Anda di halaman 1dari 112

LAPORAN ON JOB LEARNING (OJL)

PROGRAM SERTIFIKASI KEPALA LABORATORIUM IPA

DWI SETYOWATI, S.Si


UPT SMP NEGERI 1 PASIRIAN

LABORATORIUM IPA
UPT SMP NEGERI 1 PASIRIAN
LUMAJANG-JAWA TIMUR
2018

ii
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas berkat rahmat dan
hidayah-Nya, kami telah dapat meyelesaikan laporan OJL (On Job Learning) pada
Program Pendidkan dan Pelatihan kepala laboratorium IPA Angkatan ke-21.

On Job Learning ini diperlukan sebagai sarana untuk meningkatkan kami


dalam memahami keadaan laboratorium IPA di sekolah masing –masing dan
merupakan salah satu syarat kelulusan program diklat ini. Keberhasilan penyusunan
laporan On Job Learning tidak lepas dari bantuan, dorongan dan bimbingan dari
berbagai pihak, sehingga kami mengucapkan terima kasih kepada:

1. Dosen pembimbing dari Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta


yang telah membimbing kami dalam diklat kepala laboratorium IPA ini.
2. Panitia Pelaksana Diklat Kepala Laboratorium IPA Universitas Islam Negeri
Sunan Kalijaga tahun 2018 yang telah melayani kami dengan baik demi
lancarnya pelaksanaan diklat kepala laboratorium IPA ini.
3. Kepala UPT SMPN 1 Pasirian, dan Tim Laboratorium IPA yang telah
membantu kami untuk pelaksanaan program diklat kepala laboratorium ini.
4. Teman – teman peserta diklat laboratorium IPA Universitas Islam Negeri
Sunan Kalijaga yang telah membantu penyelesaian laporan On Job Learning ini
5. semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu

Atas segala bantuan, partisipasinya, semoga menjadi amal sholeh dan


mendapat balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Kami
mohon maaf atas segala keterbatasan, apabila dalam melaksanakan OJL ini kurang
memuaskan, dan juga dalam penyusunan Laporan Akhir Kegiatan ini. Saran dan
kritikan yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi perbaikan kegiatan
selanjutnya. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua, terima kasih.

Lumajang, Desember 2018

Penyusun

iii
DAFTAR ISI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ……………………………………………...…………… 1

1.2 Tujuan OJL ……………………………………………...…………… 1

1.3 Manfaat OJL ……………………………………………...…………… 2

BAB II

PROFIL LABORATORIUM

2.1 Profil Sekolah ……………………………………………...…………… 3

2.2 Struktur Pengelola Laboratorium ……....……………………………...…………… 6

2.3 Kondisi Laboratorium ……………………………………………...…………… 8

2.4 Sarana dan Prasarana Laboratorium ....…………………………...…………… 9

BAB III

STRATEGI PENGEMBANGAN

3.1 Analisis SWOT Laboratorium …....……………………………...…………. 10

3.2 Visi, Misi,Tujuan dan Sasaran PengembanganLaboratorium …...………… 11

3.3 Roadmap PengembanganLaboratorium ………………………...………… 12

BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan …....……………………………...………..... 15

4.2 Saran …....……………………………...………..... 15

DAFTAR PUSTAKA …....……………………………...………… 17

LAMPIRAN-LAMPIRAN PENDUKUNG …………………...………… 18

iv
LAMPIRAN-LAMPIRAN PENDUKUNG Halaman

Lampiran 1 : Foto ruang Laboratorium Sekolah/Sekolah peserta ...………… 18

Lampiran 2 : Tugas-tugas dari Nara sumber .................................………… 33

Lampiran 3 : Laporan Praktikum/LembarKerja Praktikum yang dilaksanakan

diLaboratoriumTerpadu Fakultas Sains dan Teknologi

UIN Sunan Kalijaga .............................................………… 43

Lampiran 4 : SOP Laboratorium Sekolah/Sekolah peserta ...............………… 53

Lampiran5 : Foto Kegiatan pelatihan ................................................................. 65

Lampiran 6 : Contoh Modul Praktikum IPA yang pernah dipakai untuk Praktikum

semester Gasal 2018/2019 .......................................................... 69

v
ABSTRAK/RINGKASAN

Perkembangan sains dan teknologi pada Abad 21 ini mengalami perkembangan


yang sangat pesat, pendidik sebagai pelaku pendidikan di sekolah juga harus dapat dan
mampu mengkuti perkembangan sains tersebut. Sebagai upaya peningkatan mutu sekolah
khususnya dalam pelayanan yang prima serta pengelolaan laboratorium yang memenuhi
standar maka harus dilakukan perkembangan didalamnya yang berkaitan dengan sarana dan
prasarana serta sumber daya manusia yang berkualitas dibidangnya. Maka UPT SMPN 1
Pasirian berupaya untuk memenuhi standar kualitas PTK yaitu dengan penugasan guru
secara mandiri untuk mengikuti diklat kepala laboratorium IPA yang nantinya
diharapkan mampu mengelola laboratorium dengan baik, sehingga pelayanan prima kepada
warga sekolah terutama pembelajaran IPA yang berbasis laboratorium dapat terlaksana
secara optimal.

On Job Learning ini merupakan salah satu tugas untuk dikerjakan dan
diselesaikan dalam memenuhi tugas sebagai peserta diklat kepala laboratorium IPA
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga ,Yogyakarta. On Job Learning berisi kondisi
dan kelengkapan laboratorium IPA di sekolah masing-masing peserta diklat kepala
laboratorium IPA.

On Job Learning juga berisi laporan profil sekolah, kondisi laboratorim, struktur
organisasi, kegiatan laborat, analisis SWOT, dan Roadmap pengembangan laboratorium dan
data pendukung lainnya.

Peningkatan mutu pendidikan dan pemerataan kesempatan belajar pada jenjang


pendidikan dasar dan menengah dapat dicapai apabila didukung oleh sarana dan
prasarana yang memadahi. Seiring dengan upaya tersebut pemerintah mengupayakan
peningkatan pelayanan dibidang akses dan mutu pendidik

vi
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perkembangan Sains dan Teknologi pada Abad 21 berkembang dengan cepat,
seiring dengan perkembangan tersebut dunia pendidikan ikut ambil bagian dengan
mengambil langkah-langkah pasti yakni, penyesuaian kurikulum agar dapat selaras dengan
kebutuhan abad 21 yaitu kurikulum 2013 untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama.
Pembelajaran IPA pada kurikulum 2013 selain mengutamakan aspek kognitif juga
mengutamakan aspek ketrampilan dan sikap. Ketrampilan dan sikap dapat dibentuk melalui
pembelajaran berbasis praktikum yang nantinya akan mengembangkan ketrampilan proses
sains serta sikap sikap ilmiah. Demi mendukung keberhasilan proses pembelajaran maka
diperlukan suatu standar yang dapat dijadikan sebagai patokan dasar pengembangan
laboratorium. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Republik Indonesia
Nomor 26 tahun 2008 pasal 1 dan 2, mengatur tentang Standar kualifikasi Tenaga
Laboratorium Sekolah atau Madrasah mencakup kepala laboratorium sekolah atau
Madrasah, teknisi laboratorium sekolah atau Madrasah, dan laboran sekolah atau
Madrasah. Sedangkan permendiknas Nomor 24 tahun 2007 mengatur tentang standar Sarana
dan Prasarana yang harus dimiliki oleh tiap jenjang satuan pendidikan.
Laboratorium IPA adalah suatu tempat atau ruang untuk praktik dan pengembangan
kemampuan dibidang IPA. Sehubungan dengan itu perlu adanya pengelolaan yang tertata
dengan baik dan terukur serta adanya pengembangan fungsi laboratorium dengan maksimal.
Untuk itu perlu disiapkan sumber daya manusia yang mumpuni untuk mengelola
laboratorium IPA disetiap sekolah salah satu cara yaitu dengan diadakan diklat pengelolaan
laboratorium yang berstandar.
On Job Learning ini sebagai salah satu cara untuk meningkatkan pemahaman dan
ketrampilan peserta diklat dalam pengelolaan laboratorium IPA di setiap sekolah
peserta.

1.2 Tujuan OJL


On Job Learning (OJL) bertujuan untuk;
a. Meningkatkan pengenalan dan ketrampilan dasar dalam pengunaan alat dan
bahan laboratorium IPA setiap peserta diklat.
1
b. Meningkatkan pemahaman tentang sarana dan prasarana laboratorium IPA setipa
peserta diklat.
c. Meningkatkan pemahaman tentang bagaimana mengembangkan fungsi
laboratorium IPA secara maksimal
d. Sebagai bukti fisik terhadap keterlaksanaan kegiatan on the job learning bagi
peserta diklat calon kepala laboratorium IPA di sekolah atau Sekolah.
e. Pembuatan inventaris bagi keterlaksanan on the job learning serta
permasalahan dan kendala yang dihadapi selama pelaksanaan.

1.3 Manfaat OJL


Manfaat bagi peserta diklat :
a. Menambah pengalaman baru penggunaan alat dan bahan laboratorium IPA
b. Menambah wawasan pengembangan ke depan laboratorium IPA
c. Menambah ketrampilan penggunaan alat dan bahan laboratorium IPA dalam
peningkatan ketrampilan mengajar mata pelajaran IPA.
d. Mengenal lebih jauh kondisi laboratorium IPA di seklah masing-masing.

Manfaat bagi sekolah :


Meningkatkan sumber daya manusia pengelolan laboratorium IPA sehingga dapat
memajukan kualitas proses pembelajaran di sekolah

2
BAB II
PROFIL LABORATORIUM
2.1 Profil Sekolah
PROFIL SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
NPSN : 20521419

A. 1. Nama Sekolah : UPT SMP Negeri 1 Pasirian


2. Kategori Sekolah : Negeri
3. Nomor Statistik Sekolah (NSS) : 201052104005
4. Status Sekolah : Terakreditasi A
5. Terakreditasi : -
6. Alamat (Jalan/Kec./Kab./Kota) : Jl.Raya.No.03 Pasirian Kec. Pasirian Kab. Lumajang
7. Nama yayasan (Swasta) : -
8. Alamat Yayasan : -
9. Tahun didirikan/izin Operasional : 1978/15 September 1978 (SK Mendikbud No.
6299/O/1978)
10.Nomor Rekening sekolah : 0432033392
11.Kepala Sekolah :
a. Nama : Drs. Waniran, MPd.
b. NIP : 19620706 199601 1 001
No. Telp./HP : 0334-571144
12.status Tanah : Hak Pakai
a. Luas Tanah : 13.720 m2
b. Luas Bangunan : 2.780 m2
B. DATA SISWA

Jumlah
Jml Kelas VII Kelas VIII Kelas IX
Pendftr (VII+VIII+IX)
Tahun
Pelajaran (Calon Jml
Jml Jml Jml
Siswa Jml Jml Siswa
Siswa Rombel
Baru) Siswa Siswa
Rombel Rombel Rombel

2016/2017 389 288 9 288 9 288 9 858 27


2017/2018 403 288 9 288 9 288 9 858 27
2018/2019 354 288 9 288 9 288 9 858 27

C. DATA RUANG KELAS


Jumla Kondisi Ukuran
h
Baik R. Ringan R. Sedang R. Berat 7x9 <63 M2 >63 M2 R. Lainnya*)
M2
Ruang 27 11 14 19 8 Lab IPA
Kelas
Bangku 858 400 400 58
*) Ruang lain Dipakai Kelas

3
D. DATA RUANG DAN SARANA PRASARANA YANG DIMILIKI

Ukura Kondisi Kelengkapan Sarana


n (m2) JM
Jenis Ruang R. Ada
L R.Rin- R. Ada Tdk
Baik Sedan tdk
gan Berat Lkp ada
g lkp

1. Perpustakaan 15 x 8 1 - - - - 1 - -

13.50 2
2. Lab. IPA 2 2 - - -
x9

3. Lab. Bahasa 15 x 8 1 1 - - - - - 1

- - - - - -- - - -
4. R. Multimedia
5. Kantor 3x8 1 1 - - - - 1 -

6. R. Guru 9 x 15 1 1 - - - - 1 1

7. KM/WC 1,5 x 2 14 7 - *) Kurang

8. Pagar ada *) Tembok

9. R. UKS 1 1

10. R. Satgas 1 1

11. R. Adiwiyata 1 1

12. Tempat Cuci


14 1
Tangan

Kesen
13 Alat peraga IPS IPA Mat Orkes
ian

*)Lingkari/coret yang sudah dipunyai

E. DAYA / JASA
LISTRIK AIR TELP INTERNET
Sumur
9000 watt Ada ada
+PDAM

F. GURU
Jenis Guru Jumlah Keterangan

Guru Tetap(PNS/Yayasan) 33 Org. PNS

Guru Tidak Tetap/guru bantu 8 Org. GTT

Tenaga Kependidikan 11 Org. PN : 2 Org. PTT : 9 Org.

