Anda di halaman 1dari 7

ARTIKEL

GURU PAUD DILATIH MAKSIMALKAN USIA EMAS ANAK

Ilmu pengetahuan, teknologi dan masyarakat (ITM) merupakan istilah yang diterapkan
sebagai upaya dalam memberikan wawasan kepada siswa secara nyata untuk mengkaji ilmu
pengetahuan. Dengan demikian, konsep ITM mencakup keseluruhan spektrum tentang peristiwa-
peristiwa kritis dalam proses pendidikan, meliputi tujuan, kurikulum, strategi pembelajaran,
evaluasi dan persiapan serta penampilan guru.

Ciri dasar eksistensi ITM adalah lahirnya warga Negara yang berpengetahuan luas yang
mampu memecahkan masalah-masalah krusial dan mengambil tindakan secara efisien dan efektif.
Prioritas ITM adalah pada kemampuan siswa dalam proses pengambilan keputusan yang
bertanggung jawab.

Perbandingan Konsep ITM dan Tradisional dalam IPS terkait artikel

Tradisional I/T/M
 Penyampaian materi ajar secara  Penyampaian materi lebih variatif.
terpusat (central centered) sehingga Namun tetap disesuaikan dengan
peserta didik cenderung bosan dan konteks materi yang disampaikan
jenuh dan pada akhirnya ia malas untuk sehingga peserta didik dan guru-guru
mengembangkan kreativitas dan masing-masing bersinergi dan
berfikir. berkolaborasi untuk saling mengisi
mencari informasi baru.

 Penguasaan materi berdasarkan bahasa  Materi disampaikan secara eksploratif


buku sehingga sulit dimengerti dan sesuai kondisi lingkungan dan
dipahami peserta didik. kepribadian peserta didik sehingga
ilmu yang diperoleh lebih bermakna
dalam kehidupannya.
 Proses pembelajaran hanya sebagai  Proses belajar tidak serta merta hanya
tuntutan sehingga tidak membekas dilakukan dikelas namun dapat
dalam waktu lama (relative penguasaan dilakukan dimanapun.
sesaat/menjelang ujian).

Perbandingan Proses ITM dan Tradisional dalam IPS terkait artikel

Tradisional I/T/M
 Kecenderungan siswa menganggap  Proses belajar merupakan satu diantara
informasi mutlak kebenaran yang kegiatan untuk memancing dan
disampaikan oleh guru ataupun menjadi acuan pengembangan,
pencetus teori (ilmuwan) yang terdapat kreativitas, dan pola pikir sehingga
pada buku sehingga berakibat pada lebih variatif dalam menemukan
siswa minder untuk beragumen atau informasi baru.
menyampaikan pendapat.

 Proses pembelajaran merupakan suatu  Siswa memandang proses


keharusan yang mutlak harus diikuti pembelajaran sebagai suatu proses
tanpa adanya pemahaman menyeluruh yang rekreatif dan menyenangkan
sebelumnya. Dan demikian siswa sehingga ia lebih percaya diri dalam
cenderung merasa terpaksa dan kurang mengembangkan dan mencari ilmu
antusias mengikuti aktivitas tersebut. baru.

 Penyampaian materi oleh guru  Dalam kegiatan pembelajaran selalu


cenderung monoton tanpa terfokus mengaitkan antara penyajian materi di
tingkat kemampuan masing-masing buku serta realitas dilapangan
peserta didik sehingga informasi yang (kehidupan, lingkungan, dan
disampaikan sulit dipahami. kemasyarakatan.
Perbandingan Sikap ITM dan Tradisional dalam IPS terkait artikel

Tradisional I/T/M
 Dalam kegiatan belajar mengajar guru  Kemampuan pengelolaan kelas oleh
lebih cenderung bersifat pasif sehingga guru lebih fleksibel serta mengacu
siswa merasa kurang diperhatikan dan pada minat dan bakat anak sehingga
berakibat pada menurunnya perhatian peserta didik lebih tertarik untuk
dalam proses pembelajaran. mengikuti proses pembelajaran.

 Guru mutlak sebagai penyampaian  Murid paud merasa nyaman dan dekat
informasi sehingga peserta didik terhadap guru pengajarnya sehingga
cenderung menutup mata untuk belajar lebih luwes dan terbuka terhadap
dari komponen lain (keluarga, semua permasalahan.
lingkungan permainan, dan
masyarakat).

Perbandingan antara Kreativitas siswa ITM dan Tradisional dalam IPS terkait artikel

Tradisional I/T/M
 Kepekaan guru Paud dalam  Kemampuan anak Paud dalam
menunjukkan sikap penghargaan pengetahuan yang ia terima dari semua
terhadap murid paudnya cenderung komponen memicu rasa keingintahuan
rendah sehingga sering mengabaikan yang besar sehingga ia lebih sering
pertanyaan yang diajukan oleh anak bertanya.
paud tersebut. Dengan demikian, anak
paud tersebut merasa terabaikan dan
tidak dihargai yang berdampak pada
ketidakpercayaan diri terhadap
kemampuan yang ia miliki.
 Landasan acuan untuk proses  Sumber pembelajaran anak didik Paud
pembelajaran oleh anak didik Paud secara menyeluruh yang menghasilkan
hanya terfokus pada satu sumber saja pengetahuan baru yang akan menarik
yakni guru. Sehingga pertanyaan yang perhatian semua kalangan (guru, teman
diajukan pun hanya berkisar terkait sepermainan, dan tentunya individu
pada penjelasan yang disampaikan yang bersangkutan) dalam mencari
guru tersebut. solusi pemecahan masalahnya.

