Anda di halaman 1dari 13

ABSTRACT

THE EFFECT OF BLENDED LEARNING MODEL ASSISTED MOODLE


AND MOTIVATION TO LEARN ON ABILITY TO UNDERSTAND
THE MATHEMATIC CONCEPTS TO THE STUDENT IN
THE CLASS VIII SMP NEGERI 3 ABIANSEMAL

Ni Luh Putu Novitayanti (2014.V.1.0005)


Jurusan Pendidikan Matematika FPMIPA IKIP PGRI BALI

The purpose of this research is to know the effect of blended learning model
assisted moodle and motivation to learn on the ability to understand the concept of
mathematic to the student in the class VIII SMP Negeri 3 Abiansemal. This type of
research is quasi experiment, which is using treatment by level design. The
population is the students of class VIII SMP Negeri 3 Abiansemal that consists 16
classes with as many students is 532 students. Sampel were taken in two
experimental classes and two control classes taken using the multistage random
sampling technique. The research instrument used is the questionnaire of
motivation to learn and test of the ability to understand the concept of mathematic.
The data was analyzed by using ANAVA two lines and Tukey Test as further testing.
Based on the result of data analysis indicate that: 1) there is effect of
blended learning model assisted moodle on the ability to understand the concept of
mathematic; 2) there is an interaction between the learning model and the
motivation to learn on the ability to understand the concept of mathematic; 3) on
students with high motivation to learn, there is effect of blended learning model
assisted moodle on the ability to understand the concept of mathematic; 4) on
students with low motivation to learn, there is effect of blended learning model
assisted moodle on the ability to understand the concept of mathematic. So, it can
be concluded that blended learning model assisted moodle and motivation to learn
take effect to the ability to understand the concept of mathematic to the student in
the class VIII SMP Negeri 3 Abiansemal.

