. Terwujudnya pelayanan, pendidikan dan penelitian respirasi yang excellent
d. Terwujudnya Respiratory Center

BAB III Tujuan dan Sasaran Kerja 26


e. Terwujudnya penguatan AHS UI
f. Terwujudnya jejaring dan sistem rujukan kesehatan respirasi
g. Terwujudnya network dan kerjasama eksternal yang melembaga
h. Terwujudnya kolaborasi layanan respirasi lintas SMF dan unit kerja
i. Terwujudnya penyempurnaan proses bisnis dan tata kelola klinis
j. Terwujudnya budaya melayani dan budaya berkinerja
k. Terwujudnya SDM yang kompeten dan sistem manajemen SDM
l. Terwujudnya kehandalan sarana dan prasarana
m. Terwujudnya SIRS terintegrasi
n. Terwujudnya peningkatan revenue dan kendali biaya

Dari 14 sasaran strategik, RSUP Persahabatan mempunyai 28 Key Performance


Indicators (KPI) sebagai berikut :
1) Persentase Pasien TB-MDR yang konversi
2) Persentase Kasus PPOK yang berhasil ditangani dg baik
3) Tingkat kesehatan BLU
4) Tingkat kepuasan pasien
5) Tingkat kepuasan peserta didik
6) Success rate therapetic pada kasus tersier respirasi di RSP
7) Jumlah modul kompetensi tambahan yang diberikan kepada peserta didik
8) Jumlah publikasi penelitian translational Nasional/Internasional
9) Persentase kasus respirasi tersier di RSUP Persahabatan
10) Jumlah rekomendasi untuk kebijakan dan panduan nasional
11) Jumlah modul pelatihan respirasi terkini yang dikembangkan dan
diimplementasikan
12) Jumlah grant nasional dan internasional yang diperoleh utk penelitian
13) Persentase dokter pendidik klinis yang sudah memiliki kompetensi standar
14) Jumlah PPK respirasi yang terintegrasi yang diimplementasikan di AHS UI
15) Jumlah Fasilitas Pelayanan Kesehatan binaan yang berkinerja baik
16) Persentase kasus respirasi rujukan yang tepat
17) Jumlah kerjasama terkait yang terlaksana dengan pusat respirasi
internasional
18) Persentase kasus sulit yang ditangani secara multidisiplin (berbasis asesmen
awal)

BAB III Tujuan dan Sasaran Kerja 27


19) Jumlah CP yang diimplementasikan
20) Jumlah strategic improvement program yang diimplementasikan
21) Persentase staf yang berkinerja ekselen
22) Indeks budaya PIKKO
23) Persentase SDM dengan kompetensi sesuai persyaratan
24) Overall Equipment Effectiveness alat penunjang respirasi
25) Realisasi pengembangan fisik
26) Level maturitas sistem IT RS
27) Persentase kenaikan revenue RS
28) Pencapaian POBO

Untuk mewujudkan Key Performance Indicators (KPI) Rumah Sakit Umum


PusatPersahabatan, yang telah ditetapkan Program Kerja Strategis 2015 - 2019
RSUP Persahabatan secara garis besar, program kerja strategis yang bersifat
pemantapan, perbaikan dan pengembangan sebagai berikut :

1) Penguatan sistem pelayanan MDR terpadu


2) Penguatan sistem pelayanan PPOK terpadu
3) Penguatan sistem informasi terintegrasi
4) Peningkatan kemampuan komunikasi yang ekselen
5) Pengembangan sistem pendidikan dan pelatihan
6) Penguatan Clinical Pathway terintegrasi kasus respirasi tersier
7) Pengembangan pelayanan kasus respirasi tersier
8) Pengembangan modul respirasi terintegrasi
9) Pengembangan kemampuan penulisan ilmiah
10) Perbaikan insentif publikasi Nasional/Internasional
11) Advokasi dan kerjasama rujukan respirasi nasional
12) Pemantapan usulan/Panduan Nasional
13) Pengembangan modul pelatihan respirasi
14) Peningkatan budaya penelitian dan publikasi Nasional/Intenasional
15) Pemantapan pemetaan staf dosen dan standarisasi kompetensi dosen
16) Pengembangan PPK Respirasi
17) Peningkatan pembinaan FasYanKes yang sesuai standar
18) Pemetaan jejaring rujukan respirasi

BAB III Tujuan dan Sasaran Kerja 28


19) PemetaanKerjasama Internasional
20) Standarisasi SDM, Sarana prasarana, sistem pelayanan untuk kasus sulit
21) Peningkatan Implementasi dan Monev Clinical Pathway terintegrasi
22) Peningkatan pemenuhan sarana prasarana, SDM dan sistem pendukung
23) Pemantapan standarisasi penilaian kinerja pegawai dan pengembangan IT
kepegawaian
24) Peningkatan transformasi budaya dan pemantapan standarisasi sistem
penilaian budaya
25) Standarisasi kompetensi SDM
26) Standar dan pemetaan alat medik
27) Pengembangan Fisik I
28) Standarisasi Blue Print IT
29) Optimalisasi sumber-sumber pendapatan
30) Perencanaan berbasis skala Anggaran berbasis prioritas

Program utama di tahun 2017 adalah terlaksananya Remunerasi, Akreditasi KARS


2012 dan Transportasi Budaya Organisasi.

1. Indikator Kinerja BLU (RBA)


Berdasarkan sasaran dan target kinerja tahun 2017 yang telah ditetapkan, maka
capaian yang diharapkan berdasarkan indikator kinerja Rumah Sakit BLU adalah
sebagai berikut :
a) Aspek Keuangan
Aspek Keuangan dalam Indikator Kinerja BLU mempunyai bobot nilai 30 dari
total bobot 100, yang terdiri dari Aspek Rasio Keuangan 19 dan Kepatuhan
pengelolaan Keuangan 11, digambarkan dalam Proyeksi tahun 2017 nilai
Indikator Kinerja Keuangan adalah sebagai berikut :

BAB III Tujuan dan Sasaran Kerja 29


TABEL III.1 PROYEKSI KINERJA KESEHATAN
I. INDIKATOR DAN BOBOT SERTA NILAI DARI ASPEK KEUANGAN
Proyeksi 2017
No. Sub Aspek / Indikator Bobot
Haper Nilai
1 Rasio Keuangan 19 12,40
a. Rasio Kas (Cash Ratio ) 2 180,60% 1,50

b. Rasio Lancar (Current Ratio ) 2,5 436,15% 1,50

c. Periode Penagihan Piutang (Collection Period) 2 54,93 Hari 1,00

d. Perputaran Aset Tetap (Fixed Asset Turnover) 2 45,44% 2,00

e. Imbalan atas Aset Tetap (Return on Fixed Asset) 2 4,24% 1,40

f. Imbalan Ekuitas (Return On Equity) 2 3,75% 1,00

g. Perputaran Persediaan (Inventory Turnover) 2 25,37 Hari 1,50


h. Rasio Pendapatan PNBP terhadap biaya
2,5 88,22% 2,50
Operasional
i. Rasio Subsidi Biaya Pasien 2 0% 0,00

2 Kepatuhan Pengelolaan Keuangan BLU 11 11,00

a. Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) Definitif 2 2,00

b. Laporan Keuangan Berdasarkan SAK 2 2,00

c. SP3B BLU 2 2,00

d. Tarif Layanan 1 Haper / 1,00


Kondisi dari
e. Sistem Akuntansi 1 masing- 1,00
masing
f. Persetujuan Rekening 0,5 0,50
variable
g. Standard Operating Procedure (SOP) dapat dilihat
0,5 0,50
Pengelolaan Kas pada
h. SOP Pengelolaan Piutang 0,5 Lampiran 0,50

i. SOP Pengelolaan Utang 0,5 0,50

j. SOP Pengadaan Barang dan Jasa 0,5 0,50

k. SOP Pengelolaan Barang Inventaris 0,5 0,50

TOTA L 30 23,40

BAB III Tujuan dan Sasaran Kerja 30


b) Aspek Pelayanan
Adapun proyeksi kinerja dari aspek pelayanan adalah sebagai berikut:

II. INDIKATOR DAN BOBOT SERTA NILAI DARI ASPEK PELAYANAN, MUTU DAN
MANFAAT BAGI MASYARAKAT
Proyeksi 2017
No INDIKATOR Bobot
Haper Nilai
1 LAYANAN 35 27,00

A. PERTUMBUHAN PRODUKTIVITAS 18 11,50

1 Rata-rata Kunjungan Rawat Jalan perhari 2 0,91 1,00

2 Rata-rata Kunjungan Rawat Darurat perhari 2 0,90 1,00

3 Hari Perawatan (HP) 2 1,03 1,50

4 Pemeriksaan Radiologi perhari 2 0,94 1,00

5 Pemeriksaan Laboratorium perhari 2 0,90 1,00

6 Rata-rata Operasi perhari 2 1,25 2,00

7 Rata-rata Rehab. Medik perhari 2 0,63 0,00

8 Pertumbh.Peserta Didik Pendidikan Kedokteran 2 1,14 2,00

9 Jumlah Penelitian yang dipublikasikan 2 1,50 2,00

B. EFEKTIFITAS PELAYANAN 14 13,00


Kelengkapan Rekam Medik 24 Jam setelah selesai
1 2 86% 2,00
Pelayanan
2 Pengembalian Rekam Medik 2 92% 2,00

3 Angka Pembatalan Operasi 2 6% 1,00

4 Angka Kegagalan Hasil Radiologi 2 0% 2,00

5 Presentase Penulisan Resep sesuai Formularium 2 98% 2,00

6 Angka Pengulangan Pemeriksaan Laboratorium 2 0% 2,00

7 BOR 2 70% 2,00

C. PERSPEKTIF PERTUMBUHAN PEMBELAJARAN 3 2,50

1 Rata-rata Jam Pelatihan/Karyawan 1 1,10 1,00

2 Prosentase Dokdiknis yang mendapat TOT 1 0,30 0,50


ada program
3 Ada tidaknya Reward dan Punishment 1 dilaksanakan 1,00
sebagian

BAB III Tujuan dan Sasaran Kerja 31


c) Mutu dan Manfaat Bagi Masyarakat
Proyeksi 2017
No INDIKAT OR Bobot
Haper Nilai

2. MUTU DAN MANFAAT BAGI MASYARAKAT 35 32,60

A. MUTU PELAYANAN 14 12,00

1 Emergency Response Time Rate 2 4 menit 2,00

2 Waktu Tunggu Rawat Jalan 2 40 menit 1,00

3 LOS (Length of Stay) 2 5,40 hari 2,00

4 Kecepatan Pelayanan Resep Obat Jadi 2 24.25 menit 1,00

5 Waktu Tunggu Sebelum Operasi 2 1,5 hari 2,00

6 Waktu Tunggu Hasil Laboratorium 2 103 menit 2,00

7 Waktu Tunggu Hasil Radiologi 2 ≤ 1 jam 2,00

B. MUTU KLINIK 12 12,00

1 Angka Kematian di Gawat Darurat 2 0,80% 2,00

2 Angka Kematian ≥ 48 jam 2 4,67% 2,00

3 Post Operatif death rate 2 0% 2,00

4 Angka Infeksi Nosokomial : 4 4,00

a. Infeksi Luka Operasi 0,24% 1,00

b. Infeksi Jarum Infus 1,27% 1,00

c. Decubitus 0,2% 1,00

d. ISK 0,95% 1,00

5 Jumlah Kematian Ibu di Rumah Sakit 2 0% 2,00

C. KEPEDULIAN KEPADA MASYARAKAT 4 4,00

Ada Program
Pembinaan Kepada Puskesmas dan Sarana
1 1 dilaksanakan 1,00
kesehatan Lain
semua

Ada Program
2 Penyuluhan Kesehatan (PKMRS) 1 dilaksanakan 1,00
semua

3 Rasio Tempat Tidur Kelas III 2 51,67% 2,00

D. KEPUASAN PELANGGAN 2 2,00

1 Prosentase Penanganan Pengaduan/Pengaduan 1 87,60% 1,00

2 Kepuasan Pelanggan 1 85% 1,00

E KEPEDULIAN T ERHADAP LINGKUNGAN 3 2,60

1 Kebersihan Lingkungan (Hasil Penilaian RS Berseri) 2 9200 2,00

2 Proper Lingkungan (KLH) 1 Biru 0,60

TOTAL SEMUA 70 59,60

2017

Indikator Keuangan………………………………………………… 23,40 T INGKAT


KINERJA
Indikator Pelayanan………………………………….. 59,60 TINGGI "AA"
T otal Skor 83,00

BAB III Tujuan dan Sasaran Kerja 32


2. Indikator Kinerja Individu (IKI)
Tabel III.2

KATEGORI NO JUDUL INDIKATOR STANDAR

Ada 5 CP diimplementasikan
1 Kepatuhan terhadap clinical pathway
dan di evaluasi

2 Penerapan keselamatan operasi 100%


Kepatuhan terhadap standar
Kepatuhan penggunaan Formularium
3 ≥80%
Nasional

4 Prosentase kejadian Pasien Jatuh ≤3%

5 Infeksi daerah Operasi (IDO) ≤2%


Pengendalain Infeksi RS
6 Ventilatory Associated Pnemoniae ≤5‰

Ada Kebijakan, Ada SOP dan


7 Cuci Tangan (hand Hygiene) dilaksanakan sesuai SOP dan
dievaluasi
Capaian Indikator Medik
Waktu Lapor Hasil Test Kritis
8 100%
Laboratorium

9 Kematian Pasien IGD ≤2,5%

Utilisasi 10 Ketepatan Identifikasi Pasien 100%

Kepuasan Pelanggan 11 Kecepatan Respon Terhadap Komplain >75%

12 Emergency Respon Time II ≤120 menit

13 Waktu Tunggu Rawat Jalan ≤60 menit

14 Waktu Tunggu Operasi Elektif ≤48 jam


Ketepatan Waktu Pelayanan
15 Waktu Tunggu Pelayanan Radiologi ≤3 jam

Waktu Tunggu Pelayanan Resep Obat


16 ≤30 menit
Jadi
Pengembalian Rekam Medik Lengkap
17 >80%
Dalam Waktu 24 Jam
Rasio pendapatan PNBP terhadap biaya
Keuangan 18 65,00%
operasional (POBO)

