Anda di halaman 1dari 144

PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ANALISIS KINERJA ORGANISASI SEKTOR PUBLIK


Studi Kasus di Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010 s.d. 2014

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat


Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Program Studi Akuntansi

Oleh :

Valentina Bella Herawati

NIM : 112114052

PROGRAM STUDI AKUNTANSI JURUSAN AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2016

i
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Skripsi

ANALISIS KINERJA ORGANISASI SEKTOR PUBLIK


Studi Kasus di Arsip Nasional Republik Indonesia Tabun 2010 s.d. 2014

Oleh:

Valentina Bella Herawati

NIM: 112114052

Telah disetujui oleh:

Pembimbing,

.~.

Drs. YP. Supardiyon , S.E., M.Si., Ak., QIA., c.A. Tanggal3 Februari 2016

ii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Skripsi

ANALISIS KINERJA ORGANISASI SEKTOR PUBLIK


Studi Kasus di Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010 s.d. 2014

Dipersiapkan dan ditulis oleh :


\:;'alentina Bella Herawati
NIM: 112114052

Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji


Pada Tanggal 7 April 2016
Dan dinyatakan memenuhi syarat
Susunan Dewan Penguji

Nama Lengkap Tanda Tangan

Ketua Dr. Fr. Reni Retno Anggraini, M.Si., Ak., c.A.

Sekretaris Lisia Apriani, S.B., M.Si., Ak., QIA., C.A.

Anggota Drs. YP. Supardiyono, S.E., M.Si., Ak., QIA., C.A

Anggota M. Trisnawati Rahayu, S.B., M.Si., Ak., QIA., C.A

Anggota Josephine Wuri, S.E., M.Si

iii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

“Simpan amarah tahun lalu, lapisi ia dengan


baja. Selama ada yang ingin kau lawan, selama itu
pula ada sejarah baru yang menunggu engkau tulis”

Ku persembahkan Skripsi ini Kepada:

Tuhan Yesus Kristus yang selalu memberikan kebijaksanaan dan

berkat-Nya

Kedua orang tua ku tercinta Sriyanta dan Fransisca Andang

Widiastuti

Saudariku Angela Caesa Herawati dan Felisita Inge Herawati

Sahabatku tercinta Primitiva Rindi dan Tabitha Dwi Apriani

Anik, Hesti, Galih, Yos, Giga, Win, Anita, Yose, Tato, Tadi

sebagai teman-teman OMK Cawas

Corolus Hermawan Ardi Winata, sebagai kekasih hatiku yang

telah mendampingiku

iv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

-FAKULTASEKONOMI

JURUSAN AKUNTANSI-PROGRAM STUDI AKUNTANSI

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS SKRIPSI

Yang bertanda tangan dibawah ini, saya menyatakan bahwa skripsi dengan
judul: ANALISIS KINERJA ORGANISASI SEKTOR PUBLIK Studi Kasus
di Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010 s.d. 2014 dan dimajukan
untuk diuji pada tanggal11 Februari 2016 adalah hasil karya saya.
Dengan ini, saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa dalam skripsi ini
tidak terdapat keseluruhan atau sebagian tulisan orang lain yang saya ambil
dengan cara menyalin, atau menim dalam bentuk rangkaian kalimat atau simbol
yang menunjukkan gagasan atau pendapat atau pernikiran dari penulis lain yang
saya aku seolah-olah sebagai tulisan saya sendiri dan atau tidak terdapat bagian
atau keselumhan tulisan yang saya salin, tim, atau yang saya ambil daril.-fulisan
orang lain tanpa memberikan pengakuan pada penulis aslinya.
Apabila saya melakukan hal tersebut di atas, baik sengaja maupun tidak,
dengan ini saya menyatakan menarik skripsi yang saya ajukan sebagai hasil
tulisan saya sendiri ini. Bila kemudian terbukti bahwa saya temyata melakukan
tindakan menyalin atau menim tulisan orang lain seolah-olah hasil pemikiran saya
sendiri, berm1i gelar dan ijasah yang telah diberikan oleh universitas batal saya
terima.

Yogyakarta, 31 Mei 2016


Yang membuat pemyataan

v
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

LEMBARPERNYATAANPERSETUJUAN
PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda dibawah ini, saya mahasiswi Universitas Sanata Dharma:

Nama : Valentina Bella Herawati


Nomor Mahasiswa : 112114052

Demi pengembangan' ilmu pengetahuan, saya memberikan Perpustakaan


Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang beIjudul:
ANALISIS KINERJA ORGANISASI SEKTOR PUBLIK Studi Kasus di Arsip
Nasional Republik Indonesia Tahun 2010 s.d. 2014 beserta perangkat yang
diperlukan (hila ada).

Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Univeristas Sanata


Dharma hak untuk inenyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengolah
dalam pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya
di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin
dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan
nama saya sebagai penulis.

Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenamya.

Dibuat di Yogyakarta
Pada Tanggal31 Mei 2016
Ya n atakan

Valentina Bella Herawati

vi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas berkat dan karuniaNYA,
penulis hingga dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulisan skripsi ini bertujuan
untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Program
Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.
Dalam menyelesaikan skripsi ini penulis mendapat bantuan, bimbingan dan
arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis berterimakasih yang tak
terhingga kepada:
1. Tuhan Yesus Kristus atas berkat, penyertaan dan bimbinganNYA sehingga
penulis mampu menyelesaikan skripsi ini.
2. Drs. Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D selaku Rektor Universitas Sanata
Dharma yang telah memberikan kesempatan untuk belajar dan
mengembangkan kepribadian kepada penulis.
3. Drs. YP. Supardiyono, M.Si., Ak., QIA. selaku pembimbing yang telah
membimbing, memberi motivasi, masukan, dan diskusi-diskusi kepada
penulis hingga selesainya skripsi ini.
4. Dr. Mustari Irawan MPA, selaku kepala Arsip Nasional Republik Indonesia
yang telah memberikan ijin untuk melakukan penelitian.
5. Dra. Hastuti MPA, selaku kepala sub bagian evaluasi dan perencanaan Arsip
Nasional Republik Indonesia yang telah membantu penulis selama proses
pengambilan data.
6. Bapak Sriyanta dan Mama F. Andang tercinta yang selalu memberikan cinta,
kasih sayang dan dukungan yang begitu luar biasa bagi penulis. Penulis tidak
bisa membalas semua kasih sayang yang mereka telah berikan kepada
penulis, hanya keberhasilan dan kesuksesan yang bisa penulis berikan kepada
mereka.
7. Kekasihku Corolus Hermawan Ardi Winata telah berbagi ilmu, memberikan
dukungan, semangat luar biasa dan motivasi kepada penulis.
8. Michelle Kusuma Ayu, Anik Widayani, Primitiva Rindi, Giovanni Giga yang
telah berbagi ilmu dan memberikan motivasi kepada penulis.

vii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

9. Ternan-ternan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma (Bernadette


Agniyasti, Bernadeta Dian, Deistriana, Nosa Aninditya, Anne Shinta) yang
telah sharing atau berbagi ilmu yang sangat berharga.
. 10. Sernua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.
Dengan kerendahan hati, penulis rnenyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari
sernpurna, oleh karena itu berbagai saran, kritik dan rnasukan sangat diharapkan
derni perbaikan skripsi im. Akhir kata penulis berharap sernoga skripsi ini
bermanfaat bagi pernbaca.

Yogyakarta, 31 Mei 2016

vale~erawati

viii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL......................................................................................... i
HALAMAN PERSETUJUAN ......................................................................... ii
HALAMAN PERSEMBAHAN ..................................................................... iii
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN ................................................... iv
HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN..............................................v
KATA PENGANTAR .................................................................................... vi
DAFTAR ISI ................................................................................................. viii
DAFTAR TABEL ........................................................................................... ix
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................x
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xi
ABSTRAK ..................................................................................................... xii
ABSTRACT…………………………………………………………………xiii
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ......................................................1
B. Rumusan Masalah ...............................................................2
C. Tujuan Penelitian ................................................................2
D. Manfaat Penelitian ..............................................................3
E. Sistematika Penulisan .........................................................3
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
A. Organisasi Sektor Publik .....................................................5
B. Tipe Barang dan Pelayanan ...............................................12
C. Pengukuran Kinerja...........................................................15
D. Indikator Kinerja ...............................................................20
E. Penelitian Terdahulu……………………………………..24
BAB 3 METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian ..................................................................25
B. Tempat dan Waktu Penelitian ...........................................25
C. Subjek dan Objek Penelitian .............................................25
D. Jenis Data dan Sumber Data .............................................25
E. Teknik Analisis Data .........................................................26
BAB 4 GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
A. Sejarah Lembaga………………………………………...29
B. Tugas Pokok dan Fungsi………………………….……..39
C. Kewenangan……………………………………..….......40
D. Struktur Organisasi…………………………….………..40
E. Macam-macam Dokumen yang diarsipkan……………..41
BAB 5 ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data……………….………………….……….42
B. Analisis Data…………………….……………..…..…....55
C. Pembahasan………………………….………..…….…...76
BAB 6 PENUTUP
A. Kesimpulan……………………………….…..….……....78
B. Keterbatasan Penelitian………………………………......78
C. Saran……………………………………..……….............79

ix
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………...…………….......80
LAMPIRAN…………………………………………………….….………...............81

x
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1 Perbedaan Sifat dan Karakteristik
Organisasi Sektor Publik dengan Sektor Swasta………...............7
Tabel 5.1 Laporan Pencapaian Kinerja tahun 2010……………….........42
Tabel 5.1 Laporan Pencapaian Kinerja tahun 2010 (lanjutan)….............43
Tabel 5.1 Laporan Pencapaian Kinerja tahun 2010 (lanjutan)…….........44
Tabel 5.2 Laporan Pencapaian Kinerja tahun 2011…………..…..........45
Tabel 5.2 Laporan Pencapaian Kinerja tahun 2011(lanjutan)…..............46
Tabel 5.2 Laporan Pencapaian Kinerja tahun 2011(lanjutan)…......……47
Tabel 5.2 Laporan Pencapaian Kinerja tahun 2011(lanjutan)…………..48
Tabel 5.3 Laporan Pencapaian Kinerja tahun 2012………….....…...….48
Tabel 5.3 Laporan Pencapaian Kinerja tahun 2012 (lanjutan)…..….......49
Tabel 5.3 Laporan Pencapaian Kinerja tahun 2012 (lanjutan).…..…......50
Tabel 5.3 Laporan Pencapaian Kinerja tahun 2012 (lanjutan)………….51
Tabel 5.4 Laporan Pencapaian Kinerja tahun 2013……………….........51
Tabel 5.4 Laporan Pencapaian Kinerja tahun 2013 (lanjutan)……….....52
Tabel 5.5 Laporan Pencapaian Kinerja tahun 2014…………………….53
Tabel 5.5 Laporan Pencapaian Kinerja tahun 2014 (lanjutan).…………54
Tabel 5.6 Input Pencapaian Kinerja Tahun 2010………………….……56
Tabel 5.6 Input Pencapaian Kinerja Tahun 2010 (Lanjutan)……….…..57
Tabel 5.7 Input pencapaian Kinerja Tahun 2011…………………….…57
Tabel 5.7 Input Pencapaian Kinerja Tahun 2011………………….…....58
Tabel 5.8 Input pencapaian Kinerja Tahun 2012………………….……58
Tabel 5.8 Input pencapaian Kinerja Tahun 2012 (lanjutan)…....….……59
Tabel 5.9 Input pencapaian Kinerja Tahun 2013…………………….....59
Tabel 5.9 Input Pencapaian Kinerja Tahun 2013 (lanjutan).…………....60
Tabel 5.10 Input pencapaian Kinerja Tahun 2014………....………….…60
Tabel 5.11 Output pencapaian Kinerja Tahun 2010…………….……….61
Tabel 5.11 Output pencapaianKinerjaTahun 2010 (lanjutan)…………....62
Tabel 5.12 Output pencapaian Kinerja Tahun 2011…………………......63
Tabel 5.13 Output pencapaian Kinerja Tahun 2012………………..........64
Tabel 5.13 Output pencapaian Kinerja Tahun 2012 (lanjutan)……...…...65
Tabel 5.14 Output pencapaian Kinerja Tahun 2013……………………..65
Tabel 5.15 Output pencapaian Kinerja Tahun 2014……………………..66
Tabel 5.16 Nilai Indeks Tahun 2010…………………………...………..67
Tabel 5.16 Nilai Indeks Tahun 2010 (Lanjutan)…………………….…..68
Tabel 5.17 Nilai Indeks Tahun 2011…………...…………………..…....68
Tabel 5.17 Nilai Indeks Tahun 2011 (Lanjutan)…………………...........69
Tabel 5.18 Nilai Indeks Tahun 2012……………………………..……...70
Tabel 5.18 Nilai Indeks Tahun 2012 (Lanjutan)……………....…….......71
Tabel 5.19 Nilai Indeks Tahun 2013…………………………....…….....71
Tabel 5.19 Nilai Indeks Tahun 2013 (Lanjutan)…………….…………..72
Tabel 5.20 Nilai Indeks Tahun 2014……………………….…………....72
Tabel 5.21 Menghitung persamaan garis trend……………………….....73

xi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR GAMBAR
Halaman

Gambar 4.1 Bagan struktur organisasi ANRI…………………………………..40


Gambar 5.1 Grafik Trend Indeks Efisensi 2010 s.d 2014………………………73

xii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1 Penghitungan Input pencapaian kinerja tahun 2010………………82
Lampiran 2 Penghitungan Input pencapaian kinerja tahun 2011………………84
Lampiran 3 Penghitungan Input pencapaian kinerja tahun 2012………………86
Lampiran 4 Penghitungan Input pencapaian kinerja tahun 2013………………88
Lampiran 5 Penghitungan Input pencapaian kinerja tahun 2014………………89
Lampiran 6 Penghitungan Output pencapaian kinerja tahun 2010…………….90
Lampiran 7 Penghitungan Output pencapaian kinerja tahun 2011…………….92
Lampiran 8 Penghitungan Output pencapaian kinerja tahun 2012…………….94
Lampiran 9 Penghitungan Output pencapaian kinerja tahun 2013…………….96
Lampiran 10 Penghitungan Output pencapaian kinerja tahun 2014………...…..97
Lampiran 11 Penghitungan Nilai Indeks Efisiensi Tahun 2010……..……….....98
Lampiran 12 Penghitungan Nilai Indeks Efisiensi Tahun 2011……..………...100
Lampiran 13 Penghitungan Nilai Indeks Efisiensi Tahun 2012…..…………...102
Lampiran 14 Penghitungan Nilai Indeks Efisiensi Tahun 2013…..…………...104
Lampiran 15 Penghitungan Nilai Indeks Efisiensi Tahun 2014…..…………...105
Lampiran 16 Pencapaian Kinerja ANRI Tahun 2010……………..……….…..106
Lampiran 17 Pencapaian Kinerja ANRI Tahun 2011……………..…….……..110
Lampiran 18 Pencapaian Kinerja ANRI Tahun 2012………………...………..115
Lampiran 19 Pencapaian Kinerja ANRI Tahun 2013…………….…..………..121
Lampiran 20 Pencapaian Kinerja ANRI Tahun 2014………….……..………..124
Lampiran 21 Laporan Realisasi anggaran 2010 & 2011……..………………...128
Lampiran 22 Laporan Realisasi anggaran 2011& 2012……...………………...129
Lampiran 23 Laporan Realisasi anggaran 2013 & 2014……..…………….…..130
Lampiran 24 Perka ANRI No. 27 tahun 2014…………………………..……...131
Lampiran 25 Surat Izin Penelitian………………………..…………………….132

xiii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ABSTRAK

ANALISIS KINERJA ORGANISASI SEKTOR PUBLIK


Studi Kasus di Arsip Nasional Republik Indonesia Tahun 2010 s.d. 2014

Valentina Bella Herawati


NIM : 112114052
Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta
2016

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kinerja Arsip


Nasional Republik Indonesia tahun 2010 s.d 2014 di Jakarta Selatan. Penelitian
ini penting dilakukan karena tuntutan akan penyelenggaraan pemerintah yang
transparan.
Jenis Penelitian ini yaitu studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan
dengan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan analisis
trend metode least square.
Hasil analisis data dan pembahasan menunjukkan bahwa kinerja Arsip
Nasional Republik Indonesia tahun 2010 s.d 2014 meningkat. Kinerja Arsip
Nasional Republik Indonesia meningkat karena adanya keterlibatan dan dukungan
semua pihak.

Kata Kunci: Kinerja, Organisasi, Organisasi Sektor Publik

xiv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

ABSTRACT

PERFOMANCE ANALYSIS OF PUBLIC SECTOR


ORGANIZATION
A Case Study at National Archive of Republic Indonesia 2010-2014

Valentina Bella Herawati


NIM: 112114052
Sanata Dharma University
Yogyakarta
2016

The aim of the research is to identify the performance of National Archive


of Public Indonesia from 2010 to 2014. This research take place at South Jakarta.
It is very important to do this research to fulfill the need of transparency of
government organization.
This research is a case study. Techniques of data collection was using
interview. The researcher use trend analysis least square method to analysis the
data.
The result shows an improvement on the performance of National Archive
of Republic Indonesia from 2010 to 2014. The result can be seen from the positive
equality trend coefficient. The performance of National Archive of Republic
Indonesia is increasing because of involvement of all parties.

Keywords : Performance, Organization, Public Sector Organization

xv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Suatu negara pasti mempunyai sejarah. Indonesia merupakan

negara yang mengukir sejarah mulai dari belum dinamai Indonesia, di

jajah oleh negara-negara Eropa selama beratus-ratus tahun lamanya,

kemerdekaan, reformasi dan sampai saat ini banyak sekali catatan-catatan

yang muncul. Setiap kejadian ataupun kegiatan yang dilakukan oleh

bangsa Indonesia akan menghasilkan sebuah dokumen-dokumen negara,

dari tahun ke tahun dokumen-dokumen tersebut akan bertambah banyak,

hal ini menuntut pemerintah memiliki sebuah wadah untuk

mengkoordinasi segala dokumen-dokumen negara yang telah tercatat dari

masa ke masa.

Negara Indonesia telah menyiapkan suatu wadah untuk

mengkoordinasi dokumen-dokumen negara yang telah tercatat dari masa

ke masa. Pemerintah di bidang kearsipan mempunyai suatu instansi yang

saat ini bernama Arsip Nasional Republik Indonesia, yang sebelumnya

telah berganti-ganti nama dari masa ke masa. Arsip Nasional Republik

Indonesia merupakan salah satu organisasi sektor publik yang berada di

Indonesia.Organisasi ini mempunyai tugas untuk mengarsipkan semua

dokumen kenegaraan.Akan tetapi dalam perjalanan waktu, Arsip Nasional

Republik Indonesia melayani penyimpanan arsip untuk BUMN (Badan

1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Usaha Milik Negara), BUMS (Badan Usaha Milik Swasta), dan arsip

perseorangan.

Mengatur dalam artian menjaga, merawat dan menyimpan.Dana

yang diperoleh instansi tersebut adalah dari APBN atau Anggaran

Pendapatan dan Belanja Negara. Visi dan misi dari ANRI yaitu Arsip

sebagai simpul pemersatu bangsa. Untuk mengetahui apakah visi dan misi

ANRI tersebut tercapai perlu adanya peninjauan tentang kinerja dari

ANRI.

B. Rumusan Masalah

Berdasar latar belakang diatas, maka penulis dapat mengidentifikasi

masalah: “Bagaimana kinerja Arsip Nasional Republik Indonesia tahun

2010-2014?”

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka penulis memiliki tujuan

penelitian untuk mengetahui kinerja Arsip Nasional Republik Indonesia

tahun 2010-2014.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat dirasakan dari penelitian ini yaitu:

1. Bagi Arsip Nasional Republik Indonesia

Penelitian ini dapat menjadi evaluasi kinerja instansi.Dengan

menggunakan hasil penelitian ini instansi dapat menilai dan

meningkatkan kinerja.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

2. Bagi Universitas Sanata Dharma

Penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan

wawasan bagi pihak yang membutuhkan hasil penelitian ini.

3. Bagi Penulis

Penelitian ini dapat menjadi sarana untuk mengembangkan dan

menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam praktek

sesungguhnya.

E. Sistematika Penulisan

Bab I Pendahuluan

Dalam bab ini diuraikan tentang latar belakang masalah,

rumusan masalah, batasan masalah tujuan penelitian dan

sistematika penulisan

Bab II Tinjauan Pustaka

Bab ini berisi uraian teoritis dari hasil pustaka sebagai dasar

dalam pengolahan data yang diperoleh dari penelitian.

Bab III Metode Penelitian

Bab ini berisi tentang objek penelitian, metode dan desain

penelitian teknik pengambilan sampel, teknik pengambilan

data serta teknik analisis data.

Bab IV Gambaran Umum Perusahaan

Bab ini akan menunjukan mengenai sejarah dan profil

Arsip Nasional Republik Indonesia.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V Analisis Data dan Pembahasan

Bab ini akan menguraikan mengenai deskripsi data dan

langkah-langkah analisis data untuk memperoleh jawaban

dari penelitian serta mengambil kesimpulan dan

pembahasan mengenai hasil penelitian.

BAB VI Penutup

Bab ini akan menguraikan mengenai kesimpulan,

keterbatasan penulis, dan saran yang berguna pagi peneliti

selanjutnya serta bagi Arsip Nasional Republik Indonesia.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Organisasi Sektor Publik

1. Pengertian Organisasi

Organisasimerupakan alat atau wadah sekelompok orang yang

berkumpul dan bekerja sama dengan cara terstruktur untuk mencapai

tujuan atau sejumlah sasaran tertentu yang telah ditetapkan bersama

(Mahsun, dkk 2012: 1). Menurut Moeheriono (2012: 10), organisasi

sering dipahami sebagai bentuk kerja sama sekelompok orang untuk

mencapai suatu tujuan tertentu secara efektif dan efisien.Dari

pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa organisasi merupakan

sekelompok orang yang bekerja sama dengan efektif dan efisien untuk

mencapai tujuan tertentu.

2. Tipe Organisasi

Tipe organisasi mempunyai lingkungan yang berbeda-beda

sehingga karakteristik informasi akuntansi juga akan berbeda.

Informasi tersebut akan merujuk pada tujuan dari tiap organisasi yang

akan bergantung pada tipe organisasi.Mahsun, dkk (2012: 4)

menyatakan bahwa terdapat empat tipe organisasi :

a) Pure-profit organization

Tujuan organisasi ini adalah menyediakan atau menjual barang

dan/atau jasa dengan maksud utama untuk memperoleh laba

sebanyak-banyaknya sehingga dapat dinikmati oleh para

5
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

pemilik.Sumber pendanaan oraganisasi ini berasal dari investor

swasta dan kreditor.

b) Quasi-profit organization

Tujuan organisasi ini adalah menyediakan atau menjual barang dan

atau jasa dengan maksud untuk memperoleh laba dan mencapai

sasaran atau tujuan lainnya sebagaimana yang dikehendaki para

pemilik.Sumber pendanaan organisasi ini berasal dari investor

swasta, investor pemerintah, kreditor dan para anggota.

c) Quasi-Nonprofit organization

Tujuan organisasi ini adalah menyediakan atau menjual barang dan

atau jasa dengan maksud untuk melayani masyarakat dan

memperoleh keuntungan.Sumber pendanaan organisasi ini berasal

dari investo pemerintah, investo swasta dan kreditor.

d) Pure-Nonprofit organization

Tujuan organisasi ini adalah menyediakan atau menjual barang dan

jasa dengan maksud untuk melayani dan meningkatkan

kesejahteraan masyarakat.Sumber pendanaan organisasi ini berasal

dari pajak, retribusi, utang, obligasi, laba BUMN/BUMD, hibah,

sumbangan, penjualan asset Negara dan sebagainya.

3. Pengertian sektor publik

Menurut Gusti (2008: 3), sektor publik sering didefinisikan sebagai

sector pelayanan yang menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat

umum dengan sumber dana yang berasal dari pajak dan penerimaan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Negara lainnya, dimana kegiatannya banyak diatur dengan ketentuan

dan peraturan. Menurut Nordiawan (2006: 1) sektor publik merupakan

sektor ekonomi yang mempunyai keunikan yaitu dijalankan tidak

untuk mencari laba finansial, dimiliki secara kolektif oleh publik.

4. Perbedaan dan Persamaan Sektor Publik dan Sektor Swasta

Sektor publik dan sektor swasta mempunyai beberapa

perbedaan. Berikut ini yang merupakan beberapa perbedaannya :

Tabel 2.1
Perbedaan Sifat dan Karakteristik Organisasi Sektor Publik
dengan Sektor Swasta
No Aspek Perbedaan Sektor Publik Sektor Swasta
1. Tujuan organisasi Nonprofit motive Profit motive
2. Sumber Pajak, retribusi, Pembiayaan internal :
Pendanaan utang, obligasi, laba Modal sendiri, laba
BUMN/BUMD, ditahan, penjualan
penjualan asset aktiva. pembiayaan
Negara, dan eksternal: Utang
sebagainya bank, obligasi,
penerbitan saham
3. Pertanggung- Pertanggungjawaban Pertanggungjawaban
jawaban kepada masyarakat kepada pemegang
(publik) dan saham dan kreditur.
parlemen
(DPRD/DPR).
4. Struktur Birokratis, kaku, dan Fleksibel : datar,
organisasi hirarkis. piramida, lintas
fungsional, dan
sebagainya.
5. Karakteristik Terbuka untuk Tertutup untuk
Anggaran publik. publik.
6. Sistem Akuntansi Cash accounting. Accrual accounting.
7. Kriteria Ekonomi, efisiensi, Laba.
Keberhasilan efektivitas.
8. Kencenderungan Organisasi politis. Organisasi bisnis.
sifat
9. Dasar Diluar mekanisme Berdasar mekanisme
Operasional pasar. pasar.
Sumber : Mahsun, dkk (2012: 16)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

Meskipun Organisasi sektor publik mempunyai sifat dan

karakteristik yang berbeda dengan sektor swasta, akan tetapi dalam

beberapa hal terdapat persamaan, antara lain (Nordiawan, 2006: 2):

a) Bagian dari Sistem Ekonomi Negara

Keduanya merupakan bagian integral dari sistem ekonomi

di suatu Negara dan menggunakan sumberdaya yang sama

untuk mencapai tujuan organisasi.

b) Kelangkaan Sumberdaya

Menghadapi masalah yang sama, yaitu masalah kelangkaan

sumberdaya (scarcity of resource)

c) Proses Pengendalian Manajemen

Keduanya sama-sama mempunyai pola manajemen

keuangan yang sama dimulai dari perencanaan sampai

pengendalian dimana penggunaan akuntansi menjadi

kebutuhan.

d) Produk

Pada beberapa hal, kedua sektor menghasilkan produk yang

sama, misalnya baik pemerintah maupun swasta sama-sama

bergerak di bidang transportasi massa, pendidikan,

kesehatan, penyediaan energi, dan sebagainya.

e) Peraturan Perundangan

Kedua sektor terikat pada peraturan perundangan dan

ketentuan hukum lain yang disyaratkan.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

5. Fungsi Organisasi Sektor Publik

Beberapa fungsi organisasi sektor publik:

a) Untuk menjamin bahwa pelayanan publik seperti pendidikan,

kesehatan, transportasi, rekreasi, perlindungan hukum dapat

disediakan untuk masyarakat secara adil dan merata tanpa

memperhitungkan kemampuan masyarakat untuk

membayarnya.

b) Untuk memastikan bahwa layanan publik tertentu ditempatkan

pada wilayah yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,

misalnya museum, perpustakaan, tempat parker dan

sebagainya.

c) Untuk menjamin bahwa public goods and services disediakan

dengan harga yang relative lebih murah dibandingkan dengan

jika membeli perusahaan swasta, misalnya perussahaan

transportasi, rumah sakit, sekolah dan perusahaan jasa lainnya

yang menyediakan layanan serupa.

d) Untuk menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa karena

adanya perbedaan agama maupun suku.

e) Untuk melindungi hak dan kemerdekaan masyarakat dengan

menetapkan peraturan perundang-undangannya yang kuat dan

jelas.