4
SITE PLAN

SMP NEGERI 1 PASIRIAN

KM KM KM
Kopsis Kantin

UKS R.
Lab
LAB. IPA KURIKU
IPA LUM
Lab Bahasa

LAPANGAN OLAH RAGA


BK

AULA
osis
TAMAN
PERPU
STAKA
AN

R.
SATGA
S 2
R. lantai
Ruang
ADIWI
YATAA
Guru

tu ks

MUSHOLA

TAMAN

RAYAJURUSAN LUM  
KETERANGAN
UTARA
 Ruang Belajar

5
2.2 Struktur Pengelola Laboratorium
STRUKTUR ORGANISASI
LABORATORIUM IPA
UPT SMP NEGERI 1 PASIRIAN
2018-2019

Kepala UPT SMP Negeri 1 Pasirian


Drs. Waniran, M.Pd

Ur. Kurikulum Kepala Laboratorium IPA Ur. Sarpras


Dra. Yayuk Puji Prihatin Dwi Setyowati, S.Si Drs. Ali Ansori

Laboran
Nunik Indahwati

Guru Fisika
Guru Biologi
Hj. Endang Tri Nurhajati
Agus Turbandono, S.Pd
Edy Suwarno, S.Pd, MM
Suhartini, S.Pd

PRAKTIKAN SISWA

JOB DESKRIPSI LABORATORIUM IPA


1. Kepala Sekolah:
Tugas-tugas kepala sekolah:
a. Memberi tugas kepada penanggung jawab teknis laboratorium IPA,
penanggungjawab mata pelajaran ( fisika, biologi, kimia)
b. Memberikan bimbingan, motivasi, pemantauan, dan evaluasi kepada petugas-petugas
laboratorium
c. Memberikan motivasi kepada guru-guru IPA dalam hal kegiatan laboratorium IPA
6
d. Menyediakan dana keperluan operasional laboratorium

2. Laboran Laboratorium
Tugas Penanggung jawab teknis laboratorium:
a. Bertanggungjawab atas kelengkapan administrasi laboratorium
b. Bertanggungjawab atas kelancaran kegiatan laboratorium
c. Mengusulkan kepada kepala sekolah tentang pengadaan alat/bahan laboratorium
d. Bertanggung jawab tentang kebersihan, penyimpanan, perawatan, dan perbaikan alat

3. Koordinator/kepala Laboratorium
Tugas Kepala laboratorium
1. Mengkoordinasikan guru mata pelajarn IPA (Fisika,biologi, kimia)
2. Perencanaan pengadaan alat dan bahan laboratorium
3. Menyusun jadwal dan tata tertib penggunaan laboratorium
4. Mengatur penyimpanan dan daftar alat-alat laboratorium
5. Mengatur penyimpanan dan daftar alat-alat laboratorium
6. Memelihara dan perbaikan alat-alat laboratorium
7. Inventarisasi dan pengadministrasian peminjaman alat-alat laboratorium
8. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan laboratorium

4. Tugas Urusan Kurikulum


Tugas Urusan Kurikulum
1. Mengatur pembagian tugas guru dan tugas tambahan terkait dengan Mata pelajaran
IPA dan kepala laboratorium IPA
2. Menetapkan standar minimal pelayanan dan proses pembelajaran IPA melalui KKM
terutama pada dimensi ketrampilan (kinerja)
5. Tugas Urusan Sarana dan Prasarana
Tugas urusan sarana dan prasarana
1. Merencanakan pengadaan, pemeliharaan sarana dan prasarana laboratorium
2. Berkoordinasi dengan kepala Laboratorium dalam pemenuhan kebutuhan minimal
laboratorium IPA.
6. Tugas Guru IPA
Tugas Guru IPA

7
1. Mempersiapkan lembar kerja praktikum
2. Melalporkan kegiatan praktikum pada jurnal
3. Melaporkan kejadian pada praktikum (alat, bahan rusak atau kecelakaan kerja)
4. Membimbing dan mengawasi praktikan
7. Praktikan peserta didik
Tugas praktikan
1. Memperhatikan arahan guru
2. Menyiapkan alat dan bahan sesuai dengan kegiatan praktikum
3. Menaati tata tertib laboratorium

2.3 Kondisi Laboratorium


Kondisi Laboratorium IPA UPT SMPN 1 Pasirian yang memiliki sarana dan
prasarana yang baik serta manajemen yang cukup baik, namun demikian selalu
melakukan perbaikan di semua aspek dengan harapan menjadi sebuah
Laboratorium IPA yang representatif dan mampu melayani praktikan sesuai dengan
standar dasar yang wajib diperoleh dalam pembelajaran IPA.
2.3.1 Kondisi ruang dan bangunan
Ruang Laboratorium

Para Pengguna Laboratorium komputer kondisi dan situasi serta tata ruang
Laboratorium komputer yang sesuai dengan standar K3 dan nyaman akan dapat
menunjang kesenangan dan kenyamanan untuk belajar di ruang Laboratorium.

Laboratorium IPA UPT SMPN 1 Pasirian memiliki ruang dengan luas 8 x 9 = 72 M2,
Lokasi Laboratorium komputer diantara dengan ruang kelas

2.3.2 Bangunan Laboratorium komputer

Untuk memperlancar penyelenggaraan kegiatan, Laboratorium IPA SMPN 1


Pasirian telah ditunjang oleh beberapa fasilitas yang cukup sehingga pelayanan kepada
para peserta didik dan guru sudah dapat diberikan meskipun belum secara cukup juga.

8
Adapun bangunan Laboratorium komputer dengan kondisi sebagai

Ruangan
berikut : : 1 Ruang

: 81 m2
Luas ruangan : 72 m2
Kapasitas pengguna : 40 orang

2.4. SARANA PRASARANA

Adapun sarana dan prasarana laboratorium IPA SMP Negeri 1 Pasirian terdiri atas
bangungan dan peralatan adalah sebagai berikut :
a. Bangungan
Bangunan laboratorium IPA SMP Negeri 1 Pasirian menggunakan ruang

laboratorium yang terdiri atas satu ruang dengan luas ruang 72 m 2.


b. Peralatan

No Jenis Peralatan Jumlah Kondisi


1. Komputer guru 1 Baik
2. Printer 1 Baik
3. Layar Proyektor 1 Baik
4. LCD 1 Baik
5. Papan Tulis 1 Baik
6. Meja Guru 1 Baik
7. Kursi guru 2 Baik
8. Meja Praktik 10 Baik
9. Kursi Praktik 40 Baik

9
BAB III
STRATEGI PENGEMBANGAN

3.1 Analisis SWOT Laboratorium


3.1.1 Kekuatan

1. Laboratorium IPA sudah terdapat sarana dan prasarana yang sudah melebihi batas
minimal kebutuhan suatu laboratorium IPA.
2. Layanan pembelajaran sains berbasis praktikum sudah diterapkan
3. Laboratorium IPA sudah memiliki tenaga guru IPA yang mengelola laboratorium
sesuai dengan kualifikasi yang ditetapkan
4. Sarana dan prasarana yang ada Di Laboratorium IPA sudah diupayakan memenuhi
standart sarana dan prasarana.

3.1.2 Kelemahan

1. Laboratorium IPA belum memiliki ruang persiapan yang representatif,


2. Laboratorium IPA yang ada belum dimanfaatkan secara maksimal, karena kurang
siapnya sumber daya manusia dalam menggunakan, memanfaatkan laboratorium dalam
pembelajarannya
2. Belum ada tenaga laboran yang memang benar-benar ahli dibidang pengelolaan
laboratorium karena tenaga laboran di laboratorium IPA belum mempunyai kompetensi
di bidang pengelolaan laboratorium dan berkualifikasi SMA.
3. Susunan organisasi sudah ada tenaga sebagai penanggung jawab teknis sehingga apabila
terjadi kecelakaan dan kerusakan peralatan tidak ada yang menanggungnya serta
memperbaikinya namun belum mempunyai kompetensi yang memenuhi standar
tenaga teknis.
4. Sarana prasana belum memadai, seperti belum memilki AC/kipas angin, almari bahan
maupun peralatan, meja komputer, buku pendukung kegiatan praktikum, buku referensi
dan lain-lain

10
3.1.3 Peluang

1. Sudah memiliki laboratorium IPA, sehingga bisa mendapat dukungan dari dinas
pendidikan dalam bentuk penambahan DAK peralatan IPA.
2. Adanya dana BOS sebagai dana operasional untuk menunjang pemenuhan
kebutuhan laboratorium IPA.
3. Keberadaan laboratorium semakin dibutuhkan dalam proses pembelajaran IPA.

3.1.4 Tantangan

1. Semakin majunya dunia global yang bersaing dalam hal peningkatan teknologi serta
pengembangan dunia usaha yang berbasiskan teknologi tinggi hendaknya sekolah ini
mampu menciptakan output yang telah berbekal penguasaan teori dan
ketrampilan dalam praktik sehingga mempunyai penguasaan dalam sains dan menguasai
penerapan kemajuan teknologi dizaman sekarang.
1. Besarnya biaya yang diperlukan untuk menyiapkan sarana prasarana seperti, ruang,
peralatan lab, dan materi pengajaran menimbulkan ketimpangan atau tidak semua
madrasah mampu menyediakan fasilitas pembelajaran teknologi informasi yang
semakin marak di masa sekarang ini.
2. Sarana prasana belum memadai, seperti belum memilki AC/kipas angin, almari, buku
penunjang praktikum, dan lain-lain. Untuk itu diperlukan kerja keras dan kerjasama
dengan berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

3.2 Visi dan Misi dan Tujuan Pengembangan Laboratorium

VISI SEKOLAH

”TERWUJUDNYA INSAN YANG BERKARAKTER, CERDAS, BERPRESTASI,


BERDAYA SAING, BERWAWASAN LINGKUNGAN DAN BERIMTAQ”

11
Visi Laboratorium

“ Terwujudnya Insan yang Berkarakter Berbudaya dan Literat Sains yang kompeten dengan
mengedepankan aspek wawasan lingkungan dan pembangunan yang berkelanjutan”

Misi

1. Mewujudkan rencana kerja dan pengembangan laboratorium yang integratif dengan


aspek wawasan lingkungan.
2. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran sikap ilmiah sebagai pola pikir dalam rangka
mencegah, mengendalikan dan mengurangi pencemaran lingkungan
3. Meningkatkan ketrampilan proses sains siswa dalam penggunaan alat dan bahan
laboratorium IPA.
4. Meningkatkan ketrampilan siswa untuk memiliki sikap ilmiah, berpikir kritis dan kreatif,
pemecahan masalah, komunikasi dan kolaboratif.