Keywords: blended learning, moodle, motivation to learn, ability to understand


the concept of mathematic

PENDAHULUAN
Pendidikan di era globalisasi, berpikir kritis, logis, kreatif, dan
idealnya tidak hanya berorientasi pada adaptif terhadap perkembangan yang
masa lalu maupun masa kini, tetapi terjadi.
pendidikan hendaknya berorientasi Salah satu bidang ilmu yang
jauh kedepan dan mempersiapkan dapat menciptakan peserta didik yang
peserta didik dalam menghadapi berkualitas dan mampu berkompetisi
tantangan di masa yang akan datang. dengan pola berpikir kritis, logis,
Untuk mempersiapkan peserta didik kreatif, dan adaptif adalah matematika.
dalam menghadapi tantangan di masa Matematika merupakan salah satu
yang akan datang diperlukan suatu bidang studi yang mendasari
bidang ilmu yang dapat menciptakan perkembangan bidang keilmuan
peserta didik yang berkualitas dan lainnya. Mata pelajaran matematika
mampu berkompetisi dengan pola perlu diberikan kepada semua peserta
didik mulai dari sekolah dasar hingga rendahnya kemampuan peserta didik
jenjang perguruan tinggi yang dalam memahami konsep matematika.
bertujuan untuk membekali peserta Rendahnya kemampuan
didik dengan kemampuan berpikir pemahaman konsep matematika
logis, analitis, sistematis, kritis dan peserta didik terjadi diberbagai jenjang
kreatif serta kemampuan bekerja sama sekolah. Salah satunya di SMP Negeri
(Depdiknas, 2006). 3 Abiansemal khususnya kelas VIII.
Besarnya peran matematika Hasil observasi dan wawancara yang
ternyata tidak diimbangi dengan dilakukan diperoleh informasi bahwa
besarnya minat peserta didik terhadap kemampuan pemahaman konsep
mata pelajaran matematika. Naswadi matematika peserta didik masih
(dalam Fatwa, 2016) menyatakan rendah. Rendahnya kemampuan
bahwa minat peserta didik terhadap pemahaman konsep matematika
mata pelajaran matematika masih peserta didik disebabkan oleh
rendah. Sebagian besar peserta didik beberapa faktor, yaitu: 1) proses
masih menganggap matematika pembelajaran yang masih menerapkan
sebagai mata pelajaran yang sulit, model pembelajaran konvensional, di
menakutkan dan membosankan. Oleh mana model pembelajaran
karena tanggapan inilah menyebabkan konvensional cenderung didominasi
munculnya beberapa permasalahan, oleh guru sedangkan peserta didik
seperti : banyak peserta didik yang hanya mendengarkan, mencatat,
kurang fokus saat proses pembelajaran menghafal materi dan rumus yang
berlangsung mereka cenderung asik diberikan. Model pembelajaran yang
dengan kesibukan yang menurut cenderung monoton dan bersifat
mereka lebih menyenangkan, malas “menyelesaikan materi” inilah
belajar, sering mencari alasan ke toilet menyebabkan konsep dari materi yang
agar tidak mengikuti proses diterima kurang bermakna dan tidak
pembelajaran dan ketika diberikan mampu melekat dalam ingatan peserta
pekerjaan rumah biasanya hanya didik; 2) kurang adanya variasi dalam
terdapat beberapa peserta didik saja mengajar sehingga peserta didik
yang mengerjakan sedangkan peserta menjadi bosan dan enggan untuk
didik lain hanya mencontek, terlebih memahami materi yang dijelaskan
lagi saat mencontek peserta didik guru; 3) peserta didik cenderung
langsung meniru semua yang ditulis melupakan konsep matematika yang
oleh temannya tanpa mengoreksi dan dipelajari sebelumnya sehingga bila
memahami terlebih dahulu pekerjaan konsep tersebut digunakan kembali
rumah yang dicontek itu benar atau pada materi berikutnya peserta didik
salah. Beberapa permasalahan ini tidak akan mengalami kesulitan; 4) peserta
terlepas dari penyajian materi didik kurang memahami konsep-
pembelajaran, di mana pada umumnya konsep dasar matematika dengan baik
guru lebih banyak menggunakan dan 5) peserta didik terbiasa
waktu untuk menjelaskan materi mempelajari konsep dan rumus-rumus
pembelajaran sedangkan peserta didik matematika dengan cara menghafal
jarang diberikan kesempatan untuk tanpa memahami makna, isi dan
mengembangkan pengetahuan dan kegunaannya. Kondisi tersebut
pengalaman belajarnya sehingga tentunya menuntut guru untuk mampu
secara tidak langsung menyebabkan menerapkan cara yang tepat sebagai
solusi dalam perbaikan proses
pembelajaran dan untuk mengatasi secara mandiri dengan memanfaatkan
faktor yang menjadi penyebab materi yang tersedia secara online.
rendahnya kemampuan peserta didik Akan tetapi, karena adanya “kesan
dalam memahami konsep matematika. kemandirian” yang terjadi saat
Terkait dengan rendahnya penerapan model pembelajaran
kemampuan pemahaman konsep blended learning menyebabkan
matematika peserta didik di SMP peserta didik tidak dapat bertahan lama
Negeri 3 Abiansemal perlu dilakukan dalam mengikuti proses pembelajaran.
suatu upaya, guna sebagai solusi dalam Hal inilah yang menjadi kelemahan
perbaikan proses pembelajaran, yaitu dari penerapan model pembelajaran
melalui penerapan model blended learning. Namun kelemahan
pembelajaran yang berpusat pada ini dapat diatasi melalui pemilihan
peserta didik (student center). aplikasi pembelajaran yang tepat, guna
Beberapa model pembelajaran dapat sebagai bantuan dalam menumbuhkan
dijadikan sebagai solusi dalam daya tarik saat pembelajaran mandiri
menangani permasalahan yang terjadi via online berlangsung. Beberapa
di SMP Negeri 3 Abiansemal. Salah aplikasi pembelajaran dapat dijadikan
satunya adalah melalui penerapan sebagai bantuan dalam menumbuhkan
model pembelajaran blended learning. daya tarik saat pembelajaran mandiri
Hal ini dikarenakan proses via online berlangsung. Salah satunya
pembelajaran dengan blended learning adalah melalui penerapan aplikasi
memungkinkan terjadinya pergeseran pembelajaran moodle.
paradigma pembelajaran dari yang Menurut Husamah (2014),
dulunya lebih terpusat kepada guru moodle merupakan sistem
(teacher center) ke arah paradigma pembelajaran jarak jauh berbasis
baru yang terpusat kepada peserta elektronik yang memungkinkan
didik (student center). Oleh karena peserta didik masuk ke dalam ruang
tergesernya paradigma pembelajaran kelas digital untuk mengakses materi
dari teacher center menuju student pembelajaran dengan memanfaatkan
center inilah memberikan kesempatan fitur-fitur yang disediakan. Berbagai
kepada peserta didik untuk bentuk materi pembelajaran dapat
membangun ide-idenya sehingga dimasukkan dalam aplikasi Moodle,
menyebabkan potensi yang dimiliki seperti Microsoft Word, Microsoft
dapat dikembangkan dan pada Power Point, Animasi Flash dan
akhirnya peserta didik akan tertarik bahkan materi dalam format audio
dalam proses pembelajaran maupun video dapat dimasukkan
matematika (Chaeruman, 2008). sebagai materi pembelajaran. Oleh
Menurut Noer (2010), karena berbagai bentuk materi
kelebihan dari model pembelajaran pembelajaran dapat dimasukkan dalam
blended learning, yaitu memberikan aplikasi moodle dan dikemas secara
kesempatan kepada peserta didik inovatif inilah mampu menumbuhkan
untuk melakukan diskusi dengan guru daya tarik peserta didik untuk belajar
atau peserta didik lain di luar jam tatap matematika.
muka, membantu guru dalam Salah satu hal yang perlu
memberikan materi pengayaan melalui dipertimbangkan dalam menerapkan
fasilitas internet dan memberikan model pembelajaran adalah motivasi
keleluasaan bagi masing-masing belajar peserta didik. Hal ini diperkuat
peserta didik untuk dapat belajar oleh hasil penelitian Eva Setya Rini
(2016) yang menunjukkan bahwa Model pembelajaran blended
model pembelajaran perlu learning berbantuan moodle
mempertimbangkan motivasi belajar diharapkan dapat membantu peserta
peserta didik karena model didik dalam menghadapi masalah-
pembelajaran yang dapat memotivasi masalah yang terjadi saat proses
peserta didik dalam belajar akan pembelajaran matematika dan
mendorong pemahaman konsep memotivasi peserta didik untuk aktif
peserta didik menjadi lebih baik. dalam mengikuti pembelajaran
Sebaliknya, jika model pembelajaran mandiri via online. Selain itu, melalui
tidak dapat memotivasi peserta didik penerapan model pembelajaran
dalam belajar, maka dapat blended learning berbantuan moodle
mengakibatkan kurangnya diharapkan proses pembelajaran tidak
pemahaman konsep peserta didik. akan monoton karena pembelajaran
Motivasi belajar yang dimiliki oleh secara konvensional atau tatap muka
setiap peserta didik akan akan dipadukan dengan pembelajaran
mempengaruhi bagaimana peserta secara web atau e-learning yang dapat
didik dalam menghadapi proses dilakukan kapanpun dan di manapun
pembelajaran. Peserta didik yang melalui bantuan moodle dengan
memiliki motivasi belajar tinggi berbagai fitur-fitur yang memadai
mengakibatkan proses pembelajaran di sehingga dapat meningkatkan
kelas menjadi lebih aktif mereka kemampuan pemahaman konsep
cenderung bersemangat dalam matematika peserta didik. Berdasarkan
mengikuti proses pembelajaran, tekun uraian di atas, peneliti tertarik untuk
dalam belajar maupun tugas, ulet melakukan penelitian dengan judul
menghadapi kesulitan, menunjukkan “Pengaruh Model Pembelajaran
ketertarikan dalam belajar dan Blended Learning Berbantuan Moodle
tentunya akan bersungguh-sungguh dan Motivasi Belajar Terhadap
dalam memahami apa yang dipelajari Kemampuan Pemahaman Konsep
sehingga memperoleh pemahaman Matematika Peserta Didik Kelas VIII
konsep yang optimal. Namun SMP Negeri 3 Abiansemal”. Adapun
sebaliknya, peserta didik yang permasalahan yang diangkat adalah 1)
memiliki motivasi belajar rendah apakah terdapat perbedaan
mengakibatkan proses pembelajaran di kemampuan pemahaman konsep
kelas menjadi lebih pasif mereka matematika antara peserta didik yang
cenderung meninggalkan tugas yang mengikuti model pembelajaran
sulit, menampakkan keengganan blended learning berbantuan moodle
dalam belajar, cepat bosan mengikuti dengan peserta didik yang mengikuti
proses pembelajaran dan tentunya model pembelajaran konvensional
kurang bersungguh-sungguh dalam pada peserta didik kelas VIII SMP
memahami apa yang dipelajari Negeri 3 Abiansemal?; 2) apakah
sehingga memperoleh pemahaman terdapat interaksi antara model
konsep yang kurang optimal. Dengan pembelajaran dan tingkat motivasi
demikian, kebutuhan untuk belajar terhadap kemampuan
memotivasi peserta didik sangat pemahaman konsep matematika pada
diperlukan agar dapat membangkitkan peserta didik kelas VIII SMP Negeri 3
dan mempertahankan minat mereka Abiansemal?; 3) untuk peserta didik
dalam belajar matematika Hall (dalam dengan motivasi belajar tinggi, apakah
Abdurrahman, 2014). terdapat perbedaan kemampuan
pemahaman konsep matematika antara apakah terdapat perbedaan
peserta didik yang mengikuti model kemampuan pemahaman konsep
pembelajaran blended learning matematika antara peserta didik yang
berbantuan moodle dengan peserta mengikuti model pembelajaran
didik yang mengikuti model blended learning berbantuan moodle
pembelajaran konvensional pada dengan peserta didik yang mengikuti
peserta didik kelas VIII SMP Negeri 3 model pembelajaran konvensional
Abiansemal?; 4) untuk peserta didik pada peserta didik kelas VIII SMP
dengan motivasi belajar rendah, Negeri 3 Abiansemal?

