Anda di halaman 1dari 16

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG


Perusahaan membutuhkan data dan informasi kegiatan dan kejadian yang bersifat historis,
aktual, dan prospektif dalam menyusun anggaran dengan tujuan penyediaan informasi kepada pihak
manajemen untuk digunakan oleh manajemen dalam proses pengambilan keputusan.
Perusahaan umumnya menyusun anggaran untuk keseluruhan kegiatan operasional yang
dijalankan, seperti kegiatan produksi. Anggaran ini harus dibuat setelah anggaran penjualan, dimana
memperlihatkan jumlah barang jadi yang harus diproduksi oleh perusahaan dalam satu periode
anggaran. Untuk pengkajian materi lebih dalam, telah disusun sejumlah informasi terkait anggaran
produksi dalam bentuk makalah.

1.2. TUJUAN
1. Memahami pengertian anggaran produksi.
2. Memahami format dan langkah- langkah penyusunan anggaran produksi.
3. Memahami penyusunan anggaran produksi dengan kebijakan stabilisasi tingkat produksi.
4. Memahami penyususnan anggaran produksi dengan kebijakan stabilisasi tingkat persediaan.

1.3. RUMUSAN MASALAH


1. Pengertian anggaran produksi.
2. Format anggaran produksi.
3. Langkah-langkah penyusunan anggaran produksi.
4. Kebijakan stabilisasi tingkat produksi.
5. Kebijakan stabilisasi tingkat persediaan.

1
BAB 2
PEMBAHASAN

2.1. PENGERTIAN
Anggaran produksi adalah anggaran yang disusun oleh perusahaan untuk menentukan
jumlah barang jadi yang harus diproduksi oleh perusahaan. Anggaran ini harus dibuat setelah
anggaran penjualan disusun karena perusahaan harus menentukan jumlah barang jadi yang harus
diproduksi dalam rangka mendukung target penjualan yang ada di anggaran penjualan. Untuk dapat
menyusun anggaran produksi, dibutuhkan berbagai data dan informasi berikut.
1. Estimasi jumlah unit barang jadi yang akan dijual pada periode mendatang.
Jumlah unit barang jadi yang akan dijual dapat diperoleh dari anggaran penjualan yang telah
dibuat sebelumnya.
2. Estimasi jumlah persediaan barang jadi pada akhir periode anggaran.
Pada umumnya, perusahaan memproduksi barang jadi lebih banyak dari yang diperkirakan
dapat dijual. hal ini dilakukan karena perusahaan ingin menghindari terjadi kondisi stock out,
yaitu kondisi dimana perusahaan tidak memiliki persediaan barang ketika perusahaan
memperoleh order pembeliaan dari pelanggan. terdapat dua kerugian utama dari stock out,
yaitu:
a. Perusahaan mengalami opportunity lost dari penjualan yang seharusnya dapat
dilayani jika perusahaan memiliki persediaan barang jadi yang cukup.
b. Pelanggan beralih ke pesaing yang membuat perusahaan kehilangan sumber
pendapatan di masa depan.
Oleh karena itu, jika perusahaan akan memperkirakan akan menyimpan persediaan barang
jadi di akhir periode anggaran, maka nilainya harus diestimasi dan dimasukkan dalam
perhitungan anggaran produksi.
3. Estimasi jumlah persediaan barang jadi di awal periode anggaran.
Jumlah persediaan barang jadi yang diestimasi di awal periode adalah estimasi persediaan
barang jadi yang tersisa dari periode sebelumnya. setelah estimasi jumlah penjualan dalam
unit dan persediaan akhir barang jadi telah diperoleh datanya, langkah selanjutnya adalah
menentukan jumlah barang jadi yang rencananya akan diproduksi. jumlah yang akan
diproduksi diperoleh dengan mengurangkan jumlah penjualan dalam unit dan persediaan
akhir barang jadi dengan persediaan awal barang jadi.

