Anda di halaman 1dari 30

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kemampuan menyusun proposal penelitian sangat penting untuk merencanakan dan
mengusulkan suatu kegiatan atau proyek penelitian. Secara umum ada aturan-aturan, baik
yang bersifat metodologis maupun teknis dalam menyusun proposal. Aturan-aturan itu pada
umumnya bersifat universal, meskipun untuk hal-hal tertentu yang bersifat teknis ada yang
harus disesuaikan dengan kebutuhan lembaga-lembaga tertentu. Dalam kaitannya dengan
penyelesaian studi di perguruan tinggi, penyusunan proposal penelitian adalah langkah awal
tatkala seorang mahasiswa bermaksud menyusun suatu skripsi (S1), tesis (S2), dan disertasi
(S3). Melihat begitu pentingnya proposal penelitian, maka akan dipelajari tentang proposal
penelitian.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian proposal penelitian dan jenis-jenis proposal penelitian ?
2. Bagaimana isi proposal penelitian dan ciri-ciri proposal penelitian ?
3. Apa saja unsur-unsur proposal penelitian ?
4. Bagaimana petunjuk penulisan proposal penelitian, prosedur penyusunan proposal
penelitian dan sistematika penyusunan proposal ?
5. Bagaimana aplikasi proposal penelitian ?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian proposal penelitian dan jenis-jenis proposal penelitian ?
2. Untuk mengetahui isi proposal penelitian dan ciri-ciri proposal penelitian ?
3. Untuk mengetahui saja unsur-unsur proposal penelitian ?
4. Untuk mengetahui petunjuk penulisan proposal penelitian, prosedur penyusunan proposal
penelitian dan sistematika penyusunan proposal ?
5. Untuk mengetahui aplikasi proposal penelitian ?

1
2

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Proposal Penelitian


Proposal Penelitian ialah usulan yang berisi rencana kegiatan penelitian yang disajikan secara
tertulis untuk memperoleh persetujuan dari pihak yang berwewenang. Pihak yang
berwewenang di sini dapat saja seperti lembaga/instansi yang akan mensponsori atau
membiayai penelitian tersebut, tempat atau sasaran penelitian, dan lembaga/instansi yang
meminta dilakukannya penelitian. Untuk keperluan penulisan skripsi, proposal penelitian
diperlukan untuk memperoleh persetujuan dari Ketua Jurusan atau Ketua Program Bidang
Studi.

2.2 Jenis-Jenis Proposal Penelitian


1. Proposal Penelitian Kualitatif
Penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistik-
kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti
sebagai instrumen kunci. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung
menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek)
lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif.
Ciri-ciri penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh karena itu,
laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan
mendalam serta menunjukkan ciri-ciri naturalistik yang penuh keotentikan.
Dalam penelitian kualitatif, karena permasalahan yang diteliti sudah jelas, realitas
merencanakan piknik. Yang direncanakan dalam piknik adalah baru tempat-tempat yang
akan dikunjungi, dan apa yang ingin diketahui lebih dalam dari tempat tersebut, akan
tergantung pada situasi setelah seseorang berada ditempat piknik tersebut. Proposal
penilitian kualitatif berisi garis-garis besar rencana yang mungkin akan dilakukan. Jadi
perbedaan utama proposal yang menggunakan metode penilitian kuantitatif dan kualitatif
adalah terletak pada, yang kuantitatif proposalnya spesifik dan sudah baku, dan dianggap
tunggal, tetap teramati, pola fikir deduktif, maka proposal penelitian kuantitatif dipandang

2
3

sebagai “blue print” yang harus digunakan sebagai pedoman baku untuk melaksanakan
dan mengendalikan penelitian. Sedangkan dalam metode kualitatif yang berpadangan,
realitas dipandang sesuatu holistic, kompleks, dinamis, penuh makna, dan pola fikir
induktif, sehingga permasalahan belum jelas, maka proposal penelitian kualitatif yang
dibuat masih bersifat sementara, dan akan berkembang setelah peneliti memasuki objek
penilitian/situasi social. Oleh karena itu proposal penelitian kualitatif di ibaratkan oleh
bogdan seperti seseorang yang akan yang kualitatif masih bersifat umun dan sementara.
Komponen dan Sistematika Proposal secara garis besarnya terdiri atas,pendahuluan,
landasan teori, metode penelitian, jadwal penelitian, organisasi penilitian, biaya penelitian.
Komponen dalam proposal tersebut dapat disusun kedalam bentuk sistematika proposal
seperti gambar berikut.
1.1 Pendahuluan
a. Latar Belakang Masalah
Dalam latar belakang masalah ini dikemukakan gambaran keadaan yang sedang
terjadi selanjutnya dikaitkan dengan peraturan/kebijakan, perencanaan, tujuan,
teori, pengalaman, sehingga terlihat adanya kesenjangan yang merupakan
masalah.
Masalah yang dikemukakan dalam bentuk data, bias diperoleh dari studi
pendahuluan, dokumentasi laporan penelitian, atau pernyataan orang-orang yang
dianggap kredibel dalam media baik dalam media cetak atau media elektronika.
b. Fokus Penelitian
Kalau dalam penelitian kuantitatif, focus penelitian ini merupakan batasan
masalah. Karena adanya keterbatasan, baik tenaga, dana, dan waktu, dan supaya
hasil penelitian lebih terfokus, maka peneliti tidak akan melakukan penelitian
terhadap keseluruhan yang ada pada obyek atau situasi sosial tertentu, tetapi perlu
menentukan fokus.
Pada penelitian kualitatif, penentuan fokus berdasarkan hasil studi pendahuluan,
pengalaman, referensi, dan disarankan oleh pembimbing atau orang yang
dipandang ahli.

