Anda di halaman 1dari 1

Semakin berkembangnya kawasan realestate di kota-kota besar dewasa ini seringkali dianggap

sebagai suatu hal yang biasa. Masyarakat kebanyakan sering menganggap hal tersebut adalah sesuatu
yang wajar sebagai tuntutan jaman. Padahal jika dilihat dari proses pengembangannya, pembangunan
kawasan realestate telah banyak memberikan kontribusi dalam dinamika sosial dan ekonomi
masyarakat khususnya di daerah yang menjadi objek pengembangan. Keberadaan realestate
memberikan pencerminan sebuah wilayah sebagai suatu kota metropolis yang modern. Masyarakat
kota pada umumnya menaruh minat pada kawasan realestate sebagai ruang tinggal karena ketersediaan
sarana prasarana yang legkap atau kondisi ruang tinggal yang lebih nyaman. Sehingga tidak
mengherankan jika di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya, pengembangan
realestate menjadi hal yang sangat diminati oleh investor. Keberadaan realestate dan peran investor
dalam pengembangannya memberikan kontribusi yang dinamis dalam peningkatan ekonomi daerah,
perubahan fisik kota, dan perubahan sosial masyarakat yang tinggal dalam lingkungan perumahan
tersebut. Sesuai dengan fungsinya sebagai tempat tinggal, perumahan dan pemukiman merupakan salah
satu kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi. Perumahan dan pemukiman juga merupakan
tempat yang melingkupi segala aktivitas manusia yang tinggal di dalamnya, baik aktivitas sosial,
ekonomi, politik, dan sebagainya. Sehingga, keberadaan perumahan dapat menjadi pencerminan dari
jati diri manusia yang tinggal di dalamnya, baik secara perorangan maupun dalam satu kesatuan dengan
manusia lain di sekitarnya.

Perumahan dan pemukiman juga memiliki peran yang sangat strategis dalam pembentukan
watak serta Realestate adalah kawasan perumahan yang secara formal dibangun oleh pengembanga.
Istilah ini digunakan untuk membedakan dengan perumahan informal. Demikian juga halnya dengan
pengembangan kawasan realestate di kota-kota besar/metropolitan. Keberadaan realestate
mencerminkan bagaimana manusia yang tinggal di dalamnya, baik dari segi sosial maupun ekonominya.
Realestate di kota-kota besar menjadi sebuah kawasan pemukiman modern yang tumbuh sebagai kota
mandiri , termasuk juga realestate-realestate yang berkembang di Lampung. Pengembangan realestate
di Lampung merupakan satu kelanjutan dari pengembangan pemukiman yang terus dibutuhkan. Hal
tersebut seiring dengan peningkatan jumlah penduduk yang terus bertambah lebih dari dua persen per
tahun. Dalam menghadapi pertumbuhan penduduk kota yang sangat cepat, perluasan kawasan
pemukiman pun tidak dapat dihindarkan lagi. Sebagaimana yang terjadi di Lampung. Kebutuhan akan
kawasan pemukiman baru mendorong pemerintah Kota Lampung untuk memperluas kawasan
pemukiman, yaitu dengan menambahkan Wilayah Pembantu Walikota baru di Lampung.