Anda di halaman 1dari 28

M

MODUL
ETIKA PROFESI
KELAS X SMK SEMESTER 1

PENULIS :
TATI,S.Sos.

DinasPendidikanPropinsiJawa Barat
SMKN 1 CIPUNAGARA PJJ
Tahun 2018

1
Kata Pengantar

Puji dan syukur senantiasa penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas nikmat dan karunia-
Nya penulis dapat menyelesaikan ‘Modul Etika Propesi” yang khusus disusun oleh penulis
untuk membantu pembelajaran di kelas X SMK PJJ Wilayah Jawabarat.

Penulis berharap modul ini dapat dijadikan salah satu sumber pembelajaran untuk siswa
kelas X PJJ, walaupun pada dasarnya saat ini siswa pjj menggunakan pembelajaran on line
dengan aplikasi MLS, namun tidak ada salahnya bila modul inipun dipergunakan dalam
pembelajaran tersebut.

Modul ini penulis susun berdasarkan KI/KD yang telah direvisi dan disesesuaikan dengan
kurikulum 13 revisi 2017, yang memang mengalami beberapa perubahan untuk
menyempurnakan kurikulum yang sudah ada serta sebagai jawaban untuk pemenuhan
tututan masyarakat dan dunia kerja bagi lulusan SMK, khususnya SMK PJJ.

Selain itu pemanfaatan teknologi kadang kala mengalami hambatan baik itu karena sarana
prasarananya belum memadai ataupun ada gangguan pada server yang telah disiapkan
dalam pembelajaran on line, oleh karena itu dengan menggunakan modulini siswa SMK PJJ
tetap bias mengikuti pembalajaran secara offline ditempatnya masing-masing.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas segala bentuk bantuan yang
telah diberikan dan semoga mendapat imbalan dan rahmat dari Allah SWT, aamiin.

Bandung, 10 Maret 2017

Tati

2
Daftar Isi

Kata Pengantar i
Daftar Isi ii
PENDAHULUAN 1
Deskripsi 1
Prasyarat 1
Panduan Belajar 1
Tujuan Akhir 2
Cek Kemampuan 2
Soal Teori 2
Soal Praktek 2
JUDUL MATERI 4
Tujuan Pembelajaran 4
Uraian Materi 4
Penilaian Pembelajaran 4
Tindak Lanjut Pembelajaran 5
Referensi 5
Daftar Istilah 5

3
PENDAHULUAN
Deskripsi Modul

Pelajaran Etika Profesi yang disajikan pada modul Etika Profesi Kelas X SMK ini
merupakan mata pelajaran yang berkaitan dengan karakter , watak kesusilaan
atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang
dimana oleh individu atau kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan
yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik.

Materi-materi tersebut akan mengantarkan kalian untuk dapat menguasai


kompetensi, baik pengetahuan, keterampilan, maupun sikap terkait dengan
kemampuan melakukan bisnis secara on line pada jaringan internet sesuai
tuntutan kurikulum 2013.

Penyajian materi-materi yang ada pada modul Etika Profesi Kelas X biasanya
diawali dengan pengenalan masalah-masalah nyata yang bertujuan untuk
menemukan konsep Etika Profesi. Selanjutnya, kalian dituntut untuk mengusai
konsep tersebut dengan latihan soal dan mengembangkannya untuk
memecahkan masalah dalam komunikasi secara digital, mata pelajaran lain, dan
masalah-masalah nyata yang ada dalam kehidupan sehari-hari.

Gunakan modul ini bersama dengan buku Etika Profesi Kelas X SMK Kurikulum
2013. Untuk mencapai hasil yang terbaik cara menggunakan modul ini
disarankan untuk mengikuti langkah-langkah berikut ini :

1. Pelajari setiap bab sampai tuntas, sehingga Kalian merasa sudah


menguasai seluruhnya materinya dan nilai hasil test formatif yang
berupa uji kompetensi minimal memiliki skor 75.
2. Untuk mempelajari satu bab, mulailah dengan mencermati informasi di
awal bab dan mengikuti petunjuk untuk mempelajari halaman-halaman
yang disarankan.
3. Setelah Kalian merasa cukup mengerti apa yang kalian pelajari, kerjakan
latihan soal yang disarankan. Sebagian soal latihan telah ada di buku
cetak, sebagian yang lain ada di modul ini.

