Anda di halaman 1dari 29

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Sekolah : SMK Negeri 10 Makassar


Mata Pelajaran : Dasar-dasar Konstruksi Bangunan dan Teknik Pengukuran Tanah
Komp. Keahlian : Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan
Topik : Jenis-jenis Alat Berat
Kelas/Semester :X/1
Tahun Pelajarn : 2018/2019
Alokasiwaktu : 2 JP (1 pertemuan @ 2 x 45 menit)

A. Kompetensi Inti (KI)


1. Memahami dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong
royong, kerja sama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan proaktif melalui
keteladanan, pemberian nasihat, penguatan, pembiasaan dan pengkondisian secara
berkesinambungan serta menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta
dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
3. Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual,
konseptual, operasional lanjut, dan metakognitif secara multidisiplin sesuai dengan bidang
dan lingkup kerja Desain Permodelan dan Informasi Bangunan pada tingkat teknis, spesifik,
detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah,
dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
4. Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang
lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Desain Permodelan
dan Informasi Bangunan. Menampilkan kinerja mandiri dengan mutu dan kuantitas yang
terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukan keterampilan menalar,
mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif,
komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik secara mandiri.
Menunjukan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami, sampai dengan tindakan orisinal dalam ranah konkret terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik secara mandiri.
B. Kompetensi Dasar
3.11 Memahami jenis-jenis alat berat pada pekerjaan konstruksi
4.11 Mempresentasikan jenis–jenis alat berat pada pekerjaan konstruksi.
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.11.1 Menyebutkan Jenis-jenis dan fungsi alat berat pada pekerjaaan konstruksi
gedung,jalan,jembatan,dam,pelabuhan dan terowongan
3.11.2 Menjelaskan Jenis-jenis dan fungsi alat berat pada pekerjaaan konstruksi
gedung,jalan,jembatan,dam,pelabuhan dan terowongan
4.11.1 Mengidentifikasi jenis-jenis alat berat pada pekerjaan konstruksi gedung, jalan,
jembatan,dam, pelabuhan dan terowongan
4.11.2 Mempresentasikan jenis-jenis alat berat pada pekerjaan konstruksi gedung, jalan,
jembatan,dam, pelabuhan dan terowongan

D. Tujuan Pembelajaran
Setelah berdiskusi dan menggali informasi, peserta didik dapat:
1. Menyebutkan Jenis-jenis dan fungsi alat berat pada pekerjaan konstruksi gedung
,jalan,jembatan dengan baik, tepat dan penuh tanggung jawab
2. Menjelaskan Jenis-jenis dan fungsi alat berat pada pekerjaan konstruksi
gedungn,jalan,jembatan dengan baik, tepat dan penuh tanggung jawab
3. Mengidentifikasi dan memilah jenis-jenis dan fungsi alat berat pada pekerjaan konstruksi
gedung, jalan, jembatan,dam,pelabuhan dan terowongan dengan tepat,percaya diri dan penuh
rasa tanggung jawab
4. Mempresentasikan jenis-jenis alat berat pada pekerjaan konstruksi gedung, jalan,
jembatan,dam, pelabuhan dan terowongan

E. Materi Pembelajaran (rincian dari Materi Pokok)


Jenis-jenis dan fungsi alat berat pada pekerjaan konstruksi ( Terlampir )

