Anda di halaman 1dari 401

http://bukuobat.blogspot.

com/

BUKU OBAT
SEHARI-HARI

M. Sholekhudin
http://bukuobat.blogspot.com

Buku digital (e-book) ini dibagikan secara gratis.


Boleh disebarluaskan dan dicetak untuk
kepentingan sendiri. Desain buku ini mengikuti
ukuran kertas A5 (ukuran buku kebanyakan).
Jika Anda mencetaknya, gunakan kertas A4. Satu
halaman kertas A4 bisa digunakan untuk
mencetak dua halaman buku.

Buku ini insyaallah akan terus diperbaiki dan


dilengkapi babnya. Yang sedang Anda baca ini
adalah versi yang dibuat pada:

Juli 2013

Untuk mengetahui perkembangan versi terbaru,


silakan kunjungi http://bukuobat.blogspot.com

Informasi lebih lanjut, hubungi penulis di


bukuobat@gmail.com

2
http://bukuobat.blogspot.com

DAFTAR ISI

Mafhum Sebelum Minum 5


01. Obat Demam 9
02. Obat Sakit Kepala dan Nyeri 19
03. Obat Flu-Pilek 37
04. PPA dan Obat Pelega Hidung 50
05. Obat Batuk 58
06. Obat Mag 70
07. Obat Diare 81
08. Obat Perut Kembung 92
09. Obat Sembelit 97
10. Suplemen 111
11. Vitamin C 121
12. Obat Sariawan 126
13. Obat Radang Tenggorok 134
14. Obat Bronkitis 141
15. Obat Mata 145
16. Obat Alergi 156
17. Kortikosteroid 162

3
http://bukuobat.blogspot.com

18. Obat Hipertensi 166


19. Pil KB 180
20. Antibiotik 192
21. Obat Tifus 212
22. Obat Asma 224
23. Obat TBC 251
24. Obat Asam Urat 271

25. Obat Generik 290


26. Obat buat Ibu Hamil 306
27. Obat buat Ibu Menyusui 327
28. Obat pada Bayi dan Anak 336
29. Obat Tradisional 345
30. Obat Awet Sehat 366
31. Referensi Kesehatan di Internet 374
32. Medicine Is A Big Business 377
33. Penulis 401

4
http://bukuobat.blogspot.com

MAFHUM
SEBELUM MINUM

Anda tahu berapa banyak jumlah merek dagang obat


yang beredar di Indonesia? Saya tidak tahu angka pastinya.
Setidaknya pasti puluhan ribu, bahkan mungkin hingga
beberapa ratus ribu. Itu pun setiap tahun masih ada tambahan
ribuan merek obat baru yang beredar. Menurut catatan Badan
Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), sepanjang tahun
2012 saja, ada sekitar empat ribu produk obat, obat
tradisional, dan suplemen yang teregistrasi. Ini baru jumlah
dalam satu tahun.
Tiap tahun ribuan produk baru membanjiri pasar,
sementara kita sebagai konsumen tidak mengetahui apa-apa
mengenai produk-produk ini. Kita mempercayakan urusan obat
sepenuhnya kepada petugas kesehatan (dan... iklan!) Saat kita
pulang dari dokter dan apotek, kita membawa satu kresek obat
yang kita tidak tahu apa isinya dan bagaimana efeknya
terhadap tubuh. Padahal, sebagai konsumen kita mestinya

5
http://bukuobat.blogspot.com

punya pengetahuan mengenai apa yang kita bayar dan kita


konsumsi.

itu. Dan apoteker adalah orang yang menyediakan racun itu.


Karena berurusan dengan racun itulah, dokter dan apoteker
bekerja di bawah sumpah.
Sebetulnya jumlah obat esensial (yang memang sangat
kita butuhkan dan sebaiknya kita ketahui) tidak begitu banyak.
Hanya dalam kisaran beberapa ratus. Namun, faktanya, di
Indonesia obat yang beredar di pasar jumlahnya melimpah
ruah. Dalam hitungan ribuan. Seolah-olah kita memerlukan
semuanya. Banyaknya jumlah obat ini cukup membingungkan.
Bukan hanya bagi konsumen awam, bahkan juga bagi dokter
dan apoteker. (Buku Obat ini memang ditulis karena penulis
berusaha mengurai kebingungan itu :p)
Buku pedoman obat yang diperuntukkan buat tenaga
kesehatan sudah banyak diterbitkan. Jika Anda rajin pergi ke
toko buku Gramedia atau Gunung Agung, Anda bisa
mengamati, di sana biasanya ada satu rak khusus yang
sepanjang tahun selalu berisi buku berjudul ISO Indonesia dan
MIMS. ISO kependekan dari Informasi Spesialite Obat. MIMS
singkatan dari Monthly Index of Medical Specialities. Buku-

6
http://bukuobat.blogspot.com

buku ini hanya untuk tenaga kesehatan seperti dokter, dokter


gigi, apoteker, bidan, dan perawat. Sementara, buku panduan
serupa yang ditulis untuk konsumen (yang harus membayar
dan menerima risikonya) justru masih belum banyak.
Apakah orang awam perlu memiliki pengetahuan
mengenai obat-obatan? Bukankah ilmu obat itu memang
wilayah tenaga kesehatan?
Tentu saja konsumen tidak perlu tahu urusan obat seperti
mahasiswa jurusan kedokteran atau farmasi. Yang perlu
diketahui adalah pengetahuan dasar yang membuat mereka
tahu apa yang mereka minum.
Penjelasan di buku ini sama sekali tidak dimaksudkan
agar pembaca bisa mengobati diri sendiri dan tidak perlu
datang ke dokter. Penjelasan obat di sini lebih dimaksudkan
sebagai bekal pengetahuan agar orang awam mengetahui isi
obat yang mereka minum, bagaimana cara kerjanya, apa efek
sampingnya, dan informasi-informasi lain yang perlu diketahui.
Idealnya dokter dan apoteker memberi penjelasan
gamblang kepada pasien. Namun, seperti kita tahu, kondisi
layanan kesehatan di Indonesia masih jauh dari bagus. Pasien
sering tidak mendapatkan penjelasan yang memadai tentang
obat yang diberikan kepadanya. Bahkan, pasien yang
menggunakan haknya untuk bertanya pun sering dianggap

7
http://bukuobat.blogspot.com

rewel dan bawel. Padahal, informasi yang penting dan jujur


adalah hak pasien.
Buku ini ditulis untuk pembaca awam yang tidak berlatar
belakang pendidikan ilmu kesehatan, karena itu tidak
mengikuti kaidah umum dalam dunia ilmiah. Istilah-istilah
medis yang sulit dipahami saya terjemahkan ke dalam bahasa
populer yang mungkin kurang tepat menurut standar ilmiah.
Tujuannya semata-mata agar lebih mudah dipahami.
Selamat membaca. Semoga bermanfaat. Dan, seperti

begitu pula dengan buku ini. Jika Anda menganggap "budi"


(buku digital) ini bermanfaat, silakan disebarluaskan. Buku
digital ini masih dalam tahap pengembangan dan perbaikan
terus-menerus. Jika Anda punya masukan, kritik, data
tambahan, atau sejenisnya, silakan sampaikan ke penulis.

Salam

Penulis

8
http://bukuobat.blogspot.com

01

OBAT DEMAM

Dari sekian banyak merek obat yang beredar di Indonesia,


salah satu obat yang paling banyak memiliki merek dagang adalah
parasetamol, obat demam yang juga punya khasiat meredakan
nyeri. Jumlahnya tak kurang dari 250 merek dagang. Artinya,
demam adalah salah satu alasan yang paling banyak membuat
orang minum obat.
Demam sebetulnya bukanlah sebuah penyakit. Demam
merupakan salah satu mekanisme tubuh bereaksi terhadap sesuatu
yang tidak normal, misalnya infeksi virus atau bakteri. Tubuh
menaikkan suhu dirinya untuk membunuh kuman penginfeksi itu.
Kita tahu, bakteri dan virus tidak tahan terhadap panas.
Demam juga merupakan salah satu cara alami mengaktifkan
sistem pertahanan tubuh. Kita tahu, kuman bisa mati jika terkena

9
http://bukuobat.blogspot.com

suhu panas. Demam juga membuat sel-sel darah putih lebih aktif
melawan virus dan bakteri. Jadi, sebetulnya demam punya fungsi
yang baik bagi kesehatan
kita. Itu sebabnya Mayo
Demam sebetulnya bagus Clinic menyarankan, untuk
untuk kesehatan.
penyakit yang tidak
berbahaya, demam tidak
perlu diobati! Jika setiap kali demam, kita minum obat, itu sama
saja dengan menghentikan kerja tubuh melawan kuman dan
meningkatkan imunitas (kekebalan).
Sebagian besar demam disebabkan oleh infeksi. Sebagian
kecil disebabkan oleh kondisi lain, misalnya akibat terpapar sinar
matahari. Infeksi bisa disebabkan oleh bakteri, bisa juga oleh virus.
Beda sebab, beda pula pengobatannya.
Sekalipun demam sebetulnya baik bagi daya tahan tubuh,
kita tetap memerlukan obat demam. Sebab, kalau dibiarkan saja,
demam bisa menyebabkan risiko buruk, misalnya dehidrasi
(kehilangan cairan tubuh), kejang (kalau demam sangat tinggi).
Pada bayi, demam biasanya menyebabkan mereka menjadi rewel
dan kurang istirahat.
Suhu tubuh normal manusia adalah 37 C. Disebut demam
jika suhunya 38 C atau lebih. Pada orang dewasa, demam pada
umumnya tidak berbahaya kecuali jika mencapai suhu 39,4 C.

10
http://bukuobat.blogspot.com

Pada anak-anak, demam harus diwaspadai kalau suhunya


mencapai 38 C.

Ukur dengan Termometer


Dalam kondisi demam, kita sebaiknya tahu persis berapa suhunya.
Ini penting sebab suhu merupakan dasar untuk mengambil
tindakan. Karena itu, setiap keluarga, terutama yang memiliki bayi
atau anak-anak, sangat disarankan memiliki termometer.
Sebaiknya termometer digital, bukan termometer air raksa karena
air raksa bisa berbahaya jika tertelan.
Pengukuran suhu tubuh harus benar-benar akurat. Hasil
pengukuran yang tidak akurat, misalnya meleset 1 C saja, bisa
menyebabkan kita melakukan tindakan yang tidak tepat. Pastikan
termometer masih akurat.
Pengukuran di ketiak biasanya kurang akurat. Pengukuran
suhu paling akurat bisa dilakukan di anus. Kalau pengukuran suhu
anus dianggap merepotkan, pengukuran suhu bisa dilakukan di
dalam mulut.
Jika pengukuran suhu lewat anus menunjukkan 38,0 C,
biasanya pengukuran lewat mulut terbaca 37,8 C. Sementara
pengukuran lewat ketiak terbaca 37,2 C.
Setelah tahu persis berapa suhunya, kita bisa menentukan
tindakan yang tepat. Ada ratusan penyakit atau kondisi yang bisa

11
http://bukuobat.blogspot.com

menyebabkan demam. Demam bisa merupakan gejala dari


berbagai macam penyakit, mulai dari yang ringan sampai yang
berbahaya dan harus segera mendapatkan pertolongan dokter.
Yang ringan misalnya demam karena flu-pilek, imunisasi,
tumbuh gigi, atau paparan sinar matahari. Yang tergolong serius
misalnya demam tifoid (tifus), infeksi saluran napas, atau infeksi
saluran cerna. Yang kritis dan harus segera mendapatkan
pertolongan dokter misalnya demam berdarah.
Tinggi rendahnya suhu tidak selalu berbanding lurus dengan
tingkat bahaya sebuah penyakit. Ada kalanya penyakit gawat
hanya disertai demam ringan. Sebaliknya ada pula penyakit ringan
yang disertai demam tinggi.
Pengukuran suhu memang penting. Tapi jangan terpaku
pada angka di termometer. Kondisi anak jauh lebih penting dari
angka temperatur. Walaupun suhu tinggi, mungkin demam itu
tidak begitu berbahaya jika anak masih aktif seperti biasa.
Sebaliknya, walaupun demamnya tidak begitu tinggi, bisa saja
kondisinya gawat kalau ia menunjukkan gejala lain yang kritis,
misalnya tidak responsif, muntah, atau diare.
Saat kita atau anak kita mengalami demam, kita memang
harus tetap tenang, tapi juga jangan terlalu meremehkan. Sebab,
demam bisa jadi merupakan gejala demam berdarah dengue. Di
Indonesia, penyakit akut ini masih merupakan salah satu ancaman
serius yang setiap tahun merenggut banyak korban.

12
http://bukuobat.blogspot.com

Cara Mengukur Cara Mengukur Suhu


Suhu Lewat Mulut Lewat Anus

 Bersihkan ujung termometer.  Oleskan pelumas pada ujung termometer.


 Masukkan ujung termometer  Tengkurapkan bayi di pangkuan, atau
ke bawah lidah. telentangkan.
 Masukkan 1,5-2,5 cm ujung termometer
secara hati-hati ke dalam dubur.

www.healthychildren.org

 Tahan minimal satu menit, www.healthychildren.org

baca hasilnya.
 Keluarkan termometer.

www.healthychildren.org

 Tahan bayi dalam posisi tengkurap atau


telentang selama tiga menit. Posisi bayi
harus ditahan karena jika ia menggeliat,
termometer bisa masuk terlalu dalam dan
menyebabkan luka.
 Baca hasilnya lalu keluarkan termometer.
 Jangan gunakan termometer di anus untuk
pengukuran di mulut.

13
http://bukuobat.blogspot.com

Pilihan Pertama: Parasetamol


Sebelum berpikir tentang obat, sebaiknya kita berpikir tentang cara
non-obat. Dalam urusan demam, kita bisa menggunakan cara
sederhana seperti kompres air. Jika cara ini tidak mempan, kita
bisa mempertimbangkan penggunaan obat.
Pada anak-anak, obat demam dianjurkan untuk diberikan
jika suhu tubuhnya mencapai 38,9 C atau lebih. Tujuan minum
obat tidak untuk menghilangkan demam tetapi untuk menurunkan
suhu.
Lo, apa bedanya?
Setelah si anak
minum obat, diharapkan
Tujuan minum obat tidak
suhu tubuhnya turun
untuk menghilangkan
sampai batas aman, tidak demam tetapi untuk
perlu sampai demamnya menurunkan suhu.
hilang sama sekali. Sekali
lagi, demam sendiri tidak berbahaya asal tidak terlalu tinggi.
Setelah minum obat, anak mungkin masih mengalami demam tapi
suhunya tidak terlalu tinggi.
Suhu yang terlalu tinggi harus dihindari, terutama buat anak
yang pernah punya riwayat kejang-demam. Sekali anak
mengalami kejang demam, ia punya kemungkinan mengalaminya
lagi saat mengalami demam tinggi lagi. Selain itu, obat demam

14
http://bukuobat.blogspot.com

diperlukan untuk menghentikan rewel pada bayi yang


membuatnya menjadi kurang tidur.
Jika memang obat penurun panas diperlukan, obat pilihan
utama yang dianjurkan adalah parasetamol. Dibandingkan obat-
obat penurun panas lainnya, parasetamol paling aman asalkan
digunakan dengan dosis normal dan tidak dalam jangka panjang.
Contoh merek dagang yang terkenal: Panadol®.
Jika pasien tidak bisa menelan obat, ia bisa menggunakan
parasetamol dalam bentuk supositoria (mirip torpedo) yang
dimasukkan ke dalam dubur.
Hati-hati jika menggunakan obat tetes. Baca betul aturan
pakainya. Pada saat meneteskan ke mulut bayi, pastikan betul
volumenya sudah tepat untuk menghindari risiko overdosis.
Pasalnya, obat tetes mengandung parasetamol dalam konsentrasi
yang tinggi. Kesalahan volume sebesar 0,3 ml liter saja bisa
menyebabkan anak minum parasetamol 30 mg lebih banyak.
Overdosis parasetamol bisa menyebabkan masalah di lever (hati).
Risiko overdosis harus diwaspadai mengingat aturan pakai
obat-obatan di Indonesia biasanya didasarkan pada umur, bukan
berat badan. Padahal, yang lebih tepat mestinya didasarkan pada
umur dan berat badan. Ada kalanya anak baru berusia dua tahun
tapi tubuhnya bongsor dan berat badannya seperti anak umur
empat tahun. Begitu pula sebaliknya, anak dengan usia empat
tahun tapi badannya kecil seperti anak umur dua tahun.

15
http://bukuobat.blogspot.com

Pilihan Kedua: Ibuprofen


Jika parasetamol sudah tidak mempan, kita bisa menggunakan
ibuprofen. Namun, pemakaiannya jangan digabung dengan
parasetamol. Gunakan salah satu saja. Jika keduanya diberikan
dalam waktu berdekatan, mungkin saja overdosis.
Contoh merek dagang ibuprofen yang terkenal: Proris®.
Dibandingkan parasetamol, ibuprofen memiliki kemampuan
menurunkan panas lebih kuat. Namun, obat ini memiliki
kelemahan karena punya efek samping lebih banyak.
Ibuprofen sebaiknya tidak digunakan pada bayi di bawah
enam bulan, atau pada kondisi demam yang disertai muntah dan
dehidrasi, serta pada demam berdarah. Pada penderita demam
berdarah, ibuprofen justru akan meningkatkan risiko pendarahan.
Jika parasetamol dan ibuprofen tidak mempan, sebaiknya
segera pergi ke dokter. Kecuali atas resep dokter, sebaiknya jangan
menggunakan aspirin (asetosal) karena obat ini punya efek buruk
yang lebih banyak.
Obat demam-flu terbaik adalah istirahat dan minum banyak
cairan, seperti air putih, jus buah yang encer, kuah sup, air hangat,
ASI, susu, atau oralit siap minum (misalnya Pedialyte®). Dalam
keadaan demam, tubuh kehilangan cairan lebih banyak dari
biasanya. Itu sebabnya kita harus minum air lebih banyak dari
biasanya.

16
http://bukuobat.blogspot.com

Jangan memakai pakaian atau selimut yang tebal. Hindari


mandi dengan air dingin. Sebaiknya gunakan air suam-suam kuku.
Mandi dengan air dingin justru bisa merangsang tubuh untuk
meningkatkan temperatur.

Obat Contoh merek dagang


Parasetamol Panadol®, Alphagesic®, Alphamol®, Analpim®,
Biogesic®, Bodrexin Demam®, Contratemp®, Cupanol®,
Dumin®, Erphamol®, Farmadol®, Fasgo Forte®, Fevrin®,
Grafadon®, Ikacetamol®, Itamol®, Lanamol®, Kamolas®,
Maganol®, Naprex®, Moretic®, Nasamol®, Nufadol®,
Ottopan®, Pamol, ®Praxion, Propyretic®, Pyrex®,
Pyrexin®, Pyridol®, Sanmol®, Tempra®, Turpan®,
Xepamol Drops®

Ibuprofen Proris®, Anafen®, Arfen®, Arthrifen®, Brufen®, Bufect®,


Dofen 400®, Dolofen-F®, Ethifen®, Farsifen®, Fenatic®,
Fenris®, Ibufenz®, Iprox®, Lexaprofen®, Mofen®,
Moris®, Ostarin®, Profen®, Prosic®, Prosinal®,
Rhelafen®, Ribunal®, Spedifen®, Yariven®

Kapan perlu ke dokter?


Pada Bayi dan Anak-anak:
 Jika demam mencapai 38,3 C atau lebih
 Jika usia bayi belum genap tiga bulan

17
http://bukuobat.blogspot.com

 Jika bayi tidak mau makan atau minum


 Jika bayi terus-terusan rewel atau tidak responsif
 Disertai muntah, diare, ruam (bercak merah) di kulit, atau lesu
 Demam tidak sembuh lebih dari 24 jam (untuk anak yang
belum genap dua tahun)
 Demam tidak sembuh lebih dari 3 x 24 jam (untuk anak di atas
dua tahun)

Pada Orang Dewasa:


 Jika demam mencapai 39,4 C atau lebih
 Jika demam tidak sembuh dalam tiga hari
 Disertai salah satu dari gejala ini: sakit kepala hebat, nyeri saat
menelan makanan, ruam di kulit yang berkembang, sensitif
terhadap cahaya terang, leher kaku dan sakit saat digerakkan,
muntah-muntah, kesulitan bernapas, nyeri dada, nyeri perut,
atau nyeri saat kencing

18
http://bukuobat.blogspot.com

OBAT SAKIT KEPALA


DAN NYERI

Apa obat sakit kepala yang paling cespleng? Jika Anda


bertanya kepada Hilbram Dunar, presenter acara Mario Teguh
Golden Ways, jawabannya tentu Bodrex®. Tapi kalau Anda
bertanya kepada Mario Teguh, biangnya langsung, tentu
jawabannya lain: Pamol Forte®—sambil tak lupa memberi nasihat
bahwa solusi selalu ada.
Kalau Anda bertanya kepada Tom, si kucing yang selalu sial
dalam serial kartun Tom and Jerry itu, jawabannya tentu lain lagi:
Aspirin®. Di beberapa episode, Tom digambarkan minum obat ini
karena pusing dikerjai oleh Jerry. Tom dan Jerry perlu kita bahas

19
http://bukuobat.blogspot.com

di sini karena hal ini berkaitan dengan budaya memilih obat sakit
kepala di masyarakat.
Kesimpulannya, mana yang lebih cespleng: Pamol Forte®,
Bodrex®, atau Aspirin®? Tidak ada obat sakit kepala yang
cespleng. Kalaupun ada, wallahu a’lam. Obat yang cespleng
harusnya bisa menyembuhkan sakit sampai ke akar-akarnya.
Faktanya, tidak ada obat sakit kepala yang menyembuhkan
sampai ke akar penyebabnya. Obat sakit kepala yang banyak
beredar di pasar hanya meredakan rasa nyeri. Nyeri kepala
hanyalah gejala, bukan sakit itu sendiri.
Kemungkinan penyebab sakit ini banyak sekali, lebih dari
dua ratusan. Bukan hanya penyakit di sekitar kepala dan leher.
Gangguan di daerah perut, dada, pembuluh darah, bahkan ujung
kaki pun bisa menyebabkan sakit kepala. Jadi, bukan pekerjaan
mudah, bahkan bagi dokter sekalipun, untuk mencari akar
masalahnya.
Untuk menemukan penyebabnya, dokter harus melakukan
pemeriksaan menyeluruh. Jadi, jangan merasa dikerjai jika hanya
karena urusan sakit kepala, dokter bertanya urusan makan, tidur,
sampai masalah di kantor dan problem rumah tangga. Itu bagian
dari metode dokter menemukan akar penyakit.
Sebagian besar orang pernah mengalami sakit kepala,
terutama kaum perempuan. Seperti namanya, gejala utama sakit

20
http://bukuobat.blogspot.com

ini berupa rasa nyeri di sekitar daerah kepala dan leher. Nyeri ini
bisa berlangsung selama beberapa jam sampai beberapa hari.
Sakit kepala bisa disebabkan oleh bermacam-macam faktor,
kemungkinannya banyak sekali. Beberapa di antaranya:

 Perubahan hormonal
Ini adalah jawaban kenapa sakit kepala lebih banyak dialami
oleh perempuan daripada laki-laki. Jadi, penyebabnya bukan
karena laki-laki lebih menyebalkan, melainkan karena
memang secara biologis perempuan lebih kompleks daripada
laki-laki.
Perempuan punya siklus hormonal yang menyebabkan
kadar estrogen naik turun. Perempuan haid, laki-laki tidak.
Perempuan hamil, laki-laki tidak. Perempuan menyusui, laki-
laki tidak. Semua proses ini melibatkan perubahan hormonal
yang bisa menyebabkan sakit kepala. Pada peempuan, sakit
kepala biasanya terjadi menjelang atau selama menstruasi.
Sebagian perempuan mengalami sakit kepala saat hamil,
menopause (mati haid), atau minum pil kontrasepsi (pil KB).

 Stres
Jangan heran bila stres nanti masuk ke berbagai bab.
Gangguan psikis ini memang bisa menyebabkan banyak sekali

21
http://bukuobat.blogspot.com

penyakit, mulai dari sakit kepala, sakit mag, gangguan tidur,


sampai tekanan darah tinggi.
Stres dan sakit kepala sebetulnya terjadi di tempat yang
berbeda. Stres terjadi hanya di otak, sementara sakit kepala
terjadi di kepala dan leher. Otak sendiri sebetulnya tidak bisa
merasakan nyeri karena otak tidak memilki saraf yang sensitif
terhadap rangsangan nyeri. Nyeri disebabkan oleh saraf-saraf
di wilayah kepala dan leher.
Lalu kenapa stres memikirkan atasan yang menyebalkan
atau pasangan yang bawel bisa menjadi pemicu sakit kepala?
Diduga, ini terjadi lewat mekanisme yang dikenal sebagai
mind-body connection.

 Makanan
Misalnya, pemanis buatan (seperti aspartam, yang banyak
terdapat di dalam minuman buatan pabrik), minuman tinggi
kafein (seperti kopi kental atau suplemen yang biasa disebut
“minuman berenergi”), makanan yang banyak mengandung
garam atau penyedap rasa MSG (misalnya mi instan),
makanan awetan, alkohol (misalnya wine), cokelat atau keju
jenis tertentu, dan masih banyak lagi. Semua contoh yang
disebut ini bisa saja menjadi biang keladi sakit kepala pada
orang-orang tertentu.

22
http://bukuobat.blogspot.com

Selain jenis makanan, sakit kepala bisa juga disebabkan oleh


pola makan, misalnya makan tidak teratur, telat makan, atau
makan dalam jumlah terlalu banyak.

 Perubahan pola tidur


Sebagian besar orang butuh tidur 7–8 jam sehari. Kurang tidur
atau kebanyakan tidur sama-sama bisa menjadi penyebab sakit
kepala. Sebagian orang memang terbiasa tidur singkat, tapi
mereka ini bukan pembanding yang umum.
Dalam urusan tidur, yang penting tidak hanya kuantitas tapi
juga kualitas. Sekalipun kita tidur selama delapan jam sehari,
bisa saja kita masih kurang istirahat jika kita tidur tidak
nyenyak. Selain itu, sakit kepala bisa juga dipicu oleh
perubahan jam tidur (misalnya karena kerja shift), atau jet lag.

 Ketegangan otot di daerah leher atau kepala


Misalnya, terlalu lama bekerja di depan komputer, terlalu lama
menonton televisi, salah postur saat tidur. Bisa juga
disebabkan karena ketegangan otot penglihatan. Misalnya, kita
mestinya sudah memakai kacamata tetapi memaksakan diri
banyak membaca tanpa kacamata. Ini juga bisa memicu sakit
kepala.

23
http://bukuobat.blogspot.com

 Faktor fisikal
Misalnya, bekerja terlalu capek atau melakukan aktivitas fisik
yang terlalu berat.

 Perubahan lingkungan
Contohnya, pindah bekerja di tempat baru, ruangan baru,
kantor baru, atau tempat tinggal baru.

 Putus kafein, putus nikotin, dsb.


Jika seseorang biasa minum kopi atau merokok, lalu dia
menghentikan kebiasaan ini, ia bisa mengalami sakit kepala
karena otaknya sudah terbiasa mendapat suplai kafein dari
kopi atau nikotin rokok.

 Rangsangan indra
Misalnya, cahaya lampu yang terlalu terang, sinar matahari
yang menyilaukan, suara yang terlalu bising, atau parfum yang
terlalu menyengat.

 Gas polutan
Misalnya, asap knalpot, uap cat, atau asap rokok.

 Pemakaian obat
Obat bisa menjadi biang keladi sakit kepala, terutama obat
sakit kepala yang diminum terus-menerus. Mungkin ini

24
http://bukuobat.blogspot.com

terdengar aneh tapi memang begitulah sifat obat. Jika kita sakit
kepala, lalu minum obat sakit kepala, rasa sakit itu bisa hilang
sesaat. Namun, jika kita terus-terusan minum obat tersebut,
obat itu justru bisa memicu sakit kepala.
Itu sebabnya kalau kita langganan sakit kepala, sebaiknya
kita fokus ke penyebabnya, bukan dengan cara mengandalkan
obat-obatan. Obat sakit kepala hanya menyelesaikan masalah
sesaat, tidak menyelesaikan masalah secara permanen, bahkan
mungkin saja bisa menambah masalah.

 Penyakit lain
Sakit kepala mungkin saja merupakan gejala dari penyakit
lain, misalnya flu, demam berdarah dengue, tifus (demam
tifoid), infeksi lain, tekanan darah tinggi (hipertensi), tumor,
gangguan pembuluh darah, gangguan saraf gigi, dan masih
banyak lagi.
Selain contoh-contoh di atas, masih ada amat sangat banyak
sekali faktor yang termasuk kategori “dan lain-lain”. Saking
banyaknya, tidak mungkin disebut satu per satu di sini.

Atasi Akar Masalahnya


Jika kemungkinan penyebab sakit kepala begitu banyak, lalu
bagaimana kita bisa mengobatinya? Di sinilah pentingnya kita
mengenali penyebabnya dengan tepat. Kekeliruan mengenali

25
http://bukuobat.blogspot.com

penyebabnya bisa menyebabkan sakit kepala berulang terus dan


menjadi kronis. Karena penyakit ini sangat berkaitan dengan pola
hidup kita sehari-hari, orang yang paling tahu penyebabnya adalah
kita sendiri.
Untuk mengatasi rasa nyeri, kita bisa minum obat-obat yang
dijual bebas di apotek. Namun, harap dicatat, obat-obat ini hanya
bekerja menghilangkan rasa nyeri. Jika masalah utama penyebab
sakit kepala tidak diselesaikan, maka nyeri bisa saja timbul lagi
berulang-ulang.
Pengobatan harus meliputi dua hal, yaitu pengobatan
simptomatis (mengatasi rasa nyerinya) dan pengobatan kausatif
(menghilangkan penyebabnya). Keduanya harus dilakukan
beriringan. Setelah rasa nyeri diatasi, si biang keladi nyeri juga
harus dihilangkan. Misalnya, jika sakit kepala dipicu oleh pola
tidur yang tidak teratur, kita juga harus mengatur pola tidur
dengan lebih baik. Jika penyebabnya adalah stres, kita harus
mengatasi dulu stres itu. Jika penyebabnya adalah hipertensi,
maka penderita juga harus mengontrol tekanan darahnya. Sekali
lagi, sakit kepala sangat berkaitan dengan gaya hidup secara
umum. Obat antinyeri saja tidak cukup. Harus disertai perubahan
pola hidup.
Jika akar masalahnya tidak diselesaikan, sakit kepala
cenderung menjadi kronis. Jika sudah kronis, umumnya penderita
akan sangat tergantung kepada obat. Sedikit-sedikit minum obat.

26
http://bukuobat.blogspot.com

Bahkan, satu tablet kadang tidak mempan lagi lalu sampai harus
menenggak dua tablet sekaligus. Selain akan membahayakan lever
(hati), minum obat terus-menerus juga akan menyebabkan
penderita lebih gampang terkena nyeri.

Obat-obat yang Biasa Digunakan


Sebagian besar obat sakit kepala dijual bebas. Bisa didapatkan di
apotek, toko obat, maupun toko kelontong. Dalam bahasa medis,
obat sakit kepala digolongkan ke dalam analgesik. Arti harfiahnya,
antinyeri. Karena khasiatnya meredakan nyeri, obat sakit kepala
bisa juga digunakan untuk mengobati nyeri lain, tidak hanya di
kepala. Misalnya, untuk sakit gigi, nyeri otot, rematik, hingga
nyeri haid. Pokoknya, semua sakit yang melibatkan rasa nyeri.
Sebagian besar obat pereda nyeri juga punya khasiat
menurunkan demam. Dalam istilah medis, khasiat menurunkan
demam ini disebut antipiretik. Itu sebabnya, dalam buku-buku
medis, obat sakit kepala, pereda nyeri, dan obat demam biasanya
masuk dalam satu bab: Analgesik-Antipiretik.
Beberapa contoh obat analgesik-antipiretik antara lain:

1. Parasetamol
Kadang di kemasan obat ditulis asetaminofen atau N-asetil-
para-aminofenol. Ketiganya bersinonim alias sama saja.
(Dalam dunia farmasi, satu jenis obat punya banyak nama

27
http://bukuobat.blogspot.com

lain.) Dibanding obat-obat lain di dalam kelompok ini,


parasetamol hingga saat ini dianggap paling aman. Baik bagi
perempuan hamil, ibu yang menyusui, maupun anak-anak.
Namun, penggunaan dosis besar dalam jangka panjang bisa
menyebabkan kerusakan hati. Itu sebabnya, meskipun relatif
aman, parasetamol tetap tidak dianjurkan untuk dikonsumsi
terus-menerus dalam dosis besar. Salah satu kelebihan obat ini
adalah bisa diminum saat perut kosong tanpa mengganggu
lambung. Dosis umum sekali minum 500 mg. Contoh merek
dagang: Lihat Bab Obat Demam.

2. Asetosal
Nama lainnya asam asetil salisilat atau aspirin. Ketiganya
sami mawon alias setalen tiga wang.
Asetosal mungkin bisa dianggap obat pereda nyeri dan
demam yang paling legendaris. Di masyarakat Barat, aspirin
merupakan obat sakit kepala legendaris. Itu sebabnya, saat
sakit kepala, Tom memilih obat ini, bukan parasetamol.
Di buku-buku atau artikel berbahasa Inggris, obat sakit
kepala identik dengan aspirin/asetosal. Jika Anda membaca
artikel kesehatan berbahasa Indonesia yang mengidentikkan
obat sakit kepala dengan aspirin, Anda boleh menduga artikel
itu terjemahan letterlijk dari tulisan berbahasa Inggris. Di

28
http://bukuobat.blogspot.com

masyarakat Indonesia, obat sakit kepala yang paling banyak


dikonsumsi adalah parasetamol. Budaya kita berbeda dari
budaya Tom dan Jerry.
Selain berkhasiat meredakan nyeri dan demam, aspirin
dalam dosis kecil (80–100 mg) juga biasa dipakai untuk
mencegah penggumpalan darah pada penderita serangan
jantung atau stroke. Merek dagang yang populer: Aspilets®.
Bukan untuk sakit kepala, melainkan untuk mencegah stroke
atau serangan jantung. Untuk obat sakit kepala, dosis umum
aspirin sekitar 500 mg.
Contoh merek dagang yang terkenal: Aspirin®, Inzana®.
(Aspirin sebetulnya nama dagang asetosal milik produsen
farmasi asal Jerman, Bayer. Karena saking legendarisnya,
nama dagang ini menjadi nama lain dari asetosal.)
Sesuai namanya, asam asetil salisilat ini bersifat asam. Sifat
asam membuat obat ini punya efek samping mengiritasi
lambung dan karenanya tidak cocok buat orang dengan sakit
mag. Juga tidak disarankan diminum dalam keadaan perut
kosong. Efek samping lain yang juga bisa terjadi antara lain
reaksi alergi pada kulit dan telinga berdengung.
Obat ini tidak dianjurkan untuk diberikan kepada anak yang
menderita flu (dan infeksi virus lainnya) karena berpotensi
menyebabkan penyakit yang disebut Sindrom Rye. Gejalanya
antara lain muntah dan demam tinggi. Obat ini juga tidak

29
http://bukuobat.blogspot.com

dianjurkan buat kasus demam berdarah dengue karena justru


akan meningkatkan risiko perdarahan.

3. Ibuprofen
Di Indonesia, obat ini lebih dikenal sebagai obat turun panas
pada anak-anak daripada pereda nyeri. Sama seperti aspirin,
ibuprofen sebaiknya dihindari kalau kita memiliki gangguan
mag. Obat ini memang cukup efektif untuk demam tinggi, tapi
sebaiknya tidak digunakan pada demam berdarah dengue
karena justru akan meningkatkan risiko perdarahan.
Contoh merek dagang yang mengandung obat ini: Lihat Bab
Obat Demam.
Dari nama merek dagang ibuprofen kita bisa melihat,
budaya masyarakat sangat mempengaruhi persepsi kita
terhadap khasiat obat. Proris® selama ini lebih terkenal
sebagai penurun panas pada anak-anak. Padahal, bisa saja
orang dewasa minum obat ini untuk sakit gigi, misalnya.

4. Asam mefenamat
Obat ini lebih dikenal sebagai pereda nyeri untuk sakit gigi.
Contoh merek dagang yang terkenal: Ponstan®. Obat ini
sebetulnya tidak termasuk obat bebas. Kalaupun tidak dengan
resep dokter, setidaknya harus lewat konsultasi dengan

30
http://bukuobat.blogspot.com

apoteker. Tapi faktanya obat ini bisa kita dapatkan dengan


mudah. Tidak hanya di apotek, tapi juga di toko-toko obat.
Mengapa kategorinya bukan obat bebas? Pertimbangannya
selalu masalah keamanan. Pasalnya, pada sebagian orang,
obat ini bisa menimbulkan gangguan darah karena itu harus
digunakan dengan hati-hati. Selain itu, sesuai namanya, "asam
mefenamat", obat ini juga bersifat asam.
Nama obat memang bisa dijadikan sebagai patokan umum.
Kalau didahului oleh kata “asam”, biasanya obat jenis ini bisa
mengiritasi lambung. Sama seperti aspirin, obat ini sebaiknya
dihindari kalau kita memiliki gangguan mag. Juga sebaiknya
tidak diminum dalam keadaan perut kosong.

Obat Contoh merek dagang


Asam Ponstan®, Allogon®, Alpain®, Altran®, Anacof®,

mefenamat Analspec®, Anastan Forte®, Asimat®, Benostan®,


Cetalmic®, Corstanal®, Datan Forte®, Dentacid®,
Dogesic®, Dolos®, Femisic®, Fensik 500®, Gitaramin®,
Grafamic®, Grafix®, Lapistan®, Licostan®, Maxstan®,
Mefast®, Mefinal®, Mefinter®, Menin®, Molasic®,
Nichostan®, Opistan®, Ponalar®, Poncofen®, Pondex®,
Ponsamic®

31
http://bukuobat.blogspot.com

5. Aminofenazon
Obat ini masih satu kelompok dengan asam mefenamat.
Dibandingkan golongan parasetamol dan asetosal, obat ini
relatif kurang aman. Itu sebabnya obat-obat golongan ini tidak
boleh digunakan secara bebas. Di beberapa negara, obat
golongan ini tidak boleh beredar. Tapi di Indonesia, obat ini
masih bisa dijumpai di dalam beberapa produk.
Termasuk dalam kategori ini adalah obat-obat analgesik
yang namanya berakhiran dengan “–azon”, seperti isopropil
fenazon, propifenazon (isopropil antipirin), dan fenil
butazon. Demi pertimbangan keamanan, sebaiknya hindari
berurusan dengan obat-obat jenis ini kecuali lewat resep
dokter. Di pasaran, masih ada beberapa produk obat sakit
kepala dan migrain yang mengandung propifenazon.
Sekalipun faktanya obat ini bisa dibeli tanpa resep, sebaiknya
kita hanya mengonsumsinya kalau sudah berkonsultasi ke
dokter atau apoteker.

6. Antalgin
Nama lainnya metamizol, metampiron. Obat ini pun masih
satu kelompok dengan aminofenazon dan asam mefenamat.
Di beberapa negara, obat ini dilarang beredar. Tapi di
Indonesia, obat ini masih beredar dengan status obat keras.

32
http://bukuobat.blogspot.com

Konsumen awam sebaiknya tidak menggunakan obat


golongan ini kecuali dengan resep dokter. Contoh merek
dagang yang cukup terkenal adalah Novalgin®.

Obat nomor 5 dan 6 ini sekadar untuk pengetahuan, mungkin


kita mendapat obat ini dari kawan atau penjual obat. Umumnya
kita sangat jarang berurusan dengan obat-obat ini. Sekali lagi,
pilihan utama untuk sakit kepala dan demam adalah parasetamol.
Sebelum minum obat, biasakan untuk membaca komposisinya
lebih dulu, siapa tahu produk itu mengandung obat yang
sebaiknya kita hindari.

Aman Dulu, Ampuh Belakangan


Satu merek obat kadang berisi salah satu obat di atas, kadang
berisi kombinasi dua atau lebih obat. Apa pun obat yang Anda
minum, biasakan untuk mencari tahu kandungannya lebih dulu.
Tujuannya agar kita terhindar dari efek buruk yang mungkin
terjadi. Dalam hal konsumsi obat, pedoman pertama: do no harm.
Jangan minum sesuatu yang mungkin membahayakan.
Jika Anda membeli obat (sekalipun obat bebas), usahakan
membelinya di apotek daripada di toko. Tiap kali mendapatkan
obat, pastikan Anda mengetahui merek (nama dagang) obat itu.
Biasanya merek obat tercantum di bungkusnya. Jika di

33
http://bukuobat.blogspot.com

bungkusnya tidak ada keterangan tentang kandungan obat, jangan


lupa bertanya. Itu hak pasien.
Untuk mengecek kandungan obat, Anda bisa mengunjungi
situ Badan POM di http://www.pom.go.id/webreg/.
Pilihan pertama obat sakit kepala dan demam adalah
parasetamol 500 mg. Di pasaran, ada beberapa produk yang berisi
parasetamol di atas 500 mg. Ada yang 600 mg, bahkan ada yang
650 mg. (Silakan cek berapa miligram parasetamol di dalam
produk yang diiklankan oleh Hilbram Dunar dan Mario Teguh.)
Ada juga parasetamol yang dikombinasikan dengan obat lain yang
masih satu kelompok, misalnya plus ibuprofen atau asetosal.
Kalau ditotal, dosis keduanya lebih besar dari parasetamol 500
mg.
Makin besar dosis suatu obat, biasanya obat memang akan
makin manjur tapi tentu saja makin besar efek buruknya. Maka,
demi alasan keamanan, sebagai pedoman pertama: pilihlah
parasetamol tunggal yang dosisnya standar saja, yaitu 500 mg.
Biasakan membaca label obat sebelum mengonsumsinya. Kalau
dosis lazim parasetamol sebesar 500 mg tidak mempan, sebaiknya
kita berusaha lebih sungguh-sungguh untuk menghilangkan
penyebab sakitnya, bukan dengan cara menaikkan dosisnya atau
minum beberapa macam jenis obat.
Di pasaran juga banyak produk parasetamol yang
dikombinasikan dengan kafein. Jika memang kita tidak

34
http://bukuobat.blogspot.com

memerlukan kafein, lebih baik kita minum parasetamol tunggal


saja. Sekali lagi, biasakan membaca label obat sebelum
mengonsumsinya.
Minum obat kombinasi parasetamol plus kafein sama saja
dengan minum obat sakit kepala bersamaan dengan minum
secangkir kopi. Kalau pada saat yang sama kita juga minum kopi,
maka efek sampingnya tentu akan lebih besar lagi. Obat kombinasi
seperti ini mungkin kita perlukan dalam kondisi khusus, misalnya
ketika kita mengalami sakit kepala saat berkendara atau saat
melakukan aktivitas yang menuntut kita tetap dalam kewaspadaan
tinggi.

Ke Dokter Jika
Sebagian besar kasus sakit kepala memang masuk kategori yang
tidak membahayakan jiwa. Namun, pada beberapa kasus, sakit
kepala bisa sangat membahayakan, terutama jika berhubungan
dengan penyakit lain. Ada sangat banyak penyakit yang
menimbulkan gejala sakit kepala. Sekadar menyebut contoh,
hipertensi, tumor kepala, penyempitan pembuluh darah kepala,
infeksi, radang, trauma kepala, dan masih banyak lagi.
Contoh ekstrem, sakit kepala bisa saja merupakan gejala dini
sebelum serangan stroke. Jika sakit kepala dianggap enteng dan
hanya diatasi dengan parasetamol, akibatnya bisa fatal. Itu

35
http://bukuobat.blogspot.com

sebabnya penderita harus tanggap dan segera mengenali


penyebabnya.
Umumnya sakit kepala tidak sampai mengharuskan kita
pergi ke dokter. Namun, untuk menghindari kemungkian risiko
yang lebih buruk, kita sebaiknya pergi ke dokter jika:

 Sakit kepal sangat parah dan sampai mengganggu tidur.


 Disertai kaku-leher, mual, muntah, demam, padangan mata
kabur, kesadaran menurun.
 Sakit kepala kronis, misalnya dalam seminggu terjadi 2–3 kali.
 Sakit kepala makin lama makin parah.

Agar penyebabnya mudah dikenali, penderita sangat


disarankan membuat catatan lengkap, misalnya kapan terjadi
nyeri, bagaimana rasanya, berapa lama, apa yang dimakan selama
24 jam terakhir, kapan dan berapa lama ia istirahat, adakah stres
di kantor atau di rumah, obat apa saja yang diminum, dsb. Makin
lengkap datanya, makin mudah dokter menemukan biang
keladinya.

36
http://bukuobat.blogspot.com

OBAT FLU-PILEK

Apa beda antara flu dan pilek? Ini pertanyaan awam yang
jawabannya masih belum disepakati di kalangan ahli bahasa
kedokteran. Hingga saat ini, istilah flu dan pilek masih sering
dipakai secara bergantian sebagai sinonim. Kamus Besar Bahasa
Indonesia edisi IV pun masih belum membedakan keduanya
dengan jelas. Selain flu dan pilek, masih ada istilah lain yang
mirip, yaitu selesma dan influenza.
 Pilek: sakit (demam) dengan banyak mengeluarkan ingus (biasanya disertai
batuk-batuk kecil); selesma.
 Flu: penyakit menular pd saluran pernapasan yg disebabkan oleh virus;
influenza; pilek
 Selesma: sakit kedinginan sehingga mengeluarkan ingus; pilek; ingus.
 Influenza: radang selaput lendir pada rongga hidung (yang menyebabkan
demam); penyakit demam yang mudah menular, disebabkan oleh virus yang
menyerang saluran pernapasan dsb; selesma

37
http://bukuobat.blogspot.com

Sebagian kalangan medis membedakan keduanya.


Penjelasannya mungkin agak ruwet untuk kebanyakan orang
awam. Untuk menyamakan persepsi di buku ini, kita bisa
menganggap flu adalah pilek yang berat. Kalau gejalanya hanya
berupa bersin-bersin dan hidung meler, itu namanya pilek. Tapi
kalau gejalanya berat sampai disertai demam dan sakit kepala, itu
bisa disebut sebagai flu.
Flu bisa disertai sakit kepala, demam, dan batuk. Itu
sebabnya obat flu kadang sulit dibedakan dari obat sakit kepala,
obat demam, dan obat batuk.

Penyebab
Flu dan pilek adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, bukan
bakteri. Virus dan bakteri sama-sama kuman tapi ukuran virus
lebih kecil dari ukuran bakteri, struktur biologisnya juga lebih
sederhana.
Virus penyebab flu dan pilek ini bermacam-macam. Jenisnya
sekitar 200-an. Virus ini menyerang saluran napas bagian atas,
yaitu hidung dan tenggorok. (Sekadar untuk diketahui, istilah yang
dipakai di kalangan medis adalah tenggorok, bukan tenggorokan).
Virus flu ini masuk ke dalam tubuh lewat mulut atau
hidung. Kuman-kuman ini menular lewat percikan cairan saat

38
http://bukuobat.blogspot.com

penderita bersin, batuk, atau bicara. Bisa juga menular lewat


benda-benda yang dipegang penderita.
Karena disebabkan oleh virus, penyakit flu ini tidak bisa
diobati dengan antibiotik. Jadi, pasien tak perlu minum antibiotik.
Percuma, sia-sia, mubazir. Antibiotik hanya bisa bekerja untuk
infeksi bakteri. Obat jenis ini tidak berdaya menghadapi virus.
Bagian ini perlu kita bahas karena di Indonesia sebagian
kalangan masyarakat punya kebiasaan yang tidak rasional. Saat
terkena flu, mereka berusaha mengobati diri sendiri, pergi ke
apotek membeli antibiotik yang merupakan obat resep tapi biasa
dijual bebas. Bahkan, sebagian dokter pun punya kebiasaan
meresepkan antibiotik buat pasien flu, terutama pasien anak-anak.
Jadi, pasien, apoteker, sampai dokter pun sering menggunakan
antibiotik secara tidak rasional.
Kalau begitu, apa yang bisa kita lakukan kalau terkena flu?
Masak, sakit kok tidak minum obat?
Penyakit ini termasuk self limiting diseases. Artinya, gejalanya
bisa hilang dengan sendirinya, asalkan daya tahan tubuh dalam
kondisi normal, dan tidak disertai dengan komplikasi penyakit
lainnya. Jadi, tanpa minum obat pun penyakit ini akan sembuh
dengan sendirinya, biasanya dalam tempo satu sampai dua
minggu.
Kalau gejalanya sudah dalam tingkat menjengkelkan,
misalnya sakit kepala berat atau hidung meler tak henti-henti,

39
http://bukuobat.blogspot.com

bolehlah kita minum obat untuk meringankan gejala-gejala


tersebut. Namun, perlu dicatat, obat-obat ini tidak menyembuhkan
flu, melainkan hanya meredakan gejalanya. Obat-obat ini tidak
membasmi virusnya, tapi hanya meredakan sakit kepala atau
hidung melernya.
Umumnya obat-obat flu termasuk golongan obat bebas.
Istilah kerennya OTC (over the counter), boleh dibeli bebas di konter
toko atau apotek tanpa resep dokter. Sama seperti obat sakit
kepala, obat flu juga merupakan golongan obat yang paling
banyak dibeli di apotek.
Yang perlu diingat adalah bahwa semua obat flu bekerja
secara simptomatis (hanya menghilangkan gejala), tidak melawan
virus penyebabnya. Tugas menghalau virus ini tetap dilakukan
oleh sistem pertahanan tubuh kita sendiri. Fungsi obat hanya
membantu supaya selama perang melawan virus itu, kita tidak
terganggu sakit kepala, demam, batuk, ataupun pilek.
Di pasar, merek dagang obat flu jumlahnya berjibun. Bahasa
Jawanya sak arat-arat. Harap maklum, permintaan pasar memang
sangat tinggi. Pabrik-pabrik farmasi berlomba membuat produk
obat flu. Semua diklaim paling manjur.
Sebetulnya, apa sih beda satu obat flu dengan obat lain?
Untuk tahu jawabannya, pertama-tama kita harus tahu isinya.
Secara umum, obat flu-pilek biasanya berisi:

40
http://bukuobat.blogspot.com

1. Analgesik-antipiretik
Ini istilah medis untuk obat yang khasiatnya meredakan nyeri
(analgesik) dan menurunkan demam (antipiretik). Baca juga
Bab Obat Sakit Kepala & Nyeri. Obat flu berisi pereda nyeri
karena memang salah satu gejala flu yang mungkin timbul
adalah sakit kepala. Adapun khasiat antipiretik dimaksudkan
untuk menurunkan gejala panas badan (demam) yang
menyertai flu.
Dalam tulisan-tulisan medis, istilah analgesik biasanya
berpasangan dengan antipiretik. Ini karena obat yang
berkhasiat meredakan nyeri biasanya juga berkhasiat
menurunkan demam. Contoh golongan obat ini antara lain
parasetamol dan asetosal. Di kemasan obat, parasetamol
kadang ditulis sebagai asetaminofen, sedangkan asetosal
kadang ditulis dalam versi panjangnya, asam asetil salisilat.

2. Dekongestan (pelega hidung)


Obat golongan ini bekerja melegakan hidung tersumbat. Istilah
dekongestan (decongestant) berasal dari kata de- yang berarti
menghilangkan, dan congest yang merujuk pada penyumbatan
saluran hidung. Contoh obat golongan ini: fenil propanolamin
dan pseudoefedrin. Mungkin telinga kita tidak begitu familiar

41
http://bukuobat.blogspot.com

dengan nama fenil propanolamin. Ya, obat ini memang lebih


dikenal sebagai PPA, singkatan dari phenyl-propanolamine.
PPA inilah bahan obat yang sempat berkali-kali diributkan
karena adanya berita bahwa obat ini ditarik dari pasar. Untuk
lebih jelasnya, silakan baca Bab PPA & Obat Pelega Hidung.

3. Antihistamin (antialergi)
Obat ini bekerja dengan cara menetralkan histamin. Histamin
sendiri adalah bahan yang bertanggung jawab terhadap
timbulnya gejala flu-pilek seperti hidung meler dan bersin-
bersin. Contoh obat golongan ini klorfeniramin maleat,
difenhidramin, tripolidin, bromfeniramin maleat.
Dari sekian banyak contoh antihistamin di atas, yang paling
banyak digunakan adalah klorfeniramin maleat. Nama ini
mungkin tidak begitu akrab di telinga awam. Dalam bahasa
sehari-hari, kita mengenalnya dengan sebutan CTM, singkatan
dari chlor-trimeton, nama lain klorfeniramin maleat. CTM,
klorfeniramin maleat, chlor-trimeton, semuanya setali tiga
uang alias sami mawon.
Selain punya khasiat antialergi dan menekan refleks batuk,
antihistamin punya efek samping membuat kantuk. Itu
sebabnya, saat minum obat flu yang mengandung
antihistamin, kita disarankan untuk tidak mengendarai

42
http://bukuobat.blogspot.com

kendaraan bermotor karena obat ini bisa mengurangi


kemampuan kita berkonsentrasi.
Obat flu hanya akan menyebabkan kantuk kalau ia berisi
golongan antihistamin. Kalau tidak mengandung antihistamin,
obat flu biasanya tidak menyebabkan kantuk. Jadi, agar kita
tidak mengantuk, pilihlah obat flu yang tidak mengandung
kelompok antihistamin.

4. Obat batuk
Karena flu kadang disertai batuk, banyak produk obat flu
mengandung obat batuk. Ada dua kelompok besar obat batuk,
yaitu penekan batuk (antitusif) dan pengencer dahak
(ekspektoran). Antitusif bekerja langsung di otak dengan cara
menekan sistem refleks batuk. Contoh obat, dekstrometorfan
dan noskapin.
Sementara ekspektoran bekerja dengan cara membantu
mengurangi kekentalan dahak sehingga lebih mudah
dikeluarkan. Contoh obat, bromheksin, guaifenesin (biasa
disebut juga gliseril guaiakolat atau GG), ambroksol, dan
karbosistein. Untuk penjelasan lebih detail, baca Bab Obat
Batuk.

43
http://bukuobat.blogspot.com

Obat flu-pilek umumnya berisi satu atau beberapa jenis obat


golongan di atas. Kadang, satu tablet berisi semua jenis obat di
atas. Di Indonesia, sebagian pabrik farmasi punya kecenderungan
untuk membuat satu obat berisi bermacam-macam kombinasi
bahan aktif. Obat “sapu jagat” semacam ini memang bisa sangat
laris karena bisa untuk segala jenis flu-pilek. Namun, dari sisi
keamanan terapi, cara ini sebetulnya tidak sesuai dengan kaidah
farmasi yang baik. Harusnya pencampuran obat dilakukan
seminimal mungkin untuk menghindari interaksi obat dan efek
samping yang tidak perlu.
Sebagai pedoman umum, sebaiknya pilihlah obat yang
isinya memang benar-benar kita butuhkan. Jangan membiasakan
diri minum obat sapu jagat. Sebagai contoh, jika pileknya tidak
disertai dengan sakit kepala atau demam, kita tak perlu minum
obat flu-pilek yang berisi parasetamol. Jika flu tidak disertai
penyumbatan saluran napas, kita tak perlu minum obat yang
mengandung PPA atau pseudoefedrin.
Ingat, obat sejatinya adalah racun. Makin banyak kita
minum obat, artinya makin banyak kita minum racun—sesuatu
yang tidak kita perlukan dan hanya akan membebani tubuh.
Obat-obat flu-pilek di pasaran sebagian besar berada dalam
bentuk kombinasi yang berisi dua, tiga, empat, bahkan lima jenis
obat dari kelompok parasetamol (antinyeri-antidemam), CTM
(antialergi), PPA (pelega hidung), dekstrometorfan (penekan

44
http://bukuobat.blogspot.com

batuk), ekspektoran (pengencer dahak). Dari sisi keamanan, makin


banyak kombinasinya, makin besar efek samping dan mudaratnya.
Karena itu, sebagai pedoman umum: gunakan obat yang memang
kita perlukan saja.

Pilihlah Obat yang Mengandung


Antihistamin Dekongestan Analgesik- Antitusif Ekspektoran
Jika gejala flu (antialergi) (pelega antipiretik (penekan (pengencer
hidung) (antinyeri- batuk) dahak)
berupa
antidemam)

Bersin-bersin,
hidung meler √
ringan, batuk
ringan

Hidung meler √
sampai
tersumbat

Demam atau √
sakit kepala

Batuk kering √

Batuk berdahak √

Biasanya saat kita mengalami flu-pilek, jarang sekali semua


gejala di atas muncul bersamaan. Pada umumnya hanya dua atau
tiga saja gejalanya. Karena itu, kalau memang kita harus

45
http://bukuobat.blogspot.com

menggunakan obat flu, pilihlah obat yang memang kita perlukan


saja sesuai gejala.
Sebagai contoh, kalau flu-pilek tidak disertai batuk, buat apa
membeli obat batuk yang mengandung pengencer dahak
(ekspektoran) atau penekan batuk (antitusif)? Begitu pula kalau
hidung tidak tersumbat, tak ada gunanya kita membeli obat flu
yang mengandung dekongestan (pelega hidung). Obat-obat yang
tidak kita perlukan ini hanya akan membebani tubuh dengan efek
samping.
Dari tabel berikut kita bisa melihat, makin ke bawah, makin
banyak kandungan obatnya, dan tentu saja makin banyak
kemungkinan efek samping dan mudaratnya. Perhatikan juga
dosisnya. Sebagian produk mengandung pseudoefedrin 30 mg per
takaran, sebagian lainnya mengandung 60 mg. Sebagai pilihan
pertama, gunakan yang dosisnya 30 mg per takaran. Jika kita
menggunakan produk pseudoefedrin 60 mg, hati-hati terhadap
risiko efek sampingnya seperti jantung berdebar-debar atau susah
tidur.
Satu hal lagi yang perlu diingat: apa pun penyakit kita,
jangan pernah lupa pedoman umum berobat: jika sakit berlanjut,
segera hubungi dokter.

46
http://bukuobat.blogspot.com

Komposisi obat Contoh merek dagang

Actifed®, Alerfed®, Crofed®, Flutrop®, Grafed®,


Lapifed®, Librofed®, Mertisal®, Protifed®,
Nichofed®, Nostel®, Protifed®, Quantidex®,
Antialergi & pelega
Tremenza®, Trifed®, Trifedrin®, Valved®, Zentra®,
hidung
Alco Plus®, Aldisa SR®, Bodrexin Pilek Alergi®,
Cirrus®, Rhinofed®, Rhinos Junior®, Rhinos SR®,
2 jenis obat

Clarinase®, Cronase®, Fexofed®, Telfast Plus®,


Triaminic Pilek®, Nalgestan®

Penekan batuk
Bantif Child®, Triaminic Batuk & Pilek®
& pelega hidung

Pengencer dahak &


Triaminic Expectorant & Pilek®
pelega hidung

Parasetamol & pelega


Sanaflu®, Topras®
hidung

Contrex®, Corhinza®, Colpica®, Decolgen FX®,


Decolgen Syrup®, Decolgen Tablet®, Deconal®,
Parasetamol,
Fludane®, Flurin®, Flu-Tab®, Mixagrip®,
3 jenis obat

antialergi & pelega


Molexflu®, Panadol Cold & Flu Night®,
hidung
Paranomin®, Procold®, Refagan®, Trifedrin Plus®,
Extra-Flu®, Flunax®

Parasetamol, pelega Bodrex Flu & Batuk®, Panadol Cold & Flu®,

47
http://bukuobat.blogspot.com

hidung & penekan batuk Recomint®, Sanaflu Plus Batuk®, Ultragrip®

Actifed Plus Cough Suppressant®, Lapifed DM®,


Antialergi, pelega
Alco Plus DMP®, Hustadin®, Noscapax®, Tuseran
hidung & penekan batuk
Pedia DMP®

Antialergi, pelega Actifed Plus Expectorant®, Gifed Expectorant®,


hidung & pengencer Lapifed Expectorant®, Valved DM®, Berlifed®,
dahak Polaramine Expectorant®

Parasetamol, antialergi
Hustab®, Kidikol®, Pinkid's Cough®
& pengencer dahak

Alpara®, Anadex®, Antiza®, Corsagrip®, Flu


Parasetamol, antialergi,
Stop®, Fludane Plus®, Fludexin®, Flurin Dmp®,
Pelega hidung
Flutamol P®, Lacoldin®, Kontrabat®, Mixaflu®,
& penekan batuk
Tuzalos®, Frigrip®

Anacetine®, Bestocol®, Bisolfon Flu®, Bronchitin®,


Bodrexin Syrup®, Bodrexin Flu & Batuk®, Bodrex
4 jenis obat

Parasetamol, antialergi,
Flu & Batuk Berdahak®, Bycolen®, Flutamol®,
Pelega hidung &
Frigrip®, Ikadryl Flu®, Kafsir®, Oskadon Flu &
pengencer dahak
Batuk Berdahak®, Ponflu®, Supra Flu®, Stop
Cold®, Ikadryl Flu®, Combi Flu®

Antialergi, pelega
hidung, antibatuk Dextral®, Dextrosin®
& pengencer dahak

48
http://bukuobat.blogspot.com

Sebetulnya di kolom ini masih ada contoh produk-


Parasetamol, antialergi, produk obat “sapu jagat” yang berisi lima jenis obat.
5 jenis obat

pelega hidung, Demi alasan keamanan, sebaiknya hindari


antibatuk & pengencer penggunaannya kecuali tidak ada pilihan yang lebih
dahak aman, yang komposisinya memang benar-benar
kita butuhkan.

49
http://bukuobat.blogspot.com

PPA
& OBAT PELEGA HIDUNG

Di Indonesia, obat yang biasa disebut PPA (singkatan versi


Inggris: phenyl propanolamine) ini sering sekali diributkan. Hampir
sepanjang tahun. Dan lucunya, setiap tahun, materi yang
diributkan itu-itu saja tapi tetap saja berulang. Beberapa tahun
lalu, beredar hoax alias kabar tak benar yang menyebar lewat SMS
dan e-mail. Isi berita itu mengatakan bahwa Badan Pengawas Obat
dan Makanan (Badan POM) Republik Indonesia telah melarang
peredaran semua produk obat yang mengandung PPA. Di akhir
tulisan, terdapat perintah yang tegas sekali: kirimkan informasi ini
kepada setiap orang yang Anda kenal!

50
http://bukuobat.blogspot.com

Badan POM sudah berkali-kali memberikan penjelasan


resmi. Meski begitu, hoax ini masih saja beredar. Penyebarannya
jauh lebih cepat daripada berita resmi yang dikeluarkan oleh
Badan POM.
Sebetulnya bagaimana sih duduk perkaranya?
Seperti yang sudah dijelaskan di Bab Obat Flu-Pilek, khasiat
utama PPA adalah melegakan hidung yang mampet. Itu sebabnya,
obat ini biasa dijumpai di dalam produk obat flu-pilek dan obat
batuk. Namun, selain efek melegakan hidung, obat ini juga punya
beberapa efek samping, misalnya jantung berdebar-debar, tekanan
darah tinggi, dan berkurangnya nafsu makan.
Karena bisa mengurangi nafsu makan, PPA di beberapa
negara dimanfaatkan sebagai obat pelangsing yang dijual bebas.
Dosisnya dibuat tinggi sehingga peminumnya kehilangan nafsu
makan dan akhirnya bisa kurus.
Sebagai pelega hidung mampet, dosis PPA biasanya tidak
lebih dari 15 mg. Tapi sebagai obat pelangsing, dosisnya bisa
beberapa puluh miligram. Jauh di atas dosis yang lazim untuk obat
flu-pilek dan batuk.
Dalam dosis besar ini, PPA bisa meningkatkan risiko
perdarahan di otak alias stroke. Itu sebabnya Food and Drug
Administration (FDA, Badan POM di Amerika Serikat) melarang
peredarannya sejak November 2000. Di beberapa negara lain,

51
http://bukuobat.blogspot.com

PPA tidak boleh beredar sama sekali, atau beredar tapi hanya
boleh didapatkan dengan resep dokter.
Itu kebijakan di luar negeri. Bagaimana dengan Indonesia?
Di bawah ini penjelasan resmi (versi cerita bebas) Kepala
Badan POM Dokter Husniah Rubiana Thamrin Akib, Sp.FK,
tahun 2009. Penjelasan ini masih bisa dipakai sebagai acuan
hingga sekarang karena kasus salah-informasi tentang PPA masih
sering berulang dan isinya sebetulnya sama saja dari tahun ke
tahun. (Ini salah satu tabiat buruk kita. Meributkan hal yang sama
berulang-ulang, bertahun-tahun.)

Dibatasi, Bukan Dilarang


Sampai sekarang FDA Amerika masih merupakan rujukan utama
di tingkat internasional mengenai obat dan makanan. Badan POM
Republik Indonesia pun biasa merujuk ke badan ini. Namun,
dunia farmasi tak bisa dilepaskan dari aspek budaya masyarakat.
Dalam hal PPA, masyarakat Indonesia berbeda dari Amerika.
Di Amerika, PPA, selain digunakan di obat pilek, juga
digunakan sebagai obat pelangsing dalam dosis besar. Kebiasaan
ini tidak berlaku di Indonesia. Di negara kita, PPA tidak lazim
dipakai sebagai obat pelangsing. Obat ini lazimnya hanya
digunakan dalam obat flu-pilek dan batuk dalam dosis kecil, tak
lebih dari 15 mg. Dosis ini dianggap masih aman. Itu sebabnya

52
http://bukuobat.blogspot.com

Indonesia tidak melarang peredaran obat flu-pilek dan obat batuk


yang mengandung PPA.
Yang dilakukan Badan POM adalah membatasi kadar PPA
di dalam produk obat, maksimal 15 mg dalam satu takaran. Yang
dimaksud satu takaran di sini adalah dosis sekali minum. Hanya
produk yang mengandung PPA di atas 15 mg per takaran yang
harus ditarik dari peredaran.
Jadi, di Indonesia, PPA tidak dilarang beredar, melainkan
dibatasi pemakaiannya. Obat-obat flu-pilek yang mengadung PPA
masih boleh beredar, masih bisa diminum sebagai pelega hidung,
asalkan sesuai dengan batasan di atas.
Yang perlu dicatat, PPA memang punya beberapa efek
samping buruk yang harus diwaspadai, misalnya jantung berdebar,
tekanan darah meningkat, pusing, dan susah tidur. Itu sebabnya
obat ini tidak boleh diminum oleh pasien yang punya darah tinggi,
masalah jantung, diabetes, atau glaukoma (tekanan tinggi bola
mata).
Makin besar dosis yang diminum, makin besar pula
kemungkinan timbulnya efek samping tersebut. Hal ini perlu
ditegaskan karena orang Indonesia punya kebiasaan tidak baik
dalam minum obat, yakni minum beberapa tablet sekaligus,
melebihi dosis yang dianjurkan.
Efek buruk ini sebetulnya bukan hanya dimiliki oleh PPA,
tapi juga obat-obat dekongestan lain yang masih satu golongan,

53
http://bukuobat.blogspot.com

misalnya efedrin dan pseudoefedrin. Jadi, kalau kita dianjurkan


waspada terhadap PPA, mestinya kita juga waspada terhadap
efedrin dan pseudoefedrin.
Yang menarik, karena PPA sudah dipersepsi oleh sebagian
konsumen sebagai “obat terlarang”, beberapa pabrik obat beralih
menggunakan pseudoefedrin dalam dosis tinggi (di atas 30 mg)
yang risiko buruknya sama atau bahkan lebih besar dari PPA
dosis wajar.
Di jajaran obat bebas, banyak sekali obat flu, pilek, batuk,
dan asma yang mengandung PPA, efedrin, dan pseudoefedrin
bersama obat-obat jenis lain. Ini juga merupakan salah satu
kebiasaan industri farmasi yang tidak baik, yaitu mencampur
berbagai obat dalam satu sediaan. Agar kita terhindar dari paparan
obat yang tidak kita perlukan, setiap kali hendak membeli dan
minum obat, biasakan untuk selalu membaca komposisinya.
Untuk mengurangi efek samping obat pelega hidung, kita
bisa memilih dekongestan dalam bentuk obat tetes hidung. Karena
langsung diteteskan di hidung, obat ini tidak begitu banyak diserap
oleh tubuh sehingga efek sampingnya pun minimal. Secara umum,
obat tetes hidung ini bisa dipakai oleh ibu hamil maupun penderita
hipertensi. Contoh dekongestan yang biasanya berupa obat tetes:
oksimetazolin, xilometazolin. Contoh merek dagang: Afrin®,
Iliadin®, Otrivin®.

54
http://bukuobat.blogspot.com

Meski relatif aman, produk dekongestan tetes hidung ini


tidak boleh dipakai sering-sering dan lebih dari tiga hari. Pasalnya,
makin sering dan makin lama digunakan, obat ini justru bisa
membuat penyumbatan hidung semakin sulit diatasi kecuali
dengan cara dosisnya dinaikkan terus-menerus. Ini efek buruk
yang harus dihindari dengan cara menggunakannya sesekali saja
jika memang penyumbatan hidung sangat mengganggu.
Jika penyumbatan hanya disebabkan oleh ingus yang kental,
kita bisa menggunakan tetes hidung yang berisi larutan garam.
Contoh merek dagang: Breathy®. Karena isinya hanya air dan
garam, obat tetes ini sangat aman, bisa dipakai lebih sering dan
lebih lama. Tetes hidung yang berisi garam ini memang tidak
ampuh mengatasi hidung tersumbat karena memang isinya cuma
air dan garam dan fungsinya hanya mengencerkan ingus. Jadi,
harus sering-sering diteteskan.
Dalam produk obat flu, dekongestan biasanya
dikombinasikan dengan kelompok obat lain, misalnya
antihistamin (CTM dkk), antinyeri-antidemam (parasetamol dkk),
dan obat batuk. Contoh-contoh kombinasi dan merek dagang bisa
dilihat di Bab Obat Flu-Pilek.