2
2.2. FORMAT ANGGARAN PRODUKSI
Berikut ini adalah format yang dapat digunakan untuk menyusun anggaran produksi.
Anggaran Produksi
PT ......
Untuk Periode......
Penjualan (unit)
Ditambah : Persediaan akhir barang jadi
Jumlah barang jadi yang dibutuhkan
Dikurangi: Persediaan awal barang jadi
Jumlah barang jadi yang akan diproduksi
Keterangan:
1. Informasi tentang jumlah unit yang direncanakan dijual pada periode anggaran diperoleh dari
anggaran penjualan.
2. Informasi persediaan akhir barang jadi diperoleh dari kebijakan pengadaan persediaan yang ada
di perusahaan. biasanya, tingkat persediaan akhir barang jadi yang ingin disimpan oleh
perusahaan dihubungkan dengan penjualan barang jadi untuk bulan berikutnya.
3. Jumlah unit yang rencananya akan dijual ditambahkan dengan unit dalam persediaan akhir
barang jadi akan menjadi total unit barang jadi yang dibutuhkan selama satu periode anggaran.
4. Jumlah persediaan awal barang jadi dapat diperoleh dari persediaan akhir barang jadi tahun lalu.
persediaan akhir barang jadi suatu periode akan menjadi persediaan awal barang jadi tahun
berikutnya.
5. Jumlah unit barang jadi yang akan diproduksi dalam satu periode anggaran diperoleh dengan
mengurangi jumlah barang jadi yang dibuthkan dengan persediaan awal barang jadi.

Contoh 1 Penyusunan Anggaran Produksi


PT Sehati Indah (SI) sedang menyusun anggaran produksi untuk produk yang dihasilkannya,
yaitu produk “Boneka Unyil”, untuk bulan Agustus 2008. PT SI memperkirakan dapat menjual
8.000 unit Boneka Unyil selama bulan Agustus 2008. Selain itu, PT SI juga memperkirakan jumlah
unit persediaan akhir dan awal Boneka Unyil untuk bulan Agustus 2008.
Berikut ini adalah tabel 1 yang akan menyajikan jumlah unit yang diperkirakan akan dijual
serta persediaan akhir dan persediaan awal Boneka Unyil untuk bulan Agustus 2008.

3
Tabel 1 penjualan dan persediaan Boneka Unyil
No. Keterangan Jumlah
1. Penjualan 8.000
2. Persediaan akhir 2.000
3. Persediaan awal 1.000
Penjelasan berikut ini akan menjelaskan langkah-langkah yang diakukan untuk menyusun
anggaran produksi Boneka Unyil untuk bulan Agustus 2008.

Langkah 1 Menyusun format anggaran produksi seperti tabel di bawah ini.


Anggaran Produksi
PT Sehati indah
Untuk Periode......
Nama produk : Boneka Unyil
Penjualan (unit)
Ditambah : Persediaan akhir barang jadi
Jumlah barang jadi yang dibutuhkan
Dikurangi: Persediaan awal barang jadi
Jumlah barang jadi yang akan diproduksi

Langkah 2 Memasukkan data-data penjualan, persediaan akhir barang jadi, dan persediaan awal
barang jadi yang ada pada tabel 1 ke dalam format anggaran produksi. Format anggaran produksi
yang telah dimasukkan semua data-data yang diperlukan akan terlihat seperti di bawah ini.
Anggaran Produksi
PT Sehati indah
Untuk Periode......
Nama produk : Boneka Unyil
Penjualan (unit) 8.000
Ditambah : Persediaan akhir barang jadi 2.000
Jumlah barang jadi yang dibutuhkan
Dikurangi: Persediaan awal barang jadi 1.000
Jumlah barang jadi yang akan diproduksi

4
Langkah 3 Menjumlahkan barang jadi yang dibutuhkan dengan menambahkan penjualan (unit)
dengan persediaan akhir barang jadi.
Anggaran Produksi
PT Sehati indah
Untuk Periode......
Nama produk : Boneka Unyil
Penjualan (unit) 8.000
Ditambah : Persediaan akhir barang jadi 2.000
Jumlah barang jadi yang dibutuhkan 10.000
Dikurangi: Persediaan awal barang jadi 1.000
Jumlah barang jadi yang akan diproduksi

