Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

1. 1. Latar Belakang Masalah


Salah satu progam pendidikan khusunya di sekolah Menengah
Kejuruan adalah PRAKTIK Kerja Industri (PRAKERIN). Kegiatan ini
ditujukan kepada siswa / siswi Sekolah Menengah Kejuruan untuk
menambah wawasan, pengalaman dan keterampilan dalam dunia
usaha / dunia industri.

1. 2. Pengertian Prakerin
Adanya merupakan rancanagan pendidikan dan pelatihan bagi
siswa/siswi Sekolah Menengah Kejuruan yang pelaksanaanya
langsung di dunia kerja.

1. 3. Tujuan Prakerin

1. Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional,


yaitu tenga kerja yang memeiliki tingkat pengetahuan, keterampilan
dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja.
2. Memperkokoh hubungan keterkaitan dan kesepadanan (Link and
Match) antara SMK dan Industri.
3. Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga
kerja yang berkualitas profesional
4. Memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja
sebagai dari proses pendidikan.

1
1. 4. Dasar Hukum Prakerin
1. UU Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistim Pendidikan Nasioanal
2. PP Nomor 39 Tahun 1992 tentang Peran Masyarakat Dalam
Pendidikan Nasional
3. Kepmendikbud Nomor 080/1993 tentang Kurikulum Sekolah
Menengah Kejuruan
4. PP Nomor 29 Tahun 1998 tentang Pendidikan Menengah
5. UU RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006
tentang Standar Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah

2
BAB II

SEJARAH SINGKAT

2. 1. Sejarah singkat instansi

Muncar, merupakan salah satu kecamatan yang ada di


Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Kecamatan ini terletak di
bagian timur kabupaten Banyuwangi, + 35 km dari jantung kota
Banyuwangi dan berbatasan dengan selat Bali. Terdapat 10 desa
dalam kecamatan ini dengan luas keseluruhan +8.509,9 ha.
Kecamatan Muncar adalah sebuah kecamatan sebagai penghasil
ikan laut terbesar di kabupaten Banyuwangi dan propinsi Jawa
Timur. Selain itu di kecamatan ini merupakan sentra penghasil
semangka terutama di desa Tembokrejo dan Bangorejo. Namun
sejak tahun 2010 kinerja dan hasil penangkapan ikan kawasan ini
mengalami penurunan.

Mengapa daerah penghasil ikan ini diberi nama Muncar?


Apa yang melatarbelakangi terbentuknya nama tersebut? Berikut
adalah beberapa pendapat mengenai asal mula terbentuknya nama
Muncar.
Menurut HR. Suparjo Denowo, penduduk asli Kecamatan
Muncar, dusun Muncar berasal dari dua kata,
yaitu “Monco” (bahasa jawa) dan “Mancah” (bahasa Madura)
yang artinya bermacam-macam. Hal ini didasarkan pada
kenyataan bahwa semua penduduk di dusun Muncar adalah
pendatang dari berbagai suku atau ras. Sebagian berasal dari
Sulawasi Selatan (suku Bugis), Madura, dan beberapa daerah di
wilayah Jawa.

Menurut Pak Syamsuri, mantan kepala KUA kecamatan


Muncar. Muncar berasal dari kata “Muncrat”(bahasa Jawa),
yang artinya adalah keluarnya ikan-ikan dengan jumlah yang luar
biasa banyak dari laut yang terletak di sebelah timur derah
Muncar. Hal ini terbukti dengan tersohornya Muncar sebagai kota
penghasil ikan terbesar di Jawa Timur dan mayoritas penduduk di
daerah ini adalah Nelayan.
Berbeda dengan pendapat HR. Suparjo Denowo dan Syamsuri.
Pak Sholihin, Mudin dusun Muncar mengatakan bahwa Kata
Muncar berasal dari kata “mencar” (bahasa jawa) yang berarti
pisah (sebagian menuju suatu tempat dan sebagian lagi menuju
suatu tempat yang berbeda). Hal ini masih ada kaitannya dengan

3
peristiwa peperangan antara Minak Jinggo dan Damar Wulan.
Setelah Damar Wulan menang, pasukan Damar Wulan
beristirahat di tempat yang sekarang bernama Muncar. Di tempat
itu muncul perbedaan pendapat antara pasukan-pasukan Damar
Wulan. Sehingga sebagian dari pasukan kembali ke kerajaan
lewat selatan dan sebagian lewat utara, sampai akhirnya
muncullah perpecahan.