Tujuan

1. Meningkatkan fungsi dan peran laboratorium IPA dalam mendukung pencapaian tujuan
pendidikan nasional melalui proses pembelajaran IPA di laboratorium IPA.
2. Meningkatkan proses pembelajaran sains (IPA) yang efektif dan efisien melalui
kegiatan diskusi, praktikum dan penelitian di laboratorium IPA.

Tujuan umum untuk meningkatkan pengelolaan layanan laboratorium bagi


peserta didik di sekolah guna menunjang kelancaran PBM di kelas berdasarkan
kurikulum yang diterapkan disekolah agar sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai oleh
sekolah dan membekali lulusan dengan ketrampilan proses sains yang memadai.

3.3 Roadmap Pengembangan Laboratorium Komputer


Dalam rangka menumbuh kembangkan minat belajar dikalangan peserta didik dapat
ditumbuhkan melalui pembelajaran berbasis masalah atau proyek dalam laboratorium IPA
yang menyenangkan bagi para penggunanya, untuk itu perlu adanya pengembangan

12
laboratorium IPA. Berdasarkan kekurangan yang ada di laboratorium IPA akan
diupayakan untuk dilakukan pengembangan laboratorium IPA agar lebih maju dan
menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta didik.
Sebagai lembaga pendidikan terpercaya dari masyarakat, UPT SMP Negeri 1
Pasirian dituntut untuk terus mengembangkan potensinya. Salah satu poin peningkatan
mutu lembaga ini adalah melalui kegiatan pengemabangan laboratorium IPA yang menjadi
tulang punggung mata pelajaran sains, baik fisika, kimia maupun biologi. Melalui
pengembangan laboratorium ini diharapkan sarana laboratorium semakin lengkap sehingga
proses kegaitan belajar sains akan semakin mudah dan menarik untuk dipelajari. Adapun
pokok-pokok pengembangan laboratorium meliputi :

1. Penataan kembali ruang laboratorium


2. Inventarisasi alat dan bahan
3. Penyusunan daftar pengusulan alat / bahan laboratorium
4. Melaksanakan kegiatan praktikum
5. Pengadministrasian hasil praktikum
6. Mengikuti kegiatan-kegiatan ilmiah (pelatihan, seminar dan lain lain)

13
PROGRAM PENGEMBANGAN LABORATORIUM IPA
UPT SMP NEGERI 1 PASIRIAN
TAHUN 2019 (Semester Genap 2018/2019-Semester Ganjil 2019/2020)

Penanggung Sumber
No Jenis Kegiatan Tujuan Langkah-langlah Waktu
jawab Dana
1 2 3 4 5 6 7
1. Penataan ruang Terciptanya ruang -Menyusun jadwal Kepala Lab. Juli- BOS
lab. lab yang bersih, piket IPA Agustus
indah dan alat serta -Mensosialisasi- 2018
bahan diletakkan kan kepada petugas
sesuai klasifikasi- -Melaksanakan
nya program
-Evaluasi
Tindak lanjut

2. Inventarisasi alat Tercatat semua alat -Pengumpulan alat Kepala Lab. Juli- -
dan bahan dan bahan yang dan bahan IPA Agustus
dimiliki lab. -Pengadministra 2018
sian
-Evaluasi
Tindak lanjut

3. Penyusunan Tersusunnya daftar -Pencatatan alat Kepala Lab. Oktober BOS


daftar pengusulan alat dan dan bahan IPA 2018
pengusulan alat bahan lab. hilang/rusak
dan bahan -Pengadministra
sian
-Pengusulan alat
dan bahan habis
pakai

4. Melaksanakan Terlaksananya -Menyusun jadwal Guru bidang Tahun BOS


kegiatan kegiatan praktikum -Persiapan praktek studi 2019
praktikum sesuai kompetensi -Praktek
-Evaluasi

1 2 3 4 5 6 7
5. Administrasi Tercatatnya hasil -Pengumpulan Kepala Lab. Sepanjang Bos
hasil praktikum praktikum sesuai - IPA tahun
kompetensi Pengadministrasian 2019
-Tindak lanjut

6. Mengikuti Mengikuti kegiatan -Pendaftaran Kepala Insidental B


kegiatan ilmiah ilmiah dan -Kegiatan Sekolah
menerapkan dalam -Tindak lanjut
kegiatan lab.

14
BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil pelaksanan kegiatan on the job learning calon kepala


laboratorium IPA yang dilaksanakan di UPT SMPN 1 Pasirian, maka diperoleh
kesimpulan sebagai berikut:
1. Kegiatan on the job learning bagi calon kepala laboratorium setelah mengikuti kegiatan
diklat (in service learning I) merupakan hal yang sangat penting, Karena dengan
adanya kegiatan ini setiap materi yang telah didapatkan dalam diklat dapat secara langsung
diterapkan oleh para peserta.
2. Kegiatan on the job learning juga dapat dijadikan sebagai bukti keterlaksanaan
kegiatan pendampingan satelah kegiatan diklat dilakukan.
3. On Job Learning diadakan untuk meningkatkan pemahaman tentang fungsi dan peran
laboratorium Komputer dalam mendukung proses pembelajaran beberapa mapel di sekolah
4. Dalam kegiatan on the job learning para peserta calon kepala laboratorium IPA
diajarkan untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik sehingga setelah menjadi kepala
laboratorium sungguh-sungguh dapat bekerja dengan baik dan professional.
5. Program Peningkatan mutu sarana dan prasarana pendidikan perlu didukung oleh semua
pihak terutama dari pemerintah dan masyarakat. Semoga Program Peningkatan mutu sarana
dan prasarana pendidikan khususnya dan semua pada umumnya dapat terus dilanjutkan
pada tahun-tahun yang akan datang.

4.2 Saran

1. Pada dasarnya kegiatan on the job learning ini adalah kegiatan yang sangat bermanfaat
bagi para pesarta diklat calon kepala laboratorium, oleh sebab itu semoga dalam kegiatan
selanjutnya pelaksanaan on the job learning ini dilakukaan dengan jangka waktu yang
lebih panjang lagi serta lebih banyak waktu pendampingan yang diberikan oleh
pendamping agar kendala-kendala yang dihadapi selama kegiatan on the job learning lebih
cepat diatasi

15
2. Program Sertifikasi Kepala laboratorium agar bisa dilanjutkan lagi pada tahun- tahun
yang akan datang agar percepatan dan peningkatan mutu layana pendidikan.

3. Kepada semua pihak yang terkait, mulai dari guru, tata usaha, masyarakat, dan pemegang
kebijakan diseyogyakan untuk menjalankan Program Peningkatan mutu sarana dan
prasarana pendidikan ini dengan sepenuh hati, penuh kesadaran dan semangat mutu dan
kualitas pendidikan.

4.3 Penutup

Demikianlah Laporan ini kami susun sebagai tugas akhir kegiatan, untuk bisa
diterima sebagai laporan kegiatan/tugas akhir. Dan semoga laporan ini dapat dijadikan
bahan pembelajaran acuan untuk kegiatan pengembangan laboratorium, kegiatan diklat dan
OJL selanjutnya.

Kami menyadari sepenuhnya, karena keterbasan kami, sehingga kami belum dapat
menyajikan laporan ini dengan dengan sebaik-baiknya, dan apabila ada kesalahan dalam
tata tulis dan tata bahasa untuk itu mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saran, kritikan
yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan kegiatan ini.

Akhirnya dengan penuh harapan dan doa, Semoga Allah SWT senantiasa
memberikan bimbingan, rahmat dan karunianya kepada kita semuanya untuk terus
meningkatakan mutu pendidikan guna membangun bangsa menuju bangsa dan Negara
yang maju, adil, makmur merata sejahtera, Aamiin.

16
DAFTAR PUSTAKA

Sani, R.A. 2018. Pengelolaan Laboratorium IPA Sekolah. Jakarta : Bumi aksara
Tim penyusun Modul. 2017. Modul Pelatihan kepala Laboratorium. Yogyakarta : Lab. Terpadu
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

17
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1 : Foto ruang Laboratorium Sekolah/Sekolah peserta

Gambar 1. Ruang lab IPA

18
Gambar 2. Ruang Laboran IPA disamping laboratorium IPA

Gambar 3. Ruang Persiapan yang dipenuhi KIT IPA karena keterbatasan lemari penyimpanan

19
Gambar 4. KIT IPA Optik dan Hidrostatika panas yang telah melebihi kebutuhan minimal
laboratorium namun minim digunakan dalam praktikum

Gambar 5. KIT Listrik Magnet dan Mekanika, serta kabel-kabel yang belum memiliki tempat
penyimpanan yang layak.

20
Gambar 6. Peralatan IPA dengan tempat penyimpanan yang minim

Gambar 7. Peralatan mikroskop cahaya

21
Gambar 8. Lemari penyimpanan lakmus, preparat, kertas saring, mikrometer sekrup dan jangka
sorong

Gambar 9. Lemari penyimpanan mortar dan plat tetes

22
Gambar 10. Penyimpanan bahan habis pakai dari kaca

Gambar 11. Penyimpanan stopwatch, kompas, cermin lipat.

23
KEGIATAN PEMBELAJARAN DI LABORATORIUM IPA

Gambar 1. Pemanfaatan Laboratorium IPA untuk praktikum uji makanan Vit C Kelas
VIIIH Tapel 2014-2015. Pengampu : Dwi Setyowati

Gambar 2a Gambar 2b

Gambar 2 a dan b. Pemanfaatan Laboratorium IPA untuk praktikum uji makanan Vit C
Kelas VIIIH Tapel 2014-2015. Pengampu : Dwi Setyowati

24
Gambar 3. Penggunaan Bahan Alam dari lingkungan sekolah untuk praktikum Asam-
Basa Kelas VII. Laboratorium dipakai untuk kegiatan dan praktikum dilaksanakan di
kelas. Pengampu : Dwi Setyowati

Gambar 4. Uji Vitamin C pada berbagai macam jus. Kelas VIII-I semester gasal 2018-
2019. Pengampu : Dwi Setyowati

25
Gambar 5. Praktikum kunci determinasi Invertebrata dengan hewan asli. Kelas VII-H tahun
pelajaran 2017-2018 semester ganjil. Pengampu : Dwi Setyowati

Gambar5. Praktikum pembuatan Herbarium kering. Kelas VII-E Tahun pelajaran 2016-2017
semester ganjil. Pengampu : Dwi Setyowati

26
Gambar 8. Praktikum Asam Basa kelas VII-I. Tahun pelajaran 2016-2017 semester ganjil.
Pengampu : Dwi Setyowati

.
Gambar 9. Proyek model sel kelas VII-I tahun 2016-2017 semester genap. Pengampu : Dwi
Setyowati

27
Gambar 10. Hasil pengamatan sel epidermis Rhoeo discolor. Semester genap 2017-2018 kelas
VII-I. Pengampu : Dwi Setyowati

Gambar 11. Hasil pengamatan transportasi pada tumbuhan


Kelas VIII-G Semester genap 2017-2018. Pengampu : Dwi Setyowati

28
.

