Anda di halaman 1dari 3

Precommissioning adalah pekerjaan untuk persiapan sebelum plant commissioning

dilaksanakan. Tahapan precommissioning dilakukan setelah kegiatan konstruksi selesai atau


selesai sebagian, pelaksanaannya tergantung dari planning dari sebuah proyek itu sendiri.
Precommissioning sendiri bertujuan untuk mempersiapkan dan memastikan equipment
(misal: pompa, blower, tangki, vessel dsb) siap untuk dijalankan. Kegiatan precommissioning
terbagi menjadi empat displin yaitu:

 Mechanical
 Piping
 Electrical
 Instrument

Pembagian ke dalam beberapa scope disiplin ini tentu untuk memudahkan pembagian tugas
dan pengerjaan sesuai dengan kompetensi engineer atau pekerjanya.

Bagian mechanical dibagi menjadi mechanical static (static) dan mechanical rotating.
Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Mechanical static bertanggung jawab
kepada perlatan atau equipment statis seperti vessel, tangki, heat exchanger, dsb.
Sedangkan mechanical rotating bertanggung jawab untuk peralatan yang berputar
(misal: pompa, blower, kompresor, agitator, dsb.). Berikut ini adalah contoh – contoh
pekerjaan mechanical saat fase precommissioning:

Mechanical Static

 Boxing up
 Cleaning Vessel / tangki
 Hydro-test tangki

Mechanical Rotating

 Pump run test


 Compressor run test
 Blower run test
 Agitator run test

Team Piping bertugas untuk melakukan pengetesan yang berhubungan dengan seluruh
system perpipaan. Beberapa tugasnya antara lain:

 Line check & Line up


 Hydro-test pipa
 Line cleaning (Blowing pipa & Purging pipa)
 Air freeing / pengusiran (dengan N2)
 Allignment pipa
 Reinstatement

Team Electrical bertugas mempersiapkan semua fasilitas yang berhubungan dengan


kelistrikan dan energy. Real pekerjaan dari electrical adalah sebagai berikut:

 Merger test
 Syncronize
 Motor solo run test / no load test
 Energizing for control circuit MCC/SWGR
 CT PT ratio for MV & LV panel
 Function test for control circuit MCC/SWGR
 Protection device setting for MCC

Team Instrument bertugas memastikan kesiapan dari alat instrumentasi dengan


melakukan pengetesan baik di site/ plant maupun workshop. Berikut adalah pekerjaan
yang berada dibawah tanggung jawab team instrument:

 PSV pooping test


 DCS Site acceptance test
 Loop test / function test of instrument
 Control logic test

(Muflikh Marsetyo)

Commissioning adalah rangkaian aktivitas dalam rangka pengujian kemampuan / kehandalan


peralatan yang diinstal dan dioperasikan sesuai dengan desain yang telah ditetapkan. Dalam
hal ini kita akan membahas commissioning pada sebuah pabrik. Comissioning sendiri tidak
terbatas pada proyek utuh satu pabrik namun juga meliputi modifikasi sebagian. Berbeda
dengan pada tahapan precommissioning dimana pengetesan dilakukan di masing – masing
alat secara terpisah. Saat commissioning, pengujian dilakukan dengan cara mengoperasikan
seluruh alat pabrik dijalankan secara bersamaan dan berhubungan satu sama lain. Saat
commissioning ini raw material sudah diolah menjadi produk.

Tugas utama seorang Process engineer / Commissioning engineer adalah sebagai berikut:

1. Memastikan Pabrik siap untuk commissioning ditandai dengan completion document.


2. Mempersiapkan procedure commissioning.
3. Membuat dan melaksanakan Pre Start up Safety Review (PSSR).
4. Membuat jadwal dan skenario / sequence commissioning (start up hingga performa
test).
5. Melaksanakan scenario commissioning dan memastikan sesuai dengan jadwal.
6. Melakukan troubleshooting bila ada masalah proses.
7. Memonitoring data – data operasional / data proses.
8. Membuat perbandingan antara data proses, dan data desain sebagai hasil performa alat.
9. Membuat laporan commissioning kepada client hingga tercapainya Operating
Acceptance.

Precomm : aktifitas setelah konstruksi. terkadang juga disebut bagian dari konstruksi.
Precomm meliputi aktifitas blowing-flushing-pigging, dan cleaning2 jalur pipa or
equipments. Calibration & Loop test. Meger test. Function test (terkadang function
test termasuk ke dalam aktifitas comm)

Comm : Comm berjalan setelah aktifitas precomm. system sudah siap untuk
dijalankan pertama kalinya dan siap untuk placed in service.

Start-up : Semua system yg ada di plant sudah selesai di commissioning dan Plant
siap untuk dijalankan. Untuk Start-up biasanya semua bahan baku siap untuk di
proses. Oil/Gas siap untuk dialirkan ke CPP. dan disaat start-up ini nantinya akan
dihasilkan produk untuk pertama kalinya.