6. Tujuan dan Fungsi Laporan Keuangan Sektor Publik

Menurut Mahsun, dkk(2012: 115) menyatakan bahwa:


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

10

Laporan keuangan merupakan hasil dari proses akuntansi yang


berisi infomasi keuangan. Informasi keuangan yang terdapat
dalam laporan keuangan tersebut digunakan oleh pihak-pihak
yang berkepentingan, baik pihak internal maupun eksternal.Jika
dilihat dari sisi internal laporan keuangan merupakan pengukur
dan evaluasi kinerja, sedangkan dari sisi eksternal laporan
keuangan merupakan sebuah pertanggungjawaban.

Tujuan pembuatan laporan keuangan sektor publik (Mahsun, dkk

2012: 115) adalah :

a) Kepatuhan dan pengelolaan

Laporan keuangan digunakan untuk memberikan jaminan

kepada para pengguna laporan keuangan dan penguasa bahwa

pengelolaan sumberdaya telah dilakukan sesuai dengan

ketentuan hukum dan peraturan yang ditetapkan.

b) Akuntanbilitas dan Pelaporan Rerospektif

Laporan keuangan digunakan sebagai bentuk

pertanggungjawaban kepada publik dan sebagai alat untuk

memonitor dan menilai efisiensi kinerja manajer publik, dan

memungkinkan pihak eksternal untuk menilai efesiensi dan

efektivitas penggunaan sumberdaya organisasi.

c) Perencanaan dan Informasi Otorisasi

Laporan keuangan bertujuan untuk memberikan dasar

perencanaan kebijakan dan aktivitas dimasa yang akan datang

serta memberikan informasi pendukung mengenai otorisasi

penggunaan dana.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

11

d) Kelangsungan Organisasi

Laporan keuangan bertujuan untuk membantu para

pembaca menentukan apakah suatu organisasi atau unit kerja

tersebut dapat melangsungkan usahanya untuk menyediakan

barang dan jasa (pelayanan) dimasa yang akan datang.

e) Hubungan Masyarakat

Laporan keuangan berfungsi sebagai alat komunikasi dan

media untuk menyatakan prestasi yang telah dicapai organisasi

kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

f) Sumber Fakta dan Gambaran

Laporan keuangan merupakan sumber informasi bagi berbagai

kelompok kepentingan yang ingin mengetahui organisasi

secara lebih dalam.

B. Tipe Barang atau Pelayanan

Berikut ini adalah kategori tipe barang atau pelayanan yang ada dalam

organisasi sektor publik (Mahsun dkk, 2012: 7) :

a. Pure Public Goods

Pure public goods adalah barang-barang atau jasa

kebutuhan masyarakat yang manfaat barang atau jasa tersebut

dinikmati oleh seluruh masyarakat secara bersama-sama.

Barang ini apabila dikonsumsi oleh individu tentu tidak

akanmengurangi konsumsi orang lain akan barang tersebut.

Ada 4 (empat) ciri utama pure public goods, yaitu :


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

12

1) Non-rivalary in Consumption

Pure public goods merupakan konsumsi umum

sehingga konsumen tidak bersaing mengkonsumsinya.

2) Non-exclusive

Penawaran atas pure public goods tidak hanya

diperuntukan bagi seseorang dan mengabaikan yang

lainnya sehingga tidak ada yang exclusive antara orang

dalam masyarakat, semua mempunyai hak yang sama

dalam mengkonsumsinya.

3) Low Excludability

Penyedia atau konsumen suatu barang atau

pelayanan tidak bisa menghalangi (atau mengecualikan)

orang lain untuk menggunakan atau memperoleh

manfaat dari barang tersebut.

4) Low Competitive

Antar penyedia pure public goods tidak saling

bersaing secara ketat. Hal ini karena keberadaan barang

ini tersedia dalam jumlah dan kualitas yang sama.

b. Quasi Public Goods

Quasi Public Goods adalah barang-barang atau jasa

kebutuhan masyarakat yang manfaat barang atau jasa tersebut

dinikmati oleh seluruh masyarakat, tetapi apabila dikonsumsi

individu tertentu akan mengurangi konsumsi orang lain akan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

13

barang tersebut. Quasi public goods sering disebut dengan

istilah comoon pool goods. Contoh quasi public goods adalah

pelayanan kesehatan, pendidikan, pengendalian pencemaran dan

ekstrasi air tanah.Quasi public goods sebagian besar dibiayai

oleh sektor publik dan sebagian oleh sektor swasta.

c. Quasi Private Goods

Quasi private goods adalah barang-barang atau jasa

kebutuhan masyarakat yang mana manfaat barang atau jasa

tersebut hanya dinikmati secara individual oleh yang

membelinya walaupun sebetulnya barang atau jasa tersebut

dapat dinikmati oleh semua masyarakat.Quasi private goods

sering disebut dengan istilah toll goods. Contoh quasi private

goods antara lain pelayanan jalan tol dan tenaga listrik. Biaya

quasi private goods adalah sektor publik dan swasta.

d. Pure Private Goods

Pure private goods adalah barang-barang atau jasa

kebutuhan masyarakat yang mana manfaat barang atau jasa

tersebut hanya dinikmati secara individual oleh yang

membelinya dan yang tidak membelinya tidak dapat menikmati

barang atau jasa tersebut. Terdapat empat ciri utama barang

privat, yaitu :
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

14

1) Rivalyin consumption

Barang privat bukan merupakan barang konsumsi umum

sehingga terdapat persaingan antar pengguna dalam

mengonsumsinya.

2) Exclusive

Penawaran atas barang privat hanya diperuntukan bagi

seseorang yang mampu menggantikan nilai barang yang

disediakan tersebut.

3) Excludability

Penyedia atau konsumen suatu barang atau pelayanan bisa

menghalangi orang lain untuk menggunakan atau

memperoleh manfaat dari barang tersebut.

4) High Competitive

Antar penyedia (produsen) barang privat saling bersaing

secara ketat.

C. Pengukuran Kinerja

1. Definisi Kinerja dan Pengukuran Kinerja

Kinerja merupakan gambaran mengenai tingkat pencapaian

pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijakan dalam mewujudkan

sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi yang tertuang dalam strategic

planning suatu organisasi. Menurut Robertson seperti dikutip oleh

Mahsun, dkk(2012: 141) Pengukuran kinerja adalah “Suatu proses


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

15

penilaian kemajuan pekerja terhadap tujuan dan sasaran yang telah

ditentukan sebelumnya”.

Sementara menurut Lohman dikutip oleh Mahsun, dkk (2012:

141) pengukuran kinerja merupakan “suatu aktivitas penilaian

pencapaian target-terget tertentu yang dideriviasi dari tujuan strategis

organisasi”.Pengukuran kinerja adalah kegiatan manajemen khususnya

membandingkan tingkat kinerja yang dicapai dengan standar, rencana,

atau target dengan menggunakan indikator kinerja yang telah

ditetapkan (Permen-pan-09-2007).

2. Fokus Pengukuran Kinerja Sektor Publik

Menurut Mahsun, dkk (2012: 146) menyatakan :

Pengukuran kinerja harus berbasis pada strategi


organisasi. Pemilihan indikator dan ukuran kinerja dan
penetapan target untuk setiap ukuran merupakan upaya
konkret dalam memformulasikan tujuan strategis
organisasi sehingga lebih berwujud dan terukur.
Pengukuran kinerja juga harus didasarkan pada
karakteristik operasional organisasi, untuk mendefinisikan
indicator dan ukuran kinerja yang digunakan.

Terdapat perbedaan fokus pengukuran kinerja sektor swasta

dengan sektor publik (Mahsun, dkk 2012: 147). Pada sektor

swasta/komersial lebih berfokus pada perspektif finansial, sedangkan

pada sektor publik berfokus pada pelanggan. Jadi fokus pengukuran

kinerja sektor publik terletak pada outcome atau hasil dan bukan pada

input serta prosesnya. Outcome tersebut dapat menjadi tolok ukur

keberhasilan organisasi publik jika mampu memenuhi harapan dan

kebutuhan masyarakat.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

16

3. Aspek-Aspek Pengukuran Kinerja Sektor Publik

Organisasi mempunyai sifat dan karakteristik yang unik, maka

memerlukan ukuran penilaian kinerja yang lebih luas, tidak hanya laba,

tidak hanya efisiensi dan finansial. Menurut Mahsun dkk (2012: 148)

Pengukuran tersebut meliputi :

a. Kelompok masukan (input) adalah segala sesuatu yang

dibutuhkan agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan untuk

menghasilkan keluaran.

b. Kelompok proses (process) adalah ukuran kegiatan baik dari

segi kecepatan, ketepatan, maupun tingkat akurasi pelaksanaan

kegiatan tersebut.

c. Kelompok keluaran (output) sesuatu yang diharapkan langsung

dapat dicapai dari suatu kegiatan yang dapat berwujud maupun

tak berwujud.

d. Kelompok hasil (outcome) adalah segala sesuatu yang

mencerminkan berfungsinya keluaran kegiatan pada jangka

menengah yang mempunyai efek langsung.

e. Kelompok manfaat (benefit) merupakan sesuatu yang terkait

dengan tujuan akhir dari pelaksanaan kegiatan.

f. Kelompok dampak (impact) merupakan pengaruh yang

ditimbulkan baik positif maupun negatif.

Menurut Bastian (2005: 276), aspek-apek yang diukur adalah:

a. Aspek Finansial
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

17

Meliputi anggaran atau cash flow. Aspek financial ini sangat

penting diperhatikan dalam pengukuran kinerja sehingga kondisi

keuangan dapat dianalogikan sebagai aliran darah manusia.

b. Kepuasan pelanggan

Dalam globalisasi perdagangan peran dan posisi pelanggan

sangat crusial dalam penentuan strategi perusahaan.Untuk itu,

manajemen perlu memperoleh informasi yang relevan mengenai

tingkat kepuasan pelanggan.

c. Operasi dan bisnis internal

Informasi operasi bisnis internal diperlukan untuk memastikan

bahwa seluruh kegiatan organisasi untuk mencapai tujuan dan

sasaran organisasi yang tercantum dalam skema strategis.

d. Kepuasan Pegawai

Dalam perusahaan yang banyak melakukan inovasi, peran strategi

pegawai sangat nyata.

e. Kepuasan komunitas dan stockholders/shareholders

Pengukuran kinerja perlu di desain untuk mengakomodasikan

kepuasan dari para stakeholders .

f. Waktu

Ukuran waktu juga merupakan variable yang perlu diperhatikan

dalam pengukuran kinerja.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

18

4. Manfaat Pengukuran Kinerja Sektor Publik

Berikut manfaat pengukuran kinerja baik internal maupun eksternal

organisasi sektor publik menurut Bastian (2005: 275) :

a. Memastikan pemahaman para pelaksana akan ukuran yang

digunakan untuk pencapaian kinerja.

b. Memastikan tercapainya rencana kinerja yang telah

disepakati.

c. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kinerja dan

membandingkannya dengan rencana kerja serta melakukan

tindakan untuk memperbaiki kinerja.

d. Memberikan penghargaan dan hukuman yang objektif atas

prestasi pelaksanaan yang telah diukur sesuai dengan

sistem pengukuran kinerja yang telah disepakati.

e. Menjadi alat komunikasi antar bawahan dan pimpinan

dalam upaya memperbaiki kinerja organisasi

f. Mengidentifikasi apakah kepuasan pelanggan sudah

terpenuhi.

g. Membantu memahami proses kegiatan instansi pemerintah.

h. Memastikan bahwa pengambilan keputusan dilakukan

secara objektif.

i. Menunjukan peningkatan yang diperlukan.

j. Mengungkapakan permasalahan yang terjadi.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

19

5. Pengukuran Kinerja dan Peningkatan Kinerja

Menurut Mahsun, dkk (2012: 151) suatu organisasi harus

menggunakan pengukuan kinerja secara efektif agar dapat

mengidentifikasi strategi dan perubahan operasional apa yang

dibutuhkan serta proses yang diperlukan dalam perubahan tersebut.

Pengukuran kinerja ini akan menjadi dasar bagi organisasi untuk

menilai :

a. Bagaimana kemajuan atas sasaran yang telah ditetapkan.

b. Membantu dalam mengenali area-area kekuatan dan kelemahan.

c. Menentukan tindakan yang tepat untuk meningkatkan kinerja.

d. Menunjukan bagaimana kegiatan mendukung tujuan organisasi.

e. Membantu dalam membuat keputusan-keputusan dengan langkah

inisiatif.

f. Mengutamakan alokasi sumberdaya.

g. Meningkatkan produk-produk dan jasa-jasa kepada pelanggan.

D. Indikator Kinerja

1. Definisi Indikator Kinerja

Menurut Mahsun (2006: 71) terdapat dua definisi

kinerja.Pertama, Indikator kinerja adalah ukuran kuantitatif dan

atau kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu

sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan. Kedua, Indikator kinerja

adalah suatu variabel yang digunakan untuk mengekspresikan

secara kuantitatif efektivitas dan efisiensi proses atau operasi


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

20

dengan berpedoman pada target-target dan tujuan organisasi

(Lohman: 2003).

2. Jenis Indikator Kinerja

Indikator kinerja dalam Perka ANRI nomor 27 tahun 2014 :

a. Masukan (input), yaitu segala sesuatu yang akan diperlukan

agar pelaksanaan kegiatan dan program dapat berjalan atau

dalam rangka menghasilkan output. Sebagai contoh adalah:

sumber daya manusia, material, waktu, teknologi, dsb.

b. Keluaran (output), yaitu segala sesuatu berupa produk/jasa

(fisik, dan non fisik) sebagai hasil langsung dari pelaksanaan

suatu kegiatan dan program berdasarkan masukan yang

digunakan.

c. Hasil (outcome), yaitu segala sesuatu yang mencerminkan

berfungsinya keluaran kegiatan pada jangka menengah.

Outcome merupakan ukuran seberapa jauh setiap poduk/jasa

dapat memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat.

d. Manfaat (benefit), merupakan kegunaan suatu keluaran (output)

yang dirasakan langsung oleh masyarakat, dapat berupa

tersedianya fasilitas yang dapat diakses oleh publik.

e. Dampak (impact), merupakan ukuran tingkat pengaruh sosial,

ekonomi, lingkungan atau kepentingan umum lainnya yang

dimulai oleh pencapaian kinerja setiap indikator kinerja suatu

kegiatan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

21

3. Syarat Indikator Kinerja Ideal

Dalam Permen-Pan nomor 09 tahun 2007, syarat indikator

ideal adalah:

a. Spesifik dan jelas, Indikator kinerja harus spesifik dan

jelas sehingga dapat dipahami dan tidak ada

kemungkinan kesalahan interpetasi.

b. Dapat dicapai, hal ini penting dan harus berguna untuk

menunjukan keberhasilan masukan, keluaran, hasil,

manfaat dan dampak serta proses.

c. Relevan, Indikator kinerja harus menangani aspek-

aspek obyektif yang relevan.

d. Menggambarkan keberhasilan sesuatu yang diukur,

suatu indikator kinerja mampu untuk memberi

gambaran tentang keberhasilan dari yang telah diukur.

e. Dapat dikuantifikasi dan diukur, yaitu dua atau lebih

mengukur indikator kinerja mempunyai kesimpulan

yang sama.

4. Analisis Efisiensi

Menurut Peraturan Kepala ANRI nomor 27 tahun 2014,

fokus pengukuran efisiensi adalah indikator input dan indikator

output dari suatu kegiatan. Dalam hal ini diukur kemampuan suatu

kegiatan untuk menggunakan input yang lebih sedikit dalam

menghasilkan output yang sama/lebih besar atau penggunaan input


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

22

yang sama dapat menghasilkan output yang sama/lebih besar atau

persentase capaian output sama/lebih tinggi daripada persentase

capaian input.Indeks Efisiensi diperoleh dengan membagi %

capaian output terhadap % capaian input, sesuai rumus berikut :

% Capaian Output
IE = % Capaian Input

5. Metode Kuadrat Terkecil (Least square method)

Metode kuadrat terkecil (Least square method) adalah

metode untuk menghitung nilai trend pada tahun berjalan dan

untuk mencari forecast pada periode yang akan datang. Untuk

menghitung nilai trend dan forecast terlebih dahulu menaksir nilai

a dan b pada persamaan Y’ = a+bX. Nilai X dihitung dengan

mengacu pada panduan jika :

Data gasal maka X : …..,-3,-2,-1,0,1,2,3,….

Data genap maka X :…..., -3,-1,1,3,…..

Persamaan untuk menaksir nilai a dan b :

Y’ = a+bx

𝑌
𝑎=
𝑛

𝑋𝑌
𝑏=
𝑋2

Keterangan :

Y’ = Kinerja Arsip Nasional Republik Indonesia.

a = Konstanta
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

23

b = Besarnya Y jika X mengalami perubahan 1 satuan

E. Penelitian Terdahulu

Penelitian oleh Rusdianti (2013) berjudul “Analisis Kinerja

Keuangan dan Non Keuangan (studi kasus di Dinas Tenaga Kerja dan

Transmigrasi provinsi Jambi tahun 2010 dan 2011) mendapatkan hasil

pada bidang keuangan penyerapan anggaran Dinas sosial, Tenaga Kerja

dan Transmigrasi Provinsi Jambi sangat berhasil, dengan rincian pada

tahun 2010 penyerapan anggaran yaitu sebesar 97%, sedangkan pada

tahun 2011 penyerapan anggaran sebesar 88%. Pada bidang non keuangan

aspek keuangan pelanggan dinilai baik yaitu sebesar 3,85. Aspek efisiensi

proses bisnis internal sebesar 3,45 dan dinilai baik. Aspek pembelajaran

dan pertumbuhan dinilai sangat baik dengan nilai 4,31.

Penelitian oleh Carnegie (2014) berjudul “Analisis Kinerja

Pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (studi kasus di

Kabupaten Kotawaringin Timur) menunjukkan bahwa berdasarkan

prespektif pelanggan, kinerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Kabupaten Kotawaringin Timur sangat memuaskan. Hasil ini dipengaruhi

oleh sumber daya manusia yang baik serta sarana prasarana yang cukup.

Sedangkan dilihat dari prespektif keuangan kinerja Dinas Kependudukan

dan Pencatatan Sipil sudah efisien dan efektif ditunjukkan dengan rasio

efisiensi sebesar 82,63% dan rasio efektivitas sebesar 165,76%.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Penelitian yang dilakukan merupakan studi kasus di Arsip Nasional

Republik Indonesia.Studi kasus yaitu penelitian yang meneliti fenomena

kontemporer secara utuh dan menyeluruh pada kondisi yang sebenarnya

dengan menggunakan berbagai sumber data. Data yang diperoleh

kemudian diolah dan dianalisis, sehingga kesimpulan yang ditarik hanya

berlaku di Arsip Nasional Republik Indonesia.

B. Tempat Dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Arsip Nasional Republik Indonesia di jl.

Ampera Raya No.7 Jakarta Selatan.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan pada bulan September sampai dengan

bulan Oktober tahun 2015.

C. Subjek Dan Objek Penelitian

Subjek pada penelitian ini adalah Arsip Nasional Republik Indonesia

di Jakarta, sedangkan untuk objek penelitian yaitu gambaran umum Arsip

Nasional Republik Indonesia, kinerja Arsip Nasional Republik Indonesia,

Laporan Realisasi Anggaran tahun 2010-2014 Arsip Nasional Republik

Indonesia.

24
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

25

D. Jenis Data dan Sumber Data

1. Jenis Data

Adapun jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data

kuantitatif yang berupa angka dari anggaran dan realisasi anggaran,

serta angka dari hasil setiap program kerja ANRI dari tahun 2010 s.d

2014.

2. Sumber Data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data

primer.Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari

kepala subbagian evaluasi dan perencanaan berupa laporan realisasi

anggaran beserta laporan pencapaian kinerja dari tahun 2010 s.d 2014.

E. Teknik Analisis Data

Langkah-langkah untuk menjawab rumusan masalah yang telah

ditetapkan sebelumnya yaitubagaimana kinerja Arsip Nasional Republik

Indonesia tahun 2010 s.d 2014 sebagai berikut:

1. MenurutLampiran nomor 10 dan 11 pada Peratuan Kepala ANRI

nomor 27 tahun 2014 analisis kinerja dihitung dari nilai Indeks

Efisiensi setiap tahun. Untuk mendapatkan nilai Indeks Efisiensi setiap

tahun maka dilakukan penghitungan sebagai berikut:

a. Menghitung input pencapaian kinerja antara Anggaran dengan

realisasi anggaran setiap indikator kinerja kegiatan pada

program kerja, dengan menggunakan rumus:


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

26

𝐼𝑛𝑝𝑢𝑡 𝑅𝑒𝑎𝑙𝑖𝑠𝑎𝑠𝑖 (𝑐𝑎𝑝𝑎𝑖𝑎𝑛 )


𝑋100%
𝐼𝑛𝑝𝑢𝑡 𝑅𝑒𝑛𝑐𝑎𝑛𝑎 (𝐴𝑛𝑔𝑔𝑎𝑟𝑎𝑛 )

b. Menghitung output pencapaian kinerja antara target dengan


realisasi, biasanya berwujud dokumen atau data, dengan
menggunakan rumus:
𝑂𝑢𝑡𝑝𝑢𝑡 𝑅𝑒𝑎𝑙𝑖𝑠𝑎𝑠𝑖 (𝑐𝑎𝑝𝑎𝑖𝑎𝑛)
𝑋100%
𝑂𝑢𝑡𝑝𝑢𝑡 𝑅𝑒𝑛𝑐𝑎𝑛𝑎(𝑡𝑎𝑟𝑔𝑒𝑡)

c. Menghitung Nilai Indeks Efisiensi

Indeks Efisiensi (IE) diperoleh dengan membagi % capaian

output terhadap % capaian input, sesuai rumus berikut:

% Capaian Output
IE =
% Capaian Input

2. Dengan menggunakan analisis Trend metode least square

danmelakukan penarikan kesimpulan hasil analisis data. Nilai Indeks

Efisiensi (IE) yang telah dihitung pada tahap sebelumnya akan

digunakan untuk menghitung Trend sebagai berikut.

a. Menghitung Trend dengan metode least square

Y’ = a+bx

𝑌
𝑎=
𝑛

𝑋𝑌
𝑏=
𝑋2

Keterangan :

Y’ = kinerja Arsip Nasional Republik Indonesia.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

27

a = Konstanta

b = Besarnya Y jika X mengalami perubahan 1 satuan

X = Tahun

b. Melakukan Penarikan Kesimpulan

Berdasarkan hasil penghitungan Trendyang telah

dilaksanakan pada tahap sebelumnya, peneliti dapat menarik

kesimpulan atas kinerja Arsip Nasional Republik Indonesia

apakah kinerjanya naik, tetap atau turun selama tahun 2010

s.d 2014. Kesimpulan ini diungkapkan secara deskriptif.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB IV

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

A. Sejarah Lembaga

1. Landarchief (1892- 1942)

Secara de facto Lembaga kearsipan di Indonesia, seperti yang kita

kenal sekarang ini, sudah ada sejak 28 Januari 1892, ketika Pemerintah

Hindia Belanda mendirikan Landarchief.Pada tanggal tersebut

dikukuhkan pula jabatan landarchivaris yang bertanggungjawab

memelihara arsip-arsip pada masa VOC hingga masa pemerintahan

Hindia Belanda untuk kepentingan administrasi dan ilmu pengetahuan,

serta membantu kelancaran pelaksanaan pemerintahan.Adapun

landarchivaris pertama adalah Mr. Jacob Anne van der Chijs yang

berlangsung hingga tahun 1905.Pengganti Mr. Jacob Anne van der

Chijs adalah Dr. F. de Haan 1905 - 1992 yang hasil karya-karyanya

banyak dipakai sebagai referensi bagi ahli-ahli sejarah

Indonesia.Pengganti de Haan adalah E.C. Godee Molsbergen, yang

menjabat dari tahun 1922 -1937.Pejabat landarchivaris yang terakhir

pada masa Pemerintahan Hindia Belanda adalah Dr. Frans Rijndert

Johan Verhoeven dari 1937 – 1942.