 Anak Paud sulit untuk berkreasi dalam  Anak paud lebih bersemangat dalam
segala hal. Terkait penyampaian ide proses pembelajaran untuk mencari ide
maupun gagasan yang ingin ia baru.
sampaikan.

Perbandingan antara Aplikasi ITM dan Tradisional dalam IPS terkait artikel

Tradisional I/T/M
 Pembelajaran oleh anak Paud hanya  Proses pembelajaran antara anak Paud
sebatas pembelajaran sesaat yang tidak dan guru pendidiknya secara seumur
berguna dalam praktik kehidupan hidup dan berkelanjutan yang berguna
sehari-harinya. untuk penentuan sikap dan tindakan
dalam kehidupan bermsyarakat
kedepannya.
 Orientasi pembelajaran hanya untuk  Proses pembelajaran bertujuan untuk
penguasaan materi ajar semata tanpa meningkatkan dan mengembangkan
ada perubahan sikap dan perilaku. kemampuan pola pikir dalam
menghadapi segala situasi sehingga
kepekaannya cenderung meningkat.

 Proses penguasaan materi mengacu  Anak Paud mencari informasi melalui


pada informasi yang disampaikan oleh pengalaman dilapangan.
guru Paud yang bersangkutan tanpa
pemahaman yang menyeluruh yang
berdampak pada ketidakmampuan
penerapan ilmu yang didapat dalam
kehidupannya.

 Penggunaan teknologi tidak disarankan  Guru Paud mendukung penggunaan


karena dianggap mengganggu teknologi informasi untuk menunjang
perkembangan pola pikir anak paud proses pembelajaran. Namun, perlu
tersebut. dilakukan pengawasan serta kerjasama
semua kalangan untuk mengontrol
kemungkinan terburuk. Dalam hal ini
peran keluarga sangat diperlukan.

Dari pemaparan sebelumnya terkait pemberlakuan pembelajaran secara tradisional dan


ITM masing-masing memiliki sisi positif maupun negatifya. Namun dalam pemilihan
pembelajaran IPS perlu dipertimbangkan konsekuensi apabila memilih satu diantaranya. Sejatinya
konsep tradisional dalam pembelajaran IPS sangat menguntungkan untuk tenaga pengajar (guru
Paud) karena mereka tidak perlu mempersiapkan diri baik untuk penyediaan media pembelajaran,
cara penyampaian materi, serta bahan pendukung apa saja yang dapat menjadi dasar atau pijakan
untuk meningkatkan kreativitas anak didik (anak paud). Disisi lain, proses pembelajaran
tradisional kurang efektif terkait kemampuan memahami informasi yang disampaikan guru paud
oleh anak didiknya sehingga mereka merasa jenuh dan bosan yang berdampak pada menurunnya
tingkat konsentrasi dalam proses pembelajaran. Sebaliknya dalam proses pembelajaran IPS
menggunakan konsep ITM lebih eksploratif, variatif, dan fleksibel yang berdampak pada minat
dan bakat anak paud meningkat dalam proses pembelajaran. Tetapi, untuk penerapannya
diperlukan perencanaan yang lebih matang baik dari penguasaan materi, media yang digunakan,
serta cara penyampaian yang dipilih untuk setiap konteks materi dikaitkan dengan lingkungan
kemasyarakatan sehingga materi yang disampaikan lebih bermakna untuk bekal perkembangan
periode berikutnya sampai dewasa dapat dioptimalkan.
Dari artikel terkait “Guru PAUD Dilatih Maksimalkan Usia Emas Anak” yakni dimana
usia emas merupakan periode kritis bagi anak-anak. Pertumbuhan yang diperoleh dalam periode
ini, sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya sampai dewasa. Hal ini terkait
sejatinya periode emas ini hanya datang sekali maka dari itu meski dimaksimalkan setiap proses
pentransferan informasi dari semua kalangan. Usia emas merupakan usia dimana otak anak-anak
mampu secara cepat menyerap berbagai informasi yang diterima dari lingkungan sekelilingnya.
Pada masa ini pula anak-anak mahir meniru tingkah laku dan kebiasaan yang dilihat di sekitarnya.
Dalam pembentukan karakter anak komponen lain yang berperan selain keluarga ialah guru. Oleh
karena itu perlu kolaborasi dan kerjasama semua kalangan menyiapkan guru pengajar PAUD agar
mampu meningkatkan dan mengembangkan pola pikir anak sehingga kedepannya kehidupan yang
ia jalani lebih bermakna.