METODE PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan untuk random sampling. Berdasarkan hasil
mengetahui pengaruh model pengundian yang dilakukan dengan
pembelajaran blended learning cara acak bertahap maka didapatkan
berbantuan moodle dan motivasi kelas VIII F dan VIIIH sebagai kelas
belajar terhadap kemampuan eksperimen dan VIII L dan VIII N
pemahaman konsep matematika sebagai kelas kontrol. Penelitian ini
peserta didik kelas VIII SMP Negeri tergolong jenis penelitian ANAVA
3 Abiansemal. Penelitian ini dua jalur dengan menggunakan
dilaksanakan pada tanggal 26 desain penelitian Trearment by Level.
Februari 2018 s.d 27 Maret 2018 dan Untuk menguji hipotesis, teknik
tergolong penelitian Quasi analisis data yang digunakan adalah
Experiment (eksperimen semu). ANAVA dua jalur serta uji Tukey
Dalam penelitian ini melibatkan sebagai uji lanjut, di mana sebelum
peserta didik kelas VIII SMP Negeri menguji hipotesis terlebih dahulu
3 Abiansemal yang totalnya 532 melakukan uji prasyarat, yaitu uji
orang terbagi menjadi 16 kelas. normalitas sebaran data yang diuji
Pengambilan sampel dan penentuan dengan menggunakan rumus Chi
kelas kontrol dan kelas eksperimen Kuadrat dan uji homogenitas varians
dilakukan dengan cara multistage menggunakan rumus uji Bartlett.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Rekapitulasi hasil analisis matematika didistribusikan pada
skor kemampuan pemahaman konsep Tabel 1.
Tabel 1. Rekapitulasi Hasil Analisis Skor Kemampuan Pemahaman Konsep
Matematika

