Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Teknologi moderen memungkinkan manusia untuk melakukan berbagai hal

sepanjang hari. Kehidupan manusia seolah tidak mengenal waktu istirahat. Dalam

masyarakat, dikenal adanya ” 24 hours society ” membutuhkan pelayanan sewaktu

waktu seperti rumah sakit, dinas pemadam kebakaran, call center, kepolisian atau

yang lainnya. Ada pula industri yang harus beroperasi 24 jam per hari karena proses

produksinya yang panjang dan kontinu, seperti industri kimia atau industri

manufaktur yang menggunakan mesin yang memerlukan setup yang lama dan mahal.

Pekerjaan shift adalah pola waktu kerja yang diberikan pada tenaga kerja untuk

mengerjakan sesuatu oleh perusahaan dan biasanya dibagi atas kerja pagi, sore dan

malam. Jadwal shift kerja yang berlaku sangat bervariasi. Biasanya adalah shift kerja

8 jam atau 12 jam dalam sehari ( Mardi, 2017 ). Shift kerja biasanya diterapkan

untuk lebih memanfaatkan sumber daya yang ada, meningkatkan produksi, serta

memperpanjang durasi pelayanan. Shift kerja berbeda dengan hari kerja biasa, di

mana pada hari kerja biasa pekerjaan dilakukan secara teratur pada waktu yang telah

ditentukan sebelumnya sedangkan shift kerja dapat dilakukan lebih dari satu kali

untuk memenuhi jadwal 24 jam/hari. Biasanya perusahaan yang berjalan secara

kontinyu yang menerapkan aturan shift kerja ini. Alasan lain dari shift kerja adalah

1
kebutuhan sosial akan pelayanan. Polisi dan rumah sakit benar-benar dibutuhkan

untuk 24 jam/hari, 7 hari/minggu ( Nurmianto, 2014 ). Monk dan Folkard dalam

Silaban mengkategorikan 3 jenis sistem shift kerja, yaitu shift permanen, sistem

rotasi cepat, dan sistem rotasi shift lambat ( Dewi, 2015). Berbagai alasan

dikemukakan oleh para pekerja shift, diantaranya adalah gaji yang lebih baik, lebih

banyak waktu mengasuh anak di siang hari, mempunyai waktu lebih di siang hari

untuk bersantai, lebih banyak kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, malam hari

suasananya lebih tenang dan biasanya hanya sedikit supervisor di malam hari.

Tetapi, banyak diantara pekerja shift menyatakan bahwa mereka sebenarnya terpaksa

bekeja shift karena tidak memiliki pilihan pekerjaan yang lain.( Mardi, 2017 ).

Menurut pendapat Roger R & Colligan ( 1997 ) yang dikutip Povilia Dewi

( 2015) Berbagai dampak kesehatan dan keselamatan dapat muncul akibat kerja shift.

Persoalan yang segera dapat dirasakan adalah terganggunya kualitas tidur dan

menurunnya kualitas hubungan hubungan dengan keluarga atau teman. Seperti

diketahui, tidur siang dan tidur malam walaupun dilakukan dalam waktu yang

sama,kualitasnya berbeda. Persoalan jangka panjang yang muncul akibat shiftwork

Tubuh kita memiliki irama dan ritmenya sendiri, yang disebut dengan circadian

rhythm. Kebanyakan sistem metabolisme tubuh kita sangat aktif pada waktu tertentu

dan tidak aktif pada saat yang lain. Sebagai contoh, denyut jantung dan temperature

badan kita berubah-ubah selama 24 jam; biasanya berada pada titik ini dapat berupa

gangguan fungsi pencernaan dan gangguan fungsi jantung. Tubuh kita memiliki

irama dan ritmenya sendiri, yang disebut dengan circadian rhythm. Kebanyakan

2
sistem metabolisme tubuh kita sangat aktif pada waktu tertentu dan tidak aktif pada

saat yang lain. Sebagai contoh, denyut jantung dan temperature badan kita berubah-

ubah selama 24 jam; biasanya berada pada titik terendah pada jam 4.00 dan mencapai

puncak pada siang hari. Aktivitas metabolisme (kemampuan tubuh menghasilkan

energi dari makanan) paling tinggi pada siang sampai sore hari. Secara alamiah,

tubuh kita diciptakan untuk aktif pada siang hari dan butuh beristirahat pada malam

hari untuk penyegaran dan recovery. Fluktuasi circadian rhythm menjadi sebab yang

mempengaruhi perubahan kinerja mental dan fisik ( Mardi, 2017 ).

Gangguan pada circadian rhythm dan pada metabolisme tubuh kita

menyebabkan penurunan kondisi tubuh. Itulah sebabnya mengapa orang yang bekerja

pada shift malam sering merasa mengantuk dan kelelahan saat bekerja. Kondisi

seperti ini pada titik tertentu sangat melelahkan. Penelitian membuktikan bahwa

kebanyakan pekerja malam tidak pernah bisa beradaptasi dengan jadwal kerjanya

secara sempurna disebabkan karena fungsi fisiologi tubuh manusia menurun pada

malam hari ( Mardi, 2017 ).