Langkah 4 Menyelesaikan anggaran produksi dengan menghitung jumlah barang jadi yang akan
diproduksi. jumlah barang jadi yang akan diproduksi didapat dengan mengurangkan jumlah barang
jadi yang dibutuhkan dengan persediaan awal barang jadi.
Anggaran Produksi
PT Sehati indah
Untuk Periode......
Nama produk : Boneka Unyil
Penjualan (unit) 8.000
Ditambah : Persediaan akhir barang jadi 2.000
Jumlah barang jadi yang dibutuhkan 10.000
Dikurangi: Persediaan awal barang jadi 1.000
Jumlah barang jadi yang akan diproduksi 9.000
Berdasarkan anggaran produksi yang telah disusun, PT SI harus memproduksi Boneka Unyil
sebanyak 9.000 unit untuk bulan Agustus 2008.

2.3. ANGGARAN PRODUKSI UNTUK PERIODE LEBIH DARI SATU BULAN


Jika perusahaan ingin menyusun anggaran produksi yang mencakup periode waktu lebih dari
satu bulan, maka terdapat dua hal penting berikut yang harus diperhatikan.

5
1. Persediaan akhir barang jadi di suatu bulan akan menjadi persediaan awal barang jadi bulan
berikutnya. Sebagai contoh, persediaan akhir barang jadi bulan November 2008 akan
menjadi persediaan awal untuk bulan Desember 2008.
2. Persediaan akhir barang jadi di bulan terakhir dalam satu periode akan menjadi persediaan
akhir barang jadi untuk anggaran produksi periode tersebut. Misalnya, jika anggaran
produksi dibuat untuk bulan Juli, Agustus, September, maka persediaan akhir bulan
September akan menjadi persediaan akhir barang jadi untuk anggaran produksi yang
mencakup tiga bulan tersebut (Juli, Agustus, September).

Contoh 2 Penyusunan Anggaran Produksi lebih dari 1 bulan


PT Sehati Indah Ingin menyusun anggaran produksi kuartal ketiga di tahun 2008 (Juli-September)
untuk Boneka Unyil. berikut ini adalah rencana penjualan (unit) boneka unyil untuk 3 tahun.
Bulan Penjualan (unit)
Juli 7.000
Agustus 8.000
September 10.000
Selama tahun 2008, PT Sehati Indah ingin agar tingkat persediaan awal barang jadi setiap bulannya
adalah 1.000 unit. Jadi, jumlah persediaan akhir dan persediaan awal barang jadi adalah tetap 1.000
unit.
Berikut ini adalah langkah-langkah yang dilakukan untuk menyusun anggaran produksi
Boneka Unyil untuk kuartal ketiga tahun 2008.
Langkah 1 Menyusun format anggaran produksi untuk kuartal ketiga tahun 2008 seperti dibawah
ini.
PT SI
Anggaran produksi
Untuk kuartal yang berakhir pada 30 September 2001
Nama produk: Boneka Unyil
Juli Agustus September Total
Penjualan (unit)
Ditambah: persediaan
akhir barang jadi
Jumlah barang jadi yang
dibutuhkan
Dikurangi: persediaan

6
awal barang jadi
Jumlah barang jadi yang
akan diproduksi

Langkah 2 Memasukkan data-data penjualan selama bulan Juli-September 2008, persediaan akhir
barang jadi bulan September, dan persediaan awal barang jadi bulan Juli ke dalam format anggaran
produksi seperti terlihat pada contoh di bawah ini.
PT SI
Anggaran produksi
Untuk kuartal yang berakhir pada 30 September 2001
Nama produk: Boneka Unyil
Juli Agustus September Total
Penjualan (unit) 7.000 8.000 10.000 25.000
Ditambah: persediaan 1.000 1.000 1.000 1.000
akhir barang jadi
Jumlah barang jadi yang
dibutuhkan
Dikurangi: persediaan 1.000 1.000 1.000 1.000
awal barang jadi
Jumlah barang jadi yang
akan diproduksi