BAB III Tujuan dan Sasaran Kerja 33


3. Key Performance Indicators (KPI)
Dalam rangka pelaksanaan kegiatan tahun 2017 ditetapkan target Key
Performance Indicators (KPI) RSB tahun 2017 sebagai berikut:
Tabel III.3

TARGET
No SASARAN STRATEGIS No KPI
2017

Meningkatnya keberhasilan 1 Persentase Pasien TB-MDR yang konversi 31%


1 penanganan kasus respirasi tersier di
Indonesia Persentase Kasus PPOK yang berhasil ditangani
2 60%
dengan baik

3 Tingkat kesehatan BLU 83%

2 Terwujudnya kepuasan stakeholders 4 Tingkat kepuasan pasien 82%

5 Tingkat kepuasan peserta didik 80%

Success rate therapetic pada kasus tersier


6 55%
respirasi di RSP

Terwujudnya pelayanan, pendidikan Jumlah modul kompetensi tambahan yang diberikan


3 7 7
dan penelitian respirasi yang excellent kepada peserta didik

Jumlah publikasi penelitian translational


8 10
(nasional/internasional)

Persentase kasus respirasi tersier di RSUP


9 39%
Persahabatan

Jumlah rekomendasi untuk kebijakan & panduan


10 1
nasional (promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif)
4 Terwujudnya Respiratory Center
Jumlah modul pelatihan respirasi terkini yang
11 1
dikembangkan dan diimplementasikan

Jumlah grant nasional dan internasional yang


12 1
diperoleh utk penelitian

13 Persentase dosen dengan kriteria excellent 70%


5 Terwujudnya penguatan AHS UI
Jumlah PPK respirasi yang terintegrasi yang
14 1
diimplementasikan di AHS UI

BAB III Tujuan dan Sasaran Kerja 34


TARGET
No SASARAN STRATEGIS No KPI
2017

15 Jumlah fasyankes binaan yang berkinerja baik 1


Terwujudnya jejaring dan sistem rujukan
6
kesehatan respirasi
16 Persentase kasus respirasi rujukan yang tepat 80%

Terwujudnya network dan kerjasama


7 17 Jumlah kerjasama respirasi yang terlaksana 1
eksternal yang melembaga

Terwujudnya kolaborasi layanan Persentase kasus sulit yang ditangani secara


8 18 70%
respirasi lintas SMF dan unit kerja multidisiplin

19 Jumlah CP terintegrasi yang diimplementasikan 7


Terwujudnya penyempurnaan proses
9
bisnis dan tata kelola klinis Jumlah strategic improvement program yang
20 1
diimplementasikan

21 Persentase staf yang berkinerja ekselen 80%


Terwujudnya budaya melayani dan
10
budaya berkinerja
22 Indeks budaya PIKKO 75%

Terwujudnya SDM yang kompeten dan Persentase SDM dengan kompetensi sesuai
11 23 95%
sistem manajemen SDM persyaratan

Overall Equipment Effectiveness alat penunjang


24 75%
Terwujudnya kehandalan sarana dan respirasi
12
prasarana
25 Realisasi pengembangan fisik 95%

13 Terwujudnya SIRS terintegrasi 26 Level maturitas sistem IT RS 92,50%

27 Persentase kenaikan revenue RS 20%


Terwujudnya peningkatan revenue dan
14
kendali biaya
28 Pencapaian POBO 65%

BAB III Tujuan dan Sasaran Kerja 35


4. Standar Pelayanan Minimal (SPM)
RSUP Persahabatan telah menyusun Standar Pelayanan Minimal berdasarkan
Keputusan Direktur Utama dengan mengacu kepada Keputusan Menteri Kesehatan
No. 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.
Berikut adalah gambaran umum Standar Pelayanan Minimal RSUP Persahabatan
Tabel III.4
NO JENIS LAYANAN JUMLAH INDIKAT OR

1 Pelayanan Gawat Darurat 8 Indikator

2 Pelayanan Rawat jalan 10 Indikator

3 Pelayanan Rawat Inap 14 Indikator

4 Pelayanan Bedah Sentral 11 Indikator

5 Persalinan dan perinatologi 10 Indikator

6 Pelayanan intensif 7 Indikator

7 Pelayanan Radiologi 7 Indikator

8 Pelayanan Patologi Klinik 10 Indikator

9 Pelayanan rehabilitasi medik 5 Indikator

10 Pelayanan Farmasi 7 Indikator

11 Pelayanan gizi 6 Indikator

12 Pelayanan transfusi darah 5 Indikator

13 Pelayanan pasien keluarga miskin 6 Indikator

14 Pelayanan rekam medik 6 Indikator

15 Pengelolaan limbah 5 Indikator

16 Administrasi dan manajemen 16 Indikator

17 Pelayanan ambulans dan mobil jenazah 7 Indikator

18 Perawatan Jenazah 7 Indikator

19 Pelayanan Laundry 7 Indikator

20 Pemeliharaan sarana rumah sakit 6 Indikator

21 Pencegahan dan pengendalian infeksi 6 Indikator

22 Pelayanan Keamanan 6 Indikator

BAB III Tujuan dan Sasaran Kerja 36


5. Perjanjian Kinerja
Perjanjian kinerja RSUP Persahabatan Tahun 2017 yang telah mendapatkan
pengesahan dari Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan
adalah sebagai berikut:
PERJANJIAN KINERJA
Unit Pelaksana Teknis : RSUP PERSAHABATAN
Tahun Anggaran : 2017

TARGET
No SASARAN STRATEGIS No KPI
2017

Meningkatnya keberhasilan 1 Persentase Pasien TB-MDR yang konversi 31%


1 penanganan kasus respirasi
tersier di Indonesia Persentase Kasus PPOK yang berhasil
2 60%
ditangani dengan baik

3 Tingkat kesehatan BLU 83%

Terwujudnya kepuasan
2 4 Tingkat kepuasan pasien 82%
stakeholders

5 Tingkat kepuasan peserta didik 80%

Success rate therapetic pada kasus tersier


6 55%
respirasi di RSP
Terwujudnya pelayanan,
Jumlah modul kompetensi tambahan yang
3 pendidikan dan penelitian 7 7%
diberikan kepada peserta didik
respirasi yang excellent
Jumlah publikasi penelitian translational
8 10%
(nasional/internasional)
Persentase kasus respirasi tersier di RSUP
9 39%
Persahabatan
Jumlah rekomendasi untuk kebijakan & panduan
10 nasional (promotif, preventif, kuratif dan 1
rehabilitatif)
4 Terwujudnya Respiratory Center
Jumlah modul pelatihan respirasi terkini yang
11 1
dikembangkan dan diimplementasikan

Jumlah grant nasional dan internasional yang


12 1
diperoleh utk penelitian

13 Persentase dosen dengan kriteria excellent 70%


5 Terwujudnya penguatan AHS UI
Jumlah PPK respirasi yang terintegrasi yang
14 1
diimplementasikan di AHS UI

BAB III Tujuan dan Sasaran Kerja 37


TARGET
No SASARAN STRATEGIS No KPI
2017

15 Jumlah fasyankes binaan yang berkinerja baik 1


Terwujudnya jejaring dan sistem
6
rujukan kesehatan respirasi
16 Persentase kasus respirasi rujukan yang tepat 80%

Terwujudnya network dan Jumlah kerjasama terkatt respirasi yang


7 kerjasama eksternal yang 17 1
terlaksana
melembaga
Terwujudnya kolaborasi layanan Persentase kasus sulit yang ditangani secara
8 18 70%
respirasi lintas SMF dan unit kerja multidisiplin

19 Jumlah CP terintegrasi yang diimplementasikan 7


Terwujudnya penyempurnaan
9
proses bisnis dan tata kelola klinis Jumlah strategic improvement program yang
20 1
diimplementasikan

21 Persentase staf yang berkinerja ekselen 80%


Terwujudnya budaya melayani dan
10
budaya berkinerja
22 Indeks budaya PIKKO 75%

Terwujudnya SDM yang kompeten Persentase SDM dengan kompetensi sesuai


11 23 95%
dan sistem manajemen SDM persyaratan

Overall Equipment Effectiveness alat


24 75%
Terwujudnya kehandalan sarana penunjang respirasi
12
dan prasarana
25 Realisasi pengembangan fisik 95%

13 Terwujudnya SIRS terintegrasi 26 Level maturitas sistem IT RS 92,50%

27 Persentase kenaikan revenue RS 20%


Terwujudnya peningkatan revenue
14
dan kendali biaya
28 Pencapaian POBO 65%

Jumlah Anggaran kegiatan yang disediakan untuk Penetapan Kinerja tersebut


adalah sebesar Rp 615.235.157.000,- yang bersumber dari Rupiah Murni dan
PNBP.

BAB III Tujuan dan Sasaran Kerja 38


BAB IV
STRATEGI PELAKSANAAN

A. STRATEGI PENCAPAIAN TUJUAN DAN SASARAN


Tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan agar dapat dicapai dengan baik, maka
diperlukan adanya suatu strategi atau cara untuk mencapainya. Strategi atau cara
tersebut dijabarkan dalam bentuk kebijakan dan program. Adapun kebijakan dan
Program Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan yang telah ditetapkan pada
masing-masing Direktorat adalah sebagai berikut:
Direktorat Pelayanan Medik dan Keperawatan
 Strategi yang diambil adalah:
 Meningkatkan peran serta Profesional Pemberi Asuhan (PPA) yaitu Dokter,
Perawat dan tenaga kesehatan lainnya dalam kolaborasi pelayanan
 Meningkatkan peran clinical pathway terintegrasi, terutama untuk kasus-kasus
respirasi
 Meningkatkan pelayanan yang berorientasi kepada pasien dengan menerapkan
sasaran keselamatan pasien dan menjamin pelayanan yang berkesinambungan
 Meningkatkan peran aktif case manager dan supervisor IGD dalam menjamin
pelayanan yang berkesinambungan
 Meningkatkan kehandalan alat kesehatan yang mendukung pelayanan respirasi
dalam mewujudkan pusat rujukan respirasi
 Menguatkan sistem jejaring terkait kasus respirasi
 Meningkatkan kerjasama nasional dan internasional dalam mewujudkan pusat
rujukan respirasi
 Meningkatkan budaya kinerja PPA dengan menerapkan budaya dan nilai-nilai
PIKKO
 Meningkatkan kompetensi PPA sesuai kebutuhan
 Meningkatkan monitoring evaluasi mutu pelayanan melalui indikator-indikator
mutu yang telah ditetapkan.

BAB IV Strategi Pelaksanaan 39


 Kebijakan :
 Pencapaian akreditasi Nasional pada tahun 2017
 Tranformasi Budaya Organisasi (TBO) dimulai tahun 2017
 Pengembangan dan peningkatan pelayanan respirasi terpadu
 Program Kerja :
 Penguatan sistem pelayanan MDR terpadu
 Penguatan sistem pelayanan PPOK terintegrasi
 Peningkatan capaian kinerja pelayanan sesuai target
 Peningkatan capaian kepuasan pelanggan sesuai Menpan
 Pengembangan early warning system kasus respirasi
 Program advokasi dan kerjasama rujukan respirasi Nasional
 Implementasi panduan Nasional praktek kedokteran respirasi terintegrasi
 Pengembangan Clinical Pathway respirasi terintegrasi
 Pembinaan Fasyankes sesuai standar
 Standarisasi SDM, Sar-pras, sistem pelayanan dan penunjang untuk mendukung
implementasi penanganan kasus sulit multidisiplin
 Implementasi dan monitoring Clinical Pathway terintegrasi
 Pengembangan pelayanan one stop service dan one day care
 Pengembangan alat medis penunjang respirasi

Direktorat Keuangan
 Strategi yang diambil adalah :
 Meningkatkan pertumbuhan pendapatan
 Meningkatkan pertumbuhan ROI
 Melakukan efisiensi pembiayaan dengan mengutamakan pada pengeluaran
yang mempunyai dampak peningkatan pelayanan
 Mengintegrasikan sistem informasi manajemen RS
 Melakukan pelaksanaan anggaran sesuai ketentuan yang berlaku
 Penyesuaian tarif layanan berdasarkan unit cost.
 Meningkatkan kesejahteraan untuk karyawan melalui penyempurnaan sistem
remunerasi
 Meminimalkan piutang

BAB IV Strategi Pelaksanaan 40


 Kebijakan
 Pencapaian akreditasi Nasional pada tahun 2017
 Peningkatan akurasi kelengkapan dan ketepatan waktu pencatatan data
keuangan melalui integrasi sistem informasi manajemen RS.
 Penyusunan tarif berdasarkan analisa biaya yang rasional.
 Pengurangan biaya pelayanan dengan melakukan cost contaiment.
 Pendapatan yang direncanakan adalah pendapatan minimal.
 Investasi sarana dan prasarana yang mendukung visi dan misi
 Biaya yang direncanakan adalah biaya minimal
 Alokasi anggaran berdasarkan prioritas untuk mendukung pencapaian visi rumah
sakit
 Anggaran unit kerja disusun dalam proyeksi pendapatan dan belanja unit kerja

 Program Kerja
 Review tarif
 Sistem pengendalian keuangan berbasis apllikasi SIMRS
 Perbaikan sistem penganggaran unit kerja
 Evaluasi dan penyusunan unit cost
 Mengkaji sistem dan proses pembelian
 Peningkatan cakupan pendapatan dengan meningkatkan pengawasan
penerimaan.
 Perbaikan manajemen jasa dokter
 Percepatan dan perbaikan pelaporan keuangan dan pengarsipan keuangan.
 Pembenahan administrasi piutang dan percepatan penagihan piutang.
 Pengembangan SIMRS yang terintegrasi.
 Meningkatkan budaya organisasi PIKKO
 Pembuatan Blue Print

Direktorat Umum, SDM dan Pendidikan


 Strategi yang diambil adalah:
 Meningkatkan kehandalan SDM baik kuantitas dan kualitas dengan
melaksanakan transformasi budaya yang menerapkan nilai-nilai PIKKO
 Meningkatkan sistem pengelolaan SDM yang lebih baik
 Meningkatkan peran serta RS dengan AHS UI

BAB IV Strategi Pelaksanaan 41


 Meningkatkan Network dan kerjasama eksternal yang mendukung pendidikan
dan penelitian respirasi serta pengembangan RS
 Meningkatkan kehandalan sar-pras yang mendukung bisnis inti RS.

