Anda di halaman 1dari 8

Tugas Kelompok Ke-2

PANCASILA

Disusun oleh Team 3:

1. Nur Anisa Widiana (2201830604)


2. Jimmi Tamba (2201848431)
3. Ghassanni Masyitha (2201849245)
4. Mochammad Bagas Helmi Fauzan (2201848463)
5. Arie Setiawan (2201849554)

BINUS ONLINE LEARNING

UNIVERSITAS BINA NUSANTARA

Tugas Kelompok ke-2

CHAR6019 – Character Building: Pancasila


(Minggu 5/Sesi 7)

Buatlah sebuah deskripsi 1 halaman Font: Times New Roman, ukuran: 12, spasi: 1,5.

Belakangan ini semakin banyak terjadi kasus kejahatan di Indonesia, terutama di kota-
kota besar, khususnya Jakarta. Kasus kejahatan yang terjadi bermacam-macam
jenisnya. Ada pelecehan, pencurian, perampokan, pemerkosaan, Dari jenis yang
beraneka ragam inipun intensitasnya juga beragam. Yang mengkhawatirkan adalah
semakin lama intensitas dan frekuensinya pun semakin bertambah. Kita bisa melihat
bahwa semakin lama kita semakin sering membaca berita tentang perampokan yang
semakin sadis dan pembunuhan yang semakin sering dan juga semakin sadis.

Berdasarkan deskripsi kasus di atas Jawablah pertanyaan-pertaanyaan berikut ini;


“Analisalah kasus di atas berdasarkan perspektif sila ke-2 Pancasila”.

Catatan: analisa anda harus memuat sumber bacaan yang relevan.

Jawaban (Nur Anisa Widiana) :

CHAR6019 – Character Building: Pancasila


Bagi orang Indonesia Pancasila merupakan kristalisasi nilai-nilai luhur yang hidup
dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai dasar Negara, Pancasila memiliki kedudukan
sangat penting bagi Indonesia, yang perlu selalu tertanam dalam hati setiap orang.
Terdapat lima nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila, salah satu silanya
adalah sila ke-2 “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”. Nilai sila ke-2 memiliki nilai adil
mengandung makna bahwa suatu keputusan dan tindakan didasarkan atas ukuran / norma-
norma yang obyektif dan tidak subjektif, sehingga tidak sewenang-wenang.

Mengutip di http://www.academia.edu bahwa seiring dengan perkembangan zaman dan


kemajuan teknologi saat ini nilai-nilai luhur pancasila diindikasikan mulai dilupakan
masyarakat Indonesia. Sendi-sendi kehidupan di masyarakat sudah banyak yang tidak sesuai
dengan nilai-nilai luhur Pancasila. Adapun perilaku yang menyimpang dari nilai-nilai luhur
Pancasila misalnya penyalahgunaan narkoba, pelacuran, penyimpangan seksual (homo,
lesbian, biseksual, pedofil, sodomi, zina, seks bebas, transeksual), tindak criminal atau
kejahatan (perampokan, pencurian , pembunuhan, pengrusakan, pemerkosaan, pelecehan,
pencurian, perampokan, pemerkosaan, dan lain sebagainya), gaya hidup (wanita
berpakaian minimalis di tempat umum, pria beranting, suka berbohong, dsb).

Penyimpangan-penyimpangan tersebut tidak sejalan dan bahkan bertentangan dengan


ajaran yang terkandung di dalam Pancasila. Secara ideologi Negara, Pancasila sebenarnya
sudah mengatur prinsip-prinsip tata kehidupan masyarakat Indonesia. Berupa nilai-nilai luhur
budaya bangsa yang dapat dijadikan pedoman bagi seluruh rakyat Indonesia untuk mencapai
kemajuan dalam hidup berbangsa dan bernegara. Karena itu mestinya senantiasa menjadi
acuan digunakan sebagai pedoman tingkah laku bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-
hari.

Jadi sila kedua ini menghendaki warga Negara untuk menghormati kedudukan setiap
manusia dengan kelebihan dan kekurangna masing-masing, setiap manusia berhak
mempunyai kehidupan yang layak dan bertindak jujur serta menggunakan norma sopan
santun dalam pergaulan sesame manusia. Butir-butir sila kedua mengutip
https://handikap60.blogspot.com adalah sebagai berikut:
1. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban antar sesama manusia.
2. Saling mencintai sesama manusia.
3. Mengembangkan sikap tenggang rasa

CHAR6019 – Character Building: Pancasila


4. Tidak bersikap semena-mena terhadap orang lain.
5. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan
6. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan
7. Berani membela kebenaran dan keadilan
8. Merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.