Pada masa pergerakan nasionalisme kebangsaan di Indonesia,

terutama pada tahun 1926-1929, Pemerintah Hindia Belanda berusaha

menangkis dan menolak tuntutan Indonesia Merdeka. Dalam rangka

penolakan tersebut, Lansarchief mendapat tugas khusus, yaitu: ikut

28
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

29

serta secara aktif dalam pekerjaan ilmiah untuk penulisan sejarah

Hindia Belanda, serta mengawasi dan mengamankan peninggalan-

peninggalan orang Belanda. Pada tahun 1940-1942 pemerintah Hindia

Belanda menerbitkan Arschief Ordonantie yang bertujuan menjamin

keselamatan arsip-arsip pemerintah Hindia Belanda, yang isinya antara

lain :

a. Semua arsip-arsip pemerintah adalah hak milik tunggal

pemerintah;

b. Batasan arsip baru adalah 40 tahun;

c. Arsip-arsip yang melampaui masa usia 40 tahun

diperlakukan secara khusus menurut peraturan peraturan

tertentu diserahkan kepada Algemeen Landarchief di

Batavia (Jakarta).

2. Kobunsjokan(1942-1945)

Masa pendudukan Jepang merupakan masa yang sepi dalam dunia

kearsipan, karena pada masa itu hampir tidak mewariskan peninggalan

arsip.Oleh karena itu, Arsip Nasional RI tidak memiliki khasanah arsip

pada masa pendudukan Jepang.Lembaga Kearsipan yang pada masa

Hindia Belanda bernama Landarchief, pada masa pendudukan Jepang

berganti dengan istilah Kobunsjokan yang ditempatkan dibawah

Bunkyokyoku.Sebagaimana pegawai-pegawai Belanda lainnya,

sebagian pegawai Landarchief pun dimasukkan kamp tawanan

Jepang.Meskipun demikian, pada masa tersebut posisi Landarchief


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

30

sangat penting bagi orang-orang Belanda yang ingin mendapatkan

keterangan asal-usul keturunannya.Keterangan dari arsip tersebut

diperlukan untuk membebaskan diri dari tawanan Jepang, jika mereka

dapat menunjukkan bukti turunan orang Indonesia meski bukan dari

hasil pernikahan.

3. Arsip Negeri(1945-1947)

Secara yuridis, keberadaan lembaga kearsipan Indonesia dimulai

sejak diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus

1945.Akan tetapi tidak dipungkiri, bahwa keberadaan dan

perkembangan Arsip Nasional RI merupakan hasil dari pengalaman

kegiatan dan organisasi kearsipan pada masa pemerintah Kolonial

Belanda (landarchief) dan produk-produk kearsipannya. Setelah

kemerdekaan Republik Indonesia, lembaga kearsipan (landarchief)

diambil oleh pemerintah RI dan ditempatkan dalam lingkungan

Kementerian Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan, dan diberi nama

Arsip Negeri. Keberadaan Arsip Negeri ini berlangsung sampai

pertengahan tahun 1947 ketika pemerintah NICA datang ke Indonesia.

4. Landsarchief(1947-1949)

Sejak Belanda melancarkan agresi militer yang pertama dan

berhasil menduduki wilayah Indonesia di tahun 1947, keberadaan

Arsip Negeri diambil alih kembali oleh pemerintah Belanda.Nama

Lembaga Arsip Negeri berganti lagi menjadi landsarchief kembali.

Sebagai pimpinan landsarchief adalah Prof.W. Ph. Coolhaas yang


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

31

menjabat hingga berdirinya Republik Indonesia Serikat (RIS) dan

diakuinya kedaulatan Pemerintah Republik Indonesia oleh Belanda

pada akhir tahun 1949. Setelah itu lembaga kearsipan kembali

ketangan Pemerintah Republik Indonesia.

5. Arsip Negara(1950-1959)

Setelah Konferensi Meja Bundar tanggal 27

Desember1949, Pemerintah Belanda melaksanakan pengembalian

kedaulatan kepada Pemerintah Republik Indonesia,

termasuk pengembalian lembaga-lembaga pemerintah. Sebagaimana

tahun1945-1947, landsarchief ditempatkan kembali di bawah

Kementerian Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan (PP dan K).Pada

masa pengambilalihan Landsarchief oleh pemerintah Republik

Indonesia Serikat, masih diusahakan konsepsi asli tentang statusnya

sebagai Arsip Negeri RIS.Hal tersebut dimaksudkan agar arsip-arsip

pemerintah pusat dapat disalurkan ke Arsip Negeri RIS.Namun

demikian konsep Arsip Negeri itu tidak bertahan lama. Pada tanggal

26 April 1950 melalui SK Menteri PP dan K nomor 9052/B, nama

Arsip Negeri berubah menjadi Arsip Negara RIS. Sedangkan sebagai

pimpinan lembaga Arsip Negara tersebut adalah Prof. R.

Soekanto.Prof. R. Soekanto merupakan orang asli Indonesia yang

pertama kalinya memimpin lembaga kearsipan

Indonesia.Kepemimpinan Prof. R. Soekanto berlangsung selama enam

tahun hingga tahun 1957.Sebagai penggantinya adalah Drs. R.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

32

Mohammad Ali, seorang sejarawan yang menulis buku Pengantar Ilmu

Sejarah Indonesia.Pergantian ini merupakan awal perubahan dasar

dalam kepemimpinan di Arsip Negara, karena untuk pertama kalinya

istilah Kepala Arsip Negara dipakai untuk jabatan tersebut.Nama Arsip

Negara secara resmi dipakai hingga tahun 1959.

6. Arsip Nasional(1959-1967)

a. Arsip Nasional dibawah Kementerian PP dan K

Pada masa kepemimpinan Drs. R. Mohammad Ali diupayakan

berbagai usaha untuk meningkatkan peran dan status lembaga Arsip

Negara.Langkah pertama yang diambil adalah memasukkan Arsip

Nagara dalam Lembaga Sejarah pada Kementerian PP dan K.

Perubahan itu ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri nomor

130433/5, tanggal 24 Desember 1957. Berdasarkan SK menteri PP dan

K nomor69626/a/s nama Arsip Negara berganti menjadi Arsip

Nasional. Perubahan ini berlaku surut semenjak 1 Januari 1959.

b. Arsip Nasional dibawah Kementerian Pertama RI (1961-1962)

Perubahan kelembagaan Arsip Nasional tidak berhenti sampai

disitu. Berdasarkan Keputusan Presiden RI nomor 215 tanggal 16 Mei

1961, penyelenggaraan segala urusan Arsip Nasional dipindahkan ke

Kementerian Pertama RI, termasuk wewenang, tugas dan kewajiban,

perlengkapan materiil dan personalia, serta hak-hak dan kewajiban

keuangan dan lain-lain. Tugas dan Fungsi Arsip Nasional mengalami

perluasan, sejak keluarnya Peraturan Presiden nomor 19 tanggal 26


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

33

Desember 1961 tentang Pokok-pokok Kearsipan Nasional.

Berdasarkan Keputusan Presiden tersebut, tugas dan fungsi arsip

Nasional tidak hanya menyelenggarakan kearsipan statis saja, akan

tetapi juga terlibat dalam penyelenggaraan kearsipan baru (dinamis).

c. Arsip Nasional dibawah Menteri Pertama Bidang Khusus (1963-

1964)

Berdasarkan Keputusan Presiden RI No.188 tahun 1962, Arsip

Nasional RI ditempatkan di bawah Wakil Menteri Pertama Bidang

Khusus.Penempatan Arsip Nasional di Bidang Khusus dimaksudkan

supaya arsip lebih diperhatikan, karena bidang ini khusus

diperuntukkan bagi tujuan penelitian sejarah.

d. Arsip Nasional dibawah Menko Hubra (1963-1966)

Pada tahun 1964 nama Kemeterian Pertama Bidang Khusus

berganti menjadi Kementerian Kompartimen Hubungan dengan

Rakyat (Menko Hubra). Perubahan tersebut disesuaikan dengan tugas

dan fungsinya dalam mengkoordinasi kementerian-kementerian

negara. Dengan bergantinya nama kementerian tersebut, otomatis

Arsip Nasional berada di bawah kementerian yang baru tersebut.

Dibawah kementerian ini, Arsip Nasional mendapat tugas untuk

melakukan pembinaan arsip.Namun demikian, perubahan tersebut

tidak mempengaruhi tugas dan fungsiArsip Nasional sebagaimana

yang tercantum dalam Peraturan Presiden No.19 tahun1961.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

34

7. Arsip Nasional RI(1967- sekarang )

Tahun 1967 merupakan suatu periode yang sangat penting bagi

Arsip Nasional, karena berdasarkan Keputusan Presiden 228/1967

tanggal 2 Desember1967, Arsip Nasional ditetapkan sebagai Lembaga

Pemerintah Non Departemen yang bertanggungjawab langsung kepada

Presiden. Sementara anggaran pembelanjaannya dibebankan kepada

anggaran Sekretariat Negara. Penetapan Arsip Nasional sebagai

Lembaga Pemerintah Non Departemen diperkuat melalui Surat

Pimpinan MPRS No.A.9/1/24/MPRS/1967 yang menegaskan, bahwa

Arsip Nasional sebagai aparat teknis pemerintah tidak bertentangan

dengan UUD 1945, bahkan merupakan penyempurnaan pekerjaan di

bawah Presidium Kabinet. Dengan status baru tersebut, maka pada

tahun 1968 Arsip Nasional berusaha menyusun pengajuan sebagai

berikut:

a. Mengajukan usulan perubahan Arsip Nasional menjadi Arsip

Nasional RI;

b. Mengajukan usulan perubahan Prps No.19/1961 menjadi Undang-

undang tentang Pokok-pokok Kearsipan.

Usulan-usulan tersebut belum terlaksana hingga masa berakhirnya

kepemimpinan Drs.R. Mohammad Ali (1970).Oleh karena itu

Dra.Sumartini, wanita pertama yang menjabat sebagai kepala Arsip

Nasional, berjuang untuk melanjutkan cita-cita pemimpin

sebelumnya. Atas usaha-usaha beliau, dan atas dukungan Menteri


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

35

Sekretaris Negara Sudharmono, SH, cita-cita dalam memajukan Arsip

Nasional tercapai dengan keluarnya Undang-Undang Nomor 7 tahun

1971, yang kemudian dikenal dengan Undang-undang tentang

Ketentuan-ketentuan Pokok Kearsipan. Tiga tahun kemudian,

berdasarkan Keputusan Presiden No.26 Tahun 1974 secara tegas

menyatakan, bahwa Arsip Nasional diubah menjadi Arsip Nasional

Republik Indonesia yang berkedudukan di Ibukota RI dan langsung

bertanggungjawab kepada Presiden. Dengan keputusan tersebut,

maka secara yuridis Arsip Nasional RI sah sebagai Lembaga

Pemerintah Non Departemen.

Kebijakan ke arah pemikiran untuk penyempurnaan tugas dan

fungsi Arsip Nasional RI diwujudkan pada masa kepemimpinan Dr.

Noerhadi Magetsari, yang menggantikan Dra.Soemartini sebagai

kepala Arsip Nasional tahun 1991 hingga tahun 1998. Pada masa

kepemimpinan beliau terjadi perubahan struktur organisasi yang baru

dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden RI nomor 92 tahun 1993

tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata

Kerja Arsip Nasional RI. Berdasarkan Keppres tersebut Arsip

Nasional RI disingkat dengan ANRI.Perubahan yang cukup mencolok

adalah pengembangan struktur organisasi dengan adanya Deputi

Pembinaan dan Deputi Konservasi, Pembentukan Unit Pelaksana

Teknis dan penggunaan istilah untuk Perwakilan Arsip Nasional RI di

Daerah TK I menjadi Arsip Nasional Wilayah.Seiring dengan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

36

pengembangan struktur organisasi tersebut, beliau juga

mengembangkan SDM di bidang kearsipan; yakni merekrut pegawai

baru sebagai arsiparis.Oleh karena itu, pada masa tersebut jumlah

arsiparis di ANRI meningkat drastis.Puncaknya adalah tahun 1995-

1996, yaitu ketika jumlah arsiparis di ANRI Pusat mencapai 137

orang.Kepemimpinan Dr. Noerhadi Magetsarisebagai kepala Arsip

NasionalRI berlangsung hingga tahun 1998.Penggantinya adalah Dr.

Moekhlis Paeni (mantan Deputi Konservasi ANRI dan mantan Kepala

ANRI Wilayah Ujung Pandang).

Pada masa kepemimpinan Dr. Moekhlis Paeni, beliau melanjutkan

kebijakan kepemimpinan sebelumnya.Dalam rangka meningkatkan

wujud sistem kearsipan nasional yang handal, beliau mencanangkan

visi ANRI, yakni menjadikan arsip sebagai simpul pemersatu bangsa.

Seiring dengan perkembangan politik dan pemerintahan di era

reformasi, serta dalam rangka efektivitas dan efisiens, maka Presiden

melalui Keputusan Presiden nomor 17 Tahun 2001 mengatur

kedudukan, tugas dan fungsi, susunan organisasi dan tatakerja

Lembaga Pemerintah Non Departeman. Sehubungan dengan hal

tersebut, struktur organisasi ANRI pun disesuaikan dengan Keputusan

Presiden tersebut.

MelaluiKeputusan Presiden Nomor 74/M/2003 sejak dilantiknya

Drs. Oman Syahroni, M.Si. Tanggal 3 Juni 2003, menggantikan Dr.

Mukhlis Paeni, Arsip Nasional Republik Indonesia mengembangkan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

37

Program Sistem Pengelolaan Arsip Berbasis Teknologi Informasi dan

Komunikasi (SiPATI) Program tersebut adalah aplikasi pengelolaan

arsip dinamis secara elektronik sesuai dengan trend perkembangan

globalisasi informasi dimana hampir seluruh unit di kantor Pemerintah

maupun Swasta telah menggunakan perangkat komputer. SiPATI ini

telah diaplikasikan dibeberapa instansi Pemerintah Pusat.

Pada tanggal 6 Juli 2004, Drs. Djoko Utomo, MA dilantik menjadi

Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia berdasarkan Keputusan

PresidenNomor87/M/2004, tanggal 21 Juni 2004. Dalam masa

kepemimpinannya Djoko Utomo, sebagai Kepala ANRI yang

dibesarkan di lingkungan ANRI berusaha mewujudkan Visi dan Misi

ANRI dengan berbagai program yang benar-benar disesuaikan dengan

perkembangan globalisasi dan kebutuhan yang ada di lingkungan

ANRI. Gedung layanan Publik yang berada paling depan yang

merupakan ujung tombak layanan masyarakat direnovasi sedemikian

rupa sehingga menimbulkan kenyamanan bagi pengunjung yang

datang. Kerjasama Nasional dan Internasional digiatkan dalam rangka

memajukan dunia kearsipan termasuk kerjasama dalam rangka

pengiriman pegawai ANRI untuk belajar di luar negeri.

Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tidak hanya

dilakukan di luar negeri saja, tetapi dilakukan juga di ANRI yaitu

dengan memberikan kursus-kursus yang dapat meningkatkan

pengetahuan pegawai sehinggabisa memberikan pengabdian terbaik


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

38

kepada masyarakat sesuai dengan tugas dan fungsi ANRI. Pengolahan

dan pemeliharaan arsip-arsip statis tetap dilaksanakan dan

ditingkatkan sambil terus mendorong dilaksanakannya program-

program lain seperti program Citra Daerah, Citra Nusantara maupun

program lainnya seperti program Sistem Informasi Jaringan Kearsipan

Nasional. Syiar lembaga ANRI dan kearsipan pun terus dilakukan

terutama melalui media, baik cetak maupun elektronik. Dengan

demikian, diharapkan masyarakat dapat mengetahui tugas dan fungsi

ANRI yang pada akhirnya nanti akan menimbulkan kesadaran

masyarakat untuk memelihara arsipnya.

B. Tugas Pokok & Fungsi

1. TUGAS

Melaksanakan tugas pemerintahan di bidang kearsipan sesuai dengan

ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2. FUNGSI

a. Pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang kearsipan

b. Koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas lembaga

c. Fasilitas dan pembinaan terhadap kegiatan instansi pemerintah di

bidang kearsipan

d. Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum di

bidang perencanaan umum, ketatausahaan, kehumasan, hukum,

organisasi dan tata laksana, kepegawaian, keuangan, perlengkapan dan

rumah tangga, persandian, dan kearsipan


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

39

C. Kewenangan
a. Penyusunan rencana nasional secara makro dikearsipan

b. Penetapan dan penyelenggaraan kearsipan nasional untuk mendukung

pembangunan secara makro;

c. Penetapan sistem informasi di bidang kearsipan

d. Kewenangan lain yang melekat dan telah dilaksanakan sesuai dengan

ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu:

Perumusan dan pelaksanaan kebijakan tertentu dibidang kearsipan,

serta Penyelamatan dan pelestarian arsip serta pemanfaatan naskah

sumber arsip.

D. Struktur Organisasi

Gambar4.1Bagan Struktur Organisasi ANRI


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

40

E. Macam-macam Dokumen yang diarsipkan

1. Dokumen Kenegaraan: Surat perjanjian kerjasama antar Negara,

Undang-undang, dokumen administrasi kenegaraan (keuangan,

korespondensi), Film, Video, Foto.

2. Dokumen Pemerintah Daerah: Surat perjanjian kerjasama antar daerah,

administrasi daerah.

3. Dokumen BUMN/BUMS: Surat perjanjian kerjasama, administrasi

BUMN/BUMS (Laporan Keuangan), dokumentasi setiap

BUMN/BUMS (Foto, Film, Video, Rekaman suara).

4. Perseorangan: Surat kepemilikan harta, Surat Perjanjian Usaha, Surat

Kerjasama.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB V

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data

Sumber data diambil dari Laporan Pencapaian Kinerja tahun 2010

s.d 2014 serta Laporan Realisasi Anggaran tahun 2010 s.d 2014 Arsip

Nasional Republik Indonesia. Pengumpulan data diperoleh melalui

wawancara dengan kepala subbagian evaluasi dan pelaporan serta

observasi secara langsung di Arsip Nasional Republik Indonesia.

Berikut ini data mengenai mengenai LaporanPencapaian Kinerja

tahun 2010 s.d 2014 yang diambil dari Arsip Nasional Republik

Indonesia:

Tabel 5.1 Laporan Pencapaian Kinerja tahun 2010

No. Program Indikator Keterangan Target Realisasi


Kinerja (Rupiah) (Rupiah)
Kegiatan
1. Program Presentase Input:dana 1.514.372.000 1.398.250.880
Penyeleng rekomendasi hasil
garaan pengkajian dan
Kearsipan pengembangan
Nasional sistem kearsipan Output:lapora 8 Laporan 8 Laporan
dinamis dan statis n Hasil kajian Hasil Kajian
yang akan
menjadi NSPK
2. Jumlah Basis Input: dana 181.874.000 178.295.950
Data
33 LKD 33 LKD
Penyelenggaraan Output: LKD
JIKN
3. Jumlah lembaga Input : dana 905.400.000,- 857.158.400
kearsipan daerah
12 LKD 12 LKD
provinsi. Output: LKD

41
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

42

Tabel 5.1 Laporan Pencapaian Kinerja tahun 2010 (lanjutan)


No. Program Indikator Keterangan Target Realisasi
Kinerja Kegiatan (Rupiah) (Rupiah)
4. Jumlah instansi Input : dana 750.000.000 722.347.950
pusat yang sudah
10LKD 10LKD
menerapkan Output:LKD
SIKD-
5. Mewujudkan jumlah Input : dana 195.000.000 185.258.400
usaha-usaha lembaga/unit
pembinaan kearsipan dan Output:
kearsipan 7 lembaga 40 7lembaga 40
arsiparis yang Lembaga/ orang orang
secara terakreditasi dan Orang
nasional di
disertifikasi
lingkungan
6. Jumlah pedoman Input : dana 49.516.000 46.551.650
lembaga
aparatur mekanisme kerja
1 pedoman 1 pedoman
negara arsiparis Output:
Pedoman
7. Jumlah peserta Input : dana 1.138.646.000 1.100.070.250
bimbingan
arsiparis dan tim Output: 4 pusat 5 4 pusat 5
penilai Lemb. daerah daerah
Pemerintah
Daerah
8. Jumlah provinsi Input : dana 1.332.600.000 1.319.576.562
yang
mendapatkan Output: 14 prov 14 prov
kendaraan layanan prov/kab/ 2 kab/kota 2 kab/kota
masyarakat sadar kota
arsip
9. Jumlah instansi Input : dana 497.760.000 489.937.925
pusat dan daerah
yang Output: 11 pusat 18 11 pusat 18
mendapatkan Lembaga daerah daerah
bimbingan dan pemerintah
konsultasi daerah
kearsipan
10. Jumlah instansi Input : dana 372.080.000 356.169.700
pusat dan daerah
yang Output: 8 pusat 8 pusat
mendapatkan instansi 8 daerah 8 daerah
supervisi
kearsipan
11. Jumlah instansi Input : dana 109.455.000 97.290.000
yang mendapat
25 11
persetujuan Output:pusat pusat&daerah pusat&daerah
Jadwal Retensi &daerah
Arsip
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

43

Tabel 5.1 Laporan Pencapaian Kinerja tahun 2010 (lanjutan)


No. Program Indikator Keterangan Target Realisasi
Kinerja (Rupiah) (Rupiah)
Kegiatan
12. Jumlah Input : dana 905.400.000 875.158.400
Penyelenggaraan
Arsip Masuk Output:kab 22 kab/kota 22 kab/kota
Desa /kota
13. Pengembangan Input : dana 1.530.000.000 1.349.555.000
Pegawai
100 pegawai 117 pegawai
Output:orang
14. Program Jumlah Input : dana 349.309.000 348.714.000
Penyelengga- rekomendasi
raan penilaian yang Output:
Kearsipan 25 instansi 25 instansi
ditindaklanjuti instansi
Nasional pengakuisisian
dan pemusnahan
arsip
15. Jumlah daerah Input : dana 500.400.000 499.068.700
bencana arsip
yang Output: 6 daerah 6 daerah
diselamatkan daerah
16. Jumlah daftar Input : dana 828.263.000 827.503.850
arsip pengolahan
13 daftar 22 daftar
arsip Output:
konvensional daftar
17. Jumlah Arsip Input : dana 1.159.451.000 1.158.831.100
Rusak yang
3.300 lembar 3.300 lembar
direstorasi Output:
lembar
18. Jumlah Input : dana 1.579.499.000 1.526.117.550
Penerbitan
9 naskah 9 naskah
Naskah Sumber Output:
Arsip yang Naskah
terbitkan
Sumber: data diolah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

44

Tabel 5.2 Laporan Pencapaian Kinerja tahun 2011


No Program Indikator Keterangan Target Realisasi
Kinerja (Rupiah) (Rupiah)
Kegiatan
1. Penyelengga- Jumlah Input: dana 2.100.781.000 2.011.141.550
raan rekomendasi hasil
Kearsipan pengkajian dan
Nasional pengembangan
Mewujudkan sistem kearsipan
Output: 7 pedoman & 7 pedoman &
pengelolaan 3 hasil kajian 3 hasil kajian
dinamis dan statis pedoman
arsip yang
berbasis yang akan hasil kajian
teknologi, menjadi NSP
2. informasi Jumlah Input: dana 500.100.000 477.027.225
dan rekomendasi hasil
komunikasi pengkajian dan
(TIK) di pengembangan
lingkungan sistem informasi Output: 2 pedoman 2 pedoman
lembaga kearsipan dinamis pedoman dan &1standar &1standar
aparatur dan statis yang standa
negara
akan menjadi
NSPK
3. Jumlah Input: dana 619.175.000 606.552.150
penggunaan
sistem dan Output: 4 laporan 4 laporan
jaringan kearsipan
nasional laporan
4. Jumlah lembaga Input: dana 75.222.000 70.249.300
Penyeleng-
dan unit kearsipan
garaan
yang terakreditasi Output:
kearsipan 6 6
lembaga/unit Lembaga/Unit Lembaga/Unit
Nasional kersipan Kearsipan Kearsipan
Meningkat-
5. kan Jumlah Input: dana 1.000.000.000 820.149.225
efektifitas pemerintah
pembinaan prov./kab./kota
14 14
Output: Kabupaten Kabupaten
kearsipan yang menerapkan kab/kota 6 Kota 6 Kota
secara SIKS-TIK
nasioanal di 2.000.000.000 1.664.902.100
6. Jumlah instansi Input: dana
lingkungan
pusat yang
aparatur 15 Instansi 10 Instansi
menerapkan Output:
negara
SIKD-TIK instansi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

45

Tabel 5.2 Laporan Pencapaian Kinerja tahun 2011(lanjutan)

No. Program Indikator Keterangan Target Realisasi


Kinerja (Rupiah) (Rupiah)
Kegiatan
7. Penyeleng- Jumlah instansi Input: dana 1.500.000.000 1.368.543.550
garaan yang
kearsipan mendapatkan
Nasional pemahaman
Meningkat- UndangUndang Output: 85 Instansi 85 Instansi
kan No. 43 Tahun
efektifitas 2009 tentang instansi
pembinaan Kearsipan
8. kearsipan Jumlah Input: dana 3.600.000.000 3.222.846.900
secara desa/kelurahan di
nasioanal di kab./kota yang
lingkungan mendapatkan
aparatur pemahaman Output:
negara Undang-Undang 8 Provinsi 8 Provinsi
No. 43 Tahun provinsi
2009 tentang
Kearsipan
9. Jumlah Input: dana 950.000.000 807.143.350
desa/kelurahan di
kab./kota yang
mendapatkan
pemahaman Output: 15 Desa 14 Desa
tentang /Kelurahan /Kelurahan
pengelolaan arsip jumlah desa
sesuai dengan
peraturan bidang
kearsipan
10. Jumlah lembaga Input: dana 1.000.000.000 741.230.300
kearsipan daerah
kab./kota yang
menerapkan
pengelolaan arsip Output:kab/k 20 Kabupaten 18 Kabupaten
sesuai dengan ota /Kota /Kota
peraturan di
bidang kearsipan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

46

Tabel 5.2 Laporan Pencapaian Kinerja tahun 2011(lanjutan)

