Anda di halaman 1dari 37

MODUL AJAR 05

PEMINDAHAN TANAH MEKANIS

PERHITUNGAN BIAYA
OPERASIONAL ALAT BERAT

PROGRAM STRATA SATU (S1)


PROGRAM TEKNIK LINGKUNGAN
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI SAPTA TARUNA
MODUL AJA3 01 1
BAB II
BIAYA OPERASIONAL DAN PEMILIHAN

Hal yang penting diperhatikan dalam pemilihan dan pemakaian peralatan


mekanis adalah berapa besar biaya yang harus dikeluarkan untuk
peralatan mekanis.
Biaya dimaksud adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk kembali
peralatan (owning cost) dan biaya yang harus dikeluarkan untuk
mengoperasikan peralatan tersebut (operating cost).
Dengan mengetahui biaya pemilikan (owing cost) serta biaya operasi
(opearting cost) akan dapat membantu mengethaui berapa keuntungan
yang bisa diperoleh setelah menyelesaikan suatu pekerjaan.
Dengan pencatatan yang akurat atau teliti atas biaya pemilikan dan biaya
operasi peralatan ini juga akan banyak membantu dalam perhitungan
perencanaan biaya pekerjaan berikutnya.
Biaya pemilikan dan biaya operasi peralatan per satuan waktu, misalnya
per jamnya untuk suatu peralatan tertentu akan berbeda-beda antara lain
harga bahan bakar, harga peralatan setempat (bisa berbeda karena biaya
angkutan yang berbeda), bunga uang dsb.

28/05/2015 BOWO2015
Untuk menghitung biaya pemilikan dan
biaya operasi per jam nya, dapat
dikelompokan menjadi dua kelompok
biaya yaitu :

1. Biaya pemilikan (biaya pasti/Fix cost)


a. Operasi atau penyusunan
b. Bunga bank, asuransi dan pajak

28/05/2015 BOWO2015
2. Biaya operasi (biaya tidak pasti/ Variabel Cost)
a. Bahan bakar
b. Minyak pelumas mesin
c. Minyak hidrolik
d. Minyak transmisi
e. Gemuk
f. Filter
g. Perbaikan
h. Ban
i. Komponen khusus

28/05/2015 BOWO2015
1. BIAYA PEMILIKAN (OWNING COST)
a. DEPRESIASI atau PENYUSUTAN
Depresiasi adalah penurunan nilai harga dari
pada peralatan akibat umur dan pemakaian.
Umur peralatan banyak dipengaruhi oleh cara
pemakaian serta cara pemeliharan peralatan
yang bersangkutan.
Misalnya peralatan dengan pemeliharaan yang
baik dapat mencapai umur pemakaian
ekonomis yang cukup lama dibandingkan
kalau pemeliharaanya kurang baik.
Umur ekonomis suatu peralatan adalah tahun
atau umur, dimana perbandingan anatar total
biaya yang sudah dipakai pada peralatan
tersebut (kumulatif) dengan waktu (tahun) nya
mencapai nilai yang paling rendah.
28/05/2015 BOWO2015
Rp

6.106
5.106
4.106
3.106
2.106
1.106

1 2 3 4 5 Tahun

28/05/2015 BOWO2015
Pada umumnya peralatan mekanis mempunyai umur ekonomis
rata-rata 5 – 6 tahun atau 10.000 sampai 12.000 jam (dengan
pemakaian rata-2 2000 jam/th teoritis)

Periksa tabel II.1 daftar umur ekonomis peralatan.

Nilai bersih peralatan untuk Depresiasi :


Pada umumnya Ban (pada peralatan mekanis dengan ban)
dikeluarkan dari harga peralatan, karena ban dianggap
komponen yang cepat aus.
Biaya (harga) ban dimasukan dalam biaya operasi. Sampai
dengan batas waktu ekonomisnya peralatan tadi masih
mempunyai nilai jual )Resale value).