F. Pendekatan, Strategi dan Metode


1. Pendekatan: Scientific Learning
2. Model : Discovery learning
3. Metode : Diskusi, ceramah, tanya jawab dan penugasan

G. Kegiatan Pembelajaran
No KegiatanPembelajaran Waktu (Menit)
1 Kegiatan Awal 10 menit
a. Guru mengucapkan salam dan berdoa (religius)
b. Mengecek kesiapan peserta didik secara dengan cara mengatur (religius,
tempat duduk terlebih dahulu, memeriksa kebersihan kelas, nasionalis)
c. Menyanyikan lagu nasional.
d. Guru mengabsen peserta didik
e. Mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengaitkan materi (literasi)
yang lalu dengan materi yang akan dipelajari.
f. Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok secara
heterogen
2 KegiatanInti 65 menit
1 Pemberian Rangsangan (stimulus)
a. Guru menjelaskan tujuan pelajaran yang akan dicapai pada
pembelajaran (Critical thinking,
b. Guru menayangkan video pembelajaran tentang alat-alat literasi)
berat dipakai pada pekerjaan kontruksi
c. Peserta didik mengamati tayangan video
d. Guru membagikan bahan kajian berupa bacaan dan gambar
yang berkaitan dengan materi
2 Penyataan/Identifikasi Masalah
 Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk
mempersiapkan pertanyaan yang relefan dengan Jenis-jenis (Literasi)
dan fungsi alat berat pada pekerjaan konstruksi
 Guru membagikan LKPD
 Peserta didik mengerjakan LKPD yang telah dibagikan
3 Pengumpulan Data
 Memberi kesempatan siswa untuk mengeksplor semua
yang ingin diketahui dengan mengumpulkan data mengenai (Collaboration,
Jenis-jenis,fungsi dan klasifikasi alat berat pada pekerjaan Creativity,
konstruksi Literasi)
 Setiap anggota kelompok berbagi tugas untuk mencari (Integritas)
jenis–jenis dan fungsi alat berat pada pekerjaan konstruksi
4 Pembuktian
 Mengkategorikan data dan menentukan hubungannya, (Collaboration,
selanjutnyanya disimpulkan dengan urutan dari yang Critical thinking,
sederhana sampai pada yang lebih kompleks terkait jenis– Creativity)
jenis alat berat pada pekerjaan konstruksi Communication)
5 Menarik kesimpulan
 Menyampaikan hasil konseptualisasi jenis–jenis alat berat
pada pekerejaan kontruksi dalam bentuk lisan dan tulisan
 Mempresentasikan hasil tugas kelompok di depan kelas dan
kelompok lain menanggapi
 Menggabungkan dan menyimpulkan hasil diskusi tentang
jenis–jenis alat berat pada pekerjaan kontruksi
3 Penutup 15 menit
a. Guru bersama sama siswa membuat rangkuman/kesimpulan (Literasi)
pelajaran
b. Melakukan penilaian terhadap pelajaran yang sudah
dilaksanakan
c. Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan
berikutnya (Religius)
d. Guru menutup proses pembelajaran dengan doa dan salam

I. Media, Alat, Bahan, dan Sumber Belajar


1. Media : LCD, Komputer/Laptop,Video
2. Alat pembelajaran : Spidol, Penghapus, LKPD,Power point
3. Sumber Belajar
a. Bahan Bacaan MK 2 Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi DPIB ,Direktorat Jenderal
GTK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2018
b. Internet
H. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan
1. Instrumen dan Teknik Penilaian (Terlampir)

Makasar, 29 November 2018


Mengetahui,
Dosen Pembimbing Guru Pamong Peserta PPG Dalam Jabatan

Dr. Mithen Lullulangi, MT Hj. Jeanilora, S.Pd., M.Pd Fadliya


NIP. 19580315 198803 1 002 NIP. 19670624 199203 2 005 NIM. 1821047003

Mengesahkan,
Kepala UPT SMKN 10 Makasar

Andi Umar Patta, S.Pd., M.Si


Pangkat : Pembina Tk. I
NIP. 19701005 199903 1 012
LAMPIRAN 1

BAHAN AJAR

Alat berat adalah mesin berukuran besar yang didesain untuk melaksanakan fungsi
konstruksi seperti pengerjaan tanah (earthworking) dan memindahkan bahan bangunan.
Alat berat merupakan factor penting di dalam proyek, terutama proyek-proyek konstruksi dengan
skala yang besar. Tujuan penggunaan alat-alat berat tersebut untuk memudahkan manusia dalam
mengerjakan pekerjaannya sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah pada
waktu yang relative lebih singkat.
Fungsi dan aplikasi dari berbagai jenis diatas disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan proyek.
Dari setiap alat diatas memiliki beragam jenis, ukuran, dimensi, dan harga yang berbeda. Pemilihan
peralatan akan sangat menentukan biaya, mutu, dan waktu pelaksanaan proyek

A. KLASIFIKASI FUNGSIONAL ALAT BERAT

1. Alat Pengolah Lahan

Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan yang harus dipersiapkan
sebelum lahan tersebut mulai diolah. Jika pada lahan tersebut masih terdapat semak
atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan dozer. Untuk
pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper. Sedangkan untuk
pembentukan permukaan lahan agar rata, selain dozer dapat digunakan juga motor grader.

Dozer Scraper Motor Grader


1. Alat Pengangkut Material

Pengangkutan material lepas dengan jarak tempuh yang relative jauh, alat berat yang
digunakan berupa belt, truck, dan wagon. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu
memuat material ke dalamnya. Selain alat berat tersebut, crane termasuk di dalam
kategori alat pengangkut material karena alat ini dapat mengangkut material secara vertical
dan kemudian memindahkannya secara horizontal, namun pada jarak jangkau yang relative
kecil.