Data
A1 A2 B1 B2 A1B1 A1 B2 A2 B1 A2 B2
Statistik
Mean 22,53 20,86 22,50 20,89 25,44 19,61 19,56 22,17
Modus 21 22 19 24 29 21 22 24
Median 22 21 22 21 26 20 20 23
Standar
4,13 2,67 4,19 2,61 3,48 2,23 2,36 2,36
Deviasi
Varians 17,06 7,15 17,51 6,79 12,14 4,96 5,56 5,56
Data
A1 A2 B1 B2 A1B1 A1 B2 A2 B1 A2 B2
Statistik
Skor
32 26 32 26 32 24 24 26
Maksimum
Skor
15 15 15 15 18 15 15 17
Minimum
Rentangan 17 11 17 11 14 9 9 9
Sumber : Data Primer Dianalisis, 2018

Keterangan:
A1 = Kelompok peserta didik yang mengikuti model pembelajaran blended
learning berbantuan moodle
A2 = Kelompok peserta didik yang mengikuti model pembelajaran
konvensional
B1 = Kelompok peserta didik yang memiliki motivasi belajar tinggi
B2 = Kelompok peserta didik yang memiliki motivasi belajar rendah
A1 B1 = Kelompok peserta didik yang mengikuti model pembelajaran blended
learning berbantuan moodle dan memiliki motivasi belajar tinggi
A2 B1 = Kelompok peserta didik yang mengikuti dengan model pembelajaran
konvensional dan memiliki motivasi belajar tinggi
A1 B2 = Kelompok peserta didik yang mengikuti dengan model pembelajaran
blended learning berbantuan moodle dan memiliki motivasi belajar rendah
A2 B2 = Kelompok peserta didik yang mengikuti dengan model pembelajaran
konvensional dan memiliki motivasi belajar rendah

1. Uji Prasyarat Analisis


Sebelum melakukan uji prasyarat analisis tersebut adalah uji
hipotesis dengan menggunakan normalitas dan uji homogenitas
ANAVA dua jalur, terlebih dahulu varians. Adapun pengujiannya
dilakukan uji prasyarat analisis. Uji adalah sebagai berikut.
a. Uji Normalitas Sebaran data
Uji normalitas dilakukan berdistribusi normal atau tidak adalah
untuk meyakinkan bahwa uji statistik jika  hitung
2
  tabel
2
, maka data
yang digunakan dalam pengujian
berdistribusi normal namun jika
hipotesis benar-benar dapat
 hitung
2
  tabel
2
, maka data tidak
dilakukan. Hal ini penting, karena
jika data tidak normal maka uji berdistribusi normal. Pengujian
ANAVA dua jalur tidak dapat normalitas sebaran data
dilakukan. Adapun kriteria pengujian menggunakan taraf signifikansi 5%
untuk menentukan suatu data dan derajat kebebasan dk   k  1 .
Ringkasan pengujian normalitas kelompok dapat dilihat pada Tabel 2
sebaran data untuk kedelapan berikut.
Tabel 2. Ringkasan Hasil Uji Normalitas Sampel
Kelompok  hitung
No.
2
 tabel
2
Kesimpulan
Sampel
1 A1 4,17 11,07 Normal
2 A2 3,03 11,07 Normal
3 B1 3,74 11,07 Normal
4 B2 5,49 11,07 Normal
5 A1B1 2,75 11,07 Normal
6 A1 B2 1,80 11,07 Normal
7 A2 B1 3,44 11,07 Normal
8 A2 B2 2,55 11,07 Normal
Sumber : Data Primer Dianalisis, 2018