 Kebijakan
 Pencapaian akreditasi Nasional KARS Versi 2012 di tahun 2017
 Implementasi Remunerasi Pegawai

 Program Kerja
 Pencapaian kepuasan peserta didik
 Peningkatan kualitas dan kuantitas dosen klinis
 Peningkatan kualitas dan kuantitas sarana prasarana pendidikan dan penelitian
 Pengembangan modal pelatihan respirasi
 Program insentif publikasi Nasional/Internasional
 Membangun budaya penelitian
 Peningkatan Era Nasional dan Internasional dalam pendidikan dan penelitian
 Penguatan kerjasama Internasional dalam mendukung pusat respirasi
 Standarisasi SDM
 Pengembangan/pembinaan karir pegawai
 Pengembangan Indeks budaya dalam mendukung transformasi budaya
 Pengembangan fisik lanjutan (tahap IV)
 Meningkatkan budaya organisasi PIKKO

B. HAMBATAN DALAM PELAKSANAAN STRATEGI


Dalam pelaksanaan kegiatan untuk mencapai tujuan dan sasaran dengan strategi-
strategi yang telah ditetapkan, ditemukan hambatan-hambatan dari masing-masing
Direktorat/Unit Kerja, sebagai berikut:
Direktorat Medik dan Keperawatan
 Pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien dan mutu layanan sudah
terlaksana, tetapi belum optimal dikarenakan sumber daya manusia kualitas dan
kompetensi masih belum merata, kuantitasnya masih kurang, terutama tenaga
kesehatan dan tenaga kesehatan lainnya, sarana prasarananya masih kurang
memadai.

BAB IV Strategi Pelaksanaan 42


 Pedoman, panduan dan Standar Pelaksanaan Operasional (SPO) pelayanan
sudah lengkap, tetapi masih dibutuhkan upaya yang lebih maksimal dalam
mengimplementasikan pedoman, panduan dan SPO sebagai budaya kinerja
staf.
 Hasil pelaksanaan standar pelayanan medik dan standar pelayanan minimal
belum sepenuhnya tercapai di beberapa unit pelayanan, hal ini
dikarenakankurangnya tenaga kesehatan dan tenaga kesehatan lainnya
dibeberapa unit lainnya, sarana prasarananya masih kurang memadai.
 Untuk Rawat Inap dan IGD angka kematian masih diatas rata-rata yang
ditentukan oleh standar, dikarenakan pasien yang datang rata-rata datang
dengan kondisi advanced, dikarenakan RSUP Persahabatan adalah rumah sakit
tersier.
 Utilisasi kamar operasi belum optimal, karena usia kamar operasi sudah tua
sehingga sering menyebabkan hambatan dalam pelayanan operasi.
 Utilisasi Instalasi pelayanan intensif belum optimal, dikarenakan kurangnya
tenaga Perawat dan adanya gangguan kerusakan pada fasilitas alat-alat medik
berumur lebih dari 5 (lima) tahun.
 Pelayanan di Instalasi Radioterapi mengalami penurunan dikarenakan Alat
medis radioterapi rusak.
 Pelayanan di Instalasi Radiologi belum optimal dikarenakan alat yang tidak
lengkap dan alat yang ada sudah berumur tua sehingga mengalami kerusakan
 Perencanaan perbekalan farmasi yang belum optimal dikarenakan belum
didukung IT.

Direktorat Keuangan
 Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) belum optimal sehingga
belum sepenuhnya menunjang kebutuhan jaringan di seluruh unit pelayanan dan
sistem informasi keuangan.
 Penyusunan Unit cost belum berjalan optimal
 Besarnya tenaga non PNS yang gajinya harus dibayar oleh Rumah Sakit
menjadi beban operasional rumah sakit.
 Anggaran yang tersedia baik dari Subsidi maupun penerimaan rumah sakit
(PNBP) belum sepenuhnya dapat mendukung kebutuhan unit-unit pelayanan

BAB IV Strategi Pelaksanaan 43


 Keterlambatan pembayaran klaim pasien jaminan mengakibatkan peningkatan
piutang pertahun, sehingga dapat mengancam"cash flow" rumah sakit.
 Tarif JKN masih lebih rendah dari Tarif Rumah Sakit.
 Belum optimalnya pemasaran pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara
proaktif sehingga upaya peningkatan cakupan layanan terkendala.

Direktorat Umum, SDM dan Pendidikan


 Nilai-nilai yang terkandung dalam organisasi belum diserap dengan baik oleh
semua lapisan sumber daya manusia di Rumah Sakit Umum Pusat
Persahabatan.
 Kurang optimalnya kemampuan dan kompetensi dalam menganalisa suatu
masalah di tingkat manajemen lini menengah kebawah dan keterlambatan upaya
kaderisasi di beberapa unit/instalasi.
 Kompetensi Sumber daya manusia belum merata sepenuhnya tercapai dalam
hard skill dan soft skill.
 Proporsi Sumber Daya Manusia khususnya tenaga perawat masih kurang
dibandingkan dengan jumlah tempat tidur yang tersedia di rumah sakit.
 Kurangnya ratio dokter pasien di beberapa poliklinik dan kurang optimalnya
pemerataan beban kerja dokter spesialis di poliklinik lainnya
 Kerjasama, koordinasi, integrasi dan sinkronisasi, serta sosialisasi antar dan
inter unit baik di jajaran pelayanan fungsional maupun di jajaran manajerial
belum terlaksana secara optimal.
 Belum optimalnya pengawasan internal terhadap Kerja sama operasional dari
luar rumah sakit, sehingga pencapaian efektifitas dan efisiensi belum terlaksana
maksimal.
 Sistem remunerasi belum didukung dengan aplikasi IT

C. UPAYA TINDAK LANJUT


Dalam upaya melaksanakan kegiatan dan untuk mengatasi masalah atau hambatan
yang ditemukan, maka dilakukan berbagai upaya tindak lanjut yang secara optimal
di masing-masing Direktorat, sebagai berikut:

BAB IV Strategi Pelaksanaan 44


Direktorat Medik dan Keperawatan
 Meningkatkan Monitoring dan evaluasi pelayanan
 Meningkatkan jumlah tenaga kesehatan dan tenaga kesehatan lainnya
 Meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dan tenaga kesehatan lainnya
 Melaksanakan pelayanan Prima
 Peremajaan sarana dan prasarana dan alat medis yang menunjang pelayanan
 Meningkatkan Sosialisasi kebijakan, Pedoman, SPO disetiap unit
 Meningkatkan koordinasi internal dan eksternal
 Mengintegrasikan SIMRS dalam sistem pelayanan dan Monev

Direktorat Keuangan
 Perencanaan anggaran dengan penetapan prioritas anggaran untuk menunjang
pelayanan.
 Meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan pihak penjamin Layanan
Kesehatan dalam realisasi pembayaran klaim
 Meningkatkan koordinasi dengan koordinator pelayanan DPJP (Dokter
Penanggung Jawab Pelayanan) dalam hal pengendalian biaya pelayanan
 Melaksanakan anggaran sesuai rencana/POK
 Sistem keuangan yang didukung oleh SIMRS yang terintegrasi
 Meningkatkan pemasaran rumah sakit didukung dengan tim yang handal

Direktorat Umum, SDM dan Pendidikan


 Mengoptimalisasikan penataan organisasi dan pola ketenagaan
 Penyusunan panduan alokasi, distribusi dan analisis kebutuhan SDM berbasis
kompetensi.
 Meningkatkan kerjasama dan koordinasi dengan semua unit dalam mendukung
kebutuhan sumber daya manusia baik kualitas maunpun kuantitas
 Pengelolaan SDM yang didukung dengan SIMRS terintegrasi

BAB IV Strategi Pelaksanaan 45


BAB V
HASIL KERJA

A. PENCAPAIAN TARGET KINERJA


Hasil kerja yang merupakan pencapaian tujuan dan sasaran dengan strategi yang
dilaksanakan dengan suatu pengukuran pencapaian sasaran sebagai berikut:
1. Pencapaian Target Kegiatan dan Pendapatan
Direktorat Pelayanan Medik dan Keperawatan
Pencapaian kinerja Direktorat Pelayanan tercermin dalam aktivitas rawat jalan,
rawat inap dan tindakan medis yang sampai dengan tahun 2017 volume
pelayanannya sbb:
Tabel V.1
Realisasi Volume Kegiatan
REALISASI
NO URAIAN TARGET JAN s.d DES %
TAHUN 2017
I RAWAT JALAN
1 Kunjungan Poliklinik Reguler 223.674 224.266 100,26
2 Kunjungan IGD 41.164 39.077 94,93
3 Kunjungan Poliklinik Eksekutif (GP) 19.786 20.501 103,61
Sub Jumlah 284.624 283.844 99,73

II RAWAT INAP
1 Akomodasi (termasuk bayi) 91.532 174.775 190,94
2 Visite 212.472 211.463 99,53
3 Konsultasi 14.524 14.694 101,17
Sub Jumlah 318.528 400.932 125,87

III TINDAKAN MEDIK NON OPERATIF


Tindakan Medik Rawat Jalan & IGD 344.768 362.470 105,13
1 Rawat Jalan 267.966 287.317 107,22
2 IGD 76.802 75.153 97,85
Tindakan Medik Keperawatan 193.132 191.681 99,25
3 Griya Puspa 24.774 24.984 100,85
4 Rawat Inap 168.358 166.697 99,01
Sub Jumlah 537.900 554.151 103,02

IV Tindakan Medik Operatif


1 Tindakan Operasi 9.218 9.363 101,57
2 Tindakan Anestesi 7.730 7.786 100,72
a. di IBS 5.730 5.803 101,27
b. di IGD 2.000 1.983 99,15
Sub Jumlah 16.948 17.149 101,19

BAB V Hasil Kerja 46


Penjelasan-penjelasan rincian untuk setiap realisasi kegiatan diatas adalah sebagai
berikut :
- Rawat Jalan
Realisasi secara total adalah sebesar
250.000 223.674 224.266
283.844 kunjungan atau 99,73% dari
200.000
target/RBA. Apabila dilihat lebih rinci
150.000
Realisasi non IGD adalah sebesar RBA 2017
100.000
Realisasi
224.266 kunjungan atau 100,26% dari 41.164 39.077
50.000 19.786
20.501
target/RBA. Realisasi kunjungan IGD
0
sebesar 39.077 kunjungan atau Karcis Karcis IGD Griya
Non IGD Puspa
94,93% dari target/RBA. Realisasi
kunjungan Griya Puspa 20.501 kunjungan atau 102,88% dari target/RBA.

- Rawat Inap
Realisasi volume akomodasi
250.000 sebesar 174.775 hari perawatan
212.472
211.463
200.000 174.775 atau 190,94% dari target/RBA
150.000 dan visite realisasinya sebesar
RBA 2017
100.000
91.532
Realisasi 211.463 hari perawatan atau
99,53% dari target/RBA.
50.000
14.524 14.694
Konsultasi 14.694 hari perawatan
0
Akomodasi Visite Konsultasi atau 101,17% dari target/RBA.

- Tindakan Medik
Realisasi tindakan medik rawat jalan
400.000 344.768 362.470
dan gawat darurat 362.470 tindakan
350.000
atau 105,13% dari target/RBA. 300.000
250.000
Realisasi tindakan medik keperawatan 193.132 191.681
200.000
RBA 2017
di rawat inap dan Griya Puspa sebesar 150.000
Realisasi
100.000
191.681 tindakan atau 99,25% dari 16.948 17.149
50.000
target/RBA. Realisasi tindakan medik 0
Tindakan Tindakan Tindakan
operatif sebesar 17.149 tindakan atau Medik IRJ & Medik Medik
IGD Keperawatan Operatif
101,19% dari target/RBA.

BAB V Hasil Kerja 47


Realisasi volume kunjungan rawat jalan berdasarkan kunjungan pasien Januari
sampai dengan 31 Desember tahun 2017 dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel V.2
LAPORAN KUNJUNGAN POLIKLINIK DAN INSTALASI GAWAT DARURAT
RSUP PERSAHABATAN
BULAN : JANUARI - DESEMBER 2017

Kunjungan
Poliklinik Jumlah
Lama Baru
IRJ
Paru 23.836 25.862 49.698
Asma 203 5.299 5.502
Bedah 3.372 32.305 35.677
Kebidanan 1.862 15.552 17.414
Rehab Medik 127 18.467 18.594
Jantung 457 18.447 18.904
mata 2.421 29.315 31.736
THT 2.251 9.654 11.905
Gizi 44 433 477
Kes. Anak 864 6.302 7.166
Kulit & Kelamin 1.556 4.085 5.641
Mata 1.556 4.707 6.263
Pegawai 36 435 471
Gigi & Mulut 1.189 5.591 6.780
Saraf 529 5.475 6.004
Jiwa 138 1.223 1.361
Akupunktur 41 632 673
Jumlah 40.482 183.784 224.266
Griya Puspa 5.761 14.740 20.501
IPMT 19.494 1.820 21.314
IGD 20.931 18.146 39.077
TOTAL RAJAL 283.844

BAB V Hasil Kerja 48


Untuk melengkapi laporan pelayanan rawat inap berikut ini disajikan data berupa BOR, ALOS, GDR, NDR, TOI, BTO Januari sampai
dengan 31 Desember tahun 2017 yaitu seperti pada tabel dibawah ini:
Tabel V.3
KEGIATAN INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM PUSAT PERSAHABATAN
TAHUN 2017

UNI T JML LAMA HARI BOR ALOS TOI BTO GDR NDR
NO LAYANAN T.T RAWAT RAWAT ( % ) (HARI) (HARI) (PASIEN) ( % ) ( % )

