Anda di halaman 1dari 2

Title

PENGARUH DESAIN KEMASAN PASTA GIGI PEPSODENT TERHADAP MINAT BELI


KONSUMEN

Studi kasus desain kemasan (kotak dan tube) Pepsodent Perlindungan 12 Jam, Pepsodent Plus
Whitening, Pepsodent Herbal, dan Pepsodent Complete Care (Survei konsumen Toserba Yogya
Bandung Indah Plaza).

Creator
Noval Sufriyanto Talani; 51901133

Publisher
JBPTUNIKOMPP - Universitas Komputer Indonesia

Contributor
#CONTRIBUTOR#

Subject
DESAIN KEMASAN.

Copyright

Published
2005-09-19

Source URL
http://elib.unikom.ac.id/gdl.php?mod=browse&op=read&id=jbptunikompp-gdl-s1-2005-novalsufri-
1580

Abstract
Kemasan merupakan salah satu pemicu penjualan sebuah produk karena fungsinya langsung
berhadapan dengan konsumen. Dengan situasi persaingan yang semakin tajam, desain sebuah
kemasan merupakan suatu nilai tambah yang dapat berfungsi sebagai perangkap emosional
yang sangat ampuh untuk menjaring konsumen. Dalam konteks komunikasi visual, desain sudah
menjadi bagian dari tim dalam industri komunikasi. Dunia advertising, publikasi majalah dan
suratkabar, pemasaran dan public relations, dan yang pasti desain juga sudah menjadi salah
satu aspek yang berpengaruh dalam membentuk perilaku suatu masyarakat dan perkembangan
ekonominya.

Permasalahan utama skripsi ini menyangkut pengaruh desain kemasan terhadap minat beli
konsumen. Lebih tegas lagi, pertanyaan skripsi ini menyangkut persoalan-persoalan tentang: (1)
berapa besar pengaruh desain kemasan pasta gigi Pepsodent terhadap minat beli konsumen, (2)
unsur desain kemasan apa yang sangat berpengaruh dalam menimbulkan minat beli konsumen
terhadap produk pasta gigi Pepsodent.

Tujuan utama penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis (1) besar pengaruh desain
kemasan pasta gigi Pepsodent terhadap minat beli konsumen, (2) unsur desain kemasan yang
sangat berpengaruh dalam menimbulkan minat beli konsumen terhadap produk pasta gigi
Pepsodent. Skripsi yang diajukan bermaksud untuk menjawab permasalahan secara holistik dan
faktual melalui serangkain penelitian. Penelitian ini dilakukan di Toserba Yogya Bandung Indah
Plaza yang berlokasi di Jl. Merdeka Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode

Indonesian Computer University's Scholars Repository


survei yang bersifat deskriptif, dengan sampel 30 responden dan menggunakan teknik analisis
korelasional.

Hasil penelitian ditemukan bahwa besarnya pengaruh antara desain kemasan (X) terhadap minat
beli konsumen (Y) sebesar 0.848 tergolong kuat. Sedangkan kontribusi secara bersama-sama
(simultan) variabel X terhadap variabel Y = R2 x 100% atau 0.8482 x 100% = 71.91% dan
sisanya 28.09% ditentukan oleh variabel lain. Hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan sebagai
berikut: (1) desain kemasan berpengaruh besar dan signifikan terhadap minat beli konsumen,
(2a) besarnya pengaruh indikator bentuk kemasan sebesar 14.75% dan sisanya 85.25%
dipengaruhi oleh faktor lain, (2b) besarnya pengaruh indikator warna kemasan sebesar 12.82%
dan sisanya 87.08% dipengaruhi oleh faktor lain, (2c) besarnya pengaruh indikator
gambar/ilustrasi kemasan sebesar 1.17% dan sisanya 98.83% dipengaruhi oleh faktor lain, (2d)
besarnya pengaruh indikator ukuran kemasan sebesar 6.40% dan sisanya 93.60% dipengaruhi
oleh faktor lain, dan (2e) besarnya pengaruh indikator tulisan/pesan kemasan sebesar 0.37% dan
sisanya 99.63% dipengaruhi oleh faktor lain.

Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka disarankan sebagai berikut: (a) unsur bentuk kemasan
dapat di desain kembali dengan mencoba menciptakan bentuk-bentuk lain selain bentuk standar
persegi panjang untuk kemasan primernya agar lebih menarik perhatian dan menimbulkan minat
beli konsumen, namun tetap mempertimbangkan kesederhanaan bentuknya. (b) dalam
penggunaan unsur warna pada kemasan sebaiknya dilakukan riset yang mendalam mengenai
warna-warna yang disukai oleh konsumen agar dapat lebih menimbulkan minat konsumen untuk
membeli produk yang ditawarkan. (c) penerapan unsur gambar/ilustrasi pada kemasan sebaiknya
di desain menarik agar konsumen dapat lebih memperhatikannya pada kemasan, seperti
memperbesar ukurannya atau menggunakan warna-warna yang menarik perhatian dan
memberikan respons emosional terhadap produk. (d) ukuran kemasan dapat diperbaharui
kembali dengan sedikit memperbesar kemasannya agar lebih menarik perhatian konsumen
sehingga menimbulkan minat beli terhadap produk tersebut. (e) penerapan unsur tulisan/pesan
yang berada dalam kemasan dapat diperbaharui kembali, seperti penyerderhanaan informasi
agar tidak terlalu padat atau perubahan tata letak penulisannya.

Dari hasil penelitian dan analisis data, maka diketahui bahwa desain kemasan mempunyai
pengaruh yang besar terhadap minat beli konsumen khususnya unsur desain bentuk dan warna
kemasan yang sangat berpengaruh dibandingkan dengan unsur lain sehingga unsur-unsur
tersebut sangat dibutuhkan dalam menciptakan desain kemasan yang baik dan tepat.

Indonesian Computer University's Scholars Repository