55
http://bukuobat.blogspot.com

Obat Contoh merek dagang

PPA (fenil Allerin®, Alpara®, Anacetine®, Anadex®, Antiza®,


propanolamin) Bestocol®, Bodrexin Syrup®, Codecon®, Colfin®,
Collerin Expectorant®, Combi Flu®, Contac 500®,
Corsagrip®, Cough EN Expectorant®, Decolgen
Tablet®, Decolsin®, Deconal®, Dextral/Dextral
Forte®, Dextrosin®, Dextrosin Anak®, Extra-Flu®,
Farapon®, Flu Stop®, Flucadex®, Flucodin®,
Fludane®, Flunax®, Flu-Tab®, Flutamol®,
Fluzep®, Frigrip®, Kontrabat®, Lacoldin®,
Lapisiv®, Mixaflu®, Mixagrip®, Molexflu®,
Nalgestan®, Neo Novapon®, Neozep Forte®,
Nodrof®, Oskadon Flu & Batuk Berdahak®,
Paranomin®, Paratusin®, Ponflu®, Pyridryl®,
Recomint®, Sanaflu Plus Batuk®, Sanaflu/Sanaflu
Forte®, Stop Cold®, Topras®, Triadex®, Tuzalos®,
Ultragrip®

Pseudoefedrin Actifed®, Actifed Plus Cough Suppressant®, Actifed


Plus Expectorant®, Alco®, Aldisa SR®, Alerfed®,
Bantif Child®, Berlifed®, Bodrex Flu & Batuk®,
Bodrex Flu & Batuk Berdahak®, Bodrexin Flu &
Batuk®, Bodrexin Pilek Alergi®, Cirrus®,
Clarinase®, Colpica®, Contrex®, Corhinza®,
Crofed®, Cronase®, Decolgen FX®, Decolgen
Syrup®, Disudrin®, Fexofed®, Flurin®, Flurin

56
http://bukuobat.blogspot.com

Dmp®, Flutrop®, Gifed Expectorant®, Grafed®,


Hustadin®, Ikadryl Flu®, Lapifed®, Lapifed DM®,
Lapifed Expectorant®, Librofed®, Mertisal®, Neo
Protifed®, Neo Triaminic®, Nichofed®, Noscapax®,
Nostel®, Panadol Cold & Flu®, Panadol Cold & Flu
Night®, Paratusin®, Polaramine Expectorant®,
Procold®, Pro-Inz®, Protifed®, Quantidex®,
Refagan®, Rhinofed®, Rhinos Junior®, Rhinos
Neo®, Rhinos SR®, Telfast Plus®, Tremenza®,
Triaminic Batuk & Pilek®, Triaminic Expectorant &
Pilek®, Triaminic Pilek®, Trifed®, Trifedrin®,
Trifedrin Plus®, Tuseran Pedia DMP®, Tussigon®,
Valved®, Valved DM®, Zentra®

Efedrin Asmadex®, Asmano®, Asmasolon®, Asthma


Soho®, Bronchitin®, Ersylan®, Grafasma®,
Kafsir®, Koffex For Children®, Mixadin®,
Oskadryl®, Phenadex®, Poncolin®, Poncolin D®,
Theochodil®, Thymcal®

Fenilefrin Bisolvon Flu®, Coricidin®, Dextrofen®,


Dextrosin®, Domeryl®, Fludexin®, Fortusin®,
Ikadryl DMP®, Lodecon®, Lodecon Forte®,
Mersidryl®, Neladryl DMP®, Nipe®, Poncodryl
DMP®, Supra Flu®, Zacoldine®

57
http://bukuobat.blogspot.com

OBAT BATUK

“Ada obat batuk yang paling manjur?” ini pertanyaan khas


pasien yang datang ke apotek. “Mahal enggak apa-apa, asal
manjur,” yang ini biasanya diucapkan oleh pasien berduit yang
menganggap uang adalah senjata pamungkas menyelesaikan
masalah. Mereka menyangka obat yang mahal pasti manjur, dan
yang murah pasti tidak manjur.
Tentu saja pertanyaan seperti ini sulit dijawab. Sangat sulit.
Bahkan, bisa dibilang tidak mungkin dijawab dengan menyebut
satu nama obat. Apoteker bukan dukun yang selalu bisa memberi
jawaban atas semua pertanyaan sulit. Tidak ada obat batuk yang
paling manjur. Untuk bisa tahu obat batuk yang kita perlukan, kita
harus tahu penyebab batuk itu.
Hal pertama yang perlu dipahami, batuk merupakan refleks
normal sistem pertahanan tubuh untuk mengeluarkan “benda

58
http://bukuobat.blogspot.com

asing” dari saluran napas. Dengan kata lain, batuk adalah sesuatu
yang normal, bukan penyakit.
Sebagian besar batuk yang biasa kita alami sebetulnya
termasuk masalah kesehatan ringan yang bisa sembuh dengan
sendirinya tanpa diobati secara khusus. Biasanya disebabkan oleh
virus seperti halnya flu-pilek. Batuk jenis ini tidak berbahaya
meskipun tak diobati dan berlangsung selama satu sampai dua
minggu. Hanya sebagian kecil batuk yang memang benar-benar
membutuhkan obat. Kalaupun kita memutuskan untuk membeli
obat batuk, pilihlah obat yang komposisinya memang benar-benar
kita perlukan.
Gerakan batuk dikendalikan oleh sistem saraf pusat di otak.
Refleks ini bisa disebabkan oleh infeksi virus, infeksi bakteri, alergi
debu, alergi makanan, dan sebagainya. Karena itu, pemilihan obat
batuk harus disesuaikan dengan penyebabnya. Batuk yang
disebabkan oleh infeksi butuh obat berbeda dari batuk yang
disebabkan oleh alergi.
Jenis batuk pun bermacam-macam. Ada batuk yang tidak
berdahak (kita menyebutnya batuk kering), ada batuk yang disertai
dahak (batuk produktif), ada batuk yang disertai dengan sakit
kepala, hidung meler dan tersumbat. Masing-masing jenis batuk
ini membutuhkan penanganan yang berbeda sesuai gejalanya.
Saat ini terdapat ratusan merek obat batuk yang dijual bebas.
Saking banyaknya merek dagang, apoteker pun kadang bingung,

59
http://bukuobat.blogspot.com

apalagi konsumen. Sebagian besar obat batuk ini masuk kategori


obat bebas. Karena itu, mestinya semua kandungan obat batuk
sudah dipahami oleh pembeli. Sayangnya, kebanyakan konsumen
masih belum bisa membedakan fungsi berbagai jenis obat batuk.
Berdasarkan cara kerjanya, ada empat golongan utama obat
yang sering digunakan di dalam obat batuk. Semua merek obat
batuk yang dijual bebas mengandung paling tidak salah satu dari
keempat golongan di bawah ini.

1. Penekan batuk (antitusif)


Secara harfiah, antitusif berarti antibatuk. (Tussis berarti
batuk.) Obat golongan ini bekerja menghentikan batuk
secara langsung dengan menekan refleks batuk pada sistem
saraf pusat di otak. Contohnya, dekstrometorfan dan
noskapin.

2. Pengencer dahak (ekspektoran)


Dalam kelompok ini sebetulnya ada dua subkelompok obat
yaitu ekspektoran dan mukolitik. Keduanya berbeda dalam
hal mekanisme kerja tapi sama-sama berfungsi
mengencerkan dahak dan mempermudah pengeluarannya
dari saluran napas.
Secara harfiah, expectorate berarti mengeluarkan
sesuatu dari dada. Dari kata ex-, yang berari keluar, dan

60
http://bukuobat.blogspot.com

pectoris yang berarti dada. Adapun mukolitik (mucolytic)


berasal dari kata mucus yang berarti dahak dan -lysis yang
berarti memecah.
Dari dua istilah ini, yang paling perlu kita ketahui
adalah ekspektoran karena istilah ini banyak digunakan
dalam produk obat bebas. Golongan obat ini tidak menekan
refleks batuk, melainkan bekerja dengan mengencerkan
dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan. Dengan demikian
tidak rasional jika obat ini digunakan pada kasus batuk
kering, sebab hanya akan membebani tubuh dengan efek
samping.
Obat golongan ini bisa mengiritasi lambung, karena
itu harus digunakan secara hati-hati, terutama sekali pada
penderita sakit mag. Untuk menghindari efek buruk ini,
ekspektoran harus diminum dalam keadaan perut terisi
makanan. Contoh golongan obat ini antara lain
bromheksin, guaifenesin (biasa disebut juga gliseril
guaiakolat atau GG), ambroksol, karbosistein, amonium
klorida, natrium sitrat.

3. Antialergi (antihistamin)
Antihistamin juga banyak digunakan di dalam obat flu-pilek.
Lihat juga Bab Obat Alergi. Di obat batuk, antihistamin

61
http://bukuobat.blogspot.com

bekerja dengan cara menetralkan alergi yang menyebabkan


batuk. Histamin sendiri merupakan substansi yang
diproduksi oleh tubuh sebagai mekanisme alami untuk
mempertahankan diri atas adanya benda asing. Adanya
histamin ini menyebabkan hidung kita berair dan terasa
gatal, yang biasanya diikuti oleh bersin-bersin.
Contoh obat golongan ini klorfeniramin maleat
(CTM, chlor-trimeton), difenhidramin, difenhidramin,
feniramin, doksilamin, dan tripolidin.
Selain berfungsi melawan alergi, antihistamin juga
punya aktivitas menekan refleks batuk, terutama
difenhidramin dan doksilamin. Sayangnya, obat golongan
ini bisa menyebabkan kita mengantuk. Karena itu hati-hati
minum obat ini saat Anda harus berkendara atau melakukan
aktivitas yang menuntut kewaspadaan tinggi.

4. Pelega hidung (dekongestan)


Untuk pembahasan lebih lengkap, silakan baca juga Bab
PPA & Obat Pelega Hidung. Obat golongan ini sering
terdapat di dalam obat batuk tapi sebetulnya tidak bekerja
melawan batuk, melainkan bekerja melegakan hidung
tersumbat yang biasanya menyertai batuk. Dengan kata lain,
jika batuk Anda tidak disertai dengan hidung tersumbat,

62
http://bukuobat.blogspot.com

sebaiknya jangan memilih obat batuk yang mengandung


dekongestan. Buang-buang uang dan malah membahayakan
karena bisa menyebabkan efek samping jantung berdebar-
debar, tekanan darah meningkat, dan mungkin sampai sulit
tidur. Contoh obat golongan ini, fenil propanolamin (PPA,
phenyl-propanolamine), pseudoefedrin, efedrin, etilefedrin,
dan fenilefrin.
Tabel ke-1 berikut bisa Anda jadikan sebagai panduan
ringkas dalam memilih obat batuk.

Pilihlah yang
Jika batuk Anda Contoh senyawa obat
mengandung

Kering (tanpa disertai


Antitusif Dekstrometorfan, noskapin
dahak)

Bromheksin, gliseril
guaiakolat (GG, atau
Disertai dahak Ekspektoran guaifenesin), ambroksol,
karbosistein, atau ammonium
klorida

Akibat alergi dan Difenhidramin, klorfeniramin


disertai dengan Antihistamin maleat (CTM), doksilamin,
hidung meler feniramin, atau tripolidin

Fenil propanolamin (PPA),


Disertai dengan
Dekongestan efedrin, pseudoefedrin,
penyumbatan hidung
etilefedrin, atau fenilefrin

63
http://bukuobat.blogspot.com

Tabel di atas hanya memberi contoh jenis obat tapi tidak


menyebutkan nama dagang. Agar tabel-1 bisa diaplikasikan ketika
Anda berada di apotek, tabel ke-2 di bawah bisa Anda gunakan
sebagai simulasi mengenali komposisi dan cara kerja berbagai obat
batuk.
Penyebutan nama merek dagang sama sekali tidak
dimaksudkan sebagai iklan atau antiiklan. Tujuan penyebutan
merek dagang semata-mata agar Anda lebih mudah
mengaitkannya dengan nama-nama produk yang mungkin biasa
Anda konsumsi. Pemilihan merek dagang terserah Anda.
Perhatikan, makin ke bawah makin banyak komposisinya,
dan tentu saja makin besar kemungkinan efek samping dan
mudaratnya. Perhatikan juga dosis per takaran. Sekalipun obatnya
tunggal atau hanya berisi dua macam, bisa saja risiko efek
sampingnya lebih tinggi jika dosisnya tinggi.
Sebagai contoh, dosis lazim dekstrometorfan adalah 10 mg
per takaran untuk orang dewasa. Jika dosisnya sampai 15 mg per
takaran, mungkin obat memang menjadi lebih ampuh tapi risiko
timbulnya efek samping juga lebih tinggi.
Selain itu, produk obat batuk juga kadang berisi dua obat
yang khasiatnya sama, misalnya sama-sama ekspektoran atau
sama-sama punya efek menekan batuk. Jika keduanya digabung,
khasiatnya memang akan lebih kuat, tapi pada saat yang sama,
risiko efek sampingnya tentu juga lebih besar.

64
http://bukuobat.blogspot.com

Tabel ke-2: Contoh komposisi dan contoh merek dagang obat batuk:

Komposisi Merek dagang

Penekan batuk Romilar®, Bisoltussin®, Code®, Dexitab®,


Metorfan®, Siladex Antitussif®, Zenidex®,
Mercotin®

Mulai pertengahan 2013, obat batuk yang berisi


dekstrometorfan tunggal tidak lagi beredar karena
sering disalahgunakan.
1 jenis obat

Pengencer dahak Bisolvon®, Mucopect®, Bisolvon Extra®,


Woods Expectorant®, Woods Peppermint
Child®, Ambril®, Brolexan®, Bromifar®,
Bronex®, Broncozol®, Bronchopront®,
Broxal®, Dexolut®, Epexol®, Extropect®,
Erphahexin®, Farmavon®, Hexolyt®,
Gunapect®, Graxine®, Hustab P®,
Interpec®, Lapimuc®, Lexavon®,
Limoxin®, Mucera®, Mucotab®,
Mucohexin®, Mucosulvan®, Mucoxol®,
Sohopect®, Silopect®, Solmux®, Solvax®,
Solvinex®, Thephidron®, Transmuco®

Penekan batuk & Vicks Formula 44®, Woods Antitussive®,

antialergi Contrexyn Batuk Tidak Berdahak®,


2 jenis
obat

Dextromex®, Konidin®, Scanidi®,


Tusilan®

Penekan batuk & Benadryl DMP Child®, Bantif Child®,

65
http://bukuobat.blogspot.com

pelega hidung Kemodryl DMP Child®, Oskadryl®,


Triaminic Batuk®

Penekan batuk & Romilar Expectorant®, Vick Anak Formula

pengencer dahak 44®

Pengencer dahak & Allerin®, Cohistan Expectorant®,

antialergi Dantusil®, Decadryl Expectorant®,


Benadryl Cough®, Hufadryl®, Ikadryl®,
Koffex®, Kemodryl®, Sanadryl®, Toplexil®

Pengencer dahak & Sudafed Expectorant®, Triaminic

pelega hidung Expectorant®

Penekan batuk, Actifed DM®, Actifed Plus Cough

antialergi & pelega Suppressant®, Alco Plus DMP®,

hidung Bronchophen®, Erphakaf®, Lapifed DM®,


3 jenis obat

Primadryl Plus®, Siladex Cough & Cold®

Pengencer dahak, Actifed Expectorant®, Allerin Expectorant®,

antialergi & pelega Bufagan Expectorant®, OBB®, Triadex

hidung Expectorant®

Penekan batuk, Polaramine Expectorant®, Benacol DTM®,

pengencer dahak & Codecon®, Grantusif®, Kalibex®, Komix®,

antialergi Sanadryl DMP®

66
http://bukuobat.blogspot.com

Penekan batuk, Benadryl DMP®, Anakonidin®, Cosyr®,


4 jenis obat

pengencer dahak, Cough EN Plus®, Dextral®, Ersylan®,

antialergi & pelega Ikadryl DMP®, Kemodryl Plus DMP®,


Mixadin®, Mucotussan®, Pyridryl Plus®,
hidung
Quelidrine®, Lapifed Expectorant®,
Tuseran®, Tussigon®

Contoh kombinasi obat batuk dengan parasetamol bisa dilihat


di Bab Obat Flu-Pilek.

Dari tabel di atas Anda bisa melihat cara kerja masing-


masing obat batuk. Masing-masing produk obat batuk punya cara
kerja yang berbeda-beda. Jadi, tidak ada obat batuk yang paling
manjur—semahal apa pun harganya. Tiap kali Anda mau minum
obat batuk, selalu biasakan lihat dulu kemasannya. Baca apa saja
isinya supaya Anda bisa tahu bagaimana cara kerjanya. Jangan
percaya kalau ada yang menyebut satu merek dagang sebagai obat
yang paling manjur.
Sama seperti obat flu-pilek, obat batuk sebetulnya juga
dibuat untuk orang dewasa, dan tidak dianjurkan untuk diberikan
pada anak-anak, terutama di bawah usia dua tahun. Baca juga Bab
Obat Pada bayi danAnak.

Obat Batuk Hitam

67
http://bukuobat.blogspot.com

Salah satu produk obat batuk yang cukup populer di Indonesia


adalah obat batuk hitam (OBH). Obat ini termasuk golongan obat
tradisional yang berisi Succus liquiritiae, ekstrak tanaman akar
manis (Glycyrrhiza glabra). Secara empiris, ekstrak tanaman ini
berkhasiat meredakan batuk meskipun mekanisme kerjanya belum
diketahui secara detail seperti mekanisme kerja dekstrometorfan
atau bromheksin. Baca juga Bab Obat Tradisional.

Obat Batuk Cair vs. Padat


Secara umum, obat batuk cair (sirup) lebih mudah diserap
daripada bentuk padat (tablet atau kapsul). Ini karena dalam
sediaan cair, senyawa obat sudah berada dalam bentuk molekul
terkecilnya. Sementara yang bentuknya padat memerlukan waktu
untuk dipecah menjadi satuan-satuan kecil.
Namun kelemahannya, obat cair lebih mudah terurai
dibandingkan obat padat selama masa penyimpanan. Karena itu
saat membeli, pastikan batas kedaluwarsanya masih lama. Soal
khasiat, keduanya tidak berbeda sepanjang memenuhi persyaratan
minimal standar obat yang baik.

Obat Batuk Sapu Jagat


Pada umumnya kita fanatik pada satu merek obat untuk semua
jenis batuk. Ini bukanlah kebiasaan yang baik. Akan lebih baik jika

68
http://bukuobat.blogspot.com

kita memilih obat sesuai dengan gejalanya, bukan obat “sapu


jagat” yang berisi semua golongan di atas.
Semakin banyak obat yang masuk ke dalam tubuh, semakin
banyak efek samping yang terjadi. Sebagai contoh, jika batuk tidak
disertai dengan penyempitan saluran napas, pemakaian PPA
hanya akan menambah efek samping jantung berdebar, dan
bahkan peningkatan tekanan darah yang bisa membahayakan
penderita hipertensi. Kebiasaan minum obat sapu jagat sebaiknya
dihindari, terutama untuk anak-anak.
Yang tak kalah penting untuk diingat, batuk bisa menyertai
berbagai penyakit, seperti flu, alergi, asma, bronkitis, tuberkulosis
(TB), pneumonia (radang paru), atau infeksi lain. Karena itu jika
batuk berlangsung lebih dari dua minggu dan tidak berhenti
meskipun sudah diobati macam-macam, ingat pesan iklan,
“Segera hubungi dokter”.

69
http://bukuobat.blogspot.com

OBAT MAG

Di Indonesia, obat mag termasuk salah satu produk farmasi


yang banyak dikonsumsi seperti consumer goods. Lembaga riset
Frontier dan majalah Marketing sampai memasukkan kategori obat
mag dalam survei Top Brand tiap tahun. Selama beberapa tahun
Top Brand untuk kategori obat mag adalah Promag® dan
Mylanta®.
Kalau obat mag dikategorikan sebagai consumer goods, itu
berarti bahwa banyak orang Indonesia menderita sakit mag.
Berbeda dengan flu-pilek yang disebabkan oleh infeksi virus yang
sulit dihindari, sakit mag pada umumnya berasal dari pola hidup
kita yang salah.
Sebelum membahas tentang obat mag, sebaiknya kita
membahasa dulu tentang sakit mag. (Mag dari bahasa Belanda
maag, yang artinya perut atau lambung.)

70
http://bukuobat.blogspot.com

Cerita tentang sakit mag biasanya dimulai dari meja


makan—sekalipun bisa juga dari meja kantor atau bahkan kamar
tidur. Biang keladi yang umum adalah makanan meskipun bisa
juga stres atau hal lain.
Setelah dikunyah di mulut, makanan masuk ke
kerongkongan. (Sekadar diketahui, saluran makanan adalah
kerongkongan, bukan tenggorok. Tenggorok adalah saluran
napas.) Setelah melewati kerongkongan, makanan atau minuman
akan transit di lambung sebelum diserap di usus.
Di lambung, bahan-bahan makanan tersebut dicerna agar
bisa diserap oleh tubuh. Pada proses ini, lambung mengeluarkan
cairan asam klorida (yang sering disebut sebagai asam lambung)
untuk membantu kerja enzim-enzim pencernaan. Tanpa bantuan
asam ini, protein dari daging, telur, ikan, dan tempe tidak bisa
dicerna dengan baik.
Selain berfungsi mencerna, asam lambung juga berfungsi
sebagai benteng pertahanan dari kuman yang masuk ke dalam
tubuh lewat makanan atau minuman. Sebagian besar (tidak
semua) bakteri yang terbawa di dalam makanan tidak tahan hidup
dalam suasana asam. Begitu berada dalam cairan asam, mereka
akan mati sehingga tidak sampai di usus.
Masalah bisa timbul jika produksi asam lambung meningkat
melebihi kebutuhan, misalnya karena telat makan, terlalu banyak
minum kopi atau soda, atau stres berkepanjangan. Bisa juga

71
http://bukuobat.blogspot.com

karena pemakaian obat-obatan tertentu, misalnya asetosal (obat


sakit kepala) atau asam mefenamat (obat sakit gigi). Bisa juga
karena infeksi kuman khusus yang kebal terhadap asam, seperti
Helicobacter pylori. Sebagian besar bakteri tidak sanggup bertahan
dalam kondisi asam. Bakteri ini termasuk pengecualian.
Kondisi lambung yang terlalu asam menyebabkan dinding
lambung mengalami iritasi. Gejala yang paling umum adalah
nyeri lambung. Bisa juga disertai mual, kembung, serta rasa penuh
dan tidak nyaman di perut. Pada mag yang berat, gejalanya bisa
sampai berupa rasa terbakar di dada.
Berdasarkan cara kerjanya, ada dua kelompok besar obat
mag.

1. Antasid (penetral asam)


Karena biang gangguan mag biasanya asam lambung, obat-
obat mag pada umumnya bekerja dengan cara
mempengaruhi asam lambung. Dua golongan obat mag
yang paling penting adalah penetral asam (antasid) dan
penghambat produksi asam lambung. (Antacid dari kata anti-
yang berarti melawan, dan acid yang berarti asam.)
Sebagian besar kandungan obat mag yang dijual bebas
adalah golongan antasid. Contoh antasid yang banyak
digunakan: aluminium hidroksida dan magnesium
hidroksida. Kadang keduanya berada dalam bentuk

72
http://bukuobat.blogspot.com

aluminum trisilikat dan magnesium trisilikat. Cara


kerjanya sama saja. Obat-obat ini bersifat basa, bekerja
dengan cara menetralkan asam lambung. (Dalam ilmu
kimia, lawan kata asam adalah basa.)
Antasid magnesium dan aluminium merupakan dua
serangkai yang biasanya ada di dalam satu produk.
Keduanya selalu dikombinasikan karena dua obat ini punya
efek samping yang berlawanan. Magnesium tunggal punya
efek samping diare, sementara aluminium tunggal punya
efek samping konstipasi (sembelit). Jika keduanya
dikombinasikan, efek samping tersebut bisa saling
meniadakan.
Contoh lain antasid adalah kalsium karbonat. Tapi di
Indonesia, obat ini jarang digunakan. Hanya digunakan di
beberapa merek dagang.
Begitu ditelan, antasid bereaksi cepat menetralkan
asam lambung. Lebih cepat lagi kalau dikunyah dulu baru
ditelan. Obat-obat ini rasanya tawar, sama sekali tidak pahit
sehingga bisa dikunyah.
Oleh karena kerjanya cepat, obat golongan ini cocok
sebagai pertolongan pertama untuk mengatasi serangan mag
yang datang sesekali. Namun, obat ini punya kekurangan,
yakni waktu kerjanya singkat. Itu sebabnya antasid saja

73
http://bukuobat.blogspot.com

kurang ampuh sebagai obat utama untuk sakit mag yang


telah menjadi kronis.

2. Antikembung (penyerap gas)


Di banyak produk obat mag, antasid juga sering
dikombinasikan dengan obat antikembung, misalnya
simetikon (dimetil polisiloksan) dan dimetikon. Dua obat
ini bukanlah penetral asam, melainkan bahan yang
digunakan untuk menyerap kelebihan gas di saluran cerna.
Obat antikembung digunakan di dalam obat mag karena
pada umumnya gangguan lambung diikuti dengan gejala
salah cerna yang menyebabkan produksi gas secara
berlebihan.

3. Penghambat produksi asam lambung


Di Indonesia, obat golongan ini sebagian bisa dibeli tanpa
resep. Sekalipun ada produk yang bisa dibeli tanpa resep,
sebaiknya obat golongan ini digunakan dengan hati-hati.
Saat membelinya di apotek, tanyakan efek sampingnya
kepada apoteker. Contoh golongan ini antara lain
famotidin, simetidin, dan ranitidin.
Contoh merek dagang obat yang mengandung obat
golongan ini dan banyak diiklankan adalah Promag Double
Action® dan Neosanmag Fast®. Produk ini berisi

74
http://bukuobat.blogspot.com

kombinasi tiga bahan, yaitu kalsium karbonat, magnesium


hidroksida, dan famotidin.
Kalsium karbonat dan magnesium hidroksida
merupakan golongan penetral asam lambung. Sedangkan
famotidin bekerja mengurangi produksi asam lambung. Di
brosur obat, famotidin mungkin disebut sebagai “antagonis
reseptor H2” atau “acid blocker”. Ini istilah medis untuk obat
yang bekerja mengurangi produksi asam lambung.
Selain golongan obat “idin-idin” ini, ada pula obat
yang lebih kuat, yang bekerja dengan cara menutup saluran
produksi asam lambung. Obat-obat golongan ini di
Indonesia masih termasuk golongan obat keras. Misalnya,
omeprazol, esomeprazol, dan lansoprazol.
Obat golongan keras ini dibahas di sini bukan agar
pembaca bisa mengobati diri sendiri, lalu membelinya dari
apotek tanpa konsultasi ke dokter. Pembahasan obat keras
dimaksudkan agar pembaca sebagai konsumen mengetahui
hal-hal penting tentang obat yang diminum.
Swamedikasi (pengobatan sendiri) dengan obat-obat
golongan ini bisa berbahaya. Beberapa penelitian
menyebutkan, salah satu risiko yang bisa timbul dari
penggunaan jangka panjang obat keras ini adalah turunnya
daya ingat.

75
http://bukuobat.blogspot.com

Dua golongan obat mag (idin-idin dan prazol-prazol) ini


punya waktu kerja lebih lama dibandingkan antasid. Dokter
biasanya meresepkan untuk mengatasi gangguan mag kronis
yang tidak lagi bisa diatasi dengan antasid saja.
Kalau sakitnya sudah parah dan ada indikasi luka
infeksi di lambung, dokter kadang meresepkan antibiotik,
misalnya metronidazol. Obat ini berfungsi membasmi
bakteri Helicobacter pylori.
Obat lain yang juga bisa digunakan dalam obat mag
adalah bismut subsalisilat. Obat ini bekerja dengan cara
meredakan iritasi di lambung. Kadang digunakan dalam
obat antidiare. Tapi di Indonesia, hanya beberapa merek
dagang obat mag yang menggunakannya.
Dari pembahasan di atas, kita bisa melihat, obat mag
bermacam-macam. Yang paling perlu diketahui oleh
konsumen awam adalah golongan antasid. Kelompok
lainnya hanya perlu diketahui kalau kita mendapatkan obat-
obat ini dari resep dokter.

Bukan untuk Jangka Panjang


Banyak orang menganggap gangguan mag bukan sesuatu yang
perlu ditangani secara serius. Telan obat, beres. Sebagai konsumen
yang cerdas, sebaiknya kita tidak mudah terbujuk oleh iklan.

76
http://bukuobat.blogspot.com

Iklan-iklan obat selalu membangun pandangan yang


serbagampang: Sakit mag? Minum obat ini, pasti beres.
Cara pandang ini menyebabkan sakit mag tidak tertangani
dengan baik dan menjadi kronis. Akhirnya penderita tidak bisa
melepaskan diri dari obat-obatan. Padahal obat mag sebetulnya
tidak dianjurkan untuk dikonsumsi lebih dari dua minggu secara
berturut-turut.
Setidaknya ada dua alasan mengapa penderita gangguan
mag tidak boleh mengandalkan diri pada obat. Alasan pertama,
jika minum antasid dibiasakan terus-menerus, maka beban kerja
ginjal sebagai penyaring darah menjadi semakin berat.
Alasan kedua, antasid tidak bisa menyembuhkan gangguan
mag dari akarnya. Antasid hanya meredakan gangguan mag
sesaat. Itu berarti, penyembuhan sakit mag, mau tidak mau, harus
dimulai dari pola makan dan pola hidup. Identifikasi dulu
penyebabnya lalu atasi.
Semakin lama sakit mag dibiarkan, semakin besar
kemungkinan dinding lambung terinfeksi kuman Helicobacter pylori.
Bakteri ini adalah bakteri kelas berat yang untuk membasminya
pun dibutuhkan antimikroba kelas berat. Dengan kata lain, jika
sampai terjadi infeksi, sakit mag bisa menjadi sangat parah. Itu
sudah bukan sakit mag biasa.

77
http://bukuobat.blogspot.com

Yang perlu dicatat betul, obat mag tidak menyembuhkan


sakit mag, hanya mengendalikan. Penyembuhan sakit mag
dilakukan sendiri oleh tubuh lewat pola hidup yang baik.

Cara Minum yang Tepat


Jika kita minum obat mag untuk mencegah kekambuhan, aturan
cara minum harus diperhatikan dengan benar. Karena fungsinya
menetralkan asam klorida, obat golongan antasid sebaiknya
diminum pada saat lambung tidak berisi makanan. Waktu yang
tepat adalah satu jam sebelum makan atau dua jam sesudah
makan. Pemilihan waktu ini didasarkan pada alasan efektivitas
kerja.
Jika obat diminum pada saat lambung terisi makanan, maka
fungsi antasidnya berkurang. Lebih dari itu, pada saat lambung
berisi protein, asam lambung tidak boleh dinetralkan karena ia
dibutuhkan untuk membantu pencernaan protein. Jika tidak
dicerna dengan baik, protein bisa terurai menghasilkan gas. Hal ini
bisa menyebabkan timbulnya rasa penuh di perut. Keadaan ini
bisa semakin parah jika makanan yang masuk lambung kaya akan
protein, misalnya daging atau telur.

78
http://bukuobat.blogspot.com

Tip Praktis Atasi Gangguan Mag


 Usahakan tidak mengisi lambung dengan banyak makanan
ataupun minuman karena hal itu akan memaksa lambung
berkontraksi dan memproduksi asam lebih banyak.
 Jika mungkin, makanlah secara teratur, dalam porsi sedikit
tetapi sering. Makan sehari 6 x ½ piring lebih baik daripada
makan 3 x 1 piring.
 Makanlah secara pelan-pelan. Kunyah makanan dengan baik
sebelum menelannya.
 Hindari minuman soda, makanan pedas, atau berlemak tinggi,
kopi, obat berisi kafein, asetosal, asam mefenamat, ibuprofen,
dan obat-obat yang mengiritasi lainnya (biasanya dari
golongan obat penghilang nyeri).
 Jika minum antasid tablet, kunyah dulu supaya reaksi kerjanya
di lambung lebih cepat.
 Kelola stres dengan baik. Stres adalah persoalan di luar
makanan yang paling sering menjadi pemicu sakit mag.

79
http://bukuobat.blogspot.com

Komposisi Contoh merek dagang

Antasid Mylanta Rolltabs®, Actal®, Stomacain®, Alugel®,


Erphamag®, Gelusil®

Antasid & Acitral®, Actal Plus®, Aludonna D®, Almacon®,

antikembung Anflat®, Asidrat®, Atmacid®, Berlosid®, Biomag MPS®,


Bufantacid®, Citral®, Corsamag®, Decamag®,
Dexanta®, Di-Gel®, Exomag®, Farmacrol Forte®,
Gastrucid®, Gelusil MPS®, Gestabil®, Gestamag®,
Lagesil®, Lexacrol®, Lexacrol Forte®, Magalat®,
Magasida®, Magtral®, Magtral Forte®, Mylanta®,
Mylanta Forte®, Myllacid®, Nudramag®, Plantacid®,
Plantacid Forte®, Polycrol®, Polysilane®, Progastric®,
Promag®, Stromag®, Ticomag®, Tomaag®, Ultilox®

Antasid & Magard FA®, Neosanmag®, Neosanmag Fast®,

penghambat Polysilane Max®, Promag Double Action®, Starmag

produksi asam Double Impact®

80
http://bukuobat.blogspot.com

OBAT DIARE

Dalam ilmu kesehatan masyarakat, diare—alias mencret,


murus, berak air, buang-buang air, mencuru, mencirit—termasuk
golongan common problems. Penyakit umum yang sering terjadi,
seperti flu-pilek dan batuk. Obat diare pun banyak yang termasuk
kategori obat bebas, bisa didapatkan di toko-toko dan apotek tanpa
resep dokter.
Berdasarkan survei Top Brand Award 2012 dan 2013 yang
dilakukan oleh lembaga riset Frontier dan majalah Marketing, dua
merek obat diare yang paling laris adalah Diapet® (buatan PT
Soho Industri Pharmasi) dan Neo Entrostop® (buatan PT Kalbe
Farma).

81
http://bukuobat.blogspot.com

Pada umumnya setiap orang punya satu merek obat andalan


untuk diare. Merek inilah yang akan diminum setiap terserang
diare, tanpa memperhitungkan penyebabnya. Yang sudah biasa
minum Diapet® biasanya akan selalu memilih Diapet® tiap kali
terserang diare. Begitu juga, yang sudah biasa minum Entrostop®
biasanya akan selalu memilih Entrostop® apabila terkena diare.
Padahal, penyebab gangguan ini bisa bermacam-macam, dan
karena itu sebetulnya tidak ada satu pun obat universal untuk
segala macam kasus diare.
Sebelum kita membahas obat diare, mari kita bahas dulu
biang keladi yang paling sering menjadi penyebabnya.
Secara alami, usus melakukan gerakan peristaltik (gerakan
teratur memeras sari pati makanan agar bisa diserap oleh tubuh).
Gerakan inilah yang menyebabkan ampas makanan terdorong ke
belakang sebagai feses (air besar).
Jika terjadi abnormalitas di usus, gerakan peristaltik menjadi
semakin cepat. Akibatnya, frekuensi pengeluaran feses juga ikut
meningkat bersama air. Biang keladi abnormalitas itu bermacam-
macam, antara lain:
 Racun dari makanan atau minuman.
 Bahan makanan yang mengiritasi, misalnya makanan yang
terlalu pedas.

82
http://bukuobat.blogspot.com

 Infeksi virus, bakteri, jamur, atau protozoa. Bakteri


penyebab infeksi pun bisa bermacam-macam. Contoh yang
paling sering menjadi penyebab diare adalah Escherichia coli.
Bakteri ini sebetulnya merupakan bakteri normal di usus
yang tidak merugikan. Kuman ini bisa menyebabkan diare
jika menjadi ganas dan populasinya melebihi normal.
 Makanan yang sulit dicerna, misalnya daging yang belum
matang. Bahkan, makanan atau minuman lazim seperti susu
pun bisa menyebabkan diare. Ini sering terjadi pada orang-
orang (terutama anak-anak) yang kekurangan enzim laktase.
Enzim ini diperlukan untuk memecah laktosa (gula susu).
Saat mereka minum susu, organ cerna mereka tidak sanggup
mencernanya sehingga menyebabkan diare. Selain itu,
protein susu sapi juga bisa menjadi biang alergi yang
memicu diare pada sebagian kecil anak.
 Ketidakseimbangan bakteri usus, misalnya akibat terlalu
banyak minum antibiotik.
 Kecemasan, stres, dan perubahan internal tubuh lainnya.

Ringkasnya, diare bisa disebabkan oleh bermacam-macam


faktor. Maka pengobatanya pun tentu saja berbeda-beda,
tergantung penyebabnya. Tak ada satu pun merek obat yang bisa
mengatasi semua jenis diare di atas.

83
http://bukuobat.blogspot.com

Berdasarkan cara kerjanya, obat diare bisa dibagi ke dalam


tiga kelompok besar:

1. Adsorben
Secara harfiah, adsorben berarti bahan penyerap, dari kata
adsorb yang berarti menyerap di permukaan. (Berbeda dari
absorb yang berarti menyerap sampai ke dalam). Adsorben
bekerja mengatasi diare dengan cara mengikat kuman atau
toksin (racun) di saluran cerna, supaya tidak bersentuhan
dengan permukaan usus. Jika toksin dan kuman ini
berkontak dengan usus, gerakan peristaltik usus secara
otomatis akan meningkat sebagai refleks alami untuk
mengeluarkan racun itu. Obat yang masuk dalam golongan
ini antara lain karbon aktif, attapulgit, dan kaolin.
Obat golongan ini biasa dikombinasikan dengan
pektin. Pektin adalah serat larut yang banyak terdapat di
dalam buah. Serat ini digunakan di dalam obat diare karena
bisa memperpadat feses. Di Indonesia banyak sekali obat
diare golongan obat bebas yang mengandung pektin. Di
Amerika, FDA menganggap obat ini tidak berkhasiat
antidiare sehingga tidak boleh diklaim sebagai obat diare.
Karena cara kerjanya menyerap kuman dan toksin,
obat golongan adsorben hanya bermanfaat jika penyebab
diare adalah bahan yang mengiritasi usus. Jika penyebabnya

84
http://bukuobat.blogspot.com

adalah perubahan internal tubuh, misalnya karena cemas,


stres, depresi, atau karena infeksi parah, obat-obat ini tidak
lagi efektif.
Contoh merek dagang yang cukup populer antara lain:
Neo Entrostop® (berisi attapulgit dan pektin), Norit® (berisi
karbon aktif), Diatabs® (attapulgit). Obat-obat ini termasuk
golongan obat bebas yang paling banyak beredar di pasaran.
Relatif aman, bisa diminum oleh anak-anak, ibu hamil, juga
ibu menyusui.

2. Antiinfeksi
Jika diare disebabkan oleh infeksi berat, biasanya obat
golongan adsorben saja tidak cukup untuk
menghentikannya. Harus ada obat lain yang tidak sekadar
mengikat kuman, tetapi juga berfungsi sebagai antimikroba
pembasmi kuman, misalnya antibiotik.
Semua antibiotik untuk diare termasuk kategori obat
keras! Itu sebabnya, untuk kasus infeksi berat, sebaiknya
penderita memeriksakan diri ke dokter. Apalagi jika diare
disertai dengan demam atau adanya darah di dalam tinja.
Dua gejala ini menunjukkan bahwa diare tersebut bukan
diare biasa. Lihat juga Bab Antibiotik.

85
http://bukuobat.blogspot.com

3. Penghambat gerakan peristaltik usus


Obat utama golongan ini adalah loperamida. Sekadar
menyebut, contoh merek dagang yang populer adalah
Imodium®. Harap dicatat, ini bukan golongan obat bebas
tapi obat keras. Obat ini harus digunakan dengan sangat
hati-hati.
Obat golongan ini bekerja dengan cara menghambat
gerakan peristaltik usus dan meningkatkan penyerapan
kembali cairan di usus besar. Jadi, tidak membasmi kuman,
juga tidak mengikat toksin.
Oleh karena cara kerjanya demikian, loperamida tidak
tepat jika digunakan untuk kasus diare akibat infeksi atau
toksin dari makanan atau minuman. Sebab, jika gerakan
usus dihambat, kuman atau toksin tersebut justru tertahan di
saluran cerna dan tidak bisa dikeluarkan. Keadaan ini justru
lebih berbahaya dari mencretnya sendiri.
Selain itu, obat ini juga diserap ke dalam darah. Pada
sebagian kecil orang, obat ini bisa menimbulkan beberapa
efek samping seperti nyeri perut, mual, atau muntah. Ini
berbeda dengan obat golongan adsorben yang tidak diserap
oleh tubuh dan jauh lebih aman. Karena berbagai alasan
inilah, loperamida sebaiknya hanya digunakan di bawah
pengawasan dokter.

86
http://bukuobat.blogspot.com

Ketiga golongan di atas merupakan kelompok obat yang


paling sering digunakan untuk mengatasi diare. Anda mungkin
bertanya: kalau begitu Diapet® yang menjadi top brand itu masuk
kelompok mana? Neo Entrostop® sudah jelas masuk kategori
pertama, yaitu adsorben.
Kita perlu membahasnya karena Diapet® termasuk salah
satu produk yang banyak dikonsumsi. Diapet® sedikit berbeda
dari kebanyakan obat diare kelompok di atas. Obat ini sebetulnya
termasuk kategori obat tradisional, satu tingkat di atas jamu.
Selain Diapet®, masih ada beberapa merek dagang obat diare
lainnya yang isinya mirip tapi kalah terkenal, misalnya Nodiar®.
Dua kandungan utama Diapet® adalah ekstrak daun jambu
biji dan rimpang kunyit. Di kemasan obat, bahan-bahan ini tertulis
dalam bahasa Latin yang mungkin tak terpahami oleh orang
awam. Daun jambu biji tertulis sebagai Psidii folium. Rimpang
kunyit tertulis sebagai Curcuma domesticae rhizoma. (Folium berarti
daun. Rhizoma berarti rimpang.)
Menurut berbagai penelitian, ekstrak daun jambu biji dan
rimpang kunyit memang punya khasiat antibakteri dan
menghambat pengeluaran feses. Meski begitu, tidak berarti obat
ini bisa digunakan untuk berbagai kasus diare sebab tidak semua
kuman bisa dibasmi oleh obat tradisional ini.

87
http://bukuobat.blogspot.com

Selain itu, apabila penyebab diare adalah racun dari


makanan atau minuman, penggunaan obat diare yang
menghambat pengeluaran feses justru akan berbahaya.
Bagaimanapun, racun harus dikeluarkan meskipun
konsekuensinya adalah harus bolak-balik ke belakang.
Diare sebetulnya adalah mekanisme alami untuk membuang
sesuatu yang berbahaya. Mencret sendiri sebetulnya tidak
berbahaya. Yang berbahaya dari diare adalah kehilangan cairan
dan elektrolit yang keluar terus-menerus lewat feses. Jika penderita
mengalami kekurangan cairan dan elektrolit (dehidrasi) dalam
tingkat parah, ia bisa semaput (pingsan), gagal ginjal, dan gagal
jantung.
Agar tidak sampai kekurangan cairan, penderita harus
minum oralit. Ini adalah “obat diare” terbaik. (Pada bayi, cairan
dan elektrolit bisa diperoleh dari ASI.) Apa pun penyebab
diarenya, pertolongan yang harus diberikan adalah oralit. Oralit
memang tidak menghentikan mencret tapi minuman ini bisa
menghindarkan penderita diare dari dehidrasi.
Walhasil, sebelum memilih obat, langkah paling penting
adalah mengenali penyebab diare. Ingat-ingat kembali apa saja
yang masuk ke dalam perut, dan apa saja yang terjadi sebelum
diare itu. Setelah itu kita bisa menentukan apakah kita perlu pergi
ke dokter atau membeli obat di apotek. Jika kita memutuskan

88
http://bukuobat.blogspot.com

membeli obat di apotek, kita juga bisa menentukan obat apa yang
akan kita pilih.

Obat Contoh merek dagang

Karbon aktif Norit®, Bekarbon®

Attapulgit Biodiar®, Neo Enterodiastop®, New Diatabs®,


Teradi®, Neo Enterodine®

Kaolin & pektin Diaend®, Envios-fb®, Neo Diaform®, Neo


Kaocitin®, Neo Kaolana®, Kanina®, Kaolimec®, Neo
Kaocitin®, Neo Kaominal®, Opidiar®, Omegdiar®

Attapulgit & Diagit®, Entrogard®, Entrostop®, Licopec®,

pektin Molagit®, Neo Diastop®, Neo Entrostop®, Neo


Envios®

Ekstrak daun Diapet®, Nodiar®, Fitodiar®, Anstrep®, Antrexol®,

jambu, kunyit, dsj Diarem®, Entrodiar®, Lesdiar®, Primadia®

Loperamida Imodium®, Amerol®, Colidium®, Diadium®,

(OBAT KERAS) Diasec®, Diaston®, Gradilex®, Imodan®, Imosa®,


Inamid®, Lexadium®, Licodium®, Lodia®,
Lopamid®, Motilex®, Normotil®, Normudal®,
Opox®, Primodium®, Renamid®, Rhomuz®,
Xepare®

89
http://bukuobat.blogspot.com

Oralit, Penting Tapi Sering Dilupakan

Dalam kondisi normal, usus besar menyerap kembali cairan yang


melewati saluran cerna. Pada saat diare, mekanisme ini terganggu sehingga
cairan ikut terbuang bersama feses.
Kondisi ini menyebabkan tubuh kekurangan cairan dan elektrolit-elektrolit
penting. Berkurangnya elektrolit-elektrolit penting, seperti natrium dan kalium,
bisa menyebabkan terganggunya fungsi-fungsi penting di dalam tubuh, misalnya
detak jantung, tekanan darah, dan kontraksi otot. Inilah yang paling berbahaya,
dan paling sering dilupakan.
Pada saat diare, penderita memang biasanya juga kehilangan nafsu
makan. Ini kadang menyebabkan penderita merasa ingin muntah jika minum
oralit. Untuk meminimalkan rasa mual, oralit tidak dianjurkan untuk diminum
sekaligus satu gelas, tapi disesap sedikit demi sedikit. Dengan demikian, cairan
bisa masuk pelan-pelan lewat lambung tanpa menyebabkan muntah.
Sebelum menyeduh oralit, pastikan serbuknya masih bisa mengalir
dengan baik dari bungkusnya. Pasalnya, oralit terbuat dari garam dan glukosa.
Keduanya termasuk bahan yang sangat mudah menyerap air (higroskopis). Jika
tidak disimpan secara benar, serbuk oralit bisa menggumpal dan rusak di dalam
kemasannya. Bila sudah menggumpal, oralit sebaiknya tidak digunakan lagi.
Minum oralit yang telah rusak sama saja dengan “menyelesaikan masalah
dengan masalah”.

90
http://bukuobat.blogspot.com

Kapan Harus ke Dokter?


Diare bisa merupakan masalah ringan, bisa pula menjadi masalah
berat. Kalau masalahnya karena makanan pedas atau susu, diare
bisa berhenti dengan sendirinya. Tapi dalam beberapa kondisi,
diare bisa menjadi masalah serius, dan penderita sebaiknya pergi
ke dokter.
Sebagai pedoman sederhana, pasien perlu ke dokter jika:

Pasien dewasa Pasien bayi dan anak

 Diare tidak sembuh dalam tiga  Disertai muntah atau demam di


hari. atas 39 C.
 Penderita mengalami dehidrasi,  Popok harus diganti setiap kurang
dengan tanda-tanda haus hebat, dari tiga jam.
mulut dan kulit kering, tidak  Ada darah di dalam tinja.
berkemih atau berkemih sangat  Terus mengantuk, rewel, dan tidak
sedikit, kesadaran berkurang. responsif.
 Disertai nyeri di daerah perut atau  Perut dan pipinya cekung.
dubur.  Jika kulitnya dicubit, bekas cubitan
 Ada darah di dalam tinja. tidak lekas hilang.
 Demam lebih dari 39 C.

91
http://bukuobat.blogspot.com

OBAT PERUT KEMBUNG

Dalam bahasa medis, perut kembung disebut dengan


dispepsia (indigestion). Bahasa awamnya “salah cerna”. Gejalanya
perut terasa penuh, mual, kadang sampai disertai muntah serta
nyeri dan perasaan terbakar di perut bagian atas.
Penyebabnya bisa bermacam-macam, bisa dari cara makan
yang salah, bisa pula dari jenis makanan yang sulit dicerna. Cara
makan yang salah misalnya makan terlau banyak dalam tempo
terlalu cepat. Adapun jenis makanan atau minuman yang bisa
menyebabkan salah cerna misalnya makanan tinggi lemak dan
tinggi protein, makanan yang belum matang, susu, makanan
dengan bumbu pekat, minuman bersoda atau minuman tinggi
kafein.
Makanan tinggi serat pun bisa saja menjadi pemicu perut
kembung karena serat termasuk bahan pangan yang tidak bisa

92
http://bukuobat.blogspot.com

dicerna. Bahan makanan yang tidak bisa dicerna oleh enzim akan
dicerna oleh bakteri, menghasilkan gas. Gas inilah yang
menyebabkan perut terasa penuh. Pada sebagian orang, sayur
semacam kubis atau pare dalam jumlah wajar pun bisa sampai
menyebabkan kembung.
Kadang penyebabnya bukan dari makanan yang sulit
dicerna, melainkan berasal dari ketidakmampuan organ cerna
memproduksi enzim. Misalnya, sebagian kecil orang tidak bisa
mencerna gula susu (laktosa). Jika minum susu, ia bisa mengalami
kembung sampai diare. Untuk orang seperti ini, obat kembungnya
hanyalah menghindari susu. Tidak perlu minum obat.
Perut kembung bisa juga disebabkan oleh penyakit lain,
seperti infeksi bakteri di saluran cerna, sakit mag, atau tukak (luka)
lambung. Bisa juga disebabkan oleh kondisi kecemasan maupun
akibat penggunaan obat-obat tertentu.
Sebelum memutuskan minum obat, sebaiknya kita
mengidentifikasi dulu penyebabnya secara tepat. Jika kita tahu
penyebabnya, kita akan lebih mudah memilih obatnya.
Jika penyebabnya adalah kebanyakan makan atau
ketidakmampuan tubuh mencerna makanan, misalnya akibat
terlalu banyak makan daging atau sumber lemak dan protein
lainnya, kita bisa memilih obat bebas dari kategori suplemen
enzim. Contoh merek dagang yang terkenal: Enzyplex®,

93
http://bukuobat.blogspot.com

Vitazym®, dan Tripanzym®. Suplemen ini berisi enzim-enzim


yang bisa membantu pencernaan karbohidrat, lemak, dan protein.
Jika penyebabnya adalah sakit mag, kita bisa mengobatinya
dengan minum obat mag dan simetikon (penyerap gas). Jenis-jenis
obat mag bisa dibaca di Bab Obat Mag. Jika penyebabnya adalah
infeksi bakteri, kita harus mengobati infeksinya lebih dulu. Jika
obat yang kita minum tidak sesuai dengan penyebabnya, masalah
kembung mungkin saja malah akan menjadi lebih parah.
Sebagai contoh, jika penyebabnya adalah ketidakmampuan
lambung mencerna protein, maka tentu akan sia-sia jika kita
mengobatinya dengan obat mag. Begitu pula jika penyebabnya
adalah sakit mag atau infeksi bakteri, suplemen enzim akan
mubazir kita minum.
Jika masalah kembung terjadi berulang-ulang dan tidak bisa
diselesaikan dengan obat-obat bebas, lalu menjadi semakin parah,
apalagi jika disertai dengan muntah atau diare, itu pertanda bahwa
kita harus segera ke dokter. Kuncinya: jauhi penyebabnya lebih
dulu. Jangan langsung diatasi dengan obat.
Kelompok obat yang banyak digunakan dalam obat salah
cerna antara lain:

1. Enzim cerna
Enzim yang sering digunakan di dalam obat salah cerna antara
lain: pankreatin (berisi amilase, tripsin/protease, lipase),

94
http://bukuobat.blogspot.com

bromelain, empedu sapi (di kemasan obat mungkin tertulis


sebagai ox bile). Semua bahan ini termasuk golongan enzim
cerna. Sebagian produk juga mengandung enzim dari
tumbuhan, misalnya getah pepaya yang memang punya
khasiat memecah protein. Semuanya termasuk kategori enzim
cerna.

2. Penyerap gas
Contoh obat: simetikon/dimetilpolisiloksan. Fungsinya
menyerap produksi gas berlebih yang menyebabkan perut
terasa penuh. Obat ini juga banyak digunakan pada produk
obat mag. Baca juga Bab Obat Mag.

3. Probiotik (bakteri baik)


Makanan yang tidak tercerna dengan baik akan menyebabkan
pertumbuhan bakteri jahat (patogen). Bakteri baik
(nonpatogen) dari obat probiotik berfungsi menekan
pertumbuhan bakteri jahat ini. Contoh bakteri: Lactobacillus
acidophilus, bifidobacteria, dan sejenisnya.

95
http://bukuobat.blogspot.com

Obat Contoh merek dagang

Enzim cerna Benozym®, Cotazym Forte®, Excelase-E®,


Enzymfort®, Elsazym for Children®, Digezym®,
Pankreon Comp®, Pankreon For Children®

Enzim cerna & Enzyplex®, Berzymplex®, Decazym®, Elsazym®,

penyerap gas Flazymec®, Gasflat®, Pankreoflat®, Tripanzym®,


Vitazym®, Xepazym®

Bakteri baik Laktobion®, L-Bio®, Linex Forte®, Interlac Probiotic


Drops®, Lacbon®, Lacto-B®, Lacidofil®, Probi®,
Protexin®, Rillus®, Synbio®

96
http://bukuobat.blogspot.com

OBAT SEMBELIT

“Huh, sebel, udah beberapa hari gak BAB, perutku jadi gak
nyaman. Karena itu aku minum dua tablet ********® saat malam.
Efektif tanpa mulas berlebihan.” (Iklan teve)
Tak ada yang salah dengan iklan di atas. Iklan memang
harus menggoda pemirsa teve untuk membeli. Kalau tidak
menggoda, tentu bukan iklan namanya. Iklan memang harus
persuasif: Kapan pun Anda mengalami susah buang air besar atau
sembelit, belilah obat ini. Minum dua tablet di malam hari, maka di pagi
harinya saat Anda bangun tidur, masalah Anda akan selesai.
Tapi apakah benar masalah akan selesai? Untuk jangka
pendek, mungkin ya. Namun, untuk jangka panjang, rasanya
tidak. Justru mungkin sebaliknya. Sebab, obat sembelit sebetulnya
hanya merupakan pertolongan pertama, tidak boleh digunakan
berkali-kali, apalagi dalam jangka panjang. Ini berlaku untuk

97
http://bukuobat.blogspot.com

hampir semua obat sembelit. Pengobatan sembelit yang utama


bukanlah obat dari apotek tapi perubahan gaya hidup.
Sembelit—istilah medisnya konstipasi—pada umumnya
berkaitan dengan pola hidup sehari-hari. Idealnya, kita buang air
besar (BAB) setiap hari. Namun, ini tidak bisa dijadikan patokan
umum untuk semua orang. Sebagian orang memang memiliki
jadwal BAB rutin setiap pagi. Sebagian orang tidak memiliki
jadwal rutin. Kadang hanya dua hari sekali. Sekalipun tidak rutin
dan tidak setiap hari, kondisi ini tidak bisa disebut sebagai
sembelit.
Sebagai ukuran gampang, seseorang dikatakan mengalami
konstipasi jika dalam seminggu ia hanya BAB dua kali atau
kurang; tinjanya keras, sampai harus mengejan kuat saat BAB.
Penyebab sembelit yang paling umum, antara lain:

1. Kurang bergerak
Aktivitas fisik bisa merangsang usus aktif bergerak. Jika kita
jarang bergerak, usus juga akan kurang banyak bergerak
sehingga ampas makanan juga lebih lama tertahan di usus
besar.
Aktivitas fisik ini tak terbatas pada olahraga seperti joging,
bersepeda, badminton, atau berenang. Berjalan kaki dari
rumah atau kantor menuju angkutan umum, berkebun, atau

98
http://bukuobat.blogspot.com

membersihkan rumah pun termasuk kategori aktivitas fisik


yang bisa merangsang gerakan usus.

2. Kurang serat dan cairan


Serat dan cairan diperlukan oleh usus untuk membentuk feses
yang lembek dan mudah dikeluarkan. Jika seseorang
kekurangan keduanya, feses menjadi keras dan susah
dikeluarkan.

3. Perubahan hormonal
Ini misalnya terjadi pada ibu hamil. Selain akibat perubahan
hormonal, sembelit pada ibu hamil bisa juga terjadi karena
usus ditekan oleh kandungan yang membesar. Perubahan
hormonal tubuh saat mengalami stres dan depresi juga bisa
memicu sembelit.

4. Kebiasaan menunda BAB


Kebiasaan menahan keinginan BAB akan menyebabkan feses
tertahan di usus besar lalu volumenya membesar dan menjadi
kering sehingga memblokade jalan di usus besar. Akibatnya
“antrean” feses akan akan lebih lama tertahan di sana. Selain
itu, kebiasaan menunda jadwal ke belakang juga bisa
membuat usus besar menjadi malas bergerak sehingga bisa
menyebabkan sembelit.

99
http://bukuobat.blogspot.com

5. Pemakaian obat tertentu


Contoh, obat penenang. Obat ini biasa diresepkan untuk
pasien yang mengalami kecemasan. Bukan hanya obat
penenang, obat antisembelit pun bisa menyebabkan sembelit
jika dipakai terlalu sering. Kok bisa?
Obat antisembelit (istilah awamnya, pencahar) merangsang
usus besar bergerak mendorong feses keluar. Jika
pemakaiannya terlalu lama, misalnya terus-terusan dalam
waktu sebulan, usus akan mengalami ketergantungan dan
malas bergerak kalau tidak dibantu oleh obat. Itulah
sebabnya, obat antisembelit sebaiknya hanya digunakan
sebagai pertolongan pertama.

6. Kondisi sakit tertentu


Sembelit pada umumnya tidak berbahaya, tapi ada kalanya ia
merupakan gejala dari penyakit lain yang serius, misalnya
penyumbatan pada usus, tumor usus, dan sebagainya.

7. Makanan tertentu
Pada bayi, misalnya, jenis susu formula tertentu bisa
menyebabkan sembelit. Perubahan makanan dari ASI ke
makanan padat juga bisa menyebabkan sembelit. Banyak
makan buah yang rasanya kelat (misalnya salak yang rasanya
sepat, pisang yang belum cukup matang), atau minum teh

100
http://bukuobat.blogspot.com

kental yang sepat juga bisa menyebabkan sembelit. Rasa sepat


pada buah atau daun berasal dari komponen tanin yang
dalam jumlah banyak bisa menyebabkan konstipasi. Tanin
merupakan salah satu komponen utama ekstrak daun jambu
biji yang punya khasiat antidiare yang membuat feses lebih
padat dan tidak gampang keluar.

Dari daftar di atas, kita bisa melihat bahwa sebagian besar


akar masalah sembelit berasal dari pola hidup, dan karena itu
tentunya masalah ini bisa diselesaikan dengan perubahan pola
hidup. Bila kita sudah berusaha menyelesaikannya dengan
perubahan pola hidup tapi tetap tak ada hasilnya, kita harus
berkonsultasi ke dokter.
Sekalipun bukan tergolong masalah serius, konstipasi harus
segera diatasi. Jika tidak, ia bisa bekembang menjadi wasir
(ambien) atau infeksi anus. Jika dibiarkan dalam jangka panjang,
sembelit juga bisa meningkatkan risiko kanker usus besar (kolon).
Agar kita terbebas dari sembelit, tentu saja kita harus
menjauhi penyebabnya, dengan cara:

 Konsumsi cukup serat


Serat merupakan “nutrisi” penting yang sering terlupakan di
dalam gaya hidup modern. Sumber serat terpenting adalah
buah dan sayur. Secara umum, kita dianjurkan mengonsumsi

101
http://bukuobat.blogspot.com

serat minimal 25 gram dalam sehari. Jumlah ini setara dengan


3–5 porsi buah atau sayur. Satu buah apel, satu buah mangga,
seiris pepaya, seiris semangka, semangkuk sayur bayam, dan
sebagainya bisa dihitung masing-masing sebagai satu porsi.
Jika kita awalnya termasuk orang yang tidak begitu suka
makan buah dan sayur, peningkatan konsumsi sebaiknya
dilakukan pelan-pelan, tidak sekaligus. Sebab, jika kita tiba-
tiba makan sayur dan buah dalam jumlah banyak, hal ini
mungkin akan menyebabkan masalah timbulnya gas
berlebihan di dalam usus.

 Minum cukup air


Sama seperti serat, fungsi air dalam hal ini juga untuk
mencegah sembelit. Dalam sehari, kita dianjurkan minum air
1,5–2 liter. Jumlah ini termasuk air minum, kuah sayur, dan
air yang ada di dalam buah yang kita makan. Minum air
hangat pada pagi hari juga bisa mempermudah BAB.

 Biasakan aktif bergerak


Aktivitas fisik bisa merangsang usus aktif bergerak. Jika kita
jarang bergerak, usus juga akan kurang banyak bergerak
sehingga ampas makanan juga lebih lama tertahan di usus
besar dan menyebabkan sembelit. Sekali lagi, aktivitas fisik
antisembelit tak terbatas pada olahraga seperti joging,

102
http://bukuobat.blogspot.com

bersepeda, badminton, atau berenang. Berjalan kaki dari


rumah atau kantor menuju angkutan umum, berkebun, atau
membersihkan rumah pun termasuk kategori aktivitas fisik
yang bisa merangsang gerakan usus.

 Biasakan “ke belakang” dengan jadwal rutin


Paling gampang, biasakan BAB di pagi hari. Jangan suka
menunda-nunda keinginan BAB. Jika BAB biasa ditunda, ini
akan meningkatkan risiko kemungkinan konstipasi.

 Sebisa mungkin hindari pencahar


Jangan biasakan menyelesaikan masalah sembelit dengan
langsung minum antisembelit yang kini banyak dijual bebas
dan banyak diiklankan di teve. Obat antisembelit memang bisa
menyembuhkan gangguan konstipasi. Tapi efeknya hanya
sesaat. Boleh dipakai tapi hanya sesekali.
Dalam jangka panjang, obat ini justru bisa membuat
sembelit menjadi kronis jika tidak diatasi dengan perubahan
pola hidup. Jika pemakaiannya terlalu lama, misalnya terus-
terusan dalam waktu sebulan, usus akan mengalami
ketergantungan dan malas bergerak kalau tidak dibantu oleh
obat. Itulah sebabnya, obat pencahar sebaiknya hanya
digunakan sebagai pertolongan pertama.

103
http://bukuobat.blogspot.com

Jika kita sudah melakukan semua tindakan pencegahan di


atas dan masih saja sembelit, kita bisa minta bantuan kepada obat-
obatan. Di apotek tersedia beberapa macam obat antisembelit.
Sebagian bisa dibeli bebas, sebagian lainnya harus dengan resep
dokter.
Penulisan golongan obat di bawah ini berdasarkan urutan
dari yang paling aman sampai yang paling banyak efek
sampingnya.

 Suplemen serat
Ini sebetulnya bukan termasuk obat. Produk ini banyak dijual
bebas, bahkan di toko-toko. Ini pilihan paling aman—
dibandingkan kelompok obat di bawah. Penggunaan suplemen
ini tidak menimbulkan ketergantungan, bisa digunakan
berkali-kali.
Meski begitu, tetap perlu diingat bahwa tidak ada satu pun
produk obat dan suplemen yang 100% aman. Suplemen serat
memang relatif aman tapi pola penggunaannya tetap harus
diperhatikan. Konsumsi serat ini harus disertai dengan banyak
minum air putih. Kalau kita minum suplemen serat tapi
kurang minum, serat ini justru bisa menimbulkan
penyumbatan di usus.
Suplemen ini sebetulnya lebih tepat digunakan untuk
pencegahan. Jika kita sudah mengalami sembelit parah

104
http://bukuobat.blogspot.com

berhari-hari, minum suplemen mungkin tidak sanggup


mengatasinya.
Yang tak boleh dilupakan—ini yang paling penting—serat
dari buah dan sayur jauh lebih baik daripada serat suplemen.
Jika kita mengonsumsi buah dan sayur, kita tak hanya
mendapatkan serat tapi juga vitamin, mineral, antioksidan,
dan berbagai nutrisi lainnya.

 Pelicin dan pelunak


Obat jenis ini bisa menjadi pilihan jika suplemen serat tidak
sanggup mengatasinya. Contoh obat golongan ini: natrium
laurilsulfoasetat, dokusat (dioktil sulfosuksinat), parafin cair,
gliserin, polietilen gilkol (PEG), sorbitol, laktulosa .
a. Natrium lauril sulfoasetat termasuk golongan sabun
yang lembut. Larutannya digunakan dengan cara
dimasukkan ke dalam dubur. Masih bersaudara dengan
natrium lauril sulfat—bahan dasar sabun cuci yang biasa
kita pakai sehari-hari.
Sabun memang memiliki sifat licin. Itu sebabnya
sebagian orang kampung zaman dulu menggunakan
larutan sabun cuci yang dimasukkan ke dalam anus
(Don’t try this at home!) sebagai pertolongan pertama
kalau anaknya sulit buang hajat.

105
http://bukuobat.blogspot.com

b. Parafin cair berfungsi mirip oli alias pelumas yang


membuat dinding anus menjadi licin sehingga feses
mudah keluar. Parafin adalah minyak mineral yang
berbentuk cair. Digunakan dengan cara diminum.
Sekalipun relatif aman, golongan minyak pelumas ini
tetap tidak dianjurkan dipakai jangka panjang karena
minyak ini bisa mengganggu penyerapan vitamin yang
larut lemak, seperti A,D, E, dan K.
c. Gliserin punya fungsi yang mirip dengan parafin, yakni
membuat feses menjadi lunak. Bahan-bahan di atas
relatif aman karena hanya bekerja lokal di anus. Bisa
digunakan untuk ibu hamil maupun bayi. Sekalipun
relatif aman, obat golongan ini pun tetap tidak
dianjurkan digunakan terlalu sering sebab bisa
menyebabkan iritasi anus.
d. Sorbitol, laktulosa, PEG, dan garam inggris (garam
magnesium), natrium fosfat termasuk kategori ini.
Contoh merek yang terkenal: Dulcolactol®, yang
mengandung laktulosa.
Di usus besar, bahan-bahan yang dalam ilmu farmasi
disebut osmotic agent tersebut mengikat air sehingga
membuat feses lebih lunak. Selain itu, bahan-bahan
tersebut bisa merangsang pergerakan usus.

106
http://bukuobat.blogspot.com

Sebagian obat pelicin dan pelunak digunakan dengan


cara diminum, seperti parafin, laktulosa, dan garam inggris.
Sebagian lainnya tidak diminum, tapi dimasukkan ke dalam
dubur, misalnya natrium lauril sulfoasetat, PEG, dan
sorbitol. Bentuknya bisa berupa supositoria padat (seperti
torpedo), bisa berupa cairan kental atau gel yang
dimasukkan ke dalam dubur. Dalam farmasi, bentuk cairan
kental yang dimasukkan ke dalam anus ini disebut enema.
Contoh produk enema yang terkenal: Microlax®.
Sekalipun relatif aman untuk pemakaian sesekali,
kelompok obat ini tetap tidak boleh digunakan terus-
menerus karena bisa menyebabkan efek buruk seperti
gangguan keseimbangan elektrolit.

 Perangsang gerakan usus (stimulan motilitas usus)


Contoh yang paling banyak digunakan di Indonesia:
bisakodil. Merek dagang yang paling terkenal: Dulcolax®.
Obat ini bisa diminum, bisa duga digunakan dengan dalam
bentuk supositoria yang dimasukkan ke dalam dubur.
Dibandingkan golongan obat lainnya, obat jenis ini paling
mudah digunakan. Tinggal minum di malam hari, maka esok
paginya kita sudah bisa BAB. Kalau mau lebih cepat BAB,
kita bisa memilih supositoria. Begitu torpedo ini dimasukkan

107
http://bukuobat.blogspot.com

ke dalam dubur, beberapa jam kemudian kita langsung ingin


BAB.
Meski begitu, sekali lagi, obat jenis ini tidak disarankan
sering-sering dipakai, apalagi secara terus-menerus lebih dari
dua minggu karena justru bisa membuat kita mudah
mengalami sembelit.
Dari sekian banyak produk di atas, yang paling aman
sebetulnya suplemen golongan serat. Namun, suplemen jenis ini
mempunyai kelemahan dalam hal efek BAB-nya tidak bisa didapat
seketika. Biasanya butuh beberapa hari. Ini berbeda dengan obat
golongan perangsang gerakan usus yang hanya membutuhkan
waktu beberapa jam.
Contoh lain obat golongan perangsang usus: antrakunion
dan obat tradisional dari daun sena. Ekstrak daun sena dipakai di
sebuah merek yang cukup terkenal, bahkan termasuk salah satu
peraih Top Brand Award, yaitu Laxing®. Produk ini termasuk
salah satu merek laris dan dipersepsi tidak hanya sebagai obat
pencahar, tapi juga obat pelangsing.
Persepsi semacam ini mestinya perlu dikoreksi. Menurut
beberapa situs rujukan, seperti National Health Service Inggris dan
National Institutes of Health Amerika, obat tradisional daun sena
sebaiknya tidak digunakan secara terus-menerus lebih dari dua
minggu. Artinya, urusan langsing harusnya dipisahkan dari urusan

108
http://bukuobat.blogspot.com

sembelit. Obat antisembelit semestinya tidak diperlakukan sebagai


obat pelangsing.

Fenolftalin
Di Indonesia, sebagian obat antisembelit mengandung
fenolftalin. Buku Informasi Spesialite Obat Indonesia setidaknya
masih mencantumkan empat merek obat antisembelit yang
mengandung fenolftalin. Di beberapa negara, bahan ini sudah
tidak boleh digunakan sebagai obat bebas antisembelit karena
diketahui bisa meningkatkan risiko kanker pada hewan coba.
Memang belum ada data penelitian massal pada manusia,
tapi beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Prancis,
Italia, Jerman, dan Kanada, memutuskan untuk melarang
penggunaannya sebagai obat bebas antisembelit. Dari fakta ini saja
kita bisa melihat bahwa ketika kita membeli obat antisembelit, kita
dihadapkan pada risiko minum obat yang tidak sepenuhnya aman.
Di Indonesia, obat ini secara hukum masih sah beredar
sebagai obat bebas karena memang tidak ada larangan dari Badan
POM. Meski begitu, demi alasan kesehatan, kita sebaiknya
menghindarinya. Toh masih banyak pilihan lain yang lebih aman.
Untuk informasi lebih detail, silakan kunjungi situs referensi di
http://monographs.iarc.fr/ENG/Monographs/vol76/mono76-15.pdf.

109
http://bukuobat.blogspot.com

Kelompok Obat Contoh merek dagang

Vegeta®, Mulax®, Fiber®,


Serat
Metamucil®, Mucofalk®, Forty Plus®

Dulcolactol®, Duphalac®, Lacons®,


Laktulosa Lactugra®, Lactulax®, Lantulos®,
Laxadilac®, Opilax®, Pralax®,
Pelembab dan pelicin

Solac®

Natrium fosfat Fleet Enema®, Fosen®, Fleet


Phosposoda®

Dokusat (dioktil Laxatab®


sulfosuksinat)

Lauril sulfoasetat, Microlax®, Laxarec®


sorbitol & PEG

Bisakodil Dulcolax®, Bicolax®, Brolaxan®,


Codylax®, Custodiol®, Laxacod®,
Perangsang usus

Laxana®, Laxamex®, Laxana®,


Melaxan®, Prolaxan®, Stolax®

Ekstrak sena dan Laxing®, Maximus®, Eucarbon®


obat tradisional
lain

Antrakuinon Danthron®

110
http://bukuobat.blogspot.com

10

SUPLEMEN

Di pasaran terdapat ribuan merek suplemen. Sesuai


namanya, “supplement” adalah pelengkap. Hanya diperlukan
dalam kondisi khusus. Jadi, tidak perlu diminum setiap hari. Ini
definisi suplemen. Dengan kata lain, kalau sehari-hari kita hanya
bisa aktif setelah minum suplemen, itu berarti kesehatan kita tidak
dalam kondisi fit. Berarti kita tergantung kepada sesuatu yang
mestinya hanya menjadi pelengkap.
Dalam kondisi biasa, suplemen mestinya tidak kita
butuhkan. Kalau tubuh kita kekurangan vitamin dan mineral, itu
berarti kita harus memperbaiki asupan nutrisi dari makanan kita.
Suplemen mestinya tidak kita perlukan asalkan kita makan dengan

111
http://bukuobat.blogspot.com

cukup gizi, ditunjang olahraga rutin dan istirahat yang cukup,


serta pola hidup sehat lainnya.
Lalu kapan kita memerlukan suplemen? Apa yang disebut
“kondisi khusus” itu?

 Hamil, menyusui, atau usia subur


Wanita hamil memerlukan suplemen sebab ada janin dalam
kandungannya. Ia membutuhkan tambahan kalsium untuk
pembentukan tulang janin, tambahan zat besi untuk
pembentukan sel darah janin, tambahan asam folat untuk
pembentukan organ-organ janin, dan lain-lain. Begitu pula
pada saat menstruasi, wanita mungkin memerlukan suplemen
zat besi untuk mengganti sel-sel darahnya yang hilang.

 Aktivitas berat
Misalnya pada olahragawan atau pekerja keras. Meskipun
multivitamin dan mineral tidak mengandung kalori (energi),
zat-zat ini diperlukan untuk membantu sistem tubuh
memproduksi energi dari makanan.

 Masa pertumbuhan
Pada masa tumbuh kembang, suplemen mungkin diperlukan
anak-anak untuk pembentukan tulang dan sel-sel tubuhnya.

112
http://bukuobat.blogspot.com

 Kurang gizi
Contohnya orang yang sakit dalam jangka lama, terutama
kaum lansia, baru sembuh dari sakit, atau mendapat terapi
antibiotik jangka panjang. Dalam jangka panjang, terapi
antibiotik mempengaruhi flora normal pencernaan dan
mengganggu penyerapan vitamin K. Orang seperti ini
membutuhkan suplemen untuk mengganti vitamin dan bakteri
baik di dalam ususnya.

 Kondisi khusus lainnya


Misalnya, petugas kesehatan yang menangani wabah, pekerja
yang sedang lembur, atau orang yang harus menjaga daya
tahan tubuhnya dalam kondisi tertentu.

Vitamin
Salah satu komponen penting suplemen adalah vitamin. Yang
termasuk kategori ini misalnya Vitamin A, B, C, D, E, K. Di
kemasan suplemen, kadang vitamin ditulis dengan nama lainnya:

Vitamin Nama lain


A Betakaroten
B-1 Tiamin
B-2 Riboflavin
B-3 Niacin
B-5 Asam pantotenat

113
http://bukuobat.blogspot.com

B-6 Piridoksin
B-7 Biotin (Vitamin H)
B-9 Asam folat
B-12 Kobalamin
C Asam askorbat
D Kalsiferol
E Tokoferol

Menurut sifat kelarutannya, vitamin dikelompokkan


menjadi dua bagian: larut lemak dan larut air. Golongan pertama,
larut lemak, yaitu vitamin A, D, E, dan K. Jika vitamin-vitamin
ini dikonsumsi hingga berlebihan, sisanya akan ditimbun di dalam
jaringan-jaringan tubuh. Dalam jumlah yang terlalu besar,
timbunan ini malah bisa berbahaya.
Inilah salah satu alasan kenapa kita sebaiknya tidak terlalu
gemar minum suplemen, terutama dari golongan yang larut
lemak. Contohnya kelebihan vitamin A bisa menyebabkan kulit
kering dan pecah-pecah.
Golongan vitamin larut air yaitu vitamin B dan C, dan kolin
(kelompok vitamin B kompleks). Karena larut di dalam air,
vitamin-vitamin ini tidak akan ditimbun di dalam tubuh jika
dikonsumsi berlebih, tapi dikeluarkan lewat urine atau feses.
Meski demikian, tidak berarti kita boleh bebas semaunya
mengonsumsi suplemen vitamin larut air. Tetap ada risiko

114
http://bukuobat.blogspot.com

overdosis. Sebagai contoh, terlalu banyak mengonsumsi vitamin C


berisiko menyebabkan sakit mag dan batu ginjal.