4
4. Jika Kalian mampu mengerjakan soal latihan tanpa petunjuk yang
berupa rambu-rambu akan sangat baik, artinya Kalian memang sudah
terbiasa dan mampu belajar mandiri. Tetapi jika merasa masih kesulitan
gunakan petunjuk tersebut untuk membantu Kalian.
5. Cocokan hasil pekerjaan Kalian dengan kunci jawaban yang tersedia,
jika Kalian ragu mintalah saran kepada guru atau pembimbingmu.
6. Lanjutkan dengan mengikuti saran yang ada pada modul ini.
7. Pada akhir sub bab Kalian akan diminta untuk mengerjakan test formatif
untuk mengukur sejauh mana tingkat penguasaanmu dengan
mengerjakan Uji Kompetensi yang disarankan. Kerjakan secara mandiri
dan dengan sunggung-sunguh dan jangan mencoba membuka kunci
jawaban yang berupa pedoman penskoran. Pastikan bahwa Kalian
sudah mengerjakan secara maksimal sesuai kemampuan Kalian.
8. Cocokkan jawaban Kalian dengan pedoman penskoran yang tersedia.
Jika jawaban Kalian sama sekali berbeda pada soal atau langkah
tertentu berilah skor nol. Jika jawaban Kalian tepat beri skor sesuai skor
yang tersedia. Jika jawaban Kalian mendekati jawaban yang tersedia,
berilah skor dengan memperkirakan nya dibanding dengan skor yang
tercantum.
9. Hitung skor akhir sesuai aturan yang telah tersedia. Skor tersebut dapat
dijadikan ukuran tingkat penguasaan Kalian. Ikuti saran yang diberikan
sesuai skor yang Kalian dapatkan.

Materi Prasyarat.

Materi yang akan Kalian pelajari dalam modul ini sebagian sudah Kalian pelajari
pada waktu masih di kelas IX dan sebagian lainnya merupakan materi baru.
Pada saat masih di kelas IX Kalian pernah mempelajari materi IPS tentang
ekonomi. Pada jenjang ini, materi-materi tersebut akan diperluas dan diperdalam
lagi sesuai tuntutan kompetensi di tingkat SMK. Sedangkan materi baru yang
akan Kalian pelajari yang terangkum dalam materi “Etika Profesi”

5
Panduan Belajar
Secara rinci, materi yang akan Kalian pelajari pada kelas X ini adalah sebagai
berikut :

1. Pengertian sektor industri jasa


2. Pengertian sektor industri jasa keuangan
3. Ciri-ciri entitas yang termasuk dalam sektor industri jasa keuangan
4. Entitas-entitas yang termasuk dalam sektor industri jasa keuangan di
Indonesia
5. Peraturan pemerintah yang mengatur sektor industri jasa keuangan
6. Profesi-profesi yang ada dalam industri jasa keuangan
7. Pengertian Etika dan etika profesional secara umum
8. Pengertian etika profesi dalam bidang akuntansi
9. Cakupan etika profesi dalam bidang akuntansi

10. Pengertian profesi akuntan


11. Pengertian profesi teknisi akuntansi
12. Prinsip-prinsip etika profesi untuk akuntan di indonesia
13. Prinsip-prinsip ikatan teknisi akuntansi di Indonesia
14. Pengertian, peran dan tujuan K3 dalam produktifitas kerja
15. Hukum kesehatan dan keselamatan kerja di Indonesia
16. Prosedur K3
17. Identifikasi timbulnya bahaya

6
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4

Memahami, menerapkan, Mengolah, menalar, menyaji dan


menganalisis pengetahuan faktual, menciptakan dalam ranah kongkret
konseptual, prosedural, berdasarkan dan ranah abstrak terkait dengan
rasa ingin tahu tentang ilmu
pengembangan dari yang dipelajarinya
pengetahuan, teknologi, seni
budayadan humaniora, dengan di sekolah secara mandiri dan mampu
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, menggunakan metode sesuai kaidah
kenegaraan, dan peradaban terkait keilmuan.
penyebab fenomena dan kejadian,
serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang
spesifiksesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan
masalah.

KOMPETENSI DASAR 3 KOMPETENSI DASAR 4

3.1 Memahami entitas yang 4.1 Melakukan pengelompokan entitas


termasuk dalam sektor industri yang termasuk yang termasuk
jasa keuangan dan bidang- dalam sektor industri jasa
bidang usaha serta jenis-jenis keuangan dan bidang-bidang
kepemilikannya. usaha serta jenis-jenis
kepemilikannya

3.2 Memahami pedoman, prosedur 4.2 Melakukan identifikasi pedoman,


dan aturan berkaitan dengan prosedur dan aturan berkaitan
industry jasa keuangan dan dengan industry jasa keuangan
profesi-profesi yang ada dalam dan profesi-profesi yang ada
industry jasa keuangan. dalam industry jasa keuangan.
3.3 Menerapkan etika profesi dalam 4.3 Melakukan pengecekan, etika
bidang akuntansi dan keuangan profesi dalam bidang akuntansi
dan keuangan dalam pelaksanaan
pekerjaan
3.4 Menganalisis kompetensi 4.4 Melakukan identifikasi kompetensi
personal dalam bidang akuntansi personal dalam bidang akuntansi
dan keuangan dan keuangan
4.5 Melakukan penanganan terhadap
3.5 Menganalisis faktor resiko faktor resiko bahaya/kecelakaan
kecelakaan kerja dalam bidang kerja untuk mencegah kecelakaan
dalam bekerja