Dump Truck Crane

2. Alat Pemindah Material

Alat berat yang termasuk dalam kategori ini adalah alat berat yang biasanya tidak digunakan
sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat kealat
berat yang lain. Loader dan dozer adalah alat pemindah material
Loader Buldozer

3. Alat Pemadat

Apabila suatu lahan dilakukan penimbunan, pada lahan tersebut perlu dilakukan
pemadatanPemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan, baik itu jalan tanah
maupun jalan dengan perkerasan lentur ataupun perkerasan kaku. Alat berat yang
termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping roller, pneumatic-tired roller,
compactor, dan lain-lain

Tamping Roller Pneumatic Tired Roller

Compactor Tandem Roller


4. Alat Pemroses Material

Alat ini digunakan untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan
ukuran yang diinginkan. Hasilk dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi, semen,
beton, dan aspal. Alat berat yang termasuk dalam kategori ini adalah crusher. Alat yang
dapat mencampur material- material di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses
material seperti concrete batch plant dan asphalt mixing plant.

Crusher Concrate Batch Plant

Asphal Mixing Plant


5. Alat Penempatan Akhir Material

Alat berat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya adalah untuk menempatkan
material pada tempat yang ditentukan. Di tempat atau lokasi ini material disebarkan secara
merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Alat berat yang
termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreader, asphalt paver, motor grader, dan
alat pemadat.

Concrate Spreader Asphal Paver

Motor Grader
6. Alat Penggali ( Excavator)

Yang dimaksud alat gali disini adalah adalah alat berat yang fungsinya menggali tanah, baik
kebawah maupun kesamping. Tanah hasil galiannya biasanya ditimbun disekitarnya,bisa pula
dimuat kedalam dump truck untuk diangkut ke tempat lain. Jenis alat ini dikenal juga dengan
excavator. Beberapa alat berat yang digunakan menggali tanah dan batuan. Alat-alat berat
yang termasuk dalam kategori ini adalah front shovel, backhoe, dragline, dan clamshell.

Excavator Front Shovel

Backhoe Dragline
Clamshell

B. KLASIFIKASI OPERASIONAL ALAT BERAT

Alat berat, pada pengoperasiannya dapat dipindahan dari satu tempat ke tempat lain baik
yang dapat digerakkan maupun yang tidak dapat digerakkan atau statis. Dengan demkian
klasifikasi alat berat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi sebagai berikut
1. Alat dengan penggerak
Alat penggerak merupakan bagian dari alat berat yang menerjemahkan hasil dari mesin
menjadi kerja. Bentuk dari alat penggerak tersebut adalah crawler atau roda kelabang
dan ban karet. Sedangkan belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt.

Crawler Roda Kelabang


Conveyor Belt
2. Alat statis
Alat berat yang terrmasuk di dalam klasifikasi ini adalah tower crane, batching plant
baik untuk beton maupun untuk aspal, serta crusher plant.

Tower Crane

Asphal Mixing Plant Concrate Batch Plant


C. PEMILIHAN DAN PENETAPAN PERALATAN KERJA KONSTRUKSI
Pemilihan alat berat dilakukan pada tahap perencanaan, dimana jenis, jumlah, kapasitas alat
berat merupakan factor penentu. Tidak semua jenis alat berat dapat digunakan untuk setiap
proyek konstruksi, oleh sebab itu pemilihan alat berat yang tepat sangatlah diperlukan. Apabila
terjadi kesalahan dalam pemilihan alat berat maka akan terjadi keterlambatan di dalam
pelaksanaan, biaya proyek yang membengkak, dan hasil yang tidak sesuai dengan rencana.
Di dalam pemilihan alat berat, ada beberapa factor yang harus diperhatikan sehingga kesalahan
di dalam pemilihan alat dapat dihindarkan. Factor-faktor tersebut antara adalah sebagai berikut:
a. Fungsi yang harus dilaksanakan
Alat berat dikelompokkan berdasarkan fungsinya seperti menggali, mengangkut, meratakan
permukaan, dan lain-lain. Dengan demikian, pemilihan alat berat harus benar-benar
memperhatikan jenis pekerjaan apa yang akan dilaksanakan
b. Kapasitas alat berat
Pemilihan alat berat didasarkan pada volume total atau berat material yang harus diangkut atau
dikerjakan. Kapasitas alat yang dipilih harus sesuai sehingga pekerjaan dapat diselesaikan pada waktu
yang telah ditentukan.
c. Cara operasi
Alat berat dipilih berdasarkan arah (horizontal maupun vertical) dan jarak gerakan, kecepatan,
frekuensi gerakan, dan lain-lain.
d. Pembatasan dari metode yang digunakan
Pembatasan yang memperngaruhi pemilihan alat berat antara lain peraturan lalulintas, biaya, dan
pembongkaran. Selain itu metode konstruksi yang dipakai data membuat pemilihan alat dapat berubah
e. Ekonomi
Selain biaya investasi atau biaya sewa peralatan, biaya operasi dan pemeliharaan merupakan factor
penting di dalam pemilihan alat berat.
f. Jenis proyek
Ada beberapa jenis proyek yang umumnya menggunakan alat berat. Proyek-proyek tersebut antara
lain proyek gedung, pelabuhan, jalan, jembatan, irigasi, pembukaan hutan, dam, dan sebagainya
g. Lokasi proyek
Lokasi proyek juga merupakan hal lain yang penting diperhatikan dalam pemilihan alat berat. Sebagai
contoh lokasi proyek di dataran tinggi memerlukan alat berat berbeda dengan sebaliknya.
h. Jenis dan daya dukung tanah
Jenis tanah di lokasi proyek dan jenis material yang akan dikerjakan dapat mempengaruhi alat berat
yang akan dipakai. Tanah dapat dalam kondisi padat, lepas, keras, atau lembek
i. Kondisi lapangan
Kondisi dengan medan yang sulit dan medan yang relative baik merupakan factor lain yang
mempengaruhi pemilihan alat berat.
D. ALAT BERAT PADA BERBAGAI JENIS PROYEK KONSTRUKSI