Kelelahan dan insomnia adalah keluhan yang umum bagi para pekerja shift.

Kelelahan ini akan menurunkan daya konsentrasi, motivasi, daya ingat dan reaksi

mental. Para pekerja shift mengalami beban fisik yang dapat mengarah kepada beban

mental, sehingga mereka rentan terhadap stress ( Sumakmur, 1996 ).

Pelaksanaan shift kerja yang tidak baik menimbulkan kelelahan kerja/fatigue

yang harus dikendalikan sebaik mungkin mengingat fatigue dapat menimbulkan

3
kecelakaan kerja. 50% Kecelakaan kerja ada kaitan dengan kelelahan kerja, sehingga

pengusaha harus mengupayakan pengendalian kelelahan kerja bersama pekerja secara

berkesinambungan. Gejala kelelahan kerja bermacam-macam antara lain adanya

perasaan lelah, penurunan kecepatan bereaksi serta penurunan motivasi bekerja

secara baik, penurunan performance di samping peningkatan kecenderungan

kecelakaan. Penyebab kelelahan kerja antara lain, pengaturan shift yang terlalu

panjang dan tidak tepat, intensitas dan durasi suatu pekerjaan dilaksanakan yang

terlalu tinggi, desain pekerjaan tidak tepat, lingkungan kerja yang tidak nyaman

(bising, suhu tinggi, getaran, pencahayaan yang kurang tepat), cara kerja yang tidak

efektif/ergonomis dan adanya stres ( Hidayat, 2017 ).

Banyak penelitian yang menunjukkan tenaga kerja yang bekerja pada shift

malam tentu lebih mudah merasa lelah dan mengantuk. Mereka yang sudah terbiasa

shift siang akan mempunyai pola kantuk dan tidur tertentu, yang tentu butuh

penyesuaian jika harus berganti ke shift malam. Hal yang sama berlaku sebaliknya.

Kelelahan ini dapat menyebabkan kesulitan konsentrasi dalam bekerja, meningkatkan

resiko kesalahan (human error), berdampak kepada kualitas kerja dan kecepatan

kerja, dan akhirnya kecelakaan kerja. Karyawan yang bekerja pada shift malam

terpaksa harus istirahat pada siang hari, ketika kondisi tubuh mereka biasanya

terbangun. Dan begitu juga sebaliknya. Tidur pada siang hari biasanya lebih pendek

dibandingkan malam (kira-kira 2-3 jam lebih pendek), dan tidur siang hari juga tidak

mempunyai kualitas sebaik tidur malam karena pengaruh adanya cahaya matahari dan

kebisingan. Dampak dari rendahnya kualitas dan kuantitas tidur ini dapat memicu

4
kantuk dan tertidur di saat yang tidak tepat atau saat sedang bekerja ( Tim

Ergoinstitute, 2008 ).

Kelly dan Schneider dalam Pulat menyatakan bahwa kesalahan dapat

meningkatkan secara bermakna (80% sampai 180%) karena berkurangnya

kewaspadaan akibat bertambahnya lama kerja shift. Hal ini merupakan salah satu

akibat dari kelelahan kerja. Sedangkan Thiis-Everson melaporkan bahwa dari 6000

pekerja Norwegia, 35% pekerja shift malam mengalami insomnia akibat kelelahan

kerja, 13,4% mengalami ulserasi, dan 30% mengalami gangguan usus ( Dewi, 2015).

Dari hasil penelitian Folkart ( 1987, 1990 ) yang dikutip Wijayanti (2015 ) diketahui

bahwa penurunan kinerja pekerja shift malam yang ditandai menurunnya kecepatan

kerja dan meningkatnya jumlah kesalahan yangberpotensi menyebabkan kecelakaan

kerja. Hal ini didukung dengan hasil penelitian di Amerika dan Eropa yang

menunjukan bahwa seorang pekerja shift malam ternyata kurang produktif bila

dibandingkan dengan pekerja shift pagi ( Dewi, 2015).

Namun menurut penelitian Deranto ( 2017) yang dilakukan di bagian

assembling R6 PT Hari Terang Industri Surabaya yang menerapkan 2 shift yaitu shift

pagi dan malam dengan pembagian waktu tiap shift selama 12 jam dengan 1 jam

istirahat menunjukkan tidak adanya perbedaan antara pekerja shift pagi dan shift

malam dengan jenis pekerjaan responden yang tergolong sama beratnya dan

besarnya., dengan aktivitas monoton dan bervariasi ( Deranto,2017). Salah satu

kegiatan usaha yang melayani konsumen selama 24 jam adalah stasiun pengisian

bahan bakar umum ( SPBU ). SPBU 14203163 adalah SPBU yang beroperasi 24

5
jam. Pembagian jam kerja dibagi menjadi 3 shift, yaitu shift pagi mulai pukul 07.00

– 15.00, shift sore pukul 15.00 – 22.00 dan shift malam pukul 22.00 – 07.00.