b. Uji Homogenitas Varians


Pengujian homogenitas maka dikatakan homogen namun jika
varians dimaksudkan untuk  hitung
2
  tabel
2
, maka tidak homogen.
meyakinkan bahwa perbedaan yang
Pengujian homogenitas varians
diperoleh dari uji ANAVA dua jalur
menggunakan taraf signifikansi 5%
benar-benar berasal dari perbedaan
antar kelompok, bukan disebabkan dan derajat kebebasan dk   k  1 .
oleh perbedaan di dalam kelompok. Ringkasan pengujian homogenitas
Adapun kriteria pengujian dalam uji varians dengan uji Bartlett dapat
Bartlett adalah jika  hitung   tabel ,
2 2 dilihat pada Tabel 3 berikut.
Tabel 3. Ringkasan Hasil Uji Homogenitas Varians Sampel
1
Sampel dk s s2 log s 2 dk *log s 2 dk * s 2
dk
A1B1 17 0,06 3,48 12,11 1,08 18,41 205,88
A2 B1 17 0,06 2,36 5,57 0,75 12,68 94,68
A1 B2 17 0,06 2,23 4,97 0,70 11,84 84,54
A2 B2 17 0,06 2,36 5,57 0,75 12,68 94,68
Total 68 0,24 28,22 55,61 479,78
Sumber : Data Primer Dianalisis, 2018

Dari hasil analisis diperoleh varians yang sama atau homogen.


 2
 5, 04 dan tabel
hitung
2
 7,82 . Hasil Berdasarkan hasil uji prasyarat, dapat
disimpulkan bahwa uji hipotesis
uji homogenitas varians
dengan ANAVA dua jalur dapat
menunjukkan bahwa  hitung   tabel
2 2
, dilakukan.
sehingga semua kelompok memiliki
2. Uji Hipotesis
Ringkasan pengujian ANAVA dua jalur dapat dilihat pada Tabel 4berikut.
Tabel 4. Ringkasan Pengujian ANAVA Dua Jalur
Sumber Fhitung
JK dk RJK Ftabel Interprestasi
Varian
Antar A 50,00 1 50,00 7,09 3,98 Signifikan
Antar B 46,72 1 - - - -
Interaksi
320,90 1 320,90 45,52 3,98 Signifikan
AB
Dalam 479,66 68 7,05 - - -
Total 897,28 71 - - - -
Sumber : Data Primer Dianalisis, 2018

Berdasarkan Tabel 12 di atas dapat dilakukan uji lanjut


menunjukkan bahwa interprestasi menggunkan uji Tukey. Ringkasan
pada pengujian hipotesis 2 adalah hasil uji Tukey dapat dilihat pada
signifikan, sehingga selanjutnya Tabel 5.
Tabel 5. Ringkasan Hasil Uji Tukey
Kelompok yang Qhitung
Hipotesis Qtabel Interprestasi
dibandingkan
Ketiga A1B1 dan A2 B1 9,48 4,00 Signifikan
Keempat A1B2 dan A2 B2 4,13 4,00 Signifikan

PEMBAHASAN
1. Pembahasan Hipotesis Pertama
Berdasarkan hasil uji peserta didik yang mengikuti model
hipotesis pertama menunjukkan pembelajaran konvensional, hal ini
bahwa H 0 ditolak dan H1 diterima, dikarenakan pada saat penelitian
sehingga terdapat perbedaan peserta didik yang mengikuti model
kemampuan pemahaman konsep pembelajaran blended learning
matematika antara peserta didik yang berbantuan moodle dibagi menjadi
mengikuti model pembelajaran beberapa kelompok secara heterogen
blended learning berbantuan moodle kemudian masing-masing kelompok
dengan peserta didik yang mengikuti diberikan kesempatan untuk
model pembelajaran konvensional mengakses materi yang terdapat pada
pada peserta didik kelas VIII SMP aplikasi pembelajaran moodle dan
Negeri 3 Abiansemal. mendiskusikan permasalahan yang
Hasil analisis tersebut diberikan dengan anggota kelompok
menunjukkan bahwa model masing-masing. Adanya pemanfaatan
pembelajaran blended learning aplikasi pembelajaran moodle dapat
berbantuan moodle memberikan memberikan suasana baru dalam
pengaruh positif terhadap proses pembelajaran sehingga dapat
kemampuan pemahaman konsep menjadikan peserta didik lebih aktif,
matematika peserta didik daripada termotivasi, dan terlibat langsung
dalam pembelajaran. Oleh karena pembelajaran konvensional.
peserta didik terlibat secara langsung Penelitian lainnya dilakukan oleh
dalam proses pembelajaran sehingga Mahendra (2016), yang menunjukkan
akan berpengaruh pada kemampuan bahwa terdapat perbedaan
pemahaman konsep matematika pemahaman konsep matematika
peserta didik. peserta didik yang mengikuti model
Hal ini didukung oleh pembelajaran ARIAS dengan model
penelitian yang dilakukan I Gusti konvensional.
Putu Sudiarta dan I Wayan Sadra Berdasarkan uraian tersebut,
(2016), yang menunjukkan bahwa tampak jelas bahwa terdapat
penerapan model pembelajaran perbedaan kemampuan pemahaman
blended learning menjadikan peserta konsep matematika peserta didik
didik lebih aktif, lebih terlatih dalam antara peserta didik yang mengikuti
berdiskusi, lebih termotivasi dan model pembelajaran blended learning
lebih bersemangat dalam belajar berbantuan moodle dengan peserta
matematika dibandingkan dengan didik yang mengikuti model
peserta didik yang mengikuti model pembelajaran konvensional.