Langkah 3 Menghitung total barang jadi yang dibutuhkan untuk setiap bulan selama kuartal ketiga
tahun 2008 dengan menjumlahkan penjualan setiap bulannya dengan persediaan akhir barang jadi
yang relevan. Hitung pula total barang jadi yang akan diproduksi selama kuartal ketiga tahun 2008.
PT SI
Anggaran produksi
Untuk kuartal yang berakhir pada 30 September 2001
Nama produk: Boneka Unyil
Juli Agustus September Total
Penjualan (unit) 7.000 8.000 10.000 25.000
Ditambah: persediaan 1.000 1.000 1.000 1.000
akhir barang jadi
Jumlah barang jadi 8.000 9.000 11.000 26.000
yang dibutuhkan
Dikurangi: persediaan 1.000 1.000 1.000 1.000
awal barang jadi
Jumlah barang jadi 7.000 8.000 10.000 25.000
yang akan diproduksi

7
2.4. KEBIJAKAN TINGKAT PRODUKSI
Ada dua kebijakan yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk menentukan jumlah barang
yang akan diproduksi, yaitu kebijakan stabilisasi tingkat produksi dan kebijakan stabilisasi tingkat
persediaan.

Kebijakan Stabilisasi Produksi


Dalam menyusun anggaran produksi untuk periode anggaran lebih dari satu bulan,
perusahaan sering kali ingin memiliki jumlah produksi yang sama untuk setiap bulannya.
pertimbangannya adalah:
1. Perusahaan ingin memperoleh biaya produksi yang sama untuk setiap bulannya.
2. Jumlah pegawai pabrik cenderung tetap setiap bulannya, maka jumlah produksi tiap bulan
yang stabil akan lebih tepat digunakan.
3. Mesin akan berproduksi lebih efisien jika tingkat produksi barang stabil setiap bulannya.
Kebijakan untuk berproduksi pada tingkat produksi yang sama setiap bulannya dalam 1 tahun ini
disebut juga “kebijakan stabilisasi produksi”.
Misalnya, diasumsikan perusahaan berencana memproduksi barang jadi sebesar 2.400.000
selama 1 tahun kedepan. Jika perusahaan mengadopsi kebijakan stabilisasi produksi , maka jumlah
yang harus diproduksi setiap bulannya untuk tahun depan adalah:
Produksi/bulan = jumlah produksi 1 tahun/12 bulan
produksi/bulan = 2.400.000 unit/12 bulan
produksi/bulan = 100.000 unit

Contoh 3 Penyusunan Anggaran Produksi dengan Kebijakan Stabilisasi Produksi


PT Kreasindo Pratama menerapkan kebijakan stabilisasi produksi untuk menyusun anggaran
produksi produk BB selama periode triwulan Oktober-Desember 2008. Berikut ini adalah data-data
penjualan, persedian awal dan akhir barang jadi selama bulan Oktober-Desember 2008.
Bulan Unit Terjual
Oktober 6.400
November 5.600
Desember 4.000

8
Nama produk Persediaan akhir (Desember) Persediaan awal (Oktober)
BB 2.000 6.000

Langkah 1 Menyusun format anggaran produksi untuk triwulan Oktober-Desember 2008 seperti
tabel dibawah ini.
PT Kreasindo Pratama
Anggaran produksi untuk triwulan yang berakhir pada 31 Desember 2008
Oktober November Desember Total
Penjualan (unit)
Ditambah: persediaan
akhir barang jadi
Jumlah barang jadi
yang dibutuhkan
Dikurangi: persediaan
awal barang jadi
Jumlah barang jadi
yang akan diproduksi