Pada setiap proyek terdapat keunikan dimana tidak semua alat berat perlu digunakan dalam
proyek tersebut. Jenis-jenis proyek yang pada umumnya menggunakan alat berat adalah
proyek gedung, pelabuhan, jalan, dam, irigasi, dan sebagainya
1. Proyek Gedung
Alat berat yang umum digunakan di dalam proyek gedung adalah alat pemancang
tiang fondasi (pile drivig), alat penggali (backhoe) yang digunakan untuk penggalian
basement, crane untuk pemindahan vertical, truck untuk pemindahan horizontal, concrete
mixer, dan lain-lain. Concrete mixer digunakan sebagai pencampur adukan beton dan
concrete mixer truck sebagai pengankut campuran beton. Alat pemadat juga sering
digunakan untuk memadatkan tanah di sekitar basement
2. Proyek Jalan
Proyek jalan pada umumnya menggunakan alat gali, truck, dozer, grader, alat pemadat,
loader, dan lain-lain. Alat gali digunakan untuk menggali saluran di sekitar badan
jalan. Bulldozer berfungsi untuk mengupas tanah dan grader untuk membentuk
permukaan tanah. Loader digunakan sebagai pemuat tanah ke dalam truck. Untuk
jalan dengan perkerasan lentur digunakan asphalt mixing plant yang berfungsi untuk
mencampurkan bahan campuran aspal yang kemudiian disebarkan, diratakan, dan
dipadatkan dengan menggunakan asphalt finisher. Sedangkan untuk perkerasan kaku
beton diolah dengan menggunakan concrete batching plant yang kemudian dipindahkan
dengan menggunakan truck mixer.
3. Proyek Jembatan
Alat berat yang digunkaan untuk proyek jembatan antara lain adalah alat
pemancang tiang fondasi, alat penggali, crane, truck, concrete mixer atau concrete
mixer truck, alat pemadat, dan lain-lain.
4. Proyek Dam
Proyek dam pada umumnya menggunakan alat penggali tanah, crane, truck, concrete
mixer atau concrete mixer truck, alat pemadat tanah, loader, bulldozer, grader. Alat
penggali tanah yang umum digunakan untuk proyek dam berupa backhoe atau front
shovel. Concrete mixer digunakan untuk pembuatan dinding penahan tanah
5. Proyek Pelabuhan
Pada proyek di pelabuhan, diperlukan suatu alat berat seperti pada proyek lain nya yaitu :
1. Truck digunakan untuk mengangkat bahan bangunan kedalam area proyek dengan jarak yang relatif
jauh.
2. Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan, menggali
tanah yang terdapat diantara bangunan beton, meratakan jalan raya atau lapangan terbang.
3. Alat Penggali Tanah (Excavator) digunakan untuk menggali. Excavator ini 15ela juga disebut
dengan Backhoe. Biasanya kalau di dalam proyek alat ini digunakan untuk menggali tanah,
mengeruk tanah ataupun mengeruk batu.
4. Crane (alat pengangkat)
5. Dozer ini digunakan untuk pengolahan lahan.
6. Truck digunakan untuk mengangkut bahan bangunan kedalam area proyek dengan jarak yang
relative jauh.
7. Shovel dapat juga digunakan untuk membuat timbunan bahan-bahan persediaan seperti kerikil,
pasir, semen PC, dan sebagainya. Umumnyashovel dipasang di truck crawler.
8. Compressor merupakan alat berat yang berfungsi sebagai pemampat udara yang digunakan
dalam pembersihan area pekerjaan dari debu maupun sampah ringan lainnya, sebelum
dilakukan pengecoran atau kegiatan yang membutuhkan kebersihan area.
9. Pile Drive Hammer untuk pemancangan tiang pancang beton buat pondasi dalam, biasanya
pondasi dalam dipakai pada bangunan gedung bertingkat (high rise building)
,jembatan,pelabuhan atau penahan tanah (khusus sheet pile).
10. Jackhammer adalah alat yang digunakan untuk mengebor batuan keras untuk kemudian
diledakan seperti crawling drill.
11. Batching Plant adalah alat berat yang digunakan untuk membuat beton jadi (Ready mix
Concrete)
12. Concrete pump adalah sebuah alat yang digunakan untuk mentransfer cairan beton dengan
dipompa.Biasa dipakai pada gedung bertingkat tinggi dan pada area yang sulit untuk dilakukan
pengecoran.
13. Drop hammer merupakan palu berat yang diletakan pada ketinggian tertentu di atas tiang palu
tersebut kemudian dilepaskan dan jatuh mengenai bagian atas tiang.
14. Crusher berfungsi untuk memecahkan batuan alam menjadi ukuran yang lebih kecil sesuai
spesifikasi yang dibutuhkan.
15. Conveyor Belt merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan tanah, pasir, kerikil batuan
pecah beton.
6. Proyek Terowongan