2. Pembahasan Hipotesis Kedua


Berdasarkan hasil uji konvensional dan memiliki motivasi
hipotesis kedua menunjukkan bahwa belajar rendah (kelompok A2 B2 )
H 0 ditolak dan H1 diterima, sehingga memiliki skor rata-rata 22,17.
terdapat interaksi antara model Hasil analisis data tersebut
pembelajaran dan tingkat motivasi menunjukkan bahwa kelompok
belajar terhadap kemampuan peserta didik yang mengikuti model
pemahaman konsep matematika pada pembelajaran blended learning
peserta didik kelas VIII SMP Negeri berbantuan moodle dan memiliki
3 Abiansemal. Hasil analisis data motivasi belajar tinggi (kelompok
menunjukkan bahwa kelompok A1B1 ) memiliki skor rata-rata paling
peserta didik yang mengikuti model tinggi dari kelompok lainnya
pembelajaran blended learning sedangkan kelompok peserta didik
berbantuan moodle dan memiliki yang mengikuti model pembelajaran
motivasi belajar tinggi (kelompok konvensional dan memiliki motivasi
A1B1 ) memiliki skor rata-rata 25,44, belajar tinggi (kelompok A2 B1 )
kelompok peserta didik yang memiliki skor rata-rata paling rendah
mengikuti model pembelajaran dari kelompok lainnya. Hal ini
konvensional dan memiliki motivasi menunjukkan bahwa motivasi belajar
belajar tinggi (kelompok A2 B1 ) yang dimiliki oleh setiap peserta didik
memiliki skor rata-rata 19,56, akan mempengaruhi bagaimana
kelompok peserta didik yang peserta didik dalam menghadapi
mengikuti model pembelajaran proses pembelajaran. Peserta didik
blended learning berbantuan moodle yang memiliki motivasi belajar akan
dan memiliki motivasi belajar rendah bergantung pada apakah proses
(kelompok A1 B2 ) memiliki skor rata- pembelajaran memiliki isi yang
rata 19,61 dan kelompok peserta didik menarik atau proses yang
yang mengikuti model pembelajaran menyenangkan. Peserta didik yang
bermotivasi tinggi dalam belajar pembelajaran sehingga berdampak
memiliki ciri-ciri, seperti: 1) pada rendahnya kemampuan
ketekunan dalam belajar dan tugas; 2) pemahaman konsep matematika
keuletan menghadapi kesulitan; 3) peserta didik. Dengan demikian,
menunjukkan ketertarikan dalam dapat dikatakan bahwa model
belajar, dan 4) kemandirian dalam pembelajaran yang diterapkan oleh
belajar. guru dan motivasi belajar yang
Dengan ciri-ciri belajar dimiliki oleh peserta didik saling
tersebut, kemampuan pemahaman berinteraksi dalam pengaruhnya
konsep matematika peserta didik terhadap kemampuan pemahaman
yang bermotivasi tinggi akan lebih konsep matematika peserta didik.
meningkat apabila menerapkan Hal ini didukung oleh
model pembelajaran bersifat aktif penelitian yang dilakukan oleh Eva
seperti model pembelajaran blended Setya Rini (2016), yang menunjukkan
learning berbantuan moodle. Hal ini bahwa model pembelajaran perlu
dikarenakan model pembelajaran mempertimbangkan motivasi belajar
blended learning berbantuan moodle peserta didik, karena model
menuntut keaktifan dan kemandirian pembelajaran yang dapat memotivasi
peserta didik untuk membangun peserta didik dalam belajar akan
pengetahuannya sendiri berdasarkan mendorong pemahaman konsep
pengalaman yang mereka lakukan. peserta didik menjadi lebih baik.
Akan tetapi, model pembelajaran Demikian juga sebaliknya, jika model
konvensional merupakan pembelajaran tidak dapat memotivasi
pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dalam belajar, maka
guru, di mana guru menjelaskan dapat mengakibatkan kurangnya
materi dan peserta didik hanya pemahaman konsep peserta didik.
mendengarkan dan mencatat materi Berdasarkan uraian tersebut,
yang dijelaskan oleh guru sehingga tampak jelas bahwa model
menyebabkan peserta didik memiliki pembelajaran yang diterapkan dan
motivasi belajar tinggi yang motivasi belajar saling berinteraksi
cenderung bersifat aktif akan merasa dalam pengaruhnya terhadap
bosan dan malas mengikuti kemampuan pemahaman konsep
pembelajaran. Oleh karena kurangnya matematika peserta didik.
motivasi untuk mengikuti