1 IRIN A. 189 44.480 45.294 65,66 4,50 2,40 52,33 4,78 3,02
2 IRIN B. 167 45.166 45.334 74,37 5,35 1,85 50,57 6,15 4,19
3 IRIN C. 114 34.731 34.466 82,83 6,13 1,26 49,72 9,53 7,34
4 I. P. I. 38 6.224 6.139 44,26 3,23 4,02 50,66 11,95 7,53
5 IPKRN 50 6.469 6.539 35,83 5,36 9,69 25,92 8,80 5,94
6 INTERMEDIETE WARD 25 6.244 15.620 171,18 1,07 -1,11 234,20 6,56 1,20
7 HC U 2 0 0 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
TOTA L 585 143.314 153.391 71,84 5,53 2,32 44,28 8,72 5,25

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas khususnya mengenai tindakan pembedahan periode Januari sampai dengan 31
Desember tahun 2017 dapat dilihat perinciannya sebagai berikut:

BAB V Hasil Kerja 49


Tabel V.4
REKAPITULASI KEGIATAN OPERASI RSUP PERSAHABATAN TAHUN 2017

N UNIT JENIS
JAN FEB MRT APL MEI JUN JUL AGT SEP OKT NOP DES TOTAL
O LAYANAN OPERASI
BESAR 36 43 51 97 108 95 105 122 91 101 110 73 1.032
SEDANG 80 88 109 42 74 36 48 63 48 51 45 42 726
1 K. E. B. KECIL 14 12 20 16 31 31 25 23 19 21 32 21 265
KHUSUS - - - - - - - - - - - - -
ODC - - - - - - - - - - - - -
BESAR - - - - - - - - - 1 - - 1
SEDANG 66 59 66 64 66 55 66 67 61 65 71 53 759
2 T H T KECIL - - - - - - - - - - - - -
KHUSUS - - - - - - - - - - - - -
ODC - - - - - 1 1 2 - - - 1 5
BESAR - - - - - - - - - - - - -
SEDANG 6 3 2 3 6 2 5 8 1 3 5 44
3 MAT A KECIL - 1 1 2 - - 1 - 1 1 - - 7
KHUSUS - - - - - - - - - - - - -
ODC 22 16 4 7 13 4 10 22 7 20 9 4 138
BESAR 22 15 15 15 14 12 12 24 30 20 15 13 207
SEDANG 19 14 12 14 8 7 14 11 10 14 26 17 166
4 GIGI KECIL - - - - - - - - - - - - -
KHUSUS - - - - - - - - - - - - -
ODC - - - - 1 1 - - - - 1 3
BESAR 41 29 38 42 50 31 44 32 29 30 41 34 441
SEDANG 30 28 29 22 43 30 28 39 30 28 34 37 378
5 BDH THORAKS KECIL - - - - - - - - - - - - -
KHUSUS 13 13 15 10 15 12 7 16 11 - 13 8 133
ODC - - - 8 35 28 37 37 38 30 31 26 270
BESAR 5 - 7 2 2 1 4 - 3 - 1 1 26
SEDANG - - - - 1 - - 2 - - 1 - 4
6 P AR U KECIL - - - - - - - - - - - - -
KHUSUS 94 - 115 - - - - - - - - - 209
ODC 1 2 1 - 1 2 2 1 - - 3 - 13
BESAR 26 30 21 30 22 15 12 32 32 27 26 13 286
SEDANG - - - - - 1 - 2 1 6 3 2 15
7 BDH SYARAF KECIL - - - - - - - - - - - - -
KHUSUS - - - - - - - - - - - - -
ODC - - - - - - - - - - - - -
BESAR 53 50 58 32 55 33 60 59 52 53 66 46 617
SEDANG 7 8 4 6 6 11 3 3 4 9 4 3 68
8 BEDAH ONK KECIL - - - - - - - - - - - - -
KHUSUS - - - - - - - - - - - - -
ODC - 1 - - - - - 1 - - - - 2
BESAR 75 36 63 60 62 45 77 81 72 71 74 75 791
SEDANG 32 10 29 19 22 27 23 23 13 15 22 11 246
9 BEDAH DIGESTIF KECIL - - - - - - - - - - - - -
KHUSUS - - - - - - - - - - - - -
ODC - 1 - - - - - - - - - - 1
BESAR 25 24 46 22 30 11 35 17 18 32 14 22 296
SEDANG 1 1 1 - - 1 1 1 - - 1 - 7
10 BEDAH PLASTIK KECIL - - - - - - - - - - - 2 2
KHUSUS - - - - - - - - - - - - -
ODC - - - - - - - - - - - - -
BESAR 37 42 57 73 59 63 67 66 41 65 58 49 677
SEDANG 11 9 14 8 14 6 11 22 18 12 13 18 156
11 BEDAH ORTO KECIL - - - - - - - - - - - - -
KHUSUS - - - - - - - - - - - - -
ODC - - - - - - - 1 - - - - 1
BESAR 71 57 81 58 77 75 79 76 71 73 79 66 863
SEDANG 26 24 30 9 35 24 28 20 16 23 22 21 278
12 BEDAH UROLOGI KECIL - - - - - - - - - - - - -
KHUSUS - - - - - - - - - - - - -
ODC - - - - - - - - - - - - -
BESAR 8 5 12 10 9 3 7 5 10 6 4 5 84
SEDANG 5 7 14 12 6 8 7 10 7 11 9 10 106
13 BEDAH ANAK KECIL - - - - - - - - - - - - -
KHUSUS - - - - - - - - - - - - -
ODC - - - - 1 - - - - - - - 1
BESAR 1 1 2 - - - - - - - - - 4
SEDANG - - - 2 6 6 6 - 6 - - 6 32
14 ANESTESI KECIL - - - - - - - - - - - - -
KHUSUS - - - - - - - - - - - - -
ODC - - - 3 - - - - - - - 3
TOTAL IBS 827 629 917 688 872 676 821 885 747 786 830 685 9.363

TAHUN 2017
TINDAKAN LAIN DI IBS TOTAL
JAN FEB MRT APL MEI JUN JUL AGT SEP OKT NOP DES
DIAGNOSTIK PARU 77 100 105 104 113 118 100 111 117 97 1.042
PELAYANAN PD BAYI SC 40 36 53 47 54 54 58 51 41 45 34 513
DIAGNOSTIK BEDAH THORAK -
JUMLAH 40 113 53 147 159 158 171 169 141 111 162 131 1.555

Total kegiatan operasi dan 867 742 970 835 1.031 834 992 1.054 888 897 992 816 10.918
tindakan lain

BAB V Hasil Kerja 50


- Penunjang Medik
Realisasi kinerja penunjang medik periode Januari sampai dengan 31 Desember
tahun 2017 sebagai berikut :
Tabel V.5
VOLUME

No. URAIAN Realisasi Jan


RBA 2017 s.d 31 Des %
2017
1 Farmasi/Apotik 1.365.886 1.664.440 121,86

2 CSSD/Sterilisasi 73.194 64.895 88,66

3 CT Scan 8.196 8.495 103,65

4 IPMT 14.230 21.314 149,78

5 Laboratorium Patologi Klinik 758.438 791.248 104,33

6 Laboratorium Patologi Anatomi 8.958 9.344 104,31

7 Laboratorium Mikrobiologi (TB + Non TB) 34.010 29.204 85,87

8 Pemulasaraan Jenasah 2.950 2.930 99,32

9 Radio Diagnostik (tanpa CT Scan) 46.010 51.137 111,14

10 Radioterapi 8.657 11.743 135,65

11 Rehabilitasi Medik 31.150 33.774 108,42

12 Labu darah 25.672 26.076 101,57

13 Hemodialisa 9.910 9.952 100,42

14 IPDS 6.973 8.980 128,78

Jumlah 2.394.234 2.733.532 114,17

1) Realisasi volume penunjang medik secara keseluruhan sebesar 2.733.532


kegiatan atau 114,17%.
2) Realisasi volume Farmasi/Apotik sebesar 1.664.440 lembar resep atau
atau 121,86%.
3) Realisasi volume Sterilisasi sebesar 64.895 tromol atau 88,66%.
4) Realisasi volume CT Scan sebesar 8.495 pemeriksaan atau 103,65%.
5) Realisasi IPMT sebesar 21.314 pemeriksaan atau 149,78%.
6) Realisasi volume Laboratorium Patologi Klinik sebesar 791.248
pemeriksaan atau 104,31%.

BAB V Hasil Kerja 51


7) Realisasi volume Laboratorium Patologi Anatomi sebesar 9.344
pemeriksaan atau 104,31%.
8) Realisasi Lab Mikro (TB+Non TB) sebesar 29.204 pemeriksaan atau
85,87%.
9) Realisasi volume Pemulasaran Jenazah sebesar 2.930 pasien atau
99,33%.
10) Realisasi volume Radiodiagnostik sebesar 51.137 pemeriksaan atau
111,14.%.
11) Realisasi volume Radiotherapi sebesar 11.743 pemeriksaan atau 135,65%
12) Realisasi Rehabilitasi Medik sebesar 33.774 pemeriksaan atau 108,42%.
13) Realisasi volume Labu darah sebesar 26.076 pemeriksaan atau 101,57%.
14) Realisasi volume Hemodialisa 9.952 pemeriksaan atau 100,42%.
15) Relisasi volume IPDS 8.980 pemeriksaan atau 128,78%

Untuk lebih jelasnya dibawah ini disajikan grafik Realisasi Kegiatan penunjang
Medik sebagai berikut:
Grafik V.1

1.800.000
1.600.000
1.400.000
1.200.000
1.000.000
800.000
600.000
400.000
200.000 RBA 2017
-
Realisasi Jan s.d 31 Des 2017

BAB V Hasil Kerja 52


REALISASI PENDAPATAN PER DESEMBER TAHUN 2017
Berdasarkan realisasi penerimaan yang telah diperoleh dalam tahun 2017 baik itu
kegiatan yang dilaksanakan pada tahun yang bersangkutan maupun pembayaran
klaim tahun-tahun sebelumnya, maka dapat disajikan jumlah penerimaan
sebagaimana tabel dibawah ini :
Tabel V.6

PENDAPATAN BULAN
NO MAP K EGI A T A N TARGET %
JAN S.D DES 2017

A 424111 PENDAPATAN JASA LAYANAN RS BLU


PENDAPATAN BPJS 335.042.384.000 318.467.362.720 95,05

PENDAPATAN PASIEN UMUM DAN NON BPJS 83.925.117.000 66.940.614.237 79,76

JUMLAH PEND. JASA LAYANAN 418.967.501.000 385.407.976.957 91,99


PENDAPATAN HASIL KERJASAMA
B 424312
LEMBAGA/BADAN USAHA
SEWA GEDUNG 238.711.000 33.000.000 13,82

SEWA LAHAN 6.762.215.000 3.045.682.774 45,04

LAIN-LAIN 1.784.530.000 1.366.312.679 76,56

JUMLAH PEND. HASIL KERJASAMA 8.785.456.000 4.444.995.453 50,59

PENDAPATAN JASA LAYANAN PERBANKAN


C 424911
BLU

- JASA BANK 663.319.000 536.553.176 80,89

PENDAPATAN HIBAH TIDAK TERIKAT DALAM


D 424222
NEGERI LEMBAGA/BADAN USAHA

- HIBAH KENDARAAN BERMOTOR - - -

PENDAPATAN NON LAYANAN (B, C, D) 9.448.775.000 4.981.548.629 52,72

SALDO AWAL TAHUN 2017 33.250.000.000 33.250.000.000 100,00

JUMLAH (A s/d D) 461.666.276.000 423.639.525.586 91,76

BAB V Hasil Kerja 53


2. Indikator Kinerja BLU
a) Aspek Kinerja Keuangan
Sesuai dengan hasil kinerja yang telah dicapai sampai dengan akhir tahun 2017,
maka gambaran nilai Indikator Kinerja Keuangan adalah sebagai berikut :
Tabel V.7. CAPAIAN KINERJA KESEHATAN
TAHUN 2017

I. INDIKATOR DAN BOBOT SERTA NILAI DARI ASPEK KEUANGAN

Capaian 2017
No. Sub Aspek / Indikator Bobot
Haper Nilai

1 Rasio Keuangan 19 7,75


a. Rasio Kas (Cash Ratio ) 2 50,78% 0,25
b. Rasio Lancar (Current Ratio ) 2,5 223,84% 0,50
c. Periode Penagihan Piutang (Collection Period ) 2 29,73 hari 2,00
d. Perputaran Persediaan (Inventory Turnover ) 2 47,35 hari 1,00
e. Perputaran Aset Tetap (Fixed Asset Turnover ) 2 14,32% 1,50
f. Imbalan atas Aktiva Tetap (Return on Asset ) 2 -1,99% 0,00
g. Imbalan Ekuitas (Return on Equity ) 2 -1,95% 0,00
h. Rasio Pendapatan PNBP terhadap Biaya Operasional 2,5 70,13% 2,50
i. Rasio Subsidi Biaya Pasien 2 0,04% 0,00
2 Kepatuhan Pengelolaan Keuangan BLU 11 11,00
a. Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) Definitif 2 2,00
b. Laporan Keuangan Berdasarkan SAK 2 2,00
c. SP3B BLU 2 2,00
d. Tarif Layanan 1 1,00
Haper / Kondisi dari
e. Sistem Akuntansi 1 1,00
masing-masing
f. Persetujuan Rekening 0,5 0,50
variable dapat dilihat
g. Standard Operating Procedure (SOP) Pengelolaan Kas 0,5 0,50
pada Lampiran
h. SOP Pengelolaan Piutang 0,5 0,50
i. SOP Pengelolaan Utang 0,5 0,50
j. SOP Pengadaan Barang dan Jasa 0,5 0,50
k. SOP Pengelolaan Barang Inventaris 0,5 0,50
T OT A L 30 18,75

BAB V Hasil Kerja 54


b) Aspek Pelayanan
- Layanan
Indikator kinerja pelayanan yang diperoleh sesuai dengan pencapaian
pelaksanaan kegiatan sampai dengan akhir tahun 2017 adalah sebagai berikut:
II. INDIKATOR DAN BOBOT SERTA NILAI DARI ASPEK PELAYANAN, MUTU

