Anda di halaman 1dari 10

MANAJEMEN OPERASI PT.

UNILEVER
INDONESIA

Oleh :

M. FAJAR IKRAM (5163085)

PROGRAM DIPLOMA III LOGISTIK BISNIS


POLITEKNIK POS INDONESIA
BANDUNG
2018/2019
A. PROFIL PERUSAHAAN
PT. UNILEVER INDONESIASejak didirikan pada 5 Desember 1933, Unilever Indonesia
telah tumbuh menjadi salah satu perusahaan terdepan untuk produk Home and Personal Care serta
Foods & Ice Cream di Indonesia.
Rangkaian Produk Unilever Indonesia mencangkup brand-brand ternama yang disukai di
dunia seperti Pepsodent, Lux, Lifebuoy, Dove, Sunsilk, Clear, Rexona, Vaseline, Rinso, Molto,
Sunlight, Walls, Blue Band, Royco, Bango, dan lain-lain.lanjutan
Selama ini, tujuan perusahaan kami tetap sama, dimana kami bekerja untuk menciptakan
masa depan yang lebih baik setiap hari; membuat pelanggan merasa nyaman, berpenampilan baik
dan lebih menikmati kehidupan melalui brand dan jasa yang memberikan manfaat untuk mereka
maupun orang lain; menginspirasi masyarakat untuk melakukan tindakan kecil setiap harinya yang
bila digabungkan akan membuat perubahan besar bagi dunia; dan senantiasa mengembangkan cara
baru dalam berbisnis yang memungkinkan kami untuk tumbuh sekaligus mengurangi dampak
lingkungan.
Saham perseroan pertamakali ditawarkan kepada masyarakat pada tahun 1981 dan tercatat
di Bursa Efek Indonesia seja 11 Januari 1982. Pada akhir tahun 2009, saham perseroan menempati
peringkat ketujuh kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia.
Perseroan memiliki dua anak perusahaan : PT Anugrah Lever (dalam likuidasi),
kepemilikan Perseroan sebesar 100% (sebelumnya adalah perusahaan patungan untuk pemasaran
kecap) yang telah konsolidasi dan PT Technopia Lever, kepemilikan Perseroan sebesar 51%,
bergerak di bidang distribusi ekspor, dan impor produk dengan merek Domestos Nomos.

B. VISI, MISI DAN STRATEGI PERUSAHAAN


Visi yang dimiliki oleh sebuah perusahaan merupakan suatu cita-cita tentang keadaan di
masa datang yang diinginkan untuk terwujud oleh seluruh personel perusahaan, mulai dari jenjang
yang paling atas sampai yang paling bawah, bahkan pesuruh sekalipun. Misi adalah penjabaran
secara tertulis mengenai visi agar visi menjadi mudah dimengerti atau jelas bagi seluruh staf
perusahaan.
Visi Unilever adalah
“To become the first choice of consumer, costumer and community”
Misi Unilever adalah :

