Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Rumah sakit umum biasanya merupakan fasilitas yang mudah

ditemui, dengan kapasitas rawat inap sangat besar untuk perawatan

intensif ataupun jangka panjang. RSIA Sitti khadijah 1 muhammadiyah

cabang Makassar merupakan salah satu rumah sakit umum yang berusaha

dengan optimal meningkatkan pelayanan.

Instalasi Radiologi, dalam hal ini diagnostik merupakan salah satu

penunjang medis di rumah sakit. Instalasi Radiologi di RSIA Sitti khadijah

1 muhammadiyah cabang Makassar adalah sebuah sub sistem dari rumah

sakit yang saling berhubungan dengan sub sistem lain yang ada di rumah

sakit. Pelayanan sub sistem Radiologi merupakan penunjang medis dalam

menegakkan diagnosa suatu penyakit.

Dalam sebuah sub sistem di rumah sakit, terutama Instalasi Radiologi

tentu sangat membutuhkan dan menggunakan barang-barang habis pakai

sebagai kebutuhan dalam pelayanan terhadap pasien. Oleh sebab itu, perlu

diketahui dan ditetapkan seberapa banyak barang-barang habis pakai yang

dibutuhkan Instalasi Radiologi di RSIA Sitti khadijah 1 muhammadiyah

cabang Makassar selama satu bulan dalam pelaksanaan pelayanan

terhadap pasien.

1
B. Rumusan Masalah

Bagaimana kebutuhan barang habis pakai di Instalasi Radiologi

RSIA Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah cabang Makassar?

C. Tujuan

Untuk mengetahui kebutuhan barang habis pakai di Instalasi

Radiologi RSIA Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah cabang Makassar.

D. Daftar bahan habis pakai di instalasi Radiologi RSIA Sitti Khadijah 1

Muhammadiyah cabang Makasar.

Kebutuhan Barang Medis Habis Pakai dalam 1 bulan :

No Nama Barang Jumlah Keterangan

1. Film X-ray Jumlah pemakaian


tidak menentu tiap
Ukuran : 35x35 Tidak menentu bulannya

2. Cairan developer 5 Liter Tergantung jumlah


pasien/bulan

3. Cairan Fixer 5 Liter Tergantung jumlah


pasien/bulan

E. Pembahasan

Dari data yang didapatkan penggunaan barang habis pakai di Instalasi

Radiologi RSIA Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah cabang Makassar adalah

sebagai berikut :

1. Penggantian cairan seperti developer dan fixer dilakukan kurang lebih

selama 3 bulan sekali.


2. Penggunakan film yang paling banyak digunakan dalam pemeriksaan

adalah film dengan ukukuran 35×35 cm.

3. Untuk kebutuhan hanscoon dan masker dalam periode ini tidak terlalu

banyak yang digunakan, karena hanya digunakan pada pemeriksaan

tertentu saja. Setelah selesai melakukan pemeriksaan biasanya

radiographer mencuci tangan dengan hand rub, sehingga dalam satu

bulan kurang lebih menghabiskan 1 botol.