3. Pembahasan Hipotesis Ketiga


Berdasarkan hasil uji pada peserta didik kelas VIII SMP
hipotesis ketiga menunjukkan bahwa Negeri 3 Abiansemal.
H 0 ditolak dan H1 diterima, sehingga Hasil analisis tersebut
peserta didik dengan motivasi belajar menunjukkan bahwa peserta didik
tinggi, terdapat perbedaan yang memiliki motivasi belajar
kemampuan pemahaman konsep tinggi, kemampuan pemahaman
matematika antara peserta didik yang konsep matematika peserta didik
mengikuti model pembelajaran yang mengikuti model pembelajaran
blended learning berbantuan moodle blended learning berbantuan moodle
dengan peserta didik yang mengikuti lebih tinggi daripada kemampuan
model pembelajaran konvensional pemahaman konsep matematika
peserta didik yang mengikuti model pembelajaran moodle. Dalam aplikasi
pembelajaran konvensional. Hal ini pembelajaran moodle materi yang
dikarenakan peserta didik yang disediakan berupa video, di mana
bermotivasi tinggi dalam belajar dalam video tersebut dijelaskan
memiliki ciri-ciri, seperti: 1) secara detail mengenai materi garis
ketekunan dalam belajar dan tugas; 2) singgung lingkaran. Akan tetapi,
keuletan menghadapi kesulitan; 3) model pembelajaran konvensional
menunjukkan ketertarikan dalam merupakan pembelajaran yang
belajar, dan 4) kemandirian dalam berpusat pada guru, di mana guru
belajar. menjelaskan materi dan peserta didik
Dengan ciri-ciri belajar hanya mendengarkan serta mencatat
tersebut, kemampuan pemahaman materi yang dijelaskan oleh guru
konsep matematika peserta didik sehingga menyebabkan peserta didik
yang bermotivasi tinggi akan lebih yang memiliki motivasi belajar tinggi
meningkat apabila menerapkan yang cenderung bersifat aktif akan
model pembelajaran bersifat aktif merasa bosan dan malas mengikuti
seperti model pembelajaran blended pembelajaran sehingga berdampak
learning berbantuan moodle karena pada rendahnya kemampuan
model pembelajaran blended learning pemahaman konsep matematika
berbantuan moodle menuntut peserta didik.
keaktifan dan kemandirian peserta Hal ini didukung oleh
didik untuk membangun penelitian yang dilakukan Fitris
pengetahuannya sendiri berdasarkan Herliana, Yetti Supriyati dan I Made
pengalaman yang mereka lakukan. Astra (2015), yang menunjukkan
Adanya motivasi belajar tinggi dan bahwa hasil belajar fisika peserta
pemanfaatan aplikasi dalam proses didik yang memiliki motivasi belajar
pembelajaran dapat menjadi tinggi dengan perlakuan blended
penunjang dalam kegiatan belajar di learning lebih tinggi daripada
sekolah. perlakuan model konvensional.
Pada saat penelitian, peserta Berdasarkan uraian tersebut,
didik yang mengikuti model tampak jelas bahwa kemampuan
pembelajaran blended learning pemahaman konsep matematika
berbantuan moodle dan memiliki peserta didik dengan motivasi belajar
motivasi belajar tinggi terlihat sangat tinggi yang mengikuti model
antusias dalam mengikuti proses pembelajaran blended learning
pembelajaran. Terlebih lagi dalam berbantuan moodle lebih tinggi
proses pembelajaran peserta didik daripada peserta didik dengan
diajak untuk mempelajari materi motivasi belajar baik yang mengikuti
melalui bantuan aplikasi model pembelajaran konvensional.