 Menjadi yang pertama dan terbaik di kelasnya dalam memenuhi kebutuhan dan aspirasi
konsumen
 Menjadi rekan yang utama bagi pelanggan, konsumen dan komunitas.
 Menghilangkan kegiatan yang tak bernilai tambah dari segala proses.
 Menjadi perusahaan terpilih bagi orang-orang dengan kinerja yang tinggi.
 Bertujuan meningkatkan target pertumbuhan yang menguntungkan dan memberikan
imbalan di atas rata-rata karyawan dan pemegang saham.
 Mendapatkan kehormatan karena integritas tinggi, peduli kepada masyarakat dan
lingkungan hidup.
Strategi Unilever, memenuhi kebutuhan sehari-hari setiap anggota masyarakat di manapun
mereka berada, mengantisipasi aspirasi konsumen dan pelanggan, serta menanggapi secara kreatif
dan kompetitif dengan produk-produk bermerek dan layanan yang meningkatkan kualitas
kehidupan.Akar kami yang kokoh dalam budaya dan pasar lokal di dunia merupakan warisan yang
tak ternilai dan menjadi dasar bagi pertumbuhan kami di masa yang akan datang. Kami akan
menyertakan kekayaan pengetahuan dan kemahiran internasional kami dalam melayani konsumen
lokal, sehingga menjadikan kami Perseroan multinasional yang benar-benar multi-lokal.
Keberhasilan jangka panjang kami menuntut komitmen yang menyeluruh terhadap standar
kinerja dan produktivitas yang sangat tinggi, terhadap kerja sama yang efektif, dan kesediaan untuk
menyerap gagasan baru serta keinginan untuk belajar secara terus-menerus.Kami percaya bahwa
keberhasilan memerlukan perilaku korporasi yang berstandar tinggi terhadap karyawan, konsumen
dan masyarakat, serta dunia tempat kita tinggal. Inilah jalan yang ditempuh Unilever untuk
mencapai pertumbuhan yang langgeng dan menguntungkan bagi usaha serta tercapainya nilai
jangka panjang yang berharga bagi para pemegang saham serta seluruh karyawan Unilever.
Ada beberapa strategi manajemen operasional yang dilakukan PT UNILEVER,Strategi
Manajemen operasional tersebut adalah penyertaan,merangkul perbedaan,menciptakan
kemungkinan dan berkembang bersama-sama untuk bisnis yang lebih baik kinerjanya. Belajar dari
PT UNILEVER,suatu perusahaan seharusnya amu merangul keragaman yang ada dalam
perusahaan terutama keragaman yang ada dalam perusahaan terutama keragaman tenaga kerja.
Perusahaan harus mampy memebrikan perhatian penuh dan bersikap adil pada semua pemohon dan
pembangunan berkelanjut,semua karyawan tanpa memandang jenis
kelamin,kebangsaan,ras,kepercayaan,cacat atau status sosial. Keanekaragamab memainkan
peranan penting dalam memastikan perusahaan memahami kebutuhan konsumen.

C. MANAJEMEN OPERASI PT. UNILEVER


Manajemen Operasional adalah usaha pengelolaan secara optimal penggunaan sumber
daya baik tenaga kerja,mesin,peralatan,bahan mentah,dll dalam proses tranformasi bahan mentah
dan tenaga kerja menjadi berbagai produk atau jasa.
Seorang manajer operasi bertanggung jawab mengelola proses pengubahan input (dalam
bentuk material,tenaga kerja,dan energi)menjadi output dalam bentuk barang dan jasa.
Tujuan manajemen operasi adalah Mengatur penggunaan faktor-faktor produksiyang ada
dapat diperoleh hasil sebesar-besarnya,jumlah output yang dihasilkan bertambah
besar,produktivitas meningkat,kualitas semaki baik.
Untuk mencapai target yang ingin dituju, PT UNILEVER melakukan banyak straregi
manajemen. Salah satunya adalah Manajemen Operasi. Dalam merumuskan stratgei manajemen
operasional,paling tidak ada dua komponen yang dibutuhkan,yaitu adanya sarana dan prasaran
yang memadai dan cara menyediakan sarana dan prasarana yang memadai dan cara menyediakan
sarana dan prasarana tersebut.
D. ISU STRATEGI OPERASI DAN TUJUANNYA
PT UNILVER INDONESIA memiliki sasaran Panjang untuk straegi operasinya.
Pembuatan sasaran jangka panjang ini mengacu kepada strategi induk yang telah ditetapkan
sebelumnya. Sasaran Jangka Panjang Unilever adalah memiliki standar perilaku yang tinggi pada
perusahaan dalam bekerja sama dengan semua orang, masyarakat dapat tersentuh dan produk yang
diciptakan dapat berdampak di lingkungan sekitar

 Strategi Fungsional
Sasaran jangka pendek mengacu pada strategi fungsional yang sifatnya operasional.
Strategi fungsional yang sifatnya lebih operasional ini mengarah kepada berbagai bidang
fungsional dalam perusahaan untuk memperjelas hubungan makna strategi utama dengan
identifikasi rincian yang sifatnya spesifik. Strategi fungsional ini menjadi penuntun dalam
melakukan berbagai aktivitas agar konsisten bukan hanya dengan strategi utamanya saja,
melainkan juga dengan strategi dibidang fungsional lainnya. Didalam dunia binis, perusahaan harus
mempunyai bidang-bidang fungsional yang utama agar dapat bersaing dengan pesaing bisnisnya,
antara lain :