Capaian 2017
No INDIKATOR Bobot
Haper Nilai
1 LAYANAN 35 32,00
A. PERTUMBUHAN PRODUKTIVITAS 18 15,50
1 Rata-rata Kunjungan Rawat Jalan perhari 2 1,46 2,00
2 Rata-rata Kunjungan Rawat Darurat perhari 2 1,15 2,00
3 Hari Perawatan (HP) 2 1,01 1,50
4 Pemeriksaan Radiologi perhari 2 1,17 2,00
5 Pemeriksaan Laboratorium perhari 2 1,04 1,50
6 Rata-rata Operasi perhari 2 1,07 1,50
7 Rata-rata Rehab. Medik perhari 2 1,04 1,50

8 Pertumbh.Peserta Didik Pendidikan Kedokteran 2 1,19 2,00

9 Jumlah Penelitian yang dipublikasikan 2 13 1,50


B. EFEKTIFITAS PELAYANAN 14 14,00
1 Kelengkapan Rekam Medik 24 Jam setelah selesai Pely 2 82,56% 2,00
2 Pengembalian Rekam Medik 2 91,36% 2,00
3 Angka Pembatalan Operasi 2 0,880% 2,00
4 Angka Kegagalan Hasil Radiologi 2 0,00% 2,00
5 Presentase Penulisan Resep sesuai Formularium 2 97,96% 2,00
6 Angka Pengulangan Pemeriksaan Laboratorium 2 0,07% 2,00
7 BOR 2 71,84% 2,00
C. PERSPEKTIF PERTUMBUHAN PEMBELAJARAN 3 2,50
1 Rata-rata Jam Pelatihan/Karyawan 1 1,18 1,00

2 Prosentase Dokdiknis yang mendapat TOT 1 0,30 0,50

ada program
3 Ada tidaknya Reward dan Punishment 1 1,00
dilaksanakan

BAB V Hasil Kerja 55


- Mutu Pelayanan Dan Manfaat Bagi Masyarakat
Aspek mutu dan manfaat bagi masyarakat 35 meliputi : mutu pelayanan 14,
mutu klinik 12, kepedulian kepada masyarakat 4, kepuasan pelanggan 2 dan
kepedulian terhadap lingkungan 3.
2 MUTU DAN MANFAAT BAGI MASYARAKAT 35 32,60
A. MUTU PELAYANAN 14 12,00
1 Emergency Response T ime Rate 2 5 menit 2,00
2 Waktu T unggu Rawat Jalan 2 57.5 menit 1,50
3 LOS (Length Of Stay) 2 5.53 hari 1,00
4 Kecepatan Pelayanan Resep Obat Jadi 2 13.8 menit 1,50
5 Waktu T unggu Sebelum Operasi 2 21.8 jam 2,00
6 Waktu T unggu Hasil Laboratorium 2 1.5 Jam 2,00
7 Waktu T unggu Hasil Radiologi 2 1 jam 30 menit 2,00
B. MUTU KLINIK 12 12,00
1 Angka Kematian di Gawat Darurat 2 0,70% 2,00
2 Angka Kematian ≥ 48 jam 2 5,25% 2,00
3 Post Operatif death rate 2 0% 2,00
4 Angka Infeksi Nosokomial : 4 4,00
a. Decubitus 1 0,38% 1,00
b. Infeksi Jarum Suntik 1 0,08% 1,00
c. ISK 1 0,34% 1,00
d. Infeksi Luka Operasi 1 0,04% 1,00
5 Jumlah Kematian Ibu di Rumah Sakit 2 0,60% 2,00
C. KEPEDULIAN KEPADA MASYARAKAT 4 4,00
Ada Program
1 Pembinaan Kepada Puskesmas dan Sarana kesehatan Lain 1 1,00
dilaksanakan semua
Ada Program
2 Penyuluhan Kesehatan (PKMRS) 1 1,00
dilaksanakan semua
3 Rasio T empat T idur Kelas III 2 49,06% 2,00
D. KEPUASAN PELANGGAN 2 2,00
1 Prosentase Penanganan Pengaduan/Pengaduan 1 100,00% 1,00
2 Kepuasan Pelanggan 1 84,49% 1,00
E KEPEDULIAN TERHADAP LINGKUNGAN 3 2,60
1 Kebersihan Lingkunan (Hasil Penilaian RS Berseri) 2 9500 2,00
2 Proper Lingkungan (KLH) 1 Biru 0,60
TOTAL SEMUA 70 64,60

2017
Indikator Keuangan………………………………………………… 18,75 TINGKAT
Indikator Pelayanan………………………………….. 64,60 KINERJA
TINGGI
T otal Skor 83,35 " AA "

Dari hasil capaian kinerja yang dicapai adalah sebagai berikut :


Proyeksi Capaian
- Capaian kinerja keuangan 23,40 18,75
- Capaian Kinerja Pelayanan 59,60 64,60
83,00 83,35

Dengan nilai tingkat kinerja tingkat tinggi " AA "

BAB V Hasil Kerja 56


3. Indikator Kinerja Individu (IKI)
Tabel V.8
HASIL PERHITUNGAN (HAPER) CAPAIAN INDIKATOR KINERJA INDIVIDU (IKI)

SATKER BADAN LAYANAN UMUM DITJEN PELAYANAN KESEHATAN

Nama Satker : RSUP PERSAHABATAN

Periode : JANUARI - DESEMBER 2017

RATA-RATA
KATEGORI NO JUDUL INDIKATOR BOBOT STANDAR
HAPER 2017

Pelayanan Medis

Ada 5 CP Ada 5 CP
1 Kepatuhan terhadap clinical pathway 0,05 diimplementasi diimplementasi
dan di evaluasi dan di evaluasi
Kepatuhan terhadap
standar 2 Penerapan keselamatan operasi 0,05 100% 100%

Kepatuhan penggunaan Formularium


3 0,05 ≥80% 97,96%
Nasional
4 Prosentase kejadian Pasien Jatuh 0,05 ≤3% 0,02%

5 Infeksi daerah Operasi (IDO) 0,075 ≤2% 0,42%


Pengendalian Infeksi RS
6 Ventilatory Associated Pnemoniae 0,075 ≤5,8‰ 1,51‰

Ada Ada Kebijakan,


Kebijakan, ada
ada SOP , dan
SOP , dan
Cuci Tangan (hand Hygiene) 0,05 dilaksanakan
dilaksanakan
sesuai SOP, sesuai SOP, dan
Capaian Indikator Medik
dan dievaluasi dievaluasi

Waktu Lapor Hasil Test Kritis


8 0,05 100% 99,83%
Laboratorium
9 Kematian Pasien IGD 0,05 ≤2,5% 0,73%

Utilisasi Ketepatan Identifikasi Pasien 0,08 100% 99,94%

Kecepatan Respon Terhadap


Kepuasan Pelanggan 11 0,08 >75% 96,53%
Komplain

12 Emergency Respon Time II 0,02 ≤120 menit 53,16 menit

13 Waktu Tunggu Rawat Jalan 0,05 ≤60 menit 62,8 menit

14 Waktu Tunggu Operasi Elektif 0,05 ≤48 jam 21,8 jam


Ketepatan Waktu
Pelayanan
15 Waktu Tunggu Pelayanan Radiologi 0,05 ≤3 jam 2 jam 44 menit

Waktu Tunggu Pelayanan Resep


16 0,05 ≤30 menit 13,8 menit
Obat Jadi
Pengembalian Rekam Medik
17 0,02 >80% 82,97%
Lengkap Dalam Waktu 24 Jam

Pelayanan Keuangan

Rasio pendapatan PNBP terhadap


Keuangan 18 0,10 65% 68,01%
biaya operasional (POBO)

BAB V Hasil Kerja 57


4. Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit (SPM RS)
Pelaksanaan terhadap penyusunan Standar Pelayanan Minimal yang ditargetkan
berdasarkan Keputusan Direktur Utama dengan mengacu kepada Keputusan
Menteri Kesehatan No.129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal
Rumah Sakit, adalah sebagai berikut:
Tabel V.9

STANDAR PELAYANAN MINIMUM DIREKTORAT MEDIK RSUP PERSAHABATAN TAHUN 2017

Jumlah Tercapai/Blm
No Jenis Pelayanan Uraian Standar Capaian 2017
Indikator tercapai
Kemapuan menangani life
1 Gawat Darurat 8 1 100% 100% Tercapai
saving
Pemberi pelayanan
kegawatdaruratan
2 bersertifikasi 100% 100% Tercapai
(ATLS/BTLS/ACLS/PPGD/G
ELS) yg msh berlaku
Ketersediaan tim
3 1 Tim 100% Tercapai
penanggulangan bencana
jam buka pelayanan gawat
4 24 Jam 100% Tercapai
darurat
≤ 5 menit dilayani
Waktu tanggap pelayanan
5 setelah pasien 5' Tercapai
dokter di Gawat Darurat
datang
Tidak ada keharusan
6 100% 100% Tercapai
membayar uang muka
Kematian pasien di IGD (≤ 8
7 ≤ 2 perseribu 0,72% Tercapai
jam)
8 Kepuasan pasien ≥ 70% 84,497% Tercapai
2 Rawat Jalan 9 1 Ketersediaan pelayanan RS tipe A 19 Klinik Tercapai
Dokter pemberi pelayanan di
2 100% dr spesialis 100% Tercapai
poliklinik spesialis
Jam buka pelayanan dengan 08.00s/d 13, kec
3 8:30 Belum Tercapai
ketentuan Jumat 08.00-11.00
4 waktu tunggu rawat jalan ≤ 60 menit 57,5 menit Tercapai
penegakkan diagnosa TB mll
5 100% 100% Tercapai
pemeriksaan mikroskopis
Pasien Rajal TB yg ditangani
6 100% 100% Tercapai
dengan strategi DOTS
Ketersediaan pelayanan VCT tersedia dgn tenaga
7 100% Tercapai
(HIV) terlatih
Pencatatan dan pelaporan TB
8 100% 100% Tercapai
di RS
9 Kepuasan pasien ≥ 90% 84,50% Tercapai

BAB V Hasil Kerja 58


Jumlah Tercapai/Blm
No Jenis Pelayanan Uraian Standar Capaian 2017
Indikator tercapai
3 Rawat Inap 14 1 Ketersediaan pelayanan RS tipe A RS Tipe A Tercapai
Pemberi pelayanan di Rawat
2 RS tipe A RS Tipe A Tercapai
Inap
Tempat Tidur dengan
3 100% 100% Tercapai
pengaman
Kamar mandi dengan
4 100% 100% Tercapai
pengaman pegangan tangan
5 DPJP Rawat Inap 100% 100% Tercapai
6 Jam visite dokter spesialis 08.00 s/d 14.00 97,14% Tercapai
Kejadian Infeksi pasca
7 ≤ 1.5% 0,04% Tercapai
operasi
8 Kejadian Infeksi nasokomial ≤ 9% 84,00% Tercapai
Tdk adanya kejadian pasien
9 jatuh yg berakibat cacat atau 100% 100% Tercapai
kematian
Pasien Ranap TBC yg
10 ditangani dengan strategi 100% 100% Tercapai
DOTS
Pencatatan dan pelaporan TB
11 ≥ 60% 100% Tercapai
di RS
Kejadian pulang sebelum
12 ≤ 5% 3,92% Tercapai
sembuh
13 Kematian pasien ≥ 48 jam ≤ 0.24% 5,25% Belum Tercapai
14 Kepuasan pasien ≥ 90% 84,497% Tercapai
4 Bedah Sentral 11 1 Ketersediaan tim bedah RS tipe A RS Tipe A Tercapai
Ketersediaan fasilitas dan
2 RS tipe A RS Tipe A Tercapai
peralatan operasi
Kemampuan melakukan
3 RS tipe A RS Tipe A Tercapai
tindakan operatif
4 Waktu tunggu operasi elektif ≤ 2 hari 21,83 Jam Tercapai
Tdk adanya kejadian operasi
5 100% 100% Tercapai
salah sisi
tdk adanya kejadian operasi
6 100% 100% Tercapai
salah orang
Tdk adanya kejadian salah
7 100% 100% Tercapai
tindakan pada operasi
Tdk adanya kejadian
tertinggalnya benda asing/lain
8 100% 100% Tercapai
pd tubuh pasien setelah
operasi
Komplikasi anastesi karena
9 overdosis, reaksi anastesi, ≤ 6% 0% Tercapai
salah penempatan ET
Kejadian kematian diatas
10 ≤ 1% 0% Tercapai
meja operasi
11 kepuasan pelanggan ≥ 80% 84,497% Tercapai
Persalinan dan Pemberi pelayanan Sp.OG,
5 10 1 SpOG, DU/ Bidan Tercapai
perinatologi persalinan normal DU/Bidan
pemberi pelayanan persalinan Tim PONEK
2 Tim PONEK terlatih Tercapai
dgn penyulit terlatih
pemberi pelayanan persalinan Tim PONEK
3 Tim PONEK terlatih Tercapai
dgn operatif terlatih
Kemampuan menangani Sp.OG, Sp.A,
4 SpOG, SpA, SpAn Tercapai
BBLR (1500-2500gr) Sp.An
Kemampuan menangani bayi
5 100% 100% Tercapai
lahir dengan asfiksia
Pertolongan persalinan mll sc
6 ≤ 20% 24,50% Belum Tercapai
non rujukan
Pelayanan kontrasepsi
mantap dilakukan oleh
7 100% 100% Tercapai
SpOG,SpB, SpU atau DU
terlatih
Konseling peserta KB
8 100% 100% Tercapai
mantap oleh bidan terlatih
Perdarahan ≤
Perdarahan ≤ 1%, 0,2%,
Kematian ibu karena
9 preeklamsi ≤ 30%, Preeklamsi ≤ Tercapai
persalinan
sepsis ≤ 0.2% 0,1%, Sepsis ≤
0,2%
10 Kepuasan pasien ≥ 80% 84,497% Tercapai