Jangan Sampai Tergantung


Sebagaimana makanan, suplemen multivitamin sebetulnya tidak
menyebabkan ketergantungan. Namun, jika seseorang telah
terbiasa minum dosis tinggi setiap hari kemudian mendadak
menghentikannya, tubuhnya akan merasa seperti dalam keadaan
kurang gizi. Ini disebabkan karena tubuhnya telah terbiasa
mendapat suplai vitamin dosis tinggi.
Dalam keadaan mendapat suplai dosis tinggi setiap hari,
tubuh membiasakan diri mengeliminasi (membuang) vitamin
dengan cepat. Sehingga, jika tidak mengonsumsi suplemen, ia
akan menderita gejala seperti defisiensi (kekurangan) vitamin.
Inilah penjelasan kenapa jika kita biasa minum suplemen lalu tiba-
tiba berhenti, kita akan merasa kurang bertenaga.
Sekali lagi, suplemen tidak untuk diminum setiap hari.
Sekalipun Dian Sastro, Asmirandah, dan para artis lainnya
membujuk kita untuk minum suplemen setiap hari, jangan mudah
tergoda. Kalau kita setiap hari membutuhkan doping suplemen,
itu berarti ada yang tidak beres dengan pola hidup kita, mungkin
pola makan, olahraga, istirahat, atau stres yang kita hadapi sehari-
hari. Daripada minum suplemen, lebih baik kita mengoreksi pola
hidup yang tidak sehat.

115
http://bukuobat.blogspot.com

Konsultasikan ke Dokter
Meskipun suplemen bisa dibeli tanpa resep dokter, konsumen
tetap disarankan untuk berkonsultasi pada dokter atau apoteker
lebih dulu sebelum mengonsumsinya. Ini perlu dilakukan terutama
jika ia sedang hamil, menyusui, menderita penyakit kronis, seperti
diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung lainnya. Pasalnya,
komponen tertentu dari suplemen mungkin dapat berinteraksi
dengan obat atau kondisi fisik peminumnya.
FDA mencontohkan: Ginkgo biloba, vitamin E, dan vitamin
K bisa berinteraksi dengan aspirin (obat antinyeri dan penurun
demam) dan obat pengencer darah, serta bisa meningkatkan risiko
pendarahan internal.
Selain bisa berinteraksi dengan obat atau kondisi tubuh, jika
diminum secara keliru, suplemen juga malah dapat merugikan
kesehatan. Sebagai contoh, suplemen yang mengandung
campuran ginseng dan kafein bisa menyebabkan hipertensi jika
diminum dalam jangka panjang. Padahal sebagian dari kita
mungkin tidak bisa memulai aktivitas harian sebelum dipacu oleh
suplemen berisi kafein dan ginseng.

Perhatikan Angka Kecukupan Gizi


Pada label suplemen, biasanya dicantumkan daftar yang memuat
kandungannya, berikut persen angka kecukupan gizi (AKG).

116
http://bukuobat.blogspot.com

AKG menyatakan rata-rata jumlah vitamin atau mineral yang


diperlukan tiap hari untuk mencapai kondisi sehat.
Biasanya, AKG disusun berdasarkan kebutuhan orang pada
diet 2.000 kalori. Namun ini tidak sama untuk semua orang.
Besarnya kebutuhan vitamin dan mineral dipengaruhi oleh usia,
jenis kelamin, aktivitas, kondisi fisik, dll. Anda yang sangat aktif,
bisa membutuhkan lebih dari 2.000 kalori per hari. Tentu AKG-
nya juga lebih besar daripada mereka yang kurang aktif.

Gizi Makanan Lebih Baik


Setidak-tidaknya ada dua alasan mengapa mendapatkan zat gizi
dari makanan jauh lebih baik daripada lewat suplemen. Yang
pertama, makanan mengandung zat gizi yang lebih kompleks.
Segelas susu, misalnya, memberi kita kalsium, vitamin A, B-12, D,
fosfor, magnesium, seng, dan masih banyak lagi zat gizi lain
dalam komposisi yang alami. Komposisi ini tidak mungkin kita
ganti dengan suplemen.
Alasan kedua, di dalam makanan terdapat bahan-bahan
fitokimia lain yang berguna dan tidak bisa ditemukan di dalam
suplemen. Sebagai contoh, buah-buahan dan sayuran. Selain
mengandung vitamin dan mineral, buah dan sayuran mengandung
serat, protein, lemak, karbohidrat, dan puluhan bahan fitokimia
yang berguna bagi tubuh, seperti flavonoid, alkaloid, minyak asiri,
dll.

117
http://bukuobat.blogspot.com

Meskipun mekanisme kerja sebagian bahan-bahan fitokimia


ini belum diketahui sepenuhnya, para ilmuwan yakin bahwa
mendapatkan zat gizi dari sumber makanan jauh lebih baik
daripada dalam bentuk senyawa murni atau ekstrak seperti di
dalam suplemen.

Jangan Mudah Percaya Iklan


Di Indonesia terdapat ribuan merek suplemen yang beredar di
pasar. Semua berlomba menggaet konsumen dengan iklan-iklan
menggoda yang wara-wiri di televisi setiap beberapa menit.
Bahkan ada juga produsen yang mengiklankan produknya dengan
cara yang sebetulnya tidak diperkenankan menurut regulasi
periklanan produk farmasi, terutama produk suplemen yang
mengandung bahan herbal.
Produk-produk ini sering diiklankan memiliki khasiat ini
dan itu, serta aman dikonsumsi jangka panjang tanpa efek
samping. Faktanya, tidak semua bahan alam pasti aman
dikonsumsi jangka lama.
Pengaruh iklan bisa membuat konsumen berharap terlalu
banyak dari suplemen, apalagi jika melihat model iklan yang
ditampilkan. Padahal, Dian Sastro memang sudah cantik dari
sononya meskipun tidak minum suplemen vitamin E.

118
http://bukuobat.blogspot.com

Tip Memilih Suplemen


Jika memang kita yakin butuh suplemen, beberapa hal berikut bisa
kita pertimbangkan:

 Hindari suplemen megadosis atau yang komposisinya tidak


berimbang, misalnya 500% dari angka kecukupan gizi (AKG)
untuk satu jenis vitamin, tetapi hanya 20% AKG untuk
vitamin lain.
 Periksa tanggal kedaluwarsanya. Hindari suplemen tanpa
tanggal kedaluwarsa.
 Teliti juga kemasannya. Kebanyakan senyawa vitamin mudah
terurai, terutama jika disimpan dalam kondisi panas (misalnya
di etalase yang terkena sinar matahari langsung) dan lembap.
Kemasan buram, kotor, atau terdapat endapan pada
larutannya, menunjukkan isinya sudah mengalami penurunan
kadar.
 Bersikaplah kritis dalam menilai mutu dan harga. Pada
dasarnya semua suplemen yang terdaftar di Badan POM telah
memenuhi kualitas minimal. Meski demikian, kualitas
tambahan (misalnya kemudahan diserap tubuh) bisa berbeda
meskipun komposisinya sama.
Kualitas tambahan ini ditentukan oleh bahan-bahan
tambahan dan teknologi formulasi masing-masing produsen.

119
http://bukuobat.blogspot.com

Namun ini pun tidak berarti kualitas suplemen yang mahal


pasti lebih baik daripada suplemen murah.
Harga sebuah produk dipengaruhi oleh banyak faktor,
misalnya kemasan dan biaya iklan. Semakin luks kemasannya
dan semakin gencar iklannya, harga produk farmasi biasanya
juga akan semakin mahal.
Ada kalanya produsen memosisikan produknya pada harga
premium karena ingin menunjukkan sifat eksklusifnya,
padahal bisa saja mutu produk sebenarnya biasa saja.
 Hindari suplemen yang belum terdaftar di Badan POM,
termasuk suplemen impor. Selama ini kita menganggap
suplemen impor pasti berkualitas. Kenyataannya bisa bertolak
belakang.
 Untuk kita yang punya masalah alergi, hindari suplemen yang
mengandung komponen alergen. Sebagai contoh, jika kita
alergi terhadap makanan laut, hindari suplemen yang
mengandung komponen bahan dari laut.

120
http://bukuobat.blogspot.com

11

VITAMIN C

Di jajaran suplemen multivitamin, vitamin C perlu


mendapat perhatian khusus karena vitamin ini paling banyak
dijual sebagai suplemen dengan klaim ini itu. Di pasaran terdapat
ratusan merek suplemen vitamin yang berisi vitamin C. Seringkali
dosisnya lebih besar dari kebutuhan harian kita. Vitamin C adalah
vitamin yang paling sering dijual dalam dosis tinggi.
Kebutuhan rata-rata manusia terhadap vitamin C sebetulnya
tidak lebih dari 100 mg sehari. Tapi coba perhatikan kemasan
produk-produk suplemen vitamin C. Banyak di antaranya yang
mengandung vitamin C 500 mg hingga 1.000 mg.
Vitamin C memang memiliki banyak sekali fungsi: menjaga
daya tahan tubuh, menetralkan radikal bebas perusak sel-sel tubuh
(seperti polutan dan asap rokok), mengurangi risiko kanker,
memperlambat penuaan dini, dan sebagainya.

121
http://bukuobat.blogspot.com

Pendek kata, vitamin C adalah vitamin multifungsi.


Sedemikian banyak fungsinya, sehingga vitamin ini dicampurkan
ke dalam berbagai produk farmasi, mulai dari suplemen, obat flu,
obat sariawan, obat “panas dalam”, hingga obat tambah darah.
Di antara bermacam-macam vitamin, vitamin C adalah
vitamin yang paling banyak dibutuhkan manusia. Kebutuhan kita
terhadap vitamin ini sekitar 75-90 mg per hari. Sementara vitamin-
vitamin lain hanya dalam hitungan mikrogram. Kalaupun dalam
miligram, angkanya tidak lebih dari sepertiga dari kebutuhan
vitamin C.

Siapa yang Butuh Ekstra?


National Institutes of Health merekomendasikan untuk orang-
orang tertentu agar mengonsumsi vitamin C lebih besar dari rata-
rata orang. Mereka adalah perokok, penderita stres fisik maupun
mental yang berkepanjangan, orang dengan HIV/AIDS,
penyandang tuberkulosis (TB), penderita luka bakar, kanker,
hipertiriodisme, dan infeksi dalam jangka lama.

Hati-hati pada Sakit Mag


Larutan vitamin C di dalam air bersifat asam—sesuai namanya:
“asam askorbat”. Jika diminum dalam dosis tinggi, vitamin C bisa
menyebabkan keasaman lambung meningkat tajam. Karena itu
jika mag Anda bermasalah, hindari minum vitamin C dalam

122
http://bukuobat.blogspot.com

keadaan perut kosong. Untuk mengurangi efek asam ini,


sebaiknya vitamin C diminum bersama makanan lain.
Sebetulnya di pasaran ada beberapa jenis vitamin C yang
lebih bersahabat buat lambung, misalnya kalsium askorbat atau
ester vitamin C. Akan tetapi, harga biasanya menjadi lebih mahal.
Khasiatnya sama saja dengan vitamin C biasa yang lebih murah.
Toh masalah lambung bisa diatasi dengan cara mudah, yaitu
minum vitamin C bersama makanan.

Buah dan Sayur Lebih Baik


Sekali lagi, vitamin C paling bagus didapat dari makanan sehari-
hari, berupa buah atau sayuran. Sebab, buah dan sayur
mengandung komposisi gizi yang lebih baik daripada suplemen.
Dari makanan nabati ini, kita tidak hanya akan mendapat vitamin
C, tapi juga vitamin lain, mineral, serat, dan bahan-bahan
fitokimia yang bermanfaat bagi kesehatan.
Hampir semua buah mengandung vitamin C. Jeruk,
semangka, apel, jambu, anggur, melon, mangga, nanas, avokad,
pisang, dan sebagian besar buah-buahan. Dari golongan sayuran,
vitamin C terdapat pada tomat, brokoli, kol, cabai, paprika, dan
hampir semua sayuran segar lainnya.
Vitamin C termasuk golongan vitamin larut di dalam air.
Karena itu kita akan kehilangan manfaatnya jika memasak
sayuran yang kaya vitamin C, kemudian membuang kuahnya.

123
http://bukuobat.blogspot.com

Dibandingkan dengan kebanyakan vitamin lain, vitamin C paling


mudah terurai oleh panas dan lembap. Karena itu manfaat
sayuran sebagai sumber vitamin C akan berkurang jika dimasak
pada suhu tinggi. Dengan alasan yang sama, suplemen vitamin C
akan kehilangan manfaat jika disimpan di tempat panas dan
lembap.

Perlukah Minum hingga 1.000 mg?


Penyerapan vitamin C di saluran cerna dipengaruhi oleh berbagai
faktor. Salah satunya adalah besarnya dosis yang kita minum.
Semakin besar dosis, persentase yang diserap semakin kecil.
Gambaran mudahnya, jika kita minum kurang dari 20 mg, sekitar
98%-nya diserap oleh tubuh. Namun jika kita minum 1.000 mg,
yang diserap oleh tubuh hanya sekitar 50%. Dengan kata lain,
penyerapan vitamin C akan lebih baik jika diminum beberapa kali
dalam dosis kecil, daripada satu kali dalam dosis besar.
Meskipun kebutuhan harian kita terhadap vitamin C tidak
lebih dari 100 mg, dalam kenyataannya, banyak dari kita yang
minum vitamin C jauh lebih besar dari itu, mulai dari ratusan
hingga ribuan miligram sehari. Selain hanya akan dibuang lewat
urine, menurut National Institutes of Health, tidak ada alasan bagi
orang kebanyakan untuk minum vitamin C lebih dari 500 mg per
hari.

124
http://bukuobat.blogspot.com

Perlu Diperhatikan
 Hindari minum vitamin C dengan dosis kelewat tinggi (di atas
2.000 mg). Selain hanya akan dibuang, kadar vitamin C yang
terlalu tinggi bisa menyebabkan gangguan lambung dan diare.
Di dalam tubuh, vitamin C yang terlalu tinggi kadarnya juga
akan meningkatkan risiko timbulnya batu ginjal.
 Jangan minum suplemen vitamin ini ketika melakukan tes
laboratorium. Jika kita melakukan tes gula darah, misalnya,
maka kelebihan vitamin C di dalam darah akan “dibaca”
sebagai glukosa oleh alat pendeteksi. Akibatnya, tentu saja
kadar glukosa terbaca lebih tinggi dari yang sebenarnya, dan
tentu saja bisa menyebabkan interpretasi yang keliru.
 Vitamin C larut di dalam air sehingga tidak pernah disimpan
di dalam tubuh. Karena itu kita harus mendapatkannya setiap
hari dari makanan.
 Jika kita menderita hipertensi dan menjalani diet rendah
natrium, sebaiknya kita memperhitungkan kadar natrium
ketika minum vitamin C dalam bentuk tablet effervescent (tablet
buih). Di dalam tablet buih, terdapat natrium dalam bentuk
bikarbonat. Bahan inilah yang menghasilkan buih jika berada
di dalam larutan asam. Jumlah natrium bisa 150-230 mg
(setara dengan 6-10% kebutuhan normal orang sehat).

125
http://bukuobat.blogspot.com

12

OBAT SARIAWAN

Minum vitamin C!
Ini nasihat yang paling sering disarankan kepada kita tiap
kali terkena sariawan. Apakah memang benar vitamin C bisa
menyembuhkan sariawan?
Memang kekurangan vitamin ini bisa menjadi salah satu
penyebab sariawan. Tapi penyebab utama sariawan yang kita
alami biasanya bukan karena kekurangan vitamin ini.
Sariawan yang diakibatkan oleh kekurangan vitamin C
dalam bahasa medis disebut skorbut (scurvy). Ini penyakit jadul
yang sekarang sudah jarang dijumpai. Skorbut merupakan bentuk
sariawan berat yang ditandai dengan perdarahan hebat di berbagai
organ tubuh, termasuk lidah, gusi, dan mulut. Penyakit ini banyak
diderita pelaut zaman dulu yang harus berada di laut selama

126
http://bukuobat.blogspot.com

berbulan-bulan tanpa menu sayur dan buah-buahan. Mereka


hanya makan roti dan daging awetan.
Akibatnya, mereka menderita kekurangan vitamin yang
banyak terdapat di dalam sayur dan buah. Para ilmuwan
kemudian menyebut vitamin itu sebagai ascorbic acid (asam
askorbat). Ascorbic berasal dari kata anti-scurvy. Bahan inilah yang
kita kenal sehari-hari sebagai vitamin C.
Jadi, memang benar bahwa kekurangan vitamin C bisa
menjadi penyebab sariawan. Tapi itu sariawan berat (skorbut).
Adapun sariawan yang lazim kita alami itu bukanlah kategori
skorbut.
Hingga kini para ahli kedokteran belum mengetahui secara
persis penyebab sariawan. Namun, beberapa faktor di bawah ini
diyakini berperan terhadap timbulnya sariawan, antara lain:

 Gangguan sistem imun (yang menyerang gusi, lidah, atau mulut)


 Daya tahan tubuh lemah
 Kurang istirahat
 Gangguan pencernaan, misalnya kekurangan serat dan air
 Stres
 Kurang vitamin dan mineral tertentu, misalnya vitamin B12, asam
folat, vitamin C dan zat besi
 Tergigit, terkena kawat gigi atau sikat gigi

127
http://bukuobat.blogspot.com

 Penggunaan pasta gigi atau obat kumur yang tidak cocok. Ini
misalnya terjadi pada orang yang sensitif terhadap lauril sulfat—
salah satu kandungan pasta gigi.
 Infeksi
 Alergi
 Makanan yang mengiritasi, misalnya makanan yang terlalu panas,
dingin, atau pedas
 Rokok
 Perubahan hormonal, misalnya pada perempuan yang sedang datang
bulan. Sebagian kecil perempuan sangat peka terhadap perubahan
kadar estrogen sampai mengalami sariawan tiap kali datang bulan.
Ini masalah hormonal, bukan salah bunda mengandung.

Sebelum kita berpikir tentang obat, lebih baik kita berfokus


mencari dulu penyebabnya lalu menghilangkan penyebab itu.
Setelah itu, jika memang diperlukan, kita bisa menggunakan obat.
Sebelum kita memutuskan membeli obat di apotek, kita bisa
mencoba lebih dulu metode pengobatan tradisional menggunakan
bahan-bahan dapur atau tanaman. Misalnya, berkumur air garam
hangat atau rebusan daun sirih. Larutan garam pekat punya sifat
antimikroba, bisa membersihkan luka sariawan dari kuman yang
menyebabkan luka sukar sembuh.
Atau dengan cara menaburkan baking soda di luka sariawan
dan membiarkannya semenit (sambil menahan perih). Fungsinya
sama seperti larutan garam pekat. Kadang cara tradisional ini

128
http://bukuobat.blogspot.com

berhasil, kadang tidak. Jika tidak berhasil, kita bisa menggunakan


bantuan obat.
Di Indonesia ada beberapa obat yang sering digunakan oleh
penderita sariawan, antara lain:

1. Vitamin C
Sekalipun penyebab utama sariawan mungkin bukan karena
kekurangan vitamin, minum vitamin ini saat sariawan
tidaklah keliru karena vitamin ini juga bisa meningkatkan
daya tahan tubuh.

2. Antiseptik lokal
a. Polikresulen, contoh merek dagang yang terkenal:
Albothyl Concentrate®. Obat yang berkhasiat antiseptik
dan pemati rasa ini tergolong laris karena diiklankan di
televisi. Digunakan dengan cara diencerkan, lalu dijadikan
obat kumur, juga dioleskan pada bagian luka.
Selain sebagai obat sariawan, obat ini juga banyak
dipakai untuk luka infeksi di anus atau di vagina. Di
banyak negara, obat ini hanya boleh dibeli dengan resep
dokter. Tapi di Indonesia, obat ini boleh dibeli tanpa resep
dokter, bahkan diiklankan di media massa.
Sekalipun kita bisa membelinya tanpa resep dokter,
sebaiknya kita tetap berhati-hati dan tidak sering-sering

129
http://bukuobat.blogspot.com

menggunakannya, apalagi menjadikannya sebagai obat


kumur setiap hari. Penggunaan sebagai obat kumur harian
justru bisa mengganggu keseimbangan bakteri baik dan
jahat di mulut. Polikresulen adalah antiseptik, hanya untuk
pemakaian luar, jangan sampai tertelan.

b. Povidon iodin, contoh merek dagang: Isodine Gargle®.


Isinya sama dengan Betadine® tapi khusus untuk obat
kumur.

c. Heksetidin, klorheksidin dalam bentuk obat kumur

d. Dekualinium, dalam bentuk tablet hisap. Contoh merek


dagang yang terkenal: SP Troches®.

e. Fradiomisin dan gramisidin, dalam bentuk tablet isap.


Contoh merek dagang yang terkenal: FG Troches®.

f. Setrimonium, setilpiridinium

3. Kortikosteroid
Misalnya triamsinolon. Contoh merek dagang yang terkenal:
Kenalog in Orabase®. Ini obat keras. Hanya boleh dipakai
sesekali kalau memang kita jarang menderita sariawan.
Penggunaan lama dan sering justru bisa menimbulkan efek

130
http://bukuobat.blogspot.com

samping merugikan. Tanyakan seluk-beluknya kepada dokter


dan apoteker.
Kortikosteroid hanya boleh digunakan jika kita tahu
persis bahwa sariawan yang kita alami tidak disebabkan oleh
infeksi. Jika sariawan disebabkan infeksi jamur lalu kita beri
kortikosteroid, maka infeksi bisa menjadi semakin parah.
Baca juga Bab Kortikosteroid.

4. Anestesi (pemati rasa) lokal


Misalnya benzidamin, benzokain, dan lidokain. Ini juga
bukan obat bebas.

5. Antijamur
Misalnya nistatin dan mikonazol. Obat antijamur hanya
digunakan untuk sariawan jika kita benar-benar yakin
bahwa penyebabnya adalah infeksi jamur. Oleh karena
orang awam umumnya tidak bisa membedakan antara
sariawan akibat infeksi jamur dan bukan, maka obat ini
tidak termasuk obat bebas.
Jika sariawan tidak disebabkan oleh jamur, pemberian
obat ini tidak berguna sama sekali. Bahkan bisa mengganggu
keseimbangan mikroba normal di mulut. Kalau kita
“langganan” mengalami sariawan, biasanya itu bukan
disebabkan oleh jamur. Sebaiknya hindari obat ini.

131
http://bukuobat.blogspot.com

Selain obat-obat di atas, masih ada beberapa jenis obat lain


yang sering dipakai. Namun, obat-obat di daftar di atas pada
umumnya sudah cukup untuk mengatasi sariawan.
Sekali lagi, demi alasan kesehatan, jangan terlalu gampang
memakai obat-obatan di atas. Pada awalnya obat-obat ini mungkin
manjur, tapi lama-lama hampir bisa dipastikan obat-obat ini tidak
manjur lagi. Ini memang salah satu sifat obat. Itu sebabnya kita
harus menggunakan obat secara cermat.
Tanpa diobati secara khusus pun, sariawan biasanya akan
sembuh dengan sendirinya dalam tempo 1–2 minggu. Jika
sariawan tidak kunjung sembuh atau sering sekali berulang,
misalnya sebulan tiga kali, kita harus waspada. Bisa jadi itu
menunjukkan adanya penyakit serius, misalnya gangguan
imunitas tubuh.
Ada kalanya gejala sakit tidak perlu diobati. Cukup
dinikmati saja rasa perihnya. Sebab, gejala sakit sering justru
bermanfaat bagi kita. Sebagai contoh, jika kita mengalami
sariawan, mungkin saja itu alarm agar kita kembali ke pola hidup
sehat: beristirahat dengan cukup, makan buah dan sayur, minum
cukup air, menghindari stres dan sebagainya. Toh sariawan akan
sembuh dengan sendirinya. Jika kita mengobatinya, mungkin saja
itu jutsru akan membuat kita lupa terhadap akarnya, yaitu pola
hidup kurang sehat.

132
http://bukuobat.blogspot.com

Kelompok Obat Contoh nama dagang

Polikresulen Albothyl Concentrate®

Povidon Isodine Gargle®, Forinfec®,


iodin Molexdine Mouthwash®, Neo
Iodine®, Orodin®, Scansepta
Gargle®, Septadine Gargle®

Heksetidin Bactidol®, Hexadol®, Hexadol


Antiseptik
Gargle Mouthwash®

Klorheksidin Garglin®, Fordenta®

Dekualinium SP Troches®, Degirol®,


Efisol®, Decamedin®

Fradiomisin FG Troches®
& gramisidin

Kenalog in Orabase®, Ketricin


Kortikosteroid Triamsinolon
Orabase®, Sinocort®

Pemati rasa Benzidamin Tantum Verde®, Tanflex®

Nistatin Candistin®, Kandistatin®,


Mycostatin®
Antijamur
Mikonazol Daktarin Oral Gel®

133
http://bukuobat.blogspot.com

13

OBAT
RADANG TENGGOROK

Sebagian besar orang mungkin akan langsung mengingat


tablet isap setiap kali disebut “obat radang tenggorok”. Tidak
salah. Tablet yang dalam bahasa Inggris disebut lozenge ini
memang termasuk salah satu obat radang tenggorok yang penting.
Namun, urusan radang tenggorok sebetulnya jauh lebih kompleks
daripada sekadar tablet isap.
Radang tenggorok termasuk salah satu masalah kesehatan
yang umum. Sebagian besar radang tenggorok disebabkan oleh
virus. Sebagian kecil disebabkan oleh bakteri. Virus dan bakteri

134
http://bukuobat.blogspot.com

hanya dua kemungkinan penyebab. Selain keduanya, masih


banyak kemungkinan penyebab lainnya, seperti:

1. Iritasi akibat makanan/minuman


Misalnya makanan yang terlalu panas, terlalu dingin,
gorengan, pemanis buatan, sirup gula yang terlalu manis,
penyedap rasa, dan sejenisnya. Bisa juga iritasi terjadi akibat
getah buah, misanya sawo, nanas, atau nangka.

2. Polusi udara
Misalnya, asap rokok (baik pada perokok aktif maupun
perokok pasif), debu, asap knalpot, asap pembakaran, uap
cairan kimia, dan sejenisnya.

3. Infeksi di hidung bagian dalam


Infeksi di daerah ini bisa menyebabkan cairan ingus yang
berisi kuman turun ke tenggorok dan menularkan infeksi.

4. Sakit mag parah


Pada gangguan lambung yang parah, cairan asam lambung
bisa naik dan mengiritasi tenggorok.

5. Bernapas menggunakan mulut


Ini sering terjadi pada orang yang hidungnya buntu akibat
pilek atau orang yang tidur dengan posisi kepala yang salah.

135
http://bukuobat.blogspot.com

Aliran udara lewat mulut menyebabkan tenggorok menjadi


kering dan mudah mengalami iritasi. (Dalam kondisi sehat,
tenggorok kita selalu dalam keadaan lembap.)

6. Iritasi pita suara


Misalnya karena terlalu banyak mengeluarkan suara keras atau
terlalu bersemangat berpidato.

7. Infeksi amandel
Amandel berada di ujung atas tenggorok. Jika organ ini
mengalami infeksi, tenggorok bisa ikut mengalami radang.

Ada banyak faktor yang mungkin menjadi penyebab radang


tenggorok. Sebelum kita berpikir tentang obat, sebaiknya kita
mengidentifikasi dulu penyebabnya. Kita ingat-ingat apa saja yang
kita lakukan sebelum mengalami radang tenggorok. Makanan apa
saja yang kita santap.
Setelah kita bisa mengidentifikasi penyebabnya, barulah kita
berpikir tentang obat yang tepat. Masing-masing penyebab di atas
mungkin membutuhkan obat yang berbeda-beda.
Jika disebabkan oleh virus, radang tenggorok pada
umumnya akan sembuh dengan sendirinya dalam tempo 1–2
minggu, sama seperti flu-pilek. Tanpa diobati secara khusus pun
akan sembuh dengan sendirinya. Tak perlu antibiotik karena obat
ini tidak efektif membasmi virus. Jika radang disebabkan oleh

136
http://bukuobat.blogspot.com

bakteri, barulah kita akan membutuhkan antibiotik. Baca juga Bab


Antibiotik.
Jangan membeli antibiotik sendiri. Sayangi anak cucu kita
nanti. Di Indonesia, antibiotik semacam amoksisilin seolah-olah
sudah menjadi obat bebas untuk semua jenis radang tenggorok.
Padahal, sebagian besar radang tenggorok disebabkan oleh virus.
Bagaimana membedakan radang yang disebabkan oleh virus
dan bakteri? Sebagai orang awam, kita sulit membedakan
keduanya. Ini pekerjaan dokter yang memang dilatih untuk
membedakannya. Sebagai patokan sederhana, sebaiknya kita ke
dokter jika radang disertai dengan salah satu dari gejala di bawah:

 Demam lebih dari 38 C


 Nyeri saat menelan makanan
 Pembesaran kelenjar getah bening di leher (tampak dari
pembengkakan leher)
 Bengkak atau adanya nanah di amandel
 Sakit kepala, mual, atau muntah
 Ada riwayat kontak dengan penderita radang tenggorok
 Radang tidak sembuh lebih dari seminggu

Jika ada salah satu dari gejala di atas, mungkin radang itu
disebabkan oleh bakteri. Jika penyebabnya bakteri, sebaiknya kita
tidak melakukan pengobatan sendiri agar terhindar dari

137
http://bukuobat.blogspot.com

kemungkinan salah menggunakan antibiotik. Antibiotik adalah


wilayah dokter.
Jika tidak segera diobati, infeksi ini bisa menular ke orang-
orang yang melakukan kontak secara dekat, misalnya anggota
keluarga, teman di kelas, atau kawan di asrama. Infeksi bakteri ini
lebih banyak menyerang anak-anak dan remaja daripada orang
dewasa. Pada orang dewasa, kemungkinannya hanya sekitar 1 dari
10. Sementara pada anak-anak dan remaja, kemungkinannya
sekitar 3 dari 10. Itu sebabnya pada anak-anak, radang tenggorok
harus lebih kita waspadai.
Jika gejalanya ringan, misalnya rasa gatal dan kering di
tenggorok, batuk, demam di bawah 38 C, hidung meler, nafsu
makan berkurang, atau suara agak parau, kita mungkin bisa
mengobati gejala-gejala itu dengan obat-obat yang bukan obat
resep.
Memang ada infeksi virus yang berbahaya, namun sebagian
besar radang tenggorok akibat virus tidak berbahaya dan bisa
sembuh dengan sendirinya.
Sebelum kita menggunakan obat-obat apotek, kita bisa
memanfaatkan obat-obatan sederhana untuk meredakan rasa
sakitnya. Misalnya, berkumur dengan air garam hangat (1 sendok
5 ml garam dalam 250 ml air), berkumur air rebusan daun sirih,
atau minum teh hangat yang dicampur madu.

138
http://bukuobat.blogspot.com

Selain itu, yang tak kalah penting untuk dilakukan adalah


mengurangi faktor-faktor yang bisa memperparah radang, seperti:
 Menghindari polusi udara
 Mengeluarkan suara seperlunya saja
 Makan makanan yang lembut
 Mematikan AC atau mengatur udara ruangan agar cukup
lembap dan tidak terlalu kering

Untuk mengurangi gejala akibat radang itu, kita bisa


menggunakan obat-obat yang bisa dibeli tanpa resep dokter,
misalnya:
 Jika radang disertai nyeri atau demam, kita bisa minum obat
pereda nyeri dan penurun panas seperti parasetamol atau
ibuprofen. Baca Bab Obat Demam, juga Bab Obat Sakit
Kepala dan Nyeri.
 Jika radang disertai rasa gatal tenggorok, hidung meler dan
tersumbat, kita bisa minum obat antihistamin (antialergi
seperti CTM) atau dekongestan (pelega hidung seperti
pseudoefedrin). Baca Bab Obat Alergi, Bab Obat Fu-Pilek, Bab
PPA & Obat Pelega Hidung.
 Jika radang tenggorok disertai asma, kita bisa minum obat
asma.

139
http://bukuobat.blogspot.com

 Sama seperti pada obat sariawan, untuk mengurangi iritasi


sekaligus sebagai antiseptik lokal di tenggorok, kita bisa
menggunakan tablet isap, misalnya yang berisi dekualinium.
Contoh merek dagang: SP Troches®, Degirol®, Efisol®. Kita
juga bisa menggunakan obat semprot tenggorok yang berisi
fenol. Contoh merek dagang: Cooling 5®. Baca juga Bab Obat
Sariawan.

Bagaimana dengan FG Troches®? Obat ini termasuk


golongan antibiotik yang bekerja lokal di rongga mulut dan
tenggorok, mengandung fradiomisin dan gramisidin-S.
Di Indonesia tablet isap ini cukup populer di kalangan
masyarakat awam sampai sering diperlakukan seperti permen. Ini
jelas kebiasaan yang tidak sehat. Sekalipun risiko resistensinya
tidak sebesar antibiotik semacam amoksisilin, tablet isap golongan
antibiotik tetap tidak boleh dikonsumsi seperti permen. Kalau
memang terpaksa membeli sendiri, setidaknya tanyakan seluk-
beluk obat ini kepada apoteker. Jangan gunakan tablet isap ini
lebih dari seminggu.
Makin sering kita minum obat, lama-lama obat itu bisa
menjadi tidak mempan lagi. Itu sebabnya obat harus digunakan
secara cermat.

140
http://bukuobat.blogspot.com

14

OBAT BRONKITIS

Salah satu gangguan kesehatan yang mirip dengan radang


tenggorok adalah bronkitis. Keduanya tidak sama tapi memang
terjadi pada daerah yang berdekatan. Radang tenggorok terjadi di
bagian yang disebut faring. Itu sebabnya di leaflet obat kadang
radang tenggorok disebut faringitis.
Sementara bronkitis adalah radang yang terjadi di bronkus.
Bronkus merupakan saluran udara dari tenggorok menuju ke paru-
paru. Bronkitis adalah nama lain radang bronkus. Sementara
faringitis adalah nama lain dari radang tenggorok. (Akhiran -itis
berarti radang.)

141
http://bukuobat.blogspot.com

Bronkitis umumnya disertai dengan gejala batuk (kadang


berdahak, kadang tidak), napas sesak dan pendek-pendek, kadang
berbunyi (mengi). Batuknya khas, berbeda dari batuk flu-pilek,
karena terasa seperti berasal dari dada. Gejala lainnya mirip
dengan gejala radang tenggorok.
Sebagian besar kita biasanya mengobati bronkitis dengan
antibiotik. Padahal, radang bronkus sebagian besar disebabkan
oleh infeksi virus, bukan bakteri. Sama seperti radang tenggorok.
Kemungkinan bronkitis disebabkan oleh bakteri hanya sekitar
10%. Pada infeksi virus, antibiotik sama sekali tidak berguna,
bahkan menimbulkan efek samping dan resistensi. Meski begitu,
kadang dokter meresepkan antibiotik untuk mencegah infeksi
sekunder.
Bagaimana jika bronkitis disertai dengan batuk berdahak?
Apakah kita perlu minum obat batuk? Pertama-tama kita harus
mempertimbangkan bahwa batuk merupakan refleks tubuh untuk
mengeluarkan kuman atau kotoran dari saluran napas. Batuk
berguna mengeluarkan dahak di bronkus yang berisi kuman.
Kalau kita minum obat antibatuk yang menekan refleks
batuk (antitusif), sebetulnya pada saat itu kita mematikan
mekanisme tubuh mengeluarkan kuman. Obat batuk diperlukan,
misalnya, jika batuk sampai menggangu tidur dan menurunkan
kualitas istirahat. Pada saat kita tidak beristirahat, biarkan refleks
batuk bekerja mengeluarkan dahak dan kuman.

142
http://bukuobat.blogspot.com

Bronkitis kadang bisa terjadi berbulan-bulan, terutama pada


anak. Untuk kondisi seperti ini sebaiknya jangan melakukan
pengobatan sendiri. Bawa anak ke dokter.
Jika anak kita mengalami bronkitis kronis, kita perlu
mencurigai kemungkinan penyebabnya adalah sesuatu yang kronis
pula. Misalnya polusi udara, debu, asap rokok, asap pembakaran,
infeksi yang berulang, dan sebagainya.
Mungkin karena di rumah ada anggota keluarga yang
merokok; mungkin karena ventilasi udara rumah tidak baik;
mungkin karena rumah kita berdekatan dengan jalan yang berdebu
atau dekat kawasan industri; mungkin karena rumah kita di
daerah yang udaranya tercemar; mungkin karena kita bekerja di
lingkungan yang udaranya banyak mengandung debu atau uap
bahan kimia. Kemungkinannya banyak sekali.
Biasanya solusi jangka panjangnya bukanlah obat melainkan
perubahan kesehatan lingkungan, misalnya memperbaiki ventilasi
udara, menjauhkan penderita dari asap, menanam pepohonan di
pekarangan rumah, atau (yang ekstrem) mungkin saja sampai
perlu pindah rumah jika memang penyebabnya adalah polusi
udara di lingkungan rumah.
Yang tak boleh dilupakan, penderita bronkitis kronis pada
umumnya memiliki daya tahan tubuh yang kurang baik. Itu
sebabnya, agar penyakit ini tidak mudah kambuh, penderita harus

143
http://bukuobat.blogspot.com

memperbaiki daya tahan tubuhnya secara umum, mulai dari


memperbaiki pola makan, olahraga, sampai istirahat.
Bronkitis bisa bertahan lama karena radang di bronkus
memang lebih sulit sembuh dibanding radang di tenggorok.
Kadang infeksinya sudah sembuh tapi batuknya masih belum
hilang. Pengobatan bronkitis yang bisa kita lakukan sendiri adalah
meredakan gejalanya. Misalnya, minum obat batuk-berdahak,
obat batuk-kering, obat pelega hidung (dekongestan), atau obat
asma.
Tidak ada obat batuk khusus bronkitis. Obat batuk sama
saja, baik untuk batuk akibat flu-pilek, batuk akibat radang
tenggorok, batuk akibat bronkitis, maupun akibat penyakit
lainnya. Di pasaran mungkin kita menjumpai merek obat batuk
yang memosisikan diri sebagai spesialis obat batuk-bronkitis. Ini
hanya positioning di dunia marketing.
Bronkitis akibat infeksi virus biasanya akan sembuh sendiri
dalam tempo satu atau dua minggu. Jika tidak sembuh juga dalam
dua minggu, sebaiknya kita pergi ke dokter. Kita juga sebaiknya
pergi ke dokter jika:
 Batuk sampai membuat kita sulit tidur
 Disertai demam di atas 38 C
 Batuk disertai bercak darah
 Disertai mengi atau sesak napas

144
http://bukuobat.blogspot.com

15

OBAT MATA

Ada banyak sekali jenis gangguan mata. Di bab ini kita


hanya akan membahas gangguan mata yang banyak terkait
dengan pola orang awam membeli obat mata secara bebas.
Sebagian obat mata memang termasuk obat bebas, tapi sebagian
besar yang lain sebetulnya bukan obat bebas.
Mata termasuk organ sensitif yang harus diperlakukan
dengan sangat hati-hati. Salah obat bisa fatal akibatnya. Itu
sebabnya sebagian besar obat mata dimasukkan ke dalam

145
http://bukuobat.blogspot.com

golongan obat resep. Tentu saja tujuan utamanya adalah untuk


melindungi konsumen.
Dari sekian banyak gangguan mata, yang paling sering kita
alami adalah mata kering dan radang selaput mata. Dalam bahasa
medis, selaput yang menutupi kelopak mata disebut konjungtiva.
Penyakit radang konjungtiva disebut konjungtivitis. Konjungtivitis
inilah yang paling sering membuat kita membeli obat mata.
Dalam bahasa sehari-hari, kita menyebut konjungtivitis ini
sesuai dengan gejala yang kita rasakan, seperti mata merah atau
mata gatal. Gejala seperti ini sebetulnya tidak bisa digunakan
sebagai dasar untuk memilih obat mata yang tepat. Pemilihan jenis
obat haruslah didasarkan pada penyebabnya dan gejalanya, bukan
semata-mata gejalanya.
Konjungtivitis bisa disebabkan oleh banyak kemungkinan,
misalnya akibat debu, alergen, virus, bakteri, lensa kontak, asap,
uap cat, bahan kimia, klorin kolam renang, atau kekurangan
cairan mata. Masing-masing penyebab itu membutuhkan
perlakukan yang berbeda.

1. Mata kering
Biasanya mata kering dapat kita rasakan dari gejala perih dan
panas di mata. Gangguan ini bisa terjadi ketika kita:

146
http://bukuobat.blogspot.com

 Bekerja lama di depan monitor


 Berada di ruangan ber-AC yang udaranya kering
 Berada di kabin pesawat (biasanya AC kabin pesawat
cenderung kering)
 Bersepeda atau berada di tempat dengan angin kencang
atau matahari yang terik
 Mengalami penurunan produksi air mata akibat usia
lanjut, menopause, kekurangan vitamin A dan omega-3,
mengalami sakit atau minum obat tertentu

Jika radang disebabkan oleh mata kering, pertolongan


pertama yang bisa kita lakukan adalah menetesi mata
dengan air mata artifisial. Obat golongan ini termasuk obat
bebas, bisa dibeli tanpa resep dokter.
Meski air mata buatan ini aman dan bisa digunakan
setiap hari, sebaiknya kita tidak menggunakannya terus-
menerus sampai menjadi kebiasaan yang tidak bisa
dihilangkan. Sebisa mungkin kita harus mengatasi
penyebabnya lebih dulu—jika memang bisa dihilangkan.
Misalnya, jika penyebabnya adalah udara AC yang
teralu kering, kita sebaiknya menyetel kelembapannya dan
mengatur arah embusan angin AC agar tidak tidak langsung
ke wajah kita. Jika penyebabnya adalah angin kencang saat
bersepeda, kita bisa menggunakan kacamata pelindung.

147
http://bukuobat.blogspot.com

Jika kita bekerja di depan komputer, biasakan sering


berkedip. Kedipan mata akan menjaga bola mata tetap
basah. Atur posisi monitor sehingga tidak terlalu tinggi.
Kalau posisi monitor berada di atas jarak nyaman
penglihatan, kita akan cenderung membuka mata lebih lebar
sehingga menyebabkan air mata cepat menguap.
Jika penyebabnya adalah kekurangan vitamin A dan
omega-3, kita bisa meningkatkan asupan kedua gizi ini dari
makanan seperti wortel, brokoli, ikan, dan kacang-
kacangan. Intinya, penyebab mata kering harus diatasi lebih
dulu agar tidak perlu menggunakan obat mata setiap hari.
Sebab, jika sering kering, mata akan mudah mengalami
radang dan infeksi.
Bagaimanapun, produk air mata buatan ini tidak bisa
sama persis dengan air mata yang diproduksi oleh tubuh
manusia. Sebagian produk bahkan sengaja ditambahi
pengawet, misalnya benzalkonium klorida, untuk mencegah
pertumbuhan kuman.
Karena itu, sebaiknya obat tetes ini tidak digunakan
dalam jangka panjang sampai berbulan-bulan. Apalagi obat
jenis ini tidak mengobati kondisi sakitnya, hanya
melembapkan, melumasi, dan mengurangi gejala sakitnya
sesaat.

148
http://bukuobat.blogspot.com

Kandungan cairan mata artifisial misalnya natrium


klorida, kalium klorida (potasium klorida), dekstran 70,
hipermelose (hidroksipropil metilselulose), karmelose
(karboksimetilselulose), polivinil alkohol.
Jika memang sakit yang kita alami adalah mata kering
saja, hindari penggunaan obat tetes mata selain kelompok
pelumas dan pelembap ini, apalagi jika untuk pemakaian
lama.

Golongan Contoh merek dagang

Air mata Insto Moist®, Rohto Tears®, Cendolytreers®,


buatan GenTeal®, Sanbe Tears®, Braito Tears®, Isotic
Tearin®, Tears Naturale II®, Optifresh®,
Liquifilm®, Cenfresh®

2. Debu
Jika radang disebabkan oleh debu, mata harus dibersihkan
lebih dulu dengan air bersih yang mengalir atau dengan cairan
mata artifisial. Rasa gatal dan tidak nyaman akibat iritasi bisa
kita redakan dengan kompres air. Caranya, celupkan kain
bersih ke dalam air, peras sedikit, lalu tempelkan di mata yang

149
http://bukuobat.blogspot.com

tertutup. Untuk meredakan radangnya, kita bisa menggunakan


obat-obat bebas yang mengandung dekongestan (pelega) mata.
Fungsi dekongestan mata mirip dengan dekongestan hidung,
yaitu melegakan mata. Contoh obat: tetrahidrozolin,
nafazolin, oksimetazolin, silometazolin, fenilefrin. Obat-
obat ini bekerja dengan cara mengecilkan pembuluh darah
yang menyebabkan warna merah di mata. Kadang obat mata
golongan ini juga ditambah zat astringen untuk mengurangi
iritasi, misalnya seng sulfat.

Golongan Contoh merek dagang

Dekongestan Insto®, Visine®, Rohto®, Ailin®, Braito


(pelega) mata Original®, Isotic Clearin®, Optrine®,
Santo®, Visolin®, Visto®, Oculosan®,
Vitrasin®

3. Alergi
Pada sebagian orang, debu jalanan tak hanya bisa
menyebabkan iritasi biasa, tapi kadang bisa juga menimbulkan
alergi. Gejala alergi mata umumnya lebih parah daripada
sekadar iritasi biasa. Selain debu jalanan, contoh alergen lain
adalah debu tanaman atau debu dari hewan. Biasanya

150
http://bukuobat.blogspot.com

konjungtivitis akibat alergi ini terjadi pada orang yang


memang punya bakat alergi.
Untuk meredakan rasa gatal, kita bisa menggunakan
kompres hangat. Untuk meredakan alerginya, kita bisa
menggunakan obat mata yang mengandung
antialergi/antihistamin. Contoh antialergi dalam obat mata:
antazolin, pemiroslat, kromolin (kromoglikat), feniramin
maleat.

Golongan Contoh merek dagang

Antialergi Alegysal®, Chrom-Ophtal®, Albalon-A®,


(antihistamin) Alegysal®, Flamergigi®, Isotic Azora®,
Naphcon-A®, Vasacon-A®, Convers®,
Optohist®

Jika alergi mata cukup parah, obat bebas mungkin tidak


cukup meredakannya. Pasien harus ke dokter. Mungkin dokter
perlu meresepkan obat mata yang mengandung
kortikosteroid. Baca juga Bab Kortikosteroid.
Semua obat yang mengandung kortikosteroid termasuk obat
keras karena bahan obat ini mungkin bisa menimbulkan efek
buruk. Sebaiknya hindari penggunaannya kecuali atas resep
dokter. Contoh kortikosteroid yang biasa digunakan di dalam

151
http://bukuobat.blogspot.com

obat mata: deksametason, betametason, prednisolon, dan


hidrokortison.

4. Infeksi
Kita sebagai orang awam mungkin sulit membedakan radang
mata akibat infeksi atau bukan. Sebagai patokan sederhana,
radang akibat infeksi biasanya disertai gejala mata banyak
berair, rasa gatal disertai nyeri, dan adanya tahi mata. Jika
produksi tahi mata banyak, kadang kotoran ini sampai
membuat mata sulit dibuka saat kita bangun tidur.
Gejala infeksi mata memang tidak selalu seperti itu. Tapi
pedoman sederhana ini bisa kita gunakan sebagai dasar untuk
segera berkonsultasi ke dokter jika mengalami gejala-gejala
seperti itu, terutama jika sakit mata tidak sembuh dalam tiga
hari.
Infeksi mata biasanya juga diawali dari satu mata (mata kiri
atau kanan saja) kemudian menular ke mata di sisi lain. Jika
sakit mata itu dialami bersamaan atau bergantian oleh orang-
orang satu rumah, satu kelas, atau satu tempat kerja,
kemungkinan besar itu memang disebabkan oleh infeksi.
Jika penyebabnya adalah infeksi bakteri, radang jenis ini
harus dilawan dengan obat tetes atau salep mata yang
mengandung antibiotik. Antibiotik di obat mata jenisnya
bermacam-macam. Contoh antibiotik bisa dilihat di Bab

152
http://bukuobat.blogspot.com

Antibiotik. Semua antibiotik termasuk kategori obat resep.


Sebaiknya jangan menggunakannya secara bebas tanpa
konsultasi ke dokter.
Selain bakteri, virus penyebab flu pilek dan radang
tenggorok juga bisa menjadi biang infeksi mata. Jika infeksi
mata disebabkan oleh virus yang sama dengan virus flu-pilek
atau radang tenggorok, penyakit ini biasanya akan sembuh
dengan sendirinya seperti flu-pilek. Obat mata yang
mengandung antibiotik tidak akan berguna karena memang
antibiotik hanya bisa melawan bakteri tapi tidak bisa
membasmi virus.
Untuk beberapa jenis virus tertentu, diperlukan obat dengan
kandungan antivirus yang hanya bisa didapat dengan resep
dokter. Dalam kondisi infeksi virus, dokter mungkin akan
meresepkan obat mata berisi antibiotik dengan daya kerja
ringan untuk mencegah infeksi bakteri.
Pasalnya, pada saat mata sakit, apalagi jika disertai rasa
gatal yang sangat mengganggu, kita cenderung mengucek-
uceknya. Makin sering dan makin kuat kita mengucek-
uceknya, justru makin besar kemungkinan mata terkena infeksi
berikutnya. Itu sebabnya mata gatal sebaiknya tidak diucek-
ucek. Untuk meredakan gatalnya, kita bisa menggunakan
kompres hangat atau obat tetes yang mengandung
antihistamin.

153
http://bukuobat.blogspot.com

Untuk mencegah radang mata akibat infeksi, kita bisa


melakukan beberapa tip berikut:
 Sering-sering ganti sarung bantal, tak perlu menunggu
sampai kumal. Saat mata mengalami infeksi, ganti
sarung bantal setiap hari untuk mencegah penularan.
 Jangan berbagi peralatan-peralatan yang kontak dengan
mata seperti sapu tangan dan handuk.
 Saat sakit mata, jangan gunakan kosmetik mata, juga
jangan berbagi kosmetik mata dengan orang lain.
 Saat sakit mata, untuk sementara jangan gunakan lensa
kontak. Jika sudah sembuh, gunakan lensa kontak
secara higienis sesuai petunjuk.
 Jangan membiasakan diri mengucek mata. Jika perlu
membersihkan kelopak mata, gunakan tisu.
 Sering-sering cuci tangan.
 Jangan berbagi obat mata dengan orang lain sebab ini
akan meningkatkan kemungkinan penularan.
 Gunakan kacamata pelindung terutama saat berada di
luar rumah.
 Hindari angin kencang karena biasanya aliran udara
yang kuat membawa debu, alergen, kuman, dan
menyebabkan mata menjadi kering.

154
http://bukuobat.blogspot.com

 Saat meneteskan mata, lensa kontak harus dilepas dulu.


Setelah lima belas menit kemudian, lensa bisa dipakai
lagi.
 Saat menggunakan tetes mata, jangan sentuhkan ujung
penetes dengan apa pun, termasuk jari tangan atau mata.
Kontak dengan benda lain mungkin justru bisa
membawa kuman masuk ke dalam obat mata itu.

155
http://bukuobat.blogspot.com

16

OBAT ALERGI

Sebagai bagian dari kemampuan bertahan hidup, tubuh


manusia sudah dibekali dengan sistem imun (daya tahan). Sistem
imun ini akan bereaksi setiap kali terpapar sesuatu dari luar tubuh,
misalnya bakteri, virus, bahan kimia, dan sejenisnya. Sistem imun
inilah yang menjadi benteng pertahanan pertama kalau tubuh
kemasukan benda-benda asing yang berbahaya.
Namun, ada kalanya sistem imun mengalami gangguan.
Bahan-bahan yang tidak berbahaya pun dilawan karena dianggap
berbahaya. Reaksi keliru inilah yang kemudian muncul dalam
bentuk alergi.
Bahan-bahan yang biasanya menyebabkan alergi pada
sebagian orang antara lain debu, rambut hewan, gigitan serangga,

156
http://bukuobat.blogspot.com

serbuk sari, udang, ikan, seafood, kacang-kacangan, kedelai, telur,


susu formula, tepung terigu, lateks (karet), keringat, asap rokok,
bahan kimia (misalnya detergen), dan obat-obatan tertentu (seperti
ampisilin dan amoksisilin). Reaksi alergi bisa juga dipicu oleh
kondisi, misalnya suhu udara yang terlalu dingin.
Gejala alergi sangat bervariasi, mulai dari yang ringan
sampai yang sangat berat. Mulai dari hidung meler, bersin-bersin,
gatal, iritasi, biduran, radang tenggorok, bengkak, hipotensi
(tekanan darah rendah), asma, diare, muntah, jantung berdebar-
debar, sampai pingsan dan syok.
Ada dua kelompok besar obat alergi, yaitu:

1. Antihistamin
Obat ini bekerja dengan cara menetralkan histamin. Histamin
adalah bahan yang bertanggung jawab terhadap timbulnya
gejala alergi. Contoh obat golongan ini klorfeniramin maleat,
difenhidramin, tripolidin, bromfeniramin, setirizin,
loratadin, desloratadin, dan fexofenadin.
Dari sekian banyak contoh antihistamin di atas, yang paling
banyak digunakan adalah klorfeniramin maleat yang dalam
bahasa sehari-hari, kita mengenalnya dengan sebutan CTM,
singkatan dari chlor-trimeton, nama lainnya.
Biasanya antihistamin, terutama antihistamin generasi lama,
memiliki efek samping menyebabkan kantuk dan mulut kering.

157
http://bukuobat.blogspot.com

Itu sebabnya, saat minum obat yang mengandung


antihistamin, kita sebaiknya tidak mengendarai kendaraan
bermotor karena obat ini bisa menyebabkan kantuk dan
mengurangi kemampuan berkonsentrasi. Efek samping ini
sebetulnya tidak buruk karena dengan begitu kita akan
beristirahat dan memberi kesempatan kepada tubuh untuk
menyehatkan diri.
Namun, tidak semua antihistamin menyebabkan kantuk.
Sebagian obat generasi baru, misalnya loratadin, desloratadin,
setirizin, dan feksofenadin tidak menyebabkan kantuk berat.
Efek kantuknya mungkin tetap ada tapi sangat kecil. Anda bisa
memintanya kepada dokter jika memang Anda sedang
beraktivitas penting dan tidak boleh mengantuk.

Obat Contoh merek dagang

CTM Cohistan®, Dehista®,Orphen®, Pehachlor®

Deksklorfenira Polaramine®, Histaklor®


min maleat

Feniramin Avil®
maleat

Difenhidramin Arcodryl®, Otede®, Recodryl®, Valdres®

158
http://bukuobat.blogspot.com

Siproheptadin Apeton®, Ennamax®, Glocyp®, Heptasan®,


Lexahist®, Poncohist®, Prohessen®

Mebhidrolin Gabiten®, Histapan®, Interhistin®, Tralgi®

Loratadin Claritin® , Alernitis®, Allerhis®, Allohex®,


Alloris®, Clarihis®, Clatatin®, Cronitin®,
Dayhist®, Folerin®, Gradine®, Imunex®,
Inclarin®, Inversyn®, Klinset®, Lesidas®,
Logista®, Lolergi®, Loran®, Lorihis®,
Nosedin®, Nufalora®, Pylor®, Rahistin®,
Rihest®, Sohotin®, Soneryl®, Tinnic®,
Urtilar®, Winatin®, Xepalodin®

Desloratadin Aerius®

Setirizin Incidal-OD®, Betarhin®, Cerini®, Cetinal®,


Cetrixal®, Cetrol®, Cetymin®, Estin®,
Falergi®, Intrizin®, Histrine®, Lerzin®,
Nichorizin FM®, Ozen®, Rinocet®, Risina®,
Ritez®, Rozine®, Rybest®, Rydian®, Ryvel®,
Ryzen®, Ryzicor®, Ryzo®, Tiriz®, Zenriz®

Levosetirizin Xyzal®

Feksofenadin Telfast 30®, Telfast OD/Telfast HD®

159
http://bukuobat.blogspot.com

2. Kortikosteroid
Ini bukan obat bebas. Tapi pasien perlu mengetahuinya karena
sering diresepkan oleh dokter. Di Indonesia obat ini juga
kadang digunakan oleh orang awam secara serampangan
(bebas-tapi-salah).
Kortikosteroid bekerja dengan cara menekan sistem daya
tahan tubuh sehingga sistem imun ini tidak bereaksi kepada
alergen (bahan penyebab alergi). Jadi, sebetulnya cara kerja
obat ini justru menekan kesehatan. Ibaratnya, obat ini
melumpuhkan “pasukan” yang menjaga kesehatan tubuh kita.
Karena cara kerjanya yang justru menekan daya tahan
tubuh, obat ini harus digunakan secara sangat hati-hati. Untuk
obat alergi, obat ini biasanya dikombinasikan dengan obat
golongan antihistamin. Baca juga Bab Kortikosteroid.

Obat Contoh merek dagang

Kortikosteroid Celestamine®, Alegi®, Alerdex®,


& Celestik®, Colergis®, Cortamine®,
antihistamin Dextaco®, Dextafen®, Dextamine®,
Domesone®, Gratamin®, Ocuson®,
Lorson®, Meclovel®, Nilacelin®,
Pritacort®, Proxona®, Soldextam®,
Trodex®, Zestam®

160
http://bukuobat.blogspot.com

Semua obat di atas hanya bekerja sebagai pertolongan


pertama yang menghilangkan gejala. Untuk mencegah
terulangnya alergi, kita harus mengetahui dengan tepat
penyebabnya lalu sebisa mungkin menjauhinya.
Alergi termasuk salah satu masalah yang sering terjadi pada
anak-anak. Anak yang lahir dari orangtua yang punya riwayat
alergi biasanya punya kemungkinan lebih besar
berkecenderungan alergi.
Alergi pada anak tidak selalu sama dengan alergi pada
orangtuanya. Misalnya, si bapak alergi terhadap seafood, bisa
saja anaknya tidak alergi terhadap seafood tapi alergi terhadap
telur atau kacang. Peluang alergi makin besar pada anak-anak
yang tidak memperoleh ASI eksklusif. Oleh sebab itu, untuk
mencegah alergi pada anak, orangtua amat sangat disarankan
untuk memberi ASI, terutama di usia bayi enam bulan
pertama sampai dua tahun.

161
http://bukuobat.blogspot.com

17

KORTIKOSTEROID

Di Indonesia, kortikosteroid merupakan salah satu golongan


obat yang banyak digunakan secara salah (misused), juga
disalahgunakan (abused). Itu sebabnya obat ini perlu dibahas
secara khusus. Contoh dari kortikosteroid adalah deksametason,
kortison, hidrokortison, prednison, prednisolon, metil
prednisolon.
Obat ini sebetulnya bukan termasuk golongan obat bebas.
Namun, faktanya kita bisa mendapatkan obat ini dengan mudah,
tidak hanya di apotek, tapi juga toko obat, bahkan di penjual
jamu. Banyak jamu yang secara sengaja dioplos dengan
kortikosteroid agar lebih mujarab dan cespleng.

162
http://bukuobat.blogspot.com

Di Indonesia, kortikosteroid dijuluki “obat dewa” karena


khasiatnya yang luas, bisa menghilangkan gejala bermacam-
macam penyakit, mulai dari asma, nyeri, rematik, sakit mata,
hingga alergi dan sakit kulit.
Di dalam tubuh, kortikosteroid bisa mengurangi radang
(inflamasi). Itu sebabnya obat ini bisa menghilangkan gejala
penyakit yang disertai peradangan, misalnya nyeri, rematik, dan
asma.
Kortikosteroid juga bisa menekan sistem imun (daya tahan)
tubuh. Itu sebabnya obat ini juga bisa menghilangkan gejala
penyakit-penyakit akibat reaksi imun, misalnya alergi.
Namun, di samping berbagai manfaat di atas, kortikosteroid
juga memiliki banyak mudarat. Jika diminum setiap hari, dalam
tempo seminggu saja pemakaian obat ini bisa menimbulkan efek
samping antara lain tekanan darah naik, kaki bengkak, glaukoma
(hipertensi di mata), hingga kenaikan berat badan. Efek samping
yang terakhir ini sering dimanfaatkan oleh pembuat jamu oplosan
untuk meracik obat penambah nafsu makan dan peningkat berat
badan, misalnya buat anak yang kurus.
Jika digunakan dalam jangka panjang, misalnya sampai
berbulan-bulan, efek buruknya lebih banyak lagi. Mulai dari risiko
gangguan penglihatan, hipertensi, daya tahan tubuh rendah
(membuat peminumnya jadi mudah sakit dan gampang terinfeksi),

163
http://bukuobat.blogspot.com

tulang keropos (osteoporosis), tukak (luka) lambung, gangguan


siklus menstruasi, dan masih banyak lagi.
Karena banyaknya efek buruk ini, sebaiknya kita tidak
menggunakannya secara bebas sekalipun faktanya kita bisa
mendapatkannya dengan mudah. Penggunaannya harus sangat
hati-hati, dan dosisnya harus benar-benar tepat. Jika digunakan
dalam jangka panjang, penghentiannya juga harus dilakukan
secara gradual dengan cara menurunkan dosisnya sedikit demi
sedikit. Jadi, tidak boleh dihentikan begitu saja. Hal-hal semacam
ini tentu sulit dilakukan oleh orang awam kalau tidak di bawah
pengawasan dokter dan apoteker.

Ada di Mana-mana
Selain banyak terdapat di dalam obat minum, kortikosteroid juga
banyak digunakan di dalam berbagai bentuk, misalnya:
 Obat semprot hidung atau obat hirup. Khasiatnya
untuk melegakan hidung tersumbat, mengatasi hidung
meler, juga untuk mengatasi asma. Contoh obat:
mometason, budesonida, triamsinolon, dan
beklometason.
 Obat mata, untuk meredakan iritasi mata akibat alergi.
Misalnya deksametason, fluorometolon, dan
prednisolon.

164
http://bukuobat.blogspot.com

 Obat kulit dalam bentuk krim atau salep, untuk


mengatasi gejala iritasi, eksim, gatal-gatal di kulit, dan
alergi. Misalnya hidrokortison, betametason, dan
triamsinolon. Yang disebut terakhir ini juga biasa
digunakan di dalam obat sariawan.

Semua obat yang mengandung kortikosteroid harus


digunakan dengan hati-hati di bawah pengawasan dokter dan
apoteker.

165
http://bukuobat.blogspot.com

18

OBAT HIPERTENSI

Di Indonesia, penyakit yang oleh orang-orang tua zaman


dulu disebut bludrek ini termasuk salah satu masalah kesehatan
yang banyak terjadi tapi tidak disadari. Menurut riset Kementerian
Kesehatan, sekitar 30% orang dewasa memiliki tekanan darah di
atas normal.
Yang lebih mengejutkan lagi, tiga perempat dari mereka
yang menderita hipertensi tidak menyadarinya. Dengan kata lain,
banyak dari kita yang sudah memiliki hipertensi tapi
mengabaikannya. Ini terjadi karena hipertensi stadium awal
umumnya memang tidak menimbulkan gejala sakit yang jelas.
Gejalanya baru akan terasa jelas saat stadiumnya sudah lanjut.

166
http://bukuobat.blogspot.com

Tinggi rendahnya tekanan darah ditentukan oleh dua hal,


yaitu volume darah dan kelenturan pembuluh darah. Pada orang
sehat, pembuluh darah seperti selang elastis yang diameternya
mudah menyesuaikan diri dengan volume darah. Tapi pada
sebagian orang, elastisitas pembuluh darah ini menurun, misalnya
akibat lapisan kerak kolesterol yang melekat selama bertahun-
tahun.
Karena dinding tidak lagi elastis, tekanan cairan darah yang
melewatinya pun menjadi lebih tinggi. Apalagi jika jumlah cairan
darahnya lebih banyak. Kondisi inilah yang disebut tekanan darah
tinggi.
Tekanan darah dinyatakan dengan satuan mmHg, dalam
dua angka yang dipisah oleh tanda garis miring, misalnya 120/80.
Angka pertama menyatakan tekanan saat jantung memompa
darah. Angka kedua menyatakan tekanan ketika jantung berhenti
sesaat sebelum memompa darah lagi. Tekanan darah yang sehat
berkisar di angka 120/80.
Jika tekanan darah seseorang mencapai 140/90, kondisi itu
sudah bisa disebut hipertensi. Pada stadium awal, tekanan darah
sebesar ini mungkin tidak menimbulkan masalah kesehatan apa-
apa. Itu sebabnya banyak orang tidak menyadarinya.
Jika dibiarkan saja tanpa perubahan pola hidup, hipertensi
ini bisa menjadi lebih parah. Gejala awal biasanya berupa
seringnya sakit kepala, pusing, dan vertigo (pusing tujuh keliling).

167
http://bukuobat.blogspot.com

Kalau tahapnya sudah kronis, hipertensi bisa menyebabkan


gangguan fungsi ginjal, payah jantung, hingga serangan jantung
atau stroke.
Sampai sekarang, ilmu kedokteran modern masih
menganggap hipertensi sebagai penyakit yang BELUM BISA
disembuhkan. Ini memang kabar buruk. Tapi kabar baiknya,
penyakit ini bisa dikendalikan dengan baik sehingga penderitanya
bisa hidup sehat walafiat. Caranya dengan menerapkan pola hidup
sehat, pola makan sehat, dan olahraga teratur.
Bila hipertensinya cukup parah, selain harus menerapkan
pola hidup di atas, pasien juga harus minum obat... seumur hidup!
Seumur hidup? Ya, sepanjang hayat dikandung badan. Memang
seperti inilah faktanya—jika kita bicara dengan kacamata medis.
Karena itu, dalam ilmu medis, istilah “mengobati”
hipertensi tidak berarti menyembuhkannya tapi hanya
mengendalikan tekanan darah. Dan yang disebut sebagai “obat
hipertensi” itu bukanlah obat yang menyembuhkan darah tinggi,
yang diminum beberapa kali lalu penyakit sembuh.
Obat hipertensi hanya mengendalikan tekanan darah.
Penyakit hipertensinya sendiri tidak lantas sembuh. Karena itu,
obat harus diminum terus-menerus. Ini poin penting yang harus
disadari oleh penderita.
Minum obat seumur hidup mungkin terdengar seperti berita
buruk. Akan tetapi, daripada terpaku pada sisi buruknya, kita bisa

168
http://bukuobat.blogspot.com

melihat berita baiknya, yaitu bahwa penyakit ini bisa dikendalikan


sehingga kita bisa hidup sehat, segar bugar sampai usia lanjut.
Sekali lagi, yang dibicarakan di sini adalah standar dalam
ilmu kedokteran modern. Kalau kita bicara dengan standar lain,
katakanlah ilmu pengobatan tradisional, mungkin saja kita akan
mendapat pendapat yang berbeda.
Banyak herbalis, sinse, tabib, dan ahli-ahli pengobatan
tradisional percaya bahwa penyakit darah tinggi bisa disembuhkan
dengan minum obat tradisional tertentu. Tentu saja kita akan sulit
membandingkan kedua pendapat ini karena memang keduanya
menggunakan falsafah yang berbeda dalam menguji kebenaran
sebuah klaim. Kacamata dokter berbeda dengan kacamata yang
digunakan para ahli pengobatan tradisional itu.
Mungkin timbul pertanyaan: apakah tidak berbahaya
minum obat terus-menerus sepanjang hidup? Bukankah kita
dianjurkan untuk sebisa mungkin menghindari konsumsi obat?
Lagi-lagi, jawaban pertanyaan ini adalah bahwa konsumsi obat
didasarkan pada pertimbangan antara manfaat dan mudarat.
Jika kita minum obat terus-menerus, mungkin kita akan
terkena efek sampingnya. Tapi jika kita tidak minum obat,
mudaratnya dalam jangka panjang akan jauh lebih besar lagi. Jika
tidak dikendalikan, hipertensi justru akan menimbulkan
komplikasi gangguan ginjal, hingga kemungkinan serangan

169
http://bukuobat.blogspot.com

jantung dan stroke. Artinya, manfaat minum obat jauh lebih besar
daripada mudaratnya.
Oleh karena hipertensi masih belum bisa disembuhkan, cara
terbaik menjauhi “kutukan” minum obat sepanjang hayat adalah
dengan mencegahnya. Mungkin terdengar klise, tapi memang
inilah satu-satunya cara.
Dalam stadium awal, hipertensi mungkin tidak
menimbulkan gejala sama sekali. Ini bisa membuat penderita tidak
menyadari bahwa tekanan darahnya sudah bermasalah. Itu
sebabnya kita sangat dianjurkan untuk rajin memantau tekanan
darah kita walaupun tidak merasakan gejala sakit apa-apa. Dengan
begitu, kalaupun kita mengalami hipertensi, kita bisa
mengetahuinya secara dini sehingga terhindar dari komplikasi
yang berbahaya.
Hipertensi memang gabungan antara kabar buruk dan kabar
baik. Kabar buruknya, penyakit ini sering diderita tanpa disadari.
Tapi kabar baiknya, ia mudah dideteksi secara dini.
Pemeriksaan tekanan darah yang paling baik adalah ketika
kita dalam keadaan santai, seperti ketika kita berada di rumah.
Saat kita berada di ruang dokter, sebagian dari kita kadang merasa
sedikit grogi atau sedikit terengah-engah setelah berjalan. Kondisi
ini bisa menyebabkan tekanan darah kita sedikit naik sehingga
angka yang dihasilkan pun mungkin kurang akurat.

170
http://bukuobat.blogspot.com

Ada banyak faktor yang bisa meningkatkan kemungkinan


menderita darah tinggi, antara lain:

 Usia
Makin tua seseorang, makin berkurang elastisitas pembuluh
darahnya. Hampir semua orang lansia memang mengalami
hipertensi sekalipun mungkin derajatnya berbeda-beda. Pada
kaum hawa, kondisi hipertensi biasanya mulai muncul setelah
menopause (mati haid).

 Keturunan
Faktor nasib ini jelas tidak bisa diapa-apakan. Namun, ini
tidak berarti bahwa anak penderita hipertensi PASTI akan
menderita hipertensi. Hanya saja, peluangnya memang lebih
besar. Dengan pengendalian pola hidup yang baik, bakat
hipertensi ini bisa ditekan sehingga tidak muncul.

 Konsumsi garam tinggi


Kandungan utama garam adalah mineral natrium (dalam
bahasa Inggris disebut sodium). Mineral ini akan menyebabkan
air tertahan di pembuluh darah. Makin banyak garam yang
kita makan, makin besar volume cairan darah di pembuluh,
sehingga makin tinggi pula tekanannya.

171
http://bukuobat.blogspot.com

 Kegemukan
Makin gemuk seseorang, makin banyak darah yang
dibutuhkan untuk mengalirkan oksigen dan nutrisi ke jaringan-
jaringan lemak penyebat kegendutan itu. Akibatnya, volume
darah yang mengalir di pembuluh pun makin besar sehingga
tekanannya pun makin tinggi.
Diperkirakan, penambahan berat badan 1 kg di atas berat
badan ideal bisa meningkatkan tekanan darah sekitar 1
mmHg. Jadi, semakin gemuk seseorang, semakin besar
kemungkinannya terkena hipertensi.

 Kurang aktif
Pada orang yang kurang bergerak dan jarang berolahraga,
detak jantungnya cenderung lebih cepat dengan tekanan yang
lebih tinggi sehingga tekanan darahnya pun cenderung lebih
tinggi.

 Kebiasaan merokok
Di dalam asap rokok terdapat banyak sekali senyawa toksik.
Selain bisa meningkatkan kemungkinan berbagai jenis
penyakit, sebagian toksin itu bisa mempercepat kerusakan
pembuluh darah sehingga menyebabkan elastisitas pembuluh
pun lebih cepat berkurang.