7
akuntansi dan keuangan
4.6 Melakukan pengecekan kesehatan
3.6 Menganalisis kesehatan di
di lingkungan kerja
lingkungan kerja
3.7 Menganalisis penyakit akibat 4.7 Melakukan pencegahan terjadinya
kerja penyakit akibat kerja
3.8. Menerapkan komunikasi bisnis 4.8 Melakukan komunikasi bisnis
4.9 Memberikan solusi dalam
3.9 Menganalisis kendala-kendala mengatasi kendala komunikasi
komunikasi bisnis bisnis

Materi-materi tersebut akan mengantarkan Kalian untuk dapat menguasai


kompetensi, baik pengetahuan, keterampilan, maupun sikap terkait dengan
kemampuan memecahkan masalah menggunakan simulasi digitalsesuai tuntutan
kurikulum 2013.

Silahkan Kalian cermati alur yang harus kalian lakukan dalam mempelajari modul
ini, seperti yang tergambar dalam flofchart di bawah :

KD.3.2 KD.3.3
KD.3.1
KD.4.2 KD.4.3
KD.4.1

KD.3.6 KD.3.5 KD.3.4


KD.4.6 KD.4.5 KD.4.4

KD.3.7
KD.4.7 KD.3.8 KD.3.9
KD.4.8 KD.4.9

SISWA KOMPETEN
PENGETAHUAN
KETERAMPLAN

8
Waktu Pembelajaran adalah 2 jam dalam satu minggu seperti pedoman
dalam kurikulum 2013

Mata Pelajaran : Etika Profesi

Jam Pelajaran : 72 JP (@ 45 Menit)

Jam Pejaran : 2 jam KBM per minggu

CEK KEMAMPUAN

Setiap kegiatan pembelajaran baik pembelajaran mandiri maupun pembelajaran


tatap muka akan mendapatkan porsi penilaian untuk setiap aspek penilaian,
adapun rubric penilaian untuk setiap kompetensi dasar adalah sebagai berikut:

Aspek Tugas Tugas Diksusi Uji


Mandiri Kelompok (forum) Kompetensi
per KD
Pengetahuan 20% 20% 30% 30%

Keterampilan 40% 30% 30%

SoalTeori

Soal Teori diberikan untuk mengukur kemampuan siswa dalam belajar


menggunakan modul sehingga daya serap dan pemahaman siswa dapat dilihat
dari hasil jawaban pada soal-soal Teori.

Soal teori dapat berbentuk essay, pilihan ganda, menjodohkan, dan bentuk lain
sesuai dengan tujuan pembelajaran.

SoalPraktek

Soal Praktek seperti Lembar Kerja siswa (LKS), Jobsheet dan lainnya dikerjakan
untuk mengukur keterampilan siswa setelah belajar menggunakan modul
pembelajaarn mandiri ini.
Diharapkan siswa aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan pembelajaran, baik
kegiatan diskusi, pembelajaran jarak jauh, kegiatan tatap muka, penugasan dan

9
kegiatan evaluasi per Kompetensi Dasar. Serta evaluasi akhir semester yang
terdapat pada bagian akhir modul yang dilaksanakan diakhir kegiatan
pembelajaran semester ini..

10
KOMPETENSI DASAR 3.1
Memahami Entittas yang termasuk dalam sektor industri jasa
keuangan dan bidang-bidang usaha serta jenis-
jeniskepemilikannya

11
Kompetensi Dasar 3.1

MEMAHAMI INDUSTRI JASA KEUANGAN

TujuanPembelajaran

Setelah mempelajari materi ini siswa diharapkan dapat :


1. Pengertian sektor industri jasa
2. Pengertian sektor industri jasa keuangan
3. Ciri-ciri entitas yang termasuk dalam sektor industri jasa keuangan
4. Entitas-entitas yang termasuk dalam sektor industri jasa keuangan di
Indonesia

UraianMateri

PENGERTIAN SEKTOR INDUSTRI JASA

Sektor industri jasa merupakan pelayanan yang diberikan kepada konsumen


berupa jasa tanpa mengubah atau perpindahan kepemilikan yang berlangsung
pada sektor-sektor jasa tersebut. Salah satu contoh sektor industri jasa yaitu
industri jasa keuangan.
1. Pengertian industri
Industri adalah bidang matahati buka telingah yang menggunakan
ketrampilan dan ketekunan kerja (bahasa Inggris: industrious) dan penggunaan
alat-alat di bidang pengolahan hasil-hasil bumi dan distribusinya sebagai
dasarnya. Maka industri umumnya dikenal sebagai mata rantai selanjutnya dari
usaha-usaha mencukupi kebutuhan (ekonomi) yang berhubungan dengan bumi,
yaitu sesudah pertanian, perkebunan dan pertambangan yang berhubungan erat
dengan tanah. Kedudukan industri semakin jauh dari tanah, yang merupakan
basis ekonomi, budaya, dan politik.