BAB V Hasil Kerja 59


Jumlah Tercapai/Blm
No Jenis Pelayanan Uraian Standar Capaian 2017
Indikator tercapai
sesuai kelas
Sesuai kelas RS dan
6 Pelayanan Intensif 7 1 Pemberi pelayanan RS dan Tercapai
standar ICU
standar ICU
sesuai kelas
Ketersediaan fasilitas dan Sesuai kelas RS dan
2 RS dan Tercapai
peralatan ruang ICU standar ICU
standar ICU
sesuai kelas
Ketersediaan tempat tidur Sesuai kelas RS dan
3 RS dan Tercapai
dgn monitoring dan ventilator standar ICU
standar ICU
Kepatuhan terhadap hand
4 100% 100% Tercapai
hygiene
5 Kejadian infeksi nasokomial ≤ 21% 0,46% Tercapai
Pasien yg kembali ke
6 perawatan intensif dgn kasus ≤ 3% 0,18% Tercapai
yg sama < 72 jam
7 Kepuasan pelanggan ≥ 70% 84,497% Tercapai
7 Pelayanan radiologi 7 1 Pemberi pelayanan radiologi Sp.Rad, Radiografer
Sp. Rad,
Tercapai
Radiografer
Ketersediaan fasilitas dan
2 RS Tipe A RS Tipe A Tercapai
peralatan radiografi
Waktu tunggu hasil
3 ≤ 3 jam 1:29:46 Tercapai
pelayanan foto thorax
4 Kerusakan foto ≤ 2% 0,16% Tercapai
Tidak terjadinya kesalahan
5 100% 100% Tercapai
pemberian label
Pelaksana Eksterpisi hasil
6 Dr. Sp.Rad Dokter Sp. Rad Tercapai
pem. Radiologi
7 Kepuasan pelanggan ≥ 80% 84,497% Tercapai
8 Lab.PK 10 1 Pemberi pelayanan lab.PK RS Tipe A RS Tipe A Tercapai
2 Fasilitas dan peralatan RS Tipe A RS Tipe A Tercapai
Waktu tunggu hasil
3 ≤ 120 menit (≥80%) 96,01% Tercapai
pelayanan lab PK
Tdk adanya kejadian tertukar
4 100% 100% Tercapai
spesimen
Tersedia
5
Kemampuan memeriksa HIV- Tersedia tenaga tenaga,
AIDS peralatan, dan reagen peralatan, dan
Tercapai
reagen
Tersedia
Kemampuan Mikroskopik TB Tersedia tenaga tenaga,
6 Tercapai
Paru peralatan, dan reagen peralatan, dan
reagen
Eksterpisi hasil pemeriksaan
7 Dr. Sp PK Dr. Sp.PK Tercapai
lab
Tdk adanya kesalahan
8 100% 100% Tercapai
pemberian hasil pem.lab
Kesesuaian hasil
9 pemeriksaan baku mutu 100% 100% Tercapai
eksternal
10 Kepuasan pelanggan ≥ 80% 84,497% Tercapai
sesuai
Pemberi pelayanan Rehab Sesuai persyaratan
9 Rehabiltasi Medik 5 1 persyaratan Tercapai
Medik kelas RS
kelas RS
sesuai
fasilitas dan peralatan Rehab Sesuai persyaratan
2 persyaratan Tercapai
Medik kelas RS
kelas RS
Tdk adanya kejadian
3 kesalahan tindakan Rehab 100% 100% Tercapai
Medik
kejadian DO pasien thd
4 pelayanan Rehab Medik yg ≤50% 1,31% Tercapai
direncanakan
5 Waktu tunggu pasien ≤ 30 menit 26,88% Tercapai
6 kepuasan pelanggan ≥ 80% 84,497% Tercapai

BAB V Hasil Kerja 60


Jumlah Tercapai/Blm
No Jenis Pelayanan Uraian Standar Capaian 2017
Indikator tercapai
10 Pelayanan Farmasi 7 1 Pemberi pelayanan farmasi RS tipe A RS Tipe A Tercapai
Fasilitas dan peralatan
2 RS tipe A RS Tipe A Tercapai
pelayanan farmasi
Tersedia dan update
3 Ketersediaan formularium Tersedia Tersedia
plg lama 3 thn
Waktu tunggu pelayanan
4 ≤ 30 menit 13,72 Tercapai
obat jadi
Waktu tunggu pelayanan
5 ≤ 60 menit 21,74 Tercapai
obat racikan
Tdk adanya kesalahan
6 100% 94% Belum Tercapai
pemberian obat
7 Kepuasan pelanggan ≥ 80% 84,497% Tercapai
sesuai pola
sesuai pola
11 Pelayanan Gizi 6 1 Pemberi pelayanan gizi ketenagaan Tercapai
ketenagaan tersedia
tersedia
sesuai pola
Ketersediaan pelayanan sesuai pola
2 ketenagaan Tercapai
konsultasi gizi ketenagaan tersedia
tersedia
ketepatanan waktu
3 pemberian makanan pada ≥ 90% 98,12% Tercapai
pasien
Tidak adanya kejadian
4 100% 100% Tercapai
kesalahan pemberian diet
Sisa makan yang tdk
5 ≤ 20% 15,02% Tercapai
dimakan pasien
6 Kepuasan pelanggan ≥ 80% 84,497% Tercapai
12
Pelayanan Transfusi
5 1
Tenaga penyedia pelayanan
Sesuai standar BDRS
sesuai standar
Darah bank darah RS
Tercapai
BDRS
2
Ketersediaan fasilitas dan
Sesuai standar BDRS
sesuai standar
peralatan bank darah RS
Tercapai
BDRS
3 Kejadian reaksi transfusi ≤ 0.01% 0,09% Belum Tercapai
Pemenuhan kebutuhan darah
4 100% 100% Tercapai
utk pelayanan transfusi RS

5 Kepuasan pelanggan ≥ 80% 84,497% Tercapai

13
Pelayanan Rekam
6 1
Pemberi pelayanan rekam
Sesuai persyaratan
sesuai
Medik medik
Tercapai
persyaratan
Waktu penyediaan dokumen
2 ≤ 10 menit 3,78 menit Tercapai
Rekam Medik Rawat jalan
Waktu penyediaan dokumen
3 ≤ 15 menit 8,43 menit Tercapai
Rekam Medik Rawat Inap
Kelengkapan pengisian
4 rekam medik 24 jam setelah 100% 84,16% Belum Tercapai
selesai pelayanan
Kelangkapan informed
concent setelah
5 100% 98,67% Belum Tercapai
mendapatkan informasi yg
jelas
6 Kepuasan pelanggan ≥ 80 % 80% Tercapai

Dari 106 indikator Rumah Sakit pada tahun 2017 ada 98 indikator yang tercapai
dan ada 8 indikator yang belum tercapai.

BAB V Hasil Kerja 61


5. Key Performance Indicators (KPI)
Dalam rangka pelaksanaan kegiatan tahun 2017 ditetapkan target Key
Performance Indicators (KPI) sebagai berikut:
Tabel V.10
PERJANJIAN KINERJA
Unit Pelaksana Teknis : RSUP PERSAHABATAN
Tahun Anggaran : 2017

No SASARAN STRATEGIS No KPI CAPAIAN 2017

Meningkatnya keberhasilan 1 Persentase Pasien TB-MDR yang konversi 54,38%


1 penanganan kasus respirasi
tersier di Indonesia Persentase Kasus PPOK yang berhasil
2 65,20%
ditangani dengan baik

3 Tingkat kesehatan BLU 83,35%

Terwujudnya kepuasan
2 4 Tingkat kepuasan pasien 84,49%
stakeholders

5 Tingkat kepuasan peserta didik 80%

Success rate therapetic pada kasus tersier


6 65,60%
respirasi di RSP
Terwujudnya pelayanan,
Jumlah modul kompetensi tambahan yang
3 pendidikan dan penelitian 7 8
diberikan kepada peserta didik
respirasi yang excellent
Jumlah publikasi penelitian translational
8 14
(nasional/internasional)

Persentase kasus respirasi tersier di RSUP


9 87,07%
Persahabatan

Jumlah rekomendasi untuk kebijakan & panduan


10 nasional (promotif, preventif, kuratif dan 1
4 Terwujudnya Respiratory Center rehabilitatif)

Jumlah modul pelatihan respirasi terkini yang


11 4
dikembangkan dan diimplementasikan

Jumlah grant nasional dan internasional yang


12 2
diperoleh utk penelitian

13 Persentase dosen dengan kriteria excellent 84,50%


5 Terwujudnya penguatan AHS UI
Jumlah PPK respirasi yang terintegrasi yang
14 1
diimplementasikan di AHS UI

BAB V Hasil Kerja 62


No SASARAN STRATEGIS No KPI CAPAIAN 2017

Terwujudnya jejaring dan sistem 15 Jumlah fasyankes binaan yang berkinerja baik 24
6
rujukan kesehatan respirasi
16 Persentase kasus respirasi rujukan yang tepat 87,07%
Terwujudnya network dan Jumlah kerjasama terkait respirasi yang
7 kerjasama eksternal yang 17 2
terlaksana
melembaga
Terwujudnya kolaborasi layanan Persentase kasus sulit yang ditangani secara
8 18 93,05%
respirasi lintas SMF dan unit kerja multidisiplin

19 Jumlah CP terintegrasi yang diimplementasikan 17


Terwujudnya penyempurnaan
9
proses bisnis dan tata kelola klinis Jumlah strategic improvement program yang
20 1
diimplementasikan

21 Persentase staf yang berkinerja ekselen 98,54%


Terwujudnya budaya melayani dan
10
budaya berkinerja
22 Indeks budaya PIKKO 80,18%

Terwujudnya SDM yang kompeten Persentase SDM dengan kompetensi sesuai


11 23 98,94%
dan sistem manajemen SDM persyaratan
Overall Equipment Effectiveness alat
24 75,58%
Terwujudnya kehandalan sarana penunjang respirasi
12
dan prasarana
25 Realisasi pengembangan fisik 98,21%

13 Terwujudnya SIRS terintegrasi 26 Level maturitas sistem IT RS 93,33%

27 Persentase kenaikan revenue RS 40,49%


Terwujudnya peningkatan revenue
14
dan kendali biaya
28 Pencapaian POBO 70,13%

Dari 28 Key Performance Indicators (KPI) yang sesuai atau melebihi dengan target
ada 28 Key Performance Indicators (KPI).

BAB V Hasil Kerja 63


6. Promotif Preventif
Promotif Preventif RSUP Persahabatan Tahun 2017 adalah sebagai berikut:
Tabel V.11

BAB V Hasil Kerja 64


BAB V Hasil Kerja 65
BAB V Hasil Kerja 66
BAB V Hasil Kerja 67
- Pelaksanaan PKRS penjelasan tentang
Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Tubuh
Kandungan tar pada rokok akan
menempel pada paru
paru-paru, serta
menimbulkan warna cokelat pada gigi
dan kuku. Bahaya merokok bagi
kesehatan tubuh selanjutnya adalah
dapat menyebabkan penyakit jantung
dan serangan jantung. Karena kandungan karbon monoksida pada
asap rokok yang dihirup masuk ke aliran darah.

- Pelaksanaan PKRS penjelasan tentang Tubercolosis (TB) Paru


Degenerasi makula cenderung memengaruhi orang dewasa usia 50 ke atas. Ada
dua bentuk degenerasi makula, yaitu basah dan kering. AMD kering merupakan
tahap awal penyakit dan mayoritas
pasien penderita AMD mengalaminya.
Bentuk AMD basah biasanya
menyebabkan kehilangan penglihatan
yang serius. Pada sekitar
sekit 10 persen dari
jumlah kasus, AMD kering berkembang
menjadi AMD basah, di mana pembuluh
darah baru tumbuh di bawah retina dan
menyebabkan kebocoran darah dan
cairan. Akibatnya, sel-sel
sel retina yang
rusak menyebabkan bintik-bintik
bintik buta
dalam visi pusat. AMD akan menyebabkan titik buta di tengah pusat penglihatan
Anda. Tanda dan gejala lain termasuk kebutuhan untuk cahaya semakin terang
ketika membaca atau melakukan pekerjaan jarak dekat, kata-kata
kata tercetak yang
muncul terlihat terdistorsi atau semakin lama
lama semakin kabur, warna-warna
warna
tampak pudar dan kusam, kekaburan bertahap pada penglihatan secara
keseluruhan. Merokok dan penuaan mendapat tempat tinggi pada daftar faktor
risiko degenerasi makula. Meskipun biasanya tidak dapat dikembalikan normal,

BAB V Hasil Kerja 68


jika AMD terdeteksi awal, Anda mungkin dapat mengurangi tingkat kehilangan
penglihatan. Penelitian telah menunjukkan bahwa nutrisi tertentu, seperti
betakaroten (vitamin A), vitamin C dan E serta seng, dapat membantu mencegah
atau memperlambat perkembangan degenerasi
degenerasi makula kering.
kering

- Pelaksanaan PKRS penjelasan tentang Kenali Lesi Ganas dalam Rongga Mulut
Skrining terhadap perkembangan lesi prakanker dan kanker rongga mulut telah
meningkat secara pesat dalam beberapa
dekade terakhir. Bermacam macam lesi
mukosa mulut
lut seperti lesi kemerahan
(erythroplasias) dan lesi putih
(leukoplakias) berpotensi menjadi kanker,
Keadaan ini harus dibedakan dari lesi
hiperplastik kronik seperti kandidosis yang
sangat kurang berpotensi menjadi kanker.
Lesi-lesi erythroplasia dan leukoplakia mempunyai risiko untuk berubah menjadi
ganas, sehingga dibutuhkan perhatian untuk mengenal lesi-lesi
lesi ini. Akurasi
prediksi rendah terhadap lesi-lesi
lesi ini, namun lesi-lesi
lesi yang berisiko ini dapat
menjadi dasar untuk diagnosis dan rencana pengobatan. Faktor-faktor yang
menyokong terjadinya lesi-lesi
lesi lesi ini antara lain merokok tembakau, alkohol, dan
gangguan genetik. Tingkat prediktor terbaik terhadap lesi yang berpotensi
menjadi ganas secara histologik dapat dilihat dari derajat displasia. Displasia
merupakan
akan pertumbuhan tidak normal secara sitologik, dan dapat dijumpai pada
sel-sel
sel prakanker maupun kanker. Lesi prakanker dibedakan dari kanker
berdasarkan pada invasi sel-sel
sel tumor ke dalam stroma dan metastase atau
penyebaran. Kanker pada rongga mulut diatas
tas 90% adalah jenis karsinoma sel
skuamous, berasal dari sel-sel
sel sel epitel mukosa. Patogenesis dari karsinoma sel
skuamous multifaktorial. Di Amerika Utara dan Eropah kanker rongga mulut
umumnya terjadi pada pria usia pertengahan dengan riwayat perokok tembakau
tem
kronis dan peminum alkohol. Faktor-faktor
Faktor lain yang menyokong terjadinya
karsinoma sel skuamous yaitu infeksi dengan virus HPV, dan lebih jarang virus
HIV. Studi mengenai ekspresi gen telah mengidentifikasi tanda-tanda
tanda transkripsi
gen pada karsinoma sel skuamous rongga mulut. Evaluasi dan deteksi lesi

BAB V Hasil Kerja 69


prakanker dan kanker rongga mulut dapat dilakukan melalui pemeriksaan
sitologi, biopsi, dan potong beku. Pengambilan sampel yang baik melalui biopsi
jaringan dapat menegakkan diagnosis berdasarkan pemeriksaan
pemer histopatologik.
Pemeriksaan sitologi melalui skreping pada
lesi erythroplasia atau leukoplakia dapat mendeteksi adanya lesi prakanker atau
karsinoma in situ lebih awal. Biopsi aspirasi jarum halus pada kelenjar getah
bening di daerah leher dapat mengkonfirmasi
mengkonfirmasi adanya penyebaran atau
metastase. Pemeriksaan potong beku berperan untuk mendeteksi batas-batas
batas
dari tumor. Pengenalan dan diagnosis dini lesi-lesi
lesi lesi prakanker sangat bermanfaat
dalam prognosis dan penyembuhan yang optimal.