172
http://bukuobat.blogspot.com

 Sering stres
Kondisi stres bisa menyebabkan lonjakan tekanan darah
sesaat. Saat stres reda, tekanan darah kembali normal. Akan
tetapi jika stres berlangsung lama dan berulang-ulang, kondisi
tekanan darah tinggi yang temporer ini bisa menjadi
permanen. Apalagi jika penderita melampiaskan rasa “galau”
dengan cara banyak makan, banyak begadang, dan merokok,
maka risiko hipertensi permanen bisa menjadi berlipat-lipat.

 Kurang tidur
Sama seperti stres, kondisi kurang tidur juga bisa
menyebabkan kenaikan tekanan darah yang sementara.
Tekanan darah akan kembali normal ketika kita kembali
beristirahat dengan cukup. Namun, jika kondisi kurang tidur
berlangsung kronis, kondisi tekanan darah tinggi yang
sementara tadi bisa berubah menjadi permanen.

 Kehamilan
Kondisi hamil kadang bisa menyebabkan hipertensi yang
biasanya dikenal dengan preeklamsia. Hipertensi jenis ini
berbahaya bagi janin tapi biasanya akan sembuh dengan
sendirinya setelah si ibu melahirkan.

173
http://bukuobat.blogspot.com

 Konsumsi obat tertentu


Sebagian obat jika dikonsumsi dalam jangka lama mungkin
bisa menyebabkan hipertensi, misalnya sebagian pil KB,
sebagian obat flu dan obat migrain. Baca juga Bab Pil KB, juga
Bab PPA dan Pelega Hidung.

 Penyakit lain
Beberapa jenis penyakit bisa meningkatkan risiko seseorang
menderita hipertensi, seperti diabetes, gangguan fungsi ginjal,
dan tinggi kolesterol.

Dari daftar di atas, kita bisa melihat bahwa sebagian besar


penyebab hipertensi adalah faktor-faktor yang bisa dikendalikan.
Memang ada faktor yang tidak bisa diapa-apakan seperti usia dan
keturunan, tapi sebagian besar lainnya adalah faktor-faktor yang
bisa diubah.

Jenis Obat Hipertensi


Obat hipertensi termasuk kelompok obat resep. Sebaiknya pasien
tidak melakukan pengobatan sendiri. Salah satu alasannya, sering
kali obat hipertensi lebih efektif diberikan dalam bentuk kombinasi
dua macam obat. Dosisnya pun harus benar-benar sesuai

174
http://bukuobat.blogspot.com

kebutuhan. Penentuan jenis dan dosis obat tentu membutuhkan


keahlian dokter.
Di pasar terdapat banyak sekali jenis obat hipertensi. Kalau
diringkas, sebagian besar obat ini bekerja lewat salah satu dari dua
cara, yaitu mengurangi volume cairan darah atau membuat
pembuluh darah lebih longgar. Kadang satu jenis obat saja tidak
efektif. Dalam kondisi itu, dokter mungkin meresepkan lebih dari
satu jenis obat.

1. Mengurangi cairan darah


Obat jenis ini biasa disebut “diuretik”. Ini istilah untuk obat
yang membuat kita sering buang air kecil. (Akhiran “-uretik”
berasal dari kata yang sama dengan urine alias air seni.) Pada
saat kita kencing, tubuh mengeluarkan air dan natrium
(garam) sehingga cairan di dalam pembuluh darah pun
berkurang. Karena volume cairan darah berkurang, otomatis
tekanan darah pun ikut berkurang.

Obat Contoh merek dagang

Furosemid Lasix®, Farsix®, Classic®, Diuvar®,


Edemin®, Furosix®, Gralixa®,
Impugan®, Laveric®, Naclex®,
Roxemid®, Silax®, Uresix®

175
http://bukuobat.blogspot.com

Sprinolakton Aldactone®, Carpiaton®, Letonal®,


Spirola®, Spirolacton®

Hidrokolorotiazid/ Blopress Plus®, Co-Diovan®, Co-


HCT/hydrochlorothiazide Irvebal®, CoAprovel®, Lodoz®,
(Biasanya dikombinasikan Lorinid Mite®, Micardis Plus®,
dengan jenis obat Olmetec Plus®, Rasilez HCT®
hipertensi golongan lain)

Selain obat-obat di atas, masih ada banyak lagi jenis obat


golongan diuretik, misalnya amilorid, klortalidon, dan
beberapa lagi. Karena obat-obat ini akan merangsang
produksi air kemih, kita tidak disarankan meminumnya
menjelang tidur kalau tidak ingin sering terbangun karena
kebelet pipis.

2. Melonggarkan pembuluh darah dan menurunkan


kekuatan jantung dalam memompa darah
Di kelompok ini terdapat banyak sekali jenis obatnya, antara
lain:

Obat Merek dagang

Atenolol Tenormin®, Betablok®, Hiblok®, Internolol®,


Farnormin®, Lotenac®, Nif-Ten®, Tenblok®, Tenoret®,

176
http://bukuobat.blogspot.com

Zumablok®, Tensinorm®

Propanolol Inderal®, Farmadral®

Asebutolol Sectral®, Sectrazide®

Metoprolol Seloken, ®, Lopresor®, Loprolol®

Bisoprolol Concor®, Lodoz®, B-Beta®, Beta One®, Biscor®,


Hapsen®, Maintate®

Karvedilol Dilbloc®, Blorec®, Carbloxal®, V-Bloc®

Kaptopril Capoten®, Acendril®, Acepress®, Capozide®,


Captensin®, Casipril®, Dexacap®, Farmoten®, Forten®,
Inapril®, Locap®, Lotensin®, Metopril®, Otoryl®,
Praten®, Scantensin®, Tensicap®, Tensobon®, Tenovax®,
Tensobon®, Vapril®

Enalapril Meipril®, Renacardon®, Tenaten®, Tenace®, Tenazide®

Ramipril Triatec®, Cardace®, Decaparil®, Hyperil®, Ramixal®,


Redutens®, Vivace®, Tenapril®

Lisinopril Zestoretic®, Inhitril®, Interpril®, Linoxal®, Noperten®,


Nopril®, Odace®, Tensinop®, Tensiphar®, Zestril®

Losartan Cozaar®, Acetensa®, Angioten®, Hyzaar®, Insaar®,


Kaftensar®, Koinsar®, Lifezar®, Sartaxal®, Tensaar®

Irbesartan Aprovel®, Co-Irvebal®, CoAprovel®, Elzar®, Fritens®,


Irbedox®, Iretensa®, Irtan®, Irtan Plus®, Irvell®

Kandesartan Blopress®, Blopress Plus®, Canderin®

Telmisartan Micardis®, Micardis Plus®

Valsartan Co-Diovan®, Diovan®, Exforge®

177
http://bukuobat.blogspot.com

Amlodipin Norvask®, A-B Vask®, Actapin®, Amcor®, Amdixal®,


Amlocor®, Amlogrix®, Caduet®, Calsivas®, Cardicap®,
Cardisan®, Cardivask®, Comdipin®, Coveram®,
Divask®, Dovask®, Ertensi®, Ethivask®, Exforge®,
Fulopin®, Gensia®, Gracivask®, Gravask®, Hexavask®,
Intervask®, Lodipas®, Lopiten®, Lovask®, Normetec®,
Normoten®, Pehavask®, Provask®, Sandovask®,
Stamotens®, Tensivask®, Theravask®, Twynsta®,
Vasgard®, Zevask®

Dan masih amat banyak lagi.

Saat minum obat hipertensi, kita mungkin akan mengalami


efek sampingnya, misalnya batuk, diare, sembelit, sakit kepala,
atau lainnya. Efek samping ini biasanya akan hilang. Meski begitu,
sebaiknya konsultasikan ke dokter jika kita mengalaminya.
Mungkin saja resep perlu diganti atau dosisnya perlu dikurangi.

Obat Tradisional Antihipertensi


Di Indonesia, terdapat banyak sekali obat tradisional yang
dipercaya bisa mengobati darah tinggi. Sebagian besar adalah
obat-obat herbal. Banyak pasien hipertensi yang
menggunakannya, bahkan kadang mengonsumsinya bersama obat
resep dari dokter.

178
http://bukuobat.blogspot.com

Harus diakui, ilmu kedokteran memang masih belum


banyak berhasil menyingkap sepenuhnya cara kerja obat-obat
tradisional. Karena itu tak heran jika dokter kadang melarang
pasiennya minum obat tradisional bersama dengan obat resep.
Bagaimanapun, minum obat tradisional adalah pilihan.
Setiap orang punya hak memilih pengobatan ini. Faktanya
memang banyak obat tradisional yang terbukti bisa menurunkan
tekanan darah sebagaimana obat-obat resep.
Namun, demi alasan keamanan, kalau kita hendak
menggabungkan obat tradisional dengan obat resep, sebaiknya kita
mengomunikasikannya ke dokter. Jika digabungkan begitu saja,
kedua obat ini mungkin saja bisa menyebabkan penurunan
tekanan darah yang terlalu drastis. Pasien mungkin saja sampai
mengalami hipotensi (tekanan darah rendah). Kondisi ini sama
bahayanya dengan hipertensi.
Yang penting untuk dicatat, terapi hipertensi harus bersifat
menyeluruh. Minum obat saja tidak cukup. Harus disertai pula
dengan perubahan pola hidup, pola makan, dan program
olahraga.
Untuk referensi lebih lanjut, silakan kunjungi situs-situs
kesehatan yang tepercaya. Kita tidak akan kesulitan menemukan
situs berbahasa Inggris yang mengulas panjang, lebar, dan dalam
tentang hipertensi. Jumlahnya melimpah ruah. Bahkan mungkin
saja kita sampai bingung memilih karena saking banyaknya.

179
http://bukuobat.blogspot.com

Sayangnya, situs referensi berbahasa Indonesia sepertinya


belum begitu banyak yang mengupas tentang penyakit ini secara
tuntas seperti situs-situs berbahasa Inggris. Sebagai pemandu awal,
Anda bisa berkunjung ke situs yang direkomendasikan oleh
Perhimpunan Hipertensi Indonesia (www.inash.or.id/news.html)
dan Yayasan Jantung Indonesia (www.inaheart.or.id).

180
http://bukuobat.blogspot.com

19

PIL KB

Seperti yang kita tahu, ada beberapa jenis metode


kontrasepsi. Sebetulnya, berdasarkan prinsip umum “do no harm”,
metode kontrasepsi yang paling aman adalah yang tidak
mengintervensi sistem biologis tubuh. Contohnya, metode pantang
berkala, coitus interruptus (sanggama terputus), dan kondom.
Sayangnya, metode-metode yang sangat mengandalkan
pengendalian diri pihak pria ini sering kali gagal. Sepertinya kaum
adam memang tidak bisa diandalkan dalam urusan pengendalian
dorongan seksual.
Itu sebabnya kita butuh pil KB untuk perempuan—yang
lebih bisa diandalkan. Metode ini jauh lebih mudah dan efektif
meski, sayangnya, mengintervensi sistem biologis wanita. Asal

181
http://bukuobat.blogspot.com

dikonsumsi sesuai petunjuk, pil KB bisa mencegah kehamilan


sampai 99%. Bagaimanapun, tetap ada kemungkinan si wanita
hamil tapi kemungkinannya kecil sekali, di bawah 1%.
Secara umum, pil yang berisi hormon ini bekerja dengan
cara mencegah pematangan telur. Kalaupun telur telanjur matang,
pil KB masih bisa bekerja dengan cara merangsang produksi
cairan kental yang menyebabkan sperma sulit mencapai sel telur.
Kalaupun sperma bisa mencapai sel telur, pil KB masih bisa
bekerja dengan cara membuat sel telur yang sudah dibuahi itu
tidak bisa menempel dan berkembang di rahim.

Konsultasi Dulu ke Dokter


Sekalipun banyak pil KB bisa didapat tanpa resep, wanita calon
pemakai sebaiknya tetap berkonsultasi ke dokter atau setidaknya
ke bidan sebelum mengonsumsinya. Pasalnya, kandungan hormon
maupun dosis pil KB bervariasi antarmerek. Ada yang hanya
berisi satu jenis hormon, ada pula yang berisi kombinasi dua
hormon.
Produk yang kandungannya sama pun bisa saja dosisnya
berbeda. Karena isi dan dosisnya berbeda-beda, efeknya pun
berbeda-beda. Pemilihannya harus disesuaikan dengan kondisi
dan kebutuhan si wanita.

182
http://bukuobat.blogspot.com

Konseling dan pemeriksaan oleh dokter sangat diperlukan.


Calon akseptor KB harus diperiksa apakah siklus haidnya teratur,
apakah ada benjolan di payudaranya, apakah ada kista di
rahimnya, apakah ada gangguan fungsi liver, apakah ia merokok,
apakah ia menyusui, apakah ia menderita hipertensi, apakah ada
riwayat kanker payudara di keluarganya, dan masih banyak lagi.
Semua faktor di atas akan berpengaruh terhadap pemilihan pil KB.
Konseling ini harus dilakukan untuk mencegah
kemungkinan buruk yang mungkin bisa timbul di belakang hari.
Efek pil KB bisa sangat individual. Pada wanita tertentu, pil KB
bisa menyebabkan peningkatan berat badan, jerawatan, atau naik
turunnya mood, sementara pada wanita lain tidak. Efeknya
mungkin sulit diramal. Itu sebabnya konseling dan pemantauan
oleh dokter atau bidan sangat diperlukan. Sekali lagi,
bagaimanapun juga, pil KB adalah obat yang mengintervensi
tubuh wanita.
Selain itu, pil KB tertentu juga punya efek samping yang
bisa menguntungkan, misalnya mengurangi jerawat, menjadikan
siklus haid lebih teratur, atau bahkan mengurangi gejala sindrom
pramenstruasi (PMS). Dengan berkonsultasi ke dokter atau bidan,
calon akseptor bisa memperoleh pil KB yang tepat sehingga
mendapat dua manfaat sekaligus.
Ada kalanya seorang wanita terus-menerus berjerawat.
Sudah memakai bermacam-macam obat, tetap saja jerawatnya

183
http://bukuobat.blogspot.com

membandel. Jerawat kadang justru hilang ketika minum pil KB


tertentu (tidak semua jenis). Dengan berkonsultasi ke dokter atau
bidan, pemakai bisa memilih pil KB yang benar-benar tepat.
Ada juga sebagian wanita yang setiap menjelang haid selalu
mengalami nyeri hebat. Segala macam cara sudah ditempuh tapi
gejala itu tetap berulang tiap kali datang bulan. Nyeri itu baru
hilang justru ketika minum pil KB tertentu. Ini sebagian dari
manfaat lain pil KB yang hanya akan kita dapat kalau kita
berkonsultasi ke dokter lebih dulu.

Minum dengan Disiplin


Tiap kali memperoleh pil KB, dari mana pun, pastikan petunjuk
pemakaiannya ada. Pil KB hanya akan efektif kalau benar-benar
dikonsumsi sesuai petunjuk. Pemakai harus sangat disiplin. Di
Indonesia, pil KB tersedia dalam berbagai satuan. Satu strip bisa
berisi 21, 24, atau 28 pil. Masing-masing memiliki aturan pakai
yang mungkin berbeda-beda. Petunjuk aturan pakai ini harus
diikuti dengan ketat.
Kecuali dinyatakan lain, pil KB pada umumnya disarankan
untuk diminum pada jam yang sama setiap hari, misalnya
menjelang tidur. Konsumsi pada jam yang sama akan menjamin
kadar hormon di dalam tubuh sesuai dengan yang diinginkan.
Agar pemakai tidak lupa, ia bisa memasang alarm di ponsel dan
meletakkan pil KB di tempat yang mudah terlihat.

184
http://bukuobat.blogspot.com

Kapan mulai minum pil? Bagaimana kalau lupa minum satu


atau dua pil? Bagaimana kalau timbul pendarahan? Bagaimana
kalau... dll. Semua pertanyaan seperti ini tidak akan menjadi
persoalan kalau kita memiliki brosur petunjuk penggunaannya.
Pil KB bukan obat yang bekerja seketika, yang begitu
diminum hari ini langsung memberikan efek kontrasepsi pada hari
yang sama. Pil harus diminum beberapa hari dulu sesuai petunjuk
baru bisa memberikan efek perlindungan dari kehamilan.
Di Indonesia, terdapat dua jenis pil KB.

1. Pil KB hormon kombinasi


Berisi dua jenis hormon: progestin dan estrogen. Secara
umum, pil KB jenis ini tidak dianjurkan buat ibu menyusui
karena bisa menurunkan produksi ASI. Selain itu, pil jenis ini
bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah dan karenanya
tidak dianjurkan buat wanita penderita hipertensi yang
tekanan darahnya belum terkontrol dengan baik.
Wanita yang punya kelainan pembekuan darah juga tidak
dianjurkan minum pil ini. Jika si wanita adalah perokok, ia
harus menyetop kebiasaan merokok lebih dulu sebelum
minum pil KB ini. Pasalnya, kombinasi antara rokok dan pil
KB bisa meningkatkan risiko kanker, serangan jantung, dan
stroke, terutama jika si wanita juga menderita hipertensi.

185
http://bukuobat.blogspot.com

Wanita yang menderita penyakit lever (hati) atau punya


riwayat keluarga penderita kanker payudara juga tidak
dianjurkan minum pil ini dalam jangka panjang. Pasalnya, pil
KB ini mungkin bisa memperparah sakit lever.
Dari fakta-fakta di atas kita bisa melihat bahwa walaupun
ini “cuma urusan pil KB”, ada banyak faktor yang harus
diperhatikan. Mulai dari tekanan darah, kondisi menyusui,
kebiasaan merokok, sampai gangguan lever.

Kombinasi Nama dagang


Levonorgestrel Microgynon®, Nordette®, Pil KB®,
Andalan®, Cyclogynon®, Planak®,
Mikrodiol®, Pilkab®, Planotab®,
Trinordiol®
Norgestrel Etinilestradiol Microdiol®
(etunilestradiol)
Drospirenon Yaz®, Yasmin®
Desogestrel Mercilon®, Mercilon 28®,
Marvelon®, Gracial®
Siproteron Diane 35®, Estelle 35-ED®
Gestoden Gynera®
Linestrenol Lyndiol, Ovostat®

Dari sekian banyak jenis kombinasi di atas, kombinasi


levonorgestrel & etinilestradiol dosis rendah merupakan

186
http://bukuobat.blogspot.com

pilihan pertama dalam hal keamanan. Risiko penggumpalan


darahnya paling rendah dibandingkan yang lain.
Di Indonesia, pil kombinasi siproteron dan etinilestradiol
biasa diresepkan sebagai pil KB sekaligus obat antijerawat.
Siproteron memang bisa mengurangi jerawat yang muncul
akibat ketidakseimbangan hormonal. Namun, sebaiknya
pemakai tidak menggunakannya secara bebas kecuali atas
resep dokter. Sebab, risiko penggumpalan darahnya cukup
tinggi jika dibandingkan dengan kombinasi levonorgestrel &
etinilestradiol. Dokter hanya akan meresepkannya setelah
menimbang berbagai faktor.
Di beberapa negara, kombinasi siproteron dan
etinilestradiol bahkan hanya boleh diresepkan jangka pendek
untuk perempuan dengan masalah jerawat hormonal. Di awal
tahun 2013, penggunaan obat ini di beberapa negara juga
diawasi secara ketat karena risiko penggumpalan darah yang
cukup tinggi.

2. Pil KB hormon tunggal


Berisi satu jenis hormon progestin saja. Biasa disebut minipil.
Secara umum, pil jenis ini aman digunakan ibu menyusui
karena tidak mengganggu produksi ASI. Biasanya di
kemasannya ditulis atau diberi tanda khusus bahwa pil KB ini

187
http://bukuobat.blogspot.com

diperuntukkan buat ibu menyusui. Akan tetapi, begitu si ibu


sudah tidak menyusui bayinya lagi, sebaiknya ia kembali
menggunakan pil KB kombinasi.
Dalam kondisi tidak menyusui, pil KB kombinasi
merupakan pilihan pertama karena lebih efektif. Selain itu pil
KB kombinasi juga bisa membuat siklus haid menjadi lebih
teratur. Adapun pil KB jenis tunggal justru bisa menyebabkan
perubahan pola menstruasi jika dikonsumsi oleh wanita yang
tidak menyusui.

Hormon Merek dagang

Desogestrel Cerazette®

Linestrenol Exluton®, Andalan Laktasi®

Levonorgestrel Microlut®

Semua jenis pil KB tidak boleh diminum saat hamil sebab


kandungan hormon pil ini mungkin bisa menyebabkan gangguan
pertumbuhan organ reproduksi janin. Mungkin Anda bertanya:
hamil kok minum pil KB? Hal seperti ini bisa saja terjadi tanpa
disadari.
Seorang wanita yang minum pil KB biasanya akan merasa
yakin (99%) dirinya tidak hamil. Faktanya, mungkin saja ia

188
http://bukuobat.blogspot.com

termasuk ke dalam 1% yang hamil. Apalagi jika ia tidak minum pil


ini secara disiplin. Sehingga, ketika ia telat haid sampai beberapa
bulan, ia mungkin hanya akan menganggap telat haid itu sebagai
gangguan siklus menstruasi biasa. Karena tidak mencurigainya
sebagai kehamilan, ia akan terus minum pil KB. Dalam kondisi
seperti ini, pil KB bisa mengganggu pertumbuhan janin yang tidak
diharapkan itu.
Oleh sebab itu, ketika seorang perempuan tidak datang
bulan dua kali, sebaiknya ia segera melakukan uji kehamilan. Ini
penting untuk memastikan apakah telat haid itu hanya gangguan
pola siklus menstruasi ataukah kehamilan. Jika ia hamil,
pemakaian kontrasepsi harus dihentikan karena hormon dalam pil
KB mungkin bisa mengganggu perkembangan organ reproduksi
janin.

Pro-Kontra
Banyak laporan pro-kontra mengenai efek buruk pil KB. Misalnya,
sebagian peneliti menyatakan pil KB meningkatkan risiko kanker,
tapi peneliti lain malah melaporkan sebaliknya, dan menyatakan
bahwa pil KB jutsru bisa mencegah kanker-kanker jenis tertentu.
Kita harus percaya yang mana?
Sebagai pihak awam yang hanya bisa memercayakan urusan
sepenuhnya kepada para ahli, sebaiknya kita mengambil posisi

189
http://bukuobat.blogspot.com

waspada saja. Selama minum pil KB, sebaiknya pemakai terus


memantau perubahan yang terjadi.
Selain pendapat tentang risiko kanker, ada juga pendapat
lain yang menyatakan bahwa pil KB bisa menyebabkan
kemandulan ketika pemakaian jangka lama dihentikan. Tapi
menurut pendapat yang lebih kuat, pendapat ini tidak benar. Efek
kontrasepsi pil KB bersifat reversibel. Artinya, ketika
pemakaiannya dihentikan, perempuan akan kembali menjadi
subur.
Jika si perempuan tidak kunjung hamil setelah pil KB
disetop, mungkin saja itu memang disebabkan oleh kondisi
kesuburannya sendiri sejak semula. Bukan karena pengaruh pil
KB.
Itu sebabnya, dalam ilmu kesehatan reproduksi, wanita di
atas 25 tahun lebih dianjurkan punya anak lebih dulu, baru ber-
KB. Tentu saja saran ini semata-mata berdasarkan pertimbangan
biologis, tanpa memperhatikan faktor sosial, budaya, atau
ekonomi wanita yang bersangkutan.
Secara biologis, wanita mencapai puncak kesuburan pada
usia sekitar 25 tahun. Melewati usia ini, kesuburan seorang
wanita akan menurun perlahan-lahan. Makin lama wanita
menunda kehamilan, makin berkurang kesuburannya. Bukan
karena pil KB-nya tapi karena faktor usianya.

190
http://bukuobat.blogspot.com

Oleh karena pertimbangan inilah, keputusan menjalani


kontrasepsi selalu harus dilakukan dengan hati-hati, terutama pada
wanita yang belum punya anak. Jangan sampai kontrasepsi
menimbulkan masalah di belakang hari sehingga si wanita
mengalami kesulitan memperoleh keturunan.

191
http://bukuobat.blogspot.com

20

ANTIBIOTIK

Hal pertama yang perlu ditegaskan di bab ini adalah bahwa


antibiotik termasuk obat keras. Obat ini mestinya hanya boleh
didapatkan di apotek dengan resep dokter. Dokter pun mestinya
meresepkan dengan sangat cermat dan hanya menuliskan
antibiotik ketika memang benar-benar dibutuhkan. Jadi, antibiotik
mestinya bukan termasuk “obat sehari-hari”.
Namun, di Indonesia fakta berbicara lain. Penggunaan
antibitok yang berlebihan sudah menjadi salah satu masalah kronis
kesehatan masyarakat di negara kita. Pemakaian antibiotik secara
berlebihan itu terbukti telah membuat makin banyak bakteri baru
yang kebal dan ganas.

192
http://bukuobat.blogspot.com

Antibiotik adalah obat yang bekerja membasmi bakteri.


Sekali lagi, bakteri. Obat ini hanya efektif untuk penyakit yang
disebabkan oleh bakteri. Kalau penyebabnya virus, obat ini sama
sekali tidak efektif. Bukan hanya mubazir jika diminum, tapi juga
mendatangkan efek merugikan.
Contoh penyakit yang disebabkan oleh virus: flu, pilek, serta
sebagian besar batuk, radang tenggorok, dan bronkitis. Memang,
mungkin saja batuk dan radang tenggorok disebabkan oleh bakteri,
tapi sebagian besar gangguan kesehatan ini disebabkan oleh infeksi
virus. (Virus adalah kuman yang ukurannya lebih kecil dari
bakteri).
Contoh infeksi yang disebabkan oleh bakteri: sebagian besar
(tidak semua) infeksi telinga, radang tenggorok yang berat
(biasanya disertai demam dan nyeri), radang hidung yang tidak
sembuh lebih dari dua minggu, infeksi saluran kemih, dan infeksi-
infeksi organ dalam.
Orang awam tentu mengalami kesulitan untuk membedakan
infeksi bakteri, infeksi virus, atau infeksi jamur. Salah obat bisa
saja membayakan kesehatan. Itu sebabnya antibiotik mestinya
tidak dikonsumsi bebas seperti parasetamol. Harus dengan resep
dokter. Aturan pembatasan seperti ini sebetulnya justru untuk
melindungi masyarakat.
Untuk penyakit-penyakit yang disebabkan oleh virus,
antibiotik tidak bermanfaat. Tapi faktanya, di masyarakat kita,

193
http://bukuobat.blogspot.com

antibiotik sangat sering digunakan untuk penyakit-penyakit


macam ini, terutama pada anak-anak.

Kenapa Bakteri Bisa Kebal?


Dalam hal kemampuan bertahan hidup, bakteri punya sedikit
kemiripan dengan manusia. Makhluk renik ini bisa belajar. Ini
bagian dari mekanisme alami untuk mempertahankan diri. Jadi,
bukan manusia saja yang punya kecerdasan. Makhluk-makhluk
renik pun memiliki kemampuan belajar.
Antibiotik ibarat senjata rahasia yang dimiliki manusia
untuk mengalahkan bakteri. Semakin sering kita menggunakan
antibiotik, artinya semakin sering kita menggunakan senjata
rahasia itu. Akibatnya, bakteri lama-lama bisa mempelajari
struktur kimianya. Setelah itu mereka melawan antibiotik itu
dengan cara membuat perisai biologis atau menghasilkan senyawa
kimia yang bisa melumpuhkan antibiotik.
Ini adalah salah satu alasan kenapa kalau kita mendapat
resep antibiotik dari dokter, kita harus menghabiskannya
walaupun kita merasa sudah sehat. Sebab, walaupun kita sudah
merasa sehat, sebetulnya infeksi di dalam tubuh kita belum
sepenuhnya hilang tuntas. Masih ada bakteri yang bersembunyi.
Bakteri ini harus dibasmi sampai tuntas dengan cara kita terus
minum antibiotik sampai habis.

194
http://bukuobat.blogspot.com

Jika bakteri ini tidak dibasmi sampai tuntas, mereka akan


bisa mempelajari struktur kimia antibiotik lalu mengembangkan
mekanisme pertahanan diri sehingga mereka bisa menjadi kebal.
Dalam kondisi infeksi virus, antibiotik justru hanya akan
membasmi bakteri baik di dalam usus. Padahal, bakteri-bakteri
baik ini kita perlukan untuk menjaga kekebalan tubuh kita.
Hilangnya bakteri baik justru bisa memicu gangguan pencernaan,
misalnya diare.
Pada wanita, penggunaan antibiotik yang berlebihan juga
bisa memicu infeksi jamur di vagina. Ringkasnya, penggunaan
antibiotik dalam kondisi tidak ada infeksi bakteri justu akan
membuat tubuh rentan terhadap penyakit. Akibatnya, tubuh akan
menjadi lebih mudah mengalami infeksi.
Makin banyak antibiotik digunakan, akan makin banyak
bakteri yang kebal. Akibatnya, makin banyak infeksi yang sulit
diobati. Dokter akan makin sulit memilihkan antibiotik yang
efektif, dan biaya berobat pun menjadi semakin mahal.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Centers for Disease
Control and Prevention (CDC), sekitar 80% kasus infeksi virus
pada saluran napas atas diobati dengan antibiotik, padahal
sebetulnya sebagian besar infeksi itu tidak memerlukan antibiotik.
Para dokter yang meresepkan antibiotik tidak sepenuhnya salah.
Sering kali mereka melakukannya karena tekanan pasien yang
merasa kurang afdol pulang dari dokter tanpa membawa banyak

195
http://bukuobat.blogspot.com

obat. Jadi, masalah antibiotik ini sudah sedemikian kompleks.


Semua pihak punya andil, mulai dari tenaga kesehatan hingga
konsumen sendiri.
Jika kita terus menggunakan antibiotik secara berlebihan
seperti sekarang, akibat buruknya akan diderita oleh anak-anak
kita nanti. Akan makin banyak bakteri yang kebal, dan makin
mudah anak-anak menderita sakit infeksi. Sekali terkena infeksi,
makin sulit disembuhkan, dan biaya pengobatan pun menjadi
semakin mahal.
Karena itu, sebagai wujud rasa cinta kepada anak-anak kita,
mari kita tinggalkan kebiasaan mengonsumsi antibiotik secara
berlebihan. Usaha mengurangi konsumsi antibiotik haruslah
menjadi program massal, seperti program imunisasi dasar. Harus
melibatkan kesadaran semua pihak, baik konsumen maupun
tenaga kesehatan secara bersama-sama.
Jika makin banyak kuman yang kebal, kita dihadapkan pada
dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, industri farmasi akan
terus-menerus melakukan riset untuk menemukan antibiotik-
antibiotik baru yang otomatis menyebabkan harganya makin lama
makin mahal. Yang satu biji harganya bisa mencapai ratusan ribu
rupiah. Siapa lagi yang akan membayar ongkosnya kalau bukan
konsumen?
Kemungkinan kedua, laju pertumbuhan kuman yang kebal
lebih cepat daripada kemampuan industri farmasi melakukan riset

196
http://bukuobat.blogspot.com

dan menemukan antibiotik baru. Jika ini yang terjadi, kesehatan


anak-anak kita akan dipertaruhkan.
Menggunakan antibiotik secara bebas untuk flu, pilek,
batuk, radang tenggorok yang disebabkan infeksi virus sama
artinya dengan berfoya-foya menggunakan uang tabungan anak
kita. Kita sendiri mungkin tidak langsung menderita akibatnya.
Tapi bisa dipastikan, yang mengalami akibat buruknya adalah
anak-anak kita. Makin banyak kuman ganas yang mengancam
kesehatan mereka.

Jenis-jenis Antibiotik
Kebanyakan orang awam mungkin hanya tahu beberapa nama
generik atau merek antibiotik seperti ampisilin, amoksisilin, Super
Tetra® (tetrasiklin), kloramfenikol, dan siprofloksasin. Lima nama
ini hanya sebagian kecil dari keseluruhan antibiotik yang beredar
di pasar karena jumlah seluruhnya ada puluhan jenis dengan
ribuan merek dagang.
Masing-masing antibiotik memiliki mekanisme kerja yang
berbeda-beda, digunakan untuk jenis bakteri yang berbeda-beda.
Ilmunya terlalu rumit untuk kebanyakan orang. Bahkan para
tenaga kesehatan pun mungkin tidak paham sepenuhnya.
Di bawah ini adalah contoh nama-nama generik dan merek
dagang antibiotik. Penjelasan di bawah ini jangan dijadikan

197
http://bukuobat.blogspot.com

sebagai pedoman melakukan swamedikasi (pengobatan sendiri).


Cukup jadikan saja sebagai bekal pengetahuan, mungkin suatu
hari kita mendapat resep ini dari dokter. Sebagai konsumen
cerdas, kita harus tahu apa yang kita bayar dan kita minum.
Sekali lagi, untuk urusan antibiotik, serahkan kepada dokter
yang tepercaya. Kalau biaya berobat ke dokter dianggap terlalu
mahal, kita bisa datang ke Puskesmas. Saat ini, layanan
Puskesmas—sekalipun belum semuanya—sudah jauh lebih baik
daripada layanan lima tahun lalu. Biayanya pun relatif murah,
bisa sepersepuluh dari biaya berobat ke klinik atau praktik dokter
swasta.
Jenis-jenis antibiotik di antaranya:

1. Ampisilin
Dulu antibiotik ini termasuk obat yang sangat diandalkan
untuk mengobati berbagai jenis infeksi. Sekarang dokter
jarang meresepkannya lagi karena memang saat ini sudah
banyak sekali bakteri yang kebal dengan ampisilin oleh
karena obat ini terlalu sering digunakan.
Secara umum, obat ini aman digunakan, termasuk bagi
ibu hamil. Meski begitu, ada sebagian kecil orang yang
alergi berat terhadap antibiotik ini. Untuk memastikan alergi
atau tidak, dokter biasanya akan melakukan tes alergi
sebelum memberikannya.

198
http://bukuobat.blogspot.com

Penyerapan obat ini bisa berkurang oleh adanya


makanan di lambung. Itu sebabnya obat ini sebaiknya
diminum dalam keadaan perut kosong, misalnya satu jam
sebelum makan atau dua jam sesudah makan. Akan tetapi
jika kita merasa mual minum obat dalam keadaan perut
kosong, kita boleh meminumnya bersamaan dengan makan.

Obat Contoh merek dagang

Ampisilin Ampi®, Binotal®, Kalpicilin®,


Sanpicillin®, Standacillin®

2. Amoksisilin
Obat ini merupakan “saudara kandung” ampisilin. Struktur
kimianya mirip, juga sama-sama dikembangkan oleh pabrik
farmasi Inggris, Beecham. Amoksisilin merupakan
antibiotik yang paling banyak digunakan di dunia.
Dibanding ampisilin, amoksisilin lebih banyak
digunakan karena sifat kerjanya lebih baik. Penyerapannya
tidak dipengaruhi oleh makanan. Bisa diminum saat perut
kosong maupun saat berisi makanan.
Namun, amoksisilin punya kekurangan dalam hal ia
punya kemungkinan lebih besar menyebabkan diare.
Kadang diare bisa berlangsung lama dan tidak kunjung

199
http://bukuobat.blogspot.com

sembuh walaupun konsumsi amoksisilin sudah dihentikan.


Ini merupakan salah satu alasan kenapa kita sebaiknya tidak
gampang melakukan pengobatan sendiri dengan antibiotik.
Merek dagang obat yang berisi amoksisilin jumlahnya
banyak sekali. Sekitar 200 buah. Empat kali lipat jumlah
merek dagang ampisilin. Maklum, obat yang oleh orang
awam disebut “amok” ini adalah antibiotik yang paling
banyak dikonsumsi. Sebagian besar pabrik farmasi
memproduksinya dengan berbagai merek.
Karena banyaknya kuman yang kebal, sebagian
produk amoksisilin dikombinasikan dengan klavulanat.
Klavulanat juga golongan antibiotik, yang diciptakan karena
amoksisilin makin lama makin tidak ampuh.

Obat Contoh merek dagang

Amoksisilin Amoxil®, Amobiotic®, Amoxillin®,


Amobiotic®, Amoxsan®, Arcamox®,
Bellacid®, Corsamox®, Dexymox®,
Erphamoxy®, Ethimox®, Farmoxyl®,
Ikamoxyl®, Intermoxil®, Kalmoxillin®,
Kimoxil®, Lactamox®, Lapimox®,
Leomoxyl®, Moxigra®, Opimox®,

200
http://bukuobat.blogspot.com

Ospamox®, Pritamox®, Scannoxyl®,


Solpenox®, Supramox®, Topcillin®,
Wiamox®

Amoksisilin Augmentin®, Aclam®, Amocom®,


& klavulanat Auspilic®, Bellamox®, Betaclav®,
Clabat®, Claneksi®, Clavamox®, Claxy®,
Danoclav®, Daxet®, Dexyclav®,
Improvox®, Lansiclav®, Nufaclav®,
Palentin®, Surpas®, Viaclav®, Vulamox®

Pusing melihat banyaknya nama dagang di atas? Ini


baru sebagian kecil. Belum semua. Ini adalah gambaran
betapa pasar farmasi Indonesia hiruk-pikuk gegap-gempita
dengan merek dagang.
Sekalipun hingga saat ini amoksisilin masih cukup
sering diresepkan oleh dokter, obat ini sudah mulai
berkurang keampuhannya. Kini makin banyak bakteri yang
kebal terhadap amoksisilin akibat penggunaannya yang
berlebihan. Bahkan, di rumah-rumah sakit, amoksisilin
sekarang sudah mulai jarang dipakai. Di sini, amoksisilin
sudah tak beda jauh dengan tepung terigu.
Sebagai gantinya, dokter sering terpaksa harus
meresepkan generasi terbaru turunan amoksisilin yang

201
http://bukuobat.blogspot.com

harganya selangit. Contoh generasi baru amoksisilin yang


harganya “sulit diterima akal” adalah meropenem.

Obat Contoh merek dagang

Meropenem Meronem®, Merobat®, Merofen®,


Merosan®, Tripenem®, Meropex®,
Caprenem®

Tahu harganya? Benar-benar bikin kantong jebol.


Sebagai perbandingan, amoksisilin satu emplek (satu
setrip) bisa didapat dengan uang beberapa belas ribu rupiah.
Sementara meropenem satu resep bisa mencapai beberapa
juta rupiah. Ini bukti bahwa ongkos mahalnya obat akan
ditanggung oleh konsumen.

3. Tetrasiklin
Ini juga termasuk salah satu antibiotik yang paling banyak
dikonsumsi di Indonesia. Merek dagangnya yang sangat
terkenal: Super Tetra®. Beberapa dekade yang lalu, Super
Tetra® sampai pernah menjadi obat yang paling banyak
dipalsukan karena saking larisnya di pasar. Sampai-sampai
obat ini sering dipakai untuk luka luar yang mestinya cukup
diobati dengan antiseptik. Karena tetrasiklin terlalu banyak

202
http://bukuobat.blogspot.com

digunakan, saat ini makin banyak bakteri yang kebal


terhadap antibiotik ini.
Salah satu sifat pentingnya, tetrasiklin mudah
berikatan dengan kalsium. Karena itu, tetrasiklin dan semua
turunannya sebaiknya tidak diminum bersama susu dan
semua turunan susu seperti keju, es krim, dan yoghurt.
(Contoh turunan tetrasiklin bisa dilihat di bawah).
Susu banyak mengandung kalsium. Jika diminum
bersama tetrasiklin atau turunannya, maka kalsium ini akan
berikatan dengan inti tetrasiklin dan mengurangi
penyerapannya di usus.
Tidak itu saja, tetrasiklin juga bisa berikatan dengan
kalsium di gigi dan tulang yang sedang dalam masa
pertumbuhan. Itu sebabnya golongan obat ini tidak boleh
dikonsumsi oleh ibu hamil, bayi, atau anak-anak yang
masih mengalami tumbuh gigi.
Bagi si ibu sendiri, tetrasiklin tidak berbahaya.
Bahayanya terjadi pada janin. Begitu berikatan dengan
kalsium gigi atau tulang, tetrasiklin dan turunannya akan
membuat massa kalsium gigi atau tulang itu menjadi cokelat
permanen.
Tetrasiklin juga bisa berikatan dengan aluminium. Itu
sebabnya obat golongan ini sebaiknya tidak diminum
bersama obat mag yang berisi garam aluminium.

203
http://bukuobat.blogspot.com

Obat Contoh merek dagang

Tetrasiklin Super Tetra®, Dumocycline®,


Ikacycline®, Soltralin®, Tetrin®,
Tetrasanbe®

Saat ini tetrasiklin sudah jarang diresepkan dokter


karena sudah banyak bakteri yang kebal. Yang biasa
diresepkan adalah turunan tetrasiklin generasi yang lebih
baru.
Ada banyak jenis turunan tetrasiklin. Biasanya nama
generasi baru tetrasiklin ini berakhiran “-siklin” seperti
doksisiklin dan minosiklin.

Obat Contoh merek dagang

Doksisiklin Vibramycin®, Dohixat®, Dotur®,


Doxacin®, Doxicor®, Dumoxin®,
Interdoxin®, Siclidon®, Viadoxin®

4. Kloramfenikol
Antibiotik ini dulu merupakan obat pilihan pertama untuk
infeksi demam tifoid (sakit tifus). Tapi karena obat ini

204
http://bukuobat.blogspot.com

terlalu sering diminum secara bebas, makin banyak kuman


yang kebal.
Sekarang pada sebagian pasien, obat ini sudah bukan
pilihan pertama lagi untuk infeksi tifus. Yang sekarang lebih
banyak digunakan untuk obat tifus adalah turunannya,
seperti tiamfenikol, atau antibiotik golongan lain.

Obat Contoh merek dagang

Kloramfenikol Chloramex®, Cloramidina®, Colme®,


Colsancetine®, Combicetin®, Fenicol®,
Grafacetin®, Kalmicetine®,
Kemicetine®, Lanacetine®

Tiamfenikol Biothicol®, Cetathiacol®, Conucol®,


Corsafen®, Dexycol®, Genicol®,
Kalticol®, Lacophen®, Lanacol®,
Nilacol®, Nufathiam®, Opiphen®,
Promixin®, Solathim®, Thiamet®,
Thiamfilex®, Thiamika®, Thiamycin®,
Urfamycin®

Pada sebagian kecil orang, kloramfenikol (dan


turunannya) bisa menyebabkan efek buruk gangguan sumsum
tulang belakang. Ini alasan lain, kenapa sebaiknya kita tidak

205
http://bukuobat.blogspot.com

menggunakan obat ini kecuali atas resep dokter. Obat ini juga
bisa mengganggu kesehatan janin, sehingga tidak disarankan
buat ibu hamil.

5. Siprofloksasin
Obat ini dulu termasuk “antibiotik kelas berat”. Kuman-
kuman yang sudah kebal terhadap ampisilin, amoksisilin,
dan tetrasiklin kadang masih bisa dibasmi dengan
siprofloksasin, terutama untuk kasus infeksi saluran kemih.
Namun, kelas antibiotik ini makin lama makin turun.
Karena terlalu sering digunakan secara bebas, sekarang
antibiotik ini turun kelas menjadi kelas menengah atau
bahkan kelas ringan. Kini makin banyak kuman yang kebal
terhadap siprofloksasin.
Jika penggunaan obat ini tidak kita batasi, apa yang
terjadi di Thailand sangat mungkin terjadi pula di
Indonesia. Di negara itu, banyak kejadian infeksi penyakit
menular seksual. Untuk mengobati infeksi ini, orang-orang
menggunakan siprofloksasin secara bebas.
Karena saking seringnya antibiotik ini digunakan,
banyak bakteri yang kebal. Kondisi ini diperparah oleh
penggunaan siprofloksasin yang luas di bidang peternakan.
Akibatnya, obat ini sudah bukan lagi pilihan pertama untuk
infeksi saluran kemih.

206
http://bukuobat.blogspot.com

Bukan itu saja, kuman penyebab diare pun banyak yang


kemudian kebal dengan obat ini. Ini bukti bahwa kebiasaan
masyarakat dalam konsumsi antibiotik sangat berpengaruh
terhadap keampuhannya.
Selain masalah resistensi, siprofloksasin juga sebaiknya
tidak digunakan secara bebas karena mungkin bisa
menyebabkan gangguan jaringan sendi.
Untuk mengatasi banyaknya kuman yang kebal, juga
untuk memperbaiki sifat antibiotik ini, diciptakanlah turunan-
turun siprofloksasin. Sebagian besar namanya juga berakhiran
“-floksasin”, seperti norfloksasin, ofloksasin, lefofloksasin,
moksifloksasin, dsb.
Termasuk salah satu antibiotik dengan tingkat konsumsi
tertinggi di dunia, siprofloksasin pun memiliki puluhan nama
merek dagang. Tak kurang dari enam puluh buah.

Obat Contoh merek dagang

Siprofloksasin Bactiprox®, Baquinor®, Bernoflox®,


Cetafloxo®, Ciflos®, Ciprec®,
Ciprobiotic®, Ciproxin®, Civell®,
Corsacin®, Etacin®, Floxbio®, Floxigra®,
Hexiquin®, Interflox®, Lapiflox®,

207
http://bukuobat.blogspot.com

Phaproxin®, Poncoflox®, Proxcip®,


Proxitor®, Qinox®, Quamiprox®,
Quidex®, Quinobiotic®, Renator®,
Scanax®, Zumaflox®

Baru Empat Dekade


Dibandingkan antibiotik-antibiotik lain, siprofloksasin
sebetulnya masih belum lama beredar. Sebagai gambaran,
ampisilin dikembangkan oleh pabrik farmasi Beecham Inggris
tahun 1961.
Amoksisilin juga dikembangkan oleh Beecham, tahun
1972. Tetrasiklin bahkan sudah dipatenkan oleh Pfizer, pabrik
farmasi Amerika, tahun 1952. Kloramfenikol dikembangkan
oleh dua industri farmasi Amerika, Parke-Davis, tahun 1949.
Ampisilin sudah beredar lima dekade, amoksisilin empat
dekade, tetrasiklin dan kloramfenikol sudah enam dekade.
Sementara siprofloksasin baru dipatenkan oleh Bayer,
perusahaan farmasi Jerman, tahun 1986. Artinya, belum tiga
dekade sampai saat ini. Sungguh disayangkan, obat yang
belum berumur tiga dekade harus kehilangan keampuhannya
hanya karena penggunaannya yang berlebihan.

208
http://bukuobat.blogspot.com

Dari fakta di atas, kita bisa melihat, antibiotik makin


lama makin tidak ampuh. Ini berbeda dengan obat golongan
lain, katakanlah parasetamol. Sejak ditemukan di akhir abad
ke-19, lalu dipasarkan secara luas tahun 1953 oleh perusahaan
farmasi Amerika, Sterling-Winthrop, sampai sekarang pun
keampuhan parasetamol tak berubah. Sekalipun sudah
digunakan secara luas di seluruh dunia selama enam dekade,
sampai sekarang parasetamol masih tetap efektif ebagai obat
sakit kepala.

Selain beberapa antibiotik di atas, masih ada puluhan lagi


antibiotik yang beredar di Indonesia dengan ratusan merek
dagang. Di antaranya: sefadroksil, sefuroksim, sefotiam,
sefotaksim, seftriakson, sefaklor, streptomisin, gentamisin,
tobramisin, klindamisin, mikonazol, ketokonazol, flukonazol,
itrakonazol, metronidazol, vankomisin, eritromisin, spiramisin,
roksitromisin, klaritromisin, azitromisin, amfoterisin, nistatin,
tobramisin, dst.
Bingung membaca nama-nama itu? Ini baru nama generik,
belum nama dagangnya yang jumlah totalnya mencapai ratusan.
Sekali lagi, untuk urusan antibiotik, serahkan sepenuhnya kepada
dokter yang tepercaya.
Jika kita dianjurkan untuk sebisa mungkin menghindari
antibiotik, lalu apa yang bisa kita lakukan apabila sakit? Untuk

209
http://bukuobat.blogspot.com

sakit-sakit ringan seperti demam, flu, pilek, batuk, dan radang


tenggorok, sariawan, silakan baca di bab-bab yang berkaitan.

Pedoman Umum Minum Antibiotik

 Minum sampai habis. Jangan hentikan walaupun kita sudah


merasa sembuh. Saat kita merasa sembuh, sebetulnya mungkin
saja infeksinya belum betul-betul terbasmi. Masih ada kuman
yang bertahan. Kuman-kuman ini harus dibasmi sampai tuntas
supaya tidak menimbulkan resistensi.

 Usahakan minum antibiotik dengan jarak waktu yang


sama. Misalnya, kita harus minum antibiotik tiga kali sehari.
Usahakan minum obat ini dengan jarak 7-8 jam, misalnya
pukul 06.00 (sehabis bangun tidur), pukul 13.00 (setelah
makan siang), lalu pukul 20.00 (saat akan tidur). Bukan,
misalnya, pukul 08.00, pukul 12.00, dan pukul 17.00. Aturan
umum ini sebetulnya juga berlaku untuk kebanyakan obat
lainnya. Untuk antibiotik, aturan ini perlu lebih ditekankan.

 Jika Anda lupa minum satu dosis, segera minum begitu


ingat. Jika Anda lupa dua kali dosis, jangan minum dosis
ganda ketika ingat. Cukup minum dosis terakhir. Misal, Anda

210
http://bukuobat.blogspot.com

harus minum antibiotik sehari tiga kali. Karena kesibukan


kerja, Anda lupa minum dosis siang dan malam hari dan baru
ingat saat akan tidur pukul 22.00. Jika itu yang terjadi, segera
minum dosis malam. Cukup dosis malam saja. Dosis siang
tidak usah diminum untuk menghindari kemungkinan
overdosis.

211
http://bukuobat.blogspot.com

21

OBAT TIFUS

Di negara kita, tifus masih merupakan salah satu penyakit


yang banyak dijumpai. Sebagian dari kita bahkan mungkin pernah
mengalaminya. Hingga sekarang, penyakit lawas ini masih sulit
diberantas. Penyebabnya tak lain adalah kurangnya kebersihan diri
dan kebersihan lingkungan.

Jika Anda membaca situs-situs referensi medis, penyakit ini mungkin tidak disebut
dengan istilah tifus melainkan tifoid atau demam tifoid. Yang benar memang mestinya
demam tifoid karena tifus adalah sebuah penyakit tersendiri yang jarang kita jumpai.
Tifus dalam pengertian para dokter adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman
Rickettsia typhi. Sedangkan tifus yang kita maksud sehari-hari adalah penyakit akibat
infeksi Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi. Meski nama belakangnya sama,
Salmonella dan Rickettsia adalah dua jenis kuman yang berbeda. Karena itu, jika Anda
melakukan browsing dan ingin dirujuk ke situs-situs referensi, gunakan kata kunci nama
medis. Tapi untuk alasan kemudahan, di buku ini kita akan menggunakan istilah tifus
untuk demam tifoid.

212
http://bukuobat.blogspot.com

Kuman tifus ini masuk ke dalam tubuh melalui makanan


atau minuman yang tercemar. Lalu di dalam tubuh, kuman ini
berkembang biak dan membangun koloni di usus halus. Usus
halus adalah bagian usus paling panjang yang berfungsi sebagai
tempat penyerapan zat makanan. Dari usus halus, kuman-kuman
ini kemudian menerobos masuk ke dalam pembuluh darah.

Gejala Awal Tidak Khas


Saat terjadi agresi kuman, tubuh berusaha melawannya dengan
memproduksi antibodi. Antibodi adalah zat kekebalan untuk
melawan benda asing. Sekalipun agresi kuman sudah terjadi,
penderita mungkin masih sehat-sehat saja. Gejala sakitnya baru
muncul setelah 10–14 hari sejak masa invasi. Jadi, kita mungkin
baru akan merasakan gejala sakit tifus dua minggu setelah kita
menyantap makanan yang tercemar.
Pada minggu pertama, gejala tifus yang muncul sering
mengecoh. Keluhannya mirip dengan infeksi lainnya antara lain
demam, nyeri kepala, pusing, nyeri otot, tidak nafsu makan, mual,
muntah, rasa tidak enak di perut, batuk, mimisan, sembelit (susah
buang air besar), atau kadang malah diare.
Oleh karena gejala yang tidak khas ini, bukan hanya
pasien yang sering tertipu. Dokter pun kadang keliru diagnosis dan
tidak menyadari bahwa yang sedang dihadapi adalah kuman tifus.

213
http://bukuobat.blogspot.com

Tak jarang gejala ini disangka demam berdarah, pneumonia


(radang paru) atau radang tenggorok.

Tes Widal
Biasanya dokter akan meminta pasien melakukan tes yang disebut
tes Widal. Tes ini bisa membantu dokter menegakkan diagnosis
tifus. Meski begitu, hasil tes ini tidak bisa langsung dipakai dasar
tunggal untuk mengambil kesimpulan. Meskipun tes Widal positif,
belum tentu pasien positif tifus.
Sebab, tes Widal tidak memeriksa ada tidaknya kuman
tifus melainkan hanya memeriksa ada tidaknya antibodi terhadap
kuman tersebut. Di sinilah masalahnya. Setiap orang yang pernah
kontak dengan kuman ini pasti memiliki antibodi tifus. Tak peduli,
apakah ia menderita tifus atau tidak.
Di Indonesia, kuman-kuman ini adalah bagian dari
kehidupan sehari-hari. Nyaris semua orang pernah kontak dengan
kuman ini walaupun tidak otomatis menyebabkan sakit tifus.
Mungkin tubuh kita pernah kemasukan kuman ini saat makan
gado-gado atau cendol di warung yang kurang bersih.
Meski demikian, itu tidak berarti bahwa tes Widal sama
sekali tak berguna. Hasil tes ini tetap dapat membantu dokter
menegakkan diagnosis. Dokter bisa mengambil interpretasi dari
tinggi rendahnya antibodi. Semakin tinggi kadar antibodinya,
semakin besar kemungkinan seseorang menderita demam tifoid.

214
http://bukuobat.blogspot.com

Gejala yang Khas


Dalam membuat diagnosis, dasar utama yang dipakai dokter
adalah gejala yang khas. Umumnya gejala ini muncul pada
minggu kedua, meski kadang muncul juga pada minggu pertama.
Gejala yang khas antara lain demam terjadi terutama pada sore
atau malam hari (temperatur bisa mencapai 39–40 C), lidah
kelihatan kotor seperti berselaput, kesadaran terganggu, hati dan
limpa membesar, serta adanya rasa nyeri saat perut pasien ditekan.
Gejala-gejala khas inilah yang bisa membedakan demam
akibat tifus dengan infeksi lainnya. Sebagai contoh, pada demam
berdarah dengue, demam tidak hanya terjadi di malam hari dan
tidak lebih dari satu minggu.
Karena tingkat kesulitan diagnosis inilah pasien
disarankan agar segera memeriksakan diri ke dokter jika demam
tidak juga sembuh dalam tiga hari. Jangan menunggu sampai
parah. Di luar itu, kejelian dokter dalam membaca gejala dini tifus
merupakan kunci yang sangat penting agar pasien tidak berlama-
lama dalam kondisi sakit tanpa diketahui penyebabnya.
Jika dibiarkan terus-menerus, bukan tak mungkin penyakit
ini akan menimbulkan komplikasi yang lebih serius. Tanpa
perawatan yang benar, agresi kuman bisa menyebabkan usus
mengalami perdarahan. Jika berlangsung terus, kondisi ini bisa
menyebabkan terjadinya kebocoran usus.

215
http://bukuobat.blogspot.com

Pengobatannya Jelas
Sekalipun kuman tifus bisa mengecoh saat diagnosis, penyakit ini,
untungnya, bisa disembuhkan dengan metode terapi yang jelas.
Ada tiga unsur penting dalam terapi tifus, yaitu pemberian
antibiotik, istirahat total, dan makan makanan yang mudah
dicerna di usus. “Trilogi” pengobatan ini harus diikuti oleh pasien.
Asal ketiganya dilaksanakan dengan baik, tifus tidak begitu sulit
disembuhkan. Namun, jika salah satu saja ditinggalkan,
penyembuhan tifus bisa menjadi lebih sulit.
Ada beberapa jenis antibiotik yang biasa digunakan untuk
menumpas kuman tifus misalnya kloramfenikol, tiamfenikol,
siprofloksasin, atau antibiotik jenis lainnya. Ini seratus persen
urusan dokter. Pasien sebaiknya tidak melakukan pengobatan
sendiri karena pemilihan antibiotik yang salah justru bisa
membuat kuman menjadi semakin ganas dan menyebabkan
penyakit makin sulit dibasmi. Baca juga Bab Antibiotik.
Jika pemilihan antibiotiknya tepat, dalam waktu kira-kira
satu minggu, agresi kuman biasanya sudah bisa ditumpas. Namun,
sekali lagi, supaya terapi ini efektif, pasien harus mengimbanginya
dengan diet yang tepat dan istirahat. Obat, diet tepat, dan istirahat
merupakan trilogi yang saling menunjang dan tidak boleh
dipisahkan.

216
http://bukuobat.blogspot.com

Boleh Makan Nasi


Dulu pasien tifus hanya diberi bubur saring, lalu ditingkatkan
perlahan-lahan menjadi nasi padat seiring kondisinya. Alasannya,
makanan yang kasar dikhawatirkan dapat mengikis dinding usus
yang sedang bermasalah. Tapi pada pedoman diet tifus sekarang,
pasien boleh saja makan makanan padat seperti nasi asalkan tidak
terlalu keras dan tidak mengandung banyak serat kasar.
Dalam kondisi sehat, kita memang dianjurkan banyak
makan serat dari buah dan sayur. Tapi dalam kondisi sakit tifus,
konsumsi serat harus dilakukan dengan penuh pertimbangan.
Pasalnya, serat tidak bisa dicerna dan akan membuat feses (tinja)
lebih keras dan bervolume sehingga dikhawatirkan menimbulkan
masalah pada saat kontak dengan dinding usus yang masih lemah.
Karena alasan itulah sebaiknya pasien membatasi sayuran
yang banyak mengandung serat kasar seperti sawi, daun singkong,
dan kangkung. Jadi, jika biasanya kita dianjukan banyak makan
serat, khusus untuk kondisi tifus, aturan ini boleh dimasukkan laci.
Nasi padat yes, serat kasar no. Adapun buah dan sayur yang
seratnya tidak begitu kasar seperti apel dan wortel masih boleh
dikonsumsi asal dikunyah sampai lembut.
Aturan baru ini menjadi sangat penting karena nyaris
semua penderita tifus mengalami penurunan nafsu makan. Kalau
setiap hari disuruh makan bubur halus, pasien biasanya mengeluh

217
http://bukuobat.blogspot.com

tidak doyan dan merasa tidak bertenaga. Padahal untuk


mempercepat penyembuhan, pasien amat memerlukan asupan gizi
yang cukup.
Umumnya pasien
mengeluh, bubur saring tidak “Sakit Gejala Tifus”
menggugah selera makan. Di masyarakat kita, ada satu istilah
yang cukup unik, yaitu “sakit gejala
Maunya nasi padat, tapi takut tifus”. Biasanya yang dimaksud dengan
istilah ini adalah penyakit yang seperti
makan karena sudah terbawa tifus tapi tidak parah. Karena istilah ini
merupakan istilah awam, tak ada
pandangan yang selama ini pengertian baku tentang penyakit ini.
Mungkin yang dimaksud adalah
diyakini. Untuk mempercepat penyakit paratifus—tifus yang ringan.
Mungkin juga kondisi di mana dokter
penyembuhan, pasien boleh
baru mencurigai tifus tapi masih belum
makan nasi padat dengan lauk yakin betul. Apa pun yang
dimaksudkan, sakit tifus, sakit gejala
yang lebih menggugah selera tifus, atau sakit paratifus, semua itu
adalah wilayah dokter. Pasien
asalkan tidak mengiritasi saluran disarankan untuk mengikuti petunjuk
trilogi: minum obat, diet yang tepat,
cerna dan tidak tinggi serat. dan total beristirahat.
Selain diet yang tepat,
pasien juga harus menjalani
istirahat total (bed rest atau “tirah baring”). Dengan tirah baring,
diharapkan usus tidak banyak bergerak, sehingga mempercepat
proses penyembuhan.

Pencegahan
Sebetulnya penyakit ini bisa dicegah dengan vaksinasi yang harus
diulang setiap beberapa tahun. Tapi vaksinasi penyakit ini tidak

218
http://bukuobat.blogspot.com

masuk ke dalam program vaksinasi massal pemerintah. Kita bisa


memintanya kepada dokter.
Buat kita yang tak pernah mendapat vaksinasi tifus, cara
terbaik mencegah penyakit ini adalah dengan membiasakan diri
hidup bersih. Kalau memang harus makan di luar rumah,
usahakan untuk memilih warung yang bersih. Apa pun
makanannnya, apa pun minumannya, pastikan bersih warungnya.
Selama ini sebagian dari kita mungkin beranggapan bahwa
tifus adalah penyakit masyarakat kelas menegah ke bawah akibat
sanitasi yang jelek dan pola hidup yang kurang higienis. Mungkin
pandangan ini benar sebagian. Tapi itu tidak berarti tifus memilih-
milih kasta. Akibat keteledoran kecil saja, misalnya makan lalap
yang kurang bersih dicuci, kuman tifus bisa berkunjung ke rumah-
rumah yang jauh dari kesan jorok. Buktinya, rumah-rumah sakit
kelas atas pun selalu kedatangan pasien tifus.
Selain hidup bersih, cara pencegahan yang tak boleh
dilupakan adalah dengan menjaga daya tahan tubuh. Ini faktor
penting yang tak boleh dilupakan. Kuman tifus adalah bagian dari
kehidupan kita yang tinggal di Indonesia. Sebagian besar dari kita
mungkin pernah terpapar kuman ini. Tapi kenapa kita tidak sakit?
Sebab daya tahan tubuh kita cukup kuat untuk melawannya.
Kuman tifus sangat mungkin ada di dalam makanan kita
saat makan di warung. Asalkan daya tahan tubuh kita cukup kuat,
kita bisa tetap sehat. Sebaliknya, begitu daya tahan tubuh kita

219
http://bukuobat.blogspot.com

lemah, misalnya akibat kecapekan bekerja lembur setiap hari,


kuman-kuman itu tadi bisa menjadi ganas dan menyebabkan kita
sakit tifus.

Antibiotik Harus Dihabiskan


Dalam ilmu kedokteran modern, metode pengobatan tifus
sebetulnya sudah sangat jelas, yaitu trilogi “DI-OBAT-I”: DIet,
OBAT, Istirahat. Ketiga hal ini adalah satu paket yang tidak bisa
dipisahkan. Minum obat saja tidak cukup. Harus disertai istirahat
dan pola makan yang tepat. Asalkan antibiotiknya tepat, dengan
trilogi DI-OBAT-I ini, tifus insya Allah—sebetulnya tak ada istilah
ini dalam ilmu medis—akan sembuh.
Bagaimana kalau tidak sembuh?
Kemungkinannya banyak. Kita tidak bisa dengan serta-
merta membuat kesimpulan tentang penyebab ketidaksembuhan
itu. Pertama-tama harus ditanyakan: apakah memang sakit yang
diderita pasien itu memang benar-benar tifus? Bisa saja seseorang
dikira sakit tifus padahal sebetulnya bukan tifus. Kalau ia diobati
dengan metode pengobatan tifus dan tidak sembuh, tentu yang
salah bukan obatnya tapi diagnosisnya.
Kalaupun pasien memang benar-benar sakit tifus, dan
dokter sudah meresepkan antibiotik, tapi ternyata tidak sembuh
juga, ada kemungkinan antibiotiknya sudah tidak mempan

220
http://bukuobat.blogspot.com

terhadap kuman tifus itu. Dalam kondisi ini, antibiotik itu harus
diganti dengan jenis antibiotik lain yang lebih kuat yang masih
ampuh membasmi kuman ganas tersebut. Ini sepenuhnya wilayah
dokter.
Kemungkinan lain: ada kalanya obat sudah tepat tapi
pasien tidak patuh. Bentuk ketidakpatuhan itu bisa bermacam-
macam. Misalnya, antibiotik tidak diminum sampai habis.
Resep antibiotik untuk tifus bisa selama seminggu, sepuluh
hari, dua minggu, atau bahkan lebih lama dari itu tergantung jenis
antibiotik yang dipakai dan kondisi pasien. Antibiotik ini harus
diminum sampai habis walaupun pasien sudah merasa sembuh.
Pengobatan tifus harus dilakukan sampai tuntas tas. Setelah
minum antibiotik yang tepat selama beberapa hari, pasien tifus
biasanya akan mengalami proses penyembuhan. Panas badan
mungkin mulai hilang. Tapi ini tidak berarti pasien sudah sembuh
dan boleh menghentikan obatnya. Yang boleh dihentikan
konsumsinya adalah obat penurun demam—jika memang ada.
Baca juga Bab Obat Demam. Adapun antibiotiknya harus
diteruskan sampai habis sesuai resep dokter.
Sekalipun demam mungkin sudah hilang, kuman tifus
sebetulnya masih bertahan dan bersembunyi di dalam tubuh
pasien. Kuman-kuman ini harus dibasmi sampai tuntas. Jika
kuman “gerilyawan” ini tidak dibasmi, sakit tifus akan mudah

221
http://bukuobat.blogspot.com

kambuh lagi. Dan ketika kambuh, sakitnya menjadi lebih parah.


Kuman menjadi lebih ganas. Pemilihan antibiotik pun menjadi
lebih sulit. Dan lebih dari itu, pasien juga bisa menjadi sumber
penularan tifus bagi orang lain.
Jadi, sekalipun panas sudah hilang, pasien tetap harus
menghabiskan antibiotik dan, jangan lupa, tetap beristirahat.
Sebab, ada kalanya pasien merasa sudah sehat lalu kembali
berangkat bekerja padahal sebetulnya ia masih dalam tahap
penyembuhan. Memaksa fisik bekerja di masa istirahat itu sama
artinya dengan memperlemah kembali daya tahan tubuh. Dalam
kondisi seperti itu, jika kondisi tubuh kembali memburuk, yang
salah tentu bukan obatnya tetapi pasien sendiri.

Ekstrak Cacing untuk Tifus


Sebagian pasien yang tidak kunjung sembuh di tangan dokter
biasanya kemudian berpaling ke obat-obat tradisional. Salah satu
yang terkenal adalah obat berisi serbuk atau ekstrak cacing.
Dokter biasanya tidak mengizinkan pasien minum obat
tradisional semacam ini. Harap maklum, mekanisme kerja obat
tradisional memang belum banyak diketahui. Akan tetapi,
bagaimanapun, minum obat tradisional obat adalah hak setiap
orang.
Selama ini ekstrak cacing diduga membantu penyembuhan
tifus karena kandungan asam aminonya. Sekali lagi, ini masih

222
http://bukuobat.blogspot.com

dugaan alias tebakan. Mekanisme kerja asam amino ini bukan


sebuah penjelasan yang sepenuhnya ilmiah sebab masih belum
bisa menjawab banyak pertanyaan. Kalau sekadar kandungan
asam amino, ekstrak protein hewani seperti daging-dagingan dan
seafood pun kaya asam amino dan harusnya bisa menggantikan
ekstrak cacing.
Tapi ini tidak berarti bahwa logika asam amino ekstrak
cacing itu hanya strategi jualan tukang obat. Mungkin saja
memang ekstrak cacing mengandung senyawa, entah apa
namanya dan entah bagaimana struktur kimianya, yang mungkin
memang bisa membantu penyembuhan tifus. Kemungkinan itu
ada, tapi kita tak pernah tahu. Wallahua’lam. Sementara dalam
ilmu medis, dokter hanya akan meresepkan obat yang memang
benar-benar diketahui cara kerjanya.
Jadi, kalau pasien minum serbuk cacing, itu memang
haknya. Tapi ini sudah berada di luar wilayah dokter. Risiko
ditanggung penumpang. Baca juga Bab Obat Tradisional.

223
http://bukuobat.blogspot.com

21

OBAT ASMA

Gangguan kesehatan yang oleh orang Indonesia disebut


mengi, bengek, manggah, mengguk, ampek, alias sesak napas ini
termasuk salah penyakit yang membuat penderita biasanya harus
menggunakan obat jangka panjang. Banyak di antaranya yang
harus menggunakan beberapa jenis obat setiap hari selama
bertahun-tahun.
Hampir semua obat asma memiliki efek samping yang
buruk. Selain itu, batas antara sifat racun dan sifat obatnya sangat
tipis. Kelebihan satu tablet atau satu dosis saja bisa membuat obat
ini berubah menjadi racun. Itu sebabnya, penderita asma sangat
dianjurkan mengetahui seluk-beluk obat yang digunakan sehari-
hari.

224
http://bukuobat.blogspot.com

Beberapa jenis obat asma seperti fenoterol, salmeterol,


dan tiotropium pernah diduga meningkatkan risiko kematian
meski pendapat ini masih diperdebatkan valid tidaknya. Sebagai
orang awam, sebaiknya kita mengambil sikap waspada saja:
gunakan obat asma atas petunjuk dokter. Saat menggunakan obat
asma dan mengalami efek samping, sekecil apa pun,
komunikasikan ke dokter agar ia bisa memilihkan obat yang paling
tepat.

Penyebab Sakit Asma


Hingga sekarang, para ilmuwan belum bisa mengetahui dengan
pasti penyebab yang membuat seseorang menderita asma
sementara yang lain tidak. Yang diketahui hanya proses terjadinya
serangan asma. Diduga, penyebabnya adalah kombinasi antara
faktor lingkungan dan faktor genetik (keturunan).
Sama seperti hipertensi dan diabetes, asma dalam
pandangan dokter termasuk penyakit yang belum bisa
disembuhkan. Itu sebabnya pasien asma biasanya membutuhkan
persediaan obat sebagai pertolongan pertama dan untuk mencegah
kekambuhannya.
Jika seorang anak menderita asma kronis, biasanya
penyakit ini juga akan dibawa sampai dewasa. Namun, seiring
dengan bertambahnya umur dan meningkatnya kekebalan tubuh,
serangan asma biasanya menjadi lebih jarang. Memang tidak

225
http://bukuobat.blogspot.com

sembuh seratus persen tapi secara umum kesehatannya jauh lebih


baik.

Pencetus Serangan Asma


Pada serangan asma, penderita mengalami sesak napas karena
saluran napasnya menyempit atau membengkak. Asma akan
semakin parah jika disertai dengan produksi dahak yang
berlebihan di saluran napas.
Serangan asma bisa dicetuskan oleh banyak faktor, di
antaranya:
 Alergi, misalnya alergi terhadap debu, bulu hewan, tungau
debu, serbuk sari, atau makanan, seperti kacang, udang, telur,
susu, seafood, dsb. Asma adalah penyakit yang punya kaitan
erat dengan alergi. Biasanya orang yang punya asma juga
memiliki alergi, meski tidak selalu demikian. (Lihat juga Bab
Obat Alergi.)
 Iritasi, misalnya iritasi akibat asap rokok, asap knalpot, asap
pembakaran, uap cat, parfum, uap bahan kimia, semprot
rambut, pengharum ruangan, sabun, dsb.
 Suhu dingin atau perubahan suhu udara yang mendadak.
 Infeksi saluran napas atas, flu, radang tenggorok, dan
sejenisnya.

226
http://bukuobat.blogspot.com

 Kecapekan, misalnya setelah aktivitas yang menguras tenaga


atau setelah olahraga berat.
 Stres yang berat. Pada anak-anak, menangis lama pun bisa
mencetuskan asma.
 Naiknya cairan lambung ke kerongkong akibat sakit mag
berat.
 Perubahan hormonal pada perempuan.
 Obat-obatan, misalnya obat demam atau obat darah tinggi
golongan tertentu.
 Pengawet makanan atau minuman jenis sulfit.
 Dan sebagainya.
Karena banyaknya kemungkinan pencetus asma, penderita
sebaiknya punya catatan harian sehingga memudahkan dokter
menemukan pencetusnya. Catatan harian itu harus meliputi
faktor-faktor di atas, seperti kapan terjadinya serangan asma,
makanan atau minuman apa saja yang dikonsumsi sebelumnya,
apa saja bahan-bahan makanan atau minuman tersebut, aktivitas
apa yang telah dilakukan, dan sejenisnya.
Gangguan kesehatan ini cukup sering terjadi pada anak-
anak, terutama yang lahir prematur atau memiliki orangtua
penderita asma atau alergi. Karena saluran napas mereka masih
sempit, masalah asma pada anak harus lebih diwaspadai.

227
http://bukuobat.blogspot.com

Biasanya serangan asma menjadi satu paket dengan flu,


pilek, batuk, atau radang tenggorok. Itu sebabnya, pencegahan
asma perlu dilakukan satu paket dengan pencegahan flu, pilek,
batuk, dan radang tenggorok.
Satu-satunya
Di samping harus menggunakan
obat, penderita asma harus tetap pencetus asma yang
berolahraga tapi dengan cara tidak perlu dihindari
yang terukur, tidak sampai
membuat asma kambuh. adalah olahraga. Kita
tahu, olahraga atau
aktivitas fisik sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan dan
daya tahan tubuh kita. Daya tahan tubuh yang baik sangat penting
untuk mengurangi kemungkinan asma.
Jika olahraga membuat pasien terserang asma, sebaiknya ia
berkonsultasi ke dokter agar tetap bisa berolahraga tanpa serangan
asma. Penderita asma harus tetap berolahraga tapi dengan cara
yang terukur.