12
Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah
atau barang setengah jadi menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk
mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi
adalah bagian dari industri. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi juga
dalam bentuk jasa.

Dalam arti luas, pengertian industri adalah segala kegiatan ekonomi yang
bersifat produktif atau menghasilkan keuntungan. Contoh: kegiatan bidang
layanan pariwisata disebut sebagai industri pariwisata. Contoh lain adalah
industri media yang meliputi publikasi berita melalui surat kabar, majalah, tabloid,
televisi, radio, maupun website di internet.
Dalam arti sempit, pengertian industri adalah usaha manusia mengolah
bahan mentah atau bahan baku menjadi bahan setengah jadi atau barang jadi
sehingga memperoleh keuntungan atau profit. Dalam pengertian luas industri ini,
kita mengenal tiga jenis bahan yang digunakan, yaitu: bahan mentah, bahan
baku, dan bahan jadi. Pengertian masing-masing bahan tersebut adalah sebagai
berikut:
Menurut UU No. 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian industri adalah
kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah
jadi, dan/atau barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk
penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri.
 Bahan mentah adalah semua bahan yang didapat dari sumber daya alam
dan/atau yang diperoleh dari usaha manusia untuk dimanfaatkan lebih
lanjut, misalnya kapas untuk inddustri tekstil, batu kapur untuk industri
semen, biji besi untuk industri besi dan baja.
 Bahan baku industri adalah bahan mentah yang diolah atau tidak diolah
yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana produksi dalam industri,
misalnya lembaran besi atau baja untuk industri pipa, kawat, konstruksi
jembatan, seng, tiang telpon, benang adalah kapas yang telah dipintal
untuk industri garmen (tekstil), minyak kelapa, bahan baku industri
margarine. Barang setengah jadi adalah bahan mentah atau bahan baku
yang telah mengalami satu atau beberapa tahap proses industri yang
dapat diproses lebih lanjut menjadi barang jadi, misalnya kain dibuat

13
untuk industri pakaian, kayu olahan untuk industri mebel dan kertas untuk
barang-barang cetakan.
 Barang jadi adalah barang hasil industri yang sudah siap pakai untuk
konsumsi akhir ataupun siap pakai sebagai alat produksi, misalnya
industri pakaian, mebel, semen, dan bahan bakar. Rancang bangun
industri adalah kegiatan industri yang berhubungan dengan perencanaan
pendirian industri/pabrik secara keseluruhan atau bagian-
bagiannya. Perekayasaan industri adalah kegiatan industri yang
berhubungan dengan perancangan dan pembuatan mesin/peralatan
pabrik dan peralatan industri lainnya.

Beberapa faktor yang menentukan bidang usaha perusahaan industri.


 Tanah tempat didirikan perusahaan itu baik dan strategis, agar
perusahaan dapat melakukan kegiatannya sehingga tidak mengganggu
lingkungannya. Dalam hal ini dipikirkan pula tentang kemungkinan
pengembangan perusahaan tersebut dimasa yang akan mendatang.
 Tersedianya bahan baku dan bahan pembantu agar produksi dapat
berlangsung terus menerus, sehingga perusahaan industri sangat baik
berada di tempat tersedia bahan baku dan bahan pembantu.
 Pengangkutan adalah salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam
menentukan kedudukan perusahaan industri, baik pengangkutan bahan
baku, bahan pembantu, maupun pengangkutan hasil industri ke daerah
pemasaran. Hal ini perlu dilakukan karena pengangkutan yang efisien
dapat meringankan biaya produksi serta memperlancar pendistribusian
produk.
 Pemasaran hasil produksi juga harus menjadi pertimbangan dalam
menentukan kedudukan perusahaan industri agar dapat mempercepat
dan memperbesar pemasaran barang.
 Tersedia tenaga kerja yang ahli, terampil serta murah juga menjadi salah
satu faktor yang menentukan penempatan kedudukan perusahaan
industri.
 Tersedianya tenaga penggerak, misalnya bahan bakar, listrik, san air.

14
Secara umum biaya kegiatan produksi dibagi menjadi tiga kelompok:
 Biaya bahan baku langsung, adalah semua biaya bahan baku yang
membentuk bagian integral dari barang jadi dan dimasukkan secara
eksplisit dalam perhitungan biaya produk. Contoh bahan baku langsung
adalah kayu yang digunakan untuk membuat furnitur.
 Tenaga kerja langsung, adalah tenaga kerja yang melakukan konversi
bahan baku langsung menjadi barang jadi dan dapat dibebankan secara
layak ke produk tertentu.
 Overhead pabrik disebut juga beban manufaktur atau beban pabrik,
adalah biaya yang terdiri atas semua biaya manufaktur yang tidak
ditelusuri secara langsung ke output tertentu. Overhead pabrik biasanya
memasukkan semua biaya manufaktur kecuali bahan baku langsung dan
tenaga kerja langsung.