4. Pembahasan Hipotesis Keempat


Berdasarkan hasil uji konsep matematika antara peserta
hipotesis keempat menunjukkan didik yang mengikuti model
bahwa H 0 ditolak dan H1 diterima, pembelajaran blended learning
sehingga peserta didik dengan berbantuan moodle dengan peserta
motivasi belajar rendah, terdapat didik yang mengikuti model
perbedaan kemampuan pemahaman pembelajaran konvensional pada
peserta didik kelas VIII SMP Negeri pemanfaatan aplikasi dalam proses
3 Abiansemal. pembelajaran tidak dapat menjadi
Hasil analisis tersebut penunjang dalam kegiatan belajar
menunjukkan bahwa peserta didik karena peserta didik tidak termotivasi
yang memiliki motivasi belajar menggunakannya sehingga
rendah, kemampuan pemahaman menyebabkan penerapan model
konsep matematika peserta didik pembelajaran blended learning
yang mengikuti model pembelajaran berbantuan moodle menjadi kurang
konvensional lebih tinggi daripada efektif bagi peserta didik yang
kemampuan pemahaman konsep memiliki motivasi belajar rendah.
matematika peserta didik yang Akan tetapi, karena dalam model
mengikuti model pembelajaran pembelajaran konvensional peserta
blended learning berbantuan moodle. didik menjadi pendengar materi yang
Hal ini dikarenakan peserta didik dijelaskan oleh guru dan diberikan
yang bermotivasi rendah dalam latihan serta bimbingan dalam
belajar memiliki ciri-ciri, seperti: mengerjakan soal menyebabkan
1) menampakkan keengganan; 2) peserta didik yang memiliki motivasi
cepat bosan; 3) cenderung belajar rendah menjadi tertarik
mengharapkan bantuan orang lain, dengan kegiatan pembelajaran yang
dan 4) cenderung meninggalkan tugas mereka lakukan sehingga
yang sulit. kemampuan pemahaman konsep
Dengan ciri-ciri belajar peserta didik yang mengikuti model
tersebut, kemampuan pemahaman pembelajaran konvensional dengan
konsep matematika peserta didik motivasi belajar rendah lebih tinggi
yang bermotivasi rendah akan lebih daripada yang mengikuti model
menurun apabila menerapkan model pembelajaran blended learning
pembelajaran bersifat aktif seperti berbantuan moodle.
model pembelajaran blended learning Hal ini didukung oleh
berbantuan moodle karena model penelitian yang dilakukan Fitris
pembelajaran blended learning Herliana, Yetti Supriyati dan I Made
berbantuan moodle menuntut Astra (2015), yang menunjukkan
keaktifan dan kemandirian peserta bahwa hasil belajar fisika peserta
didik untuk membangun didik yang memiliki motivasi belajar
pengetahuannya sendiri berdasarkan rendah dengan perlakuan blended
pengalaman yang mereka lakukan. learning lebih rendah daripada
Pada saat penelitian, peserta perlakuan model konvensional.
didik yang mengikuti model Berdasarkan uraian tersebut,
pembelajaran blended learning tampak jelas bahwa kemampuan
berbantuan moodle dan memiliki pemahaman konsep matematika
motivasi belajar rendah terlihat peserta didik dengan motivasi belajar
kurang antusias dalam mengikuti rendah yang mengikuti model
proses pembelajaran. Terlebih lagi pembelajaran konvensional lebih baik
dalam proses pembelajaran peserta daripada peserta didik dengan
didik diajak untuk mempelajari motivasi belajar rendah yang
materi melalui bantuan aplikasi mengikuti model pembelajaran
pembelajaran moodle. Adanya blended learning berbantuan moodle.
DAFTAR RUJUKAN

Abdurrahman, Muhammad Sani dan Husamah. 2014. Pembelajaran


Ibrahim Musa Garba. 2014. The Bauran (Blended Learning).
Impact of Motivation on Jakarta: Prestasi Pustaka
Students Academic
Achievement in KEBBI State Mahendra, Eka I Wayan. 2016.
Junior Secondary School Pengaruh Model Pembelajaran
Mathematics. International ARIS dan Bakat Numerik
Journal of Advance Research. Terhadap Pemahaman Konsep
ISSN : 2320-9143 Matematika Peserta Didik.
Jurnal Emasains. Denpasar.
Departemen Pendidikan Nasional. IKIP PGRI Bali
2003. Undang-Undang Nomor
20 Tahun 2003, Tentang Sistem Rini, Eva Setya. 2016. Pemahaman
Pendidikan Nasional. Jakarta: Konsep dan Motivasi Belajar
Departemen Pendidikan Matematika Siswa Kelas X
Nasional Madrasah Aliyah Negeri 1 Palu
melalui Model Pembelajaran
Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Berbasis Masalah dan Model
Satuan Pendidikan (KTSP). Pembelajaran Inkuiri. E-Jurnal
Jakarta: Departemen Mitra Sains Vol. 4 No.2, Hal
Pendidikan Nasional 20-29. ISSN : 2302-2027
Herliana, Fitris, Yetti Supriyati dan I Sudiarta, I Gusti Putu dan I Wayan
Made Astra. 2015. Pengaruh Sadra. 2016. Pengaruh Model
Model Pembelajaran Berbasis Blended Learning Berbantuan
Blended Learning dan Motivasi Video Animasi Terhadap
Belajar Terhadap Hasil Belajar Kemampuan Pemecahan
Fisika Siswa SMA. Prosiding Madalah dan Pemahaman
Seminar Nasional Fisika. p- Konsep Siswa. Jurnal
ISSN : 2339-0654 e-ISSN : Pendidikan dan Pengajaran Jilid
2476-9398 49 No. 2. Singaraja: Universitas
Pendidikan Ganesha