3
4

c. Rumusan Masalah
Rumusan masalah merupakan pernyataan penelitian, yang dijawabannya
dicarikan melalui penelitian.
Rumusan masalah dalam penelitian kualitatif tidak berkenaan dengan variable
penelitian, yang bersifat spesifik, tetapi lebih makro dan berkaitan dengan
kemungkinan apa yang terjadi pada obyek/situasi sosisal penelitian tersebut.
d. Tujuan Penelitian
Secara umum tujuan penelitian adalah untuk menemukan, mengembangkan
dan membuktikan pengetahuan. Sedangkan secara khusus tujuan penelitian
kualitatif adalah untuk menemukan. Menemukan berarti sebelumnya belum
pernah ada atau belum diketahui. Dengan metode kualitatif, maka peneliti dapat
menemukan pemahaman luas dan mendalam terhadap situasi social yang
kompleks, memahami interaksi dalam situasi social tersebut sehingga dapat
ditemukan hipotesis, pola hubungan yang akhirnya dapat kembangkan menjadi
teori.
Tujuan penelitian dalam proposal penelitian kualitatif juga masih bersifat
sementara, dan akan berkembang setelah peneliti berada di lapangan.
e. Manfaat Penelitian
Setiap penelitian diharapkan memiliki manfaat. Manfaat tersebut bisa bersifat
teoritis, dan praktis. Untuk penelitian kualitatif, manfaat penelitian lebih bersifat
teoritits, yaitu untuk pengembangan ulmu, namun juga tidak menolak manfaat
praktisnya untuk memecahkan masalah.

1.2 Studi kepustakaan


Studi kepustakan berkaitan dengan kajian teoritis dan referensi lain yang terkait
dengan nilai, budaya, dan norma yang berkembang pada situasi sosial yang diteliti.
Terdapat tiga kriteria terhadap teori yang digunakan sebagai landasan dalam
penelitian, yaitu relevansi, kemutakhiran, dan keaslian.

4
5

a. Relevansi
Relevansi berarti teori yang dikemukakan sesuai dengan permasalahan yang
diteliti.
b. Kemutakhiran
Kemutakhiran berarti terkait dengan kebaruan teori atau referensi yang digunakan.
Pada umumnya referensi yang sudah lebih dari lima tahun diterbitkan dianggap
kurang mutakhir.
c. Keaslian
Keaslian terkait dengan keaslian sumber, maksutnya supaya peneliti menggunakan
sumber aslinya dalam mengemukakan teori. Jangan sampai peneliti mengutip dari
kutipan orang lain, dan sebaiknya dicari sumber aslinya.

Berapa teori yang dikemukakan dalam proposal, akan sangat tergantung


pada fokus penelitian yang ditetapkan oleh peneliti.
Dengan dikemukakan landasan teori dan nilai-nilai budaya yang ada pada
konteks sosial yang diteliti, maka hal ini merupakan indikator bagi peneliti.
Validasi awal bagi peneliti kualitatif adalah seberapa jauh kemampuan peneliti
mendeskripsikan teori-teori yang terkait dengan bidang dan konteks sosial yang
diteliti.
Dalam landasan teori ini perlu dikemukakan definisi setiap fokus yang akan
diteliti. Dalam definisi perlu dikemukakan definisi-definisi yang sejalan maupun
yang tidak sejalan. Dengan demikian maka landasan teori yang dikemukakan
semakin kuat.
Dalam penelitian kualitatif, teori yang dikemukakan bersifat sementara.
Selanjutnya dalam landasan teori, tidak perlu dibuat kerangka berfikir sebagai
dasar untuk perumusan hipotesis, karena dalam penelitian kualitatif tidak akan
menguji hipotesis, tetapi justru menemukan hipotesis.

5
6

1.3 Metode penelitian


Komponen dalam metode penelitian kualitatif adalah alasan menggunakan merode
kualitatif, tempat penelitian, instrumen penelitian, sampel sumber data penelitian,
teknik pengumpulan data teknik analisis data dan rencana pengujian keabsahan data.
a. Metode dan alasan menggunakan metode kualitatif
Pada umumnya alasan menggunakan metode kualitatif karena,
permasalahan belum jelas, holistik, kompleks, dinamis dan penuh makna sehingga
tidak mungkin data pada situasi sosial tersebut dijaring dengan metode penelitian
kuantitatif dengan instrumen seperti test, kesioner, pedoman wawancara.
b. Tempat Penelitian
Tempat penelitian merupakan tempat dimana situasi sosial tersebut akan
diteliti. Misalnya di sekolah, di perusahaan, di lembaga pemerintah, di jalan, di
rumah dan lain-lain.
c. Instrumen Penelitian
Dalam penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen utama adalah peneliti
sendiri atau anggota tim peneliti.
d. Sampel Sumber Data
Sampel sumber data dipilih secara purposive dan bersifat snowball
sampling. Sampel sebagai sumber data atau sebagai informan sebaiknya yang
memenuhi kriteria sebagai berikut :
1. Mereka yang menguasai atau memahami sesuatu melalui proses enkulturasi,
sehingga sesuatu itu bukan sekedar diketahui, tetapi juga dihatinya
2. Mereka yang tergolong masih dengan berkecimpung atau terlibat pada kegiatan
yang tengah diteliti
3. Mereka yang mempunyai waktu yang memadai untuk dimintai informasi
4. Mereka yang tidak cenderung menyampaikan informasi hasil “kemasannya”
sendiri
5. Mereka yang pada mulanya tergolong “cukup asing” dengan peneliti sehingga
lebih menggairahka untuk dijadikan semacam guru atau narasumber

6
7

e. Teknik Pengumpulan Data


Dalam penelitian kualitatif teknik pengumpulan data yang utama adalah
observasi participant, wawancara mendalam studi dokumentasi, dan gabungan
ketiganya atau triangulasi.
f. Teknik Analisis Data
Dalam penelitian kualitatif, teknik analisis data lebih banyak dilakukan
bersamaan dengan pengumpulan data. Tahapan dalam penelitian kualitatif adalah
tahap memasuki lapanga dengan grand tour dan minitour question, analisis datanya
dengan analisis domain. Tahap kedua adalah menentukan fokus, teknik
pengumpulan data dengan minitour question, analisis data dilakukan dengan
analisis taksonomi. Selanjutnya pada tahap selection, pertanyaan yang digunakan
adalah pertanyaan struktural, analisis data dengan analisis komponensial. Setelah
analisis komponensial dilanjutkan analisis tema.
g. Rencana Pengujian Keabsahan Data
Uji keabsahan data meliputi uji kredibilitas data (validitas internal), uji
depenabilitas (reliabilitas) data, uji komfirmabilitas ( obyektivitas)

1.1 Organisasi penelitian dan jadwal penelitian


a. Organisasi
Dalam organisasi penelitian ini terdiri atas ketua tim peneliti, beberapa
anggota peneliti, pengumpul data, bendahara, tenaga administrasi. Masing-masing
perlu dikemukakan uraian tugas dan waktu yang tersedia.
b. Jadwal Penelitian
Jadwal penelitian berisi aktivitas yang dilakukan dan kapan akan dilakukan.
Berikut ini diberikan contoh rencana jadwal penelitian kualitatif.