Menurut pendapat saya makna arti dari sila ini diharapkan dapat mendorong seseorang
untuk senantiasa menghormati harkat dan martabat orang lain sebagai pribadi dan anggota
masyarakat. Dengan sikap ini diharapkan dapat menyadarkan bahwa dirinya merupakan
makhluk social yang mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Atas dasar sikap
perikemanusiaan ini, maka bangsa Indonesia menghormati hak hidup bangsa lain menurut
aspirasinya masing-masing. Dan menolak segala bentuk penjajahan di muka bumi ini. Hal itu
dikarenakan berlawanan dengan nilai perikemanusiaan.
Sumber :

http://www.academia.edu/16553069/MAKALAH_PANCASILA_SILA_KEADILAN_SOSIAL_BAGI
SELURUH_RAKYAT_INDONESIA
https://handikap60.blogspot.com/2013/02/makna-yang-terkandung-dalam-sila.html

Jawaban (Jimmi Tamba) :


Di dalam Sila ke-2 pancasila yang berbunyi
kemanusiaan yang adil dan beradab yang yang memiliki nilai penting,
Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung arti bahwa kesadaran sikap
dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dalam hidup bersama atas dasar tuntutan
hati nurani dengan memperlakukan sesuatu hal sebagaimana mestinya. Manusia
diberlakukan sesuai harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan yang sama
derajatnya, hak, dan kewajiban asasinya.

Dengan kata lain, ada sikap untuk menjunjung tinggi martabat dan hak-hak asasinya
atau bertindak adil dan beradap terhadapnya. Sila ini menjamin diakui dan
diperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai mahluk Tuhan
Yang Maha Esa, yang sama derajatnya, yang sama haknya dan kewajiban-kewajiban
azasinya, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, dan keparcayaan, jenis

CHAR6019 – Character Building: Pancasila


kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya. Karena itu dikembangkanlah
sikap saling ,mencintai sesama manusia, sikap tenggang rasa serta sikap tidak
terhadap orang lain. Kemanusiaan yang adil dan beradab berarti menjunjung tinggi
nilai kemanusiaan, melakukan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dan berani membela
kebenaran dan keadilan. Manusia adalah sederajat, maka bangsa Indonesia merasakan
dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap
hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

Akan tetapi, penyimpangan dan pelanggaran tetap terjadi. Terutama terhadap nilai
kemanusiaan yang dianut pada sila kedua pancasila. Salah satu contoh kasus yang
menjadi polemik di negara Indonesia adalah terjadinya kekerasan pada anak. Ini
adalah alarm bahwa nilai pancasila belum di amalkan dengan matang. Sehingga hal
ini terjadi berulang dan menjadi contoh yang buruk di tanah air.

Tuhan Yang Maha Esa, yang memiliki potensi, pikir, rasa, karsa dan cipta. Karena
potensiini manusia mempunyai, menempati kedudukan dan martabat yang tinggi.
Kata adil mengandung makna bahwa suatu keputusan dantindakan didasarkan atas
ukuran / norma-norma yang obyektif, dantidak subyektif, sehingga tidak sewenang-
wenang.Kata beradab berasal dari kata adab, artinya budaya. Jadi adab mengandung
arti berbudaya, yaitu sikap hidup, keputusan dantindakan yang selalu dilandasi oleh
nilai-nilai budaya, terutama normasosial dan kesusilaan / moral.Kemanusiaan yang
adil dan beradab mengandung pengertian adanya kesadaran sikap dan perbuatan
manusia yang didasarkan kepada potensi budi nurani manusia dalam hubungannya
dengan norma-norma dan kebudayaan umumnya. kemanusiaan dimiliki oleh semua
manusia di dunia, tanpa memandang ras, keturunan dan warna kulit, serta bersifat
universal.

Kasus kejahatan yang terjadi bermacam-macam jenisnya. Ada pelecehan, pencurian,


perampokan, pemerkosaan hingga pengeroyokan, Dari jenis yang beraneka ragam
inipun intensitasnya juga beragam. Yang mengkhawatirkan adalah semakin lama
intensitas dan frekuensinya pun semakin bertambah. Kita bisa melihat bahwa semakin
lama kita semakin sering membaca berita tentang perampokan yang semakin sadis
dan pembunuhan yang semakin sering dan juga semakin sadis. Salah satu contoh

CHAR6019 – Character Building: Pancasila


kejahatan yang sering terjadi di Jakarta maupun diluar daerah yaitu kasus
pengeroyokan supporter bola.

Bandung - Rekonstruksi pengeroyokan Haringga Sirila yang digelar pada Rabu


kemarin (26/9/2018) memunculkan banyak fakta baru. Seorang pedagang bakso,
Adang Ali (67), dalam rekonstruksi menceritakan, dia yang berada dekat dengan
lokasi kejadian tidak bisa menghentikan kekejaman oknum Bobotoh tersebut."Saya
berusaha melerai karena kasihan. Dia dipukuli, saya halangi, tapi tetap (orang)
mukul. Saya juga didorong-dorong," kata Adang di TKP GBLA Bandung, seperti
dikutip jawapos.com.

https://www.liputan6.com/regional/read/3653518/kesaksian-tukang-bakso-di-lokasi-
pengeroyokan-haringga-sirila.