1. Jenis / Macam-Macam Industri


A. Berdasarkan Tempat Bahan Baku
a. Industri ekstraktif adalah industri yang bahan baku diambil langsung dari
alam sekitar.
Contoh : pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan, peternakan,
pertambangan, dan lain lain.
b. Industri nonekstaktif adalah industri yang bahan baku didapat dari
tempat lain selain alam sekitar.
c. Industri fasilitatif adalah industri yang produk utamanya adalah
berbentuk jasa yang dijual kepada para konsumennya.
Contoh : Asuransi, perbankan, transportasi, ekspedisi, dan lain
sebagainya.

B. Berdasarkan Besar Kecil Modal


a. Industri padat modal adalah industri yang dibangun dengan modal yang
jumlahnya besar untuk kegiatan operasional maupun pembangunannya
b. Industri padat karya adalah industri yang lebih dititik beratkan pada
sejumlah besar tenaga kerja atau pekerja dalam pembangunan serta
pengoperasiannya

15
C. Berdasarkan Klasifikasi Atau penjenisannya
a. Industri kimia dasar contohnya seperti industri semen, obat-obatan,
kertas, pupuk, dsb
b. Industri mesin dan logam dasar misalnya seperti industri pesawat
terbang, kendaraan bermotor, tekstil, dll
c. Industri kecil Contoh seperti industri roti, kompor minyak, makanan
ringan, es, minyak goreng curah, dll
d. Aneka industri misal seperti industri pakaian, industri makanan dan
minuman, dan lain-lain.

D. Berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja


a. Industri rumah tangga Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga
kerja berjumlah antara 1-4 orang.
b. Industri kecil Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja
berjumlah antara 5-19 orangi
c. Industri sedang atau industri menengah Adalah industri yang jumlah
karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 20-99 orang.
d. Industri besar Adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja
berjumlah antara 100 orang atau lebih

E. Berdasarkan Produktifitas Perorangan


a. Industri primer adalah industri yang barang-barang produksinya bukan
hasil olahan langsung atau tanpa diolah terlebih dahulu Contohnya
adalah hasil produksi pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dan
sebagainya.
b. Industri sekunder adalah industri yang bahan mentah diolah sehingga
menghasilkan barang-barang untuk diolah kembali. Misalnya adalah
pemintalan benang sutra, komponen elektronik, dan sebagainya.
c. Industri tersier Adalah industri yang produk atau barangnya berupa
layanan jasa.
Contoh seperti telekomunikasi, transportasi, perawatan kesehatan, dan
masih banyak lagi yang lainnya.

16
2. Pembagian / penggolongan industri berdasakan pemilihan lokasi
1. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada pasar (market
oriented industry)
Adalah industri yang didirikan sesuai dengan lokasi potensi target
konsumen. Industri jenis ini akan mendekati kantong-kantong di mana
konsumen potensial berada. Semakin dekat ke pasar akan semakin
menjadi lebih baik.
2. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada tenaga kerja / labor
(man power oriented industry) Adalah industri yang berada pada lokasi di
pusat pemukiman penduduk karena bisanya jenis industri tersebut
membutuhkan banyak pekerja / pegawai untuk lebih efektif dan efisien.
3. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada bahan baku (supply
oriented industry)
Adalah jenis industri yang mendekati lokasi di mana bahan baku berada
untuk memangkas atau memotong biaya transportasi yang besar

3. Pembangunan industri bertujuan untuk :


1. Meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat secara adil dan
merata dengan memanfaatkan dana, sumber daya alam, dan/atau hasil
budidaya serta dengan memperhatikan keseimbangan dan kelestarian
lingkungan hidup;
2. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara bertahap, mengubah
struktur perekonomian ke arah yang lebih baik, maju, sehat, dan lebih
seimbang sebagai upaya untuk mewujudkan dasar yang lebih kuat dan
lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi pada umumnya, serta memberikan
nilai tambah bagi pertumbuhan industri pada khususnya;
3. Meningkatkan kemampuan dan penguasaan serta mendorong terciptanya
teknologi yang tepat guna dan menumbuhkan kepercayaan terhadap
kemampuan dunia usaha nasional;
4. Meningkatkan keikutsertaan masyarakat dan kemampuan golongan
ekonomi lemah, termasuk pengrajin agar berperan secara aktif dalam
pembangunan industri;
5. Memperluas dan memeratakan kesempatan kerja dan kesempatan
berusaha, serta meningkatkan peranan koperasi industri;