Menurut Bapak Saleh (64 tahun), salah satu penduduk asli


Muncar yang berprofesi sebagai nelayan, mengungkapkan bahwa
nama Muncar erat hubungannya dengan nama Blambangan,
Sebuah kerajaan yang letaknya kurang lebih 1 km di sebelah utara
Muncar tepatnya berada di Desa Tembokrejo. Bekas-bekas
peninggalan keraton yang tingginya berukuran 1 m dan
kelilingnya kurang lebih 10 ha, di dalam bangunan ini tedapat
Sembilan batu yang berlubang di tengah, batu yang berlubang
tersebut berfungsi sebagai umpak atau penyangga. Umpak
tersebut sebagai dasar atau alas dari tiang istana kerajaan
Blambangan, oleh sebab itu situs itu dinamakan umpak songo
(Sembilan penyangga). Situs ini ditemukan pada kedalaman 1-0,5
meter dari permukaan tanah, membentang dari masjid pasar
Muncar hingga area persawahan desa Tembokrejo. Diduga istana
ini adalah peninggalan Blambangan pada saat ibu kota pindah ke
Muncar. Disebelah timur ompak songo, tepatnya di sebelah timut
pertigaan pasar Muncar terdapat sebuah bangunan yang bernama
Siti Hinggil (setinggil) yang memiliki makna “tanah yang
ditinggalkan”. Pada zaman dahulu bangunan ini digunakan
oleh Minak Uncar(utusan dari Minak Jinggo) untuk mengintai
musuh. maka dari itu kawasan di sekitar bangunan tersebut di beri
nama Muncar.

4
2. 2. Makna Lambang Instansi

A. Daun Lambang Berbentuk Perisai


Berwarna hitam hijau adalah lambing keamanan dan ketemtraman
serta kejujuran yang melambangkan dasar dan hidup keinginan
hidup rakyat Kabupaten Banyuwangi.
B. Bintang dengan Warna Kuning Emas
Lambang Ketuhanan Yang Mahaesa, bersudut lima dan bersinar
dengan garis tegak berarti atas dasar pancasila yang merupakan
dasar dan falsafah Negara yang senantiasa dijunjung tinggi serta
selalu menyinari jiwa rakyat Kabupaten Banyuwangi. Bintang
bersinar lima menyinari peta Kabupaten Banyuwangi, padi dan
kapas.
C. Padi dan kapas
Lambang sandang pangan menjadi kebutuhan pokok rakyat
sehari-hari. Gambar padi berbutir 17 buah dan kapas 8 buah
melambangkan saat-saat keramat bagi Bangsa Indonesia yaitu
tanggak 17Agustus 1945.
D. Peta Kabupaten Banyuwangi

5
Yang terdapat banyak sungai-sungai dilukiskan warna kuning dan
hijau serta di lingkungan Selat Bali dan Samudra Indonesia
melambangkan sumber kemakmuran daerah.
E. Pita Berisikan Tulisan BANYUWANGI
Menunjukan Daerah Kabupaten Banyuwangi
F. Pita Dasar dengan Warna Putih
Berisikan tulisan SATYA BHAKTI PRAJA MUKTI
menunjukan makna selalu mengabdi kepada kebenaran demi
kesejahteraan dan kebahagiaan rakyat

6
2. 3. Visi dan Misi Instansi
1. Visi
Dalam melaksanakan penyelenggaraan pemerintah SKPD
Muncar yang memiliki orientasi terhadap pelayanan masyarakat
lima tahun kedepan, maka SKPD Kecamatan Muncar menetapkan
visi sebagai berikut :
“TERWUJUDNYA PELAYANAN MASYARAKAT YANG
PRIMA MELALUI PENYELENGGARAN PEMERINTAH,
PEREKONOMIAN DAN PEMBANGUNAN,
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA SERTA
KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM”
Dari visi tersebut menggambarkan harapan terwujudnya pelayan
prima kepada semua lapisan masyarakat Kecamatan Muncar,
yang lebih mantap, terarah, terkendali dan berkesinambungan
serta merangsang masyarakat untuk lebih maju, mandiri dan
sejahtera.