Gambar 12. Pengamatan percobaan dampak pencemaran air terhadap organisme air. Kelas VII-I
semester genap tahun pelajaran 2017-2018. Pengampu : Dwi setyowati

Gambar 13. Pengamatan kepadatan populasi dengan menggunakan kuadrat yang dibuat sendiri.
Kelas VII-I semester genap 2017-2018. Pengampu : Dwi setyowati

29
Gambar 14. Pengamatan struktur organ tumbuhan akar, batang daun, di ruangan kelas karena
laboratorium digunakan untuk UKS. Kelas VIII-I semester gasal 2018-2019. Pengampu : Dwi
setyowati

Gambar 15. Pengujian bahan makanan dengan uji iodin, biuret dan benedict. Kelas VIII-I
semester gasal 2018-2019. Pengampu : Dwi setyowati

30
Gambar 16. Pengujian glukosa dengan reagen benedict. Kelas VIII-I semester gasal 2018-2019.
Pengampu : Dwi setyowati

Gambar 17. Percobaan Ingenhousz di tempat terbuka. Kelas VII-H semester gasal 2018-2019.
Pengampu :Dwi Setyowati

31
Gambar 17. Praktikum sinar istimewa cermin cekung kelas VIII-G semester genap tahun
pelajaran 2016-2017. Pengampu : Dwi Setyowati.

32
Lampiran 2 : Tugas-tugas dari Nara sumber

Gambar 1. Tugas administrasi Lab. IPA dengan narasumber A. Wijayanto

33
Gambar 2. Tugas pembuatan Organisasi Lab dan SOP

34
Gambar 3. Tugas pembuatan Organisasi Lab dan SOP

35
Gambar 4. Tugas pembuatan Organisasi Lab dan SOP

36
Gambar 5. Tugas pembuatan Organisasi Lab dan SOP

37
Gambar 4. Tugas Konsep Manajemen Lab IPA oleh Bapak Widodo

Gambar 5. Studi kasus leadership oleh Ibu Susy

38
Gamb ar6 .

Gambar 6. Tugas team Building oleh Bu Maya R.

39
Gambar 7. Tugas materi K3

40
Gambar 8. Tugas pembuatan modul praktikum IPA

41
Gambar 9. Simulasi team building.

42
Lampiran 3 : Laporan Praktikum/LembarKerja Praktikum yang dilaksanakan

diLaboratoriumTerpadu Fakultas Sains dan Teknologi

UIN Sunan Kalijaga

Gambar 1. Hasil pengamatan Praktikum Biologi

43
Gambar referensi stomata Rhoeo discolor
Sumber : https://plantstomata.wordpress.com/2017/12/11/stomatal-structure-and-physiology/

Gambar referensi : pembelahan zigot katak


Sumber : http://de-fairest.blogspot.com/2016/07/tahap-embrio-pertumbuhan-dan.html

44
Praktikum Kimia Uji Vitamin C pada Vitacimin

Gambar 1. Hasil Perhitungan kadar vitamin C pada vitacimin

45
Praktikum Kimia
Standarisasi Iodium untuk Uji Vitamin C

Gambar 2. Alat dan bahan untuk kegiatan praktikum stadarisasi Iodium kelompok 2

46
Gambar 3. Hasil Perhitungan standarisasi Iodin dan kadar vitamin C pada vitacimin

47
Gambar 4. Hasil perhitungan kadar vitamin C pada jus lemon

48
Praktikum Fisika

Gambar 1. Hasil percobaan gelombang stasioner

49
Gambar 2. Hasil perhitungan frekuensi sumber bunyi pada percobaan gelombang stasioner

50
Gambar 3. Hasil percobaan dan perhitungan cepat rambat suara di udara pada percobaan
resonansi bunyi

51
Gambar 4. Hasil percobaan Hukum Boyle

52
Lampiran 4 : SOP Laboratorium Sekolah/Sekolah peserta

LABORATORIUM IPA
SMP Negeri 1 Pasirian
TATA TERTIB
GURU PRAKTIK

1. Berilah penjelasan kepada praktikan sehingga praktikan mau menghayati tata tertib
laboratorium IPA bagi praktikan (peserta praktikum) .
2. Awasilah praktikan yang sedang melaksanakan kegiatan di Laboratorium IPA
3. Berusahakah agar praktikan penuh disiplin.
4. Siapkanlah alat dan bahan yang akan dipakai untuk kegiatan.
5. Berikanlah penjelasan setiap alat yang masih asing, mudah rusak, dan bahan berbahaya bagi
praktikan.
6. Beritahukanlah pada praktikan pengunaan alat listrik.
7. Usahakanlah agar laboratorium IPA tetap bersih, tertib, rapih dan nyaman untuk kegiatan.
8. Etiket pada botol harus benar dan jelas.
9. Berilah peringatan, petunjuk, dan larangan agar kegiatan berhasil sesuai tujuan.
10. Alat pemadam kebakaran harus selalu siap pakai.
11. Kotak P3K selalu tersedia dan terawat, dan guru harus mampu menggunakan isi kotak P3K
itu.
12. Matikanlah semua lampu yang tidak digunakan, apabila akan meninggalkan
Laboratorium.IPA
13. Guru harus mengatur suasana kegiatan dalam laboratoraium IPA dinamis, tidak gaduh, dan
tertib.
14. Usahakan agar laboratorium IPA digunakan sesuai dengan jadwal, dan seefisien mungkin.
15. Guru bertanggung jawab atas keberesan dan kebersihan, tidak merugikan pemakai yang
lain.
16. Menuliskan catatan penting tentang kegiatan yang sudah dilaksanakan pada buku kegiatan
harian laboratorium IPA yang tersedia.

Pasirian, 17 Juli 2018


Mengetahui
Kepala SMP Negeri 1 Pasirian Penjab Lab. IPA,

Drs. Waniran, M.Pd Dwi Setyowati, S.Si


NIP.19620706 199601 1 001 NIP.19821206 200903 2 008

53
LABORATORIUM IPA
SMP Negeri 1 Pasirian
TATA TERTIB PRAKTIKAN

1. Praktikan wajib datang tepat waktu.


2. Praktikan tidak diperkenankan masuk ke ruang Laboratorium tanpa seizin guru.
3. Praktikan diperkenankan masuk ke ruang Laboratorium setelah semua peralatan siap dan
dalam kondisi layak digunakan.
4. Praktikan yang terlambat kurang dari 15 menit diperkenankan memasuki Laboratorium
setelah mendapat izin dari guru.
5. Praktikan yang terlambat kurang dari 15 menit tidak diperkenankan memasuki
Laboratorium (kecuali alasan tertentu).
6. Praktikan tidak diperkenankan membawa makanan/ minuman ke ruang Laboratorium,
kecuali untuk praktikum.
7. Praktikan tidak diperkenankan membawa alat-alat/ bahan praktikum ke luar ruangan
Laboratorium tanpa seijin guru.
8. Dilarang mencorat-coret bangku/ ruang laboratorium.
9. Alat-alat/ bahan praktikum harus digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaan atau
sesuai anjuran guru.
10. Dalam melakukan praktikum, hendaknya digunakan bahan yang secukupnya.
11. Jika dalam praktikum Praktikan merusakkan/ memecahkan alat, maka yang bersangkutan
wajib menggantinya.
12. Jika dalam praktikum terjadi kecelakaan (kena pecahan kaca, terbakar, tertusuk, tertelan
bahan kimia) harap segera melapor kepada guru.
13. Dilarang mencicipi/ memakan sesuatu dalam praktikum kalau guru tidak menyuruh untuk
melakukannya.
14. Bertanyalah pada guru apabila kurang paham tentang praktikum yang akan dilaksanakan.
15. Label/ etiket bahan yang rusak/ hilang harap segera dilaporkan kepada guru.
16. Jagalah kebersihan dan buanglah sampah pada tempatnya.
17. Jagalah bermain-main selama praktikum berlangsung.
18. Setelah selesai praktikum, alat-alat/ bahan hendaknya dikembalikan ke tempat semula dalam
keadaan lengkap, bersih dan siap pakai.
19. Cuci tangan setelah praktikum berakhir.
20. Sebelum meninggalkan ruang Laboratorium, meja praktikum harus dalam keadaan bersih,
kursi diletakkan diatas meja, kran air dan gas ditutup rapat, kontak listrik dicabut.
Pasirian, 17 Juli 2018
Mengetahui
Kepala SMP Negeri 1 Pasirian Penjab Lab. IPA,

Drs. Waniran, M.Pd Dwi Setyowati, S.Si


NIP.19620706 199601 1 001 NIP.19821206 200903 2 008

54
LABORATORIUM IPA
SMP Negeri 1 Pasirian
PETUNJUK
KESELAMATAN KERJA

1. Selalu menggunakan pakaian pelindung laboratorum (jas laboratorium) yang sesuai.


2. Pakailah kacamata pelindung setiap kerja di laboratorium.
3. Pakailah sepatu tertutup bukan sepatu sandal. Hindari menggunakan hak sepatu tinggi.
4. Tidak boleh makan dan minum selama bekerja di laboratorium
5. Selalu mencuci tangan dan lengan dengan sabun dan air sebelum meninggalkan area kerja.
Hal ini berlaku bahkan jika anda memakai sarung tangan.
6. Kenali letak dan penggunaan alat P3K dan alat pemadam kebakaran.
7. Selalu mengetahui bahaya yang terkait dengan bahan yang digunakan dalam laboratorium.
8. Anggaplah semua bahan kimia berbahaya, jangan mencicipi tanpa ijin dari guru
pendamping.
9. Gunakan alat dan bahan yang berbahaya hanya untuk tujuan yang dimaksudkan.
10. Jika bahan kimia mengenai mata, cuci dengan air bersih yang banyak dan laporkan
kejadiannya kepada guru pendamping.
11. Jangan langsung membaui uap atau gas, tepiskan sedikit demi sedikit sampai gas ke hidung
anda.
12. Setiap reaksi yang melibatkan bahan kimia yang berbahaya atau yang berbau tidak sedap
dilakukan dengan menggunakan masker.
13. Jangan arahkan tabung reaksi yang sedang dipanaskan ke muka anda atau kearah teman,
karena isi tabung dapat menyembur
14. Bila menyisipkan pipa kaca atau thermometer ke dalam gabus, lumasi batang dan lubang
gabus dengan glisrol atau air. Lindungi tangan anda dengan lap dan putar masuk alat kaca
ke dalam gabus. Agar tidak pecah kedudukan tangan tidak boleh berjauhan.
15. Pelarut seperti alkohol, aseton dan khususnya eter sangat mudah terbakar, jangan
meletakkan bahan-bahan ini di dekat nyala api.
16. Jangan hisap pipet kimia menggunakan mulut anda saat memindahkan larutan. Sebaliknya
anda harus selalu menggunakan bola pipet untuk menghisap larutan
17. Jauhkan peralatan kembali dari tepi bangku laboratorium untuk mencegah tumpahan.
18. Jangan kerjakan percobaan yang tidak dijadwalkan.
19. Perhatikan setiap peringatan khusus yang terdapat pada setiap percobaan
20. Jika ada alat yang pecah, segera kumpulkan pecahannya dan beri tahu guru pendamping.
21. Laporkan setiap kecelakaan sekecil apapun pada guru pendamping. Untuk luka ringan
balutlah dengan plester, bila kulit anda tersentuh benda panas siramlah dengan air dingin
untuk mengatasi rasa nyeri, jangan olesi dengan minyak. Untuk kecelakaan yang lebih
berat hubungi paramedis.