Konsultasikan ke Dokter
Di pasar ada amat banyak merek dagang obat asma. Sebagian
kecil termasuk obat bebas-terbatas, sebagian besar lainnya
termasuk obat keras. Sekalipun sebagian obat asma bisa dibeli
tanpa resep, sebaiknya penderita asma tetap berkonsultasi ke
dokter, apalagi jika serangan asma sering kambuh. Sebab, jenis

228
http://bukuobat.blogspot.com

terapi akan sangat ditentukan oleh tingkat keparahan dan seberapa


sering kambuhnya.
Sering kali untuk menentukan obat yang tepat, dengan efek
samping minimal, dokter perlu melakukan coba-coba beberapa
jenis obat. Itu sebabnya pasien kadang perlu beberapa kali
kunjungan untuk mendapat resep yang tepat.
Jangan suuzon dan menganggap dokter sedang mengambil
keuntungan dari kunjungan pasien yang berulang-ulang. Memang
sifat pengobatan asma seperti itu. Kita justru perlu bersikap kritis
kalau tiap kali kunjungan ke dokter kita selalu dibekali resep
setumpuk obat-obatan tapi hanya sepatah dua kata.
Sambil menggunakan obat dokter untuk meredakan gejalanya,
penderita harus menghindari pencetusnya. Misalnya, jika
pencetusnya adalah debu, mungkin saja “obat” yang paling
ampuh adalah rumah yang bersih dan bebas debu. Jangan hanya
mengandalkan obat tapi membiarkan pencetusnya. Kadang
mungkin saja tindakan pencegahan harus berupa sesuatu yang
radikal, misalnya mengganti semua perabot rumah yang menjadi
sumber debu dan alergen, atau bahkan sampai pindah rumah atau
pindah kerja yang lingkungannya lebih sehat.
Jika pencetusnya tidak dihindari, dan penderita
menggantungkan diri pada obat, mungkin saja obat itu lama-lama
akan makin kurang ampuh. Ini juga salah satu sifat natural dari

229
http://bukuobat.blogspot.com

obat asma yang bisa mengalami penurunan keampuhan jika


digunakan jangka panjang.

Terapi Non-medis
Yang disebut “obat asma” bukanlah obat yang menyembuhkan
asma. Obat-obatan ini hanya meredakan atau mencegah gejala
sesak napasnya. Sama seperti obat sakit kepala yang hanya
meringankan rasa sakitnya tapi tidak menyembuhkan sampai ke
akar penyebabnya.
Sambil menjalani terapi dengan obat, pasien asma juga
dianjurkan menjalani terapi non-obat, misalnya latihan
pernapasan, yoga, atau relaksasi. Jika pasien tidak alergi terhadap
seafood, ia dianjurkan banyak makan ikan karena hasil laut
mengandung banyak asam lemak omega-3 yang bisa menurunkan
derajat peradangan pada asma.
Namun, harap diingat bahwa terapi-terapi ini sifatnya tidak
menggantikan terapi obat, melainkan terapi pelengkap. Istilah
medisnya, terapi komplementer. Obat dokter tetap perlu digunakan.
Menurut standar ilmu kedokteran modern, asma memang harus
diterapi dengan obat. Tidak bisa tidak.

Obat P3K dan Pencegahan


Ada dua kelompok besar obat asma. Yang pertama, obat untuk
pertolongan pertama pada serangan asma. Yang kedua, obat

230
http://bukuobat.blogspot.com

untuk mencegah kekambuhan asma. Dua-duanya dibutuhkan


oleh para penderita asma.
Sebagian obat asma berupa obat minum, sebagian lainnya
berupa obat hirup atau semprot. Secara umum, obat hirup atau
semprot lebih baik daripada obat minum. Pertama, obat hirup
memiliki daya kerja yang cepat karena obat bisa langsung diserap
di paru-paru dan dan menuju target, yaitu otot saluran napas atas.
Tidak seperti obat minum yang harus lewat lambung, usus, dan
peredaran darah lebih dulu sebelum mencapai target.
Keuntungan kedua, obat hirup biasanya juga memiliki efek
samping yang lebih kecil dibandingkan obat minum. Ini juga wajar
mengingat obat minum akan masuk ke dalam darah dan beredar
ke seluruh tubuh, tidak hanya di saluran napas.
Sebagian kecil obat asma yang berupa obat minum termasuk
obat bebas yang bisa dibeli di apotek atau bahkan toko biasa.
Namun, sebagian besar lainnya termasuk obat resep. Kalau kita
atau anak kita menderita asma kronis (menahun), sebaiknya kita
mengetahui kedua kelompok obat ini karena kita akan sering
berurusan dengan keduanya.

Obat Semibebas
Obat kelompok ini boleh dibeli dalam jumlah terbatas tanpa resep
dokter. Di kelompok ini, obat asma yang banyak beredar di
pasaran biasanya mengandung:

231
http://bukuobat.blogspot.com

1. Dekongestan/pelega saluran napas atas. Misalnya efedrin.


Cara kerja dan informasi efek sampingnya bisa dibaca di Bab
PPA dan Pelega Hidung. Efek samping yang sangat perlu
diketahui adalah jantung berdebar-debar hingga sulit tidur.

2. Antihistamin/antialergi. Contoh obat: CTM/klorfeniramin


maleat. Cara kerja dan informasi efek samping bisa dibaca di
Bab Obat Alergi. Efek samping yang perlu diketahui adalah rasa
kantuk dan mulut kering.

3. Ekspektoran/pengencer dahak. Misalnya guaifenesin alias


gliseril guaiakolat (GG). Cara kerja dan informasi efek
sampingnya bisa dibaca di Bab Obat Batuk. Efek samping yang
penting diketahui adalah iritasi lambung. Karena cara kerjanya
mengencerkan dahak, produk yang berisi obat ini hanya untuk
jenis asma yang disertai produksi banyak dahak.
Makin banyak kombinasi obat asma, makin besar risiko efek
sampingnya. Karena itu, kalaupun kita membeli obat asma non-
resep ini, pilihlah yang kandungannya memang kita butuhkan.

Obat Contoh merek dagang

Efedrin, GG & CTM Asbron®, Asficap®

232
http://bukuobat.blogspot.com

4. Teofilin. Obat ini bekerja dengan cara melebarkan saluran


napas. Teofilin masih satu keluarga dengan kafein, zat yang
banyak terdapat di dalam biji kopi dan daun teh. Saat minum
obat ini, pasien sebaiknya menghindari kopi atau teh kental
karena mungkin minuman ini akan meningkatkan risiko efek
sampingnya. Beberapa gejala efek samping yang mungkin
timbul antara lain mual, gelisah, jantung berdebar-debar,
sampai sulit tidur.
Obat-obat asma yang banyak diiklankan di media massa
pada umumnya mengandung teofilin. Biasanya obat ini
dikombinasikan dengan efedrin, obat kelompok dekongestan
(pelega saluran napas) yang juga punya efek samping mirip,
antara lain menyebabkan jantung berdebar-debar sampai sulit
tidur.
Karena itulah kita sebaiknya menggunakan obat asma
golongan ini dengan sangat hati-hati. Jangan melebihi dosis
yang dianjurkan. Ibu hamil atau ibu menyusui sebaiknya
menghindari penggunaan obat ini.

5. Aminofilin. Tersedia dalam bentuk obat minum atau


supositoria (torpedo yang dimasukkan ke dalam dubur). Di
kemasan obat, nama obat ini mungkin tertulis sebagai teofilin
etilendiamin. Obat ini memang sebetulnya teofilin yang
digabungkan dengan zat lain yaitu etilendiamin. Bagian

233
http://bukuobat.blogspot.com

intinya tetap teofilin karena itu cara kerja aminofilin juga sama
dengan teofilin. Efek sampingnya pun sama.
Obat ini sebetulnya bukan tergolong obat bebas tapi boleh
diberikan oleh apoteker tanpa resep, hanya untuk pasien yang
sudah pernah mendapat resep serupa dari dokter.

Obat Contoh merek dagang

Teofilin Quibron T/SR®, Bronchophylin®, Brondilex®,


Bronsolvan®, Bufabron®, Cospamic®, Euphyllin®,
Kalbron®, Nitrasma®, Pulmo-Timelets®, Retaphyl
SR®, Theobron®, Samcolat®

Aminofilin Phaminov®, Phyllocontin®

Teofilin & efedrin Asmadex®, Asmano®, Asmasolon®, Asmalex®,


Asthma Soho®, Bufakris®, Citobron®, Getbron®,
Grafasma®, Ifasma®, Kontrasma®, Neo Asma®, Neo
Hufasma®, Neo Napacin®, Neo Suwasthma®, New
Ascaps®, Mediasma®, Omedrine®, Oskadryl Asma®,
Prinasma®, Theochodil®

Teofilin & GG Bronchophylin®

Teofilin, GG & efedrin Brondilat®

Teofilin, efedrin & Asmasolon®, Asmavar®


CTM
Teofilin, GG, Tusapres®
difenhidramin

234
http://bukuobat.blogspot.com

Obat Resep
Kelompok obat di bawah ini bukan obat bebas. Sebagian besar
hanya boleh didapatkan dengan resep dokter. Obat nomor 1–3
boleh diberikan dalam jumlah terbatas oleh apoteker tanpa resep.
Tapi ini hanya berlaku untuk pasien yang sudah pernah mendapat
resep serupa dari dokter dan sudah terbukti efektif serta aman.
Pasien yang belum pernah mendapat resep obat-obat ini
sebaiknya jangan melakukan pengobatan sendiri hanya
berdasarkan cerita orang lain. Obat asma sangat individual. Obat
yang tepat buat seorang pasien belum tentu tepat untuk pasien
lain. Apalagi, sekali lagi, sebagian besar obat asma memiliki efek
buruk dan karena itu harus digunakan dengan sangat hati-hati.

1. Ketotifen. Cara kerja obat ini mirip dengan CTM karena


sama-sama kelompok antihistamin. Sama seperti CTM,
ketotifen juga bisa menyebabkan kantuk dan mulut kering.
Tersedia dalam bentuk obat minum. Biasa digunakan untuk
pencegahan. Tidak cocok untuk pertolongan pertama.

Obat Contoh merek dagang

Ketotifen Zaditen®, Astifen®, Ditensa®, Intifen®, Profilas®,


Pehatifen®, Nortifen®, Scanditen®

235
http://bukuobat.blogspot.com

2. Salbutamol/albuterol. Tersedia dalam bentuk obat minum


dan obat hirup. Salah satu kelebihannya, salbutamol bisa
digunakan sebagai pertolongan pertama, bisa juga digunakan
untuk pencegahan.
Salbutamol merupakan obat asma yang paling banyak
digunakan. Efek samping obat ini antara lain tremor (badan
gemetar), sakit kepala, hingga jantung berdebar-debar dan sulit
tidur.
Satu dosis salbutamol bisa bekerja selama sekitar lima jam.
Artinya, dalam waktu lima jam itu, pasien bisa terlindungi dari
asma. Lebih dari lima jam, efeknya sudah hilang. Karena itu,
jika tujuan pemakaian adalah mencegah kekambuhan, pasien
perlu mengulangi penggunaannya setelah lima jam.
Penggunaan tiap lima jam ini agak merepotkan di malam
hari sebab bisa mengganggu tidur. Dalam kasus seperti ini
dokter mungkin akan meresepkan obat asma yang masa
kerjanya lebih panjang.
Pada sebagian produk, salbutamol digabungkan dengan
guaifenesin/gliseril guaiakolat/GG. Ini golongan obat
pengencer dahak (ekspektoran). Karena itu, obat ini hanya
cocok digunakan pada asma yang disertai produksi banyak
dahak. Baca juga Bab Obat Batuk. Jika asma tidak disertai

236
http://bukuobat.blogspot.com

dahak, penggunaan obat ini hanya akan meningkatkan


kemungkinan efek buruk iritasi lambung.

Obat Contoh merek dagang

Salbutamol Ventolin®, Astop®, Ascolen®, Asmacare®, Astharol®,


Azmacon®, Bromosal®, Bronchosal®, Brondisal®,
Butasal®, Buventol®, Cybutol®, Fartolin®, Glisend®,
Grafalin®, Hivent®, Lasal®, Librentin®, Pritasma®,
Respolin®, Salbron®, Salbuven®, Saltam®, Salvasma®,
Suprasma®, Varsebron®, Venasma®, Ventab®, Volmax®

Salbutamol & Ventolin Ekspektoran®, Fartolin Ekspektoran®, Lasal


guaifenesin/GG
Ekspektoran®, Proventol-Ekspektoran®, Salbron
Ekspektoran®, Salbuven Ekspektoran®

Salbutamol & Teosal®


teofilin

3. Terbutalin. Masih satu golongan dengan salbutamol. Cara


kerja, masa kerja, dan efek sampingnya pun serupa dengan
salbutamol.

Obat Contoh merek dagang

Terbutalin Bricasma®, Asmabet®, Astherin®, Brasmatic®, Forasma®,


Lasmalin®, Lintaz®, Nairet®, Neosma®, Pulmobron®, Relivan®,
Sedakter®, Tabas®, Terasma®, Tismalin®, Yarisma®
Terbutalin Bricasma ekspektoran®, Terasma ekpektoran®
& GG

237
http://bukuobat.blogspot.com

4. Metaproterenol (orsiprenalin). Ini juga masih satu golongan


dengan salbutamol. Cara kerjanya serupa, efek sampingnya
juga mirip. Harus digunakan dengan sangat hati-hati pada
penderita hipertensi, gangguan jantung, atau diabetes karena
pada sebagian orang obat ini mungkin bisa memperparah
penyakit-penyakit itu.

Obat Contoh merek dagang

Metaproterenol Alupent®

5. Ipratropium. Obat ini bekerja dengan cara melegakan saluran


napas dan mencegah produksi dahak. Untuk meningkatkan
efektivitasnya, obat ini biasanya dikombinasikan dengan
salbutamol. Karena tidak termasuk obat bebas, hanya gunakan
obat ini di bawah pengawasan dokter.
Tersedia dalam bentuk obat hirup. Saat pasien
menggunakannya, uap harus dijauhkan dari mata. Mata harus
dipejamkan. Jangan sampai uapnya terkena mata sebab bisa
menyebabkan iritasi dan gangguan penglihatan.
Selesai menghirup obat ini, berkumurlah dengan air untuk
menghilangkan sisa obat di mulut agar terhindar dari efek
samping mulut dan tenggorok kering.

238
http://bukuobat.blogspot.com

Obat Contoh merek dagang

Ipratropium Atrovent®

Ipratropium & salbutamol Combivent®, Farbivent®

Ipratropium & fenoterol Berodual®

6. Tiotropium. Obat ini masih termasuk satu kelompok dengan


ipratropium. Efek sampingnya pun sama. Bedanya, obat ini
memiliki masa kerja yang panjang, sekitar 24 jam. Lazim
digunakan untuk pencegahan, bukan untuk pertolongan
pertama. Satu dosis bisa memberi perlindungan selama sehari-
semalam.

Obat Contoh merek dagang

Tiotropium Spiriva®

7. Salmeterol dan formoterol. Masih satu kelompok dengan


salbutamol. Punya masa kerja yang lebih panjang, sekitar 12
jam. Sehingga, dalam sehari semalam, pasien cukup
menggunakan dua kali. Cocok digunakan untuk pencegahan,
terutama saat tidur di malam hari. Tapi obat ini tidak cocok
digunakan untuk pertolongan pertama. Efek samping yang
bisa timbul antara lain sakit kepala, pusing, jantung berdebar-
debar, atau badan gemetar.

239
http://bukuobat.blogspot.com

8. Fenoterol. Sama seperti salbutamol, obat ini bisa digunakan


untuk pertolongan pertama, juga bisa untuk pencegahan. Obat
ini sempat diperdebatkan keamanannya karena diduga
meningkatkan risiko fatal pada pasien asma yang parah.
Sekalipun pendapat ini masih diperdebatkan, kita sebagai
konsumen awam sebaiknya mengambil jalan aman saja, yaitu
hanya menggunakannya sesuai dengan petunjuk dokter.

Obat Contoh merek dagang

Fenoterol Berotec®

Fenoterol & ipratropium Berodual®

9. Kortikosteroid, misalnya beklometason, budesonid,


mometason, flunisolid, flutikason, triamsinolon, dsb.
Digunakan untuk pencegahan, bukan untuk pertolongan
pertama.
Kortikosteroid bekerja sebagai obat asma dengan cara
mencegah terjadinya radang pencetus asma. Baca juga Bab
Kortikosteroid.
Obat kelompok ini sebetulnya memiliki banyak efek
samping. Untuk mengurangi efek sampingnya, obat-obat
kortikosteroid ini biasanya diberikan dalam bentuk obat hirup.
Dibandingkan dengan kortikosteroid yang diminum, secara

240
http://bukuobat.blogspot.com

umum kortikosteroid yang dihirup relatif lebih aman. Bisa


digunakan dalam jangka panjang.
Meski begitu, untuk menghindari efek samping yang
mungkin bisa timbul, sebaiknya jangan membeli dan
menggunakannya secara bebas. Silakan berkonsultasi ke
dokter lebih dulu.
Salah satu efek buruk yang bisa timbul adalah sariawan
akibat infeksi jamur di lidah dan rongga mulut. Risiko
sariawan-jamur bisa dikurangi dengan cara berkumur tiap kali
selesai menghirup obat untuk membersihkan sisa obat di lidah
dan rongga mulut.
Risiko ini juga bisa diperkecil dengan cara menghirup obat
menggunakan alat bantu spacer. Lihat Subbab Bentuk Obat
Asma.
Spacer berupa sebuah tabung yang menghubungkan antara
moncong inhaler dengan mulut kita. Cara penggunaannya,
obat disemprotkan ke dalam spacer, tidak langsung ke dalam
saluran napas kita, lalu pasien bernapas dari dalam spacer
tersebut. Cara ini bisa mengurangi kemungkinan partikel
semprotan kortikosteroid menempel di lidah, rongga mulut
atau pangkal tenggorok.
Selain sariawan, penggunaan kortikosteorid hirup dosis
besar yang menahun, menurut sebagian peneliti, juga bisa

241
http://bukuobat.blogspot.com

menurunkan laju pertumbuhan tinggi badan anak sekitar 1 cm


per tahun. Itu sebabnya orangtua sebaiknya selalu
mengonsultasikan penggunaan obat ini ke dokter untuk
memperkecil risiko buruk ini. (http://www.acaai.org/allergist/asthma/asthma-
treatment/Pages/default.aspx)

Sekali lagi, dalam dunia kedokteran, penggunaan obat


hanya dianjurkan jika manfaatnya lebih besar dari risikonya.
Penggunaan obat jangka panjang memang mungkin bisa
menyebabkan efek buruk, tapi jika asma tidak diobati maka
risiko buruknya jauh lebih besar.

Obat Contoh merek dagang

Budesonid Pulmicort®, Imflammide®, Cycortide®

Beklometason Beconase®, Becloment®

Flutikason Flixotide®

Flutikason & salmeterol Seretide®

Budesonid & formoterol Symbicort®

Beklometason & salbutamol Ventide®

10. Kromolin/kromoglikat dan nedokromil. Obat ini bekerja


dengan cara mencegah terjadinya radang pencetus asma. Biasa
digunakan untuk pencegahan tapi tidak cocok untuk
pertolongan pertama karena obat ini tidak punya efek

242
http://bukuobat.blogspot.com

melebarkan saluran napas. Pada umumnya efek maksimum


antiasma obat ini baru terasa setelah pemakaian reguler selama
beberapa hari atau bahkan beberapa minggu.
Efek samping obat ini antara lain mulut dan tengggorok
kering. Karena itu, sehabis menghirup obat ini sebaiknya
pasien berkumur-kumur.

Obat Contoh merek dagang

Kromolin/kromoglikat Tilade®, Intal 5®

Selain yang disebut di atas, masih ada beberapa lagi obat-


obat asma lain seperti trimetokuinol, asefilin piperazin,
prokaterol, dan zafirlukas. Dari sekian banyak obat asma di atas,
yang paling sering diresepkan jangka panjang, dan sebaiknya
diketahui pasien asma, adalah salbutamol dan kortikosteroid.
Teofilin juga sangat perlu diketahui karena obat ini banyak
diiklankan di media massa dan boleh dibeli tanpa resep.

Bentuk Obat Asma


Asma termasuk salah satu penyakit yang cukup rumit
pengobatannya. Obatnya tersedia dalam bermacam-macam
bentuk. Ada yang berupa obat minum seperti tablet atau sirup, ada
pula yang berbentuk supositoria yang dimasukkan ke dalam
dubur, ada pula yang berbentuk obat hirup. Pasien asma sebaiknya

243
http://bukuobat.blogspot.com

memahami betul cara pakai obatnya bisa memperoleh manfaat


maksimal dan terhindar dari efek buruk yang bisa timbul akibat
salah pakai.

1. Sirup atau tablet biasa. Di sini ada tambahan kata “biasa”


untuk membedakan dengan tablet jenis nomor dua. Begitu
diminum, obat ini biasanya membutuhkan waktu sekitar
setengah sampai satu jam untuk bereaksi. Jadi, kalau kita
terkena serangan asma dan membutuhkan pertolongan cepat,
obat ini tidak bisa diharapkan langsung bereaksi. Kita harus
sabar menunggu reaksinya sekitar satu jam.

2. Tablet “lepas lambat”. Obat jenis ini biasanya ditandai


dengan adanya imbuhan SR atau Retard di nama dagangnya.
SR merupakan singkatan dari Sustained Release. Baik Sustained
Release maupun Retard menunjukkan bahwa zat obat
dilepaskan secara lambat dan pelan-pelan di dalam saluran
cerna.
Karena itu, obat jenis ini harus ditelan apa adanya, tidak
boleh dikunyah atau dihancurkan sebelum diminum. Obat
jenis ini digunakan untuk pencegahan. Pelepasan lambat dan
pelan-pelan dimaksudkan agar efek pencegahannya
berlangsung lebih lama dan agar pasien tidak perlu berkali-kali
minum obat.

244
http://bukuobat.blogspot.com

3. Supositoria. Obat ini harus dimasukkan ke dalam dubur.


Kenapa kita harus repot-repot menggunakan obat seperti ini?
Dengan langsung dimasukkan ke dalam dubur, obat bisa
masuk ke peredaran lebih cepat sehingga reaksinya juga lebih
cepat. Selain itu, penggunaan obat lewat dubur juga bisa
meminimalkan efek samping obat minum yang harus melewati
lambung dan saluran cerna.

4. Obat hirup. Obat hirup pun bentuknya macam-macam. Ada


yang berupa inhaler (semprot-hirup), ada pula yang harus
digunakan dengan nebulizer (alat penguap).
Obat hirup pada umumnya hanya membutuhkan waktu
sekitar lima sampai beberapa belas menit untuk bereaksi.
Karena itu, bentuk obat hirup cocok digunakan untuk obat
pertolongan pertama maupun pencegahan. Dibandingkan obat
minum, obat hirup secara umum relatif lebih aman digunakan
dalam jangka panjang.

a. Inhaler
Ini bentuk yang obat asma yang paling banyak digunakan.
Inhaler berupa botol kecil yang bisa dikantongi dan dibawa
ke mana-mana. Tiap semprotan mengandung obat dalam
dosis yang sama. Ini bentuk obat hirup yang paling praktis.

245
http://bukuobat.blogspot.com

Sayangnya, inhaler ini hanya cocok untuk pasien yang


sudah bisa mengoordinasikan gerakan napas sebab
penyemprotan harus dilakukan persis bersamaan dengan
hirupan napas. Tepat ketika jari tangan memencet inhaler,
pasien harus menarik napas. Anak-anak biasanya belum
memiliki keterampilan ini.

Untuk mereka ini, tersedia alat bantu bernama spacer


yang bisa mempermudah pasien menghirup obat. Spacer
berupa sebuah tabung yang menghubungkan antara
moncong inhaler dengan mulut. Cara pakainya: obat
disemprotkan ke dalam spacer, lalu pasien bernapas seperti
biasa dengan menghirup udara dari dalam spacer tersebut.

246
http://bukuobat.blogspot.com

Cara Pakai Inhaler

 Pastikan obat disertai kemasan dengan brosur cara pakai yang detail. Ini
penting untuk memperkecil kemungkinan efek buruknya sebab masing-
masing produk bisa saja memiliki cara pakai yang berbeda-beda.
 Sebelum digunakan, kocok dahulu wadahnya agar obat tercampur homogen
dan agar tiap semprotan mengandung dosis yang sama persis.
 Untuk pemakaian pertama, buang sekitar dua semprotan ke udara, jauhkan
dari wajah.
 Sebelum menyemprotkannya, embuskan napas sebanyak mungkin (tanpa
memaksakan diri); masukkan moncong inhaler ke dalam mulut; tutup rapat-
rapat dengan bibir; lalu secara bersamaan tekan inhaler dan tarik napas
pelan-pelan dan dalam. Tahan napas selama sekitar 10 detik untuk
memberi kesempatan obat merasuk ke dalam paru-paru, setelah itu baru
lepaskan moncong inhaler lalu embuskan napas pelan-pelan dan bernapas
seperti biasa. Jangan terlalu kuat mengembuskan napas.
 Jika dosisinya dua semprot, beri jarak sekitar satu menit antarsemprotan.
Interval waktu ini diperlukan untuk memberi kesempatan agar obat merasuk
dulu ke dalam paru-paru.
 Selesai menghirup obat, berkumur-kumurlah untuk membersihkan sisa obat
di rongga mulut. Ini perlu dilakukan untuk mengurangi kemungkinan efek
buruk obat itu, misalnya mulut kering atau sariawan.
 Jika inhaler tidak memiliki penghitung otomatis, catat berapa semprotan
yang sudah dikeluarkan. Biasanya satu kemasan inhaler bisa digunakan
untuk 200 semprotan. Setelah digunakan sebanyak 200 kali semprotan,
sebaiknya sisanya tidak digunakan lagi walaupun mungkin masih ada
beberapa semprotan lagi. Pasalnya, jika jumlah semprotan sudah
melampaui angka yang ditetapkan, maka semprotan berikutnya mungkin
tidak lagi berisi dosis yang optimal. Untuk memperoleh efek optimal,
pengobatan asma harus dilakukan dengan dosis yang sangat teliti.

247
http://bukuobat.blogspot.com

Inhaler seperti di atas biasa disebut MDI, singkatan


dari metered-dose inhaler. Disebut metered-dose karena inhaler
jenis ini dilengkapi dengan katup pengatur dosis.
Selain MDI, ada jenis inhaler lain yang
penggunaannya berbeda. Inhaler jenis ini tidak
menyemprotkan larutan obat tapi melepaskan obat dalam
bentuk bubuk padat yang halus.
Inhaler jenis ini disebut DPI, singkatan dari dry powder
inhaler. Disebut dry-powder karena memang yang
dilepaskan adalah obat dalam bentuk bubuk kering. Oleh
karena bentuk obatnya berupa partikel padat, obat ini
hanya bisa merasuk ke dalam paru-paru kalau dihirup
dengan cepat dan kuat.
Tidak seperti MDI, inhaler jenis bubuk kering ini tidak
pelu dikocok sebelum digunakan. Dibandingkan inhaler
jenis MDI (semprot basah), inhaler kering ini relatif jarang
digunakan.

b. Nebulizer
Berupa alat yang cukup besar (dan mahal) serta
membutuhkan listrik saat digunakan. Sesuai namanya,
nebulizer, alat ini mengubah obat dalam bentuk larutan
menjadi nebula (kabut) yang harus dihirup oleh pasien.

248
http://bukuobat.blogspot.com

Alat ini biasa digunakan untuk pasien anak-anak


karena mereka belum bisa mengatur koordinasi napas,
juga belum bisa menghirup dengan kuat. Setelah obat
diuapkan di nebulizer, si anak cukup bernapas seperti biasa
menghirup udara dari nebulizer menggunakan masker
khusus. Satu kali pemakaian biasanya membutuhkan
waktu beberapa belas menit.

Pencegahan
Ketika kita bicara tentang asma, biasanya kita akan cenderung
lebih banyak bicara tentang apa obatnya dan bagaimana cara
penggunaannya. Sering kali ini melupakan kita bahwa hal
terpenting dari pengendalian asma adalah mencegahnya alias
menghindari pencetusnya. Karena itu, pasien atau orangtua pasien

249
http://bukuobat.blogspot.com

sebaiknya berusaha sungguh-sungguh untuk mengetahui apa saja


pencetusnya.
Semua faktor yang disebut di awal bab ini harus diteliti
kemungkinannya sebagai pencetus. Jika pencetusnya sudah
ketemu, maka pasien harus berusaha dengan sungguh-sungguh
untuk mengatasinya. Jangan hanya mengandalkan obat sebab,
sekali lagi, obat asma sama sekali tidak menyembuhkan asma.
Obat asma hanya meredakan gejala dan mencegah serangannya.
Yang lebih menentukan kesehatan kita adalah sistem pertahanan
tubuh kita sendiri.

250
http://bukuobat.blogspot.com

22

OBAT TBC

Sampai sekarang Indonesia masih merupakan salah satu


negara dengan penderita tuberkulosis terbanyak di dunia. Dalam
urusan ini, kita masih masuk lima besar. Sekalipun mungkin kita
sudah mulai jarang menjumpai penderitanya, kita masih perlu
memberi perhatian serius kepada penyakit yang oleh orang awam
biasa disebut flek paru ini.
Dalam kaitannya dengan obat TBC, ada dua masalah
utama yang kita hadapi: Orang yang sakit TBC tidak merasa sakit;
sementara orang yang tidak sakit TBC justru dianggap sakit TBC.
Akibatnya, orang yang mestinya minum obat TBC tidak minum
obat yang ia butuhkan. Sebaliknya, orang yang mestinya tidak
minum obat TBC justru meminumnya.

251
http://bukuobat.blogspot.com

Masalah pertama biasanya terjadi pada orang dewasa


sementara masalah kedua umumnya menimpa balita. Kenapa bisa
begitu? Mari kita bahas.
TBC (atau TB) adalah penyakit yang disebabkan oleh
infeksi bakteri yang disebut Mycobacterium tuberculosis. Si “Miko”
ini termasuk salah satu kuman paling bandel di dunia.
Di dalam tubuh manusia, bakteri ini biasanya bersarang di
dalam paru-paru—sekalipun bisa saja berada di organ-organ lain.
Karena paru-paru dijadikan sebagai sarang kuman, tubuh
berusaha melawan dengan memproduksi banyak dahak di dalam
paru-paru. Itu sebabnya penderita TB menujukkan gejala batuk
berdahak yang berlangsung berbulan-bulan dan tidak sembuh-
sembuh walaupun sudah diobati ini itu.
Biasanya gejala batuk ini disertai dengan gejala lain seperti
berkeringat di malam hari (walaupun tidak melakukan aktivitas),
kurang nafsu makan, berat badan menurun, badan lemah dan
selalu terasa tidak enak. Jika parah, batuk bisa disertai dengan
dahak dan bercak darah, dada terasa nyeri, dan napas sesak.
Untuk mendiagnosis apakah seseorang menderita TB atau
tidak, dokter biasanya meminta pasien melakukan tes rontgen dan
pemeriksaan dahak. Pada penderita TB, foto rontgen dadanya
akan menunjukkan gambaran khas adanya flek (bercak) di paru-
parunya. Tapi pemeriksaan rontgen saja tidak bisa dijadikan dasar
untuk memvonis TB. Dokter perlu melakukan pemeriksaan dahak.

252
http://bukuobat.blogspot.com

Jika pemeriksaan dahak di bawah mikroskop menunjukkan


adanya kuman TB di riak pasien, berarti memang ia menderita
TB.

Pemeriksaan dahak ini merupakan tes yang paling akurat untuk


membuktikan seseorang menderita TB atau tidak. Tes ini
merupakan metode standar yang ditetapkan Kementerian
Kesehatan (Depkes) dan harus diikuti oleh semua dokter. Foto
rontgen saja mugkin masih menipu, tapi pemeriksaan kuman
dahak di mikroskop biasanya tidak akan menipu. Ibarat proses
pengadilan di meja hijau, adanya kuman TB di dahak adalah bukti
nyata kejahatan yang tidak bisa dibantah lagi.

Diagnosis TB Anak Lebih Sulit


Jika lewat pemeriksaan di atas, seseorang (dewasa) divonis oleh
dokter bahwa dia menderita TB, maka “dua kali dua sama dengan
empat”. Suka tak suka, ia harus disiplin minum obat, setiap hari,
berturut-turut, tanpa henti, selama paling tidak enam bulan. Ini
adalah vonis yang sudah tidak bisa ditawar lagi. Tak ada proses
naik banding.
Akan tetapi, berbeda halnya jika yang divonis TB adalah
pasien balita. Jika seorang dokter memvonis seorang anak balita
menderita TBC, sebaiknya orangtua mencari second opinion lebih
dulu sebelum menjalani pengobatan. Orangtua sebaiknya

253
http://bukuobat.blogspot.com

menggunakan hak untuk naik banding lebih dulu sebelum


menerima vonis, terutama jika vonis itu dijatuhkan padahal si
anak baru dibawa ke dokter satu atau dua kali.
Ini tidak berarti bahwa kita tidak percaya kepada dokter
pertama. Ini semata-mata demi alasan kesehatan si anak.
Kedokteran bukanlah ilmu pasti. Medicine is a science of uncertainty
and an art of probability. Ilmu kedokteran adalah sains
ketidakpastian dan seni kemungkinan. Dokter mungkin saja keliru
tanpa disengaja.
Pada anak-anak,
diagnosis TB tidak begitu Naik banding bisa dilakukan
dengan berkonsultasi ke
mudah dilakukan. Jika baru
dokter lain yang lebih ahli,
satu dua kali kunjungan, lalu entah ke dokter spesialis anak
(Sp.A) atau dokter spesialis
dokter sudah langsung bisa
paru (Sp.P). Lebih tepat lagi
meyimpulkan bahwa si anak kalau ke dokter Sp.A (K),
spesialis anak yang
menderita TB, orangtua
mengkhususkan diri
sebaiknya menggunakan (subspesialis) di bidang paru
anak. Kalau kita tinggal di
haknya untuk mencari
kota besar, biasanya kita
pendapat dokter lain. dapat menemukan dokter
Sp.A (K) yang subspesialis
Kenapa begitu?
paru anak ini di rumah-rumah
Sekali lagi, tes yang sakit besar.
paling akurat untuk
memastikan seseorang

254
http://bukuobat.blogspot.com

menderita TB adalah dengan memeriksa dahaknya di bawah


mikroskop. Jika di dalam dahak itu ada bakteri TB, berarti
memang ia menderita penyakit ini. Di sinilah masalahnya. Orang
dewasa gampang saja disuruh mengeluarkan dahak. Tapi anak
balita? Mereka belum punya kemampuan mengeluarkan riak.
Karena mereka belum bisa berdahak, dokter akan melakukan
pemeriksaan dengan cara lain.

Tes Mantoux Saja Tak Cukup


Untuk memperkuat diagnosis, dokter harus melakukan beberapa
tes, antara lain tes Mantoux di kulit pasien dan foto rontgen dada.
Tes Mantoux bertujuan untuk menguji apakah tubuh si anak
pernah terpapar kuman TB atau tidak. Sedangkan foto rontgen
untuk mengetahui ada tidaknya flek (bercak dahak) di paru-paru.
Meski dua tes ini sudah dilakukan pada pasien anak,
dokter tetap tidak bisa langsung dengan mudah membuat
kesimpulan. Sebab, di tahap ini masih ada banyak hal yang bisa
mengecoh diagnosis.
Tipuan pertama timbul pada saat tes Mantoux. Tes ini
dilakukan dengan menyuntikkan protein dari kuman TB ke dalam
kulit lengan bagian bawah. Hasilnya positif jika timbul bekas
kemerahan dengan diameter lebih dari 10 mm pada bekas tempat
suntikan.

255
http://bukuobat.blogspot.com

Jika tes Mantoux positif, artinya: si anak pernah


kemasukan kuman TB. Akan tetapi, itu tidak berarti bahwa dia
pasti menderita TB. Bisa saja tubuhnya pernah kemasukan kuman
TB tapi dia tidak sakit. Contohnya, anak yang pernah mendapat
vaksin BCG akan memberikan respons positif terhadap tes
Mantoux.
Seperti yang pernah diajarkan kita di sekolah menengah,
vaksin adalah kuman yang dilemahkan. Vaksin BCG sejatinya
adalah kuman yang dilemahkan lalu dimasukkan ke dalam tubuh
agar tubuh belajar membuat kekebalannya.
Kemungkinan lain, si anak pernah terpapar kuman TB,
tapi daya tahannya cukup kuat untuk melawan. Jadi, meskipun
kemasukan kuman, dia tidak sakit. Jadi, tes Mantoux saja tidak
bisa dijadikan sebagai patokan, kecuali jika kemerahan di kulit
pasien sangat tebal misalnya sampai 20 mm. Kalau bercaknya
sangat tebal, kemungkinan besar memang ia menderita TB.

Foto Rontgen Bisa Menipu


Karena tes Mantoux saja tidak cukup, untuk memperkuat
diagnosis diperlukan tes foto rontgen. Tapi di sini pun tipuan
masih terus berlanjut. Pada orang dewasa, foto rontgen biasanya
menunjukkan gambaran flek paru di bagian atas. Sebab di daerah
inilah kuman TB membangun sarangnya. Tapi pada anak-anak,

256
http://bukuobat.blogspot.com

kuman TB tidak membangun sarangnya di paru-paru bagian atas,


melainkan di kelenjar getah bening.
Susahnya, lokasi kelenjar ini berdekatan dengan jantung.
Jika hanya difoto dari depan, kadang flek tertutup oleh bayangan
jantung. Apalagi jika hasil foto kurang bagus. Itulah sebabnya,
untuk memperkuat diagnosis, foto rontgen juga harus dilakukan
dari samping. Dengan begitu, gambaran paru tidak diganggu oleh
jantung.
Ruwetnya lagi, kalaupun hasil rontgen menujukkan flek
paru, itu pun masih tidak berarti bahwa si anak positif TB. Flek
paru di foto rontgen tak selalu indikasi TB. Ada kemungkinan
lain. Misalnya pada anak-anak yang sedang batuk grok-grok. Saat
dirontgen, mungkin saja hasil fotonya menunjukkan flek,
meskipun ia tidak menderita TB. Karena itu, foto rontgen
sebaiknya dilakukan pada saat anak dalam kondisi terbaik. Jika
mungkin, setelah batuk grok-grok-nya disembuhkan lebih dulu
atau paling tidak saat batuknya minimal.
Karena sulitnya menegakkan diagnosis TB pada anak,
dokter biasanya memerlukan waktu lebih lama sebelum
menjatuhkan vonis. Dokter akan menegakkan vonis dengan
mempertimbangkan berbagai hasil pemeriksaan, mulai dari gejala
yang dialami si anak, gambaran foto rontgen, hingga hasil tes
Mantoux.

257
http://bukuobat.blogspot.com

Selidiki Riwayat Kontak


Selain itu, ada ada satu faktor lain yang tak kalah pentingnya,
yaitu riwayat kontak si anak dengan penderita TB. Tentu yang
lebih tahu masalah ini adalah orangtua pasien. Jika misalnya, di
rumah ada penderita TB, maka ini bisa memperkuat dugaan TB
pada si anak.
Biasanya si anak tertular penyakit ini dari orang dewasa,
bukan dari teman-temannya. Soalnya, penderita TB anak belum
bisa menularkan kumannya kepada orang lain.

Bukan “Penyakit Orang Miskin”

Selama ini sebagian dari kita mungkin menganggap TB


identik dengan penyakit orang miskin. Orangtua akan merunduk malu
jika anaknya diketahui mengidap TB. Tapi mengingat bahwa penyakit
ini bisa menular secara tidak langsung di luar rumah, anggapan
“penyakit orang miskin” ini mestinya tidak dijadikan pedoman. Siapa
saja bisa tertular TB.
Sekalipun tidak ada anggota keluarga atau pembantu yang
menderita TB, bisa saja si anak kemasukan kuman saat berada di luar
rumah. Penularannya terjadi secara tidak langsung. Mungkin saat si
anak berada di luar rumah, ia menghirup udara yang tercemar kuman
TB. Saat seorang penderita (yang entah siapa) batuk dan tidak
menutup mulutnya, kuman TB keluar dari paru-parunya bersama
percikan air ludah. Kuman-kuman ini lalu bertahan hidup sambil
beterbangan di udara, dan akhirnya terhirup oleh si anak yang malang
itu.

258
http://bukuobat.blogspot.com

TB Anak Menyerang Kelenjar Getah Bening


Dalam tubuh anak, kuman ini bersarang di kelenjar getah bening,
yang salah satu lokasinya di bagian leher belakang telinga. Itu
sebabnya, orangtua harus waspada jika si upik atau si buyung
punya benjolan di leher bagian belakang telinga.
Selain itu, orangtua juga bisa mengamati gejala-gejala yang
lain. Di antaranya, batuk yang tak kunjung sembuh, gampang
sakit, nafsu makan hilang, berat badan yang tidak naik-naik atau
bahkan turun, serta demam berulang-ulang tanpa sebab yang jelas.
Namun, gejala-gejala ini bersifat subjektif sehingga tidak
selalu menjamin diagnosis yang tepat. Sebagai contoh, batuk bisa
saja disebabkan oleh alergi, radang tenggorok, asma, atau radang
paru (pneumonia). Demam yang berulang-ulang bisa saja karena
infeksi virus. Pembesaran kelenjar getah bening pun bisa
disebabkan kuman yang lain. Gejala-gejala ini hanya sebagai salah
satu pertimbangan untuk segera berkonsultasi ke dokter ahli anak
atau ahli paru-paru.
Jika setelah melakukan berbagai pemeriksaan di atas,
dokter menyimpulkan bahwa si anak menderita TB, itu berarti
orangtua harus siap-siap untuk meminumkan obat kepada
anaknya secara disiplin setiap hari selama paling tidak enam
bulan. Mungkin lebih lama dari itu, tergantung resep dokter.

259
http://bukuobat.blogspot.com

Intinya, orangtua perlu memastikan bahwa vonis itu


dijatuhkan setelah dokter melakukan pemeriksaan yang
menyeluruh terhadap si anak. Bukan sekadar pemeriksaan foto
rontgen. Orangtua perlu memastikan hal ini sebab vonis TB pada
anak adalah sebuah vonis berat yang akan membawa konsekuensi
yang juga berat.

Minum Obat 6-8 Bulan


Jika seorang anak dinyatakan menderita TB, ia harus minum
beberapa jenis obat setiap hari selama paling tidak enam bulan. Ini
bukan perkara enteng mengingat organ lever dan ginjal anak
belum berkembang sempurna.
Dalam kondisi normal, anak-anak sebetulnya sangat
dianjurkan untuk sebisa mungkin menghindari minum obat. Tapi
dalam kondisi TB yang sudah pasti, memang tak ada pilihan lain.
Minum obat mungkin akan membawa mudarat bagi si anak. Akan
tetapi jika ia tidak minum obat, mudaratnya akan jauh lebih besar
lagi. TB bisa menjadi semakin parah, semakin sulit disembuhkan,
dan mungkin akan membuat anak lebih menderita lagi. TB parah
bisa membuat paru-paru rusak dan penderita meninggal dunia.
Orangtua harus memastikan bahwa vonis dokter dilakukan
dengan akurat. Jangan sampai si anak, yang sebetulnya tidak
menderita TB, divonis menderita TB. Ini bisa saja terjadi
mengingat batuk grok-grok atau badan kurus dan tidak doyan

260
http://bukuobat.blogspot.com

makan bisa saja disebabkan oleh penyakit lain. Jika vonis dokter
ternyata salah, maka yang akan menanggung akibatnya adalah si
anak sebab ia harus minum sesuatu yang tidak ia perlukan selama
setengah tahun.

Disiplin, Disiplin, Disiplin


Setelah vonis TB dijatuhkan, hal terpenting berikutnya adalah
kedisiplinan. Minum obat selama minimal enam bulan adalah
kewajiban yang tak boleh dilupakan satu kali pun. Satu kali saja
tidak boleh lupa, apalagi satu hari atau bahkan beberapa hari.
Kuman TB adalah salah satu kuman paling bandel dan
paling kuat di dunia. Untuk membasminya, kita perlu beberapa
macam antibiotik, tidak cukup hanya satu. Pengobatannya pun
tidak cukup beberapa hari tapi setidaknya harus enam bulan.
Selama waktu itu, orangtua harus memastikan si anak
minum obat sesuai aturan dokter. Ini sangat penting karena
biasanya anak-anak susah diajak kompromi untuk minum obat.
Karena itulah, orangtua harus telaten dan disiplin. Telaten dan
disiplin. Telaten dan disiplin.
Hal ini perlu ditegaskan sebab banyak orangtua yang,
karena kasihan pada anaknya atau karena tidak telaten
meninumkan obat, lantas menghentikan konsumsi obat begitu
gejala sakit si anak sudah hilang. Padahal, hilangnya gejala sakit

261
http://bukuobat.blogspot.com

TB bukan petunjuk bahwa kuman telah terbasmi semuanya. Sekali


lagi, kuman ini dikenal sebagai kuman yang sangat bandel.
Jika pengobatan
Dalam kondisi digempur habis-
dihentikan di tengah jalan,
habisan, kuman TB akan
berusaha “mengawetkan diri” maka suatu saat kuman-
dengan membentuk lapisan
kuman yang tidur itu akan
pelindung dan tidur tanpa
makanan. Ia bisa bertahan dalam bangun lagi dan
kondisi itu dalam jangka berbulan-
bulan. Itulah sebabnya, menggerogoti tubuh si anak
pengobatan TB membutuhkan di kemudian hari. Jika ini
kedisiplinan ekstra.
sampai terjadi, pengobatan
berikutnya menjadi lebih
sukar. Waktu terapi pun menjadi lebih lama, bisa sampai dua
tahun tanpa henti, obatnya pun dipastikan akan lebih mahal.
Pasalnya, kuman generasi kedua ini dipastikan akan lebih
bandel dan lebih tahan terhadap obat yang terdahulu. Akibatnya,
pemilihan obat menjadi lebih sulit. Orangtua harus menyiapkan
lebih banyak duit. Masalah yang timbul pun menjadi lebih rumit.
Soalnya, semakin banyak si anak minum obat, semakin besar
kemungkinan fungsi hati dan ginjalnya terganggu.

Cegah TB dari Orang Dewasa


Sebagaimana penyakit infeksi lainnya, hal terpenting dalam
pencegahan TB adalah menghindari penularan. Orangtua harus

262
http://bukuobat.blogspot.com

memastikan tidak ada anggota keluarga atau pembantu yang


menderita TB. Jika ada, itu adalah lampu merah buat seisi rumah.
Kalau ada anggota rumah yang menderita TB, ia harus
segera diobati agar tidak menulari anggota keluarga yang lain,
terutama anak-anak. Mereka adalah kelompok yang paling rentan
tertular karena daya tahan tubuh mereka relatif masih lemah.
Selain vaksin BCG, pencegahan TB pada anak harus
dimulai dengan pemberantasan TB pada orang dewasa. Merekalah
sumber penularan. Anak-anak hanyalah korban.
Di Indonesia, penyakit ini masih merupakan ancaman
serius. Pemberantasan TB adalah tanggung jawab bersama. Semua
orang yang dicurigai mengidapnya, harus segera pergi ke dokter.
Jika positif TB, ia harus menjalani pengobatan sampai tuntas tas!
Semua orang di sekitarnya juga harus ikut mengingatkan agar obat
diminum dengan disiplin! Tak boleh kurang satu kali pun pun. Ini
harga pas, tak bisa ditawar!

Obat Harus Jadi Satu


Ada lima jenis obat TB yang biasa digunakan, yaitu isoniazida
(INH), rifampisin, pirazinamida, streptomisin, dan etambutol.
Seorang pasien biasanya mendapatkan kombinasi beberapa jenis
obat ini.
Satu dekade lalu, masing-masing obat di atas dibuat dalam
tablet atau kapsul yang terpisah-pisah. Sehingga saat pasien pulang

263
http://bukuobat.blogspot.com

dari klinik, ia biasanya membawa satu kresek obat-obatan yang


berisi beberapa jenis, dalam jumlah belasan strip.
Ini biasanya
menimbulkan masalah bagi Banyak Makan Protein
pasien maupun tenaga Selama minum obat TB, pasien
kesehatan. Tiap hari, pasien dianjurkan banyak mengonsumsi
makanan dan minuman yang
harus minum banyak sekali banyak mengandung protein seperti
obat. Dosis satu obat ikan, telur, daging, ayam, tempe,
tahu, susu, dan sebagainya. Protein
berbeda dari obat yang lain ini diperlukan untuk menjaga daya
sehingga cara pakainya tahan tubuhnya terhadap kuman TB
sekaligus terhadap gempuran obat
cukup membingungkan. yang ia minum berbulan-bulan.
Kadang, satu obat sudah
habis tapi obat yang lain
masih tersisa banyak. Padahal jika pasien keliru minum atau salah
dosis, pengobatan bisa gagal dan kuman malah menjadi kebal.
Untuk mengatasi ini, Depkes beberapa tahun yang lalu
telah membuat aturan bahwa obat TB harus diberikan dalam
bentuk kombinasi supaya memudahkan pasien dan tenaga
kesehatan. Jadi, satu tablet obat anti-TB (Depkes menyebutnya
OAT) yang sesuai standar Depkes sudah berisi beberapa macam
obat yang digabung jadi satu. Pasien hanya perlu menelan satu
obat saja dalam satu dosis. Ia tidak perlu dipusingkan dengan
empat macam obat.

264
http://bukuobat.blogspot.com

Jadi, kalau Anda mendapatkan obat TB tapi dalam


sediaan yang terpisah-pisah, itu berarti obat tersebut mungkin
tidak sesuai standar Kementerian Kesehatan. Tapi ini tidak berarti
bahwa obat tersebut tidak efektif. Keduanya sama-sama efektif
asalkan diminum dengan disiplin. Disiplin adalah kata kuncinya.
Meski begitu, obat yang digabung memang lebih memudahkan
pasien dan meminimalkan timbulnya masalah kepatuhan.
Kalau kita menginginkan obat yang digabung, kita bisa
pergi ke layanan kesehatan pemerintah seperti Puskesmas atau
rumah sakit umum daerah (RSUD). Di sini biasanya kita akan
mendapatkan obat standar.
Pemerintah memang sengaja membuat program
penggabungan obat TB karena belajar dari pengalaman. Pada satu
dekade lalu pemberantasan TB kurang berhasil karena pasien tidak
patuh minum obat. Padahal, ketidakpatuhan adalah masalah
utama dalam terapi TB.
Biasanya, setelah minum obat selama dua bulan, pasien
merasa sehat lalu berhenti minum obat. Padahal, kondisi sehat itu
tidak berarti bahwa kuman TB sudah terbasmi secara sempurna.
Pasien memang sudah sehat, tapi kuman masih bersembunyi di
dalam tubuh. Pengobatan hanya dianggap tuntas kalau pasien
minum obat selama 6–8 bulan.

265
http://bukuobat.blogspot.com

Ketidakpatuh
“Malaikat” an minum obat ini
Pengawas Minum Obat
merupakan masalah
Ketidakpatuhan minum obat besar dalam
merupakan masalah sangat serius yang
menghambat pemberantasan TB. Karena penanggulangan TB.
itu, dalam pedoman Kemenkes, semua Jika pasien tidak
penderita TB harus diawasi oleh
seseorang yang melakukan tugas patuh, kuman TB bisa
waskat—pengawasan melekat. Setiap menjadi kebal dan
pasien TB harus punya seorang
pendamping yang disebut sebagai lebih ganas. Jika itu
Pengawas Menelan Obat (PMO). terjadi, pengobatan
Persyaratan ini tidak boleh ditawar.
Pengawas ini umumnya anggota selanjutnya akan
keluarga yang tinggal serumah dengan menjadi lebih rumit,
pasien. Ia dilatih secara khusus, tugasnya
memastikan pasien minum obat secara pemilihan obat jadi
disiplin dalam waktu yang telah lebih sulit, waktu
ditentukan. Tugas pengawas ini tidak
sekadar seperti jam weker yang pengobatan lebih
mengingatkan pasien agar mimun obat. Ia lama, biayanya pun
harus mengawasi dan memastikan pasien
benar-benar menelan obatnya. Ia harus lebih mahal. Lebih
benar-benar “hakulyakin” dan dengan dari itu, pasien juga
matanya sendiri melihat si pasien
menelan obatnya. akan menjadi sumber
penularan yang
berbahaya. Ia tidak
sekadar menularkan kuman TB biasa, tapi kuman TB yang kebal
dan ganas.

266
http://bukuobat.blogspot.com

Lebih Baik ke Puskesmas


Pemberantasan TB menuntut komitmen dari semua pihak. Bukan
hanya pasien yang dituntut disiplin minum obat, pemerintah dan
sarana pelayanan kesehatan pun dituntut disiplin memastikan obat
TB gabungan selalu tersedia. Jangan sampai pasien putus obat
hanya karena ia tidak mendapatkannya di sarana pelayanan
kesehatan.
Sayangnya, sampai saat ini mungkin belum semua
pelayanan kesehatan mengikuti cara standar Pemerintah. Belum
semua apotek atau klinik memiliki obat TB gabungan sesuai
standar.
Jika begitu, apa yang bisa dilakukan pasien TB agar bisa
mendapatkan pelayanan standar? Jawabannya mungkin terdengar
mengherankan bagi sebagian kalangan: daripada ke rumah sakit
swasta, lebih baik datanglah ke Puskesmas! Ya, datanglah ke Pusat
Kesehatan Masyarakat yang selama ini sering dianggap sebagai
sarana pelayanan kesehatan kelas bawah itu.
Dalam urusan penanggulangan TB, Puskesmas secara
umum lebih bisa diandalkan daripada rumah sakit swasta. Hampir
seluruh Puskesmas sudah menerapkan standar yang ditetapkan
Pemerintah. Sementara, mungkin belum semua layanan kesehatan
swasta menerapkannya.

267
http://bukuobat.blogspot.com

Kalau pasien datang ke layanan swasta, ada kemungkinan


ia mendapatkan obat yang tidak standar. Sebaliknya, kalau ia
datang ke Puskesmas, kemungkinan besar ia akan mendapatkan
pelayanan standar. Dalam urusan penyakit lain, mungkin rumah
sakit swasta lebih unggul. Tapi dalam perkara TB ini, Puskesmas
lebih bisa diandalkan.
Tak perlu khawatir jika, misalnya, ternyata penderita
memerlukan perawatan yang fasilitasnya tidak dimiliki oleh
Puskesmas. Jika itu terjadi, Puskesmas akan merujuk pasien ke
rumah sakit yang memang telah memakai standar Kemenkes.
Keuntungan lain buat pasien, di Puskesmas, obat TB
standar ini sama sekali gratis. Pasien tidak perlu membayar karena
memang tanggung jawab penyediaan obat ini ada di tangan
pemerintah. Dengan datang ke Puskesmas, pasien secara tidak
langsung telah membantu program Pemerintah memberantas TB.
Di Puskesmas, semua data penderita TB tercatat secara nasional.
Ini akan memudahkan pemerintah dalam memantau keberhasilan
program pemberantasan TB.
Dokumentasi ini merupakan salah satu strategi penting
dalam pemberantasan TB. Puskesmas memang mendapat amanat
untuk memantau perkembangan pasien sampai ia sembuh. Jika,
misalnya, pasien tidak kembali ke Puskesmas sebelum dinyatakan
sembuh, maka pihak Puskesmas akan melacaknya untuk

268
http://bukuobat.blogspot.com

memastikan bahwa pasien tidak putus obat sesuai amanat


Pemerintah.
Sebagian
Puskesmas tertentu
PENCEGAHAN
bahkan menerapkan
Agar terhindari dari TB, kita bisa
strategi yang lebih ketat. melakukan upaya pencegahan sbb:
Semua pasien dan  Pastikan anak mendapat vaksinasi
BCG.
pengawas minum obat  Perkecil kemungkinan kontak dengan
harus menandatangani penderita.
semacam surat  Atur jendela rumah supaya sinar
matahari bisa masuk ke dalam rumah
perjanjian kontrak yang sebab kuman TB bisa mati jika
menyatakan bahwa terkena sinar matahari.
pasien akan menjalani
 Terapkan pola hidup sehat, jaga daya
tahan tubuh. Sebagian besar kita
pengobatan sampai mungkin pernah terpapar kuman ini.
tuntas. Meski terpapar, kita tidak lantas
menjadi sakit TB jika daya tahan
TB memang
tubuh kita baik.
bukan penyakit yang  Jika ada yang sakit, ia harus segera
bisa diremehkan. diobati. Setelah dua bulan
pengobatan, ia tidak lagi menularkan
Penyakit ini mudah penyakitnya meskipun penyakitnya
menular melalui belum sembuh total. Saat batuk, ia
percikan batuk
harus menutup mulutnya.

penderita. Di tahun
2012, jumlah

269
http://bukuobat.blogspot.com

penderitanya di Indonesia diperkirakan masih 450 ribu orang.


Padahal, tiap satu orang penderita TB yang aktif bisa menularkan
kuman ini kepada 10–15 orang lain. Itu sebabnya, penyakit ini
harus diberantas dengan gerakan terpadu secara nasional.

270
http://bukuobat.blogspot.com

24

OBAT ASAM URAT

Apa beda antara rematik, linu, encok, dan asam urat?


Dalam kamus bahasa awam, keempat istilah ini biasa dianggap
sekupang dua ringgit alias tak ada bedanya. Dan karena dianggap
tak ada bedanya, obat untuk semua keluhan di atas pun dianggap
sama.
Dalam pandangan medis, ini jelas keliru. Menurut ilmu
kedokteran, sebuah penyakit harus disebut dengan nama yang
jelas, khas, spesifik agar obatnya tidak tertukar dengan obat
penyakit lainnya. Karena itu, untuk menyamakan pengertian di
buku ini, mari kita sepakati dulu pengertian istilah-istilah
“perematikan”.

271
http://bukuobat.blogspot.com

 Rematik. Ini bukanlah nama sebuah penyakit, melainkan nama


umum untuk penyakit-penyakit yang ditandai dengan gejala
nyeri/encok/linu di sendi, tulang, dan otot. Total ada sekitar dua
ratusan jenis penyakit rematik. Asam urat hanya salah satunya.

 Asam urat. Ini merupakan salah satu jenis penyakit rematik.


Dalam bahasa medis, disebut artritis gout. Penyebabnya adalah
endapan kristal asam urat yang menyerang persendian. Asam urat
ini berasal dari makanan tertentu seperti jeroan, seafood, daging
merah, dsb. Yang diserang adalah persendian (engsel tulang),
misalnya ruas-ruas jari, terutama jari kaki, tumit, lutut, dan
pergelangan tangan.
Cirinya, sakit ini dipicu oleh makanan tertentu dan terjadi
pada persendian, biasanya diawali dari sendi jempol kaki. Kalau
tidak dipicu oleh makanan, atau tidak terjadi di persendian, itu
biasanya bukan penyakit asam urat. Jadi, kalau rasa nyerinya di
paha, belikat, punggung, pinggang, biasanya itu bukan asam urat.
Obat asam urat berbeda dari obat rematik jenis lainnya. Jadi,
jangan sampai keliru. Sebagian obat asam urat bekerja dengan
cara membantu tubuh menurunkan kadar asam urat. Kalau
diminum penderita rematik jenis lain tentu mubazir.

272
http://bukuobat.blogspot.com

 Pengapuran sendi. Penyakit ini sering disalah sangka sebagai


asam urat padahal sama sekali berbeda. Dalam istilah medis,
pengapuran sendi disebut osteoartritis. Osteo- berati tulang, artritis
berarti radang sendi.
Penyakit ini biasanya terjadi pada orang lanjut usia karena
bantalan sendi mengalami kerusakan, biasanya terjadi di lutut,
bukan di sendi jari atau tangan. Kerusakan jaringan sendi
disebabkan oleh pengaruh beban yang terus-menerus.
Kemungkinan timbulnya penyakit ini makin besar pada orang
gemuk atau orang yang sehari-hari bekerja mengangkat beban.
Beban berat ini akan menyebabkan bantalan sendi di lutut aus
sehingga bagian saraf di tulang akan tertekan saat sendi
digerakkan. Kadang sendi itu sampai mengeluarkan suara
gemeretak saat digerakkan.
Yang jelas, penyebab utamanya bukan makanan seperti
jeroan, seafood, daging, atau sejenisnya. Rasa nyeri timbul karena
bantalan sendi yang melindungi saraf sudah aus.

 Rheumatoid arthritis. Belum ada istilah awam untuk jenis penyakit


ini. Yang jelas, ini jenis rematik bawaan yang disebabkan oleh
gangguan sistem imun (pertahanan tubuh). Sistem imun yang
mestinya bertugas melindungi tubuh malah menyerang tubuh
sendiri dan menyebabkan nyeri di sendi-sendi.

273
http://bukuobat.blogspot.com

Gejalanya bisa jadi mirip dengan asam urat karena sama-


sama menyerang persendian. Tapi penyebabnya bukan endapan
kristal asam urat dan karena itu obatnya pun berbeda dari obat
asam urat. Sebagai orang awam, kita sulit membedakannya dari
rematik jenis lain. Ini sepenuhnya wilayah dokter.

 Pegel linu. Biasanya sebutan ini digunakan untuk pegal-pegal dan


nyeri di sekujur otot akibat kerja fisik yang keras (bukan karena
makanan). Kalau penyebabnya adalah kerja fisik yang keras, tentu
ini jauh berbeda dari asam urat. Jadi, kalau dilawan dengan obat
asam urat tentu muspra alias sia-sia.
Nyeri pada pegel linu terjadi karena otot kecapekan bekerja,
bisa juga karena otot keseleo. Keluhan pegal linu biasanya terjadi
tidak seketika setelah bekerja keras melainkan sekitar semalam
sesudahnya. Dan biasanya akan pelan-pelan menghilang jika otot
diistirahatkan. Jadi, kalau nyeri bisa hilang dengan pijat, balsem,
atau mandi air hangat, kemungkinan kecil itu gangguan asam urat.

 Selain beberapa contoh di atas, nyeri mirip rematik bisa juga


disebabkan oleh masalah saraf. Ini juga tak ada kaitannya dengan
asam urat. Di bab ini kita akan fokus membahas masalah asam
urat.

274
http://bukuobat.blogspot.com

Biang Asam Urat


Kata urat dalam asam urat tidak berkaitan dengan kata urat dalam
bahasa Indonesia yang berarti otot atau pembuluh. Asam urat adalah
terjemahan dari uric acid. Urat di sini berasal dari kata yang sama
dengan urine (air kemih).
Asam urat memang seharusnya dibuang lewat air kemih.
Tapi karena metabolisme tubuh terganggu, proses pembuangan
tidak berjalan dengan baik. Akibatnya, asam urat akan menumpuk
dan mengkristal. Bentuk kristalnya serupa jarum-jarum kecil.
“Jarum-jarum neraka” ini menyebabkan terjadinya radang
(inflamasi) yang menyebabkan nyeri hebat pada sendi yang
terkena, disertai dengan bengkak, kemerahan, dan rasa panas.
Nyeri akibat asam urat memang juga bisa terjadi di lutut
seperti pada pengapuran sendi, tapi pada umumnya organ yang
pertama diserang adalah ruas jari kaki, utamanya ruas jempol.
Hingga sekarang, para ahli belum bisa memastikan kenapa
seseorang menderita gangguan asam urat. Yang pasti, ada faktor
keturunan. Orang yang lahir dari orangtua penderita asam urat
akan punya kecenderungan menderita penyakit yang sama.
Kemungkinan menderita juga lebih tinggi pada orang gemuk,
punya darah tinggi, dan banyak makan jeroan, seafood, atau
daging.

275
http://bukuobat.blogspot.com

Kebanyakan penderita asam urat adalah pria berusia


lanjut. Kabar buruknya, para ilmuwan sampai sekarang belum
bisa menemukan obat untuk menyembuhkan penyakit ini. Tapi
kabar baiknya, penyakit ini bisa dikendalikan dengan baik
sehingga penderitanya bisa sehat tanpa gangguan berarti.
Asam urat terbuat dari satu zat yang disebut purin. Zat
purin ini banyak terdapat di makanan kita sehari-hari. Oleh karena
purin berasal dari makanan, maka pengendalian penyakit asam
urat pun harus dilakukan lewat makanan.
Ada banyak sekali makanan yang mengandung purin. Tapi
tidak semua jenis makanan berpurin akan mencetuskan nyeri.
Masing-masing orang memiliki kepekaan yang berbeda terhadap
makanan-makanan itu.
Secara umum, bahan-bahan di tabel berikut bisa menjadi
pencetus asam urat, tergantung kepekaan masing-masing orang.
Tapi ini hanya pedoman kasar. Sebagai contoh, pada sebagian
orang, melinjo atau kacang bisa mencetuskan asam urat tapi pada
orang lain tidak. Itu sebabnya, setiap penderita harus punya daftar
sendiri jenis makanan yang memicu nyeri pada dirinya.

Kelompok Contoh makanan


Jeroan otak, jantung, ginjal, paru, hati, limpa, usus, dsj
Alkohol minuman beralkohol, tape, durian, bir

276
http://bukuobat.blogspot.com

Seafood kerang, kepiting, udang, cumi-cumi, ikan teri,


sarden, ikan asin, ikan pindang
Daging/kaldu babi, bebek, entok, sapi, kambing, ayam
Kacang kacang tanah, kedelai, dsj
Sayuran jamur, asparagus, kembang kol, bayam
Lain-lain melinjo, makanan yang mengandung ragi

Dari tabel di atas, yang paling perlu dijauhi adalah


golongan jeroan, alkohol, dan seafood. Sebagian besar ikan (selain
yang disebut di atas), daging ayam, tahu, tempe, kacang-kacangan,
dan sayuran biasanya masih bisa dikonsumsi secara wajar.

Purin Bukan Satu-Satunya Kambing Hitam


Melihat daftar makanan di atas, kita mungkin akan bertanya-
tanya: kalau semua makanan di atas harus dihindari, lantas apa
yang boleh dimakan penderita asam urat?
Sekali lagi, daftar di atas hanya perkiraan kasar makanan
yang harus diwaspadai. Reaksi masing-masing orang terhadap
makanan-makanan tersebut bisa saja berbeda. Jenis dan jumlah
makanan bisa sangat mempengaruhi. Seseorang mungkin bisa
terserang asam urat kalau makan gulai daging tapi tidak apa-apa
saat makan bakso daging.

277
http://bukuobat.blogspot.com

Purin, biang asam urat itu, sebetulnya merupakan zat yang


secara alami ada di dalam tubuh kita dan terkandung di dalam
hampir semua jenis makanan berprotein, dalam kadar yang
berbeda-beda. Kita tidak mungkin menghindari purin. Yang perlu
dilakukan hanyalah membatasi konsumsinya supaya tidak terlalu
banyak.
Tinggi rendahnya kandungan purin suatu makanan atau
minuman tidak selalu berbanding lurus dengan kemungkinan
serangan asam urat. Kopi, misalnya. Minuman ini banyak
mengandung kafein. Kafein sendiri merupakan salah satu bentuk
purin. Tapi yang unik, sebagian penelitian malah menunjukkan
bahwa kopi bisa bermanfaat bagi penderita asam urat.
Tentu saja kita tidak lantas bisa mengonsumsinya banyak-
banyak karena kopi bisa membuat jantung berdebar-debar dan
mungkin akan membuat kita mengantuk kalau tidak
meminumnya. Satu cangkir sehari mungkin bisa memberi manfaat
untuk mencegah serangan asam urat tanpa banyak menimbulkan
mudarat.

Pencegahan Lain
Selain dianjurkan untuk sebisa mungkin menghindari makanan-
makanan di atas, penderita asam urat juga dianjurkan untuk:

278
http://bukuobat.blogspot.com

 Banyak minum air putih. Penderita asam urat sebaiknya minum


air putih lebih banyak daripada orang kebanyakan. Pada saat
terkena serangan, penderita harus minum air lebih banyak lagi
daripada hari-hari biasa. Air sangat diperlukan untuk membantu
pengeluaran asam urat dari dalam tubuh.
 Perbanyak makan buah yang banyak mengandung vitamin C.
Vitamin ini menurut penelitian bisa menurunkan kadar asam urat
dan memperkecil kemungkinan terkena serangannya.
 Kurangi makan lemak. Selain mempertinggi kemungkinan
penyakit jantung, lemak tinggi juga akan membuat asam urat lebih
sulit dikeluarkan dari dalam tubuh.
 Ganti sumber protein hewani ke protein nabati. Sebetulnya
sumber protein nabati seperti tahu dan tempe pun mengandung
purin. Tapi jika dibandingkan dengan daging hewan,
kemungkiannya menjadi pencetus nyeri jauh lebih kecil. Secara
umum, penderita asam urat dianjurkan lebih banyak
mengonsumsi makanan nabati daripada makanan-makanan
hewani. Bukan berarti penderita asam urat tidak boleh makan
protein hewani sama sekali. Boleh saja tapi jumlahnya dibatasi
sesuai batas amannya.
 Lakukan olahraga secara rutin. Olahraga bisa membuat
metabolisme tubuh lebih lancar. Jika metabolisme lancar,
pengeluaran asam urat pun akan lebih lancar.

279
http://bukuobat.blogspot.com

 Hindari stres dan kelelahan fisik. Ketegangan mental maupun


ketegangan fisik harus dihindari karena keduanya bisa
mempertinggi kemungkinan serangan asam urat.
 Usahakan langsing. Kegemukan merupakan salah satu faktor
yang bisa meningkatkan kemungkinan menderita gangguan asam
urat. Meski dianjurkan langsing, penderita asam urat sangat tidak
dianjurkan melakukan diet tinggi protein seperti yang kini banyak
dilakukan di pusat-pusat kebugaran. Sebab, diet tinggi protein
justru akan meningkatkan kemungkinan gangguan asam urat.

Obat Asam Urat


Asam urat termasuk penyakit yang berada di wilayah dokter.
Pasien sebaiknya tidak melakukan pengobatan sendiri. Begitu
terkena serangan asam urat, pasien sebaiknya langsung ke dokter.
Jika seseorang sudah pernah terkena serangan asam urat,
sebaiknya ia punya persediaan obatnya di kotak P3K, paling tidak
untuk pertolongan pertama pereda nyeri.
Berdasarkan tujuannya, obat asam urat dibedakan menjadi
dua, yaitu obat pertolongan pertama dan obat untuk pencegahan.

1. Pertolongan pertama
a. Antinyeri (analgesik). Untuk mengatasi rasa nyeri, pasien
memerlukan obat antinyeri yang cukup kuat. Pereda nyeri

280
http://bukuobat.blogspot.com

sekelas parasetamol biasanya tidak cukup kuat untuk


melawan nyeri akibat asam urat. Karena cara kerjanya
hanya meredakan nyeri dan radang, obat kelompok ini
sama sekali tidak berurusan dengan kristal asam uratnya.
Dan karena khasiatnya meredakan nyeri, obat-obat ini
biasa juga diresepkan untuk rematik jenis lain.
Hampir semua antinyeri kuat adalah obat resep, bukan
obat bebas. Antinyeri agak kuat yang masih bisa dibeli
tanpa resep misalnya ibuprofen. Adapun sebagian besar
lainnya termasuk obat resep, misalnya diklofenak,
piroksikam, meloksikam, ketoprofen, tinoridin.
Obat-obat di atas termasuk pereda nyeri “kelas berat”
dan bisa mengiritasi lambung. Oleh karena itu obat-obat
ini sebaiknya diminum bersama makanan, dan digunakan
dengan sangat hati-hati pada penderita sakit mag.
Selain itu, obat golongan ini juga bisa meningkatkan
kemungkinan masalah jantung dan pembuluh darah.
Karena itu, jangan gunakan obat-obat di atas kecuali atas
petunjuk dokter.
Begitu nyeri sudah hilang, pemakaian obat pereda
nyeri sebaiknya dihentikan untuk menghindari efek
buruknya.

281
http://bukuobat.blogspot.com

Untuk mengurangi efek iritasi lambung, tablet obat-


obat ini biasanya dilapisi selaput tipis yang menjaga obat
bisa melewati lambung dalam keadaan utuh dan baru
pecah saat di usus. Sebagai konsumen awam, kita
mungkin sulit membedakan tablet yang berselaput dan
yang tidak. Gampangnya, kita harus menelan obat-obat di
atas dalam keadaan utuh, jangan sampai dibelah atau
dikunyah.