2. Misi
Misi adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh
instansi pemerintah, agar tujuan organisasi dapat terleksana
dan berhasil dengan baik. Dengan pernyataan misi tersebut,
diharapkan seluruh pegawai dan pihak yang berkepentingan
dapat mengenal instansi pemerintah, mengetahui peran dan
program-program sertahasil yang akan diperoleh di masa-
masa mendatang. Dari gambar anter sebut diatas, maka
ditetapkan misi SKPD Kecamatan Muncar adalah sebagai
berikut :
 Memberdayakan Sumber Daya Manusia menuju
profesionalisme ;

7
 Meningkatkan sarana dan prasarana aparatur guna
kelancaran tugas-tugas pelayan ;
 Meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan instansi
terkait melalui mekanisme perencana dan
penyelenggaraan Pemerintah, Perekonomian dan
Pembangunan ;
 Pemberdayaan masyarakat dan desa serta ketentraman
dan ketertiban umum ;
 Memperdayakan potensi masyarakat guna memujudkan
kemandirian dalam rangka pelaksanaan pembangunan.

8
BAB III

URAIAN MATERI

3. 1. Kegiatan Pokok / Uraian Materi Prakerin


Kegiatan pokok tersebut antara lain :
1. Membuat Kartu Keluarga
Syarat membuat Kartu Keluarga yaitu dengan cara
menyerahkan :
1. Surat pengantar dari RT dan RW
2. Fotocopy surat nikah
3. Mengisi Formulir KK
4. Membawa KK lama kalau sebelumnya ikut orang
tua / mertua.
5. Jika keluarga ingin menambah anggota keluarga
yang masih kecil maka harus disertakan akta
kelahiran anak tersebut.

2. Membuat KTP Baru / Pemula


Syarat membuat KTP Baru / Pemula yaitu dengan cara
menyerahkan :
1. Surat pengantar dari Desa
2. Fotocopy Kartu Keluarga
3. Fotocopy Akta Kelahiran
4. Fotocopy Ijazah
5. Keterangan Lain-lain

9
3. Membuat Surat Pindah
Syarat membuat surat pindah yaitu dengan cara
menyerahkan :
1. Surat pengantar dari Desa
2. Fotocopy ijasah
3. Fotocopy surat nikah
4. Foto 2 lembar

10
4. 2. Kegiatan Lainya

Kegiatan lain tersebut diatas antara lain :

 Membuat amplop
Membuat amplop sangat dibutuhkan karena dipakai
sebagai sampul untuk sebuah surat. Dalam pembuatannya
bisa dibuat sendiri, terbuat dari kertas HVS yang sudah tidak
dipakai, karena bisa menghemat biaya dalam pembuatanya.

 Register surat masuk


Mencatat surat yang masuk ke kecamatan sebagai bukti
adanya surat masuk.

 Membuat surat keluar


Membuat surat keluar sangat dibutuhkan karena berfungsi
sebagai undangan rapat atau kegiatan lain nya.

11
BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4. 1. Kesimpulan
Sebagaimana Kita Ketahui Bahwa Prakerin Kerja Industri
(Prakerin) merupakan kewajiban para siswa untuk menyelesaikan tugas
ini sebagai salah satu syarat mengikuti UAN / UAS di AMK 17
AGUSTUS 1945 TEGALDLIMO
Disamping itu dengan adanya Praktek Kerja Industri (PRAKERIN)
siswa dapat melatih diri untuk semakin disiplin , bertanggungjawab dan
mandiri

4. 2. Saran
Sehubung dengan kegiatan yang di lakukan sewaktu pelaksanaan
PRAKERIN di KANTOR CAMAT MUNCAR, kebersihan , keindahan,
dan kedisiplinan tetap dipertahankan bahkan harus ditingkatkan. Dan
yang lebih penting kekompakan dan kekeluargaan antar karyawan agar
lebih ditingkatkan demi kemajuan dimasa yang akan datang

12