Pasirian, 17 Juli 2018


Mengetahui
Kepala SMP Negeri 1 Pasirian Penjab Lab. IPA,

Drs. Waniran, M.Pd Dwi Setyowati, S.Si


NIP.19620706 199601 1 001 NIP.19821206 200903 2 008

55
LABORATORIUM IPA
SMP Negeri 1 Pasirian
Standard operasional prosedur
(SOP)

1. TUJUAN
Prosedur ini dibuat untuk kegiatan praktikum di laboratorium.

2. FUNGSI
2.1. Memperlancar kegiatan di laboratorium
2.2. Sebagai dasar hukum bila terjadi penyimpangan di laboratorium
2.3. Mengetahui dengan jelas hambatan-hambatan operasional sehingga mudah dilacak
2.4. Mengarahkan siswa untuk disiplin dalam bekerja
2.5. Sebagai pedoman untuk melaksanakan tugas.

3. RUANG LINGKUP
3.1 Mencakup semua aktivitas laboratorium kebijakan atau aturan administrasi
operasional teknis peralatan.
3..2 Prosedur ini berlaku untuk kegiatan praktikum rutin, penggunaan alat untuk
penelitian siswa.

4. PROSEDUR
a. Sebelum praktikum
- Guru memesan/menyiapkan alat dan bahan yang sesuai
- Siswa memasuki laboratorium dengan sepatu dilepas
- Siswa dan guru memakai jas laboratorium
- Menempati tempat duduk sesuai dengan kelompoknya
- Guru bertanya tentang topik yang akan dipraktikkan hari ini
- Guru memberikan ringkasan materi yang berkaitan dengan praktikum
- Guru memberi penjelasan penggunaan alat
- Guru memberi peringatan tentang alat/bahan yang mungkin berbahaya
Sehingga siswa harus berhati-hati dan melaporkan kejadian yang tidak terduga.

b. Selama praktikum
- Siswa mengambil alat dan bahan di meja yang telah disiapkan oleh guru
- Siswa membaca prosedur percobaan/pengamatan
- Siswa melakukan percobaan/pengamatan
- Siswa melakukan pengamatan
- Siswa mencatat hasil percobaan/pengamatan
- Siswa berdiskusi tentang percobaan/pengamatan
- Siswa membuat laporan percobaan/pengamatan dalam kelompok
- Guru bertindak sebagai fasilitator

c. Setelah praktikum
- Siswa membersihkan, merapikan dan mengembalikan alat dan bahan praktikum

56
- Siswa presentasi kelompok secara perwakilan
- Siswa dari kelompok lain menanggapi presentasi tersebut
- Siswa bersama-sama guru membuat simpulan
- Siswa mengumpulkan laporan kelompok.
- Guru memberi penguatan

Pasirian, 17 Juli 2018


Mengetahui
Kepala SMP Negeri 1 Pasirian Penjab Lab. IPA,

Drs. Waniran, M.Pd Dwi Setyowati, S.Si


NIP.19620706 199601 1 001 NIP.19821206 200903 2 008

57
LABORATORIUM IPA
SMP Negeri 1 Pasirian
Standard operasional prosedur
(SOP) MIKROSKOP
Fungsi : Mengamati objek preparat secara mikroskopis
Cara kerja :
1. Tempat kerja obyek diposisikan agar lebih
nyaman sehingga lensa okuler mikroskop
terletak tepat setinggi mata.
2. Periksa kebersihan mikroskop dari kaca
lensa obyektif dan lensa okuler
3. Atur posisi kondensor sehingga sesuai
dengan sumber cahaya agar sinar yang
dibutuhkan sesuai, agar sinar yang
masuk ke lensa obyektif kuat dan
sebanyak mungkin, maka letakkan
setinggi mungkin. Keadaan sebaliknya
akan terjadi bila kondensor letaknya di
bawah.

4. Atur cahaya yang masuk ke lapangan pandang maksimal dan terfokus.


5. Letakkan preparat yang akan diamati pada meja benda mikroskop.
6. Mula-mula digunakan lensa obyektif dengan pembesaran kecil.
7. Fokuskan sediaan, mula-mula dengan makrometer dan kemudian diperjelas
dengan micrometer.
8. Sesudah didapatkan arean yang akan diamati, lensa obyektif pembesaran
kecil diganti dengan lensa obyektif yang sesuai, apabila digunakan dengan
lensa obyektif pembesaran 100x digunakan minyak emersi.
9. Setelahditeteskan minya emersi 1 tets pada sediaan putar makrometer sampai
tampak bayangan samar-saar,untuk mendapat bayangan yang jelas diputar
micrometer.
10. Setelah memakai mikroskop lensa obyektif yang digunakan dibersihkan
dengan kertas lensa atau kapas yang dibasahi dengan sedikit alcohol 70%,
juga dapat digunakan untuk melarutkan minyak emersi.
11. Selanjutnya alcohol 70% yang menempel pada lensa dibersihkan dengan
kertas lensa keing, sebab alcohol yang berlebihan akan melarutkan bahan
perekat lensa.

58
LABORATORIUM IPA
SMP Negeri 1 Pasirian
Standard operasional prosedur
(SOP) NERACA OHAUSS
Fungsi : mengukur massa benda dengan ketelitian 0,1 gr

Cara kerja :
1. Lakukan kalibrasi terhadap neraca yang akan digunakan untuk mengukur
dengan cara memutar sekrup yang berada di samping atas piringan neraca
ke kiri atau ke kanan posisi dua garis pada neraca sejajar.
2. Letakkan benda yang akan diukur massanya.
3. Geser skalanya dimulai dari skala yang besar, baru gunakan skala yang keil.
Jika panahnya sudah berada di titik setimbang 0 dan jika 2 garis sejajar
sudah seimbang maka baru memulai membaca hasil pengukurannya.
4. Bacalah skala yang ditunjukkan oleh anting pemberat pada masing-masing
skala. Hasil pengukuran dinyatakan dengan persamaan :
5. Hasil pengukuran = penjumlangan dari lengan I dan lengan II.
6. Setelah selesai melakukan pengukuran massa, ambil benda dari piringan
neraca.
7. Letakkan neraca pada tempat semula.
8. Jangan menukar bagian neraca dengan neraca lain yang bukan pasangannya

59
LABORATORIUM IPA
SMP Negeri 1 Pasirian
Standard operasional prosedur
(SOP) NERACA 3 LENGAN
Fungsi: mengukur massa benda dengan ketelitian 0,01 gr
Cara Kerja :
1. Lakukan kalibrasi
terhadap neraca yang
akan digunakan untuk
mengukur dengan cara
memutar sekrup yang
berada di samping atas
piringan neraca ke kiri
atau ke kanan posisi
dua garis pada neraca
sejajar.
2. Letakkan benda yang
akan diukur massanya.
3. Geser skalanya dimulai dari skala yang besar, baru gunakan skala
yang keil. Jika panahnya sudah berada di titik setimbang 0 dan jika
2 garis sejajar sudah seimbang maka baru memulai membaca hasil
pengukurannya.
4. Bacalah skala yang ditunjukkan oleh anting pemberat pada masing-
masing skala. Hasil pengukuran dinyatakan dengan persamaan :
5. Hasil pengukuran = penjumlangan dari lengan I+ lengan II + lengan
III.
6. Setelah selesai melakukan pengukuran massa, ambil benda dari
piringan neraca.
7. Letakkan neraca pada tempat semula.
8. Jangan menukar bagian neraca dengan neraca lain yang bukan
pasangannya.

60
LABORATORIUM IPA
SMP Negeri 1 Pasirian
Standard operasional prosedur
(SOP) MULTIMETER ANALOG
Fungsi : mengukur tegangan, arus dan hambatan listrik

A. Mengukur Tegangan DC
Cara Kerja :
1. Atur selector pada posisi DCV.
2. Pilih skala batas ukur berdasarkan
perkiraan besar tegangan yang akan
dicek, jika tegangan yang dicek skitar 12
V, maka atur posisi skala d batas ukur 50
V.
3. Untuk mengukur tegangan yang tidak
diketahui besarnya maka atur batas ukur
pada posisi tertinggi supaya multimeter
tidak rusak.
4. Hubungkan atau tempelkan probe
multimeter ke tiyik tegngan yang akan
dicek, probe warna merah pada posisi (+)
dan probe warna hitam pada titik (-) tidak
boleh terbalik.
5. Baca hasil ukur pada multimeter.

B. Mengukur tegangan AC
Cara kerja
1. Atur selector pada posisi ACV.
2. Pilih skala batas ukur berdasarkan perkiraan besar tegangan yang akan dicek,
jika tegangan yang dicek skitar 12 V, maka atur posisi skala d batas ukur 50
V.
3. Untuk mengukur tegangan yang tidak diketahui besarnya maka atur batas ukur
pada posisi tertinggi supaya multimeter tidak rusak.
4. Hubungkan atau tempelkan probe multimeter ke titik tegangan yang akan
dicek, probe boleh dipasang terbalik.
5. Baca hasil ukur pada multimeter.

61
C. Mengukur Arus
Cara kerja:
1. Atur selector pada posisi DCA
2. Pilih skala batas ukur berdasarkan perkiraan besar arus yang akan dicek, jika
arus yang dicek sekitar 100mA, maka atur posisi skala d batas ukur 250 mA
atau 500 mA.
3. Perhatikan dengan benar batas maksimal kuat arus yang mampu diukur oleh
multimeter karena jika melebihi batas maka fuse (sekring) pada multimeter
akan putus dan multimeter sementara tidak bias dipakai dan fuse atau sekring
harus diganti dulu.
4. Pemasangan probe multimeter tidak sama dengan saat pengukuran tegangan
DC dan Ac, karena mengukur arus berarti kita memutus salah satu hubungan
catu daya ke beban yang akan dicek arusnya, lalu menjadikan multimeter
sebagai penghubung.
5. Hubungkan probe multimeter merah pada output tegangan (+) catu daya dan
probe (-) pada input tegangan positif (+) dari beban / rangkaian yang akan
dicek pemakaian arusnya.
6. Baca hasil ukur pada multimeter.

D. Mengukur Hambatan Tetap


Cara kerja:
1. Ataur selector pada posisi ohm meter.
2. Pilih skala batas ukur berdasarkan nilai resistor yang akan diukur.
3. Batas ukur ohmmeter biasanya diawali dengan X artinya hasil penunjukkan
jarum nantinya dikalikan dengan angka pengali sesuai batas ukur.
4. Hubungkan kedua probe multimeter pada kedua ujung resistor boleh terbalik.
5. Baca hasil ukur pada multimeter, pastikan nilai penunjukan multimeter sama
dengan nilai yang ditujukkan oleh gelang warna resistor.