Langkah 2 Memasukkan data penjualan (unit) bulan Oktober-Desember 2008. Kemudian,


masukkan pula persediaan barang jadi akhir bulan Desember dan persediaan barang jadi awal bulan
Oktober. Setelah semua data di masukkan, format anggaran produksi akan terlihat seperti berikut
ini.
PT Kreasindo Pratama
Anggaran produksi untuk triwulan yang berakhir pada 31 Desember 2008
Oktober November Desember Total
Penjualan (unit) 6.400 5.600 4.000 16.000
Ditambah: persediaan 2.000 2.000
akhir barang jadi
Jumlah barang jadi
yang dibutuhkan
Dikurangi: persediaan 6.000 6.000
awal barang jadi
Jumlah barang jadi
yang akan diproduksi

9
Langkah 3 Melengkapi kolom total yang masih belum terisi data dengan melakukan operasi
penambahan dan pengurangan. Setelah langkah 3 selesai dilakukan, format anggaran produksi akan
terlihat seperti di bawah ini.
PT Kreasindo Pratama
Anggaran produksi untuk triwulan yang berakhir pada 31 Desember 2008
Oktober November Desember Total
Penjualan (unit) 6.400 5.600 4.000 16.000
Ditambah: persediaan 2.000 2.000
akhir barang jadi
Jumlah barang jadi 18.000
yang dibutuhkan
Dikurangi: persediaan 6.000 6.000
awal barang jadi
Jumlah barang jadi 12.000
yang akan diproduksi

Langkah 4 Membagi jumlah total produksi keseluruhan dengan jumlah bulan dalam anggaran. pada
contoh ini, total produksi selama 3 bulan (Oktober-Desember 2008) adalah 12.000 unit. jumlah
produksi setiap bulan adalah 4.000 (12.000 : 3).
PT Kreasindo Pratama
Anggaran produksi untuk triwulan yang berakhir pada 31 Desember 2008
Oktober November Desember Total
Penjualan (unit) 6.400 5.600 4.000 16.000
Ditambah: persediaan 2.000 2.000
akhir barang jadi
Jumlah barang jadi 18.000
yang dibutuhkan
Dikurangi: persediaan 6.000 6.000
awal barang jadi
Jumlah barang jadi 4.000 4.000 4.000 12.000
yang akan diproduksi

Langkah 5 Menotal barang jadi yang di butuhkan untuk bulan Desember 2008 dengan
menambahkan penjualan bulan Desember dengan persediaan akhir bulan yang sama (4.000 + 2.000
= 6.000).
Persediaan awal barang jadi bulan Desember diperoleh dengan mengurangkan total barang jadi yang
di perlukan dengan jumlah produksi barang jadi bulan Desember (6.000 – 4.000 = 2.000).

10
PT Kreasindo Pratama
Anggaran produksi untuk triwulan yang berakhir pada 31 Desember 2008
Oktober November Desember Total
Penjualan (unit) 6.400 5.600 4.000 16.000
Ditambah: persediaan 2.000 2.000
akhir barang jadi
Jumlah barang jadi 6.000 18.000
yang dibutuhkan
Dikurangi: persediaan 6.000 2.000 6.000
awal barang jadi
Jumlah barang jadi 4.000 4.000 4.000 12.000
yang akan diproduksi

Langkah 6 Seperti yang telah dijelaskan bahwa persediaan akhir suatu bulan akan menjadi
persediaan awal dibulan berikutnya. Berdasarkan hubungan tersebut, langkah 6 adalah mengisi
kolom persediaan akhir barang jadi bulan November dengan nilai persediaan awal bulan Desember,
yaitu 2.000 unit. hal yang sama dilakukan untuk mengisi kolom persediaan akhir bulan Oktober.
Setelah pengisian kolom persediaan akhir bulan November dan Oktober, kolom-kolom yang masih
kosong diisi dengan melakukan operasi penambahan dan pengurangan. hasil akhir dari anggaran
produksi terlihat seperti tabel dibawah ini.
PT Kreasindo Pratama
Anggaran produksi untuk triwulan yang berakhir pada 31 Desember 2008
Oktober November Desember Total
Penjualan (unit) 6.400 5.600 4.000 16.000
Ditambah: persediaan 3.600 2.000 2.000 2.000
akhir barang jadi
Jumlah barang jadi 10.000 7.600 6.000 18.000
yang dibutuhkan
Dikurangi: persediaan 6.000 3.600 2.000 6.000
awal barang jadi
Jumlah barang jadi 4.000 4.000 4.000 12.000
yang akan diproduksi

