Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

A. RASIONAL

Pendidikan adalah modal utama bagi suatu bangsa dalam upaya meningkatkan kualitas sumberdaya
manusia yang dimilikinya. Sumberdaya manusia yang berkualitas akan mampu mengelola sumber daya
alam dan memberi layanan secara efektif dan efisien untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Oleh karena itu, hampir semua bangsa berusaha meningkatkan kualitas pendidikan yang dimilikinya,
termasuk Indonesia.

Kualitas sumberdaya manusia dapat dilihat dari kemampuan atau kompetensi yang dimiliki lulusan
lembaga pendidikan, seperti sekolah. Sekolah memiliki tugas untuk mengembangkan potensi peserta
didik secara optimal menjadi kemampuan untuk hidup di masyarakat dan mensejahterakan masyarakat.
Setiap peserta didik memiliki potensi dan sekolah harus mengetahui potensi yang dimiliki peserta didik.
Selanjutnya sekolah merancang pengalaman belajar yang harus diikuti peserta didik agar memiliki
kemampuan yang diperlukan masyarakat. Dengan demikian potensi peserta didik akan berkembang
secara optimal.
Pada dasarnya peningkatan kualitas pendidikan berbasis pada sekolah. Sekolah merupakan basis
peningkatan kualitas, karena sekolah lebih mengetahui masalah yang dihadapi dalam meningkatkan
kualitas pendidikan. Sekolah berfungsi sebagai unit yang mengembangkan kurikulum, silabus, strategi
pembelajaran, dan sistem penilaian. Dengan demikian manajemen sekolah merupakan basis
peningkatan kualitas pendidikan. Oleh karena itu penerapan manajemen berbasis sekolah merupakan
usaha untuk memberdayakan potensi yang ada di sekolah dalam usaha meningkatkan kualitas
pendidikan.
Upaya yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi Bangsa Indonesia
adalah diterbitkannya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Dalam Pasal 3 Undang-undang No. 20 Tahun 2003 itu dijelaskan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi
mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar
menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Tujuan pendidikan tidak hanya mengembangkan potensi peserta didik menjadi manusia berilmu, cakap,
dan kreatif saja tetapi juga sehat, mandiri, demokratis, bertanggung jawab, serta berakhlak mulia. Untuk
mewujudkan tujuan ini Pemerintah menetapkan standar nasional pendidikan yang tertuang dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Dalam peraturan
pemerintah ini dijelaskan bahwa Standar Nasional Pendidikan meliputi: 1) standar isi, 2) standar
kompetensi lulusan, 3) standar proses 4) standar pendidik dan tenaga kependidikan, 5) standar sarana
dan prasarana, 6) standar pengelolaan, 7) standar pembiayaan, dan 8) standar penilaian pendidikan.
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 11 menjelaskan
bahwa beban belajar untuk SMA/MA/SMLB, SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur
pendidikan formal kategori mandiri dinyatakan dalam satuan kredit semester (sks). Beban belajar
minimal dan maksimal bagi satuan pendidikan yang menerapkan Sistem Kredit Semester (SKS)
ditetapkan oleh Peraturan Menteri berdasarkan usul dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Pada ayat ini dijelaskan bahwa sekolah khususnya SMA/MA/ SMLB, SMK/MAK atau bentuk lain yang
sederajat dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu sekolah kategori standar dan sekolah kategori
mandiri. Pengkategorian ini didasarkan pada tingkat terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan. Oleh
karenanya Pemerintah dan Pemerintah Daerah berupaya agar sekolah/madrasah yang berada dalam
kategori standar meningkat menjadi sekolah/madrasah kategori mandiri.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikembangkan oleh masing-masing sekolah
seharusnya berbasis kompetensi. Menurut Wilson (2001) paradigma pendidikan berbasis kompetensi
yang mencakup kurikulum, pedagogi, dan penilaian menekankan pada standar atau hasil. Hasil belajar
yang berupa kompetensi dicapai peserta didik melalui proses pembelajaran yang dilaksanakan dengan
menggunakan pedagogi yang mencakup strategi mengajar atau metode mengajar. Tingkat keberhasilan
pembelajaran yang dicapai peserta didik dapat dilihat pada hasil ujian atau tugas-tugas yang dikerjakan
peserta didik.