7
8

Contoh jadwal penelitian kualitatif :


No Kegiatan Bulan ke :
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Penyusunan proposal √
2 Diskusi proposal √
3 Memasuki lapangan, grand tour dan √ √
mini tour question, analisis domain
4 Menentukan fokus, minitour question, √ √
analisis taksonomi
5 Tahap selection, structural question, √ √ √
analisis komponensial
6 Menentukan tema, analisis tema √ √
7 Uji keabsahan data √ √
8 Membuat draf laporan penelitian √ √
9 Diskusi draf laporan √ √
10 Penyempurnaan laporan √ √

1.2 Pembiayaan
Jumlah biaya yang diperlukan tergantung pada tingkat profesionalisme tenaga
peneliti dan pendukungnya, tingkat resiko kegiatan dilakukan, jarak tempat penelitian
dengan tempat tinggal peneliti, serta lamanya penelitian yang dilakukan. Semua biaya
yang dibutuhkan perlu diuraikan secara rinci.

2. Proposal Penelitian Kuantitatif


Suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif.
Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, ataupun
pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi

8
9

permasalahan-permasalahan beserta pemecahan-pemecahannya yang diajukan untuk


memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.
Adapun isi dan setiap bagian dari sistematika proposal peneltian kuantitatif adalah
sebagai berikut :
2.1 Pendahuluan
a. Latar Belakang Masalah
Berisi tentang sejarah dan peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi pada
suatu objek penelitian, tetapi dalam peristiwa itu, sekarang ini tampak ada
penyimpangan-penyimpangan dari standard yang ada, baik standard yang bersifat
keilmuan maupun aturan-aturan. Oleh karena itu dalam latar belakang ini.
Penelitian harus melakukan analisis masalah, sehingga permasalahan menjadi
jela. Melalui analisis masalah ini, peneliti harus dapat menunjukkan adanya suatu
penyimpangan yang ditujukkan dengan data dan menuliskan mengapa hal ini
perlu diteliti.
b. Indentifikasi Masalah
Dituliskan berbagai masalah yang ada pada obyek yang diteliti. Baik yang
akan diteliti maupun yang tidak akan diteliti sedapat mungkin dikemukakan.
Untuk dapat mengidentifikasi masalah dengan baik, maka peneliti perlu
melakukan studi pendahuluan ke obyek yang diteliti, melakukan observasi, dan
wawancara ke berbagai sumber, sehingga semua permasalahan dapat
diidentifikasikan.
Permasalahan yang telah diketahui tersebut, selanjutnya dikemukakan
hubungan satu masalah dengan masalah yang lain. Masalah yang akan diteliti itu
kedudukannya di mana di antara masalah yang akan diteliti. Masalah apa saja
yang diduga berpengaruh positif dan negatif terhadap masalah yang diteliti.
Selanjutnya masalah tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk variabel.
c. Batasan Masalah
Karena adanya keterbatasan, waktu, dana, tenaga, teori-teori, dan supaya
penelitian dapat dilakukan secara lebih mendalam, maka tidak semua masalah
yang telah diidentifikasikan akan diteliti. Untuk itu maka penelitian memberi

9
10

batasan, dimana akan dilakukan penelitian, variabel apa saja yang akan diteliti,
serta bagaimana hubungan variabel satu dengan variabel yang lain.
Berdasarkan batasan masalah ini, maka selanjutnya dapat dirumuskan
masalah penelitian.
d. Rumusan Masalah
Setelah masalah itu ditentukan (variabel apa saja yang akan diteliti, dan
bagaimana hubungan variabel satu dengan yang lain), dan supaya masalah dapat
terjawab secara akurat, maka perlu dirumuskan secara spesifik. Rumusan masalah
itu dinyatakan dalam kalimat pernyataan. Jadi pola pikir dalam merumuskan
masalah itu ada empat tahapan yaitu :
 Latar belakang masalah
 Identifikasi masalah
 Batasan masalah
 Rumusan masalah
e. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian tidak sama dengan tujuan yang ada pada sampul skripsi
atau tesis, yang merupakan tujuan formal (misalnya untuk memenuhi salah satu
syarat untuk mendapat gelar sarjana). Tujuan penelitian berkaitan erat dengan
rumusan masalah yang dituliskan. Misalnya rumusan masalahnya :
Bagaimanakah tingkat disiplin kerja pegawai di Depertemen A? Maka tujuan
penelitiannya adalah : ingin mengetahui seberapa tinggi tingkat disiplin pegawai
di departemen A. Rumusan masalah dan tujuan penelitian ini jawabannya terletak
pada kesimpulan penelitian.
f. Kegunaan Hasil Penelitian
Kegunaan hasil penelitian merupakan dampak dari tercapainya tujuan.
Kalau tujuan penelitian dapat tercapai, dan rumusan masalah dapat terjawab
secara akurat maka sekarang kegunaannya apa. Kegunaan hasil penelitian ada dua
hal yaitu :