No. Program Indikator Keterangan Target Realisasi


Kinerja (Rupiah) (Rupiah)
Kegiatan
11. Jumlah pencipta Input: dana 165.592.000 131.054.000
arsip tingkat
provinsi dan
kabupaten/kota
yang Output:instan 14 Instansi,3 16 Instansi, 6
mendapatkan si,prov,kab,k Provinsi, 2 Provinsi, 9
rekomendasi ota Kab,1 Kota Kab,5 Kota
persetujuan
Jadwal Retensi
Arsip (JRA)
12. Penyeleng- Jumlah instansi Input: dana 606.147.000 471.035.750
garaan yang arsipnya 1 KPUD, 7 1 KPU Pusat,
Output: KPUD,
kearsipan diselamatkan Instansi, KPUD Instansi 5 Instansi
Nasional Prov. dan Inst KPUD Pusat, 7
Provinsi, 13 Instansi
Meningkat- Ins KPUD
13. kan Jumlah arsip hasil Input: dana 369.980.000 351.703.850
efektifitas akuisisi
penyelamat- 320 Berkas 320 Berkas
Output:
an dan berkas
14. pelestarian Jumlah daftar Input: dana 400.000.000 383.499.800
arsip/dokum inventaris arsip
en. Sekneg yang Output: Daftar 1 Daftar 1 Daftar
dibuat Inventaris Inventaris Inventaris
15. Jumlah daftar Input: dana 763.907.000 738.965.350
arsip
konvensional,
audio visual,
elektronik, Output: Daftar 10 Daftar 10Daftar
kartograsi dan
kearsitekturan
yang dibuat
16. Jumlah lembar Input: dana 404.393.000 403.595.700
arsip yang
dibarcode Output: 10.000 10.000
Lembar Lembar Lembar
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

47

Tabel 5.2 Laporan Pencapaian Kinerja tahun 2011(lanjutan)


No. Program Indikator Keterangan Target Realisasi
Kinerja (Rupiah) (Rupiah)
Kegiatan
17. Penyelengga Jumlah Input: dana 1.000.000.000 919.078.700
-raan reel/roll/lembar/k
Kearsipan aset arsip yang Output:Reel/R
Nasional 18.686 19.000
digitalisasi oll/ Reel/Roll/ Reel/Roll/
18. Jumlah naskah Input: dana 455.000.000 455.000.000
sumber arsip yang
diterbitkan Output: 4 Naskah 4 Naskah
Naskah
19. Jumlah materi Input: dana 600.000.000 576.448.325
standarisasi tata
laksana pelayanan Output: Materi 1 Materi 1 Materi
arsip
Sumber: data diolah

Tabel 5.3 Laporan Pencapaian Kinerja tahun 2012

No. Program Indikator Keterangan Target Realisasi


Kinerja (Rupiah) (Rupiah)
Kegiatan
1. Program Jumlah instansi Input: dana 2.238.802.000 1.964.805.900
Penyelengga- pusat yang
raan menerapkan Output :
Kearsipan 19 instansi 10instansi
SIKD TIK instansi
Nasional 854.892.000 789.490.820
2. Jumlah instansi Input: dana
yang
mendapatkan Output : 85 instansi 85 instansi
pemahaman UU instansi
No. 43 Tahun
2009 tentang
kearsipan
3. Jumlah instansi Input: dana 218.070.000 201.203.900
Program pusat yang
Penyelengga- menerapkan Output :
raan 20 instansi 18 instansi
pengelolaan arsip instansi
Kearsipan
sesuai dengan
Nasional
peraturan bidang
Kearsipan
4. Jumlah pencipta Input: dana 12.628.000 11.021.200
arsip tingkat pusat
yang Output : 1 instansi 4 instansi
mendapatkan instansi
rekomendasi
persetujuan
jadwal retensi
arsip (JRA)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

48

Tabel 5.3 Laporan Pencapaian Kinerja tahun 2012(lanjutan)


No. Program Indikator Keterangan Target Realisasi
Kinerja (Rupiah) (Rupiah)
Kegiatan
5. Program Jumlah Input: dana 376.779.000 333.770.750
Penyelengga- rekomendasi
raan penyelenggaraan Output :
Kearsipan 1 rekomendasi 1 rekomendasi
kearsipan pada rekomendasi
Nasional instansi pusat
6. Program Jumlah Input: dana 2.197.435.000 1.987.593.400
Penyelengga- Pemerintah
raan Prov./Kab./Kota Output :
Kearsipan 11 provinsi, 11 provinsi,
yang provinsi
Nasional mendapatkan
pemahaman UU
No. 43 2009
7. Program Jumlah Input: dana 3.048.25.000 2.768.457.100
Penyelengga- Pemerintah Derah
raan 33 provinsi 25 provinsi
yang Output :
Kearsipan mendapatkan provinsi
Nasional kemampuan
teknis
pengelolaan arsip
48sset sesuai
dengan peraturan
Perundang-
Undangan
8. Jumlah Pencipta Input: dana 144.625.000 142.117.500
Program arsip tingkat
Penyelengga- provinsi dan Output :
raan kabupaten/kota prov/kab/kota 20 30
Kearsipan
yang prov/kab/kota prov/kab/kota
Nasional
mendapatkan
rekomendasi
persetujuan
jadwal retensi
Arsip (JRA
9. Program Jumlah Input: dana 541.266.000 278.984.500
Penyelengga- rekomendasi
raan penyelenggaraan Output :
Kearsipan 6 rekomendasi 6 rekomendasi
kearsipan pada rekomendasi
Nasional pemerintah
provinsi dan
Kab./Kota.
10. Jumlah Lembaga Input: dana 52.410.000 47.283.800
dan unit kearsipan
5 5
yang terakreditasi Output : Lembaga/Unit Lembaga/Unit
lembaga/unit kearsipan kearsipan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

49

Tabel 5.3 Laporan Pencapaian Kinerja tahun 2012(lanjutan)


No. Program Indikator Keterangan Target Realisasi
Kinerja (Rupiah) (Rupiah)
Kegiatan
11. Program Jumlah arsiparis Input: dana 513.186.000 510.963.900
Penyelengga- yang tersertifikasi
raan Output :
Kearsipan 90 Arsiparis 77 Arsiparis
Arsiparis
Nasional 743.310.000 738.348.000
12. Jumlah arsip yang Input: dana
Indonesia
mendapat
bimbingan Output : 535 Arsiparis 490 Arsiparis
Arsiparis
13. Jumlah peserta Input: dana 458.600.000 409.371.100
diklat penciptaan
jabatan fungsional Output : 65 Orang 65 Orang
arsiparis (tingkat orang
ahli dan trampil)
14. Jumlah Provinsi Input: dana 4.800.000.000 4.624.873.650
penerima dana
dekonsentrasi Output : 32 Provinsi 26 Provinsi
provinsi
15. Jumlah peserta Input: dana 149.549.000 145.493.800
diklat sertifikasi
35 Orang 35 Orang
SDM Output :
orang
16. Jumlah peserta Input: dana 2.098.009.000 1.691.697.790
diklat teknis
468 orang 468 orang
kearsipan
17. Jumlah bulan Input: dana 91.882.000 60.149.500

layanan
Output : 12 Bulan 12 Bulan
ketatausahaan bulan
18. Jumlah instansi Input: dana 214.743.000 199.460.100

yang arsip
Output : 12 instansi 12 instansi
diselamatkan instansi
(Arsip Pemilu)
19. Jumlah instansi Input: dana 137.340.000 137.014.300

yang arsipnya
Output : 14 instansi 14 instansi
diselamatkan instansi
(Arsip KIB)
20. Jumlah arsip hasil Input: dana 341.384.000 333.098.100

akuisisi
Output : 200 berkas 200berkas
berkas
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

50

Tabel 5.3 Laporan Pencapaian Kinerja tahun 2012(lanjutan)

No. Program Indikator Keterangan Target Realisasi


Kinerja (Rupiah) (Rupiah)
Kegiatan
21. Program Jumlah kaset hasil Input: dana 449.249.000 443.644.700
Penyelengga- wawancara
raan sejarah lisan Output :
Kearsipan 35 kaset 37 kaset
instansi
Nasional 501.560.000 489.553.600
22. Jumlah guide Input: dana
Indonesia
arsip
konvensional, Output : 2 guide 2 guide
audio visual, guide
elektronik,
kartografi, dan
kearsitekturan
yang dibuat
Sumber: data diolah

Tabel 5.4 Laporan Pencapaian Kinerja tahun 2013

No. Program Indikator Keterangan Target Realisasi


Kinerja (Rupiah) (Rupiah)
Kegiatan
1. Program Persentase Input: dana 11.219.732.000 9.873.613.143
Penyelengga lembaga negara,
-raan pemerintah
Kearsipan daerah
Nasional provinsi/kabupat Output:
en/kota, BUMN,
BUMD, dan presentase 10% 10%
lembaga
kearsipan
perguruan tinggi
yang telah
menerapkan
SIKD dan SIKS
dalam
pengelolaan
arsip dinamis
dan statistik
2. Persentase Input: dana 307.220.000 289.741.000
Program Lembaga Negara,
Penyelengga BUMN, BUMD, Output:
-raan Perguruan Tinggi
Kearsipan Negeri yang telah
presentase 9% 12%
memiliki
Nasional
unitkearsipan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

51

Tabel 5.4 Laporan Pencapaian Kinerja tahun 2013 (lanjutan)


No. Program Indikator Keterangan Target Realisasi
Kinerja (Rupiah) (Rupiah)
Kegiatan
3. Program Persentase Input: dana 1.605.966.000 1.559.178.600
Penyelengga Arsiparis dan
-raan SDM kearsipan Output: 100% 102%
Kearsipan yang telah
Nasional memiliki presentase
sertifikat
kompetensi dan
profesionalita
4. Persentase arsip Input: dana 5.973.374.000 5.692.938.950
statis lembaga
negara dapat Output: 40% 70%
diselamatkan presentase
5. Jumlah Input: dana 16.606.000 15.615.100
Program Instansi/Lembag
Penyelengga a Negara per Output: 8 instansi 9 instansi
-raan Tahun instansi
Kearsipan Mendapatkan
Nasional Persetujuan
Pemusnahan
Arsip
6. Persentase Input: dana 1.800.800.000 1.733.803.300
Program rekomendasi
Penyelengga hasil pengkajian Output:
-raan dan
Kearsipan pengembangan presentase 8% 8%
Nasional penyelenggaraan
Kesipan
nasional
7. Program Sistem Input: dana 1.950.867.000 1.833.432.400
Penyelengga Informasi
-raan Kearsipan
Kearsipan Dinamis (SIKD)
Nasional dan Sistem Output: 9% 9%
Kearsipan Statis presentase
(SIKS) di
seluruh pencipta
arsip tingkat
pusat, daerah,
Dukungan lembaga
Manajemen kearsipan
8. dan Persentase Input: dana 38.038.070.000 26.692.467.729
Pelaksanaan peningkatan
Tugas dan pengunjung Output:
diorama sejarah 15% 20%
Tugas presentase
Teknis perjalanan bangsa
lainnya per tahun
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

52

Tabel 5.5 Laporan Pencapaian Kinerja tahun 2014

No. Program Indikator Keterangan Target Realisasi


Kinerja (Rupiah) (Rupiah)
Kegiatan
1. Penyelengga- Persentase Input: Dana 2.208.296.000 2.1.5.691.600
raan pencipta arsip
Kearsipan lembaga negara,
Nasional lembaga
kearsipan Output:
provinsi/kab/kot Instansi 50 instansi 35 instansi
a, BUMN, dan
lembaga
kearsipan
perguruan tinggi
yang telah
menerapkan
SIKD dan SIKS
dalam
pengelolaanarsip
dinamis dan
statis;
2. Persentase Input: Dana 751.052.000 725.341.000
lembaga negara,
pemerintah
daerah
provinsi/kabupat Output:
15 instansi 14 instansi
en/kota,BUMN, Instansi
dan perguruan
tinggi negeri
yang telah
membuat tata
naskah dinas,
klasifikasi arsip,
jadwal retensi
arsip (JRA) serta
system
klasifikasi
keamanan dan
akses arsip
3. Penyelengga- Persentase arsip Input: Dana 1.519.172.000 1.470.860.800
raan statis lembaga
Kearsipan negara yang Output: 25 instansi 40 instansi
Nasional dapat Instansi
diselamatkan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

53

Tabel 5.5 Laporan Pencapaian Kinerja tahun 2014 (lanjutan)


No. Program Indikator Keterangan Target Realisasi
Kinerja (Rupiah) (Rupiah)
Kegiatan
4. Penyelengga Jumlah Input: Dana 609.372.000 602.024.200
-raan instansi
Kearsipan lembaga Output: 50 instansi 77 instansi
Nasional negara yang Instansi
mendapatkan
persetujuan
pemusnahan
arsip per tahun
5. Persentase data Input: Dana 1.607.683.000 1.560.649.200
Penyelengga
-raan informasi arsip
Kearsipan statis pada Output:
lembaga simpul 11 simpul 20simpul
Nasional
kearsipan
provinsi/kabup
aten/kota
6. Penyelengga Skor Lakip Input: Dana 1.542.170.000 1.536.213.600
-raan ANRI
Kearsipan Output: 1 Laporan 1 Laporan
Nasional laporan AKIP AKIP
7. Opini Audit Input: Dana 383.760.000 364.434.600
Penyelengga BPK atas
-raan 3 dokumen 3 dokumen
Laporan Output:
Kearsipan
Nasional Keuangan dokumen
8. Persentase Input: Dana 2.580.500.000 2.570.935.150
Penyelengga pemenuhan
fasilitas sarana Output: 100% 100%
-raan
Kearsipan dan prasarana presentase
Nasional kerja ANRI
dalam rangka
mendukung
LayananArsip
Sumber: data diolah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

54

B. Analisis Data

Berikut ini analisis data yang dilakukan berdasarkan rumusan masalah

yang telah ditetapkan.

1. Langkah pertama yang digunakan untuk menjawab rumusan

masalah menurut peratuan kepala ANRI nomor 27 tahun 2014

adalah dengan menghitung Nilai Indeks Efisiensi. Untuk

memperoleh Nilai Indeks Efisiensi, maka sebelumnya akan

dilakukan penghitungan-penghitungan sebagai berikut ini:

a. Menghitung Input pencapaian kinerja tahun 2010-2014

Arsip Nasional RI membuat program kerja setiap

tahunnya.Program kerja tersebut digunakan untuk mengukur

kinerja Arsip Nasional RI. Pada tahap pertama untuk

mengukur kinerja Arsip Nasional RI, yaitu dengan

menghitung input pencapaian. Input pencapaian kinerja ini

menggambarkan seberapa besar penyerapan anggaran untuk

setiap indikator kinerja kegiatan progam kerja setiap

tahunnya.

Berdasarkan setiap indikator kinerja kegiatan program

kerja, input pencapaian kinerja dapat dihitung dengan

membandingkan Input realisasi (capaian) dengan input

rencana(anggaran) dikalikan 100% atau dapat dirumuskkan

sebagai berikut:

𝐼𝑛𝑝 𝑢𝑡 𝑅𝑒𝑎𝑙𝑖𝑠𝑎𝑠𝑖 (𝑐𝑎𝑝𝑎𝑖𝑎𝑛 )


Capaian Input = 𝑋100%
𝐼𝑛𝑝𝑢𝑡 𝑅𝑒𝑛𝑐𝑎𝑛𝑎 (𝐴𝑛𝑔𝑔𝑎𝑟𝑎𝑛 )
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

55

Rp 1.398.250.880
𝑐𝑎𝑝𝑎𝑖𝑎𝑛 𝑖𝑛𝑝𝑢𝑡 = 𝑋100% = 92,33%
Rp 1.514.372.000

Dengan menggunakan cara penghitungan seperti diatas maka tabel-

tabel dibawah ini merupakan hasil penghitungan input pencapaian kinerja

tahun 2010 s.d 2014

1) Tahun 2010

Tabel 5.6 Input pencapaian Kinerja Tahun 2010


No. Indikator Kinerja Kegiatan Capaian Input
(%)*
1. Presentase rekomendasi hasil pengkajian dan 92,33%
pengembangan sistem kearsipan dinamis dan statis
yang akan menjadi NSPK
2. Jumlah Basis Data Penyelenggaraan JIKN 98,03%
3. Jumlah lembaga kearsipan daerah provinsi yang 94,67%
sudah menerapkan SIKS-TIK
4. Jumlah instansi pusat yang sudah menerapkan 96,32%
SIKD-TIK
5. jumlah lembaga/unit kearsipan dan arsiparis yang 95,00%
terakreditasi dan disertifikasi
6. Jumlah pedoman mekanisme kerja arsiparis 94,01%
7. Jumlah peserta bimbingan arsiparis dan tim penilai 96,61%
8. Jumlah provinsi yang mendapatkan kendaraan 99,02%
layanan
9. Jumlah instansi pusat dan daerah yang mendapatkan 98,43%
bimbingan dan konsultasi kearsipan
10. Jumlah instansi pusat dan daerah yang mendapatkan 95,72%
supervisi kearsipan
11. Jumlah instansi yang mendapat persetujuan Jadwal 88,88%
Retensi Arsip
12. Jumlah Penyelenggaraan Arsip Masuk Desa 96,65%
13. Pengembangan Pegawai 88,21%
14. Jumlah rekomendasi penilaian yang ditindaklanjuti 99,83%
pengakuisisian dan pemusnahan arsip
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

56

Tabel 5.6 Input pencapaian Kinerja Tahun 2010 (Lanjutan)


N Indikator Kinerja Kegiatan Capaian
No. Input (%)*
15. Jumlah daerah bencana arsip yang diselamatkan 99,73%
16. Jumlah daftar arsip pengolahan arsip konvensional 99,91%
17. Jumlah Arsip Rusak yang direstorasi 99,95%
18. Jumlah Penerbitan Naskah Sumber Arsip yang 96,62%
terbitkan
(*)Penghitungan input pencapaian kinerja 2010 lihat Lampiran 1

2) Tahun 2011
Tabel 5.7 Input pencapaian Kinerja Tahun 2011
No. Indikator Kinerja Kegiatan Capaian input
(%) *
1. Jumlah rekomendasi hasil pengkajian dan 95,73%
pengembangan sistem kearsipan dinamis dan
statis yang akan menjadi NSP
2. Jumlah rekomendasi hasil pengkajian dan 95,39%
pengembangan sistem informasi kearsipan dinamis
dan statis yang akan menjadi NSPK
3. Jumlah penggunaan sistem dan jaringan kearsipan 97,96%
nasional
4. Jumlah lembaga dan unit kearsipan yang terakreditasi 93,39%
5. Jumlah pemerintah prov./kab./kota yang menerapkan 83,25%
SIKS-TIK
6. Jumlah instansi pusat yang menerapkan SIKD-TIK 91,24%
7. Jumlah instansi yang mendapatkan pemahaman 91,24%
UndangUndang No. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan
8. Jumlah desa/kelurahan di kab./kota yang mendapatkan 89,52%
pemahaman Undang-Undang No. 43 Tahun 2009
tentang Kearsipan
9. Jumlah desa/kelurahan di kab./kota yang mendapatkan 84,96%
pemahaman tentang pengelolaan arsip sesuai dengan
peraturan bidang kearsipan
10. Jumlah lembaga kearsipan daerah kab./kota yang 74,12%
menerapkan pengelolaan arsip sesuai dengan peraturan
di bidang kearsipan
11. Jumlah pencipta arsip tingkat provinsi dan 79,14%
kabupaten/kota yang mendapatkan rekomendasi
persetujuan Jadwal Retensi Arsip (JRA)
12. Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 77,71%
13. Jumlah arsip hasil akuisisi 95,06%
14. Jumlah daftar inventaris arsip Sekneg yang dibuat 95,87%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

57

Tabel 5.7 Input pencapaian Kinerja Tahun 2011(lanjutan)


No. Indikator Kinerja Kegiatan Capaian input
(%)
15. Jumlah daftar arsip konvensional, audio visual, 96,73%
elektronik, kartograsi dan kearsitekturan yang dibuat
16. Jumlah lembar arsip yang dibarcode 99,80%
17. Jumlah reel/roll/lembar/kaset arsip yang digitalisasi 91,91%
18. Jumlah naskah sumber arsip yang diterbitkan 100%
19. Jumlah materi standarisasi tata laksana pelayanan arsip 96,07%
(*)Penghitungan input pencapaian kinerja 2011 lihat Lampiran 2

3) Tahun 2012

Tabel 5.8Input pencapaian Kinerja Tahun 2012


No. Indikator Kinerja Kegiatan Capaian Input
(%)*
1. Jumlah instansi pusat yang menerapkan SIKD 87,76%
TIK
2. Jumlah instansi yang mendapatkan pemahaman 92,35%
UU No. 43 Tahun 2009 tentang kearsipan
3. Jumlah instansi pusat yang menerapkan 92,27%
pengelolaan arsip sesuai dengan peraturan bidang
Kearsipan
4. Jumlah pencipta arsip tingkat pusat yang 87,28%
mendapatkan rekomendasi persetujuan jadwal
retensi arsip (JRA)
5. Jumlah rekomendasi penyelenggaraan kearsipan 88,59%
pada instansi pusat
6. Jumlah Pemerintah Prov./Kab./Kota yang 90,45%
mendapatkan pemahaman UU No. 43 Tahun 2009
tentang kearsipan
7. Jumlah Pemerintah Derah yang mendapatkan 90,82%
kemampuan teknis pengelolaan arsip aset sesuai
dengan peraturan Perundang-Undangan
8. Jumlah Pencipta arsip tingkat provinsi dan 98,27%
kabupaten/kota yang mendapatkan rekomendasi
persetujuan jadwal retensi Arsip (JRA
9. Jumlah rekomendasi penyelenggaraan kearsipan 51,54%
pada pemerintah provinsi dan Kab./Kota.
10. Jumlah Lembaga dan unit kearsipan yang 90,13%
terakreditasi
11. Jumlah arsiparis yang tersertifikasi 99,57%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

58

Tabel 5.8 Input pencapaian Kinerja Tahun 2012(lanjutan)


No. Indikator Kinerja Kegiatan Capaian Input
(%)*
12. Jumlah arsip yang mendapat bimbingan 99,33%
13. Jumlah peserta diklat penciptaan jabatan 89,27%
fungsional arsiparis (tingkat ahli dan trampil)
14. Jumlah Provinsi penerima dana dekonsentrasi 96,35%
15. Jumlah peserta diklat sertifikasi SDM 97,29%
16. Jumlah peserta diklat teknis kearsipan 80,64%
17. Jumlah bulan layanan ketatausahaan 65,46%
18. Jumlah instansi yang arsip diselamatkan (Arsip 92,88%
Pemilu)
19. Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan (Arsip 99,76%
KIB)
20. Jumlah arsip hasil akuisisi 97,57%
21. Jumlah kaset hasil wawancara sejarah lisan 98,75%
22. Jumlah guide arsip konvensional, audio visual, 97,61%
elektronik, kartografi, dan kearsitekturan yang
dibuat
(*)Penghitungan input pencapaian kinerja 2012 lihat Lampiran 3

4) Tahun 2013

Tabel 5.9Input pencapaian Kinerja Tahun 2013


No. Indikator Kinerja Kegiatan Capaian
Input (%)*
1. Persentase lembaga negara, pemerintah daerah 88%
provinsi/kabupaten/kota, BUMN, BUMD, dan
lembaga kearsipan perguruan tinggi yang telah
menerapkan SIKD dan SIKS dalam pengelolaan
arsip dinamisdan statistik
2. Persentase Lembaga Negara, BUMN, BUMD, 94,31%
Perguruan Tinggi Negeri yang telah memiliki
unitkearsipan
3. Persentase Arsiparis dan SDM kearsipan yang 97,08%
telah memiliki sertifikat kompetensi dan
profesionalita
4. Persentase arsip statis lembaga negara dapat 95,30%
diselamatkan
5. Jumlah Instansi/Lembaga Negara per Tahun 94,03%
Mendapatkan Persetujuan Pemusnahan Arsip
6. Persentase rekomendasi hasil pengkajian dan 96,27%
pengembangan penyelenggaraan Kesipan nasional
yang akan menjadi bahan penyusunan NSPK
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

59

Tabel 5.9 Input pencapaian Kinerja Tahun 2013 (Lanjutan)


No. Indikator Kinerja Kegiatan Capaian
Input (%)*
7. Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD) dan 94%
Sistem Kearsipan Statis (SIKS) di seluruh pencipta
arsip tingkat pusat, daerah, lembaga kearsipan
8. Persentase peningkatan pengunjung diorama 70,12%
sejarah perjalanan bangsa per tahun
(*)Penghitungan input pencapaian kinerja 2013 lihat Lampiran 4

5) Tahun 2014
Tabel 5.10 Input pencapaian Kinerja Tahun 2014
No. Indikator Kinerja Kegiatan Capaian
Input (%)*
1. Persentase pencipta arsip lembaga negara, lembaga 97,61%
kearsipan provinsi/kab/kota, BUMN, dan lembaga
kearsipan perguruan tinggi yang telah menerapkan
SIKD dan SIKS dalam pengelolaanarsip dinamis
dan statis;
2. Persentase lembaga negara, pemerintah daerah 96,57%
provinsi/kabupaten/kota,BUMN, dan perguruan
tinggi negeri yang telah membuat tata naskah dinas,
klasifikasi arsip, jadwal retensi arsip (JRA) serta
system klasifikasi keamanan dan akses arsip
3. Persentase arsip statis lembaga negara yang dapat 96,82%
diselamatkan
4. Jumlah instansi lembaga negara yang mendapatkan 98,79%
persetujuan pemusnahan arsip per tahun
5. Persentase data informasi arsip statis pada lembaga 97,07%
kearsipan provinsi/kabupaten/kota
6. Skor Lakip ANRI 99,61%
7. Opini Audit BPK atas Laporan Keuangan 94,96%
8. Persentase pemenuhan fasilitas sarana dan 99,62%
prasarana kerja ANRI dalam rangka mendukung
LayananArsip
(*)Penghitungan input pencapaian kinerja 2014 lihat Lampiran 5
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

60

b. Menghitung Output pencapaian kinerja tahun 2010-2014

Setelah menghitung input pencapaian kinerja Arsip

Nasional RI, langkah selanjutnya adalah menghitung

output pencapaian kinerja. Output pencapaian kinerja

menggambarkan seberapa besar hasil yang didapat dari

setiap progam kerja. Hasil tersebut dapat berupa laporan,

pedoman, dan lain-lain. BerdasarkanIndikator Kinerja

Kegiatansetiap program kerja, output pencapaian kinerja

dapat dihitung dengan membandingkan output realisasi

dengan output rencana (target) dikalikan 100% atau dapat

dirumuskan sebagai berikut:

𝑂𝑢𝑡𝑝𝑢𝑡 𝑅𝑒𝑎𝑙𝑖𝑠𝑎𝑠𝑖 𝑐𝑎𝑝𝑎𝑖𝑎𝑛


Capaian Output = 𝑋100%
𝑂𝑢𝑡𝑝𝑢𝑡 𝑅𝑒𝑛𝑐𝑎𝑛𝑎 𝑡𝑎𝑟𝑔𝑒𝑡

8 𝑙𝑎𝑝𝑜𝑟𝑎𝑛 hasil kajian


Capaian Output = 𝑋100% = 100%
8 𝑙𝑎𝑝𝑜𝑟𝑎𝑛 hasil kajian

Dengan menggunakan cara penghitungan seperti diatas

maka tabel-tabel dibawah ini merupakan hasil penghitungan

Output pencapaian kinerja tahun 2010 s.d 2014

1) Tahun 2010
Tabel 5.11 Output pencapaian Kinerja Tahun 2010
No. Indikator Kinerja Kegiatan Capaian
Output (%)
1. Presentase rekomendasi hasil pengkajian dan 100%
pengembangan sistem kearsipan dinamis dan
statis yang akan menjadi NSPK
2. Jumlah Basis Data Penyelenggaraan JIKN 100%
3. Jumlah lembaga kearsipan daerah provinsi yang 100%
sudah menerapkan SIKS-TIK
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

61

Tabel 5.11 Output pencapaian Kinerja Tahun 2010 (Lanjutan)


No. Indikator Kinerja Kegiatan Capaian
Output (%)
4. Jumlah instansi pusat yang sudah menerapkan 100%
SIKD-TIK
5. jumlah lembaga/unit kearsipan dan arsiparis yang 100%
terakreditasi dan disertifikasi
6. Jumlah pedoman mekanisme kerja arsiparis 100%
7. Jumlah peserta bimbingan arsiparis dan tim 100%
penilai
8. Jumlah provinsi yang mendapatkan kendaraan 100%
layanan masyarakat sadar arsip
9. Jumlah instansi pusat dan daerah yang 100%
mendapatkan bimbingan dan konsultasi kearsipan
10. Jumlah instansi pusat dan daerah yang 100%
mendapatkan supervisi kearsipan
11. Jumlah instansi yang mendapat persetujuan 100%
Jadwal Retensi Arsip
12. Jumlah Penyelenggaraan Arsip Masuk Desa 100%
13. Pengembangan Pegawai 117%
14. Jumlah rekomendasi penilaian yang 100%
ditindaklanjuti pengakuisisian dan pemusnahan
arsip
15. Jumlah daerah bencana arsip yang diselamatkan 100%
16. Jumlah daftar arsip pengolahan arsip 100%
konvensional
17. Jumlah Arsip Rusak yang direstorasi 100%
18. Jumlah Penerbitan Naskah Sumber Arsip yang 100%
terbitkan
(*)Penghitungan Output pencapaian kinerja2010 lihat Lampiran 6
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

62

2) Tahun 2011
Tabel 5.12 Output pencapaian Kinerja Tahun 2011
No. Indikator Kinerja Kegiatan Capaian
Output (%) *
1. Jumlah rekomendasi hasil pengkajian dan 100%
pengembangan sistem kearsipan dinamis dan
statis yang akan menjadi NSP
2. Jumlah rekomendasi hasil pengkajian dan 100%
pengembangan sistem informasi kearsipan
dinamis dan statis yang akan menjadi NSPK
3. Jumlah penggunaan sistem dan jaringan kearsipan 100%
nasional
4. Jumlah lembaga dan unit kearsipan yang 100%
terakreditasi
5. Jumlah pemerintah prov./kab./kota yang 100%
menerapkan SIKS-TIK
6. Jumlah instansi pusat yang menerapkan SIKD- 66,6%
TIK
7. Jumlah instansi yang mendapatkan pemahaman 100%
UndangUndang No. 43 Tahun 2009 tentang
Kearsipan
8. Jumlah desa/kelurahan di kab./kota yang 100%
mendapatkan pemahaman Undang-Undang No.
43 Tahun 2009 tentang Kearsipan
9. Jumlah desa/kelurahan di kab./kota yang 93,33%
mendapatkan pemahaman tentang pengelolaan
arsip sesuai dengan peraturan bidang kearsipan
10. Jumlah lembaga kearsipan daerah kab./kota yang 90%
menerapkan pengelolaan arsip sesuai dengan
peraturan di bidang kearsipan
11. Jumlah pencipta arsip tingkat provinsi dan 180%
kabupaten/kota yang mendapatkan rekomendasi
persetujuan Jadwal Retensi Arsip (JRA)
12. Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 124%
13. Jumlah arsip hasil akuisisi 100%
14. Jumlah daftar inventaris arsip Sekneg yang dibuat 100%
15. Jumlah daftar arsip konvensional, audio visual, 100%
elektronik, kartograsi dan kearsitekturan yang
dibuat
16. Jumlah lembar arsip yang dibarcode 100%
17. Jumlah reel/roll/lembar/kaset arsip yang 102%
digitalisasi
18. Jumlah naskah sumber arsip yang diterbitkan 100%
19. Jumlah materi standarisasi tata laksana pelayanan 100%
(*)Penghitungan Output pencapaian kinerja 2011 lihat Lampiran 7
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

63

3) Tahun 2012

Tabel 5.13 Output pencapaian Kinerja Tahun 2012


No. Indikator Kinerja Kegiatan Capaian
Output (%) *
1. Jumlah instansi pusat yang menerapkan SIKD 52,63%
TIK
2. Jumlah instansi yang mendapatkan pemahaman 100%
UU No. 43 Tahun 2009 tentang kearsipan
3. Jumlah instansi pusat yang menerapkan 90%
pengelolaan arsip sesuai dengan peraturan bidang
Kearsipan
4. Jumlah pencipta arsip tingkat pusat yang 400%
mendapatkan rekomendasi persetujuan jadwal
retensi arsip (JRA)
5. Jumlah rekomendasi penyelenggaraan kearsipan 100%
pada instansi pusat
6. Jumlah Pemerintah Prov./Kab./Kota yang 100%
mendapatkan pemahaman UU No. 43 Tahun 2009
tentang kearsipan
7. Jumlah Pemerintah Derah yang mendapatkan 75,75%
kemampuan teknis pengelolaan arsip aset sesuai
dengan peraturan Perundang-Undangan
8. Jumlah Pencipta arsip tingkat provinsi dan 150%
kabupaten/kota yang mendapatkan rekomendasi
persetujuan jadwal retensi Arsip (JRA
9. Jumlah rekomendasi penyelenggaraan kearsipan 100%
pada pemerintah provinsi dan Kab./Kota.
10. Jumlah Lembaga dan unit kearsipan yang 100%
terakreditasi
11. Jumlah arsiparis yang tersertifikasi 86%
12. Jumlah arsip yang mendapat bimbingan 91,58%
13. Jumlah peserta diklat penciptaan jabatan 100%
fungsional arsiparis (tingkat ahli dan trampil)
14. Jumlah Provinsi penerima dana dekonsentrasi 81,25%
15. Jumlah peserta diklat sertifikasi SDM 100%
16. Jumlah peserta diklat teknis kearsipan 100%
18. Jumlah instansi yang arsip diselamatkan (Arsip 100%
Pemilu)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

64

Tabel 5.13 Output pencapaian Kinerja Tahun 2012 (lanjutan)


No. Indikator Kinerja Kegiatan Capaian
Output (%)
19. Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 100%
(Arsip KIB)
20. Jumlah arsip hasil akuisisi 100%
21. Jumlah kaset hasil wawancara sejarah lisan 105,71%
22. Jumlah guide arsip konvensional, audio visual, 100%
elektronik, kartografi, dan kearsitekturan yang
dibuat
(*)Penghitungan Output pencapaian kinerja 2012 lihat Lampiran 8

4) Tahun 2013

Tabel 5.14 Output pencapaian Kinerja Tahun 2013


No. Indikator Kinerja Kegiatan Capaian
Output (%) *
1. Persentase lembaga negara, pemerintah daerah 100%
provinsi/kabupaten/kota, BUMN, BUMD, dan
lembaga kearsipan perguruan tinggi yang telah
menerapkan SIKD dan SIKS dalam pengelolaan
arsip dinamisdanstatistic
2. Persentase Lembaga Negara, BUMN, BUMD, 133,3%
Perguruan Tinggi Negeri yang telah memiliki
unitkearsipan
3. Persentase Arsiparis dan SDM kearsipan yang 100%
telah memiliki sertifikat kompetensi dan
profesionalita
4. Persentase arsip statis lembaga negara dapat 175%
diselamatkan
5. Jumlah Instansi/Lembaga Negara per Tahun 112,5%
Mendapatkan Persetujuan Pemusnahan Arsip
6. Persentase rekomendasi hasil pengkajian dan 100%
pengembangan penyelenggaraan Kesipan nasional
yang akan menjadi bahan penyusunan NSPK
7. Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD) dan 100%
Sistem Kearsipan Statis (SIKS) di seluruh pencipta
arsip tingkat pusat, daerah, lembaga kearsipan
8. Persentase peningkatan pengunjung diorama 133,3%
sejarah perjalanan bangsa per tahun
(*)Penghitungan Output pencapaian kinerja 2014 lihat Lampiran 9
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

65

5) Tahun 2014
Tabel 5.15 Output pencapaian Kinerja Tahun 2014
No. Indikator Kinerja Kegiatan Capaian
Output (%) *
1. Persentase pencipta arsip lembaga negara, lembaga 166,7%
kearsipan provinsi/kab/kota, BUMN, dan lembaga
kearsipan perguruan tinggi yang telah menerapkan
SIKD dan SIKS dalam pengelolaanarsip dinamis
dan statis;
2. Persentase lembaga negara, pemerintah daerah 93,33%
provinsi/kabupaten/kota,BUMN, dan perguruan
tinggi negeri yang telah membuat tata naskah dinas,
klasifikasi arsip, jadwal retensi arsip (JRA) serta
system klasifikasi keamanan dan akses arsip
3. Persentase arsip statis lembaga negara yang dapat 160%
diselamatkan
4. Jumlah instansi lembaga negara yang mendapatkan 154%
persetujuan pemusnahan arsip per tahun
5. Persentase data informasi arsip statis pada lembaga 181,81%
kearsipan provinsi/kabupaten/kota
6. Skor Lakip ANRI 100%
7. Opini Audit BPK atas Laporan Keuangan 100%
8. Persentase pemenuhan fasilitas sarana dan 100%
prasarana kerja ANRI dalam rangka mendukung
LayananArsip
(*)Penghitungan Output pencapaian kinerja 2014 lihat Lampiran 10
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

66

c. Menghitung Indeks Efisiensi


Peneliti telah menghitung input dan output
pencapaian kinerja. Selanjutnya peneliti akan melakukan
penghitungan indeks efisiensi setiapIndikator Kinerja
Kegiatanpada progam kerja dan menghitung rata-rata
indeks efisiensi setiap tahunnya. Indeks efisiensi dapat
dihitung dengan membandingkan output pencapaian kinerja
dengan input pencapaian kinerja atau bisa dirumuskan
sebagai berikut:
% Capaia n Output
Indeks Efisiensi = % Capaian Input

100%
Indeks Efisiensi = = 1,08
92,33%

Dengan menggunakan cara penghitungan seperti

diatas maka tabel-tabel dibawah ini merupakan hasil

penghitungan Indeks Efisiensi tahun 2010 s.d 2014

1) Tahun 2010
Tabel 5.16 Nilai Indeks Tahun 2010
No. Indikator Kinerja Kegiatan Indeks Efisiensi *
1. Presentase rekomendasi hasil pengkajian dan 1,08
pengembangan sistem kearsipan dinamis dan
statis yang akan menjadi NSPK
2. Jumlah Basis Data Penyelenggaraan JIKN 1,02
3. Jumlah lembaga kearsipan daerah provinsi 1,06
yang sudah menerapkan SIKS-TIK
4. Jumlah instansi pusat yang sudah menerapkan 1,04
SIKD-TIK
5. jumlah lembaga/unit kearsipan dan arsiparis 1,05
yang terakreditasi dan disertifikasi
6. Jumlah pedoman mekanisme kerja arsiparis 1,06
7. Jumlah peserta bimbingan arsiparis dan tim 1,04
penilai
8. Jumlah provinsi yang mendapatkan kendaraan 1,01
layanan masyarakat sadar arsip
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

67

Tabel 5.16 Nilai Indeks Tahun 2010 (Lanjutan)


No. Indikator Kinerja Kegiatan Indeks Efisiensi
*
9. Jumlah instansi pusat dan daerah yang 1,02
mendapatkan bimbingan dan konsultasi
kearsipan
10. Jumlah instansi pusat dan daerah yang 1,04
mendapatkan supervisi kearsipan
11. Jumlah instansi yang mendapat persetujuan 1,13
Jadwal Retensi Arsip
12. Jumlah Penyelenggaraan Arsip Masuk Desa 1,03
13. Pengembangan Pegawai 1,33
14. Jumlah rekomendasi penilaian yang 1,00
ditindaklanjuti pengakuisisian dan pemusnahan
arsip
15. Jumlah daerah bencana arsip yang diselamatkan 1,00
16. Jumlah daftar arsip pengolahan arsip 1,00
konvensional
17. Jumlah Arsip Rusak yang direstorasi 1,00
18. Jumlah Penerbitan Naskah Sumber Arsip yang 1,03
terbitkan
Jumlah Indeks Efisiensi 18,94
Rata-rata Indeks Efisiensi 18,94 : 18 = 1,052
(*)Penghitungan Indeks Efisiensi tahun 2010 lihat Lampiran 11

2) Tahun 2011
Tabel 5.17 Nilai Indeks Tahun 2011
No. Indikator Kinerja Kegiatan Indeks Efisiensi
*
1. Jumlah rekomendasi hasil pengkajian dan 1,05
pengembangan sistem kearsipan dinamis dan
statis yang akan menjadi NSP
2. Jumlah rekomendasi hasil pengkajian dan 1,05
pengembangan sistem informasi kearsipan
dinamis dan statis yang akan menjadi NSPK
3. Jumlah penggunaan sistem dan jaringan 1,02
kearsipan nasional
4. Jumlah lembaga dan unit kearsipan yang 1,07
terakreditasi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

68

Tabel 5.17Nilai Indeks Tahun 2011 (Lanjutan)


No. Indikator Kinerja Kegiatan Indeks Efisiensi
*
5. Jumlah pemerintah prov./kab./kota yang 1,22
menerapkan SIKS-TIK
6. Jumlah instansi pusat yang menerapkan SIKD- 0,80
TIK
7. Jumlah instansi yang mendapatkan pemahaman 1,10
UndangUndang No. 43 Tahun 2009 tentang
Kearsipan
8. Jumlah desa/kelurahan di kab./kota yang 1,12
mendapatkan pemahaman Undang-Undang No.
43 Tahun 2009 tentang Kearsipan
9. Jumlah desa/kelurahan di kab./kota yang 1,11
mendapatkan pemahaman tentang pengelolaan
arsip sesuai dengan peraturan bidang kearsipan
10. Jumlah lembaga kearsipan daerah kab./kota 1,21
yang menerapkan pengelolaan arsip sesuai
dengan peraturan di bidang kearsipan
11. Jumlah pencipta arsip tingkat provinsi dan 2,27
kabupaten/kota yang mendapatkan rekomendasi
persetujuan Jadwal Retensi Arsip (JRA)
12. Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 1,59
13. Jumlah arsip hasil akuisisi 1,05
14. Jumlah daftar inventaris arsip Sekneg yang 2,08
dibuat
15. Jumlah daftar arsip konvensional, audio visual, 1,03
elektronik, kartograsi dan kearsitekturan yang
dibuat
16. Jumlah lembar arsip yang dibarcode 1,00
17. Jumlah reel/roll/lembar/kaset arsip yang 1,11
digitalisasi
18. Jumlah naskah sumber arsip yang diterbitkan 1,00
19. Jumlah materi standarisasi tata laksana 1,04
pelayanan arsip
Jumlah Indeks Efisiensi 22,92:19
Rata-rata Indeks Efisiensi 22,92 : 19 = 1,206
(*)Penghitungan Indeks Efisiensi tahun 2011 lihat Lampiran 12
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

69

3) Tahun 2012

Tabel 5.18Nilai Indeks Tahun 2012


No. Indikator Kinerja Kegiatan Indeks Efisiensi *
1. Jumlah instansi pusat yang menerapkan SIKD 0,59
TIK
2. Jumlah instansi yang mendapatkan pemahaman 1,08
UU No. 43 Tahun 2009 tentang kearsipan
3. Jumlah instansi pusat yang menerapkan 0,97
pengelolaan arsip sesuai dengan peraturan
bidang Kearsipan
4. Jumlah pencipta arsip tingkat pusat yang 4,58
mendapatkan rekomendasi persetujuan jadwal
retensi arsip (JRA)
5. Jumlah rekomendasi penyelenggaraan 1,12
kearsipan pada instansi pusat
6. Jumlah Pemerintah Prov./Kab./Kota yang 1,10
mendapatkan pemahaman UU No. 43 Tahun
2009 tentang kearsipan
7. Jumlah Pemerintah Derah yang mendapatkan 0,83
kemampuan teknis pengelolaan arsip aset
sesuai dengan peraturan Perundang-Undangan
8. Jumlah Pencipta arsip tingkat provinsi dan 1,52
kabupaten/kota yang mendapatkan
rekomendasi persetujuan jadwal retensi Arsip
(JRA
9. Jumlah rekomendasi penyelenggaraan 0,94
kearsipan pada pemerintah provinsi dan
Kab./Kota.
10. Jumlah Lembaga dan unit kearsipan yang 1,10
terakreditasi
11. Jumlah arsiparis yang tersertifikasi 0,86
12. Jumlah arsip yang mendapat bimbingan 0,92
13. Jumlah peserta diklat penciptaan jabatan 1,12
fungsional arsiparis (tingkat ahli dan trampil)
14. Jumlah Provinsi penerima dana dekonsentrasi 0,84
15. Jumlah peserta diklat sertifikasi SDM 1,02
16. Jumlah peserta diklat teknis kearsipan 1,24
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

70

Tabel 5.18 Nilai Indeks Tahun 2012 (Lanjutan)


No. Indikator Kinerja Kegiatan Indeks Efisiensi
*
17. Jumlah bulan layanan ketatausahaan 1,52
18. Jumlah instansi yang arsip diselamatkan (Arsip 1,07
Pemilu)
19. Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 1,00
(Arsip KIB)
20. Jumlah arsip hasil akuisisi 1,02
21. Jumlah kaset hasil wawancara sejarah lisan 1,07
22. Jumlah guide arsip konvensional, audio visual, 1,02
elektronik, kartografi, dan kearsitekturan yang
dibuat
Jumlah Indeks Efisiensi 27,53
Rata-rata Indeks Efisiensi 27,53 : 22 = 1,251
(*)Penghitungan Indeks Efisiensi tahun 2012 lihat Lampiran 13

4) Tahun 2013
Tabel 5.19 Nilai Indeks Tahun 2013
No. Indikator Kinerja Kegiatan Indeks Efisiensi
*
1. Persentase lembaga negara, pemerintah daerah 1,13
provinsi/kabupaten/kota, BUMN, BUMD, dan
lembaga kearsipan perguruan tinggi yang telah
menerapkan SIKD dan SIKS dalam pengelolaan
arsip dinamisdan statistik
2. Persentase Lembaga Negara, BUMN, BUMD, 1,42
Perguruan Tinggi Negeri yang telah memiliki
unitkearsipan
3. Persentase Arsiparis dan SDM kearsipan yang 1,05
telah memiliki sertifikat kompetensi dan
profesionalita
4. Persentase arsip statis lembaga negara dapat 1,84
diselamatkan
5. Jumlah Instansi/Lembaga Negara per Tahun 1,19
Mendapatkan Persetujuan Pemusnahan Arsip
6. Persentase rekomendasi hasil pengkajian dan 1,03
pengembangan penyelenggaraan Kesipan
nasional yang akan menjadi bahan penyusunan
NSPK
7. Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD) 1,06
dan Sistem Kearsipan Statis (SIKS) di seluruh
pencipta arsip tingkat pusat, daerah, lembaga
kearsipan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

71

Tabel 5.19 Nilai Indeks Tahun 2013 (Lanjutan)


No. Indikator Kinerja Kegiatan Indeks Efisiensi
*
8. Persentase peningkatan pengunjung diorama 1,90
sejarah perjalanan bangsa per tahun
Jumlah Indeks Efisiensi 10,42
Rata-rata Indeks Efisiensi 10,42 : 8 = 1,302
(*)Penghitungan Indeks Efisiensi tahun 2013 lihat Lampiran 14

5) Tahun 2014

Tabel 5.20 Nilai Indeks Tahun 2014


No. Indikator Kinerja Kegiatan Indeks Efisiensi
*
1. Persentase pencipta arsip lembaga negara, 1,71
lembaga kearsipan provinsi/kab/kota, BUMN,
dan lembaga kearsipan perguruan tinggi yang
telah menerapkan SIKD dan SIKS dalam
pengelolaanarsip dinamis dan statis;
2. Persentase lembaga negara, pemerintah daerah 0,97
provinsi/kabupaten/kota,BUMN, dan perguruan
tinggi negeri yang telah membuat tata naskah
dinas, klasifikasi arsip, jadwal retensi arsip
(JRA) serta system klasifikasi keamanan dan
akses arsip
3. Persentase arsip statis lembaga negara yang 1,65
dapat diselamatkan
4. Jumlah instansi lembaga negara yang 1,55
mendapatkan persetujuan pemusnahan arsip per
tahun
5. Persentase data informasi arsip statis pada 1,87
lembaga kearsipan provinsi/kabupaten/kota
6. Skor Lakip ANRI 1,00
7. Opini Audit BPK atas Laporan Keuangan 1,05
8. Persentase pemenuhan fasilitas sarana dan 1,00
prasarana kerja ANRI dalam rangka
mendukung LayananArsip
Jumlah Indeks Efisiensi 10,8
Rata-rata Indeks Efisiensi 10,8 : 8 = 1,35
(*)Penghitungan Indeks Efisiensi tahun 2014 lihat Lampiran 15
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

72

2. Langkah kedua yang digunakan untuk menjawab rumusan

masalah, yaitu dengan menghitung Trenddan penarikan

kesimpulan hasil analisis data.Trend dapat dihitung dengan

menggunakan rata-rata Nilai Indeks Efisiensi yang telah diperoleh

pada tahap sebelumnya.

a) Menghitung Trend dengan metode least square :

Y’ = a+bx

Tabel 5.21 Menghitung Persamaan Garis Trend

Tahun Y X X2 XY

2010 1,052 -2 4 -2,104

2011 1,206 -1 1 -1,206

2012 1,251 0 0 0

2013 1,302 1 1 1,302

2014 1,35 2 4 2,7

Y= 6,161 0 X2 = 10 XY= 0,692

Keterangan :
Y = Indeks Efisiensi Arsip Nasional RI
X = Tahun
a = Konstanta
b = besarnya Y jika X mengalami 1 perubahan satuan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

73

y 6,161
a= = =1,2322
n 5
XY 0,692
b= 2 = =0,0692
X 10

Y’ = a+bx

Y’ = 1,2322 + 0,0692X

1.600

1.400

1.200 Y=
Indeks
1.000
Efisien
0.800 -si
Y
0.600

0.400

0.200

0.000
10' 11' 12' 13' 14'

Gambar 5. 1 Grafik Trend Indeks Efisiensi tahun 2010-2014

b) Penarikan Kesimpulan Hasil Analisis Data

Peneliti melakukan analisis data mulai dari menghitung

input pencapaian kinerja, output pencapaian kinerja, rata-rata

indeks efisiensi dan menghitung trend. Setelah peneliti

melakukan semua tahap analisis data, maka diperoleh hasil

kinerja Arsip Nasional Republik Indonesia dari tahun 2010 s.d

2014 meningkat. Peningkatan kinerja Arsip Nasional RI dapat

dilihat dari koefisien persamaan trend kinerja Arsip Nasional

RI yang bernilai positif Nilai trend pada tahun 2010

mempunyai nilai sebesar 1,052, tahun 2011 1,206, tahun 2012


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

74

1,251, untuk tahun 2013 sebesar 1,302 dan untuk tahun 2014

sebesar 1,35. Grafik yang dihasilkan dari trend di atas selalu

meningkat dari tahun 2010 s.d 2014. Hal ini berarti kinerja

Arsip Nasional Republik Indonesia dari tahun 2010 s.d 2014

selalu meningkat dan mengalami perkembangan yang positif.

C. Pembahasan

Menurut peraturan kepala ANRI nomor 27 tahun 2014,

untuk mengetahui kinerja Arsip Nasional Republik Indonesia

dengan menghitung pencapaian program kerja, dan setelah

mengetahui pencapaian program kerja tersebut digunakan utuk

mengetahui Indeks Efisiensi, setelah mengetahui Indeks Efisiensi

setiap tahunnya maka dapat dihitung Trend untuk mengetahui

kinerja Arsip Nasional Republik Indonesia dari tahun 2010 s.d

2014. Berdasarkan hasil penghitungan Trend yang telah

dilaksanakan pada tahap sebelumnya, diperoleh persamaan Y’ =

1,2322 +0,0692X persamaan tersebut merupakan persamaan trend

positif dan dapat dilihat bahwa indeks efisiensi pada tahun 2010

sebesar 1,052 tahun 2011 sebesar 1,206, tahun 2012 sebesar 1,251,

lalu pada tahun 2013 sebesar 1,302 dan pada tahun 2014 sebesar

1,35.