Pada proyek terowongan, alat berat yang sering di gunakan adalah Tunnel boring machine (TBM)
yaitu alat penggali terowongan. Karena bentuk mesin yang menyerupai silinder, permukaan
terowongan yang terbentuk jadi seperti lingkaran. Tunnel Boring Machine( Mesin Penggali TBM)
dapat digunakan pada batuan lunak hingga batuan keras yang dilengkapi dengan mata bor yang
tersebar di permukaan kepala bor. Kepala bor yang berbentuk silinder ini kemudian berputar dan
menggerus batuan. Scraper adalah alat gali tanah yang mampu melakukan tiga tugas sekaligus :
memuat, mengangkut, dan membongkar muatan. Bentuk scraper mirip dengan truk biasa. Yang
membedakan, bak bawah scraper dapat diturunkan dengan ujungnya berbentuk seperti bilah.Saat
scraper bergerak maju, bilah akan menggaruk tanah mirip cara kerja sekop. Tanah garukan ini
langsung ditampung dalam bak. Bucket Wheel Excavator (BWE) adalah alat super berat yang
digunakan.BWE paling efektif digunakan di tanah lembek yang tidak banyak mengandung batuan
keras.Komponen utama BWE adalah roda berputar besar yang dipasang pada sebuah lengan
raksasa. Ujung roda ini kemudian dipasangi semacam ember besi (bucket) dengan gigi-gigi logam
dipinggiran bucket yang digunakan untuk menggali tanah. Bucket ini terus berputar seiring putaran
roda (wheel) yang kemudian dirancang untuk menumpahkan muatannya pada sabuk berjalan (belt
conveyor) yang terdapat di badan BWE.Bor Jackleg (Jackleg Drill) adalah mesin bor pneumatic
yang dilengkapi kaki hidraulik yang dapat diatur menyesuaikan dengan arah pemboran. Mesin ini
umumnya digunakan untuk mengebor batuan keras (hard rock). Kaki hidraulik memungkinkan
operator melakukan pemboran dalam berbagai sudut.

Fungsi dan aplikasi dari berbagai jenis peralatan di atas disesuaikan dengan kondisi dan
kebutuhan proyek. Dari setiap alat memiliki beragam jenis, ukuran, dimensi, dan harga yang
berbeda. Pemilihan peralatan akan sangat menentukan biaya, mutu, dan waktu pelaksanaan
proyek. Maka berhati-hatilah menentukan peralatan baik dari segi fungsi, kapasitas,
urgensi, biaya, cara pembayaran, spesifikasi alat, dan masa pemakaian/garansi.
Pemilihan alat berat dilakukan pada tahap perencanaan, dimana jenis, jumlah, kapasitas
alat berat merupakan factor penentu. Tidak semua jenis alat berat dapat digunakan untuk
setiap proyek konstruksi, oleh sebab itu pemilihan alat berat yang tepat sangatlah diperlukan.
Apabila terjadi kesalahan dalam pemilihan alat berat maka akan terjadi keterlambatan di dalam
pelaksanaan, biaya proyek yang membengkak, dan hasil yang tidak sesuai dengan rencana.
Pada setiap proyek terdapat keunikan dimana tidak semua alat berat perlu digunakan dalam
proyek tersebut. Jenis-jenis proyek yang pada umumnya menggunakan alat berat adalah proyek
gedung, pelabuhan, jalan, dam, irigasi, dan sebagainya
LAMPIRAN 2
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
( LKPD )

Nama Siswa :
Kelas : X
Tema : Jenis-jenis Alat Berat pada Pekerjaan Konstruksi
Tujuan Pembelajaran :
Dengan membaca teks dan tayangan video peserta didik mampu menjelaskan jenis-jenis
dan fungsi alat berat yang dipakai pada pekerjaan jalan
Langkah-Langkah Kegiatan:
1. Bacalah teks berikut!