17
6. Meningkatkan penerimaan devisa melalui peningkatan ekspor hasil
produksi nasional yang bermutu, disamping penghematan devisa melalui
pengutamaan pemakaian hasil produksi dalam negeri, guna mengurangi
ketergantungan kepada luar negeri;

4. Faktor Pendukung & Penghambat Pembangunan Industri


a. Faktor Pendukung
 Indonesia kaya bahan mentah
 Jumlah tenaga kerja tersedia cukup banyak
 Tersedia pasar dalam negeri yang banyak
 Iklim usaha yang menguntungkan untuk orientasi kegiatan industry
 Tersedia berbagai sarana maupun prasarana untuk industry
 Stabilitas politik yang semakin mantap
 Banyak melakukan berbagai kerjasama dengan negara-negara lain dalam
hal permodalan, alih teknologi, dll.
 Letak geografis Indonesia yang menguntungkan
 Kebijaksanaan pemerintah yang menguntungkan
 Tersedia sumber tenagalistrik yang cukup
b. Faktor Penghambat
 Penguasaan teknologi masih perlu ditingkatkan
 Mutu barang yang dihasilkan masih kalah bersaing dengan negara-
negara lain
 Promosi di pasar internasional masih sangat sedikit dilakukan
 Jenis-jenis barang tertentu bahan bakunya masih sangat tergantung
dengan negara lain
 Sarana dan prasarana yang dibutuhkan belum merata di seluruh
Indonesia
 Modal yang dimiliki masih relatif kecil

5. Dampak Positif & Negatif Pembangunan Inddustri


a. Dampak Positif

18
 Terbukanya
lapangan kerja
 Terpenuhinya
berbagai kebutuhan masyarakat
 Pendapatan/kesejahteraan masyarakat meningkan
 Menghemat devisa Negara
 Mendorong untuk berfikir maju bagi masyarakat
 Terbukanya usaha-usaha lain di luar bidang industry
 Penundaan usia nikah
b. Dampak Negatif
 Terjadi pencemaran lingkungan
 Konsumerisme
 Hilangnya kepribadian masyarakat
 Terjadinya peralihan mata pencaharian
 Terjadinya urbanisasi di kota-kota
 Terjadinya pemukiman kumuh di kota-kota

2. Ciri-ciri entitas yang termasuk dalam sektor keuangan

Entitas adalah sesuatu yang memiliki keberadaaan yang unik dan


berbeda, walaupun tidak harus dalam bentuk fisik. Abstraksi misalnya, biasanya
dianggap juga sebagai suatu entitas. Dalam pengembangan sistem entitas
digunakan sebagaimmodel yang menggambarkan komunikasi dan memproses
internet seperti membedakan dokumen dengan pemrosesan. Ciri-ciri entitas yang
termasuk dalam sektor keuangan. Sebagai berikut :

a. Tidak memproduksi suatu barang


b. Tidak memiliki persediaan bahan baku
c. Aktivitasnya lebih mengarah ke investasi
d. Mayoritas pengeluaran untuk membayar pengawas
e. Memiliki sumber permodalan yang mayoritas dari modal sendiri atau investasi
yang tidak memiliki bunga tinggi
f. Aktiva dineracanya mayoritas terdiri atas piutang, kas, dan aset tetap.

19
Adapun entitas-entitas yang termasuk dalam sektor industri jasa keuangan,
sebagai berikut :

a. Bank BNI, Mandiri, dan BTN (milik pemerintah, bidang perbankan)


b. HSBC dan ABN AMRO (bank milik swasta, bidang perbankan)
c. Prudential dan AXA (milik swasta, bidang asuransi)
d. Askes dan asuransi (milik pemerintah, bidang asuransi)

Penilaian Pembelajaran

LATIHAN SOAL
1. Soal Pilihan Ganda

Berilah silang (X) pada huruf a,b,c,d, dan e sebagai jawaban yang
benar.
1. Berikut ini tidak termasuk entitas dalam bidang perbankan milik
pemerintah adalah....
a. Bank BNI
b. Bank Peermata
c. Bank BTN
d. Bank Mandiri
e. Bank BRI
2. Industri yang bahan mentah diolah sehingga menghasilkan barang-
barang untuk diolah kembali, adalah merupakan...................
a. Industri primer
b. Industri sekunder
c. Industri tersier
d. Industri rumah tangga
e. Industri sedang
3. Yang dimaksud dengan industri rumah tangga adalah.................