Mengingat pentingnya peningkatan mutu pendidikan di SMA NEGERI 1 JUWANA tersebut, maka perlu
melaksanakan IHT Implementasi 8 SNP Program Sekolah Kategori Mandiri/ Sekolah Standar Nasional.

B. Tujuan
Program IHT Implementasi 8 SNP Program Sekolah Kategori Mandiri/ Sekolah Standar Nasional ini , SMA
Negeri 1 Juwana bertujuan untuk :
Meningkatkan kualitas pendidikan di SMA Negeri 1 Juwana dengan pemenuhan Standar isi dan standar
kompetensi lulusan, standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, Standar sarana dan
prasarana, Standar pengelolaan, Standar pembiayaan, Standar penilaian pendidikan, serta bagaimana
sekolah bertindak dan menggali dukungan untuk memenuhi SNP.

C. Hasil Yang diharapkan


Secara khusus dengan program SKM ini , hasil yang diharapkan yaitu :
1) pendidik mampu merancang pengalaman belajar peserta didik sesuai dengan potensi dan
perkembangan peserta didik,
2) pengelola satuan pendidikan untuk merancang manajemen SKM/SSN sesuai dengan potensi serta
menyiapkan fasilitas yang diperlukan dalam melaksanakan pembelajaran pada sekolah kategori
mandiri/sekolah standar nasional, dan
3) pembina pendidikan ( guru dan karyawan serta semua warga sekolah sebagai stake holder ) mampu
membimbing pendidik dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran di sekolah kategori mandiri
sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan .

D. Landasan
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1999 tentang pemerintahan daerah, jo. UU No.
32 tahun 2004
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1999 tentang perimbangan keuangan antara
pemerintah pusat dan daerah
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
4. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang pembagian kewenangan antara pemerintah,
pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota
5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, bagian ketiga pada Pasal 10 dan 11 mengatur tentang
beban belajar dalam bentuk sistem paket dan sistem satuan kredit semester (SKS). Pada Ayat 3
menyebutkan bahwa beban belajar untuk SMA/MA/SMLB, SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat
pada jalur pendidikan formal kategori mandiri dinyatakan dalam satuan kredit semester. Ketentuan
tersebut mengisyaratkan bahwa sekolah kategori mandiri “harus” menerapkan sistem SKS, sedangkan
sekolah kategori standar menerapkan sistem paket dan “dapat” menerapkan sistem SKS.
6. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara
Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.
7. Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang standar isi
8. Permendiknas Nomor 23 tahun 2006 tentang standar kompetensi lulusan
9. Permendiknas Nomor 6 tahun 2007, sebagai penyempurnaan Permendiknas Nomor 24 tahun 2006
tentang pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 dan 23 tahun 2006
10. Permendiknas Nomor 12 tahun 2007 tentang standar pengawas sekolah
11. Permendiknas Nomor 13 tahun 2007 tentang standar kepala sekolah
12. Permendiknas Nomor 16 tahun 2007 tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru
13. Permendiknas Nomor 18 tahun 2007 tentang sertifikasi guru dalam jabatan
14. Permendiknas Nomor 19 tahun 2007 tentang standar pengelolaan pendidikan
15. Permendiknas Nomor 20 tahun 2007 tentang standar penilaian pendidikan
16. Permendiknas Nomor 24 tahun 2007 tentang standar sarana dan prasarana pendidikan
17. Permendiknas Nomor 41 tahun 2007 tentang standar proses
18. Program Kerja SMA Negeri 1 Juwana tahun 2008 / 2009