11
Kebijakan Stabilisasi Tingkat Persediaan
Berbeda dengan stabilisasi produksi yang menginginkan tingkat produksi barang jadi yang
sama untuk setiap periodenya, kebijakan stabilisasi persediaan dapat di terapkan untuk perusahaan
yang tidak menginginkan tingkat persediaan berfluktuasi secara berlebihan setiap periode yang
tercakup dalam anggaran. Kebijakan stabilisasi tingkat persediaan juga menjamin bahwa kenaikan
atau penurunan persediaan terjadi secara bertahap dalam setiap periode. perusahaan yang memiliki
ruang penyimpanan persediaan yang terbatas atau menghadapi biaya sewa gudang yang tinggi cocok
untuk menerapkan kebijakan stabilisasi tersebut.

Contoh 4 Penyusunan Anggaran Produksi dengan Kebijakan Stabilisasi Tingkat Persediaan


PT. Pancara Sinar Mulia (PSM) menerapkan kebijakan stabilisasi tingkat persediaan untuk
menentukan jumlah produksi produknya untuk periode Oktober-Desember 2008. berikut ini adalah
data-data penjualan persediaan awal dan akhir barang jadi PT. PSM selama Oktober-Desember
2008.
Bulan Penjualan (Unit)
Oktober 8.000
November 12.000
Desember 10.000

Persediaan Awal Persediaan Akhir


7.200 4.800

Langkah 1 Menyusun format anggaran produksi untuk buan Oktober-Desember 2008 seperti format
dibawah ini.
PT. Pancaran sinar Mulia
Anggaran produksi untuk triwulan yang berakhir pada 31 Desember 2008
Oktober November Desember Total
Penjualan (unit)
Ditambah: persediaan
akhir barang jadi
Jumlah barang jadi
yang dibutuhkan
12
Dikurangi: persediaan
awal barang jadi
Jumlah barang jadi
yang akan diproduksi

Langkah 2 Memasukkan data penjualan (unit) bulan Oktober-Desember 2008, lalu persediaan akhir
barang jadi bulan Desember dan persediaan awal barang jadi bulan oktober. setelah semua data di
atas dimasukkan, format anggaran produksi akan terlihat seperti ini.
PT. Pancaran sinar Mulia
Anggaran produksi untuk triwulan yang berakhir pada 31 desember 2008
Oktober November Desember Total
Penjualan (unit) 8.000 12.000 10.000 30.000
Ditambah: persediaan 7.200
akhir barang jadi
Jumlah barang jadi
yang dibutuhkan
Dikurangi: persediaan 4.800
awal barang jadi
Jumlah barang jadi
yang akan diproduksi

Langkah 3 Menghitung perubahan tingkat persediaan barang jadi setiap bulannya. pada contoh ini,
jumlah persediaan akhir barang jadi di bulan Desember lebih banyak 2.400 unit dibandingkan
dengan persediaan awal barang jadi bulan Oktober (7.200 – 4.800). Pertambahan persediaan barang
jadi sebanyak 2.400 unit terjadi merata selama 3 bulan (Oktober-Desember) sehingga tambahan
persediaan setiap bulannya adalah 800 unit (2.400 : 3).
Hal ini berarti apabila persediaan awal barang jadi untuk bulan Oktober sebesar 4.800, maka
persediaan awal bulan November akan menjadi 5.600 (4.800 + 800). Adapun persediaan awal bulan
Desember adalah 6.400 (5.600 + 800), karena diperoleh dari persediaan awal bulan November
sebesar 5.600 unit ditambah pertambahan persediaan setiap bulannya adalah 800 unit.
Data tentang persediaan awal barang jadi untuk bulan November dan Desember dimasukkan
ke format anggaran produksi seperti tersaji dibawah ini.