D. Mengukur Hambatan Variabel


Cara kerja:
1. Ataur selector pada posisi ohmmeter.
2. Pilih skala batas ukur berdasarkan nilai variable resistor (VR) yang akan
diukur.
3. Batas ukur ohmmeter biasanya diawali dengan X artinya hasil penunjukkan
jarum nantinya dikalikan dengan angka pengali sesuai batas ukur.
4. Hubungkan kedua probe multimeter pada kedua ujung resistor boleh terbalik.
5. Sambil membaca hasil ukur pada multimeter putar/ geser posisi resistor dan
pastikan penunjukkan jarum multimeter berubah sesuai dengan putaran VR.
Baca hasil ukur pada multimeter,

62
LABORATORIUM IPA
SMP Negeri 1 Pasirian
Standard operasional prosedur
(SOP) BASICMETER
Fungsi : dapat berfungsi sebagai Galvanometer, Ampere meter, dan Voltmeter;
hanya dapat digunakan untuk sumber arus searah (DC)
A. Sebagai Galvanometer
Cara Kerja :
1. Tanpa dihubungkan dengan shunt.
2. Gunakan batas ukur 100 µA dengan ketelitian 0,2 µA
3. Baca hasil pengukuran

B. Sebagai Amperemeter
Cara Kerja :
1. Hubungkan dengan shunt sebagai rangkaian pararel.
2. Letakkan shunt dibagian kiri basicmeter dan angka 0
pada shunt terletak di bawah.
3. Jika pada shunt tertulis A dibawah tulisan DC besar
berarti hasil pengukuran kuat arus DC dalam satuan
Ampere. Tetapi andai tertulis mA di bawah tulisan
DC berarti hasil pengukuran arus DC dalam satuan
miliAmpere.

4. Kutub negative rangkaian dihubungkan dengan angka 0 pada shunt, sedangkan


kutub positif dihubungkan dengan salah satu angka yang lain pada shunt.
Andaikata waktu penggunaan basicmeter sebagai amperemeter, rangkaian
dihubungkan dengan angka 0 dan 5 pada shunt maka batas ukur ampere meter
adalah 5A atau angka 50/100 pada skala basicmeter. Menandakan harga 5A.

C. Mengukur Volmeter
Cara kerja
1. Hubungkan basicmeter dengan multiplier secara seri.
2. Letakkan multiplier dibagian kiri basicmeter dan angka 0 pada multiplier
terletak di bawah.
3. Pada multiplier biasanya ada tulisan V di bawah tulisan DC yang berarti waktu
menggunakan multiplier ini hasil pengukuran beda potensial dalam satuan
Volt.
4. Waktu menggunakan basic sebagai voltmeter kutub negative rangkaian
dihubungkan dengan angka 0 pada multiplier dan kutub positif rangkaia
63
dihubungkan dengan angka 50 pada multiplier. Maka batas ukur voltmeter
adalah 50 V atau angka 50/100 pada basic meter menandakan harga 50 V.

64
Lampiran 5 : Foto Kegiatan pelatihan

Gambar 1. Kegiatan pembukaan diklat kepala Laboratorium Angkatan 21 Tanggal 17


Desember 2018 oleh Dekan IPA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Gambar 2. Paparan materi tentang permendiknas No. 26 tahun 2008 tentang standar tenaga

Laboratorium

65
Gambar 3. Paparan materi leadership oleh Bu Susy

Gambar 4. Paparan materi team building

66
Gambar 5. Kegiatan penutupan pelatihan

Gambar 6. Bersama dengan peserta lain daerah

67
Gambar 7. Kegiatan praktikum Kimia

Gambar 8. Praktikum pengenceran larutan Iodin

68
Lampiran 6. Contoh Modul Praktikum IPA yang pernah dipakai untuk Praktikum semester

Gasal 2018/2019

69
MODUL PRAKTIKUM IPA

KELAS VII

Disusun Oleh :

DWI SETYOWATI, S.Si


NIP. 19821206 200903 2 008

PEMERINTAH KABUPATEN LUMAJANG


DINAS PENDIDIKAN
SMP NEGERI 1 PASIRIAN
Jln Raya No. 3  (0334) 571144 Pasirian-Lumajang
Email : smpn1pasirian@ymail.com Website : www.smpn1pasirian.sch.id
2018

70
SEMESTER GASAL

71
Lembar Kerja Peserta Didik

Pengukuran Besaran Pokok dan Besaran Turunan

I. Tujuan

a. Melakukan pengukuran besaran pokok dan besaran turunan dengan


menggunakan alat ukur yang sesuai dan satuan standar
b. Menyajikan data hasil pengukuran benda beraturan dan tak beraturan yang ada
di
lingkungan sekolah dengan menggunakan satuan baku
II. Alat dan Bahan

-Lembaran daun
-neraca
-Pensil -jangka sorong
-Batu
-mikrometer sekrup
-Gelas ukur 100 ml -kertas berpetak
-Air

III. Langkah Kerja


1. Berdasarkan pengamatan terhadap lembar daun, pensil, batu, dan kotak
pensil kelompokkan besaran-besaran yang dapat diukur dan tidak dapat
diukur dengan melengkapi tabel dibawah ini! (mengklasifikasi)
Benda Besaran yang dapat diukur Besaran yang tidak dapat diukur
Pensil
Lembar

daun
Batu
Kotak
pensil
2. Diskusikan dengan temanmu, apakah besaran yang menurut kamu tidak dapat
diukur tersebut pada suatu saat nanti dapat diukur? (memprediksi)
72
3. Tentukan besarnya volume kotak pensil dengan terlebih dahulu menentukan
Panjang, Lebar, dan tinggi kotak dengan menggunakan mistar! Catatlah hasilnya
dalam tabel berikut ini. (Melakukan Pengukuran)

Panjang (cm) Lebar (cm) Tinggi (cm) Volume (cm3)


… … … …

4. Rancanglah penyelidikan untuk menentukan volume batu yang tidak beraturan


menggunakan gelas ukur, batu, dan air! (Merancang penyelidikan)
5. Rancanglah penyelidikan untuk menentukan massa jenis batu yang tidak
beraturan, sebelumnya jawablah pertanyaan berikut: (Merancang penyelidikan)
a. Berapakah massa batu jika diukur dengan mengunakan neraca?
b. Berapakah volume batu jika diukur dengan gelas ukur?
c. Massa jenis merupakan perbandingan antara ….. dengan …. suatu benda.
6. Buatlah tafsiran luas daun dengan menjiplak lembar daun pada kertas berpetak.
Untuk petak yang tidak utuh, jika petak yang menutupi bangun lebih dari
setengahnya, maka petak tersebut dihitung satu petak dan 1 kotak penuh luasnya

0,25 cm2, seperti contoh di bawah ini! (Memprediksi)

7. Buatlah laporan tertulis mengenai hasil kegiatan praktikum, kemudian


presentasikan laporan hasil praktikum tersebut di depan kelas.
(Mengomunikasikan)

IV. Evaluasi

Soal yang mengukur Keterampilan Interpretasi Data


1. Disajikan data hasil pengukuran suhu es yang dipanaskan hingga menjadi air

73
No Lama Pemanasan Suhu (oC)
(menit)
1 0 -5
2 1 -1
3 3 0
4 5 0
5 6 2

Grafik yang sesuai dengan data hasil pengukuran pada tabel adalah…

Suhu (0C) Suhu (0C)

0 0

Waktu Waktu (menit)


Suhu (0C) Suhu (0C)
(menit)

Waktu (menit)

0 0

A. Waktu (menit) B.

Soal yang mengukur Keterampilan Interpretasi Data


Waktu (menit)

2. Sebuah gelas berpancuran diisi air hingga batas pancuran, jika sebuah benda dicelupkan
pada gelas berpancuran tersebut volume air yang ditumpahkan pada gelas ukur adalah 50
74
ml, kemudian ditimbang massa gelas ukur + air adalah 350 g sedangkan massa gelas ukur
kosong adalah 200 gr. Maka massa jenis zat tersebut adalah…
a. 3 g/ml c. 5 g/ml
b. 4 g/ml d. 6 g/ml

Soal yang mengukur Keterampilan Mengaplikasikan Konsep


3. Anton diminta mengukur kedalaman kolam, namun dia hanya memiliki sebatang bambu
yang cukup panjang dan rol meter. Menurut kalian bagaimanakah cara yang dapat
dilakukan untuk mengukur kedalam kolam tersebut?

75
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

Materi : Klasifikasi Makhluk Hidup

Kelas / Semester :VII / I

Ayo Mengamati

Amati kelompok hewan di bawah ini!

Kelompok A

Kelompok B

1. Buatlah pertanyaan yang berkaitan dengan pengelompokan hewan di atas!

2. Kemukakan pendapatmu mengenai pengelompokkan hewan di atas!

76
Ayo Mencoba Mengelompokkan Tumbuhan

1. Siapkan beberapa jenis tumbuhan yang akan di amati, misalnya kacang panjang,
kacang tanah, pakis, lumut, padi, jagung, bayam, dan kelapa sawit dari akar (bila
memungkinkan), batang, daun dan biji
2. Amati cirri-ciri dari tumbuhan-tumbuhan tersebut. Cirri yang di amati dapat meliputi
bentuk akar, batang, daun, dan bijinya, cara reproduksinya, tempat hidupnya dan atau
cirri-ciri lainnya
3. Kelompokkan tumbuhan-tumbuhan tersebut menjadi dua kelompok yang memiliki
cirri berlawanan dengan menuliskan perbedaan yang mendasari pengelompokkan
tersebut
4. Identifikasi kembali cirri-ciri tumbuhan pada masing-masing kelompok

5. Bagilah tumbuhan pada masing-masing kelompok menjadi dua kelompok yang


memiliki cirri berlawanan pula, tuliskan perbedaan yang mendasarinya
6. Lakukan kegiatan no 4 dan 5 sampai masing-masing kelompok berisi satu jenis
tumbuhan saja.
7. Tuliskan hasil pengamatanmu dalam bagan di bawah ini
(Catatan: Bagan dapat disesuaikan dengan kebutuhan)

Tidak Berspora
……………

77
Bagan yang kamu buat disebut bagan dikotomi.atau kunci dikotomi

8. Carilah informasi tentang kunci dikotomi dan kunci determinasi!

9. Dari kunci dikotomi yang telah kamu buat, susunlah kunci determinasi sederhana
pada kolom di bawah ini!

78
10. Salinlah kunci dikotomi dan kunci determinasi yang telah kamu buat pada karton
yang disediakan!
11. Presentasikan hasil kerjamu di depan kelas!

EVALUASI

1. Langkah-langkah apa saja yang dilakukan dalam mengklasifikasi makhluk hidup

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………..

2. Apakah hubungan antara kunci dikotomi dengan kunci determinasi

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………

79
LEMBAR KERJA SISWA
Perpindahan Kalor

Tujuan :

Menentukan jenis perpindahan kalor

Kalor berpindah dari benda yang bersuhu lebih tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah.
Kalor berpindah melalui tiga cara, yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi.
Jawablah pertanyaan berikut dengan hipotesis awalmu!
Apakah setiap benda dapat menghantarkan kalor? ………………………………
Apa yang menentukan cepat tidaknya kalor merambat? ………………………...
Mari kita lakukan percobaan berikut.

Alat dan Bahan :

- gelas beker
- sendok logam, sendok plastik, sendok kayu (memiliki panjang yang sama atau hampir
sama)
- batang logam dengan panjang +25 cm
- pembakar spirtus
- kaki tiga
- air panas
- mentega/plastisin
- paku payung (3 buah)
- serbuk gergaji
- dudukan kayu untuk bohlam
- bohlam bening dan bohlam hitam
- lilin dan korek api
- termometer
- stopwatch

Langkah kerja :

80
A. Konduksi

1. Tempelkan paku payung pada ujung pegangan setiap sendok dengan menggunakan
mentega/plastisin
2. Berdirikan ketiga sendok dalam gelas beker dengan bagian pegangan di atas.

3. Tuangkan air panas ke dalam gelas beker.

Paku payung pada sendok manakah yang terjatuh paling dahulu?