D. Waktu dan Tempat Kegiatan


Kegiatan IHT Implementasi 8 SNP Program Sekolah Kategori Mandiri/ Sekolah Standar Nasional SMA
Negeri 1 Juwana ini dilaksanakan tanggal : 20 Agustus 2009 , bertempat di Laboratorium Multimedia
SMA Negeri 1 Juwana Jl. Ki Hajar Dewantoro No. 54 Juwana . ( jadwal kegiatan terlampir )

E. Peserta
Peserta kegiatan IHT Implementasi 8 SNP ini adalah semua Guru dan karyawan SMA Negeri 1 Juwana
yang berjumlah : 60 orang .

F. Anggaran Biaya Kegiatan


Biaya IHT Implementasi 8 SNP SMA Negeri 1 Juwana ini dibebankan pada Block Grand SKM / SSN SMA
Negeri 1 Juwana Tahun 2009 .( Rincian Biaya terlampir ) .
BAB II
RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN IHT

A. Kegiatan Pembukaan
Upacara Pembukaan IHT Implementasi 8 SNP dilaksanakan pada Hari : Kamis tanggal 20 Agustus 2009
mulai pukul 08.30 . Pembukaan Workshop dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab. Pati Bapak Drs.
Sarpan , SH. MM. Dan Ketua Komite SMA Negeri 1 Juwana Bp. H. Haryono , secara umum dilaksanakan
sesuai dengan Rencana Jadwal dengan acara antara lain :
1. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya ;
2. Laporan Ketua Panitia Penyelenggara ;
3. Sambutan Pengarahan :
A. Kepala SMA Negeri 1 Juwana
B. Ketua Komite SMA Negeri 1 Juwana
C. Kepala Dinas Pendidikan Kab. Pati
4. Do’a
Kegiatan pembukaan dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab. Pati dan dihadiri oleh segenap
Fasilitator / Pemandu dan Panitia Penyelenggara .

B. Kegiatan Akademis Workshop


1. Struktur Program IHT Implementasi 8 SNP
Struktur program IHT Implementasi 8 SNP terdiri dari program umum yaitu : Kebijakan Pendidikan
Pemerintah Daerah Kab. Pati 2 jam dan program pokok yang terdiri dari :
a. Program Kerja SKM / SSN tahun 2009
b. Identifikasi Standar Isi ( Pemetaan SK dan KD )
c. Pengembangan Silabus sesuai KTSP
d. Kriteria Ketuntasan Minimal ( KKM )
e. Praktek Pembuatan KKM per Mata Pelajaran
f. Pengembangan RPP sesuai KTSP dan SKL
g. Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis ICT
Kegiatan IHT Implementasi 8 SNP dilaksanakan 1 hari diselingi istirahat dan ibadah ( Jadwal kegiatan
terlampir )

2. Metode
Metode pembelajaran dalam kegiatan workshop ini terdiri dari berbagai macam metode dan strategi
antara lain : ceramah komunikatif , penugasan , tanya jawab dan Diskusi yang dilaksanakan dalam
bingkai pembelajaran orang Dewasa ( Andragogi ) dan penerapan dan pengembangan model
pembelajaran berbasis Lesson Study , sehingga diharapkan dapat menghasilkan proses pembelajaran
yang efektif dan efesien .

3. Fasilitator
Fasilitator kegiatan Workshop ini terdiri dari : Kepala Dinas Pendidikan Kab. Pati , Kepala SMA Negeri 1
Juwana , dan Tim SKM / SSN SMA Negeri 1 Juwana .

C. Kegiatan Pasca Akademik


1. Penutupan
Upacara Penutupan kegiatan IHT Implementasi 8 SNP dilaksanakan pada Hari : Kamis , 20 Agustus 2009
pukul 17.00 WIB , secara umum sesuai rencana dengan acara :
a. Menyanyikan Lagu Bagimu Negeri
b. Laporan Penyelenggaraan oleh Ketua Panitia .
c. Kesan dan Pesan Peserta ;
d. Sambutan Penutupan oleh Kepala SMA Negeri 1 Juwana ;
e. Do’a Penutup.