Salah satu contoh lainnya adalah kejahatan pelecehan di ibu kota yaitu
Kasus pemerkosaan terhadap penumpang angkutan kota kembali terjadi di ibu kota
Jakarta. Ini menandakan bahwa kejahatan seksual masih menjadi ancaman serius
bagi pengguna angkutan umum.

(https://megapolitan.kompas.com/read/2015/06/22/05035291/Ini.Kasus-
kasus.Kejahatan.Seksual.yang.Pernah.Terjadi.di.Angkot.Ibu.Kota)

Dari kedua contoh diatas tentunya bertentangan dengan nilai pancasila ke 2 yaitu
kemanusiaan yang adil dan beradab karena melanggar Hak Asasi Manusia karena
menyebabkan nyawa seseorang hilang ditangan supporter pihak tuan rumah
penyelenggara dan kasus kedua Merusak masa depan korbannya dengan cara
memperkosa korbannya ini tidak sangat patut untuk di tiru, karena bisa merusak
generasi masa depan bangsa Indonesia merupakan perbuatan keji yang melanggar
HAM.

CHAR6019 – Character Building: Pancasila


Jawaban (M Bagas Helmi Fauzan) :

“ Kemanusiaan yang adil dan beradab “, merupakan bunyi pancasila yang kedua,
dimana manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, yang memiliki
kemampuan dalam berfikri, Perasa dn Cipta. . Adil terutama mengandung arti bahwa
suatu keputusan dan tindakan didasarkan atas norma-norma yang objektif; jadi, tidak
subjektif apalagi sewenang-wenang. Beradab berasal dari kata adab yang berarti
budaya. Jadi, beradab berarti berbudaya. Inimmengandung arti bahwa sikap hidup,
keputusan, dan tindakan selalu berdasarkan nila-nilai budaya, terutama norma sosial
dan kesusilaan (moral). Adab terutama mengandung pengertian tata kesopanan,
kesusilaan atau moral. Dengan demikian, bearadab dapat ditafsirkan sebagai berdasar
nilai-nilai kesusilaan atau moralitas khususnya dankebudayaan umumnya. Jadi,
Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab adalah kesadaran sikap dan perbuatan manusia
yang didasarkan kepada potensi budi nurani manusia dalam hubungan dengan norma-
norma dan kebudayaan umumnya, baik terhadap diri pribadi, sesama manusia,maupun
terhadap alam dan hewan. Pada prinsipnya Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
adalah sikap dan perbuatan manusia yang sesuai dengan kodrat hakikat manusia yang
berbudi, sadar nilai, dan berbudaya.

Terdapat beberapa kasus kekerasan terhadap anak, karena kasus tersebut merupakan
salah satu contoh kasus yang sedang menjadi polemik di negara Indonesia. Ini adalah
alarm bahwa nilai Pancasila belum di amalkan dengan matang. Sehingga hal ini
terjadi berulang dan menjadi contoh yang buruk di tanah air ini. Berikut adalah
contoh:
"Hari ini Ditreskrimum Polda Metro Jaya meningkatkan status tersangka terhadap
Utomo Permono dan Nur Indriasari pada kasus penelantaran anak di
Cibubur karena kami sudah mendapatkan hasil analisa psikologi terhadap pelaku,"
ujar Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya
Kombes Pol Krishna Murti di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (17/6/2015).
Sumber :
https://www.liputan6.com/news/read/2253954/pasutri-penelantar-5-anak-di-cibubur-
jadi-tersangka-kdrt

CHAR6019 – Character Building: Pancasila


Kasus kekerasan pada anak ini memang miris untuk terdengar oleh telinga kita
sebagai warga Indonesia. Tentu hal ini telah melenceng dari sila kedua Pancasila,
yaitu “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Karena dalam sila kedua terkandung
nilai-nilai humanistis yang harus kita terapkan pada segala aspek kehidupan, antara
lain:
 Pengakuan terhadap adanya martabat manusia dengan segala hak asasinya yang
harus dihormati oleh siapapun.
 Perlakuan yang adil terhadap sesama manusia.
 Pengertian manusia beradab yang memiliki daya cipta, rasa, karsa dan iman.

Nilai-nilai tersebut akan semakin pudar jika kita tidak segera menghentikan
kebiasaan-kebiasaan buruk orang yang mendidik anak dengan menggunakan
kekerasan sebagai alat disiplin yang sebenarnya tidak ada pengaruh positif bagi anak.

Bahwa terdapat beberapa solusi untuk kasus kekerasan pada anak, tindakan
pencegahan diperlukan untuk menekan tingkat frekuensi kekerasan yang melanggar
keberadabannya sesama manusia. Kiat yang bisa dilakukan untuk itu adalah :

1. Membantu anak melindungi diri


2. Pembekalan ilmu bela diri
3. Maksimalkan peran sekolah
4. Pendidikan budi pekerti
5. Melaporkan kepada pihak berwajib

CHAR6019 – Character Building: Pancasila