Pergantian shift dilakukan setiap 1 minggu dengan perputaran yaitu shift pagi, sore,

lalu shift malam. Setiap operator mendapat libur ( off ) 1 kali seminggu. Terdapat 12

unit pompa yang biasanya dioperasikan pada shift pagi dan sore. Namun hanya

dioperasikan 10 unit pada shift malam. Tugas operator SBPU mulai dari bertanya

kepada konsumen berapa jumlah pengisian, menekan tombol pada pompa otomatis

sesuai permintaan, menerima uang serta memberikan uang kembalian. Pengisian

dilakukan dalam posisi berdiri dan setiap operator mengoperasikan satu pompa.

Pekerjaan tersebut dilakukan sendiri sehingga para operator harus berkonsentrasi agar

tidak melakukan kesalahan pengisian dan pengembalian uang. Dari hasil survei

pendahuluan penulis mendapat informasi bahwa para operator sering melakukan

kesalahan pengembalian uang terutama pada saat konsumen ramai. Sehingga

terkadang mereka tidak menggunakan tombol pada pompa otomatis tetapi langsung

mengisi secara manual.

Selanjutnya penulis mendapati perbedaan mengenai faktor – faktor yang dapat

menyebabkan kelelahan pada shift malam dan shift pagi. Misalnya perbedaaan beban

kerja dimana pada shift pagi pengisian BBM paling ramai dilakukan oleh masyarakat.

Sehingga operator lebih banyak berdiri selama bekerja pada shift pagi. Hal ini

membuat kerja fisik dan mental operator lebih besar daripada shift malam. Akibatnya

para operator sering mengeluhkan rasa berat dan pegal pada kaki. Sedangkan pada

shift malam diperbolehkan duduk bila tidak ada pengisian. Selain itu fakor fisik

6
seperti suhu udara yang panas dirasakan oleh operator pada shift pagi terutama pada

tengah hari. Pada jam – jam tertentu yaitu sekitar pada jam 08.00 – 10.00, mereka

terkena cahaya matahari langsung karena atap pelindung terasa kurang lebar.

Sedangkan pada shift malam yang dikeluhkan adalah rasa mengantuk dan kurang

konsentrasi. Terutama pada sekitar pukul 04.00 dan seterusnya. Selain itu pada shift

malam jam kerja lebih panjang dari shift lain yaitu 9 jam. Berdasarkan survei

penelitian diatas maka penulis berminat untuk melakukan penelitian mengenai

perbedaan kelelahan kerja pada operator SPBU antara shift pagi dan shift malam di

SPBU Kedaton , Bandar lampung tahun 2018.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka yang menjadi permasalahan adalah

bagaimanakah perbedaan kelelahan kerja pada operator antara shift pagi dan shift

malam di SPBU Kedaton , Bandar lampung tahun 2018.

1.3 Tujuan Penelitian

1.3.1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui gambaran kelelahan kerja pada operator shift pagi

dan shift malam di SPBU Kedaton , Bandar lampung tahun 2018..

1.3.2. Tujuan Khusus

7
1. Untuk mengetahui gambaran kelelahan yang dialami oleh operator

SPBU shift pagi di SPBU Kedaton , Bandar lampung tahun 2018..

2. Untuk mengetahui gambaran kelelahan yang dialami oleh operator

SPBU shift malam di SPBU Kedaton , Bandar lampung tahun

2018.

3. Untuk mengetahui bagaimanakah perbedaan kelelahan kerja pada

operator antara shift pagi dan shift malam di SPBU Kedaton ,

Bandar lampung tahun 2018.

1.4 Manfaat Penelitian

1. Sebagai masukan kepada pihak perusahaan mengenai gambaran kelelahan

yang di alami oleh operator SPBU shift pagi dan shift malam di SPBU

Kedaton , Bandar lampung tahun 2018..

2. Untuk meningkatkan pengetahuan pihak perusahaan tentang perbedaan

kelelahan kerja pada operator SPBU antara shift pagi dan shift malam

sehingga nantinya dapat dijadikan masukan dalam menanggulanginya.

3. Untuk menambah wawasan bagi tenaga kerja dan penulis mengenai

perbedaan kelelahan kerja antara operator shift pagi dan shift malam di

SPBU Kedaton , Bandar lampung tahun 2018.

8
4. Sebagai sarana untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu yang telah

diberikan dan diterima dalam pengembangan kemampuan diri serta sebagai

salah satu sarat dalam menyelesaikan tugas akhir di Fakultas Ilmu

Kesehatan Mitra Indonesia jurusan Kesehatan Masyarakat

1.5 Batasan Masalah

Agar tidak menimbulkan permasalahan yang lebih kompleks maka ruang

lingkup materi ini dibatasi pada perbedaan kelelahan yang dialami oleh operator

SPBU shift pagi dan shift malam di SPBU Kedaton , Bandar lampung tahun 2018.