2. Pembagian Surat Keterangan .


Pembagian Surat Keterangan sebagai Piagam untuk peserta dan Fasilitator dilaksanakan 1 minggu
setelah kegiatan Workshop . Setiap peserta workshop berhak mendapat Surat Keterangan dari Kepala
SMA Negeri 1 Juwana yang diketahui dan ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Kab. Pati .
Juwana, 12 Agustus 2009
Ketua Tim SKM / SSN Sekretaris,
SMA Negeri 1 Juwana,

Susi, S.Pd. Suharno, S.Pd.


NIP. 197101111997021002 NIP. 196907162005011007
Mengetahui
Kepala SMA Negeri 1 Juwana
Selaku Penanggungjawab SKM/ SSN

Drs. Sumaryo, M.Pd.


NIP. 196303121992031006

PROPOSAL IN HOUSE TRAINING PENYUSUNAN KTSP SMP AR-


RAHMAT WERAGATI TAHUN PELAJARAN 2011-2012

A. RASIONAL
Pendidikan adalah modal utama bagi suatu bangsa dalam upaya meningkatkan kualitas
sumberdaya manusia yang dimilikinya. Sumberdaya manusia yang berkualitas akan mampu
mengelola sumber daya alam dan memberi layanan secara efektif dan efisien untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, hampir semua bangsa berusaha
meningkatkan kualitas pendidikan yang dimilikinya, termasuk Indonesia.