28/05/2015 BOWO2015
Untuk menghitung nilai peralatan untuk Depresiasi adalah
sebagai berikut :
• Harga peralatan pada penyerahan ....... Rp. A ........
• Biaya (Harga) ban ................................ Rp. B ........
• Harga jual kembali (resale value) ......... Rp. C ........

• Nilai untuk Depresiasi ........... Rp. A – Rp. B – Rp. C

28/05/2015 BOWO2015
METODE DEPRESIASI

Ada 3 cara untuk menghitung depresiasi yaitu :


• Cara langsung (straight line depreciation)
• Cara penjumlahan angka tahun (sum of the year digits)
• Cara pengurangan berganda (double declining balance)

Contoh :

Sebuah Bulldozer, harga penyerahan Rp.400.000.000,-


Dengan umur ekonomis 5 th
Nilai jual kembali (resale value) Rp. 40.000.000,-

28/05/2015 BOWO2015
1) Cara langsung (straight line)
Nilai yang akan disusutkan :
Rp. 400.000.000 – Rp. 40.000.000 = Rp. 360.000.000,-
Penyusutan/th = Rp.360.000.000,-/5 = Rp. 72.000.000,-

Tahun Penyusutan (Rp) Nilai Baku (Rp)


0 - 400.000.000,-
1 72.000.000,- 328.000.000,-
2 72.000.000,- 256.000.000,-
3 72.000.000,- 184.000.000,-
4 72.000.000,- 112.000.000,-
5 72.000.000,- 40.000.000,-

28/05/2015 BOWO2015
2) Cara Penjumlahan Angka Tahun (sum of the year digits)

Tahun Penyusutan (Rp) Nilai Baku (Rp)


0 - 400.000.000,-
1 5/15 x 360.000.000 = 120.000.000 280.000.000,-
2 4/15 x 360.000.000 = 96.000.000 184.000.000,-
3 3/15 x 360.000.000 = 72.000.000 112.000.000,-
4 2/15 x 360.000.000 = 48.000.000 64.000.000,-
5 3/15 x 360.000.000 = 24.000.000 40.000.000,-
15

28/05/2015 BOWO2015
3) Cara Pengurangan Berganda (double decleining balance)
biaya penyusutan/th = 2 x nilai penyusutan cara langsung x
nilai buku

Tahun Penyusutan (Rp) Nilai Baku (Rp)


0 - 400.000.000,-
1 40% x 400.000.000 = 160.000.000 240.000.000,-
2 40% x 240.000.000 = 96.000.000 144.000.000,-
3 40% x 144.000.000 = 54.600.000 86.400.000,-
4 40% x 86.400.000 = 34.560.000 51.840.000,-
5 ................................ = 11.840.000 40.000.000,-
15

28/05/2015 BOWO2015
Dalam penyusutan cara pengurangan
berganda di atas nilai jual kembali
(resale value) tidak ikut dikurangkan
pada nilai yang akan disusutkan
kecucali karena sebagai nilai buku
pada akhir tahun ekonomis saja.
Ini berarti bahwa apabila nilai
penyusutan sudah lebih tinggi dari nilai
buku, maka peralatan tidak dihitung
lagi penyusutannya.
28/05/2015 BOWO2015
b. BUNGA BANK, ASURANSI dan PAJAK
Bunga bank disini adalah biaya penanaman modal
pada peralatan ini, kebalikan dari suku bunga apa
bila dalam bentuk penabungan uang.
Pajak yang diperhitungkan adalah pajak kekayaan
yang dikenakan pada peralatan yang
bersangkutan.
Contoh :
Bunga bank .................... 22 %
Pajak .............................. 1,5 %
Asuransi ......................... 1,5 %
Jumlah (tarif tahunan) 25 %

28/05/2015 BOWO2015
Pemakaian per tahun 2000 jam
Harga perolehan peralatan Rp. 400.000.000,-
Biaya bunga bank, pajak dan asuransi per jam :