 Strategi Manajemen Keuangan


Strategi ini harus mampu menentukan arah penggunaan dana baik untuk jangka panjang
maupun jangka pendek. Strategi ini umumnya berkisar pada tiga hal, yaitu bagaimana perusahaan
memperoleh modal, alokasi kapital, dan manajemen modal kerja termasuk dalam hal pembagian
keuntungan.
Unilever saat ini memang fokus melakukan pertumbuhan organik seperti peningkatan
omset penjualan, laba perusahaan dan menekan struktur biaya. Namun tidak menutup kemungkinan
melakukan pertumbuhan anorganik. Sepanjang kiprahnya di Indonesia, Unilever telah empat kali
mengakuisisi merek. Akuisisi teh celup Sari Wangi dilakukan tahun 1990, Yoohan (dengan
berbagai merek seperti Molto, Trisol, Whipol) tahun 1998, kecap Bango tahun 2000 dan Taro tahun
2003. Dalam melakukan akuisisi, Unilever selalu menggunakan dana keuangan internal, tidak perlu
injeksi dana kantor pusat. Ia menekankan, akuisisi hanya akan dilakukan jika bisa mendukung
bisnis utama Unilever yang telah ada. Unilever tidak akan keluar dari bisnis utamanya,
memproduksi dan memasarkan barang-barang konsumer. Strategi manajemen keuangan Unilever
dilakukan melalui pendirian kantor pemasaran Unilever Indonesia ke berbagai negara seperti
Singapura, Jepang dan Australia. Sabun Lux buatan Rungkut, ice cream Wall’s dan teh Sari Wangi
buatan made in Cikarang bisa ditemukan di ketiga negara ini. Total ekspor produk Unilever
Indonesia mencapai 6% dari omset penjualan.

 Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia


Kegiatan manajemen sumber daya manusia berkisar pada pengadaan, penggunaan dan
pemeliharaan sumber daya manusia. Agar ketiga pokok kegiatan tersebut berjalan lancar perlu
disiapkan sistem yang handal. Tahap pengadaan mencakup perencanaan SDM, rekrutmen, seleksi
dan orientasi. Tahap penggunaan perlu memperhatikan kesesuaian antara kemampuan SDM dan
apa yang menjadi tugas serta tanggung jawabnya. Juga perlu diperhatikan hal-hal mengenai
kesempatan memperoleh pelatihan dan pendidikan, supervisi, penilaian kinerja, imbalan serta
jaminan perlindungan dan kesehatan kerja. Terakhir, pada tahapan pemeliharaan sumber daya
manusia tujuannya adalah bagaimana agar karyawan merasa puas bekerja.
Salah satu kekuatan Unilever ada pada kualitas sumber daya manusia. Unilever secara rutin
merekrut lulusan baru dari universitas terkemuka. Setelah itu diberikan pelatihan sistem produksi,
pemasaran dan keuangan selama tiga bulan. Mereka tidak langsung kerja tetapi ditraining terlebih
dahulu di berbagai bidang seperti manufaktur, pemasaran, penelitian dan pengembangan. Saat ini
tenaga kerja yang diserap oleh Unilever secara langsung berjumlah 3.000 orang ini belum termasuk
tenaga kerja tidak langsung. Total tenaga kerja yang terserap berjumlah 25.000 orang. Jika
diansumsikan satu orang memiliki empat anggota keluarga maka perusahaan menanggung nasib
sekitar 100.000 orang. Ada 6 strategi manajemn sumber daya manusia di PT. UNILEVER
INDONESIA:

1. Mengembangkan SDM untuk Pertumbuhan


Pertumbuhan merupakan topik yang umum dibicarakan dan menjadi perhatian
utama di Unilever Indonesia. Pandangan kami terhadap karyawan terwujud dalam visi
kami: ‘mengembangkan Sumber Daya Manusia untuk pertumbuhan’. Agar perusahaan
dapat terus tumbuh, karyawanpun perlu terus dibina dan dikembangkan secara
berkesinambungan. Harus diupayakan terciptanya sinergi antara strategi perusahaan dan
perkembangan karyawan. Agar dapat mencapai hasil terbaik, strategi kami harus
berdasarkan pada dinamika antara organisasi dan manusianya. Energi inilah yang
membangkitkan keunggulan kami dalam menghadapi persaingan.
Bagi kami, mengembangkan karyawan tidak cukup dengan mengasah
intelektualitas dan keahlian, melainkan juga mendekati secara emosional dengan
menyentuh hati mereka. Kami menginginkan tim yang beranggotakan orang-orang penuh
energi yang berjuang untuk melampaui target bisnis dan melakukannya semata-mata
karena mereka mau sambil sekaligus menikmati proses dalam mencapainya.
2. Keragaman
Kami bangga dengan keragaman dalam organisasi kami, bukan saja dari segi
jender, melainkan juga aspek lain seperti suku, latar belakang sosioekonomi, pendidikan,
usia, agama dan jabatan sewaktu bergabung. Kami sadar akan perlunya keragaman pikiran
dan hati yang mandiri dan berbakat untuk membuka potensi peluang bisnis. Hanya dengan
cara inilah kami dapat menciptakan sinergi sejati dalam perusahaan untuk mencapai titik
puncak. Melangkah ke depan, kami akan terus merekrut, mempekerjakan,
mengembangkan dan mempromosikan karyawan berdasarkan kemampuan, kualifi kasi,
hasil kerja dan potensi mereka.
3. Memupuk Kepemimpinan
Kami sadar, bahwa aset kami yang paling penting adalah sumber daya manusia yang tepat.
Itulah sebabnya kami menginvestasikan banyak waktu dan tenaga untuk pengembangan
karyawan. Pendekatan ini secara penuh mencakup kebutuhan individu, tanggung jawab
dan kinerja. Kami mengidentifi kasi individu-individu dengan potensi dan hasil kerja
terbaik, kemudian mengembangkan mereka melalui penempatan di berbagai bidang kerja
serta pelatihan. Ada penekanan khusus bagi para manajer muda yang membutuhkan
program pembinaan yang sesuai. Melalui Leadership Growth Profi le kami menyusun
rencana bagi program pengembangan mereka masing-masing.Untuk mencapai tujuan,
perusahaan terus meningkatkan standar untuk menghapus kinerja yang buruk dan
mendorong orang keluar dari “zona kemapanan”, agar mereka tertantang dan berjuang
untuk mencapai yang terbaik.
Melalui Senior Executive Development Programme, para manajer mendapat
pelatihan tentang cara-cara mengenali diri sendiri, motivasi, kepribadian, minat kerja, serta
cara belajar dan pembinaan yang sesuai untuk mereka. Melalui masukan-masukan dari
rekan lain, mereka juga belajar tentang kekuatan mereka serta segi apa yang harus
dikembangkan. Dengan mengenali diri secara lebih baik, mereka akan terbantu dalam
meraih sukses baik dari segi profesi maupun pribadi.Kami yakin bahwa investasi yang
kami tanamkan untuk mengembangkan pemimpin masa depan telah membuahkan hasil,
sebagaimana tercermin dari proses suksesi yang mulus pada beberapa anggota direksi.
Adanya persamaan keyakinan yang diwariskan dari satu anggota direksi ke anggota lain
telah memastikan bahwa aspirasi perusahaan akan senantiasa diteruskan oleh generasi yang
lebih muda.
4. Membangun Budaya Wirausaha
Untuk meraih sukses, semua karyawan kami harus berpikir dan bertindak seperti
wiraswastawan, yakni terfokus, kreatif dan bermotivasi melakukan tindakan. Kami ingin
mereka mempunyai rasa memiliki yang tinggi terhadap perusahaan ini dan selalu bergairah
untuk mewujudkan pikiran serta ide-ide unik ke dalam tindakan nyata. Dengan
menyelenggarakan program seperti Enterprise Award yang memberi kebebasan pada tiap
karyawan untuk melahirkan ide kreatif dan cara kerja baru, karyawan didorong untuk
mengasah dan mewujudkan kreativitasnya. “Semangat Wirausaha” ini terbukti menjadi
motor penggerak yang kuat bagi tekad perusahaan untuk berkembang.
5. Blue Umbrella – Prinsip Bisnis Unilever
Walaupun kami telah memiliki Prinsip Bisnis Unilever yang merupakan pedoman
etika bisnis, kami sepenuhnya sadar bahwa harus ada keseragaman pemahaman agar
prinsip ini dapat dijalankan dengan benar. Kami terus mencari cara yang kreatif dan
mengena untuk mengkomunikasikan serta berbagi dalam memecahkan kasus-kasus
dimana intepretasi terhadap Prinsip itu mungkin berlainan. Termasuk juga penggunaan
teater dimana karyawan dapat memerankan beberapa segmen dengan harapan mereka
dapat memahami Prinsip dengan lebih nyata. Dengan demikian, mereka terdorong untuk
mempelajari dan mengembangkan pemahaman tentang pentingnya Prinsip itu.
6. Kepemimpinan – Menjalankan Nilai-nilai
Selama ini, Unilever Indonesia telah sukses dalam menjalani berbagai perubahan.
Hal ini dimungkinkan oleh proses transformasi pribadi yang juga dialami oleh karyawan
kami. Perubahan hanya mungkin dilakukan karena pihak manajemen pun bersedia bekerja
berlandaskan nilai-nilai yang disepakati bersama. Langkah ini berbuah sukses karena nilai
dan perilaku tersebut juga ditularkan ke seluruh perusahaan. Setiap orang harus mengenal
dan bangga terhadap nilai-nilai tersebut, dan yang terpenting, menjalankannya. Untuk itu,
nilainilai tersebut secara terus menerus dikomunikasikan melalui poster, kartu dan artikel-
artikel, dan didukung dengan serangkaian pemberian penghargaan bagi mereka yang
dipandang pantas menjadi teladan. Di dalam acara-acara besar yang diadakan perusahaan,
kami selalu mengambil kesempatan untuk mengetengahkan salah satu nilai dan
mengkomunikasikannya secara kreatif kepada karyawan.
Kami mendorong semua manajer untuk membangun rasa memiliki terhadap
rencana pertumbuhan perusahaan, menjadikannya agenda pribadi dan terus menjalankan
nilai-nilai dengan menjadi teladan bagi orang lain. Dengan cara ini, mereka berkembang
sebagai individu, dan selanjutnya sebagai bagian dari keluarga yang lebih besar, mereka
akan mengembangkan perusahaan kami.