10
11

1. Kegunaan untuk mengembangkan ilmu/kegunaan teoritis.


2. Kegunaan praktis, yaitu membantu memecahkan dan mengantisipasi masalah
yang ada pada obyek yang diteliti.

2.2 Landasan teori, kerangka berfikir dan pengajuan hipotesis


a. Deskripsi teori
Deskripsi teori adalah, teori-teori yang relevan yang dapat digunakan untuk
menjelaskan tentang variabel yang akan diteliti, serta sebagai dasar untuk
memberi jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang diajukan (hipotesis),
dan penyusunan instrumen penelitian.
Teori-teori yang digunakan bukan sekedar pendapat dari pengarang, pendapat
penguasa, tetapi teori yang betul-betul telah teruji kebenarannya. Jumlah teori
yang dikemukakan tergantung pada variabel yang diteliti.
b. Kerangka Berfikir
Kerangka berfikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori
berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diindentifikasi sebagai masalah
yang penting.
Kerangka berfikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis pertautan antar
variabel yang akan diteliti. Kerangka berfikir dalam suatu penelitian perlu
dikemukakan apabila dalam penelitian tersebut berkenaan dua variabel atau lebih.
Penelitian yang berkenaan dengan dua variabel atau lebih, biasanya dirumuskan
hipotesis yang berbentuk komparasi maupun hubungan. Kerangka berfikir yang
dihasilkan dapat berupa kerangka berfikir yang yang assosiatif/hubungan maupun
komparatif/perbandingan.
c. Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian
yang diajukan, maka titik tolak untuk merumuskan hipotesis adalah rumusan
masalah dan kerangka berfikir.
Contoh : Bila rumusan masalah berbunyi adakah “perbedaan produktivitas antara
lembaga yang menggunakan teknologi tinggi dan rendah?” selanjutnya kerangka

11
12

berfikir berbunyi “Karena lembaga A menggunakan teknologi tinggi, maka


produktivitas kerjanya lebih tinggi bila dibandingkan dengan lembaga B yang
teknologi kerjanya rendah,” maka hipotesisnya berbunyi “Terdapat perbedaan
produktivitas kerja yang signifikan antara Lembaga A dan B, atau produktivitas
kerja lembaga A lebih tinggi bila dibandingkan dengan lembaga B”

2.3 Prosedur penelitian


a. Metode Penelitian
Untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis, diperlukan metode
penelitian. Untuk itu di bagian ini perlu ditetapkan metode penelitian apa yang
akan digunakan, apakah metode survey atau eksperimen.
b. Populasi dan sampel
Dalam penelitian perlu dijelaskan populasi dan sampel yang dapat digunakan
sebagai sumber data. Bila hasil penelitian akan digeneralisasikan (kesimpulan data
yang dapat diberlakukan untuk populasi) maka sampel yang digunakan sebagai
sumber data harus representatif dapat dilakukan dengan cara mengambil sampel
dari populasi secara random sampai jumlah tertentu.
c. Instrumen Penelitian
Penelitian yang bertujuan untuk mengukur suatu gejala akan menggunakan
instrumen penelitian. Jumlah instrumen yang akan digunakan tergantung pada
variabel yang diteliti. Bila variabel yang diteliti jumlahnya lima, maka akan
menggunakan lima instrumen. Dalam hal ini perlu dikemukakan instrumen apa
saja yang akan digunakan untuk penelitian, skala pengukuran yang ada pada setiap
jenis instrumen, prosedur pengujian validitas dan reliabilitas instrumen.
d. Teknik pengumpulan data
Yang diperlukan di sini adalah teknik pengumpilan data mana yang paling tepat,
sehingga betul-betul di dapat data (angket, observasi, wawancara) dicantumkan
kalau sekiranya tidak dapat dilaksanakan. Selain itu konsekuensi dari
mencantumkan ke tiga teknik pengumpulan data itu adalah: setiap teknik
pengumpulan data yang dicantumkan harus disertai datanya. Memang untuk

12
13

mendapatkan data yang lengkap dan obyektif penggunaan berbagai teknik sangat
diperlukan, tetapi bila satu teknik di pandang mencukupi maka teknik yang lain
bila digunakan akan menjadi tidak efisien.
e. Teknik Analisis Data
Untuk penelitian dengan pendekatan kuantitatif, maka teknik analisis data ini
berkenaan dengan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan hipotesis
yang diajukan. Bila peneliti tidak membuat hipotesis, maka rumusan masalah
penelitian itulah yang perlu dijawab. Tetapi kalau hanya rumusan masalah itu
dijawab, maka sulit membuat generalisasi, sehingga kesimpulan yang dihasilkan
hanya dapat berlaku untuk sampel yang digunakan, tidak dapat berlaku untuk
populasi.

2.4 Organisasi dan jadwal penelitian


a. Organisasi Penelitian
Bila penelitian dilaksanakan oleh tim/kelompok maka diperlukan adanya
organisasi pelaksana penelitian. Minimal ada ketua yang bertanggung jawab dan
anggota, sebagai pembantu kita.
b. Jadwal Penelitian
Setiap rancangan penelitian perlu dilengkapi dengan jadwal kegiatan yang akan
dilaksanakan. Dalam jadwal berisi kegiatan apa saja yang akan dilakukan, dan
erapa lama akan dilakukan. Contoh:
No Kegiatan Minggu Ke:
1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3
1. Penyusunan Proposal
2. Penyusunan instrumen
3. Seminar proposal dan
instrumen penelitian
4. Pengujian validitas dan
reliabilitas instrumen
5. Penentuan sampel

13
14

6. Pengumpulan data
7. Analisis data
8. Pembuatan draf laporan
9. Seminar laporan
10. Penyempurnaan laporan
11. Penggandaan laporan
penelitian

2.5 Biaya penelitian


Biaya merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian. Jumlah biaya yang
diperlukan tergantung pada tingkat profesionalisme tenaga penelitian dan
pendukungnya, tinggi resiko kegiatan dilakukan, jarak tempat penelitian dengan
tempat tinggal peneliti, serta lamanya penelitian dilakukan. Biaya penelitian pada
umunya 60% digunakan untuk tenaga, dan 40% untuk

3. Proposal Penelitian Pengembangan


Kegiatan yang menghasilkan rancangan atau produk yang dapat dipakai untuk
memecahkan masalah-masalah aktual. Dalam hal ini, kegiatan pengembangan ditekankan
pada pemanfaatan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, atau temuan-temuan
penelitian untuk memecahkan masalah. Skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis
berdasarkan hasil kerja pengembangan menuntut format dan sistematika yang berbeda
dengan skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil penelitian, karena
karakteristik kegiatan pengembangan dan kegiatan penelitian tersebut berbeda.Kegiatan
penelitian pada dasarnya berupaya mencari jawaban terhadap suatu permasalahan,
sedangkan kegiatan pengembangan berupaya menerapkan temuan atau teori untuk
memecahkan suatu permasalahan.