𝑓𝑎𝑘𝑡𝑜𝑟 𝑥 𝑕𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒𝑕𝑎𝑛


= x 25 %
𝑝𝑒𝑚𝑎𝑘𝑎𝑖𝑎𝑛 𝑝𝑒𝑟 𝑡𝑎𝑕𝑢𝑛

Dimana :
Faktor = faktor investasi tahunan rata-2
𝑛+1
= : (n = masa penyusutan)
2𝑛

Biaya bunga bank, pajak ) = 0,6 x 400.000.000 x 25%


Dan asuransi per jam ) 2000

= Rp. 30.000,-
28/05/2015 BOWO2015
Cara menghitung biaya bunga bank,
pajak dan asuransi ini dapat juga
dengan memakai faktor pengali yang
diambil dari grafik dibawah ini

28/05/2015 BOWO2015
GRAFIK FAKTOR PENGALI
BIAYA BUNGA BANK, PAJAK, ASURANSI PER JAM
0.17
0.16
0.15
0.14
0.13
0.12
0.11
Faktor pengali

0.10
0.09
0.08
0.07
0.06
0.05
0.04
0.03
0.02
0.01

2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 22 24 26 28

Total Bunga Bank, Pajak dan Asuransi tahunan %


28/05/2015 BOWO2015
Biaya bunga bank, pajak dan asuransi per jam

𝐹𝐴𝐾𝑇𝑂𝑅 𝑃𝐸𝑁𝐺𝐴𝐿𝐼 𝑋 𝐻𝐴𝑅𝐺𝐴 𝑃𝐸𝑅𝑂𝐿𝐸𝐻𝐴𝑁


=
1000

0,075 𝑥 400.000.000
= = Rp. 30.000,-
1000

Cara mencari faktor pengali adalah sbb :

Pada sumbu datar grafik kita tentukan titik dengan nilai tarif
tahunan 25 %. Tarik garis tegak lurus dari titik tersbut ke atas
dan akan memotong garis pemakaian tahunan 2000 jam/thn.
Dari titik potong ini ditarik garis mendatar ke kiri dan
memotong sumbu tegak yaitu garis sumbu faktor pengali, titik
ini menunjukan angka 0,075

28/05/2015 BOWO2015
Jadi jumlah total biaya pemilikan per jam nya adalah :

400.000.000 − 40.000.000
Biaya penyusutan = = Rp. 36.000,-
10.000

Biaya bunga, pajak, asuransi = Rp. 30.000,-


Rp. 66.000,-

28/05/2015 BOWO2015
2. BIAYA OPERASI (OPERATION COST)

Biaya operasi suatu peralatan mekanis dapat


dikelompokan dalam dua kelompok biaya, yaitu :
a. Biaya pemeliharan preventip yang terencana
(preventive maintanance cost)
b. Biaya pemeliharaan variabel (variabel
maintenance cost)

28/05/2015 BOWO2015
a. Biaya pemeliharaan preventip, terdiri
dari biaya-biaya untuk :
1. Minyak pelumas mesin
2. Minyak pelumas transmisi, gardan,
final drive
3. Minyak hidrolik
4. Filter-filter (minyak)
5. Gemuk
6. Saringan udara, bahan bakar
7. Pekerjaan penyetelan, pemeliharaan
ringan
28/05/2015 BOWO2015
Dari buku “Operating and Maintanance Manual”
atau “Buku Pedoman Operasi dan Pemeliharaan”
dapat diketahui jadwal waktu pemeliharaan
preventip di atas.

Perlu dicatat bahwa dalam memakai harga di atas,


untuk menghitung besarnya biaya per jam nya,
sudah harus termasuk biaya gudang, pengiriman dll
yang berkaitan. Harga-harga bahan di sesuaikan
dengan harga setempat, karena harga bahan-bahan
tersebut bisa berbeda antara lokasi (kota) yang satu
dengan kota yang lainnya.