Kualitas sumberdaya manusia dapat dilihat dari kemampuan atau kompetensi yang dimiliki
lulusan lembaga pendidikan, seperti sekolah. Sekolah memiliki tugas untuk mengembangkan
potensi peserta didik secara optimal menjadi kemampuan untuk hidup di masyarakat dan
mensejahterakan masyarakat. Setiap peserta didik memiliki potensi dan sekolah harus
mengetahui potensi yang dimiliki peserta didik. Selanjutnya sekolah merancang pengalaman
belajar yang harus diikuti peserta didik agar memiliki kemampuan yang diperlukan masyarakat.
Dengan demikian potensi peserta didik akan berkembang secara optimal.
Pada dasarnya peningkatan kualitas pendidikan berbasis pada sekolah. Sekolah merupakan
basis peningkatan kualitas, karena sekolah lebih mengetahui masalah yang dihadapi dalam
meningkatkan kualitas pendidikan. Sekolah berfungsi sebagai unit yang mengembangkan
kurikulum, silabus, strategi pembelajaran, dan sistem penilaian. Dengan demikian manajemen
sekolah merupakan basis peningkatan kualitas pendidikan. Oleh karena itu penerapan
manajemen berbasis sekolah merupakan usaha untuk memberdayakan potensi yang ada di
sekolah dalam usaha meningkatkan kualitas pendidikan.
Upaya yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi Bangsa
Indonesia adalah diterbitkannya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional. Dalam Pasal 3 Undang-undang No. 20 Tahun 2003 itu dijelaskan bahwa
Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan
untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Tujuan pendidikan tidak hanya mengembangkan potensi peserta didik menjadi manusia
berilmu, cakap, dan kreatif saja tetapi juga sehat, mandiri, demokratis, bertanggung jawab, serta
berakhlak mulia. Untuk mewujudkan tujuan ini Pemerintah menetapkan standar nasional
pendidikan yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan. Dalam peraturan pemerintah ini dijelaskan bahwa Standar Nasional
Pendidikan meliputi: 1) standar isi, 2) standar kompetensi lulusan, 3) standar proses 4) standar
pendidik dan tenaga kependidikan, 5) standar sarana dan prasarana, 6) standar pengelolaan, 7)
standar pembiayaan, dan 8) standar penilaian pendidikan.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang dikembangkan oleh masing-masing
sekolah seharusnya berbasis kompetensi. Menurut Wilson (2001) paradigma pendidikan berbasis
kompetensi yang mencakup kurikulum, pedagogi, dan penilaian menekankan pada standar atau
hasil. Hasil belajar yang berupa kompetensi dicapai peserta didik melalui proses pembelajaran
yang dilaksanakan dengan menggunakan pedagogi yang mencakup strategi mengajar atau
metode mengajar. Tingkat keberhasilan pembelajaran yang dicapai peserta didik dapat dilihat
pada hasil ujian atau tugas-tugas yang dikerjakan peserta didik.
Mengingat pentingnya peningkatan mutu pendidikan di SMP AR-RAHMAT Weragati
Palasah, maka perlu sekiranya bagi seluruh instrumental input untuk melaksanakan IHT sebagai
bentuk Implementasi KTSP dari amanat Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan.
B. Landasan
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional.
2. Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang standar isi.
3. Permendiknas Nomor 23 tahun 2006 tentang standar kompetensi lulusan
4. Permendiknas Nomor 6 tahun 2007, sebagai penyempurnaan Permendiknas Nomor 24 tahun
2006 tentang pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 dan 23 tahun 2006.
5. Permendiknas Nomor 12 tahun 2007 tentang standar pengawas sekolah.
6. Permendiknas Nomor 13 tahun 2007 tentang standar kepala sekolah.
7. Permendiknas Nomor 16 tahun 2007 tentang standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru.
8. Permendiknas Nomor 18 tahun 2007 tentang sertifikasi guru dalam jabatan.
9. Permendiknas Nomor 19 tahun 2007 tentang standar pengelolaan pendidikan.
10. Permendiknas Nomor 20 tahun 2007 tentang standar penilaian pendidikan
11. Permendiknas Nomor 24 tahun 2007 tentang standar sarana dan prasarana pendidikan.
12. Permendiknas Nomor 41 tahun 2007 tentang standar proses.
C. Tujuan
Program ini bertujuan untuk:
1. Menyusun Kurikulum SMP AR-RAHMAT Weragati Palasah Tahun Pelajaran 2011-2012;
2. Menyamakan persepsi kepada peserta tentang penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) SMP AR-RAHMAT Weragati Palasah, agar mampu melaksanakan peran
dan fungsinya dengan baik.
D. Hasil Yang diharapkan
Secara khusus dengan program ini , hasil yang diharapkan yaitu :
1. Tersusunnya Kurikulum SMP AR-RAHMAT Weragati Palasah Tahun Pelajaran 2011-2012
2. Adanya kesamaan persepsi kepada peserta tentang penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) SMP AR-RAHMAT Weragati Palasah, agar mampu melaksanakan peran
dan fungsinya dengan baik.
E. Nama
Kegiatan ini bernama:
IN HAUSE TRAINING
Penyusunan KTSP SMP Ar-Rahmat Weragati Palasah Tahun Pelajaran 2011-2012
F. Panitia Peserta dan Pemateri
1. Panitia
Panitia dalam kegiatan ini adalah staf guru SMP Ar-Rahmat Weragati yang dipilih dan disahkan
oleh Surat Keputusan Kepala Sekolah dengan Nomor: 071/SMP-ARRAHMAT/A/X/2011 (SK
terlampir).
2. Peserta
Peserta adalah para guru dan staf administrasi yang berjumlah 19 orang (daftar peserta
terlampir).
3. Pemateri
Pemateri dalam kegiatan ini adalah para ahli di bidang administrasi pendidikan yang dipilih
pihak sekolah yang berjumlah 4 orang (daftar pemateri terlampir).