 Strategi Manajemen Operasional


Merumuskan strategi manajemen operasional paling tidak membutuhkan dua komponen,
yaitu adanya sarana dan prasarana yang memadai dan cara menyediakan sarana dan prasarana
tersebut. Dari dua komponen diatas, hal-hal pokok dalam manajemen operasional dapat dijabarkan
menjadi beberapa bidang, yaitu inventarisasi, prosedur, pembelian barang, pengendalian mutu,
biaya produksi, produktivitas kerja, jadwal produksi, tenaga kerja, penggunaan fasilitas, dan
pemeliharaan peralatan.
Strategi Manajemen Operasional Unilever adalah penyertaan, merangkul perbedaan,
menciptakan kemungkinan dan berkembang bersama-sama untuk bisnis yang lebih baik
kinerjanya. Perusahaan merangkul keragaman dalam tenaga kerja. Ini berarti memberikan
perhatian penuh dan adil kepada semua pemohon dan pembangunan berkelanjutan semua karyawan
tanpa memandang jenis kelamin, kebangsaan, ras, kepercayaan, cacat, atau status sosial.
Keanekaragaman memainkan peranan penting dalam memastikan perusahaan memahami
kebutuhan konsumen. Produktivitas kerja yang berusaha ditingkatkan dari tahun per tahun dengan
melatih SDM dalam bidang produksi dan keuangan.