7. Layanan Unggulan
a. Klinik Berhenti Merokok
Klinik berhenti merokok RSUP Persahabatan memberikan layanan terpadu dalam
upaya pasien untuk berhenti merokok. Konsep berhenti merokok yang
dikembangkan merupakan integrasi konseling, obat dan tatalaksana withdrawal
effect.
Fasilitas yang disediakan meliputi:
• Konseling
• Obat-obatan
obatan untuk berhenti merokok
• Behavior therapy (Terapi Perilaku)
• Rehabilitasi Medis
• Hipnoterapi
• Konsultasi Gizi
• Pemeriksaan kadar nikotin
• Pemeriksaan fungsi paru dan fungsi
jantung

b. Human Performance Laboratory


Pemeriksaan yang relatif noninvasif yang memberikan gambaran fisiologis
dinamis melalui penilaian respons latihan baik submaksimal maupun puncak akan
memberikan informasi yang relevan bagi dokter untuk membuat keputusan klinis.
Layanan Human Performance Laboratory dimulai sejak tahun 2010. Uji latih

BAB V Hasil Kerja 70


jantung paru atau uji latih kardiopulmoner memberikan penilaian secara lengkap
tentang respons latihan yang melibatkan paru, kardiovaskuler, hematopoetik,
neuropsikologis dan sistem musculoskeletal yang tidak cukup tercermin melalui
pengukuran masing-masing
masing fungsi sistem organ.

CPX (Cardiopulmonary Exercise Test) atau Uji


Latih Jantung Merupakan alat yang dapat menilai
performance paru dan jantung seseorang
s serta
dapat menentukan apakah gangguan disebabkan
sistem pernapasan atau sistem kardiovaskuler
maupun metabolisme sel.

Body Pletysmograph
• Mengukur volume paru-paru
paru
• Mengukur takaran jalan nafas
• Mengukur kapasitas difungsi
karbonmonoksida
• Mengukur basal metabolic rate

c. Pelayanan TB Resisten Obat Terpadu


Dilaksanakan sejak 2009 dengan suatu kegiatan uji pendahuluan di RS
Persahabatan, Jakarta dan RS
Soetomo, Surabaya. Uji
pendahuluan untuk pengobatan 100
pasien telah dialui dengan hasil
cukup baik dengan angka konversi
mencapai 70% dan hal tersebut
menggambarkan prediksi awal
keberhasil pengobatan pasien TB
MDR di masa mendatang.

BAB V Hasil Kerja 71


Kami melayani secara komprehensif mulai dengan menegakan diagnosis dan
pengobatan TB Resisten Obat dengan atau
atau tanpa komorbid, melakukan tata
laksana efek samping obat dan masalah kejiwaan yang terkait pengobatan TB
Resisten, rehabilitasi akibat penyakit paru, pendampingan psikis oleh teman
sebaya (peer group) dengan supervisi dokter spesialis jiwa dan tim ahli klinis.
Pengobatan TB MDR dengan sistem desentralisasi ke fasyankes terlatih dengan
tujuan mendekatkan pengobatan TB MDR ke masyarakat agar mengurangi angka
putus berobat dengan alasan jarak yang jauh.

d. Pulmonologi Intervensi Diagnostik dan Terapeutik


Pengobatan
batan penyakit paru yang berfokus pada modalitas diagnostik dan terapi
invasiv pada saluran nafas dan gangguan pleura
• Bronkoskopi
• Trans Bronchial Lung Biopsy (TBLB)
• EndoBronchial Ultrasound Transbroncial Needle Aspiration (EBUS TBNA)
• Trans Thoracal Needle Aspiration (TTNA)
• Pemasangan Stent
• Pleuroskopi (Torakoskopi medik/diagnostik)

e. Respiratory Intensive Care Unit (RICU)

BAB V Hasil Kerja 72


Ruang perawatan intensif respirasi diperuntukkan bagi pasien yang menderita
penyakit gangguan respirasi dan infeksi paru-paru
paru paru yang mengancam
men nyawa atau
potensial mengancam nyawa. Pelayanan diberikan oleh dokter yang handal dan
berpengalaman, ditunjang perlengkapan khusus. Penanganan kasus-kasus
kasus
respirasi yang kompleks, Resusitasi Jantung Paru, pengelolaan jalan napas serta
terapi oksigen.

f. Klinik Gangguan Tidur (Sleep Lab)

Polisomnografi (PSG) adalah suatu


pemeriksaan yang digunakan untuk
merekam pola tidur seseorang yang biasa
dikerjakan di laboratorium tidur. Pasien
yang memiliki masalah dengan tidurnya,
dilakukan evaluasi oleh tim yang terdiri
dari multi disiplin selanjutnya akan
dilakukan pemeriksaan polisomnografi.

g. Pelayanan Kardiorepirasi
Pelayanan cardio respirasi merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari
pelayanan di RS ini baik untuk penyakit
jantung murni dan sebagai bagian
pelayanan holistik untuk penyakit – penyakit
respirasi dan non kardiak lainnya.

BAB V Hasil Kerja 73


h. Radiologi Intervensi
Adalah sub spesialisasi dalam bidang Radiologi
yang selain berperan untuk tujuan diagnosis, juga
terlibat dalam memberi terapi kepada pasien.
Seperti Angiografi, Angioplasti, Stenting,
Embolisasi, Drainase cairan empedu, Pemasangan
filter vena cava, Trombolisis, TACI (Transarterial
(
Chemotherapy Infusion),
), TACE (
(Transarterial
Chemoembolization).

i. Bedah Thoraks
Unit Pelayanan Bedah Thoraks Kardiovaskuler (BTKV) RSUP Persahabatan
merupakan rujukan tingkat nasional untuk kasus-kasus
kasus kasus bedah paru, mediastinum,
bedah saluran nafas, bedah esophagus,, dan bedah vaskuler (pembuluh darah).
Layanan Video Assisted Thoracoscopic
Thoracoscop Surgery (VATS), Operasi rekonstruksi
jalan napas (trakeoplasti,
trakeoplasti, bronkoplasti),
bronkoplasti Kasus-kasus
kasus keganasan toraks (kanker
paru, tumor mediastinum), Kasus-kasus
Kasus kasus emergensi bedah toraks (trauma toraks,
batuk darah masif), Kelainan jantung dengan penyulit gangguan
ganggua respirasi.

j. Pusat Simulasi Respirasi


Pusat Simulasi Respirasi mulai beroperasi November 2016 dan diresmikan oleh
Menteri Kesehatan RI. Unit Pusat Simulasi Respirasi adalah unit yang
menyelenggarakan Pendidikan atau Pelatihan berbasis simulasi dengan
menggunakan MANEKIN. Pelatihan tersebut merupakan pelatihan yang akan
membawa peserta kedalam suatu keadaan seolah – olah mengalami kenyataan
atau kejadian yang sebenarnya. Pembelajaran berbasis simulasi diberikan dalam
bentuk modul modul yang disusun oleh Tim Pengajar Senior dan Berpengalaman
yang terdiri dari dokter spesialis multidisiplin.

BAB V Hasil Kerja 74


k. Isolasi Pnemonia Viral
Pelayanan ini dibuka sejak tahun 2010 dan dilayani oleh Tim Dokter Spesialis
Multidisiplin dan dikoordinir oleh dokter Spesialis paru yang handal
han dan
berpengalaman melayani pasien pneumonia viral tersebut diatas. Ruangan untuk
layanan pneumonia viral dilengkapi dengan tekanan negatif dan dipergunakan
khusus hanya untuk kasus-kasus
kasus kasus tersebut diatas. Layanan pneumonia viral
adalah penatalaksanaan pasien
pasien infeksi paru yang disebabkan oleh virus yaitu Flu
Burung (H5N1), Flu Babi (H1N1), SARS, dan Mers-CoV.
Mers CoV. Penyakit ini menular
dengan cepat dan dapat memberikan dampak yang berat dan mengancamkan
jiwa pasien.

l. Pelayanan Diabetes Terpadu


Pelayanan diabetess terpadu adalah suatu
unit yang melayani penderita Diabetes
Melitus secara terpadu dan dilayani oleh
dokter spesialis multidisplin di one stop
service, termasuk perawatan kaki ulkus dan
non ulkus.

Tabel V.12
A. BEDAH TORAKS

1. Bedah Toraks - Video Assisted - Minimally invasive The use of minimally invasive techniques for the treatment of
- Thoracic Surgery tumors of early stage lungs.
- Major Airway Surgery - Resection and reconstruction
- Lung Cancer Treatment trakeo-bronchial lesion Multidisciplinary approach to treatment of lesions with techniques
- Operation kardiotorasik trakeobronkial bronkoplasti,
bronkoplasti trakeoplasti, endoscopic procedures
- Radical resection with lymph and stenting
node dissection
Complete removal of the lung cancer stage I and II with radical
resection

Integrated treatment of lung disorders who also have heart


abnormalities. Being prepared or developed.
B. Penunjang (Mikrobiologi)

1. Laboratory of VITEK 2 Automated identification VITEK 2 (biomerieux, Marcy l’Etoile, France) is an integrated
Clinical and antimicrobial system that automatically performs rapid identification using
algorithms based on fluorescence and colorimetry and
Microbiology susceptibility testing system antimicrobial susceptibility testing (AST) based on kinetic analysis
clinically significant bacteria of growth data. The advanced Expert System (AES) analyses the
ASt data using a knowledge base of 2000 phenotypes and 20000
MIC distributions. VITEK 2 has been developed tto provide rapid,
reliable and accurate bacterial ID and AST results for the majority
of clinically encountered species

2. The Xpert MTB/RIF The Xpert MTB/RIF is a The Xpert MTB/RIF is based on the Cepheid GeneXpert platform, a
cartridge-based, automated highly sensitive, rapid and simple to use nucleic acid amplification
diagnostic test that can test (NAAT). The Xpert MTB/Rif test is a cartridge
cartridge-based fully
identify Mycobacterium automated NAAT (nucleic Acid Amplification Test) for TB case
detection and rifampicin resistance testing. It purifies,
Tuberculosis (MTB) and
concentrates, amplifies (by rapid, real time PCR) and identifies
resistance to rifampicin (RIF)
targeted nucleic acid sequences in the TB genome, and provides
results from unprocessed sputum samples in less than 2 hours,
with minimal hands on technical time.

BAB V Hasil Kerja 75


A. Radiology

1. Intervention DSA Cerebral & Minimal Invasif Cerebral arterial DSA is the examination of the brain to assess the
Radiology Trombolisis Stroke presence or absence of obstruction to blood flow in patients with
Iskemik ischemic stroke has been demonstrated with a CT Scan / MRI.
Thrombolysis is a continuation of the action Cerebral DSA aims to
remove the blockage in brain blood flow.

TACE in the hepatoma is an action that includes a mix of materials


TACE Hepatoma Minimal Invasif and lipiodol chemotherapy followed circuitry clog the blood vessels
supplying the tumor. Lipidol are substances which bind to the
tumor cells to chemotherapy allows materials to be settled in a
long time in the tumor. While the clogging of blood vessels of
tumors, the tumor reduction effect will be doubled.