Mengapa demikian?

4. Buat 3 bulatan plastisin/mentega. Tempelkan 3 bulatan tersebut pada batang logam


dengan posisi berbeda.
5. Nyalakan pembakar spirtus, letakkan salah satu ujung batang logam di atas api.

Plastisin pada titik manakah yang paling dahulu meleleh?


Mengapa?

Urutan jatuhnya paku payung :

1) Sendok ………………….

81
2) Sendok ………………….

3) Sendok ………………….

Urutan melelehnya plastisin/mentega :

1) …………………………..

2) …………………………..

3) …………………………..

B. Konveksi

1. Isi gelas beker dengan air. Masukkan serbuk gergaji.

2. Panaskan gelas beker di atas pembakar spirtus dan kakitiga. Perhatikan posisi
pembakar spirtus adalah tidak tepat di tengah gelas beker, tetapi agak di pinggir.
(lihat gambar).
3. Tunggu hingga air mulai panas, amati yang terjadi dan catat dalam tabel.

Menurut perkiraannmu, apa yang akan


terjadi pada serbuk gergaji?

Hasil pengamatan :

…………………………………………………………………………………………………

C. Radiasi

1. Siapkan dudukan bohlam. Masukkan termometer dengan posisi sensor di atas,


rapatkan dengan plastisin.
2. Pasang bohlam bening, rapatkan bagian bawahnya dengan plastisin.
82
3. Nyalakan lilin dan pasang di sisi kiri dan kanan bohlam. Tunggu selama 10 menit,
lalu baca suhu termometer. Catat pada tabel.
4. Ulangi langkah 1-3 untuk bohlam hitam

Coba perkirakan, apakah suhu bohlam bening dan bohlam hitam setelah
diletakkan lilin akan mengalami kenaikan yang sama

83
Bohlam Suhu mula-mula Suhu akhir
Bohlam bening
Bohlam hitam

Jawab pertanyaan-pertanyaan berikut!

a) Konduksi

1. Sendok berbahan apakah yang paling baik menghantarkan kalor? Mengapa?


…………………………………………………………………………………………..
2. Mengapa plastisin pada batang logam yang tidak dipanaskan secara langsung di atas
api dapat meleleh?
…………………………………………………………………………………………..

3. Mengapa plastisin pada batang logam tidak meleleh secara bersamaan?

…………………………………………………………………………………………..

4. Berdasarkan hasil pengamatanmu, tuliskan ciri perambatan kalor secara konduksi!

…………………………………………………………………………………………..

5. Berilah ciri yang kamu amati, berikan 3 contoh perambatan kalor secara konduksi.

………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………….
b) Konveksi

1. Apa yang terjadi pada serbuk gergaji yang berada tepat di atas nyala api?

……………………………………………………………………………………

2. Apa yang terjadi pada serbuk gergaji yang berada di sisi yang jauh dari nyala api?

……………………………………………………………………………………

84
3. Jika serbuk gergaji dianggap mewakili partikel-partikel air, menurutmu apa yang
terjadi pada air ketika dipanaskan?
……………………………………………………………………………………

4. Berdasarkan hasil pengamatan, tuliskan ciri perambatan kalor secara konveksi!

……………………………………………………………………………………

5. Berilah ciri yang kamu amati, berikan 3 contoh perambatan kalor secara konveksi.

………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………….

c) Radiasi

1. Mengapa kedua bohlam mengalami kenaikan suhu padahal tidak secara langsung
mengenai api?
………………………………………………………………………………………

2. Apa tujuan pemberian plastisin pada bagian ujung-ujung bohlam?

……………………………………………………………………………………

3. Bohlam manakah yang lebih cepat menerima kalor?

………………………………………………………………………………..

4. Tuliskan ciri perambatan kalor secara radiasi!

…………………………………………………………………………………………..

5. Berilah ciri yang kamu amati, berikan 3 contoh perambatan kalor secara radiasi.

………………………………………………………………………………………….

………………………………………………………………………………………….

85
Kesimpulan :

…………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………………

86
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Pengaruh Warna Cahaya terhadap Laju Fotosintesis

I. Kompetensi Inti (KI)


KI 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan,
mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis,
membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari
di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

II. Kompetensi Dasar


4.5. Menyajikan hasil percobaan tentang perubahan bentuk energi, termasuk
fotosintesis.

III. Indikator
Menyajikan hasil pengamatan, inferensi, dan mengomunikasikan hasil.

IV. Tujuan

1. Peserta didik mampu merangkai alat dan bahan percobaan fotosintesis.

2. Peserta didik mampu mengamati jumlah gelembung oksigen yang dihasilkan


saat percobaan fotosintesis.
3. Peserta didik mampu membuat laporan percobaan fotosistesis.

4. Peserta didik mampu mengkomunikasikan hasil percobaan fotosistesis

V. Alat dan Bahan


1). Gelas beker 1000 ml 2). Corong kaca 3). Tabung reaks

4). Kawat 5). Cutter 6). Termometer

7). Tanaman air (Hydrilla sp.) 8). Air kolam 9). Larutan NaHCO

10). Plastik jilid warna; merah, hijau, kuning dan biru

VI. Langkah-Langkah Kegiatan


. 1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan

2. Rancanglah sungkup dari setiap warna plastik agar dapat menutup beaker gelas,
87
jangan lupa dibuat lubang untuk memasang corong kaca.

4. Masukkan air ke dalam beaker gelas sampai garis maksimal jangan sampai penuh

3. Masukkan Hidrilla dengan ukuran panjang yang sama pada setiap gelas beaker

4. Tutup dengan corong gelas. Agar dapat berdiri tegak, beri potongan kawat yang
menyangga pada gelas beaker.

5. Letakkan ke-4 gelas beaker pada daerah yang terkena cahaya matahari langsung

6. Pasangkan sungkup plastik jilid warna; merah, hijau, kuning dan biru pada
pada masing-masing gelas beaker.

7. Untuk mengamati laju fotosintesis, gunakan petunjuk (indikator) keluarnya


gelembung oksigen. Jika gelembung oksigen banyak berarti laju fotosintesis
tinggi

8. Setelah dijemur selama 30 menit, amati gelembung oksigen pada ke-4


gelas beaker tersebut.

9. Sajikan laporan jumlah gelembung setiap warna dalam tabel pengamatan


(bentuk tabel sesuai kreatifitas kelompok)

10. Perhatikan tabel panjang gelombang berikut:

Berdasarkan data tabel diatas, buatlah grafik hubungan warna (median


panjang gelombang) dengan laju fotosintesis (jumlah gelembung oksigen)

11. Buat kesimpulan dari percobaan yang telah dilakukan.

12. Pamerkan hasil karya kelompok masing-masing (Window shooping)

88
PENILAIAN

Kerjakan soal-soal pilihan ganda berikut ini dengan membubuhkan tanda


silang (X) pada pilihan jawaban yang tepat! Kerjakanlah dengan jujur!
Yakinlah pada kemampuan Anda!

1. Tumbuhan memasak makanan melalui peristiwa


A. Difusi B. osmosis C. fotosintesis D. sintesis
2. Fungsi jaringan tiang/palisade pada daun adalah sebagai tempat....
A. menyimpan amilum C. terjadinya fotosintesis
B. pertukaran gas CO2 dengan O2 D. pengangkutan/tranportasi
3. Yang tidak diperlukan untuk proses fotosintesis adalah…
A. air B. oksigen C. karbon dioksida D. sinar matahari

Untuk menjawab soal nomor 4 dan 5, Perhatikan gambar percobaan fotosintesis di bawah ini !

4. Kegiatan nomor (3) bertujuan untuk ....


A. mematikan sel-sel daun C. melarutkan klorofil
B. memperjelas warna daun D. melarutkan amilum
5. Warna hitam pada nomor (4) menunjukkan bahwa fotosintesis ....
A. memerlukan CO2 C. menghasilkan amlum
B. memerlukan air D. menghasilkan oksigen
6. Perhatikan gambar percobaan fotosintesis berikut ini!
Gelembung-gelembung gas yang ada di dalam tabung reaksi
seperti yang tampak pada gambar di samping menunjukkan
bahwa pada proses fotosintesis menghasilkan ….
A. amilum C. CO2
B. O2 D. H2O
7. Reaksi gelap pada fotosintesis dinamakan demikian karena…
A. tidak dapat berlangsung siang hari

89
B. berlangsung di tempat gelap
C. memerlukan energi cahaya
D. proses yang belum dapat dijelaskan
8. Perhatikan data hasil percobaan pengaruh warna cahaya terhadap laju
fotosintesis berikut;
HOTS kesimpulan percobaan dari data hasil eksperimen

90
SEMESTER GENAP

91
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

INTERAKSI MAKHLUK HIDUP

I. Kompetensi Dasar :

3.7.Menganalisis interaksi antara mahluk hidup dan lingkungannya serta dinamika


populasi akibat interaksi tersebut.

II. Indikator :

Menganalisis komponen penyusun ekosistem

III. Tujuan pembelajaran :

Siswa mampu menyebutkan komponen-komponen penyusun ekosistem dan mampu


menjelaskan hubungan antara komponen-komponen penyusun ekosistem

IV. Masalah/Hipotesis/variabel/Tabel pengamat/analisis :

Masalah : apakah faktor ekosistem dapat berlangsung tanpa


memperhatikan faktor boitik dan abiotik ?

Hipotesis : banyak terdapat komponen penyusun ekosistem biotik dan


abiotiK

V. Alat/Bahan :

- Kuadrat berukuran 50 cm × 50 cm.

- Kantong plastik

VI. Langkah Kerja

1. Lemparkan kuadrat secara acak pada lingkungan sekolah yang sudah ditentukan
baik di kebun, halaman, atau taman sekolah.

2. Catat semua komponen yang terdapat di dalam kuadrat pada tabel pengamatan.

92
3. Untuk makhluk hidup yang belum kamu ketahui nama jenisnya, masukkan
sampelnya ke dalam kantong plastik untuk diamati ciri-cirinya guna mengetahui
nama dan jenisnya. Ulangi langkah di atas pada tempat berbeda.

93
VII. Tabel Pengamatan

No. Nama Komponen Biotik Abiotik Keterangan


1 … ……………….. ………………. ……………. ………………
2 … …… ……………….. ……………. ………………
3 … …… ……………….. ……………. ………………
4 … …… ……………….. ……………. ………………
5 … …… ……………….. ……………. ………………

VIII. Kesimpulan :

1. …………….

2……………..

IX. Pertanyaan

1. Sebutkan nama lingkungan tempat kegiatan ini kamu lakukan.

2. Tuliskan benda hidup dan tak hidup di luar kuadrat yang masih berada
dalam lokasi kegiatan.

3. Dari hasil pengamatanmu, jenis individu dan populasi apa yang dapat
kamu temukan?

4. Tentukan jenis interaksi yang terjadi pada lingkungan di tempat kamu


melakukan kegiatan.