Dengan diperolehnya persamaan trend yang positif atau nilai b

yang positif maka dapat disimpulkan kinerja Arsip Nasional

Republik Indonesia dari tahun 2010 s.d 2014 cenderung

meningkat. Kenaikan pola ini disebabkan karena program kerja

ANRI 5 tahun terakhir mengalami peningkatan. Peningkatan ini


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

75

bisa diartikan sebagai pencapaian kinerja sesuai rencana yang telah

ditetapkan sebelumnya. Namun tidak semua program kerja

mencapai target yang ditentukan. Keberhasilan pencapaian

program kerja tersebut ditentukan oleh komitmen, keterlibatan dan

dukungan dari semua pihak baik institusi pemerintah di pusat

maupun daerah, BUMN, BUMD, Perguruan Tinggi, Perusahaan,

dan perseorangan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

BAB VI

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan sebelumnya,

peneliti memperoleh hasil persamaan garis trend, yaitu Y’ = 1,2322 +

0,0692X. Persamaan trend tersebut termasuk dalam trend positif atau b

positif, yang berarti apabila nilai X meningkat maka nilai Y juga akan

meningkat. Pada tahun 2010 sampai dengan tahun 2014 nilai indeks

efisiensi cenderung naik yaitu 1,052, 1,206, 1,251, 1,302, 1,35

Pola garis trend tersebut menunjukkan pola naik. Hal ini

menunjukkan bahwa kinerja Arsip Nasional Republik Indonesia dilihat

dari indeks efisiensi dari tahun 2010 s.d 2014 terus meningkat.

Meningkatnya kinerja tersebut berarti, kinerja Arsip Nasional RI semakin

baik atau terus berkembang dari tahun 2010 sampai dengan 2014. Kinerja

Arsip Nasional RI dapat terus meningkat dikarenakan adanya komitmen,

keterlibatan dan dukungan dari semua pihak baik institusi pemerintah di

pusat maupun daerah, BUMN, BUMD, Perguruan Tinggi, Perusahaan, dan

perseorangan.

B. Keterbatasan penelitian

Keterbatasan dalam penelitian ini adalah data bersifat heterogen.

Setiap tahun Indikator kinerja kegiatan pada program kerja Arsip Nasional

mempunyai jumlah dan macam yang berbeda.

76
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

77

C. Saran

Dari keterbatasan yang telah disampaikan sebelumnya, penulis

menyarankan untuk penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan data

yang sama berupa indikator kinerja kegiatan pada program kerja dan

jumlah yang sama setiap tahunnya.


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

DAFTAR PUSTAKA

Bastian, Indra. 2005. Akuntansi Sektor Publik : Suatu Pengantar. Jakarta. PT.
ERLANGGA.

Boedijoewono, Noegroho. Pengantar Statistika Ekonomi dan Bisnis.Yogyakarta.


STIM YKPN.

Carnegie, Pataleon.2014.Skripsi. Analisis Kinerja Pelayanan Dinas


Kependudukan dan Pencatatn Sipil studi kasus:Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil kabupaten Kotawaringin Timur. Yogyakarta. Universitas
Sanata Dharma.

Jogiyanto. 2010. Metode Penelitian Bisnis. Yogyakarta.BPFE Yogyakarta.

Mahmudi. 2010. Manajemen Kinerja Sektor Publik. Yogyakarta. STIM YKPN.

Mahsun, Firma Sulistyowati, dan Heribertus Andre Purwanugraha. 2012.


Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta. BPFE Yogyakarta

Moeheriono. 2012. Indikator Kinerja Utama (IKU): Perencanaan, Aplikasi dan


pengembangan. Jakarta. PT. RAJA GRAFINDO PERSADA.

Nordiawan, Deddi. 2006. Akuntansi Sektor Publik . Jakarta. Salemba Empat.

Rusdiyanti, Stefani Ria. 2013. Skripsi. Analisis pengukuran kinerja keuangan dan
non kenuangan studi kasus: Dinas sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi
provinsi Jambi tahun 2010 dan 2011 . Yogyakarta.Universitas Sanata
Dharma.

Peraturan Kepala ANRI No. 27 Tahun 2014 tentang Indikator Kinerja Utama.
Jakarta. 2014.

Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara No. 09 Tahun 2007 tentang


Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama Di Lingkungan Instansi
Pemerintah. Jakarta. 2007.

78
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

79

LAMPIRAN
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

80

Lampiran 1
Penghitungan Input pencapaian kinerja tahun 2010

No. Indikator Kinerja Kegiatan Capaian Input (%)


1. Presentase rekomendasi hasil Rp 1.398.250.880
𝑋100%=92,33%
pengkajian dan pengembangan Rp 1.514.372.000
sistem kearsipan dinamis dan statis
yang akan menjadi NSPK
2. Jumlah Basis Data Rp 178.295.950
X 100%=98,03%
Penyelenggaraan JIKN Rp 181.874.000
3. Jumlah lembaga kearsipan daerah Rp 857.158.400
provinsi yang sudah menerapkan 𝑋100 = 94,67%
Rp905.400.000
SIKS-TIK
4. Jumlah instansi pusat yang sudah Rp722.347.950
menerapkan SIKD-TIK 𝑋100% = 96,32%
Rp750.000.000
5. jumlah lembaga/unit kearsipan dan 𝑅𝑝185.285.400
arsiparis yang terakreditasi dan 𝑋100% = 95,00%
𝑅𝑝195.000.000
disertifikasi
6. Jumlah pedoman mekanisme kerja Rp46.551.650
arsiparis 𝑋100% = 94,01%
Rp49.516.000
7. Jumlah peserta bimbingan arsiparis 𝑅𝑝1.100.070.250
𝑋100% = 96,61%
dan tim penilai 𝑅𝑝1.138.646.000

8. Jumlah provinsi yang mendapatkan Rp1.319.576.562


X100% = 99,02%
kendaraan layanan masyarakat Rp1.332.600.000
sadar arsip
9. Jumlah instansi pusat dan daerah 𝑅𝑝 489.937.925
𝑋100% = 98,43%
yang mendapatkan bimbingan dan 𝑅𝑝497.760.000
konsultasi kearsipan
10. Jumlah instansi pusat dan daerah 𝑅𝑝356.169.700
yang mendapatkan supervisi 𝑅𝑝372.080.000 𝑋100% = 95,72%
kearsipan
11. Jumlah instansi yang mendapat 𝑅𝑝97.290.000
persetujuan Jadwal Retensi Arsip 𝑋100% = 88,88%
𝑅𝑝109.455.000
12. Jumlah Penyelenggaraan Arsip 𝑅𝑝875.158.400
Masuk Desa 𝑋100% = 96,65%
𝑅𝑝905.400.000
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

81

Lampiran 1 (Lanjutan)
Penghitungan Input pencapaian kinerja tahun 2010 (Lanjutan)

No. Indikator Kinerja Kegiatan Capaian Input (%)


13. Pengembangan Pegawai 𝑅𝑝. 1.349.555.000
𝑋100% = 88,21%
𝑅𝑝. 1.530.000.000
14. Jumlah rekomendasi penilaian Rp348.714.000
yang ditindaklanjuti X100% = 99,83%
Rp349.309.000
pengakuisisian dan pemusnahan
arsip
15. Jumlah daerah bencana arsip yang Rp 499.068.700
diselamatkan X100% = 99,73%
Rp500.400.000
16. Jumlah daftar arsip pengolahan 𝑅𝑝827.503.850
arsip konvensional 𝑋100% = 99,91%
𝑅𝑝828.263.000
17. Jumlah Arsip Rusak yang 𝑅𝑝 . 1.158.831.100
𝑋100%= 99,95%
𝑅𝑝 . 1.159.451.000
direstorasi
18. Jumlah Penerbitan Naskah Sumber 𝑅𝑝. 1.526.117.550
𝑋100% = 96,62%
Arsip yang terbitkan 𝑅𝑝. 1.579.499.000
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

82

Lampiran 2
Penghitungan Input pencapaian kinerja tahun 2011

No. Indikator Kinerja Kegiatan Capaian input (%)


1. Jumlah rekomendasi hasil Rp2.011.141.550
pengkajian dan pengembangan X100%
Rp2.100.781.000
sistem kearsipan dinamis dan = 95,73%
statis yang akan menjadi NSP
2. Jumlah rekomendasi hasil Rp477.027.225
pengkajian dan pengembangan X100%
Rp500.100.000
sistem informasi kearsipan = 95,39%
dinamis dan statis yang akan
menjadi NSPK
3. Jumlah penggunaan sistem dan 𝑅𝑝606.552.150
jaringan kearsipan nasional 𝑋100%
𝑅𝑝619.175.000
= 97,96%
4. Jumlah lembaga dan unit 𝑅𝑝70.249.300
kearsipan yang terakreditasi 𝑋100%
𝑅𝑝75.222.000
= 93,39%
5. Jumlah pemerintah 𝑅𝑝820.149.225
prov./kab./kota yang menerapkan 𝑋100%
𝑅𝑝1.000.000.000
SIKS-TIK = 82,01%
6. Jumlah instansi pusat yang 𝑅𝑝1.664.902.100
menerapkan SIKD-TIK 𝑋100%
𝑅𝑝2.000.000.000
= 83,25%
7. Jumlah instansi yang 𝑅𝑝1.368.543.550
mendapatkan pemahaman 𝑋100%
𝑅𝑝1.500.000.000
UndangUndang No. 43 Tahun = 91,24%
2009 tentang Kearsipan
8. Jumlah desa/kelurahan di 𝑅𝑝3.222.846.900
kab./kota yang mendapatkan 𝑋100%
𝑅𝑝3.600.000.000
pemahaman Undang-Undang No. = 89,52%
43 Tahun 2009 tentang Kearsipan
9. Jumlah desa/kelurahan di 𝑅𝑝807.143.350
kab./kota yang mendapatkan 𝑋100%
𝑅𝑝950.000.000
pemahaman tentang pengelolaan = 84,96%
arsip sesuai dengan peraturan
bidang kearsipan
10. Jumlah lembaga kearsipan daerah 𝑅𝑝741.230.300
kab./kota yang menerapkan 𝑋100%
𝑅𝑝1.000.000.000
pengelolaan arsip sesuai dengan = 74,12%
peraturan di bidang kearsipan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

83

Lampiran 2 (Lanjutan)
Penghitungan Input pencapaian kinerja tahun 2011

No. Indikator Kinerja Kegiatan Capaian input (%)


11. Jumlah pencipta arsip tingkat 𝑅𝑝131.054.000
provinsi dan kabupaten/kota yang 𝑋100%
𝑅𝑝165.592.000
mendapatkan rekomendasi = 79,14%
persetujuan Jadwal Retensi Arsip
(JRA)
12. Jumlah instansi yang arsipnya 𝑅𝑝471.035.750
diselamatkan 𝑋100%
𝑅𝑝606.147.000
= 77,71%
13. Jumlah arsip hasil akuisisi Rp351.703.850
X100%
Rp369.980.000
= 95,06%
14. Jumlah daftar inventaris arsip Rp383.499.800
Sekneg yang dibuat X100%
Rp400.000.000
= 95,87%
15. Jumlah daftar arsip konvensional, Rp738.965.350
audio visual, elektronik, kartograsi X100%
Rp763.907.000
dan kearsitekturan yang dibuat = 96,73%
16. Jumlah lembar arsip yang Rp403.595.700
dibarcode X100%
Rp404.393.000
= 99,80%
17. Jumlah reel/roll/lembar/kaset arsip Rp919.078.000
yang digitalisasi X100%
Rp1.000.000.000
= 91,91%
18. Jumlah naskah sumber arsip yang Rp455.000.000
diterbitkan X100%
Rp455.000.000
= 100%
19. Jumlah materi standarisasi tata Rp576.448.325
laksana pelayanan arsip X100%
Rp600.000.000
= 96,07%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

84

Lampiran 3
Penghitungan Input pencapaian kinerja tahun 2012

No. Indikator Kinerja Kegiatan Capaian Input (%)


1. Jumlah instansi pusat yang 𝑅𝑝1.964.805.900
menerapkan SIKD TIK 𝑋100%
𝑅𝑝2.238.802.000
= 87,76%
2. Jumlah instansi yang 𝑅𝑝789.490.820
mendapatkan pemahaman UU 𝑋100%
𝑅𝑝854.892.000
No. 43 Tahun 2009 tentang = 92,35%
kearsipan
3. Jumlah instansi pusat yang 𝑅𝑝201.203.900
menerapkan pengelolaan arsip 𝑋100%
𝑅𝑝218.070.000
sesuai dengan peraturan bidang = 92,27%
Kearsipan
4. Jumlah pencipta arsip tingkat 𝑅𝑝11.021.200
pusat yang mendapatkan 𝑋100%
𝑅𝑝12.628.000
rekomendasi persetujuan jadwal = 87,28%
retensi arsip (JRA)
5. Jumlah rekomendasi 𝑅𝑝333.770.750
penyelenggaraan kearsipan pada 𝑋100%
𝑅𝑝376.779.000
instansi pusat = 88,59%
6. Jumlah Pemerintah 𝑅𝑝1.987.593.400
Prov./Kab./Kota yang 𝑋100%
𝑅𝑝2.197.435.000
mendapatkan pemahaman UU = 90,45%
No. 43 Tahun 2009 tentang
kearsipan
7. Jumlah Pemerintah Daerah yang 𝑅𝑝2.768.457.100
mendapatkan kemampuan teknis 𝑋100%
𝑅𝑝3.048.250.000
pengelolaan arsip aset sesuai = 90,82%
dengan peraturan Perundang-
Undangan
8. Jumlah Pencipta arsip tingkat 𝑅𝑝142.117.500
provinsi dan kabupaten/kota 𝑋100%
𝑅𝑝144.625.000
yang mendapatkan rekomendasi = 98,27%
persetujuan jadwal retensi Arsip
(JRA
9. Jumlah rekomendasi 𝑅𝑝278.984.500
penyelenggaraan kearsipan pada 𝑋100%
𝑅𝑝541.266.000
pemerintah provinsi dan = 51,54%
Kab./Kota.
10. Jumlah Lembaga dan unit 𝑅𝑝47.238.800
kearsipan yang terakreditasi 𝑋100%
𝑅𝑝52.410.000
= 90,13%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

85

Lampiran 3(Lanjutan)
Penghitungan Input pencapaian kinerja tahun 2012

No. Indikator Kinerja Kegiatan Capaian Input (%)


11. Jumlah arsiparis yang 𝑅𝑝510.963.900
tersertifikasi 𝑋100%
𝑅𝑝513.186.000
= 99,57%
12. Jumlah arsip yang mendapat 𝑅𝑝738.348.000
bimbingan 𝑋100%
𝑅𝑝743.310.000
= 99,33%
13. Jumlah peserta diklat penciptaan 𝑅𝑝. 409.371.100
jabatan fungsional arsiparis 𝑋100%
𝑅𝑝. 458.600.000
(tingkat ahli dan trampil) = 89,27%
14. Jumlah Provinsi penerima dana 𝑅𝑝4.624.873.650
dekonsentrasi 𝑋100%
𝑅𝑝4.800.000.000
= 96,35%
15. Jumlah peserta diklat sertifikasi 𝑅𝑝145.493.800
SDM 𝑋100%
𝑅𝑝149.549.000
= 97,29%
16. Jumlah peserta diklat teknis 𝑅𝑝1.691.697.790
kearsipan 𝑋100%
𝑅𝑝2.098.009.000
= 80,64%
17. Jumlah bulan layanan Rp60.149.500
ketatausahaan X100%
Rp91.882.000
= 65,46%
18. Jumlah instansi yang arsip 𝑅𝑝199.460.100
diselamatkan (Arsip Pemilu) 𝑋100%
𝑅𝑝214.743.000
= 92,88%
19. Jumlah instansi yang arsipnya 𝑅𝑝137.014.300
diselamatkan (Arsip KIB) 𝑋100%
𝑅𝑝137.340.000
= 99,76%
20. Jumlah arsip hasil akuisisi Rp333.098.100
X100%
Rp341.384.000
= 97,57%
21. Jumlah kaset hasil wawancara 𝑅𝑝443.644.700
sejarah lisan 𝑋100%
𝑅𝑝449.249.000
= 98,75%
22. Jumlah guide arsip konvensional, 𝑅𝑝. 489.553.600
audio visual, elektronik, 𝑋100%
𝑅𝑝. 501.560.000
kartografi, dan kearsitekturan = 97,61%
yang dibuat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

86

Lampiran 4
Penghitungan Input pencapaian kinerja tahun 2013

No. Indikator Kinerja Kegiatan Capaian Input (%)


1. Persentase lembaga negara, 𝑅𝑝9.873.613.143
pemerintah daerah 𝑋100%
𝑅𝑝11.219.732.000
provinsi/kabupaten/kota, BUMN, = 88%
BUMD, dan lembaga kearsipan
perguruan tinggi yang telah
menerapkan SIKD dan SIKS
dalam pengelolaan arsip
dinamisdan statistik
2. Persentase Lembaga Negara, 𝑅𝑝289.741.000
BUMN, BUMD, Perguruan Tinggi 𝑋100%
𝑅𝑝307.220.000
Negeri yang telah memiliki = 94,31%
unitkearsipan
3. Persentase Arsiparis dan SDM 𝑅𝑝1.559.178.600
kearsipan yang telah memiliki 𝑋100%
𝑅𝑝1.605.966.000
sertifikat kompetensi dan = 97,08%
profesionalita
4. Persentase arsip statis lembaga 𝑅𝑝5.692.938.950
negara dapat diselamatkan 𝑋100%
𝑅𝑝5.973.374.000
= 95,30%
5. Jumlah Instansi/Lembaga Negara 𝑅𝑝15.615.100
per Tahun Mendapatkan 𝑋100%
𝑅𝑝16.606.000
Persetujuan Pemusnahan Arsip = 94,30%
6. Persentase rekomendasi hasil 𝑅𝑝. 1.733.803.300
pengkajian dan pengembangan 𝑋100%
𝑅𝑝. 1.800.800.000
penyelenggaraan Kesipan nasional = 96,27%
yang akan menjadi bahan
penyusunan NSPK
7. Sistem Informasi Kearsipan 𝑅𝑝. 1.833.432.400
Dinamis (SIKD) dan Sistem 𝑋100%
𝑅𝑝. 1.950.867.000
Kearsipan Statis (SIKS) di seluruh = 94,03%
pencipta arsip tingkat pusat,
daerah, lembaga kearsipan
8. Persentase peningkatan 𝑅𝑝. 26.692.467.729
pengunjung diorama sejarah 𝑋100%
𝑅𝑝. 38.038.070.000
perjalanan bangsa per tahun = 70,12%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

87

Lampiran 5
Penghitungan Input pencapaian kinerja tahun 2014

No. Indikator Kinerja Kegiatan Capaian Input (%)


1. Persentase pencipta arsip lembaga 𝑅𝑝2.155.691.600
negara, lembaga kearsipan 𝑋100%
𝑅𝑝2.208.296.000
provinsi/kab/kota, BUMN, dan = 97,61%
lembaga kearsipan perguruan tinggi
yang telah menerapkan SIKD dan
SIKS dalam pengelolaanarsip
dinamis dan statis;
2. Persentase lembaga negara, 𝑅𝑝725,341.000
pemerintah daerah 𝑋100%
𝑅𝑝751.052.000
provinsi/kabupaten/kota,BUMN, dan = 96,57%
perguruan tinggi negeri yang telah
membuat tata naskah dinas,
klasifikasi arsip, jadwal retensi arsip
(JRA) serta system klasifikasi
keamanan dan akses arsip
3. Persentase arsip statis lembaga 𝑅𝑝1.470.860.800
negara yang dapat diselamatkan 𝑋100%
𝑅𝑝1.519.172.000

= 96,82%

4. Jumlah instansi lembaga negara yang 𝑅𝑝602.024.200


mendapatkan persetujuan 𝑋100%
𝑅𝑝609.372.000
pemusnahan arsip per tahun
= 98,79%

5. Persentase data informasi arsip statis 𝑅𝑝1.560.649.200


pada lembaga kearsipan 𝑋100%
𝑅𝑝1.607.683.000
provinsi/kabupaten/kota = 97,07%
6. Skor Lakip ANRI 𝑅𝑝1.536.213.600
𝑋100%
𝑅𝑝1.542.170.000
= 99,61%
7. Opini Audit BPK atas Laporan 𝑅𝑝. 364.434.600
Keuangan 𝑋100%
𝑅𝑝. 383.760.000
= 94,96%
8. Persentase pemenuhan fasilitas 𝑅𝑝2.570.935.150
sarana dan prasarana kerja ANRI 𝑋100%
𝑅𝑝2.580.500.000
dalam rangka mendukung = 99,62%
LayananArsip
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

88

Lampiran 6
Penghitungan Output pencapaian kinerja tahun 2010

No Indikator Kinerja Kegiatan Capaian Output (%)


1. Presentase rekomendasi hasil 8 𝑙𝑎𝑝𝑜𝑟𝑎𝑛 hasil kajian
pengkajian dan pengembangan 𝑋100%
8 𝑙𝑎𝑝𝑜𝑟𝑎𝑛 hasil kajian
sistem kearsipan dinamis dan statis = 100%
yang akan menjadi NSPK
2. Jumlah Basis Data 33 𝐿𝐾𝐷
Penyelenggaraan JIKN 𝑋100% = 100%
33 𝐿𝐾𝐷

3. Jumlah lembaga kearsipan daerah 12 𝐿𝐾𝐷


provinsi yang sudah menerapkan 𝑋100% = 100%
12 𝐿𝐾𝐷
SIKS-TIK
4. Jumlah instansi pusat yang sudah 10 𝐿𝐾𝐷
menerapkan SIKD-TIK 𝑋100% = 100%
10 𝐿𝐾𝐷

5. jumlah lembaga/unit kearsipan dan 7 𝑙𝑒𝑚𝑏𝑎𝑔𝑎 40 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔


arsiparis yang terakreditasi dan 𝑋100%
7 𝑙𝑒𝑚𝑏𝑎𝑔𝑎 40 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔
disertifikasi = 100%

6. Jumlah pedoman mekanisme kerja 1 𝑑𝑟𝑎𝑓𝑡 𝑝𝑒𝑑𝑜𝑚𝑎𝑛


arsiparis 𝑋100%
1 𝑝𝑒𝑑𝑜𝑚𝑎𝑛
= 100%

7. Jumlah peserta bimbingan arsiparis 4 𝑝𝑢𝑠𝑎𝑡 5 𝑑𝑎𝑒𝑟h


dan tim penilai 𝑋100%
4 𝑝𝑢𝑠𝑎𝑡 5 𝑑𝑎𝑒𝑟𝑎h
= 100%
8. Jumlah provinsi yang mendapatkan 14 𝑝𝑟𝑜𝑣𝑖𝑛𝑠𝑖
kendaraan layanan masyarakat 𝑋100% = 100%
14 𝑝𝑟𝑜𝑣𝑖𝑛𝑠𝑖
sadar arsip
9. Jumlah instansi pusat dan daerah 11 𝑝𝑢𝑠𝑎𝑡 18 𝑑𝑎𝑒𝑟𝑎h
yang mendapatkan bimbingan dan 11 𝑝𝑢𝑠𝑎𝑡 18 𝑑𝑎𝑒𝑟𝑎h 𝑋100%
konsultasi kearsipan = 100%

10. Jumlah instansi pusat dan daerah 8 𝑝𝑢𝑠𝑎𝑡 8 𝑑𝑎𝑒𝑟𝑎h


yang mendapatkan supervisi 8 𝑝𝑢𝑠𝑎𝑡 8 𝑑𝑎𝑒𝑟𝑎h 𝑋100%
kearsipan = 100%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

89

Lampiran 6 (Lanjutan)
Penghitungan Output pencapaian kinerja tahun 2010

No Indikator Kinerja Kegiatan Capaian Output (%)


11. Jumlah instansi yang mendapat 25 𝑝𝑢𝑠𝑎𝑡
persetujuan Jadwal Retensi Arsip 𝑋100% = 100%
25 𝑝𝑢𝑠𝑎𝑡

12. Jumlah Penyelenggaraan Arsip 22 kabupaten


𝑋100% =100%
Masuk Desa 22 𝑘𝑎𝑏𝑢𝑝𝑎𝑡𝑒𝑛

13. Pengembangan Pegawai 117 𝑝𝑒𝑔𝑎𝑤𝑎𝑖


𝑋100% = 117%
100 𝑝𝑒𝑔𝑎𝑤𝑎𝑖

14. Jumlah rekomendasi penilaian yang 25 𝑖𝑛𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖


ditindaklanjuti pengakuisisian dan 𝑋100% = 100%
25 𝑖𝑛𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖
pemusnahan arsip
15. Jumlah daerah bencana arsip yang 6 𝑑𝑎𝑒𝑟𝑎h
diselamatkan 𝑋100% = 100%
6 𝑑𝑎𝑒𝑟𝑎h

16. Jumlah daftar arsip pengolahan 22 𝑑𝑎𝑓𝑡𝑎𝑟


arsip konvensional 𝑋100% = 100%
22 daftar

17. Jumlah Arsip Rusak yang 3.300 𝑙𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟


direstorasi 𝑋100% = 100%
3.300 𝑙𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟

18. Jumlah Penerbitan Naskah Sumber 9 𝑛𝑎𝑠𝑘𝑎h


Arsip yang terbitkan 𝑋100% = 100%
9 𝑛𝑎𝑠𝑘𝑎h
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

90

Lampiran 7
Penghitungan Output pencapaian kinerja tahun 2011

No. Indikator Kinerja Kegiatan Capaian Output (%)