 Strategi Manajemen Pemasaran


Ada empat komponen pokok bidang pemasaran yang dapat dikendalikan perusahaan yang
kita kenal dengan sebutan 4P (Product, Price, Place, dan Promotion), termasuk pula kondisi
persaingan. Berikut adalah penjelasan dari 4P :
1. PRODUCT
Dalam strategi pemasaran, Unilever menciptakan brand masing-masing pada
setiap produk, sehingga membagi pasar produk sabunnya dalam 3 merek, yaitu Lux (untuk
kecantikan wanita dengan segala manfaat dari sabun Lux), Lifebuoy (Kesehatan-keluarga)
dan Dove (kecantikan sejati karena cantik itu tidak mengenal usia, ras dan batasan yang
lain sera menonjolkan keistimewaan formulanya yang hingga kini belum bisa dicontoh
oleh produsen sabun dimanapun), atau bagaimana Sosro membagi konsumennya
berdasarkan jenis produk teh botol Sosro (umum), Estee (menyukai volume/isi lebih
banyak) dan Fruit tee (anak muda/khususnya anak sekolah yang menyukai teh rasa buah &
cenderung suka rasa manis).Unilever tidak saja menjawab kebutuhan pasarnya tetapi juga
memastikan kempetitornya untuk berfikir beberapa kali sebelum menyemplungkan diri
kekancah persaingan tersebut.
2. PRICE
Dalam strategi pemasaran, PT. Unilever sangat mengendalikan harga ini seperti
memberikan potongan harga langsung ditempat pembelian.
3. PLACE
Dalam PT Unilever Indonesia, promosi yang dilakukan paling banyak melalui
media elektronik. Namun dalam kehidupan sehari-hari promosi yang dilakukan PT.
Unilever Indonesia tidak hanya lewat media elektronik tetapi banyak juga melalui media
cetak, sponsorship, mengadakan event-event yang memasukkan produk-produk dari PT.
Unilever seperti Kecap Bango, Pepsodent, Shampo Pantene, dan lain-lain. Karena jika
promosi yang dilakukan hanya melalui media elektronik maka PT. Unilever Indonesia
tidak mendapatkan keuntungan yang optimal. Masyarakat di Indonesia terdiri dari berbagai
kalangan dan tingkatan sosial yang beragam. Jika perusahaan tidak bisa menyentuh hati
masyarakat semua kalangan maka perusahaan tidak dapat berkembang pesat. Makna dari
iklan yang ditawarkan oleh perusahaan juga harus bisa dipahami oleh berbagai kalangan,
karena iklan adalah salah satu cara promosi yang bisa dilakukan oleh perusahaan agar dapat
memperoleh keuntungan yang optimal.
Selain melalui iklan elektronik proses pemasaran yang dilakukan Unilever juga
menggunakan berbagai cara, diantaranya dengan berbagai program pemasaran yang dapat
menarik perhatian pelanggan. Kupon belanja gratis produk unilever adalah salah satu cara
promosi yang dilakukan oleh Unilever, selain itu diskon-diskon yang diberikan juga
banyak menarik perhatian pelanggan yang berasal dari kalangan masyarakat menengah
kebawah.
Iklan itu sendiri adalah kandungan utama dari manajemen promosi yang
menggunakan ruang media bayaran untuk menyampaikan pesan, sementara para klien dan
praktisi periklanan memandangnya hanya sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan
konsumen. Iklan ini merupakan bagian dari bauran promosi, yang terdiri dari pemasaran
langsung, PR (Public Relations), promosi penjualan, dan penjualan personal. Peranan
merek produk juga sangat berperan penting, karena merek merupakan simbol dari sebuah
produk yang dipasarkan. Bahkan dalam satu perusahaan terdapat berbagai macam merek
yang berbeda-beda.
Pemasaran berskala besar seperti ini hanya satu daripada beragam program
promosi yang dilakukan Unilever, promosi inter-personal langsung ke pelanggan juga
dilakukan oleh Unilever dengan memberikan keuntungan khusus yang diberikan pada
pelanggan setia pengguna produk Unilever. Dengan program pemasaran ini diharapkan
Unilever dapat mencakup pangsa pasar yang luas di pasar konsumen Indonesia.
Dalam pemasaran global, eksistensi perusahaan diperlukan dalam
mengembangkan ide pemikiran, baik dalam cakupan nasional maupun internasional.
Dalam hal ini khususnya perusahaan Unilever harus bisa membuat sebuah grand design
mahakarya khususnya pemasaran global yang menuntut sebuah keajaiban-keajaiban dalam
mengembangkan karir sebuah perusahaan khususnya unilever selain memantau jalannya
proses globalisasi dari para pesaing. Mutlak adanya selalu diadakan apa yang disebut
dengan inovation treatment dalam setiap sesi langkah-langkah perusahaan.
Oleh karena itu pertanyaan lain dapat muncul seketika mengapa promosi perlu
diadakan, jawabannya tentu saja iya, karena dalam beberapa aspek perusahaan salah satu
tujuan pengembangan mutu perusahaan ialah dapat menyentuh seluruh lapisan konsumen
dalam hal ini adalah sasaran global yang diadakan dan dibuat dari grand design tersebut,
oleh karena itu sebuah perusahaan unilever dapat fight dengan para pesaingnya baik dari
dunia asing maupun pesaing-pesaing unggulan dalam negeri.
Unilever juga terus mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen, melakukan
inovasi dan aktivasi produk, serta terus membangun citra produk. Hal ini merupakan
sebagian dari strategi perusahaan untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan
kepercayaan konsumen terhadap brand-brand Unilever. Komunikasi yang disampaikan
melalui iklan di berbagai media cetak maupun elektronik sangat efektif dan langsung
mengenai sasaran,untuk evaluasi kedepannya PT. Unilever Indonesia, Tbk akan
melakukan 4 hal demi tetap memiliki citra baik pada konsumennya, antara lain: branding,
design, technical printing, dan merchandising. Sehingga dengan cepat hal tersebut dapat
mempengaruhi konsumen untuk membeli dan mengkonsumsi produk-produk yang
dikeluarkan oleh PT. Unilever.
4. PROMOTION
Promosi strategi yang dapat dilakukan oleh PT. Unilever yaitu:
a) Periklanan
semua bentuk penyajian nonpersonal dan promosi ide, barang atau jasa yang
dibayar oleh suatu sponsor tertentu.
b) Promosi Penjualan
Berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau
membeli suatu produk atau jasa.
c) Hubungan Masyarakat dan Publisitas
Berbagai program untuk mempromosikan dan atau melindungi citra
perusahaan atau produk individualnya.
d) Penjualan Secara Pribadi
Interaksi langsung dengan satu calon pembeli atau lebih untuk melakukan
presentasi, menjawab pertanyaan, dan menerima pesan
e) Pemasaran Langsung
penggunaan surat, telepon, faksimili, e-mail, dan alat penghubung non
personal lain untuk berkomunikasi secara langsung dengan atau mendapatkan
tanggapan langsung dari pelanggan tertentu dan calon pelanggan.
Akan tetapi dengan bertambahnya zaman, persaingan pasar semakin ketat,
berkembangnya berbagai jenis media baru dan semakin canggihnya konsumen maka
Strategi Promosi dirumuskan menjadi:

 Advertising
 Consumer Sales Promotion
 Trade Promotion and Co-Marketing
 Packaging. Point Of Purchase
 Personal Selling
 Public relations
 Brand Publicity
 Corporate Advertising
 The Internet
 Direct Marketing
 Experiential contact: Event, sponsorship
 Customer Service
 Word Of Mouth

E. PENERAPAN, PENGENDALIAN DAN EVALUASI DI PT.


UNILEVER
Agar sasaran yang ingin diraih dapat direalisasikan dengan strategi yang telah ditetapkan,
strategi perlu ditindaklanjuti dengan pelaksanaan (action). Pelaksanaan tidak akan efektif bila tidak
didahului dengan perencanaan. Perencanaan yang baik minimal mengandung asas-asas untuk
mencapai tujuan, realistis dan wajar, efisien serta merupakan cerminan dari strategi dan kebijakan
perusahaan. Perencanaan yang masih dalam bentuk global hendaknya dibuat dalam bentuk yang
lebih detail, misalnya dalam bentuk program-program kerja. Jika program kerja telah disiapkan
berikut sumber daya yang dibutuhkan, maka pelaksanaan kerja sudah dapat dimulai. Pengendalian
atau pengawasan dimaksudkan untuk lebih menjamin bahwa semua kegiatan yang diselenggarakan
oleh perusahaan hendaknya didasarkan pada rencana yang telah disepakati, sehingga sasaran tidak
menyimpang atau keluar dari batas-batas toleransi. Tiga pengujian dapat digunakan untuk
mengevaluasi pilihan strategi terbaik, yakni :
Goodness of Fit Test – Strategi yang baik harus benar-benar cocok terhadap kondisi
industri dan kompetisi, peluang dan ancaman pasar, dan aspek lain dari lingkungan eksternal
perusahaan. Pada sisi lain, ia juga harus selaras dengan kekuatan dan kelemahan sumber daya,
kompetensi, dan kemampuan kompetitif perusahaan .
Competitive Advantage Test – Strategi yang baik harus mampu menigkatkan daya saing
perusahaan.
Performance Test – Strategi yang baik harus mampu meningkatkan kinerja perusahaan.
Dua jenis peningkatan kinerja yang paling sering dikatakan mengenai kemampuan strategi adalah
: meningkatkan profitabilitas serta meningkatkan kekuatan kompetitif perusahaan dan posisi pasar
dalam jangka panjang.