28/05/2015 BOWO2015
b. Biaya pemeliharaan variabel terdiri
biaya-biaya untuk :

1. Pemakaian bahan bakar


2. Perbaikan/ bengkel (repair)
3. Ban
4. Komponen-komponen spesial
(khusus)

28/05/2015 BOWO2015
1) Pemakaian Bahan Bakar

Pemakaian bahan bakar mesin sebanarnya


dapat diukur dengan teliti dilapangan.
Namun apabila data tidak dapat diperoleh,
maka pemakaian bahan bakar tiap jam nya
dapat, dihitung dengan rumus :

F = 200 gram/HP.hr (diesel)

Angka di atas adalah pemakaian bahan


bakar per jam nya tiap HP dari mesin dalam
keadaan bekerja maximum (full power)

28/05/2015 BOWO2015
Pada umumnya peralatan tidak bekerja
dengan tenaga penuh pada sepanjang jam
kerjanya. Pada waktu belok, memutar,
pindah gigi serta pada waktu perjalan
kembali (tanpa beban) tentunya tidak
memerlukan tenaga mesin penuh, sehingga
akan mengurangi besaran pemakaian bahan
bakar per jam nya.
Dengan kondisi seperti ini maka rata-rata
pemakaian bahan bakar per jam nya dapat
diambil besaran ± 80% dari tenaga mesin
yang ada (atau 80% dari HP engine)

Jadi F rata-2 = 0,8 x 200 grm/HP.hr

28/05/2015 BOWO2015
Sehingga biaya pemakaian bahan
bakar adalah :

F rata-2 x Harga bahan bakar

Harga bahan bakar bisa berbeda-beda


karena satu daerah dengan daerah
lainnya. Harga yang dipakai adalah
harga bahan bakar setempat (dilokasi
pemakaian peralatan)
28/05/2015 BOWO2015
2) Perbaikan / bengkel (repair)
Biaya perbaikan peralatan merupakan biaya
yang cukup besar yang menjadi beban
selama umur peralatan.
Biaya ini condong semakin besar dengan
meningkatnya umum peralatan. Hal wajar
karena makin tua peralatan, makin banyak
bagian yang rusak dan sering sehingga
memerlukan banyak biaya perbaikan.
Namun untuk memudahkan perhitungan
dalam perencanaan, maka yang paling
banyak dipakai adalah cara rata-rata yang
sama tiap tahunnya.

28/05/2015 BOWO2015
Contoh :
Suatu peralatan harga Rp.400.000.000
Umur pemakaian (ekonomis) 5 th (10.000 jam)
Data perbaikan selama umur ekonomis sebesar 90%
dari harga peralatan (tabel II-1A) =
90% x Rp. 400.000.000,- = Rp. 360.000.000,-
Jadi biaya perbaikan tiap jam nya
= Rp. 360.000.000 / 10.000 = Rp. 36.000,-

Cara diatas adalah cara menghitung biaya perbaikan


per jam nya dengan metode penyusutan cara langsung
(straight line depreciation).

28/05/2015 BOWO2015
Apabila dengan cara “jumlah angka tahun” (sum of
the digits), caranya adalah sebagai berikut :

Biaya perbaikan selama umur ekonomis 5 th


(10.000 jam) =

= 90% x Rp. 400.000.000

= Rp. 360.000.000,-

Pemakaian per tahun 2000 jam

28/05/2015 BOWO2015
Biaya Perbaikan

0% biaya
Thn Per Tahun Per Jam perbaikan
kumulatif
1 1/15 x Rp. 360.000.000 = Rp. 24.000.000,- Rp. 12.000,- 6%
2 2/15 x Rp. 360.000.000 = Rp. 48.000.000,- Rp. 24.000,- 18%
3 3/15 x Rp. 360.000.000 = Rp. 72.000.000,- Rp. 36.000,- 36%
4 4/15 x Rp. 360.000.000 = Rp. 96.000.000,- Rp. 48.000,- 60%
5 5/15 x Rp. 360.000.000 = Rp. 120.000.000,- Rp. 60.000,- 90%

15 (Jumlah Tahun) = Rp.360.000.000,- = 90% x Rp.400.000.000,-

28/05/2015 BOWO2015
Apabila dengan cara pengurangan berganda (double declining
balance) maka cara perhitungannya adalah sbb :

