Anda di halaman 1dari 2

Praktikum Proteksi Keselamatan Radiasi

UJI KEBOCORAN RADIASI PESAWAT SINAR-X

Tujuan Instruksional Umum:


Setelah melakukan praktikum , praktikan diharapkan dapat memahami dan melakukan
pengujian kebocoran radiasi pesawat Sinar-X.

Tujuan Instruksional Khusus:


Setelah melakukan praktikum, praktikan mampu:
1. Menyebutkan definisi kebocoran pesawat Sinar-X
2. Menyebutkan batas yang diperbolehkan untuk kebocoran pesawat sinar-X
3. Menjelaskan metoda pengujian kebocoran radiasi sinar-X
4. Melaksanakan pengukuran kebocoran pesawat sinar-X

TEORI DASAR
Kebocoran rumah tabung pesawat sinar-X adalah laju dosis radiasi pada jarak 1
meter dari focal spot pada kondisi tegangan kerja dan arus tabung maksimum. Kriteria
kebocoran rumah tabung berdasarkan NCRP dapat dibagi dalam 2 kelompok, yaitu untuk
kelompok medis dan kelompok non-medis.Radiografi industri termasuk kelompok non-
medis.
Berdasarkan kriteria ini, radiasi bocor rumah tabung pada jarak 1 meter dari focal
spot tidak lebih dari 10 mSv/jam bila tabung dioperasikan pada tiap mA dan tegangan
kerja yang telah dispesifikasikan atau kondisi maksimum.
Penentuan tingkat kebocoran radiasi dari rumah tabung berdasarkan pengukuran
laju dosis radiasi pada jarak 1 meter dari focal spot. Pada saat pengukuran, jendela tabung
ditutup dengan bahan yang jenis dan tebalnya sama dengan rumah tabung. Diambil harga
rata-rata pada daerah seluas 100 cm2. Laju paparan radiasinya diukur dengan
menggunakan surveimeter, sebaiknya yang bisa mengukur paparan radiasi secara
kumulatif dalam selang waktu tertentu. Pengukuran dilakukan pada kondisi tegangan
kerja dan arus maksimum, serta biasanya memakan waktu yang cukup lama, oleh karena
itu, lama pengoperasian pesawat sinar-X harus diperhatikan berdasarkan kemampuan
system pendinginnya supaya tidak mengakibatkan rusaknya tabung sinar-x
PERALATAN DAN BAHAN
1. Monitor perorangan (film badge dan dosimeter saku)
2. Tanda radiasi dan tali kuning
3. Pesawat sinar-X
4. Surveimeter (minimum 2 buah)
5. Penutup jendela rumah tabung pesawat sinar-x.

LANGKAH KERJA
1. Gunakan dosimeter saku dan baca penunjukkan awal dosimeter tersebut
2. Gunakan monitor perorangan (film badge dan dosimeter saku)
3. Periksa surveimeter yang akan digunakan (baterai, sertfikat kalibrasi, respon
dan skalanya)

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir, BATAN 1


Praktikum Proteksi Keselamatan Radiasi

4. Surveimeter (mini dosimeter) yang akan digunakan untuk mengukur


kebocoran rumah tabung pesawat sinar-x, diatur pada mode “dose”
5. Pasang tali kuning dan tanda radiasi
6. Tutup jendela pesawat sinar-x
7. Nyalakan mesin x-ray dan lampu tanda radiasi
8. Lakukan aging/pemanasan mesin x-ray sesuai prosedur.
9. Letakkan Surveimeter (mini dosimeter) pada jarak 1 meter dari focal spot
10. Atur arus dan tegangan pesawat sinar-x pada kedudukan maksimum
11. Atur waktu penyinaran 1 menit
12. Operasikan pesawat sinar-x
13. Selama pesawat sinar-x sedang beroperasi, lakukan survey radiasi pada empat
posisi yg telah ditentukan, 1. Depan pintu ruang X-Ray ; 2.Tempat
operator/panel kontrol; 3. Dan 4. Sisi kanan kiri ruang penyinaran.
14. Ambil Surveimeter (minidosimeter) dan baca penunjukkannya, catat sebagai
data
15. Lakukan langkah 9-14 pada minimal 4 titik pengambilan data
16. Setelah selesai ambil data, Matikan mesin x-ray dan lampu tanda radiasi
17. Kumpulkan tanda radiasi dan tempatkan ditempat yang telah disediakan.
18. Baca penunjukan dosimeter saku.
19. Matikan surveimeter.
Catatan:
Pesawat sinar-x sebelum kondisi maksimum terpasang, telah dilakukan
aging(pengkondisian ) pesawat yang dilakukan oleh asisten dan laboran

TUGAS
1. Hitung radiasi bocor dari rumah tabung pesawat sinar-x
2. Analisa dan evaluasi hasil pengukuran diatas.
3. Analisa pengukuran survey radiasi pada lingkungan kerja terhadap peraturan
keselamata (perka BAPETEN)

Posisi Pengukuran

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir, BATAN 2