1. Jumlah rekomendasi hasil 7𝑝𝑒𝑑𝑜𝑚𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑛 3 h𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑘𝑎𝑗𝑖𝑎𝑛
pengkajian dan pengembangan 𝑋100%
7𝑝𝑒𝑑𝑜𝑚𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑛 3 h𝑎𝑠𝑖𝑙 𝑘𝑎𝑗𝑖𝑎𝑛
sistem kearsipan dinamis dan statis = 100%
yang akan menjadi NSP
2. Jumlah rekomendasi hasil 2 𝑝𝑒𝑑𝑜𝑚𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑛 1 𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟
pengkajian dan pengembangan 𝑋100%
2 𝑝𝑒𝑑𝑜𝑚𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑛 1 𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑟
sistem informasi kearsipan dinamis = 100%
dan statis yang akan menjadi NSPK
3. Jumlah penggunaan sistem dan 4 𝑙𝑎𝑝𝑜𝑟𝑎𝑛
𝑋100% = 100%
jaringan kearsipan nasional 4 𝑙𝑎𝑝𝑜𝑟𝑎𝑛
4. Jumlah lembaga dan unit kearsipan 6 𝑙𝑒𝑚𝑏𝑎𝑔𝑎 𝑘𝑒𝑎𝑟𝑠𝑖𝑝𝑎𝑛
𝑋100% = 100%
yang terakreditasi 6 𝑙𝑒𝑚𝑏𝑎𝑔𝑎 𝑘𝑒𝑎𝑟𝑠𝑖𝑝𝑎𝑛
5. Jumlah pemerintah prov./kab./kota 14 𝑘𝑎𝑏𝑢𝑝𝑎𝑡𝑒𝑛
𝑋100% = 100%
yang menerapkan SIKS-TIK 14 𝑘𝑎𝑏𝑢𝑝𝑎𝑡𝑒𝑛
6. Jumlah instansi pusat yang 10 𝑖𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖
𝑋100% = 66,6%
menerapkan SIKD-TIK 15 𝑖𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖
7. Jumlah instansi yang mendapatkan 85 𝑖𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖
pemahaman UndangUndang No. 43 𝑋100% = 100%
85 𝑖𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖
Tahun 2009 tentang Kearsipan
8. Jumlah desa/kelurahan di kab./kota 85 𝑝𝑟𝑜𝑣𝑖𝑛𝑠𝑖
yang mendapatkan pemahaman 𝑋100% = 100%
85 𝑝𝑟𝑜𝑣𝑖𝑛𝑠𝑖
Undang-Undang No. 43 Tahun
2009 tentang Kearsipan
9. Jumlah desa/kelurahan di kab./kota 14 𝑑𝑒𝑠𝑎
yang mendapatkan pemahaman 𝑋100% = 93,33%
15 𝑑𝑒𝑠𝑎
tentang pengelolaan arsip sesuai
dengan peraturan bidang kearsipan
10. Jumlah lembaga kearsipan daerah 18 𝑘𝑜𝑡𝑎
kab./kota yang menerapkan 𝑋100% = 90%
20 𝑘𝑜𝑡𝑎
pengelolaan arsip sesuai dengan
peraturan di bidang kearsipan
11. Jumlah pencipta arsip tingkat 16 𝑖𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖 + 6 𝑝𝑟𝑜𝑣𝑖𝑛𝑠𝑖 + 9𝑘𝑎𝑏𝑢𝑝𝑎𝑡𝑒𝑛 + 5𝑘𝑜𝑡𝑎
𝑋100%
provinsi dan kabupaten/kota yang 14 𝑖𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖 + 3 𝑝𝑟𝑜𝑣𝑖𝑛𝑠𝑖 + 2 𝑘𝑎𝑏𝑢𝑝𝑎𝑡𝑒𝑛 + 1 𝑘𝑜𝑡𝑎
= 180%
mendapatkan rekomendasi
persetujuan Jadwal Retensi Arsip
(JRA)
12. Jumlah instansi yang arsipnya 1 𝐾𝑃𝑈𝐷 + 5 𝐼𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖 𝑝𝑢𝑠𝑎𝑡 + 7 𝐾𝑃𝑈𝐷 𝑃𝑟𝑜𝑣 + 13𝑖𝑛𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖
𝑋
diselamatkan 1 𝐾𝑃𝑈𝐷 + 7 𝐾𝑃𝑈𝐷 𝑃𝑟𝑜𝑣 + 13𝑖𝑛𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖
= 124%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

91

Lampiran 7 (Lanjutan)
Penghitungan Output pencapaian kinerja tahun 2011

No. Indikator Kinerja Capaian input (%)


Kegiatan
13. Jumlah arsip hasil 320𝑏𝑒𝑟𝑘𝑎𝑠
𝑋100 = 100%
akuisisi 320 𝑏𝑒𝑟𝑘𝑎𝑠

14. Jumlah daftar 2 𝑑𝑎𝑓𝑡𝑎𝑟 𝑖𝑛𝑣𝑒𝑛𝑡𝑎𝑟𝑖𝑠


inventaris arsip 𝑋100% = 200%
1 𝑑𝑎𝑓𝑡𝑎𝑟 𝑖𝑛𝑣𝑒𝑛𝑡𝑎𝑟𝑖𝑠
Sekneg yang dibuat
15. Jumlah daftar arsip 10 𝑑𝑎𝑓𝑡𝑎𝑟
konvensional, audio 𝑋100% = 100%
10 𝑑𝑎𝑓𝑡𝑎𝑟
visual, elektronik,
kartograsi dan
kearsitekturan yang
dibuat
16. Jumlah lembar arsip 10.000 𝑙𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟
𝑋100% = 100%
yang dibarcode 10.000 𝑙𝑒𝑚𝑏𝑎𝑟
17. Jumlah 19.000 reel/roll/lembar/kaset
𝑋100% = 102%
reel/roll/lembar/kaset 18.686 reel/roll/lembar/kaset
arsip yang
digitalisasi
18. Jumlah naskah 4 𝑛𝑎𝑠𝑘𝑎𝑕
sumber arsip yang 𝑋100% = 100%
4 𝑛𝑎𝑠𝑘𝑎𝑕
diterbitkan
19. Jumlah materi 1 𝑚𝑎𝑡𝑒𝑟𝑖
𝑋100% = 100%
standarisasi tata 1 𝑚𝑎𝑡𝑒𝑟𝑖
laksana pelayanan
arsip
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

92

Lampiran 8
Penghitungan Output pencapaian kinerja tahun 2012

No. Indikator Kinerja Kegiatan Capaian Output (%)


1. Jumlah instansi pusat yang 10 𝑖𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖
𝑋100% = 52,63%
menerapkan SIKD TIK 19 𝑖𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖

2. Jumlah instansi yang mendapatkan 85 𝑖𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖


𝑋100% = 100%
pemahaman UU No. 43 Tahun 85 𝑖𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖
2009 tentang kearsipan
3. Jumlah instansi pusat yang 18 𝑖𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖
𝑋100% = 90%
menerapkan pengelolaan arsip 20 𝑖𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖
sesuai dengan peraturan bidang
Kearsipan
4. Jumlah pencipta arsip tingkat pusat 4 𝑖𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖
𝑋100% = 400%
yang mendapatkan rekomendasi 1 𝑖𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖
persetujuan jadwal retensi arsip
(JRA)
5. Jumlah rekomendasi 1 𝑟𝑒𝑘𝑜𝑚𝑒𝑛𝑑𝑎𝑠𝑖
𝑋100% =100%
1 𝑟𝑒𝑘𝑜𝑚𝑒𝑛𝑑𝑎𝑠𝑖
penyelenggaraan kearsipan pada
instansi pusat
6. Jumlah Pemerintah 11 𝑝𝑟𝑜𝑣𝑖𝑛𝑠𝑖
𝑋100% = 100%
Prov./Kab./Kota yang 11 𝑝𝑟𝑜𝑣𝑖𝑛𝑠𝑖
mendapatkan pemahaman UU No.
43 Tahun 2009 tentang kearsipan
7. Jumlah Pemerintah Derah yang 25𝑝𝑟𝑜𝑣𝑖𝑛𝑠𝑖
𝑋100% = 75,75%
mendapatkan kemampuan teknis 33 𝑝𝑟𝑜𝑣𝑖𝑛𝑠𝑖
pengelolaan arsip aset sesuai
dengan peraturan Perundang-
Undangan
8. Jumlah Pencipta arsip tingkat 30 𝑝𝑟𝑜𝑣
𝑋100% = 150%
provinsi dan kabupaten/kota yang 20 𝑝𝑟𝑜𝑣
mendapatkan rekomendasi
persetujuan jadwal retensi Arsip
(JRA
9. Jumlah rekomendasi 6 𝑟𝑒𝑘𝑜𝑚𝑒𝑛𝑑𝑎𝑠𝑖
𝑋100% = 100%
penyelenggaraan kearsipan pada 6 𝑟𝑒𝑘𝑜𝑚𝑒𝑛𝑑𝑎𝑠𝑖
pemerintah provinsi dan
Kab./Kota.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

93

Lampiran 8 (Lanjutan)
Penghitungan Output pencapaian kinerja tahun 2012

No. Indikator Kinerja Kegiatan Capaian Output (%)


10. Jumlah Lembaga dan unit 5 𝑙𝑒𝑚𝑏𝑎𝑔𝑎 𝑠𝑒𝑡𝑖𝑎𝑝 𝑢𝑛𝑖𝑡 𝑘𝑒𝑎𝑟𝑠𝑖𝑝𝑎𝑛
𝑋100%
kearsipan yang terakreditasi 5 𝑙𝑒𝑚𝑏𝑎𝑔𝑎 𝑠𝑒𝑡𝑖𝑎𝑝 𝑢𝑛𝑖𝑡 𝑘𝑒𝑎𝑟𝑠𝑖𝑝𝑎𝑛
= 100%

11. Jumlah arsiparis yang 77 𝐴𝑟𝑠𝑖𝑝𝑎𝑟𝑖𝑠


𝑋100% = 86%
tersertifikasi 90 𝐴𝑟𝑠𝑖𝑝𝑎𝑟𝑖𝑠

12. Jumlah arsip yang mendapat 490 𝑎𝑟𝑠𝑖𝑝𝑎𝑟𝑖𝑠


𝑋100% = 91,58%
bimbingan 535 𝑎𝑟𝑠𝑖𝑝𝑎𝑟𝑖𝑠

13. Jumlah peserta diklat 65 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔


𝑋100% = 100%
penciptaan jabatan fungsional 65 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔
arsiparis (tingkat ahli dan
trampil)
14. Jumlah Provinsi penerima dana 26 𝑝𝑟𝑜𝑣𝑖𝑛𝑠𝑖
𝑋100% = 81,25%
dekonsentrasi 32 𝑝𝑟𝑜𝑣𝑖𝑛𝑠𝑖

15. Jumlah peserta diklat 35 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔


𝑋100% = 100%
sertifikasi SDM 35 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔

16. Jumlah peserta diklat teknis 468 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔


𝑋100% = 100%
kearsipan 468 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔

17. Jumlah bulan layanan 12 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛


𝑋100% = 100%
ketatausahaan 12 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛

18. Jumlah instansi yang arsip 12 𝑖𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖


𝑋100% = 100%
diselamatkan (Arsip Pemilu) 12 𝑖𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖

19. Jumlah instansi yang arsipnya 14 𝑖𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖


𝑋100% = 100%
diselamatkan (Arsip KIB) 14 𝑖𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖

20. Jumlah arsip hasil akuisisi 200 𝑏𝑒𝑟𝑘𝑎𝑠


𝑋100% = 100%
200 𝑏𝑒𝑟𝑘𝑎𝑠

21. Jumlah kaset hasil wawancara 37 𝑘𝑎𝑠𝑒𝑡


𝑋100% = 105,71%
sejarah lisan 35 𝑘𝑎𝑠𝑒𝑡

22. Jumlah guide arsip 2 𝑔𝑢𝑖𝑑𝑒


𝑋100% = 100%
konvensional, audio visual, 2 𝑔𝑢𝑖𝑑𝑒
elektronik, kartografi, dan
kearsitekturan yang dibuat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

94

Lampiran 9
Penghitungan Output pencapaian kinerja tahun 2013

No. Indikator Kinerja Kegiatan Capaian Output (%)


1. Persentase lembaga negara, pemerintah 10%
𝑋100 = 100%
daerah provinsi/kabupaten/kota, 10%
BUMN, BUMD, dan lembaga
kearsipan perguruan tinggi yang telah
menerapkan SIKD dan SIKS dalam
pengelolaan arsip dinamisdan statistik
2. Persentase Lembaga Negara, BUMN, 12%
𝑋100 = 133,3%
BUMD, Perguruan Tinggi Negeri yang 9%
telah memiliki unitkearsipan
3. Persentase Arsiparis dan SDM 102%
𝑋100% = 102%
kearsipan yang telah memiliki 100%
sertifikat kompetensi dan
profesionalita
4. Persentase arsip statis lembaga negara 70%
𝑋100 = 175%
dapat diselamatkan 40%

5. Jumlah Instansi/Lembaga Negara per 9 𝑖𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖


𝑋100%
Tahun Mendapatkan Persetujuan 8 𝑖𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖
Pemusnahan Arsip = 112,5%

6. Persentase rekomendasi hasil 8%


𝑋100 = 100%
pengkajian dan pengembangan 8%
penyelenggaraan Kesipan nasional
yang akan menjadi bahan penyusunan
NSPK
7. Sistem Informasi Kearsipan Dinamis 9%
𝑋100 = 100%
(SIKD) dan Sistem Kearsipan Statis 9%
(SIKS) di seluruh pencipta arsip
tingkat pusat, daerah, lembaga
kearsipan
8. Persentase peningkatan pengunjung 18%
𝑋100 = 120%
diorama sejarah perjalanan bangsa per 15%
tahun
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

95

Lampiran 10
Penghitungan Output pencapaian kinerja tahun 2014

No. Indikator Kinerja Kegiatan Capaian Output (%)


1. Persentase pencipta arsip lembaga 50 𝑖𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖
𝑋100%
negara, lembaga kearsipan 30 𝑖𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖
provinsi/kab/kota, BUMN, dan = 166,7%
lembaga kearsipan perguruan tinggi
yang telah menerapkan SIKD dan
SIKS dalam pengelolaanarsip dinamis
dan statis;
2. Persentase lembaga negara, pemerintah 14 𝑖𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖
𝑋100%
daerah 15 𝑖𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖
provinsi/kabupaten/kota,BUMN, dan = 93,33%
perguruan tinggi negeri yang telah
membuat tata naskah dinas, klasifikasi
arsip, jadwal retensi arsip (JRA) serta
system klasifikasi keamanan dan akses
arsip
3. Persentase arsip statis lembaga negara 40 𝑖𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖
𝑋100%
yang dapat diselamatkan 25 𝑖𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖
= 160%

4. Jumlah instansi lembaga negara yang 77 𝑖𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖


𝑋100%
mendapatkan persetujuan pemusnahan 50 𝑖𝑛𝑠𝑡𝑎𝑛𝑠𝑖
arsip per tahun. = 154%

5. Persentase data informasi arsip statis 20 𝑠𝑖𝑚𝑝𝑢𝑙


𝑋100%
pada lembaga kearsipan 11 𝑠𝑖𝑚𝑝𝑢𝑙
provinsi/kabupaten/kota = 181,81%

6. Skor Lakip ANRI 1 𝑙𝑎𝑝𝑜𝑟𝑎𝑛


𝑋100% = 100%
1 𝑙𝑎𝑝𝑜𝑟𝑎𝑛

7. Opini Audit BPK atas Laporan 3 𝑑𝑜𝑘𝑢𝑚𝑒𝑛


𝑋100% = 100%
Keuangan 3 𝑑𝑜𝑘𝑢𝑚𝑒𝑛

8. Persentase pemenuhan fasilitas sarana 100%


𝑋100% = 100%
dan prasarana kerja ANRI dalam 100%
rangka mendukung LayananArsip
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

96

Lampiran 11
Penghitungan Nilai Indeks Efisiensi Tahun 2010

No. Indikator Kinerja Kegiatan Indeks Efisiensi


1. Presentase rekomendasi hasil pengkajian 100%
dan pengembangan sistem kearsipan = 1,08
92,33%
dinamis dan statis yang akan menjadi
NSPK
2. Jumlah Basis Data Penyelenggaraan 100%
JIKN = 1,02
98,03%
3. Jumlah lembaga kearsipan daerah 100%
provinsi yang sudah menerapkan SIKS- = 1,06
94,67%
TIK
4. Jumlah instansi pusat yang sudah 100%
menerapkan SIKD-TIK = 1,04
96,32%
5. jumlah lembaga/unit kearsipan dan 100%
arsiparis yang terakreditasi dan = 1,05
95,00%
disertifikasi
6. Jumlah pedoman mekanisme kerja 100%
arsiparis = 1,06
94,01%

7. Jumlah peserta bimbingan arsiparis dan 100%


tim penilai = 1,04
96,61%
8. Jumlah provinsi yang mendapatkan 100%
kendaraan layanan masyarakat sadar = 1,01
99,02%
arsip
9. Jumlah instansi pusat dan daerah yang 100%
mendapatkan bimbingan dan konsultasi = 1,02
98,43%
kearsipan
10. Jumlah instansi pusat dan daerah yang 100%
mendapatkan supervisi kearsipan = 1,04
95,72%

11. Jumlah instansi yang mendapat 100%


persetujuan Jadwal Retensi Arsip = 1,13
88,88%

12. Jumlah Penyelenggaraan Arsip Masuk 100%


Desa = 1,03
96,65%

13. Pengembangan Pegawai 117%


= 1,33
88,21%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

97

Lampiran 11(Lanjutan)
Penghitungan Nilai Indeks Efisiensi Tahun 2010

No. Indikator Kinerja Kegiatan Indeks Efisiensi


14. Jumlah rekomendasi penilaian yang 100%
ditindaklanjuti pengakuisisian dan = 1,00
99,83%
pemusnahan arsip
15. Jumlah daerah bencana arsip yang 100%
diselamatkan = 1,00
99,73%
16. Jumlah daftar arsip pengolahan arsip 100%
konvensional = 1,00
99,91%
17. Jumlah Arsip Rusak yang direstorasi 100%
= 1,00
99,95%
18. Jumlah Penerbitan Naskah Sumber Arsip 100%
yang terbitkan = 1,03
96,62%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

98

Lampiran 12
Penghitungan Nilai Indeks Efisiensi Tahun 2011

No. Indikator Kinerja Kegiatan Indeks Efisiensi


1. Jumlah rekomendasi hasil pengkajian dan 100%
pengembangan sistem kearsipan dinamis dan = 1,05
95,73%
statis yang akan menjadi NSP
2. Jumlah rekomendasi hasil pengkajian dan 100%
pengembangan sistem informasi kearsipan = 1,05
95,39%
dinamis dan statis yang akan menjadi NSPK
3. Jumlah penggunaan sistem dan jaringan 100%
kearsipan nasional = 1,02
97,96%

4. Jumlah lembaga dan unit kearsipan yang 100%


terakreditasi = 1,07
93,39%
5. Jumlah pemerintah prov./kab./kota yang 100%
menerapkan SIKS-TIK = 1,22
82,01%
6. Jumlah instansi pusat yang menerapkan 66,66%
SIKD-TIK = 0,80
83,25%
7. Jumlah instansi yang mendapatkan 100%
pemahaman UndangUndang No. 43 Tahun = 1,10
91,24%
2009 tentang Kearsipan
8. Jumlah desa/kelurahan di kab./kota yang 100%
mendapatkan pemahaman Undang-Undang = 1,12
89,52%
No. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan
9. Jumlah desa/kelurahan di kab./kota yang 93,99%
mendapatkan pemahaman tentang = 1,11
84,96%
pengelolaan arsip sesuai dengan peraturan
bidang kearsipan
10. Jumlah lembaga kearsipan daerah kab./kota 90%
yang menerapkan pengelolaan arsip sesuai = 1,21
74,21%
dengan peraturan di bidang kearsipan
11. Jumlah pencipta arsip tingkat provinsi dan 180%
kabupaten/kota yang mendapatkan = 2,27
79,14%
rekomendasi persetujuan Jadwal Retensi
Arsip (JRA)
12. Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 124%
= 1,59
77,71%
13. Jumlah arsip hasil akuisisi 100%
= 1,05
95,06%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

99

Lampiran 12 (lanjutan)
Penghitungan Nilai Indeks Efisiensi Tahun 2011

No. Indikator Kinerja Kegiatan Indeks Efisiensi


14. Jumlah daftar inventaris arsip Sekneg yang 200%
dibuat = 2,08
95,87%
15. Jumlah daftar arsip konvensional, audio 100%
visual, elektronik, kartograsi dan = 1,03
96,73%
kearsitekturan yang dibuat
16. Jumlah lembar arsip yang dibarcode 100%
= 1,00
99,80%

17. Jumlah reel/roll/lembar/kaset arsip yang 102%


digitalisasi = 1,11
91,91%

18. Jumlah naskah sumber arsip yang diterbitkan 100%


= 1,00
100%
19. Jumlah materi standarisasi tata laksana 100%
pelayanan arsip = 1,04
96,07%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

100

Lampiran 13
Penghitungan Nilai Indeks Efisiensi Tahun 2012

No. Indikator Kinerja Kegiatan Indeks Efisiensi


1. Jumlah instansi pusat yang menerapkan 52,36%
SIKD TIK = 0,59
87,76%
2. Jumlah instansi yang mendapatkan 100%
pemahaman UU No. 43 Tahun 2009 tentang = 1,08
92,35%
kearsipan
3. Jumlah instansi pusat yang menerapkan 90%
pengelolaan arsip sesuai dengan peraturan = 0,97
92,27%
bidang Kearsipan
4. Jumlah pencipta arsip tingkat pusat yang 400%
mendapatkan rekomendasi persetujuan = 4,58
87,28%
jadwal retensi arsip (JRA)
5. Jumlah rekomendasi penyelenggaraan 100%
kearsipan pada instansi pusat = 1,12
88,59%
6. Jumlah Pemerintah Prov./Kab./Kota yang 100%
mendapatkan pemahaman UU No. 43 Tahun = 1,10
90,45%
2009 tentang kearsipan
7. Jumlah Pemerintah Derah yang mendapatkan 75,75%
kemampuan teknis pengelolaan arsip aset = 0,83
sesuai dengan peraturan Perundang-
90,82%
Undangan
8. Jumlah Pencipta arsip tingkat provinsi dan 150%
kabupaten/kota yang mendapatkan = 1,52
rekomendasi persetujuan jadwal retensi
98,27%
Arsip (JRA
9. Jumlah rekomendasi penyelenggaraan 100%
kearsipan pada pemerintah provinsi dan = 1,94
51,54%
Kab./Kota.
10. Jumlah Lembaga dan unit kearsipan yang 100%
terakreditasi = 1,10
90,13%

11. Jumlah arsiparis yang tersertifikasi 86%


= 0,86
99,57%
12. Jumlah arsip yang mendapat bimbingan 91,58%
= 0,92
99,33%

13. Jumlah peserta diklat penciptaan jabatan 100%


fungsional arsiparis (tingkat ahli dan trampil) = 1,12
89,27%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

101

Lampiran 13(Lanjutan)
Penghitungan Nilai Indeks Efisiensi Tahun 2012

No. Indikator Kinerja Kegiatan Indeks Efisiensi


14. Jumlah Provinsi penerima dana 81,25%
dekonsentrasi = 0,84
96,35%
15. Jumlah peserta diklat sertifikasi SDM 100%
= 1,02
97,29%
16. Jumlah peserta diklat teknis kearsipan 100%
= 1,24
80,64%
17. Jumlah bulan layanan ketatausahaan 100%
= 1,52
65,46%
18. Jumlah instansi yang arsip diselamatkan 100%
(Arsip Pemilu) = 1,07
92,88%
19. Jumlah instansi yang arsipnya diselamatkan 100%
(Arsip KIB) = 1,00
99,76%
20. Jumlah arsip hasil akuisisi 100%
= 1,02
97,57%
21. Jumlah kaset hasil wawancara sejarah lisan 105,71%
= 1,07
98,57%

22. Jumlah guide arsip konvensional, audio 100%


visual, elektronik, kartografi, dan = 1,02
97,61%
kearsitekturan yang dibuat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

102

Lampiran 14
Penghitungan Nilai Indeks Efisiensi Tahun 2013

No. Indikator Kinerja Kegiatan Indeks Efisiensi


1. Persentase lembaga negara, pemerintah daerah 100%
provinsi/kabupaten/kota, BUMN, BUMD, dan = 1,13
88%
lembaga kearsipan perguruan tinggi yang telah
menerapkan SIKD dan SIKS dalam pengelolaan
arsip dinamisdan statistik
2. Persentase Lembaga Negara, BUMN, BUMD, 133,3%
Perguruan Tinggi Negeri yang telah memiliki = 1,42
94,31%
unitkearsipan
3. Persentase Arsiparis dan SDM kearsipan yang 102%
telah memiliki sertifikat kompetensi dan = 1,05
97,08%
profesionalita
4. Persentase arsip statis lembaga negara dapat 175%
diselamatkan = 1,84
95,30%
5. Jumlah Instansi/Lembaga Negara per Tahun 112,5%
Mendapatkan Persetujuan Pemusnahan Arsip = 1,19
94%
6. Persentase rekomendasi hasil pengkajian dan 100%
pengembangan penyelenggaraan Kesipan = 1,03
96,27%
nasional yang akan menjadi bahan penyusunan
NSPK
7. Sistem Informasi Kearsipan Dinamis (SIKD) 100%
dan Sistem Kearsipan Statis (SIKS) di seluruh = 1,06
94%
pencipta arsip tingkat pusat, daerah, lembaga
kearsipan
8. Persentase peningkatan pengunjung diorama 120%
sejarah perjalanan bangsa per tahun = 1,71
70%
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

103

Lampiran 15
Penghitungan Nilai Indeks Efisiensi Tahun 2014

No. Indikator Kinerja Kegiatan Indeks Efisiensi


1. Persentase pencipta arsip lembaga negara, 166,7%
lembaga kearsipan provinsi/kab/kota, = 1,71
97,61%
BUMN, dan lembaga kearsipan perguruan
tinggi yang telah menerapkan SIKD dan
SIKS dalam pengelolaanarsip dinamis dan
statis;
2. Persentase lembaga negara, pemerintah 93,33%
daerah provinsi/kabupaten/kota,BUMN, dan = 0,97
96,57%
perguruan tinggi negeri yang telah membuat
tata naskah dinas, klasifikasi arsip, jadwal
retensi arsip (JRA) serta system klasifikasi
keamanan dan akses arsip
3. Persentase arsip statis lembaga negara yang 160%
dapat diselamatkan = 1,65
96,82%
4. Jumlah instansi lembaga negara yang 154%
mendapatkan persetujuan pemusnahan arsip = 1,55
per tahun
98,79%
5. Persentase data informasi arsip statis pada 181,81%
lembaga kearsipan provinsi/kabupaten/kota = 1,87
97,07%
6. Skor Lakip ANRI 100%
= 1,00
99,61%
7. Opini Audit BPK atas Laporan Keuangan 100%
= 1,05
94,96%
8. Persentase pemenuhan fasilitas sarana dan 100%
prasarana kerja ANRI dalam rangka = 1,00
99,62%
mendukung LayananArsip
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

