Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Perawatan Luka Post Operasi


Penyuluhan : Mahasiswa praktikan profesi ners Poltekkes Malang di Ruang
Bedah “Dahlia” RSUD Mardi Waluyo Blitar
Kelompok Sasaran : Pasien dan keluarga pasien di Ruang Bedah “Dahlia” RSUD
Mardi Waluyo Blitar
Tanggal/Bln/Thn : Jum’at, 28 September 2018
Waktu : 45 menit

A. LATAR BELAKANG

Pada saat ini, perawatan luka telah mengalami perkembangan yang sangat pesat
terutama dalam dua dekade terakhir ini. Teknologi dalam bidang kesehatan juga memberikan
kontribusi yang sangat untuk menunjang praktek perawatan luka ini. Disamping itu pula, isu
terkini yang berkait dengan manajemen perawatan luka ini berkaitan dengan perubahan profil
pasien, dimana pasien dengan kondisi luka akibat operasi semakin banyak ditemukan.
Kondisi tersebut biasanya sering menyertai kekompleksan suatu luka dimana perawatan yang
tepat diperlukan agar proses penyembuhan bisa tercapai dengan optimal.
Dengan demikian, perawat dituntut untuk mempunyai pengetahuan dan keterampilan
yang adekuat terkait dengan proses perawatan luka yang dimulai dari pengkajian yang
komprehensif, perencanaan intervensi yang tepat, implementasi tindakan, evaluasi hasil yang
ditemukan selama perawatan serta dokumentasi hasil yang sistematis. Perawat mempunyai
hak untuk memberikan pendidikan mengenai perawatan luka pada pasien post operasi kepada
pasien dan keluarganya guna untuk menunjang kesembuhan luka post operasinya.

B. TUJUAN
1) Tujuan Instruksional Umum :
Memberikan pengetahuan kepada pasien ruang bedag ‘Dahlia ’ Rsud Mari
Waluyo Blitar

2) Tujuan Instruksional Khusus


 Peserta penyuluhan dapat mengetahui definisi infeksi luka operasi.
 Peserta penyuluhan dapat mengetahui gejala infeksi luka operasi.
 Peserta penyuluhan dapat mengetahui faktor yang mempengaruhi
penyembuhan luka operasi
 Peserta penyuluhan mampu mengetahui cara pencegahan infeksi luka operasi
C. KEGIATAN

NO TAHAP KEGIATAN ALOKASI METODE ALAT EVALUASI


WAKTU PERAGA
(MENIT)
1. Pembukaan  Salam 5 menit - Peserta penyuluhan
pembukaan memperhatikan
 Doa pembukaan pembicara.

2. Penjelasan  Penjelasan 35 menit  Ceramah Leaflet  Peserta


(@10  Tanya
mengenai penyuluhan
menit) jawab
pengertian memperhatikan
infeksi luka penyuluhan
operasi dengan baik
 Penjelasan
mengenai gejala
infeksi luka
operasi
 Penjelasan
mengenai faktor
[enyembuhan
luka operasi
 Penjelasan
mengenai cara
pencegahan
infeksi luka
operasi
 Tanya jawab
3. Penutup  Pemberian 5 menit  pemberian Leaflet  Tes secara lisan
informasi tanya mengenai
 Doa penutup pemahaman
jawab
 Salam penutup
peserta tentang
Infeksi Luka
Operasi

F. METODE
Metode yang penyuluh gunakan dalam penyuluhan ini adalah metode ceramah dan tanya
jawab

G. MEDIA

Media yang penyuluh gunakan dalam penyuluhan ini adalah leaflet.

H. EVALUASI
Evaluasi dalam penyuluhan ini adalah berupa pertanyaan dari pemberi materi dan di
jawaban oleh peserta penyuluhan.
I. SUMBER PUSTAKA
LAMPIRAN MATERI

A. Definisi
Infeksi Luka Operasi (ILO) adalah infeksi dari luka yang didapat setelah operasi yang
dapat terjadi diantara 30 hari setelah operasi, biasanya terjadi diantara 5 sampai 10
hari setelah operasi.

B. Gejala Infeksi Luka Operasi


a. Calor (panas)
 Daerah peradangan pada kulit menjadi lebih panas dari sekelilingnya, sebab terdapat
lebih banyak darah yang disalurkan ke area terkena infeksi/ fenomena panas lokal karena
jaringan-jaringan tersebut sudah mempunyai suhu inti dan hiperemia lokal tidak
menimbulkan perubahan.

b. Dolor (rasa sakit)


 Dolor dapat ditimbulkan oleh perubahan PH lokal atau konsentrasi lokal ion-ion
tertentu dapat merangsang ujung saraf. pengeluaran zat kimia tertentu seperti histamin atau
zat kimia bioaktif lainnya dapat merangsang saraf nyeri, selain itu pembengkakan jaringan
yang meradang mengakibatkan peningkatan tekanan lokal dan menimbulkan rasa sakit.

c. Rubor (Kemerahan)
 Merupakan hal pertama yang terlihat didaerah yang mengalami peradangan. Waktu
reaksi peradangan mulai timbul maka arteriol yang mensuplai daerah tersebut melebar,
dengan demikian lebih banyak darah yang mengalir kedalam mikro sirkulasi lokal. Kapiler-
kapiler yang sebelumnya kosong atau sebagian saja meregang, dengan cepat penuh terisi
darah. Keadaan ini yang dinamakan hiperemia atau kongesti.

d. Tumor (pembengkakan)
 Pembengkakan ditimbulkan oleh karena pengiriman cairan dan sel-sel dari sirkulasi
darah kejaringan interstisial. Campuran cairan dan sel yang tertimbun di daerah peradangan
disebut eksudat.
e. Functiolaesa
 Adanya perubahan fungsi secara superficial bagian yang bengkak dan sakit disrtai
sirkulasi dan lingkungan kimiawi lokal yang abnormal, sehingga organ tersebut terganggu
dalam menjalankan fungsinya secara normal. (Yudhityarasati, 2007).