Obat Contoh merek dagang

Diklofenak Cataflam®, Voltaren®, Abdiflam®, Aclonac®, Alflam®,


Anuva®, Araclof®, Atranac®, Catanac®, Deflamat®,
Dicloflam®, Diflam®, Divoltar®, Eflagen®, Elithris 50®,
Exaflam®, Fenavel®, Flamar®, Flamic®, Flamigra®,
Flamsy®, Flazen 50®, Galtaren®, Gratheos®, Inflam®,
Kadiflam®, Kaditic®, Kaflam®, Kamaflam®, Klotaren®,
Laflanac®, Linac SR®, Matsunaflam®, Merflam®,
Mirax®, Nacoflar®, Nadifen®, Neurofenac®,
Nichoflam®, Nilaren®, Proklaf®, Provoltar®, Raost®,
Reclofen®, Renadinac®, Renvol®, Scanaflam®,
Tirmaclo®, Troflam®, Valto®, Volmatik®, Voltadex®,
Voren®, Xepathritis®, X-Flam®, Yariflam®, Zegren®
Piroksikam Feldene®, Campain®, Felcam®, Feldco®, Grazeo®,
Infeld®, Kifadene®, Lanareuma®, Licofel®, Pirocam®,
Pirofel®, Rexicam®, Rexil®, Roxidene®, Scandene®,
Tropidene®, Xicalom®

282
http://bukuobat.blogspot.com

Meloksikam Movi-Cox®, Arimed®, Artrilox®, Atrocox®, Cameloc®,


Denilox®, Flamoxi®, Flasicox®, Futamel®, Hexcam®,
Loxil®, Loximei®, Loxinic®, Mecox®, Meflam®,
Melogra®, Meloxin®, Mevilox®, Mexpharm®,
Mobiflex®, Movix®, Moxam®, Moxic®, Nulox®,
Ostelox®, Paxicam®, Relox®, Remacam®, Remelox®,
Rhemacox®, Velcox®, X-Cam®
Ketoprofen Profenid®, Altofen®, Anrema®, Fetik®, Gatofen®,
Hextrofen®, Kaltrofen®, Ketros®, Lantiflam®,
Molaflam®, Nasaflam®, Nazovel®, Noflam®, Ovurila
E®, Profecom®, Profika®, Pronalges®, Protofen®,
Remapro®, Rhetoflam®, Rofiden®, Suprafenid®
Tinoridin Nonflamin®

b. Kortikosteroid. Untuk menghilangkan radang, dokter


mungkin akan meresepkan kortikosteroid seperti
prednisolon, deksametason, dsb. Obat ini memiliki
banyak efek samping. Karena itu pastikan Anda
mengonsumsinya sesuai dengan petunjuk dokter. Baca
juga Bab Kortikosteroid.

c. Kolcisin. Obat ini bukan golongan pereda nyeri melainkan


antiradang. Termasuk obat “sangat keras” karena punya
banyak efek buruk misalnya muntah dan diare. Batas
keamanannya juga sangat sempit, kelebihan dosis sedikit

283
http://bukuobat.blogspot.com

saja bisa berefek fatal. Karena itu, gunakan hanya sesuai


petunjuk dokter. Contoh merek dagang: Recolfar®.

P3K Non-Obat

Sembari menunggu obat-obat di atas bekerja, kita


bisa mengurangi radang dengan menggunakan es batu.
Caranya:
 Masukkan es batu ke dalam plastik (atau gunakan
kantong es jika punya).
 Lapisi kantong es dengan handuk lalu tempelkan ke
bagian sendi yang meradang.
 Tahan sekitar beberapa belas menit setelah itu angkat.
 Biarkan bagian yang radang itu kembali ke suhu normal.
 Setelah suhunya kembali normal, kita bisa
menempelkan kantong es berlapis handuk itu lagi. Yang
penting, kalau mau mengulangi lagi, pastikan suhu
bagian yang radang itu sudah kembali ke suhu normal.
 Jangan menempelkan kantong es langsung ke kulit
tanpa lapisan handuk karena suhu yang terlalu dingin
bisa merusak jaringan yang sakit.

2. Obat untuk pencegahan. Obat kelompok ini bekerja


menurunkan kadar asam urat, tidak menghilangkan nyeri,
sehingga tidak cocok untuk pertolongan pertama. Dan
memang sebaiknya obat kelompok ini tidak diminum saat

284
http://bukuobat.blogspot.com

terjadi serangan asam urat, melainkan diminum pada saat


serangan sudah mereda.
Akan tetapi jika memang sebelumnya pasien sudah minum
obat ini secara rutin, maka ia tidak perlu menghentikannya
saat terkena serangan asam urat.
Tujuan minum obat ini bukan untuk meredakan radang
melainkan untuk mencegah terjadinya serangan berikutnya.
Semua obat di kelompok ini tergolong obat keras. Di
kelompok ini, obat masih dibagi lagi menjadi dua
subkelompok berdasarkan cara kerjanya.

a. Obat yang menurukan produksi asam urat. Contoh


alopurinol. Ini obat penurun asam urat yang paling
banyak beredar di Indonesia. Biasanya pasien asam urat
akan pulang dari dokter dan apotek membawa obat ini.
Sekali lagi, obat ini sebaiknya tidak diminum pada saat
terjadinya serangan asam urat. Pasalnya, pada saat awal
kita minum alopurinol, kadar asam urat mungkin justru
akan meningkatkan sebentar sebelum kemudian turun.
Jadi, obat ini sebaiknya hanya diminum setelah
serangannya reda. Ini sesuai dengan fungsinya sebagai
obat pencegahan, bukan untuk P3K. Selain itu, minum
alopurinol pada saat serangan justru mungkin membuat
kristal asam urat berpindah ke jaringan lain.

285
http://bukuobat.blogspot.com

Obat Contoh merek dagang

Alopurinol Zyloric®, Algut®, Alluric®, Alodan®, Alofar®,


Benoxuric®, Decasurik®, Hycemia®, Isoric®,
Kemorinol®, Licoric®, Linogra®, Mediuric®, Nilapur®,
Omeric®, Ponuric®, Pritanol®, Puricemia®, Purinic,
Reucid®, Rinolic®, Selespurin®, Sinoric®, Tylonic®,
Urica®, Uricnol®, Uroquad®, Xanturic®

b. Obat yang membantu pengeluaran asam urat lewat urine.


Contoh probenesid. Dibandingkan alopurinol, obat ini
lebih jarang digunakan. Contoh merek dagang: Probenid®.
Seperti alopurinol, obat ini hanya untuk diminum pada
saat serangan nyeri sudah mereda. Jika diminum pada saat
serangan asam urat terjadi, dikhawatirkan akan
menyebabkan kristal asam urat justru akan menyebar ke
jaringan tubuh lainnya.

Jamu dan Obat Herbal


Hingga saat ini gangguan asam urat memang masih termasuk
penyakit yang belum bisa disembuhkan. Maka tidak
mengherankan banyak penderita yang kemudian berpaling ke obat
tradisional.

286
http://bukuobat.blogspot.com

Banyak bahan herbal yang menurut penelitian atau


berdasarkan pengalaman memang bisa menurunkan kemungkinan
serangan asam urat. Tapi, harap dicatat, hingga sekarang tidak ada
satu pun obat tradisional maupun obat modern yang terbukti
benar-benar bisa menyembuhkan asam urat. Jadi, jangan mudah
percaya kepada iklan obat herbal yang mengklaim produk itu bisa
menyembuhkan asam urat.
Di pasar banyak sekali jenis jamu yang diklaim sebagai
obat asam urat. Jika Anda yakin jamu itu seratus persen herbal,
silakan mengonsumsinya sesuai aturan. Beberapa perusahaan
farmasi nasional memang memproduksi jamu/obat herbal seperti
ini. Prouric® dan sejenisnya termasuk kategori ini.
Namun, sebagai konsumen kita harus hati-hati memilih
jamu. Jangan sampai kita mengonsumsi jamu yang sudah
dicampur dengan bahan kimia. Di pasaran masih banyak
produsen jamu rematik yang dicampur dengan kortikosteroid dan
fenilbutazon.
Fenilbutazon adalah salah satu pereda nyeri kuat yang
memiliki banyak efek samping. Termasuk obat “keras sekali”, obat
ini di beberapa negara tidak boleh lagi digunakan pada manusia
karena bisa merusak sumsum tulang belakang. Hanya boleh
digunakan pada hewan yang dagingnya tidak dikonsumsi seperti

287
http://bukuobat.blogspot.com

kuda atau anjing—ya, kedua hewan ini memang bisa juga terkena
encok!
Di Indonesia, obat ini masih boleh beredar dan digunakan
untuk manusia tapi kini sudah jarang diresepkan, dan justru
banyak dimanfaatkan oleh produsen jamu nakal.
Jamu-jamu seperti ini memang bisa cespleng sekali. Begitu
kita minum, nyeri langsung hilang karena memang isinya obat-
obat kelas berat yang kita tidak tahu apa saja isinya dan berapa
dosisnya.
Jamu/obat herbal asam urat yang baik mestinya berfungsi
untuk pencegahan, bukan pertolongan pertama. Kalau sebuah
produk jamu diklaim bisa menghilangkan rasa nyeri saat serangan
terjadi, hampir bisa dipastikan obat itu berisi obat kimia sintetis.
Bagaimanapun, minum obat herbal adalah hak pasien.
Tapi pasien yang cerdas tak mudah dikibuli pabrik jamu.
Penyakti asam urat memang termasuk salah satu penyakit
yang tak mudah diobati. Jika tidak dikendalikan dengan baik,
gangguan asam urat bisa menjadi kronis. Ini harus dihindari.
Gangguan asam urat sebisa mungkin harus dikendalikan
dengan baik, entah dengan obat modern atau obat tradisional.
Kalau tidak, maka penderita akan sering minum obat pereda nyeri
jangka panjang.
Padahal jika diminum jangka panjang, obat-obat ini bisa
menyebabkan sakit mag. Ini yang repot. Kalau sudah terkena

288
http://bukuobat.blogspot.com

asam urat ditambah sakit mag, pengobatan kedua penyakit ini


akan lebih sulit. Asam uratnya lebih sulit ditangani. Sakit magnya
akan makin sering kambuh lagi.

289
http://bukuobat.blogspot.com

25

OBAT GENERIK

Setali pembeli kemenyan, sekupang pembeli ketaya


Sekali lancung keujian, seumur hidup orang tak percaya

------

Pantun Melayu lawas di atas barangkali masih bisa memberi


gambaran yang pas terhadap masalah sosialisasi obat generik di
Indonesia saat ini. Sekalipun sudah lebih dari dua dasawarsa
kebijakan ini diterapkan di Indonesia, masih saja banyak kalangan
yang enggan menggunakannya. Alasannya klasik: harga obat
generik memang murah tapi khasiatnya masih diragukan.

290
http://bukuobat.blogspot.com

Bukan hanya masyarakat awam yang berpandangan seperti


ini. Sebagian dokter pun berpandangan serupa dan enggan
meresepkan obat generik. Kalau dokter saja menganggap obat
generik tidak efektif, tentu ini sebuah masalah serius karena tenaga
kesehatan adalah ujung tombak sosialisi program ini. Laporan
dokter tentang obat generik yang tidak ampuh bukan satu atau dua
tapi cukup banyak. Kalau mau tahu pendapat langsung para
dokter tentang obat generik, silakan lihat arsip milis Dokter
Indonesia. (Milis ini hanya khusus untuk dokter tapi arsipnya bisa
diakses siapa saja.)
Kita memang tidak bisa membuat sebuah kesimpulan umum
berdasarkan testimoni orang per orang. Akan tetapi, banyaknya
laporan tersebut setidaknya membuat kita layak bertanya: jangan-
jangan memang benar bahwa di pasaran ada banyak produk obat
generik yang tidak ampuh. Bagaimanapun, ketidakpercayaan
sebagian dokter dan masyarakat tentu harus dijadikan bahan
introspeksi oleh Pemerintah dan industri farmasi, bukannya
sekadar dianggap angin lalu atau dicela sebagai alasan yang
mengada-ada.
Mengapa dokter tidak percaya? Pertanyaan ini perlu dijawab
lebih dulu sebelum mencari jawaban dari pertanyaan berikutnya:
Mengapa dokter enggan meresepkannya? Dua pertanyaan ini bisa
saja memberi jawaban yang berbeda. Untuk menjawab pertanyaan

291
http://bukuobat.blogspot.com

pertama, kita harus melihat dulu sejarah penerapan kebijakan obat


generik di Indonesia.
Kebijakan ini diterapkan Pemerintah tahun 1989 dengan
tujuan mulia, yaitu ingin melindungi masyarakat dari biaya obat
yang dianggap terlalu tinggi. Harga obat paten dan obat bermerek
dianggap terlalu mahal sehingga menyebabkan biaya kesehatan
menjadi tidak terjangkau oleh banyak orang. Motif industri
farmasi untuk mengeruk keuntungan besar telah membuat harga
obat tidak berpihak kepada konsumen.
Untuk menurunkan harga, Pemerintah kemudian
menerapkan kebijakan Obat Generik Berlogo (OGB, yang dalam
bahasa sehari-hari kita sebut “obat generik” saja). Perusahaan-
perusahaan farmasi dalam negeri didorong untuk memproduksi
obat-obatan yang isinya sama dengan obat paten, efektivitasnya
sama, tapi harganya jauh lebih murah. Pada saat yang sama, para
dokter, terutama di rumah sakit pemerintah, pun diinstruksikan
untuk meresepkan obat generik buat pasien.
Tapi usaha ini ternyata tak mudah. Sebagian masyarakat—
pihak yang hendak dilindungi itu—ternyata justru merupakah
pihak yang paling sulit diyakinkan. Begitu juga sebagian kalangan
dokter. Mereka beralasan, obat generik tidak ampuh.
Benarkah klaim itu?
Sebelum bicara tentang perbedaan jenis obatnya, kita
mungkin perlu bersikap kritis lebih dulu terhadap klaim ampuh

292
http://bukuobat.blogspot.com

atau tidak ampuh. Sebagai contoh, mari kita perhatikan ilustrasi


berikut: Pasien minum obat “G” di hari pertama dan kedua tapi
gejala sakitnya tidak berkurang. Lalu ia minum obat “P” di hari
ketiga dan keempat, dan gejala sakitnya berkurang. Ia merasa
sembuh lalu menyimpulkan bahwa obat “G” tidak ampuh dan
obat “P” ampuh.
Secara metodologis, kesimpulan seperti ini mungkin saja
tidak tepat. Sebab, kita tidak tahu, mungkin saja proses
pengobatan sudah dimulai di hari pertama atau kedua saat ia
minum obat “G”. Lalu progres itu mencapai puncaknya di hari
ketiga dan keempat ketika ia minum obat “P”. Kesimpulan yang
paling tepat adalah bahwa kita tidak bisa membuat kesimpulan
karena kita tidak tahu apa yang sebetulnya terjadi di dalam tubuh.
Kita hanya bisa menduga-duga.
Akan tetapi, jika banyak sekali orang mengalami hal yang
sama dan membuat dugaan yang sama, apalagi mereka adalah
para dokter yang tahu konsep evidence-based medicine, artinya
kita memang layak bertanya tentang efektivitas obat “G” itu.
Efektivitas obat generik memang masalah klasik yang
banyak diperdebatkan. Bukan hanya di Indonesia tapi juga hampir
di seluruh dunia. Bahkan, negara dengan regulasi farmasi yang
ketat seperti Amerika Serikat pun sempat menghadapi masalah
serupa sampai di tahun 1990-an.

293
http://bukuobat.blogspot.com

Lalu apa yang dilakukan oleh Pemerintah Amerika? Selain


kampanye gencar kepada pengguna, Pemerintah Amerika juga
meningkatkan pengawasan kepada produsen. Sebagai bentuk
quality assurance, sejak tahun 1999 Food and Drug
Administration (FDA, Badan Pengawas Makanan dan Obat
Amerika) mewajibkan semua produsen obat generik melakukan
uji bioekivalensi. (Baca publikasi FDA “From Test Tube to Patient:
Improving Health Through Human Drugs”.)
Dalam uji ini, obat generik dibandingkan langsung dengan
obat paten. Keduanya sama-sama diperiksa kandungan dan
kualitasnya di laboratorium. Setelah itu, kedua obat tersebut juga
diminumkan kepada sukarelawan, lalu kadar obat di dalam darah
mereka diperiksa. Jika keduanya setara, barulah obat generik itu
dinyatakan layak beredar di pasar.
Audit terhadap industri farmasi juga diperketat. FDA
tercatat beberapa kali memberi peringatan bahkan penarikan
produk obat generik perusahan-perusahaan multinasional seperti
Ranbaxy, Apotex, dan Teva. Di pasar internasional, perusahaan-
perusahaan ini terkenal sebagai pemasok obat generik dengan
harga murah. Pabrik-pabrik farmasi Indonesia pun banyak yang
mengimpor dari mereka.
Kewajiban uji bioekivalensi dan kontrol ketat terhadap
industri farmasi ini terbukti bisa membuat reputasi obat generik
meningkat. Para dokter tak lagi ragu-ragu meresepkannya karena

294
http://bukuobat.blogspot.com

memang obat ini telah menjalani uji bioekivalensi. Uji ini


memastikan bahwa obat generik memang sama efektifnya
dibandingkan obat paten. Memang, obat generik tetap tidak bisa
100% sama dengan obat paten. Berdasarkan review FDA terhadap
2.070 hasil uji bioekivalensi sampai tahun 2007, obat generik
berbeda sekitar 3,5% dari obat paten. Sekalipun ada perbedaan,
kedua jenis obat ini secara terapetik dianggap sama karena sama-
sama efektif.
Dengan adanya uji bioekivalensi ini, sekarang di negara
"Uak Sam" itu, sekitar 70-80% isi resep dokter adalah obat generik.
Padahal, Amerika adalah negara yang memiliki paling banyak
perusahaan farmasi penemu obat paten seperti Pfizer, Abbott
Labs, Merck & Co, Wyeth, Eli Lilly, Bristol-Myers Squib, dll.
Bagaimana dengan di Indonesia?
Pada masa dasawarsa pertama penerapan kebijakan obat
generik, harus diakui bahwa kualitas sebagian (bukan sebagian
besar) obat generik memang masih diragukan. Pemerintah
sebetulnya sudah mewajibkan semua produsen obat generik untuk
mematuhi aturan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).
Namun, tak bisa diingkari bahwa di pasaran masih dijumpai obat
generik yang kualitasnya di bawah standar.
Di internet, kita masih bisa menemukan arsip penelitian-
penelitian tentang obat generik yang kualitasnya tidak sebanding
dengan obat paten. Dua di antaranya di sini dan di sini. Sebagian

295
http://bukuobat.blogspot.com

besar produk generik sebetulnya sudah memiliki kualitas yang


setara dengan dengan obat paten. Akan tetapi, dalam hal reputasi,
selalu berlaku peribahasa Minangkabau, “Dek nilo satitiak, rusak
susu sabalango.” Beberapa produk obat generik yang kualitasnya
buruk itu telah merusak citra keseluruhan obat generik.
Bagaimanapun, obat adalah produk dagang, dan industri
farmasi punya orientasi terhadap laba. Sementara, harga eceran
tertinggi obat generik ditentukan oleh Pemerintah sehingga
perusahaan-perusahaan farmasi itu tidak bisa menentukan harga
jual sesuai kalkulator mereka. Untuk menyiasati margin
keuntungan yang lebih tipis ini, pabrik-pabrik farmasi harus
berhemat dalam produksi. Mungkin saja dalam penghematan itu
ada sebagian unsur kualitas obat yang dikorbankan tanpa sengaja,
misalnya membeli bahan baku obat dari pemasok yang kurang
menjamin kualitasnya.
Dalam hal ini, Pemerintah tentu tak bisa mengawasi semua
hal yang terkait produksi obat, mulai dari pembelian bahan baku,
produksi, pengendalian mutu, dan seterusnya. Yang bisa
dilakukan oleh Pemerintah sebatas sertifikasi CPOB dan pengujian
produk jadi.
Apalagi saat itu Pemerintah juga belum mewajibkan uji
bioekivalensi buat produk obat generik karena biayanya yang
cukup mahal. Yang diwajibkan saat itu baru sebatas uji-uji yang

296
http://bukuobat.blogspot.com

murah dan mudah dilakukan di laboratorium tanpa menggunakan


sukarelawan, seperti uji disolusi terbanding.
Dalam uji disolusi ini, obat generik diperiksa kecepatannya
terlarut di dalam larutan simulasi mirip cairan lambung. Tapi uji
ini hanya dilakukan di dalam tabung kaca di laboratorium, tidak
dengan cara diminumkan kepada sukarelawan. Jadi, tidak bisa
menggambarkan keadaan sesungguhnya ketika obat diminum oleh
pasien.
Karena kontrol kualitas obat generik saat itu masih belum
begitu bagus, mudah dipahami jika dokter masih menemukan obat
generik yang tidak efektif. Inilah yang kemudian membuat mereka
sangsi terhadap slogan iklan OGB, “Kita ‘kan tidak makan
mereknya”.
Sekalipun semua produsen obat generik sudah memperoleh
sertifikat CPOB, kemampuan masing-masing pabrik itu dalam
membuat formula yang bagus tentu saja tidak sama. Walaupun
kandungan dua produk sama-sama amoksisilin 500 mg, bisa saja
keduanya memiliki sifat pelarutan dan penyerapan yang berbeda
jika formulasinya berbeda, jenis kristal zat aktifnya berbeda, atau
proses produksinya berbeda.
Untuk memperbaiki kekurangan ini, Pemerintah kemudian
menerapkan kebijakan seperti yang dilakukan oleh FDA, yakni
kewajiban uji bioekivalensi. Uji disolusi di dalam tabung saja tidak
cukup. Obat generik harus diuji pada manusia. Maka sejak tahun

297
http://bukuobat.blogspot.com

2005, Pemerintah mewajibkan para produsen obat-obat generik


untuk melakukan uji bioekivalensi pada produk-produk yang
memang harus dibandingkan bioekivalensinya.
Sejak kebijakan uji bioekivalensi ini diterapkan, sebetulnya
keseragaman kualitas obat generik di pasaran menjadi semakin
baik. Pelaksanaan kebijakan ini memang tidak bisa seketika.
Hingga saat ini pun belum semua produk obat generik dilengkapi
uji bioekivalensi. Tapi secara umum keseragaman kualitas obat
generik dalam lima tahun terakhir sudah jauh lebih baik daripada
dasawarsa yang lalu.
Sayangnya, mindset bahwa obat generik adalah obat murah
dan murahan yang sudah telanjur tertanam belasan tahun
memang tidak mudah untuk diubah. Ini bukti bahwa jika
Pemerintah dan industri farmasi “lancung keujian” dan gagal
menjamin efektivitas obat generik, bisa jadi seumur hidup
masyarakat akan sulit percaya.
Perlu usaha keras dan sungguh-sungguh untuk membuat
orang yang tidak percaya menjadi percaya. Maka jika selama ini
kampanye obat generik lebih menekankan logika harga murah,
sudah saatnya kampanye sekarang lebih menekankan pada bukti
uji bioekivalensi.
Para dokter dan tenaga kesehatan adalah orang-orang
terdidik yang terbiasa berpikir rasional dengan landasan bukti
ilmiah. Logika harga murah saja tidak cukup kalau tidak disertai

298
http://bukuobat.blogspot.com

dengan bukti ilmiah bahwa obat generik memang sungguh-


sungguh sama efektifnya dengan obat paten. Jika bukti ilmiah dari
laboratorium independen yang terakreditasi sudah ada, tapi tenaga
kesehatan masih tetap enggan menggunakannya, barangkali
memang masalahnya bukan kepercayaan.
Sebagian tenaga kesehatan mungkin lebih suka
menggunakan obat bermerek karena alasan keuntungan yang
didapat dari produsennya. Ini tentu bukan bab obat generik tapi
bab kode etik. Yang jadi persoalan adalah ketika tenaga kesehatan
meragukan efektivitas obat generik. Sebab, mereka adalah pihak
yang bersentuhan langsung dengan pasien. Mereka lebih tahu
fakta di lapangan. Sekalipun Pemerintah mengampanyekan obat
generik dijamin efektif, mereka tak akan mudah percaya jika
ternyata di lapangan mereka menjumpai fakta yang sebaliknya.
Ketidakpercayaan adalah masalah persepsi. Dan, seperti
kata para psikolog, persepsi bisa saja berangkat dari fakta,
sekalipun bisa juga hanya berdasarkan syakwasangka. Apa pun
penyebabnya, fakta ataupun prasangka, keduanya bisa dilawan
dengan satu senjata, yaitu bukti ilmiah uji bioekivalensi.

Obat Generik Sejati vs. Semu


Jika kita melihat sejarah perkembangan obat di dunia, sebetulnya
kita akan lebih mudah memahami kenapa kebijakan obat generik

299
http://bukuobat.blogspot.com

adalah sebuah keharusan, lebih-lebih di Indonesia, negara dengan


penduduk seperempat miliar yang sebagian besar dari mereka
belum dilindungi asuransi kesehatan.
Bagaimanapun juga, produk obat adalah produk dagang.
Medicine is business. Big business. Hukum dagang berlaku di sini.
Perusahaan-perusahaan besar farmasi dunia berinvestasi miliaran
dolar, melakukan riset bertahun-tahun untuk menemukan obat
baru. Begitu obat ini ditemukan, mereka akan memanen investasi
dari penjualan obat tersebut.
Sebagai penghargaan terhadap kekayaan intelektual,
perusahaan penemu obat akan memegang hak paten yang
membuatnya bisa memonopoli penjualan obat tersebut di seluruh
dunia. Selama masa paten itu belum kedaluwarsa, tak ada
perusahaan lain yang boleh memproduksi dan menjual obat itu.
Contoh gampang adalah amoksisilin. Antibiotik ini
ditemukan tahun 1972 oleh Beecham, perusahaan farmasi Inggris
yang sekarang menjadi GlaxoSmithKline. Beecham memberi
nama dagang obat ini Amoxil®. Amoxil® inilah yang dalam ilmu
farmasi disebut sebagai obat paten (kadang disebut inovator,
originator, atau pioner). Selama sepuluh tahun, Beecham
menangguk keuntungan dari monopoli penjualan amoksisilin di
seluruh dunia.

300
http://bukuobat.blogspot.com

Baru ketika masa patennya kedaluwarsa di tahun 1982,


perusahaan-perusahaan farmasi lainnya berlomba-lomba membuat
versi generiknya. Dalam terminologi ilmu farmasi, semua produk
yang mengandung amoksisilin selain Amoxil® dianggap sebagai
obat generik. Jadi, yang namanya obat paten sebetulnya hanya
satu merek, yaitu Amoxil® saja. Semua produk amoksisilin selain
Amoxil® adalah obat generik (biasa disebut juga me-too product).
Di Indonesia terdapat banyak sekali merek dagang obat
yang mengandung amoksisilin. Jumlahnya sekitar dua ratus
merek! Maklum, amoksisilin termasuk antibiotik yang paling laris
sehingga semua industri farmasi berlomba-lomba
memproduksinya. Oleh orang Indonesia, obat-obat generik
bermerek ini sering disebut sebagai “obat paten”. Jelas sekali
penyebutan ini mengaburkan definisi obat paten karena sejatinya
produk-produk itu adalah obat generik. Hanya saja, produk
generik itu diberi merek dagang. Obat generik semu!
Harga obat-obat generik bermerek ini lebih murah daripada
obat paten karena memang pabrik-pabrik obat generik ini tidak
perlu berinvestasi miliaran dolar untuk melakukan penelitian
sendiri. Meski sudah cukup murah, tetap saja harga ini masih
belum berpihak kepada konsumen.
Produksi obat generik bermerek ini masih melupakan esensi
kebijakan paten, yaitu bahwa setelah masa paten kedaluwarsa,
obat itu menjadi milik masyarakat luas. Dalam produk obat

301
http://bukuobat.blogspot.com

bermerk, masih banyak komponen harga yang mestinya bisa


dipangkas sehingga tidak perlu dibebankan kepada konsumen,
misalnya biaya promosi, biaya kemasan yang hanya berfungsi
“pencitraan” tanpa nilai fungsional, atau bahkan margin
keuntungan yang terlalu besar.
Atas alasan inilah Pemerintah kemudian membuat
kebijakan Obat Generik Berlogo (OGB, produk obat tanpa merek
dagang yang diberi nama sesuai dengan kandungan generiknya).
OGB inilah yang biasa kita sebut sehari-hari sebagai obat generik—
tanpa embel-embel. Harga OGB ini bisa amat sangat jauh lebih
murah sampai sepersepuluh bahkan seperdua puluh dari harga
obat paten maupun obat generik bermerek! Lewat kebijakan OGB
ini, perusahaan farmasi tetap bisa memperoleh keuntungan wajar
tanpa membebani konsumen dengan biaya-biaya yang tidak perlu.
Jadi, dari latar belakang ini kita bisa melihat bahwa
kebijakan OGB adalah upaya untuk melindungi masyarakat dari
biaya kesehatan yang mahal. Sungguh sayang jika konsumen yang
hendak dilindungi itu justru merupakan pihak yang paling kuat
menolak OGB hanya karena mereka tidak percaya dengan
kualitasnya.
Di dasawarsa ketiga ini, kebijakan OGB di Indonesia
menjadi lebih penting lagi mengingat negara kita akan
menerapkan sistem jaminan sosial nasional. Penggunaan obat
generik sejati (OGB) jelas akan menghemat banyak anggaran.

302
http://bukuobat.blogspot.com

Sebagai gambaran pembanding, penggunaan obat generik di


Amerika diperkirakan bisa menghemat anggaran hingga US$ 200
miliar (sekitar Rp 2.000 triliun) dalam setahun.
Di negara kita saat ini, penggunaan OGB baru mencapai
10%. Porsi terbesar masih ditempati oleh obat generik bermerek.
Sukses tidaknya kebijakan obat generik sangat ditentukan oleh
semua pihak, mulai dari Pemerintah, industri farmasi, tenaga
kesehatan, hingga masyarakat luas. Karena sebagian produk obat
generik selama ini telanjur dianggap “lancung keujian”, maka
adalah tugas Pemerintah dan industri farmasi untuk benar-benar
memastikan bahwa dengan kewajiban uji bioekivalensi, semua
produk obat generik yang beredar di pasar memiliki efektivitas
yang sama dengan produk obat paten.
Pengawasan terhadap produsen obat generik harus lebih
ditingkatkan. Jika perlu, Badan POM harus proaktif melakukan
sampling obat generik di pasaran kemudian melakukan semua uji
yang diperlukan secara independen, terutama untuk produk-
produk yang dicurigai tidak memenuhi standar. Dengan begitu,
masyarakat tidak hanya mendapat informasi dari perusahaan
farmasi tapi juga dari lembaga pengawas.
Pada saat yang sama, para tenaga kesehatan harus
mendapat akses mudah untuk melihat hasil uji bioekivalensi obat
generik itu sehingga mereka tidak ragu lagi meresepkannya. Dan
konsumen, sebagai pihak yang paling berhak menentukan pilihan,

303
http://bukuobat.blogspot.com

harus mendapat refreshing pemahaman baru tentang OGB.


Bagaimanapun, konsumen adalah pihak yang paling berkuasa.
Meskipun dokter meresepkan obat paten yang mahal, pada
akhirnya konsumenlah yang paling berhak menentukan pilihan.
Permenkes tentang Obat Generik menyebutkan dengan
jelas: “Apoteker dapat mengganti obat merek dagang/obat paten dengan
obat generik yang sama komponen aktifnya atau obat merek dagang lain
atas persetujuan dokter dan/atau pasien.” Walaupun dokter
meresepkan obat paten atau obat bermerek, pasien berhak
meminta versi generiknya di apotek. Generik sejati alias OGB.
OGB yang sesuai standar adalah obat yang memenuhi
semua kriteria obat sejati, yaitu aman, ampuh, dan... murah.
Selisih harga yang jauh antara OGB terhadap obat paten atau obat
generik bermerek bukan sekadar soal mampu atau tidak mampu
bayar. Masyarakat Amerika saja, yang daya belinya lebih tinggi
dari masyarakat Indonesia, lebih banyak menggunakan obat
generik. Ini soal kepercayaan masyarakat dan kewajiban negara
menyediakan pelayanan kesehatan yang terjangkau.
Kalaupun toh, andaikata, umpamanya, misalkan... sampai
hari ini masih ada produk OGB yang dicurigai berkualitas rendah
di pasaran, mestinya nila setitik itu tidak menjadi alasan untuk
menolak obat generik sebelanga. Sebagai konsumen yang kritis,
kita bisa mengomunikasikan temuan kita ke dokter atau apoteker
yang akan meneruskannya ke organisasi profesi, atau bisa juga

304
http://bukuobat.blogspot.com

langsung ke Badan POM (http://ulpk.pom.go.id/ulpk), Kementerian


Kesehatan, atau lembaga perlindungan kosumen.
Dengan cara itu, masyakarat bisa ikut membantu
Pemerintah memperbaiki kekurangan dalam hal pengawasan
OGB, sehingga semua obat generik benar-benar menjadi obat
generik tulen: betul-betul ekivalen dengan obat paten.

305
http://bukuobat.blogspot.com

26

OBAT
BUAT IBU HAMIL

Obat sejatinya adalah racun. Racun yang punya manfaat.


Kita terpaksa minum obat karena satu alasan: manfaatnya lebih
besar daripada mudaratnya. Ini adalah prinsip utama yang harus
kita pegang setiap kali minum obat.
First, do no harm. Perkara manjur atau tidak, itu urusan
nomor dua. Perkara pertama yang harus benar-benar diperhatikan
adalah apakah obat itu aman ataukah tidak. Aman dulu, baru
berkhasiat. Urutannya harus begitu, tidak boleh dibalik. Itu

306
http://bukuobat.blogspot.com

sebabnya dalam penelitian obat, toxicity test (uji keamanan) lebih


didahulukan daripada efficacy test (uji khasiat).
Penelitian tentang obat biasanya dilakukan terhadap hewan
coba lebih dulu. Jika terbukti aman, baru dilakukan pada manusia.
Di tahap ini ada keterbatasan yang tidak bisa dihindari. Penelitian
terhadap ibu hamil dan janinnya sulit dilakukan karena terlalu
berisiko. Itu sebabnya data tentang pengaruh obat terhadap janin
tidak banyak diketahui. Wallahua’lam.
Ada obat yang aman buat ibu hamil, banyak pula yang
berbahaya. Contoh obat berbahaya yang paling fenomenal dalam
sejarah manusia adalah talidomid. Obat yang biasa digunakan
sebagai pil tidur ini memiliki efek antimuntah. Khasiat antimuntah
ini lalu dimanfaatkan oleh ibu-ibu hamil yang tak tahan mual-
muntah.
Belakangan baru diketahui ternyata banyak ibu yang minum
obat ini melahirkan bayi tanpa lengan, tungkai, atau telinga.
Banyak di antara bayi-bayi itu mengalami gangguan jantung,
mata, ginjal, retardasi mental, dan sebagainya. Efek buruk yang
disebut “teratogenik” obat ini baru diketahui dari banyaknya
laporan bayi lahir, bukan dari penelitian yang memang sejak awal
didesain untuk melihat pengaruh obat itu terhadap janin.
Ini memang salah satu keterbatasan ilmu farmasi modern.
Karena ada keterbatasan inilah, ibu hamil harus ekstra hati-hati

307
http://bukuobat.blogspot.com

kalau mau minum obat. Sebisa mungkin ibu hamil harus berusaha
menghindari minum obat, dengan menerapkan pola hidup sehat,
terutama sekali pada tiga bulan (trimester) pertama.
Masa trimester pertama merupakan periode inisiasi
pembentukan organ-organ vital bayi. Jika si ibu minum obat yang
salah, bisa saja proses ini terganggu dan menyebabkan bayi lahir
dengan kelainan organ.
Aturan pertama selama kehamilan: sebisa mungkin hindari
penggunaan obat, terutama obat yang diminum. Sebagai
alternatifnya, ibu hamil bisa menggunakan cara-cara non-obat.
Misalnya, saat sakit kepala, pusing, atau badan capek. Daripada
minum obat, lebih aman pijat, spa, atau mandi air hangat saja.
Tentu pijatnya di bagian tubuh yang tak berhubungan dengan
kandungan.
Jika diperlukan, untuk pijat, ibu hamil bisa menggunakan
balsem, minyak kayu putih, minyak telon dan sejenisnya yang tak
perlu diminum dan berkhasiat terapi aroma.
Aturan kedua, kalau terpaksa minum obat, pilihlah obat
yang aman. Ada kondisi-kondisi tertentu ketika ibu hamil harus
menjalani pengobatan. Misalnya, jika dia mengalami demam
tinggi, dia sebaiknya minum obat penurun demam. Sebab, jika
dibiarkan saja, demam tinggi bisa membahayakan kesehatan janin.
Syaratnya, obat itu harus aman buat janin. Jika si ibu salah
memilih obat demam, bisa saja janin justru mengalami masalah

308
http://bukuobat.blogspot.com

yang lebih parah. Itu sebabnya, obat demam yang dipilih harus
yang paling aman. Sejauh ini, obat demam paling aman buat ibu
hamil adalah parasetamol.
Contoh lain, ibu hamil yang menyandang diabetes atau
hipertensi sebaiknya tetap minum obat selama kehamilan. Sebab,
jika tidak dikontrol, kadar gula darah tinggi atau tekanan darah
tinggi pada ibu bisa membahayakan kesehatan janin. Kondisi
diabetes yang tak terkontrol bisa menyebabkan bayi lahir dengan
berat badan rendah. Dalam hal ini pemilihan obat diabetes dan
obat hipertensi yang aman harus dilakukan oleh dokter. Obat
diabetes dan hipertensi bukan termasuk golongan obat bebas.
Di bawah ini, contoh obat-obat yang relatif aman buat ibu
hamil. Predikat “aman” di sini tidak berarti 100% aman karena,
bagaimanapun, tak ada obat yang sepenuhnya aman, apalagi buat
ibu hamil. Istilah aman di sini berarti relatif paling sedikit risiko
buruknya dibandingkan obat lain dalam kelompok yang sama.
Sekalipun obat-obat berikut ini dikategorikan aman, ibu
hamil sebaiknya tetap berkonsultasi kepada dokter sebelum
meminumnya. Sebab, aman bagi kebanyakan orang belum tentu
aman buat seseorang.

1. Obat pereda nyeri dan demam (analgesik-antipiretik)


Obat paling aman dalam kategori ini adalah parasetamol. Ibu
hamil sebaiknya menghindari ibuprofen, kecuali atas resep

309
http://bukuobat.blogspot.com

dokter. Pemakaian reguler ibuprofen bisa mempengarui


pertumbuhan pembuluh darah bayi dan mungkin bisa
menyebabkan hipertensi di paru-paru bayi.
Begitu pula asetosal (aspirin). Ibu hamil sebaiknya
menghindari obat ini, kecuali atas resep dokter. Asetosal bisa
meningkatkan risiko perdarahan pada ibu bersalin jika
diminum menjelang bersalin.

2. Obat alergi/antihistamin
Menurut Mayo Clinic, antihistamin pilihan pertama buat ibu
hamil adalah loratadin. Namun, menurut FDA, antihistamin
pilihan pertama adalah klorfeniramin maleat (CTM) dan
difenhidramin. Sebelum memilih, sebaiknya tanyakan kepada
dokter atau apoteker.
Sekalipun dikelompokkan aman, obat-obat ini hanya boleh
dikonsumsi dalam jangka pendek. Tidak boleh sampai
berhari-hari. Bagaimanapun, janin adalah makhluk hidup
yang bisa merasakan efek samping antihistamin seperti CTM
atau difenhidramin.
Dan, sekali lagi, sebisa mungkin hindari obat yang
diminum. Jika kita mengalami alergi akibat sesuatu yang
bersentuhan dengan kulit, sebaiknya kita berusaha
mengobatinya dengan obat-obat yang digunakan secara lokal
(topikal) alias dioleskan atau ditaburkan di kulit. Misalnya,

310
http://bukuobat.blogspot.com

sebelum memutuskan minum CTM atau difenhidramin, lebih


baik mencoba bedak obat kulit lebih dulu.

3. Obat mual
Obat ini paling sering ditanyakan ibu hamil. Sesuai aturan
pertama, sebisa mungkin usahakan melawan mual-muntah
dengan cara non-obat. Misalnya:
 Makan dan minum sedikit-sedikit tapi sering.
 Hindari pemicunya, misalnya bau-bauan, kondisi stres,
kecapekan, dan sejenisnya.
 Istirahat yang cukup.
 Pijat, terutama pijat oleh suami.
 Jika perlu, manfaatkan jahe. Obat tradisional ini
tergolong aman. Pemakaiannya bisa dengan cara direbus
lalu diminum air rebusannya atau dimemarkan lalu
dikulum dan disesap pelan-pelan.

Jika memang sangat diperlukan, obat seperti


difenhidramin bisa menjadi pilihan untuk pemakaian sesekali.
Ini golongan antihistamin yang juga berkhasiat antimual. Jika
ibu hamil terus-terusan mengalami mual dan muntah,
sebaiknya konsultasikan ke dokter. Bagaimanapun, janin

311
http://bukuobat.blogspot.com

adalah makhluk individu yang bisa merasakan efek samping


difenhidramin.

4. Obat sembelit
Susah buang air besar (BAB) juga merupakan salah satu
masalah yang lazim dialami ibu hamil. Sembelit terjadi
karena terjadinya perubahan hormonal di dalam tubuh ibu,
juga karena tekanan dari kandungan terhadap usus besar.
Sembelit bisa juga disebabkan oleh pil zat besi dosis tinggi.
Sesuai aturan pertama, sebisa mungkin atasi sembelit
dengan cara-cara non-obat. Perbanyak konsumsi air dan serat
(sayur dan buah-buahan). Minum air hangat di pagi hari.
Usahakan tetap aktif dengan melakukan olahraga ringan,
misalnya jalan kaki, olah napas, yoga, renang, bersepeda
statis, dan olahraga lain yang tidak membahayakan janin.
Aktivitas fisik bisa merangsang usus besar tetap aktif. Jika
penyebabnya adalah karena kebanyakan pil zat besi, hentikan
sementara konsumsinya.
Apabila semua cara sudah dilakukan dan masih saja
sembelit, ibu hamil bisa memilih obat sembelit dari golongan
pelunak dan pelicin (lihat Bab Obat Sembelit). Contoh obat:
laktulosa (misalnya Dulcolactol®, Duphalac®, Lactulax®,
Lantulos®, Laxadilac®, Opilax®, Solac®), natrium lauril

312
http://bukuobat.blogspot.com

sulfat/sulfoasetat, PEG, dan sorbitol (misalnya Microlax®,


Laxarec®).
Sebisa mungkin hindari penggunaan obat yang
mengandung bisakodil kecuali atas resep dokter. Jika memang
kita terpaksa mengonsumsi bisakodil, pilihlah obat yang
dimasukkan ke dalam dubur (supositoria), bukan yang
diminum.
Jika sembelit terus berulang selama kehamilan, sebaiknya
konsultasikan ke dokter. Hindari penggunaan obat sembelit
yang berulang-ulang. Sekalipun relatif aman, jika dikonsumsi
dalam jangka panjang, obat-obat ini tetap bisa menimbulkan
efek samping yang buruk. Sebagai contoh, minyak mineral
seperti parafin cair bisa mengurangi penyerapan vitamin-
vitamin yang diperlukan oleh janin. Begitu pula
penggunanaan laktulosa jangka panjang mungkin bisa
mengganggu keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh.

5. Obat flu dan dekongestan (pelega hidung)


Sesuai aturan pertama, sebisa mungkin hindari penggunaan
obat, terutama obat minum. Jika hidung tersumbat karena flu,
ibu hamil sebaiknya berusaha mengatasi flu dengan cara non-
obat, misalnya minum sup hangat, pijat, spa, beryoga, atau
yang lain. Hidung tersumbat juga bisa diringankan dengan
menghirup uap air hangat.

313
http://bukuobat.blogspot.com

Jika hidung masih saja tersumbat, gunakan tetes hidung


yang berisi air dan garam saja (misalnya Breathy®). Jika tetes
air garam masih belum bisa mengatasinya, ibu hamil bisa
menggunakan obat tetes atau semprot hidung yang berisi
oksimetazolin (seperti Afrin®, Inza Nasal®, Iliadin®), atau
berisi silometazolin (misalnya Otrivin®, Zovrin®).
Obat minum yang berisi fenilpropanolamin (PPA) atau
pseudoefedrin sebaiknya dihindari, kecuali atas resep dokter
dan untuk pemakaian sesekali.

6. Suplemen vitamin dan mineral


Secara umum vitamin dan mineral aman buat ibu hamil.
Beberapa suplemen tertentu bahkan dianjurkan untuk
dikonsumsi ibu hamil, misalnya asam folat dan zat besi.
Kekurangan asam folat bisa menyebabkan bayi lahir dengan
bibir sumbing atau mengalami gangguan di saraf otak dan
saraf tulang belakang. Begitu pula kekurangan zat besi yang
bisa menyebabkan anemia.
Meski begitu, bukan berarti suplemen vitamin dan
mineral bisa diminum sebanyak yang dimaui. Sesuai aturan
pertama, sebisa mungkin hindari penggunaan obat maupun
suplemen. Kebutuhan vitamin dan mineral sebaiknya
dicukupi dari makanan, seperti buah, sayur, daging, susu,
kacang-kacangan, biji-bijian, dan sebangsanya.

314
http://bukuobat.blogspot.com

Asam folat bisa didapatkan dari sayur-sayuran yang


berwarna hijau tua seperti bayam dan brokoli, dan kacang-
kacangan. Zat besi banyak terdapat di dalam daging merah,
daging ayam, dan ikan.
Jika terpaksa menggunakan suplemen, sebisa mungkin
hindari suplemen vitamin atau mineral dosis tinggi. Ukuran
dosis bisa dilihat dari keterangan persentase terhadap angka
kecukupan gizi di kemasannya. Dalam dosis wajar, vitamin
dan mineral aman buat ibu hamil. Namun, dalam dosis
kelewat tinggi (megadosis) vitamin dan mineral yang
terakumulasi di tubuh ibu justru bisa berbahaya bagi janin.
Sebagai contoh, overdosis vitamin A di trimester pertama
mungkin justru bisa meningkatkan risiko bayi lahir dengan
abnormalitas di wajah dan sarafnya.

7. Obat batuk
Sesuai aturan pertama, sebisa mungkin hindari penggunaan
obat. Hindari faktor-faktor yang bisa mencetuskan batuk.
Sebelum minum obat, redakan batuk dengan cara non-obat,
misalnya minum air hangat, minum wedang jahe hangat,
menyesap jahe yang dimemarkan, atau minum obat
tradisional seperti perasan jeruk nipis dengan madu atau
kecap.

315
http://bukuobat.blogspot.com

Batuk yang wajar sebetulnya tak perlu dilawan dengan


obat karena batuk adalah refleks alami untuk mengeluarkan
sesuatu dari saluran napas. Tak perlu khawatir. Refleks batuk
yang wajar tidak akan mengganggu kesehatan janin.
Sebisa mungkin hindari penggunaan ekspektoran alias
pengencer dahak guaifenesin (gliseril guaiakolat). FDA
mengelompokkan obat ini ke dalam kategori C. Ini kategori
untuk obat yang belum diketahui keamanannya. Mungkin
aman buat janin, mungkin pula tidak. Begitu pula obat batuk
golongan antitusif (untuk batuk kering). FDA pun
mengelompokkannya ke dalam kategori C.
Bagi orang yang tidak hamil, obat ini tergolong obat
bebas. Tapi bagi ibu hamil, penggunaannya harus sangat hati-
hati, dan hanya boleh dalam tempo singkat. Apabila batuk
berlangsung dalam jangka lama, hindari penggunaan obat
terus-menerus. Konsultasikan ke dokter.
Untuk panduan lebih detail, silakan cek langsung di
http://www.aafp.org/afp/2003/0615/p2517.html.

8. Obat mag
FDA menggolongkan obat-obat antasid yang berisi kombinasi
aluminium hidrosida dan magnesium hidroksida ke dalam
kategori B, alias boleh digunakan. Simetikon (komponen obat
mag yang berfungsi mengikat gas di lambung) digolongkan ke

316
http://bukuobat.blogspot.com

dalam kategori C. Tapi karena obat ini tidak diserap, maka


FDA menganggapnya sebagai obat yang aman (generally
regarded as safe, GRAS).
Jadi, obat mag yang berisi dua atau tiga komponen di
atas termasuk kategori aman. Contoh merek dagang yang
beredar di Indonesia: Promag®, Mylanta®, Maalox®,
Antasida DOEN, Madrox®, Polycrol®, Polysilane®, dsb.
(Lihat juga Bab Obat Mag.)
Obat mag golongan simetidin, ranitidin, dan famotidin
sebaiknya dihindari kecuali atas resep dokter. Ketiga obat ini
biasanya digunakan untuk sakit mag yang agak berat. Dalam
pengelompokan FDA, ketiga obat ini termasuk kategori B.
Boleh digunakan tapi harus sangat hati-hati, terutama di
trimester pertama, karena obat-obatan ini bisa masuk ke
peredaran darah janin lewat plasenta.

9. Obat perut kembung


Jika perut kembung disebabkan oleh sakit mag, obat-obat mag
di atas bisa digunakan. Jika perut kembung disebabkan oleh
kurangnya enzim cerna, obat-obat dari golongan enzim cerna
seperti amilase, protease, lipase, pankreatin bisa digunakan.
Contoh merek dagang: Enzyplex®, Enzymfort®, Vitazym®,
Librozym®, Pankreoflat®.

317
http://bukuobat.blogspot.com

Sebaiknya hindari obat kembung yang mengandung


bromelain dan papain. Bromelain adalah enzim yang juga
banyak terdapat di dalam buah nanas, yang berfungsi
membantu pencernaan protein. Sementara papain adalah
enzim dari getah pepaya muda yang juga berkhasiat
membantu pencernaan protein. Beberapa merek dagang obat
kembung berisi enzim ini.

10. Obat diare


Sesuai aturan pertama, usahakan sebisa mungkin untuk tidak
menggunakan obat. Diare sendiri merupakan refleks tubuh
untuk membuang sesuatu yang dianggap berbahaya dari
saluran cerna. Sesuatu yang berbahaya itu bisa kuman (virus,
bakteri, protozoa), toksin (racun), makanan yang mengiritasi
(seperti cabai), atau komponen makanan yang tidak bisa
dicerna.
Sebagian diare bisa berhenti dengan sendirinya tanpa
diberi obat. Pada dasarnya diarenya sendiri tidak berbahaya.
Yang berbahaya adalah dehidrasinya, alias kekurangan
cairan. Itu sebabnya, “obat” pertama yang harus diminum
adalah oralit. (Lihat juga Bab Obat Diare)
Jika diperlukan, pilihlah obat diare yang tidak diserap,
misalnya karbon aktif, kaolin, attapulgit, dan pektin. Obat-

318
http://bukuobat.blogspot.com

obat ini aman buat ibu hamil karena tidak diserap ke


peredaran darah.
Karbon aktif bekerja dengan cara menyerap (meng-
adsorbsi) toksin penyebab diare di usus. Contoh merek dagang
karbon aktif: Norit®, Bekarbon®. Sekalipun obat jadul,
karbon aktif tetap merupakan obat pilihan dalam diare,
terutama dalam urusan keamanan. Ditelan sepuluh butir pun
aman.
Kaolin bekerja dengan cara menyerap toksin penyebab
diare. Attapulgit bekerja dengan cara melapisi permukaan
usus sehingga tidak berkontak langsung dengan bahan
penyebab diare. Sementara pektin bekerja dengan cara
memadatkan tinja. Meski relatif aman, pektin tetap bisa
menimbulkan efek samping, misalnya sembelit karena tinja
menjadi terlalu padat.
Contoh merek dagang yang berisi kombinasi kaolin dan
pektin: Kaopectate®, Neo Kaolana®, Guanistrep®, Kaotin®,
Kanina®, Kaolimec®, Omegdiar®. Contoh merek dagang
yang berisi attapulgit saja atau attapulgit plus pektin: Neo
Entrostop®, New Diatabs®, Diagit®, Molagit®, Kaotate®,
Biodiar®.
Jika penyebab diare adalah infeksi atau sesuatu yang tak
bisa diadsorpsi (diserap), obat-obat di atas biasanya kurang
efektif, bahkan bisa menyebabkan risiko sembelit akibat

319
http://bukuobat.blogspot.com

pektin. Bila diare berlanjut atau malah menjadi sembelit,


sebaiknya ibu hamil pergi ke dokter. Hindari penggunaan obat
diare yang berisi loperamid, kecuali atas resep dokter.

Obat-obat di atas (nomor 1–10) tergolong obat yang bisa


didapatkan di apotek tanpa resep dokter. Dari golongan obat
resep, ada beberapa jenis obat yang sebaiknya diketahui oleh orang
awam demi alasan kemananan.

11. Kortikosteroid
Pada orang yang tidak hamil saja, obat keras ini bisa
menimbulkan efek buruk, apalagi pada ibu hamil. (Lihat
Bab Obat Alergi, juga Bab Kortikosteroid).
Minum kortikosteroid (seperti deksametason, prednison,
prednisolon, dan sejenisnya) secara reguler pada ibu hamil
berisiko membuat bayi lahir prematur, lahir dengan berat
badan rendah, atau berbibir sumbing. Ini hanya contoh
betapa ibu hamil harus ekstra hati-hati dalam minum obat.
Seperti dijelaskan di Bab Kortikosteorid, obat ini banyak
digunakan untuk berbagai penyakit, mulai dari asma, alergi,
rematik, hingga sakit kulit. Jika si ibu menyandang peyakit
kronis yang mengharuskannya minum kortikosteroid secara
reguler, misalnya sakit asma, ia harus memberi tahu
dokternya bahwa ia hamil.

320
http://bukuobat.blogspot.com

Selama masa kehamilan, si ibu harus tetap menggunakan


obat asma. Jika tidak dikendalikan, asma mungkin bisa
menyebabkan gangguan pertumbuhan janin. Dengan
memberi tahu dokter sedini mungkin, dokter akan bisa
memilihkan obat asma yang risikonya paling kecil terhadap
ibu dan janin.

12. Antibiotik
Ini kelompok obat yang sangat diperlukan dan sangat
banyak digunakan secara bebas (tapi salah) tanpa resep
dokter. Selain risiko resistensi dan kuman menjadi kebal,
penggunaan antibiotik pada ibu hamil harus mendapat
perhatian khusus karena mungkin bisa mengganggu
pertumbuhan janin.
Infeksi-infeksi tertentu memang membutuhkan antibiotik.
Misalnya, infeksi saluran kemih. Jika dibiarkan saja dan
tidak diobati, infeksi ini mungkin bisa menyebabkan bayi
lahir prematur. Dan karena antibiotik adalah obat resep, ibu
hamil sebaiknya menyerahkan urusan ini kepada dokter,
tidak melakukan pengobatan sendiri. Dokter bisa
menimbang manfaat dan risiko obat sehingga bisa memilih
obat yang tepat.
Berikut ini beberapa contoh antibiotik dan risiko yang
mungkin timbul pada ibu hamil.

321
http://bukuobat.blogspot.com

a. Tetrasiklin
Antibiotik ini di pasaran hampir seperti obat bebas padahal
sebetulnya adalah obat resep. Contoh merek yang sangat
terkenal adalah Super Tetra®. Antibiotik ini bisa berikatan
dengan kalsium. Jika diminum pada kehamilan trimester
kedua hingga masa menyusui, antibiotik ini bisa
mengganggu pertumbuhan cikal bakal gigi dan tulang.
Sekalipun gigi bayi belum keluar saat di berada di dalam
kandungan, sebetulnya proses awal pembentukan cikal
bakal gigi sudah dimulai. Efek yang sama juga akan terjadi
jika ibu hamil atau ibu menyusui minum oksitetrasiklin,
doksisiklin, dan minosiklin.

b. Kotrimoksasol
Ini juga termasuk antibiotik yang banyak digunakan secara
bebas tapi salah. Berupa kombinasi dua antibiotik, yakni
trimetoprim dan sulfametoksazol, obat ini biasa
diindikasikan untuk infeksi saluran kemih.
Menurut Organization of Teratology Information
Specialist (OTIS), kotrimoksazol bisa menurunkan kadar
asam folat pada ibu hamil. Padahal asam folat adalah
vitamin penting yang diperlukan untuk mencegah bayi
lahir dengan kelainan saraf atau bibir sumbing. Jika

322
http://bukuobat.blogspot.com

diminum di trimester akhir, obat ini mungkin bisa


menyebabkan bayi lahir dengan sakit kuning.

c. Streptomisin, tobramisin, gentamisin, neomisin, dsj.


Pada ibu hamil, konsumsi obat-obat ini mungkin bisa
mengganggu pertumbuhan ginjal dan organ pendengaran
janin.

d. Siprofloksasin, ofloksasin, levofloksasin, dan obat-obat


segolongan yang biasanya berakhiran “-floksasin”. Di
masyarakat kita, siprofloksasin banyak digunakan secara
bebas, hampir seperti amoksisilin dan ampisilin. Sebagian
referensi memasukkan obat ini termasuk kategori kurang
aman karena bisa menyebabkan gangguan sendi pada bayi.

13. Obat darah tinggi (hipertensi)


Ini juga kelompok obat resep yang sering digunakan secara
bebas (dan mungkin salah) tanpa resep dokter. Biasanya
pasien pernah ke dokter, mendapat obat resep, dan merasa
cocok. Setelah obat itu habis, ia memutuskan membeli
sendiri tanpa konsultasi lagi ke dokter.
Dalam kondisi tidak hamil saja, tindakan seperti ini
mungkin berisiko, apalagi dalam kondisi hamil. Jika ibu
hamil mengalami hipertensi, aliran darah ke plasenta dan

323
http://bukuobat.blogspot.com

janin menjadi berkurang. Akibatnya, janin akan kekurangan


oksigen dan nutrisi-nutrisi penting yang diperlukan untuk
perkembangannya. Karena alasan inilah, hipertensi pada ibu
hamil harus dikontrol dengan obat. Obat yang aman,
tentunya.
Sebagian obat hipertensi aman buat ibu hamil. Sebagian
lainnya berisiko menyebabkan bayi lahir dengan kelainan.
Obat hipertensi yang berisiko selama masa kehamilan
antara lain obat-obat yang berakhiran “-pril” (seperti
kaptopril, enalapril, lisinopril, ramipril, dan kawan-
kawan) serta obat-obat yang berakhiran “-sartan” (misalnya
losartan, valsartan, irbesartan, kandesartan, dan kawan-
kawan).
Penyandang hipertensi harus segera memberi tahu
dokter sedini mungkin begitu ia tahu dirinya hamil.
Sebaiknya jangan memutuskan sendiri minum terus obat
hipertensi yang biasanya diminum. Mungkin dokter perlu
mengganti obat itu dengan yang lebih aman.
Penjelasan dan contoh-contoh obat di atas mungkin
sudah tergolong terlalu rumit dan detail buat orang awam.
Pada batas ini, kita mungkin bisa menetapkan posisi kita:
ada hal-hal yang perlu kita ketahui, ada hal-hal yang tak
perlu kita ketahui. Untuk hal-hal yang tidak kita ketahui,

324
http://bukuobat.blogspot.com

mari kita percayakan saja urusan itu kepada dokter yang


tepercaya.

Jamu buat Ibu Hamil

Di masyarakat kita, praktik minum jamu selama kehamilan


sudah menjadi budaya di sebagian kalangan. Keamanannya
memang masih diperdebatkan. Jika kita menggunakan ukuran
kedokteran modern, dengan referensi dari FDA dan lembaga-
lembaga ilmiah serupa, praktik minum jamu dikategorikan tidak
aman. Alasannya, tidak banyak penelitian ilmiah yang melaporkan
keamanannya. Selain itu, yang natural tidak selalu aman. Toh
wanita bisa hamil sehat cukup dengan makan bergizi seimbang
dan pola hidup sehat. Ini cara pandang kedokteran modern.
Sebaliknya, buat kalangan pencinta obat tradisional, jamu
bukan hanya tak apa-apa diminum, tapi bahkan disarankan. Ini
sudah wilayah kepercayaan.
Kalau memang ibu hamil mengonsumsi jamu, sebaiknya
pastikan bahwa jamu itu dibuat sendiri, dengan bahan-bahan
yang biasa dikonsumsi, yang formulanya sudah biasa digunakan
secara turun-temurun dan secara empiris terbukti aman.

325
http://bukuobat.blogspot.com

Di situs www.mims.com, kita bisa memeriksa tingkat


keamananan sebuah obat bagi ibu hamil, berdasarkan kategorisasi
yang dibuat oleh FDA. Caranya, di kolom pencarian, masukkan
nama obat (dalam ejaan bahasa Inggris), lalu lihat hasilnya di
bagian “Pregnancy Category (US FDA)”.
Untuk bahan bacaan lebih lanjut, silakan cek di situs-situs
yang tepercaya. Beberapa di antaranya:
 http://www.tg.org.au/etg_demo/tgc/plg/breastfeeding_p.htm
 http://www.otispregnancy.org/otis-fact-sheets-s13037
 http://safefetus.com
 http://www.aafp.org/afp/2003/0615/p2517.html

326
http://bukuobat.blogspot.com

27

OBAT BUAT
IBU MENYUSUI

Setelah melahirkan, seorang ibu sangat dianjurkan—hampir


diwajibkan—untuk sebisa mungkin memberikan ASI kepada buah
hatinya, terutama ASI eksklusif selama enam bulan pertama. Jika
si ibu sehat-sehat saja tentu tak ada masalah. Bagaimana jika ia
sakit dan harus minum obat?
Sebagian besar obat yang diminum ibu menyusui bisa
masuk ke dalam ASI. Ada yang kadarnya besar, ada pula yang
kadarnya kecil. Sebagian di antaranya tidak berbahaya, sebagian
lainnya mungkin berisiko buruk bagi bayi.

327
http://bukuobat.blogspot.com

Contoh, antibiotik golongan kotrimoksazol bisa


menyebabkan bayi kuning. Obat golongan estrogen bisa
menyebabkan penurunan produksi ASI. Estrogen biasanya
terdapat di dalam pil KB (kontrasepsi oral) atau obat hipertensi
golongan diuretik tiazida.
Sebagian besar obat golongan antihistamin bisa
menyebabkan bayi mengantuk atau rewel. Antihistamin biasanya
terdapat di dalam obat alergi, obat flu-pilek, atau obat batuk. Ini
hanya beberapa contoh bahwa apa yang diminum si ibu bisa
menimbulkan efek merugikan buat si bayi.
Karena alasan kesehatan bayi itulah, selama menyusui, si
ibu dianjurkan sebisa mungkin untuk tidak minum obat. Caranya,
tentu saja dengan menjaga kesehatan secara ketat. Jika makanan
tertentu biasanya menyebabkan batuk atau radang tenggorok,
maka si ibu sebisa mungkin harus menghindarinya. Demi cinta
kepada buah hati, menghindari makanan tertentu selama
menyusui tentu bukan perkara besar.
Biasanya aktivitas menyusui dan merawat bayi membuat ibu
kecapekan dan mungkin menyebabkan daya tahan tubuhnya
turun. Jika si ibu kurang istirahat, ia bisa memberi ASI sambil
tiduran. Untuk mengganti cairan ASI yang keluar, si ibu sebaiknya
minum cairan setiap kali habis menyusui.

328
http://bukuobat.blogspot.com

Pilih Obat Tunggal


Jika si ibu sudah berusaha keras menjaga kesehatan tapi tetap
sakit, ia disarankan untuk sebisa mungkin mengobati sakitnya
dengan cara non-farmakologis (tanpa minum obat). Kalaupun
terpaksa minum obat, pilihlah obat tunggal yang memang aman
untuk ibu menyusui.
Hindari obat-obatan yang kandungannya berupa kombinasi
bermacam-macam zat aktif. Obat seperti ini misalnya banyak kita
jumpai di obat flu dan obat batuk yang banyak dijual bebas.
Sebagai contoh, obat-obat flu dan batuk mungkin saja berisi
campuran parasetamol, dekstrometorfan, fenilpropanolamin
atau pseudoefedrin, CTM, dan gliseril guaiakolat (GG).
Sebagian isi obat ini sangat mungkin tidak diperlukan si ibu. Lihat
Bab Obat Flu-Pilek.
Komposisi obat secara mudah bisa kita baca di kemasan
atau brosurnya. Makin banyak kandungan obat yang diminum si
ibu, makin besar risiko si bayi mengalami efek buruknya. Jika si
ibu memerlukan obat penurun demam atau pereda nyeri dan sakit
kepala, ia bisa minum obat yang isinya parasetamol tunggal.
Bukan yang dicampur dengan beberapa jenis obat lain. Jika kita
tidak tahu merek dagang obat yang isinya tunggal, kita bisa
bertanya di apotek. Sekali lagi, prinsipnya, batasi hanya minum
obat yang memang diperlukan saja.

329
http://bukuobat.blogspot.com

Informasi kemananan suatu obat buat ibu menyusui


biasanya tercantum di dalam brosur yang ada di kemasan obat.
Kadang, informasi hanya menyebutkan keamanan pada ibu hamil.
Pada umumnya, obat yang tidak aman buat ibu hamil juga tidak
aman buat ibu menyusui.
Perlu tidaknya ibu menyusui minum obat harus selalu
didasarkan pada pertimbangan rasio antara risiko dan manfaat.
Harus ditimbang, seberapa besar risiko buat bayi dan seberapa
besar manfaat buat si ibu. Ini patokan umum dalam ilmu
kedokteran. Si ibu diperbolehkan minum obat hanya jika memang
risiko buat si bayi bisa lebih kecil daripada manfaatnya.

Pilih yang Efek Sampingnya Paling Kecil


Sebagian besar obat-obatan yang aman buat ibu hamil biasanya
aman juga buat ibu menyusui. Sebetulnya, daftar obat yang aman
buat bumil (ibu hamil) tidak sama persis dengan daftar obat yang
aman buat busui (ibu menyusui). Pada busui, penggunaan obat
sedikit berbeda. Sebagai contoh, obat penurun demam dan pereda
nyeri ibuprofen. Di masa kehamilan, obat ini tidak dianjurkan
dipakai. Tapi di masa menyusui, obat ini boleh diminum.
Tapi demi alasan kemudahan dan keamanan, kita bisa
menggunakan patokan sederhana: obat yang tidak aman selama

330
http://bukuobat.blogspot.com

kehamilan sebaiknya tetap dihindari selama masa menyusui,


kecuali atas resep dokter.
Jika memang sangat diperlukan, busui boleh menggunakan
obat-obat yang termasuk kategori aman buat bumil. Selama
minum obat, si ibu sebaiknya terus memantau perubahan yang
terjadi pada bayi atau produksi ASI. Contoh kategori obat:

1. Antihistamin (obat alergi)


Jika busui minum obat flu-pilek atau obat batuk yang
mengandung golongan antihistamin, seperti CTM,
difenhidramin, prometazin sebaiknya ia terus memantau
kemungkinan timbulnya efek kantuk atau rewel pada bayi.

2. Dekongestan (pelega hidung)


Obat ini biasanya terdapat di dalam obat flu-pilek.
Dekongestan yang diminum sebetulnya tidak dianjurkan buat
ibu menyusui karena obat ini bisa masuk ke dalam ASI,
menyebabkan jantung bayi berdebar-debar dan sulit tidur.
Yang lebih dianjurkan adalah obat tetes atau semprot hidung.
Kalaupun terpaksa minum, sebaiknya hanya dalam jangka
pendek, jangan lebih dari dua hari.
Jika si ibu terpaksa minum obat flu-pilek yang berisi
fenilpropanolamin (PPA) atau pseudoefedrin, sebaiknya ia

331
http://bukuobat.blogspot.com

mengamati kemungkinan rewel pada bayi atau turunnya


produksi ASI.

3. Kafein
Obat ini kadang terdapat di dalam obat sakit kepala atau
migrain, fungsinya untuk melancarkan peredaran darah ke
kepala. Jika si ibu minum obat yang mengandung kafein,
sebaiknya ia juga memantau kemungkinan rewel pada
bayinya.

4. Pil KB dan obat hormon


Obat-obat hormonal terdapat di dalam pil kontrasepsi (pil KB)
atau obat-obat resep untuk gangguan siklus menstruasi. Obat
yang mengandung levonorgestrel, medroksiprogesteron, dan
noretisteron tergolong aman buat ibu menyusui.
Sementara obat yang berisi etinilestradiol bisa menurunkan
produksi ASI. Contoh merek dagang pil KB yang
mengandung etinilestradiol: Microgynon®, Diane®,
Yasmin®, Mercilon®, Microdiol®, Cyclogynon®. Jika busui
harus minum obat berisi etinilestradiol, ia harus terus
memantau produksi ASI.
Apabila si ibu memutuskan untuk ber-KB saat masih
menyusui, ia bisa menggunakan pil KB hormon tunggal.
Contoh merek dagang, lihat di Bab Pil KB.

332
http://bukuobat.blogspot.com

5. Obat pelancar ASI


Di pasaran, tersedia beberapa merek obat tradisional yang
diklaim bisa meningkatkan produksi ASI. Biasanya obat-obat
ini berisi eksrak bahan herbal, misalnya daun katuk.
Sesuai aturan pertama, sebisa mungkin hindari
penggunanan obat maupun suplemen. Ini bukan sekadar
terkait dengan alasan keamanan, tapi juga alasan kelengkapan
gizi. Kebutuhan gizi sebaiknya dicukupi dari makanan dan
minuman sehari-hari: buah, sayur, kacang-kacangan, biji-
bijian, ikan, susu, daging, telur, dll.
Daripada minum pil berisi ekstrak daun katuk, akan lebih
baik kalau busui makan sayur katuk. Dengan makan sayur, ia
bisa memperoleh serat, vitamin, mineral, dan zat-zat gizi lain
dalam komposisi yang lebih komplet dan seimbang.
Jika masalah produksi ASI bisa diatasi dengan suplemen, itu
berarti sebetulnya masalah tersebut bisa diatasi dengan
makanan. Pada umumnya penyebab kurangnya produksi ASI
adalah masalah-masalah yang tidak bisa diatasi hanya dengan
minum suplemen. Misalnya:
 Ibu tidak langsung menyusui anaknya begitu lahir. Inisiasi
menyusu dini (IMD) dan gerakan mengisap di puting adalah
cara ampuh merangsang produksi ASI.

333
http://bukuobat.blogspot.com

 Jarang menyusui. Produksi ASI sebanding dengan


kebutuhan. Makin sering ibu menyusui, makin banyak
produksi ASI. Sebaliknya, makin jarang si ibu menyusui,
makin sedikit produksi ASI-nya.
 Penggunaan susu formula atau dot. Keduanya bisa
membuat bayi tidak suka menyusu ke ibunya sehingga
permintaan ASI pun turun. Padahal, produksi ASI
sebanding dengan permintaannya.
 Kondisi psikologis ibu. Ibu yang yakin dan tenang pada
umumnya lebih mampu menyusui anaknya daripada ibu
yang cemas dan tidak yakin. Dukungan suami dan keluarga
sangat berperan penting dalam hal ini.
 Kondisi kesehatan secara umum. Itu sebabnya penting sekali
bagi bumil dan busui untuk makan dengan gizi seimbang
dan cukup istirahat. Beberapa penyakit tertentu bisa
menurunkan produksi ASI seperti hipotiroidisme atau
gangguan hormonal. Untuk mengatasi penyebab terakhir
ini, konsultasikan ke dokter.