Embolization is an action that aims to clog the blood vessels


Embolisasi Minimal Invasif supplying a specific area. Area could be full of tumor blood vessels,
so the expected bleeding with embolization that occurs when the
tumor can be reduced and stopped the bleeding, among other
bleeding due to trauma, gastrointestinal bleeding, bleeding
respiratory and urinary tract bleeding, or bleeding in the post
partum

BAB V Hasil Kerja 76


B. Realisasi Pendapatan
Pendapatan bulan Januari sampai dengan Desember 2017 terdiri dari :
- Pendapatan Jasa Layanan Rp 385.407.976.957,-
- Pendapatan Jasa Lainnya Rp 4.981.548.629,-
Jumlah Rp 390.389.525.586,-
Saldo Awal Tahun 2017 Rp 33.250.000.000,-
Jumlah Rp 423.639.525.586

• Realisasi Pendapatan
Bulan Januari sampai dengan bulan Desember tahun 2017 tertera dalam tabel
berikut :
Tabel V.13
PENDAPATAN BULAN
NO MAP K E GI A T A N TARGET %
JAN S.D DES 2017

A 424111 PENDAPATAN JASA LAYANAN RS BLU


PENDAPATAN BPJS 335.042.384.000 318.467.362.720 95,05
PENDAPATAN PASIEN UMUM DAN PASIEN
83.925.117.000 66.940.614.237 79,76
PERUSAHAAN
JUMLAH PEND. JASA LAYANAN 418.967.501.000 385.407.976.957 91,99
PENDAPATAN HASIL KERJASAMA
B 424312
LEMBAGA/BADAN USAHA
SEWA GEDUNG 238.711.000 33.000.000 13,82

SEWA LAHAN 6.762.215.000 3.045.682.774 45,04

LAIN-LAIN 1.784.530.000 1.366.312.679 76,56

JUMLAH PEND. HASIL KERJASAMA 8.785.456.000 4.444.995.453 50,59

PENDAPATAN JASA LAYANAN PERBANKAN


C 424911
BLU

- JASA BANK 663.319.000 536.553.176 80,89

PENDAPATAN HIBAH TIDAK TERIKAT DALAM


D 424222
NEGERI LEMBAGA/BADAN USAHA

- HIBAH KENDARAAN BERMOTOR - - -

PENDAPATAN NON LAYANAN (B, C, D) 9.448.775.000 4.981.548.629 52,72

SALDO AWAL TAHUN 2017 33.250.000.000 33.250.000.000 100,00

JUMLAH (A s/d D) 461.666.276.000 423.639.525.586 91,76

BAB V Hasil Kerja 77


• Rekapitulasi Realisasi Pengeluaran APBN (RM) dan PNBP (BLU) tahun
2017
Tabel V.14

KODE MAK PROGRAM/KEGIATAN/OUTPUT/SUB OUTPUT /


PAGU ANGGARAN REALISASI %
( RM ) KOMPONEN/SUB KOMP/AKUN/DETAIL

ANGGARAN APBN (RM)

51 PEMB AYARAN GAJI & TUNJANGAN PNS 94.687.808.000 83.138.302.009 87,80

52 OPERASIONAL RS ( RM ) 37.207.564.000 37.077.912.137 99,65

53 B ELANJA MODAL ( RM ) 21.673.509.000 20.741.195.401 95,70

JUMLAH ANGGARAN RM 153.568.881.000 140.957.409.547 91,79

KODE MAK PROGRAM/KEGIATAN/OUTPUT/SUB OUTPUT /


PAGU ANGGARAN REALISASI %
( BLU ) KOMPONEN/SUB KOMP/AKUN/DETAIL

ANGGARAN PNBP (BLU)

B ELANJA REMUNERASI & PENGEMB ANGAN


A 193.493.351.000 186.560.759.959 96,42
SDM

B ELANJA OPERASIONAL DAN


B 232.836.618.000 200.893.927.461 86,28
PEMELIHARAAN RS (B LU)

C B ELANJA MODAL ( B LU ) 35.336.307.000 16.598.143.287 46,97

JUMLAH ANGGARAN B LU 461.666.276.000 404.052.830.707 87,52

JUMLAH ANGG.RM DAN B LU 615.235.157.000 545.010.240.254 88,59

BAB V Hasil Kerja 78


• Alokasi dan Realisasi Berdasarkan Anggaran APBN (RM) dan Anggaran
PNBP (BLU) tahun 2017
a. Alokasi dan Realisasi Anggaran APBN (RM)
Tabel V.15
KODE
PROGRAM/KEGIATAN/OUTPUT/SUB OUTPUT /
MAK PAGU ANGGARAN REALISASI %
KOMPONEN/SUB KOMP/AKUN/DETAIL
( RM )

ANGGARAN APBN (RM)

51 PEMB AYARAN GAJI & TUNJANGAN PNS 94.687.808.000 83.138.302.009 87,80

511111 BELANJA GAJI PO KO K PNS 63.849.758.000 63.599.915.176 99,61

511119 BELANJA PEMBULATAN GAJI PNS 1.105.000 525.531 47,56

511121 BELANJA TUNJ. SUAMI/ISTRI PNS 4.738.828.000 2.699.777.030 56,97

511122 BELANJA TUNJ. ANAK PNS 1.203.517.000 671.195.706 55,77

511123 BELANJA TUNJ. STRUKTURAL PNS 425.390.000 337.655.000 79,38

511124 BELANJA TUNJ. FUNGSIO NAL PNS 6.273.890.000 4.212.596.000 67,14

511125 BELANJA TUNJ. PPH PNS 615.702.000 108.913.446 17,69

511126 BELANJA TUNJ. BERAS PNS 3.563.750.000 1.983.294.120 55,65

511129 BELANJA UANG MAKAN PNS 11.594.880.000 9.078.105.000 78,29

511134 BELANJA TUNJ. KO MPENSASI KERJA PNS 641.563.000 - -

511151 BELANJA TUNJANGAN UMUM PNS 1.779.425.000 446.325.000 25,08

52 OPERASIONAL RS ( RM ) 37.207.564.000 37.077.912.137 99,65

521115 HO NO RARIUM KPA, PPK, SPM DAN BENDAHARA 301.560.000 254.640.000 84,44

521811 O BAT & ALKES HABIS PAKAI 28.718.644.000 28.636.003.148 99,71

522111 LANGGANAN LISTRIK 8.187.360.000 8.187.268.989 100,00

53 B ELANJA MODAL ( RM ) 21.673.509.000 20.741.195.401 95,70

532111 BELANJA MO DAL PERALATAN DAN MESIN 12.900.309.000 12.849.779.293 99,61

1. PENGADAAN ALAT KESEHATAN DAN MESIN (MEDIK) 8.646.295.000 8.646.083.593 100,00

2. PENGADAAN ALAT NON MEDIK/SARANA DAN PRASARANA 4.254.014.000 4.203.695.700 98,82

533111 BELANJA MO DAL GEDUNG DAN BANGUNAN 5.424.000.000 5.390.919.648 99,39

BELANJA PENAMBAHAN NILAI GEDUNG DAN


533121 3.349.200.000 2.500.496.460 74,66
BANGUNAN

JUMLAH ANGGARAN RM 153.568.881.000 140.957.409.547 91,79

BAB V Hasil Kerja 79


b. Alokasi dan Realisasi Anggaran PNBP (BLU)
Tabel V.16
KODE
PROGRAM/KEGIATAN/OUTPUT/SUB OUTPUT /
MAK PAGU ANGGARAN REALISASI %
KOMPONEN/SUB KOMP/AKUN/DETAIL
( BLU )
ANGGARAN PNBP (BLU)

A BELANJA REMUNERASI & PENGEMB ANGAN SDM 193.493.351.000 186.560.759.959 96,42

525111 BELANJA PEGAWAI, REMUNERASI & PENGEMBANGAN SDM 193.493.351.000 186.560.759.959 96,42

B BELANJA OPERASIONAL DAN PEMELIHARAAN RS (BLU) 232.836.618.000 200.893.927.461 86,28

OPERASIONAL PERKANTORAN 169.410.853.000 157.475.629.838 92,95


525112 ADMINISTRASI PERKANTORAN 16.174.687.000 11.735.713.386 72,56
525112 OBAT & ALKES HABIS PAKAI 142.301.166.000 137.745.061.177 96,80
525112 MAKANAN PASIEN KELAS VIP, I, II & III (Tupoksi) 7.600.000.000 4.962.436.108 65,30
525112 BELANJA DAYA TAHAN TUBUH 925.000.000 775.739.060 83,86
525112 PAKAIAN KERJA / PAKAIAN DINAS 500.000.000 461.068.000 92,21
525112 LINEN KEPERAWATAN 950.000.000 907.760.150 95,55
525112 BELANJA BARANG LANGGANAN TELEPON & AIR 960.000.000 887.851.957 92,48

BELANJA PEMELIHARAAN 22.357.400.000 13.147.608.969 58,81

525114 BELANJA PEMELIHARAAN GEDUNG DLL 4.850.000.000 4.847.652.777 99,95

525114 PEMELIHARAAN FASILITAS KANTOR 17.257.400.000 8.170.180.559 47,34

- Pemeliharaan Peralatan Medik & Kontrak Service Peralatan Medik 9.647.400.000 3.997.449.996 41,44
- Pemeliharaan Peralatan Non Medik & Kontrak Service Peralatan
7.610.000.000 4.172.730.563 54,83
Non Medik

525114 PEMELIHARAAN KENDARAAN RODA 2 & RODA 4 250.000.000 129.775.633 51,91

525115 PERJALANAN DINAS 1.540.000.000 681.989.229 44,29


,
525119 J A S A 39.528.365.000 29.588.699.425 74,85

C BELANJA MODAL ( BLU ) 35.336.307.000 16.598.143.287 46,97

BELANJA MODAL PERALATAN DAN MESIN (MEDIK & NON


537112 17.531.377.000 12.406.207.187 70,77
MEDIK)

537113 BEL. MODAL GEDUNG DAN BANGUNAN RS 4.237.083.000 2.855.550.532 67,39

RENOVASI GEDUNG DAN BANGUNAN/BELANJA MODAL


537115 13.567.847.000 1.336.385.568 9,85
FISIK LAINNYA
JUMLAH ANGGARAN BLU 461.666.276.000 404.052.830.707 87,52

BAB V Hasil Kerja 80


C. Upaya untuk Mempertahankan WTP 2017
i. Membentuk Zona Integritas
ii. Menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) :
Berdasarkan hal tersebut diatas RSUP Persahabatan membentuk Tim Sistem
Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) sebagai sistem pengendalian untuk
mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan kebijakan, perencanaan dan manajemen
secara terperinci dan terkoordinasi dengan bak untuk menuju Wilayah Bebas dari
Korupsi (WBK) dan Wilayah Bebas Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) .

BAB V Hasil Kerja 81


BAB VI
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Tahun ini secara umum menunjukan pencapaian kinerja selama tahun 2017 sesuai
dengan tugas pokok dan fungsi Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan sebagai
Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang
mengemban tugas pokok menyelenggarakan pelayanan kesehatan paripurna secara
berkesinambungan, pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan serta
pelaksanaan pelayanan lain di bidang pelayanan kesehatan yang bertujuan
meningkatkan status kesehatan dan senantiasa berorientasi kepada kepentingan
masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Tujuan Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan berdasarkan tugas pokok tersebut
diatas adalah terselenggaranya pelayanan prima dengan menerapkan upaya dalam
menjaga mutu dan keselamatan pasien.
Dalam mencapai tujuan tersebut, Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan telah
melaksanakan strategi dan pengukuran kinerja kegiatan selama Tahun 2017
sebagaimana diuraikan dalam bab terdahulu, namun disadari bahwa hasil kerja yang
dicapal belum optimal.
Sebagai gambaran pada pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan Rumah Sakit
Umum Pusat Persahabatan sepanjang tahun 2017, maka secara ringkas output yang
diperoleh adalah sebagai berikut:

1. Perbandingan Volume Kegiatan Menurut RBA dan Realisasi sampai dengan


tahun 2017
- Rawat Jalan dari target 284.624 kunjungan terealisasi 283.844 kunjungan atau
99,73%.
- Rawat Inap dari target 190.94 hari perawatan terealisasi 174.775 hari
perawatan atau 190,94%.
- Tindakan Medik dari target 554.848 tindakan terealisasi 571.300 tindakan atau
102,97%.
- Penunjang Medik dari target 2.394.234 terealisasi 2.733.532 atau 114,17%.

BAB VI Penutup 82
2. Hasil evaluasi kinerja Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan yang didasarkan
pada penilaian atas Indikator kinerja yang terdiri dari aspek keuangan (30%) dan
aspek pelayanan (70%). Dan hasil yang dicapai adalah 83,35 dengan tingkat
kinerja tinggi ″AA″ yang terdiri dari aspek keuangan 18,75 dan aspek pelayanan
64,60.
Pelaksanaan SPM dan Key Performance Indicators telah tercapai sesuai dengan
target yang ada demikian pula dengan program unggulan telah berjalan dengan
baik.

3. Adapun realisasi pendapatan jasa layanan tahun 2017 sebagai berikut:


- Pendapatan Jasa Layanan Rp 385.407.976.957,-
- Pendapatan Jasa Lainnya Rp 4.981.548.629,-
Jumlah Jasa Layanan Rp 390.389.525.586,-
Saldo Awal Tahun 2017 Rp 33.250.000.000,-
Jumlah Rp 423.639.525.586,-

• Belanja :
- Rupiah Murni Rp 140.957.409.547,- (91,79%)
- BLU Rp 404.052.830.707,- (87,52%)
Jumlah Belanja Rp 545.010.240.254,- (88,59%)

4. Upaya untuk Mempertahankan WTP 2017:


Perlu adanya berbagai upaya, dan strategi untuk mengoptimalkan pelaksanaan
kegiatan selanjutnya di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan melalui
penerapan berbagai kebijakan dalam perencanaan, pelaksanaan kegiatan
pelayanan, dan manajemen secara terperinci dan terkoordinasi dengan baik.

B. SARAN
Upaya dan strategi yang mungkin dilakukan dalam rangka optimalisasi pelaksanaan
kegiatan di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan disarankan sebagai berikut:
1. Melengkapi Kebijakan, pedoman, panduan, dan SPO pelayanan menyeluruh,
termasuk Panduan Praktek Klinik (PPK) dan clinical pathway.
2. Melaksanakan manajemen SDM yang berbasis kompetensi di tiap unit layanan
sehingga dapat terlaksananya alokasi dan distribusi SDM yang berbasis kompetensi

BAB VI Penutup 83
3. Meningkatkan pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien dan mutu
layanan yang PRIMA.
4. Menetapkan indikator kinerja di setiap unit pelayanan sebagai dasar untuk penilaian
dan evaluasi.
5. Menentukan prioritas penggunaan anggaran, sehingga usulan SDM, sarana,
prasarana dan alat untuk pelayanan dapat terpenuhi secara optimal.
6. Mengoptimalkan fungsi Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) sehingga dapat
menunjang kebutuhan jaringan di unit pelayanan dan Sistem Informasi Akuntansi.
7. Segera menyusun dan menetapkan panduan standarisasi alat kesehatan sebagai
acuan untuk melakukan pengkajian pengadaan alat kesehatan
8. Menginventarisasi SPO yang dibutuhkan untuk menunjang pelayanan yang optimal
dan meningkatkan kemampuan teknisi internal dengan mengadakan ataupun
mengikut sertakan dalam pelatihan-pelatihan ;
9. Mengoptimalkan informasi, sosialisasi dan promosi pelayanan serta rujukan
berjenjang di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan.
10. Perencanaan Business Plan dengan memperhatikan trend sesuai dengan kaidah
yang ada.

Demikian Laporan Tahunan ini kami susun sehingga dapat dijadikan informasi kinerja
dan kami menyadari bahwa masih ada kekurangan dari pembuatan laporan ini baik
dari materi maupun tehnik penyajiannya.

BAB VI Penutup 84