104

Lampiran 16

PENCAPAIAN KINERJA
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 2010
PROGRAM KEGIATAN
KET
Uraian Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Rencana Tingkat Realisasi
Capaian (Target)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Program Presentase Input: SDM Orang Rp1.514.372.000,- Rp1.398.250.880
Penyelenggaraan rekomendasi Dana Rp
Kearsipan hasil pengkajian dan Output: Jumlah Laporan Pengkajian Laporan 8 Laporan Hasil 8 Laporan Hasil Kajian
Nasional pengembangan sistem dan Kajian
kearsipan dinamis dan Pengembangan Kearsipan
statis yang akan Dinamis dan statis
menjadi
NSPK
Jumlah Basis Data Input: SDM Orang Rp181.874.000,- Rp178.295.950
Penyelenggaraan JIKN Dana Rp
Output: Jumlah Lembaga Kearsipan LKD 33 LKD 33 LKD
Daerah yang dibina dalam
Implementasi JIKN
Jumlah lembaga Input: SDM Orang Rp905.400.000,- Rp857.158.400
kearsipan daerah Dana Rp
provinsi yang sudah Output: Jumlah Lembaga Kearsipan LKD 12 LKD 12 LKD
menerapkan SIKS- Daerah yang dibina
TIK

Jumlah instansi pusat Input: SDM Orang Rp750.000.000 Rp722.347.950


yang sudah Dana Rp
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

105

menerapkan Output: Jumlah Lembaga Kearsipan LKD 10 LKD 10 LKD


SIKD-TIK Daerah yang dibina dalam
Implementasi Aplikasi
Pengelolaan Arsip Dinamis
Berbasis TI
PROGRAM KEGIATAN
KET
Uraian Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Rencana Tingkat Realisasi
Capaian (Target)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Mewujudkan Jumlah lembaga/unit Input: SDM Orang Rp195.000.000 Rp185.258.400
usaha-usaha kearsipan dan arsiparis Dana Rp
pembinaan yang terakreditasi dan Output: Jumlah Lembaga dan Unit Lembaga/ 7 lembaga 7 Lembaga
kearsipan secara disertifikasi Kearsipan serta arsiparis Orang 40 orang 40 orang
nasional di yang
lingkungan terakreditasi dan tersetifikasi
lembaga aparatur Jumlah pedoman Input: SDM Orang Rp49.516.000 Rp46.551.650
negara mekanisme kerja Dana Rp
arsiparis Output: Jumlah pedoman kearsipan Pedoman 1 Pedoman 1 Draft Pedoman
statis yang disusun
Jumlah peserta Input: SDM Orang Rp1.138.646.000 Rp1.100.070.250
bimbingan arsiparis Dana Rp
dan Output: Jumlah Lembaga Negara dan Lembaga, 4 Pusat 4 Pusat
tim penilai Lembaga Pemerintah yang Pemerintah 5 Daerah 5 Daerah
dibina Daerah
Jumlah provinsi yang Input: SDM Orang Rp1.332.600.000 Rp1.319.576.562
mendapatkan Dana Rp
kendaraan Output: Jumlah Lembaga Kearsipan Provinsi 14 Provinsi 14 Provinsi
layanan masyarakat Daerah yang mendapat Mobil Kabupaten/
sadar arsip Layanan Sadar Arsip Kota
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

106

Jumlah instansi pusat Input: SDM Orang Rp497.760.000 Rp489.937.925


dan daerah yang Dana Rp
mendapatkan
bimbingan Output: Jumlah Lembaga Negara dan Lembaga, 11 Pusat 11 Pusat
dan konsultasi Lembaga Pemerintah yang Pemerintah 18 Daerah 18 Daerah
kearsipan dibina Daerah

PROGRAM KEGIATAN
KET
Uraian Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Rencana Tingkat Realisasi
Capaian (Target)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Jumlah instansi pusat Input: SDM Orang Rp372.080.000 Rp356.169.700
dan daerah yang Dana Rp
mendapatkan supervisi Output: Jumlah instansi yang Instansi 8 Pusat 8 Pusat
kearsipan mendapat 8 Daerah 8 Daerah
supervisi kearsipan
Jumlah instansi yang Input: SDM Orang Rp109.455.000 97.290.000
mendapat persetujuan Dana Rp
Jadwal Retensi Arsip Output: Jumlah Lembaga Negara dan Pusat dan 25 Pusat 25 Pusat
Lembaga Pemerintah yang Daerah
memperoleh Persetujuan JRA
Jumlah Input: SDM Orang Rp905.400.000 Rp875.158.400
Penyelenggaraan Dana Rp
Arsip Masuk Desa Output: Jumlah Kabupaten/Kota yang Kab/Kota 22 Kabupaten 22 Kabupaten
menyelenggarakan Arsip
MAsuk
Desa
Pengembangan Input: SDM Orang Rp1.530.000.000 RP1.349.555.000
Pegawai Dana Rp
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

107

Output: Jumlah pegawai yang Kab/Kota 100 pegawai 117 Pegawai


mendapat
bantuan beasiswa
Program Jumlah rekomendasi Input: SDM Orang Rp349.309.000 Rp348.714.000
Penyelenggaraan penilaian yang Dana Rp
Kearsipan ditindaklanjuti Output: Jumlah Arsip yang Instansi 25 instansi 25 instansi
Nasional pengakuisisian dan diselamatkan
pemusnahan arsip
Jumlah daerah Input: SDM Orang Rp500.400.000 Rp499.068.700
bencana Dana Rp
arsip yang Output: Jumlah Daerah yang arsipnya Daerah 6 Daerah 6 Daerah
diselamatkan dapat diselamatkan akibat
bencana
Jumlah daftar arsip Input : SDM Orang Rp828.263.000 Rp827.503.850
pengolahan arsip Dana Rp
konvensional Output: Jumlah daftar/inventaris Daftar 22 Daftar 22 Daftar

PROGRAM KEGIATAN
KET
Uraian Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Rencana Tingkat Realisasi
Capaian (Target)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Jumlah Arsip Rusak Input : SDM Orang Rp1.159.451.000 RP1.158.831.100
yang direstorasi Dana Rp
Output: Jumlah Arsip yang di lembar 3.300 lembar 3.300 lembar
restorasi
Jumlah Penerbitan Input : SDM Orang Rp1.579.499.000 RP1.526.117.550
Naskah Sumber Arsip Dana Rp
yang terbitkan Output: Jumlah Naskah Sumber Arsip Naskah 9 Naskah 9 Naskah
Yang disusun.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

108

Lampiran 17

PENCAPAIAN KINERJA
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 2011
KEGIATAN
PROGRAM KET
Uraian Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Rencana Tingkat Realisasi
Capaian (Target)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Program Jumlah rekomendasi Input: SDM Orang Orang Rp2.011.141.550,-
Penyelenggaraan hasil pengkajian dan Dana Rp Rp2.100.781.000,-
Kearsipan pengembangan sistem Output: Jumlah pengkajian dan Pedoman 7 Pedoman dan 3 7 Pedoman dan 3
Nasional kearsipan dinamis dan pedoman sistem kearsipan dan Hasil Hasil Kajian Hasil Kajian
Mewujudkan statis yang akan dinamis dan statis Kajian
pengelolaan arsip menjadi
yang berbasis NSPK
teknologi, Jumlah rekomendasi Input: SDM Orang Rp500.100.000,- Rp477.027.225,-
informasi hasil pengkajian dan Dana Rp
dan komunikasi pengembangan sistem Output: Jumlah pedoman dan standar Pedoman 2 Pedoman dan 1 2 Pedoman dan 1
(TIK) di informasi kearsipan sistem informasi kearsipan dan Standar Standar Standar
lingkungan dinamis dan statis dinamis dan statis
lembaga aparatur yang
negara akan menjadi NSPK
Jumlah penggunaan Input: SDM Orang Rp619.175.000,- Rp606.552.150,-
sistem dan jaringan Dana Rp
kearsipan nasional Output: Jumlah penggunaan sistem Laporan 4 Laporan 4 Laporan
dan jaringan kearsipan
nasional
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

109

KEGIATAN
PROGRAM KET

Uraian Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Rencana Tingkat Realisasi


Capaian (Target)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Penyelenggaraan Jumlah lembaga dan Input: SDM Orang Rp75.222.000 Rp70.249.300
Kearsipan unit kearsipan yang Dana Rp
Nasional terakreditasi Output: Jumlah lembaga dan unit Lembaga/ 6 Lembaga/Unit 6 Lembaga/Unit
Meningkatkan kearsipan yang terakreditasi Unit Kearsipan Kearsipan
efektivitas Kearsipan
pembinaan Jumlah pemerintah Input: SDM Orang Rp1.000.000.000 Rp820.149.225
kearsipan secara prov./kab./kota yang Dana Rp
nasional di menerapkan SIKS- Output: Jumlah pemerintah Kabupaten 14 Kabupaten 14Kabupaten
lingkungan TIK prov./kab./kota yang dan Kota
lembaga aparatur menerapkan SIKS-TIK
negara Jumlah instansi pusat Input: SDM Orang Rp2.000.000.000 Rp1.664.902.100
yang menerapkan Dana Rp
SIKD- Output: Jumlah instansi pusat yang Instansi 15 Instansi 10 Instansi
TIK menerapkan SIKD-TIK
Jumlah instansi yang Input: SDM Orang Rp1.500.000.000 Rp1.368.543.550
mendapatkan Dana Rp
pemahaman Undang- Output: Jumlah instansi yang Instansi 85 Instansi 85 Instansi
Undang No. 43 Tahun mendapatkan pemahaman
2009 tentang Undang-Undang No. 43
Kearsipan Tahun
2009 tentang Kearsipan
Jumlah desa/kelurahan Input: SDM Orang Rp3.600.000.000 Rp3.222.846.900
di kab./kota yang Dana Rp
mendapatkan Output: Jumlah desa/kelurahan di Provinsi 85 Provinsi 85Provinsi
pemahaman Undang- kab./kota yg mendapatkan
Undang No. 43 Tahun pemahaman Undang-Undang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

110

2009 tentang No. 43 Tahun 2009


Kearsipan ttgKearsipan
Jumlah desa/kelurahan Input: SDM Orang Rp950.000.000 Rp807.143.350
di kab./kota yang Dana Rp
mendapatkan Output: Jumlah desa/kelurahan di Desa/Kelur 15 Desa/Kelurahan 14 Desa/Kelurahan
pemahaman tentang kab./kota yang mendapatkan a
pengelolaan arsip pemahaman ttg pengelolaan han
sesuai arsip sesuai dgn peraturan
dengan peraturan bidang kearsipan
bidang kearsipan
KEGIATAN
PROGRAM KET
Uraian Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Rencana Tingkat Realisasi
Capaian (Target)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Jumlah lembaga Input: SDM Orang Rp1.000.000.000 Rp741.230.300
kearsipan daerah Dana Rp
kab./kota yang Output: Jumlah lembaga kearsipan Kabupaten/ 20 Kabupaten/Kota 18 Provinsi/Kabupaten/ Kota
menerapkan daerah kab./kota yang Kota
pengelolaan arsip menerapkan pengelolaan
sesuai arsip
dengan peraturan di sesuai dengan peraturan di
bidang kearsipan bidang kearsipan
Jumlah pencipta arsip Input: SDM Orang Rp165.592.000 Rp131.054.000
tingkat provinsi dan Dana Rp
kabupaten/kota yang Output: Jumlah pencipta arsip tingkat Instansi, 14 Instansi, 16 Instansi,
mendapatkan pusat, provinsi dan Provinsi, 3 Provinsi, 6 Provinsi,
rekomendasi kabupaten/kota yang Kabupaten 2 Kabupaten dan 9 Kabupaten dan
persetujuan Jadwal mendapatkan rekomendasi dan Kota 1 Kota 5 Kota
Retensi Arsip (JRA) persetujuan Jadwal Retensi
Arsip (JRA)
Penyelenggaraan Jumlah instansi yang Input: SDM Orang Rp606.147.000 Rp471.035.750
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

111

Kearsipan arsipnya diselamatkan Dana Rp


Nasional Output: Jumlah Arsip yang KPUD, 1 KPUD, 7 Instansi 1 KPU Pusat, 5 Instansi Pusat,
Meningkatkan diselamatkan Instansi KPUD Provinsi, 13 7 Instansi KPUD Prov. & 13
efektivitas KPUD Instansi Instansi
penyelamatan dan Prov.
pelestarian dan Inst.
arsip/dokumen Jumlah arsip hasil Input: SDM Orang Rp369.980.000 Rp351.703.850
negara akuisisi Dana Rp
Output: Jumlah arsip hasil akuisisi Berkas 320 Berkas 320 Berkas
Jumlah daftar Input : SDM Orang Rp400.000.000 Rp383.499.800
inventaris Dana Rp
arsip Sekneg yang Output: Jumlah daftar inventaris arsip Daftar 1 Daftar Inventaris 2 Daftar Inventaris
dibuat Sekneg yang dibuat Inventaris
Jumlah daftar arsip Input : SDM Orang Rp763.907.000 Rp738.965.350
konvensional, audio Dana Rp
visual, elektronik, Output: Jumlah daftar arsip Daftar 10 Daftar 10 Daftar
kartograsi dan konvensional, audio visual,
kearsitekturan yang elektronik, kartografi dan
dibuat kearsitekturan yang dibuat
KEGIATAN
PROGRAM KET
Uraian Indikator Kinerja Kegiatan Satuan Rencana Tingkat Realisasi
Capaian (Target)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Jumlah lembar arsip Input : SDM Orang Rp404.393.000 Rp403.595.700
yang dibarcode Dana Rp
Output: Jumlah lembar arsip yang Lembar 10.000 Lembar 10.000 Lembar
dibarcode
Jumlah Input : SDM Orang Rp1.000.000.000 Rp919.078.700
reel/roll/lembar/kaset Dana Rp
arsip yang digitalisasi Output: Jumlah reel/roll/lembar/kaset Reel/Roll/ 18.686 Reel/Roll/ 19.000 Reel/Roll/
arsip yang digitalisasi Lembar/ Lembar/ Lembar/ Kaset/Peta
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

112

Kaset/Peta Kaset/Peta
Jumlah naskah sumber Input : SDM Orang Rp455.000.000 Rp454.998.800
arsip yang diterbitkan Dana Rp
Output: Jumlah naskah sumber arsip Naskah 4 Naskah 4 Naskah
yang diterbitkan
Jumlah materi Input : SDM Orang Rp600.000.000 Rp576.448.325
standarisasi tata Dana Rp
laksana Output: Jumlah materi standarisasi Materi 1 Materi 1 Materi
pelayanan arsip tata
laksana pelayanan arsip
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

113

Lampiran 18
PENCAPAIAN KINERJA
ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
TAHUN ANGGARAN 2012
SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI PROGRAM ANGGARAN
STRATEGIS
PAGU REALISASI
Sasaran Strategis 1 Jumlah Instansi Pusat 19 instansi 10 instansi Program 2.238.802.000 1.964.805.900
Terwujudnya yang Menerapkan SIKD- Penyelenggaraan
penyelenggaraan TIK Kearsipan Nasional
pembinaan kearsipan
nasional yang
bermutu, terpadu,
sistematis dan
komprehensif

Jumlah Instansi yang 85 instansi 85 instansi Program 854.892.000 789.490.820


Mendapatkan Pemahaman Penyelenggaraan
UU No. 43 Tahun 2009 Kearsipan Nasional
Tentang Kearsipan

Jumlah Instansi Pusat 20 instansi 18 instansi Program 218.070.000 201.203.900


yang Menerapkan Penyelenggaraan
Pengelolaan Arsip sesuai Kearsipan Nasional
dengan Peraturan Bidang
Kearsipan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

114

Jumlah Pencipta Arsip 1 instansi 4 instansi, Program 12.628.000 11.021.200


Tingkat Pusat yang Penyelenggaraan
Mendapatkan Kearsipan Nasional

SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI PROGRAM ANGGARAN


STRATEGIS
PAGU REALISASI
Rekomendasi Persetujuan
Jadwal Retensi Arsip (JRA)

Jumlah Rekomendasi 1 rekomendasi 1 Rekomendasi Program 376.779.000 333.770.750


Penyelenggaraan Penyelenggaraan
Kearsipan pada Instansi Kearsipan Nasional
Pusat

Jumlah Pemerintah 11 provinsi, 11 provinsi Program 2.197.435.000 1.987.593.400


Prov./Kab./Kota yang Penyelenggaraan
Mendapatkan Pemahaman Kearsipan Nasional
UU No. 43 Tahun 2009
tentang Kearsipan

Jumlah Pemerintah Derah 33 provinsi 25 provinsi Program 3.048.25.000 2.768.457.100


yang Mendapatkan Penyelenggaraan
Kemampuan Teknis Kearsipan Nasional
Pengelolaan Arsip Asset
sesuai dengan Peraturan
Perundang-Undangan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

115

Jumlah Pencipta Arsip 20 prov/kab/kota 30 prov/kab/kota Program 144.625.000 142.117.500


Tingkat Provinsi dan Penyelenggaraan
Kabupaten/Kota yang Kearsipan Nasional
Mendapatkan
Rekomendasi Persetujuan
Jadwal Retensi Arsip (JRA)

SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI PROGRAM ANGGARAN


STRATEGIS
PAGU REALISASI
Jumlah Rekomendasi 6 rekomendasi 6 rekomendasi Program 541.266.000 278.984.500
Penyelenggaraan Penyelenggaraan
Kearsipan pada Kearsipan Nasional
Pemerintah Provinsi dan
Kab./Kota
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

116

Sasaran Strategis 2 Jumlah Lembaga dan Unit 5 Lembaga/Unit 5 Lembaga/Unit Program 52.410.000 47.283.800
Terwujudnya Kearsipan yang kearsipan kearsipan Penyelenggaraan
organisasi kearsipan Terakreditasi Kearsipan Nasional
yang profesional,
efektif dan efisien

Sasaran Strategis 3 Jumlah Arsiparis yang 90 Arsiparis 77 Arsiparis Program 513.186.000 510.963.900
Terwujudnya SDM Tersertifikasi Penyelenggaraan
Kearsipan yang Kearsipan Nasional
kompeten dan
profesional

Jumlah Arsiparis yang 535 Arsiparis 490 Arsiparis Program 743.310.000 738.348.000
Mendapat Bimbingan Penyelenggaraan
Kearsipan Nasional

Jumlah Peserta Diklat 65 Orang 65 Orang Program 458.600.000 409.371.100


Penciptaan Jabatan Penyelenggaraan
Fungsional Arsiparis Kearsipan Nasional
(Tingkat ahli dan trampil) Indonesia
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

117

SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI PROGRAM ANGGARAN


STRATEGIS
PAGU REALISASI
Jumlah Provinsi Penerima 32 Provinsi 26 Provinsi Program 4.800.000.000 4.624.873.650
Dana Dekonsentrasi Penyelenggaraan
Kearsipan Nasional
Indonesia

Jumlah Peserta Diklat 35 Orang 35 Orang Program 149.549.000 145.493.800


Sertifikasi SDM Penyelenggaraan
Kearsipan Nasional
Indonesia

Jumlah Peserta Diklat 468 orang 468 Orang Program 2.098.009.000 1.691.697.790
Teknis Kearsipan Penyelenggaraan
Kearsipan Nasional
Indonesia

Jumlah Bulan Layanan 12 Bulan 12 Bulan Program 91.882.000 60.149.500


Ketatausahaan Penyelenggaraan
Kearsipan Nasional
Indonesia
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

118

Sasaran Strategis 4 Jumlah Instansi yang Arsip 12 instansi 12 instansi Program 214.743.000 199.460.100
Terwujudnya efektivitas Diselamatkan (Arsip Penyelenggaraan
penyelamatan, Pemilu) Kearsipan Nasional
pelestarian, dan
kemudahan akses arsip
untuk kepentingan
pemanfaatan
pendayagunaan, dan
pelayanan publik

Jumlah Instansi yang 14 instansi 14 instansi Program 137.340.000 137.014.300


Arsipnya Diselamatkan Penyelenggaraan
(Arsip KIB) Kearsipan Nasional
Jumlah Arsip Hasil 200 berkas 200 berkas Program 341.384.000 333.098.100
Akuisisi Penyelenggaraan
Kearsipan Nasional

Jumlah Kaset Hasil 35 kaset 37 kaset Program 449.249.000 443.644.700


Wawancara Sejarah Lisan Penyelenggaraan
Kearsipan Nasional

Jumlah Guide Arsip 2 guide 2 Guide Program 501.560.000 489.553.60


Konvensional, Audio Penyelenggaraan
Visual, Elektronik, Kearsipan Nasional
Kartografi, dan
Kearsitekturan yang
Dibuat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

119

Lampiran 19

PENCAPAIAN KINERJA

ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

TAHUN ANGGARAN 2013

ANGGARAN
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KERJA TARGET REALISASI PROGRAM
PAGU REALISASI
Terwujudnya Persentase lembaga 10% 10% Penyelenggaraan 11.219.732.000 9.873.613.143
penyelenggaraan negara, pemerintah Kearsipan Nasional
pembinaan daerah
kearsipan nasional yang provinsi/kabupaten/kota
bermutu, terpadu, , BUMN, BUMD, dan
sistematis, dan lembaga kearsipan
komprehensif perguruan tinggi yang
telah menerapkan SIKD
dan SIKS dalam
pengelolaan arsip
dinamis dan statis
Terwujudnya organisasi Persentase Lembaga 9% 12% Penyelenggaraan 307.220.000 289.741.000
kearsipan yang Negara, BUMN, Kearsipan Nasional
proporsional, BUMD,
efektif dan efisien Perguruan Tinggi
Negeri
yang telah memiliki unit
kearsipan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

120

Terwujudnya SDM Persentase Arsiparis dan 100 102 Penyelenggaraan 1.605.966.000 1.559.178.600
Kearsipan SDM kearsipan yang Arsipar Kearsipan Nasional
yang kompeten dan telah is
profesional memiliki sertifikat
kompetensi dan
profesionalitas
Terwujudnya efektifitas Persentase arsip statis 40% 70% Penyelenggaraan 5.973.374.000 5.692.938.950
penyelamatan, lembaga negara dapat Kearsipan Nasional
pengolahandan pelestarian diselamatkan
Arsip/Dokumen Negara
secara Efektif dan
Terwujudnya Lembaga Jumlah 8 instansi 9 instansi Penyelenggaraan 16.606.000 15.615.100
Negara, pemerintah daerah Instansi/Lembaga Kearsipan Nasional
provinsi/kabupaten/kota, Negara per Tahun
BUMN, BUMD, dan Mendapatkan
Perguruan Tinggi Negeri Persetujuan
yang menerapkan Pemusnahan Arsip
pemusnahan arsip
Terwujudnya Hasil Kajian Persentase rekomendasi 8% 8% Program 1.800.800.000 1.733.803.300
Kearsipan Yang hasil pengkajian dan Penyelenggaraan
Berkualitas pengembangan Kearsipan Nasional
penyelenggaraan
kearsipan nasional yang
akan menjadi bahan
penyusunan NSPK
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

121

Terwujudnya peningkatan Sistem Informasi 9% 9% Program 1.950.867.000 1.833.432.400


mutu dan efektifitas Kearsipan Dinamis Penyelenggaraan
pengelolaan sistem (SIKD) Kearsipan Nasional
informasi kearsipan dan Sistem Kearsipan
Statis (SIKS) di seluruh
pencipta arsip tingkat
pusat, daerah, lembaga
kearsipan
provinsi/Kabupaten/Kot
a
dan lembaga kearsipan
perguruan tinggi
Terwujudnya peningkatan Persentase peningkatan 15% 18% Dukungan Manajemen 38.038.070.000 26.692.467.729
mutu perencanaan, pengunjung diorama dan
koordinasi dan sejarah perjalanan Pelaksanaan Tugas dan
pengendalian bangsa Tugas Teknis Lainnya
program serta tata kelola per tahun
administrasi dan
akuntabilitas kinerja yang
profesional, transparan
dan
akuntabel
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

122

Lampiran 20

PENCAPAIAN KINERJA

ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

TAHUN ANGGARAN 2014

Program Indikator Kinerja Indikator Kinerja Rencana Tingkat Capaian Realisasi Ket
Kegiatan (Target)
Penyelenggaraan Persentase pencipta arsip Input : Dana, SDM Rp2.208.296.000 Rp2.1.5.691.600

Kearsipan Nasional lembaga negara, lembaga Output: implementasi 50 instansi 35 instansi

kearsipan provinsi/kab/kota, SIKD

BUMN, dan lembaga

kearsipan

perguruan tinggi yang telah

menerapkan SIKD dan SIKS

dalam pengelolaan arsip

dinamis dan statis;

Persentase lembaga negara, Input : Dana, SDM Rp751.052.000 Rp725 ,341,000


PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

123

pemerintah daerah Output: 15 instansi 14 instansi

provinsi/kabupaten/kota,

BUMN, dan perguruan tinggi

negeri yang telah membuat

tata naskah dinas, klasifikasi

arsip, jadwal retensi arsip

(JRA)

serta sistem klasifikasi

keamanan dan akses arsip


Persentase arsip statis Input : Dana, SDM Rp1.519.172.000 Rp1.470.860.800

lembaga
Output: 25 instansi 40 instansi
negara yang dapat

diselamatkan

Jumlah instansi lembaga Input : Dana, SDM Rp609.372.000 Rp602.024.200

Negara yang mendapatkan


Output: 50 instansi 77 instansi
persetujuan pemusnahan

asip

Persentase data informasi Input : Dana, SDM Rp1.607.683.000 Rp1.560.649.200

arsip statis pada lembaga


Output: 11 simpul 20 simpul
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

124

kearsipan

provinsi/kabupaten/kota dan

perguruan tinggi dan arsip

dinamis pada pencipta

sudah terupload dalam

JIKN

Skor Lakip ANRI Input : Dana, SDM Rp1.542.170.000 Rp1.536.213.600

Output: 1 Laporan AKIP 1 Laporan AKIP

Opini Audit BPK atas Input : Dana, SDM Rp383.760.000 Rp364.434.600

Laporan
Output: 3 dokumen 3 dokumen
Keuangan

Persentase pemenuhan Input : Dana, SDM Rp2.580.500.000 Rp2.570.935.150


fasilitas
sarana dan prasarana Output: 100% 100%
kerja
ANRI dalam rangka
mendukung
Layanan Arsip
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

125

Lampian 21

125
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

126

Lampiran 22

126
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

127

Lampiran 23

127
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

128

Lampiran 24
Perka No 27 Tahun 2014

128
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

129

Lampiran 25

Surat Izin Penelitian

129