C. Faktor yang Mempengaruhi Penyembuhan Luka Operasi


1. Status nutrisi yang buruk Dapat menjadi atau tidak dapat menjadi faktor yang
mengkontribusi. Sayangnya beberapa penelitian tidak dilakukan pada negara berkembang
dimana malnutrisi berat lebih banyak terjadi.

2. Diabetes Mellitus yang tidak terkontrol

3. Merokok

4. Kegemukan Meningkatkan resiko pada lapisan lemak abdomen subkutan yang lebih dari 3
cm (1,5 inch). Resiko meningkat dikarenakan dibutuhkan incisi yang lebih luas, sirkulasi
yang berkurang pada jaringan lemak atau kesulitan teknik operasi saat melewati lapisan
lemak

5. Infeksi koeksisten pada tempat lain di tubuh Dapat meningkatkan resiko penyebaran
infeksi melalui aliran darah

6. Kolonisasi dengan mikroorganisme

7. Perubahan respon imun ( HIV / AIDS dan pengguna kortikosteroid jangka panjang)

8. Lamanya perawatan sebelum operasi

D. Pencegahan Infeksi Luka Operasi


1. Pembersihan luka Hal ini bisa dilakukan dengan mencuci luka dengan air steril. Hal ini
bisa dilakukan dengan menggunakan tekanan tinggi dengan jarum atau kateter dan alat
penyemprot yang besar. Solusi pembunuhan kuman dapat digunakan unuk membersihkan
luka.

2. Debridement Hal ini dilakukan untuk membersihkan dan membuang objek, atau kulit mati
dan jaringan dari daerah luka. Dokter dapat membatasi area yang rusak pada luka atau sekitar
luka. Pembalut basah bisa ditempatkan pada luka dan dibiarkan mengering. Dokter juga bisa
mengeringkan luka untuk membersihkan pus.

3. Penutup luka Hal ini juga disebut pembalut luka. Pembalut digunakan untuk melindungi
luka dari kerusakan lebih lanjut dan infeksi. Hal ini juga menolong menyediakan tekanan
untuk mengurangi pembengkakan. Pembalut bisa berbagai bentuk. Pembalut bisa
mengandung beberapa substansi untuk menlong mempercepat penyembuhan.

4. Obat-obatan Dokter mungkin memberikan antibiotik untuk mengatasi infeksi. Pasien juga
mungkin diberikan obat-obatan untuk mengurangi sakit, pembengkakan, atau demam.

5. Terapi oksigen hyperbarik Juga disebut HBO. HBO digunakan untuk memperoleh oksigen
lebih banyak ke dalam tubuh. Oksigen diberikan dibawah tekanan untuk menolong oksigen
supaya sampai ke jaringan dan darah. Pasien dimasukkan ke ruangan yang berbentuk seperti
tabung yang disebut ruangan hiperbarik atau ruangan tekanan. Pasien bisa melihat dokter dan
berbicara dengan mereka melalui pengeras suara. Pasien mungkin mebutuhkan terapi ini
lebih dari sekali.

6. Terapi tekanan negatif Juga sisebut vacuum-assisted closure (VAC). Pembalut berbentuk
spesial dengan melekat pada sebuah tabung diletakkan didalam kavitas luka dan ditutup
dengan ketat. Tabung berhubungan ke sebuah pompa yang akan menolong menyedot keluar
cairan berlebih dan kotoran dari luka. VAC juga mungkin menolong untuk meningkatkan
aliran darah dan mengurangi jumlah bakteri di luka.

7. Pengobatan lain Mengontrol atau mengobati kondisi medis yang menyebabkan


penyembuhan luka yang buruk menolong mengobati infeksi pada luka. Pasien mungkin perlu
minum obat untuk mengontrol penyakit seperti diabetes atau tekanan darah tinggi. Dokter
mungkin memberikan pasien supplemen atau menyarankan diet spesial untuk meningkatkan
nutrisi dan kesehatan pasien. Pembedahan mungkin dilakukan untuk meningkatkan aliran
darah jika pasien mempunyai masalah dengan pembuluh darah.
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
GAGAL JANTUNG

Disusun Oleh :
Kelompok 9

Nurohaini Yuliningtyas 1401460012


Tyas Hanif Muslimah 1401460027
Nicky Putri Capindo 1401460053
Dara Aza Smarayudizta 1401460054
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES MALANG
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI DIV KEPERAWATAN MALANG
JUNI 2016

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


GAGAL JANTUNG

DI RUANG F PENYAKIT DALAM (RUBY)


RS. LAVALETTE MALANG

Disusun Oleh :
Kelompok 9

Nurohaini Yuliningtyas 1401460012


Tyas Hanif Muslimah 1401460027
Nicky Putri Capindo 1401460053
Dara Aza Smarayudizta 1401460054
PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)

RS. LAVALETTE MALANG

2016