3
MODUL PRAKTIKUM IPA

SEMESTER GASAL 2018-2019

KELAS VIII

Disusun Oleh :

DWI SETYOWATI, S.Si


NIP. 19821206 200903 2 008

PEMERINTAH KABUPATEN LUMAJANG


DINAS PENDIDIKAN
SMP NEGERI 1 PASIRIAN
Jln Raya No. 3  (0334) 571144 Pasirian-Lumajang
Email : smpn1pasirian@ymail.com Website : www.smpn1pasirian.sch.id
2018

4
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
UJI KANDUNGAN ZAT MAKANAN

A. Kompetensi Dasar:
4.5 Menyajikan hasil penyelidikan tentang pencernaan mekanis dan kimiawi

B. Tujuan :
1. Mengidentifikasi kandungan Glukosa dalam bahan makanan
2. Mengidentifikasi kandungan amilum dalam bahan makanan
3. Mengidentifikasi kandungan protein dalam bahan makanan. C.
Dasar Teori
Makanan adalah zat yang mengandung gizi dan dibutuhkan oleh makhluk hidup.
Makanan yang dibutuhkan manusia terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin,
mineral, dan air. Di antara ke enam bahan makanan tersebut, yang mengandung energi
adalah karbohidrat, protein, dan lemak.
Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi mauusia. Karbohidrat dibagi 3
golongan, yaitu :
1. Monosakarida
Moosakarida adalah karbohidrat yang tersusun dari satu gugusan gula.
Contohnya : glukosa, fruktosa, galaktosa.
2. Disakarida
Disakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari dua gugusan gula. Cotoh:
Skrosa, laktosa, dan maltosa
3. Polisakarida
Polisakarida adalah karbohidrst yang tersusun atas banyak gugusan gula,
Contoh Amylum, glikogen, inulin dan lain-lain.
Protein adalah senyawa komplek yang merupakan polimer dari asam amino yang
dihubungkan satu dengan yang lain dengan ikatanpeptida.
Lemak adalah senyawa kimia yang tidak larut air, disusun oleh atom-atom C (karbon),
H (hydrogen), O (oksigen),

Untuk menguji kandungan glukosa dapat dilakukan dengan menggunakan reagen


larutan Bennedict atau Fehling A dan Fehling B. Adanya glukosa ditandai dengan
timbulnya endapan berwarna merah bata. Untuk menguji kandungan amilum dapat diuji
5
menggunakan reagen lugol. Adanya amilum ditandai dengan timbulnya warna biru
tua.Untuk menguji protein dapat digunakan reagen Biuret A dan B. Adanya protein
ditandai dengan perubahan warna ungu.
D. Alat dan Bahan
1. Alat
a. Tabung reaksi
b. Pipet tetes
c. Mortar dan penumbuk
d. Penjepit tabung reaksi
e. Lampu spiritus
f. Pengaduk
g. Rak tabung reaksi
2. Bahan :
a. Larutan Bennedict
b. Larutan Biuret A dan B
c. Air
d. Laruta lugol
e. Nasi
f. Larutan gula g.
tahu
E. Cara kerja :
1. Uji Amilm

a. Tumbuk nasi sampai halus menggunakan mortar dan penumbuk.


b. Tambahkan sedikit air, lalu aduk sampai merata.
c. Masukkan ke dalam tabung reaksi
d. Teteskan 5-10 tetes larutan lugol.
e. Amati dan masukkan data hasil pengamatan ke dalam tabel pengamatan
f. Lakukan hal yang sama menggunaan bahan makanan yang lain

2. Uji Glukosa

a. Masukkan 1 mL larutan gula ke dalam tabung reaksi


6
b. Teteskan 10 tetes larutan Bennedict ke larutan gula
c. Amati perubahan warnanya
d. Panaskan larutan uji dengan cara memasukkan tanung reaksi ke dalam beaker
glass, lalu dipanaskan menggunakan lampu Bunsen.
e. Amati munculnya endapan berwarna merah bata
f. Masukkan data hasil pengamatan ke dalam tabel hasil pengamatan. g.
Lakukan hal yang sama menggunakan bahan makanan yang lain.
3. Uji Protein
a. Tumbuk tahu sampai halus menggunakan mortar dan penumbuk
b. Tambahkan sedikit air, lumat sampai halus merata.
c. Masukkan ke dalam tabung reaksi.
d. Teteskan larutan Biuret A dan B, lalu amati perubahan warna yang
terjadi.
e. Lakukan hal yang sama menggunakan bahan makanan yang lain.
F. Data hasil Percobaan :
a, Uji Glukosa
Warna Warna
Sebelum Sesudah
diteteskan diteteskan Sebelum Sesudah
Bahan
lar. lar. dipanaska dipanaska
NO Makanan Keterangan
Bennedict Bennedict n n

b. Uji amilum
Warna
Sebelum Sesudah
No Bahan Makanan Keterangan
diteteskan diteteskan
lugol Lugol
c.Uji Protein

Warna
Sebelum Sesudah
diteteskan diteteskan
Bahan Makanan Keterangan
Biuret A dan B Biuret A dan B
No

7
G. Kesimpulan

8
TEKANAN DALAM GAS

Kompetensi Dasar :
KD 3.8 KD 4.8
Menjelaskantekanan zat dan penerapannya Menyajikan data hasil percobaan untuk
dalam kehidupan sehari-hari, termasuk tekanan menyelidiki tekanan zat cair pada kedalaman
darah, osmosis, dan kapilaritas jaringan angkut tertentu, gaya apung, dan kapilaritas, misalnya
pada tumbuhan dalam batang tumbuhan

Materi Pokok : Tekanan Zat Gas


Indikator : Melakukan percobaan untuk menyelidiki tekanan zat padat, cair, dan gas serta
mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Alat dan Bahan :
1. Alat
Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
a. Pipa U 1 buah
b. Pipa T 1 buah
c. Selang Penghubung 1 buah
d. Mistar 1 buah
e. Spoit 1 buah
f. Tissue Secukupnya
g. Manometer 1 buah
h. Termometer 1 buah
2. Bahan
Bahan yang di gunakan pada percobaan ini adalah air secukupnya
Identifikasi Variabel
1. Variabel manipulasi : Volume Zat Cair.
2. Variabel hitung : Tekanan Zat Cair.
3. Variabel kontrol : Ketinggian Zat Cair.
ProsedurKerja
1. Menyediakan alat dan bahan yang dilakukan pada percobaan ini.
2. Merangkai alat dan bahan seperti pada gambar di bawah ini

9
Gambar : Percobaan hukum boyle
3. Menekan Spoit dengn volume tertentu (mL), kemudian mengukur ketinggian zat cair (m) dengan
mistar.
4. Mengurangi setiap 1 mL dari volume awal sebanyak 3 kali kemudian mengukur ketinggian zat cair

(m) dengan mistar.

5. Melakukan langkah 3 dan 4 dengan 3 kali pengambilan data ketinggian zat cair (m).

6. Mencatat hasil pengamatan pada tabel pengamatan.

HASIL EKSPERIMEN DAN ANALISIS DATA


Hasil Pengamatan
Kegiatan 1 : Hubungan Antara Tekanan (P) Dengan Volume (V) Pada Suhu 27 ⁰C
Tabel 1 : Hubungan Antara Tekanan (P) Dengan Volume (V) Pada Suhu 27 ⁰C
NST Piston : 1 mm : 1 × 10-6 m3
NST Mistar : 1 mm : 0,001 m
NST Manometer : 1 mm : 0,001 m
NST Termometer : 1 ⁰C
ρair : 1 gram/cm 3 : 1000 kg/m3
g : 10 m/s 2

No. Suhu ( T ) ⁰C Volume ( V ) m3 h(m) P = ρgh ( Pa ) P.V (J)

1 27

2 27

10
3 27

Kegiatan 2 : Hubungan Antara Tekanan (P) Dengan Volume (V) Pada Suhu 27 ⁰C
Tabel 2 : Hubungan Antara Tekanan (P) Dengan Volume (V) Pada Suhu 27 ⁰C
NST Piston : 1 mm : 1 × 10-6 m3
NST Mistar : 1 mm : 0,001 m
NST Manometer : 1 mm : 0,001 m
NST Termometer : 1 ⁰C
ρair : 1 gram/cm 3 : 1000 g/m3
g : 10 m/s 2

No. Suhu ( T ) ⁰C Volume ( V ) m3 h(m) P = ρgh ( Pa ) P.V (J)

1 27

2 27

3 27

4 27

KESIMPULAN
PERTANYAAN !
1. Bagaimana hubungan antara volume dengan tekanan
2. Apakah hukum boyle berlaku pada sistem yang terbuka
3. Apa saja faktor yang mempengaruhi tekanan gas?

11
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (GELOMBANG)

A. Tujuan:
melalui kegiatan percobaan siswa dapat menemukan hubungan antara panjang gelombang, cepat
rambat, frekuensi, dan periode gelombang

B. Alat dan Bahan:

- Gelas plastik
- Gunting/cutter
- Benang
- Mistar/rol meter
- Stop watch
- Batang kayu/tongkat
- Ember
- gayung
- Air

C. Langkah Kegiatan:

1. Siapkan gelas plastik kosong dan lubangi bagian dasar gelas menggunakan
gunting/cutter.

2. Lubangi pula sisi kanan-kiri bagian atas dan ikatkan benang pada lubang gelas
tersebut.

3. Ikatkan ujung benang yang lain pada tongkat/batang kayu yang tersedia.

4. Ukurlah jarak yang akan ditempuh gelombang dengan rol meter/mistar

5. Sumbat lubang pada bagian bawah gelas plastik dan isilah dengan air.

6. Peganglah tongkat/batang kayu dua orang dan ayunkan gelas plastik yang berlubang
tersebut ke arah kanan-kiri.

7. Jalanlah dua orang yang memegang tongkat/batang kayu dan catat waktu yang
diperlukan untuk pembentukan gelombang menempuh jarak tersebut.
12
8. Catat hasil pengamatan pada Tabel 1

9. Siapkan 3 gelas plastik berlubang dan ikatkan pada tongkat/batang kayu dengan panjang
benang yang berbeda.

10. Peganglah tongkat/batang kayu oleh dua orang kanan dan kiri.

11. Sumbat lubang pada bagian bawah gelas plastik dan isilah dengan air.

12. Jalanlah dua orang yang memegang tongkat/batang kayu dan catat waktu yang
diperlukan untuk pembentukan gelombang menempuh jarak tersebut.

13. Catat hasil pengamatan pada Tabel 2

14. Berdasarkan Tabel 1 buatlah grafik hubungan antara kecepatan dengan panjang
gelombang.

15. Berdasarkan Tabel 2 buatlah grafik hubungan antara frekuensi dengan panjang
gelombang.

16. Buatlah pembaahasan dan kesimpulan pada kegiatan ini!

D. Tabel Pengamatan

1. Tabel 1

No Jarak yang Waktu Kecepatan Frekuensi Periode Panjang

ditempuh (m) (s) (m/s) (Hz) (s) Gelombang (m)


1
2
3
4

13
2. Tabel 2

No Jarak yang Waktu Kecepatan Frekuensi Periode Panjang


ditempuh (m) (s) (m/s) (Hz) (s) Gelombang (m)
1
2
3
4

E. Grafik

1. Grafik 1

14
2. Tabel 2

F. Pembahasan:

1. Berdasarkan grafik 1, bagaimana hubungan antara kecepatan / cepat


rambat gelombang terhadap panjang gelombang?

...................................................................................................................................

...................................................................................................................................

..................................................................................................................................

2. Berdasarkan grafik 2, bagaimana hubungan antara frekuensi gelombang


terhadap panjang gelombang?

.................................................................................................................................

...................................................................................................................................

....................................................................................................................................
2. Tabel 2
3. Hitunglah cepat rambat gelombang dibagi frekuensi (v/f) untuk setiap data
pada tabel 1 dan tabel 2, kemudian periksalah apakah sama dengan
panjang gelombangnya?

....................................................................................................................................

....................................................................................................................................

Anda mungkin juga menyukai