14
15

4. Proposal Penelitian Kajian Pustaka


Telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya
bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang
relevan. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data
atau informasi dari berbagai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru
dan atau untuk keperluan baru.
Dalam hal ini bahan-bahan pustaka itu diperlukan sebagai sumber ide untuk menggali
pemikiran atau gagasan baru, sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi dari
pengetahuan yang sudah ada, sehingga kerangka teori baru dapat dikembangkan, atau
sebagai dasar pemecahan masalah.

2.3 Isi Proposal Penelitian


Proposal penelitian mengemukakan dua hal pokok yaitu (1) masalah yang akan diteliti,
dan (2) metodologi penelitian.
 Masalah Penelitian
Masalah penelitian adalah sesuatu yang ingin diketahui atau dipecahkan/diatasi oleh
peneliti melalui prosedur ilmiah. Dengan demikian maka masalah penelitian perlu
dirumuskan secara jelas dan operasional. Agar menjadi jelas serta untuk memperlihatkan
kedudukan dan pentingnya diketahui atau dipecahkan, maka masalah itu perlu diberikan
latar belakang dengan memberikan informasi pendahuluan tentang situasi tempat dan
waktu masalah itu terjadi. Latar belakang ini juga hendaknya dapat memberikan gambaran
yang jelas tentang berbagai kesenjangan yang terjadi dan yang mungkin terjadi beserta
akibatnya kalau masalah itu tidak diekatahui dan diatasi. Oleh karena itu dalam mengawali
suatu penelitian, yang utama dan terutama dilakukan ialah mengidentifikasi masalah.
Kejelasan masalah akan membantu peneliti untuk memilih dan menentukan metodologi
penelitian yang tepat.
 Metodologi Penelitian
Metodologi penelitian ialah ilmu tentang metode-metode yang dipergunakan dalam
penelitian. Oleh karena metodologi penelitian menawarkan berbagai metode dalam
melakukan suatu penelitian, maka peneliti perlu memilih metode yang tepat dalam arti

15
16

efektif dan efisien untuk mencapai tujuan penelitiannya. Dengan demikian acuan utama
dalam memilih metode penelitian ialah masalah pebelitian. Bukan menentukan metode
penelitian terlebih dahulu baru merumuskan masalah penelitian.

2.4 Ciri-Ciri Dan Syarat Proposal Penelitian Yang Baik Dan Benar
Ciri-ciri proposal Riset/Penelitian yang Baik Menurut Metode Atau Kaidah Ilmiah adalah
sebagai berikut:
1. Bersifat kritis dan analitis.
2. Memuat konsep dan teori yang tepat.
3. Menggunakan istilah tepat.
4. Rasional (Masuk akal).
5. Obyektif.
6. Konsistensi dalam menguraikan, menjelaskan, kalimat singkat padat dan jelas.
7. Koherensi (saling kait mengkaitkan).

Syarat-Syarat proposal Penelitian yang Baik dan benar:


1. Tujuan dan masalah yang jelas.
2. Teknik dan prosedur yang rinci.
3. Obyektifitas penelitian akan sampel yang ingin digunakan.
4. Kekurangan dalam penelitian harus diungkapkan secara terbuka dan jujur.
5. Tingkat kevaliditas dan kehandalan data cermat.
6. Kesimpulan yang terkait dengan penelitian yang dilakukan.
7. Obyektifitas atau fenomena sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan motivasi peneliti.

2.5 Unsur-Unsur Proposal Penelitian


a. Unsur Dan Elemen Proposal Penelitian
Proposal atau usulan penelitian diperlukan untuk mengawali suatu kegiatan
penelitian. Proposal tersebut perlu dikaji atau dievaluasi oleh pembimbing penelitian atau
evaluator dari pihak sponsor pemberi dana. Untuk memperlancar evaluasi atau kajian,
proposal perlu mengikuti format tertentu dalam hal susunan isi, pengetikan, dan

16
17

pengesahan (yang diminta oleh pembimbing atau evaluator). Dalam bab ini hanya format
susunan isi yang dibahas, sedangkan untuk format pengetikan dan pengesahan silahkan
mengacu pada pedoman yang berlaku.
Untuk membahas format susunan isi proposal penelitian, pertama dibahas unsur
proposal beserta keterkaitan antar unsur tersebut. Bahasan selanjutnya menyangkut tiap
unsur, tetapi dibahas secara singkat dan dalam keterkaitannya dengan unsur–unsur
lainnya. Bahasan yang lebih panjang lebar dan terfokus hanya pada unsur-unsur yang
dianggap terpenting diberikan pada bab-bab tersendiri.
b. Unsur-unsur Isi Proposal dan Keterkaitannya
Secara umum, isi proposal penelitian meliputi.unsur-unsur sebagai berikut (menurut
pedoman penulisan tesis yang dikeluarkan oleh Program Pascasarjana UGM, 1997):
1) Judul
2) Latar belakang & perumusan permasalahan (& keaslian penelitian, dan faedah yang
dapat diharapkan)
3) Tujuan dan Lingkup penelitian
4) Tinjauan Pustaka
5) Landasan Teori
6) Hipotesis
7) Cara penelitian
8) Jadwal penelitian
9) Daftar Pustaka
10) Lampiran
Keterkaitan antar unsur tersebut terlihat seperti pada gambar di bawah ini:

17
18

unsur / elemen proposal penelitian

Dari gambar di atas terlihat bahwa ada tiga unsur yang menjadi “sentral”
keterkaitan unsur-unsur proposal, yaitu: (a) rumusan permasalahan, (b) tinjauan
pustaka, dan (c) cara penelitian. Rumusan masalah berfungsi mengarahkan fokus
penelitian, sedangkan tinjauan pustaka merupakan dialog dengan khazanah ilmu
pengetahuan, dan cara (metode) penelitian menjadi cetak biru (rancangan) untuk
pelaksanaan penelitian. Karena ketiga unsure ini menjadi sentral dari isi proposal
penelitian, maka bahasan dimulai dari ketiga unusr tersebut. Bahasan di bawah ini
bersifat singkat, sedangkan bahasan yang lebih panjang lebar diberikan dalam bab-
bab tersendiri.