Jika obat yang diminum membuat produksi ASI turun


sampai tidak mencukupi kebutuhan bayi, sebaiknya obat
dihentikan dulu. Hubungi dokter, mungkin obat perlu diganti
dengan yang lebih aman. Pada masa menyusui, ASI harus

334
http://bukuobat.blogspot.com

mendapat prioritas utama. Jangan sampai hanya perkara pilek,


lalu si ibu tidak menyusui bayinya.
Untuk bahan bacaan lebih lanjut, silakan berkunjung ke
situs-situs yang tepercaya seperti berikut ini:

 http://www.tg.org.au/etg_demo/tgc/plg/breastfeeding_p.htm
 http://www.otispregnancy.org/otis-fact-sheets-s13037
 www.medsafe.govt.nz/profs/puarticles/lactation.htm#Primary
 http://www.scribd.com/doc/34045101/Drugs-and-Human-Lactation
 http://womenshealth.gov/publications/our-publications/breastfeeding-
guide/BreastfeedingGuide-General-English.pdf

335
http://bukuobat.blogspot.com

28

OBAT PADA
BAYI DAN ANAK

Dalam hal konsumsi obat, kita sering menganggap bahwa


anak-anak adalah miniatur orang dewasa. Kita berpikir, obat yang
aman buat orang dewasa, logikanya, tentu aman buat anak-anak
jika dosisnya disesuaikan dengan umurnya.
Jelas, ini anggapan yang tidak betul. Dalam hal keamanan
obat, anak-anak bukanlah miniatur orang dewasa. Obat yang
aman buat orang dewasa belum tentu aman buat bayi dan anak-
anak walaupun dosisnya sudah disesuaikan dengan umurnya.
Pada anak-anak, organ-organ tubuhnya masih dalam masa
perkembangan, termasuk ginjal dan lever (hati) yang berfungsi

336
http://bukuobat.blogspot.com

sebagai penyaring dan penetral obat. Organ tubuh mereka masih


rentan terhadap materi asing seperti obat. Karena alasan inilah
obat-obatan harus diberikan secara sangat hati-hati kepada anak-
anak, terutama di bawah usia dua tahun.
Faktanya, anak adalah kelompok umur yang paling sering
mengonsumsi (lebih tepatnya, dicekoki) obat-obat yang sebetulnya
tidak ia perlukan. Ini terjadi di mana-mana, tidak hanya di
Indonesia.
Dari sekian banyak jenis gangguan kesehatan yang membuat
bayi dan anak-anak dibawa ke dokter adalah demam, flu-pilek,
batuk, diare, dan radang tenggorok. Sebagian besar penyakit itu
termasuk kategori self-limiting disease, penyakit yang bisa sembuh
sendiri tanpa diobati secara khusus. Penyebabnya yang paling
umum adalah virus. Dan sampai hari ini, belum ditemukan obat
yang bisa membasmi virus-virus tersebut.
Memang, ada sebagian penyakit langganan ini yang
disebabkan oleh bakteri yang bisa dibasmi dengan antibiotik,
misalnya sebagian diare dan sebagian radang tenggorok. Tapi
secara umum persentasenya tidak besar.
Celakanya, semua penyakit di atas diperlakukan sama. Semua
dianggap infeksi bakteri. Dan tiap kali anak-anak ini dibawa ke
dokter, hampir bisa dipastikan mereka akan pulang membawa
obat berisi antibiotik di samping obat ini-itu lainnya.

337
http://bukuobat.blogspot.com

Padahal, makin sering seorang anak minum antibiotik yang


tidak diperlukan, makin rentan daya tahan tubuhnya. Kenapa
begitu? Karena antibiotik akan membasmi bakteri normal
(nonpatogen) di saluran cerna. Padahal bakteri-bakteri ini
berfungsi membantu produksi vitamin dan mendesak
pertumbuhan bakteri jahat (patogen).
Lalu apa yang bisa dilakukan oleh orangtua agar anak tidak
sering sakit dan tidak terlalu banyak minum obat?
Pertama-tama, tindakan pencegahan. Salah satu bentuk
pencegahan yang paling murah dan paling baik adalah pemberian
ASI. Berbagai penelitian menunjukkan, anak yang mendapat ASI
lebih sehat daripada anak yang tidak. Banyak orangtua tidak
menyusui bayinya karena alasan ini dan itu. Padahal sebetulnya
ibu yang benar-benar punya halangan menyusui itu amat sedikit
jumlahnya.
Sebagian besar masalah menyusui bisa diatasi. Wanita karier
yang supersibuk pun tetap bisa memberi ASI buat bayinya. Untuk
mengetahui trik-trik mengatasi berbagai masalah menyusui, kita
bisa bergabung dengan komunitas ASI seperti Asosiasi Ibu
Menyusui Indonesia (http://aimi-asi.org/).
Jika tindakan pencegahan sudah dilakukan dan anak masih
sakit, pedoman pertama: jangan mudah panik. Banyak orangtua
yang, karena tak begitu mengerti masalah kesehatan, mudah panik
dan gopoh ketika anaknya sakit. Saat membawa anaknya ke

338
http://bukuobat.blogspot.com

dokter, mereka biasanya cenderung menuntut dokter untuk


“memberi anaknya obat apa saja yang penting ia sembuh”.
Tuntutan inilah yang kemudian memaksa dokter untuk
meresepkan “obat sapu jagat” yang berisi bermacam-macam obat,
mulai dari penurun panas, penekan batuk, pengencer dahak,
antihistamin, pelega hidung, dan... tak lupa antibiotik. Para dokter
tentu sudah paham dengan prinsip pengobatan rasional dan
polifarmasi, tapi memberi penjelasan kepada orangtua yang panik
dan gopoh tentu lebih menghabiskan waktu daripada menulis
resep.
Dalam kondisi seperti ini, pasien bisa memberdayakan diri
dengan cara banyak belajar tentang kesehatan dasar anak. Untuk
urusan ini, kita bisa belajar dari sesama orangtua di komunitas
Milis Sehat (http://milissehat.web.id/). Selain itu, kita juga bisa belajar
perawatan kesehatan anak di situs Ikatan Dokter Anak Indonesia
di www.idai.or.id. Sayangnya, situs ini sering tidak bisa diakses.
Agar kesehatan anak bisa dipantau dengan baik, orangtua
sebaiknya punya buku diary catatan kesehatan anak. Mirip rekam
medis milik rumah sakit, tapi yang dibuat sendiri oleh orangtua.
Di buku itu orangtua bisa mencatat apa yang dimakan oleh anak,
apa saja gejala sakit yang dialami, berapa lama gejalanya, berapa
derajat demamnya, telah berkunjung ke dokter siapa, diberi obat
apa saja, berapa miligram dosisnya, diminum berapa kali sehari,
dan seterusnya.

339
http://bukuobat.blogspot.com

Tiap kali berkunjung ke dokter, orangtua bisa menunjukkan


buku catatan ini sehingga bisa menghemat waktu di ruang dokter.
Cara seperti ini juga akan membuat dokter lebih terbantu karena
dia akan lebih mudah mendiagnosis kondisi si anak.
Dalam banyak kondisi sakit, anak-anak sebetulnya sering kali
tidak memerlukan obat. Mungkin ia hanya perlu ASI lebih
banyak, minum lebih banyak, dan istirahat lebih banyak.
Sebelum berpikir tentang obat, orangtua sebaiknya mencoba
lebih dulu cara non-obat. Contoh, untuk membantu mengencerkan
dahak, orangtua bisa mencoba memberi uap air panas. Caranya,
taruh satu ember air panas di dalam kamar lalu tutup pintu kamar.
Biarkan uap hangat memenuhi ruangan dan dihirup oleh anak.
(Lihat Bab Obat Batuk.)
Kalaupun anak membutuhkan obat, sebisa mungkin usahakan
memilih obat yang risikonya paling kecil. Misalnya, untuk
mengatasi hidung tersumbat, daripada menggunakan dekongestan
(pelega hidung) yang diminum, lebih aman menggunakan
dekongestan dalam bentuk obat tetes hidung. Kalau sumbatan
hidung hanya disebabkan oleh ingus yang kental, si anak mungkin
tak perlu obat yang berisi dekongestan, tapi cukup tetes hidung
yang berisi larutan garam steril. Lihat Bab PPA dan Obat Pelega
Hidung.
Kalaupun tidak bisa menghindari obat, usahakan
menggunakan obat yang aman. Misalnya, untuk kondisi demam,

340
http://bukuobat.blogspot.com

sebagai pilihan pertama setelah kompres, sebaiknya orangtua


menggunakan parsetamol lebih dulu daripada langsung
memberikan ibuprofen. Jika parasetamol tidak mempan, barulah
boleh dicoba ibuprofen, dengan syarat tidak ada kecurigaan
demam berdarah.
Ketika menggunakan obat, pastikan dosisnya tepat. Sebagai
contoh, obat sirup parasetamol. Pada umumnya, sirup obat di
Indonesia menggunakan tanda volume 2,5 ml dan 5 ml.
Kandungan parasetamol biasanya sekitar 120 mg tiap 5 ml sirup.
Jika anak mestinya minum 2,5 tapi kita beri 5 ml, artinya ia
harus menenggak kelebihan parasetamol 60 mg. Pada anak-anak
dan bayi, perbedaan miligram yang kecil bisa berakibat overdosis
yang membahayakan.
Begitu pula dengan obat yang diberikan dalam bentuk tetes.
Pada obat tetes, kandungan obat biasanya dibuat lebih pekat
daripada sirup. Konsentrasi pada umumnya 100 mg parasetamol
tiap ml. Jadi, jika volumenya meleset 0,2 ml saja, si bayi harus
menenggak kelebihan obat 20 mg.
Kalau memang kita harus menggunakan obat bebas, pilihlah
obat bebas dengan kandungan yang memang diperlukan. Hindari
produk sapu jagat yang berisi banyak sekali obat. Bagaimanapun,
industri farmasi juga punya sisi bisnis—sebagaimana apotek,
rumah sakit, klinik, dan dokter praktik. Sebagain pabrik membuat
obat sapu jagat supaya lebih laris. Satu produk diisi bermacam-

341
http://bukuobat.blogspot.com

macam obat, kadang sampai lima macam. Tujuannya, kalau obat


pertama tidak bekerja, obat kedua, ketiga, dan seterusnya masih
bisa bekerja. Tak peduli efek sampingnya.
Pencampuran berbagai obat ini banyak terjadi di produk obat
batuk dan flu-pilek. Satu produk bisa mengandung golongan
analgesik-antipiretik (antinyeri dan penurun demam), antitusif
(penekan batuk), ekspektoran (pengencer dahak), antihistamin
(antialergi), dekongestan (pelega hidung), dan mungkin masih ada
lainnya.

Mengatasi Flu-Pilek-Batuk pada Anak


Obat-obat flu-pilek dan batuk sebetulnya adalah obat yang
diperuntukkan buat orang dewasa. Karena itu produk ini harus
digunakan secara sangat hati-hati pada anak-anak. Bahkan,
menurut standar FDA, obat-obat ini sebetulnya tidak boleh
digunakan secara bebas pada anak di bawah dua tahun kecuali
atas resep dokter.
Lagi-lagi pertimbangannya adalah alasan keamanan. Saat
minum obat batuk, sangat mungkin si anak mengalami efek buruk
tapi tidak kelihatan oleh orangtuanya, misalnya jantung berdebar-
debar atau bermimpi buruk.
Sama seperti demam, batuk pun sebetulnya memiliki
manfaat pertahanan tubuh, yaitu mengeluarkan benda asing dari

342
http://bukuobat.blogspot.com

saluran napas atas. Benda asing itu mungkin kuman, debu, dahak,
atau alergen. Kalau refleks batuk ditekan, justru manfaat batuk ini
akan hilang.
Lalu apa yang bisa dilakukan orangtua kalau bayinya
mengalami flu-pilek dan batuk?

 Beri ASI atau minuman hangat lain lebih sering dari biasanya.
 Jika ingusnya mengental dan menyumbat hidung, tetesi
dengan obat tetes hidung yang berisi larutan garam supaya
ingus tersebut lebih lembap dan encer. Saat ingus encer,
keluarkan dengan cara memencet hidung bayi secara lembut
menggunakan tisu.
 Jika batuknya berdahak dan mengganggu, encerkan dahak di
hidung dan tenggoroknya dengan cara membiarkan bayi
menghirup uap air hangat. Caranya, saat bayi tidur, letakkan
ember berisi air panas lalu tutup kamar dan biarkan uap kamar
memenuhi ruangan.
 Sebagian orang menambahkan beberapa tetes minyak kayu
putih atau minyak telon ke dalam air panas untuk
menciptakan efek terapi aroma. Juga memijat bayi dengan
balsem khusus bayi. Ini cara tradisional yang secara empiris
banyak dipraktikkan di Indonesia sekalipun mungkin tidak
banyak kita temui di referensi-referensi kedokteran.

343
http://bukuobat.blogspot.com

Boleh saja cara ini diterapkan asal hati-hati, jangan sampai


keliru menggunakan balsem untuk orang dewasa karena kulit
dan saluran napas bayi masih sangat rentan. Salah satu merek
balsem bayi yang sangat populer adalah Transpulmin BB®.
Jika kurang teliti, orangtua bisa keliru dengan balsem
Transpulmin® (tanpa “BB”) yang khusus untuk orang dewasa.
 Jauhkan bayi dari kemungkinan penyebab pilek dan batuk,
seperti kipas angin, asap rokok, dan debu.
 Saat bayi tidur, atur posisi tidurnya miring dan beri bantal
yang agak tinggi supaya ingusnya tidak mengganggu
pernapasan.
 Jika batuknya sampai membuat bayi sulit bernapas dan sulit
tidur, bawa bayi ke dokter.

344
http://bukuobat.blogspot.com

29

OBAT TRADISIONAL

Obat tradisional, khususnya obat herbal, hingga sekarang


masih sering menjadi bahan perdebatan yang tak kunjung habis.
Para pengobat tradisional mendewa-dewakannya. Tapi kalangan
medis sering menganggapnya tidak ilmiah dan belum punya cukup
bukti!
Perdebatan kedua pihak ini selalu muncul tiap kali hadir
primadona baru obat tradisional seperti buah mahkota dewa, buah
pace, virgin coconut oil, buah merah, sarang semut, dan sebagainya.
Para herbalis biasanya mengangkat pamor tanaman
primadonanya dengan testimoni para pemakai yang berhasil
sembuh.

345
http://bukuobat.blogspot.com

Bagi mereka, pengalaman itu adalah bukti kemujaraban


tanaman tersebut. Tapi kalangan dokter selalu bilang bahwa
testimoni-testimoni itu belum bisa dijadikan sebagai bukti.
Bagi kebanyakan orang awam, perselisihan kedua kubu ini
mungkin membingungkan. Tapi jika kita bisa memahami logika
ilmu kedokteran modern, kita akan mafhum. Ilmu kedokteran
modern ditegakkan di atas data-data penelitian ilmiah. Dan
penelitian ilmiah baru bisa dianggap sah jika telah memenuhi
metodologi ilmiah dan kaidah-kaidah statistik.
Bukan berarti pengalaman-pengalaman para pemakai itu
hanya dianggap bualan atau omong kosong belaka. Namanya saja
cerita. Kita boleh percaya, boleh juga tidak. Masalahnya,
kesembuhan beberapa orang belum bisa mewakili populasi karena
belum memenuhi kaidah statistik. Itu sebabnya pengakuan
beberapa orang belum dianggap sebagai “bukti” dalam pandangan
ahli medis.
Seperti halnya obat modern, obat tradisional sebetulnya juga
racun yang punya manfaat. Jika digunakan secara tepat, ia bisa
menyembuhkan banyak macam penyakit, termasuk penyakit yang
sulit ditangani oleh obat modern sekalipun. Tapi jika
pemakaiannya salah, bisa saja penyakitnya malah tambah parah.
Tak sedikit obat tradisional yang sudah terbukti aman dan
ampuh—walau baru secara empiris. Banyak penderita hipertensi,
diabetes, bahkan kanker mengalami “perbaikan klinis” setelah

346
http://bukuobat.blogspot.com

minum obat tradisional. Kenapa istilahnya perbaikan klinis, bukan


sembuh? Banyak orang mengaku sembuh setelah minum obat
tradisional tapi sebetulnya mungkin saja itu bukan sembuh
melainkan hanya membaik.
Seperti kita tahu, pemakaian obat tradisional biasanya
menyebar secara getok tular lewat cerita-cerita pengakuan orang.
Kadang kita tak bisa membedakan, apakah cerita itu nyata atau
hanya cerita karangan yang digunakan untuk marketing.
Testimoni-testimoni kesembuhan ini kebanyakan masih perlu
dicek kebenarannya. Misalnya apakah kesembuhannya permanen
ataukah hanya efek perbaikan sementara.
Meski begitu, banyaknya pengalaman orang yang
mengalami perbaikan klinis setidaknya memberikan gambaran
bahwa obat tradisional berpotensi menyembuhkan penyakit-
penyakit yang hingga kini masih sukar disembuhkan.
Sejarah obat modern pun sebetulnya tidak bisa dilepaskan
dari obat tradisional. Banyak obat modern yang awalnya adalah
obat tradisional herbal. Kita bisa menyebut contoh efedrin,
asetosal (aspirin), vinkristin, vinblastin, digitalis, artemisin, morfin,
kodein, dan masih banyak lagi. Semua nama ini merupakan
contoh senyawa tunggal yang masuk kategori obat modern.
Obat-obat pelega hidung (dekongestan) yang banyak
digunakan sekarang pada umumnya adalah turunan dari efedrin.

347
http://bukuobat.blogspot.com

Efedrin sendiri awalnya—sekarang tidak lagi—diisolasi dari


Efedra, marga tanaman yang banyak digunakan dalam
pengobatan tradisional Cina.
Salisilat, inti asetosal (obat antidemam yang juga digunakan
untuk mencegah serangan jantung atau stroke) pada awalnya juga
obat tradisional yang diperoleh dari kulit kayu marga tanaman
Salix. Vinkristin dan vinblastin (dua senyawa yang banyak
digunakan untuk kemoterapi kanker) diisolasi dari tapak dara,
Catharanthus roseus, tanaman yang biasa dijadikan penghias
pekarangan rumah.
Digitalis (obat jantung) berasal dari Digitalis purpurea,
tanaman yang banyak tumbuh di Eropa. Artemisin (obat
antimalaria) berasal dari Artemisia annua, tanaman yang banyak
tumbuh di Cina.
Morfin, obat penekan sistem saraf pusat yang sering
disalahgunakan itu, berasal dari tanaman opium (Papaver
somniverum). Belajar dari struktur kimia morfin, para ilmuwan
kemudian mengembangkan kodein dan dekstrometorfan yang
biasa dipakai sebagai obat batuk. (Jadi, sebetulnya obat batuk yang
biasa kita minum itu masih bersaudara dengan morfin.)
Kolcisin, yang biasa dirsepkan untuk pertolongan pertama
serangan asam urat, adalah senyawa yang berasal dari tanaman
Colchicum autumnale, tumbuhan asal Inggris.

348
http://bukuobat.blogspot.com

Semua contoh ini membuktikan bahwa tanaman obat punya


potensi menghasilkan senyawa tunggal untuk obat modern. Jadi,
kalau kita meremehkan obat tradisional dengan alasan “tidak
ilmiah”, itu seperti melupakan sejarah obat modern.
Secara ilmiah, obat tradisional memang masih belum bisa
dibandingkan langsung dengan obat modern. Obat tradisional
biasanya baru memiliki data penelitian yang amat sedikit.
Sebagian bahkan mungkin sama sekali tak punya data penelitian
ilmiah.
Pemakaiannya di masyarakat hanya didasarkan pada
pengakuan orang, mungkin pengalaman tetangga, kawan, atau
cerita Pak Karto yang tertulis di majalah. Banyak di antaranya
bahkan kelihatan terang benderang sebagai strategi jualan.
Ini berbeda dengan obat modern. Obat modern sudah
memiliki cukup banyak data penelitian ilmiah. Khasiatnya bukan
hanya didasarkan pengalaman Pak Karto, tapi berdasarkan
pengamatan yang sistematis terhadap ribuan pasien.
Dosis kerjanya sudah diketahui dengan pasti sampai tingkat
miligram bahkan mikrogram. Efek samping (side effect) dan efek
buruknya (adverse reaction) juga sudah diketahui dengan jelas.
Karena itu, dokter pun tidak ragu meresepkannya.
Dalam urusan obat tradisional, ada beberapa “pasal” yang
bisa dijadikan sebagai pedoman gampang agar kita bisa
memperoleh manfaat dengan sekecil mungkin mudarat.

349
http://bukuobat.blogspot.com

Salah satu aturan

Pasal ke-1: umum pengobatan: untuk


Utamakan metode terapi penyakit-penyakit serius
yang sudah terbukti aman yang bisa ditangani secara
dan efektif.
medis, sebaiknya utamakan
penyembuhan cara medis.
Kalaupun mau mengombinasikan dengan obat tradisional, silakan
saja. Tak ada larangan asalkan, sekali lagi, dikomunikasikan
kepada dokter.
Contoh gampang adalah kanker. Penyakit ini hingga
sekarang masih menjadi momok yang amat ditakuti. Tak jarang
masyarakat awam beranggapan bahwa penyakit ini mustahil
disembuhkan oleh dokter. Padahal kenyataannya penyakit ini bisa
disembuhkan secara medis asalkan masih dalam stadium dini,
maksimal stadium dua.
Biasanya, dalam stadium satu atau maksimal dua, penyakit
ini masih bisa disembuhkan secara medis dengan terapi standar
meliputi operasi, radiasi, dan kemoterapi. Sembuhnya tuntas,
bukan hanya sembuh sebentar lalu kambuh lagi. Jaminan ini lebih
pasti daripada jaminan obat tradisional.
Banyak pasien yang—karena pandangan keliru, bukan
karena tak punya biaya—tidak mau pergi ke dokter dan hanya
mengonsumsi obat tradisional. Padahal kesembuhan dengan obat

350
http://bukuobat.blogspot.com

tradisional bisa saja bersifat sementara. Selagi pasien merasa sehat,


bisa saja stadium kankernya terus meningkat. Ketika pasien
merasa sakitnya kambuh lagi, mungkin saja kankernya sudah
stadium empat. Artinya, pada saat itu dokter mungkin “hanya bisa
berikhtiar dan selebihnya adalah kehendak Tuhan”.
Hal ini tentu tidak akan terjadi kalau pasien pergi ke dokter
ketika kankernya masih stadium dini. Sambil menjalani terapi
medis itu, pasien tetap boleh mengonsumsi obat tradisional. Justru
dengan cara ini, obat tradisional dan obat modern akan
komplementer, saling melengkapi.
Contoh lain adalah konsumsi obat tradisional yang diklaim
berasal dari ekstrak cacing untuk obat tifus (demam tifoid).
Biasanya dokter tidak mengizinkan pasien minum obat ini. Tapi
banyak pasien yang mengonsumsinya karena merasa obat dari
dokter tidak manjur.
Soal manjur atau tidak manjur barangkali bisa
diperdebatkan. Tapi satu yang jelas, penyakit tifus disebabkan oleh
bakteri. Dalam ilmu kedokteran, sudah ada metode standar terapi
yang jelas aman dan efektif, yaitu pemberian antibiotik, tirah
baring (istirahat total atau bed rest), dan diet yang mudah dicerna
dan rendah serat-kasar. Dalam trilogi terapi ini, pemilihan
antibiotik merupakan tahap yang sangat menentukan.
Kalau obat dokter tidak manjur, mungkin saja itu
disebabkan oleh pemilihan antibiotik yang kurang tepat karena

351
http://bukuobat.blogspot.com

bakterinya sudah kebal. Asalkan diagnosis dan pemilihan


antibiotiknya tepat, penyakit tifus dijamin akan sembuh apabila
disertai dengan tirah baring dan pola makan yang tepat.
Jadi, dari sudut pandang ini, sebetulnya pasien tidak
memerlukan ekstrak cacing. Akan tetapi, kalaupun pasien
akhirnya memutuskan untuk minum ekstrak cacing (itu memang
hak setiap orang), sebaiknya ia terus memantau efek obat itu
terhadap kesehatannya.
Selama ini ekstrak cacing diduga membantu penyembuhan
karena kandungan asam aminonya. Namun, dugaan ini masih
belum bisa menjawab pertanyaan berikutnya. Kalau sekadar
kandungan asam amino, ekstrak protein hewani seperti daging-
dagingan dan seafood pun kaya asam amino dan harusnya bisa
menggantikan ekstrak cacing.
Sekali lagi, ini tidak berarti bahwa logika asam amino
ekstrak cacing itu hanya strategi jualan tukang obat. Mungkin saja
memang ekstrak cacing mengandung senyawa—entah apa
namanya dan entah bagaimana struktur kimianya—yang jelas bisa
membantu penyembuhan tifus.
Kemungkinan itu bisa jadi ada, tapi kita tak pernah tahu.
Wallahua’lam. Sementara dalam ilmu medis, dokter hanya akan
meresepkan obat yang memang benar-benar diketahui cara

352
http://bukuobat.blogspot.com

kerjanya. Ilmu kedokteran modern tak mau berurusan dengan hal-


hal yang wallahua’lam.
Contoh lain yang mirip adalah konsumsi obat cina untuk
mempercepat penyembuhan luka operasi, khususnya operasi sesar.
Dalam ilmu medis, sebetulnya luka sesar dijamin akan sembuh
sendiri walaupun tidak diterapi khusus dengan obat-obatan,
asalkan luka itu dijaga tetap bersih dan kering. Kalaupun perlu
obat, biasanya cukup antibiotik, antinyeri, dan vitamin. Bahkan,
jika pasien bisa menjaga betul kebersihan diri dan lingkungan, dia
mungkin malah tidak perlu antibiotik.
Dengan metode terapi ini, di hari keempat atau kelima
pascaoperasi, pasien biasanya sudah bisa pulang. Jadi,
berdasarkan protap ini sebetulnya pasien sesar tak perlu minum
obat cina. Tapi kalau ternyata pasien tetap bersikukuh minum obat
cina (itu memang haknya), sebaiknya ia terus memantau
kesehatannya dan kesehatan bayinya. Sebab, sangat mungkin obat
yang belum diketahui persis senyawa kandungannya itu masuk ke
dalam kelenjar ASI.

353
http://bukuobat.blogspot.com

Selama ini obat


tradisional diyakini tidak
Pasal ke-2:
Pilih yang bahannya punya efek samping yang
aman. buruk. Atau, kalaupun ada,
efek buruk ini boleh
diabaikan. Pandangan seperti
ini tidak sepenuhnya benar. Bagaimanapun, obat tradisional tetap
berisi bahan kimia yang asing bagi tubuh dan karena itu punya
efek samping atau bahkan efek buruk. Karena itu, penggunaannya
pun tetap harus sangat hati-hati.
Oleh karena masalah keamanan obat tradisional sebagian
besar masih wallahua’alam, kita sebaiknya membatasi
pemakaiannya pada obat-obat yang memang sudah digunakan
secara luas dan terbukti aman secara empiris. Contoh, obat-obat
tradisional berbahan dasar bumbu dapur seperti kunyit, jahe,
bawang putih, jeruk nipis, kencur, kayumanis, dan sejenisnya
biasanya aman dalam dosis wajar karena bahan-bahan ini sudah
biasa kita konsumsi.
Contoh lain, penggunaan daun atau ekstrak daun jambu biji
untuk diare. Secara tradisional, rebusan daun jambu biji sudah
biasa digunakan untuk mengatasi diare. Dalam bentuk yang lebih
modern, ekstrak daun jambu biji juga banyak digunakan di dalam
produk obat-obat diare yang dijual bebas. Di dalam usus, ekstrak
daun jambu biji diduga mengatasi diare dengan dua mekanisme.

354
http://bukuobat.blogspot.com

Selain punya khasiat antibakteri, ekstrak daun ini juga bisa


membuat feses lebih padat dan mengurangi gerakan usus.
Sekalipun mekanisme kerjanya masih sebatas dugaan, sejauh ini
ekstrak daun jambu biji dalam dosis itu terbukti aman dan ampuh.
Contoh lain, konsumsi jus jambu pada pasien demam
berdarah dengue (DBD). Kebiasaan ini harus kita lihat dalam
konteks yang proporsional. Berdasarkan pasal ke-1, sebetulnya
tanpa konsumsi jus jambu pun demam berdarah akan sembuh
dengan sendirinya asalkan pasien tidak terlambat mendapat
pertolongan medis.
Namun, dalam praktiknya, banyak pasien atau keluarga
pasien yang merasa kurang afdol sebelum minum jus jambu.
Bagaimanapun, minum obat tradisional adalah hak pasien. Dalam
konteks ini, kita bisa menggunakan pasal ke-2 sebagai pedoman.
Meski sudah ada metode terapi yang standar, konsumsi jus
jambu boleh saja dilakukan karena konsumsi jus jambu tidak
berbahaya. Tapi harus dicatat bahwa fungsinya bukan sebagai
terapi substitutif (menggantikan metode standar yang diberikan
oleh dokter), melainkan terapi komplementer (melengkapi). Toh
pasien memang dianjurkan untuk banyak minum. Apalagi buah
jambu juga banyak mengandung vitamin dan mineral yang
penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Secara sederhana, tingkat keamanan obat tradisional bisa
diketahui dari banyak tidaknya bahan tradisional itu dikonsumsi

355
http://bukuobat.blogspot.com

oleh masyarakat. Buah jambu sudah jelas biasa kita makan. Daun
jambu dalam dosis obat diare juga sudah biasa dikonsumsi. Obat
lain seperti sari kurma, angkak, atau air kelapa juga sudah biasa
kita konsumsi. Artinya, bahan-bahan ini tergolong aman jika
dikonsumsi secara wajar walaupun khasiatnya sebagai obat DBD
masih diragukan atau belum pasti. Yang penting aman dulu,
khasiatnya belakangan.
Dalam pengobatan, ada sebuah fenomena unik yang dikenal
sebagai “efek plasebo”. Pasien mengalami perbaikan klinis
walapun ia hanya diberi plasebo (pil yang isinya cuma tepung).
Secara ilmiah, tepung jelas tak bisa mengobati penyakit. Tapi
kenapa kondisi pasien bisa membaik? Jawabannya masih
wallahua’lam. Tapi, diduga, pasien mengalami perbaikan klinis
lewat efek psikis karena ia merasa yakin telah minum obat. Para
ahli jiwa memang menyatakan bahwa pikiran bisa sangat
berpengaruh terhadap kondisi fisik.

Pedoman ini terutama


Pasal ke-3: penting jika obat tradisional
Pantau terus efek yang yang akan kita minum bukan
terjadi.
termasuk bahan yang biasa kita
konsumsi sehari-hari. Contoh,
sambiloto, buah mahkota dewa, brotowali, buah merah, dan
sebangsanya.

356
http://bukuobat.blogspot.com

Sekali lagi, obat tradisional mungkin saja punya efek yang


merugikan. Contoh, obat herbal untuk hipertensi atau diabetes.
Dalam dosis besar, obat-obat ini bisa menyebabkan hipotensi
parah (tekanan darah kelewat rendah) atau hipoglikemia berat
(kadar gula darah kelewat rendah).
Overdosis ini sangat mungkin terjadi karena dalam
pengobatan tradisional tidak ada standar dosis yang bisa dijadikan
pedoman semua orang. Berapa gram rimpang atau berapa lembar
daun yang harus dikonsumsi? Karena tak ada standar dosis inilah
sebaiknya kita menggunakan obat tradisional secara bertahap dari
dosis yang kecil dulu, sambil memantau perubahan yang terjadi,
misalnya perubahan tekanan darah atau kadar gula darah.
Kalaupun dosis perlu ditambah, peningkatannya bisa dilakukan
secara bertahap sampai menghasilkan perubahan yang diinginkan.
Karena alasan ini pula, obat-obat herbal antidiabetes atau
antihipertensi sebaiknya tidak digabungkan dengan obat dari
dokter. Atau, kalau mau digabungkan, pasien harus minta dokter
menyesuaikan dosis obat resepnya. Jika keduanya langsung
dipakai begitu saja bersama-sama, sangat mungkin pasien
mengalami hipotensi atau hipoglikemia.
Ini baru soal obat hipertensi dan diabetes, belum obat-obat
herbal lainnya. Mungkin saja di masyarakat sebetulnya ada
banyak pemakai obat tradisional yang mengalami efek buruk tapi
laporan mereka tidak terdokumentasikan dengan baik. Ini

357
http://bukuobat.blogspot.com

memang kelemahan obat tradisional. Efek buruk ini sulit


diramalkan karena hingga sekarang mekanisme kerja obat
tradisional di dalam tubuh masih wallahua’lam.
Cerita penemuan vinkristin dan vinblastin dari ekstrak tapak
dara mungkin bisa menjadi bukti jelas bahwa obat tradisional pun
bisa berbahaya. Awalnya tanaman ini diduga memiliki efek
antidiabetes. Para peneliti kemudian menguji efek ekstrak tanaman
ini sebagai obat antidiabetes.
Namun, ternyata para peneliti itu menemukan fakta lain
yang mengejutkan. Ekstrak tapak dara ternyata bisa menurunkan
jumlah sel darah putih dan mengganggu fungsi sumsum tulang
belakang.
Efek buruk yang tak disangka-sangka ini kemudian
membuat para ilmuwan berubah pikiran. Mereka tak lagi meneliti
efek antidiabetesnya, tapi efeknya sebagai obat leukemia (kanker
darah putih). Belakangan terbukti bahwa zat-zat fitokimia di
dalam tapak dara memang bisa digunakan untuk kemoterapi
leukemia.
Bagi orang yang menderita leukemia (sel darah putihnya
terlalu ganas), efek penurunan sel darah putih ini justru
menguntungkan. Tapi bagi orang sehat yang tidak menderita
leukemia, efek penurunan sel darah putih dan gangguan sumsum
tulang belakang bisa sangat membahayakan. Ini adalah contoh

358
http://bukuobat.blogspot.com

bahwa pemakaian obat tradisional bisa saja menimbulkan efek


buruk yang sangat mungkin tidak kita sadari.
Dalam hal obat tradisional, selama ini kita lebih banyak
menerima informasi khasiatnya daripada efek buruknya. Lihat
saja, selama ini kita lebih banyak tahu khasiat buah mahkota dewa
dan buah merah untuk penyakit ini dan itu, dibandingkan dengan
kemungkinan efek sampingnya. Padahal dalam ilmu farmasi,
informasi tentang keamanan mestinya dipastikan lebih dulu
sebelum informasi tentang khasiatnya. First, do no harm.
Keamanan obat tradisional juga sangat ditentukan oleh
kondisi pemakai. Misalnya, jamu cabe puyang secara empiris
terbukti aman dikonsumsi, termasuk oleh ibu hamil di masa awal
kehamilan. Namun jika jamu ini diminum oleh wanita hamil di
bulan-bulan terakhir kehamilan, jamu ini dianggap berbahaya
karena justru bisa menghambat kontraksi rahim dan mempersulit
persalinan.

Untuk mencegah

Pasal ke-4: terjadinya risiko buruk obat


Komunikasikan ke herbal, sebaiknya pasien selalu
dokter. berkomunikasi dengan dokter
bila hendak mengonsumsinya,

359
http://bukuobat.blogspot.com

terutama jika ia juga harus minum obat dokter. Sebab, obat-obat


tradisional tertentu punya efek sinergis dengan obat dokter.
Kehati-hatian terutama sangat diperlukan oleh ibu hamil.
Pasalnya, obat tradisional belum memiliki data penelitian
bahayanya terhadap janin. Begitu pula pada pasien yang hendak
menjalani operasi. Menjelang operasi, sebaiknya semua
pemakaian obat tradisional dihentikan. Banyak obat tradisional
terbukti punya efek samping mempersulit pembekuan darah. Jika
konsumsi tidak disetop, dikhawatirkan akan menyebabkan
perdarahan saat operasi.
Ibu hamil yang hendak melahirkan, baik secara normal
maupun sesar, sebaiknya juga hanya minum obat tradisional kalau
mendapat persetujuan dokter. Di masyarakat kita, sebagian wanita
hamil minum rumput patimah ketika hendak bersalin. Tumbuhan
ini sering dipakai sebagai jamu untuk memperlancar persalinan.
Rumput ini memang diketahui mengandung bahan fitokimia (fito:
tumbuhan) yang mirip obat modern perangsang kontraksi rahim.
Yang menjadi masalah, dosis kandungan fitokimianya tidak
mungkin diukur saat hendak diminum. Tumbuhan ini dipakai
dengan cara akarnya direndam. Air rendaman inilah yang
diminum. Semakin lama perendaman, kadar zat fitokimia yang
terlarut pun semakin pekat. Dosis hari Rabu bisa saja dua kali lipat
dosis hari Senin. Pada obat-obat modern, masalah variasi ini tidak
terjadi. Semua bahan aktifnya jelas. Dosisnya pun terukur.

360
http://bukuobat.blogspot.com

Minum jamu rendaman akar rumput patimah akan


menimbulkan masalah jika pada proses persalinan itu, dokter juga
memberikan obat modern perangsang kontraksi rahim. Efeknya
bisa berlipat ganda. Jika mulut rahim belum terbuka, efek kuat
kontraksi ini bisa berbahaya. Risikonya bisa berupa robeknya jalan
lahir atau perdarahan setelah melahirkan.

Sejauh ini, obat

Pasal ke-5: tradisional memang belum


Gunakan secara mendapat tempat sepadan
rasional. dengan obat modern. Kendala
utamanya adalah biaya
penelitian yang sangat tinggi.
Agar bisa setara dengan obat modern, obat tradisional harus
melewati banyak tahap penelitian dalam waktu yang sangat lama.
Kita ambil contoh kumis kucing. Secara empiris, tanaman
bernama ilmiah Orthosiphon stamineus ini sudah biasa dipakai
kakek nenek kita sebagai obat tekanan darah tinggi. Pada tahap
ini, derajat kumis kucing masih sebagai jamu.
Secara empiris, khasiatnya sudah diakui. Tapi belum ada
bukti ilmiah yang mendukungnya. Masyarakat dipersilakan
memakai, tapi dokter belum sudi meresepkannya. Agar bisa
diresepkan, obat tradisional harus punya data penelitian ilmiah
yang komplet lebih dulu.

361
http://bukuobat.blogspot.com

Supaya punya bukti ilmiah, tanaman ini harus diuji dahulu


efeknya pada binatang coba. Jika terbukti aman dan menunjukkan
efek penurunan tekanan darah, dokter baru akan mengakui
khasiatnya. Tapi pada tahap ini pun dokter masih belum bersedia
meresepkannya.
Kumis kucing baru akan dianggap setara dengan obat
modern jika telah diuji pada manusia, bukan hanya pada binatang
coba. Tahapan inilah yang kita kenal sebagai uji klinis. Setelah
lulus uji klinis, obat ini baru bisa setara dengan obat-obat modern
antihipertensi seperti kaptopril, hidroklorotiazida (HCT), dan
sebangsanya.
Obat tradisional yang sudah melewati uji klinis ini biasa
disebut “fitofarmaka”. Kalau obat tradisional sudah berbaju
fitofarmaka, dokter baru sudi meresepkannya. Obat tradisional
kategori ini sudah layak diresepkan karena memang sudah punya
bukti klinis yang mendukung, bukan sekadar pengakuan Pak
Karto atau Bu Karti.
Di Indonesia sejauh ini baru ada beberapa gelintir produk
fitofarmaka seperti Tensigard® (antihipertensi), X-Gra®
(antidisfungsi seksual pria), Stimuno® (peningkat daya tahan
tubuh), Nodiar® (antidiare), dan Rheumaneer® (antinyeri
rematik). Kita bisa mengetahui status fitofarmaka dari tanda
khusus berupa lingkaran dan logo seperti kristal salju berwarna
hijau di kemasannya.

362
http://bukuobat.blogspot.com

 Hanya berdasarkan pengalaman


 Mutu produk bervariasi
 Bisa manjur, bisa pula tidak
 Belum ada uji klinis

 Setingkat di atas jamu


 Mutu produk lebih seragam
 Khasiat seragam
 Belum ada uji klinis

 Setingkat di atas obat herbal


terstandar
 Mutu produk lebih seragam
 Khasiat seragam
 Sudah ada uji klinis

Sekalipun sebuah obat tradisional sudah masuk kategori


fitofarmaka, mekanisme kerjanya pun sebetulnya masih belum
diketahui secara detail. Ini memang salah satu kekurangan obat
tradisional. Ini berbeda dengan obat-obat modern yang cara
kerjanya diketahui secara sangat detail dan jelas.
Para peneliti belum bisa memastikannya karena kandungan
obat tradisional jauh lebih kompleks daripada obat modern.

363
http://bukuobat.blogspot.com

Sebagai gambaran, dalam sehelai daun kumis kucing terdapat


ratusan macam senyawa fitokimia. Begitu pula di dalam buah
pace, pare, mahkota dewa, buah merah, dan sebagainya. Sebagian
besar senyawa fitokimia ini tidak diketahui strukturnya, apatah
lagi mekanisme kerjanya. Semuanya masih sebatas dugaan-
dugaan.
Kebanyakan penelitian obat tradisional masih dalam tahap
menguji ada tidaknya efek tertentu. Misalnya, apakah memang
benar ekstrak buah mahkota dewa mempunyai efek menurunkan
kadar gula darah. Penelitian-penelitian tersebut belum bisa
menjawab pertanyaan lebih lanjut: senyawa apa yang punya efek
menurunkan kadar gula darah; bagaimana strukturnya; dan
bagaimana mekanisme kerjanya. Semua masih samar-samar.
Jika dokter mengatakan “belum ada buktinya”, itu sama
sekali tidak berarti tanaman tersebut “pasti tidak berkhasiat”. Bisa
saja tanaman tersebut memang berkhasiat. Masalahnya, belum
ada penelitian yang mendukung. Dalam ungkapan para cerdik
cendekia, "Ketiadaan bukti (absence of evidence) tidak sama dengan
bukti ketiadaan (evidence of absence)."
Dari fakta di atas, kita bisa melihat bahwa obat tradisional
mestinya tidak boleh dipandang sebelah mata, juga tidak rasional
didewakan secara membabi buta. Jangan meremehkannya, tapi
jangan terlalu mudah percaya dengan klaim kemanjurannya.

364
http://bukuobat.blogspot.com

Kalaupun sebuah obat herbal berkhasiat, biasanya khasiat


itu baru akan kelihatan setelah pemakaian lama, sebulan atau
bahkan beberapa bulan. Jadi, jangan berharap asam urat langsung
terkendali pada pemakaian dua atau tiga hari. Jangan pula
berharap berat badan turun 5 kg dalam seminggu. Jika efeknya
begitu cespleng, justru kita harus curiga, mungkin saja obat itu
sudah dicampur dengan obat kimia sintetis.
Bagaimanapun, minum obat tradisional adalah hak setiap
pasien. Sekalipun dokter melarang, keputusan akhir tetap berada
di tangan pasien. Jika seseorang sudah memutuskan untuk minum
obat tradisional, sebaiknya ia terus memantau perubahan yang
terjadi pada kesehatannya, baik perubahan yang baik maupun
perubahan yang buruk.
Obat tradisional harus digunakan dengan kritis. Kita tidak
perlu tergesa-gesa menyimpulkan bahwa tanaman anu pasti punya
khasiat anu. Akan tetapi, kita juga tidak boleh terlalu cepat
menghakimi bahwa khasiat tanaman obat hanya mitos belaka.
Semua harus dipandang secara rasional.
Bisa saja suatu saat nanti ilmuwan berhasil mengisolasi obat
antihepatitis dari meniran dan temu lawak; obat antidiabetes dari
ekstrak sambiloto dan brotowali; atau obat kanker dari buah
mahkota dewa.
Kita boleh berharap ‘kan?

365
http://bukuobat.blogspot.com

30

OBAT AWET SEHAT

Kita sudah membahas masalah obat di buku ini dalam


beberapa ratus halaman. Jika kita terlalu berfokus pada obat, bisa
saja kita melupakan satu hal penting yaitu bahwa kita sebetulnya
bisa sehat tanpa minum obat.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin menjumpai
orang-orang tertentu yang gampang sekali jatuh sakit. Sedikit-
sedikit sakit, minum obat, dan pergi ke dokter sampai-sampai
dokter hapal betul dengan namanya. Sebaliknya, ada pula orang
yang sangat kebal terhadap penyakit dan jarang sekali minum
obat. Seolah-olah dia punya mantra pengusir mala.

366
http://bukuobat.blogspot.com

Sebetulnya, faktor apakah yang menyebakan perbedaan itu?


Faktor bawaankah? Ataukah sesuatu yang didapat?
Dalam kondisi sehat, badan kita sebetulnya sudah dilengkap
dengan sistem pertahanan yang melindungi tubuh dari penyakit.
Para dokter menyebutnya dengan sistem imun. Jika Anda
membaca istilah-istilah medis semacam leukosit, limfosit,
antibodi, imunoglobulin, makrofag, dan sebangsanya, itu tak lain
adalah para “tentara” yang melindungi tubuh dari serangan
penyakit.
Secara alami, tubuh kita sebetulnya sudah memiliki sistem
pertahanan yang sempurna. Jika sistem ini bekerja dengan baik,
penyakit tidak akan gampang menyerang.
Setiap hari sebetulnya kita terpapar dengan jutaan kuman
sebab memang bakteri dan virus ada di dalam makanan,
minuman, bahkan udara yang kita hirup. Tapi faktanya kita lantas
menjadi sakit. Jika ada kuman mencoba menginvasi tubuh kita,
para tentara itu akan mencaploknya sehingga kuman itu tidak
sampai menimbulkan penyakit.
Sebaliknya, jika sistem ini mengalami gangguan, maka bisa
dipastikan tubuh kita akan rentan terhadap penyakit. Saat musim
flu tiba, kita gampang ketularan. Mulut gampang mengalami
seriawan. Sedikit-sedikit kena infeksi, batuk, radang tenggorokan,
dan sebagainya.

367
http://bukuobat.blogspot.com

Sistem daya tahan tubuh bekerja dengan cara yang cukup


kompleks. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kinerjanya,
antara lain nutrisi, olahraga, istirahat, stres, dan sebagainya.
Karena itu, untuk menjaga agar imunitas tetap baik, kita harus
mengelola semua faktor itu.

1. Cukup gizi
Dulu kita diajari pedoman 4 Sehat 5 Sempurna. Namun, pedoman
ini sudah secara resmi ditinggalkan dan diganti dengan Pedoman
Gizi Seimbang (PGS)— mungkin banyak dari kita yang belum
mengetahuinya.
Pedoman 4 Sehat 5 Sempurna dulu dibuat oleh Prof.
Poerwo Soedarmo, Bapak Gizi Indonesia, di masa Orde Lama,
ketika sebagian besar orang Indonesia kurang protein. Itu
sebabnya orangtua kita disarankan banyak makan sumber protein
seperti telur, ikan, ayam, sapi, susu, dsb.
Kini kondisi gizi masyarakat Indonesia sudah berubah.
Memang masih banyak lapisan mayarakat kurang gizi. Tapi
lapisan ekonomi menengah ke atas kini menghadapi masalah
sebaliknya. Terlalu banyak gizi dan kurang bergerak. Ini bisa kita
lihat dari makin tingginya angka penyakit diabetes, hipertensi,
tinggi kolesterol, kegemukan, dan sebagainya. Itulah yang menjadi
dasar penyusunan PGS.

368
http://bukuobat.blogspot.com

Ada beberapa perbedaan penting antara PGS dan 4 Sehat 5


Sempurna. Salah satu pedoman utama yang penting ditegaskan:
kita dianjurkan banyak mengonsumsi buah dan sayur, sekitar 3–5
porsi setiap hari.
Dua jenis makanan ini mengandung banyak serat yang akan
menjauhkan kita dari kemungkinan sembelit (susah BAB)
sehingga kita tak perlu berurusan dengan obat-obat pencahar.
Serat juga mengurangi penyerapan lemak dan kolesterol sehingga
bisa menjauhkan kita dari obat pelangsing, obat penurun
kolesterol, obat penurun lemak, dan sebagainya.
Buah dan sayur juga mengandung banyak vitamin, mineral,
dan antioksidan alami yang akan membuat kita tak perlu minum
suplemen multivitamin, mineral, dan sebangsanya. Masih banyak
lagi manfaat buah dan vitamin yang akan terlalu panjang untuk
diulas. Intinya, kedua jenis bahan pangan nabati ini seratus persen
memenuhi kriteria makanan dalam “fatwa” Hippocrates, Bapak
Kedokteran, “Let food be your medicine." Jadikan makanan
sebagai obat.

2. Olahraga teratur
Daya tahan tubuh mencerminkan kondisi kesehatan secara
menyeluruh. Faktor-faktor yang mempengaruhi daya tahan tubuh
bekerja bahu-membahu satu sama lain. Gizi yang baik saja
tidaklah cukup, harus disertai dengan olahraga yang teratur dan

369
http://bukuobat.blogspot.com

terukur. Dua orang yang sama-sama cukup gizi bisa saja punya
daya tahan tubuh yang jauh berbeda.
Olahraga dan aktivitas fisik membuat sistem peredaran
darah menjadi lancar. Dengan begitu, pasokan nutrisi buat sel-sel
tubuh penjaga imunitas pun akan lancar.
Olahraga tidak harus selalu berupa kegiatan yang kita kenal
sebagai sport, yang sampai membuat kita terengah-engah dan
mandi keringat. Jalan cepat selama setengah sampai satu jam yang
dilakukan secara rutin pun bisa menjauhkan kita dari obat-obatan.
Kita mungkin tidak bisa bermain badminton, berenang, atau
bersepeda. Tapi hampir semua orang bisa berjalan cepat. Jadi, tak
ada alasan untuk tidak berolahraga.

3. Hindari stres
Secara langsung maupun tak langsung, stres bisa mengganggu
kemampuan tubuh memproduksi sel-sel imun. Itu artinya,
sekalipun gizi kita tercukupi, bisa saja kita mudah sakit-sakitan
jika kita sering menderita stres.
Saat kita mengalami stres, tubuh memproduksi hormon
kortisol. Hormon inilah yang diduga kuat sebagai biang keladi
yang merusak sistem imun. Yang menarik, struktur kimia hormon
ini mirip dengan kortikosteroid, obat yang punya efek menekan
sistem imun.

370
http://bukuobat.blogspot.com

Tak terhitung banyaknya bukti yang mengaitkan antara stres


psikis dan penyakit fisik. Stres bisa menyebabkan sakit kepala,
mag, sariawan, asma, hipertensi, dan masih banyak lagi. Artinya,
makin pandai kita mengelola stres, makin kecil kemungkinan kita
berurusan dengan obat-obatan.
Bab ini sebetulnya sudah di luar ilmu obat. Stres urusan
psikologi sementara obat-obatan perkara farmakologi. Tapi karena
keduanya tak terpisahkan, maka pengetahuan tentang ilmu
mengelola stres sama pentingnya dengan pengetahuan tentang
obat-obat bebas.

4. Cukup istirahat
Pengaruh kurang istirahat terhadap daya tahan tubuh mirip
dengan pengaruh stres psikis. Saat kita kurang istirahat,
kemampuan tubuh untuk memproduksi sel-sel imun juga akan
terganggu. Itu sebabnya, orang yang kurang tidur biasanya
menjadi mudah sakit, mudah uring-uringan, mudah stres, mudah
sakit kepala, dan sebagainya.
Dalam hal ini, anjuran dokter masih berlaku untuk
kebanyakan orang: tidurlah delapan jam sehari. Sebagian orang
memang bisa tidur kurang dari delapan jam sehari dan tetap sehat.
Tapi ini bukan pembanding untuk orang kebanyakan. Ukuran
tidur yang sehat tidak hanya dihitung berdasarkan kuantitas
(lamanya) tapi juga kualitas (tingkat kenyenyakannya).

371
http://bukuobat.blogspot.com

Ilmu fisiologi, sekali lagi, tak bisa dipisahkan dari ilmu


psikologi. Jika kita selama ini perlu banyak minum obat karena
terlalu memforsir diri dalam bekerja, sudah waktunya kita
menimbang kembali pandangan kita tentang keseimbangan hidup.

5. Gizi ekstra dalam kondisi khusus


Pada saat-saat tertentu, kita sering tidak bisa menghindari kondisi
yang menurunkan daya tahan tubuh. Contoh gampang ketika kita
harus menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk dan tidak bisa
ditunda. Ini tentu akan memaksa tubuh bekerja lebih keras,
istirahat menjadi kurang, stres psikis juga meningkat. Semua ini
adalah faktor yang jelas-jelas menganggu sistem pertahanan tubuh.
Jika kita tidak bisa menghindari kondisi seperti itu, maka
kita harus memberikan perhatian ekstra kepada faktor lain yang
meningkatkan daya tahan tubuh. Asupan gizi harus benar-benar
tercukupi. Makan jangan sampai telat. Konsumsi buah dan sayur
harus lebih banyak dari biasanya. Usahakan hindari berada dekat
dengan sumber penularan penyakit. Jika diperlukan, kita bisa
minum suplemen multivitamin.
Namun, harus dicatat bahwa fungsi suplemen hanya sebagai
bantuan dalam kondisi yang memang dibutuhkan. Misalnya, pada
orang yang bekerja ekstra keras, kurang gizi, lansia, orang yang
baru sembuh dari sakit, dan golongan rentan sakit lainnya. Ketika

372
http://bukuobat.blogspot.com

kita sudah kembali ke kondisi normal, kita sebaiknya mendapat


asupan multivitamin dari makanan sehari-hari.
Dengan mengonsumsi makanan kaya vitamin, kita tidak
hanya mendapatkan multivitamin tapi juga zat-zat lain yang tidak
bisa kita dapatkan dari suplemen multivitamin, misalnya serat dan
antioksidan.

6. Hindari faktor-faktor penekan sistem imun lain


Selain kelima faktor di atas, masih ada hal-hal lain yang bisa
menurunkan kemampun tubuh memproduksi sel-sel imun,
misalnya polusi, merokok, terlalu banyak minum obat, dan
sejenisnya. Semua faktor ini harus dihindari.

Sekali lagi, pengetahuan tentang obat memang penting. Tapi


pengetahuan tentang pola hidup sehat jauh lebih penting. Kita
perlu tahu tentang antasida, analgesik-antipiretik, antihipertensi,
dan sejenisnya. Tapi yang jauh lebih penting itu adalah ilmu-ilmu
dasar agar kita bisa hidup tanpa obat. Dua wilayah ini sekilas
kelihatan tidak berhubungan padahal sebetulnya tak bisa
dipisahkan.

373
http://bukuobat.blogspot.com

31

REFERENSI

KESEHATAN DI INTERNET

Di “perpustakaan WWW” kita bisa menemukan banyak


sekali situs-situs referensi kesehatan yang tepercaya. Sayangnya,
sebagian besar berbahasa Inggris. Kalau kita memasukkan kata
kunci nama penyakit dalam bahasa Inggris di Google, biasanya
sepuluh pertama hasil pencarian didominasi oleh situs-situs
referensi yang kredibel.
Sekalipun begitu, sebagian hasil pencarian mungkin kurang
kredibel. Untuk menghindari ini, kita bisa menggunakan portal
pencarian yang memang didesain khusus untuk mengarahkan kita
ke situs-situs referensi. Salah satu portal yang sangat layak

374
http://bukuobat.blogspot.com

direkomendasikan adalah MedlinePlus. Portal ini dikelola oleh


National Institute of Health, Pemerintah Amerika Serikat.
Jika kita mengetikkan kata kunci di kotak pencarian, maka
kita akan diarahkan ke situs-situs referensi yang kredibilitasnya tak
perlu diragukan lagi, seperti Food & Drug Administration (FDA),
Mayo Clinic, Centers for Disease Control and Prevention (CDC),
Badan Kesehatan Dunia WHO, asosiasi-asosiasi kedokteran, dan
sebagainya.
Selain MedlinePlus, ada pula portal lain yang juga sangat
layak direkomendasikan, yaitu Health on the Net Foundation.
HON adalah organisasi nonprofit yang membantu kita memilah
situs-situs kesehatan yang tepercaya. Portal yang bermarkas di
Swiss ini memiliki fasilitas pencarian seperti Google yang hasilnya
dibatasi hanya situs-situs yang sudah terakreditasi sesuai standar
HON.
Ringkasnya, kita tak akan kesulitan mencari bahan rujukan
dalam bahasa Inggris. Akan tetapi, lain cerita kalau kita
memasukkan kata kunci dalam bahasa Indonesia. Biasanya
sepuluh teratas hasil pencarian didominasi situs nonreferensi. Ini
masih belum seberapa. Banyak di antaranya adalah situs komersial
berbasis search engine optimization (SEO). Ini sisi buruk mesin
pencari yang sulit kita hindari.

375
http://bukuobat.blogspot.com

Google bisa sangat membantu. Tapi mesin algoritma SEO


juga bisa menyesatkan kita. Dalam kondisi ini, kemampuan kita
menyaring informasi menjadi hal yang paling menentukan. Untuk
mengecek tingkat kredibilitas sebuah informasi, sebaiknya kita
melakukan cross check di banyak situs referensi.

376
http://bukuobat.blogspot.com

32

MEDICINE
IS A BIG BUSINESS®

A abajos abaktal abbotic abbutol abdec abdelyn abdiflam abdimox abenon


accolate accupril acendril acenor-m acepress acetate ringers acetensa acevit acidrine
acIfer krim acifar acivit aclam aclasta aclonac acne feldin acnomel acnosil acpulsif
acran actacef actal actal plus actapin act-hib actifed actifed ekspektoran actilyse
actimmune /actimmune actonel actoplatin actos actrapid Inn acuatim acyclovir ad
floured flour adalat aclalat oros adalat retard adant dispo adebion adecco adelisyn
adfer adidryl adikalk adimag adimidon adineuron adineuron plus aditrim aditrim forte
aditusin adona ac- dan forte ad-plex adrekon adrenal adricin adrome adrylan advantan
aerius aeropax aerrane aethylcarbonas chinin eucbinin aficitom aficitrin afiflu afitor
aflucaps afomix afrin afrosic afucid aggravan aggrenox agnu-gyne agrezol agriippal Si
agrylin agulan ailin ajitab akilen akita akne feldin aknemycin akri nor akrofen aktace
akta-vol aktazet aktoralin dry al alanox albalon albalon-a albapure albavita albion
albiotin albothyl albucetine albucid albuminar alburaas albutein albuvit alchlor alco
aldactone aldazide aldiab aldisa sr aldomer alegi alegysal alerdex alerfed alermak
alernitis alerrin alerrin ekspektoran alexonal alfadine obat luka alfanative alfatic alfidon

377
http://bukuobat.blogspot.com

alflarn alganax algesal algut alicron albumin alinamin-f alista alkeran allergen aileron
allerzin allerzin ekspektoran alletrol alletrol compositum allogon allohex allopurinol
hexphartn allopurinol landson allopurinol sampharindo alloris almacon aloclair alofar
alomide alopros alora alostil alovell aloxil alpain alpara alpenaso alpentin alphacort
alphadinc alkohol alphadine alphadryl alphagesic alphahist alphamol alphatrolit
alprocyn amine altetra altidin altofen altran alucol & magnesium trisilikat aludonna
aludonna cl alugel alupent alvit alvita alviz alxil alzim amadiab amaropo plus amaryl
ambeven ambiopl ambiopi ambril ambripen ambroxol amcillin amcor amdixai amerol
amicain amikin aminefron aminofluid aminofusin aminofusin paed aminoleban infusion
aminoleban oral aminophyllinum aminoral aminostril aminostril infant aminostril n hepa
aminovel amiparen amiten amlodipine ammoxillin amobiotic amocaps amocid
amocomb amoksisilin amoropo plus amosine amoxicillin amoxil amoxillin amoxsan
ampi ampicillin ampisilin anabion anabion plus dha anacetine new anacof anadex
anadex anadium anafen anaflu anafranil anakoniclin analconiclin obh analgan
analmidon analpim analsik analspec anaprin anarin anastan anatensol anaton anavit
anbacim anbiolid ancefa ancla andalpha anclantol andep andikap andonex andriol
andrizen androcur androlon anelat anerocid anesject anexate anfix anfuhex angeliq
angioten anhissen anicol anitid anlene anlefle gold anlene plus anlos anmerob anmum
chocolate anmum essential annunn essential anmum infacare unlearn infacare anmum
lacta chocolate anmum materna plain anore anpiride anrema ansi anstrep anstrep
suspensi antalgin berlico antalgin hexpharm antalgin soho antalgin antanorex antasida
doen anthramed antidia anticline antikun antimab antimo antimo anak sachet antion
antiplat antipres antiprestin antithrom antiza antox antrain antrexol antrifine antusin
anusol anusol he anvomer b anzatax apadine apeton apialys apiclra apisate apolar
apolar-n aprovel aptor araclof arava arcalion arcapec arcodryl arcored arcoxia ardium
ardivit-pl aredia argesid aricept arimcd arimidex arisdan arixtra arkavit arkavit c arkine
armacort armolev armovit aromycin arsinal arsitam artane arterol arthrifen plus arthrifen
arthrotec artolium artoyit artricom artrilox artritin artro artro plus artroclal asabium
asam inefenamat asamnex asbron ascardia ascari ascaron ascarzan ascolen ascomin
ascoplex asecrin asedas asendin asering asficap asidrat asifit asiklovir hexpharm
asimat asinol askamex askorbin asmabet asmacel asmadex asmano asmasolon
asmavar asonfen aspar aspar-k aspil aspilets astaflu asters astherin asthin force
astifen anti ha astop asvex atagip atarax ataroc atipoclair ativan atmacid atorsan atp
kalbe atracurium besylate dbl atracurium-hameln atranac atrovent augentonic
augtnentin aurorix auspilic avandamet avandaryl avandia avastin avaxim /avaxim
avelox avidine evil aviter avloclon avodart avogin avopreg axalan axtan aza
azathioprine azep nasal azmacon azol azovir azovir aztrin anvil ban tan bacbutinh
bacbutol bactazon bactesyn bactidol Kictiprox bactirom injeksi hactoderm bactopritn
bactricid bactrim bactrizo bactroban balin q billivit balmikel balsam cap istana balsam
putih cap matahari balsem jahe coin balticin bamgetol banal green halm banal liniment
banan bancar banncioclin bannoxilin bannsipen bannthrocin bantif child baquinor
baquinor tetes mata baraclude barzepin bascing basitrant baspan batrafen batugin

378
http://bukuobat.blogspot.com

baxima baycuten-n bayhep bayrho-d b-beta bd-gard bebelac l/bebelac bebelac


bebelac bebelac complete bebelac fl bececar becefort becloment easyhaler beclov
become becombion drops becombion forte becombion plus syrup becombion syrup
ekstra lisin becom-zet becon zet beconase bedak bayi dan analc bedak minus beclak
yanthi bedak yelcacil befit befozi bekamin bekamin b complex forte bekamin c forte
bekarbon bekombion extra lysine bellacid bellamox bellapheen bellatram benadryl
benadryl cough benadryl dmp benadryl dmp child benczema beniazide benilin
benocetam benodon benotbmin benoson benoson benoson-g benoson-m benoson-n
benoson-v benostan benovit-c benovit-m benosuric benozym benpas bentum
benutrion ve benzolac benzolac cl benzomid lotion bepanthen bepermia- berea herb
vision dispersible berifen beriplast p comb i-set berlicort berlifed berlosid berloson-n
hernesten bernoflox berodual berotec berotec ma berovit-ce berroca performance
berry vision bersol berthyco berzymplex best balm bestab bestalin bestocol beta c-e
beta enerex beta one betablok betaclav betadine sablin cair antiseptik betadine
solution hyangiene betadine vaginal betadine betaferon betaflox betaflu betafort
betagentam betalans betalgin betamin betantol betam-opthal betaneurin betarhin
betaserc betasin betaslim betason betason betason Cr betason-n betiga betnovate
betnovate-n betodermin betopic betoptima betrion betrix bevalex bevita bevitran
bevizil bexce kaplet dan sirup bexce plus bexicom bexicom bexicom fit bexicom-z
bexicom-z bextra biatron bicitron forte bicolax bicrolid bidaxtam bidicef bidiprox
biditin bidium bidryl biferce tab effervescent bifotik big fish bitnabutol bimacold
bimactrim bimacyl bimadex bimagen bimalcus bimapen bimarhindex birnastan
bimatonin bimatra E bimoxyl binapro binoklar binotal binozyt bintamox bintapen bio
atp bio e Ma formula bio tte bioacne biocef biocholes biocombin /biocombin biocort
biocream biocurkem biocurlam biocurliv biodasin bioderm biodiar biodroxil bio-epl
biofem bioferron biofos biofresh plus biogaia biogesic bio-gi bioginko biogrisin biokid
biolastin biolergi biolincom biolysin clragee biolysin kids biolysin sirup biolysin smart
biomag mps bioman biomega biomex biomin-afz biomoist biomom bion bional bionam
bionect bionemi bioneuron bionick bionick bionick drops bionick kalk bionick plus
bionick plus bionutrion biopenam biopensyn bioplacenton tulle bioplan biopradyn
bioprost bioquin bioquinone bioralit bioretin bio-retin biosanbe biosenta biosepton
biostatik bio-strath biostrum biothicol biotriax biovimin biovision biovitan bioxon
bioxyllin biozim biozolin biropyron biscor bistnecon bisolvon bisoprolol bital bitrasone
bleddex bledstop blenamax bleocin bleph- blesifen blirom blopress blopress plus
blorec brut platinum bint/brnt with lactoferin bobotan bodisan bodrex extra bodrex
flu&batuk bodrex flu&batuk berdahak bodrex migra bodrex bodrexin detnam bodrexin
flu&batuk bodrexin pilek alergi bodrexin bonaflu bonallu dm bonapons bonatra
bondronat bonefos bonic ds bonilav bonisol bon-one bonviva borraginol-n borraginol-s
brainact brainolin brainvit hraito original hraito tears bralifex bralifex plus bralin
brasmatic bravoderm bravoderm-n braxidin brenaris brenax brentan brexel bricasma
bricasma ekspektoran bricasma respules broadamox broadced brochifar brocon
brolexan bromifar brommer bromosal bronchicum bronchitin broncholit bronchophen

379
http://bukuobat.blogspot.com

bronchophylin bronchopront bronchosal broncozol brondilat brondilex bronex


bronkipect bronkris bronsolvan brospec broxal bucain budenbofalk bufabat bufabron
bufaca bufacaryl bufacetin krim bufacetin bufacomb cream bufacort-n bufacyn
bufaform hydrocortisone bufagan ekspektoran bufakris bufamoxy bufanest spinal %
bufantacid forte bufaramine bufatetra bufect bufiron bugaret bunascan spinal %
bundavin bupivakain burnazin busco buscopan buscopan plus buspar butamidon
butasal buventol bxta bycolen co-en q ca-c fort caelyx cafenol cafergot cafmosol
calacort calacort caladine calatline foam caladine aha caladryl calamec calapol calarex
calc dan vit calcianta calciclin calcidol b calcifar calcifar plus calcimet calcimex
calcimex vitagold calcimex vitalize calciplex cl calciplus calcirossum calcit calcium d
redoxon calcium lactate calcium sandoz calcium-ad calc-os caldece tab effervescent
caldetri calfasine calfera calinda calix calkomir calmin-af calmlet calmuderm calnat
caloma caloma plus calorex calortusin cabs calosbon calostrum calplex calporosis d
calsan calsical calsium levofolinat ebewe calsium sandoz sirup calsivas caltrax caltron
caltum calvita calvita junior calvitran cameloc camidexon camigesik campto
camviocorthon cancid candipar candistin candizol canedryl skin canergy canesten
canesten sd canesten vt canicol capabiotic capoten capozide caprazol caprenern
caprifim caprocef capsinat capsinat captensin captopril capzacin krim caranal carbidu
carbloxal carboplatin ebewe carboplatin kalbe carbosin cardace cardarone cardial
cardial cardiavit cardicap cardiject cardio aspirin cardiomin cardiover cardisan
cardismo carditen cardivask cardura cargesik cariamyl carlipici canned carmeson
carniplus carnophen carosec carpiaton carsida cartin dan cartin plus cartos cartrilet
carvas casipril casodex cataflam d cataflam catalin catanac catapres catarlent
caverject cavicur clha + prebiatik cavicur emulsion cavicur tab salut cavicl caviplex
caviplex +dha caviplex drops caviplex drops+aa caviplex junior cavital caxon f cazerol
cazetin c-calc cc te em cealb cebavital cebbol ccbex cedantron cedacard ceclocard -
cedociard retard cefabiotic cefacef cefadroxil cefarin cefarox cefat cefaxon cefazol
cefazolin ogb clexa cefilia cefim cefir cefir cefixime hexpharm cefixime ogb dexa
cefizox cefmer ceftnetazon cefnos cefobid cefophar cefor ceforim cefotaxitne cefovell
cefoxal cefradol cefriex cefrin cefrom cefsix cefspan ceftazidime ceftazidime ogb dexa
ceftiz ceftriaxone ceftrox ceftum cefurox cefxon cefzil celcor celcor bd celebex
celebrex celestamine celestik celestoderm-v celestoderm-v with garamycin celestone
cellacort cello hint cellapect cellcept celocicl celocid Ferran celovon condo asthenof
cendo carpine condo efrisel cendo eye lotion cendo flourescein cendo p-h-n cenclo
pop cendo scopola cenciocetatnide cendocetapred cendocycline salep cendocycline
salep mata cendocycline cendoderm cendofenicol saleptnata cendofenicoly
cendofergan cendogentamycin tetes mata cenclogentason tetes mata cc ee dd oo Imy
teat ae rs so n cendomycetine salep cendotnycetine salep cendomycos krim
cendomycos tetes mata cenclomydriatyl cendomyne cendomytocin cenclonadryl
cendoquine cendostatrol cendotropine cendoxitrol cendrid centabio centrasic cepezet
cephaflox capitation cepraz ceptik cequalin ceradolan cerazette cercul cercul
cerebrofort dha cerebrovit ceremax iv cereton cerevas cerif cerini cernevit ceropid

380
http://bukuobat.blogspot.com

cerozon cervarix cervas cetabutol cetadop cetafloxo cetalgin cetalgin-t cetalmic


cetamid cetapyrin cetathiacol cetatrex cetazutn cethixim cetinal cetirizine hexpharm
cetirizine indofarma cetirizine ogb cetop zink cceettiaitc s ii cetrixal cetrotide cetymin
cevadil / cevadil cevita champix chemotrex chenofalk chepamed chil kid platinum chil
kid plus dha chil mil platinum chil mil plus dha chil school chloracol chloramex
chloramfecorth chloramfecort krim chlorbiotic chlorphemin chlorpheniramine
chlorphenon cholbalance cholescor cholespar cholestat cholestra cholesvit cholvastin
chondro pa chopintac cialis cibacen ciclobrain cidaral ciflos cimetidine cinam cindala
gel Cindala cinnipirine cinogenta cinolon cinolon-n cinula cipralex ciprex ciprofloxacin
erela ciprofloxacin ogb dexa ciproxin xr ciproxin cirloid cirrus cisplatin dbl cisplatin
ebewe cisplatin kalbe citicholine citobron citocetin citomol citoneuron citophenicol
citoprim citosiv citostan citotillin citoviplex citovit citral citramaag civell clabat clacef
clacine clacomb clafexirn claforan clambiotic clamega claneksi clapharma clarihis
clarinase claritin clast clatatin clatax clavamox claviton claxy cleniderm cliad charm
climadan climen clinatic clinbercin clinclamycin ogb clexa clindexcin clinex clinica
clinidac clinimix clinium clinjos clinmas clinoma clinovir clinovir do orange sirup
clobesan cloclerm cloflam clofritis clomilene clonaderm clonitia dopes clopisan
clopramel cloracef cloramidina cloramidina cloramidina salep clorilex closol clotik
clovertil cloviderm clovika clozaril co diovan co diovan co en coartem cobazim cocefin
coditam codylax cohistan ekspektoran cohistan colaskin colcetin cold coldiza
coldrexin colergis colfin colidium colinorm coliopan colipred colistine colitic dan colitic
plus collerin cohne colme colme colpica colsancetine comatusin hepar comaz
combantrin combes combicef combicetin combicetrine combiflu combionta combiplex
combivent comdasin comedrol comilin complamin compound compraz cornpyrantel
comsikla comsporin comtan comthycol comtro comtusi conwita c dan comvita c plus
comyn concerta concor condiabet confortid confortin conjuncto conmycin conranin
contrt flu contram contramo contratemp contrex tlu&pilek contrexyn batuk berdahak
contrexyn contrimoxazole errita conucol concurs copal copal chest nib copara
coparcetin kid cough copper coprim cordalat cordeson corexin corhinza coricidin
corifam cornalgin corobion corocyd coroflox coronipin corovit cor-q corsabalm
corsabutol corsacillin corsacin corsaderm corsadol corsaMn corsagrip corsagyl
corsalit corsamet corsamox corsamycin corsamyl corsaneuron corsanural corsasep
corsatet corsatrocin corsazinamid corsel corsona corstanal cortarnine cortamine
cortatin cortesa corthon cortidex cortihist cortina cosmofer cospamic costan forte
costil cosydin cosyr cotazym forte coten cotrim cotrimol cotri/noxazole sampharindo
cotristen cough en eltspektoran cough en plus counterpain counterpain pxm courage
cpg crafal cravit tm cravit inj crestor criax crinone cripsa crofed crolin crom-opthal
cronase cronitin cryptal crystalline procaine penicillin-g cupanol cupanol curacil
curadyn curbexon curbion curbion kids curcuma curcurna plus curfos curliv curliv plus
curmunos cursanos cursil cursil curson curvit cutivate cyano b complex cyanovit
cybufen cybutol cyclo progynova cyclofem cyclogeston cyclogynon cyclon
cyclophosphamide cycortide cydifar cydtelin cygest cylat cylowarn cyltabs cymacetine