Jenis-jenis Alat Berat Pada Pekerjaan Jalan

Proyek jalan pada umumnya menggunakan alat gali, truck, Bulldozer,


grader, alat pemadat, loader, dan lain-lain. Alat gali digunakan untuk
menggali saluran di sekitar badan jalan. Bulldozer berfungsi untuk
mengupas tanah dan grader untuk membentuk permukaan tanah. Loader
digunakan sebagai pemuat tanah ke dalam truck. Untuk jalan dengan
perkerasan lentur digunakan asphalt mixing plant yang berfungsi untuk
mencampurkan bahan campuran aspal yang kemudiian disebarkan,
diratakan, dan dipadatkan dengan menggunakan asphalt finisher.
Sedangkan untuk perkerasan kaku beton diolah dengan menggunakan
concrete batching plant yang kemudian dipindahkan dengan menggunakan
truck mixer.

2. Setelah membaca teks di atas dan melihat tayangan video yang ditampilkan, jawablah
pertanyaan-pertanyaan berikut:
a. Tuliskan Jenis alat berat yang digunakan pada pekerjaan jalan asphal
b. Tuliskan masing-masing fungsi alat tersebut
c. Jelaskan Tahapan Pekerjaan Jalan Asphal
KUNCI JAWABAN LKPD

a. Nama alat berat yang dipakai pada pekerjaan jalan asphal


- Excavator - Bulldozer
- Dump Truck - Tendem Roller
- Teodolit - Asphal Finisher
- Double Dump Roller - Pneumatic Roller
b. Excavator
Excavator berfungsi untuk membersihkan lahan dari sampah maupun pepohonan kemudian diratakan.
Excavator bekerja dengan cara menggali maupun mengurug tanah.
Buldozer
Lahan yang sudah dibersihkan oleh excavator, selanjutnya akan di ratakan dengan menggunakan
bulldozer atau dozer. Bulldozer bekerja dengan meratakan tanah.
Dump Truck
Dump truck berfungsi untuk memindahkan tanah bekas galian dari lahan. Agar tidak menghalangi
pekerjaan disekitar area lahan.
Tendem Roller
Tendem roller berfungsi untuk meratakan dan memadatkan material pondasi bawah. Pondasi bawah
adalah batu kali yang di pindahkan oleh dump truk. Selain itu, pekerjaan perataan dengan tandem
roller dilakukan lagi pada saat penghamparan lapis pondasi atas, dan lapis permukaan.
Teodolit
Teodolit berfungsi untuk mengukur elevasi urugan material pondasi. Ini dilakukan saat penghamparan
material pondasi.
Asphalt Finisher
Asphalt finisher berfungsi untuk menghamparkan asphalt pada lahan jalan. Pekerjaan ini dilakukan
setelah lapisan pondasi bawah selesai dikerjakan. Proses ini disebut dengan penghamparan asphalt
dengan menggunakan asphalt yang sudah dipanaskan terlebih dahulu sehingga mencair.
Double Drum Roller
Double drum roller berfungsi untuk memadatkan asphalt hasil hamparan oleh asphalt finisher.
Pekerjaan ini dilakukan setelah asphalt berhasil dihamparkan dengan elevasi jalan raya yang sudah
diukur menggunakan theodolit.
Peneumatic Roller
Peneumatic Roller berfungsi sebagai alat berat finishing pemadatan dan perataan jalan raya.
c. Tahapan pekerjaan jalan asphal
- Persiapan mobilisasi atau demobilisasi
- Pembentukan badan jalan dan pemadatan tanah
- Gelar batu sub Basecourse lalu di]adatkan
- Gelar base course lalu dipadat
- Cor prime coat
- Gelar aspal hotmix type AC-BC
- Cor tack coat
- Gelar aspal hotmix AC-WC
- Pemadatan finishing pekerjaan
Lampiran 3

INSTRUMEN PENILAIAN PRESENTASI

Topik : JENIS – JENIS ALAT BERAT


Tanggal : 20 AGUSTUS 2018
Kelas / Semester : X / GANJIL
Jumlah Siswa : 30 orang.