20
a. Industri yang jumlah karyawan/tenaga kerjanya berjumlah antara 1-4
orang
b. Industri yang jumlah karyawan/tenaga kerjanya berjumlah antara 5-19
orang
c. Industri yang jumlah karyawan/tenaga kerjanya berjumlah antara 20-
99 orang
d. Industri yang jumlah karyawan/tenaga kerjanya berjumlah antara 100-
400 orang
e. Industri yang jumlah karyawan/tenaga kerjanya berjumlah antara 100-
orang atau lebih

4. Industri adalah kumpulan dari beberapa perusahaan-perusahaan atau


firma yang mengusahakan atau memproduksi suatu barang yang serupa,
adalah definisi menurut...............
a. Sadli
b. Komarudin
c. Levine
d. Lynch
e. Mukhlis
5. Perhatikan pernyataan berikut ini!

1) Sektor keuangan mulai menglami perkembangan


2) Sektor perbankan semakin memegang peranan penting dalam
penyaluran kredit dibandingkan dengan bank sentral.
3) Semakin berkembangnya sektor keuangan non bank, seperti
asuransi, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan
4) Semakin berkembanynya bersa saham
Pernyataan di atas adalah tahap perkembangan sektor keuangan,
menurut................

a. Sadli
b. Komarudin
c. Levine
d. Lynch
e. Mukhlis

21
2. Soal Essay
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas !
1. Jelaskan penggolongan industri berdasarkan pemilhan lokasi!
2. Sebutkan macam-macam industri berdasarkan besar kecilnya
modal!
3. Jelaskan macam-macm industri berdasarkan produktifitas
perorangan!
4. Bagaimana pengertian jasa menurut Christian gronross?
5. Jelaskan jenis-jenis bank dilihat dari segi status !

3. Jobsheet

JOBSHEET

Tujuan Pembelajaran :

1. Memahami contoh profesi


2. Melakukan pengamatan dalam jasa keuangan
.
Langkah kerja :
1. Berkumpul dengan anggota kelompok!
2. Cari dan amatilah beberapa contoh profesi yang ada dalam jasa
keuangan dengan santun bersama kelompok kalian masing-masing!
3. Tulislah hasil pengamatan kalian mengenai contoh yang ada dalam
jasa keuangan dari hasil pengamatan yang telah kalian lakukan!
Hasil kerja :
1. Siswa dapat memahami contoh profesi dalam jasa keuangan
2. Siswa dapat mempresentasikan hasil kerja kelompoknya.

Waktu : 45 menit

22
TINDAK LANJUT
Setelah kalian mempelajari materi di atas, untuk lebih
mendalami dan menguasai materi yang berkaitan dengan
Kompetensi Dasar3.1 dengan materi Sektor industri jasa keuangan , silahkan
mempelajari lagi dengan referensi yang lainya yang berkaitan erat dengan materi
sektor industri dan jasa keuangan..
Setelah Kalian menyelesaikan pembelajaran pada materi KD 3.1 dengan
memahami pengertian sektor industri dan jasa keuangan, dan Kalian dapat
mengerjakan semua soal yang diberikan dengan benar memenuhi KKM yang
ditetapkan oleh guru, maka Kalian dapat melanjutkan pembelajaran ke pelajaran
selanjutnya atau ke KD selanjutnya, selamat yah ! Tetap semangat
pembelajaran KD 3.2

PERHATIAN !

Setelah mempelajari materi pada modul mandiri di atas, apakah kalian


telah memahami tentang materi sektor industri dan jasa keuangan? Atau
masih ada yang belum dimengerti? Jika masih ada yang belum difahami
silahkan kalian pelajari kembali materi di atas, tetapi apa bila kalian sudah
memahami seluruh materi di atas silahkan kalian lanjutkan untuk
mempelajari materi selanjutnya

TUGAS MANDIRI KOMPETENSI DASAR 3.1

Tugas Individu

Latihan
Coba kalian cari dan buatlah sebuah keliping dari internet yang memuat
tentang sektor industri jasa keuangan dengan cermat, kemudian setiap
gambar dalam kliping kalian sertakan pendapat kalian, setelah itu buat
hasilnya dalam bentuk makalah !

23
Rambu-rambupenilaian:
i. Kesesuaian jawaban sesuai dengan tema gambar yang tepat dalam kliping
ii. Langkah-langkah pengerjaan
iii. Kerapihan dan kecocokan gambar sesuai temanya

TugasKelompok (1 kelompok 3 sd 5 orang)

UJI KOMPETENSI KD 3.1

Berilah tanda silang pada salah satu huruf a,b,c,d,dan e, sebagai jawaban
yang benar !
1. Suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang
setengah jadi menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah atau
mendapatkan keuntungan disebut..............
a. Bahan baku
b. Industri
c. Bahan setengah jadi
d. Industri jasa
e. Industri las
2. Klasifikasi industri berdasarkan besar kecilnya modal, adlah industri ...
a. Padat modal dan padat karya
b. Kimia dasar dan mesin
c. Kecil dan aneka industri
d. Ekstraktif dan Fasilitatif
e. Rumah tangga dan besar