Judul, Latar belakang, dan Rumusan Permasalahan


Bagian pertama atau awal sebuah proposal dimulai dengan (1) judul, disusul
dengan (2) latar belakang, (3) rumusan masalah, (4) keaslian penelitian, dan (5)
faedah atau manfaat penelitian.

 Judul Proposal Penelitian


Judul merupakan gerbang pertama seseorang membaca sebuah proposal
penelitian. karena merupakan gerbang pertama, maka judul proposal penelitian
perlu dapat menarik minat orang lain untuk membaca. Judul perlu singkat tapi

18
19

bermakna dan tentu saja harus jelas terkait dengan isinya. Judul hendaknya
bersifat spesifik, singkat dan padat (tidak lebih dari 20 kata) tetapi komunikatif,
mengacu pada hakekat penelitian, dan menarik (penelitian tersebut layak dan
perlu).
Bila memang tidak dapat dipersingkat, meskipun tetap panjang, maka judul
dapat dibuat bertingkat, yaitu judul utama, dan anak judul. Penghalusan atau
perubahan judul juga perlu mempertimbangkan bahwa judul tersebut akan
diakses (dicari) dengan komputer, sehingga pakailah kata atau istilah yang umum
dalam bidang ilmunya.

 Latar Belakang
Dua pertanyaan perlu dijawab dalam rangka mengisi bagian latar belakang
ini, yaitu: Mengapa kita memilih permasalahan ini? Apakah ada opini
independen yang menunjang diperlukannya penelitian ini?
Untuk menjawab pertanyaan “mengapa kita memilih permasalahan ini?”,
maka langkah pertama, kita perlu memilih bidang keilmuan yang kita ingin
lakukan penelitiannya. Pemilihan bidang tersebut diteruskan ke sub-bidang dan
seterusnya hingga sampai pada topik tertentu yang kita minati. Langkah kedua,
kita perlu melakukan kajian terhadap pustaka berkaitan .kemajuan terakhir ilmu
pengetahuan dalam topik tersebut—untuk mencari peluang pengembangan atau
pemantapan teori. Minar maupun peluang tersebut seringkali didorong oleh isu
nyata dan aktual—yang muncul di jurnal ilmiah terbaru atau artikel koran
bermutu atau pidato penting dan aktual, atau direkomendasikan oleh penelitian
sebelumnya.. Ini semua merupakan opini independen yang menunjang
diperlukannya penelitian yang diusulkan tersebut.

 Batasan Masalah
Masalah yanga akan dicarai pemecahannya harus terbatas ruang lingkupnya
agar pembahasannya dapat lebih terperinci dan dapat dimungkinkan pengambilan

19
20

keputusan definitife. Variable-variable yang terlibat dalam penelitian harus


ditentukan.

 Rumusan Masalah
Keberhasilan dalam melakukan identifikasi masalah dan analisis maslaah
seperti yang tertuang dalam latar belakang sangat menentukan ketajaman
rumusan masalah. Untuk memudahkan dalam menajamkan rumusan masalah,
ungkapkan masalah dalam 2 poin sesuai hasil identifikasi masalah yaitu:
a. Masalah umum.
b. Masalah spesifik.

 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian disusun berddasarkan rumusan masalah yang telah
diterapkan sehingga tujuan peneltian tercapai, maka akan diperoleh solusi bagi
pengatasan masalah secara langsung. Seperti rumusan masalah, tujuan penelitian
juga diungkapkan dalam bentuk :
a. Tujuan umum.
b. Tujuan spesifik.

 Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian merupaakn perkiraan bila tujuan penelitian tercapai. Hal
ini dapat diperkirakan melalui outcome/ dampaknya bagi masyarakat dan dunia
IPTEK.

 Tinjauan Pustaka
Tinjauan Pustaka terdiri dari 3 sub bab besar, yaitu :
a. Penelitian yang relevan/penelttian terkait.
b. Landasan teori
c. Kerangka pemikiran dan atau kerangka teori dan Hipotesis (untuk metode
korelasi, kausal komaratif, eksperimen).

20
21

 Metode Penelitian
Metode penelitian dapat pula diartikan sebagai prosedur, alat-alat dan
bahan yang digunakan dalam peneltian yang bersifat khas dan khusus untuk
penelitian yang dirancang.

 Jadwal Penelitian
Jadwal penelitian disusun berdasarkan aktivitas yang terkandung dalam
metode penelitian. Aktivitas ini adalah aktivitas yang direncanakan dilakukan
bila proposal penelitian disetujui.

2.6 Petunjuk Penulisan Proposal Penelitian


Proposal penelitian terdiri atas: Bagian Awal, Bagain utama, dan bagian Akhir dengan
jumlah halaman tidak lebih dari 30.
A. Bagian Awal
Bagian awal mencakup halaman judul, halaman pengesahan, ringkasan, prakata, daftar
tabel, daftar gambar, daftar simbol, daftar isi
1. Halaman Judul
Halaman judul memuat: judul, lambang Untirta, nama dan nomor mahasiswa,
instansi, kota, dan waktu pengajuan
a. Judul penelitian dibuat sesingkat-singkatnya, tetapi jelas dan menunjukkan
dengan tepat masalah yang hendak diteliti, dan tidak membuka peluang
penafsiran yang beraneka ragam.
b. Lambang Universitas Sultan ageng Tirtayasa berbentuk segi 5.
c. Nama Mahasiswa ditulis lengkap di bawah lambang, di samping kanan nama
dituliskan Nomor Induk mahasiswa. Urutan penulisan nama mahasiswa
(kelompok) berdasarkan Nomor Induk mahasiswa.
d. Instansi ialah Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Sultan ageng
Tirtayasa
e. Kota ialah Cilegon

21
22

f. Waktu pengajuan ditunjukkan dengan menuliskan bulan dan tahun di bawah


Cilegon
Contoh halaman judul terlihat pada Lampiran 1.