Menyampaikan Menanggapi Mempertahankan Jlh Nilai


No Nama siswa pendapat (1) (2) argumentasi (3) score
(4)
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Rubrik :
1. Menyampaikan pendapat
1. Tidak sesuai masalah
2. Sesuai dengan masalah, tapi belum benar
3. Sesuai dengan masalah dan benar tanpa literature
4. Sesuai dengan masalah dan benar dengan literature
2). Menanggapi pendapat
1. Langsung setuju atau menyanggah tanpa alasan
2. Setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar tidak sempurna
3. Setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar
4. Setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar dengan didukung referensi

3). Mempertahankan pendapat


1. Tidak dapat mempertahankan pendapat
2. Mampu Mempertahankan pendapat, alasan kurang benar
3. Mampu mempertahankan pendapat, alasan benar tidak didukung referensi
4. Mampu mempertahankan pendapat, alasan benar didukung referensi

FORMAT PENILAIAN DISKUSI


Nilai = Jumlah Skor X 100
12
Lampiran 2

INSTRUMEN PENILAIAN KERJA KELOMPOK / DISKUSI


Materi : Jenis – jenis Alat Berat
Kelas/Semester : X / Ganjil
Hari/Tanggal : Sabtu, 20 Oktober 2018

Tanggungja
Kepedulian
Kerjasama

Kejujuran
disiplin
No. Nama Jumlah Skor Nilai

wab
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Ketentuan skor ;
SKOR KETERANGAN
1 jika peserta didik sangat kurang konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator (
SKK)
2 jika peserta didik kurang konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator, tetapi
belum konsisten ( KK)
3 jika peserta didik mulai konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator ( MK)
4 jika peserta didik konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator ( K )
5 jika peserta didik selalu konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator ( SK)

PENILAIAN SIKAP KERJA KELOMPOK

Nilai = Jumlah Skor X 100


25
PEDOMAN PENSKORAN :
INTERVAL HASIL KONVERSI PREDIKAT SIKAP
96-100 4,00 A
91-95 3.66 A- SANGAT BAIK
85-90 3,33 B+
80-84 3,00 B BAIK
75-79 2,66 B-
70-74 2,33 C+
65-69 2,00 C CUKUP
60-64 1,66 C-
55-59 1,33 D+
KURANG
LAMPIRAN

LEMBAR PENILAIAN

Lampiran 1

LEMBAR PENILAIAN HASIL BELAJAR

WaktuPeni
No Aspek yang dinilai TeknikPenilaian
laian
Mengamati : Observasi :
 Mengamati klasifikasi alat berat pada Proses demonstrasi alat
1
pekerjaan konstruksi berat pada pekerjaaan
konstruksi.
Menanya :
Tes:
 Mengkondisikan situasi belajar untuk
Tes lisan/ tertulis terkait
2 membiasakan mengajukan pertanyaan secara
dengan jenis-jenis alat
aktif dan mandiri tentang jenis-jenis alat berat
berat pada konstruksi
pada pekerjaan konstruksi.
Mengeksplorasi :
 Mengumpulkan data yang dipertanyakan
Tugas :
dan menentukan sumber ( melalui benda
Makalah tentang jenis-
3 konkrit,dokumen,buku,eksperimen ) untuk
jenis alat berat pada
menjawab pertanyaan yang diajukan tentang
pekerjaan konstruksi
jenis –jenis dan fungsi alat berat pada
pekerjaan konstruksi
Mengasosiasi :
 Mengumpulkan data yang dipertanyakan
dan menentukan sumber ( melalui benda Observasi :
4 konkrit,dokumen,buku,eksperimen ) untuk Makalah tentang jenis-
menjawab pertanyaan yang diajukan tentang jenis alat berat pada
jenis-jenis dan fungsi alat berat pada pekerjaan konstruksi.
pekerjaan konstruksi
Tes:
Mengkomunikasikan :
Tes lisan/ tertulis terkait
 Menyampaikan hasil konseptualisasi tentang
5 dengan jenis-jenis dan
jenis-jenis dan fungsi alat berat pada
fungsi alat berat pada
pekerjaan konstruksi
pekerjaan konstruksi
INSTRUMEN PENILAIAN HASIL BELAJAR
TES TERTULIS

EVALUASI
Petujuk:
1. Untuk mengukur kompetensi yang anda peroleh setelah mempelajari Modul ini di
lakukan evaluasi dalam bentuk ujian tertulis dengan bentuk soal pilihan ganda
2. Pilihlah jawaban yang paling benar menurut anda dengan memberikan tanda silang (X)
pada lembar jawaban yang disediakan
3. Waktu yang disediakan adalah 30 menit