G. Waktu dan Tempat Kegiatan


Kegiatan ini Insya Allah akan dilaksanakan pada :
Hari : Jumat – Sabtu
Tanggal : 25-26 November 2011
Tempat : Aula Pondok Pesantren Ar-Rahmat
(Jadwal kegiatan terlampir)

H. Anggaran Biaya Kegiatan


Biaya yang diperlukan dalam kegiatan ini terhitung???????????????.( Rincian Biaya terlampir ) .
SUSUNAN PANITIA
IN HAUSE TRAINING
Penyusunan KTSP SMP Ar-Rahmat Weragati Palasah Tahun Pelajaran 2011-2012

Pelindung : Pembina Yayasan Ar-Rahmat


Drs. H. Ena Sarya Soemarna, SH. CN.

Penasihat : Ketua Yayasan Ar-Rahmat


Drs. H. Adib, M. Ag.

Penanggung Jawab : Kepala SMP Ar-Rahmat


Ust. Herdis, SE
Waka. Kurikulum
Ustd. Ika Kartikasari, S.Pd.
Waka Kesiswaan
Ust. Icuk Sutrisno, S.Pd.I
Ketua Panitia : Ust. Iwan Kurniawan, S.Pd.I

Skretaris : Ust. Ahmad Usamah

Bendahara : Ustd. Riska Sari Anggraeni

Koordinator
Acara : Ust. Diki, S.Pd.I
Konsumsi : Ustd. Fika Fihriyyah, S.Pd.
Kesekretariatan : Ustd Nenih, S.Pd.I
Pubdokak : Ust. Fikri, ST
Konsumsi : Ust. Fika S.Pd.
ANGGARAN BIAYA
IN HAUSE TRAINING
Penyusunan KTSP SMP Ar-Rahmat Weragati Palasah Tahun Pelajaran 2011-2012
A. ACARA

1. Pemateri 4 orang @ 200.000 Rp. 800.000


2. Penyewaan LCD @????????? RP.
????????
3. Biaya Komunikasi Rp.
20.000 +
Jumlah Rp. ??????????

B. KESEKRETARIATAN

1. Piagam 13 buah @ 2.000 Rp. 36.000


2. Photo Copy Rp.
200.000
3. ATK
Kertas 2 Rim
Ball poin 1 pak @ 30.000 Rp. 30.000
Pensil 1 pak @??????? RP.
??????????????????
Penghapus @??????? RP.
??????????????????
4. Spanduk 1 buah @ 50.000 Rp.
50.000

5. Dokumentasi Rp.
50.000
Jumlah Rp. ?????????

C. KONSUMSI
a. Makan
1. Peserta 4 x 17 orang @ 10.000 RP.
??????????????????
2. Pemateri 4 orang @ 12.500 RP. ??????????????????
b. Snack 2 x 17 orang @ 5.000 RP.
??????????????????
c. Air 3 galon @ 4.000 Rp. 12.000 +
Jumlah Rp. ???????
_______________________________________________RENCANA BIAYA PEMASUKAN
1. Bantuan Pemerintah RP.
??????????????????
2. KAS Sekolah RP.
??????????????????
3. Yayasan RP.
??????????????????
Jumlah RP. ??????????????????
JADWAL ACARA
IN HAUSE TRAINING
Penyusunan KTSP SMP Ar-Rahmat Weragati Palasah Tahun Pelajaran 2011-2012
No. Hari/ Tanggal Waktu Kegiatan Penangungjawab Ket.
1. 08.00-08.30 Pembukaan Kor. Acara
1. Pembacaan Ayat Suci Al- Kor. Konsumsi
Quran
Oleh: ___________________
2. Sambutan-Sambutan
a. Ketua Panitia
b. Kepala Sekolah
c. Ketua Yayasan sekaligus
membuka
3. Penutup
Doa
2. 08.30-
Diposkan oleh SMP AR-RAHMAT WERAGATI PALASAH MAJALENGKA di 23.3