2. Halaman Pengesahan
Halaman ini berisi persetujuan Pembimbing I dan Pembimbing II lengkap dengan tanda
tangan dan tanggal.
Contoh halaman pengesahan terdapat pada Lampiran 2.

22
23

3. Ringkasan
Uraian singkat tentang latar belakang, perumusan masalah, tujuan, metode
penelitian, hasil yang ingin dicapai dan waktu pelaksanaan
4. Prakata
Prakata berisi uraian singkat tentang maksud penelitian dan ucapan terima kasih
kepada pihak-pihak tertentu.
B. Bagian Utama
Bagian utama proposal penelitian memuat bab-bab: Pendahuluan, Tinjauan pustaka,
Metode Penelitian
I. Pendahuluan
Bab pendahuluan memuat latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, ruang
lingkup penelitian.
a. Latar belakang berisi penjelasan mengenai alasan-alasan mengapa masalah yang
dikemukakan dalam usulan penelitian itu dipandang menarik, penting, dan perlu
diteliti.
b. Rumusan masalah
Perumusan masalah yang jelas tentang masalah yang akan diteliti. Uraikan
pendekatan dan konsep untuk menjawab masalah yang diteliti.
c. Tujuan Penelitian
Dalam proposal disebutkan secara spesifik tujuan yang ingin dicapai
d. Ruang lingkup penelitian
Berisi batasan-batasan masalah yang akan diteliti.
II. Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka memuat uraian sistematis tentang teori-teori pustaka dan hasil-hasil
penelitian yang didapat oleh peneliti terdahulu, yang ada hubungannya dengan
penelitian
24

yang akan dilakukan. Dalam penyajian ini hendaknya ditunjukkan bahwa


permasalahan yang akan diteliti belum terjawab atau belum terpecahkan secara
memuaskan. Fakta-fakta yang dikemukakan sejauh mungkin diambil dari
sumber aslinya. Semua sumber yang dipakai harus disebutkan dengan
mencantumkan nama penulis dan tahun penerbitan sesuai yang tercantum pada
daftar pustaka.
Contoh cara menunjukkan sumber pustaka seperti tertera pada lampiran 3. Sumber
referensi bisa berupa:

a. Textbook atau handbook


b. Artikel-artikel yang sudah dipublikasikan (jurnal, prosiding, dll)
c. Artikel dari instansi resmi (internet, web, dll)
d. Individu yang mempunyai otoritas ilmiah (diakui baik tingkat nasional
maupun internasional)
Jumlah pustaka yang digunakan minimal 5 jurnal/prosiding (artikel ilmiah)’
III. Metode Penelitian
Cara penelitian mengandung uraian tentang tahapan penelitian, prosedur penelitian,
bahan atau materi penelitian, alat, , variabel, serta metode pengumpulan dan
analisis data.
a. Tahapan penelitian
Tahapan penelitian berisi keterangan tentang tahapan-tahapan penelitian yang
akan dilakukan, misalnya penelitian pendahuluan, penelitian utama, dan
seterusnya. Dalam tahapan penelitian ini juga berisi diagram alir proses
penelitian yang akan dilakukan.
b. Prosedur penelitian
Prosedur penelitian memuat uraian yang cukup terinci tentang cara
melaksanakan penelitian, merupakan penjelasan dari diagram alir yang ada pada
tahapan penelitian.
25

c. Bahan dan alat


Bahan atau materi penelitian, yang dapat berwujud populasi atau sampel, harus
dikemukakan dengan jelas dan disebutkan sifat-sifat atau spesifikasi yang
harus ditentukan. Alat yang dipakai untuk menjalankan penelitian harus diuraikan
dengan jelas dan kalau perlu,disertai dengan gambar dan keterangan-keterangan.
d. Variabel penelitian,
Variabel yang akan dipelajari dan data yang akan dikumpulkan, diuraikan
dengan jelas, termasuk jenis kisarannya.
e. Metode pengumpulan dan analisis data
Metode pengumpulan dan analisis data mencakup uraian tentang model dan cara
menganalisis data.
f. Jadwal pelaksanaan Penelitian (6 bulan)
Dalam jadwal penelitian ditunjukkan :
1. Tahap-tahap penelitian;
2. Rincian kegiatan pada setiap tahap;
3. Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap tahap.

Jadwal penelitian disajikan dalam bentuk matriks.

C. Bagian Akhir
Bagian akhir terdiri atas daftar pustaka dan lampiran
I. Daftar Pustaka
Daftar pustaka hanya memuat pustaka yang diacu dalam usulan penelitian dan
disusun kebawah menurut abjadnama akhir penulis pertama. Buku dan majalah tidak
dibedakan, kecuali penyusunnya kekanan, yaitu sebagai berikut:
26

a . Buk u :
Nama penulis, tahun terbit, judul buku,jilid,terbitan ke, nomor, halaman
yang diacu (kecuali kalau seluruh buku), nama penerbit dan kotanya.
b. Majalah :
Nama penulis, tahun terbit, judul tulisan, nama majalah dengan singkatan
resminya, jilid, dan nomor halaman yang diacu.
c. Internet :
Pustaka yang diambil dari internet harus mencantumkan tanggal, bulan, dan
tahun akses sumber tersebut.
II. Lampiran
Dalam lampiran, terdapat pengolahan data dan prosedur analisis.
27