1. Kegiatan penumbangan pohon berdiameter kurang dari 30 cm disebut


a. Felling
b. Harrowing
c. Undebrushing
d. Pilling
2. Alat berat yang dapat digunakan untuk untuk keperluan perataan tanah juga sebagai pembentuk
permukaan yang dikehendaki adalah
a. Motor grader
b. Ripper
c. Backhoe
d. Dragline
3. Yang termasuk dalam klasifikasi alat penggali dan pemuat adalah
a. Scraper
b. Loader
c. Excavator
d. Dump truck
4. Berikut ini adalah Proyek- proyek konstruksi yang biasa menggunakan alat berat,kecuali :
a. Jalan
b. jembatan
c. Rumah tinggal
d. Terowongan
5. Siklus kerja dump truck adalah
a. Melempar bucket – mengetuk – angkat bucket – swing – membuang – swing kembali
b. Memuat – mengangkut – membuang – kembali
c. Tancap blade – menggusur – mengangkat blade – memutar
d. Tidak ada jawaban yang benar
6. Pada klasifikasi alat berat dari aspek operasional ada alat statis dan alat dengan penggerak.
Yang manakah dari alat dibawah ini yang tergolong alat berat statis...
a. Excavator
b. Crusher plant
c. Dump Truck
d. Backhoe
7. Kegiatan untuk mengupas top soil kemudian dibuang atau disimpan pada suatu tempat untuk
dipergunakan lagi disebut
a. Ripping
b. Stripping
c. Cutting
d. Hauling
8. Backhoe, power shovel, dragline, dan clamshell adalah beberapa jeni dari alat berat
a. Ripper
b. Excavator
c. Dump truck
d. Wheel loader
9. Pada proyek jalan digunakan beberapa alat berat salah satunya adalah Asphal Mixing Plant apa fungsi
alat berat tersebut ?
a. Menggali saluran disekitar badan jalan
b. Mengupas tanah
c. Membentuk permukaan tanah
d. Mencampurkan bahan campuran bahan campuran aspal
10. Untuk pemancangan tiang pancang beton buat pondasi dalam pada proyek pelabuhan digunakan alat
berikut :
a. Pile Drive Hammer
b. Jackhammer
c. Clamshell
d. Drop hammer
Lampiran 2
LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN KETRAMPILAN

Mata Pelajaran : Dasar-dasar Konstruksi Bangunan dan Teknik Pengukuran Tanah


Kelas/Semester : X / Gasal
Tahun Pelajaran : 2018/2019

Indikator terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang
berkaitan dengan nilai fungsi di berbagai kuadran.
1. Kurang terampil jika sama sekali tidak dapat menyebutkan jenis-jenis alat berat.
2. Terampil jika menunjukkan sudah ada usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan strategi
pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan jenis-jenis dan fungsi alat berat pada
pekerjaan konstruksi
3. Sangat terampil , jika menunjukkan adanya usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan strategi
pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan jenis-jenis dan fungsi alat berat pada
pekerjaan konstruksi. Dan sudah tepat.
Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
Keterampilan
Menerapkankonsep/prinsipdanstrate
No NamaSiswa
gipemecahanmasalah
KT T ST
1
2
3
Keterangan :
KT : Kurang Trampil
T : Terampil
ST : Sangat Terampil
LEMBAR PENILAIAN TUGAS

Mata Pelajaran : Dasar-dasar Konstruksi Bangunan dan Teknik Pengukuran Tanah


Kelas/Semester : X / Gasal
Tahun Pelajaran : 2018/2019

Aspek Yang Dinilai


N Tata Sistematika Sikap / Nilai
Nama Kualitas
o Perencanaan LetakGa dan Cara EtosKer Total
Gambar
mbar Kerja ja
1

PenilaianAkhir :

1. Penilaian setiap kompetensi dasar (KD) dilakukan melalui Uji Kompetensi (UK)
2. UK dilaksanakan setelah materi KD selesai dipelajari
3. Penilaian teori dilakukan melalui tes tertulis, bentuk soal pilihan ganda/essay
4. Setiap soal tertulis diberi bobot dan skor

 (bobot x skor)
5. Skor akhir = soal

6. Bila seluruh butir soal dijawab dengan benar skor maksimum = 4


7. Batas lulus nilaiteoriskor minimal Nt = 3
8. Penilaianpraktikdilakukandenganpenugasan
9. Batas lulus nilai praktik skor minimal Np = 3
Nilai akhir kompetensi dasar : Nkd = 30 % Nt + 70 % Np