381
http://bukuobat.blogspot.com

cymacold cymafort cytnamidon cymatrolit cymatusin cymevene cymexon cyptopril


cyrox cytarabine clbl cytogem cytosar cytosar-u cytotec cytoxan cytris dacarbazin clbl
dacin claclin akne daclin dactron dactylen dagravit total darns daiticin daivober
daivonex daktarin daktarin diaper daktarin oral gel daktarin oral gel daktazol dalacin t
dalacin-c dalfarol damaben damtwit danalgin danasone dancillin dancimin-c dancow
balita +/dancow balita madu +/dancow balita vanila +/dancow balita coklat + dancow
banana & malt dancow calci-n coklat +/ dancow calci-n madu +/ dancow calci-n vanila
+ dancow cokl at clancow full cream dancow instant dancow strawberry daneuron
danigen danigen plus cl a n !cord n danochrom danoclav danoflox danovir danovir
danoxilin dansemid dansepta dansera dantetra danthron dantroxal clantusil danzet
daonil dapyrin darcemol dardokef dartobcin darvita darvon daryant tulle dasabion
dasavit forte datan daunablastina claunorubicin hcl dbl clavitamon daxet day cal day-
cal deca durabolin deca-baby drops decabutol decacetine tetes telinga clecacetine
decacid decacycline decadol elixir decadoxin decadryl decadryl dhb decaclryl
ekspelrtoran decain spinal % decalexin decalysin decamag decamet decamidon
decamox decapen decaphenon decapiran decarifam decastatin decasurik clecathrocin
decatocin decatona decatrim decazepam decazym decoderm decoclerm decold
decolgen decolgen fx decolsin dhb decolsin westmont deconal decotan decubal
deculin decycline defan deflatnat cr deflamat deflatulent degezine degirol degrium
dehista dekorin delbres delilac vanila dellamethasone dellasidrex delsoralen denicam
denol denomix dentacid dentasol denufam depakene depakote deparon depo geston
depo provera depo vigestron depo-medrol deponeo clepo-progestin deprex deptral
dercason dermabiotik dermagen clertnanicle dermaral derrnasolon dermatop
dermatop dermazin dermifar dermisan ciermol dermovate dermovel derosil derticort
desferal desolex desolex-n desomex cletantol detrichol dart detrovel detrusitol
dexacap dexacef dexaflox dexa-m dexamethasone errita dexamethasone
sampharindo dexanel dexanta dexaton dexaton tetes mata dexatopic dexazol
dexclosan dexicorta dexigen dexil dexitab dexmolex dexocort clexolut dexon
dexophan dextaco dextaf dextafen dextamine dexteem dexteem plus dextina dextral
dextral forte dextrofen dextrofort dextromethorphan hbr dextromethorphane
dextrometorpham dextromex dextronova dextrop dextropim dextrose % dan %
dextrose in acetate ringers dextrose in sodium chloride dexyclav dexycol dexymox Ifni
dhavit diabenese diabetasol diabetone diabex diabion diabit diahost diacella diaclium
cliaend diafac diafit diaflam diagit diaglime dialac dialet dialon diamicron diamox diane
dianos diapet cliaramid diarem diaryn diasec diaston dibekacin meiji dibekacin meiji
dicloflam diclomec dicynone difelin diflam diflonid difloxin diflucan di-gel digenta
digest digestadon digoxin sandoz dihydergot dihyclrosulfa dilantin dilasan dilbloc
dilena dilmen diltan dinasept dinazen diobrium diometa dionicol diovan dipeptiven
diprivan cliprogenta diprosalic diprosone-ov diprosta diralox disfahac disflatyl distidrin
ditalin ditensa ditranex diurefo divask divens divoltar dizilium dobuject doburan
dobutamin giulini dobutamine lures djaja dobutamine-hameln dobutrex dofacef dofen
dogesic dogmatil dohixat dolac dolana dolfenal dolgesik dolgesik dais meganeuron

382
http://bukuobat.blogspot.com

doh neuromin dolo neuromin dolo scanneuron dolocap dolocitoneuron dolodon


dolofenac dolofen-f dolo-licobion dolo-meganeuron dolones cream dolo-neurobion
dolorstan dolos dolsic dombaz dame domedon tablet dan syrup domeryl domet
dometic domilium domperidone donexan donexan dx clopamet dopamin giulini
dopamine dbl doperba dorbigot dares dormi dormi compositum dormicum darner
dotur cloxacin doxef doxicor doxin doxorubicin combiphar doxorubicin dhl doxorubicin
delta doxorubicin ebewe doxorubicin kalbe dozon drarnamine dramasine drixoral
drovak droxal droxefa duazat dubrozil dudencer duflomex dulcolactol dulcolax &rutin It
dumb dumocalcln dumocalcin plus dumocycline dumolid dumophar dumoxin dumozol
duphalac cluphastalin cluphaston durabolin duradryl duradryl eltspektoran duralgin
duramycin duraquin duricef clurogesik durol durotane duvadilan duvodine SS duvodine
dynacef dynastat dysfungal dysfungal ss dystan e a s e sepuluh eas pfrimmer ebetaxel
ecatrol/ ecai roi f echinox echizo ecotrixon ecron edemin edoti edotin efexin efexor xr
efisol eflagen eflin efomet efotax efrisel eftian ekacetol ekinase eksabetin eksedryl
ekspektoran eksim salep elanos elanos kids elevit elidel elithris elizac elkana elkana
syrup elkrip elocon elopro elosalic eloskin elovess elox eloxatin elpicef elsazym elsiron
eltazon elyzol infusion elyzol embacitrine ernelden emeran ernflu emibion emineton
eminox emkaflucap emkalanvin emkanadryl emkaneuron emkapeni emla emmer
empeecetin emthexate combipharipharmachemie emturnas drops emturnas emtusin
enakui enatin enbatic enbrell encebion encepan encephabol endometril endotoin
endoxan endrolin enduron enerbex enerbol enercal enercal plus enercore enerplus
enerton e enerton e enervit enervit plus enervon gingseng enervon-c enervon-c plus
enfagrow enfagrow a+ enfakid a+ enfalac premature formula enfamama enfamil
enfamil a+ enfarnil ha enfapro enfapro a+ enfavit engerix-b engran enico enkabec
enkacetyn krim enkacetyn salep mata enkacetyn tetes telinga enkacort enkacyclin
salep enkacyclin salep meta enkapyrin enkasari lozenges enkasari ennamax enova
enpicortyn enpicortyn salep ensure ensure fos entrap entrasol entrodiar entrogard
entron envios-fb enystin enzimfort enziplex epatin epexol ephedrin he! ephedrini he!
berlico epicarpine epidosin epirubicin ebewe epirubicin kalbe farma epiven epocalcli
epoglobin epotrex-np eprex eprinoc epsonal eqinon eqinon forte erabutol plus
eraphage erbakar erbalox erbanfol erceevit ergotika ericaf erira eritromec erla sea
hydrocort erlacyclin salep erlacyclin salep meta erlacycline erladrine erladryl erlagin
erlarnicetin obat mata erlarnicetine tetes telinga erlamicetine erlamidon erlamol
erlamoxy erlanisun erlapav erlixon ermethasone erocef erpha hexin erpha allergil erpha
flu erpha livitta erpha livitta baby drops erpha mazol erpha methor erpha sermon erpha
pil-vita erpha septan erphabone erphacea erphacillin erphacyp erphadrox erphakaf
erphakaf plus erphamag erphamol erphamoxy erphatrim erphatrocin erphatrol erphavit
e erphavitalgin erphazon ersylan ervision erycoat forte eryderm erymecl erymed plus
erypent eryprima erysanbe erythrin erythrocin erythrocin ees erytral eserine esilgan
esmeron especlor esperson esprocy essenso estalex estasid estazor estesia esthero
estin estravit estravit energy estravit Im estravit plus estreva gel esvat eta b complex
eta cobalamin etabion etabiotic etacin etacortin etacyl etadex etadexta etadium etadryl

383
http://bukuobat.blogspot.com

etafenin etaflusin etagernycetin etagesic etahexyl etalgin etamidon etamox etamoxul


etaneural etaneuron etaphyline etaphylline etapron etason eth ciba ethambutol ethaxol
ethicef ethiclaf ethical ethidan ethidol ethifen ethiferan ethifix ethiflox ethigent ethigobal
ethilin ethimox ethinex ethinh ethiprid ethirom ethirov ethisolvan ethopil ethrane ethyol
etibi etibi-inh etoposid dbl etoposid ebewe etoposide eucarbon eudyna euphyllin
euphyllin retard /euphyllin retard mite eurosol-ion in d water eurosol-m in d water
eurosol-r in d water euthyrox euvax b evalen evalin ever c everb evere evere everfe
everost everoxi evervineral evigra evigra forte evimec evion evion evion natural
vegicaps evipon eviprostat evirol evirol-f evista evitan evitop evothyl exabet exabetin
exaflam excelase-e excella gold excosin exelon exepime exergin exfoliac cleansing
foam gel wi exfoliac cream with aha leve dailycare exfoliac facial scrub with aha
exfoliac matifying tinted krim with elle exforge exion exjade exluton exoderil losion
expafusin extimon extra joss extracaine extrace extra-flu extropect exzal eyegold
eyevit ezygard faberdin facenol facid faktu falergi falltamin fameprim famocid famos
famri famvir fansiclat fantomalt farapon farbion farbion- fargetix fargoxin faridexon
farizol farizol fancy farmabes farmabex c farmabex plus farmallion farmacrol forte
farmadol farmadral farmalat farmasal farmavon farmin farmitrexat farmorubici farmoten
farmoxyl farnat farnirex farnormin farpain farsi flu farsifen farsiretic farsix farsorbici
farsyclin farsyclin forte farsycol farsycol fartolin fartolin ekspektoran fasidol fasigyn
fasiprim fasolon fatibact fatica fatigon faxiden febrinex febryn feclipin felcam feldco
feldco gel feldene gel feldene feldixid fellafit felosma felon femafit femaston feminax
femisic femosa fenamin fenaren fenatic fenavel fenibios fenicol fenida fenidryl fenistil
fenocin fenris fensik fensipros fentanyl fepiram feprax fercee feritrin ferlin ferobion
ferofort feroglobin feroglobin kid drops ferokid ferotain ferriprox ferriz Form ascorbec
Ferro gradumet ferromia fertilphen fertin fervital ferzobat fetik fetinor fevrin fexazol krim
fexazol fg ointment fg trochees fibervit fibralip fibramed ficodan ficolsin ficor filarzan
filibion fima hes- fimakinase fimalbumin fimedcyl fimediab fimestan fimeton fitnoflox
finaxal finired finpro fitbon fit-c fitcorn fitocassol fitodiar fitogen fitolac fitradex fitralin
salep fitranal fitto fituno fixacep fixam fixef fixiphar fladex flaclystin flagentyl flagyl
flagystatin Hamar flarnar emulgel flatnar flamed flamenac flamenac flamergigi flameson
flametia flainic flatni cort flamigra flamints flamoxi flamsy flapozil flasicox tlatunic
flavettes Flavin flazon flazymec kapl salut selaput fleet enema fleet phosposoda
flexasur flexasur flexor flexor - d flexozin flixonase flixolide floksid floradryl flotavid
floxacap floxan floxapen floxbio floxcom floxifar floxigra floxika floxinaf flu stop fluarix
flucadex flucella flucess flucetin flucoral flucyl fludane fludane plus fludara Iludexin
fludilat fludis flugesic Ilugesic flugrip fluimucyl flukol sirup flukol x-tra fluktan flumeco
flumetholon flumin flumin plus flunadin flunadin flunax fluocort-n fluoricare fluorouracil
fluorouracil mg/ ml dbl fluorouracil dhl flupasgin flupass florin flurin dmp flutab flutamol
flutamol plus flutop c flutrop fluvit c Iluza fluzep fml-neo lobet fodiclo folac folacite
folacom folarnil folamil genio folaplus folas folavit folaxin folerin fondazen fontula
foothy foragin forane foraneural foransi forasma forbetes forbone forcanox forderm
fordesia fordiab fordin forelax forgesic foricef forifek forinfec gargle formell formom

384
http://bukuobat.blogspot.com

formuno formyco formyco krim forneuro forres forsenol fortagyl fortamin fortanest
fortecortin fortelysin forten fortepaed fortum fortusin forumen forvit fosamax fosamax
plus fosen enema fosicol fosmicin fosmidex fosular fotararn foxim fraxiparine injeksi
frazon fredam freedol frego fresh fresofol % fresubin fridep frigrip frilaclar frilix frimania
fripos frisian flag frisian flag frisian flag tahap i frisian flag tahap ii frisium fritens fritillary
dan almond frixitas f-slim fucicort fuciclin fucilex fucithalmic fucobac fucoidan soho
fucotrap fudan fugerel fukricin fuladic fulcin fumadryl lunar fundamin-e fundifar fund
fungares fungasol fungasol krim fungasol ss % fungasol ss % fungatin lungicid
fungiderm fungistop fungizone fungoral funtas funnels furolnok furosemid furosix
fusaltrax fuson fusycom futaderm futraful futrolit fuzide fytocold fytogin gabbroral
gabbryl gabexal gabiten gain advance gain plus advance in galepsi galflux galvus
gamadine gamedryl Imp gainedryl ekspektoran gamesic gametra gamimune % sd
gammaraas gammaras gamunex ganin ganoderma lucidum garabiotic garamycin
garapon garasone garasone garexin garlic-plus garmix garulax garulax forte gasfamin
gaster gastralex gastran gastricon gastriclin gastrinal gastro-ad gastrolan gastromag
gastrozepin gastrucid gastrul gastulen gaticin gatimax gatolen gavistal gavox
gelafundin gelusil gelusil rups gemzar genalten genetropin genicol genoclom genoint
salep kulit genoint tetes mats genolon gensia gentacortin gentafilm gentamerck krim
gentarnerck gentamisin gentamycn tia gentanal gentasolon genteal genticid gentiderm
gerdilium geriadyn geriadyn geriavita gestabil gestamag gestofam getbron gigadryl
ginconax gincosan gineuron gingkan ginifar ginkgo force ginkgoforce ginkona ginokan
girabloc gitaramin gitas plus glamarol glanos sr glaucon glauseta glaxy glibet glicah
glidahet glidanil glidiab gliformin glikamel glikatab glikos glikuidon ogb dexa glimel
glitnepiride glimexal glisend glisodin glivec glocef glocose % & sodium chloride %
glocose % & sodium chloride % glocose % & sodium chloride % glocyp glomeson
glomethyl glostrum glucan Sex glucerna glucerna Sr glucobay glucobion glucodex
glucofoi gluconic gluconin glucophage glucored glucoryl glucosamine glucotika
glucotrol glucovance gludepatic glufor glukolos glukotan glob glumecof glumin Sr
glunor glurenorm glutrop gluvas glyamicl glycafor glycare aha % body hand & face
lotion glycare skin smoothing cream glyceril guaiacolate glyceryl guaiakolat berlico
glyceryl trinitrate dbl glycore glyzid goclid goderm goflex goforan gopten goralgin
gored gosana gotropil govazol govotil goxallin grabenis gracef gracetam gracial
gracylo gracliab gradilex gradine grafacef grafacetin grafachlor grafadon forte grafadon
grafalin grafamic grafasma grafazol grafed grafix grafloxin grafola dha grahabion
gralixa gramuno granocyte grantusif graperide graprima graseric gratative grathazon
gratheos gratizin gravastin gravimin +dila gravynon graxine graze° grazol grazolam
grendis grids gricin griseofotr griseofulfin sampharindo griseofulvin prafa grivin
gromalton grospid grotavit growee guamin guanistrep guarposid gunabion gunaceta
gunacold gunametrim gunapect gurolone gynaecosid gyne lotretnin gynera gynofort
gynoxa neo h c t habebion haemacel haemocaine haes-steril halcion haldol haldol
decanoas halmezin halog halothane halothane-m dan b handy clean hanoric hapsen
harnal d harnal ocas hartocyn havrix h-b van ii head lotion head-o hecobac hedix

385
http://bukuobat.blogspot.com

helben helixim helmitrin heltiskin hemafort hemamin forte hemapo hemarate ce


hemaviton hetnaviton action hernaviton brain nutrient hemaviton c hemaviton
echinaceae plus hemaviton energy drink original hemaviton energy drink carbonated
hemaviton health drink hemaviton jreng hernaviton jreng t hemaviton skin nutrient
hemaviton stamina plus hemobion hemolok hernore hemorogard hepabion hepacell
hepachol hepagard hepamax hepa-merz hepa-q heparin sodium heparon plus
heparsitin heparviton of hepasil hepatin hepatofalk planta hepatosol hepavax-gene
hepimun hepimun plus hepsera heptamyl hept-a-myl heptasan herax herbalacta
herbesser injection herbesser/herbesser / herbesser sr/ herbesser sr/herbesser cd /
herbesser cd herceptin hereby hero balsam herocyn herofam heroflu heromycetine
heronid herpiclof cream herpiclof hervirex heskopaq hexabrix- hexacort hexadol mint
hexafgesic hexalgin hexaprim/hexaprim forte hexavask hexer hexilon hexolyt hexon
hexymer hialid hiberix hibiron hiblok hi-bone hical hicholfen hico hidonac hidrasec
hidrokortison ikapharmindo hidrokortison kalbe farma hipolip hiramox hirtidoid hisacha
hisdane hislorex histaklor histapan histaritin histigo histrine hitrol hivent holoxan
homatro hornoclomin horison horseradish garlic & c horvita-g hotetra hufabion
hufabionic hufacid hufacort hufacyclin hufadexon hufadine hufadon hufadril hufafural
hufagesic hufagrip hufagrip am pm hufagrip bp hufagrip forte hufagrip puck hufagrip
tmp hufagrip xs hufalact hufallerzine expectorant hufalysin hufalysin new hufalysin plus
[infant hufamag hufamag plus hufarnycetin tetes telinga hufamycetin hufanacea
hufaneuron hufanoxil hufaphenon hufaseptin hufathicol Intlavicee hufaxicam ho fralgin
hurnalog / humalog mix human albumin % behring hurnegon humulin hupavit husamid
hustab hustab p hustadin hustadin hustarex SOS hyalgan hyaloph hyangroton hycemia
hycort hydergin & hydergin fas hydrea hydrogel skin lightener hydromal hyorex
hyoscine-n-butyl bromide-ogb hyperchol hyperhyp-b s/d hyperil hypermycin hyperrho
s/d hypobhac hypofil hyric hyscopan hystolan hytrin iafed iberet folic- iberet- ibulenz
ibuprofen berlico ibuprofen ibustrin icephin ichtyol-zalf icthtiyol idaneuron idesar plus
idrolattone ifamul ifarsyl ifasma ifi bee propolis ifibe ificya ifidex ifidryl ifitOrt ifirema ifirin
ifison ifitamol igastrum igastrum plus iglodep igrazol ika sariawan ikacycline ikaderm
ikadryl iltadryl dmp ikagen ikatnicetin ikamoxyl plus ikamoxyl ikaneuron ikaneuron
ikaneuron plus ikaphen ikaprim/Ikaprim forte ilefrin Madill iliadin its intact! imarcitrin
imboost /imboost force/ imboost effervescent imdur imedtox imfarmid gingseng
itnfarmycetin imforce/imforce plus imitrex immu-cea immuno goodway itnodan
imodium irnociul imogam rabies imolex imomed imore imosa imovax polio imox
implanon imprarn impresial improvox 'caplet & dty syrup impugan imudator imunal
plus imunex imunika imunogard imunogard kids imunos imuran imustrum inacid
inadoxin inadryl inadryl plus inamid inamox inamycin inapril inastan inatrim inavir inavir
inazol inbion incephin incetax inciclav incidal-od incifam inciflox incitin inclarin indanox
indene inderal indexon indiva indocycline indofrin indofrin a indomag indop indoplant
indoran indoson indoxy indrol induxin inerson inerv infacard infalgin infanrix infanrix bib
infelcl infelon infix inflam intlammide inflasic in flason influenza super infumal %
infusan d + on infusan d + V nn infusan m infusan r+d infusan ring-as infusan-d

386
http://bukuobat.blogspot.com

infusan-ns infusan-rl ingatol inh ciba inh trifa inha inhaler cap istana inhaler cap kapak
inhipraz inhipump inhitril inkurin inlacta dlia inmatrol inobes Modem inolin inotrop toxin
inpepsa insan insetron insto intal intam integrilin interbi intercon interdoxin interfam
interferon alfanatif interflox interhistin intermoxil internolol interome interpec interpec
interpril interquin interquin plus intersun intervask interzol krim interzol inthesa- inticol
intidrol intifen intradol intralusin % sx-e intralipos % intralipos % intralyte intricef intrix
intrizin intron-a intrum plus intunal intunal f inviclot invited invomit inon inza day & night
inza max inzana inzana multivitamin iopamiro iosal ipibiofen iprox irbosyd iremax iressa
iretensa irex irgapan ironyl irtan plus irvell isacom isahi ismacrol isocal isocline gargle
isocline mundipharma isoclril isofem isoflurane isoket isomenopace isomeride isomil
isomil advance isomil plus isotnil plus advance isomonit sr isoprinosine isoptin / isoptin
sr isopto-dex isorbid isordil isoric isosorbide dint-ate landson isosorbide dinitrate ogb
dexa isotic adretor isotic azora isotic betarazin isotic cetride isotic clearin isotic
cycloma isotic enpigi isotic frizin isotic ixodine isotic neolyson isotic nepafrin isotic
renator isotic salmicol isotic tearin isotic timact isotic tobrizon isotic tobryne isovidon
isprina itamol iterax itrabat itraconazole ogb dexa itracycline itramag itramol
itramycetine itranervit e itrapen itrazine itzol ivanes ivelip iv-globulin-s ixor janganflu
jeracin jeraklin jesscool jetcol jf sulfur jodipin ultra fluid joint care joint care forte joint
care plus jointfit joodkali joss kid jumex justin juvelon juvelon b juvelon c kabikinase
kabiven kadiflam kaditic ka-en lb ka-en a ha-en b ha-en a ha-en b Ica-en ing kaflam
kafsir plus kaftensar kaftrim kalbamin kalbron kalcen kalcinol-n kaldekid kalferon
kalloxim kalibex kalibex citrus mint kalismon prima kalitake kali dildofenak hexpharin
kalium diklofenak ogb dexa kalkurenal kahneco kahnethason kalmoxillin !cables
kalpanax kalpicilin kalticol kaltrofen kalxetin kalysmon kalzan kalzana-d karn cek san
kamadol Icamaflain kamillosan kamolas Icaniox kamulvit b kanabiotic kanamycin hj
kanamycin injeksi meiji kanamycin meiji kanamycin kanarco kandistatin kanina kanoxin
kaolimec kaopectate kaotate kaotin kapedoxin kapset karomag kary uni katergi katitra
katrasic kay ye sari kaytwo kaywan kedacillin kejibeling gingseng hos kelfex kemicetine
ketnicetine obat mata kemicetine salep kemicetine-a telex telinga Icemicort forte
keinicort obat mata kemiderm komocid kemocil kemoclin keinocol kemodryl kemodryl
dmp child kemodryl plus Imp kemofam kemolat kemolexin kemomag kemopen
kemoranin Icemoren kemorinol kemosilin kemostan kemotason kemothrocin kemotrim
kenacef kenacort kenacort a ia/i / kenacort a ins kenacort-a kenalog In orabase
kenantist kendaron kenetrol obat mata keniko kenrovin kentimol ed keppra ketalar
ketamin hameln kete?se ketocid ketoconazole ketoconazole krim ketoconazole ogb
clexa ketomed ketomecl scalp ketopain ketoprofen hexfarm ketorolac ogb dexa
ketorolac ketosteril ketrichi ketros kiddi pharmaton kiddybat kiddyce kidiflu kidikol
kidimun kidivita kidmin kidney viton kitadene kifarox kitluzol kimoxil kina kinderflu
kitoles klidibrax klimadynon klinset kliogest kliran kliran klobitor kloderma klonat
klorainfenikol kloramixin klorainixin d klorfeson klotaren koate clvi koffex koffex for
children kogenateefs kokodex kokodin kokogesic kokogin koldex kolenin koleskol
kolivit kolkatriol komix kompolax konibalm konicare konidin konigen konilife ostegard

387
http://bukuobat.blogspot.com

konimag kontrabat kontrasma konvermex kranos krebin krimbeson bar ktm kul-ins
kuminta kutoin kybernin p kytril lacbon laced im laciciofil lacipil lacoldin lacomin
lacophen lactacicl liquid antiseptic lactacin lactafar lactarnam lactamil lactamil awal
kehamilan lactamil ihu hamil lactamil ibu menyusui lactamox lactapen lactas calcicus
lactated ringers lactima lacto-b !actor lactulax lafalos lafalos plus laflanae lagas lagesil
lailcan lalcalsik laktafit laktobion lambucid Jameson lametic lamictal lamisil krim
lamodex lanabal lanacen lanacetin lanacol lanadexon lanaginkola lanagogum
lanakeloid lanakeloid-e lanamol lanaprost lanareuma lanarif lanaven lanaven plus
lanavision lanavision plus lanavision sirup lancef lancid lancolin lando lanfix lanmen
lanodil lanovit lanoxin lanpirome lanpracid lansiclay lansoprazole lantiflam lantipain
lantulos lanturol lanturol / lantus lanvell lanzac lanzox lapibal lapibion lapibroz lapicef
lapifed lapifed lapifed ekspektoran lapiflox lapikot lapimox lapinnic lapisiv lapistan
lapixime lapraz laproton r largactil lasal lasal ekspelctoran laserin lasgan lasix lasmalin
latibet latropil lavarix lavemir laveric laxacod laxadilac laxadine laxamex laxana laxarec
laxasium laxatab laxoberon lax lazafin lazol -bio lecithicin lecitrol lecrav lectrum lecur
lefos legres legreskin lekuicin lemocin lemonin lentrin leomoxyl lepanax leparson
leprovit leptilan BB leptisol lergia lerskin lerzin lescol lesdiar lesichol// lesidas lesifit
lesipar lespain cool emulgel lespain cream lestron lesvatin letonal letrosil leucogen
leucovorin calcium cibl leucovorin kalbe leunase levazide levitra levocin infus levocin
sanbe levocin tetes mata levofloxacin ogb Id levotloxacin ogb dexa levopar levophed
levopront levores levothyroxine levovid levoxal lexa lexacort lexacorton lexacrol
lexadium lexagin lexahist lexapram lexaprofen lexavit lexavon lexcomet lexid lexipron
lexmodine lexonal lexotan lexzepam librax librentin librium librocef librofed librofludrine
libronil librozym/librozym plus lichorol licobevit licobion licocalk licocalk licodexon
licodium licodril licodryl dmp licofel licogenta licogin licolcalk plus peppermint licoklin
licoklor licomet liconam licopec licoplex licoprima licoprox licoric licosolon licostan
licovir licoxy lidodex lidonest lidopril life lifibron liflox likurmin limasip limbritol limoxin
linac sn limo rapt lincobiotic lincocin lincomec lincophar lincyn lindacyn lindan linodiab
linogra linoxal lintaz lintropsin linukur lional lioresal lipafen lipagent lipanthyl lipanthyl
supra lipidan lipimix lipinorm lipiodol ultra fluide lipira lipirol lipitor lipitrop lipofood
lipolundin met/let % liposerin lipovas lipovenoes % ph/ lipovenoes lipres liquifilm
liskoma lisovit listerine antiseptic mouthwash listerrnint arctic fresh livamin livercare
livial livron b plex lizor Ilanol m -muvit locap locasalen salep locoid locoid lipokrim
locoid scalp lotion locokalk plus lodecon lodem lodep lodia lodipas lodomen lodopin
lodoz lofacol lofty! logafax logista lokey loklor lokoles lolergi longatin longed lopadium
lopamid lopid lopiten lopresor loprezol loprium loprolol loprox nail lacquer loran
lorapharm loratadine loremid lorihis lorinid dan lortnid mite lorson losartan losec
losman's antacid pudek lostacef lotasbat lotensin lotharson lotivas lotremin lotriderm
lotyn lovatrol lovecef lovenox lovequin lowlip loxen retard loan loxinic loxinter loxonin
lubire iucentis ludiomil ludios Rifles lunex lusanoc lutenyl lutevision lutevision extra
lutevision/lutevision extra lutevit lutrotam luveris luvox lybex lycalvit lycoq lycoten
lycoxy lyctacur lydium lyncliol lynoral lyphen lypicam lyrica lysagor lysin-ku lysmin

388
http://bukuobat.blogspot.com

lytadex lytamin lyvit lyxanvit maaggel maagmeta maagmeta plus maalox maalox plus
mabcampath mabthera macef maconcil madecassol madervit madlexin rnaclopar
madras mafoxa magalat maganol magard fa rnagasida magenel magil magnachlor
magnevist magnidicom magtacid magtral maintate makro-h malarex tnaltiron maltofer
fol chewable maltofer tablet chewable maltron mama's best mandarin manitol fima
internasional manne mantino mapryl marcain marcain spinal martos marvelon masflu
forte masneuro mastroson masvit matase matofit ax matoflam matolac matovit matovit
fifty matrovir matsunaflam maxicam maxicef maxilan maxipime maxirex maxislim
maxitrin maxitrol maxivit maxpro maxtritn md-cal mealtime mealtime soya mealtime
soya mealtime soya nasi komplit mebazid mebo mecafed mecobex mecobion-e
mecocetin mecodiar mecofam mecula mecola forte mecolin meconeuro mecoquin
mecoFita meats mecoxon mecoza mectan med cold medconettron mederma
mediamer mediasma medichlor medichlor mediclovir medicomtrin medicort rnedifit
mediflex rnediflor medi-klin medi-klin tr medlkoncef medimox medinh-ocl medial
medipen mediquin mediresix medirif medirov mediscrub medisorb medisten meditil
meditrim mediuric medixon medizol medocyl medopa medoxin medrol medsalgin
mefamat rnefamicetin mefast mefinal mefinter mefix meflosin mefoxa mefurosan
megabal megabion megace megacetine megachlor megacycline megadex megaflu
meganeuron megapen megaplex megarif megarif rnegastan megatic emulgel megatic
megatrirn megavit megazing meges meiact meipril meisec meixam melanox forte sdtn
melaskin melavita melaxan melicam melidox meloxicam ogb dexa meloxin meltika
melton memoran memorex mencevax acwyg merest menin menolia menopace
menoxa mensipox rnensis mentalium mepramicle meprilon meprobal mepromaag
meprosetil meproson meprotrin meptin meptin air meptin swinghaler mercilon mercilon
mercotin merflam mergotrin merimac merislon merlopam merocef merofen meronern
meropex merosan inj merron /merron merron mersibion mersibion mersidryl mersikol
mersitropil rnersivas mertigo mesol mesone inesonta mestatnox mestinon mestrolin
metacillin metaflam metaflu metagan ekspektoran metakom metamol metaneuron
metaskin-n metformin hcl ogb dexa metformin metham methergin metherinal methicol
methioson methormyl methotrexate delta methotrexate mg/ ml dbl methotrexate kalbe
methovin methpica methycobal methylon methylprednisolone hexpharm
methylprednisolone ogbdexa methylprednisolone soho metiagin metidrol metifer
metilat metisol metoclopramide ogb dexa metolon metonate metopril metorfan
metphar metrison metrix ' metrofusin metrolet tnetromide metronidazol metronidazole
fima metroniclazole kalbe farina metronidazole ogb dexa metronidazole ogb dexa
metronidazole sampharindo metsocrim metvell mevachol mevalotin mevastin mevilux
meviton mevrabal mexamyn mexaquin mexitec mexoderm mexon mexpharm mextril
inexylin mezatrin mezinex miacalcic mialidon micardis micardis plus miconel rnicoskin
tnicoticum krim micoticum micrem microdiol microgynon microlax microlut microvit

mikrodiol milaro millsen milmot milna biskuit plus clha milna bubur khusus milna
toddler biscuit balita milorin miloz mimsone miniaspi miniceranol miniceronal minidiab

389
http://bukuobat.blogspot.com

minigrip minitran minivita minocin minoscrub minosep antiseptic solution minosep


gargle minosep gargle miny gondopuro cap lowo minyak atlas cap lowo minyak angin
cap kapak minyak cengkeh cap lowo minyak kayu putih cap istana minyak kayu putih
cap lowo minyak merah cap kapak minyak sariawan minyak scroll cap lowo minyak
telon cap istana minyak telon cap lowo minyak talon cap tiga anak miochol-e miokar
mionalgin mirabion miracom miradene miradol miradon miradryl miraflox miragyl
mirakap miraneuro mirapect mirasic miratadin miravon mirena mitadex mitomycin c
lryowa mitramin mitraviton mixadin mixa flu mixagrip mixalgin mixamag mixavit-c
rnixtard mmr ii m-m-rii mobiflex modalim tnodecate inofacort mofen mofulex moisderm
mokbios molacort moladec drops moladerm tnolaflam molagit molakrim molapect
molasic molason molavir molazol rnolexdine mw molexdine solution molexdryl
molexflu molina moloco b momet momilen baby momilen baby care diaper rash cream
momilen baby drops momilen baby gold momilen baby plus momilen growth momilen
intensive tummy dan massage cream momilen maternity care nursing cream momilen
multivitamin for pregnancy momilen p monecto monell monotard limo monovalen oral
poliomyelitis vaccine type- monuril moraxine morcef mosapec mosardal mosavon
motaderm moteson motilex motilium tnovicox movileps movix moxalas moxam
moxaxil moxic moxigra moxtid moydine mozuku mst continus mucera mucobron
mucofalk mucohexin nnicolica mucopect nutcos mucosta mucosulvan ' mucotab
mucotussan mucoxol mugisept mukinol mulax mulo jerawat mulsanol gold inultibe
multikol multivitaplex cool mutabon-d mutabon-m mutibion mutidryl nuttivalcion
muveron muzoral muzoral my caps mycamine mycazol cream mycazol rnycill
mycoderm rnyco-hermal rnycoliq liquid mycoral mycoral scalp mycoral rnycorine
mycospor mycostatin mycostatin vaginal mycostatin mycostop mycothambin-inh/
mycotharnhin-inh forte myco-z mycozid mycozid myfortic tnylacid tnylanta inylanta
forte mylanta rolltabs myllacid myloxan myobat myoman tnyomergin myonal myonep
myores myori myotonic myovition myrm mytaderm mytocin n b topical naclex nacoflar
nadifen nadifen /nadifen nafarin nafoxal naftate nairet naletal nalgesik nalgestan nalget
naphcon-a naprex narfoz nariz narlecin naropin naroxit nasacort nasafed nasafed plus
nasaflam nasamex forte nasamol nasea _ nasonex nasopront naspro natabion
natopherol natrecor natrilix natrilix Sc natrium klorida % natur-e nature memofit
naturica artro plus naturica carniplus naturica celery seed nattirica dfm naturica shark
cartilage naturliver naturol nausile nausin navelbine navoban navoren naxen /flaxen
naxogin compleks naxogin nazodertn nazovel nb topical nebacetin serhuk nebacetin
salep mats nebcin nebiclo nebor neciblox nefrofec neladryl ekspektoran nelgin nelicort
nellco bedak salicyl nellco special obh nellco special obh anak nelldryl nelyclex
nemicap nenatal neo acliar neo asma too asta neo davenol neo diaform neo diarex neo
diastop neo enterodiastop neo enterodine neo entrostop n'eo cnvios neo gyluritamal
neo gynoxa neo gynoxa neo hormoviton neo hormoviton jreng neo hufacort neo
hufasma neo iodine neo kaocitin non kaolana neo kaomlnal neo koniform neo linucid
neo medrol neo mercazole neo napacin neo novapon neo novapon plus neo
novapyron neo prodiar neo prorelak neo protal neo emat neo resiguard neo rheumacyl

390
http://bukuobat.blogspot.com

anti inflammation neo rheumacyl cream neo rheumacyl joint care neo rheumacyl neuro
neo rheumacylneck and shoulder neo suwafthma neo tabonal neo toku-honsip non
triaminic neo tusilan neo ultracap neo ultracyn neo ultracyn baby powder neo ultradin
neo ultrasiline neo ultraxon neoboost/neobost kids neocenta neocortic neoderma
ncodipar neofer neogobion neohufacort neo-k neolanta enzym neolanta obat kembung
neo-mane neonadryl expectorant neopa neopotentol neorheuma neorotropic plus
neosanmag /neosanmag fast neosar neosinol neosma neosure neosyd neotihi neozep
forte nepatic nephrisol nephrolit nephrovit-fe n-epi nepro nerfeco nerilon neripros
nerisona nerisona comb' nerisona forte nerofa nerva plus/nerva nervitone nervitone-e
nessiol nestacort nestle al nestle balita hi-calcium nestle bubur bayi hergizi nestle
bubur susu nestle ha protect plus w/ probiotik nestle lactogen nestle lactogen prebio
w/ dha nestle lactogen w/dha nestle lactogen nestle lactogen prebio w! dha nestle nan
nestle nan protect plus nestle nan - bifidus nestle nan protect plus w/ probiotik nestle
nun ha nestle nan ha I protect plus nestle nan lactose free nestle pre nan netromycin
neuciti neulamin neulastim neulin nadir] Ps neuphralgin neupogen neuralgin rx
neuralgin neurinclo neuro beston neuro panstop neurobat neurobat a
neurobat/neurobat forte neurobion- neurobiovit neuroboran neurocet neurochol
neurodex neurodial neurofenac neurofort neurogen neurohax neurolin neuromec
neuromed neuromin neurontin neurophil injeksi neurophil tablet neurophil/neurophil
neuropyrarnin neuropyron neurosanbe plus neurosanbe/neurosanbe inj/neurosanbe /
neurosanbe plus neurotam neurotonik neurotrat neurotrat forte neurotropic/neurotropic
neurotropin neuroval neurovit neurovita neuroxon nevirz nevox/nevox xr nevradin
nevradin-e nevramin new antides new as tar new ascaps new chlorkol new coldin new
cotab new diatabs new panaform new polymagma new sybarin new-kenacorn b new-
skelan newspar nexa nexavar nexitra nexium niacef niacifort- niaspan niazitol nicaro
nichobion nichodryl nichofed nichoflam nichogencin nicholin nichomedson nichospor
nichostan nichoviton nidazole niereston nifecard nifedin nifedipine niflec niften nifudiar
nifural nikolam nilacelin nilacol niladacin nilaflox nilapur nilaren nilatika nilavid nimotop
nipe niprocor Milton nirmadil nisagon nislev niteflu nitrasma nitrocine nitrokaf retard
nitrokaf retard forte nivaquine nizol nizoral nizoral-ss nI- nob new obh bufa nodrof
nofena noflam noflexin nofoklam nofung nofung scalp solution nogren nokoba noles
nolip nolvadex notnabu nonalges nonemi nonflamin noocephal nooronal nootropil
noperten noprenia nopres nopril noprostol forages norbactin norcuron nordette
norditropin norelut norflam noristal norizec normastin normofat normoten normotil
normudal noros norpace norplant norsec nortifen norvask norvedan norvir norvom
noscapax nosedin nosked nostel nostren notritis notrixum notrotam nova b complex
nova t en ag novabevit novabevit novabion novahiotic novachlor susp novacobalamin
novacobalamine novacycline novadex novadiar novadiutn novadoxin novadryl novadryl
inj novaflox novagesic novagyl novaheksin novakal novakid novakicl plus novalgin
novamag novamidon novamox novamox novantrone novapen novapen novapyron
novaron novason novastan nova-t novatrim forte novatrim novatusin novaverine
novavitamin c novavitamin c novax novaxicam novelas novel-leukokine novell-eutropin

391
http://bukuobat.blogspot.com

novelty novomix novonorm novorapid novosta novotil noxetine noza nozinan


nueef/nucef ds nudep nudramag nuface nufacetam nufaclapide nufaclav nufaclind
nufacobal nufacort nufadex nufadipect nufadol nufacloxin nufadryl nufaflono
nufagrabion nufagrabion nufagrabion-gm nufalemzil nufalev nufalora nufamicron
nufarnox forte nufatnox in nufanibrox nufapolac nufapolar-n nufapotram nufaprazol
nufapredson nufapreg nufaprim nufasic nufathiam nufatrac nufirom nufolic nulacta
nulacta nulcefam nulcer nulox / nulox forte nursoy nurtrican nutratnr balance
nutrasendi nutren nutren diabetes nutren fibre nutren junior nutrexon nutrican nutrichol
nutricia bunda nutricomp caloric nutricomp diabetic b nutricomp protein nutricomp
renal nutridrink nutrifar nutrifar nutritlam nutrijoint nutrilin nutrilon nutrilon nutrilon
nutrilon nutrilon anti-regurgitasi nutrilon hypo-allergenic nutrilon la nutrilon low lactose
nutrilon pepti junior nutrilon premature nutrilon royal nutrilon royal nutrilon royal
nutrilon royal nutrilon soya nutrilon soya nutrilon soya nutrima nutrima + nutrima +
nutrima kid nutrima madu nutrisol-s % nutrison nutrison standard nutrivision nutri-vita
nutroplex plus uap nutrotal nuvision nuvision nuvoclav nuvoneural nuwasir nuzym
nyess nymiko nyolol oa/oa forte/oa plus obamag obat anak sumang cap parang obat
anak sumang cap pedang obat batuk dewa obat battik popalex obat racing u obat
cacing kancisan cap pedang obat flu cap anak mas obat gigi obat kuping obat kurap
cap kapok obat kutu rambut cap dua jempol obat pening kepala cap kapak obat sakit
kepala cap jet obat sakit kepala cap parang obat sakit kepala cap pyramid obb
obdhamin obdhamin obh afiat obit berlico obh ernba obh erla obh fm obh itra obit
minorock obh nellco obh new ' obit plus obh sass obh super obh tropica obhdryl
obical obical fct obimin af obipluz obron- obteran ociderm-n octalbin ocuflatn ocugard
oculex oculosan oculotect ocuson ocu-v ocyvit odace odanostin odanostin forte
odiron-c odogyl ofertil ofloxacin ogb dexa ogen oilum body scrub + whitening oilutn
soap °kayak o-lac olmetec ombersol omecold omecough omedeson omedom
omedrinat omedrine omefulvin omegastri omegavit omegcliar omegesic omegfantrin
omegluphage omegmycin omegrip omegtamine omegtrim ornegzole otnekur omellegar
melysta omemox omenacort omeneuron omenizol omeprazole omeproksil omeretik
omeric omeroxol omesip omesolvon omestan ometilson tab otnetridryl ometusin
omevell omevita omevomid omezyrteks omnicef omnicort oinz ondavell one-alpha
onetic onic opalex opersantin ophthalin opibion opibright opicef opicel opicillin opiclam
gel opiclam opil opilax opimox opinaceae opineuron opino opiphen opistan opithrocin
opixitne opm opox opram oprezol opsifam optalvit optha-II opthil optibet optifresh
optilets-m- optimax optin optohist optrine oradexon oralit oramide oramin-g orap forte
orasic orbenin oregan orezinc orgabolin original-e orixal orodin orphen orsaderm
osadrox osamin osamin forte osatrol oscal osfit osfit dha osflex osimax syr osimax tab
ositin osk no oskadon flu & battik oskadon flu & battik berclahak oskadon up oskadon
oslradryl oskamag oskasal oskasal oskavit oslene osmetin osmycin ospantox ospen
ospexin ossopan ossopan ossoral ossotin ossovit ostarin oste oste forte ostela ostelox
osteocal osteocal plus osteocare syri osteocare tab osteofem osteoflam osteokom
osteokom forte osteonate osteonic osteopor osteor osteor c osteor plus osteotin

392
http://bukuobat.blogspot.com

osteovit ostine ostovell ostrid ostriol osvion plus otecle oticol obat tetes telinga otilon
otolin otopain otopraf otoryl otozambon otrivin otsu-d otsu-manitol otsu-ns otsutran-
otsutrant ottogenta krim ottogenta ottopan ottoprim ovabion ovakal plus ovestin
ovidrel oviskin ovostat ovurila e ovurila gel oxaflam oxaflox oxcal oxcam oxepa
oxicobal oxipres oxoferin oxoril oxsoralen oxtercid oxtin oxydecacycline oxyla oxypen
oxytocin-s oxyvit ozen ozid pabanox pacdin cough pacetik pagoda peppermint
painkila palentin paint palmicol palovir paloxi pamokid parnol pan amin panaclol
actifast panadol extra panadol pan-enteral pankreoflat pankreon compositum
pankreon for children panstonal forte panstop pantocain pantogar pantonik pantox
pantozol pantrin panugon panviton papaven papaverine berlico papaverine hci
parabutol paracetamol gratia husada paracetamol hexpharm paracetamol indofarma
paracetamol ogb dexa paracetamol sampharindo paracetin paracetin f paraco paradryl
paradyn paraflu paramex paramex flu dan batuk paramidon paranervion paranomin
paranox f paranox spf cream paraplatin parasol paratensa paratusin parazon pardoz
paride purist parkinal parlodel parpicillin particol pasaba pasaba cough flu pasquam
patanol paten blue v pavulon paxus pe pectocil pectorin pectum pedab pediacel
pediagrow pedialyte pedialyte who formula pediasure pediasure complete pedicutox
pedilis pedimin pedvax hib peflacine peg introit pegasys pehacain pehachlor pehacort
pehadoxin pehamoxil forte pehamoxil pehanoni pehaspas pehastan pehatifen pehatrim
pehavral pehazon pelastin penaclur-la penagon penbiotic penbritin pennmx pensulfa-
top pentacard pentacin pentothal sodium iv pentoxifilline ogb dexa peppermint sirup
peptamen pepti pepti-junior peptisol pepzol peracon percocyn perderm perclipine pert
solution + % dextrose perifas perinal peritoneal dialysis permyo persidal pervita
pezeta-ciba phadilon phalol phaltrexia phapin phaproxin pharflox pharmaton
pharmaton formula pharmaton junior pharodirne pharolit- pharothrocin phenacold
phenacolcl exp plienadex phenadryl phenergan phenergan ekspektoran phenergan
krim phenilep phenylbutazon berlico phenylbutazon molex ayus phenytoin phisohex
reformulated phoscal phosellite-b phyllocontin physiotens phyto phospholipid
phytovon pibaksin picamic picavit piclodin picula picyn pil kb pil sehat pilexal pilkab
pilopil pimacolin apple pimacolin baby's pimples pimtrakol pinfetil pinorec piperacyl
piprazina piptal paediatric piracetam piracetam Incas djaja piracetam ogb dexa piralen
piraska piratrof piritex pirocam pirodene pirofel piroksikam piroxen pitogin piton-s
planak planibu planotab plantacid /plantacid forte plasbumin plasil plastnafusin %
plasmanate plasmin plasminex plasmodium platidine platinox platof platosin plavix
plendil pletaal pluvita v pneumo pneumorel polacel polamec polaramine polaramine
eksp polarist poldan inig polidemisin polifrisin polik ointment polikos polivit polofar
polofar plus poloxane polyangran polyanta polybenza aq polycrol polycrol- polydex
polypen Polysilane pompaton ponalar poncobex poncodryl poncodryl drop Z
poncofen poncoflox poncohist poncolin ponconeuron poncoquin poncosolvon
ponderal ponderal pacaps pondex ponflu ponsamic ponstan fct ponstan ponstelax
pontizoc ponuric pospargin postinor- posyd potacol G potaflam potazen potensik
povidin solution poviral prafamoc pragesol pralax pralexin praminal pramur praten

393
http://bukuobat.blogspot.com

pratifar pratropil pravachol pravinat pravlon praxilene praxion prazina preabor


precedes precopar preda prod heap prednicort prednison berlIco prednison hexpharm
prednisone errita prednox profit prefrin pregestimil pregmovit pregnacare pregnasea
pregnavit pregnolin pregnyl pregtenol premarin premaston prenagen emesis
prenagen ibu hamil prenageil ibu menyusui prenagen plus dha prenal prenamia
prenase prenatal prenatal dha prenatal em prenatal em prenatin dha folat prenatin plus
prenatin-df preschol prespicl prestin prestrenol pretilon prevas prevenaG prexige
prexum pridesia prifen prilos prima e primabion primacillin prirnaderm primadex
primadia primadol primadryl plus pritnatam primavon primazole primene % primodiar
pritnodiurn primolut is primpen pri Mperan primperan compositum primsulfon
primunox prinasma priocid pripasan pritacort pritagesic pritalinc pritamox pritanol
pritasma pritavit prix pro asi pro infhrk proanes % probagin pro-banthine probenid
prohi probio-c probiotin procafein procaine penicillin-g meiji procal procal gold procal
gold with lutein procalma procarclin procardio procarma procefa proceles procepim
procetam procircal proclozam procold procold nd procolic procur plus procydin
prodermal prodermis prodexon prodiab prodiabet prodiarnel prodixan prodol profat
profecom profen profenal profenid profenid gel profertil profibrat profika profilas proflu
profungal krim profungal scalp profungal profut progastric progernzal progence
progesic progeston prograf progynova prohelic prohepa prohessen prohibit prohiper
prohistin prohys proimbus proklaf prolacta with dha for baby prolanz prolaxan prolecin
prolene chocolate prolene vanilla prolepsi prolevox prolic prolipid proliva prolivit
prolon prolong promactil promag promag double action promavit prome ekspektoran
promedex promeno prornensil promethazine ikaphannindo promex promezol prom!
/proinil gold promil gold with !stein promise gold with lutein promocid promuba
promukus pronalges pronetic proneuron pros icy pronimax pronita pronto propar
propect propepsa propyretic propyrin prorelak prorenal prorhoid proris proseval
proseval prosh prosic prosinal prosobee prosogan Id proson proson n prospan
prospep prostacom prostakuG proste prostigmin prostin e prosure protamox protecal
osteo protecal solid proten proterine protexin prothyra protica protifar protifar Wanda
protifed protofen protonic protop protopic prouric provagin provamed proventol
ekspektoran provera proview provigor provinas proviron provit provital provital plus
provoltar provomer provula proworm proxcip proxidan proximo proxitor proxona BO
proxyga proza prozac prozine expectorant psk psoriderm psp pularex pulinicort
pulmicort respules pulmobron pulmolin pulmo-timelets pulna forte puinpitor purbat
puregon puricemia purifam purinic purubex puyer agansa puyer manis cito pycameth
pyderma pylaquin pylitep pylor pyradexon pyralvex pyratibi pyravit pyrex pyrexin
pyrflox pyricef pyridium pyridol pyricloxin hcl pyridryl pyridryl plus pyrifort pyrizon
pyronal pysolan pytramic pyxime qcol qidrox qinox qipro qital qizol q-ten quamiprox
quantidex quantrel quavit clubi- quelicin quelidrine questran quibron t/sr guides quinal
quincin quinobiotic quinovid qutan- qutifar raclonid racordil Ir aa d I°ck d radiocare
radivit radivit iado rafico ragyl forte rahistin raivas rako ramabion ramabutol ramadexon
ramadryl atusin ramadryl ekspektoran ramagesic ramahist ramalgin ramaneuron

394
http://bukuobat.blogspot.com

ramasip ramatetra ramaton ramavex iabet ramicin iso ramicort rannpril ogb dexa
ramixal ramoxlan ramoxyl rampicillin ranacid rancif rancus mulles ranin ranitab
ranitidine ranivel ranticid rantin rapidon rapime rarifam rasilez ratinal ratnacap ratrim
reanal rebetol rebif rebone rechol reclisin reclofen reco recodryl recofol recolfar recolin
recomint recormon recovit recovit plus recustein redalth redaxin redoxon redoxon
double action reductil redusec redutens refagan refaquin reflexor regaine regasec
regastin regit regivell reglus- regrou regrou forte reguloop - /reguloop - regumen rehair
relide reliv relivan relox remacam remacort remakrim rernapro remasal rematof remco
cough remco cough remeron remicade remifemin rerninyl remopain renabetic
renabrazin renacardon renadinac renafit renagas renalyte renamid renamoca renapar
renapepsa renaquil renasistin renatac renator renax renclapid rennie renodiol renosan
renovit renvol renvol emulgel rensamin renxon reotal reotal Si repass reprosid reprosto
in resapin rescuvolin resllok resibron reskuin resochin respolin restoG resvica retaop
retaphyl sr reticopen reticor retin-a retivit retivit plus retivit plus retoflam retroviG reucid
reumatin reviderm revolan rexal rexavin rexicam rexida rexil reximax rexta rextam
reyataz rg-q rhelafen rheinacos rhemafar rheurnabalm rheumabet rheumaden
rheumakap rheumakur rheurnapill rheumaplant rheumason balsam rheumason
balsam gosok putih rheumason claisic balm rheumason inhaler rheumason minyak
gosok rheurnason spesial cream rheumason white cream rhettinastop rheumatin
rheumatin forte rhinocort aqua rhinofed rhinos jr rhinos junioi rhinos neo rhinos or
rhodium riabal ribocine riboquin ribunal ridholin rif rifabiotic rifam rifamec rifampicin
rifamtibi rihest riklona rillus rilox rimactane rimactazid rimcure -fdc/rimcure paed
rimstar fcic rindobion rindofen rindoflox rindomox ringer glukosa ringer laktat ringer's
solution rinolic rinvox risina tab & syr risperdal risperdal const ristior ritalin/ritalin
sr/ritalin la rivanol cap lowo rivotrii rizodal rizonax rioter robamox robemin rocatrol
rocephin racer rocoz roculax rodeca serbuk t loslon rodene rodiamet rodiar rofacin
roferon a rogencin rohto rohto tears rokdisit roksicap rolac rolexit romicef
romilar/romilar expectorant ronalgin milder ronem ronex ronexol rosadryl rosal rosic
rossolare rovadin rovamycine roverton rovital roxan roxbi roxidene rubidox rulid
ruxcine rycef rydian rythron rytmilen rytmonorm ryvel ryzen ryzicor ryzo s- gold with
lutein s- mom s- rtf gold with lutein s-/s- gold saccorit safol sagalon sagestam krim
sagestain tetes mata sagestam tetes telinga sagestam sahne saloon sakacyclin
sakadryl ekspektoran sakafen sakajodine sakatonic sakatonic abc sakatonic abc plus
sakatonic liver sakavit sakavit balk salakinase salbron salbron ekspektoran salbuven
salbuven ekspektoran salderm salep kilning cap istana salfamen salfaplas salfaplas xp
salfenal salgen salgen plus salofalk salpira saltalin salticin krim salticin saltrim
salvasma salycil zwafelzalf salmi samcalvit samcemin samclovir sarncobion samcodin
samcodryl samcodryl ekspektoran samcolat samconal samcorbex samflox sammoxin
sampyrin samson minyak angin samtacid samtetra an h pies sanadryl sanadryl dmp
sanaflu forte sanaflu plus sanazet sanbe tears sancortmycin sandepril sandimmun
sandocef sandostatin lar sandostatin sandro clan sandro forte sanexon sangobion
actife sangobion baby sangobion sangofer sangotonik sangovitin sankorbin sanlin

395
http://bukuobat.blogspot.com

sanmag sanmetidin sarenol sanoliv sanopab sanorine biru % sanorine hijau %


sanoskin melladerm plus ISO INDONESIA VOLUME sanoskin oxy sanpicillin sanprima
san-san sansulin n dan sansulin r santa-e santibi dan santibi pills santo santocyn
sanvita b sanvita b plus effervescent sarapid saridon sartaxal scabicid scabinnte
scadene scadene gel scanaflam /scanaflam scanalgin scanarin scanax scanderma
scanderma plus scandexon scanditen scanidi scaninecob scanneuron scanneuron
scannoxyl scanovir scansepta scansepta scantaren scantensin scantipid scantorna
scantropil scaven scelto scobutrin scopamin scopma scopma plus scopmamin plus
scott's e vita scott's emulsion sebivo seborex sectral sectrazide sedacum seciakten
sedrofen sefanem sefovell sefure sefure selazul selebrox seleca selediar seledryl selefit
plus selenizol seles b sales b seles b sales c- selesbion selesbion plus calcium
selesbion plus calcium selesfen selesgin selesiklin seleskol selesma safest-not
selespurin selestidin seletorfan selferro selkom c selkom c gold selmetor seloken
seloxy seloxy aa seism selsun blue seitifort seltifort gold seltrix selvigon selvim
selviplex selvit seminar semprex sendicol sendillin sensikol sentyl septadine septrin
seradol ser-ap-es seremig serenace serenal- seretide serfac serlof sermion sernade
serolin serophene seroquel seroxat serpasil sesden setrovel seven seas orange syrup
sevorane sevotam e sgm sgm sgm sgm sgm bblr sgm Ilm sgrn rusk sgm sereal sharko
Inside sharox shelrod plus shelrofen sibellum-/sibellum siberid sibital siclaxim siclidon
sidiadryl sidiadryl expectorant sitlox sifrol silabat siladex SOB siladex cough & cold
siladex mucolityic & ekspectorant silamox silax silex silomat compositum silopect
silum simacron simacron simag simarc- simatral simbado sinicef simchol simcor
SIMCCO similac advance similar advance eye similac advance If similar gain advance
similac mama's best sinwaschol simvastatin sin kam cek san sinachol sinapdin sines
sinobiotik sinocort oral paste sinopan sinoric sinova sinral sinupret siobion sipolan
siprofloksasin siramid siran sirdalud sirec sirotep sirplus sistem sistenol sithiain sitro
sizoril skilone skinal skinesse hq skinoren slcinovit skInox skintex skizon skizon n
ssiliipy slip-loot sloan's liniment smecta sobee plus socef socid social soclor sodemix
soderma sodime sodium bicarbonate % sodium chloride % sodium nitroprusside dbl
sodium phenytoin sofaxin sofden sofero sofix sofra tulle f sofradex sofradex tetes mats
soft u derm sohobal sohobion soholin sohopect sohotin sojourn solac solachlor
solacort solafluz sirup solaneuron solans solare solasic solathim solaxin solcoseryl
solcoseryl dental adhesive soldextam solexon solinfec krim solinfec solmux solpenox
soltarin solu cortef sole medrol solvax solvinex solvita solvita baby drops solvita plus
solvitral solvitron somadril compositum somarheuma SO somatostatin - ucb somerol
sominal sonicor /sinicor sonigen soperam sopime sopirom sopralan soprost sorbidin
sorbitol sorbitol clelalande sorov sotacor sotatic sotens sotropil soxietas soxime op
troches spancef sparos sparos spartasweet spashi spashi plus spaslar spaslic
spasmacine spasmal spasmeco plus spasminal spasmium spasmolit spasmomen
spaxirn spectrum spectron spedifen spektrocycline spersadex comp spersanicol
spirabiotik spiradan spiramisin ogb dexa spiranter spirasin spiriva spirolacton
spiropent spitaderm sporacid sporadal sporanox sporax sporend sporetik spores

396
http://bukuobat.blogspot.com

spyrocon squibb b-complex stabactam stabixin stablon stacare staforin stalevo


stamina stanalin standacillin stanza SO starbion starce starclaf starlix starmuno
starvit starxon statkoles statrol stavit stazol steclin stelatopia cleansing cream
stelatopia emollient cream stelatopia milky bath oil stelazine stelosi stelpon SO stemetil
stenirol steopor steroderm sterox stesolid stesolon stilamin stileran stilnox stimol
stimovul stimox stimulit stimuno stofilan stolax stomacain stomacer stomach stomach
susp stomagel stomalet stopcold stop-mag start/no stop-x streptase streptomycin
strocain strolin stromag stronger -minophagen c stugeron suboxone subutex
succinylsiccum suclafeci sudafed ekspektoran sodas one sufenta sulbacef sulcolon
suldox sulfas ferrosus sulferazon sulfitis sulprim sultrimmix sumagesic sun recome
super kidney super tetra superton supervi ton sup-izzz suplasyn supplin supra hymn
suprabion suprabiotic suprachlor supradex supradyn supradyn junior suprafenid
supraflu supralysin supramox supranal suprane suprasma supravit suprax suprazid
suprazid surbex t surbex z sal-gam surpas survanta survector survon sustagen junior
sustagen kid sustagen school sustanon sutear eye lotion suwaryl ekspektoran sweets
c sydrac symadryl symadryl ekspektoran symbicort symbion synalten synarcus synbio
syneclav syntocinon systabon systabon plain systral tabas tagamet tagyt takana
takarajima takelin talcyn talsutin vaginal talyvit tamadex tamanopan tamaprofen
tamaret tamcocin tamofen tamoplex tarnoxifen tanakan tanapress tanflex tantum gel
tantum verde tantum taprocin tapros tarceva targocid tariflox tarivid tetes telinga
tarividotic tarka tarodal tasigna tavegyl taxecap taxef taxegram taxen taximax taxime
taxol taxotere tazimut tazocin tazocin tb vit tb zet teamic tears naturaleii tebokan &
tebokan spesial tecorin tegretol tekasol telebrix telebrix hystero telebrix- meglumine
telebrix- telebrix- telfast od/telfast lid telfast plus temodal temporal tempovate tempra /
tempa forte temprafen tenace tenapril tenaten tenazide tenblok tenoderm tenofax
tenoret tenoretic tenormin tens tensaar tensicap tensidox tensifen tensigard tensilon
tensinop tensinortn tensiphat tensivask tensobon teosal tepaxin tequin tequinol teracli
bra-f teranol terasma terasina ekspektoran terfacef terfin terikortin teril termagon
termicef termini] termisil termorex termorex plus termorex-drops ternix sirup teronac
terracortril terra-cortril opth terra-cortril topical terramycin terratnycin ophth terramycin
poly ophth terramycin poly topical terramycin polymixin b sulfat terramycin salep
terramycin with polyinixin b sulfate terrell tesmel tetagam p tetiga forte tetrac-hib
tetradex tetrahes tetrarco tetrasanbe tetrin tetris tevox texorate the welcome powder
thecort thenil theobron theochodil thephidron therabex theracim theragan-gold
theragran-m theragrip theralexin theranctx theravask thiambiotic thiamet thiamex
thiainfenicol thiamfilex thiamika thiamphenikol thiamycin thianicol thicazol thiclim
thimelon thiopenton thislacol thramed throciclan thrombo aspilets thrombogel
thrombophob thromboreductin aop thymcal thymus thyrax duotab thyrozol tiabet
tiacinon tiaglib tialysin calk tialysin plus tiarema tiarif tibicel tibigon tibitol beard ticlid
ticlon ticlophal ticomag ticuring ticlifar tienim tifatrim tifestan forte tigalin tilade tilarco
tilcotil tilflam tilidon tilomix tilsan timact timolol male-at tim-ophtal tinnic tinset tiola
tioxad tioxyd tiphutic tiramin tirdicef tiriz tisacef tismafam Osmanli tismamisin tisrnazol

397
http://bukuobat.blogspot.com

tisolon tison tivilac tivotnit tizacorn tizos thisic tobradex tobrex tobryne tocef tocobion
tocopherine tofranil toilax tokasid tokovin tolvon tomaag tomit tonagin tonar toniferron
tonikum bayer tonikum bode tonikurn supei tonocalcin topamax topcillin topcort
topgesic topilar-fapg topilar-n topisel topix toplexil topram topras topsy toradol torah
toramine torso torasic torpain tostrex totilac toxaprim forte tracetin trachon tracne
tracodia traccn tracrium tracurium-hameln tradonal tradosik tradyl traflu tragesik tralgi
tramadol tramal tramotal tramus tranabat trance tranexamic tranexid tran-q tranquam
transamin transbroncho transifar transmuco transplumint transpulmin balsam tranxa
trasidan trasik trasylol traumasik travatan travocort travogen traxat trazep trazone
tretnacort tremenza trenat trendistal trenfyl trental trentin trentox trenxy tri act triadex
ekspektoran triaincort triaminic batuk triaminic expectorant trianta triatec tribestan
tribost tricefin trichoclazol infus trichodazol trichol trichostatic tricker triclofem tridex b
tridex plain tridex tridez trifabat trifacort trifacycline trifacycline trifaderm trifadium
trifalgin trifamcort trifamol trifamycetin trifason trifastan trifed trifedrin triflexon trifluid
trijec trilac trilafon trileptal trilin trimadan trimate-e trimezol triminex trimovax menses
trimoxsul trinida trinolon trinordid triocicl triofusin triofusin / triofusin e triomin triomin e
triomin-e trioste triostee tripacel tripaneuron tripanzym triparen no triparen no tripe]
tripenem tripid tripidene tripote triptagic triquilar ed tristan trisulfa berlico trisulfa zenith
tritantrix-hb trivam trivexan trixim trizedon ml trizine trizole trizole trobicin trodeb trod
ex troflam trofodermin trogiar trogyl trolac trolip wont trombogel tram ilin tropidene
tropidrol tropidryl ekspektoran tropidryl plus tropifer tropigesic tropilex tropineuron
tropistan trosyd trovensis troviakol trovilon trovinal trunal-dx retard truvit tuderm-n
tudiab tugesal turpan turtensi tusapres tuseran tuseran forte tusilan tusselix tussigon
tussival tutofusin ch forte tutofusin lc tutolusin ops tuxyl ekspektoran tuzalos twinrix
tvvintic tyarit tyason tygacil tykerb tylonic typherix typhim vi tyran tyrus ubi-q udopa
ulcedine ulceran ulceranin tilcericl ulcid ulcron ulcumaag ulcumet ulcusan ulfam
ulfaprim tam ulpraz ulsafate ulsanic ulsicral ulsidex ulsikur ultilar ultilox ultiran ultracet
ultraflu ultragrip ultramag ultrapen ultraproct n ultravist ultravita ulzol unagen with amr
unalium unasyn oral unasyn undecyl uni a-d drops uni baby's cough uni cetamol uni
phenikol uni tonikum unicap m unicycline unidine unitrac univasc univit plus kalk univit
sirup univoxy unthecol upixon uplores urbason urdafalk urdahex urederm uresix
urfamycin urfanikol urfekol urica uricgard uricnol urineg urintert urispas urixin urobacid
urogetix urografin % uromitexan urotractin uroxal ursochol urticalin urticef V vaclo
vagistin vagizol vaksin bcg vaksin campak vaksin dtp vaksin dtp-hb vaksin dtp-hb
vaksin hepatitis b rekombinan vaksin jerap dt vaksin jerap td vaksin poliomyelitis oral
vaksin tt valamin valansim valcyte valda pastilles valdamild valdimex valdimex valdres
valemia validon valisanbe valium valsartan-ni valto gel valtrex valved valved dm valvir
vamin glucose van rep vancornycin abbot vanquin plus vantiz vapril vardiksia varfekto
vargumet variceila vaccine varicetine varicillin varidryl varilrix varinza varlomid
varmoxillin varoc varsebron varsemol varsetarn varycline vasacon vasacon-a
vascarclin vascoxin vascuprax vasdalat vasdalat retard vasgard vasodistal vasokor
vason vasoner vasotin vastachol vaster vastigo vasvita vaxigrip v-bloc vebac vectrine

398
http://bukuobat.blogspot.com

vedium vegeta velcade velcox velodine velodrom velosef velostln veltadim venacol
venaria venaron venasma vendeo powder mbk venic venocyn venofer venoglobulin-s
% venos venosmil ventab ventavis ventide ventolin diskhaler ventolin expectorant
ventolin expectorant ventolin injeksi ventusif vepesid veragel veraplex vercid vercithin
vercure verile verina vermox veroic verona verorab imorax rabies vero veroscan
versilon vertex vertivom vertizine vesicare vesperum vfend viaclav injeksi viaclav
viadoxin viagra vialop vialyn vibion vibion vibramox vibrarnycin vical vical d vicalcin
vicanatal viccilin viccillin-sx vicee viceten viceten-z vicks anak formula vicks formula
vicks inhaler vicks vaporub vidabion vidalyn m vidastat vidaylin videx vidintal vidisep
vidoran vidoran plus vidoran smart vidoran smart sirup vifferon viflox viflox vigel
vigoral vilapon vilergi tab viliron vimax vinafluor vinblastin pch vinblastin sulphate dbl
vincristine delta vincristine kalbe vincristine pch vineral vinerton vinpo-e vio-corthon
viocortone viohydrocort vionin vionin nf viopor viopor in vioquin viostin corn viostin
corn ds viostin x vioxy vipcol vipime vipram vipro-g viralls /viralls viramune virazide
vircella vircovir vircovir brim virdam vireth viron virpes brim virpes virtaz virugon virules
virti-merz visancort visceralgine visceralgine plus visebad visine visine ekstra visine Ir
visivit visolin visto vistrum visudyne vitabex vitabiol vitabion vitabros vitacal-d vitacaps
vitachol vitacid vitacimin vitacore forte vitacur vitadrop vitaferol vitagrow vitako vitako
vital vital ear oil vitalac bl vitalac- vitalac- vitalamin vitalene vitalex vitalong-g
vitalux/vitalux plus vitamam vitamam vitairiam vitamin a vitamin a kimia farma vitamin b
complex vitamin b complex + b vitamin b kompleks vitamin bl vitamin b vitamin vitamin
c mg rasa orange vitamin r ipi vitamin c kimia farina vitamin c soho/ethics vitamin c
trifa vitamin k kimia farma vitamineral vitamulti vitaneuron vitanox vita p vitaplex
vitaplus vitaquin vitaslim vita-vision vita-vision vitavit vitazet vitazym viterol vit-ever
vitner-z vitonal vitonal-f vitop vitoxy vitral vitrasin vitri mix vitt-omega vitro-mega vituju
viusid vivotift vizibex vizranat vocefa voldilex volequin volinol volmatik volmax volox
voltadex jeli voltadex voltaflam voltaren retard voltaren sr- voltaren supp voltaren
volten voluven voniceran vomecho vomerin vometa vometraz vornetron vomidex
vomidon vomiflux vomilat vorniles vomipram vomistop vomitas vomitrol von-ce
voncebe voren voroste vosea vosedon vosteon voxin vroxil vulamox vytorin waisan
warfarin eisai waxsol wiacid wiaflox wiamox wiatrim wibrom wiclin wicold wida d - /
ns/wida d / n/wida d ns wida dwida d wida ns wida nsi wida rd wida rl wida rs widahes
widecillin widrox winapen winasal winatin wintogeno extra wiros wisatamex wishen
wishes eyes wishen junior wishen of wishen platinum wishen pronatal witranal wizol
wood pepermint child woods antitusif woods ekspektoran wormetrin X xalacom
xalatan xanax xanax xr xanda xanthinat xanturic xanvit xatral xl x-cam xeldac xeloda
xenical xenifar xenoprom xepabet xepabion xepacillin xepadergin xepalat xepalium
xepaloclin xepamet xepamol drops xepaneuron xepanicol xepaprim xepathritis xepavit
xepazym xeraclin xevolac x-flam x-gra xicalotn xiclav xiety xilon xiltrop ximex cylowam
ximex cylowan ximex konigen ximex opticom ximex optixitrol ximun xomnia non-ce
xorin xotilon xylocaine xylomidon xyzal ylut yadim yabiskin yalone yaricef yarifen
yariflam yarisma yarox yasiden yasmin yavon yaz yazon ye & to yeastafort yefamox

399
http://bukuobat.blogspot.com

yekacillin yekadex yekadin solutio yekadryl ekspektoran yekadryl extra yekaflu


yekagrip yekalgin yekamag yekamulvita yekaneuron yekapiodenton yekapons
yekaprirn yekaradin yekasix yekathiacol yekatrizol-f yekazone yodsaben yolinsal
yosenob yumag yumazon yusimox forte yusimox yutopar zac zacoldine zactin zadaxin
zaditen zaldiar zamel zanidip zantac zantadin zantifar zapphire zarorn zecadryl zecaflox
zecamex zecaneuron zecathiam zecatrim zecaxon zedoksil zefidim zeftrix zegase
zegavit zegren zelavel zelface zehris zelmac zemoxil zemyc zencocin zendalat zendiab
zenibroz zenichlon zenicyclin zenidex zenillox zenilev zenirex zenriz zensoderm zenti
zentra zenzon zeos zephanal zepral zeprazol zerion zerit zerlin zerofed zeroflu
zeroform zestam zestoretic zestril zetamol zetazal zetropil zevask zevibex zevit c time
release zevit grow zevif-c zeviton zibac zibramax zicafen zicho zidalev zidifec zifin zilop
ziloven hap! zinacef zinc zinc prima zinc prima-a zinco zincopto zinnat zinone zistic
zitanid zithrax zithromax zivon zn-dian zofran zofredal zolacap zolacort zoladex
zolagel zolagel diaper zolastin zolcer zoline zoliocid zolmia zoloft zoloral krill] zoloral
zoltrim zometa zonal zonifai zoralin krim zoralin zotam zoter zovast zovirax krim zovirax
zultrop zumablok zumacierm-n zumadiac zuinafib zumafib micro zumaflox zumalin
zumarnet zumaran zumasid zumatab zumatic zumatram zumavastal zycin zyclorack
zyflox zyloric zyparon zypraz zyprexa zyvox

400
http://bukuobat.blogspot.com

PENULIS

Hammad Sholeh, apoteker lulusan Fakultas Farmasi Universitas


Airlangga Surabaya. Sempat bekerja di industri farmasi PT Novell
Pharmaceutical Laboratories. Pernah menjadi penulis tetap
majalah Kelompok Kompas Gramedia. Pernah menjadi editor
konten Buku Kesehatan Ibu dan Anak, Departemen Kesehatan.
Berminat di bidang penulisan dan pendidikan masyarakat. Penulis
bisa dihubungi di bukuobat@gmail.com

401