Penyusutan per tahun (straight line) = 20%

Penyusutan (pengurangan berganda) = 2 x 20 % = 40%

0% biaya
Thn Faktor Per Tahun Per Jam perbaikan
kumulatif
1 40% x 400 jt = 160 jt 11.840.000 5.920,- 2.96%
2 40% x 240 jt = 96 jt 34.560.000 17.280,- 11.60%
3 40% x 144 jt = 57,6 jt 57.600.000 28.800,- 26%
4 40% x 86,4 jt = 34,56 jt 96.000.000 48.000,- 50%
5 = 11,84 jt 160.000.000 80.000,- 90%
Jumlah = 360 jt 360.000.000

28/05/2015 BOWO2015
Dari kedua contoh terakhir terlihat bahwa
pada awal tahun pemakaian, biaya perbaikan
masih rendah. Hal ini dikarenakan peralatan
masih baru. Makin tua peralatan (tahun-2
berikutnya) makin tinggi biaya perbaikannya,
karena peralatan makin banyak yang rusak
dan sering terjadi kerusakannya.

28/05/2015 BOWO2015
3) Biaya Ban
Ban merupakan komponen yang mengalami
keausan selama dalam pemakaiannya. Untuk itu
ban mempunyai umum pemakaian yang banyak
tergantung pada kondisi daerah operasi
pemakaiannya.
Untuk memperoleh umur ban, sebaiknya
dimintakan datanya dari pabrik ban, rata-2 ban
berkisar antara 1000 jam sampai 2500 jam (lihat
tabel berikut)

𝑕𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑏𝑎𝑛 (𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙)


Biaya ban per jam = 𝑢𝑚𝑢𝑟 𝑏𝑎𝑛

28/05/2015 BOWO2015
APPROXIMATE TIRE LIFE (HOUR)
EASY MEDIUM SEVERRE
MACHINE
CONDITION CONDITION CONDITION
Off Highway Dump Truck 3.500 2.500 1.500
Articulated Dump Truck 3.500 2.500 1.500
Motor Graders 3.000 2.000 1.000
Wheel Loader s 3.000 2.000 1.000
Wheel Dozers 3.000 2.000 1.000
Hydraulic Excavator 3.000 2.000 1.000

Traveling on well Traveling on Tire wear moslly


maintained roads, gravelly surfaces, due to rock-cut,
or in silt or sand, tire wear is liable to
tire wear is normal but puncture
normal accasionally cut frequently
by rocks

The life varies with brand and material. Tires my be used above or
below the tire life expectancy given in this table

28/05/2015 BOWO2015
ARTICULATED TRUCKS WHEEL TRACTORS
WHEEL LOADERS
7000
ESTIMATED TIRE LIFE-HOURS

ESTIMATED TIRE LIFE-HOURS


6000
A
5000

4000 B
3000
C
2000

1000

A B C A B C
APPLICATION ZONES APPLICATION ZONES

KEY :
Zone A – almost all tire actually wear trough the tread due to abrasion
Zone B – tire wear out normally but others fail prematurely due to rock cuts, rips and non
repairable punctures
Zone C – few, if any, tires wear through the trad before non repairable damages, usually
from rock cuts and continous overloading, necessitates write-off

28/05/2015 BOWO2015
4) Komponen spesial (khusus)
Pada peralatan bulldozer atau grader ada komponen
khusus yang penggantiannya dapat di jadwalkan,
seperti mata pisau (cutting edge). Pada stone crusher
misalnya jaw nya, cone & mantel dan impact breaker.

OPERATOR
Biaya (upah) operator pada umumnya dimasukan ke
dalam upah pegawai. Namun ada juga yang memasukan
biaya upah operator ke dalam biaya peralatan.
Jadi biaya peralatan terdiri dari :
• Biaya pemilikan
• Biaya operasi
• Upah operator

28/05/2015 BOWO2015
Lanjut .......

CONTOH
PERHITUNGAN BIAYA PERALATAN
modul ajar 06

28/05/2015 BOWO2015