Anda di halaman 1dari 7

TANUR

DI SUSUN OLEH:

KELOMPOK A.A1

PROGRAM STUDI DIPLOMA IV

JURUSAN ANALIS KESEHATAN

POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

2016
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Laboratorium adalah tempat bagi praktikan maupun peneliti untuk melakukan percobaan.

Melakukan percobaan di laboratorium tidak lepas dari penggunaan zat-zat yang beraneka ragam,

baik yang berbahaya maupun yang aman bagi tubuh manusia. Untuk itulah alat-alat laboratorium

diperlukan, selain mempermudah percobaan juga mendukung keselamatan praktikan ketika

melakukan percobaan. Namun, tentu saja praktikan tidak dapat secara langsung menggunakan

alat-alat laboratorium tanpa mempunyai pengetahuan dan kemampuan yang cukup untuk itu,

karena masing-masing alat laboratorium memiliki prosedur-prosedur tersendiri dalam

penggunaannya.
Setiap percobaan kimia, selalu menggunakan peralatan yang berbeda atau meskipun sama

tapi ukurannya berbeda. Begitu pula dengan prosedur percobaan yang lain, praktikan harus bisa

menyesuaikan dan menggunakan peralatan laboratorium dengan tepat sehingga tidak akan

mengganggu kelancaran praktikum.


Mengingat betapa pentingnya pengetahuan dan prosedur penggunaan peralatan

laboratorium, maka pengenalan alat laboratorium sangat penting agar setiap praktikum dapat

berjalan sebagaimana mestinya dengan data yang akurat tanpa terjadi hal – hal yang tidak di

inginkan.

B. Maksud
Praktikan dapat mengetahui bagaimana bentuk, fungsi, serta prosedur penggunaannya (cara

kerjanya). Sehingga praktikan mampu menggunakan alat tersebut untuk percobaan selanjutnya

dengan sebaik-baiknya.
C.Tujuan
Untuk mengetahui bagaimana penggunaan tanur di laboratorium serta mengetahui cara

kerja dan fungsinya.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Tanur adalah alat yang digunakan sebagai pemanas. Istilah tanur berasal dari bahasa latin

yaitu fornax,oven. Tungku paling awal yang digali di Balakot, sebuah situs peradaban lembah

Indus Pada sekitar tahun 2500-1900 SM. Dalam bahasa inggris Amerika dan Inggris Kanada

istilah tungku pada tungku pusa yaitu boiler atau pemanas.

Dalam istilah Inggris tanur digunakan secara ekskusif unruk industri, seperti ekstrasi

logam dari bijih atau di kilang minyak dan bahan kimia lainnya,misalnya sebagai sumber

pemanas untuk kolomdistilasi fraksional. Istilah tanur juga disebut sebagai tempat pembakaran.

tanur pembakaran selalu memerlukan vented keluar. Secara tradisional yaitu melalui cerobong

asap, yang cenderung untuk mengusir panas

Tanur biasanya digunakan untuk pembakaran sampah,kremasi jenazah (ukuran

besar),mengabukan atau mengarangkan zat pada analisis gravimetri.Temperatur pada suhu tinggi

dalam tanur (muffle furnace)yaitu diatas 10000C.


Ukuran tanur bervariasi dinataranya ada tanur yang berukuran besar dan ada juga tanur

yang berukuran kecil. Pada umumnya tanur yang berukuran besar digunakan untuk mengkremasi

jenazah dan tanur yang berukuran kecil biasanya digunakan untuk mengarangkan zat pada

analisis gravimetric. Pada bagian atas tanur dilengkapi dengan sebuah lubang yang berfungsi

untuk keluarnya udara agar mempercepat merubah suhu(keadaan panas ke dingin) didalam tanur

setelah pemakaian.

BAB III

METODE PRAKTIKUM

A. Alat
Tanur

B. Prosedur Kerja

Pada analisa gravimetric, untuk mengabukan zat yang dianalisis, terlebih dahulu crus

harus ditimbang hingga bobotnya tetap. Zat diekstraksikan hingga terbentuk endapan, lalu

disaring dengan kertas saring bebas abu, dan endapannya dimasukkan ke dalam crus dibakar

dengan api kecil kemudian gunakan api besar. Setelah sebagian besar kertas endapan telah

menjadi abu yang berwarna putih, pindahkan pemanasan kedalam tanur.

Pada sat pemijatan kertas saring zat yang diuji, maka seluruh zat organic akan terbakar

menjadi arang yang berwarna hitam. Jika pemanasan dilanjutkan seluruh zat organic (arang)akan

hilang terbakar dan akan diperoleh abu atau sisa yang terdiri atas anorganik yang berupa oksida

logam yang berwarna putih atau berwarna lain tergantung dari jenis logamnya.
BAB IV PEMBAHASAN

A. Gambar
Tanur digunakan sebagai pemanas pada suhu tinggi, sekitar 1000 °C

B. Cara Perawatan

Setiap habis pemakaian tanur harus dibersihkan agar tanur

tidak rusak dan bagian-bagian dari tanur itu sendiri tidak berkarat.

Membersihkannya dengan cara mengelap seluruh bagian tanur dengan

alkohol.
BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Tanur merupakan alat laboratorium yang digunakan untuk mengabukan suatu zat pada

analisa gravimetric atau dapat digunakan dalam pemanasan dengan suhu tinggi.

B.Saran

Saran untuk laboratorium, sebaiknya alat-alat yang ada di laboratorium lebih diperhatikan

dan dirawat lagi agar saat praktikum bisa dipergunakan dengan baik dan maksimal tanpa ada

kekurangan
DAFTAR PUSTAKA

https://id.scribd.com/document/254590871/MACAM-tanur

http://www.kerjanya.net/faq/11496-hematokrit.html

http://kakaarist-arista.blogspot.co.id/2015/07/laporan-praktikum-pengenalan-alat-

alat.html

http://rismaayushy.blogspot.co.id/2012/11/makalah-pengenalan-alat-alat.html