2.7 Prosedur Penyusunan Proposal Penelitian


Pengembangan suatu proposal penelitian pada dasarnya bergantung pada
keterampilan masing-masing peneliti. Dalam kenyataan sering dijumpai bahwa
ketiadaan pegangan dalam menempuh langkah-langkah pengembangan proposal
penelitian menuntun ke arah terhambatnya proses penyusunan proposal itu. Langkah-
langkah pengembangan suatu proposal penelitian dapat dibagi dalam tiga tahap, yaitu :
1) tahap pra-penyusunan 2) tahap penyusunan, dan 3) tahap evaluasi proposal. Tidak
dapat disangsikan lagi, pengalaman melaksanakan penelitian sangat membantu dalam
mempersiapkan hal-hal yang penting dalam menyusun proposal. Namun kadang-kadang
terjadi meskipun peneliti memiliki pengalaman, persoalan yang timbul adalah berkaitan
dengan 1) membuat keputusan tentang masalah apa yang akan diteliti, 2) seberapa
banyak peneliti memiliki pengetahuan tentang hal-hal yang terkait dengan masalah yang
dipilih, dan 3) bila proposal itu disusun untuk diajukan kepada lembaga yang akan
memberikan dana, apakah masalah yang terpilih itu dapat disetujui oleh lembaga yang
bersangkutan.
Ketiga hal tadi, bila tidak dikonfirmasi, sering menjadi kendala keberhasilan
penyusunan proposal penelitian. Untuk menghindari kendala itu sebelum disusun suatu
proposal penelitian perlu mengukur keputusan yang dibuatnya dengan mengajukan
pertanyaan-pertanyaan; 1) apakah masalah tersebut diambil sesuai dengan minatnya, 2)
apakah ia berada dalam batas kemampuan akademisnya, dan 3) apakah ia dapat
memperoleh persetujuan dari lembaga yang berkepentingan. Konfirmasi pertanyaan
pertama dapat menjadi motivasi internal dalam menyelesaikan proyek yang dikerjakan.
Ini dapat diperoleh dengan jalan melakukan analisis masalah secara mendalam dan hati-
hati. Konfirmasi pertanyaan kedua dapat menjamin keberhasilan pencapaian tujuan. Ini
dapat dicapai dengan jalan melakukan penelaahan berbagai bahan pustaka yang relevan.
Konfirmasi pertanyaan ketiga dapat menghindari hambatan yang timbul dari luar diri
peneliti sendiri. Hal ini dapat dicapai dengan melakukan konsultasi dengan lembaga
yang menjadi tujuan diajukannya proposal atau (bila tersedia) dengan membaca
aturanaturan yang berlaku di lembaga yang bersangkutan. Secara umum, dalam
menyusun proposal penelitian ada langkah-langkah yang sepatutnya ditempuh, yaitu:
a. Langkah pertama adalah memikirkan tentang apa yang akan diteliti.
b. Langkah kedua, mencari-cari ide yang relevan.
c. langkah ketiga, ide yang telah tergambar dalam pikirannya dipersempit sehingga apa
yang akan diteliti menjadi jelas.
27
28

d. langkah keempat, yaitu membuat rumusan masalah,


e. langkah kelima mengkaji pentingnya masalah,
f. langkah keenam menelaah bahan-bahan pustaka,
g. langkah ketujuh mempertimbangkan pendekatan yang akan dilakukan, dan
h. langkah kedelapan merumuskan desain penelitian. Setelah terumuskan desain yang
tepat, menuju
i. langkah kesembilan, yaitu mencari alternatif alat pengukuran yang tepat.
j. Langkah kesepuluh menentukan teknik analisis data yang tepat.
k. Langkah kesebelas memperbaiki desain.
l. Langkah keduabelas merumuskan prosedur penelitian.
m. Langkah ketigabelas membuat draft proposal. Setelah tersusun draft,
n. langkah keempat belas adalah mendiskusikan draft dengan kolega untuk
mendapatkan umpan balik.
Bila ternyata masih belum memadai, kembali ke langkah ke tujuh sampai kedua belas.
Bila sudah dianggap memadai masuk ke
o. langkah lima belas, yaitu melakukan penelitian rintisan atau pilot study.
p. Langkah keenam belas merevisi draft berdasarkan hasil penelitian rintisan.
q. Langkah ketujuh belas, menyerahkan proposal kepada lembaga yang berkepentingan.
Apabila proposal telah disetujui, selanjutnya disusun Kerangka Acuan yang menjadi
dasar kontrak antara peneliti dan penyandang dana. Pada langkah-langkah penyusunan
proposal penelitian seperti yang diuraikan di atas, sebenarnya sudah termasuk di
dalamnya kegiatan mengevaluasi proposal. Evaluasi tersebut dilakukan secara informal
dan secara formal. Evaluasi informal dilakukan dengan mendiskusikan draft proposal,
baik dengan kolega, dengan orang ahli (dalam metodologi penelitian maupun dalam
disiplin ilmu yang terkait dengan penelitian yang dilakukan). Adapun evaluasi formal
dilakukan melalui penelitian rintisan. Baik evaluasi informal maupun evaluasi formal,
telah tercakup dalam delapan belas langkah di atas.

2.8 Sistematika Penyusunan Proposal


Bentuk suatu proposal yang berlaku di suatu lembaga kadang-kadang berbeda
dengan yang berlaku di lembaga lain. Namun, menilik tujuan dan fungsinya, unsurunsur
yang termuat dalam suatu proposal penelitian, sepatutnya meliputi :
i. keberadaaan penelitian terhadap masalah yang bersangkutan,
ii. pernyataan masalah dan hipotesis,
28
29

iii. jenis data yang diperlukan,


iv. sumber data atau subjek penelitian,
v. Alat pengumpul data,
vi. analisis data yang dilakukan, dan
vii. rencana kegiatan.
Unsur-unsur yang termuat dalam proposal itu disusun dalam suatu sistematika
tertentu. Untuk pegangan mungkin sistematika proposal yang berlaku di lingkungan
Ditjen Dikti Depdikbud bisa dijadikan pegangan (dengan catatan bila di lembaga tempat
diajukannya proposal anda belum ada panduan resmi). Setelah proposal diterima,
biasanya dibuat suatu kerangka acuan yang akan dijadikan pegangan, baik oleh
penyandang dana maupun oleh peneliti. Sistematika kerangka acuan sedikit berbeda
dengan sistematika proposal.

29
30

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
3.2 Saran

30