3. Pihak yang akan menentukan/menilai perusahaan jasa keuangan/aset-


aset yang ada di sebuah perusahaan, dan menjaga konsumen supaya
tidak tertipu dan menyesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya
adalah......
a. Akuntan pemerintah
b. Penilai
c. Akuntan publik

24
d. Akuntan pendidik
e. Konsultan hukum
4. Jasa asuransi yang termasuk dalam asuransi milik pemerintah adalah.......
a. Bumiputra
b. Askes
c. Jiwasraya
d. Prudential
e. AXA
5. Mendefinisikan jasa adalah setiap tindakan atau unjuk kerja yang
ditawarkan oleh salah satu pihak ke pihak lain yang secara prinsip
intangibel dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan apa pun,
adalah merupakan definisi jasa dari..............
a. Philip Kotler
b. Adrian Payne
c. Christian Gronross
d. Mukhlis
e. Lynch
6. Perhatikan pernyataan berikut !
1) Proses produksi jasa bisa menggunakan atau tidak menggunakan
bantuan produk fisik
2) Jasa tidak mengakibatkan peralihak hak atau kepemilikan
3) Terdapat interaksi antara penyedia jasa dengan pengguna jasa
4) Produk yang ditawarkan berupa benda yang tidak berwujud (jasa)
5) Perusahaan dan konsumen kesulitan untuk mengukur tingkat harga
jasa
6) Produk yang ditawarkan tidak bisa disimpan dalam bentuk
persediaan
Pernyaan-pernyataan tersebut di atas adalah merupakan.........
a. Macam-macam jasa
b. Fungsi lembaga perantara keuangan
c. Perkembangan sektor keuangan
d. Sektor industri
e. Ciri-ciri jasa
7. Perhatikan pernyataan berikut !

25
1) Memobilisasi tabungan
2) Mengelola resiko
3) Memperoleh informasi tentang peluang-peluang investsi
4) Memonitor manajer dan mengerahkan kontrol bagi perusahaan
5) Memperlancar transaksi
6) Memfasilitasi barang dan jasa
Yang termasuk pada fungsi lembaga keuangan adalah..............
a. 1, 2, dan 3
b. 2, 3, dan 4
c. 1, 3, dan 5
d. 2, 4, dan 6
e. Semuanya benar
8. Industri yang barang-barang produksinya bukan hasil olahan langsung
atau tanpa diolah terlebih dahulu, disebut..........
a. Industri primer
b. Industri sekunder
c. Industri tersier
d. Industri setengah jadi
e. Industri yang produknya berupa layanan
9. Yang dimaksud dengan industri kecil berdasarkan jumlah tenaga kerjanya
adalah berjumlah antara...............
a. 1 – 4 orang
b. 5 – 19 orang
c. 20 – 99 orang
d. 100 -200 orang
e. Lebih dari 100 orang
10. Perhatikan pernyataan berikut!
1) Tidak memproduksi suatu barang
2) Semakin berkembangnya sektor keuangan nonbank
3) Mayoritas pengeluaran untuk membayar pegawai
4) Sektor keuangan mulai mengalami perkembangan
5) Aktifitasnya lebih mengarah ke investasi
6) Diversifikasi lembaga keuangan semangkin meningkat
Ciri-ciri entitas yang termasuk dalam sektor keuangan adalah nomor........

26
a. 1, 2, dan 3
b. 2, 4, dan 6
c. 1, 3, dan 5
d. 2, 3, dan 4
e. 4, 5, dan 6

KUNCI JAWABAN UJI KOMPETENSI DASAR 3.1


1. 1. B 6. E
2. 2. A 7. E
3. 3. C 8. A
4. 4. B 9. B
5. 5. A 10. C

Rubrik Penilaian Uji Kompetensi 1


Setelah kalian mengerjakan Uji Kompetensi diatas, sialhkan cocokan jawaban
kalian dengan kunci jawaban yang ada. Kemudian kalian gunakan Rumus
dibawah ini unutk menghitung perolehan skor kalian.
Skor= (jumlah jawaban benar)/(jumlah soal) ×100
Jumlah soal

Jika kalian sudah memperoleh skor minimal 70 keatas, kalian dipersilahkan


untuk melanjutkan mempelajari BAB berikutnya, Jika belum, silahkan anda
kerjakan kembali soal yang belum benar sampai skor yang anda peroleh
minimal 75

Daftar Istilah

KONSEP : Sesuai yang dipahami, atau suatu hal umum yang menjelaskan
atau menyusun suatu peristiwa, objek, situasi, ide, atau akal pikiran dengan
tujuan untuk memudahkan komunikasi antar manusia dan memungkinkan
manusia untuk berfikir lebih baik

27
Referensi
materi 3.1 – 4.1 Buku Etika Profesi untuk SMK kelas x

28