13
PT. Pancaran sinar Mulia
Anggaran produksi untuk triwulan yang berakhir pada 31 Desember 2008
Oktober November Desember Total
Penjualan (unit) 8.000 12.000 10.000 30.000
Ditambah: persediaan 7.200
akhir barang jadi
Jumlah barang jadi
yang dibutuhkan
Dikurangi: persediaan 4.800 5.600 6.400
awal barang jadi
Jumlah barang jadi
yang akan diproduksi

Langkah 4 Persediaan akhir suatu bulan akan menjadi persediaan awal di bulan berikutnya
sehingga persediaan akhir bulan November diperoleh dari persediaan awal bulan Desember yaitu
6.400 unit. Adapun persediaan akhir bulan Oktober adalah persediaan awal bulan November yaitu
5.600 unit.
PT. Pancaran sinar Mulia
Anggaran produksi untuk triwulan yang berakhir pada 31 desember 2008
Oktober November Desember Total
Penjualan (unit) 8.000 12.000 10.000 30.000
Ditambah: persediaan 5.600 6.400 7.200
akhir barang jadi
Jumlah barang jadi
yang dibutuhkan
Dikurangi: persediaan 4.800 5.600 6.400
awal barang jadi
Jumlah barang jadi
yang akan diproduksi

14
Langkah 5 Menyelesaikan anggaran produksi dengan menghitung total barang jadi yang di
perlukan dan jumlah barang jadi yang akan di produksi untuk bulan Oktober-Desember 2008 dan
secara total selama 3 bulan.
PT. Pancaran sinar Mulia
Anggaran produksi untuk triwulan yang berakhir pada 31 Desember 2008
Oktober November Desember Total
Penjualan (unit) 8.000 12.000 10.000 30.000
Ditambah: persediaan 5.600 6.400 7.200 7.200
akhir barang jadi
Jumlah barang jadi 13.600 18.400 17.200 37.200
yang dibutuhkan
Dikurangi: persediaan 4.800 5.600 6.400 4.800
awal barang jadi
Jumlah barang jadi 8.800 12.800 10.800 32.800
yang akan diproduksi

15
BAB 3
PENUTUP

3.1. KESIMPULAN
Tujuan penyusunan anggaran adalah menyediakan informasi kepada pihak manajemen untuk
digunakan oleh manajemen dalam proses pengambilan keputusan.
Anggaran produksi adalah anggaran yang disusun oleh perusahaan untuk menentukan
jumlah barang jadi yang harus diproduksi oleh perusahaan. Langkah-langkah penyusunan format
anngaran produksi sebagai berikut.
Langkah 1 Menyusun format anggaran produksi yang akan menyajikan jumlah unit yang
diperkirakan akan dijual ditambah persediaan akhir barang jadi dan dikurangi persediaan awal
barang jadi misalkan nama produk X untuk periode 20X1 untuk mendapat jumlah barang jadi yang
akan diproduksi.
Langkah 2 Memasukkan data-data penjualan, persediaan akhir barang jadi, dan persediaan awal
barang jadi yang ada ke dalam format anggaran produksi..
Langkah 3 Menjumlahkan barang jadi yang dibutuhkan dengan menambahkan penjualan (unit)
dengan persediaan akhir barang jadi.
Langkah 4 Menyelesaikan anggaran produksi dengan menghitung jumlah barang jadi yang akan
diproduksi. Jumlah barang jadi yang akan diproduksi didapat dengan mengurangkan jumlah barang
jadi yang dibutuhkan dengan persediaan awal barang jadi.

16